<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dak baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/dak-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/dak-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 08:07:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>dak baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/dak-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</title>
		<link>https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain pemasangan kuda-kuda baja yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan. Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">kuda-kuda baja</a> yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3694" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg" alt="Konstruksi dak baja ini mayoritas menggunakan material WF" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi dak eksisting?. Untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya silahkan simak penjelasan Kami barikut ini.</p>
<h2>Pengertian, ragam jenis dan dinamika pelaksanaan</h2>
<p>Ekspansi dak baja artinya suatu kegiatan konstruksi bangunan yang menghendaki agar dak eksisting semakin luas dari sebelumnya, sehingga fungsi dak semakin maksimal untuk menjadi ruang aktivitas atau sebagai tempat untk menyimpan barang.</p>
<p>Penting diketahui menurut jenis lantai, ragam jenis dak baja terdiri dari 3 macam yaitu:<br />
1. Dak baja lantai beton<br />
2. Dak baja dengan lantai plat bordes,<br />
3. dan Dak baja lantai papan, panel board atau sejenis</p>
<p>Anda tahu kaitan ragam jenis dak baja ini dengan rencana ekspansi?. Jawabnya adalah untuk melakukan penyesuaian konstruksi. Artinya sedapat mungkin Anda harus merencanakan konstruksi dak baja yang baru sesuai dengan material yang digunakan pada dak baja yang lama.</p>
<p>Mengapa perlu dilakukan penyesuaian?. Jawaban secara teknis ada 3 yaitu untuk:</p>
<ul>
<li>Menjamin agar kekuatan kontruksi dak merata,</li>
<li>Memudahkan pemasangan dak yang baru,</li>
<li>Memastikan tampikan kontruksi sama dengan dak yang baru.</li>
</ul>
<h2>Persiapan perancangan dak baja baru</h2>
<p>Terdapat perbedaan metode perancangan ketika hendak melakukan ekspansi dak baja pada bangunan lama. Perbedaan tersebut adalah terletak pada spefisikasi material maupun sistem sambungan kontruksi. Maka dari itu sebelum merancang dak lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Ukur lahan dan ketinggian dak lama</h3>
<p>Lahan ekspansi dak artinya adalah tempat dimana Anda akan nenambah dak yang baru dengan cara menyambung dak eksisting. Data yang harus Anda peroleh pada saat pengecekan lokasi adalah:</p>
<h4>a. Lebar dan panjang lahan</h4>
<p>Berguna untuk menetukan jarak tiang kolom maupun panjang balok dak. Kendati tidak sama dengan ukuran dak lama, namun acuan untuk menentukan jarak tiang adalah tetap kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Misal ukuran lahan adalah 22&#215;36 m. Sementara jarak tiang pada dak lama adalah 6,0 meter. Berarti jarak tiang dak yang baru adalah 6,0 meter, sementara itu jikalau terdapat kelebihan maka hal itu dianggap sebagai perlakukan khusus.</p>
<h4>b. Tinggi balok dak baja</h4>
<p>Acuan untuk mengukur tinggi balok dak adalah permukaan lantai. Tepatnya ketinggian dari lantai hingga permukaan baja profil yang paling atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tinggi bersih tiang kolom.</p>
<p>Perlu catatan khusus. Jika terdapat kolom beton tambahan (pedestal) pada tiang, maka kolom beton tersebut juga harus Anda ukur. Supaya ekspansi dak baja diterapkan dengan cara yang sama. Yakni menggunakan kolom beton pedestal.</p>
<h3>2. Cek material konstruksi dak lama</h3>
<p>Tahap berikutnya setelah melakukan pengukuran lahan dan ketinggian dak adalah mengecek dimensi seluruh material bajaa yang digunakan pada kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Material baja yang perlu Anda cek mulai dari:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom serta komponen-komponennya. Misal tebal base plate, stiffners dan cover plate (tutup kolom),</li>
<li>Dimensi material balok induk maupun balok anak, beserta komponen-komponen.</li>
<li>Ukuran dan jumlah baut mur setiap titik sambungan balok</li>
<li>Warna dan jenis cat yang digunakan.</li>
</ol>
<h3>3. Cek material lantai dak</h3>
<p>Jika tidak ada prmintaan khusus dari owner, akibat pertimbangan-pertimbangan yang spesifik. Misalnya oleh karena fungsi dak baru berbeda dengan dak yang lama, maka sebaiknya lantai dak juga harus mengacu pada yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam hal ini pengecekan yang Anda lakukan adalah tehadap beberapa elemen berikut:</p>
<ol>
<li>Jenis material lantai beserta ketebalannya</li>
<li>Sistem pemasangan lantai.</li>
<li>Cara finishing lantai.</li>
</ol>
<p>Misal lantai dak lama adalah terbuat dari beton bertulang, berarti pengukuran harus Anda lakukan terhadap: 1]. Tebal beton, dan 2]. Keramik lantai. Sementara itu perlu juga cek apakah lantai beton tersebut menggunakan bondek atau tidak.</p>
<p>Jikalau tidak menggunakan bondek berarti dahulu pengecoran lantai dilakukan dengan mengguankan bekisting kayu/triplek. Oleh sebab itu mengingat lahan kerja berada dalam bangunan, maka ekspansi dak baja yang baru sebaiknya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">bondek</a>. Supaya pengerjaan lebih cepat dan praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4124" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg" alt="Ide kreatif untuk melakukan ekspansi bisnis dan konstruksi bangunan" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kontrol kekuatan konstruksi dak baja</h2>
<p>Keberadaan konstruksi dak baja lama pada sebuah bangunan ada 2 yakni dikerjakan oleh pihak (jasa konstruksi) lain, atau memang oleh Anda sendiri yang mengerajakan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu jikalau pengerjaannya adalah dilakukan oleh orang lain, maka Anda harus melakukan pengecekan ulang terhadap kekuatan struktur kontruksi dak. Caranya bagimana?, yaitu dengan melakukan analisa struktur. Menggunakan perhitungan momen secara manual, atau dengan menggunakan software khusus. Seperti SAP2000, ETABS atau sejenis.</p>
<p>Pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa material baja yang digunakan telah tepat. Sehingga berfungsi dengan maksimal sesuai dengan kekuatan kontruksi yang diharapkan untuk memikul beban.</p>
<p>Manakala terdapat kekuatiran pada salah satu material atau pada salah satu sistem/titik sambungan, maka hal tersebut sebaiknya Anda perbaiki. Maksudnya jangan Anda terapkan pada dak baja yang baru. Melainkan mengganti dengan material yang lebih besar, atau dengan alat sambung yang lebih memadai.</p>
<p>Jadi sekalipun prinsip ekspansi dak baja mengacu pada sistem kontruksi dak baja eksisting, bukan berarti serta merta melakukan duplikat mutlak padahal telah diketahui bahwa konstruksi dak esisting kurang kokoh. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan ulang kekuatan.</p>
<h2>Tahapan desain kontruksi dak</h2>
<p>Sama dengan proses desain konstruksi baja ekspansi pada umumnya, desain dak baja baru pada bangunan lama juga terdiri dari 4 tahap yaitu:</p>
<h3>a. Membuat gambar denah dak</h3>
<p>Gambar denah terdiri dari 3 macam yakni:<br />
1. Denah kolom baja<br />
2. Denah balok<br />
3. dan denah pondasi</p>
<p>Cara penyajian masing-masing gambar denah adalah bersebelahan dengan denah bangunan yang lama. Misal ketika Anda membuat gambar denah tiang kolom. Berarti harus terlihat pula pada gambar tersebut titik kolom baja eksisting.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda membuat gambar denah balok. Disebelah gambar debah tersebut harus terlihat pula posisi perletakan balok eksisting. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sistem kedua konstruksi, apak telah sama atau beda.</p>
<h3>b. Membuat gambar potongan ekspansi dak baja</h3>
<p>Setidaknya dibutuhkan 2 macam gambar potongan ketika Anda merencakan konstruksi dak baja, yaitu gambar potongan melintang (melebar), dan gambar potongan memanjang.</p>
<p>Secara prinsip juga sama dengan gambar denah bangunan, yaitu harus menampilkan potongan dak baja yang lama. Supaya diketahui apakah ketinggian antara dak eksisting dengan dak ekspansi telah sama.</p>
<p>Selain mengenai ketinggian dak, berdasarkan gambar potongan juga akan diketahui bentuk pondasi serta kedalamanya. Jadi pada prisipnya setiap gambar kontruksi baja harus dilengkapi dengan gambar potogan. Bila perlu untuk setiap masing-masing as bangunan.</p>
<h3>c. Gambar detail angkur dan sambungan balok</h3>
<p>Kelanjutan dari gambar dengan dan potongan adalah gambar detail. Untuk melakukan ekspansi dak baja setidaknya gambar detail yang harus Anda buat adalah:<br />
1. Pertemuan antara pondasi dengan tiang kolom baja. Atau sering disebut dengan gambar detail <a href="https://www.gambarbaja.com/2024/10/ragam-model-pelat-landas-kolom-baja-wf.html">pelat landas</a> (base plate) dengan angkur.<br />
2. Pertemuan antara tiang kolom dengan balok induk, serta antara balok induk dengan balok anak.</p>
<p>Inti dari gambar detail ini adalah untuk menjelaskan secara rinci tentang:<br />
1. Ukuran angkur baut yang digunakan pada setiap tiang kolom baja,<br />
2. Diameter dan jumlah baut mur dan ring yang diterapkan pada setiap sambungan balok,<br />
3. Dimensi material pelat baja yang digunakan pada setiap sambungan.</p>
<h3>d. Detail sambungan balok eksisting</h3>
<p>Connencting antara dak baja lama dengan dak baja yang baru adalah terletak pada balok induk. Artinya sejumlah balok baja ekspansi akan terpasang pada tiang kolom eksisting. Supaya kedua konstruksi dak beanr-benar terhubung.</p>
<p>Maka dari itu pemasangan pelat sambungan pada balok baja harus disesuaikan dengan lubang baut yang tersedia pada kolom baja eksisting. Dan, oleh sebab itu perlu melakukan pengecekan pada kontruksi dak baja eksising, sebagaimana dijelaskan pada paragraf 7-18.</p>
<h2>Proses pabrikasi dak baja ekspansi</h2>
<p>Secara umum tahapan pelaksanaan pabrikasi dak baja sama dengan proses pabrikasi kontruksi kuda-kuda baja. Yaitu mulai dari membersihkan material, pengukuran, pemotongan, membuat lubang baut, <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">mengelas</a> sambungan baja, serta terakhir adalah mengecat baja.</p>
<p>Sementara unsur yang tidak kalah penting dengan proses pabrikasi adalah persiapan lahan dan alat kerja. Lahan yang dimaksud disini adalah tempat dimana akan dilakukan pemasangan dak baja, serta letak pabrikasi. Apakah pada tempat yang sama atau berlainan.</p>
<p>Mengenai letak pabrikasi tersebut, aspek yang terpengaruh secara langsung adalah jadwal pengiriman material ke proyek, serta jenis armada yang digunakan. Apakah akan mengakibatkan langsiran material yang jauh atau dekat.</p>
<h2>Pemasangan ekspansi dak baja di lapangan</h2>
<p>Selain mengenai kesiapan material, lancar tidaknya proses pemasangan balok baja adalah ditentukan oleh 4 hal berikut:<br />
1. Ketersediaan alat kerja<br />
2. Jam kerja<br />
3. Tenaga kerja<br />
4. Dan lahan kerja</p>
<p>Untuk memasang balok dak di dalam bangunan tentu tidak sebebas memasang dak pada proyek biasa. Karena di dalam <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">bangunan</a> telah berlangsung aktivitas, maka harus ditentukan apakah ekspansi dak baja dapat dilakukan pada jam kerja normal.</p>
<p>Bila tidak memungkinkan dilakukan pemasangan dak baja pada jam kerja normal berarti harus pada saat malam hari. Untuk itu perlu lampu penerangan yang banyak, serta pekerjaan yang terampil kerja pada malam hari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Kebutuhan Bondek Untuk Struktur Dak Baja Dan Struktur Beton Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2023 13:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[beton bertulang]]></category>
		<category><![CDATA[bondek baja]]></category>
