<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tabel Baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/category/tabel-baja-konstruksi-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/category/tabel-baja-konstruksi-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 08:34:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Tabel Baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/category/tabel-baja-konstruksi-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</title>
		<link>https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 20:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[detail sepatu gording]]></category>
		<category><![CDATA[gording CNP]]></category>
		<category><![CDATA[rangka atap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording. Seluk beluk gording Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu. Dari segi struktural [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3371" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg" alt="Pentingnya mengenal dan mememahami bentuk dan kegunaan sepatu gording" width="450" height="257" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat-300x171.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Seluk beluk gording</h2>
<p>Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu.</p>
<p>Dari segi struktural fungsi gording adalah sebagai penopang penutup atap, serta elemen-elemen pelengkap yang terpasang dengan atap. Misalnya talang, lisplang, jurai, nok/kerpus, roof ventilator, <a href="https://arsitekta.com/ciri-ciri-skyroof/" target="_blank" rel="noopener">skyroof</a> dan lain sebagainya.</p>
<p>Jadi pada intinya pemasangan gording pada sebuah atap sifatnya wajib. Terlebih pada bangunan bentang lebar, serta pada atap yang spesifik. Seperti atap lengkung dan kubah.</p>
<p>Ditinjau dari cara pemasangannya, ciri khas gording antara lain:</p>
<ul>
<li>Terpasang secara horizontal dan dengan jarak yang sama antara yang satu dengan yang lain,</li>
<li>Pola pemasangan mengikuti sudut kemiringan kuda-kuda dimana gording tersebut terpasang,</li>
<li>Dimensi gording yang digunakan selalu sama untuk memenuhi sebuah konstruksi atap</li>
</ul>
<h2>Gording baja yang terbaik saat ini</h2>
<p>Gording yang terbuat dari material baja terkenal sangat kokoh dan pemasangannya dapat dilakukan dengan mudah. Oleh sebab itu tergolong yang terbaik hingga saat ini.</p>
<p>Namun demikian, dari sekian banyak ragam jenis material baja yang cocok untuk bahan gording hanya 4 macam, yakni:</p>
<h3>1. Besi CNP</h3>
<p>Bentuk profil besi CNP adalah menyerupai huruf C. Dengan ketinggian antara 75 sampai 200 mm. Lebar 35 hingga 75 mm. Dan, tebal bahan mulai dari 1,8 hingga 3,2 mm.</p>
<p>Contoh dimensi lengkap gording baja CNP 125x50x20x2,3 mm.<br />
125 = Tinggi profil<br />
50 = Lebar badan<br />
20 = Tekukan bibir CNP<br />
2,3 = Tebal bahan</p>
<p>Selain terkenal kokoh dan dapat digunakan untuk setiap jenis atap, pemasangan material ini juga terkenal sangat mudah dan hemat biaya.</p>
<p>Mudah dalam arti dapat diterapkan pada segala macam kuda-kuda baja dengan menerapkan sambungan baut mur.</p>
<p>Sebagaimana diketahui pemasangan dengan sistem baut adalah satu-satunya cara untuk mempercepat peyelesaian pemasangan (ereksen) konstruksi baja. Maka dari itu otomatis membuat biaya upah atau <a href="https://arsitekta.com/borong-jasa-pemasangan-angkur-baut-dan-biaya/">borongan jasa</a> pemasangan jadi rendah.</p>
<p>Faktor lain yang mengakibatkan biaya pemasangan gording baja CNP menjadi murah adalah karena material besi relatif tipis. Sehingga tidak berat dan tidak mengakibatkan biaya bahan tinggi.</p>
<h3><strong>2. Stal kotak (Besi Holow)</strong></h3>
<p>Dari segi biaya dan kekuatan gording yang terbuat dari besi holow setara dengan gorsing CNP. Yaitu sama-sama murah. Namun ditinjau dari kemudahan pemasangan sangat berbeda.</p>
<p>Besi holow tersedia dengan panjang normal 6,0 meter. Sama dengan besi CNP. Akan tetapi sulit untuk diterapkan dengan sistem baut mur.</p>
<p>Hal itu disebabkan oleh bentuk material yang berongga. Sehingga, kalau pun dipaksakan dengan sistem sambungan tersebut, maka besi holow harus di lubang tembus.</p>
<p>Nah kalau material di lubang tembus, otomatis baut yang Anda gunakan harus panjang. Lalu, biaya pengadaan mur baut pun akan menjadi tinggi.</p>
<p>Namun demikian, secara keseluruhan walau gording baja stal kotal memiliki kelemanan dibidang sambungan. Tetapi material ini terkenal sangat minimalis. Dan akibat dari itu cocok diterakan pada konstruksi baja ekspos.</p>
<h3><strong>3. Besi UNP</strong></h3>
<p>Profil baja UNP mirip dengan huruf U. Dan memiliki karakteristik khusus. Yakni sangat tebal dan kokoh. Oleh sebab itu material ini banyak dipakai untuk kontruksi atap berat. Misalnya untuk pemasangan atap genteng beton, kaca, dan asbes gelombang besar.</p>
<p>Kelebihan lain dari pada gording UNP adalah terkait metode pemasangan. Yaitu sangat tepat diterapkan dengan sambungan mur baut. Sama persis dengan gording CNP.</p>
<p>Akan tetapi karena dimensi material yang terbatas, dan relatif tebal maka besi UNP tergolong jarang dipakai untuk bahan gording. Karena lebih mahal dibanding dengan material besi CNP.</p>
<h3><strong>4. Besi pipa</strong></h3>
<p>Satu-satunya material besi yang mudah di bending adalah pipa. Oleh sebab itu jikalau digunakan sebagai gording, material bulat berongga ini paling cocok dipakai untuk membuat atap kubah dan lengkung.</p>
<p>Kelebihan lain dari besi pipa adalah tersedia dalam berbagai macam ukuran. Mulai dari dia.1&#8243; (25 mm) hingga 20&#8243; (50 cm). Jadi, untuk membuat atap kubah dan lengkung bentang berapa pun sangat memungkinkan dengan menggunakan gording baja pipa.</p>
<p>Namun demikian kasusnya sama dengan gording besi holow, goding pipa juga tidak dapat diterapkan dengan sistem mur baut. Melainkan harus dengan cara las. Sehingga biaya upah jadi mahal dan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2921" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg" alt="Pemasangan windfree dan lisplang baja sama-sama berada pada gording" width="450" height="323" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja-300x215.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Kelebihan gording baja dibanding gording kayu</h2>
<p>Secara keseluruhan gording besi CNP, Holow, UNP maupun Pipa jauh lebih unggul dibanding gording yang terbuat dari material balok kayu.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena:</p>
<h3>a. Panjang standar material</h3>
<p>Panjang material baja rata-rata 6,0 meter. Sedangkan kayu cuma 4,0 m. Dan akibat dari itu jarak pasang kuda-kuda kayu maksimal 4,0 m. Sementara kuda-kuda baja bisa mencapai 6,0 m atau lebih.</p>
<p>Iya. Jarak kuda-kuda berpengaruh langsung pada pemasangan gording. Karena gording terpasang pada setiap unit kuda-kuda.</p>
<p>Jadi, kalau pemasangan kuda-kuda sangat rapa dipastikan biaya yang dibutuhkan juga sangat besar. Sebentara sebaliknya, jika gording baja cukup panjang, maka jarak kuda-kuda bisa lebar. Dan akhirnya biaya yang dibutuhkan sangat kecil.</p>
<h3>b. Berat material gording</h3>
<p>Gording kayu jauh lebih berat dibanding gording besi. Sebab gording kayu terbuat dari balok minimal ukuran 6&#215;10 cm.</p>
<p>Perbandingan berat kedua material sebagai berikut. Misal panjang gording adalah 4,0 m. Jika terbuat dari material besi, berarti cukup menggunakan besi CNP 100x50x30x2,3 mm. Dengan berat total:<br />
= 4,0 x 4,06 kg<br />
= 24,36 kg</p>
<p>Sementara jika gording kayu, minimal material yang digunakan adalah kayu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mahoni">Mahoni</a> ukuran 10&#215;12 cm. Dengan berat jenis rata-rata 600 kg/m3.<br />
Jadi bisa dihitung, berat gording kayu tersebut adalah:<br />
= 0,10 x 0,12 x 4 x 600 kg<br />
= 28,80 kg</p>
<p>Selisih berat gording baja dan gording kayu :<br />
= 28,80 &#8211; 24,36 kg<br />
= 4,44 kg</p>
<p>Akibat dari berat gording maka konstruksi kuda-kuda harus dibuat kokoh. Agar mampu menopang gording dan penutup atap diatasnya. Selanjutnya akibat dari itu otomatis struktur bangunan dibuat ukuran besar. Agar mampu menopang konstruksi atap keseluruhan.</p>
<p>Singkatnya gording baja adalah pilihan yang terbaik untuk melengkapi konstruksi rangka atap. Dan jenis masterial yang memenuhi syarat untuk kekuatan, dalam hal biaya dan kemudahkan pemasangan adalah <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">baja CNP</a>, UNP, besi Holow dan besi pipa.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 13:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda WF]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung panjang kuda-kuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hitung panjang kuda-kuda WF dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan sofware khusus. Cara manual maksudnya menggunakan alat hitung kalkulator. Sementara dengan cara menggunakan sofrware khusus artinya software yang Anda gunakan saat membuat gambar kerja, dan/atau detail konstruksi baja. Misal Autocad, Archicad, Skechup, dan sebagainya. Kuda-kuda WF bentang kecil Kategori konstruksi kuda-kuda bentang kecil adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/">Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hitung panjang kuda-kuda WF dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan sofware khusus. Cara manual maksudnya menggunakan alat hitung kalkulator.</p>
<p>Sementara dengan cara menggunakan sofrware khusus artinya software yang Anda gunakan saat membuat gambar kerja, dan/atau detail <a href="https://arsitekta.com/ragam-gambar-detail-baja-konstruksi/" target="_blank" rel="noopener">konstruksi baja</a>. Misal Autocad, Archicad, Skechup, dan sebagainya.</p>
<h2>Kuda-kuda WF bentang kecil</h2>
<p>Kategori konstruksi kuda-kuda bentang kecil adalah kurang dari 15 meter. Pada kasus ini umumnya bentuk atap ada 2 macam. Yaitu pelana dan atap datar.</p>
<p>Karena bentuk atap yang akan dibuat adalah 2 macam. Otomatis dimensi material kuda-kuda tidak sama. Maka dari itu, sebelum Anda hitung panjang kuda-kuda WF, pastikan dulu 4 syarat berikut sudah terpenuhi:</p>
<ol>
<li>Bentuk dan sudut kemiringan atap</li>
<li>Ukuran baja WF yang digunakan untuk membuat kuda-kuda</li>
<li>Sistem sambungan kuda-kuda dengan tiang kolom</li>
<li>Sistem sambungan antar kuda-kuda.</li>
</ol>
<h3>A. Kuda-kuda atap datar bentang 8 m</h3>
<p>Material kuda-kuda yang ideal untuk bentang (L)= 8,0 m adalah baja WF 200. Dengan catatan penutup atap menggunakan spandek gelombang, dan sudut kemiringan 15 derajat. Seperti terlihat pada gambar berikut. Kuda-kuda atap datar sering diaplikasikan pada saat membuat kanopi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4086" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg" alt="Salah satu fungsi baja kanal C adalah sebagai rangka gording" width="640" height="357" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C-300x167.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Perhitungan panjang kuda-kuda tersebut dilakukan dengan rumus:<br />
<strong>Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; (2 x 1/2H) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<ul>
<li>Pg = Panjang bersih batang kuda-kuda</li>
<li>L = Lebar/bentangan (satuan milimeter)</li>
<li>H = Ukuran kolom baja WF</li>
<li>Tp = Tebal plat lekat kuda-kuda</li>
</ul>
<p>Misal kolom baja terbuat dari WF 250. Dan plat lekat kuda-kuda adalah tebal 10 mm. Maka hitung panjang kuda-kuda WF seperti berikut:<br />
Pg = ( 8.000 : cos 15⁰ ) &#8211; (2 x 1/2 x 250) &#8211; (2 x 10)<br />
= 8.282 &#8211; 250 &#8211; 20<br />
= 8.012 mm</p>
<p>Kasusnya sedikit berbeda. Jikalau ternyata pemasangan kuda-kuda WF dilakukan pada kolom beton. Dengan menggunakan alat sambung angkur baut. Maka perhitungan panjang bersih kuda-kuda Anda lakukan dengan rumus:<br />
<strong>Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; ((2 x 1/2B) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<p>&#8220;B&#8221; dalam hal ini adalah lebar kolom beton. Yang mana sisi kanan dan kiri adalah sama. Akan tetapi, jikalau ukuran kolom beton beda. Maka rumus hitung panjang kuda-kuda WF yang terpasang pada kolom beton adalah:<br />
Pg = ( L : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x B1) : 15⁰) &#8211; ((1/2 x B2) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</p>
<p>B1 = Lebar kolom beton sisi kanan,<br />
B2 = Lebar kolom beton sisi kiri kuda-kuda.</p>
<p>Contoh B1 = 40 cm, dan B2 = 50 cm. Maka panjang kuda-kuda WF 200 tersebut adalah:<br />
