<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alat kerja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/alat-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/alat-kerja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 04:33:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>alat kerja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/alat-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ragam Jenis Besi Siku dan Cara Memilih Material Agar Sesuai Kebutuhan Anda</title>
		<link>https://arsitekta.com/10-jenis-besi-siku-dan-cara-memilih-bahan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/10-jenis-besi-siku-dan-cara-memilih-bahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 03:52:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat bantu kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[material bantu kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu lagi pembahasan yang menarik, untuk teman-teman ketahui. Yaitu tentang ragam jenis besi siku. Diteruskan dengan tips memilih material untuk berbagai keperluan. Supaya manfaat yang diperoleh maksimal. Dan, hemat biaya. Pengertian umum dan ragam material besi siku Besi siku adalah salah satu material serba guna yang sering digunakan untuk bahan bangunan, industri, otomotif, dan lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-jenis-besi-siku-dan-cara-memilih-bahan/">Ragam Jenis Besi Siku dan Cara Memilih Material Agar Sesuai Kebutuhan Anda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-3022 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku-300x225.jpg" alt="Penting mengetahui letak pemasangan baut baja untuk profil besi siku" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Satu lagi pembahasan yang menarik, untuk teman-teman ketahui. Yaitu tentang ragam jenis besi siku. Diteruskan dengan tips memilih material untuk berbagai keperluan. Supaya manfaat yang diperoleh maksimal. Dan, hemat biaya.</p>
<h2>Pengertian umum dan ragam material besi siku</h2>
<p>Besi siku adalah salah satu material serba guna yang sering digunakan untuk bahan bangunan, industri, otomotif, dan lain sebagainya. Terbuat dari logam yang mengandung ferro (fe), dengan bentuk menyerupai huruf L. Serta, memiliki sudut sudut 90º pada pertemuan kedua sisi. Seperti terlihat pada gambar yang berada dibawah judul.</p>
<p>Sebagian besar orang mengenal material ini dengan sebutan siku. Namun, beberapa diantaranya masih familiar dengan istilah besi L. Khusunya daerah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_Indonesia_Timur">Indonesia Timur</a>, maupun bagi kalangan pelajar. Pada intinya, istilah apapun yang digunakan. Sebenarnya merujuk pada material yang sama. Yakni besi siku.</p>
<p>Menurut bahan dasar, kegunaan, maupun karakteristik. Ragam jenis besi siku dibedakan menjadi 3 kelompok, yakni:</p>
<h3>1. Besi siku dengan kadar karbon rendah (Low Carbon Steel)</h3>
<p>Material ini umumnya digunakan untuk membuat rak, bingkai kursi dan meja, serta keperluan furnitur. Ciri-ciri material adalah: Berukuran kecil, dan tipis. Pertemuan kedua sisinya terdapat lengkungan (r). Permukaan material ada yang berlubang. Sebagian lagi polos.</p>
<h3>2. Besi karbon ringan (Mild Carbon Steel)</h3>
<p>Yakni besi siku yang selalu digunakan untuk konstruksi bangunan. Atau, yang terkenal dengan istilah baja profil siku. Ragam jenis besi siku ini, kemudian terbagi lagi menjadi 2. Yakni besi siku sama sisi, dan tidak sama sisi.</p>
<p>Mengenai 2 jenis material ini telah kami ulas. Sangat detail. Dan, hal tersebut dapat Anda temui dalam artikel yang kami buat. Silahkan browsing, lalu perhatikan publisher-nya adalah <a href="https://arsitekta.com/">arsitekta.com</a>. Spesialis Jasa Konstruksi Baja. Mulai dari perencanaan, perhitungan, hingga aplikator baja.</p>
<h3>3. Kadar karbon sedang (Medium Carbon Steel)</h3>
<p>Material yang dimaksud adalah besi siku stainless. Karakteristik material sangat kuat, mengkilap, mudah dibersihkan, tahan korosi, serta tidak perlu finishing cat. Kelebihan-kelebihan ini yang membuat material ini istimewa. Sebab, tidak Anda temui pada 2 jenis besi siku sebelumnya.</p>
<p>Maka dari itu, besi siku <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-bahan-stainless-steel-seperti-ini-penting-sekali/">stainless</a> sangat cocok dipakai untuk bahan perabot dapur. Serta perkakas rumah tangga lainnya. Sepeti rak jemur pakaian, rak piring, dan sebagainya. Contoh produk seperti gambar berikut.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3998 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/kitchen-set-stainless-225x300.jpeg" alt="Kitchen set yang terbuat dari stainless jenis SS 304" width="225" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/kitchen-set-stainless-225x300.jpeg 225w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/kitchen-set-stainless.jpeg 350w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<h2>Jenis-jenis siku besi menurut cara pembuatan material</h2>
<p>Selain berdasarkan kadar karbon yang terkandung dalam bahan. Ragam jenis besi siku, juga dapat dibedakan berdasarakan cara pembuatan. Teridiri dari 2 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Hot rolled steel</li>
<li>Sistem press (bending)</li>
</ol>
<p>Cara pertama diberlakukan untuk membuat baja profil siku. Sedangkan metode kedua adalah khusus besi siku karbon rendah. Karena material sangat tipis. Maka, terjadi sedikit lengkungan pada pertemuan kedua sisi material besi siku. Sedangkan kasus tersebut, tidak ditemui pada baja profil siku.</p>
<p>Sementara pembuatan material siku stainless ada 2 cara. Selain metode hot rolled steel. Juga, bisa Anda buat dengan cara press. Adapun material yang digunakan adalah plat stainles lembaran. Kemudian, material tersebut Anda potong sesusai ukuran. Lalu, Anda bending. Selesai.</p>
<p>Selain berdasarkan cara pembuatan, serta kandungan bahan dasar. Ragam jenis besi siku sebenarnya masih bisa kategorikan menurut tampilan. Namun, hal tersebut akan kami ulas sekaligus tentang cara memilih material. Baca sampai selesai. Agar tidak gagal paham.</p>
<h2>Cara memilih besi siku yang tepat</h2>
<p>Untuk memperoleh manfaat sesuai dengan yang Anda harapkan. Terhadap pemakaian sebuah material. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih material yang benar-benar sesuai dengan fungsinya.</p>
<p>Dalam hal ini, karena varian besi siku cukup banyak, Anda tidak perlu melakukan rekayasa. Untuk mendapatkan material yang tepat dengan kebutuhan Anda. Supaya hemat biaya. Contoh kasus seperti berikut:</p>
<h3>a. Besi siku untuk rak</h3>
<p>Pilihan material yang paling mendekati ada 2, adalah besi siku stanilses. Dan, besi siku lubang. Bila pertimbangan adalah biaya. Jelas besi siku bolong lebih murah. Karena material tersebut termasuk <a href="https://arsitekta.com/bahan-bangunan-prefabrikasi/" target="_blank" rel="noopener">bahan bangunan prefab</a>. Pemasangannya terkenal sangat praktis. Dan, tidak memerlukan alat khusus.</p>
<p>Namun, kalau pertimbangan Anda adalah dari segi manfaat. Besi siku lubang belum tentu sesuai dengan yang Anda inginkan. Misalnya, untuk membuat rak piring (perabot makan). Material yang tepat adalah stainless steel, serta alumunium. Sebab, kedua material ini tahan air, dan karat. Apa hubungannya?.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, rak piring sering lembab. Setelah mencuci piring. Perabot Anda lap, dan langsung di masukkan ke dalam rak. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya karat pada besi rak. Maka dari itu, material rak harus terbuat dari stainles, atau alumunium.</p>
<h3>b. Rak dinding serba guna</h3>
<p>Aplikasi ragam jenis besi siku berikutnya. Yaitu material untuk membuat rak. Khusus untuk menyimpan barang-barang kering. Misalnya buku, perkakas, atau barang-barang dagangan. Material yang tepat untuk itu adalah besi siku lubang.</p>
<p>Besi siku lubang memiliki banyak kelebihan. Antara lain:</p>
<ol>
<li>Sangat murah, dan mudah diperoleh. Di toko bangunan terdekat pasti tersedia.</li>
<li>Bisa diperoleh dalam bentuk batang (eceran). Atau, berupa rak yang sudah jadi.</li>
<li>Lubang yang tersedia pada material, adalah berguna untuk baut sambung. Jadi, tidak perlu melakukan pabrikasi. Layaknya membuat konstruksi baja.</li>
<li>Tidak perlu melaksanakan pengecatan. Sebab besi siku bolong telah di cat.</li>
<li>Tersedia beragam warna. Pun, produsen melayani permintaan khusus. Jikalau warna material yang tersedia tidak cocok dengan selera Anda.</li>
</ol>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4339 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Material-rak-besi-lubang-300x192.jpeg" alt="Material besi lubang" width="300" height="192" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Material-rak-besi-lubang-300x192.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Material-rak-besi-lubang.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>c. Baja siku untuk berbagai keperluan struktur konstruksi</h3>
<p>Jangan sesekali pakai besi siku hasil press (bending). Sebab mutu material ini sangat rendah. Dan, jauh berbeda dengan material baja profil pada umumnya. Oleh sebab itu, tidak tidak dianjurkan. Karena dapat mengakibatkan kerusakan kontruksi secara keseluruhan.</p>
<p>Satu-satunya material yang pas, untuk sebagai material struktur, dan konstruksi bangunan adalah baja profil siku. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Istilah baja profil siku sangat populer bagi kalangan pekerja jasa konstruksi. Karena lebih spesifik. Contoh konstruksi yang menggunakan besi siku bisa Anda lihat pada gambar paling atas.</p>
<h3>d. Material siku untuk keperluan pekerjaan arsitektural</h3>
<p>Ragam jenis besi siku terlihat lagi saat diterapkan pada pekerjaan arsitektur bangunan. Karena semua material siku berguna untuk pekerjaan ini. Untuk pemasangan didalam (eksterior), maupun di luar (interior) bangunan.</p>
<p>Pemilihan material selalu dilakukan dengan cara menyesuaikan fungsi. Misalnya, ketika Anda ingin menggunakan besi siku sebagai <a href="https://arsitekta.com/penentuan-jarak-rangka-acp-dan-jenis-material-yang-digunakan-cocoknya-ini/">rangka ACP</a>. Berarti material yang paling cocok adalah besi siku biasa. Ukuran 3&#215;3; 4&#215;4, dan 5&#215;5. Oh iya. Anda tahu maksud dimensi material ini?.</p>
<p>Angka 5 yang pertama. Adalah menunjukan lebar kedua sisi besi siku. Yakni 5 cm. Sedangkan, angka 5 yang berada di sisi kanan, berarti tebal besi. Yakni 4 mm. Jadi, didalam penulisan dimensi besi siku. Terdapat 2 satuan yang berbeda, dan digunakan sekaligus.</p>
<h2>[Penutup] Jenis-jenis satuan ukuran material besi</h2>
<p>Belajar tentang ragam jenis besi siku tidak terlepas dari satuan ukuran. Produsen baja, orang teknik, dan <a href="https://ummi.ac.id/id/berita/baca/2120-ini-lho-5-hal-penting-yang-dipelajari-di-jurusan-teknik-sipil">akademik</a> selalu menggunakan satuan metrik. Mengacu pada standar ukuran internasional. Serta, berusaha untuk menggunakan satuan yang sama, untuk seluruh dimensi material.</p>
<p>Sebaliknya bagi orang awam. Misalnya pengelola toko, hingga sales. Kerap menggunakan satuan yang berubah-ubah. Kadang milimeter, kadang sentimeter. Parahnya, kedua satuan tersebut diterapkan pada 1 jenis material.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-jenis-besi-siku-dan-cara-memilih-bahan/">Ragam Jenis Besi Siku dan Cara Memilih Material Agar Sesuai Kebutuhan Anda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/10-jenis-besi-siku-dan-cara-memilih-bahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</title>
		<link>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 13:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat proyek]]></category>
		<category><![CDATA[daftar alat berat proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat. Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4077 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg" alt="Contoh alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan (Sumber: Fixabay.com)" width="300" height="181" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat.</p>
<h2>Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi</h2>
<p>Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya sebuah pekerjaan konstruksi. Jikalau alat yang Anda gunakan sangat memadai, lengkap dan berteknologi tinggi. Tentu proses konstruksi akan berjalan lancar. Cepat selesai. Serta menghasilkan sebuah bangunan yang berkualitas bagus. Ini adalah harapan semua pihak. Mulai dari owner, pengawas, kontraktor, hingga level tukang.</p>
<p>Namun, jika alat kerja Anda dalam jumlah yang pas-pasan. Dan masih konvensional. Mustahil mutu bangunan sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi berantakan. Karena pekerjaan telat, kualitas buruk dan akhirnya kena <a href="https://brainly.co.id/tugas/3055372">sanksi</a>. Kondisi terburuk setelah itu adalah Anda pasti mengalami kerugian. Nah, salah satu antisipasi untuk hal tersebut. ketahui jenis alat berat proyek yang Anda tangani. Dan berupaya-lah untuk menyediakan seluruh alat tersebut.</p>
<h2>Ragam jenis alat konstruksi jalan dan jembatan</h2>
<p>Kali ini kami mengajak Anda untuk mengenal alat berat yang dibutuhkan untuk proyek jalan dan jembatan. Tak tangung-tanggung, ternyata sangat banyak. Jumlahnya mencapai 50 jenis. Daftar alat yang dimaksud, berikut terjemahan serta kegunaannya. Kami bagi menjadi 2 kelompok, yaitu:</p>
<h3>a. Jenis mesin dengan awalan huruf A sampai C</h3>
<p>Terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Aggregat/chip spreader = penyebar agregat (perekat) keping</li>
<li>Asphalt distributor = alat distributor aspal</li>
<li>Asphalt finisher = pelapis bagian atas (finishing) aspal</li>
<li>Asphalt liquid mixer = mesin pencampur cairan aspal</li>
<li>Asphalt mixing plant = tempat pencampur aspal</li>
<li>Asphalt sprayer = alat penyemprot aspal</li>
<li>Asphalt tanker = tanki aspal</li>
<li>Blending equipment = peralatan pencampuran</li>
<li>Bore pile machine = mesin <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">bor pile</a></li>
<li>Bulldozer = buldoser (mesin perata tanah)</li>
<li>Cement tanker = tanki semen</li>
<li>Chain saw = gergaji rantai</li>
<li>Cold milling machine = mesin penggiling sistem dingin</li>
<li>Cold recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem dingin</li>
<li>Compressor = kompresor</li>
<li>Concrete pan mixer = panci penggiling beton</li>
<li>Concrete breaker = pemecah beton</li>
<li>Concrete mixer = mesin pengaduk beton</li>
<li>Concrete mixer truck = truk pengaduk beton</li>
<li>Concrete pump = pompa beton</li>
<li>Concrete slip form paver = peng-gelincir batu untuk melapisi beton</li>
<li>Concrete vibrator = mesin penggetar beton</li>
<li>Crane on wheel = mesin derek yang memiliki roda</li>
<li>Crane on track = mesin derek yang berada di jalan</li>
<li>Cutting machine = mesin pemotong</li>
</ol>
<h3>B. Peralatan yang dimulai dengan huruf D sampai Z</h3>
<p>Sebagian besar alat berat proyek berikut adalah memiliki roda, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dump truck = truk bongkar material otomatis</li>
<li>Excavator = ekskavator</li>
<li>Flat bed truck = truk dengan bak terbuka</li>
<li>Fulvi mixer = mesin pemotong dan pengaduk hamparan tanah</li>
<li>Generator set = mesin genset</li>
<li>Hot recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem panas</li>
<li>Jack hammer = palu pendongkrak</li>
<li>Motor grader = mesin pemotong sekaligus untuk meratakan jalan</li>
<li>Pedestrian roller = mesin rol area pejalan kaki</li>
<li>Pile driver + hammer = mesin dan palu untuk memasang tiang pancang</li>
<li>Pneumatic tire roller = rol pneumatik berputar</li>
<li>Rock drill breaker = bot pemutus batu</li>
<li>Stone crusher = pemecah/penghancur batu</li>
<li>Tandem roller = mesin penggilas</li>
<li>Three wheel roller = mesin penggilas roda 3</li>
<li>Track loader = mesin perata, pembersih dan penggali tanah</li>
<li>Trailer = truk trailer; untuk mengangkut alat berat proyek</li>
<li>Truck bak = truk yang memiliki bak.</li>
<li>Vibratory roller = mesin penggilas bergetar</li>
<li>Vibratory plate tamper = mesin penghancur plat bergetar</li>
<li>Vibro rammer = vibro dorong</li>
<li>Water pump = pompa air</li>
<li>Water tanker truck = truk <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-menara-tangki-air-kapasitas-besar-dan-tinggi-desainnya-begini/">tanki air</a></li>
<li>Welding set = unit/set peralatan las</li>
<li>Wheel loader = alat pengangkut material</li>
</ol>
<h2>Tenaga dan kapasitas alat yang wajib diketahui</h2>
<p>Bila dijabarkan lebih dalam. Menurut tenaga, maupun kapasitas yang dimiliki oleh alat. Alat berat proyek konstruksi jalan dan jembatan semakin beragam. Sebab mayoritas alat tersebut memiliki varian. Misalnya, Asphalt liquid mixer. Terdiri dari 2 macam, yakni kapasitas 1.000 liter, dan 20.000 liter. Hal itu menandakan bahwa tenaga yang dihasilkan juga berbeda. Yaitu 4 <a href="https://www.gridoto.com/read/221749030/biar-enggak-salah-baca-brosur-yuk-kenali-perbedaan-satuan-tenaga-dari-hp-dk-ps-pk-hingga-kw?page=all#:~:text=Kalau%20PK%20adalah%20singkatan%20Bahasa,berarti%201%20hp%20%3D%201.01386966542402%20PK.">HP (Horse Power),</a> dan 40 HP.</p>
<p>Namun demikian jangan terkecoh. Ada pula satu alat dengan kapasitas yang berbeda. Tapi menghasilkan power yang sama. Contoh Concrete mixer 350 liter, dan Concrete mixer 500 liter. Sama-sama memiliki tenaga 20 HP. Lalu, pertanyaan. Apa manfaat menggunakan alat yang memiliki kapasitas besar?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mari ketahui dulu apa yang dimaksud dengan kapasitas.</p>
<p>Kapasitas alat artinya daya tampung barang/material atau bahan bakar yang dimiliki sebuah alat. Sehingga mudah untuk menghitung <a href="https://arsitekta.com/biaya-administrasi-dan-dokumentasi-proyek-realnya-begini-supaya-dipahami/">biaya-biaya</a> yang dibutuhkan oleh alat, selama digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi bangunan. Manfaat alat yang memiliki kapasitas besar adalah:</p>
<ol>
<li>Alat bisa beroperasi dalam jangka waktu yang lama</li>
<li>Bahan bakar jadi hemat</li>
<li>Pemakaian alat semakin maksimal</li>
<li>Biaya sewa alat jadi irit</li>
</ol>
<h2>Sistem pengadaan alat kerja proyek ternyata sangat mudah</h2>
<p>50 jenis alat berat proyek tersebut, tidak harus Anda miliki agar bisa memborong pekerjaan jalan dan jembatan. Namun bisa dapatkan dengan cara sewa. Bahkan dalam menyusun <a href="https://arsitekta.com/858-kode-satuan-dan-singkatan-yang-terdapat-pada-ahsp-bangunan-gedung/">AHSP bangunan</a>. Pengadaan alat selalu berdasarkan perhitungan sewa. Sekalipun Anda telah memiliki alat yang dimaksud.</p>
<p>Dengan demikian secara matematis, Anda tidak bakal mengalami kerugian. Sebab setiap alat terhitung dengan asumsi sewa. Hal itu pula memungkinkan Anda untuk mengerjakan suatu proyek bangunan, meskipun tidak memiliki alat berat. Namun, tentunya bukan asal. Melainkan telah menghitung biaya sewa, dan pemakaian (operasi) alat secara cermat.</p>
<h2>[Penutup] Beda proyek, beda jenis alat. Bagaimana solusinya?.</h2>
<p>Dari daftar alat. Selain truk, ternyata hanya 3 jenis alat diatas yang dapat digunakan untuk pekerjaan konstruksi baja. Yakni peralatan las, kompresor dan mesin genset. Itu artinya, secara garis besar alat berat proyek jalan dan jembatan jauh beda dengan alat yang digunakan untuk <a href="https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/">proyek baja</a>. Sehingga tidak mungkin dimanfaatkan, bilamana pengerjaan dua jenis proyek tersebut bersamaan.</p>
<p>Sejauh pengamatan kami, dengan alasan inilah, maka semua alat kerja proyek harus dihitung rental. Walau biaya sewa lumayan besar. Sebab didalamya memang harus Anda hitung mobilisasi, servis/maintenance, operator, hingga penyusutan alat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alat Kerja Bangunan Selengkapnya Yang Universal Dan Khusus 90+</title>
		<link>https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2021 21:23:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam alat kerja bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[selengkapnya alat kerja bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk menunjang pelaksanaan konstruksi, agar terlaksana dengan lancar serta berkualitas bagus. Maka diperlukan alat kerja bangunan yang lengkap. Selengkapnya bukan berarti harus baru dan canggih. Akan tetapi siap pakai. Serta memenuhi persyaratan pelaksanaan konstruksi. Mengenai syarat kelayakan alat, umumnya sudah tercantum dalam RKS bangunan. Sehingga pengadaannya tidak sulit. Jenis-jenis alat kerja tukang bangunan masa kini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/">Alat Kerja Bangunan Selengkapnya Yang Universal Dan Khusus 90+</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3422 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Alat-kerja-bangunan-terlengkap-saat-ini.jpeg" alt="Pengenalan tentang macam-macam alat kerja bangunan, modern dan konvensional jumlahnya 90+" width="300" height="229" /></p>
<p>Untuk menunjang pelaksanaan konstruksi, agar terlaksana dengan lancar serta berkualitas bagus. Maka diperlukan alat kerja bangunan yang lengkap. Selengkapnya bukan berarti harus baru dan canggih. Akan tetapi siap pakai. Serta memenuhi persyaratan pelaksanaan konstruksi. Mengenai syarat kelayakan alat, umumnya sudah tercantum dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS bangunan.</a> Sehingga pengadaannya tidak sulit.</p>
<h2><strong>Jenis-jenis alat kerja tukang bangunan masa kini</strong></h2>
<p>Secara garis besar peralatan konstruksi bangunan terbagi dalam 2 kategori, yakni: 1].Alat kerja universal, dan 2].Khusus. Pula berdasarkan cara pemakaian, serta kecanggihan alat masing-masing 2 jenis, yaitu konvensional dan modern. Alias manual versus otomatis.</p>
<p>Konvensional atau manual, artinya penggunaan alat seluruhnya mengandalkan energi dari tukang. Sehingga bermanfaat secara baik dan maksimal. Sedangkan alat kerja modern, atau <a href="https://www.gardaoto.com/blog/cara-kerja-sistem-transmisi-otomatis-pada-mobil-matic">sistem otomatis</a> yang berarti alat (mesin) sudah canggih. Dengan demikian saat tukang menggunakan alat tersebut, tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra. Maka dari itu, hasilnya lebih sempurna bandingkan dengan alat kerja bangunan tradisonal.</p>
<h3><strong>A. Perkakas kerja universal</strong></h3>
<p>Yaitu peralatan kerja yang rata-rata telah dimiliki oleh seluruh tukang bangunan. Kategori alat manualnya, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Alat ukur meter</li>
<li>Sikon (siku tukang)</li>
<li>Tali benang</li>
<li>Pensil bangunan</li>
<li>Palu</li>
<li>Lot tukang</li>
<li>Waterpass</li>
<li>Pisau <em>cutter</em></li>
</ol>
<p>Sedangkan alat modern universal, terdiri dari 3 macam yaitu:</p>
<ol start="9">
<li>Meteran laser/digital</li>
<li>Penggaris lase <em>(line laser)</em></li>
<li>Waterpass lase <em>(level rotary laser).</em></li>
</ol>
<h3><strong>B. Alat kerja yang bersifat khusus</strong></h3>
<p>Yakni peralatan yang dimiliki/digunakan oleh pekerja bangunan untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Misal pekerjaan batu, kayu, besi dan seterusnya. Selain mereka yang menguasai pekerjaan-pekerjaan tersebut, tidak ada yang tahu persis cara pakai/manfaat alat. Maka dari itu, alat kerja bangunan dibedakan berdasarkan keahlian tukang, yaitu sebagai berikut:</p>
<h4><strong>Peralatan tukang batu</strong></h4>
<p>Termasuk dalam menunjang kegiatan pemasangan pondasi bangunan, hingga elemen struktur bangunan. Seperti kolom/balok beton, dinding, lantai bangunan, dan sebagainya. Jenis alat kerja tukang batu adalah:</p>
<ol start="12">
<li>Pacul</li>
<li>Gancu</li>
<li>Sekop</li>
<li>Songkro</li>
<li>Ember semen/agregat</li>
<li>Ayakan pasir</li>
<li>Cetok semen</li>
<li>Sendok tembok</li>
<li>Raskam plester</li>
<li>Bodem (palu batu)</li>
<li>Molen beton</li>
<li>Mesin pemotong batu <em>(core cutting machine).</em></li>
</ol>
<h4><strong>Alat kerja tukang kayu</strong></h4>
<p>Yakni untuk melaksanakan pekerjaan yang menggunakan bahan dasar kayu, serta sejenisnya. Seperti tripleks atau multipleks, serta HPL <em>(High Pressure Laminated).</em> Untuk membuat perabot/furnitur bangunan, konsen pintu dan jendela. Begitu juga rangka konstruksi atap kayu.</p>
<p>Alat kerja bangunan tukang kayu wajib lengkap, guna menjamin agar kualitas pekerjaan bagus. Serta untuk menghindari<a href="https://arsitekta.com/kesalahan-tukang-menerapkan-gambar-kerja-bangunan-penyebabnya-20/"> kesalahan menerapkan gambar</a> kerja kayu. Adapun jenis alat yang dibutuhkan,  seperti berikut:</p>
<ol start="24">
<li>Amplas</li>
<li>Scrap</li>
<li>Klem jepit</li>
<li>Gergaji kayu</li>
<li>Sikat kawat</li>
<li>Pahat</li>
<li>Kampak</li>
<li>Palu kayu</li>
<li>Mesin serut</li>
<li>Mesin roter</li>
<li>Bor kayu</li>
<li>Mesin amplas</li>
<li>Jig saw</li>
<li>Circular saw</li>
<li>Pasah kayu</li>
<li>Gergaji mesin</li>
</ol>
<h3><strong>Alat tukang besi (non konstruksi)</strong></h3>
<p>Disebut non konstruksi karena alat kerja tukang besi beda jauh dengan alat kerja konstruksi baja. Misalnya untuk pelaksanaan<a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/"> ereksen baja.</a> Kegiatan tukang besi hanya mengerjakan pem-besi-an, serta pemasangan tulangan untuk struktur beton bangunan gedung.</p>
<p>Pada umumnya material besi yang mereka kerjakan adalah besi beton. Bukan berbagai macam jenis baja profil. Maka dari itu, ketahui alat kerja bangunan tukang besi, terdiri dari:</p>
<ol start="40">
<li>Gunting besi</li>
<li>Gergaji besi</li>
<li>Kikir</li>
<li>Mesin tekuk besi <em>(bar bending)</em></li>
<li>Mesin potong besi (bar cutter)</li>
<li>Pengikat kawat bendrat</li>
<li>Pleser besi (alat <a href="https://arsitekta.com/bending-baja-dan-biaya-pelaksanaan-terkini-temukan-disini/">bending baja</a> manual)</li>
</ol>
<h4><strong>Peralatan tukang kaca dan alumunium</strong></h4>
<p>Termasuk untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan arsitektural, misalnya partisi, jendela dan pintu, serta elemen bangunan lain, yang terbuat dari kaca dan alumunium. Tukang yang ahli pada bidang ini, menggunakan alat kerja:</p>
<ol start="47">
<li>Alat potong kaca <em>(glass cutter straight)</em></li>
<li>Bor poles kaca grafir</li>
<li>Bor tangan kaca</li>
<li>Batu gosok/asah kaca</li>
<li>Kop kaca <em>(cop glass)</em></li>
<li>Palu karet</li>
<li>Penjepit kaca <em>(glass clamp)</em></li>
<li>Tang belah kaca</li>
</ol>
<h4><strong>Peralatan tukang listrik</strong></h4>
<p>Berkaitan erat dengan alat kerja bangunan,<a href="https://www.formasitraining.com/pelatihan/kemnaker-ri/training-teknisi-k3-listrik"> tukang listrik</a> dalam melaksanakan tugas instalasi bangunan, wajib melengkapi diri dengan berbagai peralatan kerja, yaitu:</p>
<ol start="55">
<li>Alat pemutar/penyambung kabel listrik,</li>
<li>Obeng</li>
<li>Tang jepit</li>
<li>Tang potong kabel</li>
<li>Tespen</li>
<li>Solder listrik</li>
<li>Serta unit perkakas tukang listrik <em>(tool set electrical)</em></li>
</ol>
<h4><strong>Alat kerja tukang ledeng</strong></h4>
<p>Salah satu pekerjaan <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-pipa-bangunan-dan-kegunaan-yang-sebenarnya-begini/">pipa bangunan,</a> yang wajib ditangani secara khusus oleh tukang adalah memasang pipa ledeng. Jenis-jenis alat tukang ledeng, antara lain:</p>
<ol start="62">
<li>Alat pembersih pipa saluran air,</li>
<li>Alat pengeras (kunci) kran air,</li>
<li>Gergaji potong pipa</li>
<li>Kunci pipa ledeng</li>
<li>Kunci pas segitiga/universal</li>
<li>Las pipa ledeng</li>
<li>Pengeras/kunci inggris paduan alumunium</li>
<li>Tang pompa air</li>
<li>Tap set &amp; sney (drat ulir) pipa</li>
<li>Selotip pipa</li>
</ol>
<h2><strong>Jenis alat berat bangunan dan modern</strong></h2>
<p>Selain alat kerja bangunan universal dan khusus. Anda pasti sering melihat alat-alat canggih pada proyek bangunan. Beberapa diantaranya berukuran relatif kecil. Namun paling dominan adalah berukuran besar. Maka dari itu, peralatan modern ini terkenal dengan sebutan alat berat. Jenis-jenisnya adalah:</p>
<ol start="72">
<li>Jack hammer,</li>
<li>Hand drill machine</li>
<li>Vibrator</li>
<li>Bor tanah</li>
<li>Excavator (Bego),</li>
<li>Floor saw (mesin potong lantai),</li>
<li>Bulldoser (Doser),</li>
<li>Wheel loader</li>
<li>Wales stump</li>
<li>Tower crane</li>
<li>Mobil crane</li>
<li>Mesin genset</li>
<li>Grader</li>
<li>Pompa semen <em>(concrete pump),</em></li>
<li>Scrapper</li>
<li>Stamper</li>
<li>Asphalt paver</li>
<li>Diesel hammer (mesin pancang),</li>
<li>Roller</li>
</ol>
<h2><strong>Selengkapnya begini perkakas kerja proyek bangunan</strong></h2>
<p>Ternyata alat kerja bangunan mencapai 90+. Padahal belum termasuk alat kerja konstruksi baja, serta K3 proyek. Sangat banyak bukan?. Melalui artikel ini teman-teman bisa mengenal seluruh alat kerja tukang bangunan. Manfaatnya apa?.</p>
<p>Memahami jenis-jenis alat kerja akan memudahkan Anda untuk menyusun metode kerja, RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan), <a href="https://arsitekta.com/time-schedule-proyek-baja-lengkap-realistis/">Time Schedulle</a>, hingga membuat gambar kerja. Ketersediaan alat sama pentingnya dengan gambar kerja. Makin lengkap perkakas yang digunakan pada sebuah proyek, maka besar kemungkinan pelaksanaan konstruksi berjalan lancar. Serta sesuai dengan gambar kerja.</p>
<h2><strong>[Penutup] Pentingnya alat yang memadai dan siap pakai</strong></h2>
<p>Terkait dengan ketersediaan alat kerja bangunan. Walau proses konstruksi tengah berlangsung, <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">revisi gambar</a> bangunan bisa terjadi karena alat tidak memadai. Contoh, sebelumnya pada gambar bangunan merencanakan pondasi menggunakan tiang pancang. Namun ternyata ada kendala medan. Sebab sedang musim hujan. Dan alat berat (pancang) tidak bisa sampai ke lokasi proyek. Sebab jalan longsor. Maka desain pondasi terpaksa revisi. Unik bukan?.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/">Alat Kerja Bangunan Selengkapnya Yang Universal Dan Khusus 90+</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alat Kerja Ereksen Baja Saat Ini Mencapai 46+</title>
