<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>struktur baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/struktur-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/struktur-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2024 13:41:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>struktur baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/struktur-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Tentang Plat Kopel Sambungan Struktur Baja [Part 1 of 3]</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 13:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[kopel sambung struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[material plat baja]]></category>
		<category><![CDATA[plat baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di lingkungan proyek baja istilah plat kopel sebenarnya bukan hal yang baru. Sebab, setiap struktur bangunan baja pasti menggunakan material ini. Walau hanya dalam hitungan jari. Salah satu diantaranya adalah plat kopel sambungan. Pengertian dan fungsi Plat kopel dalam pengertian pekerjaan proyek baja adalah sebuah plat besi baja dengan ukuran tertentu dan secara sengaja dipasang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/">Pengetahuan Dasar Tentang Plat Kopel Sambungan Struktur Baja [Part 1 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/garis-potong-plat-baja.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4185" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/garis-potong-plat-baja.jpg" alt="Modul pemakaian plat baja lembaran untuk bahan konstruksi bangunan" width="907" height="630" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/garis-potong-plat-baja.jpg 907w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/garis-potong-plat-baja-300x208.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/garis-potong-plat-baja-768x533.jpg 768w" sizes="(max-width: 907px) 100vw, 907px" /></a></p>
<p>Di lingkungan proyek baja istilah plat kopel sebenarnya bukan hal yang baru. Sebab, setiap struktur bangunan baja pasti menggunakan material ini. Walau hanya dalam hitungan jari. Salah satu diantaranya adalah plat kopel sambungan.</p>
<h2>Pengertian dan fungsi</h2>
<p>Plat kopel dalam pengertian pekerjaan proyek baja adalah sebuah <a href="https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/">plat besi</a> baja dengan ukuran tertentu dan secara sengaja dipasang dengan menggunakan alat sambung las, atau baut pada satu struktur bangunan. Dengan tujuan untuk menyambung, atau menyatukan 2 buah material struktur agar lebih kokoh, dibanding hanya mengandalkan plat buhul, atau plat lekat biasa.</p>
<p>Salah satu contoh pemasangan plat kppel sambungan, terlihat dalam gambar di bawah. Perhatikan letak plat, alat sambung yang digunakan. Serta, bahan struktur bangunan pakai material baja apa?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/1-Detail-sambungan-kolom-baja-H-Beam-250-dan-250.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3880" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/1-Detail-sambungan-kolom-baja-H-Beam-250-dan-250.png" alt="Detail sambungan kolom H-Beam 250 dan H-Beam 250 [ukuran yang sama]" width="500" height="390" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/1-Detail-sambungan-kolom-baja-H-Beam-250-dan-250.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/1-Detail-sambungan-kolom-baja-H-Beam-250-dan-250-300x234.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Penting diketahui. Istilah plat kopel sebenarnya tidak hanya ditemui di proyek bangunan. Tapi, termasuk di dunia alat berat. Jadi, biar tidak mengambang konteks ini kita batasi, yakni hanya dalam lingkup proyek bangunan. Dan, lebih spesifik lagi adalah proyek konstruksi baja.</p>
<h2>Bahan plat kopel sambungan yang terbaik</h2>
<p>Sesuai nama komponen, kopel sambung adalah terbuat dari plat besi baja. Baik jenis lembaran (hitam), maupun strip. Oleh sebab itu, dari segi pemakaian bahan kopel sambungan sama dengan stiffner/rib pengaku, dan rib baut.</p>
<h3>1. Perbandingan plat besi dan strip</h3>
<p>Untuk kopel sambungan, 2 material besi ini sama-sama bagus. Hanya pada saat menggunakan material Anda tidak boleh sembarang. Misalnya ukuran plat terlalu tipis, atau baliknya. Menggunakan plat yang sangat tebal, dan akhirnya beban struktur baja tambah berat.</p>
<p>Melainkan harus pas. Pas dalam hal jenis bahan, pula tentang ketebalan bahan. Tambah lagi ukuran kopel plat yang tepat. Dengan demikian komponen struktur baja ini layak disebut yang terbaik. Dan, bakal berfungsi maksimal.</p>
<h3>2. Cara menentukan ukuran</h3>
<p>Panjang dan lebar plat kopel sambungan harus sesuai dengan perhitungan analisis struktur. Supaya cukup untuk menerapkan baut mur, atau las sebagai alat sambung. Maka dari itu, penentuan ukuran plat tidak boleh terlepas dari jenis alat sambung yang hendak Anda gunakan pada satu struktur baja.</p>
<p>Contoh, konstruksi <a href="https://arsitekta.com/tips-merancang-dan-memasang-lantai-dak-pakai-bordes/" target="_blank" rel="noopener">dak baja</a> yang terbuat dari balok baja gabungan. Lalu, sistem sambungan pada rangka dak tersebut adalah las. Berarti ketika Anda memasang kopel pada salah satu sambungan harus dengan sistem las juga. Jangan pakai mur baut!.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1903" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las.jpg" alt="plat buhul baja adalah sah satu jenis sambungan yang terdapat pada konstruksi rangka batang dan kuda-kuda cremona siku" width="680" height="468" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las.jpg 680w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las-300x206.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<h2>Ragam jenis kopel sambungan</h2>
<p>Pemakaian kopel sambung pada bangunan sifatnya tidak terbatas. Artinya setiap jenis bangunan memiliki potensi, asalkan salah satu dari konstruksi bangunan tersebut adalah terbuat dari baja profil. Misal konstruksi baja jembatan. Pada bangunan ini plat kopel sambungan banyak dipakai untuk pengaku antara sambungan rangka horizontal (lantai), maupun untuk rangka <a href="https://www.sonora.id/read/423512742/pengertian-garis-vertikal-dan-horizontal-beserta-contohnya-tematik-kelas-4-tema-5#:~:text=Garis%20vertikal%20adalah%20garis%20yang,kanan%20ke%20kiri%20atau%20sebaliknya.">vertikal</a>.</p>
<p>Hal yang sama juga terdapat pada pekerjaan bendungan. Khususnya ketika memasang sheet pile, atau pancang. Untuk kedalam tertentu maka Anda harus menyambung pile/pacang. Nah, alat sambung tersebut termasuk dalam kategori plat kopel.</p>
<p>Khusus bidang konstruksi baja. Kopel sambung dapat dibedakan menurut jenis material konstruksi, antara lain:</p>
<h3>1. Kopel sambungan kolom</h3>
<p>Adalah perkuatan yang dilakukan dengan menggunakan plat baja ukuran tertentu, terhadap sebuah sambungan yang terdapat pada tiang kolom. Dalam hal ini jenis kolom yang dimaksud adalah khusus baja WF, H-beam serta profil yang sejenis.</p>
<p>Pembatasan jenis plat kopel sambungan terhadap kolom baja disebabkan oleh fungsi utama material baja itu sendiri. Semisal baja H-beam. Jelas, fungsi utama material ini adalah sebagai kolom.</p>
<p>Maka, wajib menggunakan kopel sambung, manakala pemakaian material melebihi panjang normal (12,0 meter). Dengan demikian, agar titik sambung kolom rigid, ukuran plat kopel harus mengikuti ukuran dan bentuk profil kolom baja.</p>
<h3>2. Kopel sambungan kuda-kuda baja</h3>
<p>Sama halnya dengan kopel sambung kolom, kopel sambung kuda-kuda berarti khusus untuk baja profil yang berfungsi sebagai kuda-kuda. Pada konteks ini yang dimaksud adalah portal frame. Atau, kuda-kuda yang terdiri dari batang tunggal. Contoh paling populer adalah kuda-kuda WF.</p>
<p>Umumnya plat kopel sambungan kuda-kuda WF tediri dari 2 macam, yakni: 1]. Kopel plat untuk sayap (flend); 2]. Kopel plat untuk badan (web). Masing-masing dengan ketebalan, dan ukuran yang berbeda.</p>
<p>Sementara itu, terkait bentang bangunan yang beragam. Tidak menutup kemungkinan pemakaian kopel sambung lebih dari 1. Mengingat keterbatasan panjang material baja. Oleh sebab itu, pemasangan kopel sambung harus benar. Agar kuda-kuda berfungsi sebagaimana yang di harapkan.</p>
<h3>3. Kopel sambung balok</h3>
<p>Pada dasarnya tidak di izinkan. Karena rawan lendut, dan puntir. Namun demikian, kondisi tertentu Anda tidak bisa menghindar untuk menyambung balok baja. Antara lain disebabkan oleh pemakaian balok yang sejenis dalam jumlah yang banyak.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Sambungan-las-pada-balok-H-beam.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3122" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Sambungan-las-pada-balok-H-beam.jpg" alt="Aplikasi sambungan las pada balok baja H-beam" width="600" height="381" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Sambungan-las-pada-balok-H-beam.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Sambungan-las-pada-balok-H-beam-300x191.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p>Contoh balok WF 300, panjang 7.500 mm. Sejumlah 15 buah. Tentu, Anda tidak menggunakan material utuh semua kan, untuk membuat balok ini?. Paling tidak 5 diantaranya adalah harus Anda sambung. Yakni menggunakan material sisa potongan dari 7,50 m. Yakni 4,5 meter. Maka dari itu memerlukan plat kopel sambungan.</p>
<h3>4. Kopel sambung gording CNP</h3>
<p>Kasus yang sama terjadi pula pada material gording CNP. Karena pemakaian gording pada satu bangunan mencapai ratusan. Maka mau tidak mau, harus ada gording sambungan. Kalau tidak, akan banyak waste material. Dan, menjadi tidak bermanfaat. Mubazir bukan?.</p>
<h2>[Kesimpulan] Latar belakang terjadinya sambungan material</h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas, penyebab menyambung material baja adalah:<br />
1. Keterbatasan panjang material<br />
2. Konstruksi baja terbuat dari rangka batang, atau space frame.<br />
3. Untuk mencegah waste.<br />
4. Efisiensi biaya.</p>
<p>Lebih jelas lagi mengenai plat kopel sambungan baja, bisa Anda baca dalam artikel-artikel <a href="https://arsitekta.com/">kami</a> berikutnya. Dengan topik cara menentukan dimensi, serta topik cara perhitungan biaya pemasangan plat kopel sambung konstruksi baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/">Pengetahuan Dasar Tentang Plat Kopel Sambungan Struktur Baja [Part 1 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Struktur Menara Masjid  Terbuat Dari Baja Profil Seperti Ini Jamin Kokoh Dan Bagus</title>
		<link>https://arsitekta.com/struktur-menara-masjid-yang-terbuat-dari-baja-profil-seperti-ini-sangat-kokoh-dan-bagus/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/struktur-menara-masjid-yang-terbuat-dari-baja-profil-seperti-ini-sangat-kokoh-dan-bagus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 13:16:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[material struktur]]></category>
		<category><![CDATA[menara masjid]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada 2 kata kunci yang perlu kita bahas lebih dulu, terkait dengan topik struktur menara masjid. Yaitu mengenai wujud menara pada umumnya, serta material baja profil. Anda harus paham hubungan kedua unsur ini agar bisa mengaplikasikan dengan tepat dan benar. Bicara tentang menara pasti imajinasi kita dibawa pada suatu tempat yang tinggi. Namun, tempat tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/struktur-menara-masjid-yang-terbuat-dari-baja-profil-seperti-ini-sangat-kokoh-dan-bagus/">Struktur Menara Masjid  Terbuat Dari Baja Profil Seperti Ini Jamin Kokoh Dan Bagus</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 2 kata kunci yang perlu kita bahas lebih dulu, terkait dengan topik struktur menara masjid. Yaitu mengenai wujud menara pada umumnya, serta material baja profil. Anda harus paham hubungan kedua unsur ini agar bisa mengaplikasikan dengan tepat dan benar.</p>
<p>Bicara tentang menara pasti imajinasi kita dibawa pada suatu tempat yang tinggi. Namun, tempat tersebut sangat ramping (kecil). Sementara, bicara tentang baja profil. Yang pertama akan kita bayangkan adalah material baja yang berukuran besar. Sangat keras, dan kokoh.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/abu-dhabi-g9f9f837fd_640_fixabay.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4829" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/abu-dhabi-g9f9f837fd_640_fixabay.jpg" alt="teknik dasar merancang menara masjid agar memiliki struktur yang kuat. Salah satu dengan cara menggunakan material baja profil." width="640" height="427" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/abu-dhabi-g9f9f837fd_640_fixabay.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/abu-dhabi-g9f9f837fd_640_fixabay-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h2>Fungsi baja profil pada sebuah menara</h2>
<p>Sebagai bahan bangunan yang di daulat lebih dulu untuk material struktural. Kegunaan baja profil pada menara masjid ada 3, yaitu:</p>
<h3>1. Tiang kolom</h3>
<p>Komponen ini bisa Anda pasang mulai dari bawah (lantai dasar), hingga konstruksi <a href="https://arsitekta.com/contoh-rangka-atap-mushola-9x9-m-pakai-baja-ringan/" target="_blank" rel="noopener">rangka atap</a>. Jadi, tidak perlu kombinasi dengan kolom beton. Cor beton disini berfungsi sebagai pondasi saja. Selebihnya, semua material yang Anda gunakan untuk struktur menara masjid adalah baja.</p>
<p>Material baja profil yang cocok untuk kolom adalah WF, H-Beam, dan pipa besi. Pula bisa Anda lakukan kombinasi antara 3 jenis material ini. Misalnya bagian bawah pakai besi H-beam, lalu bagian atas pakai WF.</p>
<p>Alternatif yang lain adalah paduan beberapa ukuran material baja. Baik antara material yang sejenis, maupun beda jenis. Contoh, tiang kolom paling bawah pakai pipa 8&#8243;, kemudian sambung dengan pipa dua.6&#8243; dan seterusnya. Hingga rangka atap menara.</p>
<p>Manfaat memadukan ukuran/jenis material adalah untuk efisiensi. Dari segi biaya upah, maupun pemakaian material sendiri. Hal itu sekaligus untuk menjamin agar pondasi tetap mampu menopang struktur menara masjid. Sebab, jikalau dimensi material terlalu besar, maka beban pondasi akan semakin berat.</p>
