<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baja H-beam Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/baja-h-beam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-h-beam/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Sep 2024 22:22:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>baja H-beam Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-h-beam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Membuat Baja Profil H Beam Dari Besi UNP</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 20:22:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil buatan]]></category>
		<category><![CDATA[baja UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bicara mengenai bentuk baja profil H Beam sebenarnya juga dapat dibentuk dari material baja UNP. Hasilnya sangat luar biasa. Selain menghasilkan ragam ukuran profil yang sangat banyak, proses pekerjaannya juga sangat praktis. Jadi, bicara tentang rekayasa material baja memang tidak terbatas. Dan manfaat atas hal tersebut kita dapat menggunakan material untuk berbagai macam keperluan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/">Cara Membuat Baja Profil H Beam Dari Besi UNP</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara mengenai bentuk baja profil H Beam sebenarnya juga dapat dibentuk dari material baja UNP. Hasilnya sangat luar biasa. Selain menghasilkan ragam ukuran profil yang sangat banyak, proses pekerjaannya juga sangat praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4316" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H.jpeg" alt="Salah satu bentuk material baja mula-mula" width="640" height="356" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H-300x167.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Jadi, bicara tentang rekayasa material baja memang tidak terbatas. Dan manfaat atas hal tersebut kita dapat menggunakan material untuk berbagai macam keperluan dengan beragam pilihan.</p>
<h2>Cara mudah membuat profil baja HB</h2>
<h3>&#8211; Persiapan kerja baja</h3>
<p>Secara umum persiapan kerja baja khsususnya pabrikasi selalu dimulai dari desain konstruksi lengkap dengan gambar-gambar detail. Atau sering disebut dengan gambar shop drawing. Kemudian jenis-jenis alat yang digunakan, dan terakhir adalah kesiapan bahan dasar. Dalam hal ini adalah besi UNP.</p>
<p>Untuk membuat baja profil H Beam ini alat-alat yang dibutuhkan sama persis dengan alat yang dipakai ketika membuat baja WF buatan. Sebagaimana telah Kami bahas beberapa hari lalu dalam artikel khusus. Artikel tersebut dapat Anda temui melalui <a href="https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<p>Sementara itu mengenai desain profil yang akan dibuat tidak perlu se-detail konstruksi baja pada umumnya. Bahkan boleh disebut tanpa memerlukan gambar shop drawing. Karena demikian adanya ukuran besi UNP yang tertera dalam tabel baja. Maka material tersebut lah yang akan dijadikan baja H Beam.</p>
<h3>&#8211; Tahap-tahap pembuatan dan sistem pengelasan</h3>
<p>1. Letakkan 2 batang besi UNP yang se-ukuran secara tolak belakang,<br />
2. Pastikan bahwa permukaan kedua material telah rata dan lurus,<br />
3. Lakukan las titik antara jarak 50 sampai 75 cm untuk menggabungkan besi UNP,<br />
4. Perikasa kembali posisi profil besi. Jangan sampai lengkung dan <a href="https://id.wiktionary.org/wiki/memelintir-melintir">melintir</a>.<br />
5. Lakukan pengelasan secara penuh pada sisi atas dan bawah besi UNP,<br />
6. Baja profil H Beam buatan telah selesai.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5429" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP.png" alt="Bentuk baja profil H Beam yang terbuat dari bahan besi UNP" width="1240" height="726" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP.png 1240w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP-300x176.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP-1024x600.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-buatan-dari-besi-UNP-768x450.png 768w" sizes="(max-width: 1240px) 100vw, 1240px" /></a></p>
<p>Penampang material baja H Beam buatan akan terlihat seperti gambar sebelah kanan. Selain sisi atas dan bawah posisi pengelasan dapat dilakukan pada bagian tengan profil. Dalam gambar terlihat dengan tanda garis putus-putus warna merah.</p>
<p>Ekstra las tersebut sebaiknya untuk membuat H Beam ukuran 150 atau lebih. Supaya kedua material besi UNP benar-benar menyatu dengan erat dan kokoh. Maka dengan demikian dapat digunakan untuk bahan konstruksi yang berat. Seperti tiang kolom, balok, maupun kuda-kuda.</p>
<h2>Ragam ukuran material baja profil H Beam buatan</h2>
<p>Hanya mengandalkan material besi UNP setidaknya ada 19 macam ragam ukuran profil H Beam yang diperoleh. Dimensi material H Beam (H x B) antara lain:</p>
<ul>
<li>HB 50x76HB 65&#215;84</li>
<li>H Beam 75&#215;80</li>
<li>H Beam 80&#215;90</li>
<li>H-Beam 100&#215;100</li>
<li>H-Beam 120&#215;110</li>
<li>HB 125x130HB 140&#215;120</li>
<li>H Beam 150&#215;150</li>
<li>H Beam 160&#215;130</li>
<li>H-Beam 200&#215;160</li>
<li>H-Beam 220&#215;160</li>
<li>HB 250&#215;180</li>
<li>HB 260&#215;180</li>
<li>H Beam 280&#215;190</li>
<li>H Beam 300&#215;200</li>
<li>dan HB 320&#215;200</li>
</ul>
<p>Ukuran tersebut diperoleh dengan cara berikut. Misa bahan dasar yang Anda gunakan untuk membuat baja profil H Beam adalah besi UNP 150&#215;75. Menurut ukuran ini berarti H= 150 mm, sedangkan B= 75 mm.</p>
<p>Nah setelah 2 jenis besi UNP 150&#215;75 digabung maka ukuran yang diperoleh, H= 150 milimeter (tetap). Sementara B= 2 x 75 mm, yaitu 150 mm. Dengan demikian dimensi material besi yang diperoleh adalah H Beam 150&#215;150.</p>
<h2>Cara hitung berat dan luas cat material baja</h2>
<p>Untuk mengetahui berat material H Beam buatan ini sangat mudah. Yaitu berdasarkan berat asli material besi UNP. Misal besi UNP 100x50x5. Karena jumlah material yang digunakan untuk tiap-tiap baja profil H Beam adalah 2 buah. Berati berat satuan material di kali 2.</p>
<p>Berat satuan besi UNP 100x50x5 diketahui dari tabel adalah 9,37 kg/m. Ketika digunakan untuk bahan HB 100&#215;50, berarti berat baja H Beam ini adalah:<br />
= 2 x 9,37 kg/m<br />
= 18,73 kg/m</p>
<p>Sekarang mari bandingkan dengan berarti baja H beam yang asli. Berat satuan HB 100&#215;100 yang asli menurut tabel baja adalah 17,17 kg/m. Hasilnya bagimana?. Nyaris sama bukan?.</p>
<p>Selanjutnya mengenai perhitungan luas permukaan cat. Tentu sedikit berbeda dengan hitung luas cat pada besi UNP. Disini luas permukaan besi UNP tidak dihitung keliling. Melainkan hanya bagian-bagian luar saja. Jadi, mengacu pada perhitungan luas profil baja WF atau HB.</p>
<p>Contoh HB buatan ukuran 125&#215;130. Luas penampang per meter lari adalah dengan rumus:<br />
2H + 4B<br />
= (2 x 0,125) + (4 x 0,130)<br />
= 0,77 m²</p>
<h2>Kelebihan dan kekurangan baja profil H Beam buatan</h2>
<p>Dibanding dengan profil baja H Beam yang terbuat dari material plat baja dan besi siku. Proses pengerjaan material buatan yang satu ini jelas lebih praktis. Sehingga hemat biaya. Hal tersebut didukung pula oleh berat satuan material yang ternyata jauh lebih ringan dibanding 2 jenis material buatan sebelumnya.</p>
<p>Namun dibalik itu kelemahan material H Beam buatan ini juga ada. Yaitu panjang material hanya 6 meter. Sementara panjang standar baja H Beam yang resmi adalah 12,0 meter. Hal tersebut tentu berdampak langsung fungsi material.</p>
<p>Sebagaimana pada umumnya prinsip penggunaan material baja adalah meminimalisir sambungan. Dengan tujuan agar konstruksi bangunan benar-benar kokoh. Oleh sebab itu pantasnya baja profil H Beam buatan ini digunakan untuk tiang atau balok dengan panjang ≤ 6,0 m.</p>
<p>Namun demikian bukan berarti tidak ada cara lain agar tetap bisa digunakan untuk bentang lebar. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu dibutuhkan teknik khusus. Layaknya ketika Kita membuat <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/">baja H-Beam</a> dari bahan besi WF.</p>