Pg = ( 8.000 : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x 400) : cos 15⁰) &#8211; ((1/2 x 500) : cos 15⁰) &#8211; (2 x 10)<br />
= 8.282 &#8211; 207 &#8211; 259 &#8211; 20<br />
= 7.796 mm</p>
<h3>B. Kuda-kuda atap pelana bentang 12 m</h3>
<p>Paling ideal adalah pakai baja WF 150. Mengapa profil baja lebih kecil dibanding bentang 8,0 meter?. Jawabnya karena batang kuda-kuda untuk atap pelana selalu terbagi 2. 1 miring ke sebelah kanan, dan 1 lagi ke sebelah kiri. Seperti terlihat pada gambar ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4381" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg" alt="Teknik menggunakan material baja bekas untuk konstruksi gudang" width="500" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Oleh sebab itu cara hitung panjang kuda-kuda WF untuk atap pelana beda dengan panjang kuda-kuda atap datar. Panjang kuda-kuda pelana bentang 15,0 hitung pakai rumus:<br />
<strong>Pg = ( 1/2L : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x B) : cos 15⁰) &#8211; (2 x Tp)</strong></p>
<p>Misal kuda-kuda akan terpasang pada kolom baja WF 200. Pakai plat lekat T=8 mm. Berarti panjang real kuda-kuda pelana adalah:<br />
= ( 1/2 x 12.000 : cos 15⁰ ) &#8211; ((1/2 x 200) : cos 15⁰) &#8211; (2 x 8)<br />
= 6.211 &#8211; 103 &#8211; 16 = 6.092 mm</p>
<h2>Kuda-kuda WF bentang besar dan sambungannya</h2>
<p>Pada prinsipnya tahap-tahap perhitungan panjang kuda-kuda WF bentang kecil, dan bentang besar adalah sama. Dengan catatan syarat-syarat yang Saya sebutkan pada paragraf 4 telah lengkap.</p>
<p>Contoh kuda-kuda bentang 30 meter. Material yang digunakan untuk konstruksi ini umumnya WF 350. Dan, sudut kemiringan 12⁰. Maka cara hitung panjang kuda-kuda WF menggunakan rumus:<br />
Pg = ( 1/2L : cos 12⁰ ) &#8211; ((1/2 x B) : cos 12⁰) &#8211; (2 x Tp)<br />
= Pg = ( 15.000 : cos 12⁰ ) &#8211; ((1/2 x 350) : cos 12⁰) &#8211; (2 x 12)<br />
= 15.335 &#8211; 179 &#8211; 24 = 15.132 mm</p>
<p>Dalam hal ini karena panjang kuda-kuda WF 350 lebih dari 12,0 meter. Yaitu panjang standar material WF dari pabrik. Maka kuda-kuda tersebut harus Anda sambung. Yaitu panjang 12,0 meter tambah 5,132 meter. Lebih lengkap tentang cara menyambung balok/kuda-kuda baja WF silahkan baca <a href="https://arsitekta.com/cara-menyambung-baja-profil-wf-serta-h-beam-mudah-dan-tepat/">tautan</a> ini.</p>
<h2>Kelemahan perhitungan manual</h2>
<p>Untuk memastikan perhitungan panjang kuda-kuda baja akurat. Setelah melengkapi syarat-syarat yang diperlukan. Sebaiknya lakukan dengan alat tulis, kertas, dan kalkulator scientic.</p>
<p>Nah, persoalan yang sering terjadi bagi pemula adalah ketika menggunakan kalkulator ini. Khususnya pada saat memasukkan sudut kemiringan atap.</p>
<p>Jika Anda menggunakan kalkulator yang tersedia pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ponsel_cerdas">smartphone</a>. Maka dimulai dengan &#8220;Cos 15⁰&#8221;. Seperti pada gambar berikut ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5257" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg" alt="Perhitungan panjang kuda-kuda baja WF pakai kalkulator" width="1326" height="720" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF.jpeg 1326w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-300x163.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-1024x556.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/06/perhitungan-panjang-kuda-kuda-baja-WF-768x417.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1326px) 100vw, 1326px" /></a></p>
<p>Akan tetapi, bila Anda menggunakan kalkulator khusus (bukan smartphone). Maka perhitungan harus lebih dulu memasukkan sudut kemiringan. Seperti berikut: 15⁰ Cos.</p>
<p>Singkatnya, diperlukan kebiasaan dalam menggunakan alat hitung kalkulator. Supaya perhitungan yang dilakukan tidak keliru. Sebab, jika panjang kuda-kuda tidak sesuai. Dipastikan fabrikasi akan salah, dan kuda-kuda kelak tidak dapat terpasang dengan sempurna.</p>
<p>Demikian hitung panjang kuda-kuda WF bentang kecil dan besar. Untuk berbagai bentuk atap, serta sistem sambungannya pada tiang kolom baja. Maupun kolom <a href="https://arsitekta.com/beton-cor-yang-ideal-untuk-bangunan-rumah-tingkat-2/">beton cor</a>.</p>
<p>Perhitungan seperti ini sering dilakukan pada saat hendak pabrikasi. Oleh sebab itu harus dilakukan secara cermat. Supaya panjang kuda-kuda akurat. Dan menghasilkan konstruksi baja yang kokoh dan kuat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-panjang-kuda-kuda-wf-bentang-8-dan-12-m/">Cara Hitung Panjang Kuda-kuda WF Bentang Kecil Dan Besar Cara Manual</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 macam Besi Siku Yang Paling Sering Digunakan Untuk Konstruksi Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/besi-siku-yang-paling-populer-dan-sering-digunakan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/besi-siku-yang-paling-populer-dan-sering-digunakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 13:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja siku paling populer]]></category>
		<category><![CDATA[besi L]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[material siku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering digunakan karena 5 jenis besi siku ini cocok untuk beberapa fungsi utama pada sebuah konstruksi bangunan. Serta material-material tersebut selalu tersedia di toko besi. Sehingga untuk kebutuhan berapa batang pun, Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan. &#160; Lebih jelas mengenai ukuran, dan kegunaan besi tersebut tersebut. Dalam artikel ini akan saya ulas satu persatu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-siku-yang-paling-populer-dan-sering-digunakan/">4 macam Besi Siku Yang Paling Sering Digunakan Untuk Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering digunakan karena 5 jenis besi siku ini cocok untuk beberapa fungsi utama pada sebuah konstruksi bangunan. Serta material-material tersebut selalu tersedia di toko besi. Sehingga untuk kebutuhan berapa batang pun, Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Contoh-rak-besi-minimalis.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4346" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Contoh-rak-besi-minimalis.jpeg" alt="Rak buku yang terbuat dari besi siku" width="448" height="299" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Contoh-rak-besi-minimalis.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Contoh-rak-besi-minimalis-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih jelas mengenai ukuran, dan kegunaan besi tersebut tersebut. Dalam artikel ini akan saya ulas satu persatu. Mulai dari ukuran yang terkecil, hingga paling besar. Lengkap dengan fungsi, dan perhitungan biaya pemasangan untuk konstruksi bangunan baja.</p>
<h2>Pengertian, bentuk, ukuran dan berat material</h2>
<p>Besi siku adalah salah satu jenis baja profil yang terbuat dari logam karbon rendah, dan di proses melalui metode hot rolled steel, atau kanai panas. Sehingga material memiliki kekuatan tarik sangat yang tinggi.</p>
<p>Material ini disebut besi siku karena bentuk penampang menyerupai huruf L. Dimana pertemuan antara kedua penampang (horizontal dan vertikal) adalah membentuk sudut 90*. Jadi, sebutan tersebut memiliki 2 makna. Yakni menggambarkan tentang bentuk profil yang menyerupai sebuah huruf. Pula, menjelaskan tentang sudut pada penampang material.</p>
<h3>Ukuran material besi siku</h3>
<p>Panjang standar besi L adalah 6,0 meter. Ukuran ini lah yang sebenarnya selalu kita temui di toko besi, maupun bahan bangunan. Oleh sebab itu disebut standar. Dan, sering digunakan untuk bahan konstruksi bangunan.</p>
<p>Namun demikian, ada pula yang di produksi panjang 9,0 dan 12,0 meter. Yaitu besi L 100&#215;100 ke atas. Tapi, material ini hanya bisa diperoleh dari pabrik baja langsung. Atau, dari distributor material baja skala besar.</p>
<p>Mengingat ukuran material yang panjang dan besar, maka pemakaian material ini tergolong langka. Artinya, bukan digunakan sebagai material bangunan biasa. Tapi, yang spesial. Misalnya konstruksi jembatan, konstruksi SUTET, dan sebagainya.</p>
<h3>Cara mengetahui berat material</h3>
<p>Berat material besi siku dihitung dengan 2 jenis satuan. Yakni per meter lari, atau per batang. Pun, dapat Anda ketahui dengan 2 cara. Yakni pakai tabel baja. Atau, hitung manual pakai rumus.</p>
<p>Kedua metode tersebut telah tersedia dalam <a href="https://arsitekta.com/">website</a> ini. Anda tinggal memilih pakai cara yang mana. Menurut Anda lebih mudah. Lalu, lakukan pencarian pada kolom yang tersedia di halaman ini. Tentu dengan kata kunci terkait. Misalnya &#8220;tabel baja siku&#8221;.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Pemasangan-talang-galvalume-yang-berada-didalam-dan-siluar-bangunan.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2981" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Pemasangan-talang-galvalume-yang-berada-didalam-dan-siluar-bangunan.jpeg" alt="Pemasangan rangka talang luar yang terbuat dari material baja pelat strip" width="300" height="225" /></a></p>
<h2>Baja profil siku yang populer saat ini dan kegunaan</h2>
<p>Setelah memahami bentuk, ukuran standar, dan cara mengetahui berat besi siku. Langsung saja pada topik utama. Saya pakai istilah populer, karena sudah banyak yang mengenal, sehingga sering digunakan. Ada 5 macam, yaitu:</p>
<h3>1. Siku 40&#215;40</h3>
<p>Atau, sering disingkat dengan L 4&#215;4. Yang berarti profil besi bagian tegak, dan datar berukuran 40&#215;40 mm. Karena ukuran penampang sama. Sementara, tebal bahan adalah 4,0 mm. Material ini juga sering disebut besi siku sama sisi.</p>
<p>Terdapat penulisan satuan yang acak pada dimensi material siku. Yakni antara satuan senti meter dan millimeter. Namun hal itu sudah dianggap biasa, karena baja profil tersebut sangat populer. Sampai kepada kalangan umum.</p>
<p>Kegunaan siku L 40x40x4 (penulisan dimensi yang lengkap), pada pekerjaan struktur maupun arsitektur, adalah untuk membuat:<br />
&#8211; Rangka talang. Seperti terlihat pada gambar yang terletak di <a href="https://brainly.co.id/tugas/12475492#:~:text=Paragraf%20adalah%20suatu%20kumpulan%20pikiran,merupakan%20hasil%20penggabungan%20beberapa%20kalimat.">paragraf</a> kesembilan. Pengganti material strip plat besi.<br />
&#8211; Rangka lisplang<br />
&#8211; Kuda-kuda cremona<br />
&#8211; Anak tangga<br />
&#8211; Frame teralis jendela/pintu<br />
&#8211; Rak besi</p>
<h3>2. Siku 50x50x5 mm</h3>
<p>Profil ini paling banyak digunakan untuk rangka atap. Baik sebagai material inti, atau hanya sebagai material bantu. Sebagai material inti misalnya untuk membuat kuda-kuda rangka batang bentang 10,0 meter. Siku 5&#215;5 ini digunakan dengan cara double, atau dalam istilah lokal (Jawa) disebut tangkep. Dan, sering di tulis dengan awalan 2L.</p>
<p>Sementara sebagai material bantu, besi siku 50x50x5 sering dipakai untuk sepatu gording, joint balok WF, dudukan rangka cladding, dudukan regel, dan sebagainya. Pada intinya, walau hanya berfungsi sebagai material bantu. Tapi, material ini berperan menentukan kekuatan, dan ketahanan konstruksi baja.</p>
<p>Selain rangka atap, siku 5&#215;5 juga cocok untuk bahan lantai dak. Khususnya lantai yang terbuat dari plat bordes baja. Umumnya dipadukan dengan baja CNP. Dengan jarak pasang kelipatan 60,0 cm. Sesuai dengan ukuran normal lantai plat bordes.</p>
<p>Metode pemasangan lantai dak dengan rangka <a href="https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/" target="_blank" rel="noopener">besi CNP</a> dan siku, sebelumnya telah kami sajikan pada artikel tersendiri. Silahkan Anda browsing melalui kolom pencarian dalam situs ini. Atau, melalui mesin pencari di internet.</p>
<p>Khusus pekerjaan arsitektural. Material besi L ini juga sering digunakan untuk tiang pagar kawat duri. Namun, tergolong jarang mendapat perhatian. Sengaja menggunakan material yang lebih besar, agar kuat menahan kawat duri ketika di tarik kencang. Contoh material seperti terlihat dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Besi-siku-untuk-tiang-pagar-kawat-duri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4974" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Besi-siku-untuk-tiang-pagar-kawat-duri.jpg" alt="Material besi siku digunakan sebagai tiang pagar kawat duri" width="750" height="548" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Besi-siku-untuk-tiang-pagar-kawat-duri.jpg 750w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Besi-siku-untuk-tiang-pagar-kawat-duri-300x219.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<h3>3. L 60x60x6 mm</h3>