<h3>2. Balok struktur</h3>
<p>Setiap menara pasti membutuhkan balok. Apakah berfungsi hanya sebagai pengikat antara kolom, atau sekaligus sebagai tumpuan lantai. Tapi, satu yang pasti. Kalau bangunan menara semakin tinggi. Maka akan membutuhkan balok struktur yang makin banyak pula.</p>
<p>Nah, disini lah peran material baja. Setelah Anda menggunakan tiang kolom baja. Pasangan yang tepat untuk balok adalah baja profil juga. Bisa Anda gunakan material yang sama dengan kolom. Atau, baja profil gabungan, atau hasil rekayasa. Seperti baja kastela.</p>
<p>Namun demikian, bilamana kolom struktur menara masjid ternyata cor beton bertulang. Sebenarnya pakai balok baja juga memungkinkan. Justru memiliki kelebihan tersendiri. Selain kokoh, pelaksanaan pekerjaan akan lebih cepat. Sebab dikerjakan oleh 2 team. Yakni team baja, dan team beton.</p>
<h3>3. Rangka atap menara</h3>
<p>Material baja untuk membuat rangka atap menara pada umumnya sama dengan bangunan-bangunan yang lain. Dalam hal ini tentunya baja profil yang berukuran lebih kecil. Misalnya besi siku, stal kotak, CNP, UNP dan sebagainya.</p>
<p>Intinya, sama sekali tidak ada pengecualian tentang jenis material yang harus digunakan. Sekalipun atap menara pada ketinggian 100 meter, atau lebih. Dan, menara tersebut digunakan untuk apa.</p>
<p>Terkait pemakaian material baja, persoalan pertama adalah Anda harus tahu jenis atap yang digunakan. Supaya Anda bisa merancang rangka atap menara yang efisien, bagus, dan kokoh.</p>
<p>Faktor kedua adalah letak struktur menara masjid. Apakah dekat laut, daerah rawan banjir dan rob. Atau, justru berada di daerah yang aman dari korosi. Hal ini kaitannya adalah finishing konstruksi baja.</p>
<p>Sebab bagaimana pun, rangka atap dan material baja yang digunakan sebagai struktur, harus Anda jamin tidak bakal korosi. Supaya usia pakai bangunan bisa lama. Satu-satunya musuh <a href="https://arsitekta.com/">kami</a>, dan orang-orang yang bergerak di bidang konstruksi baja, hanya korosi. Oleh sebab itu, jangan pernah sepele.</p>
<h2>Fungsi arsitektural material baja pada sebuah menara masjid</h2>
<p>Selain 3 komponen utama tadi, struktur menara masjid juga harus dilengkapi dengan komponen-komponen arsitektural. Agar menara berfungsi dengan bagus, aman dan nyaman. Komponen tersebut juga, terdiri dari 3 jenis yaitu:</p>
<h3>1. Tangga</h3>
<p>Secanggih apapun menara yang Anda bangun, pasti tetap membutuhkan tangga manual. Karena fungsi tangga disini adalah sekaligus untuk jalur penyelamatan. Kalau sampai terjadi keadaan darurat. Misal <a href="https://damkar.bandaacehkota.go.id/2020/07/13/bahaya-dan-kerugian-kebakaran/#:~:text=Di%20antara%20bahaya%2Dbahaya%20kebakaran,sesak%20nafas%20dan%20mengganggu%20pengelihatan).">kebakaran</a>, huru-hara, gempa dan sebagainya.</p>
<p>Pula, walaupun menara masjid menggunakan lift, serta hanya digunakan oleh/untuk orang-orang tertentu. Tetap saja pemasangan tangga wajib Anda lakukan. Persoalan ukuran tangga yang kecil (sempit), karena menara sangat ramping adalah hal kedua. Yang penting adalah eksistensi tangga. Wajib ada.</p>
<h4>Material tangga</h4>
<p>Tentunya adalah material baja. Seperti baja UNP, besi L, plat bordes, dan perlengkapan pemasangan tangga. Antara lain base plate, mur baut dan angkur. Jadi, seluruhnya hanya 6 jenis material. Anda sudah bisa membuat tangga untuk struktur menara masjid.</p>
<p>Alternatif material baja yang lain. Supaya lebih hemat. Anda bisa menggunakan besi CNP. Khusus pekerjaan ini, material yang menyerupai hufuf C ini justru multi fungsi. Yaitu sebagai balok dan tiang. Serta, anak tangga. Jadi, sangat efisien dari segi pemakaian bahan. Dan efektif, bila tinjau dari proses pengerjaan.</p>
<h4>Jenis tangga yang bagus</h4>
<p>Kembali pada karakteristik konstruksi menara. Agak sempit, dan tinggi. Maka, jenis tangga yang pas untuk kondisi tersebut adalah: 1]. <a href="https://arsitekta.com/tangga-putar-dan-melingkar-terbukti-jauh-berbeda-jangan-sampai-keliru/">Tangga putar,</a> dan 2]. Tangga trap bentuk U. Cara menentukan tangga yang paling cocok, adalah dengan pertimbangan berikut:</p>
<p>1. Bilamana luas bangunan &lt;9,0 meter persegi. Maka, pakai jenis tangga putar.<br />
Dengan demikian, Anda tetap memiliki space di dalam menara. Untuk melakukan aktivitas lain</p>
<p>2. Bila, ternyata &gt;9,0 m2. Anda bisa menggunakan jenis tangga trap. Pula, tidak menutup kemungkinan tetap pakai tangga putar. Kalau struktur menara masjid tidak terlalu tinggi. Misalnya kurang dari 12,0 meter.</p>
<p>Dalam hal ini, saya tidak menyarankan pakai tangga monyet. Walaupun menara masjid hanya setinggi 6,0 meter. Atau, kurang. Karena penggunaan tangga monyet sifatnya bukan untuk rutinitas, tapi temporer. Sehingga sangat berlawanan dengan fungsi menara masjid.</p>
<h3>2. Railing</h3>
<p>Komponen ini pada bangunan menara sangat dibutuhkan, karena berfungsi sebagai perlindungan. Bagi orang yang berada di atas tangga, teras dan puncak menara. Oleh sebab itu harus pakai material yang kokoh. Cara pemasangan yang benar. Pula, tidak kalah penting adalah harus bagus. Sebab komponen ini termasuk bagian dari estetika menara. Yang selalu terlihat dari luar bangunan.</p>
<p>Jadi, ada 2 aspek yang harus diperhatikan terkait pemasangan tangga pada struktur menara masjid. Yaitu aspek fungsi, dan aspek tampilan. Nah, material yang paling bagus dan mampu menjawab 2 kebutuhan tersebut adalah baja profil.</p>
<p>Jenis-jenis material baja yang cocok untuk railing menara adalah besi pipa, dan stal kotak. Namun, bisa juga dengan cara rekayasa. Yakni memadukan 2 jenis bahan atau lebih. Misalnya antara besi plat strip dengan stal kotak. Atau, besi pipa dengan plat baja lembaran yang telah di potong-potong.</p>
<p>Intinya, banyak cara agar fungsi railing tercapai dengan bagus. Lalu, estetika menara masjid juga tercapai dengan sempurna.</p>
<h3>3. Penangkal petir</h3>
<p>Komponen penangkal petir pada struktur menara masjid sangat penting, karena berfungsi untuk mencegah sambar petir. Khususnya menara yang memiliki ketinggian &gt;10,0 meter. Wajib Anda lengkapi dengan komponen ini.</p>
<p>Sebenarnya pemasangan penangkal petir adalah bukan wewenang team konstruksi baja. Tapi, oleh bagian instalasi bangunan. Tapi, pekerjaan tersebut membutuhkan material besi. Yaitu untuk tiang penangkal petir.</p>
<p>Maka dari itu, secara tidak langsung pemasangan penangkal petir berkaitan dengan konstruksi baja. Bahkan, tidak jarang &#8220;orang baja&#8221; (sebutan bagi tukang konstruksi baja) lah yang harus memasang konstruksi penangkal petir. Sebab bagian instalasi tidak berani. Hahaha&#8230;</p>
<p>Bersambung&#8230;<br />
Artikel bagian ke-2 akan membahas tentang kelebihan menggunakan material baja pada struktur menara masjid. Tautan untuk artikel tersebut, klik <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-material-baja-sebagai-struktur-dan-arsitektur-menara/">disini</a>.</p>
<p>Jika Anda sedang mencari <a href="https://www.cekotechnology.com/mlm/jasa-pembuatan-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener"><b>Jasa Pembuatan Website MLM</b></a> atau <a href="https://www.cekotechnology.com/mlm/jasa-pembuatan-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener"><b>Website Replika</b></a> kami merekomendasi <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener">Cekotechnology</a> <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener">Jasa Website MLM</a> Terbaik saat ini, sudah banyak pembisnis sukses menggunakan layanan Solusitech sebagai <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-pembuatan-website-cepat/" target="_blank" rel="noopener">Jasa Pembuatan Website</a> sudah tidak diragukan lagi kemampuan TIM Programmernya. Atau bisa kunjungi kami di <a href="https://www.jagoanstudio.com/"><strong>Jagoan Studio</strong></a></p>
<p>dan jika Anda sedang mencari jasa <a href="https://www.jagoantrans.com/sewa-mobil-semarang/"><strong>sewa mobil</strong></a> bisa ke <a href="https://www.jagoantrans.com/">Jagoan Trans</a>. Kami semua berada di <a href="https://www.kreativitasdigitalindonesia.com/"><strong>PT Kreativitas Digital Indonesia / KDI</strong></a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/struktur-menara-masjid-yang-terbuat-dari-baja-profil-seperti-ini-sangat-kokoh-dan-bagus/">Struktur Menara Masjid  Terbuat Dari Baja Profil Seperti Ini Jamin Kokoh Dan Bagus</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/struktur-menara-masjid-yang-terbuat-dari-baja-profil-seperti-ini-sangat-kokoh-dan-bagus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sistem Perencanaan Struktur Baja Yang Benar dan Cara Pembayaran Jasa</title>
		<link>https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Mar 2023 13:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sistem perencanaan struktur baja artinya metode yang dilakukan oleh ahli bangunan untuk menentukan bentuk, ukuran, maupun jenis-jenis material baja yang akan digunakan untuk membuat struktur suatu bangunan. Apakah sistem tersebut harus sama, antara jasa arsitek yang satu dengan yang lain?. Sepengetahuan penulis tidak. Masing-masing arsitek memiliki cara sendiri-sendiri. Bahkan, hal itu dianggap sebagai bagian dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/">Sistem Perencanaan Struktur Baja Yang Benar dan Cara Pembayaran Jasa</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1803" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg" alt="Struktur bangunan pabrik yang terbuat dari konstruksi rangka baja" width="560" height="360" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover-300x193.jpeg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /></a></p>
<p>Sistem perencanaan struktur baja artinya metode yang dilakukan oleh ahli bangunan untuk menentukan bentuk, ukuran, maupun jenis-jenis material baja yang akan digunakan untuk membuat struktur suatu bangunan.</p>
<p>Apakah sistem tersebut harus sama, antara <a href="https://arsitekta.com/">jasa arsitek</a> yang satu dengan yang lain?. Sepengetahuan penulis tidak. Masing-masing arsitek memiliki cara sendiri-sendiri. Bahkan, hal itu dianggap sebagai bagian dari rahasia produk jasa.</p>
<p>Layaknya seorang juru masak. Walau menu yang akan dibuat adalah sama. Namun, metode serta alat yang digunakan pasti berbeda. Pun, hasilnya juga kebayakan beda. Demikian pula pada saat arsitek menciptakan sistem perencanaan struktur baja.</p>
<h2>Kronologi kegiatan</h2>
<p>Bermula dari rencana seseorang yang hendak membangun sebuah gedung. Karena bukan orang bangunan. Maka, Dia pasti membutuhkan seorang arsitek. Untuk melakukan perencanaan bangunan, maupun material dan bahan yang dianggap paling pas untuk bangunan tersebut.</p>
<p>Singkat cerita. Setelah biaya jasa telah sepakat. Maka sang arsitek segera melakukan proses perencanaan. Namun sebelum hal itu mulai. Ada persyaratan-persyaratan lain yang harus disepakati kedua belah pihak.</p>
<p>Nah, fokus kita dalam artikel ini adalah terkait kesepakatan, serta persyaratan tersebut. Misalnya sistem pelaporan progres, tata cara pembayaran, dan media komunikasi yang digunakan. Antara pemilik bangunan dan arsitek. Jadi, tidak melulu pada sistem perencanaan struktur baja.</p>
<h2>Konsekuensi kepada jasa perencana</h2>
<p>Apakah motivasinya hanya sebagai perbandingan dengan struktur beton. Maka, seseorang (pemilik bangunan) ingin menggunakan struktur baj?. Secara pribadi kami tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang penting dapat job, dan jasa yang pantas. Cukup.</p>
<p>Lagi pula, sejauh tidak ada pihak yang di rugikan. Dan, biaya jasa telah dibayar penuh. Kami pun melakukan tugas yang dipercayakan secara profesional. Mengupayakan struktur bangunan se-efisien, dan se-kokoh mungkin.</p>
<p>Jadi, sekalipun desain konstruksi baja yang kami buat, kelak tidak jadi digunakan. Oleh sebab alasan-asalan tertentu. Hal itu tersebut tentu bukan lagi wewenang kami. Melainkan oleh sang pemilik bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Gambar-kerangka-RKS-struktur-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2468" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Gambar-kerangka-RKS-struktur-baja.jpg" alt="bagan pengendalian mutu struktur yang terbuat dari material baja dalam RKS bangunan" width="406" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Gambar-kerangka-RKS-struktur-baja.jpg 406w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Gambar-kerangka-RKS-struktur-baja-300x222.jpg 300w" sizes="(max-width: 406px) 100vw, 406px" /></a></p>
<h2>Tahap-tahap perancangan struktur bangunan</h2>
<p>Semisal untuk jenis bangunan gedung. Sistem perencanaan struktur baja secara umum terbagi menjadi 4 tahap.</p>
<h3>1. Pengumpulan data</h3>
<p>Meliputi:<br />
1. Ukuran tanah dan rencana bangunan,<br />
2. Jumlah lantai<br />
3. Fungsi bangunan<br />
4. <a href="https://arsitekta.com/struktur-atap-space-frame-sistem-ball-joint-dan-komponen/" target="_blank" rel="noopener">Jenis atap</a> yang akan digunakan,<br />
5. Bahan lantai dak<br />
6. Dan, alamat proyek.</p>
<p>Semua data tersebut harus disiapkan oleh pemberi pekerjaan. Dan, di usahakan jangan berubah-ubah. Misalnya tentang fungsi bangunan, atau ruangan-ruangan yang terdapat di dalamnya. Agar proses perencanaan struktur baja berjalan lancar, dan menghasilkan material yang tepat.</p>
<p>Bila, bangunan yang akan dibuat ternyata 3 lantai, atau lebih. Maka diperlukan 1 data tambahan lagi. Yakni hasil sondir boring tapak. Dokumen ini diperoleh dari jasa konstruksi yang bergerak di bidang tersebut. Yang mana berguna untuk menentukan jenis, dan ukuran pondasi.</p>
<h3>2. Pra desain</h3>
<p>Setelah data tersebut lengkap, atau sembari menunggu data-data yang lain. Jasa arsitek langsung membuat gambar pra rencana. Khusunya denah kolom struktur, denah balok, konstruksi atap, serta gambar potongan.</p>
<p>Selanjutnya untuk dilakukan analisa struktur. Guna mengetahui material mana yang paling tepat untuk bangunan tersebut. Tepat disini dalam artian paling irit. Namun, memiliki kekuatan yang paling tinggi.</p>
<h3>3. Analisa struktur baja</h3>
