<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bangunan rumah Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/bangunan-rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/bangunan-rumah/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Aug 2023 14:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>bangunan rumah Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/bangunan-rumah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Material Besi Beton Yang Sering Digunakan Untuk Bangunan Rumah Tinggal</title>
		<link>https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 13:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[besi beton]]></category>
		<category><![CDATA[besi tulangan]]></category>
		<category><![CDATA[material besi]]></category>
		<category><![CDATA[struktur beton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bertingkat atau tidak rumah tinggal yang hendak Anda bangun, jelas tetap membutuhkan material yang namanya besi beton. Beberapa diantaranya, atau bahkan tidak menutup kemungkinan seluruhnya adalah menggunakan ukuran-ukuran yang saya uraikan disini. Jenis dan ukuran besi beton Sekurang-kurangnya ada 5 macam besi tulangan yang wajib Anda pakai, untuk membuat cor beton yang berkualitas bagus. Pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/">5 Material Besi Beton Yang Sering Digunakan Untuk Bangunan Rumah Tinggal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bertingkat atau tidak <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-rumah-tingkat-biasa-dengan-desain-split-level/">rumah tinggal</a> yang hendak Anda bangun, jelas tetap membutuhkan material yang namanya besi beton. Beberapa diantaranya, atau bahkan tidak menutup kemungkinan seluruhnya adalah menggunakan ukuran-ukuran yang saya uraikan disini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Besi-beton-ulir-ukuran-besar.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4159" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Besi-beton-ulir-ukuran-besar.jpeg" alt="Besi beton ulir berukuran besar" width="640" height="419" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Besi-beton-ulir-ukuran-besar.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Besi-beton-ulir-ukuran-besar-300x196.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h2>Jenis dan ukuran besi beton</h2>
<p>Sekurang-kurangnya ada 5 macam besi tulangan yang wajib Anda pakai, untuk membuat cor beton yang berkualitas bagus. Pada saat membangun sebuah tempat hunian, khususnya yang berada di perkotaan.</p>
<p>Jenis dan ukuran besi beton yang dimaksud, berikut kegunaan masing-masing adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Ø 8 mm</h3>
<p>Spesifikasi material:<br />
Panjang normal = 12 meter<br />
Berat per batang = 4.74 kg<br />
Berat satuan (per meter lari) = 0,395 kg<br />
Luas selimut (batang) = 0,30 m²<br />
Kualitas terbaik = SNI BJTP 280</p>
<h4>Bentuk material</h4>
<p>Sebelumnya, perhatikan penulisan kode material. Jika di mulai dengan simbol Ø. (Diameter) berarti material yang dimaksud adalah besi tulangan polos. Sedangkan, bila di mulai dengan huruf D, berarti besi ulir.</p>
<p>Jadi, berdasarkan bentuk batang (profil) ada 2 macam. Yakni besi beton polos, dan ulir. Contoh besi ulir seperti terlihat di paragraf pertama. Kedua jenis material ini sama-sama digunakan untuk membangun sebuah rumah tinggal.</p>
<h4>Fungsi utama</h4>
<p>Oke, lanjut mengenai fungsi besi dia.8 mm. Utamanya adalah sebagai begel, atau sengkang. Hal itu tertuang dalam peraturan beton bertulang yang baru. Bahwa material begel yang diperbolehkan saat ini adalah besi 8 mm. Kalau sebelumnya adalah besi 6 mm.</p>
