<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bangunan gedung Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/bangunan-gedung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/bangunan-gedung/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Sep 2023 21:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>bangunan gedung Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/bangunan-gedung/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Menentukan Arah Hadap Bangunan Rumah Tinggal Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menentukan-bagian-depan-rumah-menghadap-kemana/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-menentukan-bagian-depan-rumah-menghadap-kemana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 13:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan depan bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[desain rumah]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan arah hadap bangunan tentu tidak boleh sesuka hati. Kalau tidak mau kecewa di kemudian hari. Karena tidak sesuai harapan. Sementara dana yang di alokasikan untuk bangunan sudah banyak. Tentu tidak mau bukan?. Rasa kecewa itu sangat menyakitkan, dan tidak ada obatnya. Kecuali memenuhi apa yang diharapkan semula. Sepintas tentang pemakaian kata arah hadap. Artinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-bagian-depan-rumah-menghadap-kemana/">Tips Menentukan Arah Hadap Bangunan Rumah Tinggal Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan arah hadap bangunan tentu tidak boleh sesuka hati. Kalau tidak mau kecewa di kemudian hari. Karena tidak sesuai harapan. Sementara dana yang di alokasikan untuk bangunan sudah banyak. Tentu tidak mau bukan?. Rasa kecewa itu sangat menyakitkan, dan tidak ada obatnya. Kecuali memenuhi apa yang diharapkan semula.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4935" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg" alt="Gambar perspektif 3D bangunan rumah mewah 2 lantai" width="825" height="528" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg 825w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai-300x192.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 825px) 100vw, 825px" /></a></p>
<p>Sepintas tentang pemakaian kata arah hadap. Artinya arah menghadap, atau bagian depan bangunan. Yang ditandai dengan sebuah pintu utama. Untuk masuk ke bangunan. Pintu tersebut umumnya menghadap jalan. Atau, bisa juga diarahkan pada sisi yang lain.</p>
<h2>Latar belakang dan tujuan</h2>
<p>Bagi teman-teman yang ingin melakukan renovasi, atau bangun rumah dari awal. Terlebih tapak yang dimiliki berada di hook (pojok). Sebaiknya jangan langsung menentukan arah hadap bangunan. Karena terpengaruh oleh tetangga, atau kondisi lingkungan sekitar.</p>
<p>Penentuan depan bangunan, harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Lebih bagus lagi, konsultasi dengan jasa arsitek profesional. Agar <a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/" target="_blank" rel="noopener">desain bangunan</a> dibuat untuk jangka panjang. Serta, memenuhi regulasi yang berlaku dalam negeri, terkait perencanaan dan perancangan bangunan.</p>
<h2>Faktor penentu arah depan rumah tinggal</h2>
<p>Depan bangunan dapa di analogikan seperti wajah. Tampilan makin menjadi cantik kalau diberi make up. Tapi, tidak hanya itu. Harusnya berada di tempat yang strategis, dan terang. Kalau gelap, pasti tidak kelihatan toh?.</p>
<p>Demikian juga sebuah rumah tinggal. Tidak cukup punya desain yang bagus, serta konstruksi yang kuat dan kokoh. Tapi, harus menghadap tempat yang bagus, serta berada pada level yang tepat. Baru desain bangunan semakin berasa. Eksentrik dan menawan.</p>
<p>Sebaiknya menentukan arah hadap bangunan dengan mempertimbangkan 4 hal berikut:</p>
<h3>1. Jalan raya</h3>
<p>Pososi bangunan yang menghadap langsung ke jalan raya adalah harapan banyak orang. Tapi, tahu kah Kalian tidak semua jalan raya bagus untuk bangunan?. Apalagi hunian?. Karena apa?. Polusi udara dan suara. Belum lagi, bila terjadi pelebaran jalan. Anda bakal kena dampaknya.</p>
<p>Kasus yang kedua. Bangunan tidak berada tepat di tepi jalan raya. Alias masuk gang. Juga menjadi persoalan yang membuat pemilik bangunan kurang nyaman. Misalnya, membuat akses jalan dan harus keluar dana sendiri. Belum lagi soal view bangunan yang tidak bagus.</p>
<p>Berkaca pada 2 situasi ini. <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/">Rumah tinggal</a> yang menghadap jalan raya sebaiknya mematuhi batas koefisien GSB (Garis Sempadan Bangunan), atau sering disebut Royline. Supaya tidak terlalu dekat, dan mengakibatkan polusi.</p>
<p>Sementara, bila berada di hook (pojok). Anda menentukan arah hadap bangunan pada jalan yang paling nyaman, dan mudah di akses. Bukan jalan yang paling lebar. Jikalau, dua-duanya kurang bagus. Maka, tentukan dengan 3 aspek berikut ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Arah-depan-bangunan-swalayan.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5080" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Arah-depan-bangunan-swalayan.jpg" alt="Arah hadap bangunan swalayan yang bagus" width="450" height="289" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Arah-depan-bangunan-swalayan.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Arah-depan-bangunan-swalayan-300x193.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h3>2. Rencana ekspansi</h3>
<p>Ekspansi bangunan bisa terjadi disebabkan oleh 2 hal, yakni factor eksternal dan internal. Atau, boleh disebut secara tidak sengaja, dan di sengaja.</p>
<h4>&#8211; Faktor tidak sengaja (tidak terencana)</h4>
<p>Sebagaimana saya singgung diatas. Pelebaran jalan akan selalu terjadi diseluruh pelosok Nusantara. Sebab infrastruktur jalan sudah menjadi kebutuhan utama dalam negeri. Guna meningkatkan perekonomian bangsa. Oleh sebab itu, tidak mustahil suatu saat Anda akan kena dampaknya.</p>
<p>Memang setiap warga dapat ganti rugi dari pemerintah. Akibat pelebaran jalan. Bahkan sering diartikan menjadi ganti untung. Sebab uang ganti yang diterima berlipat ganda dari <a href="https://www.detik.com/properti/tips-dan-panduan/d-6828537/apa-itu-njop-ini-penjelasan-dan-cara-menghitungnya">NJOP</a> (Nilai Jual Objek Pajak) tanah dan bangunan. Tapi, apakah dengan menerima sejumlah uang urusan langsung beres?.</p>
<p>Mau tidak mau Anda harus membuat rencana untuk renovasi rumah. Agar tampak lebih cantik lagi. Atau, menjual rumah tersebut sekalian. Karena sudah tidak suka dengan lingkungan sekitar. Atau, karena desain bangunan bakal tidak bisa seperti semula lagi.</p>
<p>Nah, kondisi seperti ini lah yang disebut tidak terencana. Alias terjadi disebabkan oleh pihak lain. Maka dari itu, pada saat menentukan arah hadap bangunan, faktor-faktor eksternal perlu Anda pertimbangkan. Agar dibelakang hari tidak kecewa.</p>
<h4>&#8211; Ekspansi bangunan sesuai rencana (di sengaja)</h4>
<p>Penting diketahui, melakukan renovasi bangunan sebaiknya jangan ke arah jalan raya. Karena hal itu pasti melanggar peraturan GSB. Batas bangunan dari jalan raya minimal 1/2x Lebar jalan. Misal lebar jalan adalah 8,0 meter. Maka, jarak antara pagar depan dengan bangunan adalah 4,0 meter, atau lebih.</p>
<p>Alasan kedua. Sekalipun Anda masih memiliki sisa lahan, yang bisa dimanfaatkan untuk menambah bangunan. Saya tetap tidak setuju dilakukan ke depan. Sebab hal itu akan merubah tampilan bangunan secara keseluruhan. Lalu, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan ruang yang semakin meningkat?.</p>
<p>Renovasi sebaiknya dilakukan pada bagian samping (tidak bersebelahan dengan jalan), bagian belakang, dan/atau dengan cara tingkat. Lebih istimewa lagi, rencana ini kalau sudah ada sejak menentukan arah hadap bangunan. Alias pada saat merancang gambar desain.</p>
<h3>3. Arah mata angin</h3>
<p>Untuk sirkulasi cahaya dan penerangan. Bangunan yang menghadap Timur adalah paling di idamakan. Sebab sinar matahari pagi hari bisa terasa secara langsung. Bahkan sangat bagus untuk kesehatan. Namun demikian, kan tidak semua orang se-beruntung itu?.</p>
