119 Lebih Istilah Asing Dalam Konstruksi Baja Saat Ini

119 istilah asing yang sering kita temukan/pakai dalam pelaksanaan konstruksi baja, sepintas terlihat berasal dari bahasa Inggris. Betul, namun ada sebagian dari istilah tersebut tidak kita temukan dalam kamus bahasa Inggris. Atau jika kita terjemahkan dalam bahasa Inggris arti yang kita peroleh tidak sama dengan istilah yang ada dalam konstruksi baja. Bagaimana ini terjadi?, mungkin butuh kajian lebih dalam tentang sejarah dan perkembangan konstruksi baja di Indonesia.

Kita tahu, wilayah Indonesia banyak bangunan peninggalan Belanda yang menggunakan rangka konstruksi baja. Bangunan-bangunan tersebut masih kokoh dan sampai saat ini masih berfungsi, salah satunya bangunan stasiun Kereta Api Indonesia. Adalah salah satu bukti kuat bahwa perjalanan sejarah konstruksi baja negeri ini telah panjang. Dan adanya 119 istilah asing dalam pelaksanaan konstruksi baja Indonesia saat ini, kemungkinan tidak terlepas dari sejarah tersebut.

Berikut ini macam-macam istilah yang tidak berasal dari bahasa Indonesia, yang akan kita bagi dalam beberapa kelompok. Pembagian kelompok istilah, ini bertujuan agar mudah kita pahami, yaitu:

Kelompok 1: Istilah asing berkaitan dengan jenis bahan

  1. Angle                     : sudut; istilah ini juga umumnya tujukan untuk baja profil siku
  2. BSP                        : singkatan dari Black Steel Pipe, artinya Pipa Baja Hitam
  3. Castellated             : balok baja profil I, yang pada tengahnya ada lobang/rongga dengan pola tertentu dan teratur. Istilah lain Castellated adalah Honeycomb atau HCO.
  4. Flends/flange         : penonjolan tepi profil IWF dan H-Beam; yang tulisannya dengan code t2
  5. Web           : bagian tengah yang menghubungkan antara 2 Flends; tertulis dengan code t1. (Penulisan code t1 & t2, dapat kita lihat pada gambar berikutnya)
  6. GIP             : singkatan dari Galvanized Iron, Pipe artinya Besi Pipa Galvanis
  7. Hot rolled  : baja profil yang terbentuk dengan cara rol dalam kondisi panas,
  8. Lip channel            : baja profil CNP atau biasa kita sebut juga canal C
  9. Purlin          : gording; agar tahu bahan gording dari apa, silahkan perlajari Tabel Baja Profil CNP dan Kegunaan Bahan
  10. Steel bar    : besi beton. Istilah untuk besi beton polos maupun ulir.
  11. Sag Rod     : (batang melorot). Dalam konstruksi baja Sag rod adalah Trecstang, yaitu pengeras atau pengaku antar gording agar lurus dan rigid. Bahan Sag rod adalah besi beton, yang mana kedua ujungnya ada ulir (sney) dan masing-masing berisi dengan 2 Mur
  12. Steel tube   : pipa besi tahan karat, yaitu pipa yang pada permukaan bahan terdapat lapisan oksida yang tahan terhadap pengaruh oksigen, misalnya pipa stainless dans pipa alumunium
  13. King Cross : balok yang terbentuk dari 2 bahan baja profil IWF atau H-Beam, dengan ukuran bahan yang sama dan bentuk simetris,
  14. Queen Cross          : balok yang terbentuk dari bahan baja profil IWF atau H-Beam, dengan ukuran bahan yang sama namun bentuk tidak simetris, (Contoh King Cross dan Queen Cross, dapat kita lihat gambar berikut).
Contoh Istilah asing terkait dengan jenis bahan adalah King Cross dan Queen Cross, berikut ini gambarnya
Gambar baja profil King Cross dan Queen Cross

