<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baut mur Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/baut-mur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/baut-mur/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Aug 2024 19:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>baut mur Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/baut-mur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ragam Dan Fungsi Ring Pada Sambungan Baut Konstruksi Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-dan-fungsi-ring-pada-sambungan-baut-konstruksi-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 16:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat ring pada baut]]></category>
		<category><![CDATA[ring baur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komponen paling tipis dan sering diabaikan keberadaannya pada sistem sambungan baut mur adalah ring. Padahal memiliki peran yang sangat besar terhadap kekuatan sambungan. Tahukah Anda berapa ragam dan fungsi ring?. Melalui pembahasan kali ini Saudara akan memahami ragam jenis ring, fungsi-fungsinya secara umum dan khusus. Serta bagaimana cara memilih ring yang bagus. Fungsi ring dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-dan-fungsi-ring-pada-sambungan-baut-konstruksi-baja/">Ragam Dan Fungsi Ring Pada Sambungan Baut Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Komponen paling tipis dan sering diabaikan keberadaannya pada sistem sambungan baut mur adalah ring. Padahal memiliki peran yang sangat besar terhadap kekuatan sambungan. Tahukah Anda berapa ragam dan fungsi ring?.</p>
<p>Melalui pembahasan kali ini Saudara akan memahami ragam jenis ring, fungsi-fungsinya secara umum dan khusus. Serta bagaimana cara memilih ring yang bagus.</p>
<h2>Fungsi ring dan istilah terkait</h2>
<p>Pemasangan ring pada baut mur yang terbaik adalah diantara kepala baut dan permukaan benda, serta diantara permukaan benda dengan mur. Seperti terlihat pada gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2596" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja.jpeg" alt="Pemasangan baut pada komponen struktur baja dengan benar" width="630" height="480" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja.jpeg 630w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja-300x229.jpeg 300w" sizes="(max-width: 630px) 100vw, 630px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara umum fungsi ring pada sambungan baut mur adalah:</p>
<ol>
<li>Agar mur tidak mudah kendor/lepas.</li>
<li>Mengatur batas kekuatan pengencangan baut mur</li>
<li>Membuat bidang permukaan <a href="https://bobo.grid.id/read/083878559/mengenal-beragam-jenis-benda-dan-ciri-cirinya-materi-kelas-3-sd?page=all">benda</a> yang disambung menjadi lebar dan rata. Sehingga pemasangan baut mur bisa maksimal.</li>
<li>Memastikan distribusi beban tekan/tarik pada sambungan lancar</li>
<li>Melindungi titik sambungan benda tidak korosi</li>
<li>Membuat sambungan tetap stabil ketika menerima getaran</li>
<li>Meningkatkan daya ikat mur pada batang baut</li>
</ol>
<p>Membahas tentang ragam dan fungsi ring tidak terlepas dari munculnya istilah-istilah pada saat proses desain atau pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja. Salah satu yang paling sering Kita dengar adalah ring baut.</p>
<p>Istilah ring baut ditujukan pada benda ring yang dipakai pada sambungan mur dan baut. Jadi dalam hal ini penggunaan ring yang dimaksud bukan hanya pada baut saja. Sebab baut tidak berguna tanpa mur.</p>
<h2>Ragam jenis, bentuk dan warna ring baut</h2>
<p>Menurut bahan yang digunakan, ada 3 jenis ring baut. Yaitu yang terbuat dari plat baja, plat besi biasa, dan stainles. Khusus untuk sambungan struktur baja yang paling sering digunakan adalah ring baja dan besi. Sementara pada otomotif ketiga jenis ring.</p>
<p>Selain berdasarkan jenis bahan ragam dan fungsi ring juga dapat dibedakan dari bentuknya. Antara lain:</p>
<h3>1. Ring plat (Flat Washer)</h3>
<p>Fungsi khusus ring plat adalah untuk menyambung benda yang tidak bergetar. Dalam struktur baja misalnya sambungan balok WF, sambungan kuda-kuda dan konstruksi atap lainnya. Seperti baut gording dan konsol tidak perlu pakai ring.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Ragam-Ring-Baut-Pada-Konstruksi-Baja.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5353" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Ragam-Ring-Baut-Pada-Konstruksi-Baja.jpg" alt="ragam bentuk dan warna ring plat dan ring per" width="872" height="512" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Ragam-Ring-Baut-Pada-Konstruksi-Baja.jpg 872w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Ragam-Ring-Baut-Pada-Konstruksi-Baja-300x176.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Ragam-Ring-Baut-Pada-Konstruksi-Baja-768x451.jpg 768w" sizes="(max-width: 872px) 100vw, 872px" /></a></p>
<p>Ragam jenis ring plat sebagaimana dalam gambar dibawah ini adalah yang diberi kode huruf A &#8211; D, antara lain:</p>
<ul>
<li>Ring plat baja</li>
<li>Ring plat warna (hitam, putih &amp; kuning)</li>
<li>Dan ring plat galvanis</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesuai namanya ring plat baja berguna untuk sambungan konstruksi yang menggunakan baut mur baja. Baut mur baja dalam <a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/" target="_blank" rel="noopener">istilah asing</a> disebut HTB (Hight Tension Bolt), atau dengan kode A-325.</p>
<p>Sementara ring plat warna adalah untuk baut mur biasa (A-306). Dan ring plat galvanis berarti untuk sambungan baut mur yang terbuat dari besi galvanis.</p>
<h3>2. Ring per (Spring Washer)</h3>
<p>Fungsi khusus ring per adalah untuk sambungan benda yang mengalami/menerima getaran. Misalnya angkur kolom baja, angkur mesin dan sebagainya.</p>
<p>Memasang ring pada angkur kolom misalnya. Adalah untuk meredam getaran yang timbul akibat berat beban yang dipikul oleh tiang kolom. Sehingga kolom tetap kokoh dan pondasi tidak retak.</p>
<p>Ragam dan fungsi ring per terlihat juga dalam gambar nomor 1 &#8211; 4. Nomor 1 adalah ring per baja. Nomor 2 dan 3 adalah ring per warna. Sedangkan nomor 4 adalah ring galvanis.</p>
<p>Secara umum cara penggunaan ring per sama dengan ring plat. Yakni menyesuaikan jenis mur baut yang digunakan untuk sambungan. Agar mampu memberi kekuatan yang sama dengan baut dan mur.</p>
<h2>Perbedaan ring plat dan ring baja</h2>
<p>Secara visual ring plat lebih tipis, dan memiliki diameter lebih besar dibanding ring per. Namun ditinjau dari ketebalan ring per jauh lebih tebal.</p>
<p>Selain itu, bentuk kedua ring juga jauh berbeda. Ring plat berbentuk bulat utuh, serta memiliki bidang permukaan yang rata. Sementara ring per terputus. Alias tidak rata. Mengapa dibuat putus?. Yaitu untuk mendapatkan daya mekanis yang tinggi.</p>
<p>Ketika mur baut dikencangkan maka ring per akan bekerja layaknya pegas, dan secara otomatis memberi daya ikat yang besar pada sambungan. Oleh sebab itu ring per selalu digunakan untuk sambungan yang bergetar. Supaya ketika terjadi getaran mur tidak lepas.</p>
<h2>Cara memilih ring yang bagus dan contoh penggunaan</h2>
<p>Berdasarkan penjelasan mengenai ragam dan fungsi ring diatas, Anda sudah paham kan cara memilih ring baut yang bagus?. Untuk sambungan struktur konstruksi baja seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Menyesuaikan fungsi.</li>
<li>Menyesuaikan jenis bahan baut</li>
<li>Dan, menyesuaikan ukuran mur</li>
</ol>
<p>Poin 1 maksudnya apakah sambungan tersebut akan mengalami beban getar atau tidak. Lalu poin 2 pilihannya adalah baut baja A-325 atau baut hitam A-306.</p>
<p>Sementara poin 3 maksudnya diameter mur baut. Misal Anda pakai mur baut dia.3/4&#8243; (M19). Berarti ring plat / per yang tepat adalah diameter 19 mm. Jangan lebih atau kurang!. Jika lebih, berarti tidak bisa bekerja sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Sedangkan jikalau terlalu kecil, ring tidak bisa terpasang pada baut.</p>
<p>Adapun ragam jenis ring yang digunakan pada konstruksi baja adalah tergantung kebutuhan sambungan baut konstruksi itu sendiri. Misal untuk konstruksi <a href="https://arsitekta.com/kebutuhan-baut-konstruksi-gudang-bentang-20-meter-ternyata-sebanyak-ini/">gudang</a> bentang 20 meter. Mur baut yang digunakan adalah Ø1/2&#8243; Hitam dan Ø5/8&#8243; HTB. Berarti kebutuhan ring baut pada konstruksi tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Ring plat ukuran 12 mm</li>
<li>Ring plat ukuran 16 mm.</li>
</ul>
<p>Sedangkan penggunaan ring per adalah khusus pada pemasangan angkur baut yang terdapat pada konstruksi gudang tersebut. Yaitu jenis ring per baja Ø16 mm. Mengapa tidak pakai ring per warna?. Tidak boleh!.</p>
<p>Metode penggunaan ring pada angkur sama dengan sambungan baut mur. Yakni berdasarkan jenis mur. Mur angkur selalu terbuat dari baja kualitas tinggi. Setara dengan baut HTB (A-325). Oleh sebab itu Anda juga harus pakai ring per yang terbuat dari baja.</p>
<p>Demikian ulasan tentang ragam dan fungsi ring baut. Topik yang berkaitan erat dengan ini adalah cara menghitung panjang baut. Silahkan baca melalui <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-baut-konstruksi-baja/">tautan</a> ini. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-dan-fungsi-ring-pada-sambungan-baut-konstruksi-baja/">Ragam Dan Fungsi Ring Pada Sambungan Baut Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mur Kepala Segi Enam Yang Sering Digunakan Pada Struktur Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/mur-kepala-segi-enam-yang-sering-digunakan-pada-struktur-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 13:16:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[baut konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[kepala mur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5355</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mur kepala segi enam dalam bahasa asing disebut Hex Head Nut. Adalah satu-satunya jenis mur yang digunakan untuk sambungan struktur bangunan baja. Sebagai pasangan yang wajib pada baut dan ring. Artinya tanpa mur maka baut dan ring tidak berfungsi sama sekali. Jadi boleh dikata 3 elemen ini adalah satu kesatuan. Namun demikian jikalau terpaksa, salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mur-kepala-segi-enam-yang-sering-digunakan-pada-struktur-baja/">Mur Kepala Segi Enam Yang Sering Digunakan Pada Struktur Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mur kepala segi enam dalam bahasa asing disebut Hex Head Nut. Adalah satu-satunya jenis mur yang digunakan untuk sambungan struktur bangunan baja. Sebagai pasangan yang wajib pada baut dan <a href="https://arsitekta.com/ragam-dan-fungsi-ring-pada-sambungan-baut-konstruksi-baja/">ring</a>.</p>
<p>Artinya tanpa mur maka baut dan ring tidak berfungsi sama sekali. Jadi boleh dikata 3 elemen ini adalah satu kesatuan. Namun demikian jikalau terpaksa, salah satu diantaranya Anda abaikan dari sistem sambungan. Pilihannya adalah ring. Bukan mur.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-5357 size-large" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi-1024x704.jpg" alt="Mur kepala segi enam yang paling banyak digunakan pada konstruksi baja" width="1024" height="704" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi-1024x704.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi-300x206.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi-768x528.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/Mur-baut-pada-Baja-Konstruksi.jpg 1107w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Ragam jenis mur kepala segi enam dan kegunaan</h2>
<p>Ada 3 klasifikasi mur segi enam (heksagonal) yang digunakan pada proyek bangunan. Khususnya pekerjaan konstruksi baja, yakni:</p>
<h3>1. Mur A-306</h3>
<p>Atau sering disebut mur warna. Umumnya terdiri dari warna hitam, kuning dan putih. Memiliki kekuatan setara dengan standar ASTM A-306. Dan Grade 2.</p>
<p>Mur A-306 warna hitam sering digunakan pada pekerjaan konstruksi baja berat. Tepatnya sebagai elemen pengikat pada <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-trekstang-baru-dan-bekas/" target="_blank" rel="noopener">trekstang</a> gording atau trekstang cladding.</p>
<p>Mur hitam dipilih untuk komponen konstruksi atap tersebut karena selanjutnya akan mendapat lapisan cat. Bareng dengan pengecatan material trekstang yang terbuat dari besi beton.</p>
<p>Sementara mur A-306 warna kuning dan putih umumnya digunakan untuk pekerjaan yang bersifat arsitektural (fasade/tampilan akhir). Seperti pada saat pemasangan fisher, chemical bolt dan dinabolt.</p>
<p>Mur warna dipilih karena tidak ada lagi proses pengecatan dilakukan pasca pemasangan. Dengan demikian bila ditinjau dari biaya pasang, mur warna putih dan kuning lebih murah dibanding mur warna hitam.</p>
<h3>2. Mur A-325</h3>
<p>Atau sering disebut mur baja HTB. Adalah mur berkekuatan tinggi setara dengan standar ATSM A-325. Grade 8.8 dengan kekuatan tarik mencapai 150 Psi. Hampir 3x lipat dari mur Grade 2.</p>
<p>Mur kepala segi enam yang satu ini ciri-cirinya adalah tebal. Ketebalan yang dimaksud disini adalah jarak antara drat ulir dengan sisi luar. Yaitu mencapai 1/3 x d (diameter). Contoh mur 16 mm. Tebalnya mencapai:<br />
= 1/3 x 16<br />
= 5,33 mm</p>
<p>Aplikasi mur A-325 pada struktur baja umumnya untuk membuat sambungan baut, serta pemasangan angkur Ø6 dan 19 mm.</p>
<p>Namun demikian tidak menutup kemungkinan dilakukan pada baut ukuran 12 mm. Hal ini sering terjadi pada rangka konstruksi yang berfungsi sebagai batang tarik. Seperti balok konsol/balkon, rangka diagonal kuda-kuda cremona, dan.sebagainya.</p>
<p>Pada kondisi ini penentuan mur biasanya berdasarkan analisa kekuatan struktur. Bilamana menyatakan bahwa mur A-306 tidak memenuhi syarat, maka yang digunakan adalah mur baja A-325.</p>
<h2>3. Mur A-490</h2>
<p>Mur kepala segi enam yang paling bagus adalah Grade 10.9 dan F10T. Kedua klasifikasi ini setara dengan mur A-409 versi AST.M. Setara dalam arti memiliki kuat leleh dan kuat tarik yang seimbang.</p>
<p>Oh iya perlu diketahui standar ASTM adalah dari Amerika, sedangkan F10T adalah berasal dari Jepang. Nah, dalam dunia konstruksi baja yang paling <a href="https://kbbi.web.id/populer">populer</a> diantara kedua standar itu adalah ASTM.</p>
<p>Maka dari itu pemberian notasi baut mur dan ring pada gambar kerja baja sering menggunakan ASTM. Secara khusus A-325 dan A-409. Karena 2 standar ini yang paling banyak digunakan.</p>
<p>Terkait penggunaan mur A-409. Adalah untuk sambungan baut ukuran 22 mm ke atas. Bauk sebesar ini umumnya digunakan pada balok baja WF 400; WF 450 dan seterusnya. Pun, untuk sambungan baja kastela 600; 675; dan 750.</p>