<p>Lebih detail tentang proses ini telah saya tulis sebelumnya dalam artikel khusus. Anda bisa mendapatkan artikel tersebut dengan cara browsing di internet.</p>
<p>Jadi, tidak perlu kami ulang lagi disini. Harap maklum. Hal itu juga bagian dari profesionalisme yang kami tawarkan bagi dunia maya. Yakni mematuhi aturan yang berlaku, dalam hal penulisan artikel di blog/website.</p>
<h3>4. Proses desain</h3>
<p>Perancangan struktur baja memasuki tahap akhir bilamana proses analisa telah selesai. Hal itu di tandai dengan diperoleh jenis, dan dimensi material baja yang akan digunakan.</p>
<p>Kemudian, material tersebut di aplikasikan dalam gambar perencanaan. Berikut detail-detail struktur bangunan, untuk memudahkan proses pembuatan (fabrikasi), maupun pemasangan struktur baja di proyek.</p>
<h2>Sistem pelaporan progres</h2>
<p>Bagian yang tak kalah penting dari sistem perencanaan struktur baja adalah pelaporan progres. Harus se-sering mungkin di laporkan kepada klien. Untuk perancangan struktur baja, maupun desain bangunan. Supaya klien tahu perkembangan desain sampai dimana. Hal itu sekaligus untuk mendapat persetujuan, apakah desain sudah pas dengan keinginan klien, atau belum.</p>
<p>Untuk teman-teman ketahui. Pun, boleh Anda jadikan acuan. Jikalau, Anda ingin melakukan metode yang sama. Sebagaimana yang kami lakukan selama ini kepada klien, adalah sebagai berikut:</p>
<h3>a. Langkah-langkah pelaporan/aporoval</h3>
<p>Sistem pelaporan progres perencanaan, dan desain bangunan yang terbaik. Melalui online adalah sebagai berikut:<br />
1. Mengirim 1 buah file gambar per hari<br />
2. Pengiriman gambar dilakukan secara urut. Jangan acak.<br />
3. Kalau ada revisi langsung Anda kerjakan. Selanjutnya segera approval kembali.<br />
4. Sebelum <a href="https://arsitekta.com/aplikasi-gambar-kerja-saat-ereksen-baja/">gambar revisi</a> tersebut di Acc. Sebaiknya,jangan mengajukan gambar baru.</p>
<p>Lakukan 4 hal diatas sampai desain bangunan selesai semua. Kemudian Anda bisa beranjak ada tahap berikutnya. Yakni menghitung RAB. Sera membuat laporan analisa struktur.</p>
<h3>b. Dilematika pada saat approval gambar</h3>
<p>Masuh terkait langsung dengan sistem perencanaan struktur baja, maupun struktur bangunan yang menggunakan material yang lain. Bisa saja berlangsung sangat cepat. Pula, bisa sebaliknya. Hal itu tergantung pada:<br />
1. Tingkat kesulitan bangunan yang di rencanakan<br />
2. Lengkap tidaknya gambar desain yang di approval<br />
3. Kemampuan Anda untuk mem-presentasikan gambar<br />
4. Kemampuan klien memahami desain bangunan.</p>
<p>Oleh sebab itu, sebaiknya jangan mematok waktu pada saat negosiasi biaya jasa. Misalnya, proses desain selesai 7 hari kerja. Sebaikny jangan!. Sebab hal itu, bisa jadi bumerang bagi Anda sendiri.</p>
<p>Tapi, memberi gambaran kepada klien bahwa kedua belah pihak sama-sama menginginkan waktu yang singkat. Namun, cepat tidaknya proses desain tersebut adalah melihat perkembangan selanjutnya. Pada tahap ini yang perlukan adalah komitmen, serta saling percaya.</p>
<h2>Tata cara pembayaran jasa perencana</h2>
<p>Calon <a href="https://www.barantum.com/blog/apa-itu-klien/">klien</a> kami selama ini tidak keberatan, dengan sistem pembayaran jasa yang kami terapkan. Untuk jasa perencanaan struktur baja, maupun bangunan gedung. Dengan rincian sebagai berikut:</p>
<h3>Biaya desain struktur baja</h3>
<p>Pembayaran dilakukan menjadi 3 tahap, yaitu:<br />
1. Uang muka (Down Paymen) sebesar 30%<br />
2. Pembayaran ke-2 sebesar 50%. Yaitu pada saat gambar bangunan telah selesai, dan di Acc semua oleh klien.<br />
3. Pelunasan (20%), setelah semua dokumen telah diserahkan kepada klien.</p>
<h3>Desain bangunan gedung</h3>
<p>Karena lingkup pekerjaan, dan biaya jasa umumnya lebih besar. Maka, sistem pembayaran terbagi menjadi 4 tahap, yaitu:<br />
⁃ Uang muka (Tanda Jadi) 25%<br />
⁃ Progres ke-1 = 40%. Setelah seluruh gambar arsitektur selesai.<br />
⁃ Progres ke-2 = 25%. Setelah gambar struktur dan detail-detailnya selesai.<br />
⁃ Pelunasan = 10%. setelah semua dokumen lengkap. Termasuk gambar 3D, RAB bangunan, dan perhitungan analisa struktur.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai sistem perencanaan struktur baja, beserta tata cara pelaporan progres, maupun pembayaran jasa perencana. Bila Anda membutuhkan informasi lebih detail mengenai teknik pembayaran. Misal nomor rekening bank. Silahkan hubungi kami melalui nomor telpon dalam website ini. Terimakasih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/">Sistem Perencanaan Struktur Baja Yang Benar dan Cara Pembayaran Jasa</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis dan Ukuran Pondasi Untuk Struktur Baja Begini Baru Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/jenis-dan-ukuran-pondasi-yang-tepat-untuk-struktur-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jenis-dan-ukuran-pondasi-yang-tepat-untuk-struktur-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2022 13:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis pondasi]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hanya ada 2 jenis pondasi untuk struktur baja yang paling tepat saat ini. Yaitu pondasi cakar ayam (foot plat), dan tiang pancang. Kedua jenis pondasi ini terpilih, karena selain lebih murah, dan mudah di laksanakan. Juga bisa menyesuaikan kondisi, dan kebutuhan struktur baja. Sebagai mana kita ketahui struktur baja sangat beragam. Bisa dikategorikan berdasarkan ketinggian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-dan-ukuran-pondasi-yang-tepat-untuk-struktur-baja/">Jenis dan Ukuran Pondasi Untuk Struktur Baja Begini Baru Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya ada 2 jenis pondasi untuk struktur baja yang paling tepat saat ini. Yaitu pondasi cakar ayam (foot plat), dan tiang pancang. Kedua jenis pondasi ini terpilih, karena selain lebih murah, dan mudah di laksanakan. Juga bisa menyesuaikan kondisi, dan kebutuhan struktur baja.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3803 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Proses-pengerjaan-pondasi-bangunan-300x202.jpg" alt="Tahap pelaksanaan pembangunan rumah tinggal" width="300" height="202" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Proses-pengerjaan-pondasi-bangunan-300x202.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Proses-pengerjaan-pondasi-bangunan.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sebagai mana kita ketahui struktur baja sangat beragam. Bisa dikategorikan berdasarkan ketinggian bangunan, atau jumlah lantai. Bisa pula menurut jenis <a href="https://arsitekta.com/pengajuan-contoh-material-baja-konstruksi/" target="_blank" rel="noopener">material baja</a> yang digunakan. Dan, satu lagi. Adalah menurut bentuk dan bahan tiang kolom.</p>
<h2>Pondasi untuk struktur bangunan bertingkat</h2>
<p>Karena beban struktur sangat berat, yang mana sesegera mungkin harus diteruskan ke dalam tanah. Supaya struktur banguan tetap kokoh. Maka, pondasi untuk struktur baja bertingkat paling tepat adalah pondasi dalam. Dan, dari sekian banyak jenis pondasi dalam. Paling tepat adalah pondasi pancang.</p>
<h3>Pertimbangan pada saat menentukan ukuran tiang pancang</h3>
<p>Implementasi pondasi tiang pancang untuk struktur baja, berbeda dengan struktur bangunan yang terbuat dari beton. Hal tersebut terjadi sejak proses perhitungan (analisis) kekuatan pondasi. Yang dipengaruhi oleh berat dan beban yang ada di atasnya.</p>
<p>Diatas kertas, berat konstruksi bangunan yang terbuat dari baja profil, jauh lebih kecil. Bila banding dengan konstruksi bangunan yang terbuat dari cor beton. Nah, hal ini menjadi pertimbangan utama dalam menentukan ukuran pondasi tiang pancang.</p>
<p>Faktor kedua adalah jenis tanah. Untuk melaksanakan pemasangan pondasi. Apakah klasifikasi <a href="https://www.academia.edu/15764927/Pengertian_Tanah_Keras">tanah keras</a>, atau lembek. Hal ini akan berdampak pada dalam, dan dangkalnya tiang pancang.</p>
<h3>Realisasi pondasi cakar ayam untuk dak baja</h3>
<p>Atas dasar pertimbangan diatas, mengingat bobot struktur bangunan relatif sangat ringan. Karena terbuat dari baja profil. Tambah lagi dengan kondisi tanah yang keras. Maka, pondasi untuk struktur baja (dak) lantai 2. Justru tidak perlu pakai pancang. Tapi, pondasi cakar ayam.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3730 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam-300x220.jpg" alt="[Ragam bentuk pondasi bangunan] yang terkenal adalah hemat dan kokoh 4 jenis ini" width="300" height="220" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam-300x220.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Semisal, jarak kolom baja adalah 6 meter. Serta, beban berguna yang diharapkan adalah 450 kg/m2. Maka, spesifikasi pondasi cakar ayam adalah sebagi berikut:<br />
1. Ukuran tapak (foot plate) = 80&#215;80 cm<br />
2. Tebal tapak adalah 15 cm<br />
3. Kedalaman 100 cm<br />
4. Kolom pedestal ukuran 20&#215;30 cm.</p>
<p>Namun kasusnya akan berbeda lagi, ketika jarak tiang kolom lebih pendek, atau lebih lebar dari 6,0 m. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada bentangan <a href="https://arsitekta.com/balok-baja-alternatif/">balok baja</a>. Dan, akhirnya secara otomatis juga berdampak pada ukuran pondasi cakar ayam. Sekalipun, beban berguna yang Anda harapkan tetap 450 kg/m2.</p>
<p>Singkatnya, pada saat penentuan ukuran pondasi untuk struktur baja dak, jarak tiang kolom sangat berpengaruh besar. Bahkan, yang menjadi pertimbangan utama.</p>
<h2>Contoh pondasi konstruksi gudang</h2>
<p>Beban yang harus dipikul oleh pondasi konstruksi gudang tergolong kecil. Dibanding konstruksi dak. Oleh sebab itu, rata-rata menggunakan pondasi cakar ayam. Khususnya konstruksi gudang bentang 20 meter ke bawah.</p>
<p>Tapi, untuk bentangan 25 meter lebih adalah pondasi tiang pancang. Dengan ketentuan :<br />
1. Jumlah, ukuran maupun kedalaman tiang pancang harus berdasarkan hitungan analisis struktur.<br />
2. Tiang pancang harus di lengkapi dengan kepala pancang (pile cap). Yang terbuat dari beton bertulang.<br />
3. Kelas mutu beton (pancang/pile cap) minimal K250.</p>
<h3>a. Jenis-jenis pondasi gudang menurut tata letak tiang kolom</h3>
<p>Ukuran pondasi untuk struktur baja gudang, juga dapat dibedakan menurut gambar denah. Bahwasanya gudang terbagi menjadi 2 macam. Yakni berdiri sendiri. Atau, gudang <a href="https://jagokata.com/arti-kata/kopel.html#:~:text=%5Bkopel%5D%20Arti%20kopel%20di%20KBBI,arti%20dan%20definisi%20di%20jagokata.">kopel</a>.</p>
<p>Konstruksi gudang yang berdiri sendiri memiliki 2 jalur tiang kolom. Yakni sisi kiri, dan kanan. Umumnya jenis, dan ukuran pondasi yang digunakan adalah sama.</p>
<p>Sementara itu, konstruksi gudang kopel memiliki 3 jalur tiang kolom. Yang mana terdapat 1 jalur tiang kolom ditengah bentangan. Atau, sering disebut kolom tengah. Berfungsi untuk memikul 2 buah kuda-kuda sekaligus. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4059 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kolom-baja-gabungan-300x225.jpeg" alt="Contoh pemasangan kolom baja gabungan pada konstruksi gudang" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kolom-baja-gabungan-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kolom-baja-gabungan.jpeg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Oleh sebab itu, pondasi untuk struktur baja tersebut harus lebih besar. Umumnya 1,5x ukuran pondasi yang berada di sisi kanan, dan kiri bangunan. Semisal ukuran pondasi sisi kanan/kiri adalah 1,2 meter. Maka, ukuran pondasi kolom tengah adalah 1,8 m.</p>
<h3>b. Eksistensi kolom tengah struktur baja</h3>
<p>Selain di temukan pada bangunan gudang kopel. Kolom tengah juga sering diterapkan pada bangunan tunggal. Khususnya, konstruksi baja bentangan besar. Dengan maksud untuk meringankan beban struktur pondasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, eksistensi kolom tengah bukan hanya pada bangunan kopel. Tapi, termasuk pada bangunan tunggal. Dan, boleh disebut satu-satunya cara memperkecil dimensi pondasi untuk struktur baja.</p>
<h2>Pondasi untuk gable baja</h2>
<p>Satu lagi struktur baja yang membutuhkan pondasi khusus, adalah <a href="https://arsitekta.com/tahap-tahap-perancangan-kolom-gable-yang-benar-sesuai-fungsi/">kolom gable</a>. Walau fungsi tiang kolom gable hanya sebagai pelengkap. Tapi, memiliki peran yang besar demi terciptanya sebuah konstruksi bangunan yang sempurna.</p>
<p>Adapun ketentuan pondasi untuk kolom gable baja, adalah sama dengan kolom baja tepi/tengah. Namun, dari segi ukuran. Adalah paling kecil di antara 2 jenis kolom baja tersebut. Sebab, beban yang harus dipikul oleh pondasi memang sangat kecil.</p>
<p>Sebagai contoh. Kolom gable yang terbuat dari baja WF 150. Cukup menggunakan pondasi cakar ayam, dengan spesifikasi sebagai berikut:<br />
1. Ukuran tapak (foot plate) = 0,5&#215;0,5 m<br />
2. Tebal tapak adalah 0,1 m<br />
3. Kedalaman 0,75 m<br />
4. Kolom pedestal ukuran 0,15&#215;0,20 m.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai jenis pondasi untuk struktur baja, beserta contoh-contoh ukuran. Bilamana membutuhkan perhitungan kekuatan struktur pondasi dan baja. Silahkan kontak kami melalui nomor telpon, email, atau kolom komentar di bawah ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-dan-ukuran-pondasi-yang-tepat-untuk-struktur-baja/">Jenis dan Ukuran Pondasi Untuk Struktur Baja Begini Baru Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jenis-dan-ukuran-pondasi-yang-tepat-untuk-struktur-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analisa Struktur Baja Dari Awal Sampai Akhir Begini Prosesnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 20:24:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[analisa struktur]]></category>