<p>Namun, karena maraknya<a href="https://arsitekta.com/ciri-ciri-material-besi-banci/" target="_blank" rel="noopener"> material banci</a> yang beredar akhir-akhir ini. Maka ukuran besi begel ditingkatkan menjadi ukuran 8 mm. Dengan tujuan untuk memastikan struktur bangunan kokoh, sekaligus mencegah kegagalan konstruksi.</p>
<h3>2. Dia.10 mm</h3>
<p>Umum digunakan untuk kolom praktis ukuran 15&#215;15 cm, atau yang lebih kecil. Pula, untuk membuat ring balok, dan gunungan. Masing-masing menggunakan 4 buah besi beton 10 mm. Tambah, begel 8 mm dengan jarak antara 15 &#8211; 20 cm.</p>
<p>Selain sebagai material besi tulangan. Besi dia.10 mm juga sering digunakan untuk stek, atau angkur. Ketika memasang dinding batu bata. Contoh pemasangan seperti terlihat pada gambar berikut. Masing-masing struktur beton di beri stek. Guna memudahkan proses pemasangan dinding bangunan.</p>
<p>Selain sebagai material balok. Besi Ø10 mm sering digunakan untuk tulangan lantai. Yakni sebagai alternatif pengganti material besi wiremesh. Tepatnya ketika membuat dak beton. Untuk ketebalan cor 10-12 cm. Dan, jarak pasang besi tulangan adalah 15,0 sampai 20,0 cm.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Begini-jarak-ideal-kolom-dan-balok-praktis.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3863" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Begini-jarak-ideal-kolom-dan-balok-praktis.jpg" alt="Jarak ideal kolom dan balok praktis, serta contoh pemasangan untuk bukaan pintu" width="462" height="344" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Begini-jarak-ideal-kolom-dan-balok-praktis.jpg 462w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Begini-jarak-ideal-kolom-dan-balok-praktis-300x223.png 300w" sizes="(max-width: 462px) 100vw, 462px" /></a></p>
<h3>3. Diameter 12 mm</h3>
<p>Cocok sebagai tulangan pokok pada struktur beton yang berupa balok (horizontal), maupun tiang (vertikal). Dengan catatan, ukuran penampang beton tidak lebih dari 15&#215;20 cm. Dan, material yang digunakan berjumlah 6 buah.</p>
<p>Khusus pembangunan rumah tinggal tingkat biasa, dan desain split level ukuran struktur beton tersebut cocok untuk sloof tarik, dan balok anak. Namun, untuk bangunan 1 lantai. Mumpuni sebagai balok dan kolom utama. Oleh sebab itu tidak perlu menggunakan material yang lebih besar.</p>
<h3>4. Besi beton D13</h3>
<p>Dari bentuk dan kualitas, material besi ulir adalah tergolong <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-material-dan-bahan-bangunan/">material dan bahan bangunan</a> struktural. Artinya material yang di peruntukan pada segala jenis pekerjaan struktur bangunan. Dalam hal ini misalnya sebagai tulangan pokok. Yaitu pada balok/kolom beton ukuran 20&#215;25, dan 20&#215;30 cm.</p>
<p>Namun demikian, besi ulir 13 mm sering juga digunakan sebagai material pelengkap. Seperti begel, tulangan susut, dan tulangan ekstra pada sebuah kolom atau balok beton. Hal tersebut disebabkan oleh kuat tarik yang dimiliki material ini, jauh lebih tinggi dibanding besi polos.</p>
<h3>5. Besi D16</h3>
<p>Material berulir ini khusus digunakan untuk bangunan rumah/gedung lantai 2, atau lebih. Antara lain untuk membuat tulangan pondasi cakar ayam, tulangan kolom pedestal, kolom struktur, dan balok struktur. Dengan catatan ukuran struktur tersebut tidak lebih dari 30&#215;60 cm.</p>
<p>Karena ukuran struktur bangunan makin besar, dan diharapkan mampu memikul beban yang besar pula. Maka sebaiknya penentuan jumlah material besi beton ditentukan melalui analisa struktur. Dengan demikian hal-hal yang tidak di inginkan tidak bakal terjadi. Misalnya cor retak, amblas, atau roboh.</p>