<p>Semakin besar ukuran besi siku, tentu material tersebut juga semakin berat. Lalu biaya pemasangan pun turut mengimbangi (makin mahal). Namun walau demikian, pemakaian siku 6&#215;6 sebagai material bangunan tetap tergolong tinggi. Salah satu adalah untuk bahan regel, dan balok baja gabungan.</p>
<p>Siku 6&#215;6 ini terpilih sebagai material struktur, karena mampu memikul beban konstruksi hingga pada bentang 8,0 meter. Selain itu, pula sering digunakan sebagai rangka pintu. Khususnya pintu gerbang, dan pintu gudang yang berukuran 3,0 meter lebih.</p>
<h3>4. L 70x70x7 mm</h3>
<p>Spesifikasi, dan standar pemakaian material:<br />
&#8211; Berat per meter lari = 7,38 kg<br />
&#8211; Berat per batang = 44,27 kg<br />
&#8211; Luas permukaan batang = 1,68 m2<br />
&#8211; Ukuran baut sambung ideal = dia.3/4&#8243; &#8211; HTB (A-325)<br />
&#8211; Tebal <a href="https://arsitekta.com/perhitungan-biaya-las-kuda-kuda-pipa-dan-kuda-kuda-baja-wf-bentang-30-meter/">las sambung</a> minimal = 4,5 mm</p>
<p>Data ini sengaja saya lampirkan agar teman-teman tahu cara menghitung biaya pemasangan, serta menggunakan material besi siku pada konstruksi bangunan dengan benar. Hal tersebut penting karena siku 7&#215;7 tergolong material struktur. Sehingga sebelum digunakan, kekuatan bahan harus dihitung melalui analisa struktur.</p>
<p>Pula mengenai anggaran biaya pemasangan. Wajib menggunakan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) yang terkait. Misal, ketika digunakan sebagai tiang kolom konstruksi tower air. Maka acuan untuk menghitung biaya adalah sama dengan analisa pekerjaan konstruksi baja pada umumnya.</p>
<h2>[Fenomena] Makin terkenal sebuah material baja, semakin sering digunakan</h2>
<p>Ulasan diatas memberi kita gambaran mengenai ragam jenis besi siku ditinjau dari popularitas sebagai bahan bangunan. Semuanya 4 macam. Dan, dari kategori siku sama sisi saja. Sementara siku tidak sama sisi, tidak termasuk karena sudah langka. Sehingga jarang digunakan sebagai bahan bangunan.</p>
<p>Oleh sebab itu, kami pun ketika diminta untuk merancang konstruksi baja, selalu mengutamakan 4 jenis material ini. Dengan alasan mudah diperoleh, dan dipastikan harga bahan relatif lebih murah. Sehingga klien pun senang. Betul bukan?.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-siku-yang-paling-populer-dan-sering-digunakan/">4 macam Besi Siku Yang Paling Sering Digunakan Untuk Konstruksi Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/besi-siku-yang-paling-populer-dan-sering-digunakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 13:16:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[besi CNP]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis CNP]]></category>
		<category><![CDATA[kanal CNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis ukuran besi CNP yang terdaftar dalam tabel. Hanya 6 macam yang paling kerap digunakan untuk konstruksi bangunan. Apa latar belakang, dan bagaimana nasib ukuran CNP yang lain?. Penjelasan akan hal itu Anda temui dalam artikel ini. Pengenalan dasar tentang ukuran, satuan dan nama besi Ukuran material CNP yang lengkap selalu terdiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/">6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis ukuran besi CNP yang terdaftar dalam tabel. Hanya 6 macam yang paling kerap digunakan untuk konstruksi bangunan. Apa latar belakang, dan bagaimana nasib ukuran CNP yang lain?. Penjelasan akan hal itu Anda temui dalam artikel ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3592" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg" alt="Berbagai macam kegunaan besi CNP double pada bangunan. Salah satunya untuk Kuda-kuda." width="450" height="246" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Pengenalan dasar tentang ukuran, satuan dan nama besi</h2>
<p>Ukuran material CNP yang lengkap selalu terdiri dari 4 kelompok angka. Yang menjelaskan tentang ukuran profil baja. Dalam istilah akademik diberi kode:<br />
H; B; C dan t. Yang dipisah dengan tanda kali (x), atau bisa juga menggunakan tanda titik (.)</p>
<p>Menjadi: HxBxCxt<br />
Atau<br />
H.B.C.t</p>
<p>Perhatikan penulisan salah satu dimensi material pada sub judul dibawah ini.</p>
<p>H = tinggi profil. Berada pada bagian depan.<br />
B = lebar profil. Ada di urutan kedua<br />
C = tinggi (tekukan) bibir besi CNP. Di urutan ke-3<br />
t = tebal profil. Berada pada urut terakhir.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4003" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png" alt="Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan." width="500" height="294" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>1. Ketentuan satuan material</h3>
<p>Adapun penulisan satuan ukuran material sifatnya tidak wajib. Sebab tanpa tertulis pun, orang sudah tahu bahwa satuan material baja profil adalah millimeter. Kecuali besi pipa. Menggunakan satuan inci.</p>
<p>Namun demikian, tidak ada salahnya jikalau satuan ukuran Anda bubuhkan. Boleh dengan singkatan huruf kecil (mm). Bisa juga dengan huruf besar (MM). Justru semakin memperjelas keberadaan ukuran material.</p>
<h3>2. Penulisan nama baja profil</h3>
<p>Sebelum membubuhkan dimensi sebuah material baja. Anda wajib menulis jenis material paling depan. Contoh besi CNP 75x45x18x2,0 mm. Atau, besi L 70x70x7 mm.</p>
<p>Dengan demikian orang yang membaca tidak salah tafsir. Mengingat ukuran material baja banyak yang mirip. Misal antara baja WF 150&#215;75, dan UNP 150&#215;75. Lalu, besi siku L 50x50x5 dengan strip plat 5&#215;50 mm.</p>
<h2>Material CNP yang paling populer dan kegunaan</h2>
<p>Menurut tinggi profil material sebenarnya hanya 4 macam. Yakni CNP 100, CNP 125, besi CNP 150 dan CNP 200. Namun di telisik lebih detail lagi, ukuran material CNP yang terkenal itu sebenarnya ada 6 jenis. Berikut ukuran selengkapnya, serta kegunaan dan kelebihan material.</p>
<h3>1. CNP 100x50x20x2,3</h3>
<p>CNP 100 sangat populer karena ukurannya mudah di ingat. Yaitu angka genap dalam bilangan ratusan. Selain itu, relatif ringan, dan murah. Oleh sebab itu sering digunakan untuk rangka atap, partisi, rangka cladding, kanopi, bahkan pagar, dan kosen pintu.</p>
<p>Sebagai material rangka atap. Besi yang menyerupai huruf C ini cocok untuk bahan gording. Gording adalah sekelompok material rangka atap yang terpasang secara berbaris pada kuda-kuda, dan berguna untuk tumpuan pemasangan usuk dan reng.</p>
<p>Atau, bisa juga untuk memasang penutup atap langsung. Dengan catatan, bahwa bahan atap yang digunakan pada bangunan tersebut adalah jenis metal. Seperti alumunium, galvalum, atau <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-baut-untuk-pemasangan-atap-spandek-dan-galvalum/">spandek</a>. Serta yang berupa atap lembaran. Misal asbes gelombang, dan sebagainya.</p>
<p>Ketentuan tentang jarak bentang. Atau, panjang gording untuk pemakaian besi CNP 100 sebagai gording sebagai berikut:<br />
&#8211; Untuk keperluan pemasangan usuk dan reng maksimal 3,0 meter. Dan,<br />
&#8211; Untuk atap metal (lembaran) adalah 4,0 meter.</p>
<h3>2. CNP 125x50x20x2,3</h3>
<p>Material ini sebenarnya paling ideal digunakan untuk rangka cladding. Dan, hal itu sudah berlangsung sejak lama. Khususnya pada bangunan gudang, dan pabrik.</p>
<p>Namun demikian, juga sering digunakan sebagai gording. Tapi, khusus untuk pemasangan atap spandek, atau galvalum. Kedua jenis atap logam ini menjadi pasangan yang pas dengan gording CNP 125, karena sangat ringan.</p>
<p>Oleh sebab itu tak jarang untuk bangunan yang sama. Misalnya saat membangun gudang. Cukup menggunakan 1 jenis besi CNP. Padahal untuk 2 macam konstruksi bangunan. Yakni sebagai bahan rangka cladding, maupun rangka atap. Itulah istimewanya material CNP 125x50x20x2,3.</p>
<h3>3. CNP 150x50x20x2,3</h3>
<p>Perhatikan dimensi material secara seksama. Karena sangat mirip dengan material besi nomor 4 dibawah. Bagian yang berbeda dari kedua material CNP 150 ini ada 2, yakni: 1]. Lebar punggung (C), dan 2]. Tebal bahan.</p>
<p>Pembahasan pertama adalah CNP 150, lebar 50, dan tebal 2,3 mm. Fungsi utamq ada 2, yaitu:</p>
<h4>Gording bentang 6 m</h4>
<p>Selain untuk panjang/bentang 6,0 meter, syarat lain menggunakan CNP 150x50x20x2,3 adalah untuk pemasangan atap yang lebih berat, dibanding atap logam. Misal atap bitumen Onduline, asbes gelombang kecil, atau Alderon.</p>
<p>Hal lain yang penting Anda perhatikan pula ketika mengaplikasikan besi CNP 150 ini. Adalah jarak antara gording. Karena masing-masing atap memiliki aturan pasang sendiri-sendiri. Maka, Anda wajib mematuhi aturan tersebut. Supaya atap yang Anda pasang mendapat garansi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3002" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg" alt="Kuda-kuda jurai selain menggunakan model cremona siku, juga dapat memakai baja kanal C" width="450" height="256" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double-300x171.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h4>Bahan kuda-kuda</h4>
<p>Ketentuan pemakaian bahan:<br />
&#8211; Material CNP 150 harus double<br />
&#8211; Hanya untuk bentang 10 meter ke bawah<br />
&#8211; Jarak kuda-kuda maksimal 4,0 meter, dan<br />
&#8211; Untuk pemasangan atap metal</p>
<p>4 syarat ini untuk memastikan kuda-kuda tetap kokoh. Sebab, pemakaian bahan ini sifatnya sebagai alternatif. Sebenarnya paling pas adalah <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">baja WF</a>. Karena besi WF tergolong material struktur. Sementara CNP adalah non struktur.</p>
<p>Namun demikian, bukan berarti besi CNP tidak boleh dimanfaatkan sebagai material pengganti. Bisa!. Asal dengan cara yang tepat. Serta, proses pengerjaan yang benar. Termasuk mematuhi syarat-syarat kerja.</p>
<h3>4. CNP 150x65x20x3,2 mm</h3>
<p>Kalau CNP 150 yang sebelumnya adalah digunakan untuk pemasangan atap asbes gelombang kecil. Serta yang sejenis. CNP 150 yang satu ini adalah cocok untuk pemasangan asbes gelombang besar.</p>
<p>Hal itu dibedakan karena berat atap yang berbeda. Oleh sebab itu digunakan material yang lebih besar (lebar), serta lebih tebal. Dengan demikian, konstruksi atap tetap kokoh, dan kuat.</p>
<p>Sementara itu, untuk fungsi kuda-kuda. Juga sering ditetapkan. Yaitu pada bentangan 12,0 meter. Namun, tidak sering. Karena ada pilihan material lain yang justru lebih praktis. Yakni WF 150.</p>
<p>Jadi, diantara kedua fungsi tersebut. Besi CNP 150 tebal 3,2 mm lebih banyak digunakan sebagai gording. Bukan untuk membuat kuda-kuda. Bahkan tak jarang terpilih oleh pemilik bangunan sebagai mengganti material CNP 125. Padahal CNP 125 sebenarnya sudah cukup kuat untuk gording.</p>
<p>Namun dengan memperbesar dimensi material gording. Pemilik umumnya akan lebih percaya diri. Selain itu, ukuran gording diperbesar umumnya untuk menyesuaikan dimensi kuda-kuda. Supaya imbang.</p>
<h3>5. CNP 200x75x20x2,8</h3>
<p>Besi CNP yang terbesar adalah C 200. Terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Yakni berdasarkan ketebalan bahan. Diantaranya, ada 2 jenis yang populer. Antara lain tebal 2,8 mm. Dan, tebal 3,2 mm.</p>
<p>Kegunaan CNP 200 tebal 2,8 mm antara lain:</p>
<h4>Balok tangga</h4>
<p>Khususnya tangga trap type menerus, tangga bentuk L, dan bentuk U. Praktik pembuatan tangga dengan menggunakan besi CNP sering dilakukan pada bangunan gudang, pabrik, maupun toko/ruko. Selain proses pengerjaan sangat praktis, juga tergolong hemat.</p>
<p>Biaya pembuatan tangga hemat karena balok tangga hanya menggunakan CNP 200. Dengan cara double, atau single. Kalau double, posisi besi CNP berada ditengah. Sementara kalau single, letak balok CNP ada di sebelah kanan, dan kiri anak tangga. Contoh desain tangga seperti gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3154" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg" alt="Contoh tangga besi minimalis bentuk huruf U. Serta menggunakan balok tunggal." width="600" height="465" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U-300x233.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h4>Windfree (lisplang baja)</h4>
<p>Istilah windfree familiar hanya di kalangan pekerja konstruksi baja. Khususnya daerah Jawa Tengah. Di luar wilayah tersebut tetap mengunakan nama yang umum. Yakni lisplang.</p>
