<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baja WF Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/baja-wf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-wf/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 08:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>baja WF Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-wf/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</title>
		<link>https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain pemasangan kuda-kuda baja yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan. Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">kuda-kuda baja</a> yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3694" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg" alt="Konstruksi dak baja ini mayoritas menggunakan material WF" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi dak eksisting?. Untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya silahkan simak penjelasan Kami barikut ini.</p>
<h2>Pengertian, ragam jenis dan dinamika pelaksanaan</h2>
<p>Ekspansi dak baja artinya suatu kegiatan konstruksi bangunan yang menghendaki agar dak eksisting semakin luas dari sebelumnya, sehingga fungsi dak semakin maksimal untuk menjadi ruang aktivitas atau sebagai tempat untk menyimpan barang.</p>
<p>Penting diketahui menurut jenis lantai, ragam jenis dak baja terdiri dari 3 macam yaitu:<br />
1. Dak baja lantai beton<br />
2. Dak baja dengan lantai plat bordes,<br />
3. dan Dak baja lantai papan, panel board atau sejenis</p>
<p>Anda tahu kaitan ragam jenis dak baja ini dengan rencana ekspansi?. Jawabnya adalah untuk melakukan penyesuaian konstruksi. Artinya sedapat mungkin Anda harus merencanakan konstruksi dak baja yang baru sesuai dengan material yang digunakan pada dak baja yang lama.</p>
<p>Mengapa perlu dilakukan penyesuaian?. Jawaban secara teknis ada 3 yaitu untuk:</p>
<ul>
<li>Menjamin agar kekuatan kontruksi dak merata,</li>
<li>Memudahkan pemasangan dak yang baru,</li>
<li>Memastikan tampikan kontruksi sama dengan dak yang baru.</li>
</ul>
<h2>Persiapan perancangan dak baja baru</h2>
<p>Terdapat perbedaan metode perancangan ketika hendak melakukan ekspansi dak baja pada bangunan lama. Perbedaan tersebut adalah terletak pada spefisikasi material maupun sistem sambungan kontruksi. Maka dari itu sebelum merancang dak lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Ukur lahan dan ketinggian dak lama</h3>
<p>Lahan ekspansi dak artinya adalah tempat dimana Anda akan nenambah dak yang baru dengan cara menyambung dak eksisting. Data yang harus Anda peroleh pada saat pengecekan lokasi adalah:</p>
<h4>a. Lebar dan panjang lahan</h4>
<p>Berguna untuk menetukan jarak tiang kolom maupun panjang balok dak. Kendati tidak sama dengan ukuran dak lama, namun acuan untuk menentukan jarak tiang adalah tetap kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Misal ukuran lahan adalah 22&#215;36 m. Sementara jarak tiang pada dak lama adalah 6,0 meter. Berarti jarak tiang dak yang baru adalah 6,0 meter, sementara itu jikalau terdapat kelebihan maka hal itu dianggap sebagai perlakukan khusus.</p>
<h4>b. Tinggi balok dak baja</h4>
<p>Acuan untuk mengukur tinggi balok dak adalah permukaan lantai. Tepatnya ketinggian dari lantai hingga permukaan baja profil yang paling atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tinggi bersih tiang kolom.</p>
<p>Perlu catatan khusus. Jika terdapat kolom beton tambahan (pedestal) pada tiang, maka kolom beton tersebut juga harus Anda ukur. Supaya ekspansi dak baja diterapkan dengan cara yang sama. Yakni menggunakan kolom beton pedestal.</p>
<h3>2. Cek material konstruksi dak lama</h3>
<p>Tahap berikutnya setelah melakukan pengukuran lahan dan ketinggian dak adalah mengecek dimensi seluruh material bajaa yang digunakan pada kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Material baja yang perlu Anda cek mulai dari:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom serta komponen-komponennya. Misal tebal base plate, stiffners dan cover plate (tutup kolom),</li>
<li>Dimensi material balok induk maupun balok anak, beserta komponen-komponen.</li>
<li>Ukuran dan jumlah baut mur setiap titik sambungan balok</li>
<li>Warna dan jenis cat yang digunakan.</li>
</ol>
<h3>3. Cek material lantai dak</h3>
<p>Jika tidak ada prmintaan khusus dari owner, akibat pertimbangan-pertimbangan yang spesifik. Misalnya oleh karena fungsi dak baru berbeda dengan dak yang lama, maka sebaiknya lantai dak juga harus mengacu pada yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam hal ini pengecekan yang Anda lakukan adalah tehadap beberapa elemen berikut:</p>
<ol>
<li>Jenis material lantai beserta ketebalannya</li>
<li>Sistem pemasangan lantai.</li>
<li>Cara finishing lantai.</li>
</ol>
<p>Misal lantai dak lama adalah terbuat dari beton bertulang, berarti pengukuran harus Anda lakukan terhadap: 1]. Tebal beton, dan 2]. Keramik lantai. Sementara itu perlu juga cek apakah lantai beton tersebut menggunakan bondek atau tidak.</p>
<p>Jikalau tidak menggunakan bondek berarti dahulu pengecoran lantai dilakukan dengan mengguankan bekisting kayu/triplek. Oleh sebab itu mengingat lahan kerja berada dalam bangunan, maka ekspansi dak baja yang baru sebaiknya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">bondek</a>. Supaya pengerjaan lebih cepat dan praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4124" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg" alt="Ide kreatif untuk melakukan ekspansi bisnis dan konstruksi bangunan" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kontrol kekuatan konstruksi dak baja</h2>
<p>Keberadaan konstruksi dak baja lama pada sebuah bangunan ada 2 yakni dikerjakan oleh pihak (jasa konstruksi) lain, atau memang oleh Anda sendiri yang mengerajakan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu jikalau pengerjaannya adalah dilakukan oleh orang lain, maka Anda harus melakukan pengecekan ulang terhadap kekuatan struktur kontruksi dak. Caranya bagimana?, yaitu dengan melakukan analisa struktur. Menggunakan perhitungan momen secara manual, atau dengan menggunakan software khusus. Seperti SAP2000, ETABS atau sejenis.</p>
<p>Pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa material baja yang digunakan telah tepat. Sehingga berfungsi dengan maksimal sesuai dengan kekuatan kontruksi yang diharapkan untuk memikul beban.</p>
<p>Manakala terdapat kekuatiran pada salah satu material atau pada salah satu sistem/titik sambungan, maka hal tersebut sebaiknya Anda perbaiki. Maksudnya jangan Anda terapkan pada dak baja yang baru. Melainkan mengganti dengan material yang lebih besar, atau dengan alat sambung yang lebih memadai.</p>
<p>Jadi sekalipun prinsip ekspansi dak baja mengacu pada sistem kontruksi dak baja eksisting, bukan berarti serta merta melakukan duplikat mutlak padahal telah diketahui bahwa konstruksi dak esisting kurang kokoh. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan ulang kekuatan.</p>
<h2>Tahapan desain kontruksi dak</h2>
<p>Sama dengan proses desain konstruksi baja ekspansi pada umumnya, desain dak baja baru pada bangunan lama juga terdiri dari 4 tahap yaitu:</p>
<h3>a. Membuat gambar denah dak</h3>
<p>Gambar denah terdiri dari 3 macam yakni:<br />
1. Denah kolom baja<br />
2. Denah balok<br />
3. dan denah pondasi</p>
<p>Cara penyajian masing-masing gambar denah adalah bersebelahan dengan denah bangunan yang lama. Misal ketika Anda membuat gambar denah tiang kolom. Berarti harus terlihat pula pada gambar tersebut titik kolom baja eksisting.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda membuat gambar denah balok. Disebelah gambar debah tersebut harus terlihat pula posisi perletakan balok eksisting. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sistem kedua konstruksi, apak telah sama atau beda.</p>
<h3>b. Membuat gambar potongan ekspansi dak baja</h3>
<p>Setidaknya dibutuhkan 2 macam gambar potongan ketika Anda merencakan konstruksi dak baja, yaitu gambar potongan melintang (melebar), dan gambar potongan memanjang.</p>
<p>Secara prinsip juga sama dengan gambar denah bangunan, yaitu harus menampilkan potongan dak baja yang lama. Supaya diketahui apakah ketinggian antara dak eksisting dengan dak ekspansi telah sama.</p>
<p>Selain mengenai ketinggian dak, berdasarkan gambar potongan juga akan diketahui bentuk pondasi serta kedalamanya. Jadi pada prisipnya setiap gambar kontruksi baja harus dilengkapi dengan gambar potogan. Bila perlu untuk setiap masing-masing as bangunan.</p>
<h3>c. Gambar detail angkur dan sambungan balok</h3>
<p>Kelanjutan dari gambar dengan dan potongan adalah gambar detail. Untuk melakukan ekspansi dak baja setidaknya gambar detail yang harus Anda buat adalah:<br />
1. Pertemuan antara pondasi dengan tiang kolom baja. Atau sering disebut dengan gambar detail <a href="https://www.gambarbaja.com/2024/10/ragam-model-pelat-landas-kolom-baja-wf.html">pelat landas</a> (base plate) dengan angkur.<br />
2. Pertemuan antara tiang kolom dengan balok induk, serta antara balok induk dengan balok anak.</p>
<p>Inti dari gambar detail ini adalah untuk menjelaskan secara rinci tentang:<br />
1. Ukuran angkur baut yang digunakan pada setiap tiang kolom baja,<br />
2. Diameter dan jumlah baut mur dan ring yang diterapkan pada setiap sambungan balok,<br />
3. Dimensi material pelat baja yang digunakan pada setiap sambungan.</p>
<h3>d. Detail sambungan balok eksisting</h3>
<p>Connencting antara dak baja lama dengan dak baja yang baru adalah terletak pada balok induk. Artinya sejumlah balok baja ekspansi akan terpasang pada tiang kolom eksisting. Supaya kedua konstruksi dak beanr-benar terhubung.</p>
<p>Maka dari itu pemasangan pelat sambungan pada balok baja harus disesuaikan dengan lubang baut yang tersedia pada kolom baja eksisting. Dan, oleh sebab itu perlu melakukan pengecekan pada kontruksi dak baja eksising, sebagaimana dijelaskan pada paragraf 7-18.</p>
<h2>Proses pabrikasi dak baja ekspansi</h2>
<p>Secara umum tahapan pelaksanaan pabrikasi dak baja sama dengan proses pabrikasi kontruksi kuda-kuda baja. Yaitu mulai dari membersihkan material, pengukuran, pemotongan, membuat lubang baut, <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">mengelas</a> sambungan baja, serta terakhir adalah mengecat baja.</p>
<p>Sementara unsur yang tidak kalah penting dengan proses pabrikasi adalah persiapan lahan dan alat kerja. Lahan yang dimaksud disini adalah tempat dimana akan dilakukan pemasangan dak baja, serta letak pabrikasi. Apakah pada tempat yang sama atau berlainan.</p>
<p>Mengenai letak pabrikasi tersebut, aspek yang terpengaruh secara langsung adalah jadwal pengiriman material ke proyek, serta jenis armada yang digunakan. Apakah akan mengakibatkan langsiran material yang jauh atau dekat.</p>
<h2>Pemasangan ekspansi dak baja di lapangan</h2>
<p>Selain mengenai kesiapan material, lancar tidaknya proses pemasangan balok baja adalah ditentukan oleh 4 hal berikut:<br />
1. Ketersediaan alat kerja<br />
2. Jam kerja<br />
3. Tenaga kerja<br />
4. Dan lahan kerja</p>
<p>Untuk memasang balok dak di dalam bangunan tentu tidak sebebas memasang dak pada proyek biasa. Karena di dalam <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">bangunan</a> telah berlangsung aktivitas, maka harus ditentukan apakah ekspansi dak baja dapat dilakukan pada jam kerja normal.</p>
