<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gambar bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/gambar-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Sep 2023 10:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>gambar bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Skala Gambar Bangunan Yang Tepat Dan Cara Menentukan Ukuran [Part 1 of 2]</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 13:16:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[desain rumah]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar teknik bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[skala gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan skala gambar bangunan tidak mudah. Tapi, bukan berarti mustahil bagi pemula. Hanya perlu latihan secara rutin. Sebab ada kalanya skala yang kita buat sudah proporsi, ternyata setelah di plot dengan ukuran kertas tidak pas. Disitu akan terasa nyesak banget. Karena pilihannya hanya 2. Anda ganti skala, atau ganti ukuran kertas. Kedua pilihan ini sama-sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/">Skala Gambar Bangunan Yang Tepat Dan Cara Menentukan Ukuran [Part 1 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan skala gambar bangunan tidak mudah. Tapi, bukan berarti mustahil bagi pemula. Hanya perlu latihan secara rutin. Sebab ada kalanya skala yang kita buat sudah proporsi, ternyata setelah di plot dengan ukuran kertas tidak pas. Disitu akan terasa nyesak banget. Karena pilihannya hanya 2. Anda ganti skala, atau ganti ukuran kertas. Kedua pilihan ini sama-sama dilema.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Membaca-gambar-bangunan.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4063" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Membaca-gambar-bangunan.jpg" alt="Memahami gambar bangunan gedung dan AHS pekerjaan yang terdapat didalamnya" width="500" height="368" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Membaca-gambar-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Membaca-gambar-bangunan-300x221.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Nah, agar tidak sampai terjadi hal demikian. Pertama ketahui dulu apa kegunaan skala pada <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/" target="_blank" rel="noopener">gambar desain</a> bangunan. Lalu, unsur-unsur yang wajib ada, serta cara menghitung skala. Hal itu semua akan saya rangkum dalam artikel bagian pertama ini.</p>
<p>Artikel bagian kedua (terakhir) nanti lebih spesifik lagi. Yakni tentang jenis-jenis skala gambar kerja baja. Serta, cara membaca ukuran skala yang benar.</p>
<h2>Definisi, fungsi skala dan analogi</h2>
<p>Skala gambar bangunan adalah suatu komposisi perbandingan antara ukuran material, serta konstruksi bangunan dengan desain yang diterapkan pada sebuah halaman/kertas gambar. Dengan demikian, desain bangunan muat pada 1 halaman gambar, serta beberapa elemen konstruksi bangunan dapat di perbesar supaya lebih detail. Tanpa merubah ukuran kertas.</p>
<h3>1. Fungsi skala secara umum</h3>
<p>Selain proyek bangunan, skala gambar bisa ditemui di berbagai bidang profesi. Utamanya yang berkaitan dengan jurusan teknik dan desain. Misal seorang insinyur mesin. Ketika merancang sepeda motor, pasti menggunakan skala. Sehingga desain kendaraan roda 2 tersebut jadi bagus.</p>
<p>Begitu juga ahli topografi. Harus paham menggunakan skala, agar ukuran (luas/elevasi) permukaan tanah akurat. Serta dapat diterapkan dalam peta gambar. Serta masih banyak contoh profesi yang lain. Jadi, bukan hanya arsitek dan jurusan teknik sipil.</p>
<h3>2. Antara skala dan sebuah gunung</h3>
<p>Terkait esensi skala gambar. Beberapa hari lalu, saya membaca status di sebuah group Facebook. Seseorang setengah protes, melalui sebuah pertanyaan: &#8220;Mengapa skala gambar bangunan harus berbeda-beda?&#8221;. Benak saya mengambil simpulan pasti masih pemula.</p>
<p>Kalau sudah profesional, pertanyaannya pasti bukan basic lagi. Setidaknya tentang cara menentukan skala gambar, agar langsung pas dengan yang diharapkan. Sehingga ketika di print, desain tidak terlalu gede. Pun, tidak terlalu kecil. Jadi, benar-benar proporsi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3703" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg" alt="Contoh konstruksi bangunan bertingkat. (Tampak dari depan/luar)" width="500" height="336" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan-300x202.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Kembali pada orang yang bertanya tadi. Spontan saya komentar di grup tersebut, begini:<br />
&#8220;Gambar bangunan boleh kita analogikan seperti sebuah gunung. Ketika kita memandang gunung dari kejauhan, kelihatan sangat cantik. Tapi, dibalik itu kita pasti penasaran. Ada apa saja di gunung tersebut?. Lalu, untuk menjawab rasa penasaran itu, kita harus mendekat. Sedekat mungkin. Bila perlu masuk kedalam. Layaknya menjadi seorang pendaki gunung.&#8221;</p>
<p>Demikianlah eksistensi skala pada sebuah desain bangunan. Supaya semua yang terdapat pada bangunan tersebut terlihat dengan jelas, maka jarak pandang kita harus semakin dekat. Yakni dengan menggunakan beberapa skala. Dengan demikian, posisi kita tidak lagi berada di luar. Tapi, seakan-akan sudah berada di dalam bangunan tersebut. Luar biasa bukan?.</p>
<p>Singkatnya, peran skala gambar bangunan adalah bagai sebuah teropong yang memiliki lensa pembesar tanpa batas. Sehingga sekecil apapun benda yang hendak Anda desain, bisa Anda perbesar sesuai dengan keinginan Anda. Sehingga orang lain mampu memahami benda tersebut secara detail. Tanpa harus Anda menjelaskan melalui sebuah pembicaraan.</p>
<p>Oleh sebab itu, fungsi skala secara tidak langsung adalah sarana <a href="https://arsitekta.com/komunikasi-yang-baik-pemilik-bangunan-dengan-pihak-terkait-begini/">komunikasi</a>, antara arsitek dengan orang-orang yang berkepentingan dengan gambar desain yang dibuat. Semoga sampai disini pembaca sudah paham.</p>
<h2>Unsur-unsur penting skala gambar bangunan</h2>
<p>Agar skala yang Anda bikin akurat, dan proporsi. Pun, layak sebagai teropong serta media komunikasi. 4 unsur berikut wajib ada dalam gambar bangunan, yaitu:</p>
<h3>1. Ukuran real bangunan</h3>
<p>Meliputi panjang, lebar, dan tinggi setiap ruang serta konstruksi bangunan. Kemudian, total jumlah masing-masing ukuran. Dengan demikian, maka orang yang membaca gambar tahu panjang/lebar/tinggi total bangunan. Hanya dengan melihat ukuran-ukuran tersebut.</p>
<p>Penting diketahui, semua data tersebut harus akurat, serta dicantumkan dengan menggunakan skala yang tepat. Selain itu, setiap ukuran sudah mendapat persetujuan owner. Atau yang mewakili. Sehingga desain bangunan yang Anda buat tidak mengakibatkan miskomunikasi di belakang hari.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3226" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat.jpg" alt="Pentingnya memahami cara mempelajari gambar bangunan secara benar dan tepat" width="550" height="362" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat.jpg 550w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat-300x197.jpg 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /></a></p>
<h3>2. Satuan ukuran</h3>
<p>Skala gambar bangunan Indonesia memiliki 2 jenis satuan. Yakni metrik (millimeter), dan sentimeter. Beda dengan desain bangunan Eropa. Mereka pasti menggunakan satuan inci.</p>
<p>Bukan berarti kedua satuan tersebut boleh Anda pakai sekaligus pada sebuah proyek bangunan. Jangan!. Sebaiknya pilih salah satu. Menurut Anda yang paling familiar bagi owner, maupun bagi Anda sendiri. Disini saya prioritaskan owner. Tahu untuk apa?.</p>
<h4>Pentingnya satuan yang tepat bagi pemilik bangunan</h4>
<p>Melalui skala gambar bangunan kita dapat mempresentasikan rasa hormat kita kepada pemilik bangunan. Sebab orang yang pertama sekali ingin melihat/membaca gambar yang kita buat adalah Mereka. Maka dari itu, harus menggunakan satuan yang paling mudah Mereka baca.</p>
<p>Dengan demikian, berarti gambar bangunan yang Anda buat sudah komunikatif. Serta, Anda tidak perlu mengingat-ingat ukuran yang balum tercantum dalam desain. Untuk Anda jelaskan lagi kepada pemilik bangunan.</p>
<h4>Manfaat skala bagi diri sendiri (arsitek)</h4>
<p>Melanjutkan tentang tujuan memilih satuan ukuran yang familiar. Selain sebagai rasa hormat kepada sang owner. Sekaligus untuk memudahkan pekerjaan Anda. Pertama, ketika mengaplikasikan skala gambar bangunan pada komputer, atau meja gambar. Kedua, pada saat Anda mengadakan presentasi dengan pemilik bangunan.</p>
<p>Sebagai arsitek seharusnya memiliki satuan yang favorit. Untuk digunakan pada setiap gambar desain. Misal <a href="https://arsitekta.com/">Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja</a>, favorit dengan satuan metrik. Oleh sebab itu, ketika membuat desain konstruksi baja, maupun desain bangunan gedung selalu memakai satuan tersebut.</p>
<h3>3. Ukuran halaman/kertas gambar</h3>
<p>Penting ditentukan sejak awal, bahak kalau bisa secara baku. Anda berlakukan untuk semua jenis bangunan. <a href="https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6285983/standar-ukuran-kertas-lengkap-dari-a4-hingga-seri-r">Ukuran kertas</a> yang hendak Anda pakai, ketika hendak print gambar bangunan. Apakah pakai kertas A4; A3 atau A2.</p>
<p>Saran saya, diantara 3 jenis ukuran tersebut Anda pilih kertas A3, atau A4. Dan, bilamana Anda ingin menentukan satu standar untuk semua jenis skala gambar bangunan. Pakailah kertas A3. Sebab kertas ini cocok untuk segala jenis skala. Maksudnya, ukuran skala yang besar, maupun yang kecil.</p>
<h3>4. Huruf dan angka</h3>
<p>Unsur terakhir yang harus ada dalam gambar bangunan adalah huruf dan angka. Huruf-huruf menjelaskan tentang nama-nama konstruksi bangunan, serta material yang digunakan untuk konstruksi tersebut. Sementara angka adalah menerangkan tentang ukuran bangunan. Sebagaimana saya jelaskan pada poin 1.</p>
<p>Kedua unsur ini pada sebuah gambar bangunan harus lengkap. Tapi, sebaiknya jangan terlalu banyak pula. Alias memberi keterangan gambar berulang-ulang. Padahal jenis konstruksi bangunan sama. Bila demikian, desain bangunan yang Anda bikin jadi sulit dipelajari.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4940" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg" alt="Contoh desain rumah tinggal split level 5 lantai" width="900" height="556" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-300x185.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-768x474.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<h2>Cara menentukan skala gambar bangunan rumah tinggal</h2>
<p>Semisal Anda sudah menetapkan ukuran kertas gambar. Lalu, Anda hendak desain <a href="https://arsitekta.com/desain-3d-rumah-mewah-murah/">rumah tinggal modern</a> dan bertingkat. Seperti terlihat diatas sub judul. Namun, sebelum membuat gambar 3D. Tentu lebih dulu membuat denah rumah, dan tampak.</p>
<p>Nah, agar denah rumah pas dengan ukuran kertas tersebut. Anda lebih dulu menentukan skala. Langkah-langkah menentukan skala adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Mencari ukuran paling panjang</h3>
<p>Ukuran paling panjang (P) disini maksudnya bisa tapak, atau bangunan yang hendak Anda desain. Misalnya 26,0 meter. Lalu, bagi dengan angka tertentu (N). Misal N= 100. Dengan demikian Anda akan tahu apakah ukuran kertas A3 mencukupi, atau tidak untuk meletakkan desain bangunan. Hasilnya adalah:<br />
= 26.000 : 100<br />
= 260 mm</p>
<h3>2. Menentukan arah bangunan</h3>
<p>Karena ukuran kertas A3 adalah 297&#215;420 mm. Jelas skala gambar bangunan 1:100 sangat memadai. Bahkan terkesan terlalu kecil. Karena ukuran tapak + bangunan hanya 26 cm.</p>
<p>Namun demikian, karena disamping denah harus Anda sediakan space untuk meletakkan ukuran, serta keterangan gambar. Maka, skala tersebut sudah cukup. Dan, letak denah terhadap kertas A3 adalah horizontal. Perhatikan gambar potongan bangunan yang saya lampirkan di tengah artikel ini.</p>
<h2>Ketentuan &amp; tips memberlakukan skala gambar</h2>
<p>Setelah Anda menghitung, dan menetapkan skala untuk denah lantai bangunan. Maka secara otomatis skala tersebut berlaku untuk semua jenis gambar denah. Antara lain denah pondasi, denah atap, hingga denah instalasi penerangan dan pipa air.</p>
<p>Artinya Anda tidak perlu merubah skala gambar bangunan yang sejenis, dengan skala yang lebih kecil, atau lebih besar. Maka dari itu, menghitung skala harus mempertimbangkan kegunaan skala secara luas. Supaya dapat Anda terapkan untuk berbagai jenis desain.</p>
<p>Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan di group FB tadi. Sebenarnya skala gambar bangunan tidak perlu banyak. Asal tahu cara menghitung. Setidaknya untuk bangunan rumah tinggal mewah. Cukup 4 macam. Yakni skala 1:100: 1:50; 1:30, dan 1:15.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/">Skala Gambar Bangunan Yang Tepat Dan Cara Menentukan Ukuran [Part 1 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumbu X-Y Bangunan Dan Aplikasinya Pada Gambar Desain</title>
		<link>https://arsitekta.com/aplikasi-sumbu-x-y-bangunan-pada-gambar-desain/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/aplikasi-sumbu-x-y-bangunan-pada-gambar-desain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 13:16:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[as bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[garis as bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[garis sumbu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbu X-Y]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4815</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya teman-teman pasti sudah pernah menerima pelajaran tentang sumbu X dan Y. Ketika duduk di bangku SMP dan SLTA. Tepatnya didalam pelajaran matematika. Namun, kali ini benar-benar untuk praktek. Yakni untuk membuat gambar bangunan. Sumbu X-Y bangunan harus ada. Definisi dan Latar belakang Kaitannya dengan proses pembuatan gambar bangunan. Menggunakan AutoCAD, atau meja gambar manual. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/aplikasi-sumbu-x-y-bangunan-pada-gambar-desain/">Sumbu X-Y Bangunan Dan Aplikasinya Pada Gambar Desain</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya teman-teman pasti sudah pernah menerima pelajaran tentang sumbu X dan Y. Ketika duduk di bangku SMP dan SLTA. Tepatnya didalam pelajaran matematika. Namun, kali ini benar-benar untuk praktek. Yakni untuk membuat gambar bangunan. Sumbu X-Y bangunan harus ada.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4136" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan.jpg" alt="Gambar bangunan merupakan salah satu produk jasa yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat sepanjang waktu" width="500" height="327" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan-300x196.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Definisi dan Latar belakang</h2>
