<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>proyek baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/proyek-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/proyek-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Aug 2023 14:29:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>proyek baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/proyek-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengertian Pabrikasi Lapangan, Kemudahan Dan Resiko Yang Harus Dicegah Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Sep 2023 13:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[resiko fabrikasi baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4915</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan bangunan sangat beragam. Salah satu yang tergolong asing bagi teman-teman pemula. Dibidang konstruksi baja terkenal dengan istilah pabrikasi lapangan. Apakah Anda sudah pernah dengar?, dan paham artinya?. Lapangan disini maksudnya adalah proyek, atau site. Sementara, pabrikasi artinya proses pembuatan bagian-bagian dari sebuah konstruksi bangunan, yang mana material yang harus dibuat tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/">Pengertian Pabrikasi Lapangan, Kemudahan Dan Resiko Yang Harus Dicegah Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan bangunan sangat beragam. Salah satu yang tergolong asing bagi teman-teman pemula. Dibidang konstruksi baja terkenal dengan istilah <a href="https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/">pabrikasi</a> lapangan. Apakah Anda sudah pernah dengar?, dan paham artinya?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4916" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg" alt="Proses pabrikasi material baja yang dilakukan di lapangan (proyek)" width="899" height="564" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg 899w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-300x188.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-768x482.jpeg 768w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></a></p>
<p>Lapangan disini maksudnya adalah proyek, atau site. Sementara, pabrikasi artinya proses pembuatan bagian-bagian dari sebuah konstruksi bangunan, yang mana material yang harus dibuat tersebut semuanya adalah baja profil.</p>
<p>Dengan demikian, setelah digabung pengertian pabrikasi lapangan yang sebenarnya adalah suatu kegiatan yang berlangsung di area proyek, oleh sekelompok tenaga kerja baja. Guna membuat satu bentuk konstruksi yang akan dipasang pada proyek bangunan.</p>
<h2>Alasan, standar ukuran dan keuntungan pabrikasi baja di proyek</h2>
<p>Pelaksanaan pabrikasi seyogianya adalah di workshop baja. Tapi dengan alasan tertentu, tidak menutup kemungkinan akan Anda lakukan di proyek. Pun, secara umum tidak berakibat fatal. Kalau pelaksanaan pabrikasi berjalan lancar.</p>
<p>Akan tetapi, jikalau dilaksanakan asal-asalan. Maka pabrikasi lapangan dapat menimbulkan dampak yang serius. Selama proses pabrikasi tersebut berlangsung, atau terhadap konstruksi baja yang Anda buat.</p>
<h3>1. Alasan yang tepat</h3>
<p>Ide untuk melaksanakan pabrikasi di proyek umumnya adalah dari pihak jasa konstruksi (kontraktor baja). Yaitu dengan alasan:</p>
<h4>Konstruksi baja yang akan dibuat unik</h4>
<p>Misal, ketika membuat rangka atap bentuk lengkung, atau kubah bentang 45,0 meter. Tapi, terbuat dari material besi siku double. Bukan menggunakan besi pipa, sebagaimana biasanya konstruksi atap lengkung.</p>
<p>Secara singkat proses pabrikasi adalah bending material besi siku satu per satu. Lalu, material yang sejenis Anda gabung menjadi double. Kemudian, rangkai sesuai dengan bentuk atap yang diharapkan.</p>
<p>Dengan situasi demikian, berarti Anda membutuhkan di area kerja yang sangat luas. Supaya proses pabrikasi, dan langsir material berjalan lancar. Maka dari itu, pilihan terbaik adalah pabrikasi lapangan. Sebab area proyek pasti jauh lebih luas, dibanding workshop.</p>
<h4>Sistem sambungan konstruksi adalah las penuh</h4>
<p>Masih terkait dengan contoh kasus diatas. Lebih parah lagi kalau sistem sambungan konstruksi tersebut harus pakai las. Karena untuk membuat kuda-kuda lengkung bentang (L)= 45,0 meter, sistem las, berarti Anda setidaknya menyiapkan lahan 1,25 x L. Atau, sekitar 56,25 meter lebih.</p>
<p>Kendala berikutnya, ketika rangka atap sudah jadi. Yaitu untuk mengelas kedua sisi rangka batang. Berarti Anda harus menyiapkan ruang yang tinggi. Untuk manuver alat berat, sehingga rangka atap pada posisi berdiri.</p>
<p>Ketentuan tinggi ruang kerja tersebut adalah tetap berdasarkan bentang kuda-kuda. Yaitu minimal:<br />
= 0,25 x L<br />
= 11,25 meter</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4917" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg" alt="Area yang strategis alternatif untuk melaksanakan pabrikasi konstruksi baja" width="448" height="258" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan-300x173.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h3>2. Kebutuhan minimum lapangan</h3>
<p>Berdasarkan contoh kasus diatas. Pula, dapat kesimpulan area yang dibutuhkan untuk pabrikasi lapangan, minimal 11,25 x 56,25 meter. Atau seluas 632,81 meter persegi. Luas area ini juga bisa jadikan acuan untuk menentukan kebutuhan tempat pabrikasi. Yakni dengan rumus koefisien bentang, atau panjang material konstruksi baja yang akan dibuat.<br />
= 632,81 : 45,0 m<br />
= 14,05</p>
<p>Bulatkan menjadi 14.</p>
<p>Artinya tempat pabrikasi pada area terbuka, untuk membuat konstruksi baja yang unik. Anda membutuhkan lahan 14x L (Bentang).</p>
<p>Contoh. Membuat konstruksi space frame dari material pipa besi. Dan, sistem las penuh. Bentangan 36,0 meter. Maka lahan yang harus Anda siapkan, untuk pabrikasi material konstruksi tersebut adalah:<br />
= 14 x 36,0<br />
= 504,0 m2.</p>
<h3>3. Kelebihan pabrikasi lapangan</h3>
<p>Dari sudut pandang pekerja konstruksi (tukang), kemudahan yang diperoleh setelah menetapkan bahwa pabrikasi baja akan dilaksanakan di proyek adalah:<br />
&#8211; Bekerja hanya 1 tempat. Sementara umumnya adalah 2 tempat. Yakni workshop baja, dan di proyek.<br />
&#8211; Fokus pada pekerjaan baja. Karena pabrikasi di proyek berarti juga tukang tidur di area proyek tersebut. Terlebih lokasi proyek luar kota.<br />
&#8211; Tidak terlalu jauh langsir material. Dari tempat pabrikasi ke lokasi pasang (ereksen).</p>
<p>Sementara itu, dari pihak kontraktor baja. Pabrikasi lapangan akan meminimalisir 3 jenis biaya berikut ini:</p>
<h4>Transport material dan alat kerja</h4>
<p>Ketika melakukan pembelian material baja, umumnya material tersebut di datangkan ke workshop lebih dulu. Untuk melakukan pabrikasi. Beberapa lama. Kemudian setelah proses pabrikasi selesai. Material baja di kirim lagi ke lapangan.</p>
<p>Tapi, pada kasus ini, karena tempat pabrikasi adalah di lapangan. Maka semua material baja harus dikirim langsung ke lapangan. Berarti biaya transport material, serta biaya-biaya lain yang timbul selama proses pengiriman. Misalnya retribusi kendaraan, biaya bongkar muat, dan sebagainya menjadi lebih murah.</p>
<h4>Biaya alat kerja</h4>
<p>Karena proses pabrikasi dan ereksen baja bakal dilakukan pada 1 tempat. Berarti alat kerja yang harus Anda siapkan tidak banyak. Dibanding melakukan.pekerjaan di 2 lokasi yang berbeda (workshop dan proyek). Oleh sebab itu, otomatis biaya operasional dan perawatan alat kerja juga lebih sedikit.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Beberapa-contoh-alat-K3-untuk-pabrikasi-dan-pemasangan-trekstang.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2827" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Beberapa-contoh-alat-K3-untuk-pabrikasi-dan-pemasangan-trekstang.jpeg" alt="Beberapa contoh alat K3 untuk pabrikasi dan pemasangan trekstang" width="766" height="900" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Beberapa-contoh-alat-K3-untuk-pabrikasi-dan-pemasangan-trekstang.jpeg 766w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Beberapa-contoh-alat-K3-untuk-pabrikasi-dan-pemasangan-trekstang-255x300.jpeg 255w" sizes="(max-width: 766px) 100vw, 766px" /></a></p>
<h4>Biaya pengawasan</h4>
<p>Pengawas dari pihak kontraktor semakin mudah melakukan tugasnya, karena sewaktu-waktu bisa koordinasi dengan pemilik bangunan, atau dengan pemberi pekerjaan. Terkait jadwal pekerjaan yang harus dicapai. Serta mengenai <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/" target="_blank" rel="noopener">revisi gambar</a>, dan perubahan rencana/metode kerja.</p>
<p>Kemudahan lain adalah bisa sewaktu-waktu meninjau (perkembangan) tempat pemasangan konstruksi baja. Serta, menyesuaikan dengan progres pabrikasi lapangan. Dengan.demikian dipastikan pekerjaan konstruksi baja tidak bakal telat, dari apa yang direncanakan dalam time schedulle.</p>
<p>Atas kelancaran pekerjaan tersebut otomatis pemberi pekerjaan pun jadi senang. Jadi keuntungan yang diperoleh bukan dari segi materi, tapi non materi. Yakni tepat waktu, dan kualitas bagus. Semua pemilik bangunan/pemberi pekerjaan, saya kira hanya mengharapkan hal yang demikian. Tidak lebih.</p>
<h2>Resiko melaksanakan pabrikasi baja di lapangan dan upaya mencegah</h2>
<p>Pertama adalah <a href="https://samahitawirotama.com/pengaruh-perubahan-cuaca-terhadap-mood-dan-produktivitas-karyawan/">cuaca buruk</a>. Kemudian, profesionaliatas jasa konstruksi, dan terakhir ketersediaan alat kerja. 3 hal ini bisa terjadi secara serentak. Pula, tidak memungkinkan silih berganti. Serta, bisa juga hanya sebagian yang Anda alami. Semua memiliki dampak yang serius.</p>
<h3>1. Antisipasi musim hujan</h3>
<p>Supaya pabrikasi lapangan tetap bisa berlangsung, sekalipun dalam kondisi hujan. Maka sebaiknya area pabrikasi harus memiliki atap. Dalam hal ini cukup menggunakan tenda, atau terpal besar. Pada beberapa tempat. Khususnya area mengebor, mengelas, dan mengecat.</p>
<p>Namun demikian, karena proses pabrikasi butuh ruang gerak yang tinggi. Berarti pemasangan tenda, apakah mungkin dilakukan tinggi?. Saya kira tidak. Karena makin tinggi, pemasangan tenda akan semakin berisiko. Terbang akibat di tiup angin.</p>
<p>Oleh sebab itu, pemasangan tenda harus sistem buka tutup. Pun, hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Yakni untuk membayar upah, serta pengadaan tenda. Maka dari itu, harus Anda anggarkan sejak awal pengajuan penawaran pekerjaan baja.</p>
<h3>2. Tenaga kerja harus terampil dan Terlatih</h3>
<p>Iya. Betul. Pabrikasi lapangan butuh orang-orang bernyali. Memiliki komitmen tinggi. Dan, pantang menyerah. Karena yang di hadapi bukan saja persoalan pekerjaan, tapi termasuk cuaca. Oleh sebab itu, jangan menggunakan tukang yang belum pengalaman. Tapi, harus terampil dan terlatih.</p>
<h3>3. Melengkapi alat kerja yang bagus</h3>
<p>Alat kerja baja saat ini sangat banyak. Dan, bisa Anda peroleh dengan cara sewa. Jadi, tidak harus beli. Maka dari itu, sebenarnya tidak ada alasan bagi jasa konstruksi bahwa alat yang dimiliki terbatas.</p>
<p>Yang menjadi kendala pada umumnya adalah tidak ada anggaran biaya sewa alat. Mengapa?. Karena tidak di anggarkan. Mengapa tidak di anggarkan?. Karena kurang profesional. Betul bukan?. Jadi berkaitan langsung dengan poin 2. Dalam hal ini yang tersangkut adalah SDM level engineering. Kurang memahami <a href="https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/">perhitungan</a> proyek konstruksi baja.</p>
<h2>[Penutup] Tempat pabrikasi alternatif selain di proyek</h2>
<p>Pabrikasi lapangan bisa saja tidak harus 1 tempat dengan proyek bangunan. Tapi, berdekatan. Hal ini sering dilakukan karena area proyek ternyata sempit. Sehingga tidak memungkinkan berbagi tempat dengan pekerja baja, untuk melakukan pabrikasi.</p>
<p>Lebih lanjut mengenai tempat pabrikasi alternatif, akan saya ulas pada artikel tersendiri. Karena topik tersebut cukup panjang, dan menarik untuk di ulas secara detail. Sementara sampai sekian.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/">Pengertian Pabrikasi Lapangan, Kemudahan Dan Resiko Yang Harus Dicegah Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Garis Besar Pelaksanaan Proyek Baja Oleh Jasa Konstruksi Profesional</title>
		<link>https://arsitekta.com/pelaksanaan-proyek-baja-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pelaksanaan-proyek-baja-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2023 13:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[jasa konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek kontruksi baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah seorang pemborong konstruksi baja diberi kepercayaan untuk pelaksanaan sebuah proyek baja. Umumnya hal ini ditandai dengan pemberian SPK (Surat Perintah Kerja), dan sejumlah uang muka. Maka dengan segera sang kontraktor harus menyusun metode kerja. Pelaksanaan proyek baja konstruksi Secara garis besar adalah terbagi 3, yaitu: fabrikasi, pengecatan, pemasangan. Atau, sering juga disebut dengan istilah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pelaksanaan-proyek-baja-yang-benar/">Garis Besar Pelaksanaan Proyek Baja Oleh Jasa Konstruksi Profesional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah seorang pemborong konstruksi baja diberi kepercayaan untuk pelaksanaan sebuah proyek baja. Umumnya hal ini ditandai dengan pemberian SPK (Surat Perintah Kerja), dan sejumlah uang muka. Maka dengan segera sang kontraktor harus menyusun metode kerja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-295" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg" alt="Proyek Kami KOnstruksi Baja" width="600" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Pelaksanaan proyek baja konstruksi</h2>