<p>Bila tidak memungkinkan dilakukan pemasangan dak baja pada jam kerja normal berarti harus pada saat malam hari. Untuk itu perlu lampu penerangan yang banyak, serta pekerjaan yang terampil kerja pada malam hari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 20:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil buatan]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bila baja WF dan HB buatan hanya terbuat dari plat baja lembaran nama profil tersebut yang sebenarnya adalah Welded Beam. Arti singkat welded beam adalah balok dibuat dengan cara las. Apa yang di las?. Yaitu bagian-bagian yang menjadi profil material tersebut. Antara lain Flend (sayap) dan Web (badan). Dalam artikel ini bahan yang digunakan tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/">Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bila baja WF dan HB buatan hanya terbuat dari plat baja lembaran nama profil tersebut yang sebenarnya adalah <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-tentang-baja-h-beam-dan-welded-beam/" target="_blank" rel="noopener">Welded Beam</a>. Arti singkat welded beam adalah balok dibuat dengan cara las. Apa yang di las?. Yaitu bagian-bagian yang menjadi profil material tersebut. Antara lain Flend (sayap) dan Web (badan).</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4998" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Dalam artikel ini bahan yang digunakan tidak hanya plat baja. Tapi dengan sejumlah besi siku. Jadi menggunakan 2 jenis material.</p>
<p>Material plat baja digunakan untuk membuat web, sedangkan besi siku untuk bahan flend. Maka tampilan WF dan HB buatan jadi unik. Berbeda dengan welded beam.</p>
<h2>Proses pengerjaan baja WF dan HB buatan</h2>
<p>Tahapan pemgerjaan terbagi 3 yaitu:</p>
<h3>1. Persiapan desain profil baja</h3>
<p>Desain baja WF dan HB buatan dilakukan unttuk menentukan ukuran material yang digunakan. Ukuran material tersebut tentu mengacu pada dimensi profil baja yang akan dibuat.</p>
<p>Misal Anda hendak membuat WF 400, maka material yang digunakan adalah plat baja tebal 8 mm. Dan besi siku L 90x90x9, atau L 100x100x10. Ada dua pilihan besi siku yang pantas digunakan.</p>
<p>Bila Anda pilih L 90x90x9. Maka dimensi lengkap profil baja buatan tersebut adalah WF 400x188x8x9 mm. Akan tetapi, jikalau memakai L 100x100x10. Hasilnya adalah WF 400x208x8x10.</p>
<p>Contoh kedua. Misal ingin membuat baja HB 100. Berarti material yang dibutuhkan adalah plat baja tebal 6 mm, serta besi siku 5&#215;5. Jadi hasilnya nanti adalah HB 100x106x6x5</p>
<h3>2. Menyiapkan alat dan metode kerja</h3>
<p>Karena pada prinsipnya peroses pengerjaan baja WF dan HB buatan adalah sebatas pabrikasi untuk membentuk profil baja. Maka alat yang dibutuhkan adalah hanya alat kerja pabrikasi. Daftar nama alat dapat Anda lihat pada <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">tautan</a> ini.</p>
<p>Sementara metode kerja lakukan dengan langkah-langkah berikut:<br />
&#8211; Meletakkan material pada area kerja yang telah ditentukan khusus untuk pabrikasi baja.<br />
&#8211; Mengukur material satu per satu sesuai desain. Dengan menggunakan alat: kapus besi, rol meter dan sikon.<br />
&#8211; Memotong plat baja sepanjang/sejumlah yang dibutuhkan. Dilakukakn dengan memakai alat blender potong besi.<br />
&#8211; Memasang besi siku sebanyak 2 buah pada sisi atas, dan sisi bawah plat baja. Menggunakan las.<br />
&#8211; Merapihkan belas pemotongan dan las. Selesi.</p>
<p>Maka profil baja buatan yang telah selesai di pabrikasi seperti terlihat dibawah ini. Pelat baja terpasang diantara 4 buah besi siku. Layaknya pemasangan pelat buhul pada rangka cremona siku.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5425" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png" alt="Profil baja WF dan HB buatan menggunakan material plat dan besi siku" width="1477" height="853" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png 1477w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-300x173.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-1024x591.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-768x444.png 768w" sizes="(max-width: 1477px) 100vw, 1477px" /></a></p>
<h2>Cara hitung berat baja WF dan HB buatan</h2>
<p>Misal 1 batang (12,0 m) baja WF 300, yang terbuat dari plat tebal 7 mm dan siku 70x70x7. Berat material tersebut dihitung dalam 2 tahap.</p>
<p><strong>Tahap 1; hitung berat plat baja T=7 MM</strong><br />
= 0,30 x 12,0 x 56,70 kg<br />
= 204,12 kg</p>
<p><strong>Tahap 2; hitung berat besi L 70x70x7</strong><br />
= 12,0 x 4 x 7,38 kg<br />
= 354,24 kg</p>
<p>Jadi total berat WF 300x147x7x7 adalah 588,36 kg. Per meter lari sama dengan 46,53 kg.</p>
<p>Sekarang mari bandingkan dengan WF 300 asli. Bobot besi WF 300 asli adalah 36,70 kg/m. Berarti terjadi selisih sekitat 9,83 kg/m&#8217;.</p>
<p>Contoh perhitungan berat baja HB buatan. Misal profil baja yang akan dibuat adalah HB 200. Dengan menggunakan material plat T=8 mm, dan besi L 65x100x9. Dimensi lengkap profil baja ini pasca fabrikasi adalah 200x208x8x9 mm.</p>
<p>Berat total material adalah:<br />
= (0,20 x 12,0 x 64,93 kg) + (12,0 x 4 x 11,1 kg)<br />
= 155,832 + 532,80 = 688,63 kg/batang.</p>
<h2>Perbadingan berat material dan ragam kegunaan</h2>
<p>Secara umum baja WF dan HB buatan memang lebih berat dibandiing dengan profil yang asli. Hal tersebut disebabkan oleh pemakaian besi siku sebagai material sayap (flend), yang melingkari seluruh permukaan plat baja.</p>
<p>Namum dibalik dari itu, kelebihan yang diperoleh adalah baja profil sangat kokoh. Dalam hal gaya tekan maupun tarik. Sebab dengan adanya besi siku maka konstruksi baja menjadi memiliki kekuatan yang tinggi.</p>
<p>Diatas <a href="https://mamikos.com/info/jenis-kertas-dan-kegunaanya-dengan-gambarnya-gnr/">kertas</a> kedua material baja buatan ini jelas lebih kuat dibanding welded beam. Dan, bahkan dengan profil baja yang asli. Oleh sebab itu profil baja buatan ini baiknya dipakai untuk keperluaan khusus. Misalnya konstruksi jembatan dan kuda-kuda bentang lebar.</p>
<p>Namun demikian bukan berarti tidak layak digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan lain. Misalnya untuk bahan tiang dan balok dak. Justru sangat disarankan. Bahkan untuk keperluan pekerjaan-pekerjaan bangunan yang sifatnya finishing, kedua material yang mirip dengan huruf H tersebut tetap cocok.</p>
<p>Singkatnya WF dan HB buatan ini sangat fungsional. Akan tetapi penggunaanya pada konstruksi berat (bentang besar) sebaiknya melalui analisa struktur. Supaya diketahui sebesar apa kekuatan material memikul beban bangunan.</p>
<p>Untuk itu, bilamana Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan perhitungan struktur. Silahkan hubungi Kami melalui nomor yang tertera pada <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/">Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</title>
		<link>https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 20:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[material H Beam buatan]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi material baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya Saya telah membagi tips membuat baja H Beam dari bahan WF. Kali ini tidak kalah menarik yaitu modifikasi WF dan siku juga untuk membuat baja profil H Beam. Jadi dengan menggunakan 2 jenis bahan. Kalau sebelumnya hanya 1 jenis. Yakni besi WF saja. Persiapan alat dan material Secara umum alat yang dibutuhkan untuk membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/">Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya Saya telah membagi tips membuat <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/" target="_blank" rel="noopener">baja H Beam</a> dari bahan WF. Kali ini tidak kalah menarik yaitu modifikasi WF dan siku juga untuk membuat baja profil H Beam. Jadi dengan menggunakan 2 jenis bahan. Kalau sebelumnya hanya 1 jenis. Yakni besi WF saja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4659" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg" alt="Bahan dasar baja kastela yang paling populer yaitu WF" width="448" height="278" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Persiapan alat dan material</h2>
<p>Secara umum alat yang dibutuhkan untuk membuat baja H Beam modifikasi ada 2. Yakni blender potong besi dan alat sambung las.</p>
<p>Penggunaan kedua jenis alat ini sama-sama manual. Namun bila memungkinkan menggunakan alat yang lebih canggih dipastikan hasilnya makin bagus. Seperti <em>electric cutting iron</em> (laser), dan las CO.</p>
<p>Sementara itu mengenai persiapan material baja. Hal ini umumnya dilatarbelakangi oleh 2 kasus. 1]. Menyesuaikan stok yang ada, dan 2]. Mengacu pada baja H Beam yang akan dibuat.</p>
<h3>1. Modifikasi WF dan siku sesuai stok</h3>
<p>Misal Anda memiliki stok material besi WF 250x125x6x9 = 1 batang. Serta besi siku L 60x60x6 mm sebanyak 8 batang. Maka kedua material ini dapat dimanfaatkan untuk membuat baja H Beam 125. Dan, hasilnya sejumlah 2 batang.</p>
<p>Jadi, idealnya perbandingan kebutuhan bahan antara besi WF dan siku adalah 1:8. Dengan demikian maka panjang material buatan (H Beam) pun jadi sempurna (sesuai standar). Yakni 12,0 m.</p>
<p>Akan tetapi jika perbandingan jumlah kedua material tersebut kurang dari 1:8. Misalnya hanya 1:6, berarti material besi WF tidak bisa dimanfaatkan seluruhnya untuk membuat baja H Beam. Hal itu akan mengakibatkan <em>waste</em> sekitar panjang 3,0 meter.</p>
<h3>2. Melakukan modifikasi sesuai ukuran yang dibutuhkan</h3>
<p>Kasus yang kedua. Bila ternyata kebutuhan konstruksi bangunan telah menetapkan baja H beam dengan ukuran tertentu. Berarti upaya yang harus dilakukan adalah mencari material besi WF dan besi siku yang se-ukuran dengan baja H Beam tersebut.</p>
<p>Misal Anda ingin membuat baja H Beam 100. Berarti ukuran material yang dibutuhkan adalah WF 200&#215;100 dan besi siku L 50x50x5. Masing-masing sejumlah ketentuan di atas. Yakni 1 batang besi WF, dan 8 batang besi siku.</p>
<p>Sementara jika ingin membuat H Beam 150. Berarti bahan yang Anda butuhkan adalah WF 300&#215;150 dan siku 70x70x7. Dan baja H Beam 200 dapat dibuat dengan menggunakan besi WF 400&#215;200, serta besi siku L 90x90x9.</p>
<p>Jadi, modifikasi WF dan siku setidaknya dapat menghasilkan 4 macam ukuran. Yakni profil baja H Beam 100; 125; 150 dan 200. Diatas ukuran tersebut tidak bisa. Sebab ukuran bahan dasar tidak tersedia.</p>
<h2>Proses modifikasi H Beam 125</h2>
<p>Tahap pertama. Belah besi WF 250&#215;125 hingga berbentuk profil baja T 125&#215;125. Proses ini dilakukan mirip dengan pengerjaan awal baja <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">Kastela</a>. Yaitu dengan menggunakan alat potong blender. Bedanya material WF disini di belah secara lurus. Bukan zig-zag.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5420" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png" alt="profil baja H Beam buatan hasil modifikasi besi WF dan siku L" width="1000" height="563" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi-300x169.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi-768x432.png 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Setelah baja WF terbagi 2 dengan ukuran sama panjang. Tahap kedua. Memasang 4 buah besi siku L 60x60x6 pada sisi WF yang sudah dibelah. Tepatnya, 2 batang sisi sebelah kanan dan 2 batang lagi sebelah kiri. Perhatikan metode pengerjaan seperti dalam gambar.</p>