<p>Lebih detail tentang teknik tersebut disini tidak Kami jelaskan. Harap maklum. Tapi, silahkan hubungi Kami melalui nomor yang tertera dalam halaman <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">kontak</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/">Cara Membuat Baja Profil H Beam Dari Besi UNP</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 20:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil buatan]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bila baja WF dan HB buatan hanya terbuat dari plat baja lembaran nama profil tersebut yang sebenarnya adalah Welded Beam. Arti singkat welded beam adalah balok dibuat dengan cara las. Apa yang di las?. Yaitu bagian-bagian yang menjadi profil material tersebut. Antara lain Flend (sayap) dan Web (badan). Dalam artikel ini bahan yang digunakan tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/">Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bila baja WF dan HB buatan hanya terbuat dari plat baja lembaran nama profil tersebut yang sebenarnya adalah <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-tentang-baja-h-beam-dan-welded-beam/" target="_blank" rel="noopener">Welded Beam</a>. Arti singkat welded beam adalah balok dibuat dengan cara las. Apa yang di las?. Yaitu bagian-bagian yang menjadi profil material tersebut. Antara lain Flend (sayap) dan Web (badan).</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4998" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Dalam artikel ini bahan yang digunakan tidak hanya plat baja. Tapi dengan sejumlah besi siku. Jadi menggunakan 2 jenis material.</p>
<p>Material plat baja digunakan untuk membuat web, sedangkan besi siku untuk bahan flend. Maka tampilan WF dan HB buatan jadi unik. Berbeda dengan welded beam.</p>
<h2>Proses pengerjaan baja WF dan HB buatan</h2>
<p>Tahapan pemgerjaan terbagi 3 yaitu:</p>
<h3>1. Persiapan desain profil baja</h3>
<p>Desain baja WF dan HB buatan dilakukan unttuk menentukan ukuran material yang digunakan. Ukuran material tersebut tentu mengacu pada dimensi profil baja yang akan dibuat.</p>
<p>Misal Anda hendak membuat WF 400, maka material yang digunakan adalah plat baja tebal 8 mm. Dan besi siku L 90x90x9, atau L 100x100x10. Ada dua pilihan besi siku yang pantas digunakan.</p>
<p>Bila Anda pilih L 90x90x9. Maka dimensi lengkap profil baja buatan tersebut adalah WF 400x188x8x9 mm. Akan tetapi, jikalau memakai L 100x100x10. Hasilnya adalah WF 400x208x8x10.</p>
<p>Contoh kedua. Misal ingin membuat baja HB 100. Berarti material yang dibutuhkan adalah plat baja tebal 6 mm, serta besi siku 5&#215;5. Jadi hasilnya nanti adalah HB 100x106x6x5</p>
<h3>2. Menyiapkan alat dan metode kerja</h3>
<p>Karena pada prinsipnya peroses pengerjaan baja WF dan HB buatan adalah sebatas pabrikasi untuk membentuk profil baja. Maka alat yang dibutuhkan adalah hanya alat kerja pabrikasi. Daftar nama alat dapat Anda lihat pada <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">tautan</a> ini.</p>
<p>Sementara metode kerja lakukan dengan langkah-langkah berikut:<br />
&#8211; Meletakkan material pada area kerja yang telah ditentukan khusus untuk pabrikasi baja.<br />
&#8211; Mengukur material satu per satu sesuai desain. Dengan menggunakan alat: kapus besi, rol meter dan sikon.<br />
&#8211; Memotong plat baja sepanjang/sejumlah yang dibutuhkan. Dilakukakn dengan memakai alat blender potong besi.<br />
&#8211; Memasang besi siku sebanyak 2 buah pada sisi atas, dan sisi bawah plat baja. Menggunakan las.<br />
&#8211; Merapihkan belas pemotongan dan las. Selesi.</p>
<p>Maka profil baja buatan yang telah selesai di pabrikasi seperti terlihat dibawah ini. Pelat baja terpasang diantara 4 buah besi siku. Layaknya pemasangan pelat buhul pada rangka cremona siku.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5425" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png" alt="Profil baja WF dan HB buatan menggunakan material plat dan besi siku" width="1477" height="853" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan.png 1477w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-300x173.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-1024x591.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-WF-dan-HB-buatan-768x444.png 768w" sizes="(max-width: 1477px) 100vw, 1477px" /></a></p>
<h2>Cara hitung berat baja WF dan HB buatan</h2>
<p>Misal 1 batang (12,0 m) baja WF 300, yang terbuat dari plat tebal 7 mm dan siku 70x70x7. Berat material tersebut dihitung dalam 2 tahap.</p>
<p><strong>Tahap 1; hitung berat plat baja T=7 MM</strong><br />
= 0,30 x 12,0 x 56,70 kg<br />
= 204,12 kg</p>
<p><strong>Tahap 2; hitung berat besi L 70x70x7</strong><br />
= 12,0 x 4 x 7,38 kg<br />
= 354,24 kg</p>
<p>Jadi total berat WF 300x147x7x7 adalah 588,36 kg. Per meter lari sama dengan 46,53 kg.</p>
<p>Sekarang mari bandingkan dengan WF 300 asli. Bobot besi WF 300 asli adalah 36,70 kg/m. Berarti terjadi selisih sekitat 9,83 kg/m&#8217;.</p>
<p>Contoh perhitungan berat baja HB buatan. Misal profil baja yang akan dibuat adalah HB 200. Dengan menggunakan material plat T=8 mm, dan besi L 65x100x9. Dimensi lengkap profil baja ini pasca fabrikasi adalah 200x208x8x9 mm.</p>
<p>Berat total material adalah:<br />
= (0,20 x 12,0 x 64,93 kg) + (12,0 x 4 x 11,1 kg)<br />
= 155,832 + 532,80 = 688,63 kg/batang.</p>
<h2>Perbadingan berat material dan ragam kegunaan</h2>
<p>Secara umum baja WF dan HB buatan memang lebih berat dibandiing dengan profil yang asli. Hal tersebut disebabkan oleh pemakaian besi siku sebagai material sayap (flend), yang melingkari seluruh permukaan plat baja.</p>
<p>Namum dibalik dari itu, kelebihan yang diperoleh adalah baja profil sangat kokoh. Dalam hal gaya tekan maupun tarik. Sebab dengan adanya besi siku maka konstruksi baja menjadi memiliki kekuatan yang tinggi.</p>
<p>Diatas <a href="https://mamikos.com/info/jenis-kertas-dan-kegunaanya-dengan-gambarnya-gnr/">kertas</a> kedua material baja buatan ini jelas lebih kuat dibanding welded beam. Dan, bahkan dengan profil baja yang asli. Oleh sebab itu profil baja buatan ini baiknya dipakai untuk keperluaan khusus. Misalnya konstruksi jembatan dan kuda-kuda bentang lebar.</p>
<p>Namun demikian bukan berarti tidak layak digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan lain. Misalnya untuk bahan tiang dan balok dak. Justru sangat disarankan. Bahkan untuk keperluan pekerjaan-pekerjaan bangunan yang sifatnya finishing, kedua material yang mirip dengan huruf H tersebut tetap cocok.</p>
<p>Singkatnya WF dan HB buatan ini sangat fungsional. Akan tetapi penggunaanya pada konstruksi berat (bentang besar) sebaiknya melalui analisa struktur. Supaya diketahui sebesar apa kekuatan material memikul beban bangunan.</p>
<p>Untuk itu, bilamana Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan perhitungan struktur. Silahkan hubungi Kami melalui nomor yang tertera pada <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengerjaan-baja-wf-dan-hb-buatan-yang-unik-dan-fungsional/">Pengerjaan Baja WF Dan HB Buatan Yang Unik Dan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</title>
		<link>https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 20:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[material H Beam buatan]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi material baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya Saya telah membagi tips membuat baja H Beam dari bahan WF. Kali ini tidak kalah menarik yaitu modifikasi WF dan siku juga untuk membuat baja profil H Beam. Jadi dengan menggunakan 2 jenis bahan. Kalau sebelumnya hanya 1 jenis. Yakni besi WF saja. Persiapan alat dan material Secara umum alat yang dibutuhkan untuk membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/">Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya Saya telah membagi tips membuat <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/" target="_blank" rel="noopener">baja H Beam</a> dari bahan WF. Kali ini tidak kalah menarik yaitu modifikasi WF dan siku juga untuk membuat baja profil H Beam. Jadi dengan menggunakan 2 jenis bahan. Kalau sebelumnya hanya 1 jenis. Yakni besi WF saja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4659" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg" alt="Bahan dasar baja kastela yang paling populer yaitu WF" width="448" height="278" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Persiapan alat dan material</h2>