<p>Adakalanya tapak yang kita miliki justru dari awal menghadap Barat. Lalu, apakah harus dipaksa menghadap Timur agar ketika sore hari tidak silau?. Kan tidak bisa. Solusi yang dapat dilakukan adalah mengurangi cahaya masuk kedalam rumah. Dan, hal ini pun akan mengakibatkan dampak lain. Yaitu penerangan dalam rumah harus pakai listrik. Boros kan?.</p>
<p>Oleh sebab itu, ketika memilih tapak jangan lupa perhatikan arah mata angin. Lalu, sesuaikan dengan rencana Anda jangka pendek, maupun jangka panjang. Jangka pendek terkait dengan desain dan proses pelaksanaan pembangunan. Sementara jangka panjang adalah ekspansi.</p>
<h3>4. Feng Sui</h3>
<p>Walau sifatnya opsional. Sebab Feng Sui lebih dominan diterapkan oleh saudara kita Tinghoa. Namun saya setuju dengan ajaran Tata Letak dari Feng Sui. Terutama menentukan arah hadap bangunan terhadap jalan. Misalnya, tidak boleh tusuk sate. Elevasi jalan harus lebih rendah, jalan sebaiknya tidak searah, dan sebagainya.</p>
<p>Singkatnya, Feng Sui dapat menjadi solusi manakala Anda tengah menghadapi persoalan tentang pemilihan tapak, desain dan tata ruang, serta rencana untuk melakukan renovasi. Sekarang kembali pada Anda. Apakah yakin atau tidak dengan metode yang diajarkan?. Sejauh pengamatan dan.pengalaman saya. Cocok dijadikan acuan.</p>
<h2>[Penutup] Waktu yang tepat menentukan arah bangunan</h2>
<p>Yaitu pada saat Anda membeli tapak. Bukan pada saat hendak renovasi, atau <a href="https://arsitekta.com/strategi-melakukan-ekspansi-konstruksi-baja-pada-bangunan-eksisting-agar-berjalan-lancar/">ekspansi</a> bangunan. Maka dari itu, jikalau hendak bangun rumah baru sebaiknya pada tempat yang direncanakan sejak semula.</p>
<p>Sebelum tapak tersebut jadi Anda beli, pastikan 3 hal ini bisa Anda terapkan pada tapak:</p>
<ul>
<li><strong>GSB = Lebar Jalan</strong></li>
</ul>
<p>Mengapa dibuat sama?. Kan peraturan hanya 1/2. Supaya pada saat terjadi pelebaran jalan, bangunan Anda tetap aman. Alias masih dalam batas ukuran yang di ijinkan.</p>
<ul>
<li><strong>RDTRW (Rencana Detail Tata Ruang dan Wilayah) sudah ada</strong></li>
</ul>
<p>Regulasi ini berkaitan dengan rencana pemerintah daerah jangka waktu 20-30 tahun terhadap suatu wilayah kota, atau kabupaten. Penting Anda ketahui, supaya untuk mencegah dampak pelebaran jalan.</p>
<ul>
<li><strong>RTH (Ruang Terbuka Hijau) 35-40% lari luas tapak</strong></li>
</ul>
<p>Khususnya tapak yang berada di hook. RTH sebanyak ini pasti bisa tercapai. Sebab tapak Anda diapit oleh 2 buah jalan. Yakni jalan di depan, dan samping. Oleh sebab itu, tapak Anda harus memenuhi 2 GSB sekaligus. Sehingga RTH pada tapak Anda otomatis jadi lebih luas.</p>
<p>Demikian cara menentukan arah depan bangunan, agar sesuai dengan peraturan pemerintah, dan tampil cantik.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-bagian-depan-rumah-menghadap-kemana/">Tips Menentukan Arah Hadap Bangunan Rumah Tinggal Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-menentukan-bagian-depan-rumah-menghadap-kemana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangunan Baja, Keunggulan dan Jenis-jenisnya Sebenarnya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-jenis-bangunan-baja-dan-keunggulan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/ragam-jenis-bangunan-baja-dan-keunggulan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 13:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan baja]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan bangunan baja]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis bangunan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4579</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Sudah seberapa lama Anda berkecimpung dengan dunia proyek baja?. Apakah sudah puluhan tahun?, atau masih hitungan bulan?. Kalau sudah lama, pasti paham bangunan baja bukan?. Esensi, maupun keunggulannya. Dibanding dengan bangunan kayu, atau beton. Bagi yang belum lama terlibat dalam pekerjaan konstruksi baja. Jangan khawatir. Simak nih bacaan baru. Sangat bagus untu menambah wawasan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-bangunan-baja-dan-keunggulan/">Bangunan Baja, Keunggulan dan Jenis-jenisnya Sebenarnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2877 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui-300x169.jpg" alt="Kelebihan dan kekurangan elemen bangunan wajib arsitek ketahui sebelum menentukan akan digunakan" width="300" height="169" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sudah seberapa lama Anda berkecimpung dengan dunia proyek baja?. Apakah sudah puluhan tahun?, atau masih hitungan bulan?. Kalau sudah lama, pasti paham bangunan baja bukan?. Esensi, maupun keunggulannya. Dibanding dengan bangunan kayu, atau beton.</p>
<p>Bagi yang belum lama terlibat dalam pekerjaan <a href="https://arsitekta.com/cara-ukur-bentangan-konstruksi-baja/">konstruksi baja.</a> Jangan khawatir. Simak nih bacaan baru. Sangat bagus untu menambah wawasan. Gratis kok&#8230; hehe. Kalaupun ada selingan <a href="https://stickearn.com/blog/blog/jenis-iklan">iklan</a> diantara paragraf. Anggap saja sebagai intermeso. Supaya tidak terlalu serius. Tapi, kalau memang perlu, silahkan kunjungi.</p>
<h2>Latar belakang</h2>
<p>Ide untuk membuat sebuah bangunan yang unik, bukanlah hasrat dari arsitek semata. Sering keinginan tersebut justru timbul dari sang pemilik. Sehingga klop. Dan, tidak bisa dicegah lagi, sebuah bangunan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Cepat, atau lambat akan hadir di depan Anda.</p>
<p>Salah satu yang dilakukan sang arsitek, untuk merancang sebuah banguan unik, adalah menyiapkan jenis material yang akan digunakan. Apakah dominan pada salah satu jenis, atau kombinasi berbagai macam bahan bangunan. Sehingga, tidak terlihat salah satu yang menonjol.</p>
<h2>Pengertian dan ciri khas</h2>
<p>Bangunan baja artinya sebuah bangunan dengan fungsi terentu, yang mana mayoritas struktur, maupun arsitektur bangunan tersebut adalah terbuat dari berbagai macam material besi dan baja.</p>
<p>Maka dari itu, karakteristik sekaligus ciri khas bangunan ini. Adalah menonjolkan kekokohan struktur sebagai bagian dari estetika. Antara lain melalui tiang kolom, dan balok yang terlihat jelas. Sebagaimana wujud aslinya. Dari luar, maupun dari dalam bangunan. Atau, terkenal dengan istilah ekspos.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4066 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Bangunan-gedung-sekolah-300x180.jpg" alt="Contoh bangunan gedung bertingkat dengan biaya ekstra" width="300" height="180" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Bangunan-gedung-sekolah-300x180.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Bangunan-gedung-sekolah.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kalau pun bangunan tampak lebih cantik. Hal tersebut disebabkan oleh adanya finishing cat warna. Selebihnya, sama sekali tidak ada material lain yang digunakan. Seperti yang sering dilakukan pada bangunan-bagunan gedung ada umumnya.</p>
<p>Misalnya memasang ACP sebagai bungkus kolom/balok. Agar terlihat menarik. Memasang lisplang sekeliling bangunan. Agar atap tidak terlihat. Dan, masih banyak contoh lain. Praktik itu semua tidak pernah terjadi pada bangunan baja.</p>
<h2>Keunggulan material</h2>
<p>Bicara soal keunggulan. Sebelum terpasang pada suatu bangunan. Material baja bila dibandingkan dengan bahan bangunan yang lain, jelas jauh lebih unggul. Sebut saja dalam hal pengadaan. Sangat mudah. Sebab, saat ini produk baja Indonesia sangat lengkap. Dari segala macam ukuran, dan jenis profil. Sehingga tidak perlu impor.</p>
<p>Sementara itu, soal kemudahan pengerjaan dan pemasangan. Bangunan baja menerapkan sistem prefabrikasi. Material lebih dulu di <a href="https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/" target="_blank" rel="noopener">pabrikasi</a> di sebuah workshop baja. Sesuai dengan bentuk konstruksi, lengkap dengan komponen-komponen pelengkapnya. Lalu, di proyek hanya melakukan instalasi.</p>