<p>Karena pada struktur konstruksi bangunan, baja ukuran-ukuran tersebut langka. Maka penggunaan mur A-409 pun jarang ditemui. Akan tetapi pada konstruksi jembatan. Standar mur seperti ini nyaris total digunakan.</p>
<p>Mengingat kuat tarik yang bekerja pada konstruksi jembatan jauh lebih tinggi dibanding konstruksi bangunan pada umumnya. Maka dimensi baut mur yang digunakan juga lebih besar. Maka dari itu standar kekuatan baut mur pun harus diambil yang paling tinggi.</p>
<h2>Mur kepala segi enam stainles yang bagus</h2>
<p>Disamping 3 klasifikasi mur diatas, sering pula ditemukan penggunaan mur stainless. Yakni ketika menyambung konstruksi yang sama-sama terbuat dari material stainles.</p>
<p>Dalam hal ini jenis konstruksi yang dimaksud adalah yang terkait dengan interior, sanitasi dan instalasi. Misal ketika memasang wasteffer, shower dan/atau kran air. Menggunakan bahan stainles supaya tidak korosi.</p>
<p>Adapun jenis mur yang sering dipakai pada pekerjaan-pekerjaan ini adalah:<br />
&#8211; Type SS 304<br />
&#8211; Type SS 316</p>
<p>Dari 2 jenis mur tersebut yang paling bagus adalah SS 316. Maka untuk sambungan yang relatif besar Anda gunakan ring type tersebut. Sedangkan untuk sambungan yang lebih kecil pakai type SS 304.</p>
<p>Demikian bahasan tentang Mur kepala segi enam dan cara penggunaannya pada konstruksi bangunan baja. Bila Anda butuh desain konstruksi baja lengkap dengan detail-detail sambungan baut mur dan ring. Silahkan hubungi Saya melalui nomor yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mur-kepala-segi-enam-yang-sering-digunakan-pada-struktur-baja/">Mur Kepala Segi Enam Yang Sering Digunakan Pada Struktur Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beda Baut A-325 dan A-36 Begini Agar Jangan Terlanjur dan Kecele!</title>
		<link>https://arsitekta.com/perbedaan-antara-baut-astm-325-dan-astm-36/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/perbedaan-antara-baut-astm-325-dan-astm-36/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 13:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[baut A-325]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut HTB]]></category>
		<category><![CDATA[baut konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[beda baut baja dan baut hitam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4646</guid>

					<description><![CDATA[<p>2 jenis mur baut yang selalu digunakan untuk konstruksi bangunan adalah baut A-325 dan A-36. Apa saja perbedaannya?. Dan, pada saat apa digunakan?. Dalam artikel ini bisa Anda temukan jawabannya. Lengkap dengan ciri-ciri kedua alat sambung tersebut. Silahkan baca sampai selesai. Pengertian dan kualitas baut Baut A-325, atau ASTM 325 adalah sebutan untuk mur baut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-antara-baut-astm-325-dan-astm-36/">Beda Baut A-325 dan A-36 Begini Agar Jangan Terlanjur dan Kecele!</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2572" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam.jpeg" alt="Gambar baut baja dan baut hitam yang umum digunakan untuk sambungan pada komponen rangka konstruksi baja" width="1024" height="768" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-768x576.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>2 jenis mur baut yang selalu digunakan untuk konstruksi bangunan adalah baut A-325 dan A-36. Apa saja perbedaannya?. Dan, pada saat apa digunakan?. Dalam artikel ini bisa Anda temukan jawabannya. Lengkap dengan ciri-ciri kedua alat sambung tersebut. Silahkan baca sampai selesai.</p>
<h2>Pengertian dan kualitas baut</h2>
<p>Baut A-325, atau ASTM 325 adalah sebutan untuk mur baut yang terbuat dari baja berkualitas tinggi. Atau, sering disebut HTB (Hight Tension Bolt). Hal itu ditandai dengan kuat tarik (Tensile Strength) yang mencapai 150.000 Psi. Oleh sebab kekuatan tarik tersebut, alat sambung ini juga sering disebut baut baja.</p>
<p>Sementara baut A-36, atau ASTM 36. Dan, terkenal dengan sebutan baut hitam. Adalah alat sambung <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/" target="_blank" rel="noopener">baja konstruksi</a> yang memiliki kekuatan tarik sedang. Yaitu sampai dengan 55.000 Psi. Serta, terbuat dari material baja paduan karbon rendah.</p>
<h2>Ragam perbedaan</h2>
<p>Antara baut A-325 dan A-36 dapat dibedakan berdasarkan 7 aspek, yaitu sebagai berikut:</p>
<h3>1. Warna baut</h3>
<p>Walau sebutannya adalah baut hitam. Namun, tidak serta merta bahwa baut A-36 semua berwarna hitam. Sebagian diantaranya, bahkan ada yang diberi warna khusus. Yakni kuning, dan perak.</p>
<p>Agar diketahui kebenarannya. Sebutan baut hitam adalah merujuk pada kegunaan baut. Yang setingkat dibawah baut baja. Dan, layak digunakan untuk keperluan konstruksi berat. Sedangkan baut berwarna, tidak layak.</p>
<p>Sementara itu, terkait warna baut HTB (A-325), juga terbagi menjadi 2 macam. Yakni hitam, dan silver. Selengkapnya penjelasan warna baut. Sebelumnya telah kami bahas dalam artikel khusus. Oleh sebab itu, disini tidak perlu kami ulas kembali. Silahkan browsing artikel tersebut, dengan kata kunci baut warna saja. Pasti ketemu.</p>
<p>Atas fakta-fakta diatas. Baut A-325 dan A-36 memang memiliki 1 kesamaan warna. Yaitu hitam. Namun demikian, kedua jenis baut ini juga memiliki versi warna yang lain. Yakni silver, kuning, dan perak. Unik bukan?.</p>
<h3>2. Kode / simbol mur baut</h3>
<p>Baut baja sangat mudah dikenali. Yakni dari kepala baut. Pasti ada tulisan A325, disertai dengan kode produk. Oleh pabrik yang memproduksi. Pula, dilengkapi dengan simbol yang menandakan kualitas mur baut. Seperti yang terlihat dalam <a href="https://www.youtube.com/shorts/ve88FWZYHS8">video</a> pendek ini.</p>
<p>Sementara simbol yang menandakan baut A-36 sama sekali tidak ada. Baik berupa tulisan, atau kode produksi. Sehingga sulit dikenali baut tersebut produk mana, dan kuat tariknya berapa. Namun, dengan kondisi seperti itu boleh langsung disimpulkan bahwa baut tersebut bukanlah HTB.</p>
<h3>3. Panjang ulir</h3>
<p>Satu lagi perbedaan antara A-325 dan A-36, dan terlihat sangat jelas. Yaitu panjang drat ulir. Bilamana Anda menemui baut yang full drat. Itu dipastikan adalah baut hitam, atau A-36. Sedangkan, bila drat-nya hanya sebagain saja. Berarti itu adalah baut baja (HTB).</p>
<h3>4. Tebal mur</h3>
<p>Menurut ketentuan yang berlaku. Alat sambung yang bagus adalah, jikalau tebal mur sama dengan kepala baut. Dan, hal itu hanya ditemui pada baut mur A-325. Sementara baut A-36, mur-nya lebih tipis. Dibanding dengan kepala baut.</p>
<h3>5. Ukuran dan diameter</h3>
<p>Harus diakui ukuran baut A-36 jauh kebih variatif (banyak ragamnya), dibanding A-325. Baut diameter 4 milimeter misalnya. Sangat mudah ditemui. Dan, ukuran tersebut pasti jenis baut A-36. Sebab, baut A-325 terkecil adalah diameter 12 mm.</p>
<p>Untuk diketahui perbandingan ukuran antara baut A-325 dan A-36. Dari diameter 4 mm, sampai ke diameter 12 mm. Masih ditemukan ukuran baut 6 mm; 8 mm, dan 10 mm. Artinya dalam hal jumlah ukuran, baut A-36 pemenangnya.</p>
<h3>6. Harga mur baut</h3>
<p>Sesuai dengan semboyan para <a href="https://kbbi.web.id/bakul">bakul</a>. Ada harga, ada barang (baca: kualitas). Dalam hal ini, karena baut baja berkualitas sangat bagus. Tentu, harga alat sambung tersebut juga relatif lebih mahal.</p>
<p>Sebagai contoh. Harga satuan mur baut, dengan ukuran yang sama. Misalnya diameter 16 milimeter. Untuk penawaran pekerjaan kontruksi baja. Saat ini kami bandrol Rp 17.500,-/pcs baut baja. Dan, Rp 9.000,-/pcs baut hitam. Selisih harga nyaris 2x lipat.</p>
<p>Hal tersebut juga berimbas pada harga bekas mur baut. Umumnya dengan tingkat perbandingan yang sama. Kalau harga baut baja bekas Rp 10.000,-. Berarti baut hitam bekas sekitar setengahnya.</p>
<p>Namun demikian soal harga baut bekas, hanya untuk informasi saja iya teman-teman. Kami tidak pernah me-referensikan penggunaan baut bekas. Apalagi untuk keperluan konstruksi. Resiko yang akan dihadapi sangat besar.</p>
<h3>7. Intensitas pemakaian baut ASTM 325 dan ASTM 36</h3>
<p>Diantar kedua jenis mur baut tersebut paling di rekomendasikan untuk alat sambung konstruksi adalah baut A-325. Mengapa?. Selain sangat kuat, pula disebabkan oleh ukuran baut yang digunakan relatif besar, dan panjang.</p>
<p>Ukuran mur baut yang sering digunakan untuk proyek baja sebenarnya jenisnya tidak banyak. Hanya 4 macam. Yaitu diameter 12; 16; 19 dan 22 mm. Atau, dalam versi satuan inci adalah Ø1/2” ; Ø5/8” ; Ø3/4” dan Ø7/8”.</p>
<p>Namun soal jumlah dan panjang baut jangan ditanya. Mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu biji. Demikian juga panjang baut, bisa mencapai 10 cm. Apakah Anda berani pakai baut biasa?. Sekali lagi, kami sarankan tetap memilih baut A-325.</p>
<h2>[Penutup] Kecele dalam hal pemilihan baut mur</h2>
<p>Kecele boleh disebut perasaan menyesal karena kurangnya pengetahuan, dan informasi akan hal-hal yang seharusnya diketahui. Namun, secara sengaja disembunyikan oleh pihak orang lain, demi kepentingan diri sendiri. Tetapi, menjadi kerugian pada orang lain.</p>
<p>Kecele tidak menutup kemungkinan Anda alami ketika membeli baut A-325 dan A-36. Yang mana seharusnya Anda membeli baut A, tetapi yang Anda dapatkan adalah baut B. Kemudian, Anda tidak sadar bahwa material tersebut adalah keliru. Namun, Anda aplikasikan pada konstruksi bangunan. Dan, mendapatkan pemasangan <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-antara-mur-dan-baut/">mur baut</a> tidak maksimal.</p>
<p>Itu sebabnya penting memahami perbedaan baut HTB, dengan baut biasa. Supaya tidak terlanjur. Sakitnya “kecele” tidak terucapkan dengan kata-kata. Pula, hnya Anda sendiri yang mengalami, yang dapat merasakan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-antara-baut-astm-325-dan-astm-36/">Beda Baut A-325 dan A-36 Begini Agar Jangan Terlanjur dan Kecele!</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/perbedaan-antara-baut-astm-325-dan-astm-36/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambungan Pipa Baja Konstruksi Sistem Baut Mur Pakai Cara Ini Agar Kokoh</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 01:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyambung pipa baja]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi baja pipa]]></category>
		<category><![CDATA[pipa besi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4332</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Sambungan pipa baja konstruksi artinya suatu kondisi dimana material pipa baja yang menjadi bagian dari sebuah konstruksi, harus disambung supaya konstruksi terbentuk dengan sempurna, sesuai dengan rencana, serta memiliki kekuatan yang tinggi. Teknisnya bagaimana?. Disini akan Anda temui. Karakteristik sambungan dan syarat umum Supaya jangan gagal paham. Sebelumnya mari buka wawasan dengan 3 hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/">Sambungan Pipa Baja Konstruksi Sistem Baut Mur Pakai Cara Ini Agar Kokoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Sambungan <a href="https://arsitekta.com/4-cara-menghitung-volume-dan-berat-pipa-baja-yang-wajib-diketahui-pemula/">pipa baja</a> konstruksi artinya suatu kondisi dimana material pipa baja yang menjadi bagian dari sebuah konstruksi, harus disambung supaya konstruksi terbentuk dengan sempurna, sesuai dengan rencana, serta memiliki kekuatan yang tinggi. Teknisnya bagaimana?. Disini akan Anda temui.</p>
<h2>Karakteristik sambungan dan syarat umum</h2>
<p>Supaya jangan gagal paham. Sebelumnya mari buka wawasan dengan 3 hal berikut ini:</p>
<ol>
<li>Sistem sambungan pipa bermacam-macam. Selain sistem baut, ada pula sistem las, drat ulir, dan pakai sok sambungan.</li>
<li>Pipa baja artinya material besi berlubang, yang terbuat dari logam dengan kadar, serta standar mutu yang telah baku.</li>
<li>Baja konstruksi adalah sejumlah material baja yang dipakai untuk membuat suatu konstruksi bangunan.</li>
</ol>
<p>Membuat sambungan pipa baja konstruksi yang benar memerlukan keahlian khusus. Hai itu wajib sejak perencanaan konstruksi. Serta penentuan dimensi material. Seperti diameter, dan jenis baut. Serta, tebal plat sambung antara rangka baja.</p>
<p>Setelah proses perancangan selesai. Engineer yang bertanggungjawab untuk pelaksanaan konstruksi juga harus spesialis. Dan, menguasai 4 hal berikut ini:</p>
<ol>
<li>Ragam jenis material baja, serta kelebihan dan kekurangannya.</li>
<li>Model sambungan untuk masing-masing material baja konstruksi,</li>
<li>Proses pelaksanaan pabrikasi baja, pemasangan konstruksi, hingga finishing pekerjaan.</li>
<li>Jenis cat, serta proses <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">pengecatan baja</a> yang benar.</li>
</ol>
<h2>Keuntungan menerapkan sambungan baut pada konstruksi pipa</h2>
<p>Adakalanya sebuah konstruksi atap tidak diperbolehkan menggunakan sambungan sistem mur baut. Misalnya struktur atap space frame. Karena mengakibatkan konstruksi lentur. Serta, mengurangi kekakuan rangka batang.</p>
<p>Sisi sebaliknya, beberapa konstruksi pipa baja diwajibkan menerapkan sambungan baut. Misalnya tower pemancar radio, pemancar <a href="https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2021/12/28/media-komunikasi-modern/">telekomunikasi</a>, serta rangka atap bangunan. Contoh konstruksi seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3416 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-menggunakan-pipa-baja-300x200.jpg" alt="Contoh bentuk atap bangunan yang sangat unik, dan terbuat dari rangka pipa baja." width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-menggunakan-pipa-baja-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Rangka-atap-menggunakan-pipa-baja.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Keuntungan menerapkan sambungan pipa baja konstruksi, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Proses pabrikasi rangka pipa menjadi cepat,</li>
<li>Area untuk melakukan pabrikasi tidak harus luas.</li>
<li>Kekuatan (khususnya tarik) baut sambung terjamin, karena pakai baut baja (HTB).</li>
<li>Komponen konstruksi terbagi menjadi beberapa segmen. Sehingga, memudahkan pengiriman, dan instalasi.</li>
<li>Tampilan sambungan lebih rapih, dan bagus.</li>
<li>Cocok diterapkan pada segala jenis ukuran. Bahkan, untuk menyambung pipa yang berbeda diameter.</li>
</ol>
<h2>Contoh sambungan pipa besi yang terbaik</h2>
<p>Detail sambungan pipa baja konstruksi, seperti terlihat pada gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4333 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-1-300x178.png" alt="Contoh sambungan antara 2 buah pipa baja" width="300" height="178" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-1-300x178.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-1.jpg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>a. Sambungan antara material pipa</h3>