		<category><![CDATA[analisa struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[proses analisa struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3640</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses analisa struktur baja tidak jamin selalu berjalan lancar. Dan bisa sekali jadi. Ada kalanya harus dilaksanakan berulang-ulang. Guna menghasilkan struktur yang kokoh dan kuat. Oleh sebab itu, Anda harus membiasakan diri. Dan sabar. Jika tidak, hasil analisa yang Anda buat pasti kurang akurat. Begitu pentingnya memahami alur analisa struktur. Sehingga pada artikel sebelumnya sengaja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/">Analisa Struktur Baja Dari Awal Sampai Akhir Begini Prosesnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Proses analisa struktur baja tidak jamin selalu berjalan lancar. Dan bisa sekali jadi. Ada kalanya harus dilaksanakan berulang-ulang. Guna menghasilkan struktur yang kokoh dan kuat. Oleh sebab itu, Anda harus membiasakan diri. Dan sabar. Jika tidak, hasil analisa yang Anda buat pasti kurang akurat.</p>
<p>Begitu pentingnya memahami alur analisa struktur. Sehingga pada artikel sebelumnya sengaja kami tekankan, agar menghitung <a href="https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/">kekuatan struktur</a> harus cerdas. Dan mempertimbangkan faktor lain yang berkaitan dengan proses pengadaan material, serta pelaksanaan konstruksi. Terutama untuk konstruksi bentang lebar.</p>
<h2><strong>Dasar-dasar analisis struktur baja</strong></h2>
<p>Membuat analisa struktur baja selau diawali dengan penjelasan mengenai dasar-dasar analisis. Yaitu berisi tentang:</p>
<ol>
<li>Jenis dan kegunaan bangunan,</li>
<li>Ukuran bangunan. Meliputi bentang, panjang serta ketinggian bangunan.</li>
<li>Lokasi. Berkaitan dengan daya dukung tanah, serta letak geografis bangunan.</li>
<li>Sistem pondasi (struktur bawah),</li>
<li>Dan struktur bagian atas.</li>
</ol>
<h3><strong>a. Parameter untuk merencanakan struktur</strong></h3>
<p>Setelah 5 poin tersebut Anda jelasakan. Kemudian membuat parameter perencanaan bangunan. Berisi tentang ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan material. Proses analisa struktur baja umumnya mengacu pada:</p>
<ol>
<li>Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1987</li>
<li>Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung, 2002</li>
<li>Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Bertulang, 2002</li>
<li>Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia Tahun, 1984</li>
<li>Code/Standard/Normalisasi International yang relevan.</li>
<li>Syarat <a href="https://arsitekta.com/material-baja-yang-diminati-masyarakat-indonesia-saat-ini/">material baja</a> mutu BJ-37, dengan tegangan leleh minimum 2400 kg/cm². Serta tegangan ijin sebesar 1600 kg/cm². Mutu yang sama digunakan pula untuk pelat-pelat sambungan.</li>
<li>Sambungan struktur baja menggunakan baut tegangan tinggi <em>(High Tension Bolt/HTB)</em>, setara dengan mutu A-325. Dan tegangan leleh minimum 6350 kg/cm².</li>
<li>Mutu las baja adalah yang memiliki tegangan leleh minimum 2400 kg/cm².</li>
</ol>
<h3><strong>b. Jenis-jenis beban yang harus di analisis pada struktur bangunan</strong></h3>
<p>Langkah berikutnya adalah membuat parameter beban struktur. Setiap bangunan setidaknya terdiri dari beban mati, beban hidup/berguna serta beban gempa. 3 jenis beban ini wajib Anda uraikan, agar analisa struktur baja  sinkron dengan fungsi dan lokasi bangunan.</p>
<p>Menurut PBI untuk gedung 1987, beban mati struktur beton adalah 2.400 kg/m<sup>3</sup>. Sedangkan baja adalah 7.850 kg/m<sup>3</sup>. Sementara itu, kebutuhan beban berguna pada bangunan adalah rata-rata 250 kg/m².</p>
<p>Khusus mengenai beban gempa. Data ini dapat Anda peroleh, jikalau mengetahui peta lokasi bangunan. Sehingga diketahui apakah bangunan berada pada wilayah yang <a href="https://indonesiabaik.id/infografis/wilayah-rawan-gempa-di-indonesia">rawan gempa</a>. Pada permukaan tanah berbatu/keras. Atau diatas tanah sedang.</p>
<p>Selain 3 jenis beban tersebut. Sebenarnya masih ada tambahan beban yang harus diterima oleh struktur bangunan. Yaitu beban angin. Namun dalam merencanakan struktur baja unsur ini tidak perlu ditinjau. Sebab pengaruhnya sangat kecil terhadap material bangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Contoh proses analisa struktur gudang</strong></h2>
<p>Proses analisa struktur baja untuk bangunan gudang, terdiri dari 7 tahap. Alur analisa dapat Anda perhatikan pada gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3642 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Proses-Analisa-Struktur-Baja-300x215.jpg" alt="Alur analisa struktur bangunan gudang yang benar" width="300" height="215" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Proses-Analisa-Struktur-Baja-300x215.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Proses-Analisa-Struktur-Baja.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1. Perhitungan pembebanan</strong><strong> yang terjadi pada bangunan</strong></h3>
<p>Artinya menghitung segala jenis beban yang terjadi pada konstruksi gudang. Baik oleh berat sendiri material, serta faktor-faktor lain yang berhubungan dengan struktur. Antara lain lebar bangunan, sudut kemiringan, jarak tiang kolom dan kuda-kuda, serta jarak gording. Data ini selanjutnya berguna untuk menentukan dimensi sementara material bangunan.</p>
<h3><strong>2. Merencanakan material gording dan cek kekuatan</strong></h3>
<p>Material gording sementara ditentukan berdasarkan asumsi. Untuk konstruksi gudang umumnya menggunakan material CNP 125x50x20x2,3. Kuat atau tidak material tersebut dapat Anda ketahui melalui perhitungan kekuatan. Bila hasil analisa tidak kuat, maka dapat di siasati dengan cara menambah <a href="https://arsitekta.com/penguat-gording-cnp-yang-terbaik-modelnya-2-macam-ini-saja/">penguat gording.</a> Atau dengan menggunakan trekstang.</p>
<p>Namun demikian, sering terjadi walau sudah memakai penguat. Gording baja masih tidak aman digunakan. Oleh sebab itu, perlu meninjau kembali dimensi material. Atau mengecek ulang pembebanan pada bangunan.</p>
<h3><strong>3. Analisa beban kuda-kuda baja </strong></h3>
<p>Setelah gording baja dianggap aman. Selanjutnya melakukan analisa struktur baja kuda-kuda. Anda awali dengan membuat data teknik struktur. Meliputi panjang batang kuda-kuda, momen maksimum, gaya aksial dan geser. Serta faktor reduksi kekuatan.</p>
<h3><strong>4. Merencanakan dimensi kuda-kuda dan </strong><strong>kolom</strong></h3>
<p>Sama halnya dengan penentuan awal dimensi gording. Material untuk kuda-kuda harus Anda asumsikan dulu. Demikian juga material tiang kolom. Sebelum Anda menghitung kekuatan, dan kontrol terhadap kekuatan hasil perhitungan Meliputi tegangan, modulus elastis baja, angka <em>poisson</em>.</p>
<p>Penting diketahui, walau penentuan material kuda-kuda dan kolom bersamaan. Tidak berarti material baja yang digunakan harus sama. Misal untuk bangunan gudang yang memiliki dak. Pasti material untuk <a href="https://arsitekta.com/tahap-tahap-perancangan-kolom-gable-yang-benar-sesuai-fungsi/">tiang kolom</a> lebih besar. Sebab ada tambahan beban struktur dak.</p>
<h3><strong>5. Menghitung kekuatan kuda-kuda dan kolom</strong></h3>
<p>Untuk mengetahui apakah dimensi material kuda-kuat dan kolom sudah kuat. Analisa struktur baja bisa Anda lakukan dengan menggunakan software SAP2000. Program ini adalah yang paling familiar untuk pekerjaan baja. Sebab hasilnya lebih akurat. Serta mudah aplikasikan dengan metode ASD dan LRFD.</p>
<p>Material dinyatakan aman digunakan, bilamana sudah melakukan kontrol terhadap dimensi, geser, stabilitas penampang, kelangsingan, lendutan, serta tegangan ijin. Namun, jika salah satu dianggap tidak memenuhi syarat. Solusinya ada 2 cara, yakni:</p>
<ol>
<li>Mengulang proses analisa dari nomor 3, atau</li>
<li>Langsung merubah dimensi material menjadi lebih besar.</li>
</ol>
<p>Seperti biasa yang kami lakukan adalah mengulang proses analisa. Dan bilamana cara tersebut masih tidak sesuai harapan. Berarti material baja yang terlalu kecil. Sehingga harus Anda besarkan. Itu sebabnya diawal kami sebut tidak bisa langsung jadi. Dan harus sabar.</p>
<h3><strong>6. Merencanakan sambungan</strong></h3>
<p>Setelah analisa struktur baja sudah oke. Tahap selanjutnya adalah merencanakan sambungan baja. Tahap ini yang perlu dihitung adalah plat landas. Beserta jumlah angkur baja yang digunakan. Kemudian tebal plat sambungan antara tiang kolom dan kuda-kuda. Dan hitungan kekuatan baut. Guna menentukan ukuran serta jumlah baut.</p>
<p>Sedangkan plat sambungan untuk komponen lain. Seperti sepatu gording, plat rib, <a href="https://arsitekta.com/sumpil-atau-voute-baja-pahami-secara-mendalam-disini/">voute baja</a>, pengaku dan sebaginya adalah tidak begitu menentukan. Dimensi bahan untuk elemen-elemen tersebut dapat Anda terapkan menurut kebiasaan. Atau berdasarkan tebal profil baja struktur.</p>
<h3><strong>7. Laporan analisa struktur</strong></h3>
<p>Tahap terakhir dari proses analisa struktur baja adalah membuat laporan. Laporan analisa berguna untuk pengajuan IMB bangunan, maupun saat pelaksanaan pembangunan. Sehingga bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan wajib mendapat laporan analisa struktur. Khususnya pengawas, kontraktor dan pemilik bangunan. Sebagai bukti bahwa kekuatan konstruksi sudah dihitung dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Membuat gambar rencana konstruksi sesuai analisa</strong></h2>
<p>Manfaat pertama yang diperoleh setelah rangkaian analisa selesai, adalah membuat gambar rencana bangunan. Adapun segala material baja yang terdapat pada gambar tersebut harus sesuai dengan hasil analisa. Termasuk detail sambungan dan alat sambung baut atau las. Setelah itu, Anda dapat menghitung RAB. Dan <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS bangunan</a>, jikalau akan dilakukan tender.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Tahap-tahap analisa setiap bangunan pasti berbeda</strong></h2>
<p>Proses analisa struktur tiap-tiap bangunan berbeda. Perbedaannya adalah pada elemen dan material yang digunakan. Misal pada konstruksi gudang, kuda-kuda merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting. Sehingga harus direncanakan dengan benar dan tepat. Namun pada konstruksi dak, kuda-kuda tidak ada. Sehingga tidak perlu Anda sertakan dalam analisa. Peran yang sama pentingnya dengan kuda-kud, pada konstruksi dak adalah balok.</p>
<p>Pada kasus tertentu, tidak menutup kemungkinan proses analisa struktur baja sangat kompleks. Sebab bangunan terdiri dari beberapa struktur. Contoh, saat merencanakan bangunan pabrik yang bertingkat. Sehingga, selain menghitung kekuatan rangka atap. Anda juga harus melakukan analisa konstruksi dak secara serentak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Penutup] Pentingnya mengecek ulang struktur</strong></h2>
<p>Sekalipun tahap-tahap analisa tidak menemui kendala. Dan menghasilkan perhitungan struktur yang bagus. Tetap perlu dilakukan pengecekan ulang. Mulai dari awal hingga akhir. Hal tersebut untuk memastikan data-data yang Anda masukkan dalam analisa sudah tepat.</p>
<p>Pentingnya mengecek ulang analisa struktur baja, sebab adakalanya satu data tidak begitu berpengaruh pada struktur. Sehingga hasil analisa sepertinya sudah akurat. Padahal belum. Selain itu untuk memastikan material yang digunakan sudah paling murah. Mengingat kenaikan <a href="https://arsitekta.com/harga-material-besi-pada-tahun-2022-ini-ternyata-sudah-segini/">harga material</a> baja saat ini tinggi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/">Analisa Struktur Baja Dari Awal Sampai Akhir Begini Prosesnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghitung Kekuatan Struktur Baja Yang Cerdas Caranya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2022 22:46:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menghitung kekuatan struktur baja umumnya dilakukan pada saat perancangan bangunan. Yaitu oleh ahli struktur, yang memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil. Tujuannya adalah untuk menentukan jenis dan dimensi material. Sehingga bangunan akan dibangun kokoh dan hemat biaya. Juga untuk memastikan apakah material yang akan digunakan tersedia di pasaran, atau tidak. Namun demikian, tak jarang menghitung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/">Menghitung Kekuatan Struktur Baja Yang Cerdas Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3638 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Perhitungan-kekuatan-struktur-bangunan-300x186.jpg" alt="Kekuatan struktur baja harus dihitung dan direncanakan dengan baik sejak awal." width="300" height="186" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Perhitungan-kekuatan-struktur-bangunan-300x186.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Perhitungan-kekuatan-struktur-bangunan.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Menghitung kekuatan struktur baja umumnya dilakukan pada saat perancangan bangunan. Yaitu oleh <a href="https://arsitekta.com/keterampilan-ahli-konstruksi-baja-10-lebih-apakah-anda-termasuk/">ahli struktur</a>, yang memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil. Tujuannya adalah untuk menentukan jenis dan dimensi material. Sehingga bangunan akan dibangun kokoh dan hemat biaya. Juga untuk memastikan apakah material yang akan digunakan tersedia di pasaran, atau tidak.</p>
<p>Namun demikian, tak jarang menghitung kekuatan struktur baja dilakukan pasca pembangunan. Hal ini umumnya terjadi karena konstruksi mengalami hal-hal yang tidak di inginkan. Misalnya melengkung, atau rubuh. Maka untuk mengetahui kekuatan material, harus dilakukan perhitungan ulang. Sekaligus untuk mengecek apakah hitungan sebelumnya akurat. Dan material yang digunakan tersebut pas, atau tidak.</p>
<p>Pada kondisi yang kedua. Profesionalitas ahli sangat dipertaruhkan. Dan saling diuji. Sering pula menjadi perdebatan panjang. Bukan hanya oleh kedua kelompok (ahli) yang melakukan perhitungan. Tetapi oleh pihak luar. Khususnya kalangan akademik dan para pemula. Mengapa hal ini bisa terjadi?. Simak ulasan kami dari perspektif yang berbeda.</p>
<h2><strong>Perbedaan metode perhitungan struktur bangunan</strong></h2>
<p>Ada 2 metode analisa yang sering digunakan untuk menghitung kekuatan struktur baja. Yaitu ASD dan LRFD. Metode ASD <em>(Allowable Stress Design)</em> adalah perencanaan yang menggunakan beban kerja sebagai pedoman perhitungan. Dalam <a href="https://arsitekta.com/60-istilah-ilmiah-baja-ini-sering-anda-temui-sehari-hari/">istilah ilmiah</a> sering disebut <em>Working Stress Design</em>. Dengan konsep perhitungan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tegangan yang timbul tidak melebihi yang diijinkan (σ maks ≤ σ ijin).</li>