<p>Oleh sebab itu, perlakukan pada material yang satu ini harus spesial. Untuk memastikan bangunan berdiri kokoh. Beda dengan 4 jenis material besi tulangan sebelumnya. Saya tidak menganjurkan harus melalui analisa struktur. Karena material-material tersebut sudah umum. Dan, sering digunakan untuk bahan bangunan rumah tinggal, maupun bangunan-bangunan gedung yang lain.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3729" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung.jpg" alt="Pengenalan dasar tentang pondasi bangunan" width="500" height="270" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung-300x162.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Sistem pengadaan material besi yang terbaik</h2>
<p>Pengadaan besi tulangan bangunan rumah tinggal ada 2 cara. Yakni beli jadi, atau beli material batangan. Beli jadi artinya besi tulangan sudah keadaan jadi Anda beli dari toko bahan bangunan. Lalu, Anda di proyek tidak perlu lagi merubah bentuk besi tulangan. Melainkan, langsung melakukan pemasangan.</p>
<p>Sementara bila Anda beli material yang masih berbentuk batang. Maka Anda harus mengerjakan besi beton satu per satu, hingga sesuai dengan besi tulangan yang Anda harapkan. Untuk itu Anda harus menyediakan biaya ekstra, yaitu untuk upah kerja. Serta, waktu pelaksanaan pekerjaan yang lumayan lama.</p>
<p>Hemat saya yang terbaik adalah cara kedua. Sekalipun Anda harus mengeluarkan dana ekstra, dan waktu yang panjang. Tapi, kualitas besi tulangan yang Anda buat, pasti jauh lebih bagus dibanding Anda beli material yang sudah jadi.</p>
<p>Hal ini berkaitan pula dengan <a href="https://ibmpkp.pu.go.id/assets/public/2__Buku_Saku_Petunjuk_Umum_Konstruksi_2023.pdf">peraturan beton bertulang</a> yang baru. Sebagaimana saya singgung sebelumnya. Selain tentang ukuran besi begel. Adalah standar mutu material beton, semuanya harus sesuai dengan SNI.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Mengenai ukuran beton untuk masing-masing bangunan memang beda. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan besi tulangan yang sama. Oleh sebab itu, menentukan ukuran struktur beton harus dilakukan oleh orang berpengalaman. Supaya besi tulangan yang digunakan tidak terlalu kecil, pula tidak terlalu besar.</p>
<p>Berdasarkan penjelasan ini, harapannya para pemilik rumah dapat menentukan material besi beton yang hendak digunakan. Sementara mengenai ukuran beton silahkan <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">kontak</a> kami. Untuk konsultasi, atau membuat gambar desain struktur beton.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/">5 Material Besi Beton Yang Sering Digunakan Untuk Bangunan Rumah Tinggal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Kelebihan Dan Kekurangan Desain Rumah Split Level Yang Asli</title>
		<link>https://arsitekta.com/10-kelebihan-dan-kekurangan-desain-rumah-split-level-yang-asli/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/10-kelebihan-dan-kekurangan-desain-rumah-split-level-yang-asli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 13:16:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[desain rumah]]></category>
		<category><![CDATA[desain split level]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal 5 lantai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4943</guid>

					<description><![CDATA[<p>Desain rumah splilt level dapat dibedakan menurut letak bangunan. Terdiri dari 2 macam. Yaitu bangunan yang berada diatas tapak yang datar, dan diatas tapak yang miring. Salah satu contoh adalah seperti terlihat pada gambar ini. Supaya Anda tidak terlanjur membangun, dan akhirnya tidak puas, atau bahkan menyesal. Karena berbagai hal diluar perkiraan. Ketahui dulu kelebihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-kelebihan-dan-kekurangan-desain-rumah-split-level-yang-asli/">10 Kelebihan Dan Kekurangan Desain Rumah Split Level Yang Asli</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Desain rumah splilt level dapat dibedakan menurut letak bangunan. Terdiri dari 2 macam. Yaitu bangunan yang berada diatas tapak yang datar, dan diatas tapak yang miring. Salah satu contoh adalah seperti terlihat pada gambar ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Penataan-elevasi-tapak-split-level.