<p>Kondisi seperti gambar nomor 1, umumnya terjadi karena keterbatasan panjang material. Untuk mencapai bentang tertentu, maka 2 buah pipa baja harus Anda sambung. Hal tersebut biasa dilakukan pada material pipa yang sama, atau berbeda ukuran (diameter).</p>
<p>Elemen alat sambung pipa nomor 1 terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Plat baja; berguna sebagai plat sambung (flange) antara 2 batang pipa. Serta, sebagai pengaku (stiffner), agar flange kaku, dan tegak lurus.</li>
<li>Baut mur; berfungsi sebagai pengikat plat baja. Supaya material pipa menjadi satu kesatuan.</li>
<li>Las; berguna sebagai pengikat antara pipa dengan plat baja. Pengelasan wajib dilaksanakan dengan baik. Serta, mengelilingi pipa.</li>
</ol>
<h3>b. Sambungan antara pipa dan komponen struktur bangunan</h3>
<p>Gambar nomor 2, adalah contoh sambungan pipa baja konstruksi, dengan komponen struktur bangunan. Misalnya dengan kolom baja, atau kolom beton. Dengan balok baja/beton, dan sebagainya. Sistem sambungan ini sedikit berbeda dengan contoh sambungan nomor 1. Yakni terletak pada:</p>
<h4>Baut sambung</h4>
<p>Untuk tumpuan konstruksi, alat sambung yang digunakan adalah angkur baut. Namun, untuk sesama material baja. Bisa menggunakan alat yang sama. Yaitu baur mur.</p>
<h4>Bentuk plat sambung (buhul)</h4>
<p>Secara teknik memang tidak ada menetapkan suatu bentuk yang mutlak. Tapi dalam hal proses pengerjaan, plat buhul persegi jauh lebih mudah dibanding bulat. Oleh sebab itu, selain untuk sambungan sesama pipa baja, bentuk plat buhul selalu buat berbentuk kotak.</p>
<h2>Cara menentukan dimensi alat sambung</h2>
<p>Selain berdasarkan analisa struktur, sebagaimana kami lakukan untuk setiap perencanaan struktur baja, dan beton. Pun, bilamana Anda memerlukan perhitungan mengenai konstruksi pipa baja. Silahkan menghubungi kami melalui kontak <a href="https://arsitekta.com/layanan-kami/">layanan ini</a>.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4334 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2-300x150.png" alt="Detail plat sambung, angkur dan baut mur konstruksi pipa baja" width="300" height="150" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2-300x150.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2.jpg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Cara lain, dan cukup mudah diterapkan. Untuk menentukan dimensi material sambungan pipa baja konstruksi sebagai berikut:</p>
<h3>1. Diameter mur baut</h3>
<p>Baut sambung pipa dia.1 &#8211; 4 inci, pakai Ø1/2&#8243;. Sedangkan untuk pipa Ø4,5-6 inci memakai mur baut 5/8&#8243;. Selebihnya adalah menggunakan bait Ø3/4&#8243;.</p>
<p>Adapun jumlah mur baut adalah ditentukan berdasarkan keliling plat sambung. Dengan catatan, mengacu pada ketentuan jarak standar mur baut. Serta, ukuran lubang baut. Bisa Anda pelajari melalui <a href="https://arsitekta.com/standar-ukuran-lubang-baut-konstruksi-sesuai-sni-terbaru-begini/" target="_blank" rel="noopener">tautan ini.</a></p>
<h3>2. Ukuran dan tebal plat baja</h3>
<p>Contoh pipa besi dia 4&#8243;x4,5 mm. Tebal plat sambung, maupun plat pengaku minimal 6 mm. Angka tersebut diperoleh dari tebal pipa (4,5 mm). Namun, demi keamanan lebih baik menggunakan plat 8 mm. Seperti terlihat pada gambar detail.</p>
<p>Sementara penentuan ukuran plat baja adalah mengacu pada diameter baut. Dalam hal ini, karena baut yang digunakan adalah Ø1/2&#8243;. Maka diameter plat sambung adalah:<br />
= (4 x Ø baut) + Ø pipa<br />
= (4 x 12) + 114 mm = 174 mm.</p>
<h3>3. Titik sambungan</h3>
<p>Berbeda dengan letak pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-memasang-bracing-baja-ringan/">bracing baja ringan.</a> Letak sambungan pipa baja konstruksi yang harus Anda hindari ada 2, yaitu:<br />
⁃ Garis kerja momen,<br />
⁃ Tengah bentangan.</p>
<p>Paling bagus titik sambungan pipa adalah berdekatan dengan komponen konstruksi yang lain. Misalnya balok, regel, gording, dan kuda-kuda. Seperti gambar sambungan nomor 2. Dimana titik sambung tiang kolom berada persis diatas balok regel.</p>
<h3>4. Tebal las</h3>
<p>Standar tebal las baja adalah 1/2x tebal plat sambung. Dalam hal ini karena tebal plat baja yang digunakan adalah 8 mm. Berarti tebal las jadi, minimal 4 mm. Itu sebenarnya dapat Anda peroleh dengan menggunakan kawat las Ø1 mm. Namun, prosesnya cukup lama.</p>
<p>Mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan kawat las Ø3,2 mm. Selain proses pengerjaan sangat cepat. Mutu las juga jauh lebih bagus, dibanding kawat las yang kecil.</p>
<h2>[Penutup] Finishing plat sambung baja</h2>
<p>Pertemuan 2 buah plat baja, pada setiap sambungan pipa baja konstruksi, harus benar-benar rapat. Jikalau terjadi celah, dipastikan baut sambung tidak bekerja maksimal. Dan, konstruksi dikhawatirkan tidak kokoh. Hubungannya dengan proses finishing apa?. Demikian penjelasannya.</p>
<p>Agar baut mur bisa kencang, dan kedua plat sambung jadi rapat. Maka, permukaan plat sambung harus rata, serta membentuk sudut 90º. Caranya, Anda wajib membersihkan permukaan plat dengan <a href="https://ceklist.id/18686/gerinda-tangan-terbaik/">mesin gerinda</a>. Agar bekas las, dan pemotongan plat baja hilang.</p>
<p>Selanjutnya adalah melakukan pengecatan sesuai dengan RKS baja. Pengiriman material, serta instalasi. Demikian proses singkat finishing sambungan pipa baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/">Sambungan Pipa Baja Konstruksi Sistem Baut Mur Pakai Cara Ini Agar Kokoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-menyambung-pipa-baja-konstruksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemudahan Konstruksi Baja Sistem Baut Sehingga Pantas Jad Prioritas</title>
		<link>https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2022 17:13:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja sistem baut full]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi sistem baut]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konstruksi baja sistem baut artinya sekelompok material baja yang digunakan untuk sebuah konstruksi bangunan, dan diterapkan dengan model sambungan mur baut. Tahukah Anda mengapa metode ini paling prioritas, diantara metode-metode yang lain?. Padahal kalau mau jujur. Prakteknya tidak boleh sembarangan. Sistem baut juga memiliki resiko yang sangat besar. Namun demikian, toh tetap diupayakan agar realisasi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/">Kemudahan Konstruksi Baja Sistem Baut Sehingga Pantas Jad Prioritas</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4040 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Baut-mur-300x201.jpg" alt="Alasan konstruksi baja sistem baut selalu lebih unggul dan diutamakan" width="300" height="201" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Baut-mur-300x201.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Baut-mur.jpg 384w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Konstruksi baja sistem baut artinya sekelompok material baja yang digunakan untuk sebuah konstruksi bangunan, dan diterapkan dengan model sambungan mur baut. Tahukah Anda mengapa metode ini paling prioritas, diantara metode-metode yang lain?. Padahal kalau mau jujur. Prakteknya tidak boleh sembarangan. Sistem baut juga memiliki resiko yang sangat besar. Namun demikian, toh tetap diupayakan agar realisasi.</p>
<p>Urgensi sambungan baut mur pada konstruksi baja. Akan Anda temui pada pembahasan kali ini. Dengan 1 kalimat kunci: &#8220;satu-satunya cara untuk mempermudah, dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan baja adalah pakai alat sambung baut&#8221;. Dengan dasar tersebut, tulisan ini sangat tepat untuk Anda pelajari. Khususnya para pemula yang tengah merintis usaha dibidang konstruksi.</p>
<h2>Ragam kemudahan pengerjaan baja dengan sistem mur baut</h2>
<p>Konstruksi baja sistem baut memiliki 4 kelebihan dibanding sistem las. Penjelasannya seperti berikut:</p>
<h3>a. Kemudahan sewaktu pabrikasi</h3>
<p>Bobot prestasi (progres) pekerjaan baja paling besar adalah sewaktu pabrikasi. Yakni antara 70-75%. Maka dari itu, dengan menggunakan baut dipastikan pabrikasi cepat selesai. Alasannya adalah:</p>
<ol>
<li>Setting material sangat mudah. Karena berukuran kecil, pendek-pendek serta tidak berat.</li>
<li>Pengelasan tetap diperlukan, tapi sangat sedikit. Yaitu hanya memasang komponen yang terbuat dari plat baja. Seperti landasan, buhul, rib/stiffners, sepatu gording dan plat lekat.</li>
<li>Proses pabrikasi bisa dilakukan di 1 tempat. Bahkan tidak membutuhkan area yang luas. Sehingga aktivitas tukang tidak banyak terbuang. Karena jarak.</li>
</ol>
<h3>b. Kemudahan proses mengecat baja</h3>
<p>Seluruh pengecatan baja memang bagusnya kalau dilaksanakan di workshop. Supaya hasilnya maksimal. Apalagi melalui proses <a href="https://arsitekta.com/proses-sand-blasting-baja-dan-syarat-syarat-yang-harus-dipenuhi/">sand blasting.</a> Namun demikian, tentu tergantung material konstruksi. Kalau berukuran besar dan panjang. Dipastikan proses pengecatan butuh alat tambahan. Misalnya chain block, atau <a href="https://arsitekta.com/hoist-crane-manual-murah-tanpa-energi-listrik-mengapa-tidak/">hoist crane.</a> Sehingga jadi lama. Pula mungkin kurang sempurna.</p>
<p>Tapi sebaliknya, kalau materialnya pendek-pendek. Proses, dan hasil cat baja pasti sangat bagus. Maka dari itu, perlu membuat rangka baja berukuran kecil/pendek. Caranya adalah menerapkan sambungan baut. Kalau las, jadinya material pasti panjang-panjang. Benar kan?.</p>
<h3>c. Mudah melakukan pengiriman material</h3>
<p>Konstruksi baja sistem baut memudahkan proses pengiriman material. Sebab material relatif pendek. Dan tidak sampai keluar dari bak truk. Selain itu, bentuk material konstruksi pada umumnya juga seragam. Sehingga memudahkan penataan barang di dalam truk. Akhirnya proses pengiriman lancar, serta hemat biaya.</p>
<p>Pada kasus ini, rangka baja sistem las memungkinkan juga diterapkan dengan cara yang sama. Yakni membuat material baja pendek. Akan tetapi, kelak Anda akan melakukan pengelas di lapangan. Guna menyatukan komponen agar siap pasang. Apakah hal itu yang dinamakan mudah?. Tentunya tidak. Ko Konstruksi baja sistem baut sesampainya di lapangan, iya langsung pasang. Beda bukan?.</p>
<h3>d. Kemudahan pada saat ereksen</h3>
<p>Salah satu proses ereksen yang paling beresiko adalah memasang rangka baja pada ketinggian. Misalnya balok dak, kuda-kuda, gording, lisplang dan sebagainya. Selain berat, material-material tersebut juga sangat panjang. Dan kerap berupa rangka. Maka dari itu, selalu diterapkan dengan sambungan baut.</p>
<p>Manfaat sambungan baut pada saat ereksen adalah:</p>
<ol>
<li>Tidak membutuhkan tenaga <a href="https://www.ekrut.com/media/penyakit-akibat-kerja">kerja yang banyak</a></li>
<li>Memungkinkan dilakukan secara manual. Alias tanpa alat berat.</li>
<li>Pemasangan dilakukan per section. Atau satu per satu.</li>
<li>Meminimalisir kegagalan konstruksi. Akibat salah pasang.</li>
<li>Ereksen baja cepat selesai. Dan,</li>
<li>Biaya pasang konstruksi jadi hemat.</li>
</ol>
<h2>Kelebihan sistem baut pasca konstruksi</h2>
<p>Konstruksi baja sistem baut setelah terpasang akan lebih mudah untuk dibongkar. Dan tidak mengakibatkan kerusakan pada material. Pembongkaran konstruksi yang dimaksud disini bukan saja untuk menonaktifkan bangunan. Atau mengganti dengan bahan konstruksi yang lain/baru. Melainkan karena adanya kegiatan renovasi. Untuk menambah atau mengurangi sebagian dari elemen bangunan yang telah ada (eksisting).</p>
<p>Contoh. Ketika Anda hendak menambah dak di dalam bangunan. Kolom baja eksisting tentu harus dimanfaatkan. Supaya hemat. Maka, pertemuan balok tambahan dengan tiang kolom paling pas adalah menggunakan baut mur. Alasannya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Kolom eksisting tidak rusak akibat adanya pengeboran. Tapi, bilamana sambungan dilakukan dengan las. Maka tiang kolom jadi lemah. Dan mengalami pemuaian, akibat panas dari las.</li>
<li>Dengan memanfaatkan kolom lama, ruangan jadi luas. Jika tidak, berarti Anda harus menyediakan tempat untuk Pemasangan kolom yang baru. Sehingga membuat ruangan jadi sempit.</li>
<li>Sistem baut mur terbukti efektif mencegah kebakaran. Sebab selama pengerjaan konstruksi, sama sekali tidak menggunakan api. Seperti api las, serta blender potong.</li>
</ol>
<h2>Strategi awal merancang konstruksi dengan sistem sambungan baut</h2>
<p>Konstruksi baja profil, atau <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-gudang-baja-ringan-yang-kokoh-dan-murah-bangun-dengan-cara-ini/">baja ringan</a> sekalipun. Memungkinkan untuk diterapkan dengan sambungan baut mur. Kuncinya hanya 1, yaitu memasang <a href="https://arsitekta.com/menentukan-tebal-plat-buhul-posisi-pemasangan-yang-tepat-part-2-of-4/">plat buhul</a>, atau lekat pada setiap rangka baja. Sehingga setiap rangka menjadi sebuah segmen yang berbeda-beda.</p>
<p>Syarat lain untuk merancang konstruksi baja sistem baut adalah:</p>
<ol>
<li>Pastikan dulu apa saja jenis material yang akan digunakan. Bila perlu dengan melalui perhitungan analisa struktur. Anda bisa mengandalkan kami dalam hal ini. Silahkan <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">kontak kami</a> untuk informasi lebih lanjut.</li>
<li>Manfaatkan bentuk profil baja sebagai media untuk pemasangan baut mur. Kecuali besi pipa, stal kotak dan besi beton tidak memungkinkan untuk hal tersebut. Solusinya adalah poin nomor 3 ini.</li>
<li>Gunakan plat baja sebagai media tambahan untuk melakukan sambungan baut. Bila ingin lebih praktis. Pun bisa Anda terapkan dengan menggunakan plat strip. Cara menentukan tebal plat, silahkan Anda pelajari melalui tautan &#8220;plat buhul&#8221;.</li>
<li>Jenis dan dimensi material yang sudah Anda tetapkan. Sebaiknya jangan berubah lagi. Karena akan berpengaruh pada komponen-komponen konstruksi yang lain. Sperti penjelasan pada poin nomor 5 berikut.</li>
<li>Ukuran, serta spesifikasi baut mur menjadi faktor utama dalam menentukan kuat tidaknya sebuah konstruksi. Maka dari itu, diameter maupun jumlah baut harus ditentukan melalui analisa struktur. Atau, minimal referensi dari seseorang yang ahli.</li>
</ol>