<li>Tegangan ijin sesuai dengan ketentuan AISC <em>(American Institute of Steel Construction), 1978.</em></li>
<li>Kombinasi beban yang digunakan tidak termasuk beban terfaktor.</li>
</ol>
<p>Sedangkan metode LRFD <em>(Load and Resistance Factor Design),</em> adalah perencanaan konstruksi baja yang berpedoman pada kondisi batas kekuatan material <em>(ultimate strenght).</em> Sebelum konstruksi mengalami rubuh/runtuh. Hal ini umumnya ditandai dengan menghitung besar lendut yang terjadi. Makin besar lendutan akibat memikul beban, berarti material tidak kuat. Dan besar kemungkinan akan terjadi rubuh.</p>
<p>Penting diketahui, yang menjadi sumber perdebatan bukan metode yang digunakan. Melainkan hasil perhitungan struktur. Beberapa orang membandingkan kedua metode ini untuk satu contoh kasus (proyek). Ternyata hasilnya sangat jauh berbeda. Yaitu mencapai 20% lebih. Metode LRFD diyakini lebih unggul, dan menghasilkan material yang lebih ekonomis, dibandingkan dengan ASD. Sehingga dianggap lebih layak digunakan untuk menghitung kekuatan struktur baja. Kok bisa?.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Cara menghitung struktur baja yang cerdas dengan pertimbangan ini</strong></h2>
<p>Pada kasus tersebut kami mengambil sudut pandang yang berbeda. Tidak mengunggulkan salah satu metode. Karena pada kenyataannya, kedua metode tersebut selalu digunakan bersama-sama. Maka dari itu, cara cerdas merencanakan struktur baja yaitu harus melihat fakta yang terjadi dalam negeri.</p>
<h3><strong>1. Kualitas material baja Indonesia</strong></h3>
<p>Dibanding dengan material baja di luar negeri (eropa), kualitas baja dalam negeri harus diakui lebih rendah. Hal ini terbukti dari banyaknya material baja non standar yang beredar. Sementara itu, perencanaan struktur juga mengacu standar dari luar negeri.</p>
<p>Pertanyaan, bagaimana caranya agar <a href="https://arsitekta.com/material-baja-yang-diminati-masyarakat-indonesia-saat-ini/">material baja</a> Indonesia bisa memenuhi standar yang di inginkan?. Satu-satunya cara adalah menambah angka keamanan <em>(safty factor).</em> Walaupun dampaknya kurang baik bagi pemilik bangunan. Yaitu, dimensi material hasil perhitungan akan lebih besar. Dan hal ini akan mengakibatkan biaya pembangunan makin besar.</p>
<h3><strong>2. Ketersediaan alat kerja</strong></h3>
<p>Pertimbangan selanjutnya, yaitu ketersediaan alat kerja dalam negeri. Faktanya masih banyak yang menggunakan alat kerja seadanya. Misalnya untuk membuat lubang baut, masih menggunakan mesin <em>punch</em> manual. Padahal alat ini sudah dilarang di luar negeri. Karena dapat mengakibatkan retak pada profil. Contoh yang lain adalah <a href="https://arsitekta.com/metode-pengelasan-baja-konstruksi-yang-harus-di-ketahui/">mengelas baja.</a> Masih banyak yang menggunakan mesin diesel. Padahal untuk konstruksi berat pengelasan minimal menggunakan trafo las.</p>
<p>Hal ini yang perlu Anda waspadai, ketika menghitung kekuatan struktur baja. Sebaik apapun metode yang Anda gunakan, kalau dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan adalah sia-sia. Sebab tugas perencana bukan sebatas menghasilkan rancangan material yang bagus. Tetapi termasuk memastikan pengerjaan material terebut berjalan dengan baik dan benar. Dengan demikian struktur bangunan yang Anda rencanakan bisa terwujud sesuai harapan.</p>
<h3><strong>3. Kemampuan tenaga kerja</strong></h3>
<p>Banyak tukang yang mengaku bisa mengerjakan konstruksi baja, padahal nyatanya tidak. Hal ini sering ditemui pada proyek swasta/perorangan. Akhirnya kualitas bangunan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sudah menggunakan alat seadanya. Kemampuan tukang pun pas-pasan. Bagaimana bisa mewujudkan hasil perencanaan, yang sudah dilakukan dengan metode super canggih?.</p>
<p>Maka dari itu, tidak perlu berpolemik tentang metode mana yang paling bagus. Paling layak, atau paling hemat. Toh yang menentukan kualitas bangunan bagus atau tidak, bukan metode perhitungan. Tetapi alat yang digunakan, serta kemampuan tenaga kerja. Selain itu, nomor 4 berikut ini.</p>
<h3><strong>4. Tingkat pengawasan yang kurang</strong></h3>
<p>Kasus yang sering menjadi permasalahan dilapangan adalah akurasi material. Dalam tabel jelas tertera macam-macam ukuran material baja. Namun diluar itu, muncul ukuran yang lain. Dan tidak sesuai spesifikasi. Apakah hal ini dapat dibenarkan?. Bukankah <a href="https://arsitekta.com/metode-pengawasan-proyek-konstruksi-baja-masa-kini/">pengawas proyek</a> wajib menolak material tersebut, agar kualitas bangunan yang bagus tercapai?.</p>
<h3><strong>5. Kesadaran menggunakan material SNI</strong></h3>
<p>Terakhir pertimbangan untuk menghitung kekuatan struktur baja. Faktanya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan material SNI masih rendah. Bahkan pelaku konstruksi sendiri yang sering ‘negosiasi’ dengan mutu bangunan. Mengurangi spek bahan. Dengan tujuan agar mendapat untung yang besar. Hal ini seharusnya ditindak tegas. Supaya tidak menjadi kebiasaan. Dan menjadi efek jera pada orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Plus minus menghitung struktur hanya menggunakan <em>softaware</em></strong></h2>
<p>Dengan alasan 5 pertimbangan diatas, sebaiknya menghitung kekuatan struktur baja tidak hanya mengandalkan <em>sofware</em>. Tapi perlu dilakukan kros cek melalui perhitungan manual. Alias menggunakan rumus-rumus. Seperti yang dilakukan oleh ahli bangunan pada masa lalu.</p>
<p>Perhitungan struktur menggunakan software memang lebih cepat. Namun tidak jamin akurat dan kuat. Sebab material yang akan digunakan pada saat pelaksanaan konstruksi, besar kemungkinan berbeda dengan yang Anda rencanakan. Penyebabnya antara lain:</p>
<ol>
<li>Material bangunan yang terdaftar dalam software semua berstandar internasional. Karena software tersebut diciptakan untuk kalangan internasional. Sementara dalam negeri tidak semua produsen bisa membuat bahan bangunan standar internasional. Sehingga pilihan material yang tersedia dalam software belum tentu ada dalam negeri.</li>
<li>Software diuji coba menggunakan material luar negeri. Bukan dalam negeri. Maka untuk mewujudkan hasil perhitungan tersebut di Indonesia, anda akan kesulitan. Untuk mendapatkan material yang setara, Anda harus menyiapkan biaya ekstra. Yaitu mengimport material dari luar negeri. Atau, pesan khusus dalam negeri.</li>
</ol>
<p>Sedangkan bila dilakukan bersamaan dengan perhitungan manual. Anda dapat membandingkan material yang dihitung menggunakan software dan hitungan manual. Mana yang lebih efisien. Itu baru cerdas. Bukan membandingkan antara 2 metode yang sama. Lalu mengklaim yang ini lebih bagus. Itu tidak.</p>
<h2><strong>[Penutup] Pentingnya perhitungan struktur yang akurat dan realistis</strong></h2>
<p>Sebaiknya perhitungan ulang struktur sejak dini harus Anda hindari. Sebab, jikalau hal tersebut terjadi. Semua pihak yang terlibat dalam pembangunan, akan merasa was-was. Sekaligus diperhadapkan pada situasi buruk. Dimana kemungkinan besar akan mengakibatkan kerugian materi. Bahkan ada yang berujung pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman_kurungan">kurungan badan.</a></p>
<p>Maka dari itu, menghitung kekuatan struktur baja harus akurat dan realistis. Kalau memang harus menggunakan material yang berukuran besar. Jangan sesekali dimensi material Anda kurangi. Dengan alasan agar hemat biaya. Dan bisa menyenangkan hati pemberi pekerjaan. Bagaimanapun resikonya tidak sebanding dengan jasa yang diterima. Bila harus mempertaruhkan integritas sebagai seorang ahli bangunan.</p>
<p>Hemat kami, lebih baik kehilangan satu calon klien dari pada mempertaruhkan nama baik dihadapan klien yang sudah ada. Oleh sebab itu, ketika mendapat tugas menghitung kekuatan struktur baja harus cerdas. Kalau harus negosiasi dengan kualitas material. Lebih baik tidak.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/">Menghitung Kekuatan Struktur Baja Yang Cerdas Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Struktur Baja Bentang Lebar Anda Terapkan? Asal Tahu Ini Dampaknya</title>
		<link>https://arsitekta.com/struktur-baja-bentang-lebar-anda-terapkan-asal-tahu-ini-dampaknya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/struktur-baja-bentang-lebar-anda-terapkan-asal-tahu-ini-dampaknya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2021 09:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[bentang lebar]]></category>
		<category><![CDATA[dampak menerapkan bentang lebar]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja bentang lebar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak klien menginginkan agar bangunan yang mereka miliki besar dan gagah. Maka untuk menwujudkan hal tersebut, caranya adalah membuat bangunan dengan bentang lebar. Dan material yang paling pas untuk struktur bentang lebar adalah baja. Persoalannya, masih banyak yang tidak tahu, menerapkan struktur baja bentang lebar ada konsekuensinya. Bukan kepada kontraktor yang akan melaksanakan pembangunan, melainkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/struktur-baja-bentang-lebar-anda-terapkan-asal-tahu-ini-dampaknya/">Struktur Baja Bentang Lebar Anda Terapkan? Asal Tahu Ini Dampaknya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3551 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar-300x171.jpg" alt="Kuda-kuda baja salah satu elemen struktur bangunan, yang sering diterapkan dengan bentangan lebar" width="300" height="171" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar-300x171.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Konstruksi-baja-bentang-lebar.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Banyak klien menginginkan agar bangunan yang mereka miliki besar dan gagah. Maka untuk menwujudkan hal tersebut, caranya adalah membuat bangunan dengan bentang lebar. Dan material yang paling pas untuk struktur bentang lebar adalah baja. Persoalannya, masih banyak yang tidak tahu, menerapkan struktur baja bentang lebar ada konsekuensinya. Bukan kepada kontraktor yang akan melaksanakan pembangunan, melainkan klien.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/lulusan-smk-bekerja-pada-kontraktor-baja-ini-caranya/">Kontraktor baja</a> tidak pernah menolak, bila klien menginginkan konstruksi bentang lebar. Kontraktor pasti Sekalipun konstruksi yang akan dibangun rada aneh. Namun sebelum sampai pada proses konstruksi, kontraktor pasti mengingatkan klien, soal konsekuensi menerapkan struktur baja bentang lebar.</p>
<h2><strong>Pentingnya mengetahui konsekuensi bentang lebar</strong></h2>
<p>Artikel ini akan mengulas tentang dampak, pengaruh dan konsekuensi yang akan dihadapi oleh pemilik bangunan serta kontraktor, ketika menerapkan struktur bentang lebar atau panjang. Oleh sebab itu, pertimbangkan secara matang sebelum Anda benar-benar menerapkan bentang panjang.</p>
<p>Ketahui pula, semua bahan bangunan memiliki resiko yang sama, ketika diterapkan pada konstruksi bentang lebar. Bukan hanya material baja saja. Justru, material baja yang paling aman diantara segala material struktur. Misal kayu dan <a href="https://arsitekta.com/kelas-mutu-beton-untuk-membangun-gudang-dan-pabrik-4-jenis-oke/">beton bertulang</a>. Sebab tersedia dalam ukuran yang beragam dan panjang, kaku, proses pengejaan mudah, dan masih banyak lagi.</p>
<h2><strong>Pengertian struktur baja, kriteria dan jenis bangunan</strong></h2>
<p>Struktur baja artinya rangkaian material yang terbuat dari bermacam-macam baja profil, saling terhubung satu dengan yang lain dengan sistem las dan baut, serta berfungsi sebagai kerangka utama, sekaligus untuk memikul momen yang terjadi pada bangunan.</p>
<p>Sedangkan yang dimaksud dengan struktur baja bentang lebar, yaitu struktur bangunan yang terbuat dari baja, dan memiliki jarak tumpu yang melebihi batas struktur normal. Sehingga dalam pelaksanaannya harus membutuhkan material khusus, menggunakan alat kerja modern, sistem pengerjaan dengan cara pabrikasi, serta melibatkan ahli-ahli bangunan. Kalau tidak demikian, resikonya besar.</p>
<p>Bangunan yang sering menerapkan bentang lebar pada strukturnya adalah pabrik, gudang, gedung pertemuan, aula, gedung olah raga, bandar udara, pelabuhan penumpang, dan lain sebagainya. Sementara itu, elemen yang cocok dengan bentang panjang ada 2, yaitu balok dan kuda-kuda.</p>
<h2><strong>Kesiapan kontraktor baja mengerjakan bentangan lebar</strong></h2>
<p>Proses pengerjaan bentang lebar pada umumnya sama dengan <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">konstruksi baja</a> lain. Yang berbeda adalah dimensi material yang digunakan. Pasti besar. Serta bentuk konstruksi. Kemungkinan tidak bisa sama dengan konstruksi pada umumnya. Maka dari itu, fokus utama kontraktor adalah saat perancangan struktur.</p>
<p>Bentuk struktur harus sejalan dengan material yang akan dipakai. Jika tidak. Maka yang akan menanggung dampaknya adalah sang kontraktor. Oleh sebab itu, wajib melakukan perancangan struktur baja bentang lebar secara benar dan tepat. Termasuk saat menentukan sistem sambungan, serta metode kerja.</p>
<h2><strong>4 dampak menerapkan balok dan kuda-kuda baja bentang lebar</strong></h2>
<p>Balok dan kuda-kuda adalah 2 elemen struktur bangunan yang kerap diterapkan dengan bentang lebar. Setelah kontraktor melakukan perancangan secara matang. Berikutnya yang menerima konsekuensi adalah klien. Yaitu biaya pelaksanaan pasti mahal. Bagaimana mahal?. Berikut beberapa hal yang mempengaruhi biaya pelaksanaan struktur baja bentang lebar, antara lain:</p>
<h3><strong>1. Material baja tidak <em>ready</em></strong></h3>
<p>Hasil perhitungan struktur momen untuk konstruksi bentang lebar, biasanya menghasilkan material yang tidak <em>ready stock</em>. Dan tidak merekomendasikan adanya sambungan pada batang struktur. Namun apakah mungkin?. Jalan satu-satunya adalah menggunakan material khusus. Material tersebut dapat diperoleh dengan 2 cara:</p>