<p>Kaitannya dengan proses pembuatan gambar bangunan. Menggunakan <a href="https://arsitekta.com/faktor-non-teknis-yang-membuat-seorang-pemula-cepat-mahir-autocad/">AutoCAD</a>, atau meja gambar manual. Aplikasi disini maksudnya adalah cara penerapan yang benar. Jadi, bukan sebuah program/software komputer atau smart phone.</p>
<p>Sedangkan, sumbu X-Y bangunan artinya 2 buah garis lurus atau lebih, yang melintang secara vertikal, dan horizontal. Bersinggungan pada satu titik potong, maupun yang tidak. Ditemukan dalam gambar desain bangunan.</p>
<p>Jadi, agak beda dengan pelajaran matematika bukan?. Di dalam pelajaran matematika jumlah garis sumbu dibatasi. Yakni 2 buah. Dan, kedua garis tersebut harus memiliki titik potong. Sedangkan pada gambar bangunan sifatnya fleksibel. Dan, jumlah garis sumbu (X-Y) tidak terbatas. Sejauh memang dibutuhkan. Agar orang lain mudah membaca gambar bangunan.</p>
<h2>Manfaat menerapkan sumbu X &#8211; Y pada gambar bangunan</h2>
<p>Secara garis besar terbagi menjadi 2, yaitu: 1]. Manfaat pada saat proses pembuatan gambar (internal). Dan, 2]. Kepada orang lain (eksternal).</p>
<h3>1. Manfaat internal</h3>
<p>Contoh garis sumbu X-Y bangunan seperti terlihat dalam gambar denah dibawah. Dilengkapi dengan notasi/kode As, atau Grid. Anda lihat kan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3187" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan.jpg" alt="Jenis-jenis informasi yang tertera pada gambar denah bangunan" width="500" height="323" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan-300x194.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Sesuai dengan tampilan pada setiap gambar bangunan. Garis horizontal (X) umumnya dilengkapi dengan kode abjad. Mulai dari A, B, C, dan seterusnya. Sementara garis vertikal (Y) adalah memakai notasi angka 1; 2; 3 dan selanjutnya.</p>
<p>Nah, dengan adanya garis bantu (sebutan lain untuk sumbu X dan Y) tersebut. Maka, sang arsitek akan lebih mudah untuk menentukan ukuran (Panjang/Lebar), serta elevasi bangunan. Mengingat sumbu X-Y bangunan adalah berlaku pada setiap gambar.</p>
<p>Misalnya pada saat Anda membuat gambar denah pondasi. Jarak as A dan B adalah 6,00 meter. Maka, didalam gambar denah balok juga harus demikian. Jadi, fungsi garis bantu (sumbu/as) adalah untuk memudahkan arsitek memberi ukuran (Panjang/Lebar), serta elevasi pada bangunan. Sehingga proses desain lebih mudah, dan cepat.</p>
<h3>2. Manfaat eksternal</h3>
<p>Adalah kepada pemilik bangunan, peserta tender, kontraktor, tukang, bahkan kepada vendor-vendor serta suplier material. Mereka walaupun tidak latar belakang pendidikan arsitektur, teknik siipil atau SMK. Akan gampang memahami desain yang telah di sertai dengan sumbu X-Y bangunan.</p>
<p>Poin pertama yang segera Anda ketahui dengan adanya garis XY adalah:<br />
1. Luas lahan dan posisinya terhadap mata angin.<br />
2. Panjang, lebar dan tinggi bangunan<br />
3. Letak bangunan terhadap tapak<br />
4. Titik-titik kolom utama, serta jarak-jaraknya.<br />
5. Semua <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">elevasi</a> yang berkaitan dengan bangunan. Antara lain jalan, halaman, teras, ruang tamu, dapur, dan seterusnya.<br />
6. Letak sarana pendukung bangunan. Misal saptik tank dan sumur resapan, konstruksi tower air, dan sebagainya.</p>
<p>Tambah lagi dengan penjelasan langsung dari arsitek. Orang-orang tersebut akan tahu sampai detail gambar. Misalnya tentang detail tumpuan kuda-kuda pada balok beton. Karena didalam gambar detail juga tercantum as/grid bangunan. Maka otomatis bisa membayangkan arah memanjang, dan melintang bangunan. Dengan demikian pada saat penghitungan RAB, dan pelaksanaan pekerjaan bangunan, tidak bakal terjadi kesalahan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Denah-lapangan-badminton-warga.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4731" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Denah-lapangan-badminton-warga.jpg" alt="Denah lapangan badminton yang berada di jalan buntu lingkungan RT" width="731" height="528" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Denah-lapangan-badminton-warga.jpg 731w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Denah-lapangan-badminton-warga-300x217.jpg 300w" sizes="(max-width: 731px) 100vw, 731px" /></a></p>
<h2>Cara menentukan garis sumbu X-Y bangunan</h2>
<p>Syarat pertama adalah letak struktur bangunan. Mulai dari bawah, yaitu pondasi, tiang kolom, dan kuda-kuda. Ketiga jenis konstruksi ini sebaiknya segaris dalam gambar desain. Selain agar kokoh. Juga untuk menghindari penggunaan garis bantu yang terlalu banyak.</p>
<p>Terkait cara pembuatan garis. Menggunakan AutoCAD. Agar letak garis bantu tepat, dan bagus. Tahap-tahap pembuatan adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Membuat garis horizontal dan vertikal</h3>
<p>Dalam halaman (layel) AutoCAD. Kedua garis tersebut harus memiliki titik potong. Dan, titik potong tersebutlah yang menjadi as/grid salah satu sudut bangunan.</p>
<p>Dengan demikian pula, Anda telah titik sumbu X-Y bangunan. Berguna sebagai acuan bagi Anda untuk membuat garis bantu selanjutnya.</p>
<p>Oh iya sobat. Sebaiknya setting garis sumbu ini gunakan type putus-putus. Dengan ketebalan 0,9 &#8211; 1,3. Panduan untuk itu telah saya uraikan sebelumnya dalam <a href="https://arsitekta.com/gambar-autocad-baja-mempesona-ini-cara-membuatnya/">artikel</a> ini. Silahkan baca.</p>
<h3>2. Menentukan jarak struktur bangunan</h3>
<p>Disini perlu Anda tetapkan dulu, apakah struktur bangunan terbuat dari beton, kayu, atau baja. Ketiga jenis material ini kaitannya dengan kekuatan konstruksi. Lalu, berpengaruh pula pada jarak pasang.</p>
<p>Nah, jarang pemasangan tersebut lah yang akan Anda aplikasi-kan pada gambar bangunan. Supaya jangan terlalu jauh, yang mengakibatkan bangunan tidak kokoh. Atau, jangan terlalu dekat. Karena menyebabkan pemborosan.</p>
<h4>2.a. Jarak struktur beton</h4>
<p>Ketentuan secara baku jelas tidak ada. Melainkan harus melalui perhitungan (analisis) struktur. Oleh sebab itu sebelum Anda gambar. Sebaiknya hitung dulu dimensi (jarak + ukuran) balok, atau kolom beton yang akan Anda gunakan.</p>
<p>Setelah diketahui. Jarak struktur beton tersebut Anda terapkan dalam AutoCAD menggunakan perintah Offside. Untuk garis vertikal, maupun horizontal. Hingga sumbu X-Y bangunan lengkap.</p>
<h4>2.b. Ideal jarak struktur baja</h4>
<p>Selain berdasarkan analisa struktur. Jarak <a href="https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">kolom baja</a> idealnya adalah 6,0 meter. Tapi, ada pula yang menerapkan jarak 4,0 dan 8,0 meter. Hal itu semua adalah dengan pertimbangan efisiensi bahan.</p>
<p>Jadi, ukuran tersebut boleh langsung Anda aplikasi-kan pada gambar. Sesuai dengan arah memanjang bangunan. Sementara arah melebar umumnya adalah bentangan.</p>
<p>Kecuali pada bangunan ada dak, atau tingkat. Maka arah melebar bangunan harus ada tiang kolom. Yaitu untuk menahan balok dak. Mengenai penentuan jarak tiang tersebut, juga sama dengan kolom struktur.</p>
<h3>3. Merapihkan gambar dan membuat notasi</h3>
<p>Tahap terakhir, agar sumbu X-Y bangunan rapih dan lengkap. Garis bantu Anda potong. Lalu, beri notasi jarak (ukuran) antara garis. Dengan menggunakan perintah singkat: DLI dan DCO pada AutoCAD.</p>
<p>Setelah itu beri notasi sesuai dengan fungsi garis. Garis X = notasi huruf. Sedangkan garis Y = angka. Sudah selesai?. Belum!. Silahkan baca bagian penutup ini.</p>
<h2>[Penutup] Notasi untuk garis sumbu yang benar</h2>
<p>Pemberian notasi pada garis horizontal (sumbu X) sebenarnya ada 2 macam. Cara yang benar lakukan seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Dari titik potong utama, yang Anda jadikan sekaligus sebagai sentral grid bangunan. Ke kanan adalah menggunakan huruf besar. Sebagaimana saya sebut terkait dengan manfaat.</li>
<li>Sementara ke kiri adalah menggunakan tambahan kode ( &#8216; ). Contoh: A&#8217; , B&#8217; , C&#8217; dan seterusnya. Dalam pelajaran matematika hal ini ditandai dengan min (-).</li>
</ol>
<p>Khusus pada garis bantu vertikal (sumbu Y) sedikit lebih rumit. Karena terbagi lagi menjadi 2 macam. Pertama, berkaitan dengan layout/denah bangunan. Disini pemberian notasi mirip dengan garis bantu horizontal.</p>
<p>Namun menggunakan angka. Dan, garis bantu yang mengarah ke kiri dari titik sentral grid bangunan, adalah menggunakan 1&#8242; ; 2&#8242; ; 3&#8242; dan selanjutnya.</p>
<p>Kalau garis vertikal digunakan untuk gambar tampak, dan potongan bangunan. Maka pemberian notasi mirip dengan <a href="https://bukumaterimatematika.blogspot.com/2017/11/daftar-simbol-dan-notasi-dalam.html">matematika</a>. Angka yang berada dibawah titik 0,00 di awali dengan tanda minus. Sekian penjelasan mengenai eksistensi (garis bantu, (as/grid) sumbu X-Y bangunan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/aplikasi-sumbu-x-y-bangunan-pada-gambar-desain/">Sumbu X-Y Bangunan Dan Aplikasinya Pada Gambar Desain</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/aplikasi-sumbu-x-y-bangunan-pada-gambar-desain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 13:16:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[approval gambar kerja]]></category>
		<category><![CDATA[approval material baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak persiapan yang harus dilakukan pada saat hendak membangun suatu proyek bangunan. Bahkan, harus jauh-jauh hari sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah approval gambar kerja. Bagaimana teknis pelaksanaannya, dan siapa saja yang terlibat dalam proses approval?. Disini teman-teman akan mendapat jawaban selengkapnya. Pengertian dan manfaat Approval gambar kerja bangunan adalah proses pengajuan sejumlah gambar detail bangunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/">Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3385" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg" alt="Gambar kerja konstruksi baja selengkapnya terdiri dari 6 macam" width="350" height="237" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg 350w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap-300x203.jpg 300w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /></a></p>
<p>Banyak persiapan yang harus dilakukan pada saat hendak membangun suatu proyek bangunan. Bahkan, harus jauh-jauh hari sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah approval gambar kerja.</p>
<p>Bagaimana teknis pelaksanaannya, dan siapa saja yang terlibat dalam proses approval?. Disini teman-teman akan mendapat jawaban selengkapnya.</p>
<h2>Pengertian dan manfaat</h2>
<p>Approval gambar kerja bangunan adalah proses pengajuan sejumlah gambar detail bangunan kepada pemilik, atau yang mewakili. Untuk diperiksa, dan disetujui pelaksanaannya oleh kontraktor yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.</p>
<p>Manfaat aporoval gambar adalah untuk menyatukan antara keinginan dari pemiliki bangunan, dengan praktik yang akan dilaksanakan dilapangan oleh kontraktor. Yaitu meliputi ukuran, jenis dan jenis bahan, maupun bentuk bangunan.</p>
<p>Contoh mengenai jenis material. Dari segi bentuk, ukuran dan tampilan. Mungkin saja telah benar (sesuai kesepakatan). Namun, merek bisa saja berbeda. Maka dari itu, pada saat yang bersamaan. Selalu dilakuan aproval material.</p>
<h2>[Contoh] Proses approval gambar yang benar</h2>
<p>Gambar kerja <a href="https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/">struktur baja</a> misalnya, selalu dilakukan jauh hari sebelum proses fabrikasi. Tepatnya setelah Anda mendapat perintah kerja, dan melakukan pengukuran lapangan.</p>
<p>Singkatnya, semakin besar tonase pekerjaan konstruksi baja. Maka, lebih cepat pula Anda harus mengajukan gambar kerja. Supaya, proses pabrikasi tidak telat.</p>
<p>Beda dengan gambar kerja struktur bangunan, atau pondasi yang terbuat dari beton. Pelaksanaan kedua pekerjaan ini umumnya langsung di lapangan. Kecuali beton sistem precast, atau prefabrikasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, approval gambar kerja dapat dilakukan sewaktu-waktu. Bahkan, pada hari yang sama. Ketika hendak melaksanakan pekerjaan tulangan besi, mengecor, atau memasang batu belah.</p>
<h2>Pihak-pihak yang terlibat dalam proses approval</h2>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4720" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg" alt="Alur pengajuan dan persetujuan gambar kerja bangunan " width="448" height="315" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja-300x211.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Pihak pemborong, dalam hal ini bagian drafter. Harus membuat gambar kerja sedetail mungkin. Sebagai acuan dari gambar kerja tersebut adalah gambar konstruksi. Atau, dalam istilah asing disebut gambar forcont.</p>
<p>Approval gambar kerja bangunan yang telah jadi, ialah kepada pemilik bangunan. Atau, yang mewakili. Yakni konsultan pengawas (Manajemen Konstruksi/MK). Untuk diperiksa dan disetujui.</p>
<p>Demikian berlaku untuk semua sub kontraktor yang terlibat dalam proses pembangunan. Masing-masing harus membuat gambar sendiri-sendiri. Sesuai dengan bidang pekerjaan yang Mereka borong.</p>
<p>Jadi, boleh disimpulkan tugas MK cukup banyak. Selain memeriksa gambar kerja yang diajukan oleh semua sub kontraktor. Pula, memastikan pelaksanaan pekerjaan telah berjalan dengan tepat, dan benar.</p>
<h2>Tanda gambar kerja yang sudah di Acc</h2>
<p>Beberapa MK menekankan agar approval gambar kerja bangunan secara formal. Artinya, dibuat kolom tersendiri di dalam kolom gambar kerja. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4721" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg" alt="Format persetujuan gambar kerja di dalam kolom gambar" width="448" height="277" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Namun, bisa juga berupa tanda tangan, serta tanggal yang di bubuhi di dalam lembar kertas gambar. Jadi, tidak perlu memakai kolom khusus. Hal ini umunnya berlaku pada proyek bangunan skala menengah kebawah. Atau, untuk sub pekerjaan yang bernilai puluhan juta saja.</p>
<p>Sejauh telah mendapat persetujuan dari MK. Mengenai tata cara pengajuan gambar kerja. Anda bisa memilih salah satu metode tersebut. Sebab, dua-duanya sama-sama resmi. Lagi pula, prioritas pertama approval gambar bangunan adalah pada konteks (isi gambar). Bukan pada penyajian. Setelah isinya telah lengkap/detail, serta disetujui. Maka prioritas berikutnya pada tata cara menyajikan <a href="https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/" target="_blank" rel="noopener">gambar bangunan</a>.</p>