<p>Secara umum alat yang dibutuhkan untuk membuat baja H Beam modifikasi ada 2. Yakni blender potong besi dan alat sambung las.</p>
<p>Penggunaan kedua jenis alat ini sama-sama manual. Namun bila memungkinkan menggunakan alat yang lebih canggih dipastikan hasilnya makin bagus. Seperti <em>electric cutting iron</em> (laser), dan las CO.</p>
<p>Sementara itu mengenai persiapan material baja. Hal ini umumnya dilatarbelakangi oleh 2 kasus. 1]. Menyesuaikan stok yang ada, dan 2]. Mengacu pada baja H Beam yang akan dibuat.</p>
<h3>1. Modifikasi WF dan siku sesuai stok</h3>
<p>Misal Anda memiliki stok material besi WF 250x125x6x9 = 1 batang. Serta besi siku L 60x60x6 mm sebanyak 8 batang. Maka kedua material ini dapat dimanfaatkan untuk membuat baja H Beam 125. Dan, hasilnya sejumlah 2 batang.</p>
<p>Jadi, idealnya perbandingan kebutuhan bahan antara besi WF dan siku adalah 1:8. Dengan demikian maka panjang material buatan (H Beam) pun jadi sempurna (sesuai standar). Yakni 12,0 m.</p>
<p>Akan tetapi jika perbandingan jumlah kedua material tersebut kurang dari 1:8. Misalnya hanya 1:6, berarti material besi WF tidak bisa dimanfaatkan seluruhnya untuk membuat baja H Beam. Hal itu akan mengakibatkan <em>waste</em> sekitar panjang 3,0 meter.</p>
<h3>2. Melakukan modifikasi sesuai ukuran yang dibutuhkan</h3>
<p>Kasus yang kedua. Bila ternyata kebutuhan konstruksi bangunan telah menetapkan baja H beam dengan ukuran tertentu. Berarti upaya yang harus dilakukan adalah mencari material besi WF dan besi siku yang se-ukuran dengan baja H Beam tersebut.</p>
<p>Misal Anda ingin membuat baja H Beam 100. Berarti ukuran material yang dibutuhkan adalah WF 200&#215;100 dan besi siku L 50x50x5. Masing-masing sejumlah ketentuan di atas. Yakni 1 batang besi WF, dan 8 batang besi siku.</p>
<p>Sementara jika ingin membuat H Beam 150. Berarti bahan yang Anda butuhkan adalah WF 300&#215;150 dan siku 70x70x7. Dan baja H Beam 200 dapat dibuat dengan menggunakan besi WF 400&#215;200, serta besi siku L 90x90x9.</p>
<p>Jadi, modifikasi WF dan siku setidaknya dapat menghasilkan 4 macam ukuran. Yakni profil baja H Beam 100; 125; 150 dan 200. Diatas ukuran tersebut tidak bisa. Sebab ukuran bahan dasar tidak tersedia.</p>
<h2>Proses modifikasi H Beam 125</h2>
<p>Tahap pertama. Belah besi WF 250&#215;125 hingga berbentuk profil baja T 125&#215;125. Proses ini dilakukan mirip dengan pengerjaan awal baja <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">Kastela</a>. Yaitu dengan menggunakan alat potong blender. Bedanya material WF disini di belah secara lurus. Bukan zig-zag.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5420" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png" alt="profil baja H Beam buatan hasil modifikasi besi WF dan siku L" width="1000" height="563" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi.png 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi-300x169.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/baja-H-Beam-modifikasi-768x432.png 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Setelah baja WF terbagi 2 dengan ukuran sama panjang. Tahap kedua. Memasang 4 buah besi siku L 60x60x6 pada sisi WF yang sudah dibelah. Tepatnya, 2 batang sisi sebelah kanan dan 2 batang lagi sebelah kiri. Perhatikan metode pengerjaan seperti dalam gambar.</p>
<p>Pemasangan besi siku tersebut dilakukan satu per satu dengan menggunakan las. Adapun tahapan pengelasan lakukan dengan cara las titik lebih dahulu. Kemudian pastikan ukuran profil baja H Beam telah akurat. Selanjutnya melakukan pengelasan secara full. Supaya modifikasi WF dan siku sempurna menjadi H Beam 125.</p>
<p>Tahap terakhir. Adalah membersihkan seluruh permukaan material besi H Beam buatan dari bekas las, serta debu/kotor yang menempel akibat proses modifikasi. Selesai. Sangat praktis bukan?. Lakukan tahapan-tahapan ini ketika Anda melakukan ingin membuat baja H Beam ukuran lain.</p>
<h2>Kegunaan baja H Beam buatan dan plus minus</h2>
<p>Dalam dunia proyek bangunan melakukan rekayasa/modifikasi terhadap material bukanlah satu hal yang tabu. Bahkan dengan alasan tertentu harus dilakukan. Mengapa demikian?.</p>
<p>Karena satu-satunya cara untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari material adalah dengan melakukan rekayasa atau modifikasi. Atau karena alasan keterbatasan ketersediaan material. Maka mau tidak mau Kita harus memanfaatkan material yang ada.</p>
<p>Demikian halnya ide modifikasi WF dan siku untuk membuat baja profil H Beam. Yang mana harus diakui walaupun tidak sempurna. Tetapi manfaat atas material buatan tersebut tidak kalah dengan H Beam asli.</p>
<p>Contoh pemasangan baja H Beam buatan dapat Anda lihat pada <a href="https://www.youtube.com/shorts/snRyImkWCf4">video</a> short ini. Balok baja H Beam pada video tersebut sudah Kami buat 15 tahun yang lalu. Dan terbukti kokoh hingga sekarang. Profil baja H Beam buatan pada video menggunakan WF 400 dan siku 9&#215;9.</p>
<h3>Kegunaan</h3>
<p>Baja H Beam hasil mofifikasi cocok digunakan untuk membuat segala jenis balok dan kuda-kuda. Adapun posisi pemasangan profil baja adalah menghadap kebawah. Alias besi siku berada dibawah profil baja T.</p>
<p>Hal itu bertujuan agar profil baja tidak mengalami <em>buckling</em> ketika menerima beban tekan. Serta untuk memastikan bahwa yang menerima beban berat tumpuan adalah profil besi WF belah. Dengan demikian kekuatan baja H Beam buatan ini jadi sama dengan yang ori.</p>
<p>Selain bahan balok dan kuda-kuda. Sebenarnya material yang menyerupai huruf H ini juga dapat digunakan sebagai tiang. Namun dengan cara <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-kolom-dan-balok-baja-wf-komposit-beton-begini/">komposit</a> beton. Atau sering disebut kolom baja komposit.</p>
<p>Alasan melakukan komposit pada material rekayasa ini adalah mengingat besarnya gaya tekan yang harus diterima ketika digunakan sebagai tiang kolom. Sementara dimensi profil baja tidak sama dan tidak benar-benar simetris.</p>
<p>Maka dari itu guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dilakukan pengecoran untuk membungkus baja hasil modifikasi WF dan siku tersebut.</p>
<p>Dalam hal ini kemungkinan biaya pengerjaan akan jauh lebih besar dibanding menggunakan material yang asli. Namun hal tersebut tentu tidak menjadi pertimbangan utama, Tetapi bagaimana supaya material yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.</p>
<h3>Kelebihan dan kekurangan</h3>
<p>Ditinjau dari biaya pengerjaan baja H Beam buatan jau lebih murah dan lebih cepat dibanding baja honeycomb. Dan ditinjau dari segi kekuatan juga demikian. Sebab bentuk profil baja H Beam ini benar-benar solid. Sementara baja honeycomb terdapat lubang-lubang yang berbentuk segi enam.</p>
<p>Namun demikian kelemahan material ini adalah:</p>
<ol>
<li>Ukuran sangat terbatas. Sehingga tidak dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Misal untuk material balok. Paling benater adalah bentang 7,0 meter.</li>
<li>Lebih berat dibanding material baja H Beam asli. Misal HB 125&#215;125 asli. Berat per meter adalah 18,50 kg. Sedangkan hasil modifikasi adalah 25,64 kg.</li>
</ol>
