6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan

Dari sekian banyak jenis ukuran besi CNP yang terdaftar dalam tabel. Hanya 6 macam yang paling kerap digunakan untuk konstruksi bangunan. Apa latar belakang, dan bagaimana nasib ukuran CNP yang lain?. Penjelasan akan hal itu Anda temui dalam artikel ini.

Berbagai macam kegunaan besi CNP double pada bangunan. Salah satunya untuk Kuda-kuda.

Pengenalan dasar tentang ukuran, satuan dan nama besi

Ukuran material CNP yang lengkap selalu terdiri dari 4 kelompok angka. Yang menjelaskan tentang ukuran profil baja. Dalam istilah akademik diberi kode:
H; B; C dan t. Yang dipisah dengan tanda kali (x), atau bisa juga menggunakan tanda titik (.)

Menjadi: HxBxCxt
Atau
H.B.C.t

Perhatikan penulisan salah satu dimensi material pada sub judul dibawah ini.

H = tinggi profil. Berada pada bagian depan.
B = lebar profil. Ada di urutan kedua
C = tinggi (tekukan) bibir besi CNP. Di urutan ke-3
t = tebal profil. Berada pada urut terakhir.

Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan.

1. Ketentuan satuan material

Adapun penulisan satuan ukuran material sifatnya tidak wajib. Sebab tanpa tertulis pun, orang sudah tahu bahwa satuan material baja profil adalah millimeter. Kecuali besi pipa. Menggunakan satuan inci.

Namun demikian, tidak ada salahnya jikalau satuan ukuran Anda bubuhkan. Boleh dengan singkatan huruf kecil (mm). Bisa juga dengan huruf besar (MM). Justru semakin memperjelas keberadaan ukuran material.

2. Penulisan nama baja profil

Sebelum membubuhkan dimensi sebuah material baja. Anda wajib menulis jenis material paling depan. Contoh besi CNP 75x45x18x2,0 mm. Atau, besi L 70x70x7 mm.

Dengan demikian orang yang membaca tidak salah tafsir. Mengingat ukuran material baja banyak yang mirip. Misal antara baja WF 150×75, dan UNP 150×75. Lalu, besi siku L 50x50x5 dengan strip plat 5×50 mm.

Material CNP yang paling populer dan kegunaan

Menurut tinggi profil material sebenarnya hanya 4 macam. Yakni CNP 100, CNP 125, besi CNP 150 dan CNP 200. Namun di telisik lebih detail lagi, ukuran material CNP yang terkenal itu sebenarnya ada 6 jenis. Berikut ukuran selengkapnya, serta kegunaan dan kelebihan material.

1. CNP 100x50x20x2,3

CNP 100 sangat populer karena ukurannya mudah di ingat. Yaitu angka genap dalam bilangan ratusan. Selain itu, relatif ringan, dan murah. Oleh sebab itu sering digunakan untuk rangka atap, partisi, rangka cladding, kanopi, bahkan pagar, dan kosen pintu.

Sebagai material rangka atap. Besi yang menyerupai huruf C ini cocok untuk bahan gording. Gording adalah sekelompok material rangka atap yang terpasang secara berbaris pada kuda-kuda, dan berguna untuk tumpuan pemasangan usuk dan reng.

Atau, bisa juga untuk memasang penutup atap langsung. Dengan catatan, bahwa bahan atap yang digunakan pada bangunan tersebut adalah jenis metal. Seperti alumunium, galvalum, atau spandek. Serta yang berupa atap lembaran. Misal asbes gelombang, dan sebagainya.

Ketentuan tentang jarak bentang. Atau, panjang gording untuk pemakaian besi CNP 100 sebagai gording sebagai berikut:
– Untuk keperluan pemasangan usuk dan reng maksimal 3,0 meter. Dan,
– Untuk atap metal (lembaran) adalah 4,0 meter.