<p>Pemasangan besi siku tersebut dilakukan satu per satu dengan menggunakan las. Adapun tahapan pengelasan lakukan dengan cara las titik lebih dahulu. Kemudian pastikan ukuran profil baja H Beam telah akurat. Selanjutnya melakukan pengelasan secara full. Supaya modifikasi WF dan siku sempurna menjadi H Beam 125.</p>
<p>Tahap terakhir. Adalah membersihkan seluruh permukaan material besi H Beam buatan dari bekas las, serta debu/kotor yang menempel akibat proses modifikasi. Selesai. Sangat praktis bukan?. Lakukan tahapan-tahapan ini ketika Anda melakukan ingin membuat baja H Beam ukuran lain.</p>
<h2>Kegunaan baja H Beam buatan dan plus minus</h2>
<p>Dalam dunia proyek bangunan melakukan rekayasa/modifikasi terhadap material bukanlah satu hal yang tabu. Bahkan dengan alasan tertentu harus dilakukan. Mengapa demikian?.</p>
<p>Karena satu-satunya cara untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari material adalah dengan melakukan rekayasa atau modifikasi. Atau karena alasan keterbatasan ketersediaan material. Maka mau tidak mau Kita harus memanfaatkan material yang ada.</p>
<p>Demikian halnya ide modifikasi WF dan siku untuk membuat baja profil H Beam. Yang mana harus diakui walaupun tidak sempurna. Tetapi manfaat atas material buatan tersebut tidak kalah dengan H Beam asli.</p>
<p>Contoh pemasangan baja H Beam buatan dapat Anda lihat pada <a href="https://www.youtube.com/shorts/snRyImkWCf4">video</a> short ini. Balok baja H Beam pada video tersebut sudah Kami buat 15 tahun yang lalu. Dan terbukti kokoh hingga sekarang. Profil baja H Beam buatan pada video menggunakan WF 400 dan siku 9&#215;9.</p>
<h3>Kegunaan</h3>
<p>Baja H Beam hasil mofifikasi cocok digunakan untuk membuat segala jenis balok dan kuda-kuda. Adapun posisi pemasangan profil baja adalah menghadap kebawah. Alias besi siku berada dibawah profil baja T.</p>
<p>Hal itu bertujuan agar profil baja tidak mengalami <em>buckling</em> ketika menerima beban tekan. Serta untuk memastikan bahwa yang menerima beban berat tumpuan adalah profil besi WF belah. Dengan demikian kekuatan baja H Beam buatan ini jadi sama dengan yang ori.</p>
<p>Selain bahan balok dan kuda-kuda. Sebenarnya material yang menyerupai huruf H ini juga dapat digunakan sebagai tiang. Namun dengan cara <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-kolom-dan-balok-baja-wf-komposit-beton-begini/">komposit</a> beton. Atau sering disebut kolom baja komposit.</p>
<p>Alasan melakukan komposit pada material rekayasa ini adalah mengingat besarnya gaya tekan yang harus diterima ketika digunakan sebagai tiang kolom. Sementara dimensi profil baja tidak sama dan tidak benar-benar simetris.</p>
<p>Maka dari itu guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dilakukan pengecoran untuk membungkus baja hasil modifikasi WF dan siku tersebut.</p>
<p>Dalam hal ini kemungkinan biaya pengerjaan akan jauh lebih besar dibanding menggunakan material yang asli. Namun hal tersebut tentu tidak menjadi pertimbangan utama, Tetapi bagaimana supaya material yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.</p>
<h3>Kelebihan dan kekurangan</h3>
<p>Ditinjau dari biaya pengerjaan baja H Beam buatan jau lebih murah dan lebih cepat dibanding baja honeycomb. Dan ditinjau dari segi kekuatan juga demikian. Sebab bentuk profil baja H Beam ini benar-benar solid. Sementara baja honeycomb terdapat lubang-lubang yang berbentuk segi enam.</p>
<p>Namun demikian kelemahan material ini adalah:</p>
<ol>
<li>Ukuran sangat terbatas. Sehingga tidak dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Misal untuk material balok. Paling benater adalah bentang 7,0 meter.</li>
<li>Lebih berat dibanding material baja H Beam asli. Misal HB 125&#215;125 asli. Berat per meter adalah 18,50 kg. Sedangkan hasil modifikasi adalah 25,64 kg.</li>
</ol>
<p>Demikian proses modifikasi WF dan siku menjadi baja profil H Beam. Serta penjelasan mengenai kegunaan maupun kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/">Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 18:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5401</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ide membuat baja H Beam bisa muncul karena berbagai alasan. Dan ide tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil dilaksanakan. Sebab tidak mengakibatkan fungsi maupun kualitas material baja menjadi berkurang. Seperti Kami usulkan beberapa tahun lalu pada sebuah proyek konstruksi baja. Tepatnya kala membuat gedung parkir bertingkat. Dimana saat itu, sang Owner memiliki stock baja WF 500&#215;200 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/">Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ide membuat baja H Beam bisa muncul karena berbagai alasan. Dan ide tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil dilaksanakan. Sebab tidak mengakibatkan fungsi maupun kualitas material baja menjadi berkurang.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4998" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Seperti Kami usulkan beberapa tahun lalu pada sebuah proyek konstruksi baja. Tepatnya kala membuat gedung <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-parkir-motor-bertingkat-prospek-usaha-dan-tahap-pembangunan/" target="_blank" rel="noopener">parkir</a> bertingkat. Dimana saat itu, sang Owner memiliki stock baja WF 500&#215;200 dalam jumlah besar. Sementata yang dibutuhkan adalah baja H Beam.</p>
<p>Nah karena bentuk profil H Beam sangat mirip dengan WF, Kami mengusulkan agar material WF tersebut yang di rekayasa menjadi baja profil H Beam. Dengan pertimbangan supaya tidak perlu membeli baru.</p>
<h2>Ketentuan material baja H Beam buatan</h2>
<p>Sebelumnya perlu Kami disclaimer bahwa tidak semua ukuran baja H Beam bisa dibuat dari bahan dasar baja WF. Melainkan hanya ukuran-ukuran tertentu.</p>
<p>Dan, tebal profil baja H Beam buatan tentu tidak sama dengan tabel baja resmi. Melainkan mengikuti tebal profil baja WF yang akan dibuat menjadi baja H Beam.</p>
<p>Baja HB 100&#215;100 misalnya. Bisa dibuat dari baja WF 200&#215;100. Lalu, HB 150&#215;150 dibuat dari baja WF 300&#215;150. Sementara baja HB 200&#215;200 bisa dibuat dari beberapa pilihan. Yaiitu dari material WF 400&#215;200; WF 450&#215;200, WF500x200 dan WF 600&#215;200.</p>
<p>Satu lagi, baja HB 300&#215;300 juga dapat dibuat dari baja WF 588&#215;300. Namun hal tergolong mustahil karena saat ini baja WF 588&#215;300 sudah sangat langka. Kalau pun ada kemungkinan besar stock lama, atau bekas.</p>
<h2>[Contoh] Cara membuat baja H Beam rekayasa</h2>
<p>Proses pembuatan baja H Beam terdiri dari 6 tahap, yaitu:</p>
<h3>1. Persiapan bahan</h3>
<p>Misal material baja H Beam yang akan dibuat adalah HB 150&#215;150. Berarti material yang memenuhi syarat, dan harus Anda siapkan adalah WF 300&#215;150.</p>
<p>Penting diketahui sebelumnya. Jikalau panjang WF 300&#215;150 sesuai standar (12 meter). Berarti baja H Beam yang Anda buat pun kelak panjangnya tetap 12 m. Jadi, sama sekali tidak mengakibatkan kerugian material.</p>
<h3>2. Menyiapkan alat</h3>
<p>Alat yang dibutuhkan untuk membuat baja H Beam rekayasa antara lain:<br />
&#8211; Kapur besi<br />
&#8211; Sikon<br />
&#8211; Jig<br />
&#8211; Alat ukur meter<br />
&#8211; Blender potong besi<br />
&#8211; Gerinda tangan (grinda slep)</p>
<h3>3. Pengukuran baja WF 300</h3>
<p>Rekayasa baja WF 300 agar menjadi HB 150 adalah dengan cara mengurangi bagian tengah (web). Perhatikan gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5403" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png" alt="baja profil H Beam dibuat menggunakan material baja WF" width="1395" height="843" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png 1395w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-300x181.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-1024x619.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-768x464.png 768w" sizes="(max-width: 1395px) 100vw, 1395px" /></a></p>
<p>Bagian arsir nantinya akan hilangkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran secara memanjang pada profil baja WF tersebut. Selanjutnya di potong menggunakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Api">nyala api</a>  yang berasal dari alat blender potong.</p>
<h3>4. Membelah material baja</h3>
<p>Proses pemotongan bagian tengah baja WF dilakukan 2x. Sesuai tanda garis pada permukaan baja. Selanjutnya bagian tengah yang telah terpotong. Akhirnya berupa plat baja lembaran, lebar 15 cm.</p>
<p>Material plat tersebut kelak Anda digunakan kembali untuk membuat stiffner kolom baja H Beam. Atau untuk keperluan lain. Misalnya plat lekat, <a href="https://arsitekta.com/ragam-pelat-buhul-baja-dan-perbedaannya-dengan-pelat-lekat/">plat buhul</a>, atau landas.</p>
<h3>5. Membersihkan bekas blender</h3>
<p>Bekas blender potong Anda bersihkan menggunakan gerinda tangan. Supaya kedua profil WF yang terbelah bisa Anda satukan kembali dengan sempurna. Dan mendapatkan ukuran yang sesusi dengan H Beam yang diharapkan.</p>
<p>Oleh sebab itu, proses gerinda tidak bisa dilakukan buru-buru. Melainkan harus dengan sabar. Agar penampang profil WF benar-benar lurus, bersih dan rapih.</p>
<h3>6. Menggabungkan profil WF</h3>
<p>Selanjutnya, 2 bagian baja WF 300 yang telah dibersihkan tadi, Anda disatukan kembali menggunakan las. Sehingga akhirnya benar-benar berbentuk baja H Beam. Bentuk profil H Beam akan terlihat seperti dalam gambar.</p>
<p>Pengelasan dilakukan secara full sepanjang batang WF belah. Dalam hal ini agar profil baja tidak melengkung, Anda harus memggunakan alat Jig. Yang berfungsi untuk menahan profil baja agar tetap lurus.</p>
<p>Demikian rangkaian proses membuat baja H Beam dari baja WF. Dan perlu diketahui, metode diatas berlaku untuk semua baja H Beam rekayasa. Yang menggunakan baja WF sebagai bahan dasar.</p>
<h2>Dimensi lengkap material H Beam buatan</h2>
<p>Karena bahan dasar yang digunakan pada contoh diatas adalah WF 450x200x9x14, maka setelah proses rekayasa ukuran profil H Beam yang diperoleh adalah 200x200x9x14.</p>
<p>Demikian juga bila tahapan-tahapan diatas dilakukan pada baja WF 200&#215;200, maka dimensi baja H Beam yang diperoleh menjadi 100x100x5,5&#215;8. Lalu, WF 300&#215;150 menghasilkan baja HB 150x150x6x9.</p>
<p>Pertanyaan, apakah profil-profil baja H Beam buatan tersebut jauh lebih kecil dibanding ukuran dalam tabel?. Mari Kita buktikan.</p>
<p>Ukuran HB 100 dalam tabel baja resmi adalah 100x100x6x8. Sementara hasil rekayasa adalah 100x100x5,5&#215;8. Hampir sama bukan?.</p>
<p>Kemudian HB 200, ukuran resminya adalah 200x200x8x12 mm. Lalu dengan cara rekayasa WF 450 diperoleh ukuran 200x200x9x14. Justru lebih tebal bukan?.</p>
<p>Oleh sebab itu, diatas Kami klaim bahwa membuat baja H Beam dari baja WF tidak mengurangi kekuatan material baja. Melainkan pada beberapa kasus justru lebih kuat.</p>