<p>Bagaimana hal itu agar bisa menjadi cepat selesai?. Lihat saja proses konstruksi yang dilakukan di negara Tiongkok. Gedung setinggi ratusan meter selesai dalam hitungan hari. Material yang digunakan adalah baja profil. Termasuk untuk struktur utama. Seperti kolom, balok, maupun konstruksi-konstruksi yang lain. Misalnya dinding, lantai, atap, dan sebagainya. Semua menerapkan sistem FEB.</p>
<h2>Jenis-jenis bangunan</h2>
<p>Terbagi menjadi beberapa macam. Yakni berdasarkan jenis material, serta jumlah lantai.</p>
<h3>a. Bagunan baja ringan</h3>
<p>Selain pengadaan material yang mudah. Bangunan yang terbuat dari baja ringan tergolong paling murah. Sekalipun bila dibandingkan dengan material kayu. Hal itu, didukung pula oleh proses pengerjaan yang praktis. Bagi kalangan pekerja konstruksi baja, terkenal dengan semboyan &#8220;potong, tekuk, pasang, dan skrup&#8221;.</p>
<p>Dari segi fungsi. Bangunan ini memang tidak banyak. Tapi, bukan berarti tidak layak. Melainkan karena ada keterbatasan dalam hal bentang. Bangunan baja ringan cocok untuk bentang 15 meter ke bawah. Dan tinggi maksimal 9,0 meter.</p>
<p>Selain ukuran bangunan yang relatif kecil, ciri khas lainnya adalah:</p>
<ol>
<li>Semua struktur bangunan pakai baja ringan.</li>
<li>Fungsi bangunan adalah sebagai gudang, cafe, dan kios.</li>
<li>Dinding dan atap juga menggunakan material logam. Yakni galvalum, atau spandek.</li>
<li>Sudut kemiringan atap rendah.</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2800 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja-300x166.jpg" alt="Struktur gudang dan pabrik lebih efektif menggunakan material baja" width="300" height="166" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja-300x166.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja.jpg 753w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>b. Bangunan baja WF</h3>
<p>Adalah sebuah bangunan yang menggunakan baja WF sebagai material utama. Baik sebagai tiang, balok lantai, hingga kuda-kuda. Sematan ini umumnya dilakukan, karena terbukti <a href="https://arsitekta.com/6-tujuan-menghitung-tonase-baja-dan-pihak-yang-terlibat-mereka-ini/">tonase baja</a> WF mendominasi pada bangunan tersebut.</p>
<p>Karakteristik bagunan ini terlihat kaku. Dalam arti, tidak memiliki seni. Tapi, bila di amati lebih detail. Karena struktur baja terlihat sangat jelas sebagai kerangka bangunan. Kesan yang muncul, dibalik kesan kaku adalah kokoh.</p>
<p>Nah, dengan ciri khas tersebut pula. Bagunan baja lebih banyak ditemukan di kawasan industri. Daerah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pesisir">pesisir</a> pantai, pelabuhan, bangunan sarana prasarana stasiun kereta api, dan terminal bis. Sembari untuk mendapatkan fungsi yang sesuai dengan rencana. Kekuatan bangunan terjamin, walau berada di daerah rawan banjir, penurunan tanah, dan sebagainya.</p>
<h3>c. Bangunan baja 2 lantai</h3>
<p>Julukan ini makin familiar setelah penggunaan material baja untuk bangunan rumah tinggal makin meningkat. Mengapa hanya rumah tinggal?. Bukankah struktur baja bertingkat bisa diterapkan untuk segala jenis bangunan. Benar.</p>
<p>Tapi, khusus lantai 2 paling banyak adalah rumah tinggal. Buktikan aja deh. Rumah tinggal pasti jumlahnya jauh lebih banyak, dibanding bangunan-bangunan yang lain. Oleh sbab itu, istilah bangunan baja populer di kalangan masyarakat. Ditambah lagi, masyarakat sendiri semakin senang menggunakan material baja. Jadi, klop.</p>
<h2>Batas ketinggian struktur baja berapa?</h2>
<p>Soal bentang, atau lebar bangunan. Pada beberapa artikel sebelumnya, kami telah menjelaskan secara luas. Bahwa konstruksi baja, bisa diterapkan hingga bentangan 100 meter lebih. Tanpa kolom tengah. Namun, belum pernah menyinggung soal batas ketinggian bangunan.</p>
<p>Sependek pengetahuan saya, tinggi bangunan baja tidak terbatas. Sejauh material tersebut yang Anda tetapkan sebagai struktur bangunan. Lalu, penentuan dimensi material baja Anda lakukan melalui analisa struktur. Kemudian, proses pengerjaan (pabrikasi/instalasi) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Maka, saya yakin bangunan tersebut sangat kokoh. Sekalipun tingginya lebih dari 1,0 kilometer. Sebagaimana baru kita saksikan<a href="https://www.haibunda.com/moms-life/20220726101012-76-279872/7-gedung-paling-tinggi-di-dunia-tahun-2022-rekor-burj-khalifa-nyaris-terkalahkan"> bangunan tertinggi</a> di dunia saat ini, yang berada di Dubai. Ternyata struktur utama bangunan tersebut adalah baja profil. Jenis WF, H-Beam, I-Beam, dan seterusnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-bangunan-baja-dan-keunggulan/">Bangunan Baja, Keunggulan dan Jenis-jenisnya Sebenarnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/ragam-jenis-bangunan-baja-dan-keunggulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faktor Pendukung Kinerja Bangunan dan Proses Desain Arsitektur</title>
		<link>https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2022 19:36:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung kinerja bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung proses desain bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya berguna bagi arsitek. Faktor pendukung kinerja bangunan. Juga perlu diketahui oleh calon pemilik bangunan. Supaya dapat mempersiapkan dana yang dibutuhkan. Untuk pengadaan dan pemasangan elemen yang dimaksud. Pentingnya faktor pendukung tersebut. Adalah untuk menjamin, agar bangunan berfungsi secara maksimal. Kapan hal itu dibutuhkan, serta apa saja jenis-jenisnya?. Dalam artikel ini kami uraikan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/">Faktor Pendukung Kinerja Bangunan dan Proses Desain Arsitektur</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3808 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-gedung-300x193.jpg" alt="Desain arsitektur dan kinerja bangunan agar maksimal memerlukan pendukung dari banyak faktor " width="300" height="193" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-gedung-300x193.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Bangunan-gedung.jpg 600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Tidak hanya berguna bagi arsitek. Faktor pendukung kinerja bangunan. Juga perlu diketahui oleh calon pemilik bangunan. Supaya dapat mempersiapkan dana yang dibutuhkan. Untuk pengadaan dan pemasangan elemen yang dimaksud. Pentingnya faktor pendukung tersebut. Adalah untuk menjamin, agar bangunan berfungsi secara maksimal. Kapan hal itu dibutuhkan, serta apa saja jenis-jenisnya?. Dalam artikel ini kami uraikan untuk teman-teman sekalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Aspek-aspek yang dibutuhkan saat proses desain dan operasi bangunan</strong></h2>
<p>Proses desain dan operasi bangunan sebenarnya 2 hal yang berbeda. Berbeda dalam hal: 1].pelaku, 2].tempat, maupun 3].waktu. Pelaku desain arsitektur jelas arsitek. <a href="https://arsitekta.com/sistematika-perancangan-arsitektur-bangunan-dan-aspek-aspeknya/">Perancangan bangunan</a> umumnya dilakukan di sebuah ruang studio. Adalah milik sang arsitek. Dan pelaksanaannya jauh sebelum bangunan berdiri.</p>
<p>Sedangkan pemakaian bangunan. Atau sering disebut operasi bangunan. Dilakukan setelah bangunan selesai 100%. Dan pelakunya adalah <em>owner</em> bangunan. Serta orang-orang di sekitar owner.  Misalnya pegawai, asisten rumah tangga dan sebagainya. Yang jelas, arsitek tidak termasuk lagi di dalamnya.</p>
<p>Namun, walau beda jauh. Faktor pendukung kinerja bangunan yang dibutuhkan arsitek. Adalah sama dengan apa yang diharapkan oleh owner. Seluruhnya terdiri dari 9 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Jaringan instalasi listrik</li>
<li>Sistem pencahayaan</li>
<li>Pengkondisian udara</li>
<li>Jaringan air</li>
<li>Jaringan pemadam kebakaran</li>
<li>Sistem komunikasi</li>
<li>Jaringan internet</li>
<li>Sistem keamanan</li>
<li>Sirkulasi parkir</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>(Contoh kasus) Pendekatan aspek kinerja bangunan dengan gambar desain</strong></h2>