<ol>
<li>Pesanan khusus ke pabrik,</li>
<li>Atau bikin sendiri.</li>
</ol>
<p>2 cara ini konsekuensinya sama-sama besar. Jika pesanan khusus pasti harganya selangit. Serta membutuhkan waktu yang lama. Sebab stock pabrik belum tentu sama dengan order. Oleh sebab itu, harus produksi dulu. Dan kemungkinan besar akan antri dengan pesanan-pesanan yang lain.</p>
<p>Sementara itu, bila <a href="https://arsitekta.com/19-macam-baja-profil-paling-laris-dan-terkenal-di-indonesia/">profil baja</a> Anda bikin sendiri. Memang relatif lebih cepat. Dan bahan dasarnya sangat banyak. Namun bagaimana dengan kualitasnya?. Sepertinya pantas diragukan!. Maka dari itu, pilihan terbaik adalah pesan ke pabrik.</p>
<h3><strong>2. Proses pengerjaan konstruksi sangat lama</strong></h3>
<p>Kendala pertama, yang menyebabkan pengerjaan struktur baja bentang lebar sangat lama, adalah ukuran material yang panjang dan besar. Tidak ada pengaruh jikalau material tersebut melalui spesial order. Toh, Anda wajib melakukan pabrikasi dulu, baru melaksanakan pemasangan struktur baja.</p>
<p>Yang kedua, yaitu kesiapan alat kerja dan lokasi untuk melaksanakan pabrikasi. Paling tepat tempatnya adalah langsung di lokasi proyek <em>(site)</em>. Selain untuk efisiensi waktu, hal tersebut juga dapat mengurangi biaya mobilisasi material. Pembelian/pemesanan material Anda alamatkan ke site. Bukan ke alamat workshop Anda.</p>
<p>Namun demikian, bagaimana jika lokasi proyek tidak memadai untuk melakukan pabrikasi baja?. Hehe, hal ini pun sering terjadi. Sekaligus menjadi kendala yang ketiga. Solusi dari kami adalah menyewa lahan/tanah kosong di sekitar area proyek. Makin dekat, akan lebih bagus. Singkatnya, kendala ketiga ini juga mengakibatkan proses pengerjaan struktur baja bentang lebar menjadi molor.</p>
<h3><strong>3. Panjang bahan mengganggu proses pengiriman dan pemasangan</strong></h3>
<p>Truk trailer mampu mengangkut material baja dengan panjang maksimal 14 meter. Oleh sebab itu, <a href="https://arsitekta.com/pengiriman-material-baja-ke-lapangan-via-jalur-darat/">pengiriman material</a> struktur bentang panjang sering dilakukan per bagian/segmen. Hal ini berarti, kelak Anda wajib menyambung material setelah sampai di lapangan. Aga menjadi kesatuan komponen yang siap pasang.</p>
<p>Konsekuensi selanjutnya setelah menyambung material. Pemasangan komponen wajib menggunakan alat berat, jenis mobil <em>crane</em>. Sebagi contoh, untuk melaksanakan ereksen kuda-kuda bentang 60 meter. Paling aman adalah menggunakan 2 buah mobil crane, masing-masing kapasitas 20 ton. Jangan sekali-sekali menggunakan 1 unit crane. Sekalipun dengan kapasitasnya 2 kali lipat. Resikonya adalah batang kuda-kuda puntir, karena beban angin dan beban sendiri kuda-kuda.</p>
<h3><strong>4. Biaya struktur sangat mahal</strong></h3>
<p>Struktur baja bentang lebar menjadi sangat mahal karena kendala-kendala diatas. Persentasinya 3x lipat lebih. Contoh perhitungan kasar. Anda ingin membuat balok baja bentang 12 meter. Berarti material yang digunakan adalah WF 600x200x11x17, dengan bobot 1.272,0 kg (106 kg/m’)</p>
<p>Sedangkan bila balok Anda terapkan dengan ukuran standar, yakni menjadi jarak 6 meter, maka cukup menggunakan WF 300x150x6,5&#215;9, beratnya hanya 36,7 kg/m. Jauh lebih ringan bukan. Walau ada penambahan kolom baja, tetap lebih murah menerapkan struktur baja yang berukuran normal.</p>
<h2><strong>Kriteria kontruksi baja yang berukuran normal</strong></h2>
<p>Ada berbeda kriteria untuk menilai struktur baja normal atau tidak, yaitu:</p>
<ol>
<li>Berdasarkan panjang bentangan, dan material yang digunakan. Contoh pada kuda-kuda, bentang 20 sampai 40 dianggap masih normal, karena material untuk ukuran tersebut pilihannya banyak, dan ready stock. Bisa menggunakan profil WF, <a href="https://arsitekta.com/rangka-atap-pipa-baja-perhitungan-hingga-pelaksanaan-pekerjaan/">rangka pipa</a>, atau baja kastela.</li>
<li>Berdasarkan bentuk profil yang digunakan. Hal ini tidak berlaku untuk struktur baja bentang lebar saja. Konstruksi bentangan kecil juga sering ditemui. Contoh kuda-kuda yang terbuat dari rangka batang, menggunakan bahan kanal C dan besi beton. Bentuknya menyerupai regel ruji-ruji. Aneh bukan?.</li>
<li>Masih tentang bentuk profil. Contohnya pada struktur balok, yaitu menggunakan material baja gabungan. Hal ini dominan karena bentangan yang panjang. Yaitu menggunakan WF belah, sebagai batang atas dan bawah. Serta besi siku sebagai rangka tengahnya (batang vertikal dan diagonal).</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Alasan yang pas menerapkan bentangan panjang</strong></h2>
<p>Jika sekedar untuk tampilan, agar bangunan terlihat gagah, tinggi dan besar. Alasannya tidak pas. Sia-sia banyak dana Anda keluarkan, bila motivasinya hanya untuk gaya arsitektur. Seharusnya pertimbangan utama adalah fungsi ruang/bangunan, kemudahan pengerjaan, ketersediaan alat dan bahan.</p>
<p>Namun demikian, sesekali tidak masalah menginginkan struktur baja bentang lebar. Namun harus dalam batas wajar, agar biaya terjangkau. Kontraktor tidak pernah menolak <a href="https://eko13.wordpress.com/2008/03/18/karakteristik-klien/">kemauan klien</a>, asal sesuai dengan kemampuan. Kontraktor pasti mampu mengerjakan segala jenis pekerjaan konstruksi. Tapi, apakah klien sadar kalau butuh biaya besar?. Dibandingkan dengan biaya konstruksi pada umumnya, bisa 3x lebih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/struktur-baja-bentang-lebar-anda-terapkan-asal-tahu-ini-dampaknya/">Struktur Baja Bentang Lebar Anda Terapkan? Asal Tahu Ini Dampaknya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/struktur-baja-bentang-lebar-anda-terapkan-asal-tahu-ini-dampaknya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memasang Struktur Baja Susulan Pasti Kuat Rahasianya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 19:56:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara memasang struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[memasang struktur baja susulan]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja susulan]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja tambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasang struktur baja susulan harus dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman dan terlatih. Sebab resikonya sangat besar. Bukan pada tukang saja, melainkan pada bangunan itu sendiri, dan lingkungan sekitar. Terhadap pekerja proyek resikonya pasti kecelakaan kerja. Sedangkan pada bangunan, dengan adanya kegiatan susulan, struktur bangunan bisa menjadi lemah. Sementara pada lingkungan adalah pencemaran udara, suara dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/">Memasang Struktur Baja Susulan Pasti Kuat Rahasianya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasang struktur baja susulan harus dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman dan terlatih. Sebab resikonya sangat besar. Bukan pada tukang saja, melainkan pada bangunan itu sendiri, dan lingkungan sekitar. Terhadap <a href="https://arsitekta.com/25-perilaku-pekerja-proyek-yang-buruk-tidak-pantas-ditiru/">pekerja proyek</a> resikonya pasti kecelakaan kerja. Sedangkan pada bangunan, dengan adanya kegiatan susulan, struktur bangunan bisa menjadi lemah. Sementara pada lingkungan adalah pencemaran udara, suara dan sebagainya.</p>
<p>Ide menulis artikel ini muncul ketika seseorang menghubungi kami. Untuk berkonsultasi tentang cara memasang struktur baja susulan, pada sebuah bangunan bekas bank plat merah. Bangunan<em> eksisting</em> tersebut bertingkat 2, dan rencananya beberapa tiang kolom akan dihilangkan. Dengan tujuan agar ruangan pada lantai dasar luas.</p>
<h2><strong>Pengertian struktur baja susulan</strong></h2>
<p>Struktur baja susulan adalah elemen tambahan yang terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/19-macam-baja-profil-paling-laris-dan-terkenal-di-indonesia/">material baja profil</a>. Dan berguna untuk perkuatan struktur bangunan eksisting. Pekerjaan ini umumnya terjadi karena adanya perubahan fungsi bangunan. Yaitu pada keseluruhan ruangan atau hanya sebagian. Untuk itu harus dengan melaksanakan renovasi.</p>
<p>Pekerjaan renovasi tergolong dalam kategori berat, jikalau berkaitan dengan struktur bangunan. Sebab fungsi bangunan yang baru, belum tentu sesuai dengan struktur bangunan eksisting. Maka dari itu, kami ingatkan diawal. Memasang struktur baja susulan pada bangunan yang sedang renovasi, harus oleh orang-orang yang ahli.</p>
<h2><strong>Alasan memilih baja profil untuk struktur tambahan</strong></h2>
<p>Pertimbangan menggunakan material baja (bukan baja ringan iya!), sebagai bahan struktur tambahan ada 4, yaitu:</p>
<h3><strong>1. Modifikasi material baja sangat mudah</strong></h3>
<p>Guna mempertahankan kondisi struktur bangunan eksisting, agar tidak berubah dan mengalami retak, atau melengkung. Material baja profil adalah pilihan terbaik. Sebab struktur baja sangat mudah dimodifikasi, sesuai dengan bentuk/kondisi struktur lama. Serta tanpa mengurangi kekuatan.</p>
<h3><strong>2. Pabrikasi baja tidak dilokasi proyek</strong></h3>
<p>Tidak seluruhnya pengerjaan material baja dilaksanakan dilapangan, yaitu hanya pemasangannya saja. Sedangkan proses pabrikasi tetap dilakukan di workshop. Dengan demikian kualitas bahan terjamin, serta tidak mengganggu pekerja yang lain. Misalnya proses membongkar <a href="https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/">elemen bangunan</a> lama.</p>
<h3><strong>3. Pemasangan material besi sangat cepat</strong></h3>
<p>Memasang struktur baja susulan tidak membutuhkan waktu yang lama. Dan setelah terpasang, bisa langsung anda gunakan saat itu juga. Sehingga tidak perlu menunggu beberapa hari agar kuat. Seperti yang terjadi pada struktur beton.</p>
<h3><strong>4. Tidak memerlukan banyak material lain</strong></h3>
<p>Pabrikasi dan pemasangan baja profil untuk perkuatan struktur lama, tidak memerlukan tambahan material lain. Hal itu pula yang menyebabkan proses pengerjaan baja sangat cepat. Sebab selain material baja, anda hanya membutuhkan beberapa komponen struktur, antara lain:</p>
<ol>
<li>Angkur baja</li>
<li>Plat landas</li>
<li>Plat lekat</li>
<li>Dan alat sambung las.</li>
</ol>
<h2><strong>Pemasangan baja susulan untuk perkuatan struktur eksisting</strong></h2>
<p>Walau bahan yang digunakan untuk perkuatan struktur eksisting adalah material baja. Namun sering terjadi, yang justru anda perkuat adalah <a href="https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-baja-kegunaan-jenis-bahan/">struktur yang terbuat dari baja</a> juga. Maka dari itu, selain struktur baja eksisting, struktur bangunan lain dapat anda perkuat dengan material baja, antara lain struktur beton dan kayu.</p>
<h3><strong>A. Perkuatan struktur dak beton (H3)</strong></h3>
<p>Contoh kasus. Sebuah bangunan rumah tinggal bertingkat, rencananya akan di-alihfungsi-kan menjadi sanggar senam. Maka dibutuhkan ruangan tambahan pada lantai 1, yang berfungsi sebagai kantor (ruang kerja). Padahal sebelumnya lantai 1 penuh dengan ruangan, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur dan sebagainya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3302 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Lokasi-pasang-struktur-baja-susulan-300x199.jpg" alt="Cara memasang struktur baja susulan pada bangunan rumah bertingkat" width="300" height="199" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Lokasi-pasang-struktur-baja-susulan-300x199.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Lokasi-pasang-struktur-baja-susulan.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><span style="font-size: 16px;">Sehingga untuk menyatukan ruangan-ruangan tersebut, anda harus terlebih dahulu memasang struktur baja susulan. Letak struktur yang akan dipasang, seperti pada gambar potongan diatas.</span></p>
<h4><strong>1. Persiapan alat kerja <em>erection</em></strong></h4>
<p>Alat kerja untuk melaksanakan pemasangan material baja, seperti gambar tersebut antara lain: blender potong, mesin las, <em>scaffolding</em> dan dongkrak kapasitas 5 ton. Sementara bahan utama untuk kasus seperti itu, menggunakan profil baja WF 400x200x8x13 sudah sangat kuat. Baik untuk tiang kolom maupun balok.</p>
<h4><strong>2. Cara memasang kolom dan balok baja</strong></h4>
<p>Untuk menghindari perkuatan struktur <a href="https://arsitekta.com/pemicu-proyek-gagal-realisasi-ada-12-bisa-terjadi-kapan-saja/">bangunan tidak terealisasi</a> dengan sempurna, maka pemasangan kolom dan balok baja wajib terlaksana dengan benar. Caranya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pasang kolom baja pada tepat yang tersedia, tapi angkur baut jangan anda kencangkan dulu.</li>
<li>Letakkan balok baja diatas kolom, dengan posisi <em>flange</em> menghadap keatas dan kebawah.</li>
<li>Buatlah las titik secukupnya untuk menghubungkan kolom dan balok.</li>
<li>Selanjutnya, cek apakah balok baja telah menempel/rapat dengan struktur beton.</li>
<li>Jika belum, maka balok tersebut anda dorong secara perlahan-lahan dengan menggunakan dongkrak. Hingga tidak anda temukan celah lagi antara balok baja dengan struktur beton.</li>
<li>Sementara posisi dongkrak tidak berubah. Pastikan tiang kolom sudah lot (tegak lurus).</li>
<li>Kemudian lakukan pengelasan penuh. Sehingga antara <a href="https://arsitekta.com/detail-sambungan-balok-baja-dengan-kolom-terbaik-begini/">balok dan kolom baja</a> benar-benar menyatu, kuat dan kokoh.</li>
<li>Terakhir, lepaskan dongkrak. Selesai.</li>
</ol>
<h4><strong>3. Cara mengatasi celah antara struktur baja dengan beton</strong></h4>
<p>Hal lain yang perlu anda ketahui tentang cara memasang struktur baja susulan. Walau telah menggunakan alat bantu dongkrak. Umumnya setelah alat jungkit tersebut anda lepas, tetap terjadi selisih/celah antara struktur baja dengan beton eksisting.</p>
<p>Kalau begitu, apakah kolom dan balok baja bisa bekerja dengan sempurna?. Pasti tidak. Lalu bagaimana solusinya?. Jangan khawatir, caranya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Khusus <em>flange</em> balok WF bagian atas, serta<em> flange</em> kolom WF sebelum pemasangan jangan anda cat.</li>