<p>Bilamana membutuhkan team rekayasa material baja, silahkan hubungi Kami melalui nomor yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini. Atau, sekalian desain konstruksi baja yang sifatnya mirip dengan rekayasa pun boleh Kami layani.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/">Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Kuda-kuda Joglo Pakai Baja Profil WF Bentang 10 Dan 20 M</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membuat-kuda-kuda-joglo-pakai-baja-wf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 13:16:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[WF 250]]></category>
		<category><![CDATA[WF 350]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara membuat kuda-kuda joglo sedikit berbeda dengan kuda-kuda pelana. Perbedaan tersebut adalah terletak pada jumlah batang yang digunakan. Pada kuda-kuda joglo terdiri dari 5 batang material baja. Sementara untuk membuat kuda-kuda pelana cukup 2 batang saja. Kelebihan kuda-kuda joglo WF Dibanding kuda-kuda joglo yang terbuat dari rangka batang (space frame, atau cremona). Kelebih kuda-kuda joglo [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-kuda-kuda-joglo-pakai-baja-wf/">Cara Membuat Kuda-kuda Joglo Pakai Baja Profil WF Bentang 10 Dan 20 M</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cara membuat kuda-kuda joglo sedikit berbeda dengan kuda-kuda pelana. Perbedaan tersebut adalah terletak pada jumlah batang yang digunakan. Pada kuda-kuda joglo terdiri dari 5 batang material baja. Sementara untuk membuat kuda-kuda pelana cukup 2 batang saja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Kuda-kuda-joglo-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3847" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Kuda-kuda-joglo-baja.jpg" alt="Contoh kuda-kuda utama untuk konstruksi atap joglo bentang 36. Dengan bahan baja kastela dan baja WF." width="600" height="339" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Kuda-kuda-joglo-baja.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Kuda-kuda-joglo-baja-300x170.png 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Kelebihan kuda-kuda joglo WF</h2>
<p>Dibanding kuda-kuda joglo yang terbuat dari rangka batang (space frame, atau cremona). Kelebih kuda-kuda joglo yang terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/baja-profil-yang-pas-untuk-membuat-rangka-skyroof/">baja profil </a>WF selain praktis dan ringkas, adalah tidak berat. Sehingga struktur bangunan yang Anda buat tidak perlu ukuran besar. Maka dampak dari segala itu, biaya bangunan pun jadi hemat, dan cepat selesai.</p>
<p>Satu lagi kelebihan kuda-kuda joglo WF ditinjau dari sesi estetika. Pemasangan plafon dapat dilakukan menyesuaikan kemiringan kuda-kuda. Sehingga ruangan di dalam bangunan jadi lapang dan luas. Metode pemasangan plafon seperti ini sering disebut dengan plafon ekspos.</p>
<h2>Cara Membuat Kuda-kuda Joglo WF</h2>
<p>Tahap pertama, pastikan dulu 3 data berikut telah terpenuhi:</p>
<ol>
<li>Bentangan kuda-kuda. Sebaiknya lakukan dengan cara ukur lapangan. Bukan mengacu pada gambar konstruksi.</li>
<li>Jenis atap yang digunakan. Konfirmasi langsung dengan pihak pemilik, atau pengawas bangunan.</li>
<li>Tumpuan kuda-kuda. Survei lapangan dan konfirmasi dengan pihak pengawas.</li>
</ol>
<h3>Contoh 1; kuda-kuda joglo bentang 10 meter dan cara hitung panjang material</h3>
<p>Misal bahan atap adalah terbuat dari genteng beton. Berarti material yang paling cocok untuk membuat kuda-kuda joglo tersebut adalah baja WF 250x125x6x9.</p>
<p>Pembagian batang kuda-kuda dilakukan seperti gambar berikut:<br />
A = Batang kuda-kuda sisi bawah. Sudut kemiringan 20º<br />
B = Batang kuda-kuda sisi atas, sudut 55º<br />
C = Batang tengah (horizontal).</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5261" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter.jpg" alt="Kuda-kuda joglo bentang 10,0 meter pakai baja WF 250" width="1507" height="831" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter.jpg 1507w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter-300x165.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter-1024x565.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-10-meter-768x423.jpg 768w" sizes="(max-width: 1507px) 100vw, 1507px" /></a></p>
<p>Namun, jika ternyata menggunakan bahan atap spandek gelombang. Maka material yang digunakan cukup WF 200x100x5,5&#215;8. Mengapa lebih kecil?. Karena beban atap lebih ringan. Jadi, rangka kuda-kuda tidak perlu pakai ukuran yang besar. Supaya tidak boros.</p>
<p>Pada artikel sebelumnya Saya telah menjelaskan cara menghitung panjang kuda-kuda WF. Untuk atap datar dan atap pelana. Silahkan baca melalui <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini. Saat ini pun akan saya jelaskan cara menghitung panjang kuda-kuda joglo.</p>
<p>Panjang batang A hitung dengan rumus:<br />
<strong>Pg = ( LA : cos 20 º ) &#8211; ((1/2 x H) : cos 20*) &#8211; (2 x Tp)</strong><br />
= ( 3.000 : cos 20º ) &#8211; ((1/2 x 200) : cos 20*) &#8211; (2 x 10)<br />
= 3.192 &#8211; 106 &#8211; 20 = 3.066 mm</p>
<p>Panjang batang B adalah:<br />
<strong>Pg = ( 1/2LB : cos 55º ) &#8211; ((1/2 x H) : cos 55º) &#8211; (2 x Tp)</strong><br />
= ( 1/2 x 4 : cos 55º ) &#8211; ((1/2 x 200) : cos 55º) &#8211; (2 x 10)<br />
= 3.487 &#8211; 174 &#8211; 20 = 3.293 mm</p>
<p>Sementara panjang batang C adalah:<br />
<strong>Pg = LC &#8211; H &#8211; (2 x Tp)</strong><br />
= 4.000 &#8211; 200 &#8211; 20<br />
= 3.780 mm</p>
<p>Keterangan:</p>
<ul>
<li>Pg = Panjang real batang kuda-kuda WF</li>
<li>LA = Bentangan kuda-kuda segmen A</li>
<li>LB = Bentangan kuda-kuda segmen B</li>
<li>H = Ukuran baja profil WF</li>
<li>Tp = Tebal plat lekat kuda-kuda</li>
</ul>
<h3>Contoh 2; kuda-kuda joglo bentang 20 meter</h3>
<p>Cara membuat kuda-kuda joglo bentang kecil dan bentang besar pada umumnya sama. Karena bentuk atap pada dasarnya memang sama. Yang berbeda hanya lah dimensi material baja yang akan digunakan.</p>
<p>Sebab semakin besar bentangan kuda-kuda, otomatis batang kuda-kuda juga makin panjang. Lalu, material yang digunakan juga semakin besar.</p>
<p>Seperti contoh kasus 1. Misalnya atap terbuat dari genteng <a href="https://kbbi.web.id/metal#google_vignette">metal</a>. Berarti profil baja yang pas untuk bahan kuda-kuda joglo bentang 20,0 meter ini adalah WF 350x175x7x11. Dengan pembagian batang seperti gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5262" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter.jpg" alt="Kuda-kuda joglo bentang 20,0 meter pakai baja WF 350" width="1600" height="780" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter.jpg 1600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter-300x146.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter-1024x499.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter-768x374.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/Kuda-kuda-joglo-bentang-20-meter-1536x749.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a></p>
<p>Sudut kemiringan batang A adalah 18º, sementara batang B adalah 50º. Dan batang C tetap pada posisi pemasangan horizontal. Nah, dari data-data ini Anda telah bisa menghitung panjang batang kuda-kuda. Caranya sama dengan contoh perhitungan diatas.</p>
<p>Apakah panjang batang hasil perhitungan Anda sesuai dengan ukuran dalam gambar?. Ukuran dalam gambar panjang batang :<br />
A = 5.916 mm<br />
B = 5.913 mm<br />
C = 7.626 mm</p>
<h2>Cara Membuat Kuda-kuda Joglo agar proporsi</h2>
<p>Pembagian bentang kuda-kuda joglo selalu dilakukan berdasarkan keseimbangan antara jenis dan bentuk atap yang akan dibuat. Setelah kedua hal tersebut dianggap sudah serasi, maka tahap berikutnya adalah menentukan dimensi material.</p>
<p>4 hal yang menjadi ketentuan dalam merancang kuda-kuda joglo yaitu:</p>
<ol>
<li>Sudut kemiringan batang bawah selalu lebih kecil dibanding batang atas</li>
<li>Bentang kuda-kuda bagian atas 40% dari bentangan kuda-kuda keseluruhan. Dengan kata lain LC = 40% x L</li>
<li>Sudut kemiringan batang kuda-kuda bagian bawah 10º &#8211; 20º. Sementara batang kuda-kuda bagian atas adalah 45-65º.</li>
<li>Khusus kuda-kuda joglo yang terbuat dari baja WF. Batang horizontal wajib ada. Menggunakan material yang sama dengan batang kuda-kuda atau lebih kecil.</li>
</ol>
<h2>Sistem <a href="https://arsitekta.com/tumpuan-jepit-dan-sendi-diterapkan-bersama-sama-pada-konstruksi-ini/">tumpuan</a> kuda-kuda yang ideal</h2>
<p>Selain menggunakan material baja yang tepat, cara membuat kuda-kuda joglo agar kokoh adalah memilih tumpuan yang benar. Apa saja jenis tumpuan itu?. Yakni kombinasi antara tumpuan sendi dan rol, atau tumpuan jepit dan rol. Dalam hal ini silahkan Anda pilih jenis tumpuan yang cocok dengan kondisi lapangan, dan bentuk konstruksi kuda-kuda yang akan Anda buat.</p>
<p>Penting diketahui, tumpuan rol sangat diperlukan saat membuat kuda-kuda baja. Karena setelah menerima beban dari atap, maka kuda-kuda akan mengalami lendut. Dan pada saat itu pula terjadi pergeseran pada titik tumpu (angkur).</p>
<p>Oleh sebab itu lubang angkur salah satu titik tumpuan (base plate) harus dibuat oval. Supaya kuda-kuda tetap kokoh. Alias tidak melintir.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-kuda-kuda-joglo-pakai-baja-wf/">Cara Membuat Kuda-kuda Joglo Pakai Baja Profil WF Bentang 10 Dan 20 M</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 13:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda WF]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung panjang kuda-kuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hitung panjang kuda-kuda WF dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan sofware khusus. Cara manual maksudnya menggunakan alat hitung kalkulator. Sementara dengan cara menggunakan sofrware khusus artinya software yang Anda gunakan saat membuat gambar kerja, dan/atau detail konstruksi baja. Misal Autocad, Archicad, Skechup, dan sebagainya. Kuda-kuda WF bentang kecil Kategori konstruksi kuda-kuda bentang kecil adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/">Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hitung panjang kuda-kuda WF dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan sofware khusus. Cara manual maksudnya menggunakan alat hitung kalkulator.</p>
<p>Sementara dengan cara menggunakan sofrware khusus artinya software yang Anda gunakan saat membuat gambar kerja, dan/atau detail <a href="https://arsitekta.com/ragam-gambar-detail-baja-konstruksi/" target="_blank" rel="noopener">konstruksi baja</a>. Misal Autocad, Archicad, Skechup, dan sebagainya.</p>
<h2>Kuda-kuda WF bentang kecil</h2>
<p>Kategori konstruksi kuda-kuda bentang kecil adalah kurang dari 15 meter. Pada kasus ini umumnya bentuk atap ada 2 macam. Yaitu pelana dan atap datar.</p>
<p>Karena bentuk atap yang akan dibuat adalah 2 macam. Otomatis dimensi material kuda-kuda tidak sama. Maka dari itu, sebelum Anda hitung panjang kuda-kuda WF, pastikan dulu 4 syarat berikut sudah terpenuhi:</p>
<ol>
<li>Bentuk dan sudut kemiringan atap</li>
<li>Ukuran baja WF yang digunakan untuk membuat kuda-kuda</li>
<li>Sistem sambungan kuda-kuda dengan tiang kolom</li>
<li>Sistem sambungan antar kuda-kuda.</li>
</ol>
<h3>A. Kuda-kuda atap datar bentang 8 m</h3>