		<link>https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 00:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja ereksen]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja ereksen baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alat kerja ereksen baja beda jauh dengan peralatan kerja proyek pada umumnya. Jumlahnya sangat banyak, dan berbagai macam bentuk. Mulai yang berukuran sangat kecil, serta mengandalkan tenaga manusia. Hingga berukuran sangat besar, tinggi dan memiliki bobot yang sangat berat. Apa saja jenis-jenisnya saat ini?. Selengkapnya Anda temui hanya dalam artikel ini. Pengertian ereksen baja Ereksen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/">Alat Kerja Ereksen Baja Saat Ini Mencapai 46+</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3412 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-pipa-baja-300x183.jpg" alt="Penting, ketahui jenis-jenis alat kerja ereksen konstruksi baja. Setidaknya saat ini ada 45 macam." width="300" height="183" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-pipa-baja-300x183.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-pipa-baja.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Alat kerja ereksen baja beda jauh dengan peralatan kerja proyek pada umumnya. Jumlahnya sangat banyak, dan berbagai macam bentuk. Mulai yang berukuran sangat kecil, serta mengandalkan tenaga manusia. Hingga berukuran sangat besar, tinggi dan memiliki bobot yang sangat berat. Apa saja jenis-jenisnya saat ini?. Selengkapnya Anda temui hanya dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Pengertian ereksen baja</strong></h2>
<p>Ereksen berasal dari istilah asing &#8216;erection&#8217;. Dalam bahasa Indonesia lebih terkenal dengan sebutan ereksen.  Ereksen baja adalah sebuah proses pemasangan komponen dan rangka konstruksi bangunan, yang terbuat dari material baja profil. Yang terlaksana pada lokasi proyek <em>(site),</em> oleh tukang yang berpengalaman bidang konstruksi baja. Serta dibawah pimpinan beberapa mandor, dan <a href="https://arsitekta.com/persiapan-pelaksanaan-proyek-baja-jenis-pekerjaan-biaya-dan-alur-kerja/">pelaksana proyek baja</a>.</p>
<p>Sementara itu alat kerja ereksen baja yaitu sejumlah perkakas kerja tukang konstruksi baja, untuk memasang komponen serta rangka baja. Alat-alat tersebut sebagian digunakan dengan cara manual. Tapi ada pula tenaga mesin. Atau sering disebut alat berat.</p>
<h2><strong>Pentingnya alat pada proyek baja</strong></h2>
<p>Dipastikan konstruksi baja tidak bisa terpasang dengan sempurna tanpa alat. Tidak bisa seadanya. Melainkan harus lengkap. Sebab kuat tidaknya konstruksi baja tergantung ketersediaan peralatan. Masing-masing alat memiliki fungsi yang berbeda. Sehingga tidak dapat Anda abaikan. Sebab beberapa diantaranya tidak tergantikan oleh jenis alat lain.</p>
<p>Contoh saat pengencangan mur angkur. Ada 2 jenis kunci yang wajib Anda gunakan. Kedua kunci tersebut tidak bisa bertukar peran. Apalagi diganti dengan alat lain. Yakni kunci ring dan kunci pas. Kunci ring untuk mengeraskan <a href="https://arsitekta.com/syarat-pemasangan-angkur-baja-dijamin-kuat/">mur angkur</a>, yang berada pada bagian atas plat landas. Sementara kunci pas berguna untuk pengencangan mur, yang berada dibawah.</p>
<h2><strong>Jenis-jenis perkakas untuk ereksen konstruksi</strong></h2>
<p>Alat kerja ereksen baja terbagi dalam 5 kelompok, yakni kerja manual, peralatan mesin, K3, alat untuk langsir material, kerja lembur, serta perkakas montir (mekanik) proyek. Pada daftar berikut, beberapa alat mungkin masih asing bagi Anda. Sebab berasal dari istilah lokal. Silahkan Anda pelajari melalui tautan.</p>
<h3><strong>A. Alat kerja manual</strong></h3>
<p>Mulai dari terkecil hingga terbesar, jenis alat kerja manual adalah:</p>
<ol>
<li>Penitik drip. Berguna untuk pemasangan baut mur.</li>
<li>Kunci pengeras baut. Ragamnya terdiri dari: kunci ring, kunci pas, serta kombinasi ring dan pas.</li>
<li>Terbuat dari kayu dan besi.</li>
<li>Kunci momen. Untuk mengencangkan baut baja.</li>
<li>Chain block. Dalam bahasa sehari-hari disebut rek.</li>
<li>Blender potong.</li>
<li>Kabel listrik.</li>
<li>Takel, mata 1 sampai 3.</li>
<li>Tali tambang,</li>
<li>Seling,</li>
<li>Patok besi. Umunya terbuat dari besi siku, atau <a href="https://arsitekta.com/karakteristik-baja-profil-unp-ukuran-serta-manfaat-begini/">profil UNP</a>.</li>
<li>Liyer</li>
<li>Tiang boks (pipa atau keranjang).</li>
</ol>
<p>Penting Anda ketahui, nomor 8-13 (takel, seling, patok, liyer dan tiang boks) adalah satu set. Artinya penggunaan alat wajib secara bersama-sama. Yakni untuk menaikkan dan memasang kuda-kuda. Namun alat-alat ini tidak diperlukan lagi, manakala pemasangan kuda-kuda dilakukan menggunakan mesin (alat berat crane).</p>
<h3><strong>B. Peralatan kerja jenis mesin</strong></h3>
<p>Yakni alat kerja ereksen baja yang digerakkan oleh mesin, antara lain:</p>
<ol start="14">
<li>Kunci baut mur <em>impact</em></li>
<li>Mesin bor. Utamanya jenis bor tangan.</li>
<li>Mesin gerinda. Terdiri dari gerinda potong dan gerinda tangan.</li>
<li>Genset listrik</li>
<li>Mesin las diesel</li>
<li>Travo las</li>
<li>Mobil <em>crane</em></li>
<li><em>Tower crane</em></li>
</ol>
<p>Mobil crane dan tower crane adalah pengganti alat ereksen baja manual. Menggunakan salah satu alat canggih ini, segala jenis konstruksi baja dapat terpasang dengan cepat, tepat serta aman. Tidak hanya satu, untuk proyek-proyek besar, kedua alat berat ini sering digunakan secara sekaligus.</p>
<h3><strong>C. Alat bantu dan K3 konstruksi baja</strong></h3>
<p>Guna menjamin keselamatan dan kesehatan <a href="https://arsitekta.com/25-perilaku-pekerja-proyek-yang-buruk-tidak-pantas-ditiru/">pekerja proyek</a> baja, peralatan yang dibutuhkan antara lain:</p>
<ol start="22">
<li>Helm</li>
<li>Baju seragam dan rompi</li>
<li>Sarung tangan</li>
<li>Topeng las</li>
<li>Sepatu kerja</li>
<li>Sabuk pengaman <em>(Safty belt)</em></li>
<li>Sabuk pengaman ful body <em>(Safty body hardness)</em></li>
</ol>
<p>Selain 7 jenis alat K3 tersebut. Alat bantu kerja berikut juga termasuk bagian, yang tidak terpisahkan dengan K3 baja, yakni:</p>
<ol start="29">
<li>Tangga besi lipat</li>
<li>Dan perancah</li>
</ol>
<h3><strong>D. Alat langsir material baja</strong></h3>
<p>Tidak hanya melangsir material baja dari workshop. Lokasi pemasangan konstruksi baja yang luas, mengharuskan ketersediaan alat langsir. Sebab mustahil menggunakan tenaga manusia, untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain. Apalagi yang berukuran besar, atau dalam bentuk rangka batang. Seperti <a href="https://arsitekta.com/perancangan-kuda-kuda-pipa-lengkung-terbukti-kokoh-caranya-ini/">kuda-kuda pipa lengkung</a>. Maka dari itu, Anda membutuhkan alat langsir, seperti berikut:</p>
<ol start="31">
<li>Mobil pick up</li>
<li>Truck crane</li>
<li>Truk trailer</li>
</ol>
<p>Selain 3 jenis alat langsir modern tersebut. Masih ada tukang yang menggunakan alat kerja ereksen baja tradisional. Namanya adalah gerobak songkro, yang berukuran besar. Dan menggunakan 2 buah roda mobil. Sehingga mampu membawa material baja. Walau dengan cara disorong.</p>
<h3><strong>E. Kelengkapan alat kerja lembur</strong></h3>
<p>Ereksen baja tidak hanya siang hari. Sering berlangsung hingga malam hari. Oleh sebab itu dibutuhkan alat pendukung untuk kerja lembur, yakni penerangan. Kelengkapan alat penerangan, antara lain:</p>
<ol start="34">
<li>Lampu hologen,</li>
<li>Panel listrik</li>
<li>Kabel listrik</li>
</ol>
<h3><strong>F. Perkakas mekanik proyek baja</strong></h3>
<p>Saat ereksen baja berlangsung, dipastikan seorang <a href="https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/apa-itu-mekanik">mekanik</a> wajib <em>stand by</em> di lapangan. Agar alat yang mengalami <em>trouble</em> langsung segera ditangani. Dengan demikian pelaksanaan ereksen tetap berjalan lancar. Jenis-jenis perkakas kerja mekanik baja, adalah:</p>
<ol start="37">
<li>Kunci inggris</li>
<li>Kunci socket</li>
<li>Obeng</li>
<li>Kunci L</li>
<li>Tang</li>
<li>Pelumas</li>
<li>Dongkrak</li>
<li>Kikir</li>
<li>Amplas</li>
<li>Dan <em>tool set</em></li>
</ol>
<h2><strong>Dokumen untuk pelaksanaan ereksen rangka baja</strong></h2>
<p>Bagian yang tidak terpisahkan dengan alat kerja ereksen baja, yakni dokumen proyek. Agar Anda tahu spesifikasi alat yang digunakan, serta diizinkan untuk pemasangan baja. Maka dokumen berikut wajib Anda pelajari dan sediakan di lapangan, yakni:</p>
<ol>
<li><a href="https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/">Gambar kerja baja</a></li>
<li><em>Time schedulle</em></li>
<li>Daftar alat dan usia pakai.</li>
</ol>
<p>Kegunaan masing-masing dokumen ini. Misal untuk mengetahui ukuran kunci pengeras baut, maka Anda membutuhkan gambar kerja. Demikian juga lokasi pasang komponen rangka baja. <em>Time schedulle</em> untuk mengetahui jadwal ereksen yang tepat. Sementara daftar alat dan usia pakai, adalah untuk mengetahui kemampuan alat. Sekaligus antisipasi terhadap kerusakan.</p>
<h2><strong>[Penutup] Eksistensi metode kerja ereksen</strong></h2>
<p>Selain 45+ jenis alat kerja ereksen baja, dan 3 macam dokumen diatas. Metode kerja juga merupakan faktor penentu kualitas ereksen baja. Percuma alat dan dokumen proyek sudah lengkap, namun tidak disertai dengan metode kerja yang benar. Pasti pelaksanaan ereksen baja tidak berjalan dengan benar. Maka dari itu, <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">metode kerja</a> wajib ada. Khusus acuan untuk melaksanakan ereksen.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/">Alat Kerja Ereksen Baja Saat Ini Mencapai 46+</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/alat-kerja-ereksen-baja-saat-ini-mencapai-46/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2021 15:27:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[bor duduk]]></category>
		<category><![CDATA[bor magnet]]></category>
		<category><![CDATA[bor tangan]]></category>
		<category><![CDATA[lubang baut]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pon]]></category>
		<category><![CDATA[pengeboran baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuat lubang baut material baja harus terlaksana dengan benar. Sebab bila terjadi kesalahan, baik pada saat pengukuran maupun pengeboran, akan berdampak pada kualitas konstruksi bangunan. Akibat lain dari kesalahan tersebut, mempengaruhi proses perakitan rangka baja. Misalnya pada saat pengencangan, baut mur yang tidak berfungsi dengan sempurna. Dapat mengakibatkan rangka baja tidak tersambung dengan rapat. Akhirnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat lubang baut material baja harus terlaksana dengan benar. Sebab bila terjadi kesalahan, baik pada saat pengukuran maupun pengeboran, akan berdampak pada kualitas konstruksi bangunan. Akibat lain dari kesalahan tersebut, mempengaruhi proses perakitan rangka baja. Misalnya pada saat pengencangan, baut mur yang tidak berfungsi dengan sempurna. Dapat mengakibatkan rangka baja tidak tersambung dengan rapat. Akhirnya mutu konstruksi bangunan itu pun rendah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2591 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja-300x212.jpeg" alt="Lubang baut pada pelat baja yang dibuat dengan mesin pon hidrolik" width="300" height="212" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja-300x212.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja.jpeg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Adanya resiko tersebut, maka saat membuat lubang baut haruslah sesuai metode kerja. Serta melalui pengawasan yang ketat. Sebab baik kontraktor ataupun pemilik proyek, tentu berharap agar konstruksi bangunan mereka terpasang dengan benar. Demikian juga tukang, ingin agar perakitan konstruksi baja berjalan lancar.</p>
<h2><strong>Tahap persiapan alat sebelum pembuatan lubang baut</strong></h2>
<p>Saat ini alat-alat kerja proyek bangunan telah canggih. Hal ini secara langsung memudahkan tukang untuk melaksanakan pembangunan. Tidak terkecuali pada pelaksanaan pekerjaan baja. Salah satu contoh, saat anda melakukan pengelasan dengan gas <em>(Gas Metal Arc Welding/GMAW).</em> Maka anda akan memperoleh hasil pengelasan yang berkualitas. Selain itu, pengelasan juga lebih cepat. Dan biaya kerja pun makin efisien. Hasil yang berbeda jauh dengan las elektroda.</p>
<p>Sekilas kita kembali, sebelum hadirnya alat-alat canggih ini. Dulu pembuatan lubang baut, masih menggunakan alat manual. Sebut saja pon manual. Alat ini hanya bekerja oleh tenaga manusia. Yaitu dengan menekan tuas yang ada. Kemudian mata bor menekan permukaan besi sampai tembus, lalu terbentuklah lubang. Namun praktek ini tidak berlaku lagi, sebab jaman semakin maju.</p>
<h3><strong>1.Alat yang benar untuk melubangi material baja</strong></h3>
<p>Membuat lubang baut pada material baja, harus menggunakan alat yang modern. Sebab bila memakai alat manual dapat merusak mutu baja. Itu sebabnya dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS proyek bangunan,</a> selalu menjabarkan tentang ketentuan jenis alat. Serta prosedur pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal ini termasuk pembuatan lubang baut.</p>
<p>Adapun beberapa jenis alat bor yang memenuhi kriteria, untuk membuat lubang baut adalah: 1].Bor tangan, 2].Bor magnet, 3].Bor duduk dan 4].Mesin pon hidrolik <em>(hydrolic punch drill).</em> Terkait bentuk alat, silahkan anda perhatikan gambar berikutnya. Masing-masing alat ini memiliki kemampuan dan fungsi yang berbeda. Sehingga sebelum pengeboran, penting anda ketahui jenis baja yang akan anda lubangi. Kemudian pilihlah jenis bor yang cocok untuk pekerjaan tersebut.</p>
<h3><strong>2.Peralatan tambahan saat pelaksanaan pengeboran</strong></h3>
<p>Pembuatan lubang baut merupakan salah satu tahap proses fabrikasi baja. Proses ini berlangsung setelah pelaksanaan pemotongan bahan. Namun perlu anda ketahui, sebelum mulai melakukan fabrikasi baja. Perlu terlebih dahulu melengkapi seluruh <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">alat kerja fabrikasi</a>.</p>
<p>Selain mesin bor, sebenarnya ada beberapa alat tambahan untuk membuat lubang baut. Alat-alat ini juga tidak kalah pentingnya. Sebab tanpa peralatan ini proses pengeboran tidak berjalan lancar. Serta lubang yang anda buat, kami pastikan kurang sempurna. Berikut ini jenis-jenis peralatan tersebut:</p>
<ol>
<li>Kabel listrik yang berfungsi sebagai sambungan suplai arus listrik,</li>
<li>Kuas ukuran 2 inci, berguna untuk membersihkan sisa pengeboran <em>(Mill scale)</em></li>
<li>Kain lap, perlu untuk membersihkan dan mengeringkan material baja.</li>
<li>Mesin gerinda tangan, fungsinya adalah menghaluskan permukaan lubang baut.</li>
</ol>
<h3><strong>3.Alat pelindung diri menggunakan mesin bor</strong></h3>
<p>Sesuai peraturan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), maka seluruh tukang wajib memakai alat pelindung diri (APD). Termasuk ketika membuat lubang baut dengan mesin bor. Adapun jenis-jenis alat tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Seragam kerja,</li>
<li>Sarung tangan</li>
<li>Sepatu kerja</li>
<li>Topi/helm proyek</li>
<li>Kaca mata</li>
</ul>
<p><em> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2592 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg" alt="Jenis-jenis alat untuk membuat lubang baut pada material baja" width="300" height="240" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut.jpeg 420w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></em></p>
<h2><strong>Memilih mesin bor yang tepat membuat lubang baut</strong></h2>
<p>Membuat lubang baut pada masing-masing material baja prosesnya berbeda. Sehingga mesin bor yang anda gunakan harus beda. Sebab material baja untuk rangka konstruksi bangunan sangat beragam. Dan umumnya jenis material baja, yang menerapkan sambungan baut adalah: Baja pelat, profil WF, profil H-Beam, besi siku, CNP dan UNP. Pertanyaan, mesin bor apa yang tepat untuk melubangi material baja?. Simak beberapa pertimbangan berikut ini.</p>
<h3><strong>i. Kemampuan alat bor melubangi material baja</strong></h3>
<p>Agar anda dapat memilih mesin bor yang tepat untuk membuat lubang baut. Sebelumnya perlu anda ketahui sistem kerja mesin bor. Yaitu mata bor yang berputar dengan kecepatan tinggi searah jarum jam. Yang bergesekan dengan permukaan baja, sampai membentuk sebuah lubang. Kembali muncul pertanyaan, bagaimana kemampuan alat dalam melakukan pengeboran.</p>
<p>Berikut ini jawabnya. Batas kemampuan masing-masing alat bor untuk membuat lubang, adalah:</p>
<ol>
<li>Bor tangan maupun bor duduk, mampu mengebor baja dengan lubang ≤ Ø13 milimeter. Dan tebal profil baja (t)≤ 8 milimeter.</li>
<li>Bor magnet sanggup membuat lubang mulai Ø4-50 milimeter. Sementara kedalaman tembus mencapai 50 milimeter.</li>
<li>Mesin pon hidrolik <em>(hydrolic punch drill)</em> dapat menembus baja, dengan ukuran mata pon ukuran Ø4-25 milimeter. Tetapi pada ketebalan profil maksimal 20 milimeter.</li>
</ol>
<h3><strong>ii. Mesin bor yang mampu membuat lubang baut baja profil</strong></h3>
<p>Setelah memahami kemampuan 4 jenis mesin bor. Penting pula kami sampaikan kepada anda. Bahwa pengeboran berkaitan erat dengan posisi alat bor maupun material baja. Misalnya, bor duduk dan mesin pon hidrolik. Posisi 2 alat ini tidak bisa berpindah-pindah. Sehingga material baja yang harus kita gerakkan, agar bisa melakukan pengeboran.</p>
<p>Beda dengan bor tangan maupun bor magnet. 2 jenis mesin ini mudah kita pindahkan. Serta cara pakainya juga bisa <em>mobile. </em>Jadi kesimpulannya, alat bor yang tepat untuk membuat lubang baut adalah:</p>
<ol>
<li>Khusus membuat lubang pada pelat baja bisa memakai semua jenis bor. Namun harus dengan mempertimbangkan kemampuan alat.</li>
<li>Untuk baja profil WF dan H-Beam wajib menggunakan bor magnet.</li>
<li>Baja profil CNP, Siku dan UNP bisa memakai: bor duduk, bor tangan dan bor magnet.</li>
</ol>
<h2><strong>Metode pengeboran pelat baja dengan mesin pon hidrolik </strong></h2>
<p>Pelat baja adalah satu <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur baja</a>, yang memiliki beberapa lubang baut. Fungsinya adalah sebagai sambungan konstruksi bangunan. Adapun pembuatan lubang-lubang baut tersebut adalah melalui pengeboran. Salah satunya adalah menggunakan mesin pon hidrolik. Adapun langkah-langkah kerja pengeboran, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Anda cek terlebih dahulu diameter mata pon, apakah ukurannya sudah tepat.</li>
<li>Letakkan pelat baja pada dudukan, yang telah tersedia pada mesin pond,</li>
<li>Pastikan agar titik bor pelat baja, telah segaris dan tegak lurus dengan mata pon,</li>
<li>Tekan dan tahan tombol ON pada mesin. Dan biarkan mesin bekerja otomatis menekan (press) permukaan pelat,</li>
<li>Setelah pelat baja tembus oleh mata pon. Kemudian tekan tombol OFF dan tahan beberapa detik. Sehingga pelat baja terlepas dari mata pon.</li>
<li>Lakukan kembali langkah 2 sampai 4, untuk membuat lubang baut yang anda inginkan.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara membuat lubang baut pada WF menggunakan bor magnet</strong></h2>
<p>Seperti kita ketahui, bentuk profil WF berupa huruf H. Dan sistem sambungan material ini, umumnya dengan baut mur. Nah, hal inilah yang mewajibkan kita menggunakan bor magnet, untuk membuat lubang baut pada profil WF. Selain bentuknya bersayap, juga karena ukuran yang besar dan berat. Sehingga alat bor yang kita pakai, harus yang bisa <em>mobile.</em> Mengingat ukuran profil WF yang besar. Maka alat yang mampu untuk melubangi material ini adalah bor magnet.</p>
<p>Cara membuat lubang baut pada WF dengan memakai bor magnet. Adalah dengan langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Pastikan profil WF berada pada permukaan yang rata. Sehingga tidak bergerak atau goyang.</li>
<li>Letakkan bor magnet pada permukaan WF, yang akan anda lubang,</li>
<li>Pastikan mata bor telah sejajar dengan titik bor,</li>
<li>Segera kunci posisi magnet agar bor tidak bergeser,</li>
<li>Kemudian tekan tuas secara perlahan. Lalu pastikan kembali bahwa titik bor telah benar.</li>
<li>Hidupkan mesin bor, dengan cara menekan tombol ON,</li>
<li>Tekanlah tuas dengan kuat. Dan tahan selama proses pengeboran.</li>
<li>Bersihkan bekas pengeboran dengan kuas secara berkala,</li>
<li>Semprotkan <a href="https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/fema/article/view/247">cairan pelumas pendingin</a> secara berkala pada mata bor,</li>
<li>Apabila pengeboran telaah selesai. Tekan tombol OFF untuk mematikan mesin.</li>
<li>Ulangi langkah 2 sampai 10, bila hendak membuat lubang baut pada titik lain.</li>
</ol>
<p>Masih berkaitan dengan proses pengeboran. Adakalanya pengeboran profil WF tidak dapat kita lakukan 1 tahap. Hal ini terjadi karena profil WF sangat tebal, sementara diameter lubang yang akan kita buat besar. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, pengeboran harus kita laksanakan 2 tahap, yaitu:</p>
<ul>
<li>Tahap I        : Melaksanakan pengeboran dengan mata bor yang kecil. Misalnya Ø4-8 milimeter.</li>
<li>Tahap II       : Lakukan pengeboran dengan ukuran mata bor sesungguhnya.</li>
</ul>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2593 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk-300x200.jpeg" alt="Contoh pengeboran untuk membuat lubang baut dengan menggunakan bor duduk" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk-300x200.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Cara melubangi profil CNP dengan bor duduk</strong></h2>
<p>Kegunaan profil CNP pada konstruksi bangunan, umumnya adalah sebagai bahan gording. Maka ukuran lubang baut pun tidak besar. Yaitu antara Ø10-16 milimeter saja. Juga demikian profil CNP agak tipis, yaitu≤3,2 milimeter. Serta memiliki tonase yang relatif ringan. Sehingga dengan menggunakan bor duduk pasti mumpuni. Adapun cara pelaksanaan pengeboran melalui langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Letakkan profil CNP pada matras yang telah tersedia,</li>
<li>Sorong agar lebih dekat dengan mesin bor. Lalu pastikan mata bor telah sejajar dengan titik bor,</li>
<li>Kunci posisi profil CNP. Agar tidak goyang atau bergeser,</li>
<li>Kemudian tekan tuas secara perlahan. Dan pastikan kembali bahwa titik bor telah benar.</li>
<li>Hidupkan mesin bor dengan cara menekan tombol ON,</li>
<li>Tekanlah tuas dengan kuat. Dan tahan selama proses pengeboran berlangsung,</li>
<li>Apabila pengeboran telah selesai. Tekan tombol OFF untuk mematikan mesin.</li>
<li>Ulangi langkah 1 sampai 7, jika ingin membuat lubang baut lainnya.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Tahap akhir proses pembuatan lubang baut</strong></h2>
<p>Setiap pengeboran telah selesai pada satu material baja. Baik yang menggunakan bor magnet, bor tangan, bor duduk dan mesin pon hidrolik. Tahap akhir proses pengeboran, lakukan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Bersihkan permukaan baja dari debu, cairan atau kotoran lain. Yang menempel selama pengeboran.</li>
<li>Haluskan permukaan lubang baut. Yakni dengan menggunakan gerinda tangan.</li>
<li>Cek kembali diameter serta jarak antar lubang baut,</li>
<li>Beri tanda pada material, bahwa telah melalui proses pemeriksaan akhir.</li>
</ol>
<p>Demikian penjabaran kami mengenai cara melubangi baja. Kami harap setelah membaca artikel ini, anda paham bagaimana pentingnya pekerjaan pengeboran. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan, saat membuat lubang baut!. Sebab dengan melakukan kesalahan yang kecil pun, akan berdampak pada kualitas konstruksi. Yang akhirnya anda akan menderita kerugian. Baik secara materi maupun material. Kerugian materi anda yaitu harus mengeluarkan biaya ekstra. Sementara rugi material anda, yakni harus mengganti material baja yang rusak dengan yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Penggunaan Alat Mesin Gerinda untuk Kerja Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2020 12:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[gerinda duduk]]></category>
		<category><![CDATA[gerinda potong]]></category>
		<category><![CDATA[gerinda tangan]]></category>
		<category><![CDATA[mesin gerinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Otomatis semangat kita menurun ketika peralatan tidak tersedia dengan lengkap, untuk melaksanakan sebuah pekerjaan, termasuk untuk kerja konstruksi baja. Dimana alat untuk kerja baja salah satunya adalah mesin gerinda, yang wajib ada baik saat melaksanakan fabrikasi maupun untuk pemasangan baja (erection). &#160;Begitu penting alat kerja, bila harus memilih antara alat kerja atau material/bahan, maka saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/">Panduan Penggunaan Alat Mesin Gerinda untuk Kerja Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Otomatis semangat kita menurun ketika peralatan tidak tersedia dengan lengkap, untuk melaksanakan sebuah pekerjaan, termasuk untuk kerja konstruksi baja. Dimana alat untuk kerja baja salah satunya adalah mesin gerinda, yang wajib ada baik saat melaksanakan fabrikasi maupun untuk pemasangan baja <em>(erection)</em>. &nbsp;Begitu penting alat kerja, bila harus memilih antara alat kerja atau material/bahan, maka saya akan memilih peralatan, yang harus lengkap terlebih dahulu. Sebab tanpa alat kerja yang komplit, kita tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik/benar dan cepat. Sebaliknya, menyediakan bahan bisa kita lakukan secara bertahap.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Oke, itu mengenai urgensi peralatan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan baja, yang antaranya akan kita bahas ini adalah mesin gerinda. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Prinsip kerja mesin gerinda</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Cara kerja mesin gerinda adalah batu/pisau gerinda yang berputar dengan kecepatan tinggi ke arah tertentu , kemudian bersentuhan/bergesekan dengan benda kerja, yang mengakibatkan benda tersebut menjadi halus, tajam atau terpotong. Sangat sederhana bukan?.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun proses awal mengoperasikan alat ini, yaitu agar mesin mampu menggerakkan batu gerinda, kita sambungkan dengan suplai listrik, kemudian kita hidupkan. Selesai!, alat telah siap untuk kita gunakan. Artinya kita tidak perlu melakukan beberapa tahap/proses lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara memilih mesin gerinda</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada <a href="https://www.teknikmart.com/blog/jenis-mesin-gerinda-dan-fungsinya/">berbagai jenis mesin gerinda</a> untuk keperluan pertukangan, namun khusus pada pelaksanaan kerja baja tidak semua alat tersebut kita sediakan. Perlu kita batasi, kebutuhan alat kerja harus berdasarkan manfaat apa yang akan kita peroleh dari penggunaan alat. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pemborosan biaya untuk pengadaan alat, padahal alat tersebut tidak begitu berfungsi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Melaksanakan pekerjaan baja yang berskala kecil maupun besar, ada proses dimana bahan harus kita potong, kemudian menghaluskan permukaan bahan. Serta beberapa alat bantu kerja lainnya yang perlu kita asah agar tajam, misalnya Mata bor, Drip atau Penitik drip. Yang mana semua jenis alat ini termasuk <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Alat Fabrikasi Baja</a>, silahkan anda buka sekaligus memahami <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">Macam-macam Istilah Lokal Terkait Konstruksi Baja.</a> Jadi secara singkat, kita membutuhkan perkakas ini&nbsp; adalah untuk memotong, menghaluskan serta mengasah. Cukup!, inilah cara paling efektif memilih jenis peralatan mana, yang benar-benar kita perlukan untuk kerja baja.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis mesin gerinda untuk kerja baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari penjelasan mengenai cara memilih mesin gerinda, dapat kita tentukan ada 2 jenis alat seperti ini yang harus kita sediakan, guna menunjang kelancaran pekerjaan baja, yaitu:</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Gerinda duduk</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mesin ini bagi kalangan pekerja baja menyebutnya dengan nama <em>Serkel</em> atau <em>Gerindo</em>, memiliki sebuah batu gerinda yang cukup tipis dengan ukuran diameter 14”. Adapun batu gerinda yang kita maksud adalah terbuat dari serbuk alumunium bercampur serbuk besi <em>(Iron oxide),</em> artinya selain batu gerinda yang terbuat dari bahan-bahan ini, tidak dapat kita gunakan untuk kerja baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tambahan, jenis batu gerinda untuk memotong, menghaluskan serta mengasah besi berbeda dengan batu gerinda yang kita pakai untuk memotong kayu atau keramik/beton. Maka selain menentukan jenis mesin gerinda, kita juga harus mengetahui jenis batu gerinda yang tepat untuk kerja baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berdasarkan cara penggunaan alat, mesin ini juga terkenal dengan nama gerinda potong duduk, yang berarti tukang melakukan pemotongan material baja dengan posisi duduk, bukan berdiri. Jadi dari namanya dapat kita pastikan bahwa fungsi alat ini adalah khusus untuk memotong.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="373" height="498" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Proses-pemotongan-baja-profil.jpeg" alt="Proses pemotongan baja profil menggunakan mesin gerinda potong" class="wp-image-2388" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Proses-pemotongan-baja-profil.jpeg 373w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Proses-pemotongan-baja-profil-225x300.jpeg 225w" sizes="(max-width: 373px) 100vw, 373px" /><figcaption>Gambar 1: Mesin gerinda duduk/potong besi</figcaption></figure></div>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Gerinda tangan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mesin ini tergolong multi fungsi sebab selain berguna untuk memotong baja, juga dapat kita pakai untuk menghaluskan serta mengasah. Mesin gerinda tangan memiliki bentuk yang lebih kecil daripada gerinda potong, demikian juga ukuran batu gerinda hanya berdiameter 4” saja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain multi fungsi, jenis alat ini dapat kita gunakan pada posisi berdiri atau duduk, sebab relatif ringan dan cara pemakaiannya sangat mudah. Itu alasannya mengapa alat ini bernama gerinda tangan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="427" height="640" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gerinda-potong-tangan.jpeg" alt="Proses memotong besi dengan memakai mesin gerinda tangan" class="wp-image-2389" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gerinda-potong-tangan.jpeg 427w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gerinda-potong-tangan-200x300.jpeg 200w" sizes="(max-width: 427px) 100vw, 427px" /><figcaption>Gambar 2: Mesin gerinda tangan</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai perbandingan antara mesin gerinda potong dan gerinda tangan, selain dari cara pemakaian seperti kita sebutkan tadi. Berdasarkan posisi material baja yang akan kita kerjakan, 2 alat ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan, yaitu:</p>