		<category><![CDATA[bondek baja dan beton]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[hitung bondek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5089</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langsung to the point aja iya bro. Menghitung kebutuhan bondek tidak berdasarkan as bangunan. Tapi, berdasarkan jarak antara balok yang digunakan untuk struktur dak. Pun, bukan sembarang balok iya bro. Melainkan antar balok induk saja. Sudah tahu kan beda balok induk dan balok anak?. Mengingat pemasangan bondek ada 2 macam. Yakni berada diatas balok baja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">Cara Menghitung Kebutuhan Bondek Untuk Struktur Dak Baja Dan Struktur Beton Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langsung to the point aja iya bro. Menghitung kebutuhan bondek tidak berdasarkan as bangunan. Tapi, berdasarkan jarak antara balok yang digunakan untuk struktur dak. Pun, bukan sembarang balok iya bro. Melainkan antar balok induk saja. Sudah tahu kan beda <a href="https://arsitekta.com/beda-balok-induk-dan-balok-anak-baja-yang-sebenarnya/" target="_blank" rel="noopener">balok induk</a> dan balok anak?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-bondek-pada-struktur-beton.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3521" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-bondek-pada-struktur-beton.jpg" alt="Cara memasang bondek pada balok beton, yang benar adalah tidak boleh menerus. Jangan Asal!" width="400" height="297" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-bondek-pada-struktur-beton.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-bondek-pada-struktur-beton-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p>Mengingat pemasangan bondek ada 2 macam. Yakni berada diatas balok baja, dan diatas balok beton. Maka, cara hitung panjang bondek juga berbeda. Dengan demikian pemakaian material jadi efisien dan efektif.</p>
<h2>Persiapan menghitung kebutuhan bondek</h2>
<p>Terlepas material bondek akan Anda pasang pada balok beton, atau baja. Anda wajib melakukan persiapan yang matang, sebelum melakukan perhitungan bahan.</p>
<p>Data berikut ini harus Anda miliki, dan pastikan telah akurat. Atau, sesuai kenyataan di lapangan (proyek/site), yaitu:</p>
<h3>1. Gambar denah, detail serta gambar kerja balok</h3>
<p>Semua dokumen ini boleh Anda peroleh dari sub kontraktor, main kontraktor, dan dari pengawas bangunan. Ketiga pihak ini berperan langsung dalam urusan gambar <a href="https://www.gambarbaja.com/2023/09/Persamaan%20bangunan%20pabrik%20dengan%20gudang.html">desain konstruksi</a> bangunan. Khususnya mengenai gambar detail, dan gambar kerja.</p>
<p>Tapi, karena sumber dokumen ada 3. Akurasi gambar wajib Anda telusuri. Yang mana yang paling pas dengan kondisi lapangan, update, serta yang telah disetujui bersama. Dengan demikian perhitungan kebutuhan bahan tidak bakal keliru.</p>
<h3>2. Spek material bondek yang hendak digunakan</h3>
<p>Satu hal yang harus diketahui sebelum menghitung kebutuhan bondek yaitu lebar efektif bahan. Lebar efektif artinya manfaat yang diperoleh dari lebar suatu material setelah terpasang dengan benar. Dalam hal ini, berarti over lapping tidak di hitung. Dalam istilah lokal, khususnya Jawa Tengah. Overlapping disebut talipan.</p>
<p>Mengenai lebar efektif bondek, dalam perhitungan ini kita pilih lebar 1,0 meter. Ukuran ini sangat bagus. Karena angka mutlak. Sehingga jumlah material yang dihitung pasti dalam jumlah genap. Alias tidak angka desimal.</p>
<p>Jika, Anda memakai bondek lebar 68 cm. Maka, kebutuhan material logam tersebut bakal tidak persis dengan ukuran lapangan. Sehingga harus Anda buat &#8216;spare&#8217; agar material tidak kurang saat pemasangan. Itu artinya, Anda harus merelakan anggaran untuk waste.</p>
<h2>Cara menghitung kebutuhan bondek pada struktur balok baja</h2>
<p>Misal desain balok dak seperti gambar dibawah ini. Jarak antara balok induk (L) = 6,0 meter. Lalu, panjang bangunan/dak (P) = 8,0 meter.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4116" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja.jpg" alt="Gambar skematik balok besi WF untuk dak bentang 4 dan 6 meter" width="700" height="513" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja-300x220.png 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<h3>1. Langkah-langkah perhitungan</h3>
<p>Seperti yang Saya singgung pada paragraf pertama. Bahwa perhitungan material bondek jangan dari as bangunan. Pun, tidak boleh dari as balok baja, maupun as balok beton. Tapi, harus Anda kurangi dengan N. Cara hitung N adalah:<br />
<strong>= 1/4 x Lebar Balok</strong></p>
<p>Misal balok baja pakai WF 300&#215;150. Berarti:<br />
<strong>N = 1/4 x 150 mm</strong><br />
= 37,5 mm</p>
<p>Di bulatkan menjadi 38 cm. Sama dengan 0,38 meter.</p>
<p>Dengan demikian diketahui panjang bondek untuk dak baja adalah:<br />
<strong>= L &#8211; 2N</strong><br />
= 6,0 &#8211; (2 x 0,038) = 5,924 m</p>
<p>Lalu, jumlah material adalah sebanyak:<br />
= P : 1,0 m<br />
= 8,0 : 1,0 m = 8,0 lembar</p>
<h3>2. Contoh rekapitulasi kebutuhan bahan</h3>
<p>Nah, cara menulis rekapitulasi bahan. Ketika hendak melakukan pengajuan pembelian material adalah sebagai berikut:<br />
<strong>&#8211; Bondek 0,75 mm; efektif 1,0 m pjg- 5.924 mm = 8,0 lembar.</strong></p>
<p>Namun, dalam BoQ proyek bangunan. Penuliasan item pekerjaan bondek umumnya ditulis seperti berikut:<br />
<strong>&#8211; Pasang bondek 0,75 mm = &#8230;.. m2 x Rp &#8230;. = Rp &#8230;.</strong></p>
<p>Titik-titik silahkan isi dengan luas total bondek (V), harga satuan borongan pekerjaan (HSP), serta jumlah harga (HB).<br />
<strong>HB = V x HSP</strong></p>
<p>Sesuai dengan contoh dak diatas, berarti luas pekerjaan bondek adalah:<br />
= 6,0 x 8,0 m<br />
= 48,0 m2.</p>
<h2>Cara menghitung kebutuhan bondek pada struktur balok beton</h2>
<p>Langkah-langkah perhitungan sama persis dengan bondek yang terpasang pada balok baja. Anda harus tahu ukuran balok beton. Lalu, jarak balok dan panjang bangunan yang hendak pasang bondek.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-konstruksi-beton.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4162" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-konstruksi-beton.jpg" alt="Hitunglah kubikasi cor beton sebelum pekerjaan Anda mulai!." width="448" height="277" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-konstruksi-beton.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-konstruksi-beton-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Semisal ukuran balok beton adalah 25&#215;50. Dan, jarak antar balok adalah 7,50 m. Pertama sekali kita harus mencari N. N untuk balok beton ditentukan 5,0 cm dari tepi balok. Hal itu dimaksud agar bondek menumpu tepat diatas besi tulangan.</p>
<p>Dengan demikian, diketahui panjang bondek adalah:<br />
= (7,50 &#8211; 0,25) + (2 x 0,05)<br />
= 7,35 m</p>
<p>Lalukan cara yang sama, jika jarak balok beton ada beberapa macam. Sehingga, dalam rekapitulasi kebutuhan material, panjang bondek pasti lebih dari 1. Oleh sebab itu, sambil melakukan perhitungan kebutuhan material berdasarkan gambar kerja bangunan. Sebaiknya lakukan pula ukur lapangan. Dengan demikian Anda tidak bakal salah hitung.</p>
<h2>Cara pasang dan hitung kebutuhan bondek untuk ramp baja dan beton</h2>
<p>Penting diketahui, ketika Anda menghitung kebutuhan bondek pada <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/">ramp baja,</a> maupun ramp beton. Caranya juga sama dengan perhitungan diatas. Sebab posisi balok, bahkan cara pemasangan selalu sama. Ketika digunakan untuk struktur dak, maupun struktur ramp.</p>
<p>Namun demikian, satu hal yang perlu diperhatikan adalah terkait pemasangan bondek. Harus melintang. Alias tidak memanjang mengikuti sudut kemiringan balok ramp. Bila hal tersebut Anda lakukan, maka bondek tidak kokoh. Sebab momen geser searah dengan bentuk gelombang material bondek.</p>
<p>Pemasangan secara melintang sifatnya wajib. Agar material bondek berfungsi sekaligus sebagai tulangan susut. Oleh sebab itu, bondek ramp tidak perlu panjang. Dan, umumnya ukuran bondek hanya 1 macam.</p>
<p>Demikian ragam tips, dan rumus menghitung kebutuhan bondek. Untuk struktur bangunan yang terbuat dari material baja profil, dan beton bertulang. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">Cara Menghitung Kebutuhan Bondek Untuk Struktur Dak Baja Dan Struktur Beton Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Merancang Konstruksi Ramp Dak Baja, Spek Bahan Dan Biaya Pasang</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 13:16:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi ramp]]></category>
		<category><![CDATA[ramp baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teknik merancang ramp baja tentu berbeda-beda. Yaitu sesuai dengan tujuan, atau jenis ramp yang akan Anda buat. Apakah untuk loading truk, atau penghubung antara 2 buah lantai yang beda tinggi (elevasi). Salah satu dari hal tersebut akan menjadi pembahasan dalam artikel ini. Yakni merancang konstruksi ramp penghubung lantai dak. Contoh dan data konstruksi dak Konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/">Cara Merancang Konstruksi Ramp Dak Baja, Spek Bahan Dan Biaya Pasang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik merancang ramp baja tentu berbeda-beda. Yaitu sesuai dengan tujuan, atau <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-ramp-baja-fungsi-dan-cara-memilih-material/">jenis ram</a>p yang akan Anda buat. Apakah untuk loading truk, atau penghubung antara 2 buah lantai yang beda tinggi (elevasi). Salah satu dari hal tersebut akan menjadi pembahasan dalam artikel ini. Yakni merancang konstruksi ramp penghubung lantai dak.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Passive-income-parkir-motor.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3486" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Passive-income-parkir-motor.jpg" alt="Pengenalan dasar tentang prospek usaha parkir motor, dan pembangunan konstruksi parkir bertingkat" width="400" height="272" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Passive-income-parkir-motor.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Passive-income-parkir-motor-300x204.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<h2>Contoh dan data konstruksi dak</h2>
<p>Konstruksi dak lantai 1 dan 2, rencana akan difungsikan sebagai parkir mobil. Oleh sebab itu harus dibuat akses <a href="https://www.bfi.co.id/id/blog/jenis-jenis-mobil">mobil</a> untuk naik, maupun turun dari lantai atas. Dengan senyaman mungkin. Yaitu mengacu pada ketentuan tentang cara merancang konstruksi ramp.</p>
<h3>1. Standar konstruksi ramp mobil</h3>
<p>Menurut peraturan yang berlaku ketentuan tinggi lantai parkir mobil adalah minimal 2,25 meter. Sementara lebar minimum ramp adalah 3,0 meter. Serta, sudut kemiringan ramp adalah 10-15 derajat.</p>
<p>Sementara tinggi lantai (T) dak pada gambar yang kita miliki saat ini adalah 3,0 meter. Yang berarti telah memenuhi ketentuan. Sehingga proses desain konstruksi ramp dapat dilanjutkan. Yakni menghitung panjang ramp (P), dalam posisi datar. Anda hitung pakai rumus:<br />
P = T : Tangen 15º<br />
P = 3,0 : 0,268<br />
= 11,19 meter</p>
<h3>2. Desain konstruksi ramp</h3>
<p>Setelah P diketahui, selanjutnya kita mencari panjang miring ramp. Yakni dengan rumus:<br />
= P : Cos 15º<br />
= 11,19 : 0,966 = 11,58 m</p>
<p>Dengan demikian, diketahui bidang ramp dalam posisi miring adalah 3,0 x 11,58 m. Atau, seluas: 34,74 m².</p>
<p>Tahap selanjutnya adalah menentukan jenis lantai. Sebaiknya Anda sesuaikan dengan lantai dak. Dalam contoh ini adalah terbuat dari cor beton. Lengkap dengan pasangan bondek, dan besi <a href="https://arsitekta.com/semua-ukuran-dan-berat-wiremesh-per-lembar-roll-dan-m2-anda-temui-disni/" target="_blank" rel="noopener">wiremesh</a>. Berarti spek tersebut harus Anda pakai untuk merancang konstruksi ramp.</p>
<h3>3. Spesifikasi material</h3>
<p>Karena lantai ramp terbuat dari beton bertulang, diperkirakan total beban mati sekitar 450 kg/m². Kemudian, perkiraan beban hidup yang dibutuhkan sesuai jenis ramp adalah 250 kg/m². Dengan demikian total beban pada.konstruksi ramp adalah sebesar 700 kg/m².</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4932" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja.png" alt="Denah balok ramp pada konstruksi parkir motor yang terbuat dari material baja WF" width="1646" height="792" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja.png 1646w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja-300x144.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja-1024x493.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja-768x370.png 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Desain-konstruksi-balok-ramp-baja-1536x739.png 1536w" sizes="(max-width: 1646px) 100vw, 1646px" /></a></p>