<p>Material kuda-kuda yang ideal untuk bentang (L)= 8,0 m adalah baja WF 200. Dengan catatan penutup atap menggunakan spandek gelombang, dan sudut kemiringan 15 derajat. Seperti terlihat pada gambar berikut. Kuda-kuda atap datar sering diaplikasikan pada saat membuat kanopi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4086" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg" alt="Salah satu fungsi baja kanal C adalah sebagai rangka gording" width="640" height="357" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C-300x167.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Perhitungan panjang kuda-kuda tersebut dilakukan dengan rumus:<br />
<strong>Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; (2 x 1/2H) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<ul>
<li>Pg = Panjang bersih batang kuda-kuda</li>
<li>L = Lebar/bentangan (satuan milimeter)</li>
<li>H = Ukuran kolom baja WF</li>
<li>Tp = Tebal plat lekat kuda-kuda</li>
</ul>
<p>Misal kolom baja terbuat dari WF 250. Dan plat lekat kuda-kuda adalah tebal 10 mm. Maka hitung panjang kuda-kuda WF seperti berikut:<br />
Pg = ( 8.000 : cos 15⁰ ) &#8211; (2 x 1/2 x 250) &#8211; (2 x 10)<br />
= 8.282 &#8211; 250 &#8211; 20<br />
= 8.012 mm</p>
<p>Kasusnya sedikit berbeda. Jikalau ternyata pemasangan kuda-kuda WF dilakukan pada kolom beton. Dengan menggunakan alat sambung angkur baut. Maka perhitungan panjang bersih kuda-kuda Anda lakukan dengan rumus:<br />
<strong>Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; ((2 x 1/2B) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<p>&#8220;B&#8221; dalam hal ini adalah lebar kolom beton. Yang mana sisi kanan dan kiri adalah sama. Akan tetapi, jikalau ukuran kolom beton beda. Maka rumus hitung panjang kuda-kuda WF yang terpasang pada kolom beton adalah:<br />
Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x B1) : 15⁰) &#8211; ((1/2 x B2) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</p>
<p>B1 = Lebar kolom beton sisi kanan,<br />
B2 = Lebar kolom beton sisi kiri kuda-kuda.</p>
<p>Contoh B1 = 40 cm, dan B2 = 50 cm. Maka panjang kuda-kuda WF 200 tersebut adalah:<br />
Pg = ( 8.000 : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x 400) : cos 15⁰) &#8211; ((1/2 x 500) : cos 15⁰) &#8211; (2 x 10)<br />
= 8.282 &#8211; 207 &#8211; 259 &#8211; 20<br />
= 7.796 mm</p>
<h3>B. Kuda-kuda atap pelana bentang 12 m</h3>
<p>Paling ideal adalah pakai baja WF 150. Mengapa profil baja lebih kecil dibanding bentang 8,0 meter?. Jawabnya karena batang kuda-kuda untuk atap pelana selalu terbagi 2. 1 miring ke sebelah kanan, dan 1 lagi ke sebelah kiri. Seperti terlihat pada gambar ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4381" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg" alt="Teknik menggunakan material baja bekas untuk konstruksi gudang" width="500" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Oleh sebab itu cara hitung panjang kuda-kuda WF untuk atap pelana beda dengan panjang kuda-kuda atap datar. Panjang kuda-kuda pelana bentang 15,0 hitung pakai rumus:<br />
<strong>Pg = ( 1/2L : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x B) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<p>Misal kuda-kuda akan terpasang pada kolom baja WF 200. Pakai plat lekat T=8 mm. Berarti panjang real kuda-kuda pelana adalah:<br />
= ( 1/2 x 12.000 : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x 200) : cos 15⁰) &#8211; (2 x 8)<br />
= 6.211 &#8211; 103 &#8211; 16 = 6.092 mm</p>
<h2>Kuda-kuda WF bentang besar dan sambungannya</h2>
<p>Pada prinsipnya tahap-tahap perhitungan panjang kuda-kuda WF bentang kecil, dan bentang besar adalah sama. Dengan catatan syarat-syarat yang Saya sebutkan pada paragraf 4 telah lengkap.</p>
<p>Contoh kuda-kuda bentang 30 meter. Material yang digunakan untuk konstruksi ini umumnya WF 350. Dan, sudut kemiringan 12⁰. Maka cara hitung panjang kuda-kuda WF menggunakan rumus:<br />
Pg = ( 1/2L : cos 12⁰ ) &#8211; ((1/2 x B) : cos 12⁰) &#8211; (2 x Tp)<br />
= Pg = ( 15.000 : cos 12⁰ ) &#8211; ((1/2 x 350) : cos 12⁰) &#8211; (2 x 12)<br />
= 15.335 &#8211; 179 &#8211; 24 = 15.132 mm</p>
<p>Dalam hal ini karena panjang kuda-kuda WF 350 lebih dari 12,0 meter. Yaitu panjang standar material WF dari pabrik. Maka kuda-kuda tersebut harus Anda sambung. Yaitu panjang 12,0 meter tambah 5,132 meter. Lebih lengkap tentang cara menyambung balok/kuda-kuda baja WF silahkan baca <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-baja-profil-wf-serta-h-beam-mudah-dan-tepat/">tautan</a> ini.</p>
<h2>Kelemahan perhitungan manual</h2>
<p>Untuk memastikan perhitungan panjang kuda-kuda baja akurat. Setelah melengkapi syarat-syarat yang diperlukan. Sebaiknya lakukan dengan alat tulis, kertas, dan kalkulator scientic.</p>
<p>Nah, persoalan yang sering terjadi bagi pemula adalah ketika menggunakan kalkulator ini. Khususnya pada saat memasukkan sudut kemiringan atap.</p>
<p>Jika Anda menggunakan kalkulator yang tersedia pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ponsel_cerdas">smartphone</a>. Maka dimulai dengan &#8220;Cos 15⁰&#8221;. Seperti pada gambar berikut ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5257" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg" alt="Perhitungan panjang kuda-kuda baja WF pakai kalkulator" width="1326" height="720" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg 1326w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-300x163.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-1024x556.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-768x417.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1326px) 100vw, 1326px" /></a></p>
<p>Akan tetapi, bila Anda menggunakan kalkulator khusus (bukan smartphone). Maka perhitungan harus lebih dulu memasukkan sudut kemiringan. Seperti berikut: 15⁰ Cos.</p>
<p>Singkatnya, diperlukan kebiasaan dalam menggunakan alat hitung kalkulator. Supaya perhitungan yang dilakukan tidak keliru. Sebab, jika panjang kuda-kuda tidak sesuai. Dipastikan fabrikasi akan salah, dan kuda-kuda kelak tidak dapat terpasang dengan sempurna.</p>
<p>Demikian hitung panjang kuda-kuda WF bentang kecil dan besar. Untuk berbagai bentuk atap, serta sistem sambungannya pada tiang kolom baja. Maupun kolom <a href="https://arsitekta.com/beton-cor-yang-ideal-untuk-bangunan-rumah-tingkat-2/">beton cor</a>.</p>
<p>Perhitungan seperti ini sering dilakukan pada saat hendak pabrikasi. Oleh sebab itu harus dilakukan secara cermat. Supaya panjang kuda-kuda akurat. Dan menghasilkan konstruksi baja yang kokoh dan kuat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/">Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rincian Pekerjaan Kolom dan Rafter Baja WF Terlengkap Begini [Part 2 of 3]</title>
		<link>https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 13:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[BoQ baja]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[rafter baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bangunan konstruksi baja terdiri dari berbagai macam jenis pekerjaan. Kalau dihitung satu per satu, tidak ada yang tahu pasti berapa jumlahnya. Sebab tergantung besar kecilnya bangunan, serta banyaknya material baja yang digunakan. Oleh sebab itu, perlu membuat rincian masing-masing pekerjaan. Misal pekerjaan kolom dan rafter baja, seperti yang Anda baca saat ini. Sementara item-item pekerjaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/">Rincian Pekerjaan Kolom dan Rafter Baja WF Terlengkap Begini [Part 2 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunan konstruksi baja terdiri dari berbagai macam jenis pekerjaan. Kalau dihitung satu per satu, tidak ada yang tahu pasti berapa jumlahnya. Sebab tergantung besar kecilnya bangunan, serta banyaknya material baja yang digunakan. Oleh sebab itu, perlu membuat rincian masing-masing pekerjaan. Misal pekerjaan kolom dan rafter baja, seperti yang Anda baca saat ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1803" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg" alt="Struktur bangunan pabrik yang terbuat dari konstruksi rangka baja" width="560" height="360" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover-300x193.jpeg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /></a></p>
<p>Sementara item-item pekerjaan lain. Diluar kolom dan rafter. Misal konsol, tie beam, regel, rangka cladding, rangka gording dan sebagainya. Harus Anda buat dengan cara yang sama. Yakni terinci dan urutan.</p>
<p>Secara rinci maksudnya semua elemen yang diperlukan untuk membuat kolom dan rafter baja, harus dimasukkan pada suatu daftar. Daftar tersebut adalah salah satu dokumen proyek bangunan yang sangat penting, bernama <a href="https://arsitekta.com/contoh-boq-pekerjaan-pipa-besi-lengkung-lengkap-dengan-alat-sambung/">BoQ</a> (Bill of Quantity).</p>
<p>Sedangkan secara urut maksudnya, penyusunan item pekerjaan kolom dan rafter harus sesuai dengan proses pengerjaan material baja. Umumnya ditandai dengan jenis material yang terbesar lebih dulu, kemudian material yang paling kecil.</p>
<h2>Contoh portal frame bentang 27,0 meter</h2>
<p>Gambar portal frame dibawah ini, misal bentangan 27,0 m. Menggunakan baja WF 300x150x6,5&#215;9.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Portal-frame-dan-rafter-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4263" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Portal-frame-dan-rafter-baja.jpg" alt="Detail pemasangan dan unsur-unsur yang terdapat pada rafter baja dan portal frame" width="1024" height="479" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Portal-frame-dan-rafter-baja.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Portal-frame-dan-rafter-baja-300x140.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/09/Portal-frame-dan-rafter-baja-768x359.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>Lalu, yang akan kita buat adalah rincian komponen tiang kolom dan rafter. Rafter adalah istilah untuk kuda-kuda yang yang terbuat dari material baja profil, dan bentuknya menyerupai sebuah portal, atau palang. Jadi, buka berupa rangka batang. Layaknya space frame, dan cremona siku.</p>
<h3>1. Rician material tiang kolom</h3>
<p>Karena sebelumnya telah diketahui, material utama yang digunakan adalah baja WF 300 untuk kedua struktur baja. Maka, tanpa melihat <a href="https://arsitekta.com/gambar-detail-baut-wf-450-wf-500-dan-wf-600-paling-lengkap/">gambar detail</a> baja pun, sebenarnya kita sudah bisa membuat daftar pekerjaan kolom dan rafter.</p>
<p>Mengacu pada spek material baja WF tersebut. Dan, metode perencanaan dimensi material konstruksi baja. Maka, daftar komponen dan material yang dibutuhkan untuk membuat tiang kolom adalah seperti berikut:<br />
&#8211; Kolom baja WF 300&#215;150<br />
&#8211; Plat landas T=12 mm<br />
&#8211; Rib plendes T=10 mm<br />
&#8211; Stiffner T=8 mm<br />
&#8211; Angkur baut Ø19 x 600 mm<br />
&#8211; Menie zincrhomate dan cat finish</p>
<h4>Pentingnya menulis dimensi material yang lengkap</h4>
<p>Beberapa jasa arsitek yang merancang desain konstruksi baja, selalu membuat rincian ukuran material. Misal plat landas, dimensi material ditulis menjadi T=12 x 250 x 350 mm. Nah, dari ukuran ini otomatis diketahui:<br />
1. Tebal plat baja adalah 12 mm<br />
2. Bentuk plat yang akan dibuat adalah kotak<br />
3. Dengan ukuran; panjang 35 cm, dan lebar 25 cm</p>
<p>Contoh kedua, betapa pentingnya material untuk pekerjaan kolom dan rafter dibuat se-rinci mungkin. Adalah angkur baja. Dimensi material ini selalu diawali dengan kode <a href="https://arsitekta.com/tips-menghitung-borongan-pemasangan-besi-beton-konstruksi-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">besi beton</a> polos. Yakni Ø. Lalu ukuran garis tengah besi beton (19 mm), dan panjang material (60 cm). Atau, sering disingkat dengan L.</p>