<p>Demikian proses modifikasi WF dan siku menjadi baja profil H Beam. Serta penjelasan mengenai kegunaan maupun kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/">Membuat Baja H Beam Dengan Cara Modifikasi WF Dan Siku</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 18:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5401</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ide membuat baja H Beam bisa muncul karena berbagai alasan. Dan ide tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil dilaksanakan. Sebab tidak mengakibatkan fungsi maupun kualitas material baja menjadi berkurang. Seperti Kami usulkan beberapa tahun lalu pada sebuah proyek konstruksi baja. Tepatnya kala membuat gedung parkir bertingkat. Dimana saat itu, sang Owner memiliki stock baja WF 500&#215;200 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/">Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ide membuat baja H Beam bisa muncul karena berbagai alasan. Dan ide tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil dilaksanakan. Sebab tidak mengakibatkan fungsi maupun kualitas material baja menjadi berkurang.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4998" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Seperti Kami usulkan beberapa tahun lalu pada sebuah proyek konstruksi baja. Tepatnya kala membuat gedung <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-parkir-motor-bertingkat-prospek-usaha-dan-tahap-pembangunan/" target="_blank" rel="noopener">parkir</a> bertingkat. Dimana saat itu, sang Owner memiliki stock baja WF 500&#215;200 dalam jumlah besar. Sementata yang dibutuhkan adalah baja H Beam.</p>
<p>Nah karena bentuk profil H Beam sangat mirip dengan WF, Kami mengusulkan agar material WF tersebut yang di rekayasa menjadi baja profil H Beam. Dengan pertimbangan supaya tidak perlu membeli baru.</p>
<h2>Ketentuan material baja H Beam buatan</h2>
<p>Sebelumnya perlu Kami disclaimer bahwa tidak semua ukuran baja H Beam bisa dibuat dari bahan dasar baja WF. Melainkan hanya ukuran-ukuran tertentu.</p>
<p>Dan, tebal profil baja H Beam buatan tentu tidak sama dengan tabel baja resmi. Melainkan mengikuti tebal profil baja WF yang akan dibuat menjadi baja H Beam.</p>
<p>Baja HB 100&#215;100 misalnya. Bisa dibuat dari baja WF 200&#215;100. Lalu, HB 150&#215;150 dibuat dari baja WF 300&#215;150. Sementara baja HB 200&#215;200 bisa dibuat dari beberapa pilihan. Yaiitu dari material WF 400&#215;200; WF 450&#215;200, WF500x200 dan WF 600&#215;200.</p>
<p>Satu lagi, baja HB 300&#215;300 juga dapat dibuat dari baja WF 588&#215;300. Namun hal tergolong mustahil karena saat ini baja WF 588&#215;300 sudah sangat langka. Kalau pun ada kemungkinan besar stock lama, atau bekas.</p>
<h2>[Contoh] Cara membuat baja H Beam rekayasa</h2>
<p>Proses pembuatan baja H Beam terdiri dari 6 tahap, yaitu:</p>
<h3>1. Persiapan bahan</h3>
<p>Misal material baja H Beam yang akan dibuat adalah HB 150&#215;150. Berarti material yang memenuhi syarat, dan harus Anda siapkan adalah WF 300&#215;150.</p>
<p>Penting diketahui sebelumnya. Jikalau panjang WF 300&#215;150 sesuai standar (12 meter). Berarti baja H Beam yang Anda buat pun kelak panjangnya tetap 12 m. Jadi, sama sekali tidak mengakibatkan kerugian material.</p>
<h3>2. Menyiapkan alat</h3>
<p>Alat yang dibutuhkan untuk membuat baja H Beam rekayasa antara lain:<br />
&#8211; Kapur besi<br />
&#8211; Sikon<br />
&#8211; Jig<br />
&#8211; Alat ukur meter<br />
&#8211; Blender potong besi<br />
&#8211; Gerinda tangan (grinda slep)</p>
<h3>3. Pengukuran baja WF 300</h3>
<p>Rekayasa baja WF 300 agar menjadi HB 150 adalah dengan cara mengurangi bagian tengah (web). Perhatikan gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5403" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png" alt="baja profil H Beam dibuat menggunakan material baja WF" width="1395" height="843" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300.png 1395w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-300x181.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-1024x619.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Baja-H-Beam-150-Rekayasa-dari-baja-WF-300-768x464.png 768w" sizes="(max-width: 1395px) 100vw, 1395px" /></a></p>
<p>Bagian arsir nantinya akan hilangkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran secara memanjang pada profil baja WF tersebut. Selanjutnya di potong menggunakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Api">nyala api</a>  yang berasal dari alat blender potong.</p>
<h3>4. Membelah material baja</h3>
<p>Proses pemotongan bagian tengah baja WF dilakukan 2x. Sesuai tanda garis pada permukaan baja. Selanjutnya bagian tengah yang telah terpotong. Akhirnya berupa plat baja lembaran, lebar 15 cm.</p>
<p>Material plat tersebut kelak Anda digunakan kembali untuk membuat stiffner kolom baja H Beam. Atau untuk keperluan lain. Misalnya plat lekat, <a href="https://arsitekta.com/ragam-pelat-buhul-baja-dan-perbedaannya-dengan-pelat-lekat/">plat buhul</a>, atau landas.</p>
<h3>5. Membersihkan bekas blender</h3>
<p>Bekas blender potong Anda bersihkan menggunakan gerinda tangan. Supaya kedua profil WF yang terbelah bisa Anda satukan kembali dengan sempurna. Dan mendapatkan ukuran yang sesusi dengan H Beam yang diharapkan.</p>
<p>Oleh sebab itu, proses gerinda tidak bisa dilakukan buru-buru. Melainkan harus dengan sabar. Agar penampang profil WF benar-benar lurus, bersih dan rapih.</p>
<h3>6. Menggabungkan profil WF</h3>
<p>Selanjutnya, 2 bagian baja WF 300 yang telah dibersihkan tadi, Anda disatukan kembali menggunakan las. Sehingga akhirnya benar-benar berbentuk baja H Beam. Bentuk profil H Beam akan terlihat seperti dalam gambar.</p>
<p>Pengelasan dilakukan secara full sepanjang batang WF belah. Dalam hal ini agar profil baja tidak melengkung, Anda harus memggunakan alat Jig. Yang berfungsi untuk menahan profil baja agar tetap lurus.</p>
<p>Demikian rangkaian proses membuat baja H Beam dari baja WF. Dan perlu diketahui, metode diatas berlaku untuk semua baja H Beam rekayasa. Yang menggunakan baja WF sebagai bahan dasar.</p>
<h2>Dimensi lengkap material H Beam buatan</h2>
<p>Karena bahan dasar yang digunakan pada contoh diatas adalah WF 450x200x9x14, maka setelah proses rekayasa ukuran profil H Beam yang diperoleh adalah 200x200x9x14.</p>
<p>Demikian juga bila tahapan-tahapan diatas dilakukan pada baja WF 200&#215;200, maka dimensi baja H Beam yang diperoleh menjadi 100x100x5,5&#215;8. Lalu, WF 300&#215;150 menghasilkan baja HB 150x150x6x9.</p>
<p>Pertanyaan, apakah profil-profil baja H Beam buatan tersebut jauh lebih kecil dibanding ukuran dalam tabel?. Mari Kita buktikan.</p>
<p>Ukuran HB 100 dalam tabel baja resmi adalah 100x100x6x8. Sementara hasil rekayasa adalah 100x100x5,5&#215;8. Hampir sama bukan?.</p>
<p>Kemudian HB 200, ukuran resminya adalah 200x200x8x12 mm. Lalu dengan cara rekayasa WF 450 diperoleh ukuran 200x200x9x14. Justru lebih tebal bukan?.</p>
<p>Oleh sebab itu, diatas Kami klaim bahwa membuat baja H Beam dari baja WF tidak mengurangi kekuatan material baja. Melainkan pada beberapa kasus justru lebih kuat.</p>
<p>Bilamana membutuhkan team rekayasa material baja, silahkan hubungi Kami melalui nomor yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini. Atau, sekalian desain konstruksi baja yang sifatnya mirip dengan rekayasa pun boleh Kami layani.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-h-beam-dari-baja-wf/">Cara Membuat Baja H Beam Dari Baja WF</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</title>
		<link>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 13:16:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[analisa harga satuan]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[perhitungan biaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk pelaksanaan proyek bangunan, analisa harga satuan selalu diperlukan. Terutama pada saat perhitungan anggaran biaya untuk pengajuan penawaran harga borongan (tender), maupun pada saat hendak belanja material. Dengan tujuan, agar tidak melebihi budget. Nah, topik kali adalah jenis bangunan yang dimaksud adalah bangunan baja. Oleh sebab itu yang diperlukan adalah analisa harga satuan pekerjaan baja. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pelaksanaan proyek bangunan, <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-analisa-pekerjaan-baja-konstruksi/">analisa</a> harga satuan selalu diperlukan. Terutama pada saat perhitungan anggaran biaya untuk pengajuan penawaran harga borongan (tender), maupun pada saat hendak belanja material. Dengan tujuan, agar tidak melebihi budget. Nah, topik kali adalah jenis bangunan yang dimaksud adalah bangunan baja. Oleh sebab itu yang diperlukan adalah analisa harga satuan pekerjaan baja. Lebih spesifik lagi, yaitu pekerjaan baja WF dan H-Beam.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-4998 size-full" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg" alt="Gambar material besi WF dan H-Beam sangat mirip demikian juga harga satuan" width="800" height="444" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bentuk-baja-profil-H-Beam-768x426.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h2>Pengertian dan jenis-jenis pekerjaan baja</h2>