<p>Demikian penjelasan mengenai kelebihan konstruksi baja sistem baut. Mulai pada saat pabrikasi, pengecatan, pengiriman, pemasangan, bahkan sampai pasca konstruksi. 5 Hal ini yang menjadi alasan mengapa sambungan baut mur selalu menjadi pilihan pertama. Layaknya ketika <a href="https://edukasi.sindonews.com/read/650801/211/begini-cara-menentukan-pilihan-jurusan-pertama-dan-kedua-pada-snmptn-sbmptn-2022-1641571262?showpage=all">memilih jurusan</a> di perguruan tinggi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/">Kemudahan Konstruksi Baja Sistem Baut Sehingga Pantas Jad Prioritas</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2021 14:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[komponen struktur]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan baut]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Struktur baja dapat berdiri kokoh karena menerapkan sambungan baut. Oleh karena itu pada saat pemasangan baut struktur baja, harus anda lakukan dengan benar. Mungkin sebagian orang berpendapat pekerjaan ini mudah. Karena tidak memahami resikonya, jika baut mur tidak terpasang dengan sempurna. Atau karena tidak menyadari selain faktor teknis. Ada pula faktor non teknis yang harus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Struktur baja dapat berdiri kokoh karena menerapkan sambungan baut. Oleh karena itu pada saat pemasangan baut struktur baja, harus anda lakukan dengan benar. Mungkin sebagian orang berpendapat pekerjaan ini mudah. Karena tidak memahami resikonya, jika baut mur tidak terpasang dengan sempurna. Atau karena tidak menyadari selain faktor teknis. Ada pula faktor non teknis yang harus kita hadapi, ketika melaksanakan pekerjaan ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2596 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja-300x229.jpeg" alt="Pemasangan baut pada komponen struktur baja dengan benar" width="300" height="229" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja-300x229.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja.jpeg 630w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Memasang baut struktur baja harus oleh tukang yang berpengalaman. Dan telah terbiasa bekerja pada ketinggian, mengangkat beban berat dan bekerja sesuai metode. Karena lingkup pekerjaan ini, tidaklah sekedar memasukkan baut pada material baja yang berlubang. Kemudian mengencangkan baut dengan sebuah kunci, lalu selesai. Sama sekali tidak. Melainkan harus berdasarkan langkah-langkah kerja yang matang. Misalnya mulai dari persiapan alat-alat, antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja, maupun tata cara memasang baut mur. Demikian juga memiliki solusi, yang mana bila pekerjaan mengalami kendala.</p>
<h2><strong>Jenis alat yang tepat guna memasang mur baut</strong></h2>
<p>Saat ini banyak jenis kunci yang berfungsi untuk mengencangkan baut mur. Tetapi tidak semua alat-alat tersebut dapat kita gunakan untuk pekerjaan baja. Oleh karena itu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kunci_(bengkel)">jenis-jenis kunci</a>, yang tepat untuk pemasangan baut struktur baja adalah: 1].Kunci pas <em>(open end spanner),</em> 2].Kunci ring <em>(box spanner),</em> 3].Kunci ring pas/kombinasi <em>(combination spanner),</em> 4].Kunci soket <em>(socket spanner),</em> 5].Kunci momen atau torsi <em>(torque wrench).</em></p>
<h3><strong>1.Macam-macam ukuran kunci memasang baut konstruksi baja</strong></h3>
<p>Bicara tentang ukuran sangat erat hubungannya dengan satuan. Seperti kita ketahui satuan ukuran kunci maupun baut, sebenarnya ada 2, yaitu metrik dan inci. Tetapi implementasinya pada pelaksanaan pemasangan baut, ukuran kunci yang umum dipergunakan adalah bersatuan metrik (milimeter). Sementara satuan ukuran baut mur adalah inci. Oleh sebab fakta inilah kami sebut sebelumnya, bahwa tukang harus yang berpengalaman.</p>
<p>Mengenai jenis kunci telah jelas, hanya 5 macam. Lalu bagaimana tentang ukuran kunci?, apakah semua ukuran dapat kita pergunakan?. Tentu tidak. Sebab ada banyak ragam ukuran kunci, yaitu mulai dari 8 sampai 80 milimeter. Padahal yang kita perlukan saat pemasangan <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">baut konstruksi baja</a> hanya kunci berukuran 19-36 milimeter saja. Mengapa?. Alasannya adalah karena baut-baut struktur baja Indonesia, umumnya menggunakan diameter M12 sampai M24. Atau kalau dalam satuan inci, Ø1/2” hingga Ø1”.</p>
<p>Penting anda ketahui, ketentuan tentang ukuran kunci berlaku untuk semua jenis. Hanya yang berbeda adalah bentuk kunci. Kita ambil satu contoh, kunci pas dengan ukuran 19. Kunci ini berguna untuk mengencangkan baut M12. Oleh karena untuk 4 jenis kunci lainnya bila ukurannya 19, maka juga berfungsi untuk baut M12. Adapun cara penggunaan ukuran kunci-kunci tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Ukuran kunci 36 berguna untuk pemasangan baut M24 atau Ø1”</li>
<li>Kunci 34 untuk mengencangkan baut M22 atau Ø7/8”</li>
<li>Kunci 30 untuk baut M20 atau Ø3/4”</li>
<li>Ukuran 24 adalah untuk baut M16 atau Ø5/8”</li>
<li>Dan kunci 19 untuk baut M12 atau Ø1/2”</li>
</ul>
<h3><strong>2.Tanda-tanda kunci layak pakai untuk pemasangan baut</strong></h3>
<p>Setiap alat tentu memiliki masa pakai yang terbatas, termasuk kunci. Dalam jangka waktu tertentu lubang pengeras baut akan aus. Dan pada kondisi aus berarti kunci tidak layak pakai lagi. Oleh karena itu, bila masih kita pergunakan kunci tidak berfungsi dengan baik. Nah, guna menghindari mal fungsi pada alat. Sangat penting anda ketahui tanda-tanda kunci yang layak pakai untuk pemasangan baut. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Gagang maupun lubang pengunci tidak berkarat, bengkok atau retak.</li>
<li>Ukuran kunci presisi. Yakni memiliki toleransi 0,05 sampai 0,1 milimeter.</li>
<li>Khusus kunci ring, kunci pas atau kunci kombinasi, kedua ujungnya masih berfungsi dengan baik.</li>
<li>Untuk kunci momen, indikator kekencangan baut masih berfungsi.</li>
</ol>
<p>Umumnya untuk pemasangan baut rangka baja dengan kunci momen. Jenis harus anda pakai adalah jenis klik. Dengan kunci momen jenis klik, bila kekerasan baut telah mencapai batas maksimal. Maka kunci momen ini akan mengeluarkan suara klik. Berbeda dengan  dua jenis kunci momen lainnya, yaitu jenis dial (digital) dan jenis jarum.</p>
<p>Penilaian tentang kunci yang baik untuk memasang baut, tidak kita nilai dari harga atau merek. Oleh sebab ketentuan standar mutu kunci telah jelas. Yaitu oleh JIS <em>(Japan Industrial Standard),</em> <a href="https://webstore.ansi.org/industry/fasteners/screw-threads">ANSI <em>(American National Standard Institute),</em></a> dan DIN <em>(Deutsches Institut für Normung),</em> dari negeri Belanda. Jadi ketika anda membeli kunci, tanyakan kepada penjaga toko. Apakah kunci tersebut telah sesuai dengan salah satu standar tersebut. Atau jika kunci yang anda beli bermerek, maka produsen akan mencantumkan keterangan standar kualitas.</p>
<h3><strong>3.Alat pelindung diri memasang baut</strong></h3>
<p>Sabuk keselamatan <em>(safty belt)</em> merupakan Alat Pelindung Diri (APD) paling utama. Oleh karena itu saat memasang baut konstruksi baja, para tukang selalu memakai APD ini. Kegunaan alat ini adalah guna melindungi mereka yang bekerja pada ketinggian. Dan seperti kita ketahui, pemasangan baut struktur selalu bersamaan dengan perakitan rangka baja <em>(erection)</em>. Yang mana dominan bekerja pada ketinggian, sehingga dengan memakai alat ini tukang tidak akan jatuh.</p>
<p>Selain sabuk keselamatan, berikut ini adalah jenis APD memasang baut ada rangka baja:</p>
<ol>
<li>Helm proyek berwarna kuning,</li>
<li>Seragam kerja lengkap dengan baju rompi,</li>
<li>Sepatu kerja berbahan kulit,</li>
<li>Kaca mata pelindung debu maupun radiasi matahari,</li>
</ol>
<p>Masih terkait dengan alat kerja pemasangan baut. Ternyata ada beberapa perlengkapan tambahan yang penting untuk menunjang pekerjaan ini. Antara lain palu kecil dan drip. Drip ini sangat mirip dengan drip penitik yang berguna membuat titik baut. Tetapi yang berbeda hanya panjangnya. Kalau drip penitik ±10 centi meter, namun drip untuk pemasangan baut ini bisa mencapai 30 centi meter. Tetapi bahan dan bentuk 2 jenis drip ini adalah sama.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2597 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-271x300.jpeg" alt="Cara memasang mur baut pada balok baja profil WF" width="271" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-271x300.jpeg 271w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-768x852.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja.jpeg 780w" sizes="(max-width: 271px) 100vw, 271px" /></p>
<h2><strong>Cara pemasangan baut balok baja yang benar</strong></h2>
<p>Dalam gambar ini tukang sedang melaksanakan pemasangan baut pada balok baja. Silahkan anda perhatikan, apakah ada yang salah dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut?. Jawabnya ada. Yaitu para pekerja tidak menggunakan APD proyek. Lalu kaitannya dengan proses pemasangan baut adalah tanpa menggunakan APD lengkap, tukang tidak dapat mengencangkan baut secara maksimal. Oleh karena resiko terjatuh. Dan akhirnya baut mur tidak terpasang dengan benar dan kuat.</p>
<p>Masih terkait dengan gambar, anda lihat ada 2 tukang berada pada balok baja. Oleh karena balok baja berukuran besar, dan baut-bautnya juga berdiameter besar. Maka pemasangan baut balok seperti ini memang harus 2 orang. Dan langkah-langkah pelaksanaan yang benar, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Pastikan ukuran kunci maupun baut mur telah benar.</li>
<li>Masukkan drip pada lubang baut kolom baja.</li>
<li>Kemudian sorong drip tersebut, hingga masuk ke lubang baut balok.</li>
<li>Masukkan baut satu persatu dan secara perlahan. Sehingga tidak merusak ulir baut.</li>
<li>Pastikan seluruh kepala baut pada sisi yang sama.</li>
<li>Segera pasang mur pada masing-masing baut.</li>
<li>Lakukan pengencangan baut mur, dengan cara mulai dari baut yang tepi.</li>
<li>Seorang tukang menahan mur dengan kunci kombinasi.</li>
<li>Tukang yang lainnya mengencangkan kepala baut dengan kunci momen.</li>
<li>Setelah terdengar suara klik kunci momen, segera hentikan pengencangan kepala baut.</li>
<li>Lakukan langkah 8 sampai 10, untuk setiap proses pengencangan baut mur.</li>
<li>Dan mulai langkah 1 hingga 10, guna memasang baut balok lainnya.</li>
</ol>
<h2><strong>Indikasi baut mur tidak terpasang dengan baik</strong></h2>
<p>Walau pemasangan baut struktur baja telah mengikuti metode kerja. Masih saja ada kemungkinan beberapa baut mur tidak terpasang dengan benar. Seperti pada gambar berikut, silahkan anda perhatikan. Sebab itu sebelum anda melakukan perbaikan. Penting anda ketahui lebih dulu tanda-tandanya, yaitu:</p>
<h3><strong>a. Terjadi celah pada sambungan baut struktur</strong></h3>
<p>Celah antar komponen struktur baja terjadi karena baut mur kurang rapat. Jadi boleh kita sebut penyebabnya adalah faktor non teknis. Sebab kesalahannya terletak pada pelaksanaan saja. Tetapi mengakibatkan konstruksi menjadi tidak kokoh. penting kita ketahui pula, sebenarnya rongga seperti ini tidak perlu terjadi. Apabila pengencangan mur baut terlaksana secara maksimal. Jadi untuk mengatasi baut yang belum rapat, caranya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Lakukan pengencangan ulang pada baut yang telah terpasang, satu demi satu.</li>
<li>Pengencangan baut harus secara perlahan, serta dengan kekuatan yang merata,</li>
<li>Lalu beri tanda pada baut yang telah kencang dengan memakai spidol.</li>
</ol>
<h3><strong>b. Lubang tidak terpasang dengan baut</strong></h3>
<p>Dapat kita pastikan bila masih ada baut yang tidak terisi, adalah karena lubang baut tidak presisi. Yang mana salah satu lubang baut pada komponen bergeser. Oleh sebab itu ketika baut kita masukkan, tidak dapat menembus kedua komponen. Jadi boleh kita simpulkan kesalahan ini terjadi karena faktor teknis. Dan sebenarnya dapat kita antisipasi, bila <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-ini/">pembuatan lubang baut</a> terlaksana dengan benar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2598 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar-300x225.jpeg" alt="Contoh-contoh baut tidak terpasang dengan benar dan sempurna pada struktur konstruksi baja" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Cara mengatasi lubang baut tidak presisi</strong></h2>
<p>Ketika salah satu baut tidak terpasang, oleh sebab lubang yang tidak presisi. Maka solusi satu-satunya, lubang baut harus anda perbaiki. Sepintas memang terkesan tidak profesional, karena posisi struktur baja telah berdiri. Tetapi mengingat <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/">sistem sambungan baja</a> telah menetapkan baut mur, maka anda haru pastikan alat sambungnya terpasang seluruhnya.</p>
<p>Memperbaiki lubang yang tidak presisi harus dengan pengeboran ulang. Anda tidak boleh menggunakan alat potong blender <em>(cutting torch).</em> Sebab bila dengan alat ini maka kekuatan struktur baja akan berkurang. Oleh sebab terjadinya panas nyala api dengan temperatur yang tinggi. Jadi satu-satunya alat yang boleh anda gunakan adalah bor tangan. Adapun teknis pelaksanaannya adalah dengan cara berikut:</p>
<ol>
<li>Persiapkan sebuah bor tangan. Lengkap dengan sambungan kabel listrik yang cukup.</li>
<li>Pastikan diameter mata bor telah sesuai untuk ukuran baut.</li>
<li>Pasang perancah, yaitu sebagai tempat anda melakukan pengeboran.</li>
<li>Lakukan pengeboran pada lubang yang bergeser. Dan pastikan apakah telah telah presisi.</li>
<li>Terakhir, pasanglah baut mur.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup]: Agar pemasangan baut terjamin berkualitas</strong></h2>
<p>Adalah tugas pengawas proyek untuk memastikan bahwa semua baut telah terpasang rapat. Sebab menentukan apakah mur baut telah kencang atau belum, seharusnya menjadi wewenang pengawas. Memang dengan alat kunci momen tukang dengan mudah mengetahui bahwa baut telah kencang. Namun tidak berarti pengawas tidak pelu melakukan kontrol. Tetapi dengan adanya pengawasan yang ketat, maka mutu pemasangan baut lebih terjamin.</p>
<p>Selain dari segi pengawasan, agar pemasangan mur baut berkualitas. Yaitu mengantisipasi pengeboran ulang pada struktur baja yang sudah berdiri. Sehingga penanggulangan mengenai lubang yang tidak presisi, dapat terlaksana dengan baik dan profesional. Oleh sebab itu pada saat ada indikasi baut tidak bisa kita pasang, maka komponen struktur segera kita turunkan. Dengan demikian pelaksanaan pengeboran ulang dapat kita lakukan dibawah.</p>
<p>Demikian penjelasan kami mengenai pemasangan mur baut struktur baja. Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menambah pengetahuan anda. Sehingga kedepan kejadian seperti pada gambar terlampir, tidak terulang kembali.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2021 15:27:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[bor duduk]]></category>
		<category><![CDATA[bor magnet]]></category>
		<category><![CDATA[bor tangan]]></category>
		<category><![CDATA[lubang baut]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pon]]></category>