<p>Terpilih menjadi bajan lisplang baja yang bagus, karena tinggi profil CNP yaitu 20 cm. Jadi, sangat selaras dengan tampak luar bangunan, ketika sudah terpasang sebagai lisplang. Pula, cara pemasangannya pada rangka atap. Tepatnya material gording. Sangat mudah. Sebab hanya dimasukkan ke dalam CNP gording, lalu Anda las. Selesai.</p>
<h3>6. Baja CNP 200 tebal 3,2 mm</h3>
<p>Sering digunakan sebagai material struktur bangunan, mengganti besi baja WF, atau H-Beam. Yaitu untuk membuat: 1]. Kolom, dan 2]. Balok dak. Juga sering digunakan untuk bahan jembatan sementara di proyek. Serta, gelagar untuk <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-catwalk/">catwalk</a>.</p>
<p>Besi CNP paling besar, dan paling tebal ini tergolong lebih ringan, dan murah dibanding baja WF yang ke-ukuran. Berat per meter hanya 9,72 kg. Sedangkan WF 200 sampai dengan 21,33 kg. Jadi, sekalipun Anda pakai dengan cara double untuk menambah kekuatan. Material CNP 200 doube tetap lebih ringan. Karena berat bahan hanya:<br />
= 2 x 9,72 kg<br />
= 19,44 kg</p>
<p>Selisih sekitar 1,89 kg per meter lari. Oleh sebsb itu, sering digunakan sebagai material pengganti WF. Sebab dari bobot jauh lebih ringan, pula dari harga beli. Material CNP jauh lebih murah.</p>
<h2>[Penutup] Fungsi CNP pada konstruksi non gedung</h2>
<p>Selain sebagai bahan bangunan gedung, material besi CNP juga sering digunakan untuk membuat pagar, kursi, dan perabot-perabot taman. Atau, dalam istilah asing disebut Street Furniture.</p>
<p>Ada pun ukuran CNP yang digunakan untuk keperluan non gedung tersebut adalah diantara 6 jenis material dalam topik ini. Yakni CNP 100, dan CNP 125.</p>
<p>Dengan demikian dapat diambil kesimpulan. Esensi baja profil CNP tidak hanya pada bangunan gedung. Tapi, hampir semua pekerjaan konstruksi yang membutuhkan material baja. Termasuk industri otomotif. Seperti <a href="https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/apa-itu-karoseri">karoseri</a> bis, serta kapal laut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/">6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 13:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[besi baja]]></category>
		<category><![CDATA[besi IWF]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Material struktur bangunan artinya satu jenis bahan yang pada dasarnya diciptakan adalah untuk keperluan struktur bangunan. Antara lain untuk membuat pondasi, tiang kolom, balok, hingga konstruksi atap. Salah satu contoh bahan yang dimaksud adalah besi IWF. Atau, sering disingkat WF. Material WF sendiri, hingga saat ini tetap eksis. Dan, tergolong cukup banyak. Antara lain mulai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/">5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Material struktur bangunan artinya satu jenis bahan yang pada dasarnya diciptakan adalah untuk keperluan struktur bangunan. Antara lain untuk membuat pondasi, tiang kolom, balok, hingga konstruksi atap. Salah satu contoh bahan yang dimaksud adalah besi IWF. Atau, sering disingkat WF.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1830" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg" alt="bentuk penampang material baja WF, atau sering disebut besi IWF" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-IWF_cover-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<p>Material WF sendiri, hingga saat ini tetap eksis. Dan, tergolong cukup banyak. Antara lain mulai dari ukuran WF 100&#215;50, hingga paling besar IWF 588&#215;300.</p>
<h2>Eksistensi dan jenis-jenis baja WF struktural</h2>
<p>Tetap eksis maksudnya, belum ada satu pun diantara besi profil tersebut yang hilang dari pasaran. Karena tidak laku. Lalu, tidak di produksi lagi. Melainkan semua ukuran sama-sama populer. Bahkan, ukuran WF <a href="https://arsitekta.com/dampak-menggunakan-bahan-bangunan-banci/">banci</a>. Seperti WF 198, IWF 248 dan seterusnya.</p>
<p>Akan tetapi bicara soal material struktural. Tentu, tidak semua besi IWF yang memenuhi syarat. Syaratnya apa?. Ada 3, yakni:<br />
1. Tidak tergantikan oleh material jenis lain,<br />
2. Material cocok digunakan untuk berbagai keperluan struktur bangunan. Dengan kata lain, memiliki fungsi yang banyak. Namun, dominan sebagai material struktur.<br />
3. Ukuran fix. Alias tidak ganjil, atau tanggung. Istilah lokal di awal saya pakai dengan menggunakan kata banci.</p>
<p>Jenis-jenis material WF yang tergolong dalam fungsi struktural antara lain:</p>
<h3>1. WF 200</h3>
<p>Ukuran lengkap material adalah WF 200x100x5,5&#215;8 mm. Atau, sering disebut dengan IWF 20. Yang berarti penampang profil baja adalah setinggi 20 cm. Lebar sayap 15 cm, dan tebal bahan bagian tengah 5,5 mm. Sementara tebal sayap adalah 8,0 mm.</p>
<p>Panjang standar besi IWF 200 adalah 12,0 meter. Sama.dengan baja WF yang lain. Oleh sebab itu, dalam tabel baja resmi penulisan dimensi selalu menyertakan panjang material. Menjadi: WF 200x100x5,5&#215;8 mm &#8211; 22 m.</p>
<p>Sementara itu, karena penampang dan tebal bahan berbeda. Otomatis berat material WF juga berbeda-beda. Contoh berat WF 200 per meter lari adalah 21,33 kg. Dan, berat per batang adalah 256,0 kg.</p>
<p>Baja profil ini walau berukuran kecil, namun tergolong dalam kategori material struktur disebabkan oleh kemampuan material baja menahan beban bangunan yang sangat besar. Serta, memiliki kegunaan yang bermacam-macam. Bukan saja dalam lingkup bangunan Gedung, tapi termasuk bangunan non gedung. Antara lain sebagai tiang konstruksi tower air, <a href="https://arsitekta.com/biaya-membuat-rangka-kanopi-wf/" target="_blank" rel="noopener">rangka kanopi</a>, bahkan untuk pekerjaan drainase. Seperti membuat grill tutup saluran.</p>
<h3>2. IWF 250&#215;125</h3>
<p>Spesifikasi lengkap:<br />
Tinggi profil/penampang (H) = 25 cm<br />
Lebar sayap/flends (B) = 12,5 cm<br />
Tebal badan/web (t1) = 6,0 mm<br />
Tebal sayap (t2) = 9,0 mm<br />
Berat per batang = 355,2 kg<br />
Berat per meter = 29,60 kg</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4428" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png" alt="Perbedaan bentuk profil baja WF, INP dan H-Beam" width="640" height="363" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam.png 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/bentuk-profil-baja-WF-INP-dan-H-Beam-300x170.png 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Kegunaan besi IWF 250 adalah untuk bahan:<br />
&#8211; Kolom. Setinggi 6,0 m, atau kurang.<br />
&#8211; Balok bentang 4,0 &#8211; 6,0 meter<br />
&#8211; Kuda-kuda bentangan 25,0 m</p>
<p>Pula, material ini sering dimanfaatkan sebagai material rekayasa. Yaitu untuk membuat baja kastela. Sehingga ukuran material baja lebih besar, dan lebar. Sehingga lebih kuat dan kokoh. Baik digunakan untuk balok, bahkan kuda-kuda bentang lebih dari 25,0 meter.</p>
<h3>3. WF 300x150x6,5&#215;9</h3>
<p>Dimensi material ini tidak perlu saya jelaskan seperti 2 jenis baja WF sebelumnya. Karena tercatat sudah lengkap. Untuk itu, coba terjemahkan ukuran-ukuran tersebut. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya.</p>
<p>Diantara sekian banyak jenis ukuran baja WF, paling favorit adalah WF 300. Sehingga tergolong paling laku, dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Anda tahu alasannya?.</p>
<h4>IWF 300 adalah ukuran paling standar</h4>
<p>Artinya tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil ketika digunakan sebagai bahan bangunan. Lagi pula, besi IWF 300 berada di urutan paling tengah. Daftar ukuran material. Jadi, sebutan paling favorit tidak salah sebab ukuran WF 300 adalah yang paling standar.</p>
<h4>Pembagian as bangunan</h4>
<p>Alasan kedua ini terkait soal desain struktur baja. Pada umumnya pembagian as/gri bangunan baja adalah kelipatan 6,0 meter. Baik ke arah sumbu X, maupun sumbu Y. Oleh sebeb itu kebanyakan jarak tiang kolom baja dibuat 6,0 meter. Pula, ketinggian kolom juga 6,0 m.</p>
<p>Hal itu dilakukan dengan tujuan efisiensi bahan. Mengingat panjang normal material baja adalah kelipatan 6,0 meter. Jadi tidak ada bahan yang terbuang, atau sisa. Lalu, apa hubungannya dengan WF 300?.</p>
<p>Rumus standar pembebanan struktur, sekaligus untuk menentukan dimensi material baja adalah:<br />
= 1/20 x L (Bentang)</p>
<p>Nah, kalau jarak tiang kolom adalah 6,0 m. Berarti ukuran tersebut adalah sama dengan bentang sebuah balok, maka material balok yang digunakan berapa?. Bisa hitung kan dengan rumus tersebut?. Jawabnya besi IWF 300 bukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1875" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg" alt="Gambar kuda-kuda baja profil IWF" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-baja-profil-IWF_revisi-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<h3>4. WF 350</h3>
<p>Makin besar ukuran material besi, tentu kegunaannya sebagai bahan bangunan juga semakin spesial, dan kompleks. Spesial artinya mampu memikul beban bangunan yang lebih besar, dibanding material standar.</p>
<p>Sedangkan kompleks maksudnya adalah tidak hanya digunakan untuk struktur bangunan yang biasa-biasa saja. Tapi, beragam fungsi guna memperoleh hasil yang lebih besar.</p>
<p>Contoh WF 350x175x7x11. Selain sebagai tiang, balok, dan kuda-kuda. Baja profil ini juga cocok untuk bahan segala jenis jembatan. Mulai dari jembatan timbang, JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), maupun jembatan <a href="https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/klasifikasi-jalan-raya">jalan raya</a>. Masih banyak kegunaan lain besi IWF 350 yang sifatnya non gedung.</p>
<h3>5. IWF 400</h3>
<p>Jenis yang terakhir adalah WF 400. Ukuran lengkap (H x B x t1 x t2) adalah 400x200x8x13 mm. Tergolong material struktur baja dengan alasan yang mirip dengan poin 3. Yaitu karena kebiasaan dalam menentukan bentang, dan ukuran bangunan.</p>
<p>Selain kelipatan 6,0 meter. Struktur baja juga banyak diterapkan jarak 8,0 meter. Dengan alasan agar tidak terlalu banyak tiang. Lalu, bangunan jadi lapang. Sehingga jarak kolom, maupun kuda-kuda sering dibuat menjadi 8,0 meter.</p>
<p>Itu lah sebabnya baja WF 400 tetap eksis, dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Tambah lagi untuk tujuan tertentu, sebagaimana dijelaskan pada poin 4. Untuk struktur bangunan yang lebih besar. Jadi, boleh disebut besi IWF 400 ini adalah jawaban dari material baja WF 300, dan baja WF 350.</p>
<h2>[Penutup] Mengapa WF 150 tidak termasuk baja struktur?</h2>
<p>Oke. Saya pikir salah satu dari pembaca <a href="https://arsitekta.com/">kami</a>, akan bertanya mengapa WF 150 tidak termasuk dalam kategori material struktur?. Jawabnya hanya 1. Sebab fungsi baja WF 150 sangat mungkin di gantikan oleh material besi yang lain. Yaitu UNP 150, dan CNP 200.<br />
Dengan pergantian material tersebut, maka membuka peluang bahwa biaya pemasangan baja bisa saja lebih murah.</p>
<p>Oleh sebab itu, posisi besi IWF 150 sebagai material struktural masih belum fix. Alias tidak &#8220;kokoh&#8221;. Sebab material lain yang sebanding masih ada. Serta kemungkinan besar lebih banyak memiliki kelebihan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/">5 Besi IWF Ini Fix Tergolong Dalam Kategori Material Struktur Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deskripsi Lengkap Strip Plat Besi Hingga Kegunaan Pada Proyek Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 13:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan plat baja]]></category>
		<category><![CDATA[material plat strip]]></category>
		<category><![CDATA[plat baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bicara tentang material baja seakan tidak pernah habisnya. Sebab makin dibahas, semakin banyak hal-hal baru yang membuat penasaran. Misalnya tentang asal-usul baja, bahan dasar material, ragam jenis, hingga kegunaan pada bangunan. Termasuk material strip plat besi yang tengah Anda baca ini. Asal usul, bentuk material dan bahan dasar Kata strip kalau diartikan dalam bahasa Inggris [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/">Deskripsi Lengkap Strip Plat Besi Hingga Kegunaan Pada Proyek Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara tentang material baja seakan tidak pernah habisnya. Sebab makin dibahas, semakin banyak hal-hal baru yang membuat penasaran. Misalnya tentang asal-usul baja, bahan dasar material, ragam jenis, hingga kegunaan pada bangunan. Termasuk material strip plat besi yang tengah Anda baca ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/besi-tempa-gaya-klasik.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4408" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/besi-tempa-gaya-klasik.jpeg" alt="Teralis besi tempa gaya klasik" width="448" height="278" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/besi-tempa-gaya-klasik.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/besi-tempa-gaya-klasik-300x186.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Asal usul, bentuk material dan bahan dasar</h2>