<p>Secara garis besar adalah terbagi 3, yaitu: fabrikasi, pengecatan, pemasangan. Atau, sering juga disebut dengan istilah ereksen (erection). Dan, terakhir adalah finishing. Kemudian, masing-masing pekerjaan ini terbagi lagi menjadi beberapa item, antara lain:</p>
<h3>1. Pekerjaan fabrikasi</h3>
<p>Secara global terdiri dari 2 jenis pekerjaan. Pertama adalah persiapan alat, bahan dan tenaga kerja/tukang. Sembari itu, team yang membuat gambar kerja baja, maupun yang melaksanakan perhitungan kebutuhan bahan. Juga, bekerja serentak.</p>
<p>Kedua, adalah pelaksanaan pabrikasi baja itu sendiri. Maksudnya, proses pembentukan material baja sesuai dengan gambar shop drawing. Dengan cara mengukur, memotong, mengelas, membuat lubang baut, dan sebagainya. Dengan tujuan untuk memudahkan pemasangan.</p>
<p>Namun demikian, tentu tidak boleh mengorbankan kualitas. Melainkan tetap di utamakan. Bagaimana caranya?. Lebih detail tentang prosedur pelaksanaan pabrikasi baja, sebelumnya telah kami uraikan dalam sebuah artikel tersendiri. Silahkan Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/pabrikasi-kolom-baja-tersusun-begini-lekas-rampung-kuat-dan-presisi-bagian-3-dari-4/">tautan</a> ini.</p>
<h3>2. Pekerjaan cat baja</h3>
<p>Semua proyek baja pasti memerlukan cat. Sebagai lapisan untuk melindungi material baja dari korosi. Agar awet, dan tetap kokoh. Serta, sebagai tampilah akhir konstruksi baja. Agar tampak cantik.</p>
<p>Umumnya proses pelaksanaan cat baja adalah dilakukan di workshop. Namun demikian, sedikit banyaknya pasti dilaksanakan juga di lapangan/site. Yaitu sebelum, dan/atau sesudah pemasangan konstruksi.</p>
<p>Jenis-jenis pekerjaan cat baja yang dilakukan di workshop. Biasa dilakukan keseluruhan, pun bisa juga hanya sebagian. Alias, tidak lengkap, yaitu:<br />
1. Sand blasting<br />
2. Cat dasar (Zinchromate)<br />
3. Cat antara (lapis kedua)<br />
4. Cat akhir (finishing).</p>
<p>Sementara itu di lapangan, pelaksanaan cat umumnya dilakukan untuk bagian-bagian tertentu saja. Misalnya terhadap komponen-komponen yang kotor. Atau, bekas sambungan las Jadi, bukan mengecat ulang seluruh material konstruksi.</p>
<p>Kecuali disebut dalam SPK. Bahwa pemborong harus mengecat ulang seluruh material baja setelah terpasang. Maka dari itu, wajib dilaksanakan sesuai dengan perjanjian.</p>
<h3>3. Pekerjaan ereksen</h3>
<p>Tahap akhir pelaksanaan proyek baja adalah <a href="https://arsitekta.com/persiapan-akhir-ereksen-baja/" target="_blank" rel="noopener">erection</a>. Lingkung pekerjaannya secara garis besar adalah melakukan pemasangan:</p>
<ol>
<li>Kolom</li>
<li>Balok baja,</li>
<li>Kuda-kuda</li>
<li>Rangka atap. Meliputi gording, usuk, reng, trekstang, dan ikatan angin.</li>
<li>Serta komponen-komponen konstruksi yang lain. Agar bangunan benar-benar kokoh. Misalnya plat buhul, stiffners, dan plat lekat.</li>
</ol>
<p>Adapun tahap pelaksanaan ereksen adalah menyesuaikan bentuk konstruksi. Misalnya konstruksi gudang. Selain 5 unsur diatas. Ada beberapa komponen tambahan antara lain:<br />
1. Rangka cladding<br />
2. Bracing kolom<br />
3. Rangka lisplang<br />
4. Kanopi pintu<br />
5. Dan balok dak.</p>
<p>Beda lagi dengan rangka atap rumah tinggal. Komponen yang akan Anda pasang jumlahnya sedikit. Tidak ada tiang kolom, dan balok. Namun hanya kuda-kuda, dan gording. Tapi, dalam jumlah yang banyak.</p>
<p>Terutama bila atap rumah bentuk limas. Maka, terdapat 4 buah rangka atap jurai. Yang menjadi titik pertemuan 2 bidang atap yang berbeda arah kemiringan. Hal ini berdampak pada pemasangan gording. Yaitu menjadi lama. Karena, panjang gording antara bagian atas, dan bawah adalah berbeda.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Proses-pekerjaan-finishing-konstruksi-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3239" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Proses-pekerjaan-finishing-konstruksi-baja.jpeg" alt="Pentingnya proses finishing pekerjaan proyek konstruksi baja, yaitu untuk mengakhiri perjanjian kerja" width="400" height="356" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Proses-pekerjaan-finishing-konstruksi-baja.jpeg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Proses-pekerjaan-finishing-konstruksi-baja-300x267.jpeg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<h3>4. Proses finishing baja</h3>
<p>Umumnya dilakukan setelah semua komponen konstruksi terpasang secara lengkap. Namun demikian, untuk proyek baja skala yang besar. Katakanlah, tonase yang mencapai ratusan ton. Proses finishing bisa Anda lakukan secara simultan. Artinya, sembari melakukan ereksen baja. Team lain melaksanakan finishing. Dengan demikian, waktu pelaksanaan pekerjaan tidak molor.</p>
<p>Lebih lengkap tentang pekerjaan finishing kontruksi baja bisa Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/proses-finishing-konstruksi-baja-secara-profesional-dan-maksimal-begini/">artikel</a> ini. Tahap ini tidak kalah pentingnya dengan fabrikasi. Sebab, berkaitan langsung dengan kekuatan konstruksi. Serta, tampilan akhir bangunan. Oleh sebab itu, harus dilakukan secara tepat dan benar.</p>
<h2>Perihal yang mempengaruhi kelancaran proyek baja</h2>
<p>Akurasi gambar kerja baja jelas yang pertama. Contoh soal ketika memotong besi WF. Tentu mengacu pada ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. Nah, jikalau tidak tepat. Kemungkinan yang terjadi adalah:</p>
<ol>
<li>Menyambung material baja. Agar bisa digunakan sesuai dengan fungsinya pada konstruksi. Atau,</li>
<li>Mengganti dengan besi WF baru. Dengan catatan, material lama jadi terbuang (waste).</li>
</ol>
<p>Contoh kedua. Juga terjadi pada saat membuat lubang baut. Kemungkinan kesalahan yang Anda temukan pada gambar kerja ada 3 yaitu:</p>
<ol>
<li>Jarak titik sambung baut mur</li>
<li>Diameter lubang baut</li>
<li>Jarak antara lubang baut.</li>
</ol>
<p>Nah, akibat dari kesalahan tersebut. Apakah hanya satu, atau ke-tiganya. Jelas, akan membuat sambungan baut tidak terlaksana secara sempurna. Solusinya bagaimana?. Yaitu: 1]. Melakukan pabrikasi ulang, dengan material baru. Atau, 2]. Rekayasa lubang baut. Agar material tersebut tetap terpakai. Berani?..</p>
<p>Hal kedua yang mempengaruhi kelancaran proyek baja adalah pelaksanaan fabrikasi. Sebagaimana umumnya bobot progres pekerjaan baja, 75% adalah ditetapkan pada proses fabrikasi. Artinya, ketika pelaksanaan fabrikasi telah selesai. Maka, prestasi pelaksanaan proyek dinyatakan sudah mencapai 75%.</p>
<p>Maka dari itu, sukses tidaknya proyek konstruksi baja adalah tergantung fabrikasi. Dalam hal ini, poin penting yang bisa kita ambil adalah jangan melakukan kesalahan sedikit pun, pada saat fabrikasi. Supaya proses ereksen berjalan lancar.</p>
<h2>[Penutup] Indikasi proyek bakal mengalami banyak kendala</h2>
<p>Selain perihal gambar kerja, serta proses pelaksanaan fabrikasi yang tidak benar. Indikasi bahwa Anda bakal menemukan banyak kendala pada saat pelaksanaan konstruksi baja. Sebenarnya bisa diketahui dari awal. Yaitu dari 4 hal berikut:<br />
1. Bentuk bangunan yang tidak sesuai dengan gambar desain,<br />
2. Nilai borongan yang terlalu rendah,<br />
3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang mepet,<br />
4. Jenis pekerjaan bukan bidang yang Anda kuasai,</p>
<p>Maka dari itu, sebelum menerima suatu proyek baja. Pertimbangkan dulu <a href="https://www.finansialku.com/mengukur-kemampuan-diri-sendiri/">kemampuan</a> Anda, dan team. Kemudian memikirkan tentang metode pelaksanaan pekerjaan, serta kendala-kendala yang mungkin terjadi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pelaksanaan-proyek-baja-yang-benar/">Garis Besar Pelaksanaan Proyek Baja Oleh Jasa Konstruksi Profesional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pelaksanaan-proyek-baja-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Uniknya Hubungan Pabrik Baja, Workshop dan Proyek Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 17:34:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[antara industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri baja]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[workshop baja]]></category>
		<category><![CDATA[workshop konstruksi baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti dilansir beberapa media nasional. Pabrik baja terbesar di dunia, saat ini ada 2. Salah satunya adalah berada di Indonesia. Tepatnya di Kawasan Industri Cilegon, Banten. Sedangkan satu lagi, ada di Amerika Serikat. Luar biasa bukan?. Lalu, dibalik rasa bangga tersebut. Apakah teman-teman tahu hubungan antara pabrik baja, workshop baja, dan proyek konstruksi?. Sepertinya belum. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/">Begini Uniknya Hubungan Pabrik Baja, Workshop dan Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4290 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Proses-produksi-baja-300x173.jpg" alt="Hubungan antara pabrik baja, workshop dan proyek konstruksi" width="300" height="173" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Proses-produksi-baja-300x173.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Proses-produksi-baja.jpg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Seperti dilansir beberapa <a href="https://tirto.id/8-konglomerat-media-di-indonesia-via-jalur-media-tv-cetak-cEv7">media nasional</a>. Pabrik baja terbesar di dunia, saat ini ada 2. Salah satunya adalah berada di Indonesia. Tepatnya di Kawasan Industri Cilegon, Banten. Sedangkan satu lagi, ada di Amerika Serikat. Luar biasa bukan?.</p>
<p>Lalu, dibalik rasa bangga tersebut. Apakah teman-teman tahu hubungan antara pabrik baja, workshop baja, dan proyek konstruksi?. Sepertinya belum. Oke. 3 unsur ini akan kami ulas satu per satu. Dalam perspektif produk, serta proses produksi.</p>
<h2>Industri baja</h2>
<p>Adalah sebutan lain untuk pabrik baja. Yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan (manufaktur) berbagai jenis logam. Dari bahan mentah, hingga menjadi suatu barang (produk) yang bisa dipergunakan untuk beragam keperluan. Misalnya untuk <a href="https://arsitekta.com/bahan-bangunan-prefabrikasi/">bahan bangunan</a>, konstruksi otomotif, alat transportasi, alat pertanian, dan masih banyak lagi.</p>
<h3>a. Ragam jenis produk</h3>
<p>Sesuai namanya. Semua produk yang dihasilkan oleh pabrik baja adalah terbuat dari logam. Memiliki kelas mutu, bentuk, ukuran, maupun warna yang beraneka macam. Gambar dibawah ini adalah salah satu jenis material baja. Yang sering digunakan untuk konstruksi bangunan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3094 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Macam-macam-profil-baja-300x195.jpg" alt="Pengetahuan dasar tentang 19 macam baja profil yang masih bertahan hingga saat ini" width="300" height="195" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Macam-macam-profil-baja-300x195.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Macam-macam-profil-baja.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Mutu baja konstruksi adalah minimal Bj 37. Atau, memiliki tegangan akhir sampai dengan 3.700 kg/mm². Sementara bentuk material, identik dengan huruf. Antara lain bentuk H, L, U, C, bentuk kotak, bulat, serta berupa lembaran. Material-material ini familiar dengan sebutan baja profil. Oleh para pelaku konstruksi, maupun pabrik baja.</p>
<h3>b. Proses produksi dan ragam warna material baja</h3>
<p>Sebagaimana kita ketahui, warna material baja ada 3 macam. Yaitu: 1]. Warna gelap, atau abu-abu. 2]. Putih, dan 3]. Silver. Dari warna material ini, sebenarnya bisa diketahui proses produksi. Maupun fungsi material.</p>
<p>Semisal, material baja yang berwarna silver. Adalah besi stainless. Adalah terbuat dari High carbon steel (baja paduan karbon tinggi. Dan, mengandung karbon sebesar 0,6-1,7%. Kegunaannya adalah untuk perabot rumah tangga, perkakas dapur, serta bahan bangunan yang berkaitan dengan pekerjaan finishing.</p>
<p>Sementara itu, material logam yang berwarna putih adalah alumunium. Pun, berguna untuk berbagai macam keperluan konstruksi yang berhubungan dengan finishing. Antara lain membuat pintu dan jendela, serta pekerjaan-pekerjaan yang interior, dan arsitektural bangunan.</p>
<h2>Workshop baja</h2>
<p>Atau terkenal dengan istilah bengkel konstruksi baja. Beberapa waktu lalu, telah kami ulas dalam satu artikel khusus. Mengenai ragam jenis, fungsi, serta fasilitas yang harus tersedia. Anda membaca artikel tersebut melalui <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-workshop-baja-dan-fasilitas/">tautan ini.</a></p>