<p>Harga satuan pekerjaan bangunan artinya adalah sejumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan bangunan, hingga selesai dengan sempurna. Sesuai yang direncanakan dalam gambar kerja/detail bangunan. Biaya tersebut untuk apa?. Yakni untuk membeli bahan, upah tukang, biaya alat serta biaya-biaya lain yang muncul sebelum, atau sesudah pelaksanaan pekerjaan.</p>
<p>Sementara pekerjaan baja maksudnya adalah sekelompok pekerjaan konstruksi bangunan yang menggunakan baja profil sebagai material utama. Dari segi definisi memang mirip dengan pekerjaan konstruksi baja. Pekerjaan konstruksi baja condong pada jenis, atau bentuk konstruksi yang akan bangun. Sedangkan pekerjaan baja condong pada nama-mana material baja yang digunakan.</p>
<h2>Batasan penggunaan harga satuan pekerjaan baja dan contoh BoQ</h2>
<p>Misal baja WF dan H-Beam digunakan untuk sebuah tiang kolom. Maka, yang layak menggunakan harga satuan tersebut adalah material WF atau H-Beam saja. Sementara base plat, <a href="https://arsitekta.com/ukuran-plat-stiffner-yang-benar-untuk-baja-wf-dan-h-beam/" target="_blank" rel="noopener">stiffners</a>, serta komponen lain yang terpasang pada kolom. Misalnya sepatu regel, adalah tidak termasuk. Harga satuan sepatu regel tersebut, harus Anda hitung tersendiri. Sebab material yang digunakan pasti bukan WF.</p>
<p>Maka dari itu, batasan penggunaan harga satuan pekerjaan baja adalah jenis material. Bukan komponen konstruksi bangunan yang terdiri dari beberapa jenis material. Semoga teman-teman paham sampai disini. Sudah kan?. Oh, belum?1. Saya akan jelaskan melalui sebuah contoh BoQ.</p>
<h3>1. Contoh BoQ kolom baja WF</h3>
<p>BoQ pekerjaan kolom baja WF misalnya. Adalah terdiri dari 4 item, antara lain:<br />
1. Baja WF ukuran sekian. Sebutkan dimensi material secara lengkap. Lalu, jumlah volume/tonase, harga satuan bahan, lalu jumlah biaya.<br />
2. Base plat, stiffners dan tutup kolom umumnya dijadikan 1. Sebab terbuat dari material yang sama. Yakni plat baja lembaran.<br />
3. Sepatu regel<br />
4. Angkur baja</p>
<p>Rincian BoQ dalam tabel adalah seperti gambar dibawah ini. Perhatikan secara urut, dan proses perkalian biaya. Dari kiri ke kanan, adalah:<br />
&#8211; Nama material<br />
&#8211; Tonase baja<br />
&#8211; Harga satuan pekerjaan baja<br />
&#8211; Jumlah harga (biaya)</p>
<h3>2. Contoh BoQ pekerjaan balok baja</h3>
<p>Sedangkan, bila material yang sama (baja WF) digunakan sebagai balok. BoQ pekerjaan menjadi 3 macam, yakni:<br />
1. Material baja IWF dan voute<br />
2. Plat lekat dan stiffner balok<br />
3. Baut mur</p>
<p>Jadi, karena pada satu komponen konstruksi terdiri dari beberapa macam. Maka harga satuan pekerjaan baja pun harus bermacam-macam. Yakni sesuai dengan rincian pekerjaan dalam BoQ tersebut. Lebih lengkap tentang ragam jenis BoQ baja dalam waktu dekat akan saya posting dalam website ini. Untuk melengkapi pengetahuan teman-teman tentang perhitungan biaya pekerjaan konstruksi baja.</p>
<h2>Cara membuat AHSP baja WF dan H-Beam dan memasukkan harga dalam BoQ</h2>
<p>Sama dengan biaya pokok pelaksanaan pekerjaan bangunan lain, adalah terbagi menjadi 3. Yakni biaya: 1]. Upah, 2]. Bahan, dan 3]. Alat. Besaran biaya untuk 3 unsur ini yang harus Anda tetapkan lebih dulu. Contoh, upah kerja baja saat ini di Semarang, sesuai klasifikasi keahlian antara lain:<br />
&#8211; Pekerja/Laden = Rp 100.000,-/hr<br />
&#8211; Tukang = Rp 125.000,-/hr<br />
&#8211; Kepala tukang = Rp 135.000,-/hr<br />
&#8211; Mandor = Rp 145.000,-/hr</p>
<p>Nah, angka-angka tersebut Anda masukan dalam tabel Analisa Harga Satuan Pekerjaan baja. Atau, sering disingkat dengan AHSP Baja. Tabel analisa tersebut adalah berasal dari pemerintah. Yang dikeluarkan sebagai standar perhitungan anggaran biaya bangunan. Tabel AHSP khusus pekekrjaan baja WF dan H-Beam, seperti terlihat dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4999" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png" alt="Tabel Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF dan H-Beam" width="921" height="525" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com.png 921w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com-300x171.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/AHSP-baja-WF-dan-H-Beam-by-arsitekta-com-768x438.png 768w" sizes="(max-width: 921px) 100vw, 921px" /></a></p>
<h3>1. Langkah-langkah membuat AHSP</h3>
<p>Setelah update biaya upah, Anda cek harga satuan (per kg) baja WF dan H-Beam di pasaran. Lalu, Anda masukkan satu per satu ke dalam tabel AHSP. Kemudian secara otomatis, Anda akan tahu jumlah total biaya upah, maupun bahan.</p>
<p>Selanjutnya mengenai alat kerja. Karena pekerjaan baja profil terbagi menjadi 2 tahap. Yakni pabrikasi dan erection, yang mana alat yang digunakan untuk pelaksanaan kedua pekerjaan ini sangat berbeda. Mama, biaya alat harus Anda tambah sekitar 5% dari biaya bahan.</p>
<p>Contoh biaya beli baja WF adalah Rp 24.000,-/kg. Maka, biaya alat pabrikasi maupun erection sebesar:<br />
= Rp 24.000 x 5%<br />
= Rp 1.200,-/kg</p>
<p>Biaya ini dalam tabel harga satuan pekerjaan baja yang resmi dari pemerintah tidak ada. Alias dibiarkan kosong. Apakah mungkin biaya alat kerja baja nihil?. Wong proses pengerjaan material baja yang paling rumit diantara segala jenis bahan bangunan. Betul bukan?.</p>
<p>Oleh sebab itu, saya selalu mengisi kolom yang kosong tersebut, berdasarkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Persentase">persentase</a> biaya bahan. Sebab makin besar material baja, pasti biaya beli bahan makin mahal. Lalu, alat-alat kerja yang dibutuhkan pula akan lebih banyak/kompleks. Dari semua itu, biaya alat pun pasti semakin tinggi.</p>
<p>Dengan tips ini, harga satuan baja WF maupun baja H-Beam yang Anda ajukan, khususnya pada saat tender, jamin yang paling terbaik. Alias tidak terlalu mahal, serta tidak terlalu murah. Sehingga besar kemungkinan Anda yang memenangkan tender tersebut.</p>
<h3>2. Cara memasukkan harga satuan dalam BoQ atau RAB</h3>
<p>Setelah harga satuan Anda input dalam tabel AHSP dengan benar. Lalu, kolom paling bawah akan muncul jumlah biaya keseluruhan. Termasuk overhead dan profit sebesar 10%. Dari total biaya upah, bahan, dan alat.</p>
<p>Nah, total biaya tersebut lah yang dimaksud harga satuan pekerjaan baja WF, dan H-Beam. Yang mana harus Anda masukkan dalam BoQ atau RAB. Untuk pengajuan penawaran harga borongan pekerjaan.</p>
<p>Cara memasukkan harga satuan, sangat mudah. Anda tinggal membuat <a href="https://arsitekta.com/begini-mudahnya-nge-link-rab-dan-ahsp-bangunan-secara-otomatis/">hyperlink</a> antara halaman AHSP, dengan halaman BoQ dalam spreadsheet excel. Secara otomatis harga satuan tersebut akan masuk dalam BoQ baja.</p>
<h2>Q &amp; A tentang harga satuan material dan pekerjaan</h2>
<p>Sebagaimana saya singgung di awal, soal ketentuan harga satuan. Ada pula yang bertanya. &#8220;Apakah harga satuan baja WF sama ketika digunakan sebagai tiang kolom, dan balok?&#8221; Jawabnya: sama. Dengan catatan, bentuk asli baja WF tetap dipertahankan.</p>
<p>Namun, kalau bentuk asli WF Anda rubah. Misalnya ketika membuat balok baja kastela. Jelas harga satuan pekerjaan baja jadi berbeda. Sebab proses pembuatan balok baja kastela jauh lebih rumit, dibanding balok baja WF biasa.</p>