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4944" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Penataan-elevasi-tapak-split-level.jpg" alt="Desain tapak rumah yang berada pada lahan yang miring " width="1000" height="553" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Penataan-elevasi-tapak-split-level.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Penataan-elevasi-tapak-split-level-300x166.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Penataan-elevasi-tapak-split-level-768x425.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Supaya Anda tidak terlanjur membangun, dan akhirnya tidak puas, atau bahkan menyesal. Karena berbagai hal diluar perkiraan. Ketahui dulu kelebihan dan kekurangan <a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/" target="_blank" rel="noopener">rumah tinggal</a> split level. Masing-masing ada 5. Sehingga, kalau di jumlah adalah sebanyak 10 macam.</p>
<h2>Kelebihan rumah tinggal model split level</h2>
<p>Desain rumah split level, atau bisa juga disebut rumah tinggal berundak, atau rumah tingkat tidak teratur, dibanding rumah tinggal bertingkat biasa. Memiliki beberapa kelebihan, yaitu:</p>
<h3>1. Fungsi ruang sangat maksimal</h3>
<p>Secara umum hubungan antara ruangan dalam sebuah bangunan ada 2, yakni tegak lurus, dan horizontal. Tegak lurus artinya menghubungkan antara 2 ruangan yang beda tinggi. Sedangkan berupa garis horizontal maksudnya adalah hubungan antara ruangan yang berada pada level/elevasi yang sama.</p>
<p>Sementara itu, khusus desain rumah split level terdapat hubungan ruang secara diagonal. Yaitu 2 ruangan yang berada elevasi yang berbeda, tetapi terhubung hanya melalui sebuah tangga. Yang mana posisi tangga tersebut adalah miring, atau boleh disebut berupa garis diagonal.</p>
<p>Oleh sebab itu fungsi ruangan pada rumah split level pasti maksimal. Sebab untuk menjangkau ruangan tidak hanya mengandalkan 2 macam akses. Tapi, 3. Yaitu horizontal, vertikal dan diagonal. Seperti terlihat pada diagram di bawah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Jalur-kegiatan-dalam-bangunan-rumah.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4945" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Jalur-kegiatan-dalam-bangunan-rumah.png" alt="[Alur] Tata letak ruangan pada rumah dengan desain split level" width="765" height="519" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Jalur-kegiatan-dalam-bangunan-rumah.png 765w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Jalur-kegiatan-dalam-bangunan-rumah-300x204.png 300w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /></a></p>
<h3>2. Pemakaian lahan efektif dan efisien</h3>
<p>Khusus Anda yang memiliki lahan yang sempit. Membangun desain rumah split level adalah ide yang paling tepat. Sebab hanya dengan desain seperti ini kebutuhan ruangan dapat terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itu saya sebut efektif. Meskipun lahan terbatas, tapi tidak menjadi kendala untuk memiliki rumah idaman.</p>
<p>Sementara bangunan rumah yang berdiri diatas tapak yang miring. Dan, dibangun dengan model split level. Jauh lebih murah dibanding rumah bertingkat seperti pada umumnya. Sebab Anda harus membuat talud penahan tanah lebih dulu. Lalu, menimbun dengan tanah padas. Maka tapak tersebut jadi rata. Dan, terakhir melakukan pembangunan.</p>
<p>Namun, hal tersebut tidak perlu Anda lakukan, jika desain rumah split level. Tapi, hanya melakukan perataan tanah. Dan, bisa melaksanakan pembangunan rumah. Oleh sebab itu sangat efisien. Terutama soal biaya.</p>