<p>Kali ini yang menjadi pokok pembahasan, adalah hubungan workshop dengan pabrik baja. Ditinjau dari segi persamaan aktivitas, dan perbedaan produk.</p>
<h3>1. Kesamaan aktivitas</h3>
<p>Kegiatan yang dilakukan di workshop, dan pabrik sangat mirip. Ada 3 macam aktivitas yang sama. Yaitu: memanasi, memotong, serta membuat lubang pada material baja.</p>
<p>Proses pemanasan dilakukan di pabrik baja merupakan bagian dari proses membentuk material. Sedangkan, yang dilakukan di workshop, adalah dalam rangka melaksanakan pemotongan, serta pengelasan material. Beda bukan?.</p>
<p>Sementara itu, aktivitas pembuatan lubang. Di workshop relatif lebih mudah. Karena fungsi lubang adalah untuk sambungan baut mur. Sedangkan, di pabrik baja adalah untuk membuat rongga pada material. Seperti besi pipa.</p>
<h3>2. Perbedaan produk</h3>
<p>Produk pabrik baja mayoritas berupa bahan setengah jadi. Material tersebut harus Anda olah kembali, supaya benar-benar berguna. Misalnya untuk keperluan konstruksi bangunan. Anda perlu tempat khusus. Untuk melakukan pabrikasi baja. Tempat tersebut bernama workshop konstruksi baja.</p>
<p>Dengan demikian proses pabrikasi dapat berjalan lancar. Dan, menghasilkan konstruksi bangunan yang berkualitas, tahan lama, serta tidak mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Misalnya pencemaran udara, air dan tanah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3929 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Proses-sand-blasting-baja-konstruksi-300x199.jpg" alt="Proses pelaksanaan sand blasting pada material konstruksi baja" width="300" height="199" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Proses-sand-blasting-baja-konstruksi-300x199.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Proses-sand-blasting-baja-konstruksi.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pula, sebagian kecil memang ada pabrik baja yang mengeluarkan produk khusus. Berupa <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-material-prefabrikasi/">material prefabrikasi</a> yang siap pakai. Namun, pihak pabrik umumnya tetap komitmen sebagai produsen.</p>
<p>Oleh sebab itu, pekerjaan instalasi material selalu diserahkan kepada pihak ke-3. Dalam hal ini paling kompeten adalah jasa konstruksi, atau kontraktor. Nah, kontraktor-lah sebenarnya sang empunya workshop baja. Bukan pabrik. Ketemu kan perbedaan yang lain?.</p>
<h2>Konstruksi bangunan</h2>
<p>Konstruksi bangunan, atau proyek konstruksi adalah salah satu implementasi penggunaan material baja, yang bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat luas. Hal tersebut bisa tercapai, tentunya oleh campur tangan: 1]. Kontraktor, sebagai aplikator, serta 2]. Pabrik baja, sebagai produsen. Hubungan 3 unsur ini, bisa Anda lihat pada gambar paling atas.</p>
<p>Penting Anda ketahui. Hampir semua bangunan di Indonesia memerlukan, dan menggunakan material baja. Bahkan sekelas RSS (Rumah Tinggal Sederhana), pun memakai produk baja. Sekurang-kurangnya untuk membuat sloof, <a href="https://arsitekta.com/kolom-praktis-pada-bangunan-dan-kegunaannya-part-1-of-3/" target="_blank" rel="noopener">kolom praktis</a> dan ring balok. Apalagi gedung bertingkat. Dan, bangunan yang besar.</p>
<h2>[Kesimpulan] Rantai kebutuhan material</h2>
<p>Kaitannya dengan material baja, serta bahan-bahan bangunan lain, yang terbuat dari logam. Pabrik baja (industri), bengkel konstruksi (workshop), dan bangunan (konstruksi), adalah saling membutuhkan satu sama lain. Sebagaima layaknya sebuah <a href="https://www.gramedia.com/literasi/rantai-makanan/">rantai makanan.</a></p>
<p>Pabrik tidak akan beroperasi. Bilamana workshop tidak jalan. Lalu, workshop sendiri, bakal berhenti. Jikalau masyarakat tidak membutuhkan material baja. Tapi, masyakat jangan harap bisa membangun suatu bangunan tanpa menggunakan material logam. Kesimpulannya apa?.</p>
<ol>
<li>Pabrik baja bakal beroperasi selama-lamanya. Selama manusia masih membutuhkan bangunan, sebagai bagian dari <a href="https://money.kompas.com/read/2021/10/16/144650926/apa-itu-kebutuhan-sekunder-definisi-sifat-dan-contohnya?page=all">kebutuhan sekunder.</a></li>
<li>Workshop baja akan tetap eksis. Jikalau pabrik, dan proyek konstruksi masih membutuhkan material baja.</li>
<li>Sampai saat ini belum ditemukan satu jenis material, yang mampu menggantikan peran baja. Oleh sebab itu, sampai kapan pun material baja tetap dibutuhkan.</li>
</ol>
<p>Demikian ulasan mengenai proyek konstruksi, workshop dan pabrik baja. Semoga dengan penjelasan ini, teman-teman mengetahui proses pengadaan material bangunan, dari hulu. Hingga hilir.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/">Begini Uniknya Hubungan Pabrik Baja, Workshop dan Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Keterampilan Yang Dibutuhkan Sepanjang Masa Pada Proyek Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2021 20:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan tenaga kerja]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan yang dibutuhkan proyek]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak tanggung-tanggung, sepanjang masa dipastikan ada 10 keterampilan yang dibutuhkan untuk proyek konstruksi baja. Keterampilan tersebut wajib lengkap. Kalau tidak, pekerjaan konstruksi pasti mengalami kendala. Kualitas tidak bagus, Serta waktu pengerjaan pasti molor. Uniknya keterampilan yang dimiliki pekerja konstruksi Beberapa pekerja konstruksi yang terampil, tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Melainkan diperoleh berdasarkan pengalaman. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/">10 Keterampilan Yang Dibutuhkan Sepanjang Masa Pada Proyek Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3564 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar-1-300x155.jpg" alt="Keterampilan yang dimiliki pekerja konstruksi baja berguna untuk meningkatkan kualitas " width="300" height="155" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar-1-300x155.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar-1.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, sepanjang masa dipastikan ada 10 keterampilan yang dibutuhkan untuk proyek konstruksi baja. Keterampilan tersebut wajib lengkap. Kalau tidak, pekerjaan konstruksi pasti mengalami kendala. Kualitas tidak bagus, Serta waktu pengerjaan pasti molor.</p>
<h2><strong>Uniknya keterampilan yang dimiliki pekerja konstruksi</strong></h2>
<p>Beberapa pekerja konstruksi yang terampil, tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Melainkan diperoleh berdasarkan pengalaman. Oleh sebab itu, sangat unik. Dan hal tersebut sekaligus membuka peluang bagi semua orang untuk bekerja pada proyek baja. Sekalipun tidak pernah sekolah.</p>
<p>Berikutnya yang juga tak kalah unik, dari 10 keterampilan yang dibutuhkan, ada yang dilaksanakan secara borong. Hal ini memungkinkan para pekerja memperoleh penghasilan yang semakin besar. Penasaran?. Sesungguhnya tulisan ini bertujuan untuk memotivasi para pemula. Supaya kelak benar-benar menjadi <a href="https://arsitekta.com/keterampilan-ahli-konstruksi-baja-10-lebih-apakah-anda-termasuk/">ahli baja.</a></p>
<h2><strong>Ragam keterampilan yang diperlukan untuk proyek baja</strong></h2>
<p>Tidak bermaksud untuk membeda-bedakan latar belakang, melainkan untuk memudahkan Anda untuk memilih, sesuai dengan bakat dan kemampuan. Kategori keterampilan kami uraikan menjadi 2 bagian, yaitu:</p>
<h3><strong>a. Keterampilan yang dimiliki tanpa harus sekolah </strong></h3>
<p>Terdiri dari 5 macam keterampilan, antara lain:</p>
<ol>
<li>Mengelas</li>
<li>Memotong baja</li>
<li><em>Setting/instal</em> komponen konstruksi</li>
<li>Memasang konstruksi, atau sering disebut<a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/"> <em>ereksen</em> baja</a></li>
<li>Mengecat baja</li>
</ol>
<p>Agar Anda diterima bekerja pada proyek baja, syaratnya adalah menguasai salah satu dari 10 keterampilan yang dibutuhkan. Namun ternyata, banyak pekerja proyek yang mampu menguasai beberapa bidang sekaligus. Khusus kategori ini misalnya, adalah pekerjaan nomor 1-3, atau 1-4.</p>
<p>Maka dari itu, tak heran jika gaji tukang berbeda-beda. Khusus yang memiliki keahlian beragam, gaji yang diminta/peroleh pasti paling tinggi. Daerah Jawa Tengah misalnya, antara Rp 200.000,- sampai Rp 250.000,-. Sedangkan bila keahliannya hanya pada 1 bidang, paling banter menerima upah Rp 150.000,-/hari.</p>
<p>Selain sistem harian, aplikasi 5 macam keterampilan juga sering diterapkan dengan cara borong. Justru menjadi opsi pertama bagi para pekerja profesional. Pilihannya ada 2, yaitu borong <em>keteng,</em> atau per unit pekerjaan. Misal hanya ereksen baja, atau pengecatan saja. Pilihan lain adalah borongan tenaga untuk seluruh item. Yakni mulai pabrikasi, pemasangan, hingga pelaksanaan cat baja.</p>
<h3><strong>b. Keahlian yang diperoleh melalui pendidikan resmi</strong></h3>
<p>Kategori keahlian yang diperoleh melalui jalur resmi. Sekurang-kurangnya mereka yang pernah mengecam pendidikan SMK, juga terdiri dari 5 jenis, yaitu:</p>
<ol>
<li>Merancang desain konstruksi</li>
<li>Menghitung tonase baja, termasuk menyusun RAB dan RAP</li>
<li>Membuat metode kerja, serta time schedule</li>
<li>Membuat <a href="https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/">gambar kerja</a></li>
<li>Mengawasi pekerjaan, menyusun laporan/progres pekerjaan, opnam pekerjaan dan pengajuan tagihan.</li>
</ol>
<p>Boleh dibilang dari 10 keterampilan yang dibutuhkan proyek baja, 5 keahlian ini berada pada jalur yang berbeda. Sebab dalam melaksanakan tugas tidak memerlukan tenaga ekstra. Melainkan kecerdasan berpikir. Dan ranahnya adalah pada manajemen proyek. Oleh sebab itu, tugas ini cocok bagi yang pernah memiliki <a href="https://www.adira.co.id/detail_berita/metalink/inilah-perbedaan-pendidikan-formal-dan-non-formal-di-indonesia">pendidikan formal.</a></p>
<p>Profesional yang menguasai bidang ini, umumnya menjadi staf ahli pada perusahaan kontraktor. Dengan berbagai macam jabatan, antara lain <em>drafter</em>, <em>estimator</em>, pelaksana, hingga manajer proyek. Itu artinya penghasilan yang diperoleh adalah bulanan.</p>
<p>Namun jangan salah, praktik borong juga dapat Anda terapkan pada 5 keahlian tersebut. Yaitu Anda akan menerima upah/jasa setiap melakukan salah satu tugas. Atau bisa juga sistem paket. Metode hampir sama dengan kategori sebelumnya. Keteng atau sistem borong total.</p>
<h2><strong>Pentingnya menyiapkan tenaga kerja proyek yang profesional</strong></h2>
<p>Selain bertujuan untuk kelancaran pekerjaan, agar selesai tepat waktu dan memiliki mutu yang bagus. Adalah kewajiban kontraktor menyediakan SDM yang <em>kualified</em>. Ketentuan tersebut umumnya diatur dalam surat <a href="https://arsitekta.com/esensi-surat-perjanjian-kerja-borongan-konstruksi-secara-jelas-begini/">perjanjian kerja</a>. Berikut jumlah personil yang dibutuhkan, yang selanjutnya dicantumkan dalam struktur organisasi proyek.</p>
<p>Penting Anda ketahui, 10 keterampilan yang dibutuhkan tidak berarti jumlah personilnya adalah 10 orang. Khusus kategori pertama, jumlah personil yang diperlukan bisa ratusan. Sedangkan kategori dua, minimal 1/10 dari kategori 1. Misal, sebuah proyek memiliki tukang sebanyak 100 orang. Maka tenaga staf yang Anda siapkan minimal 10 orang. Dengan demikian, proyek dijamin berjalan dalam kondisi terkendali. Serta sesuai dengan kontrak kerja.</p>
<h2><strong>[Penutup] Peluang bagi pemula untuk memiliki keahlian bidang konstruksi </strong></h2>
<p>Teman-teman yang ingin meningkatkan keahlian bidang konstruksi baja, namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Jangan putus asa!, Ada cara lain, yaitu melalui jalur pendidikan informal. Contoh mengikuti pelatihan-pelatihan di luar jam kerja. Atau bimbingan/les <em>private</em> dari ahli konstruksi.</p>
<p>Saat ini metode untuk menimba ilmu sudah banyak. Tanpa <a href="https://dikti.kemdikbud.go.id/pengumuman/penyelenggaraan-pembelajaran-tatap-muka-tahun-akademik-2021-2022-2/">tatap muka</a> juga sudah bisa dilakukan. Jadi kuncinya tergantung Anda sekalian. Tidak ada alasan masih pemula, atau masih coba-coba. Secepatnya putuskan, supaya tidak menyesal kemudian hari. Seperti disebut sebelumnya, 10 keterampilan yang dibutuhkan proyek masa kini, peluangnya sama bagi yang memiliki pendidikan formal, maupun pendidikan informal.</p>
<p>Dipastikan kedepan, jumlah personil yang dibutuhkan semakin banyak. Begitu pula persaingan, pasti makin ketat. Oleh sebab itu, semakin awal Anda mulai, hasilnya pasti akan lebih baik.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/">10 Keterampilan Yang Dibutuhkan Sepanjang Masa Pada Proyek Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan Pelaksanaan Proyek Baja, Jenis Pekerjaan, Biaya Dan Alur Kerja</title>