Kelompok 2: Istilah asing berkaitan dengan item pekerjaan

  1. Bay             : jarak horizontal antar kolom struktur
  2. Bracing      : (yang menguatkan); adalah sebuah elemen pengaku pada struktur portal, berbentuk silang atau diagonal
  3. Cremona    : kuda-kuda yang terbuat dari rangka baja profil siku dengan sambungan Gusset plate dan mur baut
  4. Column      : tiang kolom struktur
  5. Framing     : rangka struktur atap yang menjadi satu kesatuan untuk menerima beban dari atasnya
  6. Girder        : balok struktur utama
  7. Gutter        : talang horizontal, berfungsi untuk menampung air hujan dari atap
  8. Gable         : atap pelana; istilah ini sering juga kita tujukan untuk tiang kolom yang lebih kecil ukurannya dari Column,
  9. Jack Roof  : kuda-kuda monitor; istilah lain jack roof kita kenal juga dengan kukuk
  10. Jack beam  : balok struktur, berfungsi sebagai penopang kuda-kuda dari atasnya.
  11. Mezzanine             : loteng (dak) yang berada pada lantai 2 atau selebihnya,
  12. Mezzanine Beam   : balok struktur untuk rangka loteng (dak)
  13. Portal frame          : sama dengan Tie beam
  14. Rafter                    : kasau atau sebuah struktur kuda-kuda
  15. Roof Frame           : bingkai/rangka atap
  16. Steel frame            : bingkai/rangka besi
  17. Spand                    : struktur kuda-kuda yang hanya menumpu pada sisi terluar struktur, sehingga pada bagian tengahnya menjadi sangat luas karena tidak tehalang oleh tiang kolom.
  18. Space Frame          : bingkai/rangka ruang; sering kita tujukan untuk kuda-kuda yang terbuat dari rangka batang, misalnya kuda-kuda cremona.
  19. Tie beam                : balok pengikat antar tiang kolom,
  20. Truss                      : kuda-kuda yang terbuat dari beberapa rangka batang menjadi satu kesatuan untuk menahan beban
  21. Windfree   : list tepi pada ujung gording, yang berfungsi sebagai listplank
  22. Wind brace            : ikatan angin, berfungsi untuk pengeras atau pengaku antar kuda-kuda agar lurus dan rigid. Mengatur tegangan kuda-kuda dengan menggunakan Steel bar

Kelompok 3: Istilah asing berkaitan dengan komponen struktur rangka baja profil

1.Komponen struktur terkait angkur baja, mur baut dan pelat

Anchor bolt           : angkur atau jangkar yang berfungsi sebagai pengikat antara Base plate dengan pondasi, balok dan kolom beton,

Base plate : plat landas, yaitu dudukan kolom agar bisa berdiri kokoh dan mampu menerima beban diatasnya. Base plate terbuat dari bahan baja plat dan diberi lobang untuk angkur baut

Bolt & nuts            : baut dan mur

Black nuts  : mur hitam, yaitu mur memiliki mutu standar BJ 37 atau ASTM A36

Chemical anchor bolt         : angkur yang menggunakan zat kimia dalam pemasangannya, guna menambah kekuatan tarik dan geser angkur pada bidang beton, agar mendapatkan hasil terbaik.

Clead plate : plat lekat, yang terbuat dari bahan baja plat dan diberi lobang baut. Berfungsi sebagai koneksi atau penyambung batang baja profil yang diikat dengan mur dan baut.

Cap plate   : plat tutup, umumnya dipasang pada bagian atas kolom sebagai tutup tiang kolom,

Chequared plate     : plat bordes, baja plat yang 1 sisi permukaannya dibuat timbul bergelombang berbentuk jajaran genjang, dan dengan pola seragam.

End plate   : plat tepi balok, berguna untuk penghubung antar balok atau balok dan kolom, dengan sambungan mur baut. Fungsi End plate hampir sama dengan Clead plate.

Gusset plate           : plat buhul, yaitu sistem sambungan memakai plat baja, bisa tunggal atau berpasangan. Gusset plate banyak ditemukan pada pembuatan kuda-kuda cremona,

Stiffner                  : plat pengaku; berguna atau pencegah tekuk dan puntir yang dilas pada balok,

HTB                       : singkatan dari High Tention Bolt, yaitu baut bermutu tinggi yang memiliki tensile strength >690 Mpa

Knock down          : Sistem sambungan atau join rangka baja memakai Mur baut,

Turn buckle           : adalah bahan pengatur tegangan (pengeras) tali, kabel,batang pengikat. Istilah lainnya disebut Stetching srew