<p>Biru = baja WF 300<br />
Colkat = WF 250<br />
Hijau= WF 200</p>
<h4>Kebutuhan material baja WF</h4>
<p>Berdasarkan perhitungan beban, diketahui material baja untuk membuat ramp yang ideal adalah:<br />
&#8211; 2 buah balok utama. Masing-masing panjang 11,58 m. Berada disebelah kanan, dan kiri. Terbuat dari baja WF 300<br />
&#8211; Balok pembagi panjang @3,0 meter. Sebanyak 5 buah. Dengan pembagian jarak @ 11,58 : 4 = 2.895 mm. Menggunakan WF 250&#215;125<br />
&#8211; Dan, 4 buah balok tengah. Posisi pasang sejajar dengan balok induk. Dan, panjang @2,895 m. Terbuat dari baja WF 200.</p>
<h4>Spek dan jumlah kebutuhan mur baut</h4>
<p>Untuk setiap sambungan balok adalah HTB (A-325) dengan ketentuan sebagai berikut:<br />
&#8211; 6 buah mur baut M12 digunakan untuk sambungan balok WF 200<br />
&#8211; 6 buah baut mur M16, adalah untuk sambungan balok WF 250<br />
&#8211; 8 buah baut M19 untuk menyambung balok WF 300 bagian atas. Dengan balok dak yang sudah ada (eksisting). Sementara bagian bawah adalah menggunakan baut angkur diameter 19 x 600 mm (Panjang). Berjumlah 6 buah.</p>
<p>Dengan demikian merancang konstruksi ramp ini membutuhkan mur baut:<br />
&#8211; M12 = 30 pcs<br />
&#8211; M16 = 60 pcs<br />
&#8211; M19 = 16 pcs<br />
&#8211; Angkur baut dia.19 x 600 mm = 12 buah.</p>
<p>Sementara itu, kebutuhan plat baja untuk membuat base plat, plat lekat, <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-dan-kegunaan-rib-baut-pada-struktur-bangunan-baja/">rib pengaku</a>. Diperoleh dari dimensi, dan jumlah material balok antara lain:<br />
&#8211; T=12×200&#215;450 mm = 2 buah (17,50 kg)<br />
&#8211; T=10×150×350 mm = 2 buah (8,50 kg)<br />
&#8211; T=10x125x250 mm = 10 bh (25,30 kg)<br />
&#8211; T=8x100x200 mm = 8 bh (10,40 kg)<br />
&#8211; T=6x150x300 mm = 8 bh (17,50 kg)<br />
&#8211; T=6x125x250 mm = 10 bh (15,0 kg)</p>
<h2>Rincian anggaran biaya pemasangan</h2>
<p>Antara lain:<br />
Baja WF 300&#215;150 = 849,97 kg x Rp 25.000 = Rp 21.249.250,-<br />
WF 250&#215;125 = 444,0 kg x Rp 25.000 = Rp 11.100.000,-<br />
WF 200&#215;100 = 247,0 kg x Rp 25.000 = Rp 6.175.000,-<br />
Plat baja = 94,20 kg x Rp 26.500 = Rp 2.496.300,-<br />
Mur baut M12 x 1,5&#8243; = 30 x Rp 8.000 = Rp 240.000,-<br />
Mur baut M16 x 2,0&#8243; = 60 x Rp 12.500 = Rp 750.000,-<br />
Baut mur M19 x 2,0&#8243; = 16 x Rp 15.000 = Rp 240.000,-<br />
Angkur dia.19 mm = 12 x Rp 75.000 = Rp 900.000,-</p>
<p>Total biaya sebesar Rp 44.150.550,-</p>
<h2>Cat dasar dan finishing baja</h2>
<p>Merancang konstruksi ramp secara lengkap adalah meliputi cat dasar zinchromate, dan cat akhir. Sementara biaya untuk pekerjaan tersebut bisa Anda hitung berdasarkan luas permukaan material baja, atau tonase pekerjaan.</p>
<p>Kalau Anda.pilih metode pertama, berarti Anda harus hitung luas total permukaan material baja dan plat. Sementara, kalau pakai cara kedua. Anda hanya menjumlah tonase material. Oleh sebab lebih praktis, maka saya sarankan cara yang kedua.</p>
<p>Total tonase material adalah sebesar 1.635,17 kg. Rata-rata biaya pengecatan adalah Rp 2.500,-/kg. Maka total biaya cat adalah:<br />
= 1.625,17 x 2.500<br />
= Rp 4.087.925,-</p>
<p>Demikian cara merancang konstruksi ramp, lengkap dengan perhitungan beban ramp, penentuan material, serta perhitungan biaya pemasangan, dan cat baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/">Cara Merancang Konstruksi Ramp Dak Baja, Spek Bahan Dan Biaya Pasang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-merancang-konstruksi-ramp-baja-serta-perhitungan-biaya-pemasangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Asal Pakai! Material Untuk Dak Rumah Yang Kokoh dan Murah Jenisnya Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/jangan-asal-pakai-material-untuk-dak-rumah-yang-kokoh-dan-murah-jenisnya-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jangan-asal-pakai-material-untuk-dak-rumah-yang-kokoh-dan-murah-jenisnya-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2022 17:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[bahan dak]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak besi]]></category>
		<category><![CDATA[dak rumah]]></category>
		<category><![CDATA[material dak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Material untuk dak rumah sangat banyak. Saking banyaknya, membuat orang suka bingung menentukan pilihan. Ditambah lagi, gencarnya promosi yang dilakukan para produsen. Produsen A mengatakan materialnya yang terbaik. Tak kalah, si &#8211; B juga meng-klaim material yang dia miliki adalah yang paling murah. Begitu selanjutnya. Teman-teman, bila ingin memilih material untuk dak rumah. Artikel ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jangan-asal-pakai-material-untuk-dak-rumah-yang-kokoh-dan-murah-jenisnya-ini/">Jangan Asal Pakai! Material Untuk Dak Rumah Yang Kokoh dan Murah Jenisnya Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3322 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-perdana-untuk-keluarga-muda-300x199.jpg" alt="Pahami lebih dulu panduan untuk membeli rumah perdana, agar tidak kecewa!" width="300" height="199" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-perdana-untuk-keluarga-muda-300x199.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-perdana-untuk-keluarga-muda.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Material untuk dak rumah sangat banyak. Saking banyaknya, membuat orang suka bingung menentukan pilihan. Ditambah lagi, gencarnya <a href="https://money.kompas.com/read/2022/02/19/181905526/apa-itu-promosi-pengertian-tujuan-jenis-dan-fungsinya?page=all#:~:text=Pertama%20tujuan%20promosi%20adalah%20untuk,membeli%20produk%20atau%20menggunakan%20jasa.">promosi</a> yang dilakukan para produsen. Produsen A mengatakan materialnya yang terbaik. Tak kalah, si &#8211; B juga meng-klaim material yang dia miliki adalah yang paling murah. Begitu selanjutnya.</p>
<p>Teman-teman, bila ingin memilih material untuk dak rumah. Artikel ini pantas Anda jadikan referensi. Material-material yang kami sebutkan disini, telah teruji. Hemat biaya dan kuat. Bahkan cocok digunakan didalam bangunan. Membesar-besarkan?. Tidak teman-teman. Mari buktikan.</p>
<h2>Komponen dak</h2>
<p>Sebenarnya hal ini tergolong umum. Tapi, penting Anda jadikan dasar memilih, dan menentukan material untuk dak rumah. Khusunya bagi teman-teman pemula. Supaya paham jenis-jenis komponen dak. Sebagai berikut:</p>
<h3>1. Tiang kolom dan pondasi</h3>
<p>Kolom dak harus mampu menopang beban, dan meneruskannya pada pondasi. Maka dari itu, sistem struktur bangunan mengharuskan, agar 2 jenis komponen ini bekerja secara bersama-sama. Namun demikian, bukan berarti harus terbuat dari material yang sama. Tapi, bisa Anda lakukan dengan cara kombinasi. Contoh, tiang kolom terbuat dari baja. Sedangkan pondasi, terbuat dari beton bertulang. Atau, <a href="https://arsitekta.com/cara-yang-benar-menghitung-volume-pondasi-batu-kali-dan-kebutuhan-bahan/">pondasi batu kali</a>, kombinasi dengan tiang kayu.</p>
<h3>2. Balok dak</h3>
<p>Prinsip kerja momen balok dak. Makin besar beban yang harus dipikul, semakin besar kemungkinan akan terjadi lendut, puntir dan rubuh. Maka dari itu, material untuk dak rumah. Khususnya balok. Harus yang tepat. Tepat dalam arti kokoh, dan tahan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.</p>
<h3>3. Lantai dak</h3>
<p>Lantai dak ditentukan berdasarkan fungsi, serta lokasi pasang. Misal, dak untuk tempat jemur pakaian. Umumnya dibuat dalam keadaan terbuka. Supaya jemuran cepat kering. Nah, lantai dak yang tepat untuk itu pasti cor beton. Bukan lantai kayu, atau besi. 2 jenis material ini sangat rawan, jika terpasang pada area terbuka.</p>
<h3>4. Besi tulangan</h3>
<p><a href="https://arsitekta.com/tips-jitu-membeli-besi-tulangan-yang-sudah-jadi-part-3-of-3/">Besi tulangan</a> digunakan untuk semua komponen dak, yang terbuat dari cor beton. Selain pondasi, dan lantai. Tulangan juga berguna untuk kolom, maupun balok dak. Dalam hal ini, kalau memang material tersebut yang Anda pilih. Jika, tidak menggunakan material tersebut. Berarti penggunaan besi beton menjadi semakin sedikit. Apa hubungannya dengan material untuk dak rumah?.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3560 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal-300x177.jpg" alt="Ragam ukuran besi beton untuk struktur rumah tinggal sederhana dan bertingkat" width="300" height="177" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal-300x177.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Diakui atau tidak konstruksi bangunan yang terbuat dari beton, jauh lebih mahal dari material yang lain. Padahal, semua orang ingin, agar biaya <a href="https://arsitekta.com/membangun-rumah-secara-bertahap-dan-teknik-pelaksanaannya/">bangun rumah</a> hemat. Maka dari itu, bila pemakaian besi beton sedikit. Berarti struktur beton rumah tidak banyak. Sehingga hemat biaya. Logikanya sesederhana itu.</p>
<h3>5. Finishing</h3>
<p>Finishing dak antara lain segala jenis pekerjaan yang berkaitan dengan arsitektural. Atau tampilan akhir bangunan. Jenis-jenisnya adalah: 1]. Plafon,<br />
2]. Lantai, dan 3]. Cat. Disini tidak kami sebutkan atap. Karena rangka atap termasuk dalam kategori konstruksi bangunan. Artinya, belum tentu semua dak memiliki atap.</p>
<p>Pentingnya proses finishing pada dak. Tidak hanya untuk menambah daya tarik pada bangunan. Tapi, memberi rasa aman, dan nyaman kepada semua orang yang menggunakan dak rumah. Oleh sebab itu, sekalipun material untuk dak rumah bagus. Tapi, tidak dibarengi dengan finishing yang tepat. Maka fungsi dak jamin tidak maksimal.</p>
<h2>Material yang terbaik untuk dak ukuran 4 x 6 m</h2>
<p>Semisal, dak ini rencana akan digunakan untuk menzzanine. Letaknya berada dalam bangunan rumah. Atau, boleh disebut sebagai <a href="https://arsitekta.com/penyebab-pekerjaan-tambah-konstruksi-baja-dampak-dan-konsekuensinya/">pekerjaan tambah</a>. Sampai disini, dipastikan material untuk dak rumah tersebut, yang terbaik adalah baja dan kayu. Jikalau pakai beton, selain alasan biaya. Proses pengerjaannya juga sulit. Sebab berada didalam bangunan, yang sudah jadi.</p>
<p>Sementara. Bila pakai material baja, atau kayu. Proses pengerjaannya bisa Anda lakukan dengan sistem pabrikasi. Dan di lapangan hanya melakukan pemasangan. Dengan sistem sambungan baut. Maka, jamin cepat selesai. Serta tidak merusak bangunan eksisting.</p>
<h3>a. Daftar material yang digunakan</h3>
<p>Material untuk dak rumah yang terbaik, untuk ukuran 4 x 6 meter adalah:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom dan balok induk = WF 200&#215;100. Masing-masing sebanyak 4 buah.</li>
<li>Balok anak (pembagi) = WF 150&#215;75. Berjumlah 2 buah. Tepatnya ditengah balok utama.</li>
<li>Rangka tambahan untuk lantai = besi Stal kotak 40&#215;60 mm. Dengan modul pasangan berbentuk kotak, berukuran 60&#215;60 cm</li>
<li>Lantai dak = kayu Multiplek tebal 12 mm.</li>
</ol>
<p>Pola pemasangan konstruksi dak seperti gambar ini. Warna merah (ping) terbuat dari baja WF 200&#215;100. Sedangkan warna biru adalah balok anak. Adapun tambahan rangka adalah terpasang rata dengan balok WF. Sehingga lantai terpasang dengan kuat. Karena bertumpu pada balok baja.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4116 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja-300x220.png" alt="Gambar skematik balok besi WF untuk dak bentang 4 dan 6 meter" width="300" height="220" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja-300x220.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja.jpg 700w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>b. Alternatif dak dengan bahan kayu</h3>
<p>Spesifikasi material kayu yang digunakan minimal kelas II. Terdiri dari ukuran 6/12; 6/10 dan 4/6 cm. Kegunaan balok-balok kayu ini, sama dengan konstruksi dak baja. Berikut lantai yang digunakan.</p>