		<link>https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 03:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alur kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis pekerjaan persiapan proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pekerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pelaksaan pekerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Persiapan pelaksanaan proyek baja, atau sering disebut dengan pekerjaan persiapan konstruksi baja. Bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu, yang dibutuhkan selama pengerjaan material baja. Disebut pekerjaan persiapan, karena pelaksanaannya memang yang pertama. Dari seluruh kegiatan yang bakal berlangsung pada sebuah proyek baja. Oleh karena itu lancar tidaknya pekerjaan baja tergantung pada persiapan yang anda lakukan. Ragam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/">Persiapan Pelaksanaan Proyek Baja, Jenis Pekerjaan, Biaya Dan Alur Kerja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Persiapan pelaksanaan proyek baja, atau sering disebut dengan pekerjaan persiapan konstruksi baja. Bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu, yang dibutuhkan selama pengerjaan material baja. Disebut pekerjaan persiapan, karena pelaksanaannya memang yang pertama. Dari seluruh kegiatan yang bakal berlangsung pada sebuah proyek baja. Oleh karena itu lancar tidaknya pekerjaan baja tergantung pada persiapan yang anda lakukan.</p>
<h2><strong>Ragam jenis pekerjaan persiapan konstruksi baja</strong></h2>
<p>Perlu anda ketahui berkaitan dengan <a href="https://arsitekta.com/pekerjaan-persiapan-bangunan-dasar-dasar-dan-contoh-rab/">artikel sebelumnya.</a> Kontraktor baja adalah sub kontraktor, yang mendapat tugas dari main kontraktor. Khusus untuk mengerjakan konstruksi yang terbuat dari material baja. Aktivitas persiapan untuk pengerjaan material baja, umumnya lakukan pada 3 lokasi, yaitu: 1].Site (lokasi proyek atau lapangan), 2].Kantor, dan 3].Workshop. Masing-masing lokasi tersebut terdiri dari beberapa kegiatan. Apa saja itu?. Berikut ini penjelasannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3235 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Diagram-kerja-persiapan-dan-pengerjaan-baja-300x212.jpg" alt="Persiapan pelaksanaan proyek baja yang benar, terjadi di lokasi proyek, kantor maupun workshop" width="300" height="212" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Diagram-kerja-persiapan-dan-pengerjaan-baja-300x212.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Diagram-kerja-persiapan-dan-pengerjaan-baja.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>1. Pekerjaan persiapan yang dilaksanakan di proyek</strong></h3>
<p>Persiapan pelaksanaan proyek baja yang berlangsung di lapangan. Wajib di-komando-i oleh seorang pelaksana konstruksi baja yang berpengalaman. Dan team-nya adalah terdiri dari surveyor dan beberapa orang tukang kayu. Adapun tugas mereka, secara berurutan adalah seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Berkoordinasi dengan pihak main kontraktor,</li>
<li>Mengukur lokasi pemasangan <a href="https://arsitekta.com/desain-rangka-atap-baja-rumah-masa-kini/">rangka baja,</a></li>
<li>Memastikan ketersediaan listrik dan air kerja,</li>
<li>Menyiapkan gudang alat dan material bantu,</li>
<li>Menyiapkan kost/mess untuk pekerja.</li>
</ol>
<p>Biaya untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut tergolong tinggi. Khusunya untuk membuat gudang alat. Sebagai contoh, berdasarkan pengalaman. Untuk tonase baja ≤ 100 ton. Minimal anda membutuhkan gudang berukuran 4&#215;6 meter. Dengan biaya taksiran kasar mencapai 15 juta Rupiah.</p>
<p>Belum lagi, bila pihak pemberi tugas (main kontraktor) tidak menyediakan listrik kerja. Dan biaya mengontrak rumah untuk tenaga kerja. Misalnya bila tukang tidak diperbolehkan tidur didalam proyek. Kalau pun diperbolehkan, berarti sub kontraktor wajib membuat barak kerja. Biaya juga bukan?</p>
<h3><strong>2. Kegiatan persiapan yang dilakukan di kantor</strong></h3>
<p>Setelah yang bertugas dilapangan telah melakukan pengukuran. Maka hasilnya segera dilaporkan ke kantor, untuk ditindaklanjuti oleh <em>engineer</em>. Serta staf lain yang berkaitan dengan kegiatan persiapan pelaksanaan proyek baja. Antara lain <em>drafter,</em> estimator dan bagian logistik. Uraian pelaksanaan kegiatan antara lain:</p>
<ol>
<li>Membuat <em>shop drawing</em>,</li>
<li><em>Approval </em>gambar kerja,</li>
<li>Menghitung <a href="https://arsitekta.com/menghitung-usuk-dan-reng-akurat-caranya-begini/">kebutuhan bahan</a>,</li>
<li>Menyusun RAP konstruksi baja,</li>
<li>Pengadaan material baja,</li>
<li>Mobilisasi material ke workshop.</li>
</ol>
<p>Dan untuk kegiatan persiapan di kantor sama sekali tidak ada. Karena semua aktivitas berlangsung pada tempat yang sama. Serta nyaris tidak membutuhkan alat-alat khusus. Kecuali ATK dan peralatan gambar. Sedangkan mobilisasi material pada umumnya adalah tanggungjawab pihak distributor/suplier. Hal yang sama juga terjadi pada aktivitas yang di workshop.</p>
<h3><strong>3. Aktivitas persiapan kerja di workshop</strong></h3>
<p>Sementara itu, sembari pihak yang dilapangan dan dikantor melaksanakan tugas masing-masing. Aktivitas persiapan pelaksanaan proyek baja juga berlangsung di workshop. Penanggungjawab tugas ini adalah seorang pakar dibidang konstruksi baja. Atau yang sering disebut sebagai manajer pabrikasi. Pada tahap permulaan seperti ini, tugasnya tergolong sangat mudah, yaitu:</p>
<ol>
<li>Persiapan lokasi dan alat pabrikasi,</li>
<li>Menyiapkan tenaga kerja,</li>
<li>Menyusun jadwal <em>(time schedule)</em></li>
</ol>
<h2><strong>Alur kerja pelaksanaan persiapan proyek baja</strong></h2>
<p>Pada gambar sebelumnya anda dapat melihat alur kerja <a href="https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%C2%BD-abad-lalu/">proyek baja.</a> Pelaksana proyek berada dilapangan berkoordinasi dengan pihak kantor. Sementara ‘kantor’ koordinasinya adalah dengan manajer pabrikasi. Sedangkan manajer pabrikasi berkoordinasi dengan ‘lapangan’. Dengan demikian persiapan pelaksanaan proyek baja telah berjalan secara tepat dan benar.</p>
<h3><strong>a. Pelaksanaan pabrikasi yang berlangsung di lapangan</strong></h3>
<p>Namun tidak jarang pada kondisi tertentu. Dimana pelaksanaan pabrikasi baja adalah berlangsung di lokasi proyek. Padahal seyogianya dilakukan di workshop. Maka manajer pabrikasi tidak melaksanakan tugasnya di workshop, melainkan dia harus berada/pindah ke proyek. Atau dengan alternatif lain. Manajemen akan menunjuk seorang manajer, yang bertugas (khusus) untuk melaksanakan tugas pengawasan pabrikasi dilapangan. Dan pada prinsipnya, jenis-jenis pekerjaan persiapan tetap sama.</p>
<h3><strong>b. Biaya pekerjaan persiapan pabrikasi di lapangan</strong></h3>
<p>Kembali lagi mengenai biaya pekerjaan persiapan. Sebelumnya, jika pabrikasi berlangsung di workshop memang tidak memerlukan biaya. Tentu berbeda halnya ketika anda harus melaksanakan di lapangan. Anda pasti akan mengeluarkan dana. Antara lain untuk persiapan lokasi pabrikasi, mobilisasi dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Demobilisasi">demobilisasi</a> tenaga serta alat-alat kerja.</p>
<h2><strong>Anggaran biaya pekerjaan persiapan baja</strong></h2>
<p>Benar-benar sebuah ironi, begitu banyak kegiatan untuk persiapan pekerjaan baja. Namun sangat jarang pihak main kontraktor bersedia mengalokasikan dana. Padahal nyata-nyata anggaran untuk pekerjaan tersebut ada dalam RAB utama bangunan. Paling tidak untuk 3 macam pekerjaan, antara lain:1].Biaya pengukuran, 2].Pembuatan gudang alat, serta 3].Pembuatan <em>shop drawing.</em></p>
<p>Namun faktanya, secara terpaksa atau memang sudah kebiasaan. Para sub kontraktor baja, mengajukan <a href="https://arsitekta.com/begini-penawaran-harga-proyek-baja-saat-ini/">penawaran harga</a> tidak termasuk biaya persiapan pelaksanaan proyek baja. Dan perlu anda ketahui. Hal tersebut bukan kepada main kontraktor saja. Ketika berhubungan langsung dengan owner pun, sub kontraktor melakukan hal yang sama.</p>
<h2><strong>[Kesimpulan] Pentingnya anggaran untuk kelancaran pekerjaan</strong></h2>
<p>Seluruhnya ada 14 macam pekerjaan persiapan, yang wajib dilakukan oleh kontraktor baja. Saat berurusan dengan main kontraktor maupun owner. Walau tidak termasuk pekerjaan inti. Alangkah bijaksana, jika ke depan ada alokasi dana untuk kegiatan ini. Caranya sangat sederhana dan mudah. Namun para pemborong baja terlebih dahulu kompak. Mencantumkan biaya pekerjaan persiapan dalam penawaran.</p>
<p>Berharap melalui artikel ini teman-teman penggiat konstruksi baja, dapat mengetahui alur kerja proyek baja yang benar dan tepat. Begitu juga bagi adik-adik pelajar. Sudah bisa memahami lebih rinci, tentang jenis-jenis pekerjaan persiapan <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">konstruksi baja. </a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/">Persiapan Pelaksanaan Proyek Baja, Jenis Pekerjaan, Biaya Dan Alur Kerja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Konstruksi Indonesia Kehilangan 14 Baja Profil ½ Abad Lalu</title>
		<link>https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%c2%bd-abad-lalu/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%c2%bd-abad-lalu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2021 10:54:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[material baja yang tidak laku]]></category>
		<category><![CDATA[pasar konstruksi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkembangan dunia konstruksi yang pesat. Ternyata memiliki dampak positif. Sekaligus pengaruh negatif pada industri bahan bangunan. Satu sisi para produsen berlomba-lomba menciptakan material yang baru. Agar tetap menjadi yang terdepan. Dan bisa menguasai pasar. Tetapi pada sisi lain. Mereka harus berjuang untuk mempertahankan produk yang lama. Supaya mampu bersaing dan laku. Jika tidak, berarti mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%c2%bd-abad-lalu/">Proyek Konstruksi Indonesia Kehilangan 14 Baja Profil ½ Abad Lalu</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan dunia konstruksi yang pesat. Ternyata memiliki dampak positif. Sekaligus pengaruh negatif pada industri bahan bangunan. Satu sisi para produsen berlomba-lomba menciptakan material yang baru. Agar tetap menjadi yang terdepan. Dan bisa menguasai pasar. Tetapi pada sisi lain. Mereka harus berjuang untuk mempertahankan produk yang lama. Supaya mampu bersaing dan laku. Jika tidak, berarti mereka akan kehilangan penjualan. Akibat selanjutnya proyek konstruksi Indonesia kehilangan material tersebut.</p>
<h2><strong>14 macam baja profil yang tidak laku di Indonesia</strong></h2>
<p>Bahan bangunan yang pernah mengalami kegagalan pemasaran adalah baja profil. Jumlahnya hampir seimbang dengan <a href="https://arsitekta.com/19-macam-baja-profil-paling-laris-dan-terkenal-di-indonesia/">baja profil terkenal</a> saat ini. Yaitu mencapai 14 macam. Perlu anda ketahui kejadian itu lebih dari setengah abad. Karena yang terakhir menggunakan adalah Hindia Belanda. Oleh karena itu disadari atau tidak. Selama ini proyek konstruksi Indonesia kehilangan 14 baja profil.</p>
<p>Apa saja jenis-jenis material proyek tersebut?. Anda pasti penasaran bukan?. Terdiri dari 2 kategori, yaitu: 1].Baja konstruksi berat, dan 2].Baja untuk konstruksi ringan.</p>
<h3><strong>a. Baja profil untuk konstruksi berat</strong></h3>
<p>Yaitu material baja yang terbuat dengan cara canai panas. Dan memiliki kekuatan tegangan lentur (τb) mencapai 1.600 kg/cm². Sehingga sangat cocok untuk bahan struktur. Oleh karena itu pula sebutannya adalah material baja konstruksi berat. Bentuk-bentuknya bisa anda lihat pada gambar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3099 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-baja-yang-sudah-langka-300x238.jpg" alt="Proyek konstruksi Indonesia kehilangan 14 macam baja profil. 9 antaranya bentuknya seperti gambar " width="300" height="238" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-baja-yang-sudah-langka-300x238.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-baja-yang-sudah-langka.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<ol>
<li>INP : Sesuai namanya, material konstruksi ini menyerupai huruf I. Sehingga komposisi antara tinggi (h) dan lebar sayap (b) tidak seragam. Salah satu contoh material adalah INP 20. (Cara penulisan seperti itu/<em>section index</em>). Dimensi bahan ini sebenarnya adalah 200x90x7,5&#215;11,3 mm.</li>
<li>DIN : Adalah singkatan dari <em>Differdance Normal</em>. Secara harfiah berarti perbedaan yang normal. Bentuk dan komposisi profil persis dengan baja H-Beam. Namun yang berbeda adalah tebal bahan. Serta varian ukuran.</li>
<li>DIE : <em>(Differdance Economique).</em> Bentuk profil juga mirip dengan <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-h-beam-dan-kegunaan-bahan/">profil H-Beam</a>. Namun DIE sangat spesifik. Karena ukuran (h) &gt; (b). Dengan demikian proyek konstruksi Indonesia kehilangan material yang unik.</li>