<li>Kemudian untuk menyatukan balok baja dengan beton anda isi dengan <em>grouting</em>.</li>
<li>Begitu pula dengan kolom baja dengan dinding bangunan. Walau secara kasat mata tidak ada celah, anda tetap lakukan<em> grouting</em> (injeksi beton).</li>
</ol>
<p>Dengan demikian, melalui 3 langkah tersebut, struktur baja dengan beton eksisting telah menyatu dan kuat. Maka langkah selanjutnya adalah proses pengecatan dan <a href="https://arsitekta.com/proses-finishing-konstruksi-baja-secara-profesional-dan-maksimal-begini/">finishing konstruksi.</a></p>
<h3><strong>B. Tambahan perkuatan untuk struktur baja yang lama</strong></h3>
<p>Memasang struktur baja susulan pada kontruksi baja lama, umumnya terjadi karena 2 hal, yaitu: 1]. Faktor umur (usia pakai), serta 2]. Peralihan fungsi. Dengan alasan efisiensi biaya, perkuatan struktur baja eksisting kerap dilakukan.</p>
<p>Misal, sebuah konstruksi dak baja. Sebelumnya adalah berguna untuk menyimpan barang saja. Tetapi berubah fungsi menjadi tempat produksi. Tentu beban yang terjadi pada dak tersebut semakin besar. Untuk itu, strukturnya wajib anda perkuat terlebih dulu. Caranya bagaimana?. Sangat mudah.</p>
<p>Pada prinsipnya metode pemasangan kolom dan balok baja, untuk struktur baja maupun struktur beton sama. Begitu pula alat-alat yang anda perlukan. Serta <a href="https://arsitekta.com/jenis-tumpuan-konstruksi-baja-yang-tepat-dan-metode-pelaksanaan/">tumpuan kolom baja</a>, maupun balok. Dan yang tidak anda perlukan adalah <em>grouting</em>. Sebagai gantinya adalah las. Yakni struktur baja yang lama dan yang baru anda las full.</p>
<h3><strong>C. Susulan rangka besi pada konstruksi kayu</strong></h3>
<p>Saat ini konstruksi kayu masih banyak ditemui pada bangunan gudang. Dan bangunan tersebut tentu sudah berumur. Karena konstruksi gudang yang baru pasti sudah menggunakan material baja. Jika belum ada dana untuk mengganti dengan struktur baja yang baru. Konstruksi kayu yang lama tersebut, sebaiknya anda perkuat dengan rangka besi, supaya tidak rubuh.</p>
<p>Berbeda dengan memasang struktur baja susulan pada beton. Pemasangan rangka baja pada konstruksi kayu, menggunakan <a href="https://arsitekta.com/manfaat-profil-baja-gabungan-anda-temukan-lengkap-disini/">profil baja gabungan</a>. Silahkan baca tautan tersebut, agar nada mengetahui bentuk, maupun jenis-jenis bahan yang digunakan. Apakah anda sudah melihat bentuknya?.</p>
<p>Dengan demikian, letak tiang kolom, balok atau kuda-kuda kayu anda tempatkan ditengah profil gabungan. Selain menggunakan baja kanal U, besi siku juga mampu untuk memperkuat konstruksi kayu. Misal untuk perkuatan kolom kayu, cara pengerjaannya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pasang 4 batang besi siku pada masing-masing sudut kayu. Dan gunakan sekrup untuk menyatukan besi dengan kayu. Serta pastikan besi tersebut sudah menempel/rapat dengan kayu.</li>
<li>Kemudian potong plat strip seuai kebutuhan, serta dengan panjang tertentu. Berguna untuk perkuatan 4 buah besi siku tersebut.</li>
<li>Lalu pasang plat strip satu persatu dengan menggunakan las. Letaknya adalah pada sisi luar besi siku. Serta dengan jarak 50-100 sentimeter.</li>
<li>Pastikan batang kayu telah terjepit dalam profil gabungan, yang terbuat dari besi siku dan plat strip. Dengan demikian kolom kayu benar-benar sudah kuat.</li>
</ol>
<h2><strong>Tips melaksanakan pengecatan baja struktur susulan</strong></h2>
<p><a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">Pelaksanaan cat</a> pada struktur baja susulan, sedikit berbeda dengan struktur baja pada umumnya. Sebab berkaitan dengan struktur bangunan yang diperkuat. Seperti kejadian pada saat memasang struktur baja susulan pada beton. Yaitu terkait pelaksanaan <em>goruting</em>. Ternyata tidak semua permukaan baja harus di cat. Justru bila anda cat, maka struktur kurang <a href="https://kbbi.web.id/kuat">kuat</a>.</p>
<p>Cara terbaik untuk mengecat baja struktur susulan adalah di lokasi. Baik lapisan cat dasar maupun cat finishing. Pertimbangannya adalah ketika pemasangan, permukaan baja pasti kotor. Karena ada aktivitas lain yang berhubungan dengan pemasangan baja. Antara lain bobok dinding, plester, pemasangan plafon serta lantai. Sementara itu agar kualitas cat bagus, permukaan baja harus benar-benar bersih. Maka dari itu, pelaksanaan pengecatan baja sebaiknya setelah pekerjaan renovasi memasuki tahap finishing.</p>
<h2><strong>[Penutup] Pentingnya cara pemasangan baja yang benar</strong></h2>
<p>Kuat tidaknya struktur tambahan adalah tergantung cara pemasangan. Walau anda sudah menggunakan material baja berukuran besar. Belum tentu berfungsi secara maksimal. Maka dari itu, kuncinya adalah pada proses pemasangan. Karena kekuatan struktur tambahan bukan berdasarkan <a href="https://arsitekta.com/cara-merencanakan-dimensi-material-baja-untuk-gudang/">dimensi material.</a> Memasang struktur baja susulan dengan ukuran pas-pasan pun, bila anda lakukan dengan benar. Hasilnya pasti sangat baik. Kokoh.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/">Memasang Struktur Baja Susulan Pasti Kuat Rahasianya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Kekuatan Skur Baja Ini Harus Anda Ketahui!</title>
		<link>https://arsitekta.com/rahasia-kekuatan-skur-baja-ini-harus-anda-ketahui/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/rahasia-kekuatan-skur-baja-ini-harus-anda-ketahui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2021 22:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan skur]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan skur baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[skur baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2813</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rahasia kekuatan skur baja masih banyak orang belum tahu. Padahal penggunaan komponen konstruksi yang satu ini tergolong sering. Jadi tidak untuk konstruksi baja saja. Sebab aplikasi skur juga banyak pada konstruksi kayu/bambu dan beton. Begitu penting peran skur pada bangunan. Oleh karena itu layak untuk teman-teman ketahui. Pengertian skur baja Artikel kali ini khusus membahas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rahasia-kekuatan-skur-baja-ini-harus-anda-ketahui/">Rahasia Kekuatan Skur Baja Ini Harus Anda Ketahui!</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2815 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Skur-baja-dapat-menambah-daya-tarik-bangunan-300x201.jpg" alt="Salah satu manfaat skur adalah untuk estetika bangunan" width="300" height="201" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Skur-baja-dapat-menambah-daya-tarik-bangunan-300x201.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Skur-baja-dapat-menambah-daya-tarik-bangunan.jpg 632w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Rahasia kekuatan <em>skur</em> baja masih banyak orang belum tahu. Padahal penggunaan komponen konstruksi yang satu ini tergolong sering. Jadi tidak untuk konstruksi baja saja. Sebab aplikasi skur juga banyak pada konstruksi kayu/bambu dan beton. Begitu penting peran skur pada bangunan. Oleh karena itu layak untuk teman-teman ketahui.</p>
<h2><strong>Pengertian skur baja</strong></h2>
<p>Artikel kali ini khusus membahas rahasia kekuatan skur baja. Sementara untuk konstruksi kayu dan beton adalah bukan bidang kami. Jadi anda dapat temukan ada laman yang lain. Atau jangan-jangan masih rahasia hingga saat ini. Karena belum ada yang mengekspos.</p>
<p>Kata skur berasal dari bahasa Ingris <em>‘treck schoor’,</em> yang berarti topang tarik. Adapun pengertian skur baja adalah sebuah komponen/rangka konstruksi yang terbuat dari material baja. Dengan posisi pemasangan sesuai dengan sudut kemiringan tertentu. Dan yang menghubungkan antara 2 jenis struktur yang berbeda. Misalnya antara struktur baja dengan baja. Atau antara baja dengan beton. Silahkan perhatikan gambar sebelumnya.</p>
<h2><strong>Fungsi skur pada struktur baja</strong></h2>
<p>Rahasia kekuatan skur baja adalah terletak pada fungsi. Hal ini wajib anda pahami karena fungsi skur berkaitan dengan penggunaan jenis bahan. Sementara ketentuan dimensi bahan adalah tergantung tujuan pemasangan. Oleh karena itu agar kekuatan skur maksimal, maka tujuan pemasangan pun harus tepat. Pada prinsipnya fungsi skur baja ada 2 macam, yaitu:</p>
<h3><strong>1.Skur sebagai penopang atau batang tekan. </strong></h3>
<p>Yaitu batang yang mendapat beban gaya aksial searah dengan panjang batang skur. Skur baja harus mampu memikul serta mendistribusikan beban-beban tersebut ke struktur utama dengan segera. Sehingga tidak mengalami tekuk atau lentur. Implementasi skur untuk fungsi ini, misalnya konstruksi <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kuda-kuda-baja-profil-dan-jenis-bahan/">kuda-kuda baja</a>. Khusunya yang memiliki bentang lebar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2816 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat-300x200.jpg" alt="Contoh pemasangan skur yang berfungsi sebagai batang tekan pada kuda-kuda baja kastela" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg 520w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pada gambar terlihat sebuah skur, yang menempel pada kolom dan terhubung dengan kuda-kuda baja kastela. Konstruksi ini kami terapkan tahun 2015 silam, yang berlokasi di kabupaten Majalaya, Bandung. Yaitu untuk pembangunan pabrik garmen dari <a href="https://www.youtube.com/watch?v=X_EBuuuv0zo">Nirwana Group</a>. Penting anda ketahui bentang kuda-kuda tersebut adalah 72 meter. Tetapi dengan tambahan kolom tengah.</p>
<h3><strong>2.Skur sebagai batang tekan dan tarik</strong></h3>
<p>Yaitu batang yang menerima beban tekan sekaligus tarik. Adanya kombinasi fungsi pada skur, mengharuskan desain sesuai dengan ijin tegangan tarik <em>(allowable tensile stress).</em> Sehingga skur tetap stabil walau dalam posisi menahan beban. Sementara itu sebagai batang tekan, panjang skur harus anda batasi agar gaya aksial segera tersalurkan.</p>
<p>Contoh pemasangan skur baja sebagai batang tekan sekaligus batang tarik. Sangat banyak anda temui pada <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kanopi-baja-cantik-untuk-bangunan-pasti-menarik/">kanopi baja</a>. Beban angin (hisap) merupakan gaya aksial yang mengharuskan skur kanopi menjadi batang tekan. Sementara sebagai batang tarik, karena adanya beban berguna dan berat sendiri material <em>(load dead) </em>pada kanopi.</p>
<h2><strong>Manfaat lain pemasangan skur baja</strong></h2>
<p>Memilih material yang tepat baja untuk skur gampang-gampang sulit. Karena ada beberapa faktor yang wajib anda pertimbangkan. Selain dari segi fungsi struktural, juga harus dengan mempertimbangkan efisiensi dan <a href="https://id.berita.yahoo.com/estetika-adalah-cabang-filsafat-yang-091008188.html#:~:text=Seperti%20yang%20sudah%20dijelaskan%20sebelumnya,keindahan%20serta%20tanggapan%20manusia%20terhadapanya.">estetika</a>. Pun hal ini bagian dari rahasia kekuatan skur baja. Seorang <em>engineer</em> tidak bijak jikalau hanya mengutamakan aspek struktural. Dan mengabaikan aspek-aspek lain.</p>
<h3><strong>a. Memasang skur untuk efisiensi biaya</strong></h3>
<p>Motivasi pemasangan skur pada dasarnya adalah untuk efisiensi biaya. Selain itu tidak ada. Hal tersebut dapat kita buktikan cukup dengan logika yang sederhana. Seperti ini. Bila dana memang tidak menjadi masalah, buat apa anda menggunakan skur?. Bukankah dimensi material struktur utama saja yang anda perbesar?. Betul bukan?.</p>
<p>Kalau begitu agar pemasangan skur baja efisien, serta sesuai dengan fungsi struktural. Maka untuk itu bahan yang anda gunakan harus memenuhi 2 kriteria berikut:</p>
<ol>
<li>Penampang profil baja bawaan (asli) harus simetris. Misalnya baja profil WF, H-Beam, stal kotak dan besi pipa.</li>
<li>Tetapi untuk jenis profil lain, dapat kita lakukan dengan cara modifikasi. Sehingga memiliki penampang yang simetris. Contohnya besi kanal U dan kanal C. Caranya anda gabungkan 2 jenis material tersebut. Dengan posisi bertolak belakang atau berhadap-hadapan. Sehingga berbentuk ][ atau [].</li>
<li>Lendutan material baja ˂ 1/600 x L (L = bentang atau panjang batang). Contoh untuk 1 batang material WF dengan panjang 12 meter. Maka besar lendutan adalah ˂ 1/600&#215;12.000, yaitu 20 mm.</li>
</ol>
<h3><strong>b. Pemasangan skur untuk estetika</strong></h3>
<p>Estetika merupakan satu kesatuan dengan rahasia kekuatan skur baja. Skur baja yang terpasang dalam ruangan dapat merusak <a href="https://arsitekta.com/tampilan-interior-gudang-yang-menarik-dan-minimalis-seperti-ini/">tampilan interior.</a> Tetapi juga bisa menambah daya tarik pada ruangan. Begitu juga skur baja yang pemasangannya pada eksterior. Mengapa hal tersebut terjadi?. Ayo, kira-kira alasanya apa?.</p>
<p>Dari segi fungsi skur baja adalah bagian dari struktur bangunan. Tetapi dari segi letak pemasangan, skur berkaitan erat dengan arsitektur. Oleh karena itu pemasangan skur baja, pada interior maupun eksterior wajib mempertimbangkan faktor estetika. Bagaimana caranya?. Jangan harap dengan menambahan anggaran biaya!. Ingat dasar pemasangan skur adalah efisiensi. Melainkan dengan tips-tips berikut:</p>
<ol>
<li>Gunakan material baja yang memiliki estetika bagus. Yaitu pipa besi dan stal kotak.</li>
<li>Sambungan/pertemuan antara batang skur dengan struktur lain harus rapih.</li>
<li>Terapkan <a href="https://arsitekta.com/contoh-warna-cat-finishing-konstruksi-baja/">cat finishing baja</a> secara benar dan tepat.</li>
</ol>
<h2><strong>Join antara skur dengan konsol baja</strong></h2>
<p>Rahasia kekuatan skur baja terletak pada sistem sambungan. Pengelasan pada pelat buhul dan <em>stiffner</em> wajib terlaksana dengan baik. Begitu juga pemasangan sambungan baut pada konstruksi. Hal itu semua penting agar <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Konsol">konsol</a> baja menadi kokoh. Juga  memiliki nilai estetika tambahan untuk bangunan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2817 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela-300x200.jpg" alt="Detail join batang skur dengan konsol baja" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg 688w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Gambar berikut adalah detail pertemuan batang skur dengan konsol baja. Silahkan anda perhatikan. Terkait rahasia kekuatan skur baja, berdasarkan gambar tersebut dapat kita simpulkan bahwa:</p>