<h2>Teknis pelaksanaan persetujuan gambar</h2>
<p>5 hal yang wajib dipenuhi saat approval gambar kerja bangunan. Tanpa membedakan jenis pekerjaan, dan status pemborong. Apakah sebagai sub kontraktor, atau main kontraktor yaitu:</p>
<h3>1. Keterangan tentang jenis dan spek material yang digunakan harus lengkap, dan jelas</h3>
<p>Semisal tentang material baja untuk rangka kuda-kuda. Wajib menyebutkan jenis bahan, ukuran dan spek. Contoh penulisan keterangan sebagai berikut: &#8220;Besi siku L 50x50x5 mm ex. Krakatau Steel&#8221;.</p>
<p>Atau, pipa PVC dia.4&#8243; ex. Wavin. Kata &#8220;ex&#8221; di sini adalah menjelasakan tentang produsen bahan bangunan. Keterangan tersebut berlaku penting pada saat pembelian material oleh bagian logistik. Jadi, tidak ada lagi alasan salah beli.</p>
<h3>2. Semua gambar kerja harus menggunakan satuan yang sama</h3>
<p>Jikalau gambar kerja baja, dan instalasi penerangan pasti pakai satuan milimeter. Sementara untuk aproval gambar kerja bangunan umumnya dengan satuan setimenter. Persoalannya seperti ini.</p>
<p>Tanpa sadar seorang drafter sering membuat gambar detail dengan satuan milimeter. Padahal gambar denah, atau potongan adalah sentimeter. Jadi, tidak hanya persoalan jenis pekerjaan. Tapi, pada saat pembuatan gambar kerja yang sama pun, justru sering menggunakan satuan yang berbeda.</p>
<p>Kesalahan terbesarnya tu. Yang benar adalah selain menyesuaikan satuan yang umum digunakan untuk satu jenis pekerjaan. Maka, selamanya satuan ukuran tersebut lah yang Anda gunakan dalam membuat gambar kerja.</p>
<h3>3. Proses pengajuan gambar harus urut</h3>
<p>Contoh pada saat gambar kerja struktur kolom beton. Urutan gambar yang harus Anda ajukan adalah:<br />
⁃ Denah. Lengkap dengan kode masing-masing kolom.<br />
⁃ Gambar potongan memanjang, dan melebar<br />
⁃ Detail tiang kolom<br />
⁃ Detail pembesian</p>
<p>Bilamana approval gambar kerja bangunan harus dilakukan bertahap. Karena jumlahnya sangat banyak, sehingga butuh waktu yang lama untuk membuat gambar. Maka, pengajuan gambar harus dirancang sejak awal.</p>
<p>Misal tahap pertama, misalnya gambar denah dan layout bangunan. Tahap kedua. Gambar tampak dan potongan. Tahap ketiga. Gambar detail, dan seterusnya. Dengan demikian proses approval akan lancar, dan bakal tidak ada yang terlewat.</p>
<h3>4. Pakai kertas gambar yang sama</h3>
<p>Ukuran kertas gambar yang sering digunakan untuk membuat gambar kerja adalah kertas A4, dan A3. Nah, jikalau dari awal Anda sudah memakai kertas A3. Sebaiknya ukuran tersebut tetap Anda pakai untuk seluruh proses approval gambar kerja bangunan.</p>
<p>Sebab, ukuran kertas akan berpengaruh pada satuan ukuran yang digunakan untuk membuat gambar. Makin kecil ukuran kertas gambar, objek yang akan di gambar pasti semakin kecil. Demikian sebaliknya.</p>
<p>Oleh sebab itu, perlu menggunakan satuan yang sama. Sebagaimana saya sebut pada poin 2. Supaya gambar kerja yang dihasilkan proporsi. Tidak terlalu kecil. Pula, tidak kebesaran.</p>
<h3>5. Unsur-unsur lain yang harus tercantum dalam gambar</h3>
<p>Sebagai bukti bahwa Anda telah melaksanakan approval gambar. Di dalam gambar tersebut harus ada:<br />
1. Tanggal approval<br />
2. <a href="https://danacita.co.id/blog/mengenal-tanda-tangan-digital-dan-manfaatnya/">Tanda tangan</a> dan cap/stempel MK<br />
3. Nomor urut/revisi gambar.</p>
<h2>[Penutup] Kegunaan gambar kerja pasca proses pembangunan</h2>
<p>Setelah semua gambar kerja bangunan telah di setujui oleh pengawas bangunan, dan dikerjakan dengan baik. Selanjutnya gambar kerka tersebut harus Anda arsip. Sebagi bukti pemeriksaan akhir pekerjaan. Tepatnya pada saat BAST 1.</p>
<p>Kemudian, gambar kerja tadi berguna sebagai dasar untuk membuat as built drawing. Yang mana gambar as built drawing akan digunakan sebagai lampiran pada saat BAST 2.</p>
<p>Jadi, sudah paham kan manfaat approval gambar kerja bangunan?. Sebenarnya bukan saja untuk kelancaran proses konstruksi/pembangunan. Tapi, berlaku hingga serah terima bangunan. Luar biasa bukan?. Oleh sebab itu, jangan pernah abaikan fungsi gambar kerja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/">Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Jenis Layanan Jasa Gambar Bangunan yang Bisa Anda Dapatkan Secara Online</title>
		<link>https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2022 13:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[biaya jasa arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[jasa gambar arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis jasa gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4135</guid>

					<description><![CDATA[<p>Layanan jasa gambar bangunan selama-lamanya akan dibutuhkan. Sebab bangunan termasuk salah satu kebutuhan sekunder, yang selalu ingin dimiliki setiap orang. Sisi lain, tidak banyak yang bisa membuat desain bangunan. Melainkan hanya mereka yang terdidik dan terlatih. Pengertian dan jenis-jenis jasa gambar Layanan jasa gambar bangunan artinya serangkaian produk jasa yang ditawarkan oleh arsitek, desainer, atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/">11 Jenis Layanan Jasa Gambar Bangunan yang Bisa Anda Dapatkan Secara Online</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4136 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan-300x196.jpg" alt="Gambar bangunan merupakan salah satu produk jasa yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat sepanjang waktu" width="300" height="196" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Desain-dan-hitu-biaya-bangunan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Layanan jasa gambar bangunan selama-lamanya akan dibutuhkan. Sebab bangunan termasuk salah satu kebutuhan sekunder, yang selalu ingin dimiliki setiap orang. Sisi lain, tidak banyak yang bisa membuat desain bangunan. Melainkan hanya mereka yang <a href="https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/tenaga-kerja-terdidik-terlatih-tidak-terlatih/#:~:text=Tenaga%20kerja%20terdidik%20adalah%20tenaga,keahlian%20tertentu%20dalam%20suatu%20bidang.">terdidik</a> dan terlatih.</p>
<h2>Pengertian dan jenis-jenis jasa gambar</h2>
<p>Layanan jasa gambar bangunan artinya serangkaian produk jasa yang ditawarkan oleh arsitek, desainer, atau bidang keilmuan yang sejenis, dengan menempatkan desain bangunan, dan/atau gedung sebagai objek yang di jual kepada masyarakat. Selanjutnya gambar tersebut dijadikan acuan menghitung biaya, serta pelaksanaan pembangunan.</p>
<p>Topik kali ini tidak membahas bentuk kerjasama arsitek dengan pihak pengguna jasa. Pula tidak menjelaskan tentang detail penyajian gambar bangunan. Tapi, khusus menjabarkan ragam jenis produk, dan layanan jasa gambar bangunan. Seluruhnya terdiri dari 11 macam, yakni:</p>
<h3>1. Gambar bangunan dalam bentuk sketsa</h3>
<p>Sketsa atau gambar sket tangan, paling banyak diterapkan pada masa lalu. Serta untuk membuat tampak bangunan. Alhasil gambar bangunan menjadi tampak orisinil, dan realistis. Tapi, saat ini sudah sangat jarang. Alasannya karena fungsi gambar dianggap kurang maksimal. Karena kurang detail. Sementara metode layanan jasa gambar bangunan yang lebih modern telah tersedia. Dengan cara yang lebih praktis dan hemat.</p>
<h3>2. Desain secara manual</h3>
<p>Layanan ini mulai familiar sejak tahun 60-an. Desainer merancang bangunan menggunakan kertas, pensil, pulpen dan meja gambar khusus. Cara ini merupakan pengembangan dari sketsa. Sebab mampu mengakomodir semua kebutuhan gambar bangunan. Misalnya gambar potongan, keterangan, <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">singkatan dan kode</a> gambar, hingga detail-detail konstruksi.</p>
<p>Namun demikian, kekurangan layanan jasa gambar bangunan seperti ini adalah tampilan gambar masih hitam putih. Sama dengan sket tangan. Warna hitam yang dimaksud adalah wujud desain yang tertuang dalam kerta gambar. Sedangkan warna putih adalah kertas gambar itu sendiri.</p>
<h3>3. Gambar Autocad</h3>
<p>Produk jasa arsitek selanjutnya berkembang dengan memanfaatkan kecanggihan <a href="https://brainly.co.id/tugas/16337497#:~:text=Manusia%20dapat%20lebih%20mudah%20untuk,berbagai%20dokumen%20penting%20yang%20diperlukan.">komputer</a>. Dimulai sejak tahun 90-an, sketsa dan gambar manual sudah mulai ditinggalkan. Dan tergantikan oleh komputerisasi. Maka dari itu, semua arsitek masa kini mengandalkan komputer untuk membuat gambar bangunan.</p>
<p>Salah satu software yang terbaik untuk membuat gambar bangunan adalah Autocad. Dengan menggunakan media ini, selain menghemat waktu, ukuran bangunan juga akurat, serta berwarna. Sehingga secara keseluruhan penyajian desain jauh lebih cantik dan menarik. Dibanding layanan jasa gambar bangunan sebelumnya.</p>
<h3>4. Gambar 3D</h3>
<p>Berkembangnya program komputer membawa dampak yang positif terhadap peningkatan pelayanan jasa. Kalau sebelumnya hanya mengandalkan gambar 2D. Sekarang setiap desain bangunan tidak lengkap rasanya kalau tidak memiliki gambar 3D.</p>
<p>Positifnya bagi penjual jasa adalah semakin banyaknya produk yang bisa ditawarkan kepada masyarakat. Sementara itu, para pengguna jasa semakin dimanjakan dengan adanya tampilan bangunan yang menyerupai wujud asli bangunan. Meskipun masih diatas kertas. Gambar 3D adalah seperti contoh berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3800 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-bertingkat-300x196.jpg" alt="Dinding bangunan yang terbuat dari bata ringan" width="300" height="196" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-bertingkat-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-bertingkat.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>5. Jasa animasi</h3>
<p>Tak berhenti sebatas gambar 3D. Layanan jasa gambar bangunan akhir-akhir ini dalam bentuk animasi juga sudah banyak. Keunggulan metode ini adalah mampu menampilkan bangunan dalam bentuk video. Sehingga wujud bangunan dari segala penjuru terlihat dengan jelas. Bahkan objek-objek yang ada disekitar bangunan. Pun dapat ditayangkan seakan-akan dalam keadaan hidup. Atau berwujud seperti asli.</p>
<h3>6. Gambar arsitek</h3>
<p>Istilah gambar arsitek adalah merujuk pada figur yang membuat desain bangunan. Yaitu mereka yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana, atau lebih. Mengapa layanan ini harus dibedakan?. Jawabnya seperti ini. Tidak hanya arsitek yang bisa membuat gambar bangunan. Melainkan semua orang. Bahkan yang tidak ber-sekolah pun memungkinkan. Asalkan mahir menggunakan komputer, meja gambar atau sketsa.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan ketepatan (kualitas) desain?. Hal inilah yang membedakan layanan jasa gambar bangunan dari seorang arsitek, atau bukan. Hemat kami, sejauh telah terjadi kesepakatan (kerjasama) antara pembeli dan penjual jasa. Tidak masalah kalau desain bangunan diserahkan kepada yang bukan arsitek.</p>
<h3>7. Gambar teknik</h3>
<p>Gambar teknik bangunan lebih menjurus pada detail konstruksi. Atau lebih sering disebut gambar kerja (shop drawing). Jasa gambar seperti ini banyak ditawarkan oleh lulusan SMK bangunan. Atau sering disebut dengan drafter.</p>
<p>Adapun objek gambar yang dikembangkan adalah mengacu pada gambar rancangan yang telah ada sebelumnya. Itu artinya, gambar ini dibutuhkan ketika proses konstruksi telah mulai. Hal itu pula membuka peluang. Bahwa layanan jasa gambar bangunan terbagi menjadi 2 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Menjadi satu kesatuan dengan perencanaan desain bangunan, atau</li>
<li>Terpisah dari gambar rencana yang ada. Dalam hal ini, berarti orang yang membuat gambar kerja bisa saja berbeda dengan orang merancang bangunan.</li>
</ol>
<h3>8. Jasa gambar IMB (PBG)</h3>
<p>Mengurus PBG (Persetujuan Mendirikan Gedung) membutuhkan dokumen yang lengkap. Salah satunya adalah gambar bangunan. Maka dari itu, banyak jasa yang menawarkan pembuatan gambar PBG. (PBG adalah pengganti IMB).</p>
<p>Tak tanggung-tanggung. Dan bukan rahasi lagi. Pihak internal instasi juga menawarkan jasa yang sama. Entah hal ini menyalahi aturan (kode etik), yang jelas masyarakat lebih banyak memilih mereka. Daripada layanan jasa gambar bangunan swasta. Karena dianggap akan memudahkan persetujuan bangunan.</p>
<h3>9. Gambar rumah tinggal</h3>
<p>Jasa gambar rumah tinggal dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Gambar rumah minimalis</li>
<li>Gambar rumah modern</li>
<li>Type minimalis modern</li>
<li>Rumah 1 lantai</li>
<li>2 lantai. Dan seterusnya.</li>
</ol>
<p>Klasifikasi layanan jasa gambar adapula menurut luas tanah dan bangunan. Misalnya desain rumah tinggal type 36/90. Arti kode ini adalah seperti berikut; 36 = Luas bangunan. 90 = Luas tanah/kapling. Dalam hal ini perhitungan biaya jasa umumnya mengacu pada luas bangunan saja. Adapun fasilitas yang terdapat dalam lingkungan bangunan. Seperti pagar, tower air dan taman. Adalah sebagai bonus bagi pemilik bangunan.</p>
<h3>10. Gambar bangunan non gedung</h3>
<p>Layanan jasa gambar bangunan non gedung sedikit berbeda dengan rumah tinggal. Sebab fungsi bangunan sangat beragam. Dan jelasnya, tidak untuk hunian. Contoh bangunan non gedung seperti berikut:</p>
<ol>
<li><a href="https://arsitekta.com/53-istilah-dan-singkatan-yang-terdapat-pada-pekerjaan-konstruksi-jalan-dan-jembatan/">Konstruksi jalan</a> dan jembatan</li>
<li>Bendungan dan irigasi</li>
<li>Dermaga</li>
<li>Reklamasi pantai</li>
<li>Dan sebagainya.</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4025 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pemsangan-plat-buhul-pada-konstruksi-jembatan-300x200.jpg" alt="Contoh pemasangan plat buhul pada rangka jembatan yang terbuat dari baja WF (Sumber: Fixabay.om)" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pemsangan-plat-buhul-pada-konstruksi-jembatan-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pemsangan-plat-buhul-pada-konstruksi-jembatan.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Selain membutuhkan keahlian khusus, pekerjaan non gedung sering berada pada lokasi-lokasi yang ekstrim. Dan berhubungan langsung dengan alam bebas. Maka dari itu, harus ditangani oleh arsitek yang spesialis.</p>
<h3>11. Jasa gambar bangunan Semarang</h3>
<p>&#8220;Semarang&#8221; disini kami buat sebagai contoh wilayah domisili arsitek. Yang berarti juga mengharapkan pelanggan yang berada di kota Semarang, dan sekitarnya. Setidaknya sebagai prioritas utama. Namun bukan berarti tidak melayani pelanggan dari kota lain.</p>