<li>DIR : <em>(Differdance Renforce). </em>Juga menyerupai huruf H. Paling pas untuk kolom struktur konstruksi. Sebab profilnya cukup tebal. Misalnya DIR 20, (t1) = 16 mm dan (t2)= 26 mm. Coba anda bandingkan dengan profil H-Beam?. Jauh lebih tebal DIR bukan?</li>
<li>DIL : <em>(Differdance Leger).</em> Profil ini pun mirip dengan H. Dan kasusnya sama dengan profil baja DIN.</li>
<li>H-<em>Bearing Piles</em> : Sesuai namanya profil H ini berguna untuk pekerjaan pancang. Hanya terdiri dari 4 macam ukuran, yaitu 14&#215;14,5”, 12&#215;12”, 10&#215;10” dan 8&#215;8”. Itu juga hilang!.</li>
<li>H <em>Duty Column</em> : atau <em>heavy duty column.</em> Secara khusus berguna sebagai tiang kolom pada konstruksi bertingkat. Karena ukuran profil jauh lebih unggul dari DIR.</li>
<li>H <em>Light Beams</em> : Adalah mirip dengan INP. Tetapi baja <em>light beams</em> sangat tipis dan ringan. Material ini pun lenyap!.</li>
<li>Besi Siku Tidak Sama Kaki : Yaitu satu-satunya profil yang menyerupai huruf L. Bentuknya sedikit berbeda dengan<a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/"> besi siku</a> pada umumnya.</li>
</ol>
<h3><strong>b. Material untuk konstruksi yang ringan</strong></h3>
<p>Yaitu baja profil yang memiliki tegangan lentur (τb) ≤ 1.250 kg/cm². Dalam istilah <a href="https://arsitekta.com/60-istilah-ilmiah-baja-ini-sering-anda-temui-sehari-hari/">ilmiah baja</a> ini disebut dengan <em>Light gage cold form steel.</em> Silahkan anda dalami artinya melalui tautan. Proyek konstruksi Indonesia kehilangan baja jenis ini. Padahal multi fungsi. Selain untuk pekerjaan-pekerjaan ringan. Seperti interior, furnitur serta pekerjaan arsitektur lainnya. Juga bisa anda gunakan sebagai komponen konstruksi berat.</p>
<p>Namun apa boleh buat. Bangunan-bangunan Indonesia tidak menggunakannya lagi. Seperti apa sih bentuknya?. Silahkan perhatikan gambar berikut.</p>
<ol start="10">
<li>Besi kanal tanpa bibir <em>(light channel without lips) </em>: Material konstruksi baja ini disebut tanpa bibir karena bagian depan profil dibiarkan terbuka. Bentuknya bisa anda lihat pada gambar. Sebagai komponen konstruksi berat. Material ini sangat cocok untuk rangka atap. Misalnya gording, <a href="https://arsitekta.com/bahan-usuk-dan-reng-terbaik-saat-ini-4-macam/">usuk dan reng.</a></li>
<li>Baja kanal pakai bibir <em>(light channel with lips)</em> :  Adalah profil yang memiliki tekukan pada bagian depan. Dengan demikian kesannya tertutup. Secara umum profil kanal yang pakai bibir maupun tidak, masing-masing ada 2 macam. Yang satu bentuknya persegi, yaitu (h) = (b). Dan satu lagi (h) &gt; (b).</li>
<li>Baja siku <em>(light angle section) </em>: Dulu tersedia dengan ukuran L 20x20x1,25 mm hingga L 100x100x4 mm. Apakah teman-teman pernah menemukan profil seperti ini?. Pastinya sekarang di Indonesia sudah tidak ada.</li>
<li>Profil Hat <em>(light hat section) </em>: Yaitu profil baja yang bentuknya menyerupai topi <em>(hat).</em> Atau mirip dengan baja kanal. Tetapi tekukan bibir keluar. Tebal bahan ini juga antara 1,25 – 4,0 mm.</li>
<li>Profil Z <em>(light Z section)</em> : Juga termasuk material konstruksi yang unik. Karena mirip dengan huruf Z. Tetapi proyek konstruksi Indonesia juga kehilangan profil ini.</li>
</ol>
<h2><strong>Penyebab baja profil hilang dari pasaran</strong></h2>
<p>Pabrik akan tetap memproduksi sebuah material. Bila material tersebut laris. Dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sementara sisi lain, contohnya<a href="https://arsitekta.com/inovasi-arsitek-menghadapi-era-digital/"> inovasi arsitek</a> ketika melakukan desain. Selalu berusaha menggunakan material yang tersedia. Bukan yang melalui pesanan khusus. Dengan tujuan untuk efisiensi biaya. Serta efektivitas waktu.</p>
<p>Jadi bila anda tanya siapa yang bertanggungjawab. Apakah karena produsen yang tidak menjual barang. Sehingga konsumen tidak bisa menggunakan material tersebut lagi?. Atau konsumen yang tidak mau membeli. Lalu industri tidak bersedia lagi memproduksi?. Persoalannya cukup rumit. Maka untuk menjawab itu semua. Silahkan anda baca <a href="https://arsitekta.com/begini-proses-praktik-dan-prinsip-ekonomi-proyek-konstruksi/">praktik dan prinsip ekonomi</a> pada proyek konstruksi.</p>
<h2><strong>Kelemahan material proyek bangunan</strong></h2>
<p>Oke teman-teman dari pada berpolemik tentang siapa yang salah. Berikut analisa kami bukan berdasarkan situasi pasar. Melainkan dari perspektif teknik. Yang menyebabkan ‘pelaku proyek’ kurang berkenan dengan baja profil tersebut, antara lain:</p>
<ol>
<li>Bentuk profil sama. Khusunya untuk jenis bahan konstruksi berat. Ada 8 macam profil yang sangat mirip. Tambah lagi dengan baja WF dan H-Beam yang masih populer saat ini. Berarti 10 macam. Hal ini akan berdampak pada proses perancangan, pengadaan bahan serta pengerjaan. Karena sulit membedakan antara profil yang satu dengan yang lain.</li>
<li>Selain dimensi material yang nyaris sama. Satuan juga mempengaruhi proses pemasaran juga pengerjaan material. Seperti anda ketahui ukuran profil baja umumnya terdiri dari 2 versi, yaitu inci dan metrik (milimeter). Sedangkan di Indonesia yang paling familiar hanya metrik.</li>
<li>Proyek konstruksi Indonesia kehilangan baja jenis <em>light</em>. Karena pengetahuan bahan para pelaku proyek kurang. Yang terpikirkan oleh mereka adalah baja ringan, yang terbuat dari bahan <a href="https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/">penutup atap</a> seng dan campuran galvanis. Padahal jauh sebelum baja ringan ini terkenal. Sebenarnya telah ada baja profil versi <em>ligth </em>(ringan).</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Pelaku industri dan proyek sama-sama rugi</strong></h2>
<p>Apapun penyebabnya, baik industri baja maupun pengguna adalah sama-sama rugi. Saat ini kita hanya bisa mengenang. Sekaligus sebagai bahan pembelajaran. Khususnya kepada <a href="https://accurate.id/bisnis-ukm/apa-itu-stakeholder/"><em>stakeholder</em> </a>dan generasi muda. Bagaimanapun jika varian baja profil sangat banyak. Maka sangat baik untuk eksplorasi desain. Selain itu adalah untuk antisipasi. Supaya hal yang sama tidak terjadi pada material-material saat ini masih bertahan.</p>
<p>Demikian penjelasan dan dampak proyek konstruksi Indonesia kehilangan material baja profil. Semoga berguna.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%c2%bd-abad-lalu/">Proyek Konstruksi Indonesia Kehilangan 14 Baja Profil ½ Abad Lalu</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/proyek-konstruksi-indonesia-kehilangan-14-baja-profil-%c2%bd-abad-lalu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Rangka Cladding Baja Yang benar &#038; Tepat (Part 4/5)</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 18:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[cladding baja]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan cladding]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan rangka cladding]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[rangka cladding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jangan anggap remeh ketika melaksanakan pemasangan rangka cladding baja!. Kalimat ini penting anda ingat sebagai warning. Betapa besar pengaruh elemen bangunan yang satu ini. Banyak hal yang harus anda pahami agar dapat melaksanakan pekerjaan cladding dengan benar dan tepat. Sebagai contoh untuk memasang dudukan rangka cladding. Yang mana erat hubungannya dengan bahan kolom struktur. Bentuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/">Pemasangan Rangka Cladding Baja Yang benar &#038; Tepat (Part 4/5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan anggap remeh ketika melaksanakan pemasangan rangka cladding baja!. Kalimat ini penting anda ingat sebagai <em>warning.</em> Betapa besar pengaruh elemen bangunan yang satu ini. Banyak hal yang harus anda pahami agar dapat melaksanakan pekerjaan cladding dengan benar dan tepat. Sebagai contoh untuk memasang dudukan rangka cladding. Yang mana erat hubungannya dengan bahan kolom struktur. Bentuk dan posisi pemasangan kolom, serta tata letak rangka cladding sendiri. Seperti yang telah kami jelaskan dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/tahapan-perencanaan-rangka-cladding-bangunan-pabrik-part-3-5/">seri ke-3</a>. Berada rata dengan kolom tersebut atau di luar kolom.</p>
<p>Dudukan atau sepatu rangka cladding adalah suatu bahan yang terbuat dari material baja, dan berguna untuk wadah pemasangan rangka cladding. Umumnya pemasangan dudukan rangka cladding adalah pada kolom baja profil. Misalnya baja WF, H-Beam dan baja King Cross. Namun tidak menutup kemungkinan, juga terjadi pada kolom beton. Walau sangat jarang.</p>
<h2><strong>Macam-macam type dudukan rangka cladding baja</strong></h2>
<p>Kolom baja tidak selalu hanya berfungsi sebagai komponen struktur bangunan. Tetapi sering memiliki fungsi ganda. Manakala dudukan rangka cladding anda pasang pada kolom baja. Berarti kolom tersebut menerima 2 macam beban sekaligus, yaitu dari rangka/<a href="https://arsitekta.com/kriteria-bahan-atap-berkualitas-super-10-macam-begini/">bahan atap</a> bangunan maupun dari cladding.</p>
<p>Secara khusus dalam episode ini, kami akan menjelaskan tentang gambar detail serta pemasangan dudukan rangka cladding baja. Yang mana posisi cladding tersebut rata dengan kolom. Dan tidak termasuk untuk cladding yang berada di luar kolom. Tetapi kami yakin anda dapat praktekkan sendiri. Oleh karena itu penting anda pahami penjelasan serta gambar-gambar detail dalam artikel ini. Begitu juga bahan untuk dudukan rangka cladding kali ini adalah pelat baja. Padahal sebenarnya, anda juga dapat menggunakan besi siku. Karena pada dasarnya metode kerjanya sama.</p>
<h3><strong>Type 1: Pemasangan dudukan rangka pada web kolom WF</strong></h3>
<p>Gambar berikut adalah letak pemasangan dudukan cladding yang rata dengan kolom baja WF, serta berada pada web. Untuk posisi seperti ini, jenis bahan yang paling tepat untuk dudukan cladding adalah pelat baja T=6 mm. Namun sekali lagi, pakai besi siku juga bisa.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2870 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-1_letak-pemasangan-dudukan-rangka-cladding-baja-pada-web-kolom-WF-300x204.jpg" alt="Gambar type 1: Letak pemasangan dudukan rangka cladding pada web kolom baja WF" width="300" height="204" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-1_letak-pemasangan-dudukan-rangka-cladding-baja-pada-web-kolom-WF-300x204.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-1_letak-pemasangan-dudukan-rangka-cladding-baja-pada-web-kolom-WF.jpg 588w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Dalam gambar juga tertera 2 pilihan bentuk pelat baja, yang berguna sebagai dudukan cladding saja. Atau yang satu lagi sekaligus sebagai stiffner kolom. Jika pelat baja hanya untuk dudukan rangka cladding maka bentuknya lebih menonjol ke luar. Sehingga pemasangan baut untuk rangka kanal C lebih mudah. Tetapi bila berfungsi sekaligus untuk stiffner, maka pelat dudukan rata dengan flange WF. Dengan demikian sambungan baut ada di dalam kolom WF. Silahkan anda perhatikan gambar type 1.</p>
<h3><strong>Type 2: Pemasangan dudukan pelat baja pada flange kolom WF</strong></h3>
<p>Pada kasus dimana pemasangan kolom baja WF sejajar dengan cladding. Sehingga pemasangan dudukan rangka cladding harus pada flange. Dari segi anggaran sepintas lebih hemat. Sebab material yang anda gunakan untuk dudukan cladding relatif lebih kecil. Namun jangan salah, ternyata ada tambahan bahan untuk connecting pada web kolom. Yang berguna sebagai <a href="https://id.wiktionary.org/wiki/wadah">wadah</a> pemasangan wall cladding.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2871 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-2_Pemasangan-dudukan-pada-flange-kolom-baja-300x206.jpg" alt="Gambar type 2: Pemasangan dudukan rangka cladding yang berada pada flange WF" width="300" height="206" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-2_Pemasangan-dudukan-pada-flange-kolom-baja-300x206.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-2_Pemasangan-dudukan-pada-flange-kolom-baja.jpg 594w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Penting anda ketahui, kasus seperti ini tidak terjadi pada kolom struktur. Melainkan kolom gebel (gable). Itu sebabnya pemasangan dudukan cladding wajib mengikuti tata letak kolom baja. Jadi satu-satunya kelebihan type 2 ini adalah pemasangan baut sangat mudah. Namun dari segi biaya belum tentu <a href="https://kbbi.web.id/efisien">lebih efisien</a>. Karena hal tersebut tergantung besar kecilnya dimensi kolom WF.</p>
<h3><strong>Type 3: Memasang dudukan rangka pada web &amp; flange WF</strong></h3>