Waltermur  : sama dengan Turn buckle, biasa digunakan untuk pengeras Wind brace yang dipasang antar kuda-kuda,

2.Komponen struktur terkitan dengan cat

Base coating          : cat dasar,

Zinchromate          : cat dasar anti karat bermutu tinggi, berfungsi untuk memberikan lapisan perlindungan pada permukaan besi

Primer coating        : lapisan persiapan yang ditambahakan pada permukaan bahan sebelum dicat. Primer coating dalam lingkup pekerjaan konstruksi baja adalah Zinchromate

Spray                     : cat semprot, yaitu pengecatan pada bahan yang dilakukan melalui semprotan angin

Sandblasting          : proses pembersihan permukaan dengan cara menembakkan partikel (pasir) ke permukaan material, sehingga permukaan material tersebut bersih dan kasar.

Kelompok 4: Istilah asing berkaitan dengan jenis bangunan & elemennya

  1. Balcony     : balkon, yaitu bagian tambahan sebuah bangunan yang menonjol keluar
  2. Canopy      : kanopi, yaitu atap tambahan pada bagian luar bangunan utama yang berfungsi sebagai pelindung terhadap panas dan hujan,
  3. Cantilever  : elemen struktur yang kaku, seperti balok atau pelat yang salah satu ujungnya ditancapkan pada bagian penyangga
  4. Cladding    : rangka dinding atau penyekat ruang, yang terbuat dari rangka besi
  5. Wall clading           : penutup dinding, dipasang pada sisi luar atau sisi dalam Clading
  6. Fascia                    : listplank, dipasang pada tepi luar bangunan dengan maksud agar memiliki estetika (nilai tambah arsitektural),
  7. Factory      : pabrik
  8. Roofing     : penutup atas suatu bangunan, berfungsi untuk melindungi bagian dalam bangunan dari hujan maupun panas
  9. Ridge         : nok/kerpus, atau susut puncak bangunan
  10. Roof slope : sudut kemiringan atap,
  11. Steel deck  : plat baja galvanized, berfungsi sebagai lapisan paling dasar pengecoran dak beton.
  12. Shear connector     : stek penghubung Girder dengan tulangan plat lantai beton
  13. Storage       : ruang penyimpanan, menyerupai Warehouse namun memiliki fungsi yang lebih spesifik
  14. Steel console          : konsol baja, yaitu rangka batang tambahan pada Rafter, yang dipasang pada bagian luar bangunan yang  fungsinya sama dengan Roofing
  15. Warehouse : pergudangan, berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang

Kelompok 5: Istilah berkaitan dengan pelaksanaan farikasi

  1. Aprroval    : persetujuan; umumnya Shop drawing perlu aprroval oleh pihak-pihak berkompeten terlebih dahulu sebelum kita serahkan ke bagian fabrikasi.
  2. Bending     : membengkokkan, atau membuat bentuk lengkung
  3. Butt welding          : teknik pengelasan yang tukang lakukan secara manual atau otomatis pada potongan baja
  4. Cutting                   : proses pemotongan bahan
  5. Camber                  : lawan lendut; yaitu ruang/rongga yang terjadi akibat lendutan pada bahan
  6. Drilling                  : proses pegeboran bahan dengan menggunakan alat bor
  7. Deformasi profil    : perubahan bentuk atau ukuran pada profil
  8. Fabrication : rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui sebuah proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi, yang selanjutnya siap kirim ke lokasi proyek dan gunakan sebagai struktur konstruksi
  9. Jig              : alat pemegang benda/bahan yang berfungsi membantu tukang selama proses pengerjaan
  10. Marking     : penandaan; yaitu membuat tanda atau code pada bahan yang akan melalui proses fabrikasi. Penandaan sesuai Shop drawing
  11. Mill scale   : limbah industri baja yang masih memiliki kandungan besi sekitar 72%, misalnya kerak bekas bor dan sisa-sisa pemotongan besi
  12. Punching    : proses pembuatan lobang dengan cara menekan permukaan bahan, dengan menggunakan alat  hidrolik
  13. Root gap    : parameter yang menentukan keberhasilan mendapat hasil penembusan yang baik pada akar las
  14. Shop drawing         : gambar kerja; adalah gambar yang menjelaskan detail, jenis dan ukuran bahan yang akan berguna untuk pelaksanaan fabrikasi maupun erection.
  15. Setting                    : proses penyitelan/perakitan rangka baja guna memperoleh bentuk yang kita inginkan, yaitu pada saat fabrikasi. Setting berarti juga uji coba rangka apakah sudah sesuai bentuk yang kita inginkan atau tidak.
  16. Slag inclusion        : salah satu jenis cacat las akibat kontaminasi udara luar yang tidak bersih pada saat melakukan pengelasan
  17. Tack weld  : paku las; atau titik las yang ada hanya pada titik-titik tertentu
  18. Welding     : pegelasan atau proses penyambungan logam dengan menggunakan energi panas untuk mencairkan sebagian logam pengisi celah yang akan kita sambung
  19. Wire brush : sikat kawat
  20. Workshop : bangunan menyerupai gudang, tempat untuk melaksanakan fabrikasi. Workshop berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata work dan shop.