<p>Lebih lengkap tentang penyusunan harga satuan baja kastela, bisa Anda baca pada artikel bagian ke-4. Untuk menemukan artikel tersebut silahkan browsing dengan kata kunci: AHSP baja kastela. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">Analisa Harga Satuan Pekerjaan Baja WF Dan H Beam Paling Akurat [Part 3 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan WF dan H-Beam yang Sesungguhnya Begini Baru Jelas</title>
		<link>https://arsitekta.com/perbedaan-wf-dan-h-beam-yang-sesungguhnya-begini-baru-jelas/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/perbedaan-wf-dan-h-beam-yang-sesungguhnya-begini-baru-jelas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 14:22:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[bedanya WF dan H-beam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjawab rasa penasaran Anda mengenai perbedaan WF dan H-Beam. Dalam artikel ini kami akan memberi ulasan mengenai hal tersebut. Disertai dengan contoh kasus penggunaan material. Sehingga ditemukan perbedaan kedua baja profil tersebut menjadi 14 macam. Sangat banyak bukan?. Simak iya. Manfaat membandingkan material baja Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan satu bahan bangunan. Bisa dilakukan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-wf-dan-h-beam-yang-sesungguhnya-begini-baru-jelas/">Perbedaan WF dan H-Beam yang Sesungguhnya Begini Baru Jelas</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4080 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pengenalan-lanjutan-tentang-baja-WF-dan-H-Beam-300x182.jpeg" alt="Pengenalan tahap lanjut tentang baja WF dan H-Beam" width="300" height="182" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pengenalan-lanjutan-tentang-baja-WF-dan-H-Beam-300x182.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Pengenalan-lanjutan-tentang-baja-WF-dan-H-Beam.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Menjawab rasa penasaran Anda mengenai perbedaan WF dan H-Beam. Dalam artikel ini kami akan memberi ulasan mengenai hal tersebut. Disertai dengan contoh kasus penggunaan material. Sehingga ditemukan perbedaan kedua baja profil tersebut menjadi 14 macam. Sangat banyak bukan?. Simak iya.</p>
<h2>Manfaat membandingkan material baja</h2>
<p>Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan satu <a href="https://arsitekta.com/bahan-bangunan-tahan-api-manfaat-dan-jenisnya-24/">bahan bangunan.</a> Bisa dilakukan dengan cara membandingkan material tersebut dengan yang sejenis. Terlebih lagi, jika dilakukan dengan uji <a href="https://genecraftlabs.com/id/pengertian-laboratorium/">laboratorium</a>. Maka hasilnya akan lebih lengkap, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Beda dengan cara manual, atau melalui pengamatan semata.</p>
<p>Mengetahui perbedaan WF dan H-Beam, bukan untuk menjatuhkan popularitas salah satu material. Kalu tujuannya demikian. Mustahil bisa terjadi. Sebab WF dan H-Beam tergolong ikon kemasyhuran baja konstruksi. Selain berukuran besar. Juga paling kuat, serta paling laris diantara segala jenis <a href="https://arsitekta.com/menghitung-luas-permukaan-baja-profil-pakai-cara-ini-tidak-bakal-keliru/">baja profil.</a></p>
<h2>14 macam perbedaan antara baja WF dengan H-Beam</h2>
<p>Rangkaian perbedaan WF dan H-Beam, seperti berikut:</p>
<h3>1. Menurut nama baja</h3>
<p>WF singkatan dari Wide Flange. Yang berarti komponen plat sambungan yang lebar. Sampai disini teman-teman pasti bingung. Definisi WF koq seperti itu. Tidak sinkron dengan bentuk profil. Tenang. Sebenarnya nama lengkap WF adalah IWF. Artinya wide flange yang menyerupai huruf I. Sudah kebayang kan?. Ini baru match dengan bentu profil.</p>
<p>Bedanya dengan H-Beam. Dari nama material sudah jelas kelihatan fungsi, dan bentuk baja seperti apa. Yakni menyerupai huruf H. Dan fungsinya sebagai balok (beam). Jadi, soal nama profil saja. Sudah jelas terlihat perbedaan WF dan H-Beam.</p>
<h3>2. Menurut bentuk material</h3>
<p>Asumsi umum kedua material ini sama-sama menyerupai huruf H. Benar. Kalau material tersebut diletakkan sesuai sumbu Y (posisi horizontal). Namun, coba kalau dengan posisi vertikal (sesuai sumbu X). Maka baja WF akan identik dengan huruf I. Bukan lagi H. Oleh sebab itu disebut IWF. Nah, pada kasus serupa. Bila H-Beam Anda posisikan secara vertikal. Material baja tersebut tidak mirip dengan huruf I, atau H. Bahkan, sama sekali tidak menyerupai sebuah huruf.</p>
<p>Penting Anda ketahui pula. Meletakkan WF dan H-Beam yang benar justru dengan posisi vertikal. Alasannya akan Anda temui pada perbedaan yang selanjutnya. Kalau begitu. Asumsi yang menggambarkan material tersebut menyerupai sebuah huruf. Paling pas ditujukan pada IWF. Bukan H-Beam.</p>
<h3>3. Perbedaan pada dimensi</h3>
<p>Perbedaan WF dan H-Beam yang mencolok adalah pada tebal bahan. Untuk ukuran yang sama. Misalnya WF 200 dan H-Beam 200. Tebal web (t1) dan flange (t2) sangat jauh berbeda. T12 pada WF 200 = 8 mm. Sedangkan H-Beam 200 = 12 mm. Begitu juga T1 Baja WF 200 adalah 5,5 mm. Sementara H-Beam 200 = 8 mm. Jadi, secara keseluruhan profil H-Beam jauh lebih tebal. Dari profil baja WF. Yakni mencapai 40%.</p>
<p>Selain tebal bahan. Dimensi yang berbeda dari kedua material adalah tinggi dan lebar profil. Tinggi profil dalam <a href="https://arsitekta.com/120-singkatan-pada-gambar-teknik-bangunan-dan-penerapannya/">gambar teknik</a> bangunan sering disingkat dengan H (Height). Dan lebar profil disingkat dengan W (Wide), atau B. Dengan ketentuan dimensi seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Tinggi baja WF (H) = 2 x B. Atau Lebar flange WF (B) = ½ x H</li>
<li>Sedangkan tinggi H-Beam; H = B.</li>
</ol>
<h3>4. Penampang WF dan H-Beam beda</h3>
<p>Dengan adanya perbedaan tinggi dan lebar profil. Maka tampak depan (penampang) WF dan H-Beam jadi beda. Perhatikan gambar berikut. Serta garis bantu yang berbentuk kotak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3067 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela-300x194.jpg" alt="Bentuk profil baja kastela berguna untuk memudahkan anda membaca tabel berat" width="300" height="194" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela-300x194.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Penampang baja WF berbentuk persegi panjang. Sedangkan bentuk penampang baja H-Beam adalah kotak. Pertanyaan, apa kelebihan dan kekurangan profil baja?. Jawabnya ada. Simak ulasan berikutnya!. Sementara itu, Istilah-istilah ilmiah yang berkaitan dengan material baja. Silahkan Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/60-istilah-ilmiah-baja-ini-sering-anda-temui-sehari-hari/">tautan ini.</a> Guna memudahkan Anda untuk memahami topik ini.</p>
<h3>5. Berat baja</h3>
<p>Perbedaan WF dan H-Beam yang tak terbantahkan adalah soal tonase. Karena tebal bahan jauh lebih besar, jelas H-Beam lebih berat dibanding WF. Untuk contoh material tadi. Berat baja WF 200 hanya 256 kg/batang. Sementara berat baja H-Beam 200 mencapai 599 kg. Hampir 2x lipat bukan?.</p>
<p>Parahnya, jika ukuran material makin besar. Maka perbedaan tonase semakin besar pula. Contoh WF 300 beratnya hanya 440,4 kg/btg. Sementara H-Beam 300 mencapai 1.128 kg. Hampir 3x lipat.</p>
<h3>6. Kuat tarik dan reaksi baja</h3>
<p>Material baja terkenal memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tinggi. Namun kondisinya akan berbeda, jikalau sudah diaplikasikan pada bangunan. Apalagi, jika memperbandingkan antara 2 jenis profil yang berbeda. Maka momen yang bekerja pada material akan berbeda. Seiring dengan jenis material yang digunakan. Misalnya pada saat menghadapi terjadinya gaya tarik.</p>
<p>Profil WF terkenal sangat ramping dan tipis. Sedangkan H-Beam sangat gemuk, kekar dan tebal. Bila ditarik dengan kekuatan yang sama. Jelas reaksi baja tidak sama. Dipastikan baja WF lebih mudah putus. Sedangkan baja H-Beam tidak. Karena sangat tebal.</p>
<h3>7. Kuat tekan dan dampaknya</h3>
<p>Pada kasus lain. Namun mirip dengan gaya tarik. Perbedaan WF dan H-Beam juga terlihat ketika kedua material tersebut menerima gaya tekan. Karena profil WF ramping. Pasti mudah puntir. Namun lendutan pada material tersebut sangat kecil. Sebab baja WF relatif ringan.</p>