2. CNP 125x50x20x2,3

Material ini sebenarnya paling ideal digunakan untuk rangka cladding. Dan, hal itu sudah berlangsung sejak lama. Khususnya pada bangunan gudang, dan pabrik.

Namun demikian, juga sering digunakan sebagai gording. Tapi, khusus untuk pemasangan atap spandek, atau galvalum. Kedua jenis atap logam ini menjadi pasangan yang pas dengan gording CNP 125, karena sangat ringan.

Oleh sebab itu tak jarang untuk bangunan yang sama. Misalnya saat membangun gudang. Cukup menggunakan 1 jenis besi CNP. Padahal untuk 2 macam konstruksi bangunan. Yakni sebagai bahan rangka cladding, maupun rangka atap. Itulah istimewanya material CNP 125x50x20x2,3.

3. CNP 150x50x20x2,3

Perhatikan dimensi material secara seksama. Karena sangat mirip dengan material besi nomor 4 dibawah. Bagian yang berbeda dari kedua material CNP 150 ini ada 2, yakni: 1]. Lebar punggung (C), dan 2]. Tebal bahan.

Pembahasan pertama adalah CNP 150, lebar 50, dan tebal 2,3 mm. Fungsi utamq ada 2, yaitu:

Gording bentang 6 m

Selain untuk panjang/bentang 6,0 meter, syarat lain menggunakan CNP 150x50x20x2,3 adalah untuk pemasangan atap yang lebih berat, dibanding atap logam. Misal atap bitumen Onduline, asbes gelombang kecil, atau Alderon.

Hal lain yang penting Anda perhatikan pula ketika mengaplikasikan besi CNP 150 ini. Adalah jarak antara gording. Karena masing-masing atap memiliki aturan pasang sendiri-sendiri. Maka, Anda wajib mematuhi aturan tersebut. Supaya atap yang Anda pasang mendapat garansi.

Kuda-kuda jurai selain menggunakan model cremona siku, juga dapat memakai baja kanal C

Bahan kuda-kuda

Ketentuan pemakaian bahan:
– Material CNP 150 harus double
– Hanya untuk bentang 10 meter ke bawah
– Jarak kuda-kuda maksimal 4,0 meter, dan
– Untuk pemasangan atap metal

4 syarat ini untuk memastikan kuda-kuda tetap kokoh. Sebab, pemakaian bahan ini sifatnya sebagai alternatif. Sebenarnya paling pas adalah baja WF. Karena besi WF tergolong material struktur. Sementara CNP adalah non struktur.

Namun demikian, bukan berarti besi CNP tidak boleh dimanfaatkan sebagai material pengganti. Bisa!. Asal dengan cara yang tepat. Serta, proses pengerjaan yang benar. Termasuk mematuhi syarat-syarat kerja.

4. CNP 150x65x20x3,2 mm

Kalau CNP 150 yang sebelumnya adalah digunakan untuk pemasangan atap asbes gelombang kecil. Serta yang sejenis. CNP 150 yang satu ini adalah cocok untuk pemasangan asbes gelombang besar.

Hal itu dibedakan karena berat atap yang berbeda. Oleh sebab itu digunakan material yang lebih besar (lebar), serta lebih tebal. Dengan demikian, konstruksi atap tetap kokoh, dan kuat.

Sementara itu, untuk fungsi kuda-kuda. Juga sering ditetapkan. Yaitu pada bentangan 12,0 meter. Namun, tidak sering. Karena ada pilihan material lain yang justru lebih praktis. Yakni WF 150.

Jadi, diantara kedua fungsi tersebut. Besi CNP 150 tebal 3,2 mm lebih banyak digunakan sebagai gording. Bukan untuk membuat kuda-kuda. Bahkan tak jarang terpilih oleh pemilik bangunan sebagai mengganti material CNP 125. Padahal CNP 125 sebenarnya sudah cukup kuat untuk gording.