<ol type="1"><li>Bahan kita letakkan pada mesin gerinda potong sebelum kita melakukan pemotongan, artinya alat ini tetap pada posisinya.</li><li>Sebaliknya memakai gerinda tangan, material baja tetap berada ada tempatnya. Tetapi kita yang mendatangi bahan dengan membawa alatnya.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam komponen mesin gerinda</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau bentuk dan fungsi 2 jenis mesin gerinda tersebut berbeda, namun memiliki komponen yang relatif sama, antara lain:</p>



<ol type="1"><li>Unit mesin. Yaitu perkakas yang menggerakan batu gerinda, lengkap dengan elemen-elemen yang ada pada unit. Serta memiliki sebuah kabel/saklar untuk menyambungkan mesin dengan sumber listrik.</li><li>Penutup<em> (cover)</em> batu gerinda. Yang berfungsi tukang terhindar dari percikan api dan serbuk besi akibat terjadinya gesekan antara batu gerinda dengan material baja.</li><li>Baut pengunci/penjepit batu gerinda <em>(flange).</em> Adalah komponen yang terpisah dari mesin sebab dapat kita lepaskan dan pasang kembali, yaitu setelah batu gerinda kita pasang pada unit.</li><li>Pengunci. Yaitu alat pengeras baut penjepit batu gerinda, agar terpasang dengan sempurna dan kuat, sehingga batu gerinda tidak goyang atau lepas.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain 4 komponen ini, penting kita ingatkan kembali jenis batu gerinda yang kita pergunakan untuk kerja baja juga sama, hanya yang membedakan adalah diameter nya saja. Jadi dapat kita ambil kesimpulan, bahwa 2 macam peralatan ini, cukup efisien dan efektif bila kita pakai pada pelaksanaan pekerjaan baja. Sebab dapat kita fungsikan secara maksimal sesuai kebutuhan, juga dalam hal <em>maintenance </em>sangat mudah.&nbsp; &nbsp;&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara memotong baja dengan mesin gerinda duduk</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perlu kita ketahui, tidak semua bahan dapat kita potong menggunakan mesin gerinda duduk. Misalnya untuk memotong baja profil IWF alat ini pasti tidak mampu, sebab profil IWF sangat tebal. Silahkan bandingkan dengan cara <a href="https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/">Memotong Baja dengan Blender,</a> artikel tersebut juga membahas tentang jenis alat kerja konstruksi baja. (Perhatikan Gambar 1).</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Mengetahui batas kemampuan mesin</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun kemampuan mesin gerinda ini, yaitu untuk memotong baja yang memiliki tebal kurang dari 5 mm. Contohnya profil siku L 50.50.5 mm ke bawah, memotong baja profil CNP, besi beton, besi Hollow, pipa Ø4” serta profil UNP 100.50.5 mm ke bawah.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Batas maksimal tebal bahan tersebut, harus kita perhatikan ketika melakukan pemotongan baja menggunakan mesin gerinda. Sebab bila kita paksa memotong bahan yang memiliki tebal lebih dari 5 mm, maka perlu waktu yang lama hingga bahan bisa terpotong. Selain itu, batu gerinda akan cepat habis serta pemakaian listrik menjadi boros.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Langkah-langkah melakukan pemotongan baja</strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Berikut ini tahap demi tahap, langkah kerja melaksanakan pemotongan material baja dengan memakai gerinda duduk, pada bahan yang memiliki tebal ≤5 mm:</p>