<p>L disini adalah panjang total angkur. Sudah termasuk drat ulir bagian atas, serta tekukan besi beton yang berada di bagian bawah angkur. Jadi, sangat lengkap bukan?.</p>
<h4>Dampak dan antisipasi</h4>
<p>Ketika ukuran material tidak rinci, otomatis volume dan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) perlu dipertanyakan. Sebab 3 unsur ini saling terkait. Dengan adanya rincian material maka, tonase baja bisa dihitung dengan tepat. Lalu, berdasarkan jenis material serta tonase, maka HSP bisa Anda hitung.</p>
<p>Akibat kelalaian tersebut antara lain:<br />
&#8211; Anggaran biaya pekerjaan kolom dan rafter tidak akurat. Lalu, Anda sebagai pemborong pasti akan rugi.<br />
&#8211; Timbul item pekerjaan tambah, ketika proses konstruksi sudah berlangsung.<br />
&#8211; Spek material kemungkinan besar akan disalahgunakan.</p>
<p>Lalu bagaimana cara mengatisipasi?. Cukup mudah. 1 hal ini saja Anda lakukan, maka dampak-dampak tersebut tidak bakal terjadi. Yakni melampirkan gambar kerja baja, pada setiap rincian material. Baik untuk pekerjaan kolom dan rafter baja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4097" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg" alt="Posisi dan proses pemasangan plendes besi WF yang terbaik di workshop baja" width="500" height="320" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF-300x192.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>2. Material rafter</h3>
<p>Masih.mengacu.pada gambar portal frame. Dimana material kuda-kuda juga terbuat dari baja WF 300. Dalam hal ini yang perlu Anda perhatikan lebih dulu adalah:<br />
&#8211; Sudut kemiringan atap.<br />
&#8211; Panjang rafter posisi miring. Kalau lebih dari.12,0 meter berarti harus ada sambungan.<br />
&#8211; Rafter baja yang akan disambung. Pakai mur baut atau las?. Hal ini nanti ada kaitannya dengan rincian material.</p>
<p>Oke, saya anggap Anda sudah paham mengenai 3 hal tersebut. Langkah berikutnya adalah menyusun item-item pekerjaan rafter, antara lain:<br />
&#8211; Batang rafter besi WF 300<br />
&#8211; Vouter/Hounch baja WF 300 belah<br />
&#8211; Plat lekat T=12 x 150 x 600 mm<br />
&#8211; Rib plat T=8 x 150 x 300 mm<br />
&#8211; Plat sambung T=10 x 140 x 450 mm<br />
&#8211; Plat sambung T=6 x 250 x 400 mm<br />
&#8211; Sepatu gording T=6 x 100 x 150 mm<br />
&#8211; Mur baut kuda-kuda M19x45 HTB (A-325)<br />
&#8211; Biaya las plat sambung<br />
&#8211; Biaya cat baja</p>
<h2>Manfaat membuat item pekerjaan lengkap</h2>
<p>Tidak hanya pekerjaan kolom dan rafter, rincian material lengkap dengan ukuran penting dibuat untuk segala jenis pekerjaan konstruksi baja. Bahkan terhadap seluruh proyek bangunan. Tujuannya untuk apa?. Setidaknya ada 2, yakni untuk memudahkan:</p>
<h3>1. Proses penghitungan anggaran biaya</h3>
<p>Sekalipun gambar desain konstruksi sudah lengkap dengan detail-detail. Namun, ketika melakukan perhitungan volume/tonase pekerjaan Anda harus membuat item-item pekerjaan yang hendak dihitung. Nah, item-item pekerjaan yang dimaksud adalah seperti yang saya buat disini.</p>
<p>Selanjutnya, setelah item pekerjaan lengkap, Anda membuat analisa tonase untuk masing-masing item pekerjaan. Misal <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-plat-baja-lubang-dan-tidak-berlubang/">plat baja</a> T=12, yang digunakan untuk base plat kolom WF 300. Per buah material tersebut adalah seberat:<br />
= 0,25 x 0,35 x 1 x 97,22 kg<br />
= 8,51 kg</p>
<p>Keterangan:<br />
0,25 = Lebar plendes (satuan meter)<br />
0,35 = Panjang plendes<br />
1 = Unit plendes berjumlah 1<br />
97,22 = Berat satuan plat baja T=12 mm. Diambil dari tabel baja.</p>
<p>Lakukan hal yang sama untuk semua jenis material baja yang digunakan pada pekerjaan kolom dan rafter. Maka, Anda akan mengetahui total tonase kedua pekerjaan tersebut. Lebih praktis lagi, analisa ini Anda lakukan menggunakan tabel excel. Bukan dengan cara manual. Pakai pulpen, kertas, dan kalkulator.</p>
<h3>2. Proses pelaksanaan pekerjaan</h3>
<p>Setelah seluruh volume pekerjaan selesai, dan harga satuan Anda masukan dalam tabel perhitungan. Berarti Anda telah menyelesaikan BoQ untuk sebuah pekerjaan konstruksi baja. Manfaat BoQ ini adalah untuk kontrol anggaran pelaksanaan pekerjaan baja.</p>
<p>Artinya, ketika salah satu pekerjaan di sub-kan kepada seorang pemborong, atau kontraktor. Maka, harga borongan tidak boleh melebihi anggaran yang sudah ditetapkan dalam BoQ. Harus lebih rendah.</p>
<p>Bilamana biaya borongan lebih tinggi, berarti pemilik bangunan harus <a href="https://kbbi.web.id/tombok">tombok</a>. Agar bangunan dapat realisasi sesuai harapan. Nah, pada saat seperti inilah asal terjadinya pekerjaan tambah.</p>
<p>Oleh sebab itu menyusun item pekerjaan kolom dan rafter, bahkan pekerjaan-pekerjaan baja yang lain secara lengkap penting sekali. Sebab dampaknya sampai pada proses pelaksanaan konstruksi. Dan, mempertaruhkan nama baik jasa arsitek. Sekaligus dari sini pula akan tahu apakah sudah profesional, atau masih amatir.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Semoga dengan adanya tulisan ini, teman-teman sesama arsitek semakin mahir dalam merancang, menghitung dan mengawasi secara khusus pelaksanaan pekerjaan kolom dan rafter baja WF.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang cara menyusun rincian pekerjaan baja, silahkan baca artikel bagian ke-3. Artikel tersebut bisa Anda dapatkan dalam situs ini, dengan judul: &#8220;BoQ Kuda-kuda Baja Kastela Dan Perhitungan Tonase&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/">Rincian Pekerjaan Kolom dan Rafter Baja WF Terlengkap Begini [Part 2 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</title>
		<link>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 13:16:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[analisa harga satuan]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[perhitungan biaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk pelaksanaan proyek bangunan, analisa harga satuan selalu diperlukan. Terutama pada saat perhitungan anggaran biaya untuk pengajuan penawaran harga borongan (tender), maupun pada saat hendak belanja material. Dengan tujuan, agar tidak melebihi budget. Nah, topik kali adalah jenis bangunan yang dimaksud adalah bangunan baja. Oleh sebab itu yang diperlukan adalah analisa harga satuan pekerjaan baja. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pelaksanaan proyek bangunan, <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-analisa-pekerjaan-baja-konstruksi/">analisa</a> harga satuan selalu diperlukan. Terutama pada saat perhitungan anggaran biaya untuk pengajuan penawaran harga borongan (tender), maupun pada saat hendak belanja material. Dengan tujuan, agar tidak melebihi budget. Nah, topik kali adalah jenis bangunan yang dimaksud adalah bangunan baja. Oleh sebab itu yang diperlukan adalah analisa harga satuan pekerjaan baja. Lebih spesifik lagi, yaitu pekerjaan baja WF dan H-Beam.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-4998 size-full" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip demikian juga harga satuan" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h2>Pengertian dan jenis-jenis pekerjaan baja</h2>
<p>Harga satuan pekerjaan bangunan artinya adalah sejumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan bangunan, hingga selesai dengan sempurna. Sesuai yang direncanakan dalam gambar kerja/detail bangunan. Biaya tersebut untuk apa?. Yakni untuk membeli bahan, upah tukang, biaya alat serta biaya-biaya lain yang muncul sebelum, atau sesudah pelaksanaan pekerjaan.</p>
<p>Sementara pekerjaan baja maksudnya adalah sekelompok pekerjaan konstruksi bangunan yang menggunakan baja profil sebagai material utama. Dari segi definisi memang mirip dengan pekerjaan konstruksi baja. Pekerjaan konstruksi baja condong pada jenis, atau bentuk konstruksi yang akan bangun. Sedangkan pekerjaan baja condong pada nama-mana material baja yang digunakan.</p>
<h2>Batasan penggunaan harga satuan pekerjaan baja dan contoh BoQ</h2>
<p>Misal baja WF dan H-Beam digunakan untuk sebuah tiang kolom. Maka, yang layak menggunakan harga satuan tersebut adalah material WF atau H-Beam saja. Sementara base plat, <a href="https://arsitekta.com/ukuran-plat-stiffner-yang-benar-untuk-baja-wf-dan-h-beam/" target="_blank" rel="noopener">stiffners</a>, serta komponen lain yang terpasang pada kolom. Misalnya sepatu regel, adalah tidak termasuk. Harga satuan sepatu regel tersebut, harus Anda hitung tersendiri. Sebab material yang digunakan pasti bukan WF.</p>
<p>Maka dari itu, batasan penggunaan harga satuan pekerjaan baja adalah jenis material. Bukan komponen konstruksi bangunan yang terdiri dari beberapa jenis material. Semoga teman-teman paham sampai disini. Sudah kan?. Oh, belum?1. Saya akan jelaskan melalui sebuah contoh BoQ.</p>
<h3>1. Contoh BoQ kolom baja WF</h3>
<p>BoQ pekerjaan kolom baja WF misalnya. Adalah terdiri dari 4 item, antara lain:<br />
1. Baja WF ukuran sekian. Sebutkan dimensi material secara lengkap. Lalu, jumlah volume/tonase, harga satuan bahan, lalu jumlah biaya.<br />
2. Base plat, stiffners dan tutup kolom umumnya dijadikan 1. Sebab terbuat dari material yang sama. Yakni plat baja lembaran.<br />
3. Sepatu regel<br />
4. Angkur baja</p>
<p>Rincian BoQ dalam tabel adalah seperti gambar dibawah ini. Perhatikan secara urut, dan proses perkalian biaya. Dari kiri ke kanan, adalah:<br />
&#8211; Nama material<br />
&#8211; Tonase baja<br />
&#8211; Harga satuan pekerjaan baja<br />
&#8211; Jumlah harga (biaya)</p>
<h3>2. Contoh BoQ pekerjaan balok baja</h3>
<p>Sedangkan, bila material yang sama (baja WF) digunakan sebagai balok. BoQ pekerjaan menjadi 3 macam, yakni:<br />
1. Material baja IWF dan voute<br />
2. Plat lekat dan stiffner balok<br />
3. Baut mur</p>
<p>Jadi, karena pada satu komponen konstruksi terdiri dari beberapa macam. Maka harga satuan pekerjaan baja pun harus bermacam-macam. Yakni sesuai dengan rincian pekerjaan dalam BoQ tersebut. Lebih lengkap tentang ragam jenis BoQ baja dalam waktu dekat akan saya posting dalam website ini. Untuk melengkapi pengetahuan teman-teman tentang perhitungan biaya pekerjaan konstruksi baja.</p>
<h2>Cara membuat AHSP baja WF dan H-Beam dan memasukkan harga dalam BoQ</h2>
<p>Sama dengan biaya pokok pelaksanaan pekerjaan bangunan lain, adalah terbagi menjadi 3. Yakni biaya: 1]. Upah, 2]. Bahan, dan 3]. Alat. Besaran biaya untuk 3 unsur ini yang harus Anda tetapkan lebih dulu. Contoh, upah kerja baja saat ini di Semarang, sesuai klasifikasi keahlian antara lain:<br />
&#8211; Pekerja/Laden = Rp 100.000,-/hr<br />
&#8211; Tukang = Rp 125.000,-/hr<br />
&#8211; Kepala tukang = Rp 135.000,-/hr<br />
&#8211; Mandor = Rp 145.000,-/hr</p>