<p>Misalnya dalam sebuah contoh kasus. Yaitu bangunan kantor. Mendukung aktivitas pengawai. Agar bekerja dengan maksimal, nyaman, dan aman. Membutuhkan fasilitas yang lengkap. Fasilitas tersebut sebagian besar adalah berasal dari faktor pendukung kinerja bangunan itu sendiri. Bagaimana hal tersebut dapat tercapai. Begini pendekatan kinerja dan desain gambar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1. Jaringan instalasi listrik</strong></h3>
<p>Sumber listrik yang digunakan untuk bangunan berasal dari distribusi PLN. Atau bisa juga menggunakan <a href="https://sunenergy.id/blog/panel-surya/">panel surya.</a> Listrik yang berasal dari PLN, di distribusikan melalui Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Menuju sebuah <em>transformator</em> yang terletak didepan bangunan. Kemudian instalasi menuju peralatan elektronik, yang ada dalam bangunan.</p>
<p>Komponen instalasi listrik terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Sirkuit terminal</li>
<li>MCB <em>(Miniature Circuit Breaker)</em></li>
<li>Sekering</li>
<li>Kabel listrik</li>
<li>Dan genset (generator set)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>a.  Ketentuan tentang instalasi listrik</strong></h4>
<p>Kapasitas listrik bangunan harus sesuai dengan kebutuhan. Selain untuk penerangan, peralatan elektronik juga membutuhkan daya listrik. Misalnya AC, komputer, printer, dan sebagainya. Hal ini berkaitan dengan ukuran kabel listrik. Agar tidak terlalu kecil. Oleh sebab itu, instalasi harus sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia, yakni SNI 04-0225-2000. Serta Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000).</p>
<h4><strong>b. Pentingnya energi listrik cadangan</strong></h4>
<p>Pada kondisi tertentu. Seperti terjadinya pemadaman listrik oleh PLN. Maka, agar aktivitas kantor tetap berjalan dengan lancar. Harus ada energi listrik cadangan. Hal tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan genset. Namun lebih efisien dengan menggunakan panel surya. Sebab sumber listrik terbarukan ini, terkenal <a href="https://arsitekta.com/40-cara-menghemat-energi-dalam-kegiatan-rumah-tangga/">hemat energi</a> dan ramah lingkungan.</p>
<p>Selain sebagai cadangan. Panel surya dapat dipakai sebagai sumber listrik utama. Dengan syarat, kondisi cuaca mendukung. Yakni pada saat musim kemarau. Selain itu, panel surya juga dapat digunakan sebagai sumber energi listrik cadangan. Bukan saja ketika terjadi pemadaman listrik. Yaitu pada saat sedang hujan.</p>
<h4><strong>c. Sumber cadangan listrik model lama</strong></h4>
<p>Genset termasuk sumber cadangan listrik model lama. Pengguna genset sangat banyak, karena biaya pengadaannya murah. Begitu juga perawatan, serta pengoperasiannya. Setiap genset dilengkapi dengan <em>Automatic Transfer Switch</em> (ATS). Beserta stock bahan bakar dalam tangki. Dengan demikian, pada saat listrik mati. Otomatis suplai listrik adalah dari genset.</p>
<p>Namun demikian, karena kemampuan genset terbatas. Sehingga suplai listrik menjadi kurang. Akibatnya peralatan elektronik mudah rusak. Oleh sebab itu, kapasitas genset sebaiknya lebih besar. Daripada daya listrik yang berasal dari PLN. Apakah pengadaan genset yang dimaksud mungkin dilakukan?. Tentu. Tapi biaya yang dibutuhkan tergolong besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>2. Faktor sistem pencahayaan</strong></h3>
<p>Faktor pendukung kinerja bangunan berikutnya adalah sistem pencahayaan. Pencahayaan pada bangunan ada 2 macam. Yaitu pencahayaan alami, dan pencahayaan buatan. Hubungannya dengan perencanaan bangunan begini.</p>
<p>Sistem pencahayaan alami artinya penerangan yang memanfaatkan energi alam (matahari), sebagai sumber cahaya. Cahaya matahari sangat hemat. Sebab dapat diperoleh dimana saja, dan oleh siapa saja. Alias gratis. Maka dari itu, upaya maksimal selalu dilakukan dalam perancangan bangunan. Supaya mendapatkan cahaya matahari yang banyak. Yaitu memasang <a href="https://arsitekta.com/ventilasi-rumah-yang-bagus-masa-kini-dapatkan-dengan-cara-ini/">ventilasi yang bagus</a>.</p>
<p>Terkait tata letak ventilasi. Jika dibuat asal-asalan. Maka cahaya yang masuk kedalam rumah kurang efektif. Kemungkinannya, terlalu terang. Atau masih gelap. Sementara itu, beberapa ruang pasti tidak  dapat dijangkau oleh sinar matahari. Karena berada ditengah bangunan. Sedangkan pemasangan jendela berada pada dinding luar. Maka sumber cahaya untuk ruangan tersebut adalah pencahayaan buatan.</p>
<p>Pencahayaan buatan merupakan sistem pencahayaan yang memanfaatkan peralatan khusus (lampu). Dan memerlukan daya listrik untuk mengoperasikannya. Sistem pencahayaan ini harus dilakukan. Selain karena keterbatasan ventilasi. Juga kerap digunakan pada:</p>
<ol>
<li>Ruang yang menonjolkan segi penampilan, serta elemen yang dipamerkan. Contoh etalase, ruang display, ruang resepsionis dan sebagainya.</li>
<li>Ruang yang membutuhkan intensitas cahaya besar. Dengan tujuan agar kegiatan yang berlangsung dalam ruangan tersebut berjalan lancar. Misal ruang studio arsitek, laboratorium, perpustakaan dan lain-lain.</li>
<li>Waktu malam hari. Atau ketika cuaca tidak mendukung untuk menggunakan penerangan alami.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>3. Sistem </strong><strong>p</strong><strong>engkondisian </strong><strong>u</strong><strong>dara dan </strong><strong>t</strong><strong>ermal</strong></h3>
<p>Mengatur sirkulasi udara dalam bangunan sangat penting. Agar temperatur tidak terlalu tinggi, atau rendah. Temperatur normal untuk beraktivitas dalam ruangan, paling bagus adalah 24-25ºC. Maka untuk mencapai hal tersebut, pengkondisian udara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:</p>
<h4><strong>i. Pengaturan udara</strong><strong> sistem alami</strong><strong> </strong></h4>
<p>Sistem ini termasuk faktor pendukung kinerja bangunan yang tidak membutuhkan biaya.  Dan mirip dengan pencahayaan alami. Sebab memanfaatkan energi yang tersedia dari alam. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah udara. Bukan cahaya.</p>
<p>Cara mengatur angin sekitar bangunan. Agar mengalir dengan lancar kedalam ruangan. Adalah memperbanyak bukaan pada dinding. Dan hal tersebut sebaiknya dilakukan sejak membuat gambar desain. Bukan setelah dinding bangunan selesai terpasang.</p>
<h4><strong>ii. Pengaturan udara</strong> <strong>s</strong><strong>istem buatan</strong></h4>
<p>Pada ruangan yang memerlukan kenyamanan termal yang tinggi. Misal ruang rapat, ruang kerja dan sebagainya. Walau berdekatan dengan bukaan dinding. Diperlukan pengkondisian udara sistem buatan. Untuk menciptakan kesejukan dalam ruangan. Seperti AC, Kipas angin dan <em>Exaust-fan.</em></p>
<p>Upaya lain untuk menurunkan temperatur dalam bangunan. Sehingga pemakaian listrik untuk pengkondisian udara berkurang. Dapat dilakukan dengan menerapkan <em>green</em> <em>wall</em>. Metode ini sangat efektif mengurangi efek rumah kaca. Sekaligus sebagai filter udara. Yakni dengan cara memanfaatkan <a href="https://arsitekta.com/cara-memanfaatkan-lahan-kosong-sekitar-rumah-dan-keuntungannya/">lahan kosong</a> sekitar bangunan semaksimal mungkin.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>4. Jaringan air dalam gedung</strong></h3>
<p>Faktor pendukung kinerja bangunan yang tak kalah penting adalah air. Sudah menjadi kewajiban arsitek merancang jaringan air secara benar dan tepat. Supaya instalasi tahan selama mungkin. Serta tidak banyak membutuhkan  <em>maintenance</em>. Selain itu untuk menjamin bahwa suplai, distribusi, maupun pengeloaan pasca pemakaian air. Berjalan dengan baik.</p>
<p>Setiap bangunan gedung memiliki 2 macam jaringan air. Yakni air bersih dan air kotor. Sedangkan air kotor, terbagi menjadi 3 jenis. Yaitu air bekas, air limbah dan air hujan. Secara khusus dalam artikel ini menjelaskan tentang air kotor. Sedangkan mengenai air bersih dapat pelajari melalui<a href="https://arsitekta.com/menjamin-persediaan-air-bersih-untuk-rumah-anda-tetap-aman-begini/"> tautan ini.</a></p>
<h4><strong>a. Air bekas dan jenis-jenisnya</strong></h4>