<p>Hal yang menarik tentang pemasangan dudukan rangka cladding adalah type 3. Adalah khusus untuk kolom WF yang berada pada sudut bangunan. Yang mana terjadi pertemuan cladding dari 2 arah yang berbeda. Sehingga pelat baja untuk dudukan cladding harus anda pasang pada web sekaligus pada flange WF. Sementara itu tambahan connecting juga tetap ada. Oleh karena itu type 3 ini termasuk gabungan antara type 1 dan 2. Lebih jelas silahkan anda perhatikan gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2872 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-3_Letak-dudukan-rangka-cladding-pada-web-dan-flange-WF-300x208.jpg" alt="Gambar type 3: Posisi pemasangan dudukan rangka cladding pada web &amp; flange WF" width="300" height="208" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-3_Letak-dudukan-rangka-cladding-pada-web-dan-flange-WF-300x208.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Type-3_Letak-dudukan-rangka-cladding-pada-web-dan-flange-WF.jpg 602w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2></h2>
<h2><strong>Tips memasang dudukan cladding pada kolom eksisting</strong></h2>
<p>Pemasangan dudukan rangka cladding seharunya bersamaan dengan pelaksanaan pabrikasi. Supaya kualitas <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">pekerjaan konstruksi baja</a> terjamin. Namun sering terjadi ada penambahan cladding pada bangunan yang jadi. Oleh karena itu anda wajib terlebih dahulu memasang dudukan cladding pada kolom eksisting. Penting anda pahami kolom eksisting artinya kolom yang telah ada ada bangunan sebelumnya. Yang akan manfaatkan kembali untuk suatu tujuan tertentu. Oleh karena itu istilah eksisting timbul karena adanya aktivitas renovasi.</p>
<p>Pelaksanaan pemasangan dudukan cladding pada kolom lama, harus dengan trik-trik khusus. Hal tersebut penting agar rangka dan wall cladding tidak roboh. Karena faktor utama yang menentukan kuat atau tidaknya cladding adalah dudukan rangka. Berikut tips jitu untuk pemasangan dudukan cladding pada kolom lama, yaitu:</p>
<ol>
<li>Lakukan pengukuran ulang atau survey pada lokasi proyek. Untuk memastikan ukuran, jenis material serta tata letak kolom baja.</li>
<li>Konsultasikan dengan pemilik bangunan tentang pemasangan cladding. Apakah rata dengan kolom atau berada di luar.</li>
<li>Tentukan material yang akan anda gunakan untuk dudukan rangka cladding. Apakah menggunakan besi siku atau pelat baja.</li>
<li>Lakukan pengukuran pada seluruh kolom eksisting, terkait jarak serta posisi dudukan rangka cladding.</li>
<li>Lakukan pabriksi pada material dudukan cladding, sesuai dengan type-type yang anda butuhkan.</li>
<li>Pengecatan material wajib anda laksanakan sebelum pemasangan mulai,</li>
<li>Jauhkan benda-benda ketika anda mulai mengelas dudukan cladding pada kolom. Yaitu minimal radius 2 meter dari titik <a href="https://arsitekta.com/metode-pengelasan-baja-konstruksi-yang-harus-di-ketahui/">pengelasan baja.</a></li>
<li>Bersihkan kerak las yang menempel pada material. Dan kemudian lakukan pengecatan terhadap bekas las.</li>
</ol>
<h2><strong>Dampak pemasangan cladding baja yang tidak benar</strong></h2>
<p>Cladding bukan termasuk kategori pekerjaan struktur. Melainkan pekerjaan arsitektur.  Karena berkaitan dengan fasad maupun tampilan bangunan. Dari luar, orang lain dengan mudah dapat menilai pemasangan cladding benar atau tidak. Begitu juga dari dalam bangunan. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengerjakan cladding dengan benar.</p>
<p>Pemasangan dudukan rangka cladding yang tidak benar, akan berpengaruh pada tampilan bangunan. Sekaligus pada kekuatan cladding itu sendiri. Ketahui berikut ini ciri-ciri pemasangan cladding yang berkualitas buruk, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dudukan rangka cladding lepas dari kolom baja,</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">Pemasangan baut</a> tidak lengkap dan/atau tidak kencang,</li>
<li>Rangka cladding tidak lurus, melainkan melengkung ke bawah.</li>
<li>Warna cat rangka cladding tidak sama dengan konstruksi lama.</li>
<li>Pemasangan wall cladding tidak tegak lurus, akan tetapi miring.</li>
<li>Pertemuan antara wall cladding transparan dan non transparan tidak sempurna <em>(nyisil).</em></li>
<li>Pertemuan cladding pada sudut bangunan miring atau tidak siku.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Material dudukan rangka cladding terbaik</strong></h2>
<p>Pemasangan dudukan rangka cladding pada gambar-gambar detail, seluruhnya berada pada kolom baja WF. Karena profil tersebut paling familiar saat ini untuk struktur baja. Namun seperti telah kami singgung sebelumnya. Jangan heran bila suatu ketika anda menemui profil baja yang lain untuk pemasangan dudukan rangka cladding. Pada prinsipnya jenis material untuk elemen tersebut selalu sama, yaitu pelat baja dan besi siku. Walaupun pemasangannya tidak pada kolom WF.</p>
<p>Mungkin anda bertanya, untuk bahan dudukan rangka cladding sebaiknya menggunakan pelat baja atau besi siku?. Apa dasar ketika kita hendak memilih kedua jenis material tersebut?. Jawabnya mudah, yaitu berdasarkan tata letak pemasangan dan serta proses pabrikasi rangka cladding. Berkaitan dengan 2 hal tersebut, berikut tips memilih material dudukan rangka cladding terbaik, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dudukan yang terbuat dari pelat baja sangat pas untuk rangka cladding yang rata dengan kolom baja. Namun sebaiknya proses pengerjaan/pemasangan elemen tersebut tidak untuk bangunan eksisting.</li>
<li>Besi siku paling tepat untuk pemasangan wall cladding yang berada di luar kolom baja. Dan untuk bangunan yang lama (jadi).</li>
</ol>
<p>Demikian penjelasan mengenai pemasangan dudukan rangka cladding baja. Baca artikel <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-kekurangan-cladding-yang-wajib-arsitek-ketahui-part-5-5/">seri ke-5 (terakhir)</a>, yang akan membahas kelebihan dan kekurangan cladding baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/">Pemasangan Rangka Cladding Baja Yang benar &#038; Tepat (Part 4/5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komponen Cladding Bangunan Gudang &#038; Jenis Bahan (Part 2/5)</title>
		<link>https://arsitekta.com/komponen-cladding-bangunan-gudang-jenis-bahan-part-2-5/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/komponen-cladding-bangunan-gudang-jenis-bahan-part-2-5/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 10:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[cladding]]></category>
		<category><![CDATA[cladding bangunan gudang]]></category>
		<category><![CDATA[komponen cladding]]></category>
		<category><![CDATA[komponen cladding pada bangunan gudang]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komponen cladding untuk bangunan pada umumnya sama. Kriteria mengenai hal ini pada artikel seri pertama telah kami uraikan. Pada seri kedua ini, secara spesifik akan membahas komponen cladding bangunan gudang. Seperti anda ketahui, gudang adalah contoh bangunan dengan desain yang paling sederhana. Tampilan tidak banyak yang berubah. Bahkan boleh kami sebut nyaris tidak ada. Selain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-cladding-bangunan-gudang-jenis-bahan-part-2-5/">Komponen Cladding Bangunan Gudang &#038; Jenis Bahan (Part 2/5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2856 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Fibber-glass-adalah-salah-satu-jenis-bahan-wall-cladding-transaran-300x194.jpg" alt="Fiberglass merupakan salah satu jenis bahan wall cladding transparan" width="300" height="194" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Fibber-glass-adalah-salah-satu-jenis-bahan-wall-cladding-transaran-300x194.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Fibber-glass-adalah-salah-satu-jenis-bahan-wall-cladding-transaran.jpg 747w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Komponen <em>cladding</em> untuk bangunan pada umumnya sama. Kriteria mengenai hal ini pada artikel <a href="https://arsitekta.com/fungsi-cladding-pada-bangunan-indonesia-ternyata-unik-part-1-5/">seri pertama</a> telah kami uraikan. Pada seri kedua ini, secara spesifik akan membahas komponen cladding bangunan gudang. Seperti anda ketahui, gudang adalah contoh bangunan dengan desain yang paling sederhana. Tampilan tidak banyak yang berubah. Bahkan boleh kami sebut nyaris tidak ada. Selain pada jenis material yang gunakan.</p>
<h2><strong>2 macam model cladding pada bangunan</strong></h2>
<p>Secara umum model cladding pada konstruksi gudang ada 2 macam, yaitu transparan dan non transparan. Cladding transparan artinya lapisan dinding bagian luar dari sebuah gudang, yang menyediakan ruang untuk cahaya, sehingga dapat masuk kedalam gudang. Sementara cladding non transparan adalah kebalikan. Yaitu penutup bangunan pada sisi luar yang tidak <a href="https://id.wiktionary.org/wiki/tembus_cahaya">tembus cahaya.</a> Karena menggunakan material yang gelap serta solid.</p>
<p>Kaitannya dengan komponen cladding secara keseluruhan. Sebuah gudang adakalanya hanya menerapkan 1 model cladding. Mungkin dengan menyesuaikan fungsi atau kegunaan bangunan. Tetapi tak jarang pula dengan 2 model tersebut. Yang menjadi pertanyaan, ketika bangunan gudang menggunakan 1 model atau 2 model, apakah komponen cladding tetap sama?. Jawabannya, akan anda temukan pada penjelasan berikut.</p>
<h3><strong>Macam-macam komponen cladding untuk gudang</strong></h3>
<p>Manfaat penggunaan cladding pada bangunan gudang, pada umumnya 2 jenis saja. Yaitu untuk perlindungan dan untuk ventilasi udara. Lebih jelas mengenai fungsi-fungsi cladding, dapat anda temukan pada seri pertama. Adapun macam-macam komponen cladding untuk mencapai fungsi tersebut, juga ada 2 yaitu: 1].Rangka cladding, dan 2].Tutup cladding.</p>
<h3><strong>1.Rangka cladding dan jenis bahan</strong></h3>
<p>Rangka cladding adalah beberapa material baja profil yang tersusun dengan pola tertentu, yang berguna sebagai tempat pemasangan tutup/penutup cladding. Metode pelaksanaan rangka cladding, sama persis dengan konstruksi baja lainnya. Yakni melalui pabrikasi, lalu kemudian pemasangan komponen. Begitu pula <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/#:~:text=Sambungan%20baja%20berarti%20hasil%20dari,sebuah%20bentuk%20komponen%2Frangka%20baja.">sistem sambungan</a> serta pengecatan rangka tidak berbeda.</p>
<p>Pemasangan rangka cladding pada bangunan gudang umumnya ada 2 macam, yaitu: 1].Rata dengan kolom, dan 2]. Berada di luar kolom baja. Lebih jelas silahkan anda pelajari melalui gambar berikut ini. Adalah pemasangan rangka cladding dengan posisi rata dengan kolom baja.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2857 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gambar-alternatif-1_Posisi-pemasangan-cladding-rata-dengan-kolom-baja-300x226.jpg" alt="Jenis-jenis komponen cladding, lengkap dengan metode pemasangan rangka yang rata dengan kolom baja (Alternatif 1)" width="300" height="226" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gambar-alternatif-1_Posisi-pemasangan-cladding-rata-dengan-kolom-baja-300x226.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gambar-alternatif-1_Posisi-pemasangan-cladding-rata-dengan-kolom-baja.jpg 650w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Berdasarkan gambar tersebut pula. Terlihat jelas posisi dan jenis bahan rangka cladding, terdiri dari 4 macam yaitu:</p>
<ol>
<li>Pelat baja atau besi siku, yang berguna sebagai dudukan/sepatu rangka</li>
<li>Kanal C yang fungsinya adalah untuk pemasangan tutup cladding,</li>
<li>Baut mur untuk sambungan/pengikat antara dudukan rangka dengan baja kanal C</li>
<li>dan <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/">trekstang baja.</a> Yang berguna sebagai pengaku antar baja kanal C.</li>
</ol>
<h3><strong>2.Tutup cladding serta jenis material</strong></h3>
<p>Tutup/penutup cladding atau <em>wall cladding, </em>merupakan lapisan terakhir (paling luar) dari sebuah cladding. Yang pemasangannya berada pada rangka cladding bagian luar. Penting anda pahami, seperti kami jelaskan sebelumnya. Yakni tentang 2 macam model cladding pada bangunan gudang. Berfungsi sebagai ventilasi cahaya atau tidak. Hal tersebut tergantung bahan penutup cladding yang anda gunakan.</p>
<p>Jenis-jenis bahan untuk tutup cladding transparan antara lain: <a href="https://www.aeroengineering.co.id/2017/09/material-fiberglass-serat-kaca/">Fiberglass,</a> PVC <em>(Poly Vinyl Chloride)</em> dan uPVC <em>(Unplasticized Poly Vinyl Chloride)</em>. 3 Jenis bahan ini selain tembus cahaya, juga memiliki beberapa macam warna. Sehingga dapat bermanfaat sekaligus untuk mempercantik <a href="https://arsitekta.com/tampilan-interior-gudang-yang-menarik-dan-minimalis-seperti-ini/">tampilan gudang.</a> Sementara itu untuk cladding non transparan, umumnya memakai bahan seng, zincalume atau alumunium.</p>
<h2><strong>Wall cladding type gelombang adalah wajib</strong></h2>
<p>Semua jenis bahan yang kami sebutkan tadi, untuk penutup cladding wajib yang bergelombang. Seperti anda ketahui bahwa 6 jenis bahan tersebut juga ada type flat. Alias tidak memiliki gelombang. Hal tersebut penting karena pemasangan wall cladding pada rangka hanya mengandalkan baut skrup. Sementara jarak rangka cladding (S) pada umumnya mencapai ≤ 1,25 meter.</p>