<p>Nah, angka-angka tersebut Anda masukan dalam tabel Analisa Harga Satuan Pekerjaan baja. Atau, sering disingkat dengan AHSP Baja. Tabel analisa tersebut adalah berasal dari pemerintah. Yang dikeluarkan sebagai standar perhitungan anggaran biaya bangunan. Tabel AHSP khusus pekekrjaan baja WF dan H-Beam, seperti terlihat dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4999" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png" alt="Tabel Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF dan H-Beam" width="921" height="525" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png 921w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com-300x171.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com-768x438.png 768w" sizes="(max-width: 921px) 100vw, 921px" /></a></p>
<h3>1. Langkah-langkah membuat AHSP</h3>
<p>Setelah update biaya upah, Anda cek harga satuan (per kg) baja WF dan H-Beam di pasaran. Lalu, Anda masukkan satu per satu ke dalam tabel AHSP. Kemudian secara otomatis, Anda akan tahu jumlah total biaya upah, maupun bahan.</p>
<p>Selanjutnya mengenai alat kerja. Karena pekerjaan baja profil terbagi menjadi 2 tahap. Yakni pabrikasi dan erection, yang mana alat yang digunakan untuk pelaksanaan kedua pekerjaan ini sangat berbeda. Mama, biaya alat harus Anda tambah sekitar 5% dari biaya bahan.</p>
<p>Contoh biaya beli baja WF adalah Rp 24.000,-/kg. Maka, biaya alat pabrikasi maupun erection sebesar:<br />
= Rp 24.000 x 5%<br />
= Rp 1.200,-/kg</p>
<p>Biaya ini dalam tabel harga satuan pekerjaan baja yang resmi dari pemerintah tidak ada. Alias dibiarkan kosong. Apakah mungkin biaya alat kerja baja nihil?. Wong proses pengerjaan material baja yang paling rumit diantara segala jenis bahan bangunan. Betul bukan?.</p>
<p>Oleh sebab itu, saya selalu mengisi kolom yang kosong tersebut, berdasarkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Persentase">persentase</a> biaya bahan. Sebab makin besar material baja, pasti biaya beli bahan makin mahal. Lalu, alat-alat kerja yang dibutuhkan pula akan lebih banyak/kompleks. Dari semua itu, biaya alat pun pasti semakin tinggi.</p>
<p>Dengan tips ini, harga satuan baja WF maupun baja H-Beam yang Anda ajukan, khususnya pada saat tender, jamin yang paling terbaik. Alias tidak terlalu mahal, serta tidak terlalu murah. Sehingga besar kemungkinan Anda yang memenangkan tender tersebut.</p>
<h3>2. Cara memasukkan harga satuan dalam BoQ atau RAB</h3>
<p>Setelah harga satuan Anda input dalam tabel AHSP dengan benar. Lalu, kolom paling bawah akan muncul jumlah biaya keseluruhan. Termasuk overhead dan profit sebesar 10%. Dari total biaya upah, bahan, dan alat.</p>
<p>Nah, total biaya tersebut lah yang dimaksud harga satuan pekerjaan baja WF, dan H-Beam. Yang mana harus Anda masukkan dalam BoQ atau RAB. Untuk pengajuan penawaran harga borongan pekerjaan.</p>
<p>Cara memasukkan harga satuan, sangat mudah. Anda tinggal membuat <a href="https://arsitekta.com/begini-mudahnya-nge-link-rab-dan-ahsp-bangunan-secara-otomatis/">hyperlink</a> antara halaman AHSP, dengan halaman BoQ dalam spreadsheet excel. Secara otomatis harga satuan tersebut akan masuk dalam BoQ baja.</p>
<h2>Q &amp; A tentang harga satuan material dan pekerjaan</h2>
<p>Sebagaimana saya singgung di awal, soal ketentuan harga satuan. Ada pula yang bertanya. &#8220;Apakah harga satuan baja WF sama ketika digunakan sebagai tiang kolom, dan balok?&#8221; Jawabnya: sama. Dengan catatan, bentuk asli baja WF tetap dipertahankan.</p>
<p>Namun, kalau bentuk asli WF Anda rubah. Misalnya ketika membuat balok baja kastela. Jelas harga satuan pekerjaan baja jadi berbeda. Sebab proses pembuatan balok baja kastela jauh lebih rumit, dibanding balok baja WF biasa.</p>
<p>Lebih lengkap tentang penyusunan harga satuan baja kastela, bisa Anda baca pada artikel bagian ke-4. Untuk menemukan artikel tersebut silahkan browsing dengan kata kunci: AHSP baja kastela. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Tentang Material Baja WF 200 Dan Biaya Pemasangan</title>
		<link>https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 13:16:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[besi baja]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan besi WF]]></category>
		<category><![CDATA[WF 200]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4903</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk mengetahui lebih detail tentang baja WF 200 berarti kita harus menyelidiki segala sesuatu yang masih tersembunyi dari material tersebut. Apa saja itu?. Sejauh pengamatan, dan pengalaman penulis ada 4 hal. Yakni soal dimensi lengkap, berat material, fungsi dan biaya pemasangan. Dimensi lengkap material baja Dimensi atau ukuran material besi dan baja adalah satu-satunya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/">Pengenalan Tentang Material Baja WF 200 Dan Biaya Pemasangan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengetahui lebih detail tentang baja WF 200 berarti kita harus menyelidiki segala sesuatu yang masih tersembunyi dari material tersebut. Apa saja itu?. Sejauh pengamatan, dan pengalaman penulis ada 4 hal. Yakni soal dimensi lengkap, berat material, fungsi dan biaya pemasangan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Pemotongan-baja-WF-serong.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4171" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Pemotongan-baja-WF-serong.jpg" alt="Ukuran potong baja WF yang berbentuk serong, berguna untuk membuat kuda-kuda" width="600" height="377" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Pemotongan-baja-WF-serong.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Pemotongan-baja-WF-serong-300x189.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Dimensi lengkap material baja</h2>
<p>Dimensi atau ukuran material besi dan baja adalah satu-satunya yang paling lengkap, dan sangat jelimet diantara segala jenis bahan bangunan. Iya kan?. Kalau tidak percaya, silahkan selidiki. Apakah ada material konstruksi bangunan yang menyamai material baja dalam hal penjelasan ukuran?. Pasti tidak ada!.</p>
<p>Saya sebut paling lengkap karena setiap bentuk profil baja dilengkapi dengan notasi ukuran. Lalu, semua ukuran yang digunakan itu selalu ditulis dengan satuan millimeter. Tidak hanya itu teman-teman. Ada pula ukuran material baja yang menggunakan angka desimal. Jadi, benar-benar sangat jelimet.</p>
<p>Contoh baja WF 200. Dimensi lengkap material ini adalah WF 200x100x5,5&#215;8 mm. Terdapat angka desimal diantara 4 ukuran tersebut bukan?. Yaitu ukuran tebal baja WF. Tepatnya tebal badan, atau dalam istilah asing disebut web. Dan, disingkat dengan kode t1.</p>
<p>Ada 2 jenis material baja WF yang memiliki ukuran dengan angka desimal, antara lain:<br />
1. WF 198x99x4,5&#215;7<br />
2. WF 300x150x6,5&#215;9</p>
<p>Sementara material baja profil yang lain masih banyak. Terutama kelompok material CNP, UNP, dan sebagian kecil ada besi siku.</p>
<p>Parahnya lagi, baja INP serta profil yang sejenis, dan yang sudah mulai langka. Yaitu baja DIN, DIR, DIE, DIL dan T-Beam. Rata-rata memiliki ukuran dengan angka desimal. 2 sampai 3. Contoh INP 200x90x7,5&#215;11,3&#215;4,5 mm.</p>
<h2>Berat baja WF 200</h2>
<p>Berat per batang WF 200 (12,0 meter = panjang normal material baja) adalah 256,0 kg. Sehingga kalau rata-rata menjadi 21,33 kg/m. Berat material tersebut sama hasilnya jikalau Anda hitung menggunakan rumus berat jenis.</p>
<p>Cara menghitung berat material baja dengan rumus sangat mudah. Anda bisa pelajari melalui <a href="https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini. Ini sangat penting manakala Anda tidak punya tabel besi. Sehingga, tetap bisa mengetahui berat material baja setiap saat, dan dimana pun.</p>
<p>Pentingnya mengetahui berat baja, karena volume material ini selalu dihitung berdasarkan satuan kilogram. Atau,.sering disebut tonase. Bukan menggunakan satuan kubik.</p>
<p>Oleh sebab itu, setiap penawaran pekerjaan konstruksi baja menggunakan satuan kilogram. Demikian selanjutnya untuk setiap proses pelaksanaan proyek. Misal saat pengajuan progres, dan opnam pekerjaan. Tetap memakai satuan tersebut. Jadi, sifatnya sudah baku.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Konstruksi-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4219" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Konstruksi-baja.jpeg" alt="Konstruksi baja bertingkat yang sudah terpasang" width="640" height="372" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Konstruksi-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Konstruksi-baja-300x174.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h2>Kegunaan baja WF 200 yang utama</h2>
<p>WF 200 adalah termasuk dalam kelompok material baja struktural. Atau, material yang sering digunakan untuk membuat struktur bangunan. Seperti tiang kolom, balok, dan kuda-kuda. Yang memiliki kekuatan sangat tinggi.</p>
<p>Untuk keperluan balok. Utamanya sebagai balok induk. Baja WF ini cocok untuk bentang 4,0 meter. Namun, kalau Anda pakai sebagai balok anak/pembagi. Baja WF 200 mampu memikul beban pada bentang 5,0 sampai 6,0 m.</p>
<p>Sedangkan untuk keperluan kuda-kuda. Dengan sistem portal frame. Atau, batang tunggal. Baja profil yang menyerupai huruf H ini cocok untuk bentangan 18,0 &#8211; 20,0 meter.</p>
<p>Sementara itu, kalau Anda pakai menjadi material baja <a href="https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/">kastela</a>. Sehingga ukuran baja menjadi 300x100x5,5&#215;8 mm. Atau, sering ditulis dengan WF 200 HCO 300x100x5,5&#215;8. Maka, material ini bisa Anda terapkan untuk kuda-kuda bentang 25,0 meter. Luar biasa bukan?.</p>
<h2>Cara dan biaya pemasangan balok WF 200</h2>
<p>Ketiga fungsi struktur bangunan diatas. Maupun pemasangan material untuk keperluan yang lain. Cara pemasangan ada 2 pilihan. Yaitu sistem las, atau mur baut. Apapun yang Anda pilih, jelas berpengaruh pada biaya pemasangan.</p>
<p>Kita ambil 1 contoh. Pemasangan balok WF 200 dengan cara las full. Berarti rincian biaya yang harus Anda hitung antara lain:</p>
<h3>1. Bahan dasar</h3>
<p>Biaya bahan dasar artinya sejumlah dana yang Anda alokasikan untuk membeli material baja dari toko/pabrik. Termasuk ongkos transportasi, biaya bongkar muat, maupun pajak-pajak yang timbul akibat pembelian (transaksi) bahan tersebut.</p>
<p>Untuk itu lebih dulu Anda hitung panjang besi baja WF 200. Serta, berat total material. Lalu, kali dengan harga satuan. Sebagaimana diketahui pula, harga bahan dasar material WF selalu per kilogram. Bukan per batang. Dengan demikian Anda akan tahu berapa biaya pembelian bahan WF.</p>
<p>Contoh panjang balok yang hendak Anda pasang adalah 4,0 meter. Berarti berat material adalah:<br />
= 4,0 x 21,33 kg<br />
= 85,32 kg</p>
<p>Semisal harga besi WF adalah Rp 18.000,-/kg. Berarti biaya pengadaan bahan adalah:<br />
= 85,32 x 18.000,-<br />
= Rp 1.535.760,-</p>
<h3>2. Bahan pelengkap</h3>
<p>Karena pemasangan balok adalah las penuh. Berarti tidak ada material baja yang lain yang Anda pakai untuk mengaplikasikan balok WF sebagai struktur bangunan. Kecuali material bantu, yakni kawat las.</p>
<p>Oke, saya lanjut pada contoh tadi. Memasang balok baja WF 200 dengan cara las. Berarti ada 2 titik tumpuan balok yang harus Anda las. Panjang (Pjg) las tersebut Anda hitung dengan rumus:<br />
= (4B + 2H) x 2<br />
= ((4 x 0,1) + (2 x 0,2)) x 2<br />
Hasilnya adalah: 1,6 meter.</p>
<p>Dengan demikian Anda akan mengetahui biaya las dengan mudah. Hitung dengan rumus: Pjg las x Biaya las per meter<br />
= 1,6 x Rp 204.219,-<br />
= Rp 326.750,4<br />
Pembulatan menjadi Rp 237.000,-</p>
<h3>3. Biaya alat</h3>