<p>Yang dimaksud dengan air bekas yaitu air yang berasal dari aktivitas mandi, cuci muka/tangan, cuci kain/perabot, sikat gigi dan sebagainya. Harus dibuang ke selokan melalui saluran tertutup. Dan tertanam dalam tanah. Material yang digunakan pada umumnya adalah pipa pralon Ø2” &#8211; 3”.</p>
<p>Pada dasarnya ketentuan tentang diameter pralon adalah tidak baku. Tapi sangat penting mempertimbangkan jumlah orang yang melakukan aktivitas dalam bangunan. Dan jenis aktivitas yang dilakukan. Misalnya, air bekas dari sebuah bangunan kantor, dan restoran pasti beda.</p>
<h4><strong>b. Air limbah dan cara penanganannya</strong></h4>
<p>Yang termasuk air limbah bangunan adalah air yang berasal dari closet dan urinoir. Saluran pembuangan 2 jenis air ini selalu dibuat berbeda. Kotoran yang berasal dari closet di alirkan ke bak penampungan (saptik tank), Setelah itu, kedalam sumur resapan. Sehingga tidak mengakibatkan bau.</p>
<p>Sementara itu, pembuangan air limbah dari urinoir. Sering dijadikan dengan air kotor. Dan dibuang ke saluran. Akhirnya saluran menjadi bau. Seharusnya adalah membuat saluran khusus. Lalu menyalurkannya ke dalam sumur resapan. Setelah itu, baru dibuang ke saluran.</p>
<h4><strong>c. Instalasi air hujan dan cara memanfaatkannya</strong></h4>
<p>Saluran air hujan, atau sering disebut talang vertikal. Pada umumnya menggunakan pralon Ø3” atau 4”. Komponen ini menjadi bagian dari penutup atap. Sebab air hujan memang berasal dari <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-atap-gelombang-agar-tidak-bocor-caranya-begini/">atap bangunan</a>. Dan harus segera disalurkan ke dalam parit. Supaya tidak tergenang di pekarangan bangunan.</p>
<p>Namun, tahukah Anda air hujan dapat dimanfaatkan?. Yaitu untuk menyiram tanaman. Mencuci kendaraan, air minum ternak, serta suplai air untuk pemadam kebakaran. Caranya adalah membuat bak penampung air dalam tanah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>5. Jaringan pemadam kebakaran </strong></h3>
<p>Faktor pendukung kinerja bangunan ini tergolong khusus. Sebab tidak semua bangunan memilikinya. Pada umumnya jaringan pemadam kebakaran disediakan pada bangunan publik. Misal swalayan, hotel/apartemen, pabrik, bandara, dan lain-lain. Jelas untuk rumah tinggal sangat jarang.</p>
<p>Pemilihan sistem pemadam kebakaran dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas. Dan efisiensi penanggulangan bahaya kebakaran. Sesuai dengan kondisi masing-masing ruangan. Untuk itu, diperlukan alat pendeteksi awal. Yaitu detektor asap. Sedangkan untuk penanggulangan kebakaran. Digunakan alat pemadam api ringan. Alat tersebut disediakan di dalam bangunan. Sementara di luar bangunan, yaitu menggunakan hidran.</p>
<p>Selanjutnya untuk evakuasi. Setiap bangunan harus memiliki jalur khusus yang mudah dijangkau. Serta langsung menuju ke luar bangunan. Dengan demikian, bilamana terjadi kebakaran. Maka tidak mengakibatkan korban jiwa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>6. Sistem komunikasi</strong></h3>
<p>Komunikasi merupakan bagian dari sistem aktivitas yang menggerakkan orang, benda, energi, dan informasi. Sistem komunikasi ini erat hubungannya dengan sistem pengendalian (kontrol). Maka desain bangunan wajib menyediakan sarana komunikasi yang baik. dan sesuai dengan fungsi bangunan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3809 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Jaringan-internet-dalam-bangunan-300x153.jpg" alt="Sistem jaringan komunikasi digital dalam dan luar bangunan " width="300" height="153" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Jaringan-internet-dalam-bangunan-300x153.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Jaringan-internet-dalam-bangunan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum era digital. Alat komunikasi dalam/antar bangunan pada umumnya adalah telepon, dan sound sistem atau <a href="https://blog.dimensidata.com/macam-jenis-tipe-speaker-dan-pengertiannya/">pengeras suara</a>. Penggunaan telepon dapat dilakukan antar ruangan, maupun bangunan, dan wilayah. Sedangkan pengeras suara digunakan hanya dalam 1 bangunan. Serta pada jarak tertentu. Namun motode ini, hingga kini tetap efektif. Karena masih banyak dipakai di dalam pabrik, mall, serta gedung-gedung layanan publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>7. Jaringan internet </strong></h3>
<p>Internet termasuk teknologi komunikasi paling canggih. Selain komunikasi suara, internet dapat mengirim/menerima gambar, video dan teks dalam ukuran yang besar. Oleh sebab itu, tidak heran untuk sekelas rumah tinggal pun, saat ini sudah banyak yang menggunakan internet.</p>
<p>Kehadiran internet bagi manusia sudah termasuk kebutuhan sekunder. Sehingga arsitek pun harus melakukan inovasi, agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Setidaknya melalui desain bangunan yang dipercayakan bagi dia. Manakala hal tersebut dapat terwujud. Maka sang arsitek memiliki nilai plus, dari bidang yang dikuasai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>8. Sistem keamanan bangunan dan lingkungan sekitar</strong></h3>
<p>Faktor pendukung kinerja bangunan selanjutnya adalah sistem keamanan. Sangat penting disediakan dengan tujuan:</p>
<ol>
<li>Menjamin agar aktivitas yang berlangsung dalam bangunan berjalan aman dan lancar.</li>
<li>Menjaga supaya barang-barang yang berada dalam bangunan tidak hilang,</li>
<li>Serta memantau lingkungan sekitar.</li>
</ol>
<p>Sistem pengendalian keamanan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:</p>
<ol>
<li>Manual (penjaga/satpam). Ditempatkan pada area-area tertentu. Misalnya pintu depan, area masuk gedung dan belakang bangunan.</li>
<li>Yakni dengan memanfaatkan <a href="https://biz.kompas.com/read/2020/12/30/105658428/intip-awal-mula-lahirnya-teknologi-cctv-dan-fitur-penting-kamera-pengawas-masa">teknologi CCTV.</a> Alat tersebut dapat memantau keamanan di luar, maupun di dalam bangunan. Selama 24 jam penuh.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>9. Aspek sirkulasi parkir</strong></h3>
<p>Area parkir kendaraan harus disediakan pada setiap bangunan. Tidak terkecuali rumah tinggal. Selain untuk keamanan, juga untuk menjaga kenyamanan lingkungan. Mengapa demikian?. Supaya jangan memarkir kendaraan sembarang tempat. Sebagai contoh. Warga sering memarkir mobil di jalan, karena tidak memiliki garasi. Hal ini banyak terjadi di kota-kota besar. Akhirnya lalu-lintas terganggu. Bahkan, tak jarang mengakibatkan perselisihan antar warga.</p>
<p>Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab pemilik bangunan, agar menyediakan parkir kendaraan masing-masing.  Dan hal tersebut secara tidak langsung sebagai faktor pendukung kinerja bangunan. Alasannya, jikalau terjadi sesuatu pada kendaraan, pasti aktivitas Anda terganggu. Benar bukan?.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Penutup] Faktor yang mengakibatkan fungsi bangunan buruk, dan cara mencegahnya </strong></h2>
<p>Makin lengkap aspek-aspek pendukung bangunan, maka proses desain makin cepat dan mudah. Sebaliknya, jika tidak. Maka kemungkinan besar bangunan tidak berfungsi secara maksimal. Dan akhirnya berdampak pada efisiensi dan efektifitas kegiatan, yang berlangsung dalam bangunan. Cara mencegah hal tersebut bagaimana?.  Ada 2, yaitu:</p>
<ol>
<li>Sebagai arsitek, Anda wajib menanyakan apa saja faktor pendukung yang harus dicantumkan dalam gambar desain arsitektur. Lalu, pastikan selama proses desain tidak berubah. Supaya Anda tidak perlu melakukan <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">revisi gambar</a> terlalu banyak.</li>
<li>Untuk pemilik bangunan. Sebelum menyampaikan kebutuhan Anda pada arsitek. Sebaiknya pertimbangkan dulu secara matang. Bila perlu melalukan survei pada bangunan yang mirip, dengan yang Anda kehendaki dari arsitek. Dengan demikian, kebutuhan Anda pasti terpenuhi.</li>
</ol>