<p>Menyertakan tempat layanan jasa gambar bangunan sangat penting. Karena klien lebih suka menggunakan jasa arsitek yang se-daerah, daripada yang di luar kota. Alasannya, karena komunikasi lebih mudah. Serta bisa dilakukan dengan cara tatap muka. Sehingga proses desain menjadi lancar, serta sesuai harapan pelanggan.</p>
<h2>Cara memilih jasa gambar yang bagus di internet</h2>
<p>Pelanggan yang hendak menggunakan jasa perencana bangunan. Sebaiknya mengetahui alat gambar bangunan yang digunakan. Semakin canggih alat tersebut, memungkinkan sekali hasilnya akan lebih bagus. Namun, hal itu belum pasti iya!. Sebab tergantung yang mengoperasikan alat.</p>
<p>Guna mengetahui layanan jasa gambar bangunan berkualitas atau tidak, caranya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Minta contoh desain bangunan yang telah dibuat</li>
<li>Tanyakan berapa lama pembuatan gambar</li>
<li>Jumlah team yang terlibat,</li>
<li>Biaya jasa gambar tersebut.</li>
</ol>
<p>Selain menggunakan 4 <a href="https://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JRL/article/view/1885/1591">barometer</a> ini. Anda juga bisa mengambil kesimpulan, apakah jasa yang ditawarkan sesuai harapan, atau tidak. Dengan cara konsultasi langsung dengan sang arsitek. Misalnya, menanyakan model rumah yang cocok untuk kavling Anda. Atau jumlah kamar tidur yang pantas untuk kavling tersebut.</p>
<h2>[Penutup] Peluang bisnis gambar bangunan online dan persaingan yang ketat</h2>
<p>Memiliki usaha adalah impian hampir semua orang. Terlebih lagi, kalau usaha tersebut sudah jalan. Dan memiliki langganan tetap. Jasa gambar bangunan adalah contoh usaha yang menjanjikan. Selain pangsa pasar yang luas, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Juga akan tetap dibutuhkan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Satu lagi. Penting Anda ketahui. Selain 11 poin diatas, masih terkait dengan gambar desain. Ternya masih ada peluang bisnis yang lain. Yaitu jasa hitung RAB, dan hitung kekuatan struktur bangunan. Menjanjikan sekali bukan?.</p>
<p>Namun, tidak dipungkiri pula. Seiring dengan perkembangan <a href="https://arsitekta.com/13-teknologi-baru-ini-ternyata-paling-berguna-untuk-proyek/">teknologi</a>. Persaingan jasa gambar belakangan ini semakin ketat. Tambah lagi, pelanggan masih cenderung memilih harga yang terendah. Bukan berdasarkan track record sang arsitek. Sehingga terkesan mengabaikan kualitas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi arsitek ternama. Apakah tetap membuka layanan jasa gambar bangunan secara online (terbuka), atau dengan metode lain.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/">11 Jenis Layanan Jasa Gambar Bangunan yang Bisa Anda Dapatkan Secara Online</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gambar Arsitektur Rumah Tinggal dan Jenis Pekerjaannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/gambar-arsitektur-rumah-tinggal-dan-jenis-pekerjaannya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/gambar-arsitektur-rumah-tinggal-dan-jenis-pekerjaannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 19:14:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur rumah tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[gambar arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar dan jenis pekerjaan arsitektur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3706</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi teman-teman yang ingin membangun rumah tinggal. Perlu mengetahui esensi gambar arsitektur rumah. Tujuannya agar gambar yang Anda pesan tidak mubazir. Begitu juga bagi rekan-rekan arsitek pemula. Penting memahami jenis-jenis gambar yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Agar biaya jasa yang Anda tawarkan, untuk membuat gambar desain bangunan selalu kompetitif. Dengan demikian, anda akan mendapat order [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gambar-arsitektur-rumah-tinggal-dan-jenis-pekerjaannya/">Gambar Arsitektur Rumah Tinggal dan Jenis Pekerjaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi teman-teman yang ingin <a href="https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/">membangun rumah</a> tinggal. Perlu mengetahui esensi gambar arsitektur rumah. Tujuannya agar gambar yang Anda pesan tidak mubazir. Begitu juga bagi rekan-rekan arsitek pemula. Penting memahami jenis-jenis gambar yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Agar biaya jasa yang Anda tawarkan, untuk membuat gambar desain bangunan selalu kompetitif. Dengan demikian, anda akan mendapat order yang banyak.</p>
<h2><strong>Pengertian dan jenis gambar arsitektur rumah</strong></h2>
<p>Gambar arsitektur rumah artinya sekumpulan gambar desain bangunan rumah, yang dirancang oleh arsitek, dengan cara mengkombinasikan antara seni dan ilmu bangunan. Gambar arsitektur rumah dapat dibedakan menjadi 2 kelompok. Yaitu menurut cara pembuatan, serta menurut tampilan gambar.</p>
<h3><strong>1. Cara membuat gambar desain bangunan</strong></h3>
<p>Gambar arsitektur ditinjau dari cara pembuatan, terdiri dari 2 macam. Yaitu gambar manual, dan gambar komputer. Gambar manual artinya desain bangunan yang dibuat secara manual <em>(free hand)</em> diatas kertas gambar, Dengan menggunakan alat-alat gambar manual, seperti pensil gambar, penggaris, kertas gambar dan sebagainya. Sementara yang dimaksud dengan gambar komputer adalah gambar bangunan yang dibuat dengan cara menggunakan program komputer. Seperti <em>Autocad</em>, <em>Skets Up,</em> Lumion dan lain-lain.</p>
<p>Dibandingkan dengan metode manual. Gambar arsitektur rumah yang dibuat dengan komputer hasilnya lebih bagus, Sangat akurat dan proporsi. Selain itu, proses pengerjaannya pun cepat. Maka tak heran, akhir-akhir ini cara manual sudah ditinggalkan.</p>
<h3><strong>2. Tampilan gambar arsitektur selalu bagus</strong></h3>
<p>Berdasarkan tampilan, atau <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">penyajian gambar</a> bangunan. Gambar arsitektur rumah harus selalu bagus. Maka penyajiannya setidaknya terdiri 3 macam. Yaitu gambar 2D, gambar 3D dan Animasi, atau 4 dimensi. Penjelasan mengenai jenis-jenis gambar tersebut. Silahkan teman-teman baca dalam tautan tadi.</p>
<p>Pertanyaan. Apakah semua gambar tersebut dibutuhkan saat membangun rumah?. Jawabnya. Gambar bangunan yang berbentuk 2D, adalah harus. Sedangkan gambar 3D. Cukup perspektif tampak depan, serta tampak samping kanan, dan kiri. Dengan gambar perspektif tersebut wujud bangunan telah terlihat jelas. Oleh sebab  itu, tidak perlu gambar animasi. Sebab biaya untuk membuat gambar 3D sudah mahal. Apalagi animasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Esensi gambar desain arsitektur pada proyek</strong></h2>
<p>Selain sebagai visualisasi tampak akhir (setelah bangunan selesai). Gambar arsitektur berguna untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan. Sampai disini, mungkin teman-teman bertanya mengenai esensi gambar/pekerjaan struktur. Sabar. Dalam artikel berikutnya, penulis akan menjelaskan tentang perbedaan gambar arsitektur dan struktur.</p>
<p>Sebenarnya tidak hanya gambar struktur. Ada lagi yang disebut dengan gambar mekanik dan elektrikal. Jadi, setidaknya ada 3 jenis gambar yang Anda butuhkan, untuk melaksanakan proyek bangunan. Yakni gambar arsitektur, gambar struktur dan MEP (Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing). Namun demikian, tulisan ini konsen tentang gambar arsitektur rumah tinggal.</p>
<h2><strong>Jenis-jenis pekerjaan arsitektur pada bangunan rumah tinggal</strong></h2>
<p>Pekerjaan arsitektur sering juga disebut pekerjaan arsitektural, atau pekerjaan finishing. Artinya adalah kegiatan pemasangan material dengan tujuan agar tampilah bangunan jadi cantik, dan menarik.</p>
<p>Pekerjaan arsitektur dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian. Seperti tertera pada gambar. Yaitu berdasarkan jenis bahan, dan elemen bangunan. Hal ini berlaku bukan hanya pada rumah tinggal. Namun seluruh <a href="https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/">bangunan gedung.</a></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3708 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Jenis-pekerjaan-arsitektur-300x178.jpg" alt="[Diagram] Jenis gambar dan pekerjaan arsitektur bangunan" width="300" height="178" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Jenis-pekerjaan-arsitektur-300x178.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Jenis-pekerjaan-arsitektur.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>a. Pekerjaan arsitektural berdasarkan jenis bahan</strong></h3>
<p>Antara lain:</p>
<ol>
<li>Pekerjaan keramik</li>
<li>Pekerjaan Alumunium</li>
<li>ACP <em>(Alumunium Composite Panel)</em></li>
<li>Pekerjaan gypsum</li>
<li>Pekerjaan kaca</li>
<li>Kayu</li>
<li>Dan pekerjaan cat</li>
</ol>
<p>Penting diketahui. Baja profil sebenarnya bisa tergolong dalam pekerjaan finishing. Dengan catatan, pemasangan material baja tersebut terlihat dari luar bangunan. Contoh kanopi baja, teralis, <a href="https://arsitekta.com/7-bentuk-tangga-besi-ini-pasti-sering-anda-temui-setiap-saat/">tangga besi</a> dan sebagainya. Namun, karena baja identik dengan pekerjaan struktur. Maka jarang disebut dalam gambar arsitektur rumah.</p>
<h3><strong>b. Pekerjaan arsitektur menurut elemen bangunannya</strong></h3>
<p>Elemen bangunan yang menjadi tampilan akhir, dan termasuk sebagai pekerjaan arsitektur adalah:</p>
<ol>
<li>Dinding,</li>
<li>Lantai,</li>
<li>Pintu/jendela,</li>
<li>Teralis jendela</li>
<li>Tangga dan railing</li>
<li>Kanopi</li>
<li>Langit-langit (plafon),</li>
<li>Dan segala jenis komponennya.</li>
</ol>
<h2><strong>Kaitan dan manfaat pengelompokan pekerjaan arsitektural</strong></h2>
<p>Pada dasarnya jenis-jenis pekerjaan arsitektur, baik yang berdasarkan jenis bahan, maupun elemen pada bangunan adalah saling berkaitan. Contoh pekerjaan keramik. Kegiatan ini merujuk pada 2 jenis elemen bangunan, yaitu lantai dan dinding. Sebab kegunaan keramik hanya untuk dinding, dan lantai bangunan saja. Contoh yang lain, sebut saja pintu atau jendela. Pilihannya ada 2. Menggunakan material kayu, atau alumunium.</p>
<p>Singkatnya, pengelompokan pekerjaan arsitektur bertujuan untuk memudahkan orang membaca gambar. Hal tersebut terjadi karena faktor kebiasaan pada saat memberi keterangan gambar bangunan. Dan perlu Anda ketahui. Tidak semua arsitek menggunakan cara yang sama. Adakalanya arsitek membuat keterangan gambar berdasarkan jenis bahan. Namun ada pula yang berdasarkan jenis elemen.</p>
<h2><strong>Desain arsitektur rumah yang minimalis dengan biaya murah</strong></h2>
<p>Sesuai objek yang akan dibangun. Adalah sebuah rumah tinggal minimalis. Maka jasa untuk membuat gambar seharusnya minim juga, bukan?. Logikanya demikian. Namun, caranya bagaimana?. Ikuti langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Sebelum Anda menunjuk seorang arsitek. Buat dulu daftar ruang, yang Anda butuhkan. Syukur-syukur beserta sket/denah ruang.</li>
<li>Ukur lahan (lokasi bangunan) yang Anda miliki. Berikut beberapa <a href="https://www.merdeka.com/jatim/referensi-adalah-suatu-informasi-yang-dijadikan-rujukan-ketahui-4-tujuannya-kln.html">photo referensi.</a></li>
<li>Sepakati dengan keluarga berapa budget yang Anda siapkan untuk membuat gambar arsitektur rumah.</li>
<li>Gunakan jasa arsitek yang Anda kenal. Yang direferensikan oleh teman/kerabat. Atau dari internet yang memiliki <em>track record</em></li>
<li>Sampaikan secara terus terang tentang <em>budget</em> yang Anda miliki. Agar sang arsitek tidak memberlakukan harga standar. Namun, jangan harap sang arsitek percaya begitu saja. Dari luas bangunan Dia tahu loh, berapa harga yang pantas (netto) Anda bayar. Hehe.. Oleh sebab itu, harus jujur. Kalau tidak. Pasti sang arsitek menolak.</li>
<li>Hindari <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">revisi gambar berulang-ulang.</a> Karena hal tersebut memakan waktu yang lama. Dan sering mengakibatkan biaya jasa arsitek bertambah</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Karakteristik gambar arsitektur dan kelemahannya</strong></h2>
<p>Bagi pemula, serta masyarakat umum, yang ingin menambah pengetahuan tentang gambar bangunan. Khususnya mengenai gambar arsitektur rumah. Ciri-cirinya ada 4, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mengutamakan estetika, keselarasan, serta proporsi</li>
<li>Keterangan gambar, maupun notasi/ukuran tergolong minim,</li>
<li>Gambar detail pekerjaan arsitektur pada umumnya kurang lengkap</li>
<li>Jumlah gambar relatif sedikit dibanding gambar struktur</li>
</ol>
<p>Oleh karakteristik demikian. Gambar arsitektur memiliki kelemahan, yaitu tidak bisa dijadikan pedoman untuk melaksanakan pembangunan rumah. Melainkan harus bersama-sama dengan gambar struktur. Maka dari itu, dari awal ditegaskan. Bahwa membangun rumah sebaiknya memiliki 3 jenis gambar bangunan. Apa saja itu?. Silahkan <em>scrool</em> kembali ke tengah halaman.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gambar-arsitektur-rumah-tinggal-dan-jenis-pekerjaannya/">Gambar Arsitektur Rumah Tinggal dan Jenis Pekerjaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/gambar-arsitektur-rumah-tinggal-dan-jenis-pekerjaannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencegah Revisi Gambar Bangunan Agar Tidak Berulang Caranya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2021 23:44:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain]]></category>
		<category><![CDATA[gambar detail]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah revisi gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[revisi gambar]]></category>
		<category><![CDATA[revisi gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3374</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat merancang bangunan pasti terjadi revisi. Makin sulit bangunan yang Anda gambar, kemungkinan untuk melakukan revisi akan makin sering. Apakah hal itu perlu diantisipasi?. Tentu. Seorang arsitek harus mampu mencegah revisi gambar bangunan, agar tidak terjadi terlalu sering dan berulang-ulang. Pada satu proyek. Caranya bagaimana?. Temukan penjelasannya dalam artikel ini. Pengertian dan dampak revisi gambar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">Mencegah Revisi Gambar Bangunan Agar Tidak Berulang Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3376 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan-300x203.jpg" alt="Pentingnya upaya mencegah revisi gambar bangunan sejak awal, agar tidak terjadi berulang-ulang" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan-300x203.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Saat merancang bangunan pasti terjadi revisi. Makin sulit bangunan yang Anda gambar, kemungkinan untuk melakukan revisi akan makin sering. Apakah hal itu perlu diantisipasi?. Tentu. Seorang arsitek harus mampu mencegah revisi<a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya-pada-proyek/"> gambar bangunan,</a> agar tidak terjadi terlalu sering dan berulang-ulang. Pada satu proyek. Caranya bagaimana?. Temukan penjelasannya dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Pengertian dan dampak revisi gambar bangunan yang berulang-ulang</strong></h2>