<ol type="1"><li>Sambungkan kabel/saklar pada sumber listrik yang telah tersedia,</li><li>Letakkan profil baja sesuai tempat yang telah tersedia pada alat,</li><li>Atur posisi serta sudut potong profil baja dengan cara menggerakkan bahan,</li><li>Pastikan batas bahan yang akan kita potong telah segaris dengan batu gerinda,</li><li>Baja profil kita jepit menggunakan ragum yang telah tersedia pada mesin,</li><li>Hidupkan mesin dengan menekan tombol <em>ON/OFF,</em></li><li>Tekan mesin gerinda potong secara perlahan hingga batu gerinda menyentuh bahan,</li><li>Kemudian lepas secara perlahan sehingga mesin kembali pada posisi semula,</li><li>Cek kembali bahwa bahan yang akan kita potong telah sesuai dengan ukuran,</li><li>Tekan kembali gerinda potong dengan lebih kuat, hingga profil baja terputus.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, menandakan proses pemotongan sebuah material baja dengan alat mesin gerinda telah selesai. Untuk melakukan pemotongan pada bahan yang selanjutnya, anda lakukan kembali mulai dari langkah nomor 2.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips menghaluskan baja mengunakan gerinda tangan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Menghaluskan saja?, iya. Kita batasi saja, penggunaan mesin gerinda tangan tidak sampai tentang cara mengasah. Kita buat pembatasan mengingat proses mengasah alat bersifat termporer, sementara pekerjaan menghaluskan permukaan/penampang bahan sangat rutin. Demikian juga walaupun alai ini dapat kita gunakan untuk memotong bahan, tetapi telah kita bahas sebelumnya tentang cara pemotongan bahan yang tidak menggunakan jenis alat lain. Maka pada bagian ini, gerinda tangan kita khususkan penggunaannya untuk menghaluskan.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita tahu semua item pekerjaan baja, baik konstruksi baja profil maupun pekerjaan tralis besi, harus kita bersihkan dari dari bekas <em>Tack weld, Jig, Slag inclusion</em> serta <em>Mill scale</em>. Silahkan pahami <a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/">Istilah Asing dalam Konstruksi Baja</a>, yang tertera ada artikel tersebut. Yang mana bekas-bekas tersebut dapat kita bersihkan memakai mesin gerinda tangan. Adapun teknis pelaksanaannya adalah seperti berikut:</p>