<p>Demikian penjelasan mengenai 9 faktor pendukung kinerja bangunan. Saran dari penulis. 9 macam faktor tersebut wajib ada pada setiap bangunan. Termasuk rumah tinggal sekalipun.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/">Faktor Pendukung Kinerja Bangunan dan Proses Desain Arsitektur</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepemilikan Bangunan Gedung +062 dan Contoh-contohnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 21:18:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[kepemilikan bangunan gedung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik bangunan gedung di +062]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3683</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya kepemilikan bangunan gedung +062, ada berapa sih?. Dan contoh-contoh bangunan seperti apa. Pernahkah teman-teman bertanya mengenai hal ini?. Jangan-jangan, yang dimaksud dengan kepemilikan banguan. Teman-teman juga belum tahu!. Ayo, simak artikel ini. Untuk mengetahui hal itu  semua. Termasuk tujuan mengenal pemilik dan fungsi bangunan. &#160; Kepemilikan bangunan artinya begini Yaitu seseorang, instansi atau organisasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/">Kepemilikan Bangunan Gedung +062 dan Contoh-contohnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3685 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Kepemilikan-bangunan-gedung-300x187.jpg" alt="Jenis-jenis kepemilikan tanah dan bangunan gedung di Indonesia" width="300" height="187" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Kepemilikan-bangunan-gedung-300x187.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Kepemilikan-bangunan-gedung.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sebenarnya kepemilikan bangunan gedung +062, ada berapa sih?. Dan contoh-contoh bangunan seperti apa. Pernahkah teman-teman bertanya mengenai hal ini?. Jangan-jangan, yang dimaksud dengan kepemilikan banguan. Teman-teman juga belum tahu!. Ayo, simak artikel ini. Untuk mengetahui hal itu  semua. Termasuk tujuan mengenal pemilik dan fungsi bangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kepemilikan bangunan artinya begini</strong></h2>
<p>Yaitu seseorang, instansi atau organisasi yang menguasai, mengelola dan bertanggungjawab atas sebuah tanah dan bangunan tertentu. Secara syah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlalu di Indonesia. Misal dengan status Hak Milik (HM), Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai dan sebagainya.</p>
<p>Kepemilikan bangunan gedung +062 sangat beragam. Tidak menutup kemungkian Anda saat ini. Telah memiliki 1 unit bangunan gedung, atau lebih. Jikalau belum. Tentu suatu saat pasti punya, (Amin). Setidaknya sebuah <a href="https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/">banguan rumah</a> tinggal. Oleh sebab itu, perlu mengetahui siapa sebenarnya pemilik bangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Tujuan mengenal pemilik tanah atau bangunan</strong></h2>
<p>Sekalipun teman-teman adalah orang awam. Bukan hendak melakukan pekerjaan konstruksi. Namun tetap perlu mengetahui kepemilikan bangunan gedung +062 . Tujuannya adalah untuk mengetahui status dan peruntukan tanah. Maupun asal-usul, serta kegunaan bangunan yang berdiri pada lahan tersebut. Hal ini penting Anda selidiki untuk keperluan, misalnya terjadi:</p>
<ol>
<li>Jual beli tanah/bangunan</li>
<li>Rencana untuk renovasi bangunan</li>
<li>Pengajuan kredit bank</li>
<li>Perselisihan hukum</li>
<li>Perluasan infrastruktur<a href="https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/"> jalan tol</a></li>
</ol>
<p>Persoalan kepemilikan tanah dan bangunan menjadi pelik, manakala berurusan dengan hukum. Parahnya, sering terjadi bersamaan dengan persoalan yang lain. Misalnya tanah/bangunan sedang mengalami <a href="https://bisnis.tempo.co/read/1518008/kredit-macet-dan-sanksinya-apabila-tidak-bisa-melunasi/full&amp;view=ok">kredit macet,</a> tapi diperjualbelikan lagi. Bukan oleh pemilik langsung. Melainkan melalui perantara. Rumit bukan?. Amit-amit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Para pemilik gedung di negeri +062 dan contoh bangunan</strong></h2>
<p>Kepemilikan bangunan gedung +062 ada 6, terdiri dari:</p>
<h3><strong>1. Pemerintah dan instansi terkait</strong></h3>
<p>Yaitu seluruh bangunan gedung yang digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan negera. Mulai dari tinggkat tertinggi, yaitu Gedung DPR/MPR, istana presiden, gedung kementerian. Dan sampai tingkat terendah, seperti kantor dinas. Secara global, begitu.</p>
<p>Sedangkan untuk suatu instansi tertentu. Agar dapat melakukan fungsi/tugas kenegaraan, sesuai dengan yang diamanatkan. Memerlukan bermacam-macam bangunan gedung. Sebut saja, sebagai contoh kepolisian Republik Indonesia. Menurut struktur organisasi, gedung kepolisian terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Mabes (Markas Besar) Polri,</li>
<li>Gedung Polda,</li>
<li>Kantor Polres,</li>
<li>kantor Polsek, serta</li>
<li>Pos pengamanan/penjagaan.</li>
</ol>
<p>Belum termasuk gedung sarana prasarana lainnya. Misalnya yang berkaitan dengan pendidikan dan layanan kesehatan. Demikian juga terjadi pada instansi pemerintah yang lain. Misalnya dibawah naungan <a href="https://www.kemenkeu.go.id/">kementerian keuangan</a>. Membutuhkan banyak bangunan gedung. Sehingga pelayanan mereka dapat menjangkau seluruh daerah +062. Serta instansi-instansi lainnya.</p>
<h3><strong>2. Gedung milik BUMN dan BUMD</strong></h3>
<p>Kepemilikan bangunan gedung +062 juga, ada yang dikuasai oleh badan usaha milik negara. Tingkat pusat, atau sering disebut BUMN. Dan pemerintah daerah, atau disebut BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Contoh bangunan gedung BUMN adalah:</p>
<ol>
<li>Gedung percetakan negara</li>
<li>Gedung angkasa pura</li>
<li>Bangunan Peruri</li>
<li>Kantor pos, dan masih banyak lagi.</li>
</ol>
<p>Sementara itu, tingkat daerah memiliki bangunan gedung yang dikelola oleh BUMD, seperti:</p>
<ol>
<li>Bangunan kantor PDAM (Perusahaan Air Minum Daerah),</li>
<li>Kantor bank pembangunan daerah (BPD),</li>
<li>Kantor perusahaan daerah angkutan/bus kota,</li>
<li>Tempat Pengelolaan Akhir/Sampah (TPA),</li>
<li>dan sebagainya</li>
</ol>
<h3><strong>3. Bangunan milik organisasi/yayasan</strong></h3>
<p>Kepemilikan bangunan gedung +062 oleh organisasi, atau yayasan. Umumnya bergerak dibidang pelayanan sosial, dan keagamaan. Seperti bangunan masjid, gereja, vihara, pura dan klenteng. Bangunan yang berguna untuk sosial misalnya panti jompo, rumah singgah, panti asuhan, rumah rehabilitasi. Dan seterusnya. Lebih lengkap mengenai bangunan-bangunan tersebut, silahkan baca tautan tentang bangunan rumah.</p>
<p>Selain bergerak dalam kegiatan sosial dan keagamaan, sebuah yayasan kerap memiliki layanan pendidikan dan kesehatan. Sehingga dipastikan memiliki gedung sekolah, klinik, atau bahkan rumah sakit. Tidak mungkin mengontrak bangunan, kan?. Kalau untuk klinik, masih mungkin. Tapi sekolah dan rumah sakit?. <em>Intermesso</em>.</p>
<h3><strong>4. Kepemilikan bangunan oleh perusahaan swasta</strong></h3>
<p>Soal status kepemilikan bangunan gedung +062, perusahaan swasta adalah urutan yang kedua. Mengalahkan bangunan gedung yang dimilik oleh pemerintah +062. Selain menang dalam hal jumlah. Perusahaan swasta tidak melulu bergerak dibidang bisnis. Tapi segala bidang usaha.</p>
<p>Oleh sebab itu, perusahaan swasta memiliki banyak bangunan. Minimal 1 unit, yaitu untuk kantor. Namun ada yang mencapai puluhan, bahkan ratusan. Misal gedung perbelanjaan, hotel, apartemen, bank dan banyak lagi. Hal ini masih ditinjau dari letak usaha di dalam negeri. Belum termasuk mereka yang telah ekspansi keluar negeri.</p>
<h3><strong>5. Bangunan milik warga +062</strong></h3>
<p>Adalah orang-orang yang memiliki identitas sebagai penduduk NKRI. Merupakan urutan yang pertama dalam hal kepemilikan gedung. Utamanya bangunan untuk tempat tinggal. Contohnya rumah, <a href="https://arsitekta.com/tempat-kos-yang-strategis-untuk-anda-begini-jangan-salah-pilih/">kos-kosan</a> dan penginapan. Selain itu ada juga untuk keperluan bisnis. Seperti bangunan toko, rumah makan, <a href="https://arsitekta.com/desain-rumah-kontrakan-mini-murah-tapi-tingkat-ini/">rumah kontrakan</a>, dan sebagainya.</p>
<h3><strong>6. Perusahaan/orang asing</strong></h3>