		<category><![CDATA[pengeboran baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuat lubang baut material baja harus terlaksana dengan benar. Sebab bila terjadi kesalahan, baik pada saat pengukuran maupun pengeboran, akan berdampak pada kualitas konstruksi bangunan. Akibat lain dari kesalahan tersebut, mempengaruhi proses perakitan rangka baja. Misalnya pada saat pengencangan, baut mur yang tidak berfungsi dengan sempurna. Dapat mengakibatkan rangka baja tidak tersambung dengan rapat. Akhirnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat lubang baut material baja harus terlaksana dengan benar. Sebab bila terjadi kesalahan, baik pada saat pengukuran maupun pengeboran, akan berdampak pada kualitas konstruksi bangunan. Akibat lain dari kesalahan tersebut, mempengaruhi proses perakitan rangka baja. Misalnya pada saat pengencangan, baut mur yang tidak berfungsi dengan sempurna. Dapat mengakibatkan rangka baja tidak tersambung dengan rapat. Akhirnya mutu konstruksi bangunan itu pun rendah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2591 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja-300x212.jpeg" alt="Lubang baut pada pelat baja yang dibuat dengan mesin pon hidrolik" width="300" height="212" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja-300x212.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Cover-artikel-pembuatan-lubang-baut-pada-material-baja.jpeg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Adanya resiko tersebut, maka saat membuat lubang baut haruslah sesuai metode kerja. Serta melalui pengawasan yang ketat. Sebab baik kontraktor ataupun pemilik proyek, tentu berharap agar konstruksi bangunan mereka terpasang dengan benar. Demikian juga tukang, ingin agar perakitan konstruksi baja berjalan lancar.</p>
<h2><strong>Tahap persiapan alat sebelum pembuatan lubang baut</strong></h2>
<p>Saat ini alat-alat kerja proyek bangunan telah canggih. Hal ini secara langsung memudahkan tukang untuk melaksanakan pembangunan. Tidak terkecuali pada pelaksanaan pekerjaan baja. Salah satu contoh, saat anda melakukan pengelasan dengan gas <em>(Gas Metal Arc Welding/GMAW).</em> Maka anda akan memperoleh hasil pengelasan yang berkualitas. Selain itu, pengelasan juga lebih cepat. Dan biaya kerja pun makin efisien. Hasil yang berbeda jauh dengan las elektroda.</p>
<p>Sekilas kita kembali, sebelum hadirnya alat-alat canggih ini. Dulu pembuatan lubang baut, masih menggunakan alat manual. Sebut saja pon manual. Alat ini hanya bekerja oleh tenaga manusia. Yaitu dengan menekan tuas yang ada. Kemudian mata bor menekan permukaan besi sampai tembus, lalu terbentuklah lubang. Namun praktek ini tidak berlaku lagi, sebab jaman semakin maju.</p>
<h3><strong>1.Alat yang benar untuk melubangi material baja</strong></h3>
<p>Membuat lubang baut pada material baja, harus menggunakan alat yang modern. Sebab bila memakai alat manual dapat merusak mutu baja. Itu sebabnya dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS proyek bangunan,</a> selalu menjabarkan tentang ketentuan jenis alat. Serta prosedur pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal ini termasuk pembuatan lubang baut.</p>
<p>Adapun beberapa jenis alat bor yang memenuhi kriteria, untuk membuat lubang baut adalah: 1].Bor tangan, 2].Bor magnet, 3].Bor duduk dan 4].Mesin pon hidrolik <em>(hydrolic punch drill).</em> Terkait bentuk alat, silahkan anda perhatikan gambar berikutnya. Masing-masing alat ini memiliki kemampuan dan fungsi yang berbeda. Sehingga sebelum pengeboran, penting anda ketahui jenis baja yang akan anda lubangi. Kemudian pilihlah jenis bor yang cocok untuk pekerjaan tersebut.</p>
<h3><strong>2.Peralatan tambahan saat pelaksanaan pengeboran</strong></h3>
<p>Pembuatan lubang baut merupakan salah satu tahap proses fabrikasi baja. Proses ini berlangsung setelah pelaksanaan pemotongan bahan. Namun perlu anda ketahui, sebelum mulai melakukan fabrikasi baja. Perlu terlebih dahulu melengkapi seluruh <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">alat kerja fabrikasi</a>.</p>
<p>Selain mesin bor, sebenarnya ada beberapa alat tambahan untuk membuat lubang baut. Alat-alat ini juga tidak kalah pentingnya. Sebab tanpa peralatan ini proses pengeboran tidak berjalan lancar. Serta lubang yang anda buat, kami pastikan kurang sempurna. Berikut ini jenis-jenis peralatan tersebut:</p>
<ol>
<li>Kabel listrik yang berfungsi sebagai sambungan suplai arus listrik,</li>
<li>Kuas ukuran 2 inci, berguna untuk membersihkan sisa pengeboran <em>(Mill scale)</em></li>
<li>Kain lap, perlu untuk membersihkan dan mengeringkan material baja.</li>
<li>Mesin gerinda tangan, fungsinya adalah menghaluskan permukaan lubang baut.</li>
</ol>
<h3><strong>3.Alat pelindung diri menggunakan mesin bor</strong></h3>
<p>Sesuai peraturan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), maka seluruh tukang wajib memakai alat pelindung diri (APD). Termasuk ketika membuat lubang baut dengan mesin bor. Adapun jenis-jenis alat tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Seragam kerja,</li>
<li>Sarung tangan</li>
<li>Sepatu kerja</li>
<li>Topi/helm proyek</li>
<li>Kaca mata</li>
</ul>
<p><em> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2592 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg" alt="Jenis-jenis alat untuk membuat lubang baut pada material baja" width="300" height="240" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut-300x240.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-alat-untuk-membuat-lubang-baut.jpeg 420w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></em></p>
<h2><strong>Memilih mesin bor yang tepat membuat lubang baut</strong></h2>
<p>Membuat lubang baut pada masing-masing material baja prosesnya berbeda. Sehingga mesin bor yang anda gunakan harus beda. Sebab material baja untuk rangka konstruksi bangunan sangat beragam. Dan umumnya jenis material baja, yang menerapkan sambungan baut adalah: Baja pelat, profil WF, profil H-Beam, besi siku, CNP dan UNP. Pertanyaan, mesin bor apa yang tepat untuk melubangi material baja?. Simak beberapa pertimbangan berikut ini.</p>
<h3><strong>i. Kemampuan alat bor melubangi material baja</strong></h3>
<p>Agar anda dapat memilih mesin bor yang tepat untuk membuat lubang baut. Sebelumnya perlu anda ketahui sistem kerja mesin bor. Yaitu mata bor yang berputar dengan kecepatan tinggi searah jarum jam. Yang bergesekan dengan permukaan baja, sampai membentuk sebuah lubang. Kembali muncul pertanyaan, bagaimana kemampuan alat dalam melakukan pengeboran.</p>
<p>Berikut ini jawabnya. Batas kemampuan masing-masing alat bor untuk membuat lubang, adalah:</p>
<ol>
<li>Bor tangan maupun bor duduk, mampu mengebor baja dengan lubang ≤ Ø13 milimeter. Dan tebal profil baja (t)≤ 8 milimeter.</li>
<li>Bor magnet sanggup membuat lubang mulai Ø4-50 milimeter. Sementara kedalaman tembus mencapai 50 milimeter.</li>
<li>Mesin pon hidrolik <em>(hydrolic punch drill)</em> dapat menembus baja, dengan ukuran mata pon ukuran Ø4-25 milimeter. Tetapi pada ketebalan profil maksimal 20 milimeter.</li>
</ol>
<h3><strong>ii. Mesin bor yang mampu membuat lubang baut baja profil</strong></h3>
<p>Setelah memahami kemampuan 4 jenis mesin bor. Penting pula kami sampaikan kepada anda. Bahwa pengeboran berkaitan erat dengan posisi alat bor maupun material baja. Misalnya, bor duduk dan mesin pon hidrolik. Posisi 2 alat ini tidak bisa berpindah-pindah. Sehingga material baja yang harus kita gerakkan, agar bisa melakukan pengeboran.</p>
<p>Beda dengan bor tangan maupun bor magnet. 2 jenis mesin ini mudah kita pindahkan. Serta cara pakainya juga bisa <em>mobile. </em>Jadi kesimpulannya, alat bor yang tepat untuk membuat lubang baut adalah:</p>
<ol>
<li>Khusus membuat lubang pada pelat baja bisa memakai semua jenis bor. Namun harus dengan mempertimbangkan kemampuan alat.</li>
<li>Untuk baja profil WF dan H-Beam wajib menggunakan bor magnet.</li>
<li>Baja profil CNP, Siku dan UNP bisa memakai: bor duduk, bor tangan dan bor magnet.</li>
</ol>
<h2><strong>Metode pengeboran pelat baja dengan mesin pon hidrolik </strong></h2>
<p>Pelat baja adalah satu <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur baja</a>, yang memiliki beberapa lubang baut. Fungsinya adalah sebagai sambungan konstruksi bangunan. Adapun pembuatan lubang-lubang baut tersebut adalah melalui pengeboran. Salah satunya adalah menggunakan mesin pon hidrolik. Adapun langkah-langkah kerja pengeboran, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Anda cek terlebih dahulu diameter mata pon, apakah ukurannya sudah tepat.</li>
<li>Letakkan pelat baja pada dudukan, yang telah tersedia pada mesin pond,</li>
<li>Pastikan agar titik bor pelat baja, telah segaris dan tegak lurus dengan mata pon,</li>
<li>Tekan dan tahan tombol ON pada mesin. Dan biarkan mesin bekerja otomatis menekan (press) permukaan pelat,</li>
<li>Setelah pelat baja tembus oleh mata pon. Kemudian tekan tombol OFF dan tahan beberapa detik. Sehingga pelat baja terlepas dari mata pon.</li>
<li>Lakukan kembali langkah 2 sampai 4, untuk membuat lubang baut yang anda inginkan.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara membuat lubang baut pada WF menggunakan bor magnet</strong></h2>
<p>Seperti kita ketahui, bentuk profil WF berupa huruf H. Dan sistem sambungan material ini, umumnya dengan baut mur. Nah, hal inilah yang mewajibkan kita menggunakan bor magnet, untuk membuat lubang baut pada profil WF. Selain bentuknya bersayap, juga karena ukuran yang besar dan berat. Sehingga alat bor yang kita pakai, harus yang bisa <em>mobile.</em> Mengingat ukuran profil WF yang besar. Maka alat yang mampu untuk melubangi material ini adalah bor magnet.</p>
<p>Cara membuat lubang baut pada WF dengan memakai bor magnet. Adalah dengan langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Pastikan profil WF berada pada permukaan yang rata. Sehingga tidak bergerak atau goyang.</li>
<li>Letakkan bor magnet pada permukaan WF, yang akan anda lubang,</li>
<li>Pastikan mata bor telah sejajar dengan titik bor,</li>
<li>Segera kunci posisi magnet agar bor tidak bergeser,</li>
<li>Kemudian tekan tuas secara perlahan. Lalu pastikan kembali bahwa titik bor telah benar.</li>
<li>Hidupkan mesin bor, dengan cara menekan tombol ON,</li>
<li>Tekanlah tuas dengan kuat. Dan tahan selama proses pengeboran.</li>
<li>Bersihkan bekas pengeboran dengan kuas secara berkala,</li>
<li>Semprotkan <a href="https://journal.eng.unila.ac.id/index.php/fema/article/view/247">cairan pelumas pendingin</a> secara berkala pada mata bor,</li>
<li>Apabila pengeboran telaah selesai. Tekan tombol OFF untuk mematikan mesin.</li>
<li>Ulangi langkah 2 sampai 10, bila hendak membuat lubang baut pada titik lain.</li>
</ol>
<p>Masih berkaitan dengan proses pengeboran. Adakalanya pengeboran profil WF tidak dapat kita lakukan 1 tahap. Hal ini terjadi karena profil WF sangat tebal, sementara diameter lubang yang akan kita buat besar. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, pengeboran harus kita laksanakan 2 tahap, yaitu:</p>
<ul>
<li>Tahap I        : Melaksanakan pengeboran dengan mata bor yang kecil. Misalnya Ø4-8 milimeter.</li>
<li>Tahap II       : Lakukan pengeboran dengan ukuran mata bor sesungguhnya.</li>
</ul>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2593 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk-300x200.jpeg" alt="Contoh pengeboran untuk membuat lubang baut dengan menggunakan bor duduk" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk-300x200.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Proses-pengeboran-dengan-bor-duduk.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Cara melubangi profil CNP dengan bor duduk</strong></h2>
<p>Kegunaan profil CNP pada konstruksi bangunan, umumnya adalah sebagai bahan gording. Maka ukuran lubang baut pun tidak besar. Yaitu antara Ø10-16 milimeter saja. Juga demikian profil CNP agak tipis, yaitu≤3,2 milimeter. Serta memiliki tonase yang relatif ringan. Sehingga dengan menggunakan bor duduk pasti mumpuni. Adapun cara pelaksanaan pengeboran melalui langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Letakkan profil CNP pada matras yang telah tersedia,</li>
<li>Sorong agar lebih dekat dengan mesin bor. Lalu pastikan mata bor telah sejajar dengan titik bor,</li>
<li>Kunci posisi profil CNP. Agar tidak goyang atau bergeser,</li>
<li>Kemudian tekan tuas secara perlahan. Dan pastikan kembali bahwa titik bor telah benar.</li>
<li>Hidupkan mesin bor dengan cara menekan tombol ON,</li>
<li>Tekanlah tuas dengan kuat. Dan tahan selama proses pengeboran berlangsung,</li>
<li>Apabila pengeboran telah selesai. Tekan tombol OFF untuk mematikan mesin.</li>
<li>Ulangi langkah 1 sampai 7, jika ingin membuat lubang baut lainnya.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Tahap akhir proses pembuatan lubang baut</strong></h2>
<p>Setiap pengeboran telah selesai pada satu material baja. Baik yang menggunakan bor magnet, bor tangan, bor duduk dan mesin pon hidrolik. Tahap akhir proses pengeboran, lakukan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Bersihkan permukaan baja dari debu, cairan atau kotoran lain. Yang menempel selama pengeboran.</li>
<li>Haluskan permukaan lubang baut. Yakni dengan menggunakan gerinda tangan.</li>
<li>Cek kembali diameter serta jarak antar lubang baut,</li>
<li>Beri tanda pada material, bahwa telah melalui proses pemeriksaan akhir.</li>
</ol>
<p>Demikian penjabaran kami mengenai cara melubangi baja. Kami harap setelah membaca artikel ini, anda paham bagaimana pentingnya pekerjaan pengeboran. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan, saat membuat lubang baut!. Sebab dengan melakukan kesalahan yang kecil pun, akan berdampak pada kualitas konstruksi. Yang akhirnya anda akan menderita kerugian. Baik secara materi maupun material. Kerugian materi anda yaitu harus mengeluarkan biaya ekstra. Sementara rugi material anda, yakni harus mengganti material baja yang rusak dengan yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Membuat Lubang Baut Yang Benar Caranya Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi Sambungan Baut Pada Konstruksi Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/implementasi-sambungan-baut-pada-konstruksi-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/implementasi-sambungan-baut-pada-konstruksi-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 06:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah kami bahas dalam beberapa topik terkait material baut mur, yaitu pada artikel-artikel sebelumnya. Maka saat ini kami angkat satu topik lagi, yakni tentang implementasi sambungan baut konstruksi baja. Adalah merupakan pendalaman mengenai bahan, serta teknis penggunaan material pada komponen rangka baja. Singkatnya, topik ini khusus kami angkat dengan tujuan sebagai acuan kerja konstruksi baja. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/implementasi-sambungan-baut-pada-konstruksi-baja/">Implementasi Sambungan Baut Pada Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Telah kami bahas dalam beberapa topik terkait material baut mur, yaitu pada artikel-artikel sebelumnya. Maka saat ini kami angkat satu topik lagi, yakni tentang implementasi sambungan baut konstruksi baja. Adalah merupakan pendalaman mengenai bahan, serta teknis penggunaan material pada komponen rangka baja. Singkatnya, topik ini khusus kami angkat dengan tujuan sebagai acuan kerja konstruksi baja.</p>