<p>Membuat talud penahan tanah membutuhkan biaya yang sangat besar. Demikian juga menimbun, memadatkan, dan meratakan tanah. Selain itu, juga butuh waktu yang panjang. Agar tanah benar-benar padat. Maka dari itu, bila kondisi tanah miring, solusi yang terbaik adalah split level.</p>
<h3>3. Desain minimalis</h3>
<p>Sebab lahan terbatas, dan/atau berada pada daerah yang tidak datar. Maka material yang cocok untuk konstruksi bangunan adalah yang ringan. Seperti alumunium, uPVC, baja ringan, panel GRC, dan sebagainya. Oleh sebab itu desain rumah jadi minimalis.</p>
<p>Pemakaian material-material demikian, pula sangat bagus pada sistem struktur bangunan. Selain tidak berat, pula proses pelaksanaan pekerjaan struktur semakin cepat. Dan, hemat.</p>
<p>Jadi, tujuan desain rumah minimalis, dan split level sebenarnya bukan hanya untuk estetika. Tapi, untuk memastikan konstruksi bangunan kokoh, serta tidak membutuhkan anggaran biaya yang besar. Oleh sebab itu harus <a href="https://arsitekta.com/desain-3d-rumah-mewah-murah/">desain rumah</a> harus di tangani oleh arsitek profesional.</p>
<h3>4. Penerangan dalam rumah relatif sedikit</h3>
<p>Mengingat pemakaian lahan yang dilakukan secara maksimal, otomatis kebutuhan lampu penerangan dalam rumah jadi sedikit. Oleh sebab itu biaya pemakaian listrik jadi hemat. Beda dengan ruangan/rumah yang besar. Pasti membutuhkan penerangan yang besar pula.</p>
<p>Selain itu, penerangan dapat dilakukan untuk 2 atau 3 ruangan sekaligus. Karena ruangan dalam bangunan split level umumnya tidak segaris, (tegak lurus), tapi menyamping. Alias berupa garis diagonal. Sehingga dipastikan biaya biaya pemasangan, maupun operasional lampu menjadi hemat.</p>
<h3>5. Split level dapat diterapkan untuk segalal jenis bangunan</h3>
<p>Split level tidak hanya cocok untuk rumah tinggal. Tapi, untuk segala jenis bangunan gedung. Asal tempat tersebut layak, serta tidak melanggar peraturan. Misalnya tidak berada di bantaran sungai, atau tidak menempati tanah pemerintah. Dan, sebagainya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4941" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg" alt="Topografi tapak untuk bangunan rumah tinggal split level, berada di tanah yang miring" width="899" height="474" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg 899w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai-300x158.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai-768x405.jpg 768w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></a></p>
<h2>Kelemahan rumah tinggal split level</h2>
<p>Sisi lain desain rumah split level, juga terdapat kelemahan. Oleh sebab itu, pertimbangkan lebih dulu secara seksama apakah Anda akan memilih desain ini, atau desain seperti biasa. Antara lain:</p>
<h3>1. Desain plafon relatif rendah</h3>
<p>Hal ini disebabkan ruangan berada pada ketinggian yang berbeda-beda. Dan, dalam posisi terhuyung-huyung. Sehingga, tinggi plafon juga antara ruangan yang satu dengan yang lain tidak sama. Bahkan, relatif lebih rendah dibanding desain rumah yang biasa.</p>
<p>Dampaknya, interior rumah jadi terasa sempit, dan sesak. Sehingga kurang cocok untuk keluarga besar. Tapi, khusus keluarga muda. Terdiri dari 3-4 orang anggota keluarga saja.</p>
<h3>2. Biaya struktur bangunan mahal</h3>
<p>Struktur desain rumah split level menjadi banyak karena elevasi lantai trap. Oleh sebab itu pemasangan balok struktur juga harus trap. Menyesuaikan elevasi lantai rumah. Jadi, seharusnya cukup 1, tapi harus menjadi 2 buah,.atau lebih.</p>
<p>Nah, karena balok struktur banyak, otomatis tiang kolom berukuran besar. Agar mampu menopang balok, dan struktur bangunan yang lainnya. Akhirnya berimbas pada biaya. Khusus biaya struktur dipastikan lebih mahal dibanding struktur bangunan desain biasa.</p>