<p>Adalah mereka yang melaksanakan kegiatan bisnis, dan memiliki bangunan di negara Indonesia. Namun status kewarganegaraannya adalah masih sebagai orang asing. Kepemilikan bangunan gedung +062 perusahaan, atau orang asing tergolong banyak. Terutama yang bergerak dibidang industri dan perbankan. Contohnya pabrik garmen, otomotif, tambang dan bank asing.</p>
<p>Mereka melakukan ekspansi usaha kedalam negeri, Sama halnya dengan perusahan-perusahan dalam negeri, yang ekspansi keluar negeri. Merupakan konsekuensi, atau hubungan timbal balik dari sistem <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas">perdagangan bebas</a>. Sehingga harus memiliki gedung untuk melakukan bisnis. Tapi status kepemilikan gedung dibatasi. Tidak sama dengan warga negara. Yakni hanya sebatas HGB (Hak Guna Bangunan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Jenis-jenis bangunan gedung menurut kegunaannya</strong></h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas, menurut kegunaannya. Bangunan gedung dapat diklasifikasikan menjadi 9 kelompok besar, yaitu:</p>
<ol>
<li>Bangunan pemerintahan, Yaitu segala jenis banguan yang berfungsi sebagai layanan publik. Baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah. Sekaligus menjadi pemilik gedung. Artinya, selain pemerintah +062 tidak ada yang bisa memiliki bangunan jenis ini.</li>
<li>Gedung transportasi dan fasilitas umum lainnya. Kepemilikan bangunan gedung +062, jenis ini umumnya pemerintah. Tapi pengelolaannya, bisa juga pihak swasta. Warga, orang asing, atau badan usaha non pemerintah. Hal yang sama, juga terjadi pada 7 jenis gedung berikut ini.</li>
<li>Bangunan komersial dan bisnis. Contohnya mall, swalayan, pertokoan, perkantoran, dan sebagainya.</li>
<li>Gedung pendidikan. Contohnya sekolah, kampus, lembaga pelatihan, gedung diklat dan seterusnya.</li>
<li>Gedung olah raga. Seperti gedung badminton, <em>footsal</em>, fitness dan lain-lain.</li>
<li>Rumah tinggal,</li>
<li>Tempat penginapan dan sejenisnya</li>
<li>Gedung pertemuan, hiburan dan budaya</li>
<li>Bangunan industri.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Penutup]</strong> <strong>Hak dan kewajiban pemilik bangunan menurut undang-undang</strong></h2>
<p>Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002 Pasal 40 Ayat 1, pemilik bangunan gedung memiliki hak-hak seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Mendapatkan pengesahan pemerintah atas rencana teknis bangunan,</li>
<li>Melaksanakan pembangunan sesuai dengan izin yang diperoleh,</li>
<li>Mendapat surat ketetapan mengenai fungsi dan kegunaan gedung,</li>
<li>Mendapat insentif atas status bangunan. Bilamana ditetapkan sebagai bangunan yang harus dilindungi, dan dilestarikan.</li>
<li>Mengubah fungsi bangunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.</li>
<li>Mendapat ganti rugi. Apabila bangunan dibongkar, dan bukan akibat dari kesalahan sang pemilik.</li>
</ol>
<p>Masih menurut undang-udang yang sama. Kepemilikan bangunan gedung +062 juga terikat dengan beberapa kewajiban, antara lain:</p>
<ol>
<li>Menyediakan rencana dan <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">gambar teknik bangunan</a></li>
<li>Memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta perizinan-perizinan yang terkait dengan pembangunan, atau pengelolaan bangunan</li>
<li>Melaksanaan konstruksi sesuai dengan gambar</li>
<li>Meminta persetujuan pemerintah bila terjadi perubahan teknis, fungsi serta tata laksana pembangunan.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/">Kepemilikan Bangunan Gedung +062 dan Contoh-contohnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Elemen Utama Bangunan Gedung Wajib Ada Totalnya 19 Macam</title>
		<link>https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 19:14:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[elemen bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[elemen bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[elemen utama bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[elemen utama bangunan gedung]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis elemen gedung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Elemen utama bangunan gedung artinya bagian-bagian yang menjadi dasar, sekaligus satu kesatuan pada sebuah bangunan gedung. Diantara elemen tersebut ada yang kelihatan, namun ada pula yang tidak. Sebab berada didalam tanah, atau tertutup oleh elemen yang lain. Bila salah satu dari elemen itu tidak ada. Pasti dampaknya ada. Apa itu?. Dalam tulisan ini anda akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/">Elemen Utama Bangunan Gedung Wajib Ada Totalnya 19 Macam</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3298 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Interior-bangunan-gedung-300x195.jpg" alt="Wajib anda pahami macam-macam elemen utama bangunan gedung, apa saja itu?." width="300" height="195" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Interior-bangunan-gedung-300x195.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Interior-bangunan-gedung.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Elemen utama bangunan gedung artinya bagian-bagian yang menjadi dasar, sekaligus satu kesatuan pada sebuah bangunan gedung. Diantara elemen tersebut ada yang kelihatan, namun ada pula yang tidak. Sebab berada didalam tanah, atau tertutup oleh elemen yang lain. Bila salah satu dari elemen itu tidak ada. Pasti dampaknya ada. Apa itu?. Dalam tulisan ini anda akan menemukan jawabannya.</p>
<h2><strong>Manfaat memahami jenis-jenis elemen bangunan</strong></h2>
<p>Untuk menjawab pertanyaan ini, supaya spesifik. Sebelumnya anda perlu mengetahui, siapa saja yang terlibat dalam bangunan gedung. Ada 2 kelompok, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pelaku <a href="https://arsitekta.com/metode-pengawasan-proyek-konstruksi-baja-masa-kini/">proyek konstruksi.</a> Yaitu oang-orang yang terlibat untuk merancang, melaksanakan pembangunan, hingga perawatan dan operasi bangunan gedung. Mereka penting memahami elemen utama bangunan gedung, untuk memastikan agar bangunan berfungsi dengan sempurna, dan sesuai rencana. Tingkat paling rendah, yaitu mulai kuli bangungan, tukang, mandor, dan seterusnya. Hingga level tertinggi, yakni pemilik bangunan.</li>
<li>Pengguna bangunan. Yaitu sekelompok orang yang melakukan aktivitas, serta menikmati fasilitas didalam bangunan gedung. Baik secara periodik atau rutin. Supaya turut serta menjaga dan merawat bangunan. Mereka perlu memahami jenis-jenis elemen, agar tahu dimana letak pemasangan serta kelemahannya. Sehingga dapat melakukan perawatan secara maksimal.</li>
</ol>
<p>Nah, sekarang posisi anda dimana?. Bila pada kelompok pertama. Berarti tugas dan tanggungjawab anda sama dengan kami. Cukup berat. Namun pasti jadi berkat. Kita harus yakin itu. Tapi kalau berada pada pihak yang kedua. Kami sangat mengapresiasi. Karena anda bersedia memahami lebih jauh tentang bangunan. Dan hal tersebut dapat mengurangi tugas kami.</p>
<h2><strong>19+ elemen pokok yang wajib ada pada gedung</strong></h2>
<p>Tanpa kecuali, semua bangunan gedung pasti memiliki 19+ elemen utama. Berikut ini uraiannya, serta penjelasan tentang kegunaan.</p>
<h3><strong>1. Tapak bangunan</strong></h3>
<p>Yaitu satu bidang tanah dengan ukuran/luas tertentu, yang berguna sebagai letak bangunan. Tapak merupakan elemen utama bangunan gedung. Serta menjadi urutan pertama, karena tanpa unsur ini proyek bangunan pasti <a href="https://arsitekta.com/pemicu-proyek-gagal-realisasi-ada-12-bisa-terjadi-kapan-saja/">gagal realisasi.</a> Selain diatas permukaan tanah, beberapa bangunan ada yang berdiri diatas permukaan air. Namun walau demikian, tetap disebut sebagai tapak bangunan.</p>
<h3><strong>2. Pagar dan pintu gerbang</strong></h3>
<p>Adalah elemen pembatas, sekaligus pengaman bangunan. Serta akses untuk keluar masuk lokasi bangunan. Pagar bangunan dipasang sekeliling tapak. Sementara pemasangan pintu gerbang adalah pada lokasi tertentu saja.  Untuk rumah tinggal, umumnya memiliki satu pintu gerbang. Sedangkan bangunan komersil/publik dan sebagainya wajib 2 buah. Satu untuk akses masuk, sementara satu lagi untuk keluar.</p>