<h2><strong>Tujuan memahami implementasi sambungan baja</strong></h2>
<p>Bukan maksud kami untuk mengesampingkan metode penentuan jenis, maupun ukuran baut melalui perhitungan struktur. Sebab bagaimanapun perhitungan struktur bahan harus kita lakukan terlebih dahulu. Yaitu guna menghindari adanya kesalahan saat perencanaan bahan. Jadi berdasarkan pemikiran tersebut, ukuran-ukuran baut tercantum dalam artikel ini, sebenarnya telah melalui proses perhitungan tersebut. Jadi walaupun data perhitungan kekuatan baut tidak terlampir, tetapi sistem sambungan seperti ini telah kami implementasikan pada proyek.</p>
<p>Memahami sambungan baja bertujuan guna memudahkan anda, untuk menentukan jenis dan ukuran baut mur. Sebab adakalanya proyek yang kita kerjakan tidak melibatkan konsultan, jadi harus melakukan perencanaan sendiri. Sehingga dengan adanya penjelasan seperti ini, anda dapat memperkirakan ukuran baut yang akan anda pakai. Selanjutnya guna meyakinkan anda bahwa dimensi material tersebut telah kuat, silahkan cross cek dengan perhitungan kekuatan bahan.</p>
<h2><strong>Elemen sambungan baut konstruksi baja</strong></h2>
<p>Penting kami ingatkan kembali, jenis baut mur yang kita pakai untuk pekerjaan struktur baja adalah baja mutu tinggi atau HTB/ASTM A325. Dan baut hitam atau karbon rendah, yang terkenal dengan sebutan ASTM A36. Adapun beberapa jenis baut lain, misalnya baut warna kuning, putih atau crome (galvanis). Secara khusus akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Sebab implementasi jenis-jenis baut tersebut berbeda dengan baut baja maupun baut hitam. Jadi jangan bosan-bosan mengunjungi dan membaca artikel-artikel kami.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2267 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-konstruksi-gudang-300x171.jpg" alt="Implementasi sambungan baut pada kontruksi gudang dengan bahan baja" width="300" height="171" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-konstruksi-gudang-300x171.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-konstruksi-gudang.jpg 625w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sebagai tahap awal, penting anda pahami <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur baja</a>. Sebab agar anda dapat mengerti apa saja elemen sambungan baut, anda harus mengetahui komponen-komponen tersebut terlebih dahulu. Silahkan anda pelajari melalui tautan itu. Adapun pelaksanaan sebuah sambungan baut struktur baja, terdiri dari beberapa elemen antara lain:</p>
<h3><strong>1.Komponen rangka baja</strong></h3>
<p>Adalah terdiri dari 2 atau lebih batang material baja, yang bertemu pada 1 titik. Yang mana pada bagian-bagian tertentu material tersebut, telah tersedia lobang untuk baut sambung. Sehingga dengan menyatukan komponen/rangka baja tersebut, terbentuklah satu rangkaian konstruksi bangunan.</p>
<h3><strong>2. Baut baja atau baut hitam</strong></h3>
<p>Baut adalah elemen pengikat berulir, yang terbuat dari baja mutu tinggi maupun dari karbon rendah. Yang pada salah satu ujung/sisinya berupa kepala berbentuk segi enam (heksagonal). Adapun fungsi kepala baut, adalah sebagai penjepit rangka baja, sekaligus media untuk melakukan pengencangan sambungan.</p>
<h3><strong>3.Mur</strong></h3>
<p>Mur adalah elemen penyatu sambungan, yang dengan bentuk menyerupai kepala baut. Tetapi memiliki lobang berulir pada bagian tengahnya. Elemen ini terhubung langsung dengan ulir pada baut, sekaligus sebagai pengikat pada sisi lain rangka baja. Mur menjadi satu kesatuan dengan baut, sebab tanpa elemen ini baut tidak dapat berfungsi. Demikian juga penggunaan mur harus dengan yang sejenis dengan baut. Misalnya sama-sama berbahan baja mutu tinggi, ataupun dari bahan karbon rendah.</p>
<h3><strong>4.Ring Baut</strong></h3>
<p>Adalah elemen tambahan pada baut mur yang terbut dari baja. Material ini berbentuk bulat dan relatif tipis, yang mana pada bagian tengahnya memiliki lobang, yang berukuran lebih besar 2-3 milimeter dari diameter baut. Adapun fungsi ring baut pada sambungan adalah sebagai pengaku, ketika anda lakukan pengencangan pada baut mur. Jadi dengan adanya elemen ini, komponen/rangka baja yang terhubung semakin rapat dan kuat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2572 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-300x225.jpeg" alt="Gambar baut baja dan baut hitam yang umum digunakan untuk sambungan pada komponen rangka konstruksi baja" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-768x576.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Cara menentukan ukuran baut mur sebagai alat sambung</strong></h2>
<p>Menerapkan sambungan baut mur pada komponen rangka baja, berkaitan erat dengan jenis atau ukuran material baja. Dengan kata lain, penting anda ketahui lebih dahulu tebal pelat baja (sebagai pelat sambung atau clead plate). Demikian juga profil baja yang anda pakai sebagai komponen rangka. Sebagai contoh, mengetahui ukuran tebal pelat lekat pada konsol, yang akan terhubung/tersambung dengan tiang kolom melalui baut.</p>
<p>Jadi, guna dapat menentukan ukuran baut mur, anda perlu mengetahui seluruh dimensi material baja pada satu konstruksi. Sebab semua komponen rangka baja saling berkaitan satu sama lain. Dengan kata lain, seharusnya proses perencanaan konstruksi baja harus anda lakukan secara menyeluruh. Tidak terkecuali ketika anda hendak menentukan jenis dan diameter baut mur, haruslah anda lakukan bersamaan dengan <a href="https://arsitekta.com/cara-merencanakan-dimensi-material-baja-untuk-gudang/">perencanaan dimensi material baja.</a></p>
<p>Cara mudah menentukan ukuran baut untuk sambungan konstruksi baja, silahkan anda simak berikut ini. Adalah contoh implementasi sambungan baut, yang telah kami terapkan pada proyek baja.</p>
<h3><strong>Sambungan baut konsol</strong></h3>
<p>Konsol baja umumnya menggunakan profil WF dan rangka batang besi siku. Pada kasus tertentu, adakalanya perencana menetapkan bahan profil lain, misalnya UNP atau besi pipa. Namun bila konsol menggunakan WF, maka ukuran baut yang anda pakai seperti ketentuan berikut:</p>
<ol>
<li>Konsol dengan bahan WF 150x75x5x7mm, pakailah baut hitam (ASTM36) berukuran Ø1/2”</li>
<li>Jika material konsol adalah WF 200x100x5,5x8mm, atau IWF 250x125x6x9mm. Maka gunakanlah baut baja (HTB/ASTM A325) Ø5/8”</li>
</ol>
<h3><strong>Baut mur untuk pengikat regel</strong></h3>
<p>Masih dari pengalaman, apabila material regel anda pakai juga profil WF, maka dimensi mur bautnya sama dengan konsol. Sehingga implementasi sambungan dapat anda lakukan dengan menggunakan ukuran baut sama. Tetapi adakalanya bahan yang anda pakai lain, misalnya profil CNP dobel. Oleh sebab alasan untuk efisiensi biaya. Sebaiknya ukuran baut mur regel, anda ikuti ketentuan berikut ini:</p>
<ol>
<li>Jika material regel menggunakan 2CNP 100x50x20x2,3mm dan 2CNP 125x50x20x2,3mm. Maka pengikatnya pakai baut hitam berukuran Ø1/2”.</li>
<li>Pada regel dengan bahan 2CNP 150x50x20x2,3mm serta 2CNP 200x75x20x2,8mm anda gunakan baut baja Ø5/8”</li>
</ol>
<h3><strong>Ukuran baut untuk sambungan Kuda-kuda WF</strong></h3>
<p>Demikian halnya implementasi ukuran baut pengikat kuda-kuda, sama dengan ketentuan ukuran baut konsol atau regel. Adapun ketentuan tersebut berlaku apabila bahan yang anda gunakan benar-benar sama, yakni profil WF. Kasusnya ketika dimensi material kuda-kuda lebih besar daripada konsol atau regel, maka diameter baut anda tentukan dengan cara berikut:</p>
<ol>
<li>Untuk kuda-kuda dengan material profil WF 300x150x6,2&#215;9 dan WF 350x175x7x11mm, anda pakai baut baja Ø3/4”</li>
<li>Sementara jika kuda-kuda tersebut memakai WF 400x200x8x13 pakailah baut baja Ø7/8”</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-1807 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat-300x190.jpg" alt="ukuran serta jumlah baut pada pelat lekat baja profil WF" width="300" height="190" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat-300x190.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat.jpg 734w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Adapun daftar implementasi sambungan beserta ukuran-ukuran baut baut tersebut dapat anda lihat pada gambar. Dalam gambar ini juga tertera berapa jumlah baut yang anda butuhkan untuk satu sambungan. Demikian juga mengenai keterangan tebal pelat baja, sehingga memudahkan anda menghitung panjang baut.</p>
<p>Sebagai tambahan mengenai cara menentukan panjang baut, silahkan anda baca artikel mengenai <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">kebutuhan baut konstruksi yang benar.</a> Dan perlu anda ketahui teknis perhitungan ini dapat anda implementasikan pada semua sambungan baut.</p>
<h2><strong>Cara menentukan baut mur kuda-kuda baja kastela</strong></h2>
<p>Akhir-akhir ini implementasi kuda-kuda dengan profil baja kastela banyak kita temui. Bahkan pada beberapa proyek milik asing yang kami kerjakan memakai material ini. Dari pengalaman ini berarti penggunaan profil ini juga familiar pada negara mereka. Serta kami yakin kedepan kebutuhan terhadap material ini akan semakin meningkat. Sehinga sedini mungkin penting anda tingkatkan pemahaman tentang bahan ini. Misalnya cara membuat baja kastela maupun mengenai sistem sambungan baut pada konstruksi.</p>
<p>Pada dasarnya ketentuan baut untuk kuda-kuda baja kastela sama dengan kuda-kuda WF. Baik mengenai ukuran diameter maupun panjang baut. Adapun perbedaannya adalah mengenai jumlah baut yang kita gunakan. Hal ini terjadi karena adanya penambahan tinggi profil (h) pada baja kastela, yaitu 1,5x lebih tinggi dari bahan dasarnya (WF). Contohnya, bila bahan awal yang kita gunakan adalah profil WF 250x125x6x9, maka ketika telah berbentuk baja kastela tingginya (Dc) menjadi 375 mm. Yang mana penulisannya menjadi WF 250 HCO 375x125x6x9.</p>
<p>Dari contoh tersebut, kita jadikan juga contoh kasus dalam menentukan jumlah baut baja kastela. Sebelumnya pada sambungan baut konsol telah kita ketahui, imlpementasi sambungan dengan baut baja Ø5/8”. Demikian pula berdasarkan gambar komponen pelat lekat jumlah baut adalah 10 buah. Maka tambahan baut untuk kuda-kuda baja kastela WF 250 HCO 375x125x6x9 adalah:</p>
<p style="text-align: center;">(10&#215;1,5)/4 = 3,75 atau kita genapkan menjadi 4 buah.</p>
<p style="text-align: center;">Sehingga total baut baja Ø5/8” yang kita implementasikan pada satu sambungan kuda-kuda tersebut adalah:</p>
<p style="text-align: center;">10+4=14 buah.</p>
<p>Contoh kedua, apabila kuda-kuda baja kastela menggunakan profil WF 400 HCO 600x200x8x13. Adapun dimensi baut yang kita peroleh dari gambar komponen pelat lekat adalah Ø7/8” HTB, yang berjumlah 16 buah. Sehingga untuk mengetahui jumlah baut keseluruhan adalah:</p>
<p style="text-align: center;">(16&#215;1,5)/4 = 6 buah.</p>
<p style="text-align: center;">Sehingga total baut baja Ø7/8” yang kita butuhkan pada kuda-kuda ini adalah 16+6=24 buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Menerapkan sambungan baut pada gording</strong></h2>
<p>Secara umum material gording menggunakan profil CNP. Serta dengan menerapkan sistem sambungan baut mur. Hal ini bertujuan guna memudahkan para tukang saat melaksanakan pemasangan. Adapun cara menentukan ukuran baut pada gording, seerti berikut:</p>
<ol>
<li>Gording dengan profil CNP 100, CNP 125 dan CNP 150 anda gunakan baut hitam berukuran Ø1/2”.</li>
<li>Sementara untuk CNP 200 pakailah baut hitam Ø5/8”.</li>
</ol>
<p><u>Catatan:</u></p>
<p><em>Dimensi CNP sengaja tidak kami tulis lengkap namun hanya ukuran tinggi badan CNP, sebab pemasangan baut mur berada pada badan profil ini. Sekaligus guna memberi anda ruang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Improvisasi">improvisasi</a> dalam menentukan lebar maupun tebal CNP. </em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-1808 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording-300x218.jpg" alt="Komponen sepatu/dudukan gording lengka dengan ukuran dan jumlah baut sambungan" width="300" height="218" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording-300x218.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording.jpg 633w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pada gambar ini terlihat dengan jelas jumlah serta jenis baut mur yang anda gunakan. Misalnya menerapkan sambungan mur baut gording CNP 125 tertulis 4Ø1/2” Hitam. Penulisan ini berarti jumlah baut pada satu titik sambung adalah 4 buah dan spesifikasinya adalah baut hitam. Sementara panjang baut gording umumnya kami terapkan adalah 1,2” atau 38 milimeter.</p>
<h2><strong>Penutup</strong></h2>
<p>Semoga dengan penjelasan ini, saudara telah dapat memahami kebutuhan tentang sistem sambungan baut baja. Asalkan dengan sungguh-sungguh, mempelajari beserta dengan artikel yang tertaut dalam artikel ini. Maka kami yakin anda dengan mudah mengimplementasikan pengetahuan ini pada proyek-proyek baja anda.</p>