<ol type="1"><li>Pastikan kabel/saklar telah tersambung dengan sumber listrik, serta periksa agar kabel listrik yang kita pakai sebagai sambungan jangan terlalu pendek,</li><li>Letakkan baja profil yang akan kita haluskan pada tempat yang datar, serta tidak berada pada ruang yang sempit,</li><li>Periksa apakah bahan telah cukup kokoh atau tidak goyang,</li><li>Bagian belakang mesin sebagai tempat memegang, jika perlu kita pegang dengan 2 tangan,</li><li>Kemudian hidupkan mesin gerinda tangan dengan menekan tombol ON/OFF,</li><li>Dekatkan secara perlahan dengan benda/bahan yang akan kita haluskan,</li><li>Tekan sedikit demi sedikit hingga permukaan bahan telah rata dan halus.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alat keselamatan kerja menggunakan mesin gerinda</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Alat keselamatan kerja memotong serta menghaluskan baja dengan mesin gerinda, sangat penting yaitu agar kita terlindung/terhindar dari percikan serbuk baja, meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja, serta memberi rasa nyaman dan aman sewaktu bekerja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 08/Men/VII/2010 Tentang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Alat_pelindung_diri">Alat Pelindung Diri (APD)</a>. Maka ada 7 jenis alat keselamatan kerja pada saat menggunakan mesin gerinda, yang harus kita sediakan dan harus sesuai Standar Nasional Indonesia, yaitu:</p>