<p>Revisi gambar bangunan adalah proses mengulang atau merubah gambar bangunan, yang sebelumnya telah selesai. Mengulang dalam hal ini, artinya mengganti seluruh gambar yang telah jadi, dengan rancangan yang baru. Sedangkan merubah, artinya menggambar ulang beberapa bagian bangunan dengan model yang baru.</p>
<p>Maka dari itu, sejak awal menerima tugas. Anda wajib mencegah revisi gambar bangunan agar tidak berulang-ulang. Sebab dampaknya sangat besar. Dengan adanya revisi, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gambar pasti molor. Atas kejadian tersebut berarti Anda sudah rugi waktu.</p>
<p>Selain itu, sering menjadi terbawa emosi. Terutama jika sudah terjadi terus-menerus. Dan tidak ada kejelasan soal biaya tambahan untuk jasa gambar. Kesabaran seseorang dalam situasi seperti ini pasti goyah. Sehingga terbawa emosi, dan akhirnya tidak fokus pada tugas.</p>
<h2><strong>Penyebab terjadi revisi desain berulang-ulang</strong></h2>
<p>Ada 6 faktor penyebab proses desain bangunan berulang-ulang, yaitu:</p>
<ol>
<li>Ukuran gambar tidak akurat. Atau tidak sesuai lapangan.</li>
<li>Informasi dan keterangan pada gambar desain tidak lengkap</li>
<li>Adanya perubahan bentuk, fungsi/kebutuhan ruang</li>
<li>Perubahan penggunaan <a href="https://arsitekta.com/bahan-bangunan-tahan-api-manfaat-dan-jenisnya-24/">bahan bangunan</a></li>
<li>Tidak berurusan langsung dengan klien. Melainkan melalui perantara.</li>
<li>Meneruskan gambar bagunan yang dibuat oleh orang lain.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara mencegah perubahan gambar bangunan secara berlebihan</strong></h2>
<p>Lalu bagaimana cara mencegah revisi gambar bangunan?. Jangan khawatir. Berikut 5 tips jitu. Agar tidak terjadi secara berlebihan.</p>
<h3><strong>1. Membuat perjanjian berapa kali melakukan revisi</strong></h3>
<p>Hal ini sebaiknya Anda lakukan saat menerima pekerjaan. Yaitu ketika negosiasi biaya <a href="https://arsitekta.com/biaya-jasa-arsitek-model-kerjasama-dan-sistem-pembayaran/">jasa arsitek</a> dengan klien. Dan harus secara tertulis. Pada umumnya batas melakukan revisi gambar, oleh permintaan klien adalah 3x. Selebihnya dianggap melebihi perjanjian.</p>
<h3><strong>2. Mendata dan mengukur lokasi bangunan secara benar</strong></h3>
<p>Sebelum mulai proses desain. Anda wajib survei, mengukur dan mengumpul data tentang <a href="https://arsitekta.com/18-data-lokasi-proyek-bangunan-yang-berguna-untuk-proses-desain/">lokasi proyek bangunan.</a> Makin lengkap data-data yang Anda peroleh dari lapangan, memperkecil kemungkinan melalukan revisi gambar berulang-ulang.</p>
<h3><strong>3. Membuat desain dengan seksama dan detail</strong></h3>
<p>Saat melakukan perancangan. Buatlah desain bangunan yang lengkap dan detail. Keterangan, kode dan singkatan-singkatan pada gambar juga harus jelas. Demikian juga tentang penggunaan skala, satuan pada ukuran, serta dimensi material. Singkatnya, untuk mencegah revisi gambar bangunan, paling penting Anda lakukan pada tahap ini.</p>
<h3><strong>4. Menjadi konsultan bangunan yang profesional</strong></h3>
<p>Harapan klien melibatkan arsitek dalam proses pembangunan, adalah bisa menjadi konsultan yang profesional. Artinya mampu memberi masukan, sekaligus solusi atas: 1].keinginan, 2].kebutuhan, dan 3].kemampuan <a href="https://www.akseleran.co.id/blog/finansial-adalah/">finansial klien.</a> 3 hal ini sering menyebabkan revisi gambar secara berulang-ulang.</p>
<h4><strong>a. Mencegah keinginan klien yang berlebihan</strong></h4>
<p>Hal ini umumnya berkaitan dengan penggunaan material. Sangat wajar jika klien memilih bahan bangunan yang berkualitas tinggi. Namun dalam memilih bahan, pertimbangannya tidak hanya tampilan. Tapi keserasian, serta fungsi bahan juga penting. Oleh sebab itu, Anda harus mampu menjadi penengah antara keinginan klien dan kebutuhan.</p>
<h4><strong>b. Antisipasi perubahan kebutuhan ruang</strong></h4>
<p>Kebutuhan ruang sebuah bangunan sering berubah, karena adanya permintaan tambahan dari klien. Umumnya terjadi pada bangunan gedung. Dan terutama <a href="https://arsitekta.com/keuntungan-membangun-rumah-sendiri-dan-persiapannya/">rumah pribadi.</a> Walau sebelumnya sudah <em>deal.</em> Maka dari itu, wajib memberi masukan kepada klien. Apakah penambahan ruang memang perlu, atau tidak?. Bagaimana urgensi dan dampaknya?.  Dengan demikian secara tidak langsung Anda telah mencegah revisi gambar bangunan.</p>
<h4><strong>c. Antisipasi anggaran biaya yang tidak wajar </strong></h4>
<p>Menjadi arsitek profesional artinya mampu menjangkau bagaimana kemampuan klien untuk biaya pembangunan. Bukan sekedar mengikuti keinginan klien, tapi tidak memikirkan ketersediaan dana. Apalagi bagi yang menerapkan sistem komisi (fee). Dengan pertimbangan, makin besar <a href="https://arsitekta.com/anggaran-biaya-membangun-rumah-type-36-termurah-90-juta/">anggaran biaya</a> pembangunan, maka biaya jasa arsitek juga besar. Hal ini sebaiknya kesampingkan.</p>
<h3><strong><em>5. Approval</em></strong><strong> gambar lebih sering kepada owner</strong></h3>
<p>Semakin sering Anda mengajukan persetujuan gambar (aprroval) kepada klien. Maka klien tahu perkembangan proses perancangan desain bangunan. Sebaiknya mulai dari awal. Dan tahap demi tahap. Misalnya gambar denah ruangan. Kemudian gambar tampak. Setelah itu potongan, dan seterusnya. Maka hal itu dapat mencegah revisi gambar bangunan. Jika terpaksa, paling sekedar perubahan kecil. Misal, merubah keterangan tentang bahan yang digunakan.</p>
<h2><strong>Solusi jika terpaksa melakukan revisi gambar melebihi perjanjian</strong></h2>
<p>Salah siapa?. Dan pertanggungjawabannya bagaimana?. Kedua belah pihak. Arsitek atau pemberi tugas (klien) harus sama-sama bertanggungjawab. Jika revisi gambar terjadi karena kesalahan arsitek, maka Ia yang menanggung resikonya. Sebaliknya, bila klien yang salah, maka Ia pun wajib profesional.</p>
<p>Berikut 3 solusi jitu, jika terpaksa melalukan revisi gambar. Dan melebihi kesepakatan dalam perjanjian, yaitu:</p>
<ol>
<li>Meminta tambahan biaya gambar. Contoh, setiap melakukan revisi jasanya berapa. Dengan demikian, selanjutnya tidak ada batasan lagi bila klien ingin ini dan itu. Terserah Dia. Yang penting mau bayar. Namun dalam hal ini, jangan sampai materialistis. Tapi tetap jadi <a href="https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/">arsitek sejati</a> dan profesional.</li>
<li>Antisipasi dan tambahan waktu.  Setiap ada revisi minta perpanjangan waktu. Misal, untuk 1 gambar revisi butuh waktu 1 minggu. Tergantung tingkat kesulitan revisi. Maka dari itu, biaya untuk merubah gambar yang satu, dengan yang lain kemungkinan beda. Demikian juga pertambahan waktu.</li>
<li>Duduk bersama. Untuk beberapa hal yang sifatnya sensitif dan urgen. Komunikasi dengan klien adakalanya harus tatap muka. Jadi jangan paksakan <a href="https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/padanan-istilah-online-dan-offline">secara online.</a> Termasuk untuk membicarakan tambahan biaya, dan waktu menyelesaikan gambar bangunan, karena terjadinya revisi.</li>
</ol>
<h2><strong>Upaya untuk mendapat tugas desain dari <em>Owner</em></strong></h2>
<p>Sangat sulit mencegah revisi gambar bangunan, bila job Anda terima melalui perantara. Bukan dari sang Owner (pemilik bangunan) langsung. Sebab perantara sangat jarang yang bersedia mempertemukan dengan pemilik bangunan. Penyebab paling utama, adalah agar si-perantara dapat mengendalikan biaya jasa arsitek. Sejauh ini tidak masalah. Asal biaya jasa masih wajar, dan pembayaran lancar. Oke-oke saja.</p>
<p>Pada kondisi seperti ini. Kendalanya timbul adalah saat mulai asistensi gambar. Maka semua harus melalui sang perantara. Sementara Dia belum tentu mampu mempelajari, <a href="https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/">mengidentifikasi gambar,</a> serta menjelaskan kepada pemilik bangunan. Celaka bukan?. Bakal terjadi revisi gambar berulang-ulang.</p>
<h2><strong>[Penutup] Tingkat kesulitan revisi tergantung jenis gambar dan bangunan</strong></h2>
<p>Proses revisi gambar rencana, gambar tender, gambar konstruksi, <em>shop drawing</em> dan <em>as built drawing</em> berbeda-beda. Masing-masing punya tingkat kesulitan. Dan tergantung jenis bangunan. Perlu Anda ingat pula, adakalanya mendapat tugas untuk meneruskan gambar, yang sudah ada sebelumnya. Alias gambar yang dibuat orang lain. Umumnya adalah untuk jenis gambar kerja dan gambar jadi (as built drawing). Dan biasanya berhubungan dengan kontraktor.</p>
<p>Namun demikian, apaun jenis gambar, 5 tips jitu diatas sangat ampuh, mencegah terjadinya revisi yang tidak wajar. Demikian penjelasan mengenai cara mencegah revisi gambar bangunan. Jika Anda membutuhkan Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja. Silahkan menghubungi kami melalui tombol <em>Whatsapp</em> ini. Atau email <a href="mailto:infoteknik@arsitekta.com">infoteknik@arsitekta.com</a>. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">Mencegah Revisi Gambar Bangunan Agar Tidak Berulang Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mempelajari Gambar Bangunan Agar Mudah Mengerti Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2021 13:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[cara mempelajari gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan pada gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[mempelajari gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang tidak tahu cara mempelajari gambar bangunan yang benar dan tepat. Benar artinya mampu memahami seluruh isi gambar, sesuai tujuan dan fungsi gambar. Sedangkan tepat artinya adalah membaca gambar dengan metode, serta media yang memang sudah seharusnya. Cukup rumit?. Sebenarnya tidak. Asalkan ada kemauan, tentu disitu ada jalan. Oke sobat, langsung saja pada topik. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/">Cara Mempelajari Gambar Bangunan Agar Mudah Mengerti Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3226 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat-300x197.jpg" alt="Pentingnya memahami cara mempelajari gambar bangunan secara benar dan tepat" width="300" height="197" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat-300x197.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Gambar-potongan-bangunan-rumah-tinggal-bertingkat.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Banyak orang tidak tahu cara mempelajari gambar bangunan yang benar dan tepat. Benar artinya mampu memahami seluruh isi gambar, sesuai tujuan dan fungsi gambar. Sedangkan tepat artinya adalah membaca gambar dengan metode, serta media yang memang sudah seharusnya. Cukup rumit?. Sebenarnya tidak. Asalkan ada kemauan, tentu disitu ada jalan. Oke sobat, langsung saja pada topik.</p>
<h2><strong>Persiapan mempelajari gambar</strong></h2>
<p>Guna memudahkan anda memahami gambar-gambar bangunan. Hal non teknis yang perlu anda persiapkan, anta lain:</p>
<ol>
<li>Mencari tahu jenis gambar yang anda pelajari. Apakah gambar bestek, gambar tender, gambar konstruksi, <em>shop drawing</em> atau <em>as built drawing.</em></li>
<li>Menetapkan tujuan anda mempelajari gambar. Apakah hanya sekedar <a href="https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/">identifikasi gambar,</a> untuk menghitung anggaran, atau untuk pelaksanaan pekerjaan.</li>
<li>Mengetahui jenis proyek konstruksi. Misalnya rumah tinggal, gudang, bendungan atau pembangunan terminal bis, dan sebagainya.</li>
<li>Mengetahui jenis pekerjaan bangunan. Antara lain pekerjaan persiapan, struktur, instalasi, arsitektur serta pekerjaan lanskap.</li>
<li>Menyiapkan perlengkapan membaca gambar. Misalnya kaca pembesar, penggaris, buku catatan dan alat tulis.</li>
</ol>
<h2><strong>Langkah-langkah mempelajari gambar tender</strong></h2>
<p>Gambar tender salah satu jenis gambar bangunan yang harus anda pelajari dengan seksama. Disebut gambar tender karena untuk tujuan pelaksanaan tender (lelang) proyek. Salah satu <a href="https://arsitekta.com/58-jenis-dokumen-proyek-lengkap-dengan-fungsi-kegunaan/">dokumen tender</a> proyek adalah penawaran harga. Sementara penawaran tersebut, anda buat harus berdasarkan gambar tender. Dan bagus tidaknya penawaran harga anda, selain tergantung pada kelengkapan gambar. Juga dari cara mempelajari gambar bangunan.</p>
<p>Oke teman-teman, sementara tahan dulu sampai disini. Saat ini media elektronik, khusunya <em>smartphone</em>. Sering dimanfaatkan untuk mengirim, sekaligus untuk mempelajari gambar. Jadi bukan dalam bentuk cetak saja. Maka pembahasan mengenai topik, akan kami mulai dari alat elektronik ini.</p>
<h3><strong>1. Tips membaca gambar dalam bentuk <em>file</em></strong></h3>
<p>Bila gambar dalam bentuk file, misalnya dalam smartphone atau komputer/laptop sekalipun. Sebaiknya tujuannya bukan untuk melakukan perhitungan, yang berkaitan dengan anggaran biaya. Sebab rawan keliru. Melainkan untuk pengawasan proyek, atau sekedar menghitung kebutuhan material. Namun kami menyarankan, bila anda masi buta mengenai gambar. Atau baru pertama sekali anda mempelajari gambar tersebut. Sebaiknya tidak usah. Karena pasti kurang efektif.</p>
<h4><strong>a. Gambar bangunan dalam <em>smartphone</em></strong></h4>
<p>Selain dalam bentuk <a href="https://www.brilio.net/wow/7-cara-menggabungkan-file-pdf-jadi-satu-cepat-dan-mudah-1911126.html"><em>file Pdf</em>,</a> gambar bangunan dengan bentuk asli <em>(file AutoCAD),</em> sudah dapat anda buka dalam smartphone. Cara mempelajari gambar bangunan yang berada dalam alat komunikasi ini, agar mudah anda pahami adalah:</p>
<ol>
<li>Pilih halaman/gambar yang hendak anda baca,</li>
<li>Gambar anda perbesar sedikit demi sedikit, untuk menemukan objek yang dikehendaki.</li>
<li>Buat catatan mengenai gambar yang anda pelajari.</li>
<li>Silahkan <em>screenshot</em> objek tersebut, agar menjadi bentuk <em>file Jpg/Jpeg.</em></li>
</ol>
<h4><strong>b. Gambar bangunan yang berada dalam komputer</strong></h4>
<p>Relatif lebih mudah membaca gambar bagunan yang berada dalam komputer/laptop, dari pada yang di <em>smartphone</em>. Karena memiliki layar yang lebih lebar. Agar anda mudah mengerti tentang gambar yang anda mempelajari di komputer/laptop, lakukan tips-tips berikut:</p>
<ol>
<li>Ikuti langkah 1-3 seperti pada <em>smartphone</em>,</li>
<li>Segera cetak<em>/print</em> seluruh gambar tersebut. Agar anda bisa mempelajari lebih detail.</li>