<p>Sementara itu alat yang dibutuhkan untuk memasang balok pada umumnya sama dengan proses pabrikasi baja. Antara lain: alat ukur meter, sikon, kapur besi, mesin las, serta APD/K3 konstruksi baja. Dalam hal kita tidak perlu mesin bor. Sebab pemasangan balok WF murni dengan cara las. Dan tidak memerlukan mur baut 1 biji pun. Oleh sebab itu jumlah alat lebih sedikit dibanding dengan sistem pemasangan balok pakai baut. Hal itu pula mengakibatkan pemakaian <a href="https://news.bsi.ac.id/2022/04/18/cara-hemat-biaya-listrik/#:~:text=Menurutnya%2C%20rumus%20pemakaian%20listrik%20adalah,listrik%20per%20kWh%20yang%20berlaku.">listrik</a> lebih kecil.</p>
<p>Secara matematis menghitung biaya alat kerja las baja belum ada. Sejauh yang saya ketahui. Sehingga perhitungan biaya hanya bisa dilakukan dengan cara <a href="https://arsitekta.com/menerapkan-biaya-sistem-taksir-pada-proyek-konstruksi/">taksir</a>. Atau persentase dari biaya bahan dasar, yakni 10%.</p>
<p>Sehingga asumsi biaya alat untuk memasang balok baja WF 200 adalah:<br />
= Rp 1.535.760 x 10%<br />
= Rp 153.576,-</p>
<h3>4. Biaya cat dasar besi</h3>
<p>Yaitu material cat, serta alat-alat melaksanakan pengecatan terhadap material baja WF. Bisa Anda lakukan dengan 2 cara, yaitu berdasarkan tonase balok WF. Atau berdasarkan luas permukaan material.</p>
<p>Disini, karena tonase baja sudah diketahui. Maka sebaiknya dilakukan dengan cara pertama. Sehingga biaya cat dasar (zinchromate) besi adalah sebesar:<br />
= 85,32 kg x Rp 887,5,-<br />
= Rp 75.7215<br />
Bulatkan menjadi Rp 76.000,-</p>
<h3>5. Upah kerja baja WF 200</h3>
<p>Antara lain untuk melakukan pabrikasi dan pemasangan di lapangan (proyek), anggaran yang Anda butuhkan adalah:<br />
= 85,32 kg x Rp 4.648,62<br />
= Rp 396.620,25</p>
<p>Dibulatkan menjadi Rp 397.000,-</p>
<p>Dengan demikian total biaya pemasangan balok tersebut adalah:<br />
= 1.535.760 + 237.000 + 153.576 + 76.000 + 397.000<br />
= Rp 2.399.336,-</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Dengan penjelasan ini diharapkan pembaca sekalian sudah paham:<br />
&#8211; Dimensi lengkap, cara tulis ukuran baja WF 200 yang benar<br />
&#8211; Spesifikasi dan bobot WF per batang, maupun per meter lari<br />
&#8211; Kegunaan utama material baja, maupun fungsi-fungsi yang lain.<br />
&#8211; Cara menggunakan, serta menghitung biaya pasang WF 200.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/">Pengenalan Tentang Material Baja WF 200 Dan Biaya Pemasangan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 13:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[besi baja]]></category>
		<category><![CDATA[besi IWF]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Material struktur bangunan artinya satu jenis bahan yang pada dasarnya diciptakan adalah untuk keperluan struktur bangunan. Antara lain untuk membuat pondasi, tiang kolom, balok, hingga konstruksi atap. Salah satu contoh bahan yang dimaksud adalah besi IWF. Atau, sering disingkat WF. Material WF sendiri, hingga saat ini tetap eksis. Dan, tergolong cukup banyak. Antara lain mulai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/">5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Material struktur bangunan artinya satu jenis bahan yang pada dasarnya diciptakan adalah untuk keperluan struktur bangunan. Antara lain untuk membuat pondasi, tiang kolom, balok, hingga konstruksi atap. Salah satu contoh bahan yang dimaksud adalah besi IWF. Atau, sering disingkat WF.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1830" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg" alt="bentuk penampang material baja WF, atau sering disebut besi IWF" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<p>Material WF sendiri, hingga saat ini tetap eksis. Dan, tergolong cukup banyak. Antara lain mulai dari ukuran WF 100&#215;50, hingga paling besar IWF 588&#215;300.</p>
<h2>Eksistensi dan jenis-jenis baja WF struktural</h2>
<p>Tetap eksis maksudnya, belum ada satu pun diantara besi profil tersebut yang hilang dari pasaran. Karena tidak laku. Lalu, tidak di produksi lagi. Melainkan semua ukuran sama-sama populer. Bahkan, ukuran WF <a href="https://arsitekta.com/dampak-menggunakan-bahan-bangunan-banci/">banci</a>. Seperti WF 198, IWF 248 dan seterusnya.</p>
<p>Akan tetapi bicara soal material struktural. Tentu, tidak semua besi IWF yang memenuhi syarat. Syaratnya apa?. Ada 3, yakni:<br />
1. Tidak tergantikan oleh material jenis lain,<br />
2. Material cocok digunakan untuk berbagai keperluan struktur bangunan. Dengan kata lain, memiliki fungsi yang banyak. Namun, dominan sebagai material struktur.<br />
3. Ukuran fix. Alias tidak ganjil, atau tanggung. Istilah lokal di awal saya pakai dengan menggunakan kata banci.</p>
<p>Jenis-jenis material WF yang tergolong dalam fungsi struktural antara lain:</p>
<h3>1. WF 200</h3>
<p>Ukuran lengkap material adalah WF 200x100x5,5&#215;8 mm. Atau, sering disebut dengan IWF 20. Yang berarti penampang profil baja adalah setinggi 20 cm. Lebar sayap 15 cm, dan tebal bahan bagian tengah 5,5 mm. Sementara tebal sayap adalah 8,0 mm.</p>
<p>Panjang standar besi IWF 200 adalah 12,0 meter. Sama.dengan baja WF yang lain. Oleh sebab itu, dalam tabel baja resmi penulisan dimensi selalu menyertakan panjang material. Menjadi: WF 200x100x5,5&#215;8 mm &#8211; 22 m.</p>
<p>Sementara itu, karena penampang dan tebal bahan berbeda. Otomatis berat material WF juga berbeda-beda. Contoh berat WF 200 per meter lari adalah 21,33 kg. Dan, berat per batang adalah 256,0 kg.</p>
<p>Baja profil ini walau berukuran kecil, namun tergolong dalam kategori material struktur disebabkan oleh kemampuan material baja menahan beban bangunan yang sangat besar. Serta, memiliki kegunaan yang bermacam-macam. Bukan saja dalam lingkup bangunan Gedung, tapi termasuk bangunan non gedung. Antara lain sebagai tiang konstruksi tower air, <a href="https://arsitekta.com/biaya-membuat-rangka-kanopi-wf/" target="_blank" rel="noopener">rangka kanopi</a>, bahkan untuk pekerjaan drainase. Seperti membuat grill tutup saluran.</p>
<h3>2. IWF 250&#215;125</h3>
<p>Spesifikasi lengkap:<br />
Tinggi profil/penampang (H) = 25 cm<br />
Lebar sayap/flends (B) = 12,5 cm<br />
Tebal badan/web (t1) = 6,0 mm<br />
Tebal sayap (t2) = 9,0 mm<br />
Berat per batang = 355,2 kg<br />
Berat per meter = 29,60 kg</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4428" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png" alt="Perbedaan bentuk profil baja WF, INP dan H-Beam" width="640" height="363" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam-300x170.png 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Kegunaan besi IWF 250 adalah untuk bahan:<br />
&#8211; Kolom. Setinggi 6,0 m, atau kurang.<br />
&#8211; Balok bentang 4,0 &#8211; 6,0 meter<br />
&#8211; Kuda-kuda bentangan 25,0 m</p>
<p>Pula, material ini sering dimanfaatkan sebagai material rekayasa. Yaitu untuk membuat baja kastela. Sehingga ukuran material baja lebih besar, dan lebar. Sehingga lebih kuat dan kokoh. Baik digunakan untuk balok, bahkan kuda-kuda bentang lebih dari 25,0 meter.</p>
<h3>3. WF 300x150x6,5&#215;9</h3>
<p>Dimensi material ini tidak perlu saya jelaskan seperti 2 jenis baja WF sebelumnya. Karena tercatat sudah lengkap. Untuk itu, coba terjemahkan ukuran-ukuran tersebut. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya.</p>
<p>Diantara sekian banyak jenis ukuran baja WF, paling favorit adalah WF 300. Sehingga tergolong paling laku, dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Anda tahu alasannya?.</p>
<h4>IWF 300 adalah ukuran paling standar</h4>
<p>Artinya tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil ketika digunakan sebagai bahan bangunan. Lagi pula, besi IWF 300 berada di urutan paling tengah. Daftar ukuran material. Jadi, sebutan paling favorit tidak salah sebab ukuran WF 300 adalah yang paling standar.</p>
<h4>Pembagian as bangunan</h4>
<p>Alasan kedua ini terkait soal desain struktur baja. Pada umumnya pembagian as/gri bangunan baja adalah kelipatan 6,0 meter. Baik ke arah sumbu X, maupun sumbu Y. Oleh sebeb itu kebanyakan jarak tiang kolom baja dibuat 6,0 meter. Pula, ketinggian kolom juga 6,0 m.</p>
<p>Hal itu dilakukan dengan tujuan efisiensi bahan. Mengingat panjang normal material baja adalah kelipatan 6,0 meter. Jadi tidak ada bahan yang terbuang, atau sisa. Lalu, apa hubungannya dengan WF 300?.</p>
<p>Rumus standar pembebanan struktur, sekaligus untuk menentukan dimensi material baja adalah:<br />
= 1/20 x L (Bentang)</p>
<p>Nah, kalau jarak tiang kolom adalah 6,0 m. Berarti ukuran tersebut adalah sama dengan bentang sebuah balok, maka material balok yang digunakan berapa?. Bisa hitung kan dengan rumus tersebut?. Jawabnya besi IWF 300 bukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1875" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg" alt="Gambar kuda-kuda baja profil IWF" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<h3>4. WF 350</h3>
<p>Makin besar ukuran material besi, tentu kegunaannya sebagai bahan bangunan juga semakin spesial, dan kompleks. Spesial artinya mampu memikul beban bangunan yang lebih besar, dibanding material standar.</p>
<p>Sedangkan kompleks maksudnya adalah tidak hanya digunakan untuk struktur bangunan yang biasa-biasa saja. Tapi, beragam fungsi guna memperoleh hasil yang lebih besar.</p>
<p>Contoh WF 350x175x7x11. Selain sebagai tiang, balok, dan kuda-kuda. Baja profil ini juga cocok untuk bahan segala jenis jembatan. Mulai dari jembatan timbang, JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), maupun jembatan <a href="https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/klasifikasi-jalan-raya">jalan raya</a>. Masih banyak kegunaan lain besi IWF 350 yang sifatnya non gedung.</p>
<h3>5. IWF 400</h3>
<p>Jenis yang terakhir adalah WF 400. Ukuran lengkap (H x B x t1 x t2) adalah 400x200x8x13 mm. Tergolong material struktur baja dengan alasan yang mirip dengan poin 3. Yaitu karena kebiasaan dalam menentukan bentang, dan ukuran bangunan.</p>
<p>Selain kelipatan 6,0 meter. Struktur baja juga banyak diterapkan jarak 8,0 meter. Dengan alasan agar tidak terlalu banyak tiang. Lalu, bangunan jadi lapang. Sehingga jarak kolom, maupun kuda-kuda sering dibuat menjadi 8,0 meter.</p>
<p>Itu lah sebabnya baja WF 400 tetap eksis, dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Tambah lagi untuk tujuan tertentu, sebagaimana dijelaskan pada poin 4. Untuk struktur bangunan yang lebih besar. Jadi, boleh disebut besi IWF 400 ini adalah jawaban dari material baja WF 300, dan baja WF 350.</p>
<h2>[Penutup] Mengapa WF 150 tidak termasuk baja struktur?</h2>
<p>Oke. Saya pikir salah satu dari pembaca <a href="https://arsitekta.com/">kami</a>, akan bertanya mengapa WF 150 tidak termasuk dalam kategori material struktur?. Jawabnya hanya 1. Sebab fungsi baja WF 150 sangat mungkin di gantikan oleh material besi yang lain. Yaitu UNP 150, dan CNP 200.<br />
Dengan pergantian material tersebut, maka membuka peluang bahwa biaya pemasangan baja bisa saja lebih murah.</p>
<p>Oleh sebab itu, posisi besi IWF 150 sebagai material struktural masih belum fix. Alias tidak &#8220;kokoh&#8221;. Sebab material lain yang sebanding masih ada. Serta kemungkinan besar lebih banyak memiliki kelebihan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/">5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