<ol type="1"><li>Helm: untuk melindungi kepala dari benturan atau benda jatuh,</li><li>Kaca mata/Penutup wajah <em>(face shield): </em>untuk melindungi wajah/mata dari serbuk besi,</li><li>Sarung tangan: untuk menahan panas sekaligus agar tangan tidak terkena api/serbuk besi. (Perhatikan Gambar 2).</li><li>Penutup telinga: untuk mengurangi kebisingan akibat gesekan batu gerinda dan bahan,</li><li>Sepatu <em>(safty)</em>: agar terhindar dari <em>Slag inclusion</em> serta <em>Mill scale</em>,</li><li>Seragam/baju kerja: untuk memberi rasa aman/nyaman saat bekerja</li><li>Masker: agar terhindar dari polusi udara</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Demikian penjelasan tentang mesin gerinda untuk keperluan kerja baja. Kita telah bahas mulai mengenai prinsip kerja, jenis-jenis peralatan serta komponennya, cara penggunaan alat untuk memotong maupun menghaluskan permukaan bahan. Juga mengenai alat keselamatan kerja saat kita menggunakan alat ini.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari seluruh bahasan tersebut bila anda baca dengan seksama, maka anda akan menemukan ada beberapa kelebihan serta kekurangan mesin gerinda untuk kerja baja. Silahkan anda temukan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/">Panduan Penggunaan Alat Mesin Gerinda untuk Kerja Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 17:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis alat]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peralatan adalah satu unsur penting guna menjamin terlaksananya pekerjaan dengan lancar dan berkualitas. Sebab tanpa dukungan peralatan yang lengkap, maka akan pekerjaan menjadi lambat serta tidak bermutu baik. Jadi, agar baja dapat kita gunakan sebagai bahan struktur bangunan dengan baik, sangat membutuhkan alat fabrikasi yang komplit. Silahkan anda pelajari bagaimana Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Peralatan adalah satu unsur penting guna menjamin terlaksananya pekerjaan dengan lancar dan berkualitas. Sebab tanpa dukungan peralatan yang lengkap, maka akan pekerjaan menjadi lambat serta tidak bermutu baik. Jadi, agar baja dapat kita gunakan sebagai bahan struktur bangunan dengan baik, sangat membutuhkan alat fabrikasi yang komplit. Silahkan anda pelajari bagaimana <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi,</a> adalah satu unsur lain yang tak kalah penting dengan peralatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daftar jenis alat inti untuk melaksanakan fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Beikut ini daftar peralatan yang wajib ada dan sangat kita perlukan untuk fabrikasi baja. Masing-masing alat kita kelompokkan berdasarkan tahap-tahap pelaksanaan fabrikasi, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Alat membersihkan bahan <em>(Clearing)</em></h3>



<ul><li>Amplas,</li><li>Sikat kawat,</li><li>Mesin gerinda dan</li><li>Kain lap</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. Alat melakukan mengukur &amp; membuat tanda <em>(Marking)</em></h3>



<ul><li>Meter (meteran),</li><li>Alat ukur sudut (sikon),</li><li>Penitik drip,</li><li>Kapur besi <em>(Pencil stone)</em> dan</li><li>Spidol besi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. Alat untuk memotong <em>(Cutting)</em></h3>



<ul><li>Gerinda potong,</li><li>Alat potong manual/blander <em>(Cutting torch)</em>,</li><li>Alat potong elektrik <em>(Electric Cutting) </em>dan</li><li><a href="https://www.indotara.co.id/mesin-plasma-cutting&amp;id=636.html">Mesin potong plasma <em>(Plasma cutting Machine)</em></a></li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. Alat untuk membuat lobang <em>(Drilling)</em></h3>



<ul><li>Mesin Bor mangnet,</li><li>Alat Bor duduk,</li><li>Bor tangan dan</li><li>Bor pon <em>(Punch Drill)</em></li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. Alat untuk las <em>(Welding)</em></h3>



<ul><li>Mesin las arus bolak-balik atau kita kenal dengan sebutan mesin las AC,</li><li>Las arus searah atau terkenal dengan nama mesin las DC, serta</li><li>Las ganda atau yang kita kenal dengan nama mesin las AC-DC</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. Alat untuk cat <em>(Painting)</em></h3>



<ul><li>Adapun jenis alat yang kita butuhkan sebelum melakukan pengecatan antara lain adalah: Amplas, Sikat kawat, mesin gerinda, kain lap</li><li>Sementara jenis alat untuk melaksanakan pengecatan: Kuas, Rol, Mesin spray,</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="440" height="343" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2.jpg" alt="Gambar menunjukkan hasil proses fabrikasi bahan baja profil dengan menggunakan alat-alat yang lengkap" class="wp-image-1737" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /><figcaption>Gambar baja profil yang tengah di fabrikasi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar tersebut adalah baja profil yang tengah dalam proses fabrikasi. Agar bisa berbentuk seperti pada gambar tersebut, tentu bahan ini telah melalui beberapa tahap proses pengerjaan dengan menggunakan berbagai macam alat fabrikasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daftar jenis alat bantu fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain alat-alat inti yang telah kita sebutkan sebelumnya, yang kita pakai untuk melaksanakan proses perakitan <em>(Assembling)</em>. Juga memerlukan beberapa alat yang sifatnya situasional, artinya adalah alat-alat tersebut kita butuhkan hanya pada saat tertentu saja, atau tidak menjadi suatu keharusan, antara lain:</p>



<ul><li>Palu</li><li>Kaul</li><li><em>Jig</em></li><li>Mal</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mendapatkan hasil fabrikasi baja yang berkualitas dan tepat waktu, jenis-jenis alat fabrikasi ini harus kita pastikan telah tersedia dan dalam keadaan baik atau layak pakai. Selain itu, alat fabrikasi juga merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan (memenangkan tender) pekerjaan konstruksi baja. Sebab ada kalanya Konsultan pengawas atau MK meninjau ke Workshop anda, untuk mengetahui apakah pelaksanaan fabrikasi telah sesuai metode kerja atau belum. Dan salah satu kredit point yang dapat anda peroleh dari mereka, jika anda telah memiliki peralatan fabrikasi telah lengkap.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 16:17:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[engineer]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pengelasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fabrikasi baja adalah rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Dan selanjutnya kirim ke lokasi proyek untuk digunakan sebagai struktur konstruksi. Sedangkan pengertian metode kerja fabrikasi baja, adalah sesuatu perbuatan yang teratur melakukan secara bertahap untuk mengerjakan beberapa komponen bahan baja. Agar baja dapat kita gunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Fabrikasi baja adalah rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Dan selanjutnya kirim ke lokasi proyek untuk digunakan sebagai struktur konstruksi. Sedangkan pengertian metode kerja fabrikasi baja, adalah sesuatu perbuatan yang teratur melakukan secara bertahap untuk mengerjakan beberapa komponen bahan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Agar baja dapat kita gunakan untuk keperluan konstruksi bangunan terlebih dahulu melalui proses fabrikasi. Metode kerja fabrikasi baja yang benar harus kita laksanakan dengan tahap-tahap seperti berikut:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap I: Persiapan sebelum pelaksanaan fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Agar rangkaian proses pelaksanaan fabrikasi baja berjalan lancar dan berkualitas, perlu kita lakukan beberapa persiapan pada hal-hal seperti berikut ini:</p>



<ol type="1"><li>Workshop        : memastikan lokasi pelaksanaan fabrikasi adalah workshop bukan pada area yang tebuka. Workshop yang respresentatif untuk kerja baja adalah terhindar dari hujan dan panas.  Serta memiliki luas yang cukup untuk melaksanakan fabrikasi baja.</li><li>Shop drawing  : memastikan shop drawing telah lengkap dan telah melalui <em>approval</em> oleh pihak-pihak berkompeten, misalnya Engineer, Konsultan pengawas dan MK.</li><li>Peralatan         : memastikan semua <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Jenis Alat Fabrikasi Baja Konstruksi</span> telah lengkap dan dalam kondisi baik.</li><li>Bahan              : memastikan semua bahan yang akan kita gunakan sudah tersedia dan semua dalam kondisi baru, bukan sisa atau bahan bekas.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap II: Rangkaian metode kerja fabrikasi baja</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Pelaksanaan pembersihan <em>(clearing)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Membersihakan permukaan bahan dari kotoran yang menempel misalnya debu, air, minyak, gumpalan logam kasar dan sebagainya. Pembersihan juga harus kita lakukan pada lokasi/area kerja akan kita laksanakan fabrikasi, antra lain:</p>



<ul><li>Lantai kerja terbebas dari bekas-bekas bahan atau <em>Mill scale</em> pekerjaan sebelumnya, tidak bedebu dan lembab,</li><li>Pada area kerja tidak bercampur dengan bahan dan alat dari proyek yang lain</li><li>Peralatan tertata rapi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Penandaan<em> (marking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penandaan artinya memberi kode pada bahan yang akan kita kerjaan, sesuai kode yang tertera pada shop drawing. Langkah pemberian kode  bahan sebagai berikut:</p>



<ul><li>Mengukur bahan sesuai ukuran yang telah adadalam shop drawing dan memberi garis dengan kapur besi atau spidol warna putih,</li><li>Memastikan sisa bahan yang kita ukur tersebut dapat kembali kita pergunakan untuk bahan (tidak terbuang),</li><li>Memberi kode/tanda pada bahan dengan cat besi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Pengendalian <em>(controlling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebelum menuju proses selanjutnya, pengendalian kita lakukan oleh pengawas/engineer fabrikasi untuk memastikan:</p>



<ul><li>Lokasi kerja telah benar-benar bersih,</li><li>Pengukuran pada bahan sudah tepat,</li><li>Kode pada bahan sudah benar,</li><li>Sisa bahan bisa kita pergunakan untuk bahanlain.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Memotong <em>(cutting)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemotongan bahan kita lakukan dengan mempertimbangan kemungkinan terjadinya kontraksi/deformasi pada bahan yang akan kita potong. Untuk mendapatkan hasil yang baik pada bahan tersebut, kita lakukan dengan cara berikut:</p>



<ul><li>Garis batas pemotongan bahan telihat dengan jelas,</li><li>Posisi permukaan bahan tegak lurus terhadap mesin/alat potong, tidak puntir atau miring</li><li>Bekas irisan benar-benar lurus, rata atau tidak kasar</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Membuat lobang <em>(drilling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Lobang yang dibuat pada bahan berguna untuk sambungan dengan mur baut. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada sambungan mur baut, dipengaruhi oleh diamter lobang yang tersedia pada bahan serta jarak lobang apakah sudah sesuai dengan shop drawing. Beberapa langkah kerja membuat lobang pada bahan:</p>



<ul><li>Lakukan pengukuran ulang pada bahan yang sudah tersedia, sekaligus memberi tanda dimana posisi akan dibuat lobang, serta berapa ukuran/diameter lobang</li><li>Ketentuan diamter lobang yang akan dibuat adalah ˃0,5-1 mm diameter baut</li><li>Ketentuan membuat lobang pada bahan yang ketebalannya ≤3 mm dapat dilakukan dengan mesin/alat <em>Punch,</em>sementara tebal ≥3 harus menggunakan alat bor</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Perakitan <em>(assembling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perakitan bahan guna memperoleh bentuk yang sesuai dengan shop drawing, yaitu menggabungkan bahan dengan <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Komponen Struktur Rangka Baja Profil</a> lainnya. Misalnya memasang <em>Clead plate</em> pada balok profil IWF, memasang <em>Gusset plate</em> pada rangka batang siku dan seterusnya. Jika bahan yang dirakit tidak sesuai dengan shop drawing, kemungkinan kesalahan terjaddi mulai dari <em>Marking, Cutting dan Drilling.</em>Untuk mengantisipasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi, peran pengawas/engineering saat fabrikasi sangat penting.</p>



<h3 class="wp-block-heading">7. <strong>Metode</strong> <strong>pegelasan <em>(welding)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk medapatkan hasil las yang baik dan maksimal perlu menerapkan <a href="https://www.pengelasan.net/teknik-pengelasan/">teknik pengelasan yang benar</a>. Dan beberapa syarat yang perlu diperhatikan diantaranya permukaan bahan harus benar-benar bersih, menyesuaikan jenis dan tebal las dengan bahan yang akan dilas, posisi bahan yang akan dilas apakah miring atau dapat berobah. Jika bahan yang akan dilas tidak stabil maka perlu dibuat <em>Jig,</em> yang berfungsi membatu tukang memegang/menjepit bahan selama proses pengelasan dilaksanakan. Pengelasan bahan dilakukan dengan langkah-langkah sebagi berikut:</p>



<ul><li>Langkah I: melakukan <em>Tack weld</em>, yaitu membuat titik-titik las pada bahan. <em>Tack weld</em> dilakukan bersamaan dengaan <em>Assembling.</em></li><li>Langkah II: jika semua <em>Tack weld</em> telah dilakukan dengan benar pada bahan, maka selanjutnya dapat dilakukan pengelaan <em>(full welding)</em></li><li>Langkah III: membersihkan kerak atau bekas las</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="715" height="420" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_.jpg" alt="Dalam gambar diperlihatkan posisi yang akan dilaksanakan pengelasan, adalah bagian dari metode kerja" class="wp-image-1731" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_.jpg 715w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_-300x176.jpg 300w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /><figcaption>Gambar detail sambungan las (Pengelasan)</figcaption></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">8. <strong>Pemeriksaan awal <em>(first checking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemeriksaan awal pada bahan yang telah melalui rangkaian proses fabrikasi, dilakukan oleh pengawas/engineer bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pemerikasaan ini harus berpedoman pada shop drawing, antara lain mengenai:</p>



<ul><li>Ukuran dan jumlah bahan yang di fabrikasi,</li><li>Diameter, jarak dan jumlah lobang pada bahan,</li><li>Mutu las</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap III: Metode kerja finishing baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Finishing kita lakukan setelah tahap II selesai, dan telah mendapat persetujuan dari pengawas/engineer untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap ini kiita lakukan dengan mempertimbangkan hal-hal dibawah ini:</p>



<ul><li>Area untuk pekerjaan finishing berbeda dengan area proses fabrikasi, maka perlu memindahkan bahan ke area khusus melaksanakan finishing,</li><li>Semua bahan yang telah melalalui rangkaian proses fabrikasi harus segera kita cat,</li><li>Memisahkan bahan sesuai kode pada masing-masing bahan,</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Pelaksanaan pengecatan <em>(painting)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengecatan permukaan besi segera kita lakukan untuk menghidari korosi, sebab korosi pada besi dapat terjadi karena udara yang lembab, berdebu serta akibat adanya bekas las pada bahan. Spesifikasi cat besi yang kita butuhkan pada baja ada beberapa macam, antara lain:</p>