Kelompok 6: Istilah berkaitan dengan pelaksanaan erection dan alat kerja

  1. Assembling            : perakitan; defenisi sama dengan Install dan Setting. Perakitan bisa yang tukang lakukan pada workshop maupun pada lokasi proyek
  2. Erection     : proses menaikkan rangka baja pada posisi akan terpasang, proses ini tukang lakukan pada lokasi proyek.
  3. Crane                     : alat mekanikal dengan menggunakan hoizt, yang berfungsi untuk memindahkan bahan
  4. Chain Block           : atau Hand Chain Hoizt, yaitu mekanisme yang berguna untuk mengangkat dan menurunkan beban
  5. Instal                      : proses penyitelan/perakitan rangka baja yang tukang lakukan pada proyek, yaitu sebelum erection
  6. Spanner     : sama dengan Wrench
  7. Tower Crane          : derek jangkung, berfungsi untuk mengangkat benda secara vertikal maupun horizontal
  8. Torque wrench      : kunci momen atau kunci torsi, berfungsi untuk mengeratkan baut dan mur dengan tingkat kekuatan dan kekencangan yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan
  9. Wrench                  : kunci, yaitu alat pengeras baut dan mur yang terbuat dari baja

Kelompok 7: Istilah berkaitan dengan satuan dan ukuran

  1. Axis           : as; yaitu titik tengah kolom, balok atau bangunan
  2. Elevation   : elevasi, titik tertentu pada posisi vertikal
  3. Ea              : sama dengan Unit atau Lot, satuan yang berguna untuk menentukan kuantiti suatu benda yang komplek, misalnya pintu dan kusen
  4. Metric size : ukuran millimeter
  5. Nos            : singkatan dari Not Otherwise Specifield, artinya adalah kurang lebih
  6. Pcs             : singkatan dari Piece, artinya buah atau biji, namun istilah ini berguna untuk jumlah jamak atau lebih dari 1, satuan ini biasanya kita pakai ketika membeli mur dan baut
  7. Pc              : berasal dari kata Piece, namun satuan ini berguna untuk jumlah tunggal atau 1
  8. Scale          : skala
  9. T.O.B          : singkatan dari Top of Beam; yaitu keterangan gambar yang menjelaskan elevasi permukaan atas sebuah balok baja     
  10. Tonnage     : tonase, adalah satuan berat pekerjaan konstruksi baja, berasal dari satuan Ton (1 ton = 1.000 kg)

Kelompok 8: Istilah berkaitan dengan ketentuan dan standar bangunan

  1. AISC         : American Institute of Steel Construction Specification
  2. AWS          : American Welding Society
  3. ASTM        : American Society for Testing and Materials
  4. JASS          : Japanese Architectural Standart Specivication
  5. JISS           : Japanese Standart Association
  6. PPBBI       : Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984
  7. SII  : Standar Industri Indonesia
  8. SNI          : Standar Nasional Indonesia
  9. SSPC        : Steel Structures Painting Council

Kesimpulan

119 istilah asing ini penting kita pahami agar anda punya bekal Teknik Dasar Shop Drawing Konstruksi Baja dan memahami Komponen Struktur Rangka Baja Profil. Selain itu menambah kesiapan anda untuk bersaing ke pasar global, artinya anda lebih mudah memasarkan jasa konstruksi baja pada investor asing jika telah memahami istilah-istilah tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!