<h3>Sambungan tiang kolom dengan lantai yang murah</h3>
<p>Masih dengan contoh kasus diatas. Pertemuan antara tiang dan <a href="https://www.popbela.com/career/inspiration/niken-ari/cara-merawat-lantai-keramik">lantai rumah</a>, gunakan chemical bolt. Sudah kuat. Dengan kata lain, Anda tidak perlu membuat pondasi khusus untuk dak. Tapi, cukup dengan memanfaatkan lantai eksisting. Sebagai dudukan tiang kolom. Sehingga lantai tetap dalam keadaan bagus. Serta tidak mengakibatkan pekerjaan bongkar pasang.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, pekerjaan bongkar pasang selalu membuat anggaran biaya bengkak. Sebab, ketika elemen bangunan sudah dibongkar, dan hendak dipasang kembali. Item pekerjaan baru sering muncul tiba-tiba. Maka untuk mencegah hal tersebut. Pilihan terbaik untuk kolom dak adalah menggunakan baut chemical.</p>
<h2>[Penutup] Tempat pemasangan dak yang strategis dalam rumah</h2>
<p>Guna menghemat biaya. Material untuk dak rumah sedapat mungkin harus yang berukuran kecil. Hal tersebut dapat Anda capai, bila pemasangan dak berada pada tempat yang strategis. Syaratnya adalah:<br />
1. Berada pada area yang luas, dan tertutup.<br />
2. Pemasangan dak di pojok bangunan.<br />
3. Dinding rumah masih dalam keadaan bagus. Sehingga boleh dimanfaatkan sebagai pengganti balok.<br />
4. Pemasangan dak tidak mengganggu aktivitas pemilik rumah.</p>
<p>Demikian penjelasan tentang cara memilih material untuk dak rumah. Berikut contoh material baja, dan kayu. Untuk dak ukuran 4&#215;6 m. Bilamana ukuran dak Anda berbeda. Dan membutuhkan bantuan. Silahkan kontak kami melalui nomor yang <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">tertera disini</a>.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jangan-asal-pakai-material-untuk-dak-rumah-yang-kokoh-dan-murah-jenisnya-ini/">Jangan Asal Pakai! Material Untuk Dak Rumah Yang Kokoh dan Murah Jenisnya Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jangan-asal-pakai-material-untuk-dak-rumah-yang-kokoh-dan-murah-jenisnya-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menambah Dak Baja Pada Bangunan Eksisting Pakai Cara Ini Paling Aman</title>
		<link>https://arsitekta.com/menambah-dak-baja-pada-bangunan-eksisting-pakai-cara-ini-paling-aman/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/menambah-dak-baja-pada-bangunan-eksisting-pakai-cara-ini-paling-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 13:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[cara menambah dak]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menambah dak baja artinya sama dengan membuat konstruksi dak baja tambahan. Yaitu suatu kegiatan untuk melakukan ekspansi pada lantai bangunan yang sudah ada sebelumnya. Dengan menggunakan material baja. Sebagai struktur utama, maupun komponen pendukung struktur. Misalnya tiang kolom, balok serta plat buhul, plat landas, angkur dan mur baut. Latar belakang pekerjaan tambahan konstruksi baja Menambah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menambah-dak-baja-pada-bangunan-eksisting-pakai-cara-ini-paling-aman/">Menambah Dak Baja Pada Bangunan Eksisting Pakai Cara Ini Paling Aman</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4130 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pekerja-konstruksi-300x194.jpg" alt="Proses penambahan dak beton, maupun baja harus tepat pada bangunan eksisting" width="300" height="194" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pekerja-konstruksi-300x194.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pekerja-konstruksi.jpg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Menambah <a href="https://arsitekta.com/12-jenis-dak-baja-menurut-fungsi-letak-dan-karakteristiknya/">dak baja</a> artinya sama dengan membuat konstruksi dak baja tambahan. Yaitu suatu kegiatan untuk melakukan ekspansi pada lantai bangunan yang sudah ada sebelumnya. Dengan menggunakan material baja. Sebagai struktur utama, maupun komponen pendukung struktur. Misalnya tiang kolom, balok serta plat buhul, plat landas, angkur dan mur baut.</p>
<h2>Latar belakang pekerjaan tambahan konstruksi baja</h2>
<p>Menambah dak lazim dilakukan pada gedung yang sudah ditempati. Dengan tujuan agar fungsi bangunan semakin maksimal. Keuntungan lain yang diperoleh adalah tidak membutuhkan lahan yang luas. Bahkan dalam ruang eksisting sekalipun, dapat Anda manfaatkan untuk membuat/menambah dak.</p>
<p>Salah satu contoh adalah rumah tinggal. Dengan menambah dak baja, aktivitas di dalam rumah tidak bakal terganggu. Sebab proses pengerjaannya sangat cepat. Serta tidak merubah tata ruang, maupun struktur bangunan yang sudah ada. Oleh sebab itu, tidak heran kalau material baja menjadi pilihan terbaik untuk konstruksi dak. Untuk mengetahui keunggulan material baja secara detail. Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/ini-keunggulan-baja-sebagai-bahan-konstruksi/">tautan ini</a>.</p>
<h2>Jenis-jenis pekerjaan dak tambahan</h2>
<p>Menurut bentuk konstruksi yang ada. Penambahan dak baja terbagi menjadi 3 macam, yakni:</p>
<h3>1. Penambahan dak secara horizontal</h3>
<p>Berarti lantai dak yang akan Anda tambah berada pada bidang yang sama (rata) dengan lantai dak yang telah ada. Semisal, elevasi lantai dak lama adalah + 3,00 meter. Maka lantai dak yang baru juga harus + 3,00 m. Sehingga luas lantai menjadi bertambah. Namun jumlah lantai dak tetap. Yakni 1. Contoh dak seperti gambar berikut.</p>
<h3>2. Menambah struktur dak secara vertikal</h3>
<p>Yakni kegiatan untuk menambah balok baja diatas struktur dak lama. Misalnya, elevasi dak lama adalah setinggi 3,00 m. Maka tambahan dak yang baru adalah pada elevasi + 6,00 m. Dengan demikian, seluruh beban yang terjadi pada konstruksi yang baru dipikul oleh dak lama. Sebab tiang kolom tambahan ada diatasnya.</p>
<p>Kondisi seperti ini. Berarti, selain semakin luas. Ketinggian dak juga akan bertambah 1 lantai. Sehingga memunculkan <a href="https://www.kompasiana.com/heriyanto_rantelino/552a6b6c6ea8346459552d76/5-alasan-mengapa-masalah-itu-ada">permasalahan</a> yang baru. Yaitu sarana untuk mengakses lantai dak. Dari lantai bawah ke lantai atas. Atau sebaliknya.</p>
<h3>3. Penambahan lantai dak horizontal dan vertikal</h3>
<p>Adalah gabungan antara menambah dak baja secara mendatar, dan dengan cara meningkat. Hal ini memungkinkan dilakukan pada segala jenis bangunan. Yang luas maupun sempit. Serta guna mendapatkan area yang lebih luas. Yaitu lantai yang berada pada bagian bawah, maupun lantai dak yang atas.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4113 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah-300x173.jpg" alt="Tampak bawah dak baja. Konstruksi menggunakan bondeck dengan bahan dasar yang sama dengan baja ringan." width="300" height="173" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah-300x173.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah.jpg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2>Pemilihan material untuk dak tambahan yang benar</h2>
<p>Memperoleh fungsi yang maksimal pada suatu banguan harus sejalan dengan penggunaan material. Jikalau materialnya salah, maka fungsi bangunan tidak tercapai dengan baik. Demikian juga mengenai metode pelaksanaan, hingga sistem sambungan konstruksi. Oleh sebab itu, perlu hati-hati ketika memilih bahan bangunan.</p>
<p>Terlebih untuk menambah dak baja. Jangan sampai keliru. Jika bahan yang Anda gunakan salah. Dipastikan metode pelaksanaannya juga akan melenceng dari yang seharusnya. Akhirnya, Anda tidak memperoleh manfaat yang maksimal atas konstruksi dak tambahan. Jadi, dampaknya sangat panjang.</p>
<p>Ketentuan memilih bahan, serta teknis dasar untuk dak baja tambahan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Sistem konstruksi usahakan sama dengan bangunan eksisting. Misalnya menggunakan sambungan mur baut, atau las. Supaya konstruksi dak menyatu dan kokoh.</li>
<li>Ukuran material tidak boleh lebih besar dari material lama. Supaya menambah dak baja hemat, serta tidak menambah beban pada struktur bangunan yang lama.</li>
<li>Posisi tiang kolom tambahan harus menyesuaikan kolom lama. Artinya tata letak dan hadapan tiang harus seragam. Dengan demikian, karena dimensi kolom telah sama. Maka tampak serasi.</li>
<li>Ketinggian dak harus sama dengan eksisting. Dengan kata lain, tidak nge-trap. Supaya nyaman dan aman. Lain halnya dengan dak tingkat. Level dak yang baru tidak ada hubungannya dengan eksisting.</li>
<li>Lantai dak usahakan lebih ringan, dan dengan menggunakan material yang sejenis. Selain untuk menghemat biaya. Teknik ini bertujuan untuk mengurasi kerusakan struktur pada bangunan lama. Akibat kegiatan menambah dak baja.</li>
</ol>
<h2>Pertimbangan khusus saat hendak menambah dak</h2>
<p>Harus dipikirkan sejak perancangan konstruksi. Supaya segala <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_risiko">faktor resiko</a> dapat Anda antisipasi. Ingat, konstruksi dak tambahan beda dengan dak yang baru. Oleh sebab itu, problem yang Anda hadapi lebih kompleks. Dan mau tidak mau harus Anda hadapi.</p>
<p>3 hal yang wajib dipertimbangkan. Guna mencegah dampak penambahan dak. Sekaligus untuk memperoleh kualitas dak yang bagus, antara lain:</p>
<h3>a. Usia bangunan lama</h3>
<p>Sudah rahasia umum semakin tua sebuah bangunan, kekuatannya pun makin berkurang. Maka dari itu, menambah dak baja tidak boleh sembarang tempat. Jadi, dalam hal ini penempatan dak sebaiknya bukan berdasarkan kebutuhan. Melainkan layak atau tidak bangunan tersebut ditambah bangunan baru.</p>
<h3>b. Jangan terlalu mengandalkan struktur lama</h3>
<p>Utuk menghemat biaya, kegiatan renovasi dan ekspansi sering memanfaatkan struktur bangunan yang ada. Misalnya, memasang kolom baja pada lantai bangunan. Tanpa menggunakan pondasi. Atau memasang balok tambahan pada dinding lama. 2 contoh tersebut rentan terhadap resiko. Oleh sebab itu, tidak kami anjurkan. Praktik yang benar adalah:</p>
<ol>
<li>Menambah pondasi untuk setiap bangunan baru,</li>
<li>Join balok harus tepat pada balok lama. Dengan catatan, dimensi balok harus lebih kecil.</li>
</ol>
<h3>c. Menghindari sambungan langsung dengan struktur beton</h3>
<p>Menambah dak baja pada bangunan lama wajib menerapkan sistem sambungan baut, maupun las. Pengaruhnya adalah mengakibatkan struktur bangunan lama jadi rusak. Contoh pada saat pemasangan dynabolt. Dengan adanya proses pengeboran dengan jumlah yang banyak. Dipastikan kekuatan beton semakin berkurang. Metode ini pun tergolong mending. Dibanding dengan sistem las.</p>
<p>Sambungan las pada besi tulangan sering dilakukan dengan maksud untuk mempercepat pemasangan balok baja. Akhirnya terjadi bekas bobokan pada struktur beton. Sementara itu, walaupun telah dirapihkan kembali dengan cara plester. Tentu kekuatan beton telah berkurang. Ironinya, harus memikul beban tambahan pula.</p>
<h2>Komponen tambahan pada dak yang wajib Anda sediakan</h2>
<p>Tangga dan <a href="https://arsitekta.com/arti-railing-dan-jenis-jenisnya-serta-tujuan-pemasangan-yang-wajib-anda-ketahui/">railing</a> adalah komponen pelengkap dak yang wajib Anda siapkan. Supaya berfungsi dengan baik dan nyaman. Khusus tangga. Sekalipun telah tersedia sebelumnya. Namun dengan menambah dak baja, akses untuk naik turun sebaiknya ditambah pula.</p>
<p>Pertimbangan untuk menambah tangga/railing. Meskipun penambahan dak hanya 1 lantai, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Mengingat adanya penambahan luas lantai. Maka aktivitas di atas dak semakin banyak.</li>
<li>Letak, lebar dan <a href="https://arsitekta.com/model-tangga-rumah-minimalis-paling-cocok-begini-jangan-asal/">model tangga</a> yang lama belum tentu cocok dengan dak yang baru.</li>
<li>Kondisi tangga yang lama kemungkinan besar sudah tua. Sehingga perlu diganti dengan yang baru. Serta pada posisi yang strategis.</li>
</ol>
<h2>[Penutup] Kepentingan pengguna dan pemilik bangunan atas penambahan dak</h2>
<p>Menambah dak baja agar aman dan nyaman dapat ditinjau dari 2 sudut pandang. Yakni pengguna dan pemilik bangunan. Kenyamanan bagi pengguna, contohnya:</p>
<ol>
<li>Tidak merasa was-was ketika melakukan aktivitas di atas dak.</li>
<li>Naik turun dak dengan mudah.</li>
<li>Terlindung dari panas dan hujan.