</ol>
<h3><strong>2. Trik mempelajari gambar <em>hard copy</em></strong></h3>
<p>Atau gambar yang sudah dicetak dalam kertas. Adalah satu-satunya cara mempelajari gambar bangunan yang paling tepat. Khusunya bagi pemula dan masih buta bangunan. Dan untuk keperluan apa pun, tujuan anda membaca gambar adalah ok. Langkah-langkahnya, adalah:</p>
<ol>
<li>Mulai membaca gambar dari halaman awal dan secara urut. Awal yang dimaksud disini ada 2 pengertian. Halaman awal dari keseluruhan gambar bangunan. Atau hanya dari salah satu jenis pekerjaan.</li>
<li>Perhatikan satuan ukuran yang digunakan. Umumnya tertera pada kop gambar, atau daftar keterangan. Perlu anda ketahui selain <em>shop drawing</em>, satuan yang digunakan adalah CM (sentimeter).</li>
<li>Pelajari daftar keterangan elemen dan jenis bahan. Pada umumnya terletak pada halaman depan, yaitu setelah daftar isi gambar. Yang dibarengi dengan <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">ragam singkatan</a> atau simbol.</li>
<li>Kembangkan imajinasi anda tentang gambar. Dan cara melakukan pekerjaan, jenis alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Maupun tukang yang melaksanakan pekerjaan.</li>
<li>Posisikan diri anda sebagai orang yang membuat gambar. Agar anda bisa memahami jalan pikiran orang tersebut. Sesungguhnya membaca gambar bukan hanya dari angka-angka atau kata-kata, yang tertera dalam gambar. Melainkan dari ‘roh’ gambar.</li>
<li>Jangan mengeluh/menggerutu bila gambar kurang jelas dan lengkap. Namun bandingkan (cek) dengan gambar detail. Dan jika masih hal yang sama. Maka buatlah catatan tentang gambar.</li>
</ol>
<h2><strong>Tips membaca gambar kerja konstruksi baja</strong></h2>
<p>Selain gambar tender. Jenis gambar bangunan yang perlu anda pelajari secara cermat, adalah gambar kerja <em>(shop drawing)</em>. Karena berkaitan erat dengan pelaksanaan pembangunan, tukang, serta dasar untuk menghitung bahan. Singkatnya, bagus tidaknya kualitas pekerjaan anda dipengaruhi oleh gambar kerja. Oleh karena itu pula, semua jenis pekerjaan diwajibkan memiliki gambar kerja. Termasuk salah satunya adalah pekerjaan konstruksi baja.</p>
<p>Cara mempelajari gambar bangunan, khususnya <em>shop drawing</em> baja. Agar anda cepat paham adalah dengan tips berikut:</p>
<ol>
<li>Pelajari gambar satu persatu. Jangan buru-buru, serta cermati seluruh ukuran dan keterangan pada gambar. Baik yang berada dalam kertas/halaman gambar. Maupun yang ada pada kop gambar.</li>
<li>Usahakan jangan bosan dengan tampilan gambar. Karena memang tidak menarik dan kaku. Karena prioritas gambar kerja bukan pada tampilan, melainkan ketepatan ukuran.</li>
<li>Beri tanda ada gambar yang anda anggap penting. Sekaligus buatlah catatan khusus mengenai gambar tersebut. Dan sebaiknya langsung pada halaman tersebut.</li>
<li>Biasakan diri anda dengan skala yang kecil. Karena dalam gambar kerja terdapat banyak detail-detail. Oleh karena itu agar tampilan gambar detail besar, maka harus menggunakan skala yang kecil. Demikian sebaliknya.</li>
<li>Usahakan menghafal bentuk dan jenis-jenis material <a href="https://arsitekta.com/19-macam-baja-profil-paling-laris-dan-terkenal-di-indonesia/">baja profil.</a> Sehingga walau tanpa membaca keterangannya, anda sudah bisa memahami dari bentuknya.</li>
<li>Membaca gambar tidak cukup sekali. Melainkan 2-3x baru anda benar-benar paham.</li>
<li>Dan bila masih kesulitan. Segera minta bantuan <em>(mentoring)</em> yang sudah profesional.</li>
</ol>
<h2><strong>Dokumen pelengkap untuk mempelajari gambar bangunan</strong></h2>
<p>Sering terjadi dimana <a href="https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/">keterangan gambar</a> kurang jelas. Penyebabnya ada 2 kemungkinan, yaitu: 1].gambar yang terlalu kecil, atau 2].penjelasan mengenai elemen dan material bangunan memang kurang spesifik. Sehingga anda kesulitan memahami gambar. Untuk itu dokumen yang wajib anda siakan adalah <em>BoQ</em> dan RKS bangunan.</p>
<p>Kedua dokumen memang berguna untuk memberi keterangan tambahan pada gambar. Oleh karena itu bila anda ragu dengan penjelasan dalam gambar. Silahkan bandingkan dengan dua dokumen tersebut. Lalu, bagaimana bila tidak memiliki BoQ dan RKS Bangunan?. Jangan khawatir, caranya adalah:</p>
<ol>
<li>Pada gambar beri tanda mengenai hal-hal yang kurang mengerti. Bisa menggunakan stabilo atau spidol warna.</li>
<li>Buatlah daftar pertanyaan secara tertulis. Dan usahakan jangan acak. Melainkan berurutan, yaitu mulai dari halaman depan ke belakang.</li>
<li>Segera ajukan pertanyaan tadi kepada pihak yang berkompeten. Kepada konsultan bangunan atau pimpinan proyek. Bila tidak memungkinkan tatap muka. Melalui daring juga tidak masalah. Intinya, lebih cepat akan lebih baik. Supaya tidak semat lupa.</li>
</ol>
<h2><strong>[Kesimpulan] Rahasia membaca gambar dengan mudah</strong></h2>
<p>Sebenarnya <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya/">gambar bangunan</a> lainnya juga wajib dipelajari. Bukan hanya gambar tender dan <em>shop drawing</em>. Namun mengingat kedua gambar ini rentan terjadi kealahan, serta mengakibatkan kontraktor rugi. Karena gambar tender berkaitan erat dengan penawaran harga. Sedangkan <em>shop drawing</em> adalah pada pengerjaan bangunan. Akan tetapi metode yang sama dapat anda terapkan pada gambar-gambar jenis lain.</p>
<p>Singkatnya, gambar bangunan akan mudah anda mengerti jikalau anda:</p>
<ol>
<li>Paham mengenai satuan dan skala gambar,</li>
<li>Mengetahui jenis-jenis material bangunan,</li>
<li>Familiar dengan singkatan, simbol dan keterangan gambar,</li>
<li>Tidak membaca gambar dalam bentuk file. Khususnya melalui smartphone.</li>
</ol>
<p>Demikian penjelasan mengenai cara mempelajari gambar bangunan. Semoga berguna.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/">Cara Mempelajari Gambar Bangunan Agar Mudah Mengerti Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Identifikasi Gambar Bangunan, Tujuan dan Teknis Pelaksanaan</title>
		<link>https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 11:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar teknik bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi gambar]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3216</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada persepsi yang keliru ditengah-tengah masyarakat tentang gambar bangunan. Masyarakat melakukan identifikasi gambar bangunan dalam lingkup yang sempit. Yaitu sekedar pada tampak bangunan, yang berbentuk 3D atau photo. Seharusnya, adalah pada seluruh gambar yang anda butuhkan untuk proses pembangunan. Mulai dari perencanaan, tender, pelaksanaan pembangunan, hingga masa pemeliharaan, maupun operasi bangunan. Jadi bedanya sangat jauh. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/">Identifikasi Gambar Bangunan, Tujuan dan Teknis Pelaksanaan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3218 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Identifikasi-dan-klasifikasi-gambar-bangunan-300x201.jpg" alt="Mengenal tujuan identifikasi gambar bangunan versi orang-orang proyek" width="300" height="201" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Identifikasi-dan-klasifikasi-gambar-bangunan-300x201.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Identifikasi-dan-klasifikasi-gambar-bangunan.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ada persepsi yang keliru ditengah-tengah masyarakat tentang gambar bangunan. Masyarakat melakukan identifikasi gambar bangunan dalam lingkup yang sempit. Yaitu sekedar pada tampak bangunan, yang berbentuk 3D atau photo. Seharusnya, adalah pada <a href="https://arsitekta.com/23-gambar-anda-perlukan-untuk-membangunan-rumah/">seluruh gambar</a> yang anda butuhkan untuk proses pembangunan. Mulai dari perencanaan, tender, pelaksanaan pembangunan, hingga masa pemeliharaan, maupun operasi bangunan. Jadi bedanya sangat jauh.</p>
<h2><strong>Tujuan melaksanakan identifikasi gambar</strong></h2>
<p>Terkait dengan persepsi tadi. Tulisan ini kami buat mengacu pada perspektif ‘orang-orang bangunan’. Oleh karena itu kemungkinan berbeda dengan pendapat umum. Salah satunya, mengenai tujuan melaksanakan identifikasi. Khalayak umum melihat sebuah gambar bangunan hanya sebagai <em>‘taste and fashion’</em>. Bukan karena kebutuhan pembangunan.</p>
<p>Secara umum identifikasi gambar bangunan bertujuan untuk mengetahui fungsi, serta kegunaan gambar terhadap bangunan. Alasan yang lain adalah karena banyaknya jenis dan bentuk gambar, yang dibutuhkan untuk pelaksanaan suatu proyek. Jumlahnya tidak hanya puluhan. Melainkan mencapai ratusan lembar. Serta adanya tahap-tahap pelaksanaan pembangunan, yang berpengaruh pada status gambar. Mengharuskan dilakukan identifikasi dan pengelompokan.</p>
<h2><strong>Ragam jenis dan bentuk gambar bangunan</strong></h2>
<p>Merangkum dari artikel-artikel sebelumnya. Berdasarkan cara <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">penyajian gambar</a> ada 4 bentuk, yaitu: gambar sketsa <em>(free hand),</em> gambar 2D, 3D, dan 4D atau animasi. Sedangkan jenis gambar bangunan menurut status, sekaligus masa berlakunya, ada 5 macam yaitu: 1].Gambar rencana (bestek), 2].Gambar tender, 3].Gambar konstruksi, 4].Gambar kerja <em>(shop drawing)</em>, dan 5].Gambar jadi <em>(as built drawing)</em>.</p>
<p>Kaitannya dengan identifikasi gambar bangunan dan proses pembangunan. Khususnya untuk bangunan gedung, umumnya terdiri dari 5 tahap (jenis pekerjaan), yaitu:</p>
<ol>
<li>Pekerjaan Persiapan,</li>
<li>Pekerjaan struktur,</li>
<li>Instalasi Mekanikal Elektrikal dan <a href="https://www.indosteger.co.id/berita/detail/plumbing-adalah">Plumbing</a> (MEP)</li>
<li>Pekerjaan arsitektur (finishing bangunan)</li>
<li>Pekerjaan pekarangan (lanskap).</li>
</ol>
<p>Seluruh <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya/">jenis gambar</a> bangunan, karena menjelaskan tentang jenis-jenis pekerjaan. Maka perlu dibedakan antara satu sama lain. Agar memudahkan pembagian tugas pembangunan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3219 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-ragam-jenis-bentuk-gambar-dan-pekerjaan-bangunan-300x200.jpg" alt="Diagram ragam jenis dan bentuk gambar, serta jenis pekerjaan bangunan" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-ragam-jenis-bentuk-gambar-dan-pekerjaan-bangunan-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-ragam-jenis-bentuk-gambar-dan-pekerjaan-bangunan.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Teknis pelaksanaan identifikasi gambar konstruksi</strong></h2>
<p>Selain gambar konstruksi, sebenarnya gambar tender pun telah melibatkan banyak pihak. Misalnya, internal main kontraktor saja. Untuk menghitung anggaran biaya salah satu jenis pekerjaan. Sering para main kontraktor melibatkan sub kontraktor. Dengan tujuan agar penawaran yang mereka ajukan kompetitif. Dan dapat memenangkan tender. Padahal sebenarnya, sang kontraktor sendiri sebelumnya sudah menghitung anggaran biaya.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan gambar konstruksi. Dua jenis gambar ini merupakan acuan, atau dasar untuk pelaksanaan sebuah pembangunan. Oleh sebab itu agar sub kontraktor melaksanakan tugasnya dengan baik, anda wajib menyerahkan gambar sesuai bidang masing-masing.</p>
<h3><strong>1. Pengenalan gambar pekerjaan persiapan</strong></h3>
<p>Kontraktor melakukan identifikasi gambar bangunan, pertama-tama adalah pada pekerjaan persiapan. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan <a href="https://arsitekta.com/18-data-lokasi-proyek-yang-berguna-untuk-proses-desain/">lokasi proyek</a>. Pada umumnya yang melaksanakan pekerjaan ini adalah ‘orang dalam’ kontraktor. Alias tidak di-<em>sub</em>-kan kepada pemborong atau bas borong. Ciri-ciri gambar yang berguna untuk pekerjaan persiapan, antara lain:</p>
<ol>
<li>Mencantumkan ukuran keliling dan level tapak,</li>
<li>Memperlihatkan tata letak bangunan, pintu masuk serta batas-batas tapak,</li>
<li>Letak site terhadap lingkungan terlihat secara jelas.</li>
</ol>
<h3><strong>2. Identifikasi gambar struktur</strong></h3>
<p>Gambar yang berfungsi untuk pekerjaan struktur bangunan, ciri-cirinya adalah:</p>
<ol>
<li>Tampilan gambar sangat kaku dan monoton,</li>
<li>Mengutamakan ukuran elemen bangunan,</li>
<li>Keterangan pada gambar sangat lengkap,</li>
<li>Menerapkan skala secara baik,</li>
<li>Gambar hanya dalam bentuk 2D.</li>
</ol>
<p>Melaksanakan pekerjaan struktur umumnya sistem borong. Namun bukan kepada sub kontraktor, melainkan kepada <a href="https://arsitekta.com/15-tips-menjadi-pemborong-yang-sukses-untuk-tukang-bangunan/">pemborong</a>. Perlu anda ketahui, sub kontraktor berarti perusahaan yang sudah berbentuk badan. Sedangkan pemborong, artinya pengusaha konstruksi bangunan yang masih dalam bentuk perorangan.</p>
<h3><strong>3. Pengenalan gambar instalasi M.E.P</strong></h3>
<p>Instalasi Mekanikal Elektirkal dan Plumbing (M.E.) adalah salah satu pekerjaan spesialis. Sama hanya dengan konstruksi baja. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dikerjakan oleh yang profesional. Dengan sistem borongan total atau upah kerja saja. Ciri-ciri gambar instalasi, adalah:</p>
<ol>
<li>Hanya berupa gambar denah,</li>
<li>Jumlah gambar relatif sedikit,</li>
<li>Pada umumnya tidak menggunakan skala,</li>
<li>Selain dalam bentuk 2D, juga menerapkan 3D.</li>
</ol>
<h3><strong>4. Identifikasi desain pekerjaan arsitektur </strong></h3>
<p>Pekerjaan arsitektur adalah kegiatan pembangunan untuk menyelesaikan tampilan akhir (finishing bangunan). Identifikasi gambar bangunan terkait pekerjaan ini tergolong kompleks. Sebab jenis pekerjaannya banyak, sehingga gambar yang anda butuhkan juga beragam.</p>
<p>Berbeda dengan pekerjaan struktur. Pekerjaan finishing bangunan umumnya menerapkan sistem borong. Serta dikerjaan oleh sub kontraktor. Adapun karakteristik gambar untuk pekerjaan finishing, adalah:</p>
<ol>
<li>Desain mengutamakan estetika dan tampilan,</li>
<li>Terkesan mengabaikan ukuran serta keterangan gambar tertulis,</li>
<li>Namun ditandai dengan kode atau<a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/"> singkatan-singkatan,</a></li>
<li>Penyajian gambar lengkap (4 macam),</li>
<li>Namun tetap saja kurang detail.</li>
</ol>
<h3><strong>5. Identifikasi gambar lanskap</strong></h3>
<p>Pekerjaan lanskap atau pekarangan, menandakan pelaksanaan bangunan hampir selesai. Identifikasi gambar bangunan berkaitan dengan lanskap, bertujuan untuk menciptakan tampilan akhir pekarangan. Baik yang berada didalam maupun pekarangan luar bangunan. Ciri-ciri gambar lanskap adalah:</p>
<ol>
<li>Berisi tentang taman, halaman, pagar serta pintu gerbang</li>