Namun dengan memperbesar dimensi material gording. Pemilik umumnya akan lebih percaya diri. Selain itu, ukuran gording diperbesar umumnya untuk menyesuaikan dimensi kuda-kuda. Supaya imbang.

5. CNP 200x75x20x2,8

Besi CNP yang terbesar adalah C 200. Terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Yakni berdasarkan ketebalan bahan. Diantaranya, ada 2 jenis yang populer. Antara lain tebal 2,8 mm. Dan, tebal 3,2 mm.

Kegunaan CNP 200 tebal 2,8 mm antara lain:

Balok tangga

Khususnya tangga trap type menerus, tangga bentuk L, dan bentuk U. Praktik pembuatan tangga dengan menggunakan besi CNP sering dilakukan pada bangunan gudang, pabrik, maupun toko/ruko. Selain proses pengerjaan sangat praktis, juga tergolong hemat.

Biaya pembuatan tangga hemat karena balok tangga hanya menggunakan CNP 200. Dengan cara double, atau single. Kalau double, posisi besi CNP berada ditengah. Sementara kalau single, letak balok CNP ada di sebelah kanan, dan kiri anak tangga. Contoh desain tangga seperti gambar berikut.

Contoh tangga besi minimalis bentuk huruf U. Serta menggunakan balok tunggal.

Windfree (lisplang baja)

Istilah windfree familiar hanya di kalangan pekerja konstruksi baja. Khususnya daerah Jawa Tengah. Di luar wilayah tersebut tetap mengunakan nama yang umum. Yakni lisplang.

Terpilih menjadi bajan lisplang baja yang bagus, karena tinggi profil CNP yaitu 20 cm. Jadi, sangat selaras dengan tampak luar bangunan, ketika sudah terpasang sebagai lisplang. Pula, cara pemasangannya pada rangka atap. Tepatnya material gording. Sangat mudah. Sebab hanya dimasukkan ke dalam CNP gording, lalu Anda las. Selesai.

6. Baja CNP 200 tebal 3,2 mm

Sering digunakan sebagai material struktur bangunan, mengganti besi baja WF, atau H-Beam. Yaitu untuk membuat: 1]. Kolom, dan 2]. Balok dak. Juga sering digunakan untuk bahan jembatan sementara di proyek. Serta, gelagar untuk catwalk.

Besi CNP paling besar, dan paling tebal ini tergolong lebih ringan, dan murah dibanding baja WF yang ke-ukuran. Berat per meter hanya 9,72 kg. Sedangkan WF 200 sampai dengan 21,33 kg. Jadi, sekalipun Anda pakai dengan cara double untuk menambah kekuatan. Material CNP 200 doube tetap lebih ringan. Karena berat bahan hanya:
= 2 x 9,72 kg
= 19,44 kg

Selisih sekitar 1,89 kg per meter lari. Oleh sebsb itu, sering digunakan sebagai material pengganti WF. Sebab dari bobot jauh lebih ringan, pula dari harga beli. Material CNP jauh lebih murah.

[Penutup] Fungsi CNP pada konstruksi non gedung

Selain sebagai bahan bangunan gedung, material besi CNP juga sering digunakan untuk membuat pagar, kursi, dan perabot-perabot taman. Atau, dalam istilah asing disebut Street Furniture.

Ada pun ukuran CNP yang digunakan untuk keperluan non gedung tersebut adalah diantara 6 jenis material dalam topik ini. Yakni CNP 100, dan CNP 125.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan. Esensi baja profil CNP tidak hanya pada bangunan gedung. Tapi, hampir semua pekerjaan konstruksi yang membutuhkan material baja. Termasuk industri otomotif. Seperti karoseri bis, serta kapal laut.

2 thoughts on “6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan”

  1. Pingback: Varian Ukuran Baja CNP Dan Nasib Material yang Tidak Populer Saat Ini - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja

  2. Pingback: Contoh Desain 3D Rumah Mewah Yang Murah Dan Biaya Jasa - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!