<ul><li>Lapisan <em>Base coating</em> dan cat finishing <em>(top coating) </em>saja atau,</li><li>Terdiri dari <em>Sand blasting, Base coting,</em> dan <em>Top coating.</em> &nbsp;</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara proses pengecatan dapat kita lakukan dengan 3 jenis yaitu <em>spary, rol</em> dan kuas. Karena masing-masing pekerjaan memiliki spesifikasi dan proses pengecatan yang beragam, maka teknis pelaksanaan cat selalu mengacu pada shop drawing. Serta dibawah pengawasan oleh seorang  pengawas/engineer yang khusus mengani pekerjaan finishing cat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Pemeriksaan akhir <em>(final checking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemerikasaan akhir pada bahan kita lakukan oleh seorang <em>Quality Control (QC), </em>yang bertugas untuk melakukan <em>Cros check</em> jumlah dan kode bahan, dan juga melaksanakan kontrol pada kualitas cat bahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Pengepakan <em>(packing)</em></strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Melaksanakan pengepakan bahan kemungkinan kita laksanakan sebab 2 hal, yakni:</p>



<ul><li>Bahan yang telah selesai fabrikasi langsung kirim ke proyek. Jika hal ini memungkinkan akan lebih baik, sebab tidak perlu lokasi ekstra untuk tempat penyimpanan bahan workshop. Hanya yang kita perlukan armada/alat transportasi yang memadai untuk mengangkut bahan ke lokasi proyek.</li><li>Bahan yang telah selesai fabrikasi tidak langsung kirim ke proyek. Hal ini perlu memperhatikan lokasi penyimpanan agar tidak mengakibatkan kerusakan pada bahan. Misalnya bahan tidak bersinggungan langsung dengan tanan, jadi tempatkan pada ruang tertutup dan terhindar dari panas atau hujan.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-normal-font-size">Berdasarkan tahap-tahap metode kerja fabrikasi baja tersebut, dapat kita simpulkan ada 4 orang yang memiliki peran penting menangani rangkaian proses fabrikasi hingga finishing, yaitu pengawas/engineering yang bertugas untuk:</p>



<ol type="1"><li>Mengawasi proses <em>Marking</em> hingga <em>Controlling</em></li><li>Menangani proses <em>Cutting</em> hingga <em>First Checking</em></li><li>Menangani proses <em>Painting</em></li><li><em>Quality Control (QC)</em></li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain itu ada 2 orang bagian logistik, yaitu yang menangani bagian penerimaan bahan dan yang menangani bagian pengiriman bahan yang sudah selesai selsai fabrikasi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>33+ Macam-macam Istilah Lokal Terkait Konstruksi Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 15:39:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa daerah]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[istilah lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain 119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja, masih ada macam-macam istilah terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja yang bersifat lokal atau berasal dari daerah. Istilah-istilah lokal tersebut tetap eksis sampai saat ini karena sesama tukang terbiasa melakukan komunikasi menggunakan bahasa daerah, saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja. Dibawah ini beberapa istilah terkait pekerjaan konstruksi baja yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">33+ Macam-macam Istilah Lokal Terkait Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain <a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/">119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja</a>, masih ada macam-macam istilah terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja yang bersifat lokal atau berasal dari daerah. Istilah-istilah lokal tersebut tetap eksis sampai saat ini karena sesama tukang terbiasa melakukan komunikasi menggunakan bahasa daerah, saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dibawah ini beberapa istilah terkait pekerjaan konstruksi baja yang banyak dipergunakan/ditemukan di daerah Jawa Tengah, khususnya Semarang dan sekitarnya. Istilah-istilah tersebut kita kelompokkan menurut proses pelaksanaan, jenis alat dan item pekerjaan, antara lain:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam istilah berkaitan dengan proses pelaksanaan</strong></h2>



<ol type="1"><li>Rol             : sama dengan <em>Bending</em>. Proses membentuk bahan agar mejadi lengkung atau bengkok, biasanya untuk membuat rangka atap, kanopi dan reilling tangga.</li><li>Peil            : sama dengan <em>Elevation</em> atau elevasi</li><li>Tangkep    : istilah yang ditujukan ketika baja profil yang sejenis dipasangkan atau di-<em>double</em>. Contohnya perhatikan penulisan berikut: <strong>Siku JL 50x50x5mm,</strong> maknanya sama dengan jika ditulis <strong>Siku 2L 50x50x5mm.</strong> Artinya ada 2 besi profil Siku yang dipasangkan menjadi bahan tertentu, seperti pada gambar dibawah ini.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="680" height="468" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las.jpg" alt="Pada gambar memperlihatkan istilah Tangkep ditulis pada keterangan bahan, yaitu Siku JL 50x50x5 dan Siku JL 60x60x6" class="wp-image-1903" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las.jpg 680w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-buhul-sambungan-las-300x206.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Gambar yang berisi contoh penulisan keterangan bahan (Siku JL 50x50x5)</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Istilah berkaitan dengan jenis alat</strong></h2>



<ol type="1"><li>Blander                  : alat pemotong bahan yang menggunakan tekanan angin dan api gas</li><li>Bok                        : alat bantu untuk pemasangan tiang kolom atau kuda-kuda baja. Berupa tiang yang terbuat dari rangka baja atau pipa besi, dengan ketinggian tertentu.</li><li>Bodem                   : palu besar, yang beratnya mencapai 3-5kg</li><li>Drip                       : sejenis <em>Drip penitik</em> yang berfungsi untuk membuat titik bor, dan dapat juga kita pakai saat pemasangan baut</li><li>Grindo                   : gerinda</li><li>Graji                      : gergaji</li><li>Kaul                       : alat untuk memutar posisi permuakaan baja profil IWF dan H-Beam, yang terbuat dari besi beton berdiameter 25mm atau lebih.</li><li>Lier                        : alat untuk menaikkan kuda-kuda baja secara manual, agar dapat terpasang pada tiang kolom atau balok. Alat ini berguna pada saat <em>Erection</em>, yang mana kelengkapan alat ini agar dapat kita gunakan adalah Bok, Tambang dan Takel.</li><li>Meteran rol            : alat pengukur dengan pita ukur yang terbuat dari lempengan plat baja yang sangat tipis, alat ini bisa mengukur jarak 50 meter atau lebih secara langsung.</li><li>Mal                        : sejenis <em>Mockup</em> dari kertas yang berguna sebagai cetakan bahan yang akan kita potong atau kita buat lobang. Mal kita buat sesuai ukuran <em>real-</em>nya atau dengan skala 1:1</li><li>Plong                     : lajur ruang kosong antara tiang kolom atau kuda-kuda</li><li>Mesin plong           : alat untuk membuat lobang dengan manual, dengan cara memberi tekanan <em>(Punch) </em>pada permukaan bahan hingga terbentuk sebuah lobang</li><li>Serkel                    : mesin pemotong besi, yang dalam bahasa Indonesia bernama <em>Gerinda potong</em></li><li>Slep                       : mesin pemotong besi dengan ukuran yang lebih kecil. Selain untuk memotong alat ini juga berfungsi menghaluskan permukaan besi, bekas las dan sebagainya</li><li>Sikon                     : alat pengukur/pembuat sudut,</li><li>Tanggem    : sama dengan <em>ragum;</em> yaitu alat penjepit benda/bahan, berfungsi untuk menahan benda yang akan kita gerakan agar tidak bergerak, misalnya saat melakukan pengeboran</li><li>Takel                     : sejenis alat katrol atau <em>Chain block</em> yang berfungsi untuk mengangkat beban dengan cara metarik dengan tangan manusia (manual), lengkap dengan gantungan yang kuat.</li><li>Tambang    : tali tambang, yaitu tali yang terbuat dari serat tanaman atau atau plastik, pilin menjadi satu kesatuan.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam istilah berkaitan dengan item pekerjaan</strong></h2>



<ol type="1"><li>Angkul talang        : rangka talang horizontal, yang terbuat dari besi profil Siku atau Stripplat</li><li>Gelogor      : balok gelagar, fungsinya menyerupai Regel. Namun gelagar terpasang antara 2 kuda-kuda baja</li><li>Jarum gording        : sama dengan <em>Sag rod</em> atau Trectang</li><li>Kres angin : sama dengan <em>Wind brace</em></li><li>Kopel sambung      : pengaku tambahan yang terpasang menjepit pada sisi luar bahan yang kita sambung, umumnya koel sambungan menggunakan baja plat</li><li>Plendes     : sama dengan <em>Base Plate</em></li><li>Plekat        : sama dengan <em>Clead plate</em></li><li>Rib             : sama dengan <em>Stiffners</em></li><li>Regel         : balok pengaku/pengikat antar tiang kolom, Regel sama dengan <em>Tie beam</em></li><li>Plengsengan       : sama dengan Selasar, yaitu rangka dan atap yang miring hanya pada satu arah saja. </li><li>Sumpil       : pengaku tambahan yang terpasang menempel/melekat pada posisi bawah sebuah balok atau kuda-kuda baja. Pada wilayah/daerah Jawa Barat sumpil mereka sebut dengan istilah <em>Dagu</em></li><li>Sekur         : penyangga, yaitu batang yang terpasang terpisah dengan kemiringan tertentu, yang berfungsi sebagai penyangga balok yang ada pada atasnya</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimp</strong><strong>u</strong><strong>lan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk daerah lain tidak menutup kemungkinan kita temukan istilah-istilah lain yang menggunakan bahasa daerah masing-masing. Atau memiliki istilah yang sama dengan yang kita sebutkan sebelumnya. Seperti kita ketahui seluruh wilayah Indonesia bangunan dengan struktur konstruksi baja sangat banyak, jadi para pekerja yang berkecimpung sedikit banyak akan memakai bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan sesama. Dari komunikasi tersebut lambat laun dan secara tidak langsung, memunculkan istilah-<a href="https://imasndra.com/festival-bahasa-daerah-melestarikan-bahasa-daerah/">istilah baru yang bersifat kedaerahan yang perlu dilestarikan.</a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">33+ Macam-macam Istilah Lokal Terkait Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 13:55:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa asing]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[elemen bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[erection]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[harga satuan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[standar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>119 istilah asing yang sering kita temukan/pakai dalam pelaksanaan konstruksi baja, sepintas terlihat berasal dari bahasa Inggris. Betul, namun ada sebagian dari istilah tersebut tidak kita temukan dalam kamus bahasa Inggris. Atau jika kita terjemahkan dalam bahasa Inggris arti yang kita peroleh tidak sama dengan istilah yang ada dalam konstruksi baja. Bagaimana ini terjadi?, mungkin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/">119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">119 istilah asing yang sering kita temukan/pakai dalam pelaksanaan konstruksi baja, sepintas terlihat berasal dari bahasa Inggris. Betul, namun ada sebagian dari istilah tersebut tidak kita temukan dalam kamus bahasa Inggris. Atau jika kita terjemahkan dalam bahasa Inggris arti yang kita peroleh tidak sama dengan istilah yang ada dalam konstruksi baja. Bagaimana ini terjadi?, mungkin butuh kajian lebih dalam tentang sejarah dan perkembangan konstruksi baja di Indonesia.</p>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita tahu, wilayah Indonesia banyak bangunan peninggalan Belanda yang menggunakan rangka konstruksi baja. Bangunan-bangunan tersebut masih kokoh dan sampai saat ini masih berfungsi, salah satunya bangunan stasiun <a href="https://heritage.kai.id/page/sejarah-perkeretapian">Kereta Api Indonesia</a>. Adalah salah satu bukti kuat bahwa perjalanan sejarah konstruksi baja negeri ini telah panjang. Dan adanya 119 istilah asing dalam pelaksanaan konstruksi baja Indonesia saat ini, kemungkinan tidak terlepas dari sejarah tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut ini macam-macam istilah yang tidak berasal dari bahasa Indonesia, yang akan kita bagi dalam beberapa kelompok. Pembagian kelompok istilah, ini bertujuan agar mudah kita pahami, yaitu:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 1: Istilah asing berkaitan dengan jenis bahan</strong></h2>



<ol type="1"><li>Angle                     : sudut; istilah ini juga umumnya tujukan untuk baja profil siku</li><li>BSP                        : singkatan dari <em>Black Steel Pipe, </em>artinya Pipa Baja Hitam</li><li>Castellated             : balok baja profil I, yang pada tengahnya ada lobang/rongga dengan pola tertentu dan teratur. Istilah lain Castellated adalah <em>Honeycomb</em> atau <em>HCO.</em></li><li>Flends/flange         : penonjolan tepi profil IWF dan H-Beam; yang tulisannya dengan code <em>t2</em></li><li>Web           : bagian tengah yang menghubungkan antara 2 <em>Flends</em>; tertulis dengan code <em>t1. </em>(Penulisan code <em>t1 &amp; t2,</em> dapat kita lihat pada gambar berikutnya)</li><li>GIP             : singkatan dari <em>Galvanized Iron, Pipe </em>artinya Besi Pipa Galvanis</li><li>Hot rolled  : baja profil yang terbentuk dengan cara rol dalam kondisi panas,</li><li>Lip channel            : baja profil CNP atau biasa kita sebut juga canal C</li><li>Purlin          : gording; agar tahu bahan gording dari apa, silahkan perlajari <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-cnp-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil CNP dan Kegunaan Bahan</a></li><li>Steel bar    : besi beton. Istilah untuk besi beton polos maupun ulir.</li><li>Sag Rod     : (batang melorot). Dalam konstruksi baja Sag rod adalah Trecstang, yaitu pengeras atau pengaku antar gording agar lurus dan rigid<em>. </em>Bahan Sag rod adalah besi beton, yang mana kedua ujungnya ada ulir (<em>sney) </em>dan masing-masing berisi dengan 2 Mur</li><li>Steel tube   : pipa besi tahan karat, yaitu pipa yang pada permukaan bahan terdapat lapisan oksida yang tahan terhadap pengaruh oksigen, misalnya pipa stainless dans pipa alumunium</li><li>King Cross : balok yang terbentuk dari 2 bahan baja profil IWF atau H-Beam, dengan ukuran bahan yang sama dan bentuk simetris,</li><li>Queen Cross          : balok yang terbentuk dari bahan baja profil IWF atau H-Beam, dengan ukuran bahan yang sama namun bentuk tidak simetris, (Contoh <em>King Cross</em> dan <em>Queen Cross,</em> dapat kita lihat gambar berikut).</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="569" height="475" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Baja-King-Cross.jpg" alt="Contoh Istilah asing terkait dengan jenis bahan adalah King Cross dan Queen Cross, berikut ini gambarnya " class="wp-image-1977" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Baja-King-Cross.jpg 569w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Baja-King-Cross-300x250.jpg 300w" sizes="(max-width: 569px) 100vw, 569px" /><figcaption>Gambar baja profil King Cross dan Queen Cross</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 2: Istilah asing berkaitan dengan item pekerjaan</strong></h2>