<p>Sementara itu, bila H-Beam menerima beban tekan saja. Material tersebut cenderung kokoh. Namun, karena berat sendirinya besar. Maka H-Beam rentan terhadap lendut. Jadi, lendutan yang terjadi pada H-Beam lebih besar. Karena berat sendiri material itu. Bukan oleh beban berguna yang diterima.</p>
<h3>8. Kelenturan baja</h3>
<p>Kelenturan baja artinya kemampuan material baja untuk menyeimbangkan antara beban, bentang, posisi dan berat sendiri material. Sehingga tidak mengakibatkan material baja jadi lemah. Seperi putus, retak, bengkok, melintir dan sebagainya. Yang berpotensi memicu terjadinya kegagalan konstruksi.</p>
<p>Bicara soal kelenturan. Antara WF dan H-Beam, pemenangnya adalah H-Beam. Sebab profil baja lebih tebal. Dibanding WF. Tapi perlu di ingat. Situasinya akan berbeda pada saat digunakan untuk konstruksi <a href="https://arsitekta.com/kebutuhan-baut-konstruksi-gudang-bentang-20-meter-ternyata-sebanyak-ini/">bentangan lebar</a>. Diatas kertas, baja WF yang menang. Karena tonase WF jauh lebih kecil. Bentuk profil WF dan H-Beam seperti gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2991 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF-300x234.jpg" alt="Profil baja WF dan H-Beam berguna sebagai acuan untuk menentukan ukuran pelat lekat" width="300" height="234" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF-300x234.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>9. Fungsi</h3>
<p>Beberapa poin diatas, H-Beam tergolong jauh lebih unggul. Namun soal fungsi. Sejauh pengetahuan kami, WF-lah yang terbaik. Karena mudah diterapkan untuk bentang besar. Misalnya sebagai kuda-kuda. Bila mana tidak dengan bentuk yang solid (utuh). WF dapat direkayasa menjadi baja kastela. Untuk mengurangi lentur.</p>
<p>Selain itu, untuk bahan konstruksi bangunan. Baja WF selalu menjadi pilihan pertama, dibanding H-Beam. Karena WF multi fungsi. Bisa digunakan sebagai konsol, balok dak, <a href="https://arsitekta.com/pabrikasi-kolom-baja-tersusun-begini-lekas-rampung-kuat-dan-presisi-bagian-3-dari-4/">tiang kolom</a>, regel, bahkan balok <a href="https://arsitekta.com/biaya-membuat-tangga-besi-agar-murah-caranya-begini/">tangga</a>. Penyebabnya utamanya adalah biaya pengadaan, pengerjaan dan maintenance. Penjelasan mengenai hal tersebut, ada pada point berikutnya. Simak sampai selesai.</p>
<h3>10. Estetika</h3>
<p>Perbedaan WF dan H-Beam dalam hal estetika. Terjadi ketika material tersebut dipakai sebagai bagian dari fasad, interior, maupun eksterior bangunan. H-Beam lebih bagus dibanding WF. Alasannya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tampilan lebih minimalis</li>
<li>Bentuk profil akurat, <a href="https://warstek.com/alat-ukur/">presisi</a> dan simetris</li>
<li>Mudah disembunyikan dalam dinding. Misalnya dengan cor beton komposit. Atau pasang ACP keliling.</li>
<li>Dengan dimensi yang kecil. Tapi kekuatan cukup besar.</li>
</ol>
<h3>11. Efisiensi ruang</h3>
<p>Contoh kasus 1: Bilamana digunakan sebagai tiang kolom. Baja WF tidak bisa rata dengan dinding. Salah satu sisi WF pasti menonjol ke luar, atau ke dalam bangunan. Akibatnya tampilan bangunan menjadi jelek. Dan mengganggu aktivitas. Sebab dengan adanya tonjolan tersebut, ruang di sekitar kolom baja menjadi sempit.</p>
<p>Contoh kasus 2: Jikalau digunkan sebagai balok. H-Beam tidak butuh space yang besar. Beda dengan balok yang terbuat dari baja WF. Karena profil-nya tinggi, maka memerlukan space yang besar. Dan berpengaruh pada ketinggian plafon. Jadi kesimpulannya, baik sebagai tiang kolom maupun balok. Baja H-Beam lebih bagus dan efektif.</p>
<h3>12. Efisiensi biaya</h3>
<p>Hemat biaya adalah keunggulan utama baja WF. Mulai dari biaya pengadaan material sampai pemasangan. H-Beam kalah jauh. Sebab pembelian, maupun pengerjaan (pabrikasi/ereksen) baja umumnya berpatokan pada tonase. Maka dari itu, biaya pemasangan WF lebih murah. Sebab tonase WF jauh lebih kecil.</p>
<h3>13. Ketersediaan bahan</h3>
<p>Perbedaan WF dan H-Beam yang paling menonjol adalah soal ketersediaan bahan. Baja H-Beam jarang tersedia di toko bahan bangunan. Paling tidak Anda harus ke <a href="https://www.tigamasperkasa.com/inilah-kriteria-distributor-berkualitas/">distributor besar</a>. Sebaliknya, baja WF sangat banyak. Bahkan bisa diperoleh dengan cara ecer. Per batang, atau pembelian secara meteran.</p>
<h3>14. Harga beli material</h3>
<p>Banyaknya kemudahan untuk memperoleh material WF. Seperti yang dijelaskan pada poin 12-13. Otomatis membuat harga beli material WF, jauh lebih murah dibanding H-Beam. Alasannya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Anda tidak perlu pergi jauh untuk membeli WF, yang mengakibatkan biaya kirim material jadi mahal.</li>
<li>Atau, harus inden dengan waktu yang cukup lama. Membuat proses konstruksi jadi lambat.</li>
</ol>
<h2>[Penutup] Pentingnya melakukan uji banding material</h2>
<p>Membahas material baja memang tidak ada habis-habisnya. Apalagi bila memperbandingkan 2 jenis material. Pasti akan lebih menarik. Sebab dengan cara demikian, kita lebih paham bagaimana seluk beluk, kelemahan, maupun kelebihan masing-masing material. Hal ini sangat bagus, sebelum Anda benar-benar menggunakan material tersebut.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai perbedaan WF dan H-Beam. Semoga 14 macam perbedaan tersebut, dapat menambah wawasan teman-teman sekalian. Secara khusus bagi Anda yang bergerak/mendalami bidang konstruksi baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-wf-dan-h-beam-yang-sesungguhnya-begini-baru-jelas/">Perbedaan WF dan H-Beam yang Sesungguhnya Begini Baru Jelas</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/perbedaan-wf-dan-h-beam-yang-sesungguhnya-begini-baru-jelas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Detail Pelaksanaan Pabrikasi Kolom Baja H-Beam Begini Tepatnya (Bagian 1 dari 4)</title>
		<link>https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 12:32:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja H-beam]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikasi kolom H-Beam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4046</guid>

					<description><![CDATA[<p>Paham teknik pabrikasi adalah salah satu syarat, seseorang telah pantas disebut profesional dibidang konstruksi baja. Sebab pabrikasi menentukan kualitas konstruksi. Bagus atau tidak. Maka dari itu, artikel ini pas banget bagi Anda yang ingin menjadi penerus kami. Disini kami akan mengulas tata cara (metode) pelaksanaan pabrikasi kolom baja H-Beam. Secara detail. Manfaat memahami proses pabrikasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/">Detail Pelaksanaan Pabrikasi Kolom Baja H-Beam Begini Tepatnya (Bagian 1 dari 4)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2633 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Proses-pemotongan-dan-pengeboran-baja-yang-berakibat-pada-terjadinya-karat-300x280.jpeg" alt="Proses pemotongan dan pengeboran baja yang berpotensi mengakibatkan karat" width="300" height="280" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Proses-pemotongan-dan-pengeboran-baja-yang-berakibat-pada-terjadinya-karat-300x280.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Proses-pemotongan-dan-pengeboran-baja-yang-berakibat-pada-terjadinya-karat.jpeg 360w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Paham teknik pabrikasi adalah salah satu syarat, seseorang telah pantas disebut profesional dibidang konstruksi baja. Sebab pabrikasi menentukan kualitas konstruksi. Bagus atau tidak. Maka dari itu, artikel ini pas banget bagi Anda yang ingin menjadi penerus kami. Disini kami akan mengulas tata cara (metode) pelaksanaan pabrikasi kolom baja H-Beam. Secara detail.</p>
<h2>Manfaat memahami proses pabrikasi baja H-Beam</h2>
<p>Secara langsung berguna agar Anda memahami:</p>
<ol>
<li>Ketentuan tentang tempat pabrikasi</li>
<li>Alat yang dibutuhkan untuk membuat kolom baja</li>