<p>Kami menyadari masih ada komponen rangka baja yang belum kami jabarkan dalam artikel ini. Antara lain mengenai jarum gording (trecstang) serta ikatan angin. Yang mana memiliki peran penting juga pada rangka atap baja. Mengingat begitu pentingnya kegunaan 2 komponen ini, maka dalam pelaksanaan ukuran baut harus benar.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/implementasi-sambungan-baut-pada-konstruksi-baja/">Implementasi Sambungan Baut Pada Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/implementasi-sambungan-baut-pada-konstruksi-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kriteria Baut Mur Berkualitas Ketahui Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/kriteria-baut-mur-berkualitas-ketahui-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kriteria-baut-mur-berkualitas-ketahui-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 16:43:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[kriteria baut]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[satuan baut]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran baut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengetahui kriteria baut mur yang berkualitas, serta melakukan pengecekan dengan benar. Adalah salah satu penentu kuat tidaknya konstruksi bangunan. Sebab hampir semua bangunan dengan struktur kontruksi baja, menerapkan sambungan baut. Hal ini juga yang menyebabkan kebutuhan material ini untuk sebuah proyek jumlahnya banyak/besar, serta dengan ukuran yang beragam. Berdasarkan pengalaman kami, yang benar kebutuhan baut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kriteria-baut-mur-berkualitas-ketahui-begini/">Kriteria Baut Mur Berkualitas Ketahui Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengetahui kriteria baut mur yang berkualitas, serta melakukan pengecekan dengan benar. Adalah salah satu penentu kuat tidaknya konstruksi bangunan. Sebab hampir semua bangunan dengan struktur kontruksi baja, menerapkan sambungan baut. Hal ini juga yang menyebabkan kebutuhan material ini untuk sebuah proyek jumlahnya banyak/besar, serta dengan ukuran yang beragam.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman kami, <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">yang benar kebutuhan baut</a> mur mencapai 3% dari total tonase konstruksi baja. Artinya bila sebuah bangunan gudang berukuran 23&#215;48 meter, kami perkirakan memiliki tonase sekitar 18.500Kg. Berdasarkan tonase ini, maka kita membutuhkan baut mur kurang lebih 550Kg. Yang kemudian bila kita konversi, misal untuk baut mur ukuran Ø5/8”x1,5”. Maka jumlah baut mur Ø5/8”x1,5” yang kita butuhkan adalah 550Kg : 0,15Kg/Pcs = 3.667 Pcs.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2572 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-300x225.jpeg" alt="Gambar kriteria baut mur berkualitas yang umum digunakan untuk sambungan komponen rangka konstruksi baja" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam-768x576.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-baja-dan-Baut-hitam.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Tujuan mengetahui kriteria baut mur berkualitas</strong></h2>
<p>Langkah awal untuk menjaga kualitas sambungan baja benar-benar kuat adalah pada tahap pengadaan baut mur. Dalam hal ini bagian logistik proyek perlu melakukan pengecekan (kontrol). Yaitu guna memastikan material yang dia beli apakah telah sesuai spesifikasi (standar/ketentuan) atau belum. Sebab tidak menutup kemungkinan baut mur yang datang cacat atau berkualitas buruk. Akibatnya selain mutu sambungan baja yang rendah, juga pemasangan baut mur dapat mengalami kesulitan.</p>
<p>Ada cara mudah melakukan kendali terhadap kualitas baut mur pada saat pembelian. Cara tersebut dengan terlebih dahulu melakukan perjajian dengan suplier/distributor atau produsen. Yang mana bila kita temukan baut mur yang cacad, maka mereka harus bersedia mengganti dengan yang berkualitas baik. Mengapa harus dengan mengadakan perjanjian seperti ini?, supaya anda tidak perlu memeriksa satu per satu mterial tersebut pada saat pembelian. Praktis bukan?</p>
<h2><strong>Cara mengetahui baut mur bermutu tinggi</strong></h2>
<p>Dalam artikel ini secara spesifik kita membahas bagaimana cara mengidentifikasi baut mur dengan benar. Bukan tentang cara menentukan dimensi atau ukuran baut, sebab tugas tersebut adalah tanggungjawab konsultan perencana. Dengan kata lain, orientasi pembahasan kita ini merujuk pada tugas sebagai pelaksana pekerjaan (kontraktor). Maka mengetahui kualitas baut mur melaui beberapa kriteria, akan kita dalami berikut ini.</p>
<h3><strong><u>Mengamati bentuk baut mur</u></strong></h3>
<p>Ada beberapa cacad baut mur yang dapat kita jadikan barometer layak tidaknya material ini untuk sambungan baja. Kriteria ini mungkin berbeda dengan jenis baut mur pada otomotif, karena umumnya proyek kontruksi baja hanya menggunakan 2 (dua) macam baut mur. Yaitu: 1].ASTM A325 atau sering kita sebut <em>Hight Tension Bolt (HTB),</em> serta 2].ASTM A36 atau baut hitam. Sementara untuk kebutuhan otomotif  baut mur lebih banyak jenisnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2573 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-kepala-baut-225x300.jpeg" alt="Proses pengukuran lebar kepala baut baja yang berkualitas, dengan menggunakan alat jangka sorong" width="225" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-kepala-baut-225x300.jpeg 225w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-kepala-baut-rotated.jpeg 768w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<p>Identifikasi cacad/kerusakan baut mur tersebut dapat kita lakukan dengan mengamati bentuknya. Adapun ciri-ciri material ini berkualitas buruk, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Ada lecet pada kepala baut maupun mur. Lecet ini dapat terjadi karena material tersebut telah bekas pakai. Atau kemungkinan terjadi karena kesalahan pada saat produksi.</li>
<li>Pada belakang kepala baut tidak ada tertulis kode baut baja. Padahal para produsen terkenal selalu melenglengkapi produk mereka dengan keterangan mutu serta merek produk.</li>
<li>Baut mur telah mengalami karat.</li>
</ol>
<p>Sebaliknya tanda-tanda baut mur yang bermutu baik, secara kasat mata juga dapat kita identifikasi. Yaitu dengan kriteria berikut ini:</p>
<ol>
<li>Drat ulir berbentuk segitiga serta relatif kasar, atau terkenal dengan istilah <em>Unified Coarse Thread (UNC)</em></li>
<li>Jenis drat ulir pada baut sama dengan ulir pada mur.</li>
<li>Tidak ada kerusakan pada drat ulir, misalnya retak atau terkelupas/tercuil</li>
<li>Tidak terjadi korosi pada baut mur.</li>
<li>Baut mur yang baru umumnya masih mengandung minyak (pelumas)</li>
<li>Penampang ujung baut harus rata, tidak berbentuk cekung atau cembung. Silahkan perhatikan gambar sebelumnya.</li>
</ol>
<h3><strong><u>Melakukan cek ukuran baut mur baja</u></strong></h3>
<p>Ketika kami lakukan cek langsung, untuk mengetahui berapa sebenarnya ukuran baut mur baja maupun hitam. Sebelumnya perlu kita ketahui, bilamana hasil pengukuran ini berbeda dengan teori-teori yang telah ada, bukan berarti kami menentang teori tersebut. Tujuan pengecekan ini adalah sekedar update data, sekaligus agar anda tahu ukuran nyata material ini. Paling tidak berdasarkan baut mur yang selalu kami gunakan pada proyek.</p>
<p>Adapun alat ukur yang kami pakai adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jangka_sorong">Jangka Sorong (Sigmat/Sketmat) </a>manual. Silahkan perhatikan gambar berikut. Adalah sebuah baut mur Ø7/8”x2,5” atau dalam ukuran metrik adalah M22x62,5 Millimeter. Maka dari hasil pengukuran pada material tersebut, kami temukan data-data sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Lebar kepala baut sama dengan lebar mur, yaitu 35,4 millimeter. <em style="font-size: 16px;">Ukuran ini kurang dari ketentuan, yang seharusnya adalah  ≥2Ø atau 44 millimeter.</em></li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Tebal kepala baut 14 millimeter. <em style="font-size: 16px;">Ukuran ini pun berbeda dengan ketentuan yang mengatakan tebal kepala baut ≥Ø.</em></li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Panjang ulir 42 millimeter. <em style="font-size: 16px;">Sejauh ini kami tidak dapat menyimpulkan ukuran ini telah sesuai ketentuan atau belum. Sebab kami tidak temukan teori tentang ketentuan panjang drat.</em></li>
</ol>
<ol start="4">
<li>Panjang leher baut 20,5 millimeter. <em style="font-size: 16px;">Demikian juga dengan pajang leher baut, kami tidak memiliki ketentuan panjang leher baut.</em></li>
</ol>
<ol start="5">
<li>Tebal mur 21,5 millimeter. <em style="font-size: 16px;">Dalam ketentuan tebal mur ≥Ø, atau minimal 22 millimeter. Sehingga dapat kita simpulkan tebal mur ini tidak sesuai dengan ketentuan.</em></li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2574 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-mur-225x300.jpeg" alt="Cara mengukur lebar mur baja" width="225" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-mur-225x300.jpeg 225w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pengukuran-lebar-mur-rotated.jpeg 768w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<h3><strong><u>Pengecekan ukuran baut hitam</u></strong></h3>
<p>Berikut ini kami lakukan pengukuran sebuah baut mur hitam Ø1/2”x1,5” atau M12x37,5 millimeter. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Lebar kepala baut dan mur sama yakni 18,5 millimeter.</li>
<li>Tebal kepala baut adalah 7,5 millimeter,</li>
<li>Panjang drat ulir penuh, yaitu: 37,5 millimeter</li>
<li>Tebal mur pengikat 9 millimeter.</li>
</ol>
<p>Dari hasil pengukuran contoh-contoh baut tersebut, sebagai pelaksana pekerjaan (kontraktor) bagaimana sikap anda? Apakah menerima sepenuhnya matrial ini dan mendatangkanya ke proyek, lalu selanjutnya anda pergunakan sebagai sambungan baja?. Tentu tidak bukan?. Pertanyaan apa yang harus anda lakukan?, saran kami adalah:</p>
<ul>
<li>Sampaikan data-data hasil pengukuran tersebut kepada atasan anda. Sebab data tersebut berguna juga untuk proses fabrikasi maupun pelaksanaan pemasangan komponen/rangka baja.</li>
<li>Baut mur yang anda cek ini selanjutnya anda jadikan sebagai contoh bahan, yang anda ajukan kepada pengawas proyek.</li>
<li>Lakukan pembelian baut mur setelah contoh bahan yang anda ajukan tersebut mendapat persetujuan dari pengawas.</li>
</ul>
<h2><strong>Pengaruh ukuran baut mur yang tidak sesuai ketentuan</strong></h2>
<p>Pemasangan komponen rangka baja sangat memerlukan konsetrasi tinggi, sebab pekerjaan ini penuh resiko. Resiko tersebut dapat berupa kecelakaan kerja, maupun terhadap orang lain yang berada pada lingkungan sekitar proyek. Serta dapat mengakibatkan kerusakan bahan. Adapun tindakan antisipasi atas resiko kerja ini, dapat anda lakukan dengan menggunakan maut mur yang sesuai standar.</p>
<p>Bagaimana kita bila memakai baut mur yang tidak sesuai kriteria atau standar?. Jawabnya, tentu akan berpengaruh pada kualitas daya ikat material sambung ini pada rangka baja. Berkurangnya daya ikat baut mur tersebut dapat terjadi karena:</p>
<ol>
<li>Baut terlalu longgar saat anda masukan pada lubang yang tersedia.</li>
<li>Lebar kepala baut yang kurang, sehingga hanya mampu menjepit sebagian kecil permukaan baja.</li>
<li>Mur terlalu tipis dan memiliki ulir yang pendek.</li>
<li>Saat pemasangan ulir pada mur kurang rapat terhadap ulir baut.</li>
<li>Proses perkerasan baut mur tidak dengan kunci pengeras tepat.</li>
</ol>
<h2><strong>Sanksi atas penggunaan baut mur yang tidak berkualitas</strong></h2>
<p>Seperti kita ketahui spesifikasi baut mur untuk sambungan konstruksi baja, selalu tercamtum dalam <a href="https://arsitekta.com/harus-tahu-gambar-dokumen-konstruksi/">gambar dan dokumen proyek</a> lainnya, antara lain:</p>
<ol>
<li>Bill of Quantity (BoQ)</li>
<li>Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)</li>
<li>Spesifikasi Teknis (Spek-tek)</li>
</ol>
<p>Umumnya pengawas proyek meminta contoh material yang akan kita pakai untuk pelakasanaan pembangunan. Yang mana tahap pengajuan contoh material ini, kita lakukan sebelum pekerjaan mulai. Contoh-contoh bahan tersebut meliputi seluruh jenis baut mur. Maka ketika sang pengawas telah menyetujui contoh material ini, selanjutnya menjadi acuan bagi mereka juga. Apakah kualitas baut mur yang kita pasang telah sesuai dengan contoh.</p>
<p>Pertanyaan, bagaimana bila baut mur yang terpasang tidak sesuai dengan spesifikasi atau standar?. Apakah pihak pengawas proyek dapat mentolerir kesalahan yang kita lakukan?. Bukankah kita selalu mempelajari dokumen <a href="https://arsitekta.com/eksistensi-rks-proyek-bangunan-pada-proses-konstruksi/">RKS proyek bangunan</a>?. Apabila hal ini terjadi, tentu kita akan mendapat surat peringat. Yang isinya memerintahkan kita agar mengganti material yang sesuai dengan contoh.</p>
<p>Nah guna menghindari kesalahan seperti ini maka pengadaan/pembelian baut mur harus sesuai spesifikasi. Lalu, bagaimana caranya memastikan bahwa material tersebut telah sesuai spesifikasi?. Tentu dengan cara mengetahui ciri-ciri baut mur yang berkualitas baik. Tips pelaksanaannya adalah seperti saran kami sebelumnya.</p>
<h2><strong>Penulisan satuan ukuran baut mur yang benar</strong></h2>
<p>Sebelumnya mungkin anda bertanya, mengapa satuan alat sambung ini selalu kami pakai inchi. Alasananya sederhana, karena dunia proyek lebih familiar dengan satuan ini. Anda dapat buktikan, bila anda membeli baut mur dan mengatakan dengan satuan ukuran millimeter, maka pelayan toko akan kesulitan untuk memberi barang yang anda kehendaki.</p>
<p>Perlu anda ketahui berdasarkan <em>International Standardization of Organization (ISO),</em> penulisan satuan baut mur menggunakan metrik atau millimeter. Tetapi satuan ini tidak begitu terkenal bila kita bandingkan dengan inchi. Sisi lain satuan inchi ini justru berasal dari <em>British Standard Whitworth (BSW).</em></p>
<p>Dengan adanya fenomena seperti ini, perlu kita sadari secara tidak langsung terjadi problematika standar mur dan satuan baut mur. Yang mana mengenai kualitas mengacu pada ISO, sementara pemakaian satuan berdasarkan BSW. Dampak kejadian ini adalah pada pemahaman orang awam yang menganggap hal ini bertentangan, padahal sebenarnya tidak. Kita ambil salah satu contoh, yaitu tentang penulisan dimensi baut. Contohnya berikut ini:</p>
<p>Penulisan yang umum         : Ø1/2”x1,5”</p>
<p>Versi ISO adalah                    : M12x37,5 millimeter</p>
<p>Versi BSW                               : W1/2”x1,5”</p>
<p>Sebenarnya 3 macam penulisan ini menunjuk pada satu ukuran baut mur. Hanya yang membedakan adalah kode standar serta penggunaan satuan. Hal ini penting anda pahami agar saat pelaksanaan pengecekan ukuran, satuan yang anda gunakan sama dengan pihak penyedia (suplier) bahan. Sehingga bila kriteria baut mur yang anda beli tidak berkualitas atau tidak sesuai dengan ukuran yang anda harapkan. Maka anda dapat dengan mudah mengajukan kaim kepada meraka.</p>
<h2><strong>Penutup</strong></h2>
<p>Berikut ini kesimpulan mengenai kriteria baut mur yang berkualitas, sebagai alat sambung komponen rangka baja. Tips-tips ini tentu berorientasi pada teknis pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja. Yaitu penjelasan tentang metode: 1].Pengajuan contoh baut mur, 2].Pengadaan/pembelian, serta 3].Mengenai pengecekan ukuran baut mur.</p>
<p>Adapun 3 metode ini kami pastikan dapat berjalan lancar, bila anda memahami beberapa hal berikut:</p>
<ul>
<li>Ciri-ciri baut mur yang berkualitas baik atau sebaliknya.</li>
<li>Dampak penggunaan baut mur yang tidak sesuai spesifikasi.</li>
<li>Tentang sanksi bagi kontraktor yang menggunakan baut tidak sesuai dengan contoh.</li>
<li>Dan terakhir adalah perihal penggunaan satuan baut mur.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kriteria-baut-mur-berkualitas-ketahui-begini/">Kriteria Baut Mur Berkualitas Ketahui Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kriteria-baut-mur-berkualitas-ketahui-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis Baut Baja dan Kegunaan Pada Proyek</title>