<h3>3. Kekuatan bangunan kurang</h3>
<p>Khusus bangunan yang berada di tapak yang miring. Sangat rentan terhadap longsor, dan gempa. Oleh sebab itu, struktur bangunan harus ekstra kuat. Misalnya dengan menggunakan pondasi sistem pancang, serta talud penahan tanah dari bahan beton bertulang.</p>
<p>Nah, hal ini kembali berimbas pada anggaran. Satu sisi Anda harus memastikan bangunan kokoh, tapi sisi yang lain Anda wajib menyediakan dana yang besar. Kalau tidak, kekuatan bangunan dipertaruhkan.</p>
<h3>4. Kenyamanan harus ekstra</h3>
<p>Khusus lansia dan anak-anak, desain rumah split level kurang nyaman. Sebab akses utama dalam ruangan adalah tangga. Padahal tangga kurang nyaman bagi anak-anak dan lansia. Selain rawan gelincir, juga disebabkan oleh trap tangga terlalu tinggi. Sehingga sulit melangkah.</p>
<p>Maka dari itu, sebaiknya jangan mengandalkan tangga saja. Tapi, menggunakan <a href="https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-lift-barang-1-5-ton/">Lift</a>. Agar semua ruang/lantai mudah, dan dapat terjangkau oleh semua kalangan. Hemm, ending-nya kepada dana juga kan?.</p>
<h3>5. Sistem drainase dan instalasi pipa air kotor rumit</h3>
<p>Kembali pada split level yang berada di lahan yang miring. Otomatis semua pembuangan (air bekas, dan kotor/limbah) ke arah yang lebih rendah. Artinya Anda harus menyiapkan saluran dan drainase hanya pada satu sisi. Yaitu di depan, atau belakang bangunan.</p>
<p>Sistem drainase tersebut kurang bagus untuk maintenance. Selain membutuhkan biaya yang besar, hasil yang Anda peroleh juga kurang maksimal. Contoh menguras saptik tank. Karena posisi di belakang, dan lebih rendah dari jalan. Otomatis proses menyedot <a href="https://data.pu.go.id/dataset/instalasi-pengolahan-lumpur-tinja-iplt">tinja</a> tidak maksimal. Akhirnya tidak bersih.</p>
<p>Begitu juga instalasi pipa air kotor. Dari closet depan hingga ke belakang. Karena terlalu panjang, maka rawan tersumbat. Akhirnya toilet Anda jadi bau. Dan, masih banyak lagi kelemahan desain rumah split level. Terkait instalasi pipa, dan drainase.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>1. Jikalau memang tidak ada solusi lain. Desain split level adalah satu-satunya cara yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan bangunan, sekaligus sebagai langkah efisiensi anggaran biaya.<br />
2. Desain split level pada tapak yang datar, dan miring memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Bahkan tidak layak dibandingkan apel to aple.<br />
3. Lebar desain rumah split level yang ideal adalah 6-8 meter. Lebih, atau kurang dari itu, dipastikan makin banyak kelemahan dan kekurangannya.<br />
4. Tapak yang miring ke depan adalah yang paling bagus untuk desain split level. Dibanding tapak yang miring ke belakang.<br />
5. Arah bangunan yang bagus untuk model split level adalah menghadap ke Timur. Kalau tidak ke Barat juga, tidak masalah. Untuk memudahkan sirkulasi cahaya alami.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/10-kelebihan-dan-kekurangan-desain-rumah-split-level-yang-asli/">10 Kelebihan Dan Kekurangan Desain Rumah Split Level Yang Asli</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/10-kelebihan-dan-kekurangan-desain-rumah-split-level-yang-asli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Tinggal Split Level 5 Lantai Dan Contoh Desain Bangunan Yang Bagus</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2023 13:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[desain split level]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal 5 lantai]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4939</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alasan utama membuat rumah tinggal split level ada 2 yaitu: 1]. Untuk mencapai kebutuhan ruang, walaupun bangunan rumah hanya berdiri diatas tapak yang sempit. 