<p>Maka berdasarkan pertimbangan tersebut. Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan wall cladding type gelombang. Tujuannya supaya:</p>
<ol>
<li>Wall cladding lebih kokoh dan mampu menahan berat sendiri,</li>
<li>Tahan terhadap tekanan angin yang berasal dari luar bangunan,</li>
<li>Air hujan segera mengalir dan tidak masuk kedalam gudang,</li>
<li>Proses pemasangan lebih cepat dan rapi.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Kekuatan cladding sangat tergantung pada komponen</strong></h2>
<p>Merancang cladding agar kokoh dan tahan lama tergolong mudah. Kuncinya pada dimensi dan jenis bahan komponen cladding. Misalnya untuk material rangka cladding. Semakin besar ukuran material yang anda pakai, tentu akan lebih kokoh. Tetapi bagaimana dengan penutup cladding sendiri?. Kemudian bagimana tentang biaya?.</p>
<p>Singkatnya, masih banyak hal yang penting anda ketahui, tentang komponen cladding pada bangunan. Oleh karena itu pada <a href="https://arsitekta.com/tahapan-perencanaan-rangka-cladding-bangunan-pabrik-part-3-5/">artikel seri ke-3</a>, kami akan menjelaskan cara merencanakan cladding secara efisien dan kuat. Jangan sampai ketinggalan teman-teman sekalian. Ikuti terus artikel-artikel kami selanjutnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-cladding-bangunan-gudang-jenis-bahan-part-2-5/">Komponen Cladding Bangunan Gudang &#038; Jenis Bahan (Part 2/5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/komponen-cladding-bangunan-gudang-jenis-bahan-part-2-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Tentang Trekstang Baja [Bagian 1/4]</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 12:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan tentang trekstang]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[rangka atap baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[trekstang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengetahuan dasar tentang trekstang amat penting,. Karena dari tahap ini pemula dapat memahami, begitu besar eksistensi strekstang terhadap sebuah konstruksi. Supaya jangan salah. Pengetahuan dasar tentang trekstang, tidak untuk orang-orang bangunan saja loh. Tetapi juga berguna bagi orang yang bergerak pada bidang usaha lain. Penasaran bukan?. Tunggu dulu. Jangan khawatir. Pembahasan mengenai hal tersebut juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/">Pengetahuan Dasar Tentang Trekstang Baja [Bagian 1/4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2821 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Trekstang-memiliki-peran-yang-sangat-penting-untuk-konstruksi-baja-300x200.jpg" alt="Trekstang memiliki peran yang sangat penting pada konstruksi atap baja" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Trekstang-memiliki-peran-yang-sangat-penting-untuk-konstruksi-baja-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Trekstang-memiliki-peran-yang-sangat-penting-untuk-konstruksi-baja.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pengetahuan dasar tentang trekstang amat penting,. Karena dari tahap ini pemula dapat memahami, begitu besar eksistensi strekstang terhadap sebuah konstruksi. Supaya jangan salah. Pengetahuan dasar tentang trekstang, tidak untuk orang-orang bangunan saja loh. Tetapi juga berguna bagi orang yang bergerak pada bidang usaha lain. Penasaran bukan?. Tunggu dulu. Jangan khawatir. Pembahasan mengenai hal tersebut juga kami sertakan dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Pengertian trekstang</strong></h2>
<p>Trekstang adalah salah satu bahan/elemen kontruksi yang berbentuk batang dan terbuat dari material baja. Yang berguna sebagai pengikat, mengencangkan serta meluruskan rangka baja. Seperti gording dan rangka cladding. Sehingga rangka-rangka tersebut manjadi kuat dan kokoh. Dan siap untuk pemasangan pentutup atap maupun penutup cladding <em>(wall cladding).</em></p>
<p>Pentingnya pengetahuan dasar tentang trekstang, yaitu untuk mengingatkan bahwa penggunaan trekstang hanya dapat anda temui pada <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">pekerjaan konstruksi baja</a>. Sementara pada konstruksi kayu dan beton jamin tidak ada. Jadi elemen ini tergolong unik. Walau memiliki dimensi yang relatif kecil, tetapi proses pembuatannya (pabrikasi) cukup rumit. Begitu juga pelaksanaan pemasangan yang beresiko tinggi.</p>
<p><em>Trekstang</em> sama dengan <em>Sag Rod</em> (bahasa Inggris). Secara <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arti_harfiah#:~:text=Arti%2Fmakna%20harfiah%20atau%20arti,atau%20arti%20yang%20paling%20mendasar.">harfiah</a> yang berarti batang melorot. Sementara para tukang menyebut dengan istilah <em>jarum gording</em>. Mungkin pada daerah-daerah tertentu masih ada <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">istilah-istilah</a> lain, yang sinonim dengan trekstang. Tetapi sejauh ini, yang paling familiar hanya 3 sebutan tersebut.</p>
<h2><strong>Letak pemasangan trekstang yang sebenarnya</strong></h2>
<p>Walau <em>sag rod</em> terkenal dengan sebutan jarum gording. Bukan berarti penggunaan trekstang hanya berlaku untuk gording. Karena selain untuk rangka atap, yang mana ada barisan gording dengan jarak tertentu. Kemudian agar gording-gording tersebut tidak lendut atau bengkok. Maka anda wajib memasang beberapa trekstang. Silahkan perhatikan gambar berikut. Adalah letak pemasangan trekstang pada rangka atap.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2822 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-trekstang-pada-rangka-atap-memiliki-resiko-yang-sangat-tinggi-300x170.jpg" alt="Letak pemasangan trekstang untuk rangka atap baja" width="300" height="170" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-trekstang-pada-rangka-atap-memiliki-resiko-yang-sangat-tinggi-300x170.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-trekstang-pada-rangka-atap-memiliki-resiko-yang-sangat-tinggi.jpg 382w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sesungguhnya selain untuk penguat gording, kegunaan trekstang yang tak kalah pentingnya adalah untuk rangka cladding. Sebab sama seperti rangka atap, pemasangan rangka cladding pasti memerlukan trekstang. Jadi merujuk pada istilah <em>jarum gording,</em> seakan-akan elemen ini hanya berguna pada rangka gording. Ternyata tidak. Gording sangat identik dengan <a href="https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/">penutup atap</a> bangunan, sementara cladding adalah untuk dinding bangunan. Letak pemasangannya sangat jauh bukan?. Hal ini juga menjadi alasan, mengapa pengetahuan dasar tentang trekstang itu perlu.</p>
<p>Masih terkait dengan nama jarum gording. Bila anda tidak teliti, maka akan berdampak pada pemberian notasi gambar. Misalnya anda menggunakan sebutan jarum gording, padahal unit yang anda tunjuk adalah rangka clading. Salah kaprah bukan?. Oleh sebab itu penggunaan istilah jarum gording selalu kami hindari. Mengapa?. Yaitu supaya dalam satu gambar tidak terjadi penggunaan istilah yang double. Padahal memiliki arti yang sama.</p>
<h2><strong>Material trekstang yang paling populer</strong></h2>
<p>Trekstang paling populer saat ini adalah terbuat dari besi beton. Walau demikian tidak ada bukti, yang menjelaskan sejak kapan penggunaan besi beton untuk trekstang. Yang pasti hingga sekarang besi beton selalu pilihan paling utama.</p>
<h3><strong>1.Mengetahui spesifikasi material besi beton</strong></h3>
<p>Dimensi material besi beton untuk trekstang ada 2 macam, yaitu Ø10 dan Ø12 mm. Penting anda perhatikan penulisan simbol (Ø = diameter), yang berarti besi polos. Bukan besi beton ulir. Karena notasi untuk besi ulir dalah dengan simbol D, misalnya D16 mm. Dari penulisan notasi berarti dari 2 jenis besi beton tersebut, yang paling populer adalah yang polos. Begitulah pentingnya pengetahuan dasar tentang trekstang. Terlihat sepele namun harus anda pahami secara seksama.</p>
<h3><strong>2.Kelebihan trekstang menggunakan besi beton</strong></h3>
<p>Berdasarkan pengalaman, kelebihan trekstang besi beton ada 2, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dari segi anggaran biaya : Pengadaan trekstang besi beton relatif murah. Sebab sangat ringan, serta proses pengerjaannya sangat mudah. Bayangkan, berat 1 meter besi beton hanya 0,89 kilogram. Sementara itu kelengkapan trekstang cukup dengan membuat ulir drat dan menambahkan mur pada ujungnya.</li>
<li>Dari segi pemasangan : Material trekstang besi beton yang ringan, sangat memudahkan tukang pada saat melakukan pemasangan. Khususnya untuk rangka atap yang berada pada ketinggian. Sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja berkurang.</li>
</ol>
<h2><strong>Jarak &amp; Panjang ideal trekstang besi beton</strong></h2>
<p>Jarak pemasangan trekstang pada satu bangunan dengan bangunan lain pati tidak sama. Demikian juga panjang material trekstang. Kedua hal ini sangat tergantung desain struktur baja. Manakala trekstang berguna  untuk rangka atap. Maka jarak &amp; panjang trekstang tergantung pada kuda-kuda serta gording. Sementara bila berguna untuk rangka cladding. Maka jarak &amp; panjang trekstang tergantung pada kolom serta rangka cladding.</p>
<h3><strong>a. Cara menentukan jarak trekstang yang benar</strong></h3>
<p>Sering terjadi jarak antar kuda-kuda baja sangat bervariasi. Hal tersebut tentu telah berdasarkan perencanaan yang matang. Namun yang umum adalah jarak 6 meter dan 8 meter. Nah dalam menentukan jarak trekstang (L2) adalah berpedoman pada jarak kuda-kuda (L1). Silahkan anda perhatikan gambar sebelumnya. Yang mana terlihat jelas letak pemasangan trekstang pada <a href="https://arsitekta.com/desain-rangka-atap-baja-rumah-masa-kini/">rangka atap baja</a>.</p>
<p>Sebagai contoh, bila jarak kuda-kuda adalah 6 meter. Maka rumus menghitung jarak trekstang adalah L2 = 1/3 x L1. atau sama dengan 2 meter. Tetapi jika jarak kuda-kuda adalah 8 meter. Maka anda lakukan perhitungan dengan cara berikut: L2 = ¼ x L1. Jadi hasilnya tetap 2 meter. Artinya adalah jarak ideal trekstang adalah 2 meter. Bila anda kehendaki kurang dari itu, tentu tidak masalah. Namun jangan lebih.</p>
<h3><strong>b. Panjang trekstang tergantung pada desain</strong></h3>
<p>Anda penting memperlajari pengetahuan dasar tentang trekstang, harus dari orang-orang berpengalaman. Alasannya seperti untuk kasus menentukan panjang trekstang. Sesungguhnya tidak ada patokan panjang trekstang berapa. Kalau mengenai jarak, jelas ada. Hal tersebut terjadi karena panjang trekstang tergantung jarak gording (S) atau rangka cladding. Artinya ketentuan dimensi trekstang berada pada saat anda melakukan desain.</p>
<p>Namun demikian sesuai pengalaman. Integrasi antara dimensi gording, trekstang serta jarak maksimal gording dapat anda terapkan, seperti ketentuan berikut:</p>
<ol>
<li>Jika menggunakan gording CNP 125x50x20x2,3 maka jarak maksimal adalah 1,25 meter. Juga membutuhkan trekstang besi beton ≤ Ø10 mm.</li>
<li>Bila dimensi gording adalah CNP 150x50x20x2,3 maka jarak gording ≤ 1,50 meter. Untuk itu anda memerlukan trekstang besi beton Ø12 mm.</li>
<li>Bila dimensi gording adalah CNP 200x75x20x3,2 maka jarak gording ≤ 1,50 meter. Untuk itu anda memerlukan trekstang besi beton Ø16 mm.</li>
</ol>
<p>Artinya adalah panjang maksimal trekstang tidak lebih dari 1,5 meter. Yang jelas, makin pendek jamin akan lebih kuat. Apalagi menggunakan dimensi yang lebih besar. Lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2823 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Ketentuan-jarak-dan-panajng-trekstang-Besi-Beton-untuk-Konstruksi-Atap-300x180.jpg" alt="Pengetahuan tentang ketentuan jarak dan panjang trekstang untuk rangka atap" width="300" height="180" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Ketentuan-jarak-dan-panajng-trekstang-Besi-Beton-untuk-Konstruksi-Atap-300x180.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Ketentuan-jarak-dan-panajng-trekstang-Besi-Beton-untuk-Konstruksi-Atap.jpg 763w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Pengerjaan trekstang melibatkan bidang usaha lain</strong></h2>
<p>Trekstang yang terbuat dari besi beton dan sangat populer. Secara tidak langsung membuka peluang yang makin luas bagi usaha <a href="https://inaparts.com/wirausaha/bengkel-bubut/">bengkel bubut</a>. Yaitu untuk membuat drat ulir pada ujung trekstang. Dan pekerjaan ini tidak dapat anda delegasikan kepada <a href="https://arsitekta.com/fakta-tukang-konstruksi-baja-beserta-manfaatnya-bagi-anda/">tukang konstruksi baja</a>. Melainkan oleh tukang-tukang yang spesialis.</p>
<p>Pengerjaan trekstang harus melibatkan pihak ketiga. Karena jumlah trekstang yang harus anda sediakan mencapai ribuan. Hal ini umumnya terjadi pada saat mengerjakan konstruksi gudang, lengkap dengan cladding. Selain itu ketersediaan alat modern sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas drat ulir. Sebab tidak semua bengkel konstruksi memiliki alat bubut yang memadai. Dengan demikian agar pengadaan trekstang berjalan lancar, maka sebaiknya anda serahkan kepada yang spesialis.</p>