		<link>https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2020 07:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini selain sambungan dengan las, baut baja juga merupakan salah satu alat sambung konstruksi paling familiar. Namun agar kita tahu manfaat material berulir ini pada proyek konstruksi, penting kita pahami jenis material ini terlebih dahulu. Seperti telah kami bahas sebelumnya pada artikel tentang sejarah baut mur. Mengingatkan kita kembali bahwa perjalanan baut baja telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/">Jenis Baut Baja dan Kegunaan Pada Proyek</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Saat ini selain sambungan dengan las, baut baja juga merupakan salah satu alat sambung konstruksi paling familiar. Namun agar kita tahu manfaat material berulir ini pada proyek konstruksi, penting kita pahami jenis material ini terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: left;">Seperti telah kami bahas sebelumnya pada artikel tentang <a href="https://arsitekta.com/sejarah-baut-mur-terungkap-seluruhnya-pada-ulasan-ini/">sejarah baut mur</a>. Mengingatkan kita kembali bahwa perjalanan baut baja telah mencapai ratusan tahun. Jadi bagi anda yang belum paham latar belakang baut mur, silahkan pelajari melalui tautan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2563 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/12/Gbr-cover-judul-Artikel.jpg" alt="Ragam jenis baut baja yang sering kita temukan pada proyek kosntruksi" width="277" height="192" /></p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Manfaat memakai baut baja</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Penemuan baut baja merupakan salah satu inovasi dalam sistem konstruksi dunia, secara khusus pada proyek bangunan. Yang mana bila material ini kita pakai maka kita akan mendapatkan beberapa kemudahan/manfaat, antara lain:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Pengerjaan lebih praktis,</li>
<li>Pelaksanaan konstruksi relatif cepat (efisien waktu)</li>
<li>Kualitas bangunan lebih kokoh</li>
<li>Konstruksi bangunan telah berteknologi tinggi.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Dari berbagai manfaat tersebut, secara tidak langsung mengajak kita agar mencari tahu temuan-temuan material lain yang berkaitan dengan bangunan. Misalnya tentang jenis alat pengeras baut, bahan dasar baut serta perkembangan sumber daya manusia (para tenaga kerja). Juga macam-macam baut terbarukan, yang menjadi inovasi lanjutan oleh para produsen alat sambung ini.</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Bentuk baut baja masa lalu dan kini berbeda</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Namun sebelum membahas jauh tentang kegunaan baut pada proyek konstruksi. Mari kita kilas balik sejenak tentang material ini. Yang ingin kita selidiki adalah terhadap masa lalu apakah jenis baut itu memang sama?. Atau justru berbeda. Hal ini penting guna memudahkan kita mengklasifikasikan baut. Baik berdasarkan bentuk material, bahan dasar atau kualitas.</p>
<p style="text-align: left;">Seperti kita tahu, adanya tenggang waktu yang mencapai 220 tahun, sejak penemuan baut mur oleh Mr. Micah Rugg. Memunculkan beberapa persepsi yang berbeda mengenai gambaran material ini. Dengan alasan ini pula kami berpendapat, baut mur yang diciptakan oleh Mr. Micah Rugg tidak sama dengan baut mur yang kita pergunakan saat ini. Baik dari segi bentuk, dari segi kegunaan serta tujuan pembuatan, kami yakini juga berbeda.</p>
<p style="text-align: left;">Salah satu bukti perbedaan tersebut dapat kita lihat, yaitu antara baut/paku keling dengan baut mur. Yang mana paku keling hanya berupa besi berdiameter dengan panjang tertentu. Dengan metode pemasangannya, yang mana tukang hanya melakukan pemukulan pada tangkai paku keling yang telah panas sebelumnya. Maka terbentuklah kepala paku keling yang bulat, menyerupai setengah bola. Cukup sederhana.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, proses pemasangan yang relatif kontras terjadi dengan material baut mur.  Kita ketahui pemasangan baut mur harus dengan menggunakan alat pengunci khusus, yaitu kunci momen (Torque moment). Serta pengerasan baut juga harus oleh tukang yang profesional. Dengan demikian dapat kita garis bawahi, dari 2 jenis alat sambung ini adalah:</p>
<h3><strong>1. Jenis baut mula-mula adalah paku keling</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Mari kita angkat argumen bahwa jenis baut mula-mula adalah paku keling. Dan bukan baut mur seperti yang kita pakai saat ini. Apakah argumen ini mengada-ada?, hemat kami tidak. Walaupun belum ada bukti, tetapi bukan hal yang mustahil, hal tersebut saat itulah yang terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, jika hal tersebut benar. Maka mematahkan ekspektasi kita terhadap baut yang memiliki ulir, kepala berbentuk segi enam serta lengkap dengan mur sebagai pengeras. Pertimbangan lainnya adalah, sebab baut mur yang kita kenal saat ini lahir sejak tahun 1905, yaitu oleh penemunya WR Wilbur. Nah, catatan sejarah ini juga sinkron dengan teori yang menyebutkan bahwa era baja mulai tahun 1860-an.</p>
<p style="text-align: left;">Selanjutnya, pendapat tersebut lebih kuat lagi bila kita analogikan. Bagaimana mungkin baut mur terbuat dari bahan dasar besi tempa?. Bukankah seharusnya terbuat dari baja?. Namun untuk bahan paku keling sangat memungkinkan bukan?.</p>
<h3 style="text-align: left;">2. <strong>Alat pengikat paling awaln menggunakan paku keling.</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Salah satu bukti teori ini dapat kita buktikan dari dalam negeri. Yang mana sistem sambungan dan pengikat dengan menggunakan paku keling, banyak kita temui pada</p>
<p style="text-align: left;">bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Selain itu dari buku-buku pustaka menerangkan bahwa konstruksi baja, lebih dahulu menggunakan sambungan paku keling bukan baut mur.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi boleh kita simpulkan, alat sambung baut mula-mula yang dimaksud dalam catatan sejarah tersebut adalah paku keling. Walau beberapa orang meyakini bahwa sekrup lahir abad 15. Namun tidak merta mendakan bahwa yang mereka asosiasikan tersebut adalah baut mur.</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Barometer klasifikasi ragam baut</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Oke sahabat arsitekta.com, isu ini sama pentingnya dengan yang telah kita bahas sebelumnya. Sampai saat ini kami tidak menemukan barometer, yang dapat memudahkan kita kategorikan ragam baut. Apakah berdasarkan jenis bahan dasarnya, apakah oleh proses pembuatannya atau apakah berdasarkan manfaat/kegunaan?</p>
<p style="text-align: left;">Seperti kita tahu, saat ini banyak kita temui material sambung yang memiliki ulir. Mulai dari sekrup, angkur baja dan angkur tanam (chemical bolt). Yang mana masing-masing bahan tersebut juga memiliki ragam jenis. Kita ambil salah satu contoh sekrup. Sekrup yang kita pakai untuk sambungan <span style="font-size: 16px;">material besi, berbeda jenisnya dengan sekrup untuk kayu dan beton cor.</span></p>
<p style="text-align: left;">Hal yang sama juga terjadi pada angkur baut dan angkur tanam. Itu sebabnya kami sebut isu ini penting. Sehingga harus ada pembatasan, material berulir apa saja yang dapat kita klasifikasikan sebagai kelompok baut.</p>
<p style="text-align: left;">Adapun pendapat kami atas persoalan klasifikasi baut ini, yaitu berdasarkan bentuk material, yaitu:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Material yang dapat kita kategorikan <strong><u>Baut Mur</u></strong> adalah bahan yang memiliki ulir. Memiliki mur sebagai pengeras/pengikat sambungan. Serta proses pengencangan pun harus dari 2 (dua) sisi/ujung baut.</li>
<li>Jika cara pengerasan baut hanya melalui 1 (satu) sisi/ujung saja. Maka tidak termasuk kategori baut mur. Melainkan sebagai material pengikat saja. Jadi ragam angkur baja maupun angkur tanam adalah kategori <strong><u>Baut Pengikat</u></strong> bukan baut mur.</li>
</ol>
<h2>Implementasi baut mur dan pengikat</h2>
<p style="text-align: left;">Bagaimana implementasi 2 kategori material ini pada proyek kontruksi?. Iya, memang sulit!. Dan mungkin usulan kami ini hanya sebatas teori saja. Mengingat asumsi banyak orang baut mur telah mencakup semua jenis material sambung atau pengikat. Tetapi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, bukankah kelak akan makin banyak jenis-jenis baut mur serta baut pengikat yang baru?</p>
<p style="text-align: left;">Nah, ketika makin banyak ragam baut mur dan pengikat. Apakah tidak makin sulit kita untuk memberi pembatasan (barometer) pada semua material ini?. Bagaiman dengan pendapat sahabat-sahabat?, silahkan beri masukan pada kolom komentar iya.</p>
<p style="text-align: left;">Atas pendapat kami tentang klasifikasi baut mur, selanjutnya kita coba implementasikan dalam artikel ini. Yang mana ada 2 (dua) jenis kategori baut, antara lain:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Baut mur</li>
<li>Baut pengikat</li>
</ol>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Macam-macam kegunaan baut baja pada proyek</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Sejalan dengan makin meningkatnya kebutuhan bangunan, secara tidak langsung kebutuhan bahan bangunan juga akan bertambah. Tidak terkecuali baut mur dan baut pengikat. Dan untuk memudahkan kita memetakan manfaat 2 (dua) jenis material ini pada proyek konstruksi. Berikut ini kami uraikan kegunaannya berdasarkan sub pekerjaan pembangunan, antara lain:</p>
<ol>
<li>
<h3><strong>Fungsi baut baja pada pekerjaan struktur</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Kegunaan baut pada lingkup pekerjaan struktur bangunan tergolong paling banyak. Bila kita bandingkan dengan skup pekerjaan lain. Hal ini terjadi karena struktur sebuah bangunan umumnya terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu 1]. Strukur beton, 2]. Struktur kayu, dan 3]. Struktur rangka baja.</p>
<p style="text-align: left;">Khusus pada struktur rangka baja, baut mur adalah salah satu <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/">sistem sambungan baja paling familiar</a> selain las. Sebab hampir seluruh ragam jenis material ini dapat kita temukan pada komponen struktur rangka baja.</p>
<p style="text-align: left;">Namun hal yang bertolak belakang pada struktur beton dan kayu, sebab jenis baut yang umum dipakai adalah baut pengikat. Dan penggunaanya pun hanya terdiri dari beberapa jenis saja, antara lain angkur baja dan angkur tanam.</p>
<ol style="text-align: left;" start="2">
<li>
<h3><strong>Baut juga berguna pada pekerjaan arsitektur</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Mengingat pekerjaan arsitektur adalah pekerjaan yang berkaitan dengan finishing atau tampak bangunan. Maka penggunaan baut relatif lebih sedikit, serta jenis baut yang mereka gunakan adalah baut pengikat.</p>
<p style="text-align: left;">Adapun macam-macam kegunaan baut pengikat pada lingkup pekerjaan arsitektur. Misalnya pada saat pemasangan reiling tangga dan balkon, dan untuk perkuatan. Serta pemasangan asesoris pintu maupun jendela.</p>
<ol style="text-align: left;" start="3">
<li>
<h3><strong>Utilitas bangunan yang membutuhkan baut baja</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Fungsi baut pada skup pekerjaan <a href="https://www.99.co/id/panduan/utilitas-bangunan#:~:text=itu%20utilitas%20bangunan%3F-,Apa%20Itu%20Utilitas%20Bangunan%3F,komunikasi%2C%20dan%20mobilitas%20dalam%20bangunan.">utilitas bangunan</a> antara lain adalah untuk pemasangan tangga besi atau tangga kayu, serta guna pemasangan unit lift dan eskalator.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk kita ketahui juga, jenis baut yang umum dipakai untuk pekerjaan ini adalah baut pengikat. Antara lain angkur baja dan angkur tanam. Adapun sebagian kecil pemakaian baut mur akan kita temui pada komponen rangka lift atau eskalator.</p>
<ol style="text-align: left;" start="4">
<li>
<h3><strong>Kebutuhan baut pada pekerjaan mekanikal elektrikal</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Sementara pada pekerjaan mekanikal dan elektrikal (ME), fungsi baut lebih banyak sebagai material pelengkap saja. Misalnya pada saat instalasi kabel listrik, antaranya akan membutuhkan beberapa baut tanam (sekrup). Demikian juga untuk instalasi kabel telepon, internet atau penangkal petir jenis baut yang umum terpakai adalah baut pengikat.</p>
<ol style="text-align: left;" start="5">
<li>
<h3><strong>Kegunaan baut baja untuk Plumbing dan Drainase</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Sama halnya dengan lingkup pekerjaan arsitektur, utilitas dan mekanikal elektrikal. Pemakaian baut pada pekerjaan plumbing dan drainase juga sangat kecil. Hal ini karena pada umumnya lingkup pekerjaan ini berkaitan erat dengan saluran air.</p>
<p style="text-align: left;">Adapun kegunaan baut pada sub pekerjaan ini, sering kita temui saat hendak memasang wastafel. Yang mana perabot ini harus kita tempelkan pada dinding dengan memakai baut tanam. Demikian juga kala memasang shower pada kamar mandi.</p>
<h2 style="text-align: left;"><strong>Persoalan yang masih tersisa tentang baut baja</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Berdasarkan macam-macam kegunaan baut tersebut dapat kita ketahui, bahwa pemakaian baut mur mayoritas kita temukan pada pekerjaan struktur, khususnya rangka baja. Adapun pembahasan lebih dalam tentang material ini pada konstruksi baja. Namun untuk topik ini akan kita lanjutkan pada artikel berikutnya.</p>
<p style="text-align: left;">Masih terkait tentang kegunaan baut, pada sub pekerjaan arsitektur, utilitas, mekanikal elektrikal serta pada pekerjaan plumbing dan drainase. Jenis baut yang lebih banyak terpakai adalah baut pengikat, namun demikian jumlahnya tidak signifikan.</p>
<p style="text-align: left;">Dari penjelasan tersebut juga kita tahu, sesungguhnya semua sub pekerjaan pembangunan (proyek) membutuhkan baut. Baik jenis baut mur maupun baut pengikat, tetapi kebutuhannya tidak banyak.</p>
<p style="text-align: left;">Persoalan yang harus kita selesaikan mengenai baut mur dan eksistensinya pada proyek. Adalah batasan bentuk material, seharusnya yang bagaimana?. Sehingga dapat kita klasifikasikan dalam kategori baut?. Sekali lagi, kategori baut yang kami sampaikan bahwa cukup 2 (dua) jenis saja, masih memerlukan kajian yang lebih jauh. Namun paling tidak dengan adanya “ekperimen” seperti ini, sahabat arsitekta.com, lebih mudah memahami macam-macam kegunaan dan jenis baut, khusus untuk proyek konstruksi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/">Jenis Baut Baja dan Kegunaan Pada Proyek</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