<p>Kata strip kalau diartikan dalam bahasa Inggris adalah memotong, atau mengupas. Namun dalam dunia flora dan fauna, kata strip disebut salah satu penyakit yang terdapat pada pohon. Lalu, kalau di kaitkan dengan tata bahasa. Strip adalah salah satu<a href="https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/penggunaan-tanda-baca-serta-jenis-jenisnya-dalam-bahasa-indonesia#:~:text=Penggunaan%20tanda%20baca%20berfungsi%20untuk,menjadi%20berbeda%20dengan%20konsep%20maknanya."> tanda baca</a>. Atau, sering juga disebut garis miring.</p>
<p>Menurut Anda diantara 3 deskripsi tadi, paling pas dengan material besi ini yang mana?. Pertama?. Benar sekali!.</p>
<h3>1. Latar belakang kata strip dan plat</h3>
<p>Sesuai dengan bentuk asli plat strip besi. Adalah berupa pita, dengan panjang standar 4,0 meter, dan 6,0 meter. Paling pas deskripsi strip adalah merujuk pada proses, serta bentuk material itu sendiri. Bukan sebuah jenis penyakit tumbuhan. Pula, bukan merupakan sebuah garis miring.</p>
<p>Sementara arti plat adalah menandakan bahwa permukaan material tersebut datar, dan rata. Alias tidak memiliki profil yang beragam. Layaknya baja WF, H-beam, CNP serta material-material baja profil yang lain. Kata ini juga merujuk pada satu jenis material baja yang lain. Yaitu <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-plat-besi-baja-lembaran-dan-plat-bordes/" target="_blank" rel="noopener">plat baja</a> lembaran biasa. Atau, sering disebut plat baja hitam.</p>
<h3>2. Kategori, bahan dasar dan satuan ukuran plat besi</h3>
<p>Bahan dasar material ini sama persis dengan plat baja lembaran yang biasa, atau plat bordes. Yakni tergolong dalam kategori baja karbon rendah. Yang terdiri dari besi, kromium, karbon, mangan, sulfur serta bahan-bahan lainnya. Yang sifatnya untuk menambah kekuatan material baja.</p>
<p>Masih terkait tentang bentuk material. Bentuk 2 jenis plat baja tadi adalah lembaran. Oleh sebab itu, satuan ukuran selalu menggunakan lembar (Lbr).</p>
<p>Beda dengan plat strip besi. Material ini adalah satu-satunya baja profil yang berbentuk pita. Saya lebih condong menggunakan istilah ini, dibanding lempengan atau gepeng. Sebab, sifat elastis dari material ini jelas terlihat. Menandakan material strip plat mirip dengan sebuah pita besar.</p>
<p>Uniknya lagi, satuan yang digunakan untuk menandakan jumlah material pada strip plat bukan meter, rol, atau gulung. Tapi, batang (Btg). Hal ini membuktikan bahwa plat strip benar-benar material baja yang keras, dan kuat.</p>
<h2>Ragam ukuran, berat material dan cara penulisan</h2>
<p>Besi strip plat memiliki 2 varian ukuran. Yakni menggunakan satuan milimeter, dan satuan kombinasi. Yakni gabungan antara satuan millimeter, inci dan meter.</p>
<p>Khusus tabel ukuran dan berat material dengan satuan millimeter, sebelumnya telah kami posting dalam <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/">artikel ini</a>. Silahkan baca untuk mengetahui ragam jenis material versi satuan millimeter.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4869" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat.png" alt="wujud material strip plat besi yang berupa pita panjang" width="1179" height="704" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat.png 1179w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat-300x179.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat-1024x611.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Bentuk-material-baja-strip-plat-768x459.png 768w" sizes="(max-width: 1179px) 100vw, 1179px" /></a></p>
<h3>1. Ukuran plat strip besi dengan satuan kombinasi</h3>
<p>Umumnya panjang material adalah 5,4 meter. Atau, setara dengan 21,25 inci. Ragam ukuran terdiri dari 20 macam. Beserta berat masing-masing material sebagai berikut:<br />
1. 3/16&#8243; x 3/4&#8242; x 5,4 m = 1,27 kg<br />
2. 3/16&#8243; x 1&#8243; x 5,4 m = 1,70 kg<br />
3. 3/16&#8243; x 1 1/4&#8242; x 5,4 m = 2,12 kg<br />
4. 3/16&#8243; x 1,5&#8242; x 5,4 m = 2,80 kg<br />
5. 5 mm x 3/4&#8242; x 5,4 m = 1,91 kg<br />
6. 5 mm x 1&#8242; x 5,4 m = 2,54 kg<br />
7. 5 mm x 1 1/4&#8242; x 5,4 m = 3,18 kg<br />
8. 5 mm x 1,5&#8242; x 5,4 m = 4,20 kg<br />
9. 5 mm x 2&#8242; x 5,4 m = 5,47 kg<br />
10. 6 mm x 1&#8243; x 5,4 m = 3,39 kg<br />
11. 6 mm x 1 1/4&#8243; x 5,4 m = 4,24 kg<br />
12. 6 mm x 1,5&#8243; x 5,4 m = 5,60 kg<br />
13. 6 mm x 2&#8243; x 5,4 m = 7,29 kg<br />
14. 6 mm x 2,5&#8243; x 5,4 m = 10,17 kg<br />
15. 8 mm x 1,5&#8243; x 5,4 m = 8,39 kg<br />
16. 8 mm x 2&#8243; x 5,4 m = 10,94 kg<br />
17. 9 mm x 2&#8243; x 5,4 m = 12,76 kg<br />
18. 12 mm x 2&#8243; x 5,4 m = 18,23 kg<br />
19. 12 mm x 2,5&#8243; x 5,4 m = 25,43 kg<br />
20. 12 mm x 3&#8243; x 5,4 mm = 29,69 kg</p>
<h2>2. Penulisan dimensi material yang tepat dan kode khusus</h2>
<p>Pada gambar di atas terlihat kode dimensi material strip plat. Terdiri dari 3 simbol, yakni:<br />
P = panjang material<br />
W = (width) lebar plat strip<br />
t = tebal plat</p>
<p>Adapun penulisan yang benar untuk plat strip besi bukan:<br />
P x W x t, atau: W x t x P<br />
Sebagaimana yang sering ditulis oleh beberapa toko, dan/atau distributor baja. Tapi, penulisan yang benar berdasarkan teknis perhitungan kekuatan, dan pelaksanaan pekerjaan baja adalah:<br />
t x W x P</p>
<p>Contoh: 3x30x6.000 mm<br />
Bukan pula, 3x30x6,0 m<br />
Perhatikan satuan yang digunakan. Harus sama. Dan, material baja selalu pakai satuan millimeter. Bukan sentimeter, atau meter.</p>
<p>Terkait dengan jenis material dengan satuan kombinasi. Maka, penulisan dimensi material tetap sama. Yakni: t x W x P. Namun, dengan satuan yang berbeda-beda. (Perhatikan ragam jenis ukuran material di atas).<br />
t = menggunakan satuan millimeter<br />
W = inci<br />
P = meter.</p>
<h3>3. Kodes khusus plat strip</h3>
<p>Pula, ada tanda khusus yang sering digunakan untuk menandakan material plat strip besi. Yakni =/ &#8230; Jadi, tanpa melihat ukuran material yang lengkap. Pun, dengan tanda ini Anda otomatis mengetahui bahwa material yang dimaksud adalah plat strip.</p>
<p>Metode ini selain untuk efektivitas, sekaligus sering digunakan untuk menguji seseorang, apakah mahir konstruksi baja atau tidak. Oleh para ahli konstruksi bangunan baja. Hingga saat ini. Termasuk saya. Hehe,.. beruntung Anda membaca sampai paragraf ini.</p>
<h3>4. Tips membeli bahan strip plat</h3>
<p>Dengan adanya 2 macam pilihan ukuran. Mungkin membuat pembeli jadi bingung. Tentang ukuran material yang seharusnya digunakan. Namun, jangan khawatir. Kedua ukuran tersebut sebenarnya sama-sama resmi kok.</p>
<p>Hanya beberapa orang belum familiar. Karena plat strip tidak se-populer material besi beton. Oleh sebab itu, sebelum membeli bahan pastikan dulu ukuran plat strip yang Anda butuhkan. Kemudian, pastikan satuan yang Anda sukai. Apakah inci, atau millimeter?.</p>
<p>Saran saya pakai satuan millimeter saja. Karena lebih mudah di pahami oleh banyak pihak. Termasuk petugas toko. Jadi, jangan paksa menggunakan satuan yang tertera dalam tabel baja.</p>
<p>Pun, hal demikian yang yang kami pikirkan. Sehingga tabel plat strip versi millimeter kami buat terpisah. Yakni untuk memudahkan teman-teman sekalian memilih bahan yang hendak digunakan.</p>
<h2>Kegunaan plat strip pada bangunan</h2>
<p>Dengan bentuk yang unik, plat strip besi memiliki manfaat yang sangat banyak pada proyek bangunan. Menurut jenis pekerjaan terbagi menjadi 2 kategori, yakni:</p>
<h3>1. Kategori sebagai bahan arsitektural</h3>
<p>Antara lain bahan untuk membuat:<br />
&#8211; Rangka ACP<br />
&#8211; Rangka manhole<br />
&#8211; Grill tutup saluran<br />
&#8211; <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-biaya-pemasangan-teralis/">Teralis</a> pintu dan jendela<br />
&#8211; Pagar (Contoh pagar terlihat pada gambar paling atas)<br />
&#8211; Railing tangga/balkon<br />
&#8211; Anak tangga<br />
&#8211; Kabel tray<br />
&#8211; Rak<br />
&#8211; Kursi</p>
<p>Keberadaan plat strip dalam ketegori ini condong sebagai bahan bangunan utama. Artinya bahan yang menjadi penentu dari suatu tujuan. Selain itu plat strip besi memiliki nilai plus dibanding material lain. Sehingga terpilih, dan tidak bakal tergantikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2987" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE.jpg" alt="Ragam macam ukuran dan jenis besi stal kotak yang sangat berguna untuk bahan bangunan" width="500" height="362" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE-300x217.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>2. Kategori sebagai bahan struktur bangunan</h3>
<p>Antara lain untuk membuat komponen struktur baja. Misalnya plat pengaku, atau rib. Dalam istilah asing disebut stiffner. Lalu, sepatu gording, plat lekat, serta plat landas kolom.</p>
<p>Penggunaan plat strip disini berbeda dengan pekerjaan arsitektural. Dalam lingkup pekerjaan konstruksi baja sifatnya hanya sebagai bahan alternatif. Karena ada material baja yang paling cocok dengan fungsi-fungsi yang saya sebut tadi. Yakni plat baja lembaran.</p>
<p>Namun demikian, kehadiran plat strip justru memberi kemudahan dalam hal pabrikasi, dan pemasangan konstruksi. Pula, tak jarang justru lebih hemat dibanding plat baja biasa. Karena proses pemotongan strip plat besi lebih cepat.</p>
<p>Oleh sebab itu, walau sekedar material pengganti. Tapi, material ini terbukti memiliki manfaat khusus pada struktur bangunan. Sehingga selalu di perhitungkan.</p>
<h2>[Penutup] Impian saat membeli material besi dan tips</h2>
<p>Diantara sekian banyak persoalan proyek bangunan, tentang pengadaan material adalah salah satu yang paling menguras energi, dan materi. Salah sedikit, Anda akan rugi. Dan, kecewa. Maka tak heran, kalau benak seseorang berfikir bagaimana memanfaatkan suatu material bangunan sesuai dengan kehendak sendiri, dan pas dengan apa yang dibutuhkan. Manusiawi bukan?.</p>
<p>Pun, tentang biaya. Supaya memperoleh material dengan harga yang termurah. Jikalau memungkinkan, paling murah diantara semua pembeli. Sampai disini, pun saya kira masih wajar.</p>
<p>Namun, satu hal yang harus Anda ketahui. Untuk mencapai semua impian tersebut. Khususnya tentang strip plat besi, sebaiknya kenali dulu material ini. Mulai dari ragam ukuran, hingga kegunaan.</p>
<p>Tanpa pengetahuan bahan yang memadai. Mustahil Anda mampu mengaplikasikan material dengan benar pada satu bangunan. Termasuk dalam hal memilih, dan membeli material. Agar memperoleh harga yang terbaik, Anda harus paham seluk beluk material tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/">Deskripsi Lengkap Strip Plat Besi Hingga Kegunaan Pada Proyek Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/serba-serbi-tentang-material-strip-plat-besi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beli Besi Siku SNI Dengan Tanda dan Di Tempat Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 13:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[besi SNI]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja SNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membeli besi siku SNI saat ini harus hati-hati. Salah sedikit, material yang Anda beli bisa-bisa tidak asli, tapi palsu. atau, sering disebut material banci, dan aval (afalan). Akhirnya tidak berguna secara maksimal. Sesuai dengan harapan. Pengertian dan batasan tentang material Besi siku SNI artinya material besi dengan bentuk penampang menyerupai huruf L. Yang terbuat dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/">Beli Besi Siku SNI Dengan Tanda dan Di Tempat Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membeli besi siku SNI saat ini harus hati-hati. Salah sedikit, material yang Anda beli bisa-bisa tidak asli, tapi palsu. atau, sering disebut <a href="https://arsitekta.com/pengajuan-contoh-material-baja-konstruksi/">material banci</a>, dan aval (afalan). Akhirnya tidak berguna secara maksimal. Sesuai dengan harapan.</p>
<h2>Pengertian dan batasan tentang material</h2>
<p>Besi siku SNI artinya material besi dengan bentuk penampang menyerupai huruf L. Yang terbuat dari baja paduan rendah, serta memiliki mutu sesuai dengan Standar Nasionalisasi Indonesia (SNI).</p>