<p>Sementara itu, dari sudut pandang pemilik. Yang mana mereka adalah sekaligus sebagai pengguna, adalah:</li>
<li>Biaya hemat</li>
<li>Kokoh dan tahan lama</li>
<li>Tidak perlu perawatan</li>
</ol>
<p>Sekarang tergantung teman-teman. Apakah Anda sekedar pemakai, atau pemilik?. Bagaimana kondisi dak yang Anda miliki saat ini. Apakah telah memenuhi kriteria yang kami sebutkan diatas?. Atau, jangan-jangan setelah membaca artikel ini. Anda berniat menambah dak baja. Tapi masih bingung caranya!. Jangan ragu. Hubungi kami melalui kontak dalam <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">halaman ini</a>. Layanan konsultasi gratis tersedia untuk Anda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menambah-dak-baja-pada-bangunan-eksisting-pakai-cara-ini-paling-aman/">Menambah Dak Baja Pada Bangunan Eksisting Pakai Cara Ini Paling Aman</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/menambah-dak-baja-pada-bangunan-eksisting-pakai-cara-ini-paling-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Contoh Dak Besi WF Bentang 4; 6 dan 8 Meter Paling Hemat Dan Efektif</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2022 17:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan dak]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja bentang 4-8 m]]></category>
		<category><![CDATA[dak besi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4115</guid>

					<description><![CDATA[<p>Contoh dak besi WF dibutuhkan untuk pemasangan baru, atau sekedar untuk menambah dak pada bangunan eksisting. Semakin banyak contoh yang Anda miliki. Akan lebih bagus. Guna memperoleh desain yang menimalis, tepat fungsi dan hemat biaya. Dengan tujuan seperti itu, semua orang pasti sepakat. Oleh sebab itu, simak tips dan contoh-contoh balok yang kami sajikan dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/">Contoh Dak Besi WF Bentang 4; 6 dan 8 Meter Paling Hemat Dan Efektif</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3062 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Balok-Baja-300x231.jpg" alt="Mengenal macam-macam join antara (sesama) balok baja dengan alat sambung baut" width="300" height="231" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Balok-Baja-300x231.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Balok-Baja.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Contoh dak besi WF dibutuhkan untuk pemasangan baru, atau sekedar untuk menambah dak pada bangunan eksisting. Semakin banyak contoh yang Anda miliki. Akan lebih bagus. Guna memperoleh desain yang menimalis, tepat fungsi dan hemat biaya. Dengan tujuan seperti itu, semua orang pasti sepakat. Oleh sebab itu, simak tips dan contoh-contoh balok yang kami sajikan dalam artikel ini.</p>
<p>Sebagai tambahan informasi. Pembahasan kali ini sedikit mirip dengan <a href="https://arsitekta.com/dak-baja-ringan-dan-kelebihan-kekurangannya-begini-aslinya/">dak baja ringan</a>. Karena beberapa material yang digunakan relatif sama. Seperti lantai beton, bondek dan balok yang terbuat dari material logam. Namun dari segi kekuatan, dak besi WF jauh lebih unggul. Sebab dapat Anda terapkan untuk bentang lebar. Dan memikul beban berguna sampai dengan 750 kg/m².</p>
<h2>Pengertian dan fungsi balok dak</h2>
<p>Balok dak WF adalah seluruh balok yang terbuat dari baja profil WF, dan terpasang secara horizontal pada tiang kolom, atau menempel pada sesama balok baja. Sehingga membentuk suatu <a href="https://hot.liputan6.com/read/4513730/8-macam-macam-bangun-datar-lengkap-dengan-rumus-luas-dan-kelilingnya">bidang datar</a> yang berada pada ketinggian tertentu dari lantai dasar, atau dari lantai lain yang berada dibawah balok tersebut.</p>
<p>Fungsi balok WF adalah sebagai penopang material lantai, dan segala jenis beban yang bekerja di atas dak. Maka dari itu, harus dirancang dengan benar. Jikalau memungkinkan, berdasarkan contoh dak besi WF yang sudah jadi. Seperti yang terlampir pada bagian tengah artikel ini.</p>
<h2>Persiapan merancang dak baja dan manfaat yang diperoleh</h2>
<p>Data-data yang harus Anda lengkapi sebelum merancang dak baja antara lain:</p>
<ol>
<li>Ukuran (Panjang dan Lebar) konstruksi dak</li>
<li>Tinggi dak (H). Idealnya antara 3 &#8211; 4 meter.</li>
<li>Bentang balok (L). Usahakan kelipatan 3; 4 dan 6 meter. Agar material baja tidak banyak terbuang.</li>
<li>Fungsi dak. Hal ini untuk menentukan beban berguna dak. Sekaligus untuk memilih jenis lantai.</li>
<li>Letak pemasangan dak. Apakah berdiri sendiri, atau konek dengan bangunan lama.</li>
<li>Posisi dan jenis tangga. Supaya sinkron dengan lantai dak.</li>
<li>Elemen tambahan yang terpasang pada dak. Misalnya railing, plafon, instalasi listrik, instalasi pipa dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Bilamana data-data tersebut telah komplit. Selanjutnya Anda akan lebih mudah untuk:</p>
<ol>
<li>Menetapkan kekuatan dak maksimum</li>
<li>Mentukan dimensi material baja.</li>
<li>Memilih sistem dan tata letak instalasi</li>
<li>Menentukan tinggi <a href="https://arsitekta.com/model-anak-tangga-besi-dan-plat-lantai-yang-pantas-untuk-rumah/">anak tangga</a> dan railing</li>
<li>Menentukan material lantai yang terbaik</li>
<li>Membuat gambar desain dan detail dak</li>
</ol>
<h2>Contoh balok WF untuk dak beton</h2>
<p>Berikut 3 contoh dak besi WF, yang berguna untuk lantai beton bertulang. Dengan ketebalan cor ≤ 10 cm. Masing-masing balok terdiri dari 2 macam pilihan, yaitu:</p>
<h3>1. Balok baja WF bentang 4 meter</h3>
<p>Alternatif 1; Balok utama menggunakan WF 200. Dan balok pembagi adalah WF 150. Sedangkan alternatif 2; pengganti balok induk adalah baja kastela 225. Yaitu baja WF 150 yang dimodifikasi menjadi baja kastela. Atau sering ditulis dengan WF 150 HCO 225x75x5x7</p>
<p>Pilihan lain pengganti balok anak adalah baja UNP 120. Dengan jarak pemasangan (L1) = 1,33 meter. Denah balok seperti pada gambar A dibawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4116 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja-300x220.png" alt="Gambar skematik balok besi WF untuk dak bentang 4 dan 6 meter" width="300" height="220" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja-300x220.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Balok-dak-baja.jpg 700w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>2. Baja WF bentang 6 meter</h3>
<p>Contoh balok dak WF berikut adalah untuk bentang 6 meter. Material yang digunakan adalah:</p>
<ol>
<li>WF 300 sebagai balok utama. Masing-masing balok menumpu pada tiang kolom. Pun kolom tersebut terbuat dari baja WF 300, atau dimensi yang lebih besar.</li>
<li>WF 250 sebagai balok pembagi. Dengan jarak pasang (L1) maksimal @2,0 meter.</li>
</ol>
<p>Alternatif balok utama adalah baja kastela 375. Sementara balok pembagi, alternatifnya adalah kastela 225. Anda ingat kan kedua balok ini terbuat dari WF berapa?. Sementara itu, penempatan balok untuk bentang 6 meter, juga sama seperti gambar diatas. Perhatikan letak pemasangannya.</p>
<h3>3. Dak bentang 8 meter</h3>
<p>Contoh dak besi WF yang terakhir adalah bentang 8 meter. Konstruksi seperti ini umumnya digunakan untuk pabrik, serta gudang untuk menyimpan barang-barang yang berat. Oleh sebab itu, balok masih mampu memikul beban cor setebal 12 cm. Desain balok seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Balok utama = WF 400 atau baja <a href="https://arsitekta.com/plat-sambungan-baja-kastela-375-450-dan-525-dan-ukuran-baut/">kastela 525.</a></li>
<li>Balok anak = WF 250 atau kastela 300.</li>
</ol>
<p>Bilamana Anda menghendaki. Selain menggunakan baja WF, balok dak bentang 8 meter juga bisa memakai baja H-beam. Yakni H-beam 300 dan 200. Hal ini justru menghemat pemakaian plat buhul. Serta ruangan pada bagian bawah dak makin lapang. Sebab space untuk balok H-beam lebih sedikit. (Perhatikan beda tinggi balok induk antara WF, baja kastela dan H-beam).</p>
<h2>Untung rugi menggunakan lantai dak beton</h2>
<p>Selain lantai beton, dak baja juga sering diaplikasikan dengan lantai plat bordes, tripleks, panel GRC dan sebaginya. Hal itu akan berpengaruh pada beban balok dak. Karena berat beton jauh lebih besar daripada bordes. Sehingga kemungkinan besar material baja yang Anda gunakan lebih kecil.</p>
<p>Namun jangan salah. Pemasangan lantai bordes tidak boleh langsung pada balok WF. Melainkan memerlukan rangka tambahan. Sebab ukuran plat baja hanya 122&#215;244 cm. Dengan demikian, tonase rangka dak akan menjadi tambah. Jadi kesimpulannya adalah:</p>
<p>&#8220;Berat lantai memang ringan. Tapi untuk memudahkan pemasangan harus memerlukan rangka tambahan. Akhirnya pengurangan biaya pada lantai, beralih pada penambahan rangka. Oleh sebab itu, tidak otomatis biaya dak beton jauh lebih mahal daripada lantai tripleks, bordes dan yang sejenisnya&#8221;.</p>
<h2>[Penutup] Referensi dak yang telah terpasang akan lebih akurat</h2>
<p>Mempertimbangkan plus minus pemakaian satu material akan lebih baik, daripada serta merta menerapkan material pada konstruksi dak. Lebih bagus lagi, bilamana disertai dengan contoh dak besi WF yang sudah terpasang. Bukan yang masih <a href="https://teropong.id/forum/2019/12/24/arti-kata-di-atas-kertas-dalam-kamus-indonesia-inggris-adalah/">diatas kertas.</a> Alias masih dalam konsep perencanaan, atau perancangan.</p>
<p>Seperti kita ketahui. Bukan rahasia lagi kalau dalam perencanaan membutuhkan banyak referensi. Dengan tujuan agar perancangan lebih cepat dan mudah. Kemudahan yang diperoleh diantaranya adalah dalam hal menentukan: 1]. Dimensi bahan, 2]. Tata letak struktur, hingga 3]. <a href="https://arsitekta.com/proses-finishing-konstruksi-baja-secara-profesional-dan-maksimal-begini/">Finishing konstruksi.</a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/">Contoh Dak Besi WF Bentang 4; 6 dan 8 Meter Paling Hemat Dan Efektif</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dak Baja Ringan Dan Kelebihan + Kekurangannya Begini Aslinya</title>
		<link>https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-dak-baja-ringan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-dak-baja-ringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 15:36:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan dak baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dak baja ringan adalah sebuah elemen bangunan yang berbentuk bidang datar, berada pada ketinggian tertentu, serta menggunakan baja ringan sebagai material utama. Material utama yang dimaksud disini artinya tanpa memakai material tersebut konstruksi dak tidak bisa realisasi. Kalau pun terealisasi. Maka tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki. Hubungan konstruksi dak, baja ringan dan bondek Dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-dak-baja-ringan/">Dak Baja Ringan Dan Kelebihan + Kekurangannya Begini Aslinya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4113 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah-300x173.jpg" alt="Tampak bawah dak baja. Konstruksi menggunakan bondeck dengan bahan dasar yang sama dengan baja ringan." width="300" height="173" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah-300x173.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-dak-bagian-bawah.jpg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Dak baja ringan adalah sebuah elemen bangunan yang berbentuk bidang datar, berada pada ketinggian tertentu, serta menggunakan baja ringan sebagai material utama. Material utama yang dimaksud disini artinya tanpa memakai material tersebut konstruksi dak tidak bisa realisasi. Kalau pun terealisasi. Maka tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.</p>
<h2>Hubungan konstruksi dak, baja ringan dan bondek</h2>