<ol type="1"><li>Bay             : jarak horizontal antar kolom struktur</li><li>Bracing      : (yang menguatkan); adalah sebuah elemen pengaku pada struktur portal, berbentuk silang atau diagonal</li><li>Cremona    : kuda-kuda yang terbuat dari rangka baja profil siku dengan sambungan <em>Gusset plate </em>dan mur baut</li><li>Column      : tiang kolom struktur</li><li>Framing     : rangka struktur atap yang menjadi satu kesatuan untuk menerima beban dari atasnya</li><li>Girder        : balok struktur utama</li><li>Gutter        : talang horizontal, berfungsi untuk menampung air hujan dari atap</li><li>Gable         : atap pelana; istilah ini sering juga kita tujukan untuk tiang kolom yang lebih kecil ukurannya dari <em>Column</em>,</li><li>Jack Roof  : kuda-kuda monitor; istilah lain jack roof kita kenal juga dengan <em>kukuk</em></li><li>Jack beam  : balok struktur, berfungsi sebagai penopang kuda-kuda dari atasnya.</li><li>Mezzanine             : loteng (dak) yang berada pada lantai 2 atau selebihnya,</li><li>Mezzanine Beam   : balok struktur untuk rangka loteng (dak)</li><li>Portal frame          : sama dengan <em>Tie beam</em></li><li>Rafter                    : kasau atau sebuah struktur kuda-kuda</li><li>Roof Frame           : bingkai/rangka atap</li><li>Steel frame            : bingkai/rangka besi</li><li>Spand                    : struktur kuda-kuda yang hanya menumpu pada sisi terluar struktur, sehingga pada bagian tengahnya menjadi sangat luas karena tidak tehalang oleh tiang kolom.</li><li>Space Frame          : bingkai/rangka ruang; sering kita tujukan untuk kuda-kuda yang terbuat dari rangka batang, misalnya kuda-kuda cremona.</li><li>Tie beam                : balok pengikat antar tiang kolom,</li><li>Truss                      : kuda-kuda yang terbuat dari beberapa rangka batang menjadi satu kesatuan untuk menahan beban</li><li>Windfree   : list tepi pada ujung gording, yang berfungsi sebagai listplank</li><li>Wind brace            : ikatan angin, berfungsi untuk pengeras atau pengaku antar kuda-kuda agar lurus dan rigid. Mengatur tegangan kuda-kuda dengan menggunakan <em>Steel bar</em></li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 3: Istilah asing berkaitan dengan <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur rangka baja profil</a></strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1.Komponen struktur terkait angkur baja, mur baut dan pelat</h3>



<p>Anchor bolt           : angkur atau jangkar yang berfungsi sebagai pengikat antara <em>Base plate</em> dengan pondasi, balok dan kolom beton,</p>



<p>Base plate : plat landas, yaitu dudukan kolom agar bisa berdiri kokoh dan mampu menerima beban diatasnya. Base plate terbuat dari bahan baja plat dan diberi lobang untuk angkur baut</p>



<p>Bolt &amp; nuts            : baut dan mur</p>



<p>Black nuts  : mur hitam, yaitu mur memiliki mutu standar BJ 37 atau ASTM A36</p>



<p>Chemical anchor bolt         : angkur yang menggunakan zat kimia dalam pemasangannya, guna menambah kekuatan tarik dan geser angkur pada bidang beton, agar mendapatkan hasil terbaik.</p>



<p>Clead plate : plat lekat, yang terbuat dari bahan baja plat dan diberi lobang baut. Berfungsi sebagai koneksi atau penyambung batang baja profil yang diikat dengan mur dan baut.</p>



<p>Cap plate   : plat tutup, umumnya dipasang pada bagian atas kolom sebagai tutup tiang kolom,</p>



<p>Chequared plate     : plat bordes, baja plat yang 1 sisi permukaannya dibuat timbul bergelombang berbentuk jajaran genjang, dan dengan pola seragam.</p>



<p>End plate   : plat tepi balok, berguna untuk penghubung antar balok atau balok dan kolom, dengan sambungan mur baut. Fungsi <em>End plate</em> hampir sama dengan <em>Clead plate.</em></p>



<p>Gusset plate           : plat buhul, yaitu sistem sambungan memakai plat baja, bisa tunggal atau berpasangan. Gusset plate banyak ditemukan pada pembuatan kuda-kuda cremona,</p>



<p>Stiffner                  : plat pengaku; berguna atau pencegah tekuk dan puntir yang dilas pada balok,</p>



<p>HTB                       : singkatan dari High Tention Bolt, yaitu baut bermutu tinggi yang memiliki tensile strength >690 Mpa</p>



<p>Knock down          : Sistem sambungan atau join rangka baja memakai Mur baut,</p>



<p>Turn buckle           : adalah bahan pengatur tegangan (pengeras) tali, kabel,batang pengikat. Istilah lainnya disebut <em>Stetching srew</em></p>



<p>Waltermur  : sama dengan <em>Turn buckle</em>, biasa digunakan untuk pengeras <em>Wind brace</em> yang dipasang antar kuda-kuda,</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.Komponen struktur terkitan dengan cat</h3>



<p>Base coating          : cat dasar,</p>



<p>Zinchromate          : cat dasar anti karat bermutu tinggi, berfungsi untuk memberikan lapisan perlindungan pada permukaan besi</p>



<p>Primer coating        : lapisan persiapan yang ditambahakan pada permukaan bahan sebelum dicat. Primer coating dalam lingkup pekerjaan konstruksi baja adalah <em>Zinchromate</em></p>



<p>Spray                     : cat semprot, yaitu pengecatan pada bahan yang dilakukan melalui semprotan angin</p>



<p>Sandblasting          : proses pembersihan permukaan dengan cara menembakkan partikel (pasir) ke permukaan material, sehingga permukaan material tersebut bersih dan kasar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 4: Istilah asing berkaitan dengan jenis bangunan &amp; elemennya</strong></h2>



<ol><li>Balcony&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : balkon, yaitu bagian tambahan sebuah bangunan yang menonjol keluar</li><li>Canopy&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : kanopi, yaitu atap tambahan pada bagian luar bangunan utama yang berfungsi sebagai pelindung terhadap panas dan hujan,</li><li>Cantilever&nbsp; : elemen struktur yang kaku, seperti balok atau pelat yang salah satu ujungnya ditancapkan pada bagian penyangga</li><li>Cladding&nbsp;&nbsp;&nbsp; : rangka dinding atau penyekat ruang, yang terbuat dari rangka besi</li><li>Wall clading&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : penutup dinding, dipasang pada sisi luar atau sisi dalam <em>Clading</em></li><li>Fascia&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : listplank, dipasang pada tepi luar bangunan dengan maksud agar memiliki estetika (nilai tambah arsitektural),</li><li>Factory&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : pabrik</li><li>Roofing&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : penutup atas suatu bangunan, berfungsi untuk melindungi bagian dalam bangunan dari hujan maupun panas</li><li>Ridge&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : nok/kerpus, atau susut puncak bangunan</li><li>Roof slope : sudut kemiringan atap,</li><li>Steel deck&nbsp; : plat baja galvanized, berfungsi sebagai lapisan paling dasar pengecoran dak beton.</li><li>Shear connector&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : stek penghubung <em>Girder</em> dengan tulangan plat lantai beton</li><li>Storage&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : ruang penyimpanan, menyerupai <em>Warehouse</em> namun memiliki fungsi yang lebih spesifik</li><li>Steel console&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : konsol baja, yaitu rangka batang tambahan pada <em>Rafter,</em> yang dipasang pada bagian luar bangunan yang&nbsp; fungsinya sama dengan <em>Roofing</em></li><li>Warehouse : pergudangan, berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 5: Istilah berkaitan dengan pelaksanaan farikasi</strong></h2>



<ol><li>Aprroval    : persetujuan; umumnya <em>Shop drawing</em> perlu aprroval oleh pihak-pihak berkompeten terlebih dahulu sebelum kita serahkan ke bagian fabrikasi.</li><li>Bending     : membengkokkan, atau membuat bentuk lengkung</li><li>Butt welding          : teknik pengelasan yang tukang lakukan secara manual atau otomatis pada potongan baja</li><li>Cutting                   : proses pemotongan bahan</li><li>Camber                  : lawan lendut; yaitu ruang/rongga yang terjadi akibat lendutan pada bahan</li><li>Drilling                  : proses pegeboran bahan dengan menggunakan alat bor</li><li>Deformasi profil    : perubahan bentuk atau ukuran pada profil</li><li>Fabrication : rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui sebuah proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi, yang selanjutnya siap kirim ke lokasi proyek dan gunakan sebagai struktur konstruksi</li><li>Jig              : alat pemegang benda/bahan yang berfungsi membantu tukang selama proses pengerjaan</li><li>Marking     : penandaan; yaitu membuat tanda atau code pada bahan yang akan melalui proses fabrikasi. Penandaan sesuai <em>Shop drawing</em></li><li>Mill scale   : limbah industri baja yang masih memiliki kandungan besi sekitar 72%, misalnya kerak bekas bor dan sisa-sisa pemotongan besi</li><li>Punching    : proses pembuatan lobang dengan cara menekan permukaan bahan, dengan menggunakan alat  hidrolik</li><li>Root gap    : parameter yang menentukan keberhasilan mendapat hasil penembusan yang baik pada akar las</li><li>Shop drawing         : gambar kerja; adalah gambar yang menjelaskan detail, jenis dan ukuran bahan yang akan berguna untuk pelaksanaan fabrikasi maupun erection.</li><li>Setting                    : proses penyitelan/perakitan rangka baja guna memperoleh bentuk yang kita inginkan, yaitu pada saat fabrikasi. Setting berarti juga uji coba rangka apakah sudah sesuai bentuk yang kita inginkan atau tidak.</li><li>Slag inclusion        : salah satu jenis cacat las akibat kontaminasi udara luar yang tidak bersih pada saat melakukan pengelasan</li><li>Tack weld  : paku las; atau titik las yang ada hanya pada titik-titik tertentu</li><li>Welding     : pegelasan atau proses penyambungan logam dengan menggunakan energi panas untuk mencairkan sebagian logam pengisi celah yang akan kita sambung</li><li>Wire brush : sikat kawat</li><li>Workshop : bangunan menyerupai gudang, tempat untuk melaksanakan fabrikasi. Workshop berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata <em>work</em> dan <em>shop</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 6: Istilah b</strong><strong>erkaitan</strong><strong> </strong><strong>dengan</strong><strong> </strong><strong>pelaksanaan erection dan alat kerja</strong></h2>



<ol><li>Assembling            : perakitan; defenisi sama dengan <em>Install </em>dan<em> Setting. </em>Perakitan bisa yang tukang lakukan pada workshop maupun pada lokasi proyek</li><li>Erection     : proses menaikkan rangka baja pada posisi akan terpasang, proses ini tukang lakukan pada lokasi proyek.</li><li>Crane                     : alat mekanikal dengan menggunakan <em>hoizt</em>, yang berfungsi untuk memindahkan bahan</li><li>Chain Block           : atau <em>Hand Chain Hoizt</em>, yaitu mekanisme yang berguna untuk mengangkat dan menurunkan beban</li><li>Instal                      : proses penyitelan/perakitan rangka baja yang tukang lakukan pada proyek, yaitu sebelum <em>erection</em></li><li>Spanner     : sama dengan <em>Wrench</em></li><li>Tower Crane          : derek jangkung, berfungsi untuk mengangkat benda secara vertikal maupun horizontal</li><li>Torque wrench      : kunci momen atau kunci torsi, berfungsi untuk mengeratkan baut dan mur dengan tingkat kekuatan dan kekencangan yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan</li><li>Wrench                  : kunci, yaitu alat pengeras baut dan mur yang terbuat dari baja</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 7: Istilah b</strong><strong>erkaitan</strong><strong> </strong><strong>dengan</strong><strong> satuan dan ukuran</strong></h2>



<ol><li>Axis           : as; yaitu titik tengah kolom, balok atau bangunan</li><li>Elevation   : elevasi, titik tertentu pada posisi vertikal</li><li>Ea              : sama dengan Unit atau Lot, satuan yang berguna untuk menentukan kuantiti suatu benda yang komplek, misalnya pintu dan kusen</li><li>Metric size : ukuran millimeter</li><li>Nos            : singkatan dari <em>Not Otherwise Specifield,</em> artinya adalah kurang lebih</li><li>Pcs             : singkatan dari <em>Piece,</em> artinya buah atau biji, namun istilah ini berguna untuk jumlah jamak atau lebih dari 1, satuan ini biasanya kita pakai ketika membeli mur dan baut</li><li>Pc              : berasal dari kata <em>Piece, </em>namun satuan ini berguna untuk jumlah tunggal atau 1</li><li>Scale          : skala</li><li>T.O.B          : singkatan dari <em>Top of Beam;</em> yaitu keterangan gambar yang menjelaskan elevasi permukaan atas sebuah balok baja     </li><li>Tonnage     : tonase, adalah satuan berat pekerjaan konstruksi baja, berasal dari satuan Ton (1 ton = 1.000 kg)</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 8: Istilah b</strong><strong>erkaitan</strong><strong> </strong><strong>dengan</strong><strong> </strong><strong>ketentuan dan standar bangunan</strong></h2>



<ol><li>AISC&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : American Institute of Steel Construction Specification</li><li>AWS&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : American Welding Society</li><li>ASTM &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : American Society for Testing and Materials</li><li>JASS &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Japanese Architectural Standart Specivication</li><li>JISS&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Japanese Standart Association</li><li>PPBBI&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984</li><li>SII&nbsp;           : Standar Industri Indonesia</li><li>SNI&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Standar Nasional Indonesia</li><li>SSPC&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Steel Structures Painting Council</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">119 istilah asing ini penting kita pahami agar anda punya bekal <a href="https://arsitekta.com/teknik-dasar-shop-drawing-konstruksi-baja/">Teknik Dasar Shop Drawing Konstruksi Baja</a> dan memahami <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Komponen Struktur Rangka Baja Profil</a>. Selain itu menambah kesiapan anda untuk bersaing ke pasar global, artinya anda lebih mudah memasarkan jasa konstruksi baja pada investor asing jika telah memahami istilah-istilah tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/">119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