<li>Komponen yang terpasang pada kolom H-Beam</li>
<li>Tahap-tahap pabrikasi baja H-Beam</li>
<li><a href="https://www.jasakonsultaniso.com/pentingnya-standart-kualitas-mutu-iso-9001-untuk-perusahaan/">Standar kualitas</a> dan Quality Control</li>
<li>Proses finishing.</li>
</ol>
<p>Selain itu, secara tidak langsung Anda akan lebih mudah untuk:</p>
<ol>
<li><a href="https://arsitekta.com/6-tujuan-menghitung-tonase-baja-dan-pihak-yang-terlibat-mereka-ini/">Mengitung tonase</a> baja</li>
<li>Membuat Analisa Harga Satuan (AHS)</li>
<li>Menyusun anggaran biaya</li>
<li>Membuat RAP Baja</li>
</ol>
<h2>Persiapan pabrikasi dan syarat-syarat</h2>
<p>Oke sobat langsung saja. Secara umum, persiapan untuk melakukan pabrikasi kolom baja H-Beam, maupun <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-kolom-wf-dan-h-beam-begini-baru-unik/">kolom WF</a> adalah sama. Kesamaan tersebut terletak pada persiapan bahan, alat kerja, tenaga kerja serta tempat untuk melaksanakan pabrikasi. Semua hal-hal tersebut, wajib mendapat persetujuan dari pihak pemberi pekerjaan. Atau yang mewakili (konsultan pengawas). Maka pabrikasi kolom layak dimulai.</p>
<h3>a. Tempat untuk melaksanakan pabrikasi yang representatif</h3>
<p>Karena panjang bahan mencapai 12 meter. Maka, setidaknya Anda harus memiliki area seluas 150 m². Atau 10&#215;15 m. Untuk melaksanakan pabrikasi H-Beam. Lebih representatif lagi, kalau berupa bangunan. Meskipun terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-gudang-baja-ringan-yang-kokoh-dan-murah-bangun-dengan-cara-ini/">konstruksi baja ringan</a>. Sehingga saat pabrikasi tidak panas dan hujan.</p>
<h3>b. Alat kerja pabrikasi kolom baja</h3>
<p>Bilamana tenaga kerja yang melaksanakan pabrikasi hanya 1 grup. Berarti alat yang Anda butuhkan cukup 1 set. Jenis alat terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Alat ukur panjang</li>
<li><span style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">Alat potong blender</span></li>
<li style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">Mesin las</li>
<li style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">Gerinda tangan</li>
<li style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">Mesin bor</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2592 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg" alt="Jenis-jenis alat untuk membuat lubang baut pada material baja" width="300" height="240" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut.jpeg 420w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Namun dengan 1 syarat. Semua alat harus dalam keadaan bagus/baru. Supaya pabrikasi kolom baja H-Beam berjalan lancar. Jikalau hal tersebut tidak terpenuhi. Sebagai tindak antisipasi. Sebaiknya Anda memiliki beberapa alat cadangan. Bukan 1 set saja.</p>
<h2>Jenis-jenis komponen kolom dan tahap pekerjaan</h2>
<p>Komponen yang terpasang pada kolom H-Beam ada 4 macam, yaitu: 1]. Plat landas, 2]. Rib landas, 3]. Rib kolom, 4]. tutup kolom, dan 5]. Sepatu regel. Semua komponen ini terbuat dari plat baja. Dan terpasang pada H-Beam, atau WF dengan cara las.</p>
<p>Secara khusus pla landas. Karena berfungsi sebagai tumpuan, sekaligus media untuk memasang angkur. Maka Anda harus membuat lubang angkur. Sesuai dengan ukuran, serta jumlah angkur yang akan terpasang. Dalam hal ini, diantara 5 macam komponen. Paling awal pengerjaannya adalah plat landas, dan sepatu regel.</p>
<p>Pabrikasi kolom baja H-Beam dapat dikelompokkan menjadi 4 tahap. Detail pekerjaan untuk masing-masing tahap seperti penjelasan berikut:</p>
<h3>1. Memotong H-Beam dan plat baja</h3>
<p>Pemotongan baja H-Beam untuk keperluan tiang kolom ada 2 macam. Bagian bawah dipastikan siku (90º). Sedangkan bagian atas bisa siku, bisa juga serong. Pemotongan dengan bentuk serong umumnya, dilakukan untuk profil yang berukuran besar. Misalnya H-Beam 300 atau lebih. Dan dilakukan sesuai dengan sudut kemiringan kuda-kuda.</p>
<p>Sementara itu, pemotongan plat baja harus lebih hati-hati lagi. Sebab tebal bahan dan bentuk komponen berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemotongan bahan harus dilakukan oleh tukang yang <a href="https://www.kompas.com/parapuan/read/532880618/mengenal-kelebihan-dan-kekurangan-profesi-spesialis-apa-itu">spesialis</a>. Serta mengacu pada gambar kerja.</p>
<h3>2. Membuat lubang baut dan angkur</h3>
<p>Pabrikasi kolom baja H-Beam tahap berikutnya. Juga oleh tukang yang berbeda. Yaitu membuat lubang baut pada H-Beam dan plat landas. Lebih detail pelaksanaan pekerjaan tersebut. Silahkan Anda ikuti tutorial dalam <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">artikel ini.</a></p>
<p>Berdasarkan fungsinya, lubang baut yang terdapat pada kolom ada 4 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Untuk pertemuan dengan balok. Letak lubang umumnya berada pada web maupun flange H-Beam. Karena kebayakan balok yang terhubung langsung dengan kolom adalah balok induk/utama. Dengan demikian ukuran/diameter baut juga relatif besar.</li>
<li>Pertemuan dengan regel baja. Diameter lubang antara 1/2&#8243; &#8211; 5/8&#8243;. Terletak pada web profil H-Beam. Dan di puncak tiang kolom.</li>
<li>Join dengan konsol. Umumnya berguna untuk pemasangan kanopi, atau selasar bangunan. Maka dari itu, lubang baut, harus Anda buat pada salah satu flange H-Beam.</li>
<li>Dan join kuda-kuda. Posisi lubang baut berada pada flange H-Beam. Yang mana flange tersebut adalah menghadap ke arah bangunan. Atau, kebalikan dari lubang baut konsol.</li>
</ol>
<h3>3. Menyitel dan las komponen</h3>
<p>Semua komponen kolom H-Beam, Anda sitel dengan cara menggunakan las titik. Setelah posisi dan jarak pemasangannya tepat. Maka lakukan pengelasan penuh. Itu, artinya perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh (QC tahap 1). Sebelum mengelas baja. Guna memastikan dimensi material, jarak/letak pasang, dan ukuran lubang baut telah sesuai dengan gambar.</p>
<h3>4. Finishing kolom</h3>
<p>Tahap akhir pabrikasi kolom baja H-Beam yaitu:</p>
<ol>
<li>Perapian/pembersihan material</li>
<li>Mengecat kolom baja.</li>
</ol>
<p>Disini kami tidak perlu menjelaskan kembali proses pelaksanaan cat baja. Karena sebelumnya, kami telah menulis 6 artikel yang membahas pekerjaan cat baja. Salah satunya adalah <a href="https://arsitekta.com/urgensi-cat-dasar-konstruksi-baja-sebenarnya-seperti-ini/">artikel ini.</a> Khusus membahas tentang urgensi cat dasar baja. Silahkan Anda pahami.</p>
<p>Sementara itu, setelah pengecatan kolom baja selesai. Maka harus dilakukan cek ulang (QC tahap 2). Guna memastikan bahwa kualitas cat sudah bagus. Serta tidak ada komponen yang terpengaruh akibat pengecatan. Misalnya lubang baut tertutup dan sebagainya.</p>
<h2>[Penutup] Kesamaan melaksanakan pabrikasi material H-Beam dan WF</h2>
<p>Proses pelaksanaan pabrikasi kolom baja H-Beam ini. Juga berlaku untuk kolom baja WF. Sebab alat kerja yang digunakan sama persis. Begitu pula komponen yang terpasang pada kolom. Jumlah personil, serta latar belakang tukang pun umumnya sama. Yaitu terdiri dari 4 kelompok, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tukang las</li>
<li>Tukang cat</li>
<li>Tenaga mengebor</li>
<li>Tenaga kasar</li>
</ol>
<p>Perbedaannya, terletak pada dimensi material. Baja profil H-Beam lebih besar dan berat. Oleh sebab itu, tebal plat komponen otomatis beda.</p>
<p>Artikel ini menjadi bagian pertama, dari 4 artikel bersambung. Khusus membahas tentang pelaksanaan pabrikasi kolom baja. Artikel berikutnya secara terpisah, akan merinci tentang proses pabrikasi kolom: <a href="https://arsitekta.com/menyambung-kolom-unp-double-dengan-cerdas-caranya-seperti-ini-bagian-2-dari-4/">UNP double</a>, Pipa besi, Baja profil gabungan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/">Detail Pelaksanaan Pabrikasi Kolom Baja H-Beam Begini Tepatnya (Bagian 1 dari 4)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/detail-pelaksanaan-pabrikasi-kolom-baja-h-beam-begini-tepatnya-bagian-1-dari-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