<p>Kita bahas dulu dari segi bentuk iya teman-teman. Berdasarkan ukuran dan bentuk profil. Besi siku ada 2 macam. Yakni besi siku sama sisi, dan tidak sama sisi. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-siku_cover.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1822" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-siku_cover.jpeg" alt="Contoh material baja profil; besi siku sama sisi" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-siku_cover.jpeg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-baja-profil-siku_cover-300x234.jpeg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<p>Kaitannya dengan proses pembelian besi siku SNI. Diperoleh simpulan, dengan mempertimbangkan fakta di lapangan, bahwa:</p>
<ol>
<li>Besi siku sama sisi, dan tidak sama sisi adalah sama-sama produk resmi Indonesia.</li>
<li>SNI adalah syarat utama yang harus dipenuhi untuk semua jenis material baja profil.</li>
<li>Antara kedua jenis besi siku. Paling mudah ditemui di pasaran adalah besi siku sama sisi.</li>
<li>Dari sekian banyak ragam material yang berbentuk L, dan terbuat dari logam. Hanya besi siku murni yang selalu melampirkan label SNI.</li>
</ol>
<p>Jadi, batasan tentang material yang akan saya ulas disini adalah hanya besi siku profil. Alias, besi siku yang merupakan kelompok dari material baja profil. Bukan, besi siku alumunium, stainless, atau yang terbuat dari <a href="https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/verina-intan-l/kelebihan-dan-kekurangan-barang-dari-plastik">plastik</a>.</p>
<p>Ciri-cirinya bagaimana?. Di sini teman-teman akan memperoleh informasi lebih detail mengenai tips belanja besi siku SNI. Syarat utama sebenarnya adalah 4 poin, yang telah saya sebutkan tadi.</p>
<h2>Tanda khusus material dan sistem pembelian yang benar</h2>
<p>Material besi siku yang baru, mudah dikenal. Sebab terdapat tanda cat pada penampang material. Yang mana setiap ukuran diberi warna yang berbeda. Misalnya warna merah untuk besi siku 60x60x6. Dan, warna kuning untuk siku L 50x50x5.</p>
<p>Namun, dengan waktu penyimpanan barang. Serta, adanya proses perpindahan dari tempat yang satu, ke tempat yang lain. Cat tersebut bisa saja sudah terkelupas. Sehingga sulit membedakan ukuran material.</p>
<p>Maka dari itu, saat beli besi siku SNI sebaiknya mengukur ulang. Namun, bila hal tersebut tidak bisa terlaksana. Buatlah perjanjian dengan pihak penjual. Tentang 3 hal berikut:</p>
<h2>Standar ukuran dan spesifikasi besi</h2>
<p>Kesalahan membeli material dan bahan bangunan pada umumnya adalah dari pihak pembeli. Terutama soal spesifikasi dan ukuran. 2 hal ini sebenarnya harus Anda kuasai. Supaya bisa memperoleh material yang terbaik.</p>
<p>Khusus soal ukuran material, misalnya. Penulisan yang benar adalah harus lengkap, serta sesuai dengan satuan yang standar. Contoh penulisan yang salah adalah:<br />
⁃ L 4&#215;4<br />
⁃ WF 200<br />
⁃ UNP 159<br />
⁃ <a href="https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/" target="_blank" rel="noopener">CNP</a> 200<br />
⁃ Pipa 4&#8243;<br />
⁃ Dan sebaginya.</p>
<p>Penjelasan. Mengenai L 4&#215;4. Maksudnya kurang jelas karena:</p>
<ol>
<li>Tidak menyebutkan satuan ukuran. Tafsiran pertama adalah besi siku 40 tebal 4 milimeter. Kedua, siku 49&#215;40 tebal tidak diketahui (?).</li>
<li>Tidak sesuai dengan cara penulisan ukuran besi siku SNI. Seharusnya adalah L 40x40x4.</li>
</ol>
<p>Bila penulisan ukuran sudah lengkap. Sesungguhnya Anda tidak perlu lagi mencantumkan satuan. Sebab dari ukuran tersebut sudah diketahui dimensi material yang dimaksud. Bahkan tak jarang telah mewakili spek tertentu.</p>
<p>Maka dari itu, perlu memberitahu penjual. Tentang ukuran dan spek material yang Anda beli. Sekalipun sebenarnya sang penjual telah paham. Yakni dari cara penulisan ukuran material yang Anda berikan.</p>
<h3>1. Pengembalian material yang tidak sesuai spek</h3>
<p>Adakalanya material yang dikirim beda dengan yang diminta. Apakah unsur sengaja, atau tidak. Tentu hal ini akan membuat si-pembeli tidak nyaman. Sebab merasa di curangi, atau di tipu.</p>
<p>Guna mencegah hal tersebut. Sampaikanlah kepada sang penjual material, agar melakukan pengecekan ulang pada saat hendak mengirim material. Bilamana, ternyata bukan besi siku SNI. Maka, material tersebut akan dikembalikan.</p>
<h3>2. Konsekuensi lain (pembatalan)</h3>
<p>Akibat dari pengembalian material tersebut. Segala biaya yang timbul akan dibebankan kepada pihak penjual. Misalnya biaya bongkar muat, dan sewa truk.</p>
<p>Pula, bila material yang di kehendaki ternyata kosong (tidak ready). Maka, pada saat itu juga uang harus dikembalikan. Tanpa potongan sepeser pun.</p>
<p>Demikian seharusnya sistem pembelian material besi siku SNI. Supaya tidak ada pihak yang merasa di rugikan. Serta, untuk memastikan bahwa material yang Anda jual/beli adalah benar-benar yang berkualitas SNI.</p>
<h2>[Penutup] Tempat membeli material baja tepat</h2>
<p>Pembelian material baja dan besi umumnya di tempat yang sama. Namun, tidak sembarang tempat. Bahkan di toko bahan bangunan biasa pun, belum tentu ada. Oleh sebab itu, perlu mengetahui dimana tempat belanja besi siku yang tepat. Pula, material-material baja profil yang lain.</p>
<p>Penjual material yang berkualitas jumlahnya sangat terbatas. Selain memiliki badan hukum yang resmi. Misalnya berupa Usaha Dagang (UD), atau bahkan tak jarang yang berbentuk PT (Perseroan Terbatas).</p>
<p>Mereka umumnya hanya menjual material sejenis. Contoh, khusus <a href="https://arsitekta.com/contoh-rangka-atap-mushola-9x9-m-pakai-baja-ringan/">baja ringan</a>. Atau, khusus baja profil. Ciri-ciri yang lain adalah:<br />
1. Memiliki stock barang yang banyak, dan ada di gudang. Bukan di tempat orang lain.<br />
2. Siap melayani pembelian partai besar, dan seketika. Alias tanpa proses inden.<br />
3. Profesional dalam pelayanan, sistem pembayaran, maupun yang ada kaitannya dengan garansi material.<br />
4. Memiliki armada sendiri. Yakni berupa truk. Untuk mengantar material besi baja.<br />
5. Harga relatif lebih murah dibanding toko bahan bangunan biasa.</p>
<p>Apakah 5 tanda-tanda tersebut ada di toko langganan Anda?. Kalau iya. Berarti Anda sudah belanja besi siku SNI ditempat yang benar. Kalau belum. Mungkin sudah saatnya Anda harus mencari langganan baru.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/">Beli Besi Siku SNI Dengan Tanda dan Di Tempat Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</title>
		<link>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 13:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[baja UNP]]></category>
		<category><![CDATA[beda UNP dan CNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padahal hanya beda awalan saja kan teman-teman. Tapi, perbedaan UNP dan CNP kok sampai sebanyak itu?. Jangan-jangan itu karangan belaka?. Tentu tidak teman!. Saya telah bergelut dengan kedua baja profil ini selama 25 tahun lebih. Sehingga tahu betul karakteristiknya masing-masing. Jadi, perbedaan tersebut terdapat di berbagai hal. Bukan saja dari segi bentuk, dan karakteristik. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/">10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3090" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg" alt="Mengenal bentuk baja profil UNP serta karakteristik bahan" width="788" height="538" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg 788w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP-300x205.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP-768x524.jpg 768w" sizes="(max-width: 788px) 100vw, 788px" /></a></p>
<p>Padahal hanya beda awalan saja kan teman-teman. Tapi, perbedaan UNP dan CNP kok sampai sebanyak itu?. Jangan-jangan itu karangan belaka?. Tentu tidak teman!. Saya telah bergelut dengan kedua baja profil ini selama 25 tahun lebih. Sehingga tahu betul karakteristiknya masing-masing.</p>
<p>Jadi, perbedaan tersebut terdapat di berbagai hal. Bukan saja dari segi bentuk, dan karakteristik. Namun, sampai pada cara penggunaan material, dan hal-hal teknis lainnya. Serta pasca digunakan. Anda bisa bayangkan itu?. Kalau yang sudah pengalaman dua puluhan pasti bisa.</p>
<h2>Macam-macam perbedaan</h2>
<p>Oke. Langsung aja iya teman-teman perbedaan UNP dan CNP, sebagai berikut:</p>
<h3>1. Bentuk profil besi</h3>
<p>Jikalau posisi material sama-sama menghadap keatas. Besi UNP sangat mirip dengan huruf U. Khususnya dengan type font robodron. Oleh sebab itu, material ini sering disebut kanal U.</p>
<p>Sementara, besi CNP memiliki tekukan kecil disebelah kanan, dan kiri. Menyerupai katup, atau bibir. Membuat penampang material tidak terbuka lebar. Sehingga kurang pas, kalau disebut mirip dengan U. Tapi, huruf C.</p>
<h3>2. Permukaan material dan proses pembuatan</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP yang cukup mencolok, namun jarang disadari adalah tentang mulusnya permukaan. Dalam hal ini, besi CNP menjadi pemenang. Sebab, ketika kita raba, material ini terasa sangat lembut.</p>
<p>Beda dengan besi UNP. Permukaan material ini relatif kasar. Tahu kenapa?. Sebab, UNP dibuat dengan cara Hot Formed Shapes. Sementara CNP dengan cara Cold Formed Shapes. Anda sudah tahu istilah-istilah ilmiah ini?. Kalau belum. Silahkan baca tautan ini.</p>
<h3>3. Luas material dan biaya cat</h3>
<p>Semisal kita ambil 2 macam ukuran yang sama. Yakni UNP 200 dan <a href="https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/" target="_blank" rel="noopener">CNP 200</a>. Akibat adanya tekukan pada besi CNP. Sebagaimana disebutkan pada sebelumnya. Maka luas permukaan CNP lebih luas, dibanding besi UNP. Dan, hal ini berlaku untuk semua ukuran yang sejenis.</p>
<p>Dampak perbedaan itu apa?. Sangat signifikan teman-teman. Yaitu terhadap biaya cat. CNP membutuhkan material cat yang lebih banyak. Proses pengecatan yang lebih lama. Serta, tenaga cat yang lebih banyak.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4003" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png" alt="Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan." width="500" height="294" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>4. Tebal profil dan ketahanan besi</h3>
<p>Masih dengan contoh ukuran yang sama. Perbedaan UNP dan CNP, terlihat jelas dari tebal bahan. Tebal baja UNP 150 mencapai 6 mm. Sementara CNP 150 hanya 3,2 mm saja. Beda jauh bukan?. Lalu, dampaknya kemana?. Yaitu terhadap kekuatan, maupun ketahanan material.</p>
<p>Karena besi CNP cenderung lebih tipis. Maka penggunaan material ini lebih cocok untuk konstruksi atap. Serta jauh dari daerah rawan korosi. Misalnya pesisir laut, sungai, atau rawa. Supaya konstruksi awet, dan tidak cepat korosi.</p>
<p>Sementara besi UNP, karena sangat tebal lebih sering digunakan sebagai material struktur bangunan. Seperti tiang kolom, balok dak, bahkan kuda-kuda.</p>
<p>Pun, untuk kasus tertentu. Misalnya lokasi bangunan berada di daerah rawan <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6291950/bagaimana-proses-terjadinya-banjir-ini-penjelasannya#:~:text=Secara%20umum%2C%20penyebab%20utamanya%20adalah,juga%20sering%20dikarenakan%20ulah%20manusia.">banjir</a>. Diantara kedua material tersebut, yang terpilih pasti material UNP. Serta, menghindari pemakaian besi CNP.</p>
<h3>5. Berat besi dan biaya pemasangan</h3>
<p>Jelas besi UNP jauh lebih berat. Karena tebal bahan hampir 2x lipat dari besi CNP. Pengaruhnya kepada biaya apa saja?. Tentu sangat besar juga. Sekarang, mari kita tinjau dari 2 perspektif yang berbeda.</p>
<h4>a. Bagi kontraktor</h4>
<p>Kontraktor baja menyukai tonase konstruksi baja yang besar. Sebab, keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Maka dari itu, lebih suka menggunakan besi UNP dibanding CNP. Apakah hal itu termasuk permainan curang?. Tentu tidak.</p>
<h4>b. Bagi pemilik bangunan</h4>
<p>Penggunaan material besi yang berukuran besar, memang butuh biaya yang mahal. Tapi konsekuensi tersebut harus diterima oleh pemilik bangunan. Agar konstruksi yang dibuat benar-benar kokoh, dan usia pakai yang lama.</p>
<p>Dari sisi jasa konstruksi. Tidak pernah secara sengaja menggunakan/memilih material besi yang berukuran besar. Agar tonase konstruksi baja besar. Kecuali, karena menurut analisis struktur memang menghendaki material yang demikian.</p>
<h3>6. Akurasi dan ragam ukuran</h3>
<p>Berdasarkan varian ukuran. Perbedaan UNP dan CNP sangat jauh. Ukuran material besi UNP saat ini yang tersedia di pasaran hanya sekitar 5 jenis. Yakni UNP 50; 80; 100; 120; dan UNP 150. Sementara kalau dihitung berdasarkan tabel baja resmi. Junlah baja UNP mencapai 40 macam.</p>