<p>Dalam hal ini, sebelumnya kami akan meluruskan. Asumsi orang yang menyebutkan dak baja ringan hanya <a href="https://arsitekta.com/jangan-asal-memasang-bondek-resikonya-fatal-cara-yang-benar-begini/">bondek</a> (floor deck, dan sejenisnya) adalah salah besar. Material bondeck adalah salah satu komponen lantai bangunan. Yang bisa Anda gunakan untuk dak, balkon, atap, atau sekedar untuk lantai dasar. Artinya tanpa menggunakan bondeck, sebenarnya konstruksi dak juga bisa Anda buat. Sebagai pengganti material tersebut adalah multiplek/triplek.</p>
<p>Baja ringan dan bondeck memang terbuat dari bahan dasar yang sama. Yakni material logam dengan kekuatan tarik antara 500-550 Mpa. Serta memiliki lapisan galvanis dengan garansi mencapai 25 tahun. Namun dari segi bentuk dan fungsi. Kedua material ini jauh berbeda. Fungsi baja ringan bisa sebagai material struktural dan arsitektural. Sedangkan kegunaan bondeck hanya sebagai pelengkap struktur bangunan. Beda sekali bukan?.</p>
<p>Jadi, yang dimaksud dengan dak baja ringan disini adalah material baja ringan yang sering digunakan untuk rangka atap. Bukan unsur logam yang terdapat dalam material bangunan yang mengandung baja ringan. Kalau asumsinya demikian. Maka dalam hal ini <a href="https://arsitekta.com/15-kelebihan-sekaligus-persamaan-antara-atap-datar-galvalum-dan-rangka-baja/">atap galvalum/zincalum</a> harusnya juga termasuk. Bukan bondek saja.</p>
<h2>Unsur-unsur yang terdapat pada konstruksi dak</h2>
<p>Sebuah konstruksi dak terdiri dari 3 unsur utama, yaitu: 1]. Tiang kolom, 2]. Balok, dan 3]. Lantai. Dari 3 jenis unsur ini. Fungsi bondeck adalah sebagai material lantai. Itu pun, seperti yang kami sebutkan sebelumnya. Penggunaan bondeck tidak wajib. Sebab banyak material alternatif lain yang memiliki fungsi yang sama dengan bondeck.</p>
<p>Sedangkan material baja ringan. Yang sekarang ini kita sebut menjadi dak baja ringan. Berfungsi sebagai tiang kolom dan balok. Oleh sebab itu, di awal kami sebut sebagai material utama. Sebab tanpa tiang dan balok, mustahil Anda bisa membangun dak.</p>
<h2>Kelebihan baja ringan sebagai kolom dan balok dak</h2>
<p>Kelebihan dak baja ringan dapat ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:</p>
<h3>Aspek konstruksi</h3>
<p>Keunggulan balok dak antara lain:</p>
<ol>
<li>Proses pengerjaan sangat cepat. Dan sering dilakukan di lokasi pasang (site/proyek). Karena tidak perlu melalui proses pabrikasi layaknya baja profil.</li>
<li>Alat kerja dan alat bantu kerja baja ringan sangat sedikit. Serta mudah diperoleh.</li>
<li>Tidak perlu pondasi yang besar. Sebab konstruksi dak sangat ringan.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/bentuk-profil-baja-ringan-dan-manfaat-memahami-ragam-jenis-ukuran/">Bentuk profil</a>, ukuran maupun ketebalan bahan sangat banyak. Hal tersebut memudahkan Anda untuk memilih jenis bahan yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi.</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3901 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Spek-baja-ringan-kencana-300x236.png" alt="ragam bentuk dan ukuran profil baja ringan" width="300" height="236" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Spek-baja-ringan-kencana-300x236.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Spek-baja-ringan-kencana.png 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>Aspek biaya</h3>
<p>Sebagai akibat dari proses konstruksi. Atau karena faktor-faktor lain. Kelebihan dak baja ringan ditinjau dari segi biaya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Harga bahan, alat kerja, maupun material pendukung untuk pekerjaan baja ringan sangat murah.</li>
<li>Proses pengerjaan yang mudah dan cepat. Juga mengakibatkan biaya pemasangan menjadi hemat.</li>
<li>Tidak perlu cat finishing. Sebab semua material baja ringan sudah mendapat lapisan galvanis. Bawaan dari pabrik. Dengan demikian, biaya untuk pekerjaan cat otomatis nol.</li>
</ol>
<h2>Kekurangan dak yang menggunakan material baja ringan</h2>
<p>Pun dikelompokkan menjadi 2 penilaian, yaitu:</p>
<h3>Dari segi kekuatan dak</h3>
<p>Kelemahannya adalah:</p>
<ol>
<li>Beban berguna untuk konstruksi dak baja ringan maksimal 200 kg/m². Hal itu pun dapat tercapai bilamana menggunakan material yang tebal. Serta melalui perhitungan struktur yang cermat.</li>
<li>Oleh sebab poin 1. Tidak dianjurkan untuk lantai cor. Sebab berat beton bertulang mencapai 2.400 kg/m². Artinya, jikalau tebal cor 10 cm. Berarti beban lantai adalah 240 kg/m².</li>
<li>Daya tahan baja ringan terhadap lendut/lentur sangat minim. Sehingga rawan terjadi puntir. Terutama ketika menerima beban yang berlebihan.</li>
<li>Profil baja ringan sangat tipis. Yakni ≤ 1,0 mm saja. Sedangkan beban lantai, tambah beban berguna yang akan dipikul tergolong berat. Yaitu mencapai 250-300 kg/m².</li>
<li>Walau telah memiliki lapisan galvanis. Baja ringan kemungkinan besar tetap akan mengalami korosi. Karena udara lembab, atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Zat_kimia">zat-zat kimia</a> dan asam yang berada di proyek.</li>
<li>Sistem sambungan hanya menerapkan baut skrup. Sehingga mudah lepas. Terutama karena getaran dan beban yang berat.</li>
</ol>
<p>Terkait poin 1 dan 5. Bilamana Anda menggunakan lantai cor. Maka dipastikan material baja ringan semakin cepat korosi. Sebab selama pengecoran, air (agregat) akan melimpah pada tiang kolom dan balok. Bahkan akan mengendap pada celah-celah material tersebut. Yang mana, sangat sulit untuk dibersihkan. Oleh sebab itu, jangan pakai lantai cor untuk dak baja ringan.</p>
<h3>Dari segi keamanan dan kenyamanan</h3>
<p>Kekurangan konstruksi ini adalah:</p>
<ol>
<li>Pantas digunakan hanya tempat untuk menyimpan barang yang ringan. Seperti plastis, kertas dan kardus. Bukan untuk tempat tinggal (living room).</li>
<li>Kaitannya dengan organisasi ruang. Ruangan yang berada di bawah dak. Hanya cocok digunakan untuk gudang. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi. Jikalau barang jatuh.</li>
<li>Lantai dak akan terasa lendut jika dipijak. Serta mengeluarkan suara bila digunakan sebagai tempat untuk beraktivitas. Sekalipun hanya jalan kaki.</li>
<li>Maintenance harus sering dilakukan. Terutama pada <a href="https://arsitekta.com/menerapkan-sambungan-full-baut-pada-balok-baja-wf-dan-h-beam/">sambungan balok</a> dan kolom. Serta sambungan-sambungan skrup lainnya.</li>
<li>Dak baja ringan hanya cocok untuk ruangan tertutup. Dan bebas dari udara lembab. Serta untuk menyimpan barang-barang non cair, kimia dan sebagainya.</li>
</ol>
<h2>[Penutup] Pilih konstruksi dak Anda berdasarkan kebutuhan</h2>
<p>Menentukan salah satu sistem konstruksi yang akan diaplikasikan pada bangunan harus lebih dahulu mempertimbangkan apa untung dan rugi sistem tersebut. Sistem yang dimaksud disini antara lain jenis bahan, metode kerja, anggaran biaya serta alamat pemasangan. Supaya konstruksi terbangun sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan.</p>
<p>Melalui penjelasan di atas. Teman-teman sudah memiliki bekal untuk mempertimbangkan apakah dak baja ringan ini cocok untuk Anda terapkan. Satu sisi konstruksi ini memang memiliki banyak kelebihan. Namun, faktanya pada sisi yang lain. Ternyata juga memiliki kelemahan. Oleh sebab itu, silahkan Anda pilih sesuai dengan <a href="https://www.tanamduit.com/belajar/lifestyle/memahami-perbedaan-kebutuhan-dan-keinginan#:~:text=Kebutuhan%20merupakan%20semua%20bentuk%20barang,terhadap%20sesuatu%20yang%20dianggap%20kurang.">kebutuhan Anda</a>. Jangan berdasarkan kemauan. Atau keinginan!.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-dak-baja-ringan/">Dak Baja Ringan Dan Kelebihan + Kekurangannya Begini Aslinya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-dak-baja-ringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Memasang Dak Baja Paling Tepat Dan Cepat 3 Tahap + 6</title>
		<link>https://arsitekta.com/kiat-memasang-dak-baja-paling-tepat-dan-cepat-3-tahap-6/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kiat-memasang-dak-baja-paling-tepat-dan-cepat-3-tahap-6/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 23:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[kiat memasang dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[memasang dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan dak baja secara cepat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Walau pekerjaan dak tergolong mudah, karena elemennya tidak banyak. Namun bila tidak ditangani secara tepat, dan oleh tukang yang profesional. Maka memasang dak akan memakan waktu yang lama. Selain lama, mutu pekerjaan juga sangat buruk. Maka dari itu, harus ada kiat memasang dak baja. Supaya cepat selesai, dan hasilnya bagus. Jangan anggap remeh!. Apakah mudah?. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kiat-memasang-dak-baja-paling-tepat-dan-cepat-3-tahap-6/">Kiat Memasang Dak Baja Paling Tepat Dan Cepat 3 Tahap + 6</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3330 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Metode-pemasangan-struktur-dak-baja-300x211.jpg" alt="Ketersediaan alat menjadi salah satu kiat sukses, untuk memasang konstruksi dak baja" width="300" height="211" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Metode-pemasangan-struktur-dak-baja-300x211.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Metode-pemasangan-struktur-dak-baja.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Walau pekerjaan dak tergolong mudah, karena elemennya tidak banyak. Namun bila tidak ditangani secara tepat, dan oleh tukang yang profesional. Maka memasang dak akan memakan waktu yang lama. Selain lama, mutu pekerjaan juga sangat buruk. Maka dari itu, harus ada kiat memasang dak baja. Supaya cepat selesai, dan hasilnya bagus. Jangan anggap remeh!. Apakah mudah?. Jawaban konkritnya, anda temukan dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Pengertian dak baja</strong></h2>
<p>Dak baja adalah rangkaian struktur bangunan bertingkat 2 atau lebih, yang terbuat dari beberapa macam material baja profil. Dengan menerapkan sambungan las dan baut mur secara bersama-sama. Sehingga struktur menjadi kokoh dan kuat. Untuk selanjutnya dilakukan pemasangan lantai, serta komponen-komponen dak lainnya. Setelah itu <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">konstruksi dak</a> dapat digunakan secara sempurna.</p>
<h2><strong>Pengenalan elemen dan komponen dak besi</strong></h2>
<p>Agar paham kiat memasang dak baja, sebelumnya anda perlu mengenal elemen-elemen dan komponen dak. Sebuah konstruksi dak besi terdiri dari 3 macam elemen utama, yaitu: 1].Tiang kolom, 2].Balok utama, dan 3].Balok pembagi (balok anak). Sementara elemen pelengkapnya adalah <a href="https://arsitekta.com/teknik-merancang-tangga-besi-minimalis-dengan-mudah-begini/">tangga besi</a> dan reilling.</p>
<p>Dak baja terpasang secara sempurna, ketika masing-masing elemen sudah memiliki komponen. Sebab pemasangan komponen adalah pada elemen. Ada yang menggunakan sistem las. Ada pula sambungan baut.</p>
<h3><strong>1. Jenis-jenis komponen pada elemen dengan sistem sambungan las</strong></h3>
<p>Komponen yang terpasang pada elemen dak, yang pemasangannya menerapkan sistem las adalah: plat landas, lekat <em>(end/clead plate)</em> dan plat rib <em>(stiffners)</em>. Implementasi plat landas berguna untuk tumpuan kolom baja, sekaligus tempat pemasangan angkur baut. Selain harus memiliki plat landas, sebuah tiang kolom harus punya plat rib.</p>
<h3><strong>2. Macam-macam komponen untuk pemasangan elemen sistem baut</strong></h3>