<p>Teknis pelaksanaan pengadaan trekstang pada umumnya ada 2 macam, yaitu: 1].Sistem borong <em>lump sum</em>, dan 2].Borongan jasa pembuatan drat ulir.</p>
<h3><strong>1.Pengadaan trekstang sistem borong</strong></h3>
<p>Umumnya pihak bengkel bubut menghendaki agar pengerjaan trekstang dengan sistem borongan <em>lump sum</em>. Yaitu meliputi pengadaan bahan/material besi beton dan mur, serta pembuatan drat ulir. Bagi pemborong kontruksi baja yang tidak memiliki alat bubut serta team khusus untuk membuat drat ulir. Maka sistem borongan cocok anda terapkan. Akan tetapi sistem ini juga memiliki kelemahan, yaitu biaya borongan relatif mahal.</p>
<h3><strong>2.Tentang pelaksanaan borongan jasa drat ulir</strong></h3>
<p><a href="https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/">Melaksanakan borongan tenaga</a> atau jasa, pada bidang konstruksi baja telah tergolong biasa. Begitu juga dalam hal pengadaan trekstang. Mengingat harga borongan lum sump cukup mahal. Maka timbul sistem borongan jasa, yang mana khusus pada pembuatan drat ulir. Jadi pihak bengkel bubut hanya mendapat upah dari jasa tersebut. Sementara pengadaan bahan trekstang adalah pihak pemborong.</p>
<h2><strong>[Penutup] Topik mengenai trekstang ada 4 seri</strong></h2>
<p>Pengetahuan dasar tentang trekstang adalah artikel I dari 4 seri, yang khusus membahas mengenai trekstang. Sengaja kami pisah menjadi 4 bagian, dengan tujuan agar pembaca dapat mempelajarinya tahap demi tahap. Supaya lebih menarik dan tidak cepat jenuh.  Dengan demikian akhirnya anda benar-benar menguasai ilmu pengetahuan mengenai trekstang.</p>
<p>Jenis-jenis trekstang berdasarkan letak pemasangan ada 2 macam, yaitu: 1].Trekstang pada rangka atap, dan 2].Trekstang untuk rangka cladding. Bentuk dan jenis bahan untuk kedua jenis trekstang ini umumnya sama. Yakni terbuat dari besi beton polos. Oleh karena itu untuk seri ke-3 dan 4. Tentu masih dengan topik yang terkait dengan trekstang. Akan menjelaskan alternatif bahan pengganti. Tetapi sebelum itu artikel <a href="https://arsitekta.com/pabrikasi-dan-pemasangan-trekstang-seperti-ini-jamin-kuat-bagian-2-4/">seri kedua</a>, kami akan menjelasakan tentang proses pabrikasi dan pemasangan trekstang.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/">Pengetahuan Dasar Tentang Trekstang Baja [Bagian 1/4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-trekstang-baja-bagian-1-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>26 Jenis Penutup Atap Paling Populer Seantero Nusantara</title>
		<link>https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2021 23:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[25 jenis atap bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[atap bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[atap paling populer]]></category>
		<category><![CDATA[bahan penutup atap]]></category>
		<category><![CDATA[jenis penutup atap]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengetahuan bahan adalah salah satu mata kuliah jurusan arsitektur dan teknik sipil. Dengan ilmu ini perguruan tinggi menharapkan agar mahasiswa mengenal dan memahami jenis-jenis bahan bangunan. Termasuk 26 jenis penutup atap yang akan kami bahas dalam artikel ini. Mata kuliah tersebut akan anda temukan pada awal-awal masuk kuliah. Tepatnya pada semester pertama. Tujuan memahami berbagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/">26 Jenis Penutup Atap Paling Populer Seantero Nusantara</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pengetahuan bahan adalah salah satu mata kuliah jurusan arsitektur dan teknik sipil. Dengan ilmu ini perguruan tinggi menharapkan agar mahasiswa mengenal dan memahami jenis-jenis bahan bangunan. Termasuk 26 jenis penutup atap yang akan kami bahas dalam artikel ini. Mata kuliah tersebut akan anda temukan pada awal-awal masuk kuliah. Tepatnya pada semester pertama.</p>
<h2><strong>Tujuan memahami berbagai jenis bahan bangunan</strong></h2>
<p>Bagi anda yang mengambil jurusan arsitek misalnya. Pasti tidak bisa melakukan desain dan perancangan bangunan tanpa menguasai bahan-bahan bangunan. Jadi jangan berharap rancangan anda bisa spektakuler, kalau pemahaman anda mengenai 26 jenis penutup atap sangat minim. Apalagi jika pengetahuan tentang material-material lain juga demikian. Logikanya seperti itu. Sangat sederhana.</p>
<p>Begitu juga dengan yang memilih jurusan teknik sipil. Selain anda menguasai perhitungan struktur bangunan. Anda juga penting memahami segala macam material bangunan. Baik buatan pabrik maupun material alam. Material modern maupun yang konvensional atau tradisional. Karena tidak ada jaminan anda selalu menggunakan material terkini. Ada kalanya klien meminta agar bangunan menggunakan material-material non pabrikan. Demikian juga anda tidak mungkin bisa menghitung dan melaksanakan pembangunan, bila tidak menguasai ilmu pengetahuan bahan. Nah, 26 jenis penutup atap ini menjadi salah satu solusi untuk itu.</p>
<p>Sementara itu bagi orang awam, mungkin merasa asing dengan 26 jenis penutup atap ini. Mungkin anda sering mendengar, tetapi tidak mengetahui bagaimana bentuknya. Tetapi jangan salah. Sekalipun latarbelakang anda bukan arsitek atau teknik sipil. 26 jenis penutup atap ini, sangat potensial untuk usaha. Anda bisa <a href="https://arsitekta.com/jangan-ragu-begini-tips-dan-trik-memulai-usaha-bengkel-las-teralis/">memulai usaha</a> perdagangan khusus segala jenis penutup atap. Lebih jelas mengenai jenis-jenis atap, berikut ini kami bagi menjadi 4 kelompok.</p>
<h2><strong>Penutup atap yang terbuat dari bahan alam</strong></h2>
<p>Saat ini bangunan-bangunan yang menggunakan atap dari bahan alam tergolong langka. Namun eksistensinya masih pantas untuk kita lestarikan. Sebab penutup atap ini erat hubungannya dengan arsitektur kuno dan tradisional. Adapun jenis-jenis berbahan alami adalah:</p>
<ol>
<li>Atap ijuk</li>
<li>Alang-alang</li>
<li>Rumbia</li>
<li>Atap bambu</li>
</ol>
<p>Khusus untuk atap yang terbuat dari ijuk. Beberapa rumah tradisional Sumatera hingga saat ini masih mempertahankan material ijuk sebagai bahan atap. Contohnya <a href="https://www.merdeka.com/sumut/3-fakta-jangga-dolok-rumah-tradisional-batak-yang-jadi-daya-tarik-wisata-di-tobasa.html">adalah rumah tradisional Batak</a>, yang ada pada pulau Samosir. Selain itu, atap-atap tersebut juga masih relevan dengan nuansa kekinian. Misalnya untuk atap gazebo dan <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kanopi-baja-cantik-untuk-bangunan-pasti-menarik/">kanopi baja</a>.</p>
<h2><strong>Usaha kecil menengah yang memproduksi atap</strong></h2>
<p>Usaha kecil dan menengah (UKM) juga melirik penutup atap sebagai hasil produk, antara lain:</p>
<ol>
<li>Atap sirap</li>
<li>Genteng tanah liat</li>
<li>Genteng beton</li>
<li>Atap cor/dak beton</li>
</ol>
<p>Penting anda ketahui, atap cor tergolong dalam usaha kecil dan menegah karena proses pengerjaannya. Yang mana tukang mengerjakan atap dak dengan cara <a href="https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/">borongan dan harian</a>. Serta dengan cara manual <em>(hand made)</em>. Paling banter dengan bantuan mesin <em>mixer</em> beton. Tetapi untuk pekerjaan begesting dan pemasangan tulangan besi (pembesian) tetap secara manual.</p>
<h2><strong>Jenis-jenis penutup atap buatan pabrik</strong></h2>
<p>Lain halnya dengan penutup atap buatan pabrik. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Serta dukungan dari teknologi mesin yang semakin canggih. Memacu para produsen atap agar menciptakan varian atap yang baru. Dengan tujuan supaya bisa menguasai kebutuhan pasar, serta untuk mendapatkan profit yang besar. Sisi lain untuk para konsumen, hal tersebut juga merupakan keuntungan. Karena semakin banyak pilihan/jenis atap, akan lebih baik untuk estetika bangunan. Juga makin banyak produsen yang berkompetisi, maka harga akan lebih kompetitif.</p>
<p>Tingginya <a href="https://arsitekta.com/begini-proses-praktik-dan-prinsip-ekonomi-proyek-konstruksi/">praktik dan prinsip ekonomi</a> antara produsen dan konsumen. Secara tidak langsung berdampak pada popularitas atap. Akibatnya dari 26 jenis penutup atap, yang paling familiar saat ini adalah buatan pabrik. Yaitu terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Atap seng (metal)</li>
<li>Atap spandek (Galvalume/zincalume)</li>
<li>Alumunium</li>
<li>Atap kaca</li>
<li>Fibber glass</li>
<li>Atap PVC <em>(Poly Vinyl Chloride)</em></li>
<li>Atap uPVC <em>(Unplasticized Poly Vinyl Chloride)</em></li>
<li>Asbes gelombang</li>
<li>Atap bitumen selulosa</li>
<li>S<em>unbrella </em>atau atap tenda</li>
<li>Atap GRC <em>(Glass Reinforced Concrete)</em></li>
</ol>
<p>Jenis penutup atap yang tergolong baru antara lain PVC, uPVC dan atap bitumen selulosa. Secara umum bahan dasar atap <a href="https://www.alderon.co.id/artikel/bedanya-atap-pvc-dan-atap-upvc/">PVC dan uPVC</a> hampir sama, yaitu plastik. Yang mana memiliki kelebihan karena varian atap ini ada yang tembus cahaya <em>(translucent)</em>.  Sementara atap bitumen selulosa secara kasat mata mirip dengan asbes gelombang. Tetapi anda jangan terkecoh. Bahan dasar serta karakteristiknya jauh berbeda. Silahkan anda perhatikan gambar berikut. Adalah penutup atap yang terbuat dari bitumen selulosa.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2757 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Onduline-salah-satu-atap-dengan-bahan-dasar-bitumen-selulosa-300x224.jpg" alt="Oduline adalah salah satu jenis atap yang terbuat dari bitumen selulosa dan mirip dengan asbes gelombang" width="300" height="224" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Onduline-salah-satu-atap-dengan-bahan-dasar-bitumen-selulosa-300x224.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Onduline-salah-satu-atap-dengan-bahan-dasar-bitumen-selulosa.jpg 453w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Macam-macam atap genteng masa kini</strong></h2>
<p>Atap genteng sudah terkenal seantero nusantara. Karena hampir setiap daerah dengan mudah kita menemui genteng. Bahkan karena tingginya animo masyarakat terhadap penutup atap ini. Banyak toko/distributor yang hanya menjual produk genteng. Tidak beserta dengan jenis-jenis atap yang lain.</p>
<p>Hal ini juga yang mengakibatkan arsitek lebih leluasa kala memilih bahan atap. Sebab selain mudah anda dapatkan pada toko-toko bahan bangunan, juga terdiri dari 4 macam pilihan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Genteng keramik</li>
<li>Genteng kaca</li>
<li>Lalu, genteng metal</li>
<li>Genteng uPVC</li>
<li>dan Genteng aspal</li>
</ol>
<h2><strong>Atap transparan berdasarkan bentuk</strong></h2>
<p>Seperti telah kami singgung sebelumnya. Bahwa bahan dasar atap transparan terdiri dari PVC dan uPVC. Tetapi dari segi karakteristik atap ini memiliki 2 macam bentuk, yaitu:</p>
<ol>
<li>Atap transparan berongga</li>
<li>Atap tidak berongga (solid)</li>
</ol>
<p>Jenis atap transparan berongga maupun solid, sudah populer sejak lama. Dengan berbagai macam merek. Sampai-sampai konsumen kadang bingung, untuk membedakan mana yang berkualitas baik dan yang tidak. Itu sebabnya selain memahami 26 jenis penutup atap, juga penting menyelidiki mutu atap. Sebagai contoh atap transparan yang memiliki rongga serta berkualitas bagus, seperti pada gambar berikut ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2758 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-bahan-penutup-atap-yang-berongga-300x222.jpg" alt="Contoh material penutup atap yang berongga" width="300" height="222" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-bahan-penutup-atap-yang-berongga-300x222.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-bahan-penutup-atap-yang-berongga.jpg 476w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>[Penutup] Jenis &amp; merek atap adalah dua hal yang berbeda</strong></h2>
<p>Bicara tentang jenis dan merek adalah dua hal yang berbeda. Jenis penutup atap artinya meliputi bahan dasar, bentuk dan karakteristik. Sementara kalau merek berarti nama produk, yang membedakan antara buatan pabrik yang satu dengan yang lain. Jadi 26 jenis penutup atap tersebut bukan merek. Karena <a href="https://kamus.tokopedia.com/m/merek-dagang/">merek dagang</a> penutup atap sangat banyak. Untuk satu produsen (pabrik) saja bisa mengeluarkan 2-5 merek produk. Sementara seantero nusantara ada ratusan pabrik atap&#8230; Wah, bisa anda bayangkan berapa merek atap saat ini seluruh Indonesia?.</p>
<p>Demikian penjelasan kami tentang 26 jenis penutup atap bangunan. Silahkan ambil manfaat yang sebesar-besarnya dari artikel ini. Sekali lagi apapun basic anda tidak menjadi penghalang untuk memahami jenis-jenis atap. Toh, suatu saat anda akan terlibat dalam pembangunan. Dan akan berurusan dengan material yang satu ini. Semoga sukses.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/">26 Jenis Penutup Atap Paling Populer Seantero Nusantara</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