<p>Kebalikannya. Besi CNP dari segi jumlah hanya 18 macam. Namun, ketersediaan di lapangan. Material ini jauh lebih banyak. Bahkan untuk satu jenis ukuran bisa mencapai 2-3 sub jenis. Yang dibedakan oleh tebal bahan saja. Misalnya CNP 150. Sub jenisnya adalah tebal 2,0 mm; 2,3 mm; 2,8 dan 3,2 mm.</p>
<h3>7. Fungsi ekstra material</h3>
<p>Kalau dalam hal pekerjaan struktural besi UNP sangat unggul. Tapi, ketika hendak digunakan sebagai material arsitektural. Atau, yang berkaitan dengan finishing bangunan. Maka, yang terpilih adalah besi CNP. Mengapa demikian?.</p>
<p>Material untuk membuat tampilan bangunan agar lebih cantik, menarik, dan di sukai banyak orang. Tentu tidak harus yang tebal, atau berukuran besar. Justru sebaliknya. Sedapat mungkin menggunakan material yang ringan. Supaya tidak membebani struktur bangunan. Maka dari itu, pilihan terbaik adalah besi CNP.</p>
<h3>8. Ukuran (panjang) khusus</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP juga terjadi dari segi ketersediaan barang. Walau, panjang kedua material ini diatas kertas (menurut tabel), adalah sama-sama 6,0 meter. Tapi, pada kenyataannya besi CNP sangat fleksibel.</p>
<p>Panjang material tersebut bisa dipesan sesuai kebutuhan. Kurang dari 6,0 meter. Dan, panjang mencapai 9,0 meter. Sedangkan besi UNP tidak bisa. Pabrik hanya menyediakan sesuai ukuran standar. Oleh sebab itu, harus terjadi sambungan. Bilamana ukuran yang dibutuhkan tidak standar.</p>
<h3>9. Perbedaan soal <a href="https://arsitekta.com/dampak-menggunakan-bahan-bangunan-banci/">ukuran banci</a></h3>
<p>Harus diakui material CNP banyak yang banci. Baik dari segi tinggi profil, lebar, maupun tebal bahan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh permintaan bahan yang banyak. Sehingga harus jeli. Memahami ciri-ciri material yang asli. Kalau tidak. Anda akan kecewa.</p>
<p>Apakah besi UNP juga demikian?. Memang ada. Tapi, hanya soal tebal bahan. Sementara tinggi, dan lebar profil baja UNP tetap sesuai tabel. Jadi, boleh disebut tidak separah besi CNP. Sehingg lebih mudah untuk diketahui.</p>
<h3>10. Harga jual bekas</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP yang tak kalah penting, adalah terkait harga jual bekas. Selain bobot lebih besar, besi UNP bekas umumnya masih dalam keadaan bagus. Sehingga memungkinkan untuk dipakai ulang.</p>
<p>Sementara besi CNP umumnya sudah rusak parah. Akibat <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-grill-saluran-minimalis-bahan-besi/">karat</a>, atau pada saat proses bongkar, dan langsir. Mengapa demikian?. Karena besi CNP sangat tipis.</p>
<p>Atas fakta-fakta diatas, secara tidak langsung teman-teman jadi paham kelemahan, dan kelebihan kedua material besi. Secara visual memang mirip. Tapi, bila di amati dan dikaji secara luas. Perbedaan UNP dan CNP sebagaimana disebutkan diatas, tidak terbantahkan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/">10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Ukuran Baja INP, DIN, DIR, DIE, DIL dan Berat Satuan [Part 2 of 2]</title>
		<link>https://arsitekta.com/daftar-ukuran-baja-inp-din-dir-die-dil-dan-berat-satuan-part-2-of-2/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/daftar-ukuran-baja-inp-din-dir-die-dil-dan-berat-satuan-part-2-of-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 05:20:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja INP dan turunannya]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja eropa]]></category>
		<category><![CDATA[profil baja mula-mula]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4318</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ukuran baja INP, DIN, DIR, DIE, dan DIL berikut ini, penting Anda ketahui. Agar bisa menentukan dimensi material yang akan digunakan pada suatu konstruksi. Selanjutnya, berguna untuk perhitungan tonase material. Selain daftar ukuran, pun berat material bisa Anda dapatkan disini. Namun sebelumnya, bila Anda masih asing dengan 5 jenis material ini. Telah kami buat ulasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/daftar-ukuran-baja-inp-din-dir-die-dil-dan-berat-satuan-part-2-of-2/">Daftar Ukuran Baja INP, DIN, DIR, DIE, DIL dan Berat Satuan [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4315 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL-300x164.png" alt="Material baja INP, DIN, DIR dan DIE" width="300" height="164" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL-300x164.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL-1024x561.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL-768x421.png 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL-1536x842.png 1536w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-INP-DIN-DIR-DIE-dan-DIL.png 1587w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ukuran baja INP, DIN, DIR, DIE, dan DIL berikut ini, penting Anda ketahui. Agar bisa menentukan dimensi material yang akan digunakan pada suatu konstruksi. Selanjutnya, berguna untuk perhitungan tonase material. Selain daftar ukuran, pun berat material bisa Anda dapatkan disini.</p>
<p>Namun sebelumnya, bila Anda masih asing dengan 5 jenis material ini. Telah kami buat ulasan khusus terkait asal-usul, serta kegunaan bahan. Hal tersebut bisa Anda pelajari melalui <a href="https://arsitekta.com/material-baja-mula-mula-di-eropa/">tautan ini.</a></p>
<h2>Penulisan dimensi baja mula-mula</h2>
<p>Kode penulisan ukuran baja INP, DIN, DIR, DIE, dan DIL. Sedikit berbeda dengan baja profil yang kita kenal saat ini. Hal itu disebabkan karena 5 jenis material ini adalah produk lama (mula-mula), yang telah berumur ratusan tahun. Serta standar eropa.</p>
<p>Dimensi material baja profil pada waktu itu, ditulis dengan kode: H x B x a x e<br />
H = Tinggi profil<br />
B = Lebar sayap/flends<br />
a = Tebal web (badan)<br />
e = Tebal flends</p>
<p>Sedangkan penulisan dimensi baja profil saat ini adalah H x B x t1 x t2. Perbedaannya terletak pada kode web, dan flends/flange. Namun, pada prinsipnya kedua kode tersebut adalah sama. Jadi, jika teman-teman menemukan hal seperti diatas jangan bingung. Kode a = t1, dan e = t2. Pula, pada beberapa buku baja, kode “a” sering diganti dengan “d”.</p>
<p>Atau, tidak menutup kemungkinan daerah tertentu yang menggunakan kode lain. Pada intinya adalah menerangkan tentang tebal profil bada, maupun sayap. Sebab, dimensi profil H hanya mengutamakan 4 jenis dimensi tersebut. Walau sebenarnya ada keterangan tentang<a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5616384/keliling-lingkaran-rumus-contoh-dan-cara-menghitungnya"> jari-jari</a> (r). pada tekukan antara badan dan sayap material.</p>
<h2>Daftar ukuran dan berat baja</h2>
<p>Ukuran baja INP, berserta 4 jenis material baja mula-mula lainnya berbeda. Perbedaannya bisa meliputi seluruh profil baja. Tapi, bisa juga hanya bagian tertentu. Misalnya hanya tebal web, atau tebal flange. Akan tetapi, panjang material pada dasarnya sama. Yakni 6,0 meter.</p>
<h3>a. Baja INP (Duits Normaal Profiel)</h3>
<p>Dimensi material diawali dengan huruf I. Kemudian kode material. Ragam jenis ukuran baja INP sebagai berikut:<br />
I 80 = INP 80x42x3,9&#215;5,9 = 5,95 kg/m<br />
I 10 = INP 100x50x4,5&#215;6,8 = 8,32 kg/m<br />
I-12 = INP 120x58x5,1&#215;7,1 = 11,20 kg<br />
I 14 = INP 140x66x5,7&#215;8,6 = 14,40 kg<br />
I 16 = INP 160x74x6,3&#215;9,5 = 17,90 kg<br />
I-18 = INP 180x82x6,9&#215;10,4 = 21,90 kg<br />
I 20 = INP 200x90x7,5&#215;11,30 = 26,30 kg<br />
I 22 = INP 220x98x8,1&#215;12,2 = 31,10 kg<br />
I-24 = INP 240x106x8,7&#215;13,1 = 36,20 kg<br />
I 26 = INP 260x113x9,4&#215;14,1 = 41,90 kg<br />
I 28 = INP 280x119x10,1&#215;15,2 = 48,0 kg<br />
I-32 = INP 300x125x10,8&#215;16,2 = 54,20 kg<br />
I-32 = INP 320x131x11,5&#215;17,3 = 61,10 kg<br />
I 34 = INP 340x137x12,2&#215;18,3 = 68,10 kg<br />
I 36 = INP 360x143x13x19,5 = 76,20 kg<br />
I-38 = INP 380x149x13,7&#215;20,5 = 84,0 kg<br />
I 40 = INP 400x155x14,4&#215;21,6 = 92,60 kg<br />
I 42,5 = INP 425x163x15,3&#215;23 = 104,0 kg<br />
I-45 = INP 450x170x16,2&#215;24,3 = 115,0 kg<br />
I 47,5 = INP 475x178x17,1&#215;25,6 = 128,0 kg<br />
I 50 = INP 500x185x18x27 = 141,0 kg<br />
I-55 = INP 550x200x19x30 = 167,0 kg<br />
I 60 = INP 600x215x21,6&#215;32,4 = 119,0 kg</p>
<h3>b. Baja DIN (Differdange Normal)</h3>
<p>Berbeda dengan ukuran baja INP, material baja DIN terbagi 2 macam. Yakni ukuran kecil, dan ukuran besar. Ukuran kecil ditandai dengan: H = B. Sedangkan ukuran besar, B &lt; H. Yang mana, ukuran B seluruhnya sama. Perhatikan dalam daftar berikut:</p>
<h4>Material DIN ukuran kecil</h4>
<p>Terdiri dari13 jenis, yaitu:<br />
1. DIN 10 [100x100x6,5&#215;11] = 22,10 kg/m<br />
2. DIN 12 [120x120x6,5&#215;11] = 26,50 kg<br />
3. DIN-14 [140x140x8x12] = 34,60 kg<br />
4. DIN 15 [150x150x8x12] = 37,20 kg<br />
5. DIN 16 [160x160x9x14] = 45,80 kg<br />
6. DIN-18 [180x180x9x14] = 52,60 kg<br />
7. DIN-20 [200x200x10x16] = 64,90 kg<br />
8. DIN 22 [220x220x10x16] = 71,50 kg<br />
9. DIN 24 [240x240x11x18] = 87,40 kg<br />
10. DIN-25 [250x250x11x18] = 91,10 kg<br />
11. DIN 26 [260x260x11x18] = 94,80 kg<br />
12. DIN 28 [280x280x12x20] = 113,0 kg<br />
13. DIN-30 [300x300x12x20] = 121,0 kg</p>
<h4>Baja DIN ukuran besar</h4>
<p>Terbagi menjadi 19 macam, yaitu:<br />
1. DIN 32 (320x300x13x22) = 135,0 kg/m<br />
2. DIN 34 (340x300x13x22) = 137,0 kg<br />
3. DIN-36 (360x300x14x24) = 150,0 kk<br />
4. DIN-38 (380x300x14x24) = 153,0 kg<br />
5. DIN 40 (400x300x14x26) = 164,0 kg<br />
6. DIN 42,5 (425x300x14x26) = 166,0 kg<br />
7. DIN-45 (450x300x15x28) = 182,0 kg<br />
8. DIN 47,5(475x300x15x28) = 185,0 kg<br />
9. DIN 50 (500x300x16x30) = 200,0 kg<br />
10. DIN-55 (550x300x16x30) = 207,0 kg<br />
11. DIN 60 (600x300x17x32) = 227,0 kg<br />
12. DIN-65 (650x300x17x32) = 234,0 kg<br />
13. DIN 70 (700x300x18x34) = 254,0 kg<br />
14. DIN-75 (750x300x18x34) = 261,0 kg<br />
15. DIN 80 (800x300x18x34) = 268,0 kg<br />
16. DIN 85 (850x300x19x36) = 292,0 kg<br />
17. DIN-90 (900x300x19x36) = 299,0 kg<br />
18. DIN 95 (950x300x19x36) = 307,0 kg<br />
19. DIN 100 (1.000x300x19x36) = 314,0 kg</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4316 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H-300x167.jpeg" alt="Salah satu bentuk material baja mula-mula" width="300" height="167" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H-300x167.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Baja-profil-H.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>c. Profil baja DIR (Differdange Renforce)</h3>
<p>Mirip dengan ukuran baja INP, ukuran material DIR juga tidak beraturan. Terutama pada ketinggian, serta lebar profil. Jenis-jenis material berikut ini.</p>
<h4>DIR 10 sampai 30</h4>
<p>Ada 13 macam, yaitu:<br />
1. DIR 10 = 112x104x10x17 = 34,60 kg/m<br />
2. DIR 12 = 132x124x10x17 = 41,50 kg<br />
3. DIR-14 = 164x148x16x24 = 71,30 kg<br />
4. DIR 15 = 174x158x16x24 = 76,30 kg<br />
5. DIR 16 = 182x167x16x25 = 83,50 kg<br />
6. DIR-18 = 202x187x16x25 = 93,80 kg<br />
7. DIR 20 = 220x206x16x26 = 107,0 kg<br />
8. DIR-22 = 240x226x16x26 = 117,0 kg<br />
9. DIR 24 = 260x246x17x28 = 137,0 kg<br />
10. DIR 25 = 274x257x18x30 = 153,0 kg<br />
11. DIR-26 = 288x269x20x32 = 172,0 kg<br />
12. DIR 28 = 310x289x21x35 = 201,0 kg<br />
13. DIR 30 = 336x311x23x38 = 235,0 kg</p>
<h4>DIR 32 sampai 100</h4>
<p>1. DIR 32 (356x310x23x40) = 247,0 kg/m<br />
2. DIR 34 (376x310x23x40) = 251,0 kg<br />
3. DIR-36 (392x309x23x40) = 253,0 kg<br />
4. DIR 38 (412x309x23x40) = 257,0 kg<br />
5. DIR-40 (428x308x22x40) = 257,0 kg<br />
6. DIR 42,5 (453x308x22x40) = 261,0 kg<br />
7. DIR-45 (474x306x21x40) = 261,0 kg<br />
8. DIR 47,5 (499x305x21x40) = 265,0 kg<br />
9. DIR 50 (520x305x21x40) = 268,0 kg<br />
10. DIR 55 (570x305x21x40) = 276,0 kg<br />
11. DIR 60 (616x304x21x40) = 284,0 kg<br />
12. DIR 65 (666x304x21x40) = 292,0 kg<br />
13. DIR 70 (712x303x21x40) = 299,0 kg<br />
14. DIR 75 (762x303x21x40) = 308,0 kg<br />
15. DIR 80 (812x303x21x40) = 316,0 kg<br />
16. DIR 85 (858x302x21x40) = 324,0 kg<br />
17. DIR 90 (908x302x21x40) = 332,0 kg<br />
18. DIR 95 (958x302x21x40) = 340,0 kg<br />
19. DIR 100 (1.008x302x21x40) = 340,0 kg</p>
<h3>d. Baja DIE (Differdange Economique)</h3>
<h4>Ukuran 30 ke bawah</h4>
<p>1. DIE 1O; ukuran: 94x99x5x8 = 16,30 kg/m<br />
2. DIE 12; ukuran: 114x119x5x8 = 19,60 kg<br />
3. DIE-14; ukuran: 133x138x5,5&#215;8,5 = 24,40 kg<br />
4. DIE 15; ukuran: 143x148x5,5&#215;8,5 = 26,20 kg<br />
5. DIE 16; ukuran: 150x157x6x9 = 29,70 kg<br />
6. DIE-18; ukuran: 172x177x6,5&#215;10 = 36,90 kg<br />