<h3><strong>3. Pondasi bangunan</strong></h3>
<p>Merupakan unsur penentu kuat tidaknya sebuah bangunan. Sama halnya dengan tapak. Tanpa pondasi, pasti bangunan tidak berdiri dengan kokoh. Selanjutnya, kekuatan pondasi pun terpengaruh oleh kondisi tapak. Maka dari itu, 2 elemen utama bangunan gedung ini tidak bisa anda pisah. Sebab pemasangan pondasi berada dalam tanah.</p>
<h3><strong>4. Tiang kolom</strong></h3>
<p>Yakni elemen lanjutan dari pondasi bangunan. Karena pemasangannya tepat diatas pondasi. Yakni secara vertikal, dan dengan ketinggian tertentu. Tiang kolom berguna sebagai ‘bingkai utama’ bangunan. Serta menjadi pembatas, penguat/pengaku dinding bangunan.</p>
<h3><strong>5. Balok</strong></h3>
<p>Adalah elemen bangunan yang terpasang secara horizontal pada tiang kolom, dengan dimensi yang tepat. Dan berguna sebagai penopang/tumpuan elemen-elemen bangunan yang lain. Antara lain lantai, dinding, rangka atap dan seterusnya. Balok, kolom dan pondasi adalah struktur utama bangunan. Sebab pemasangannya saling berkaitan.</p>
<h3><strong>6. Lantai</strong></h3>
<p>Yakni sebuah bidang datar yang berada didalam bangunan, dan menjadi tempat beraktivitas para pengguna bangunan. Baik yang berada diatas permukaan tanah, maupun yang berada pada ketinggian (tingkat). Sebagian kecil lantai ada pula yang diluar bangunan. Yaitu area teras, koridor, atau selasar.</p>
<h3><strong>7. Tangga</strong></h3>
<p>Tidak harus pada bangunan bertingkat. Elemen utama bangunan gedung ini pun ada pada bangunan non tingkat. Pemasangannya adalah diluar bangunan. Tepatnya antara jalan dan halaman. Karena umumnya terpadat perbedaan elevasi pada kedua elemen tersebut. Maka anda pasti memakai salah satu <a href="https://arsitekta.com/7-bentuk-tangga-besi-ini-pasti-sering-anda-temui-setiap-saat/">jenis tangga</a>. Selain area tersebut, elemen tangga sering juga ditemui antara halaman dan teras.</p>
<h3><strong>8. Dinding</strong></h3>
<p>Yaitu beberapa bidang yang terpasang secara tegak lurus, dan berada diantara balok dan tiang kolom. Yang berfungsi sebagai pembatas ruangan, atau sebagai ‘selimut’ bangunan. Dengan demikian orang yang melakukan aktivitas dalam ruangan/bangunan aman dan nyaman.</p>
<h3><strong>9. Konstruksi atap</strong></h3>
<p>Adalah sebuah konstruksi yang terpasang dengan pola tertentu, pada bagian atas struktur bangunan. Dan berguna sebagai media untuk memasang penutup atap. <a href="https://arsitekta.com/desain-rangka-atap-baja-rumah-masa-kini/">Rangka atap</a> juga sering disebut struktur bangunan. Karena pemasangannya bertumpu pada kolom atau balok.</p>
<h3><strong>10. Penutup atap</strong></h3>
<p>Yaitu satu elemen utama bangunan gedung yang berada diatas konstruksi atap, dan berguna sebagai pelindung terhadap panas dan hujan. Lebih jelas mengenai macam-macam penutup atap, silahkan anda pelajari melalui <a href="https://arsitekta.com/26-jenis-penutup-atap-paling-populer-seantero-nusantara/">tautan ini.</a></p>
<h3><strong>11. Plafon</strong></h3>
<p>Atau sering disebut langit-langit, karena elemen ini terpasang pada pada ketinggian tertentu dari lantai. Sehingga bila anda melihat keatas (plafon), maka seraya memandang langit. Fungsi langit-langit adalah untuk menutupi rangka atap. Sehingga ruangan tampak rapi dan bersih.</p>
<h3><strong>12. Pintu dan jendela</strong></h3>
<p>Yaitu serangkaian elemen dengan ukuran yang bervariasi, dan pemasangannya berada pada dinding bangunan. Serta dengan ketinggian tertentu dari lantai bangunan. Kegunaannya adalah sebagai lubang ventilasi udara dan/atau cahaya.</p>
<h3><strong>13. Elemen cat</strong></h3>
<p>Adalah sebuah lapisan tipis dengan berbagai macam warna, yang merekat pada dinding, kosen pintu dan jendela, rangka atap, serta elemen lainnya. Cat merupakan elemen utama bangunan gedung, karena setiap bangunan wajib<a href="https://arsitekta.com/manfaat-cat-anti-karat-yang-sesungguhnya/"> menggunakan cat</a>. Yaitu dengan tujuan untuk menambah daya tarik bangunan.</p>
<h3><strong>14. Instalasi penerangan</strong></h3>
<p>Atau sering disebut instalasi listrik. Adalah sebuah jaringan kabel yang terpasang pada langit-langit dan dinding bangunan. Lengkap dengan komponennya, seperti saklar, stop kontak, <em>fitting</em> lampu, meteran listrik dan sebagainya. Maka dari itu, sebuah bangunan menjadi terang.</p>
<h3><strong>15. Instalasi pipa air</strong></h3>
<p>Yaitu sebuah jaringan untuk mendistribusikan air bersih maupun air kotor, dari suatu tempat ke tempat lain, dengan beragam ukuran (diameter), yang pemasangannya tertanam dalam lantai bangunan. Elemen ini juga meliputi kran, bak persediaan air, serta <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5538767/pengertian-limbah-karakteristik-dan-jenis-jenisnya#:~:text=Dibagi%20menjadi%20tiga%2C%20yaitu%20limbah,berbahaya%20dan%20beracun%20(B3).">pengolahan limbah</a>. Antara lain sumur resapan dan <em>saptic tank.</em></p>
<h3><strong>16. Jaringan telekomunikasi</strong></h3>
<p>Termasuk elemen utama bangunan gedung yang baru, karena kehadirannya akhir-akhir ini sangat terasa. Jaringan telekomunikasi saat ini tidak hanya telepon, tetapi termasuk <em>wifi</em> (internet) dan tv kabel. Elemen ini menyita perhatian arsitek, karena berkaitan dengan proses desain bangunan. Dengan tujuan supaya instalasi kabel tertata dengan benar. Dan tidak seperti instalasi pada bangunan-bangunan lama, yang tidak rapi. Karena pada saat itu jaringan telekomunikasi memang tidak banyak.</p>
<h3><strong>17. Pekarangan bangunan</strong></h3>
<p>Yakni meliputi taman dan halaman, yang berada satu area dengan bangunan. Keberadaan elemen ini sangat penting, karena berguna untuk <a href="https://www.medcofoundation.org/mengenal-ruang-terbuka-hijau/">ruang terbuka hijau (RTH),</a> sekaligus menambah estetika bangunan. Pula bisa berfungsi sebagai parkir dan tempat bermain.</p>
<h3><strong>18. Jalan</strong></h3>
<p>Yaitu sebuah elemen yang terletak diatas permukaan tanah keras, serta berada pada pekarangan bangunan. Memiliki fungsi sebagai sarana/akses untuk menuju bangunan gedung. Dengan adanya elemen ini, maka orang yang berjalan tidak menginjak taman.</p>
<h3><strong>19. Drainase</strong></h3>
<p>Adalah sebuah saluran air kotor (bukan limbah), dengan ukuran tertentu yang terpasang pada area bangunan. Dan berguna untuk menampung air buangan dari kamar mandi, dapur, maupun dari atap. Selain didalam pekarangan, drainase pada jalan raya juga merupakan bagian penting dari bangunan gedung. Sebab seluruh air kotor dari bangunan, akhirnya mengalir pada drainase umum tersebut.</p>
<h2><strong>Dampak elemen bangunan tidak lengkap</strong></h2>
<p>Beberapa elemen utama bangunan gedung bila tidak ada, dampaknya sangat fatal. Utamanya yang berkaitan dengan struktur. Antara lain pondasi, kolom, balok, rangka atap dan penutup atap. Maka harus lengkap. Supaya bangunan dapat berfungsi dengan baik. Apakah elemen lain bisa ditolerir?. Tidak bisa.</p>
<p>Bicara mengenai fungsi bangunan, selalu berkaitan dengan fasilitas yang ada pada bangunan. Apa saja fasilitas itu?.  Yaitu bagian-bagian non struktur tersebut. Maka dari itu, <a href="https://arsitekta.com/kesalahan-tukang-menerapkan-gambar-kerja-bangunan-penyebabnya-20/">menerapkan gambar</a> saat konstruksi jangan sampai salah. Penyebab elemen tidak lengkap adalah sewaktu pengerjaan bangunan.</p>
<p>Selain fungsi bangunan tidak maksimal. Bila elemen tidak lengkap, juga mempengaruhi <em>view</em> bangunan, keamanan serta kenyamanan bangunan. Contoh, bila anda tidak melakukan finishing cat. Tentu bangunan terlihat jelek bukan?. Juga kalau tidak memiliki pagar. Pasti pemiliki/pengguna bangunan merasa tidak aman. Begitu pula elemen utama bangunan gedung yang lain.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/">Elemen Utama Bangunan Gedung Wajib Ada Totalnya 19 Macam</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/elemen-utama-bangunan-gedung-wajib-ada-totalnya-19-macam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