<li>Keterangan mengenai elemen taman tidak lengkap,</li>
<li>Jumlah gambar sangat sedikit,</li>
<li>Disajikan dalam bentuk 2D saja.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Manfaat identifikasi gambar untuk masyrakat</strong></h2>
<p>Seperti kami singgung sejak awal. Semoga melalui penjelasan ini masyarakat makin menyadari keberadaan gambar-gambar bangunan. Bukan dalam bentuk tampak saja. Sebab pembangunan tidak dapat dilakukan hanya melalui gambar tersebut. Anda bisa saja mereferensikan sebuah gambar (tampak) kepada tukang. Namun tanpa <a href="https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/">melibatkan arsitek,</a> tentu tukang pun akan angkat tangan.</p>
<p>Rangkuman ini kami buat guna memudahkan teman-teman. Masyarakat umum maupun pelajar dan mahasiswa untuk mengenal, memahami serta mendalami gambar-gambar bangunan. Oleh karena itu, silahkan anda pelajari lebih dalam melalui tautan-tautan.</p>
<p>Demikian penjelasan mengenai tujuan dan teknis pelaksanaan identifikasi gambar bangunan. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/">Identifikasi Gambar Bangunan, Tujuan dan Teknis Pelaksanaan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/identifikasi-gambar-bangunan-tujuan-dan-teknis-pelaksanaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>120+ Singkatan Pada Gambar Teknik Bangunan Dan Penerapannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 10:51:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[gambar teknik bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam singkatan pada gambar teknik]]></category>
		<category><![CDATA[singkatan pada gambar]]></category>
		<category><![CDATA[singkatan pada gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada 120+ singkatan pada gambar teknik. Perlu teman-teman pelajari sejak dini. Khususnya anak arsitek, maupun teknik sipil. Singkatan-singkatan ini, merupakan satu kesatuan dengan keterangan gambar. Oleh karena itu wajib anda ketahui. Guna melengkapi pengetahuan anda tentang gambar teknik bangunan. Manfaat singkatan dalam gambar bangunan Singkatan pada gambar teknik bangunan adalah sebuah usaha untuk menyingkat, atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">120+ Singkatan Pada Gambar Teknik Bangunan Dan Penerapannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3213 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Singkatan-pada-keterangan-gambar-bangunan-300x202.jpg" alt="Memahami singkatan yang ada dalam gambar teknik bangunan, jumlahnya 120+" width="300" height="202" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Singkatan-pada-keterangan-gambar-bangunan-300x202.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Singkatan-pada-keterangan-gambar-bangunan.jpg 565w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ada 120+ singkatan pada gambar teknik. Perlu teman-teman pelajari sejak dini. Khususnya anak arsitek, maupun teknik sipil. Singkatan-singkatan ini, merupakan satu kesatuan dengan <a href="https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/">keterangan gambar.</a> Oleh karena itu wajib anda ketahui. Guna melengkapi pengetahuan anda tentang gambar teknik bangunan.</p>
<h2><strong>Manfaat singkatan dalam gambar bangunan</strong></h2>
<p>Singkatan pada gambar teknik bangunan adalah sebuah usaha untuk menyingkat, atau meringkas penjelasan tentang gambar bangunan, yang bentuknya tertulis. Dengan tujuan agar: 1]. Pembuatan gambar lebih cepat, 2]. Keterangan pada gambar tidak berulang-ulang, dan 3].Kertas/halaman gambar tidak dipenuhi oleh tulisan-tulisan.</p>
<h2><strong>Macam-macam singkatan keterangan gambar teknik</strong></h2>
<p>120+ singkatan pada gambar bangunan, terbagi dalam beberapa kelompok. Antar lain berkaitan dengan pekerjaan struktur, konstruksi atap, elemen dan material bangunan. Juga yang berasal dari bahasa Inggris, singkatan untuk satuan ukuran dan dimensi, serta yang berkaitan dengan struktur organisasi proyek.</p>
<h3><strong>a. Singkatan pada gambar struktur</strong></h3>
<p>Gambar untuk pekerjaan struktur bangunan, misalnya denah pondasi, denah kolom dan balok. Didalamnya sering digunakan singkatan-singkatan, seperti:</p>
<ol>
<li>BB = Balok beton</li>
<li>BG = Balok girder</li>
<li>BJ  = Balok baja</li>
<li>GG = Gunung-gunung beton</li>
<li>KB = Kolom beton atau baja</li>
<li>KL = Kolom lama<em> (existing)</em></li>
<li>KP = Kolom praktis</li>
<li>KR = Kres untuk kolom atau kuda-kuda</li>
<li>P    = Pondasi. Singkatan ini digunakan untuk pondasi cakar ayam <em>(foot plate)</em> dan pedestal.</li>
<li>PL = Pancang atau <a href="https://arsitekta.com/6-macam-turap-baja-sheet-pile-yang-masih-misteri-terbongkar-disini/"><em>sheet pile</em></a></li>
<li>RB = Ring balok</li>
<li>SL = Sloof</li>
</ol>
<h3><strong>b. Singkatan pada elemen konstruksi atap</strong></h3>
<p>Berlaku untuk segala jenis bahan yang digunakan. Sebagian lagi diantara 120+ singkatan pada gambar bangunan. Anda temukan pada konstruksi atap, yaitu:</p>
<ol start="13">
<li>GD = Gording</li>
<li>GL = Gelagar</li>
<li>JR = Jurai. Singkatan JR adalah merujuk pada rangka atap. Bukan pada talang jurai.</li>
<li>KM = Kuda-kuda <a href="https://arsitekta.com/fungsi-atap-monitor-dampak-pemasangan-serta-tips-merancang/">monitor bangunan</a></li>
<li>KK = Kuda-kuda utama</li>
<li>1/2KK = Kuda-kuda setengah. Artinya kuda-kuda terbuat dari ½ kuda-kuda utama.</li>
<li>1/3KK = Kuda-kuda seperempat</li>
<li>KS = Konsol</li>
<li>KT = Kuda-kuda trapesium</li>
<li>LS = Lisplang</li>
<li>RG = Regel</li>
</ol>
<h3><strong>c. Kependekan kata untuk material dan elemen bangunan</strong></h3>
<p>Sedangkan berkaitan dengan pekerjaan arsitektur atau finishing. Untuk menjelaskan tentang jenis material dan elemen bangunan, pula sering melalui singkatan, yaitu:</p>
<ol start="24">
<li>ACP = <em>Alumunium Composite Panel</em></li>
<li>Bt.   = Batu. Pada gambar teknik, penggunaan ‘Bt’ berlaku untuk jenis batu bata dan batu belah. Dalam penulisan disingkat menjadi Bt.bata atau Bt.belah.</li>
<li>Btg. = Batang</li>
<li>BSP = <em>Black Steel Pipe</em> (pipa baja hitam)</li>
<li>Bv = <em>Bouvenlight</em></li>
<li>C   = <em>Ceiling</em> (langit-langit atau plafon)</li>
<li>D   = Dinding</li>
<li>Inst. = Instalasi</li>
<li>GIP  = <em>Galvanized Iron Pipe</em> (pipa besi galvanis)</li>
<li>GR   = Granit</li>
<li>GRC = <em>Glass Reinforced Concret</em></li>
<li>J  = Jendela</li>
<li>Jl = Jalusi</li>
<li>KC = <em>King Cross</em></li>
<li>Kc  = Kaca</li>
<li>Konstr. = Konstruksi</li>
<li>Kr. = Kerikil</li>
<li>L    = Besi siku</li>
<li>Lt.  = Lantai</li>
<li>MB = <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">Mur baut</a></li>
<li>P     = Pintu</li>
<li>Pc   = <em>Portlan Cement</em> (semen)</li>
<li>Pek. = pekerjaan</li>
<li>PJ    = Pintu dan jendela</li>
<li>PR   = Partisi</li>
<li>Ps    = Pasir</li>
<li>PVC = <em>Poly Vinyl Chloride</em></li>
<li>QC   = <em>Queen Cross</em></li>
<li>Rgk. = Rangka</li>
<li>S       = <em>Skirting</em> (list untuk pertemuan lantai dengan dinding = plain)</li>
<li>Spek. = Spesifikasi</li>
<li>TG     = Tangga</li>
<li>uPVC = <em>Unplasticized Poly Vinyl Chloride</em></li>
<li>Tul.    = Tulangan (pembesian)</li>
<li>WF   = <em>Wide Flange</em></li>
<li>WM  = <em>Wiremesh</em></li>
</ol>
<h3><strong>d. Singkatan yang berasal dari bahasa Inggris.</strong></h3>
<p>Penggunaan keterangan gambar dalam bahasa Inggris sudah tidak asing. Selain untuk menerangkan jenis bahan dan elemen. Juga terdapat beberapa singkatan untuk komponen bangunan, yang berasal dari bahasa Inggris, antara lain:</p>
<ol start="60">
<li>Approv. = <em>Approval</em> (persetujuan)</li>
<li>BR = <em>Brace</em> (bracing atau <a href="https://arsitekta.com/ikatan-angin-kuda-kuda-baja-berfungsi-maksimal-caranya-begini/">ikatan angin</a>)</li>
<li>CH = <em>Column</em> (tiang kolom). Singkatan CH ditujukan untuk kolom yang terbuat dari material baja.</li>
<li>CL  = <em>Cladding</em> (dinding bangunan)</li>
<li>EL  = <em>Elevation</em> (elevasi)</li>
<li>Ex. = Example (contoh). Umumnya digunakan untuk menjelaskan tentang spesifikasi bahan. Misal untuk keterangan merek cat. Penulisannya disingkat Ex.Kansai</li>
<li>F   = <em>Floor</em> (lantai)</li>
<li>FC = <em>Fascia</em> (lisplang)</li>
<li>FFL = <em>Floor Finish Level</em> (level lantai setelah finihing)</li>
<li>FG   = <em>Folding gate</em></li>
<li>Fin. = <em>Finishing</em> (hasil akhir pekerjaan)</li>
<li>Forcont = <em>For Construction</em> (gambar konstruksi)</li>
<li>GWT = <em>Ground Water Tank</em> (tangki air dalam tanah)</li>
<li>HTB = <em>Hight Tension Bolt</em> (maut baja bermutu tinggi)</li>
<li>Incl. = <em>Include</em> (termasuk/ikut serta)</li>
<li>PR = <em>Purlin</em> (gording). Singkatan ini lebih dominan untuk material baja.</li>
<li>RD = <em>Roof Drain</em> (saringan air hujan pada talang)</li>
<li>RF = <em>Rafter </em>(struktur kuda-kuda)</li>
<li>RW = <em>Retaining Wall</em> (dinding penahan tanah)</li>
<li>SR = <em>Sag/Tie rod</em> (trekstang atau jarum gording)</li>
<li>TB = <em>Tie beam</em> (balok). Berlaku untuk struktur yang terbuat dari beton maupun baja</li>
<li>T.O.S = <em>Top of Slab</em> (permukaan plat cor beton)</li>
<li>T.O.B = <em>Top of Beam</em> (permukaan balok baja atau beton)</li>
<li>T.O.C = <em>Top of Column</em> (puncak tiang kolom)</li>
<li>T.O.R = <em>Top of Rafter</em> (puncak struktur kuda-kuda atau nok)</li>
<li>UWT = <em>Upper Water Tank</em> (tangki air yang di atas)</li>
<li>TR  = <em>Truss</em> (kuda-kuda yang terbuat dari rangka batang).</li>
<li>WC = <em>Water Close</em> (kamar mandi/toilet)</li>
<li>Zinc. = <em>Zinchomate</em> (cat dasar besi) atau <em>Zincalum</em>.</li>
</ol>
<h3><strong>e. Singkatan untuk satuan dan dimensi gambar</strong></h3>
<p>Uraian selanjutnya mengenai 120+ singkatan pada gambar teknik. Adalah terkait dengan satuan dan dimensi bangunan, yaitu:</p>
<ol start="89">
<li>Gbr. = gambar</li>
<li>CM  = Centimeter</li>
<li>Det. = Detail</li>
<li>ID = <em>Inside Diameter </em>(Diameter bagian dalam). Singkatan ini umumnya ditujukan untuk material pipa. Demikian juga singkatan OD.</li>
<li>Jlh. = Jumlah</li>
<li>Ket. = Keterangan</li>
<li>Kg = Kilogram</li>
<li>L = Lebar. Juga dipergunakan sebagai simbol untuk bentang (bentangan).</li>
<li>M = Meter</li>
<li>MM = Milimeter</li>
<li>No.  = Nomor</li>
<li>OD  = <em>Outside Diameter</em> (diameter bagian luar)</li>
<li>P = Panjang. Sering pula disingkat dengan Pjg.</li>
<li>Pg- = Panjang batang. Singkatan ini banyak anda temui pada gambar kerja baja.</li>
<li>Pot. = Potongan</li>
<li>Sat. = Satuan</li>
<li>Samb. = Sambungan</li>
<li>T = Tinggi</li>
<li>Tgl. = Tanggal</li>
<li>(t) = Tebal bahan. Simbol ini digunakan untuk menerangkan dimensi material <a href="https://arsitekta.com/tag/baja-profil/">baja profil.</a></li>
<li>Ton = Tonase atau <em>tonnage</em></li>
<li>Vol = Volume/isi</li>
<li>2D  = 2 (dua) dimensi. Adalah singkatan yang menerangkan bentuk penyajian gambar. Diantaranya ada 3D maupun animasi atau 4D.</li>
</ol>
<h3><strong>f. Kependekan kata terkait struktur organisasi proyek</strong></h3>
<p>Dalam gambar teknik, struktur organisasi proyek sering dicantumkan dengan simbol atau singkatan seperti:</p>
<ol start="112">
<li>Tkg = Tukang</li>
<li>Bas = Bas borong</li>
<li>SEM = <em>Site Engineering Manager</em></li>
<li>SOM = <em>Site Operational Manager</em></li>
<li>PM = <em>Project Manager.</em> Adalah sama artinya dengan 2 singkatan berikut.</li>
<li>Kapro   = Kepala proyek</li>
<li>Pimpro = Pimpinan proyek</li>
<li>Sub kont.    = Sub kontraktor</li>
<li>Main Kont. = Kontraktor utama</li>
</ol>
<h2><strong>Penerapan singkatan menjadi kode gambar</strong></h2>
<p>Untuk membedakan dimensi bahan, yang digunakan pada elemen bangunan, khusunya yang sejenis. Misalnya balok baja (BJ) WF 200x100x5,5&#215;8 dengan WF 250x125x6x9. Kode balok dibuat menjadi BJ1 dan BJ2. Begitu juga pintu (P), jenisnya sangat banyak.  Maka harus dibedakan dengan menerapkan kode. Menjadi P1, P2 atau P3 dan seterusnya. Oleh karena itu, walaupun diantara 120+ singkatan pada gambar, terdapat beberapa kode yang sama. Hal tersebut tidak menyulitkan anda memahami gambar. Karena penerapan singkatan untuk setiap jenis pekerjaan berbeda.</p>
<p>Demikian pula, misalnya L. Yang satu berguna untuk menerangkan tentang jenis bahan (siku). Sedangkan satu lagi terkait tentang dimensi bangunan (lebar). Ketika singkatan L diterapkan untuk bahan, harus anda sertai dengan ukuran bahan. Sehingga keterangan gambar menjadi lengkap. Misalnya L 40x40x4 atau L 60x60x60.</p>
<p>Singkatnya, <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">penyajian gambar</a> untuk setiap proyek bangunan berbeda. Sehingga walau terdapat singkatan yang sama. Tidak mengakibatkan keterangan gambar menjadi kacau. Sebab dengan memahami jenis pekerjaan. Secara otomatis anda mengerti 120+ singkatan pada gambar.</p>
<h3><strong>Contoh menerapkan kode material pada elemen bangunan</strong></h3>
<p>Pada penggalan gambar tampak (parsial fasad) berikut. Adalah contoh menerapkan kode material pada elemen bangunan. Silahkan anda perhatikan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3214 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-aplikasi-singkatan-pada-gambar-tampak-300x218.jpg" alt="Contoh menerapkan kodedan singkatan material pada gambar tampak" width="300" height="218" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-aplikasi-singkatan-pada-gambar-tampak-300x218.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-aplikasi-singkatan-pada-gambar-tampak.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>Teknik menulis keterangan gambar melalui singkatan</strong></h3>
<p>Tidak seluruhnya singkatan terdiri dari huruf kapital. Sebagian adalah kombinasi huruf besar dan kecil. Selain itu, ada juga yang menggunakan tanda baca. Seperti titik dan tanda kurung. Maka metode penulisan singkatan, wajib  seperti pada daftar.</p>
<h2><strong>[Penutup] Esensi singkatan dan simbol pada gambar</strong></h2>
<p>Singkatan dan simbol pada gambar teknik bangunan, dapat menjadi ciri khas sebuah desain. Artinya dari gambar desain, orang dapat mengetahui siapa arsiteknya. Jadi menerapkan singkatan dan simbol, untuk jangka panjang sangat baik untuk <a href="https://cashbac.com/blog/pengertian-promosi-tujuan-jenis-contoh/">promosi</a>. Jadi bukan sekedar sebagai keterangan gambar. Pada awalnya memang begitu!.</p>
<p>Demikian uraian tentang 120+ singkatan pada gambar. Semoga anda manfaatkan secara berkesinambungan. Untuk seluruh gambar desain bangunan anda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">120+ Singkatan Pada Gambar Teknik Bangunan Dan Penerapannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>22+ Keterangan Gambar Bangunan Yang Wajib Dicantumkan</title>