<p>Komponen untuk melaksanakan pemasangan elemen dak baja, dengan sistem sambungan baut jenisnya adalah angkur baut, serta baut mur. Angkur baut berguna sebagai pengikat antara tiang kolom dan struktur pondasi. Sedangkan baut mur adalah untuk joint antara balok baja, atau antara balok dan kolom baja. Perlu anda ketahui kiat memasang dak baja, rahasianya adalah pada 2 macam komponen ini.</p>
<p>Cat juga merupakan <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur,</a> yang wajib ada pada seluruh pekerjaan baja. Termasuk konstruksi dak. Lebih jelas mengenai cat baja, pada artikel-artikel sebelumnya telah kami uraikan. Silahkan anda <em>browsing</em> melalui internet.</p>
<h2><strong>Tingkat kesulitan pemasangan dak baja</strong></h2>
<p>Berdasarkan pengalaman, kesulitan pemasangan dak baja terletak pada ketinggian konstruksi. Semakin tinggi letak dak, khusunya tiang kolom dan balok. Maka proses pemasangannya membutuhkan waktu yang makin lama. Hal itu terjadi karena demi keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja. Dan dalam kondisi seperti ini tentu prioritas pertama adalah ketepatan. Bukan kecepatan kerja.</p>
<p>Seperti anda ketahui struktur dak baja tidak hanya 1 tingkat. Tetapi banyak pula yang puluhan tingkat. Yaitu pada bangunan-bangunan pencakar langit. Arsitek sangat condong memakai baja profil sebagai bahan utama struktur. Selain terkenal kokoh, kiat memasang dak baja  juga sangat mudah. Sehingga setiap orang bisa dengan mudah mempelajari.</p>
<h2><strong>Kiat melaksanakan pemasangan dak baja secara tepat</strong></h2>
<p>Pada contoh berikut, misalkan anda hendak memasang konstruksi dak 1 tingkat. Dengan ketinggian sekitar 4 meter. Maka pelaksanaannya terdiri dari 3 tahap, yaitu:</p>
<h3><strong>I. Mempelajari gambar kerja</strong></h3>
<p>Adan wajib <a href="https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/">mempelajari gambar kerja</a> sebelum pemasangan dak baja. Jenis-jenis gambar yang anda perlukan antara lain:</p>
<ol>
<li>Denah kolom. Berguna untuk mengetahui letak pemasangan kolom, agar sesuai dengan kode batang (nomor seri), yang tertera dalam gambar tersebut.</li>
<li>Denah balok. Yakni gambar yang menerangkan dimensi/jenis bahan, serta kode balok baja.</li>
<li>Gambar potongan melebar dan melintang. Yaitu berfungsi untuk menerangkan elevasi konstruksi dak baja.</li>
</ol>
<h3><strong>II. Persiapan alat kerja dan baut mur</strong></h3>
<p>Berdasarkan 3 macam gambar kerja tersebut. Selanjutnya anda menyiapkan alat-alat, dan baut mur untuk sambungan antara balok utama dan kolom. Dan antara sesama balok baja (balok utama dan pembagi). Untuk ketinggian dak 4 meter, tidak perlu memakai alat berat. Namun cukup dengan cara manual.</p>
<p>Kiat memasang dak baja secara manual, harus didukung oleh alat yang memadai, antara lain:</p>
<ol>
<li><em>Bok</em></li>
<li><em>Takel</em></li>
<li><em>Drip</em></li>
<li>Tali tambang</li>
<li>Kunci pengeras baut</li>
<li>Baut mur</li>
<li>Alat ukur <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Waterpass"><em>waterpass</em></a></li>
<li>Benang bangunan</li>
<li>Dan alat K3.</li>
</ol>
<p>Anda mungkin asing dengan alat nomor 1-3. Sebenarnya alat-alat tersebut sudah familiar bagi kalangan tukang. Namun demikian, agar lebih jelas silahkan anda pelajari melalui <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">tautan ini.</a></p>
<h3><strong>III. Teknik memasang elemen konstruksi dak</strong></h3>
<p>Selanjutnya agar konstruksi dak terpasang secara sempurna. Setiap elemen harus anda pasang satu-persatu. Alias secara bertahap juga. Tahap-tahap pemasangan elemen konstruksi dak ada 6, yaitu:</p>
<h4><strong>1. Pemasangan tiang kolom baja</strong></h4>
<p>Cara memasang <a href="https://arsitekta.com/15-macam-kolom-baja-dan-kegunaannya-pada-bangunan/">kolom baja</a> yang tepat, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pasang <em>bok</em> se-dekat mungkin dengan titik kolom,</li>
<li>Pastikan kode batang/tiang kolom telah sesuai dengan lokasi pasang,</li>
<li>Angkat kolom baja secara perlahan-lahan. Yaitu dengan menggunakan katrol, yang terpasang pada <em>bok</em>. Hinga rata dengan angkur baja.</li>
<li>Pastikan arah lubang baut, yang terdapat pada kolom sudah benar. Lalu satukan dengan angkur. Melalui lubang yang tersedia pada plat landas.</li>
<li>Cek elevasi tiang kolom, agar sesuai dengan gambar potongan. Jika sudah benar, lakukan pengerasan sementara pada mur angkur.</li>
<li>Setelah posisi kolom sudah tegak lurus, dak kaku. Pindahkan <em>bok</em> pada titik pemasangan yang berikutnya.</li>
<li>Kemudian ulangi langkah 2-5, untuk memasang tiang kolom berikutnya. Demikian seterusnya, hingga semua kolom selesai terpasang.</li>
</ol>
<h4><strong>2. Taknik memasang balok utama</strong></h4>
<p>Kiat memasang dak baja yang selanjutnya, yaitu balok utama. Namun sebelum itu, pengertian balok utama aa sih?. Yaitu sebuah material baja yang berupa batang, dan pemasangannya adalah diantara/menghubungkan 2 buah tiang kolom. Oleh karena itu balok utama selalu menjadi bagian dari struktur bangunan.</p>
<p>Langkah-langkah memasang elemen ini, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Letakkan <em>bok</em> persis diantara 2 buah tiang kolom.</li>
<li>Pastikan kode batang balok baja, yang akan anda pasang telah benar,</li>
<li>Sementara itu, 2 orang mempersiapkan baut mur dan alat pengeras baut. Kemudian naik ke atas tiang kolom. Masing-masing berada pada sebuah tiang kolom.</li>
<li>Angkat balok baja secara perlahan-lahan, dengan menggunakan <em>bok</em>. Dan ketika diangkat, usahakan dalam posisi horizontal.</li>
<li>Ketika posisi balok sudah rata dengan kolom. Berarti anda tinggal memasang baut baja. Lebih detail tentang <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">metode pemasangan baut</a>, silahkan anda pelajari melalui tautan.</li>
<li>Lakukan pemasangan balok utama hingga selesai. Sesuai dengan langkah 1-5.</li>
</ol>
<h4><strong>3. Pemasangan balok pembagi</strong></h4>
<h5>Setelah balok utama terpasang, kemudian anda merancang pemasangan balok pembagi. Balok pembagi atau sering disebut balok anak, adalah sebuah sub elemen struktur yang berbentuk batang, dan terpasang antara 2 buah balok utama. Langkah kerjanya adalah:</h5>
<ol>
<li>Letakkan <em>bok</em> persis ditengah 2 buah balok utama.</li>
<li>Periksa kode batang balok, agar tidak keliru.</li>
<li>2 orang mempersiapkan baut mur dan alat pengeras baut. Kemudian naik ke atas balok utama. Setiap orang berada pada satu balok baja.</li>
<li>Langkah selanjutnya, anda lakukan seperti pemasangan balok utama. Yaitu nomor 4 hingga 6. Hingga semua balok pembagi selesai terpasang.</li>
</ol>
<h4><strong>4. Kiat menyitel kelurusan struktur dak baja</strong></h4>
<p>Atau sering disebut dalam istilah lokal ‘Lot’, yaitu upaya untuk meluruskan elemen struktur dak, secara horizontal maupun vertikal. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk pengerasan baut mur. Dengan demikian konstruksi menjadi kokoh dan kuat. Cara pelaksanaannya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Pertama, elemen yang anda luruskan adalah tiang kolom. Yaitu dengan menggunakan alat ukur waterpass. Setelah posisi kolom telah tegak lurus, lalu kencangkan mur angkur. Agar posisi tiang kolom tidak berubah lagi. Lakukan hal tersebut pada semua kolom baja. Satu per satu.</li>
<li>Kemudian meluruskan balok utama. Caranya, pasang tali benang ari ujung yang satu ke ujung yang lainnya. Kemudian periksa permukaan balok apakah sudah rata. Setelah itu, keraskan seluruh sambungan baut antara <a href="https://arsitekta.com/detail-sambungan-balok-baja-dengan-kolom-terbaik-begini/">balok dan kolom</a>.</li>
<li>Terakhir, melurukan balok pembagi. Juga harus menggunakan tali benang. Tekniknya adalah sama dengan menyitel balok utama.</li>
</ol>
<h4><strong>5. Teknik menyitel ulang kolom baja</strong></h4>
<p>Kondisi di lapangan sering terjadi, permukaan balok baja tidak rata. Hal ini disebabkan oleh elevasi plat landas yang tidak tepat. Sehingga harus menyitel ulang elemen tersebut. Kiat memasang dak baja yang tepat, wajib melalui tahap ini. Antara lain:</p>
<ol>
<li>Longgarkan kembali mur angkur yang diatas plat landas.</li>
<li>Setelah itu, mur yang dibawah anda putar ke arah kiri (posisi membuka). Sehingga mur tersebut mengangkat tiang kolom secara pelan-pelan.</li>
<li>Sementara itu, periksa ulang permukaan balok. Jika sudah rata. Selanjutnya kencangkan kembali mur angkur bagian atas.</li>
<li>Lakukan tahap 1-3, untuk semua tiang kolom. Hingga permukaan balok baja benar-benar datar.</li>
</ol>
<h4><strong> 6. </strong><strong>Memeriksa kekerasan sambungan baut</strong></h4>
<p>Juga situasi yang sering terjadi dilapangan. Dari jauh sambungan baut terlihat sudah terpasang dengan benar, rapat dan rapi. Tetapi dari jarak dekat, ternyata masih ada celah antara balok dan kolom. Mengatasi hal itu, caranya adalah:</p>
<ol>
<li>Kencangkan kembali baut mur dengan menggunakan kunci momen <em>(torque).</em></li>
<li>Naikkan daya tarik kunci, agar mampu merapatkan sambungan,</li>
<li>Lakukan pengerasan baut, khusus pada sambungan yang masih ada celah.</li>
</ol>
<p>Demikian keseluruhan cara memasang konstruksi dak. Yaitu terdiri dari 3 tahap, sebagai pekerjaan inti. Dan 6 tahap lagi sebagai sub pekerjaan. Dengan demikian sebuah konstruksi baja terpasang dengan cepat dan tepat.</p>
<p>Kiat memasang dak baja juga tidak terlepas dari elemen cat. Namun pada artikel ini, <a href="https://arsitekta.com/metode-pelaksanaan-cat-dasar-baja/">pengecatan baja</a> tidak kami uraikan. Sebab dalam artikel-artikel sebelumnya sudah lengkap. Untuk menemukannya, silahkan anda telusuri melalui mesin pencari.</p>
<h2><strong>Ciri-ciri dak baja yang tidak bagus</strong></h2>
<p>Sebuah struktur dak baja terpasang dengan benar, dan berkualitas bagus, ciri-cirinya adalah:</p>
<ol>
<li>Selama pemasangan tidak ada menggunakan alat potong blender.</li>
<li>Pemasangan baut tidak menggunakan nyala api,</li>
<li>Pemasangan elemen dak sesuai pada tempatnya,</li>
<li>Semua sambungan baut mur benar-benar rapat,</li>
<li>Konstruksi tidak miring, tapi tegak 90º.</li>
<li>Permukaan balok tidak bergelombang.</li>
</ol>
<p>Pemasangan dak baja jamin cepat, jika anda tidak mengalami 6 ciri-ciri tersebut. Khusunya nomor 1 dan 2. Penggunaan alat potong blender untuk pekerjaan dak baja tidak ada. Kecuali kondisi darurat. Misalnya untuk merubah panjang batang, atau <a href="https://arsitekta.com/standar-ukuran-lubang-baut-konstruksi-sesuai-sni-terbaru-begini/">ukuran lubang baut</a>. Dan hal ini tentu tidak di-ijinkan dilakukan. Apalagi sudah nyata-nyata bahwa menerapkan sambungan baut.</p>
<h2><strong>[Penutup] Macam-macam teknik memasang dak baja</strong></h2>
<p>Selain dengan alat-alat manual, memasang dak baja juga bisa dengan <a href="https://surabaya.proxsisgroup.com/jenis-alat-berat/">alat berat</a>. Yaitu mobil <em>crane</em>, atau tower <em>crane</em> (TC). Khusunya untuk konstruksi dak yang tinggi. Atau karena pemasangan dak pada lokasi yang sempit. Sehingga tukang tidak leluasa melakukan kegiatan. Pada kondisi seperti ini, sebenarnya peran alat berat adalah untuk langsir material.</p>
<p>Apakah dengan menggunakan alat berat, kualitas pemasangan dak baja jamin lebih bagus?. Belum tentu. Kuncinya adalah pada metode pelaksanaan, serta orang yang melaksanakan. Kalau lebih cepat, memang sangat mungkin. Namun demikian, apakah secara manual atau memakai alat berat. Kiat memasang dak baja,</p>