<ul>
<li>Konsol baja yang terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/">baja kastela,</a> berpadu dengan pipa besi menciptakan kesan dinamis. Yaitu adanya lubang kastela yang berbentuk heksagonal. Sementara skur baja berbentuk bulat.</li>
<li>Elemen pelat buhul,<em> stiffners,</em> las dan baut mur mempertahankan kesan struktural pada material. Kesan tersebut sangat kuat (tersampaikan) karena berada pada 1 titik pertemuan.</li>
</ul>
<p>Dimensi material baja dan baut mur ada dalam gambar. Sementara panjang konsol baja kastela adalah 6 meter. Artinya ukuran-ukuran pada gambar tersebut dapat anda jadikan referensi. Pekerjaan konstruksi baja ini kami terapkan 2010 yang lalu. Pada pembangunan sebuah pabrik milik Pt.Djarum, yang beralamat di Kudus, Jawa Tengah.</p>
<h2><strong>Perbedaan &amp; persamaan skur dengan sumpil</strong></h2>
<p>Setelah membaca penjelasan tentang rahasia kekuatan skur baja. Tentunya anda telah dapat membedakan antara skur dengan sumpil bukan?. Penting anda mengenal istilah-istilah lokal ini. Karena tukang konstruksi baja lebih familiar dengan istilah-istilah tersebut. Oke, perbedaan paling nyata adalah pada pemasangan. Skur baja terpasang untuk menghubungkan 2 batang struktur baja. Sementara sumpil terpasang dalam satu kesatuan pada 1 struktur.</p>
<p>Walaupun berbeda, sumpil dan skur baja juga memiliki persamaan. Persamaan tersebut adalah dari segi fungsi. Yaitu sama-sama berguna untuk memberi kekuatan tambahan pada struktur baja. Sehingga tidak mengalami puntir, lentur, lengkung bahkan runtuh.</p>
<h2><strong>[Kesimpulan] 3 rahasia tentang skur baja</strong></h2>
<p>Dari penjelasan tersebut yang menjadi kesimpulan bahwa rahasia kekuatan skur baja terletak pada:<strong>1].</strong>Identifikasi fungi skur. Apakah sebagai batang tekan saja, atau sebagai batang tekan sekaligus batang tarik. <strong>2].</strong>Jenis material skur. Karena selain berfungsi struktural, skur baja juga mempengaruhi estetika bangunan. dan, <strong>3].</strong>Penggunaan/alokasi anggaran secara efektif dan efesien. Karena penggunaan skur pada hakikatnya adalah untuk meminimalisir biaya.</p>
<p>Demikian catatan mengenai rahasia kekuatan skur baja. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rahasia-kekuatan-skur-baja-ini-harus-anda-ketahui/">Rahasia Kekuatan Skur Baja Ini Harus Anda Ketahui!</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/rahasia-kekuatan-skur-baja-ini-harus-anda-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2021 21:03:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[bracing kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[contoh bracing kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat bracing]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan bracing baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Contoh pemasangan bracing kolom apakah penting?. Jawabnya bisa iya dan juga bisa tidak. Tentu penting bagi teman-teman yang baru berkecimpung dalam bidang konstruksi baja. Yang terlibat langsung pada proses pengerjaan, desain/perencanaan, juga untuk pelaku usaha jasa konstruksi. Yang seluruhnya adalah pemula. Terlepas posisi anda yang mana. Karena sebagai pemula, pastinya anda membutuhkan referensi. Sebelum melaksanakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Contoh pemasangan <em>bracing</em> kolom apakah penting?. Jawabnya bisa iya dan juga bisa tidak. Tentu penting bagi teman-teman yang baru berkecimpung dalam bidang konstruksi baja. Yang terlibat langsung pada proses pengerjaan, desain/perencanaan, juga untuk pelaku usaha jasa konstruksi. Yang seluruhnya adalah pemula. Terlepas posisi anda yang mana. Karena sebagai pemula, pastinya anda membutuhkan referensi. Sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Termasuk dalam hal merencanakan, mengejakan atau memborong pekerjaan baja.</p>
<p>Tetapi dapat kita maklumi juga. Contoh pemasangan bracing kolom tidak begitu penting. Jikalau anda telah memiliki pengalaman yang cukup pada <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">pekerjaan konstruksi baja.</a> Karena berdasarkan pengalaman tersebut, anda dapat memahami proses perencanaan, pengerjaan dan bahkan cara memborong pekerjaan. Nah, jika anda adalah kategori yang kami maksud. Maka abaikan saja artikel ini. Atau bila berkenan, beri kami masukan berdasarkan pengalaman saudara melalui kolom komentar.</p>
<h2><strong>Ciri-ciri kolom baja yang membutuhkan bracing</strong></h2>
<p>Semua kolom yang terpasang dengan ketinggian tertentu berpotensi mengalami <a href="https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jtsuntan/article/view/25739">lendutan</a> (defleksi). Semakin tinggi sebuah kolom, maka kemungkinan terjadi lendutan akan semakin besar. Hal tersebut terjadi karena kolom menerima gaya (beban). Sehingga agar lendutan tersebut tidak berakibat fatal. Salah satu caranya, anda harus memasang bracing pada kolom. Untu itu anda tentu perlu contoh pemasangan bracing kolom. Yakni sebagai referensi, guna memastikan fungsi bracing benar-benar sesuai harapan/rencana.</p>
<p>Menentukan apakah kolom baja perlu menggunakan bracing atau tidak. Harus berdasarkan perhitungan struktur. Namun demikian secara umum kriteria kolom yang memerlukan perkuatan bracing, ciri-cirinya adalah:</p>
<ol>
<li>Tinggi kolom baja ≥ 6 meter,</li>
<li>Lebar bentangan mencapai 30 meter atau lebih,</li>
<li>Dimensi kolom relatif kecil atau bawah standar,</li>
<li>Bangunan sebagian terbuka atau bahakan tidak memiliki dinding,</li>
<li>Dinding bangunan terbuat dari <em>clading galvalume</em></li>
<li>Memikul beban ekstra, misalnya balok dak <em>(mezzanine)</em> atau railway untuk <a href="https://arsitekta.com/hoist-crane-manual-murah-tanpa-energi-listrik-mengapa-tidak/">hoist crane</a>.</li>
</ol>
<p>Pun salah satu dari 5 ciri-ciri tersebut, telah cukup sebagai pedoman bahwa kolom baja memerlukan bracing. Persoalan jenis bahan atau bentuk bracing adalah sesuai hasil perhitungan kekuatan struktur. Yang pasti <a href="https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-baja-kegunaan-jenis-bahan/">hakikat bracing</a> pada kolom ada 2 macam, yaitu vertikal dan horizontal.</p>
<h2><strong>Contoh 1: Pemasangan bracing vertikal</strong></h2>
<p>Sebuah konstruksi pabrik dengan tinggi kolom 10 meter. Terdiri dari 1 meter kolom beton dan 9 meter kolom baja. Yang terbuat dari baja profil WF 400x200x8x13. Memerlukan tambahan perkuatan yaitu berupa bracing (kres) kolom vertikal. Seperti pada gambar berikut. Silahkan anda perhatikan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2808 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar-300x200.jpg" alt="Merencanakan bracing kolom harus tepat agar berfungsi secara maksimal" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar.jpg 620w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1.Jenis-jenis bahan &amp; alat kerja bracing vertikal</strong></h3>
<p>Untuk membuat bracing vertikal berdasarkan gambar. Penting terlebih dahulu anda mempersiapkan bahan dan alat kerja fabrikasi, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Besi siku 2L 70x70x7 (double),</li>
<li>Pelat baja tebal (t)= 8 mm,</li>
<li>Baut mur Ø3/4”x1,5” HTB (A-325)</li>
<li>Alat potong blender</li>
<li>Mesin pon (punch drill)</li>
<li>Mesin las</li>
<li>Alat K3</li>
</ol>
<h3><strong>2.Metode pelaksanaan pabrikasi bracing siku</strong></h3>
<p>Setelah anda mempersiapkan bahan serta alat kerja. Selanjutnya pelaksanaan fabriksi untuk bracing vertikal harus berdasarkan shop drawing. Berikut ini adalah contoh shop drawing bracing siku. Silahkan perhatikan. Kemudian lakukan fabriksi sesuai tahap-tahap berikut:</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2809 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom-300x195.jpg" alt="Contoh shop drawing bracing vertikal yang terbuat dari besi siku" width="300" height="195" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom-300x195.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom.jpg 690w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<ol>
<li>Lakukan pemotongan terhadap siku. Dan sesuaikan dengan kebutuhan/ukuran pada shop drawing,</li>
<li>Juga laksanakan pemotongan pelat baja, yang berguna untuk buhul dan pelat isi.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Pembuatan lubang baut</a> pada material siku serta pelat baja dengan ukuran Ø22 mm,</li>
<li>Pelat buhul (PL.1) anda pasang pada kolom baja (CH.1). Sesuai posisi/jarak yang tertera pada shop drawing dengan menggunakan las.</li>
<li>Laksanakan pengecatan dasar pada seluruh matarial baja. Serta cat finishing bila ada.</li>
<li>Pasangkan pelat isi pada siku yang berukuran sama. Sehingga menjadi pasang-pasangan.</li>
<li>Terakhir, periksa kembali seluruh dimensi bahan. Untuk memastikan bahwa pabriksi telah terlaksana sesuai shop drawing.</li>
</ol>
<h3><strong>3.Metode pemasangan bracing siku pada kolom</strong></h3>
<p>Pemasangan komponen/rangka bracing sangat praktis. Alat inti yang anda butuhkan hanya kunci pengeras. Selain alat tersebut, anda juga membutuhkan perancah serta tambang. Yang berguna tempat berdiri dan menaikkan material siku. Contoh pemasangan bracing kolom dengan material siku, lebih mudah bandingkan dengan material besi WF. Langkah-langkah pemasangan seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Pasang terlebih dahulu pelat buhul type PL.2 pada material siku yang lebih panjang. (Berdasarkan shop drawing yaitu 7.959 mm). Dengan menggunakan baut mur. Lalu keraskan memakai kunci pengeras.</li>
<li>Kemudian masukkan kedua ujung siku tersebut pada pelat buhul (PL.1), yang sebelumnya telah terpasang pada kolom baja. Dan ikat dengan menggunakan sambungan <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">baut mur baja.</a></li>
<li>Setelah itu, pasang siku yang berukuran lebih pendek. Yaitu pada sisi atas dan bawah pelat baja type PL.2. Juga dengan menggunakan baut mur yang berdiameter sama.</li>
<li>Terakhir, anda pastikan seluruh baut telah terpasang dengan benar dan kencang. Selesai.</li>
</ol>
<h2><strong>Contoh 2: Pemasangan bracing horizontal &amp; vertikal</strong></h2>
<p>Pada gambar berikut adalah contoh pemasangan bracing kolom baja dengan posisi horizontal. Dimensi kolom baja juga WF 400x200x8x13, tetapi setinggi 12 meter. Selain perkuatan bracing horizontal, kolom tersebut juga sekaligus memiliki bracing vertikal. Sehingga 2 macam bracing menjadi satu kesatuan, untuk memberi kekuatan tambahan pada kolom. Silahkan anda perhatikan gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2810 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-272x300.jpg" alt="Contoh bracing horizontal &amp; vertikal yang terpasang secara bersamaan pada kolom WF 400x200x8x13" width="272" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-272x300.jpg 272w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja.jpg 488w" sizes="(max-width: 272px) 100vw, 272px" /></p>
<h3><strong>1.Komponen struktur pada bracing horizontal</strong></h3>
<p>Bahan utama untuk bracing horizontal pada kolom terbuat dari 2 macam, yaitu:1].WF 200x100x5,5&#215;8 mm, dan 1].WF 300x150x6,5&#215;9 mm. Nah, pada masing-masing balok bracing tentu memiliki komponen tambahan. Yaitu pelat lekat yang berfungsi sebagai wadah sambungan baut dengan kolom baja.</p>
<p>Dimensi pelat lekat beserta ukuran baut, untuk masing-masing balok WF telah lengkap dalam artikel, yang membahas tentang <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur baja</a>. Silahkan anda pelajari. Sehingga untuk aplikasi sambungan/join, dapat anda terapkan berdasarkan ketentuan tersebut.</p>
<h3><strong>2.Metode pelaksanaan pabrikasi &amp; pemasangan bracing WF</strong></h3>
<p>Melaksanakan pabrikasi material WF untuk bracing horizontal sangat mudah. Karena alat-alat yang anda butuhkan sama ketika melaksanakan pabrikasi bracing vertikal (siku).  Demikian juga langka-langkah kerjanya relatif sama. Hanya penting anda pastikan, agar semua ukuran telah sesuai dengan gambar kerja. Beres.</p>
<p>Sementara metode pelaksanaan pemasangan yang benar. Yang mana pada gambar antara bracing horizontal dan vertikal saling terhubung. Dan andaikata pemasangan adalah secara manual. Maka jumlah <a href="https://arsitekta.com/fakta-tukang-konstruksi-baja-beserta-manfaatnya-bagi-anda/">tukang konstruksi baja</a> untuk pekerjaan tersebut minimal 4 orang. Adapun metode kerjanya adalah:</p>
<ol>
<li>Pasang terlebih dahulu bracing horizontal bagian bawah (#1). Lalu pastikan seluruh baut mur telah terpasang dengan benar. Sehingga bracing WF dan kolom baja telah terikat dengan kuat.</li>
<li>Kemudian pasang balok WF yang kedua (#2),</li>
<li>Pasang bracing vertikal siku, yang berada antara bracing horizontal #1 dan #2. Dan pastikan baut sambungan telah terisi semua, yakni pada pelat buhul yang tersedia pada balok bracing dan kolom baja.</li>
<li>Lakukan langkah 2-3 untuk pemasangan bracing horizontal (#3) dan bracing vertikal bawahnya. Demikian selanjutnya hingga seluruh bracing selesai terpasang.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Agar fungsi bracing maksimal</strong></h2>
<p>Perkuatan kolom untuk bangunan-bangunan yang bertikat tinggi. Umumnya dengan menerapkan sistem bracing. Yaitu dengan memadukan antara bracing horizontal dan vertikal. Seperti pada contoh yang ke-2. Cara tersebut tergolong paling efektif, sehingga fungsi bracing lebih maksimal.</p>
<p>Dimensi material baja pada contoh-contoh bracing tersebut. Pula dapat anda ganti dengan profil baja yang lain. Misalnya besi siku pada bracing vertikal, anda ganti dengan kanal U. Serta profil H-Beam sebagai pengganti profil WF. Semua tergantung jenis material mana yang lebih tepat untuk fungsi tersebut. Bila anda membutuhkan konsultasi, terkait contoh pemasangan bracing kolom. Silahkan kontak kami. Terimakasih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