		<link>https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 17:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[informasi pada gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan gambar]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan pada gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[penyajian gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kelengkapan gambar bangunan dapat dinilai bagus atau tidak. Salah satunya adalah dari informasi atau keterangan yang tercantum didalamnya. Ada 12+ keterangan gambar bangunan, yang wajib anda ketahui sebelum merancang sebuah bangunan. Apa saja jenis-jenisnya?. Akan kami uraikan satu per satu dalam artikel ini. Membuat keterangan gambar harus teliti Namun sebelumnya perlu anda ketahui. Mengingat gambar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/">22+ Keterangan Gambar Bangunan Yang Wajib Dicantumkan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3186 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Macam-macam-keterangan-pada-gambar-bangunan-300x218.jpg" alt="Ada 22+ ragam jenis keterangan pada gambar bangunan, diantaranya seperti pada gambar ini" width="300" height="218" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Macam-macam-keterangan-pada-gambar-bangunan-300x218.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Macam-macam-keterangan-pada-gambar-bangunan.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kelengkapan gambar bangunan dapat dinilai bagus atau tidak. Salah satunya adalah dari informasi atau keterangan yang tercantum didalamnya. Ada 12+ keterangan gambar bangunan, yang wajib anda ketahui sebelum merancang sebuah bangunan. Apa saja jenis-jenisnya?. Akan kami uraikan satu per satu dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Membuat keterangan gambar harus teliti</strong></h2>
<p>Namun sebelumnya perlu anda ketahui. Mengingat <a href="https://arsitekta.com/23-gambar-yang-diperlukan-untuk-membangunan-rumah/">gambar yang diperlukan</a> untuk sebuah bangunan. Saling terkait satu sama lain. Dimana keterangan gambar, antara halaman yang satu dengan yang lainnya harus sinkron. Maka untuk membuat 22+ keterangan gambar bangunan harus secara cermat. Kalau tidak, dampaknya adalah:</p>
<ol>
<li>Perhitungan anggaran biaya pasti meleset,</li>
<li>Terpaksa melakukan revisi gambar secara berulang-ulang,</li>
<li>Kualitas bangunan tidak sesuai harapan pemilik.</li>
</ol>
<h2><strong>Jenis-jenis keterangan pada gambar banguan</strong></h2>
<p>Keterangan gambar bangunan adalah seluruh informasi, notasi atau data, yang diperlukan untuk menjelaskan gambar. Baik secara tertulis, melalui singkatan, simbol maupun kode-kode. Sehingga dengan melihat dan membaca keterangan pada gambar tersebut. Orang awam sekalipun akan mengerti hakikat/eksistensi gambar. 22+ keterangan gambar bangunan tersebut pengelompokan-nya, adalah sebagai berikut:</p>
<h3><strong>A. Informasi dalam gambar layout dan site plan</strong></h3>
<p>Dalam gambar layout dan site plan bangunan, menjelaskan informasi tentang:</p>
<h4><strong>1. Arah mata angin</strong></h4>
<p>Umumnya ditunjukkan dengan sebuah gambar tentang 8 penjuru mata angin. Serta menuliskan simbol U pada salah satu arah mata angin. Sebagian <a href="https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/">arsitek profesional</a> meletakkan simbol tersebut dalam kop gambar. Tetapi ada juga yang didalam halaman (kertas) gambar.</p>
<h4><strong>2. Ukuran dan luas tapak</strong></h4>
<p>Yaitu dimensi tapak bangunan (site). Meliputi panjang, lebar serta kontur tanah. Dari ukuran-ukuran tersebut akan diketahui luas, serta tata letak (kondisi) lahan. Apakah datar, miring atau berundak. Data ini termasuk lampiran untuk pengurusan legalitas bangunan nantinya. Diantaranya IMB serta Sertifikat tanah dan bangunan.</p>
<h4><strong>3. Letak pintu gerbang</strong></h4>
<p>Mengetahui letak pintu gerbang ke lokasi proyek (site). Adalah bagian dari <a href="https://arsitekta.com/teknik-merancang-tangga-besi-minimalis-dengan-mudah-begini/">teknik merancang</a> bangunan yang jitu. Hal ini terkait dengan sirkulasi dan mobilisasi. Didalam maupun diluar proyek. Yang berdampak pada masyarakat luas. Khususnya pada saat truk proyek keluar masuk site.</p>
<h4><strong>4. Letak dan nama bangunan</strong></h4>
<p>Pada suatu lokasi pembangunan, dimana terdiri dari beberapa bangunan. Misalnya rumah tinggal, kolam renang, pendopo, lapangan badminton, parkir mobil dan sebagainya. Maka dalam gambar site plan wajib anda cantumkan nama bangunan. Selain letak dan jaraknya antara satu dengan yang lain.</p>
<h4><strong>5. Informasi elevasi jalan</strong></h4>
<p>Urutan terakhir dari kelompok gambar layout dan site plan. Yaitu elevasi site terhadap jalan umum. Misalnya jika terletak diantara 2 jalan raya (pojok atau hook). Maka ketentuan ukuran harus berdasarkan elevasi jalan yang paling lebar. Namun demikian yang menjadi titik nol adalah site. Bukan jalan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>B. Keterangan yang wajib ada pada denah bangunan</strong></h3>
<p>6 macam dari 22+ keterangan gambar bangunan terdapat pada gambar denah. Walau jumlahnya sedikit, padahal jenis-jenis denah bangunan sangat banyak. Namun demikian melalui data-data berikut ini. Gambar denah sudah tergolong <a href="https://brainly.co.id/tugas/12586776#:~:text=%5Binformatif%5D%20Makna%20informatif%20di%20KBBI,informasi%3B%20bersifat%20mene%2Drangkan.">informatif</a>.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3187 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan-300x194.jpg" alt="Jenis-jenis informasi yang tertera pada gambar denah bangunan" width="300" height="194" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan-300x194.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Jenis-jenis-keterangan-gambar-pada-denah-bangunan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h4><strong>6. Grid atau as bangunan</strong></h4>
<p>Yakni berupa nomor dan huruf yang tertera pada denah bangunan. Yang diletakkan berdasarkan kolom struktur. Grid terhadap sumbu X bangunan, umumnya menggunakan nomor. Sedangkan pada sumbu Y adalah huruf. Seperti tercantum pada gambar denah terlampir.</p>
<h4><strong>7. Ukuran bangunan</strong></h4>
<p>Yaitu meliputi ukuran semua ruangan yang adala dalam gambar denah. Pada arah sumbu X maupun Y. Termasuk rungan-ruangan yang berada ditengah bangunan. Maka dari ukuran-ukuran tersebut, selanjutnya diketahui lebar atau panjang total bangunan.</p>
<h4><strong>8. Nama-nama ruang</strong></h4>
<p>Selain ukuran masing-masing ruang. Nama ruang juga harus anda cantumkan. Penamaan ruang umumnya berdasarkan fungsi ruang.</p>
<h4><strong>9. Keterangan elevasi lantai </strong></h4>
<p>Yaitu keterangan tentang ketinggian lantai dari titik nol bangunan. Pada umumnya beberapa ruangan didalam banguna berbeda elevasi. Untuk itu wajib mencantumkan elevasi masing-masing ruangan. Agar tidak terjadi kesalahan pada saat pembangunan. Selain lantai didalam bangunan. Elevasi lantai yang dimaksud termasuk teras, selasar samping. Atau balkon dan <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-fungsi-kantilever-bangunan-yang-benar-begini/">kantilever bangunan</a>. Jika bertingkat.</p>
<h4><strong>10. Elevasi halaman dan taman</strong></h4>
<p>Sedikit berbeda dengan elevasi lantai, yang menjelaskan tentang ketinggian real/jadi lantai. Elevasi untuk halaman maupun taman bersifat fleksibel. Artinya tidak baku. Dan memungkinkan untuk melakukan revisi. Walau sudah pada saat proses pembangunan. Karena tidak berpengaruh serius terhadap desain arsitektur bangunan.</p>
<h4><strong>11. Kode elemen bangunan </strong></h4>
<p>Yaitu berupa singkatan atau simbol yang menandakan bahwa pada denah tersebut, ternyata ada beberapa elemen bangunan yang mirip. Oleh karena itu wajib dipisahkan, dengan membubuhkan kode pada masing-masing elemen tersebut. Hal seperti ini banyak berlaku untuk denah bangunan yang berkaitan dengan pekerjaan struktur. Misalnya denah pondasi, kolom, balok maupun rangka atap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>C. Informasi gambar tampak dan potongan</strong></h3>
<p>Uraian mengenai 22+ keterangan gambar bangunan yang selanjutnya, adalah berkaitan dengan <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">penyajian gambar</a> desain tampak dan potongan. Antara lain:</p>
<h4><strong>12. Data mengenai tinggi bangunan </strong></h4>
<p>Yaitu ukuran bangunan secara tegak lurus. Khusunya pada gambar potongan, ukuran yang tercantum mulai dari elevasi terendah. Yaitu pondasi, lantai bangunan, plafon hingga penutup atap. Cara penulisan tinggi bangunan tidak sama dengan elevasi. Perbedaannya, anda perhatikan gambar potongan terlampir berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3188 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Teknik-penulisan-simbol-dan-notasi-pada-gambar-potongan-300x195.jpg" alt="Gambar potongan sebuah bangunan bertingkat" width="300" height="195" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Teknik-penulisan-simbol-dan-notasi-pada-gambar-potongan-300x195.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Teknik-penulisan-simbol-dan-notasi-pada-gambar-potongan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h4><strong>13. Simbol dan kode material</strong></h4>
<p>Adalah <a href="https://id.wiktionary.org/wiki/penandaan">penandaan</a> tentang keterangan bahan bangunan. Pada bidang-bidang yang terlihat pada gambar tampak maupun potongan bangunan. Mengenai letak membubuhkan simbol atau kode. Juga dapat anda lihat pada gambar lampiran.</p>
<h3><strong>D. Data-data untuk gambar detail</strong></h3>
<p>Seperti fungsinya, gambar detail harus se-detail mungkin. Karena sebagai dasar untuk pelaksanaan pembangunan. Secara umum terdiri dari 2 jenis informasi, yaitu:</p>
<h4><strong>14. Dimensi bahan seluruhnya</strong></h4>
<p>Yaitu meliputi ukuran bahan. Baik sebelum terpasang. Maupun sesudah pemasangan. Sebelum terpasang artinya penjelasan mengenai prosedur pengerjaan bahan. Yang semula masih berupa bahan mentah. Lalu menjadi barang setengah jadi. Sedangkan sesudah pemasangan artinya keterangan mengenai hasil akhir pengerjaan. Dalam hal ini tentang pembuatan tulangan pada cor beton.</p>
<h4><strong>15. Spesifikasi bahan</strong></h4>
<p>Adalah penjelasan mengenai standar/ketentuan tentang bahan. Pada gambar detail wajib dicantumkan. walau mengenai spesifikasi bahan juga tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS bangunan</a>. Akan tetapi akan lebih praktis jika tercantum dalam gambar detail.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>E. Keterangan pada kertas gambar</strong></h3>
<p>22+ keterangan gambar bangunan tidak selamanya harus pada gambar desain. Tapi termasuk pada objek untuk membuat gambar. Yaitu kertas atau halaman gambar.</p>
<h4><strong>16. Judul gambar dan skala</strong></h4>
<p>Penempatan judul gambar jika berbarengan dengan skala. Umumnya berada dibawah gambar bangunan. Namun jika berada didalam kop gambar. Maka penulisan judul dan skala adalah terpisah. Karena masing-masing telah memiliki ‘kotak’ informasi. Jadi sebenarnya ada 2 metode penulisan judul dan skala gambar.</p>
<h4><strong>17. Daftar keterangan gambar</strong></h4>
<p>Yaitu ‘master’ dari seluruh simbol, kode atau singkatan yang tertera pada gambar-gambar sebelumnya. Umumnya terurai dalam sebuah kotak pada halaman gambar. Atau bisa juga dalam kop gambar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>F. Daftar informasi pada kop gambar</strong></h3>
<p>Kop gambar adalah bingkai untuk kerta/halaman gambar. Sekaligus tempat untuk membubuhkan data-data penting tentang proyek dan gambar. 5 dari 22+ keterangan gambar bangunan umumnya tercantum dalam dalam kop,  yakni mengenai:</p>
<h4><strong>18. Pemberi tugas atau pemilik proyek</strong></h4>
<p>Letaknya paling atas kop gambar. Hanya berupa identitas (nama), pemilik proyek adalah perorangan. Namun jika berupa lembaga/instansi. Maka hanya memberi keterangan nama lembaga tersebut. Dan pada umumnya tidak serta dengan alamat pemilik proyek.</p>
<p>Pada bagian terpisah dalam kop gambar. Khusus untuk instansi/lembaga yang memberi tugas. Akan terlibat dalam pemeriksaan atau persetujuan gambar. Oleh karena itu beberapa nama yang terlibat untuk itu juga tercantum. Namun hal ini jarang berlaku untuk pemberi tugas perseorangan.</p>
<h4><strong>19. Nama proyek dan lokasi</strong></h4>
<p>Menjelaskan tentang jenis kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan gambar bangunan. Hal ini penting guna mengetahui apakah bangunan tersebut adalah baru. Atau merupakan ekspansi atau renovasi. Dibawahnya disertai dengan dengan alamat lengkap proyek.</p>
<h4><strong>20. Keterangan tentang status gambar</strong></h4>
<p>Status atau <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya/">jenis gambar</a>, yaitu penjelasan tentang eksistensi gambar terhadap pelaksanaan pembangunan. Lebih lengkap mengenai status gambar dapat anda pelajari melalui tautan.</p>
<h4><strong>21. Pihak perencana bangunan</strong></h4>
<p>Yaitu meliputi personil yang terlibat dalam perencanaan bangunan. Antara lain instruktur, arsitek, ahli struktur, ahli MEP. Serta <em>drafter</em> yang membantu membuat gambar bangunan. Jika berbentuk badan/lembaga, maka wajib anda cantumkan. Tempatnya diatas nama-nama team perencana.</p>
<h4><strong>22. Tanggal, kode dan nomor gambar</strong></h4>
<p>Umumnya terdapat pada bagian bawah kop gambar. Keterangan-keterangan ini penting untuk membedakan antara halaman gambar yang satu dengan yang lain. Antara proyek yang satu dengan yang lain. Serta untuk mengetahui kapan gambar tersebut dipublikasi.</p>
<h2><strong>[Penutup] Kaitan gambar dengan keterangan tertulis</strong></h2>
<p>Sebaik apapun gambar desain bangunan yang anda buat. Tanpa membubuhkan informasi-informasi pada gambar tersebut. Sama halnya dengan <em>(maaf),</em> seorang cewek yang sangat cantik tapi bisu. Namun demikian sebaliknya. Walau anda telah mencantumkan 22+ keterangan gambar bangunan. Tetapi kala gambar tidak menarik. Juga kasusnya sama dengan <em>(maaf),</em> cowok pintar berbicara/merayu namun tidak punya prestasi. He he&#8230; Tak perlu tersinggung ya sobat.</p>
<p>Begitulah keterkaitan antara gambar bangunan dengan keterangan tertulis. Yang wajib anda cantumkan, agar gambar desain anda informatif. Semoga keterangan ini pula bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/">22+ Keterangan Gambar Bangunan Yang Wajib Dicantumkan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/22-keterangan-gambar-bangunan-yang-wajib-dicantumkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