7. DIE 20; ukuran: 190x197x7x11 = 44,80 kg<br />
8. DIE 22; ukuran: 221x217x7,3&#215;11,5 = 51,40 kg<br />
9. DIE-24; ukuran: 229x237x7,8&#215;12,5 = 60,90 kg<br />
10. DIE 25; ukuran: 240x247x8x13 = 65,80 kg<br />
11. DIE-26; ukuran: 250x257x8x13 = 68,50 kg<br />
12. DIE 38; ukuran: 267x277x8,3&#215;13,5 = 76,40 kg<br />
13. DIE 30; ukuran: 289x297x8,8&#215;14,5 = 87,70 kg</p>
<h4>Ukuran 32 ke atas</h4>
<p>1. DIE 32 = 308x297x9,5&#215;16 = 97,90 kg/m<br />
2. DIE 34 = 330x297x10,5&#215;17 = 105,20 kg<br />
3. DIE-36 = 348x297x10,5&#215;18 = 112,60 kg<br />
4. DIE-38 = 370x297x11x19 = 120,0 kg<br />
5. DIE 40 = 388x297x11x20 = 126,30 kg<br />
6. DIE 42,5 = 415x297x11,5&#215;21 = 134,60 kg<br />
7. DIE-45 = 438x297x12x22 = 143,30 kg<br />
8. DIE 47,5 = 465x297x12,5&#215;23 = 151,90 kg<br />
9. DIE 50 = 488x297x13x24,5 = 160,70 kg<br />
10. DIE-55 = 539x297x13x24,5 = 168,10 kg<br />
11. DIE 60 = 588x297x14x26 = 184,70 kg<br />
12. DIE 65 = 638x297x14x26 = 190,20 kg<br />
13. DIE-70 = 688x297x15x28 = 209,90 kg<br />
14. DIE-75 = 738x297x15x28 = 215,50 kg<br />
15. DIE 80 = 792x298x16x30 = 237,20 kg<br />
16. DIE 85 = 842x298x17x32 = 259,6 kg<br />
17. DIE-90 = 892x298x17x32 = 266,30 kg<br />
18. DIE-95 = 942x298x17x32 = 273,0 kg<br />
19. DIE 100 = 992x298x17x32 = 279,70 kg</p>
<h3>e. Baja DIL (Differdange Ledger)</h3>
<p>Baja DIL jumlahnya sedikit. Sama dengan ukuran baja INP. Paling besar yaitu INP/DIL 60. Sementara ukuran material baja DIN, DIR dan DIE sampai dengan 100.</p>
<p>Uniknya lagi, material ini terbagi 2. Bagian pertama, yakni ukuran 30 kebawah. Bentuk profil mirip dengan H-beam. Sebab lebar sayap (B), sama dengan tinggi profil (H). Adalah mengadopsi dimensi material DIN. Kecuali tebal badan, dan sayap. Pun demikian, sebagian diantara ada yang sama.</p>
<h4>Kelompok ukuran pertama</h4>
<p>DIL-10 = 100x100x5x11 = 21,20 kg/m<br />
DIL-12 = 120x120x5x11 = 25,40 kg<br />
DIL 14 = 140x140x4,5&#215;12 = 31,50 kg<br />
DIL15 = 150x150x4,8&#215;12 = 33,90 kg<br />
DIL16 = 160x160x5,0x13 = 39,20 kg<br />
DIL 18 = 180x180x5,5&#215;14 = 47,50 kg<br />
DIL 20 = 200x200x6,0x15 = 56,60 kg<br />
DIL22 = 220x220x6,5&#215;16 = 66,40 kg<br />
DIL24 = 240x240x7,0x17 = 77,30 kg<br />
DIL 25 = 250x250x7,3&#215;17,5 = 82,90 kg<br />
DIL 26 = 260x260x7,5&#215;18 = 88,60 kg<br />
DIL28 = 280x280x8,0x19 = 101 kg<br />
DIL30 = 300x300x8,5&#215;20 = 114 kg</p>
<p>Kelompok kedua. Yaitu ukuran 32 sampai 60. Beda. H sedikit lebih besar dari B. Nah, disini juga unik. B untuk semua ukuran baja DIL adalah sama. Perhatikan daftar berikut ini.</p>
<h4>Kelompok ukuran ke-2</h4>
<p>DIL 32 = 320x300x9x21 = 121,0 kg/m<br />
DIL 34 = 340x300x9,5&#215;22 = 128,0 kg<br />
DIL36 = 360x300x10x23 = 136,0 kg<br />
DIL38 = 380x300x10,5&#215;24 = 143,0 kg<br />
DIL 40 = 400x300x11x25 = 151,0 kg<br />
DIL 42,5 = 425x300x11,5&#215;26 = 159,0 kg<br />
DIL45 = 450x300x12x27 = 168,0 kg<br />
DIL 47,5 = 475x300x12,5&#215;28 = 177,0 kg<br />
DIL 50 = 500x300x13x29 = 186,0 kg<br />
DIL55 = 550x300x13,5&#215;30 = 197,0 kg<br />
DIL 60 = 600x300x14x31 = 210,0 kg</p>
<h2>[Penutup] Satuan ukuran material dan sejarah singkat</h2>
<p>Satuan ukuran baja INP, DIN, DIR, DIE, dan DIL adalah metrik. Loh, kok bisa?. Bukankah material baja dari eropa selalu menggunakan satuan inchi?. Jawabnya, tidak semua!. Tapi, memang pernah. Namun, material baja mula-mula di eropa adalah menggunakan satuan meter. Beserta turunannya.</p>
<p>Kemudian, selama masa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme">imperial</a>. Gejolak terjadi dibeberapa sektor. Termasuk industri baja, dan proyek konstruksi. Mengakibatkan munculnya profil baja dengan satuan inci. Antara lain: WF, <a href="https://arsitekta.com/baja-t-beam-ukuran-metrik-dan-inci-yang-resmi/" target="_blank" rel="noopener">T-beam</a>, I-beam, serta baja H. Namun, hal itu tidak bertahan lama.</p>
<p>Sebagaimana dikutip dari metalextra.com. Sejak revolusi industri baru, tahun 1830. Negara-negara eropa kembali menggunakan satuan metrik. Sebagai satuan ukuran material, maupun satuan untuk gambar konstruksi. Maka dari itu, sampai saat ini ukuran baja INP, DIN, DIR, DIE, dan DIL tetap menggunakan satuan milimeter.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/daftar-ukuran-baja-inp-din-dir-die-dil-dan-berat-satuan-part-2-of-2/">Daftar Ukuran Baja INP, DIN, DIR, DIE, DIL dan Berat Satuan [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/daftar-ukuran-baja-inp-din-dir-die-dil-dan-berat-satuan-part-2-of-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dimensi [Metrik] Besi Assental Paling Lengkap dan Penulisan Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/besi-assental-satuan-metrik-paling-lengkap/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/besi-assental-satuan-metrik-paling-lengkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2022 13:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[berat dan ukuran besi assental]]></category>
		<category><![CDATA[besi as]]></category>
		<category><![CDATA[besi as satuan metrik]]></category>
		<category><![CDATA[besi assental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Besi assental, atau sering singkat dengan besi as bulat. Adalah baja paduan karbon sedang. Setara dengan ASTM A36. Yang memiliki ketangguhan (Toughness) sampai dengan 12.000 inchi pounds/in³. Serta, ketahanan (Resilience) mencapai 22 inchi pounds/in³. Sehingga mampu menghisap, serta meyerap tenaga mekanik. Manakala besi as menerima beban tarik. Daftar ukuran [metrik] besi assental bulat Besi assental [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-assental-satuan-metrik-paling-lengkap/">Dimensi [Metrik] Besi Assental Paling Lengkap dan Penulisan Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3085 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Salah-satu-kegunaan-besi-asa-adalah-bahan-furnitur-300x200.jpg" alt="Macam-macam ukuran besi as dan kegunaannya pada bangunan" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Salah-satu-kegunaan-besi-asa-adalah-bahan-furnitur-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Salah-satu-kegunaan-besi-asa-adalah-bahan-furnitur.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Besi assental, atau sering singkat dengan besi as bulat. Adalah baja paduan karbon sedang. Setara dengan ASTM A36. Yang memiliki ketangguhan (Toughness) sampai dengan 12.000 inchi pounds/in³. Serta, ketahanan (Resilience) mencapai 22 inchi pounds/in³. Sehingga mampu menghisap, serta meyerap tenaga mekanik. Manakala besi as menerima beban tarik.</p>
<h2>Daftar ukuran [metrik] besi assental bulat</h2>
<p>Besi assental bulat dengan <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5808674/sistem-satuan-internasional-dan-jenis-jenisnya-dalam-mapel-fisika#:~:text=Sistem%20Satuan%20Internasional%20terbagi%20menjadi,%2C%20percepatan%2C%20dan%20muatan%20elektron.">satuan</a> milimeter (metrik), teridiri dari 51 macam. Mulai dari Ø5 mm. Sampai dengan Ø200 mm. Daftar ukuran, dan berat satuan besi as. Kami kelompokkan menjadi 5 bagian. Guna memudahkan Anda mencari dimensi material, yang Anda butuhkan. Masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:</p>
<h3>Besi as ukuran mini</h3>
<p>Ragam jenis:<br />
Ø5 mm = 0,153 kg/m<br />
Ø 6 = 0,220 kg<br />
Ø 7 = 0,300 kg<br />
Ø8 = 0,393 kg<br />
Ø 9 = 0,499 kg<br />
Ø 10 = 0,620 kg<br />
Ø12 = 0,887 kg<br />
Ø 13 = 1,040 kg<br />
Ø 14 = 1,209 kg<br />
Ø15 mm = 1,377 kg/m</p>
<h2>Besi as ukuran kecil</h2>
<p>Ø16 mm = 1,580 kg/m<br />
Ø 18 = 1,994 kg<br />
Ø 19 = 2,230 kg<br />
Ø20 = 2,465 kg<br />
Ø 22 = 2,980 kg<br />
Ø 25 = 3,850 kg<br />
Ø26 = 4,136 kg<br />
Ø 28 = 4,830 kg<br />
Ø 30 mm = 5,510 kg/m</p>
<h2>Assental ukuran sedang</h2>
<p>Ø32 mm = 6,310 kg/m<br />
Ø 34 = 7,130 kg<br />
Ø 35 = 7,60 kg<br />
Ø36 = 7,99 kg<br />
Ø 38 = 8,90 kg<br />
Ø 40 = 9,87 kg<br />
Ø42 = 10,90 kg<br />
Ø 44 = 11,90 kg<br />
Ø 46 = 13,0 kg<br />
Ø48 = 14,20 kg<br />
Ø 50 mm = 15,40 kg/m</p>
<h3>Baja assental ukuran besar</h3>
<p>Ø55 mm = 18,70 kg/m<br />
Ø 60 = 22,20 kg<br />
Ø 65 = 26,0 kg<br />
Ø70 = 30,20 kg<br />
Ø 75 = 34,70 kg<br />
Ø 80 = 39,30 kg<br />
Ø85 = 44,50 kg<br />
Ø 90 = 49,90 kg<br />
Ø 100 = 61,70 kg<br />
Ø110 mm = 74,60 kg/m</p>
<h3>Assental ukuran super</h3>
<p>Ø120 mm = 88,80 kg/m<br />
Ø 130 = 104,0 kg<br />
Ø 140 = 121,0 kg<br />
Ø150 = 139,0 kg<br />
Ø 160 = 158,0 kg<br />
Ø 170 = 178,0 kg<br />
Ø175 = 188,0 kg<br />
Ø 180 = 200,0 kg<br />
Ø 190 = 222,0 kg<br />
Ø200 mm = 257,0 kg/m</p>
<h2>Cara penulisan dimensi material baja yang benar</h2>
<p>Simbol, atau kode penulisan untuk material besi assental bulat ada 3, yaitu:</p>
<h3>Ø = Diameter besi</h3>
<p>Penggunaan simbol Ø pada material besi as. Menerangkan bahwa permukaan material tersebut adalah rata. Sama halnya dengan <a href="https://arsitekta.com/8-manfaat-besi-beton-pada-konstruksi/">besi beton</a> polos. Penulisan dimensi material selalu diawali dengan simbol Ø.</p>
<p>Lalu, bagaimana jika simbol Ø diganti dengan tulisan &#8220;dia.&#8221;? Contoh: Besi as dia.22 mm. Hemat kami, notasi ini secara spesifik tidak merujuk pada suatu material tertentu. Bahkan tidak memberi penjelasan apa-apa tentang material yang dimaksud. Apakah material besi beton polos, atau ulir. Pula, belum tentu merujuk pada besi assental.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-1882 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-besi-beton_coner-300x234.jpeg" alt="besi beton polos" width="300" height="234" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-besi-beton_coner-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-besi-beton_coner.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Maka dari itu, sebaiknya hindari penggunaan simbol ukuran yang tidak baku. Sebab, akan menimbulkan <a href="https://kbbi.web.id/interpretasi">interpretasi</a> yang berbeda-beda. Dan, dampaknya sangat panjang. Selain terhadap biaya. Juga terhadap proses pelaksanaan pekerjaan. Alias bukan hanya diatas kertas. Melainkan, sampai pada implementasi.</p>
<h3>F = Penampang</h3>
<p>Yaitu luas penampang kedua ujung material. Sisi kanan, dan kiri. Dihitung dengan rumus luas lingkaran. Serta, mengacu pada jari-jari (r) besi assental. Yakni: F = π x r²</p>
<p>Contoh: Besi as Ø100 mm. Luas penampang material ini hitung dengan cara berikut:<br />
F = π x (10 : 2)²<br />
F = 3,14 x 5² = 78,50 cm²</p>
<h3>S = Selimut besi</h3>
<p>Adalah luas permukaan material, yang menyelimuti seluruh batang besi assental. Dari ujung ke ujung. Hitung dengan rumus keliling lingkaran. Dan, di kali dengan panjang (P) material. Yakni: S = π x Ø x P</p>
<p>Contoh: Besi as Ø150 mm. Panjang 6 meter.<br />
S = π x 15 x 600 cm<br />
S = 3,14 x 15 x 600 cm = 28.260 cm². Atau, sama dengan 28,26 m².</p>
<h3>V = Volume assental</h3>
<p>Untuk keperluan pekerjaan. Misalnya, ketika hendak membuat drat ulir pada besi as. Adakalanya Anda perlu menghitung volume (isi) besi assental. Caranya ada 2, yaitu: 1]. Sesuai dengan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-volume-pekerjaan-baja-prefabrikasi/" target="_blank" rel="noopener">menghitung volume</a> tabung. Atau, 2]. Berdasarkan luas penampang (F).</p>
<p>Cara #1 pakai rumus: V = π x r² x P<br />
Contoh: Menghitung volume besi as Ø150 mm.<br />
V = 3,14 x 7,5² x 600 cm<br />
V = 105.975,0 cm³</p>
<p>Cara #2 pakai rumus: V = F x P<br />
Contoh: Hitung volume besi assental Ø100 mm.<br />
V = 78,50 x 600 cm<br />
V = 47.100,0 cm³</p>
<h2>[Penutup] Esensi satuan ukuran baja assental</h2>
<p>Topik yang hampir sama. Beberapa waktu lalu, kami telah menulis <a href="https://arsitekta.com/macam-macam-ukuran-besi-as-berat-bahan-juga-kegunaan/">artikel khusus</a>. Tentang besi assental bulat. Namun, dengan satuan inci. Pula, bersamaan dengan besi as kotak. Silahkan Anda baca. Supaya tahu ragam jenis besi as. Jikalau, sudah mengetahui jawabannya. Silahkan Anda tulis dalam kolom komentar, dibawah ini.</p>
<p>Penting diketahui. Pabrik baja kerap memproduksi suatu material dengan beberapa varian. Salah satunya, dibedakan dengan kategori satuan ukuran. Untuk satuan diameter, maupun panjang besi selalu menggunakan metrik, dan inci. Kedua satuan ini adalah paling populer di dalam, dan luar negeri.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-assental-satuan-metrik-paling-lengkap/">Dimensi [Metrik] Besi Assental Paling Lengkap dan Penulisan Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/besi-assental-satuan-metrik-paling-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