<p>tahap-tahapnya seluruhnya sama. Yakni seperti penjelasan diatas.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kiat-memasang-dak-baja-paling-tepat-dan-cepat-3-tahap-6/">Kiat Memasang Dak Baja Paling Tepat Dan Cepat 3 Tahap + 6</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kiat-memasang-dak-baja-paling-tepat-dan-cepat-3-tahap-6/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2020 13:09:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tonase baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dak adalah sebuah lantai bangunan yang terbuka dan berada pada lantai 2 atau selebihnya. Kita tahu fungsi dak pada sebuah bangunan cukup beragam, bisa kita gunakan untuk balkon/teras atau sekedar atap untuk ruangan yang ada bawahnya. Pada bangunan seperti inilah yang kita akan menghitung tonase. Kita sebut konstruksi dak baja sebab material yang kita gunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dak adalah sebuah lantai bangunan yang terbuka dan berada pada lantai 2 atau selebihnya. Kita tahu fungsi dak pada sebuah bangunan cukup beragam, bisa kita gunakan untuk balkon/teras atau sekedar atap untuk ruangan yang ada bawahnya. Pada bangunan seperti inilah yang kita akan menghitung tonase.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita sebut konstruksi dak baja sebab material yang kita gunakan untuk pembuatan konstruksi dak menggunakan bahan baja. Adapun jenis baja yang banyak gunakan untuk pembuatan konstruksi dak baja adalah profil WH, H Beam dan Baja plat. Dan sebuah konstruksi dak sederhana terdiri dari Tiang kolom, Balok induk dan Balok anak. Contohnya seperti gambar berikut, adalah sebuah konstruksi dak yang menggunakan bahan baja profil, silahkan perhatikan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="605" height="621" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja.jpg" alt="Cotoh dak konstruksi baja, yang akan dihitung tonase" class="wp-image-1909" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja.jpg 605w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 605px) 100vw, 605px" /><figcaption>Gambar konstruksi dak menggunakan baja</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar ini, kita akan lengkapi dengan sebuah daftar yang berisi code. Serta berisi jenis-jenis bahan yang kita gunakan untuk pekerjaan konstruksi dak, yaitu:</p>



<ul><li>CH&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Tiang kolom, menggunakan baja profil H-Beam 250x250x9x14</li><li>BJ.1&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Balok induk, menggunakan baja profil IWF 350x175x7x11</li><li>BJ.2&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Balok anak, menggunakan baja profil IWF 250x125x6x9</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Persiapan menghitung tonase baja, begini</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk menghitung tonase baja agar tidak ada yang terlewatkan, sangat perlu kita lakukan beberapa persiapan, yaitu sebagai berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Melengkapi ukuran dan jenis komponen struktur rangka baja.</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain jenis-jenis baja profil yang kita sebutkan sebelumnya, agar pekerjaan konstruksi dak dapat dilaksanakan dengan sempurna. Maka membutuhkan komponen lain yaitu: Plat landas, Plat lekat, Stiffners, Angkur, Mur baut dan Cat. Ukuran dan jenis bahan komponen-komponen ini, dalam artikel Komponen Struktur Rangka Baja telah dibuat berupa modul. Dan untuk menghitung tonase baja dak ini, ukuran dan jenis bahan komponen-komponen yang dibutuhkan mengacu pada module tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menentukan metode penghitungan yang akan kita lakukan.</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penghitungan tonase baja, apakah kita akan lakukan secara manual atau menggunakan program komputer?, tentu tergantung kesiapan yang anda. Disini menghitung tonase kita lakukan secara manual, maka yang kita perlu persiapkan kertas, alat tulis, kalkulator dan tabel baja. Sementara tabel baja telah tersedia dalam beberapa artikel . Misalnya jika profil yang akan kita gunakan pada pekerjaan adalah profil WF, maka silahkan buka <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil WF dan Kegunaan</a>.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sedangkan jika menggunakan program komputer, dapat kita lakukan dengan <a href="https://www.microsoft.com/id-id/microsoft-365/excel">software Ms.Excel</a>. Sebagai contoh, format menghitung tonase baja dalam Ms.Exel, seperti gambar ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="461" height="253" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja.jpg" alt="Contoh format penghitungan tonase baja jika menggunakan komputer, yaitu software Ms.Excel" class="wp-image-1910" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja.jpg 461w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja-300x165.jpg 300w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /><figcaption>Gambar format penghitungan tonase menggunakan Ms.Excel</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara menghitung tonase konstruksi dak baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berdasarkan gambar konstruksi dak baja tersebut, akan kita jadikan contoh cara menghitung tonase baja dengan mudah dan praktis. Untuk memudahkan kita melakukan penghitungan, maka terlebih dahulu kita memahami jenis-jenis item pekerjaan, yang ada pada dak baja. Kemudian kita menentukan metode menghitung tonase baja. Adapun disini kita lakukan secara manual, cara menghitung tonase kita lakukan seperti berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Tonase baja pada Tiang kolom</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah tiang kolom harus lengkap dengan komponen Pelat landas, Stiffners untuk pelat landas, Stiffners untuk kolom dan Angkur. Adapun cara menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen tiang kolom, dapat anda perhatikan seperti ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (CH); H Beam 250x250x9x14&nbsp; = 3,13 m’ x 4 bh x 72,42 kg/m = 906,70 Kg</li><li>Plat landas T=14 mm, ukuran 30&#215;30 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,09 m² x 4 bh x 113,4 kg/m = &nbsp;&nbsp;40,82 Kg</li><li>Stiffners untuk plat landas T= 8 mm,&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,02 m² x 4 bh x 64,93 kg/m = &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;5,19 Kg</li><li>Stiffners untuk tiang kolom T=10 mm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,06 m² x 4 bh x 81,00 kg/m = &nbsp;&nbsp;19,44 Kg</li><li><em>Angkur baut 4Ø19&#215;800 mm (L)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 4 bh x 4 bh = &nbsp;&nbsp;16 Kg</em></li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari rincian perhitungan tersebut, selanjutnya dapat kita ketahui:</p>



<ul><li>Tonase Tiang kolom (CH)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = &nbsp;(906,70 + 40,82 + 5,19 + 19,44 Kg) = 1.072,15 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (1,65 m² x 4) + ((0,09&nbsp; + 0,02 + 0,06) x 2) = 6,94 m²</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Tonase pada Balok induk</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah balok induk perlu lengkap dengan komponen Pelat lekat, Stiffners dan Mur baut. Adapun teknis menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen untuk balok anak, dapat anda perhatikan caranya seperti berikut ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (BJ.1); WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 5,35 m’ x 2 bh x 49,60 kg/m = 530,72 Kg</li><li>Couhp (sumpil) CT-WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,80 m’ x 1 bh x 49,60 kg/m = &nbsp;39,68 Kg</li><li>Plat lekat T=12 mm, ukuran: 17,5&#215;70 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,12 m² x 4 bh x 97,22 kg/m =&nbsp;&nbsp; 46,66 Kg</li><li>Stiffners T=7 mm, ukuran: 17,5&#215;35 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,06 m² x 4 bh x 56,70 kg/m =&nbsp;&nbsp; 13,61 Kg</li><li><em>Mur baut 14Ø7/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 14 pcs x 4 bh =&nbsp;&nbsp; 56 Pcs</em></li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari uraian perhitungan tersebut, kemudian dapat kita ketahui:</p>



<ul><li>Tonase Balok induk (BJ.1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp; (530,72 + 39,68 + 46,66 + 13,61 Kg) = 630,67 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (1,40 m² x 2) + ((0,12&nbsp; + 0,06) x 2) m² = 3,16 m²</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Tonase baja Balok anak</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah balok anak terdiri dari komponen Pelat lekat, Stiffners dan Mur baut. Bagaimana cara menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen untuk balok anak?, anda perhatikan perhitungan berikut ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (BJ.2); WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 3,00 m’ x 3 bh x 21,33 kg/m = 191,97 Kg</li><li>Couhp (sumpil) CT- WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,50 m’ x 1 bh x 21,33 kg/m = &nbsp;10,61 Kg</li><li>Plat lekat T=10 mm, ukuran: 10&#215;40 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,04 m² x 3 bh x 81,00 kg/m =&nbsp;&nbsp; 9,72 Kg</li><li>Stiffners T=6 mm, ukuran: 10&#215;20 cm &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,02 m² x 4 bh x 48,61 kg/m =&nbsp;&nbsp; 3,89 Kg</li><li><em>Mur baut 10Ø5/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 10 pcs x 5 bh =&nbsp; 50&nbsp; Pcs</em></li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Setelah seluruh uraian perhitungan telah selesai, maka selanjutnya kita dapat mengetahui:</p>



<ul><li>Tonase Balok anak (BJ.2) &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp; (191,97 + 10,61 + 9,72 + 3,89 Kg) = 216,19 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (0,80 m² x 3) + ((0,04&nbsp; + 0,02) x 2) m² = 2,52 m²</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Membuat rekapitulasi setelah menghitung tonase baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Rekapitulasi pekerjaan kita buat setelah semua tonase baja pada masing-masing item pekerjaan selesai kita hitung. Dan rekapitulasi ini selanjutnya berguna sebagai RincianAnggaran Biaya (RAB) pekerjaan konstruksi dak baja. Adapun rekapitulasi dari perhitungan tonase baja yang telah kita buat sebelumnya , adalah sebagai berikut :</p>



<ol type="1"><li>Pekerjaan Tiang kolom (CH); H Beam 250x250x9x14&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 1.072,15 Kg</li><li>Pekerjaan Balok induk (BJ.1); WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp;&nbsp;&nbsp; 630,67 Kg</li><li>Pekerjaan Balok anak (BJ.2); WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp;&nbsp;&nbsp; 216,19 Kg</li><li>Angkur baut Ø19&#215;800 mm (L)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 16 Kg</li><li>Mur baut Ø7/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 56 Pcs</li><li>Mur baut Ø5/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 50&nbsp; Pcs</li><li>Luas cat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 12,62 m²</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk memulai menghitung tonase pekerjaan baja, yang perlu kita lakukan terlebih dahulu adalah mengetahui item-item pekerjaan. Yang terdiri dari jenis bahan, ukuran dan jenis-jenis komponen struktur rangka baja. Selanjutnya kita menyiapkan tabel baja serta menentukan metode penghitungan yang akan kita lakukan, apakah manual atau menggunakan komputer. Kemudian setelah perhitungan selesai, kita membuat sebuah rekapitulasi. Terakhir, agar menjadi sebuah penawaran atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) kita tinggal memasukkan <a href="https://arsitekta.com/harga-satuan-pekerjaan-konstruksi-baja/">Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Baja</a> dalam rekapitulasi tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