2]. Mencegah agar tidak melakukan urugan tanah yang terlalu tinggi, pada tapak bangunan yang miring. Kedua alasan tersebut ternyata didasari oleh kondisi tapak, atau lahan yang hendak Anda bangun. Satu keadaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/">Rumah Tinggal Split Level 5 Lantai Dan Contoh Desain Bangunan Yang Bagus</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Alasan utama membuat rumah tinggal split level ada 2 yaitu: 1]. Untuk mencapai kebutuhan ruang, walaupun bangunan rumah hanya berdiri diatas tapak yang sempit. 2]. Mencegah agar tidak melakukan urugan tanah yang terlalu tinggi, pada tapak bangunan yang miring.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4940" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg" alt="Contoh desain rumah tinggal split level 5 lantai" width="900" height="556" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-300x185.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-768x474.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<p>Kedua alasan tersebut ternyata didasari oleh kondisi tapak, atau lahan yang hendak Anda bangun. Satu keadaan datar, tapi sempit. Sementara yang satu lagi adalah disebabkan oleh permukaan tanah yang mirig. Jadi bukan karena sempit.</p>
<h2>Pengertian dan kerugian bagi pemilik rumah</h2>
<p>Split level artinya suatu desain lantai bangunan yang sengaja dibuat terdiri dari beberapa trap, serta dengan ketinggian yang bervariasi. Sehingga setiap lantai terlihat menggantung diantara dinding. Dan, dihubungkan dengan beberapa tangga trap type menerus, atau tangga bentuk L.</p>
<p>Sebenarnya, baik jasa arsitek maupun pemilik bangunan, selalu menghindari rumah tinggal split level, jikalau kondisi tapak datar. Sebab dipastikan biaya pembangunan jauh lebih mahal, dibanding rumah tingkat biasa. Karena<a href="https://arsitekta.com/5-jenis-besi-iwf-yang-tergolong-dalam-material-struktur/"> struktur bangunan</a>, terutama kolom dan balok pasti lebih banyak.</p>
<p>Pula, dari aspek kenyamanan, gaya split level sebenarnya kurang bagus. Sebab memiliki anak tangga yang sangat banyak, serta berkelok-kelok. Hal ini sedikit banyaknya membuat aktivitas di dalam rumah kurang lancar. Terutama bagi orang tua yang sudah <a href="https://kumparan.com/generasi-milenial/arti-paruh-baya-usia-berapa-sampai-berapa-1yTpZJnWcXu/1">paruh baya</a>. Naik turun tangga merupakan hal yang tidak menyenangkan.</p>
<h2>Contoh desain rumah 5 lantai</h2>
<p>Latar belakang desain rumah tinggal split level ini adalah karena kontur tanah yang bergelombang. Oleh pemilik, luas bangunan ingin dibuat semaksimal mungkin. Termasuk fasilitas kolom renang untuk dewasa dan anak. Perhatikan desain rumah dalam bentuk <a href="https://arsitekta.com/desain-3d-rumah-mewah-murah/" target="_blank" rel="noopener">3D </a> pada paragraf 1. Sementara tampak samping tapak adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4941" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg" alt="Topografi tapak untuk bangunan rumah tinggal split level, berada di tanah yang miring" width="899" height="474" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai.jpg 899w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai-300x158.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-rumah-tinggal-5-lantai-768x405.jpg 768w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></a></p>
<h3>1. Jumlah lantai dan kegunaan ruang</h3>
<p>Disebut split level 5 berarti bangunan ini terdiri dari 5 lantai. Masing-masing lantai berguna, dan dengan elevasi sebagai berikut:</p>
<h4>A = Lantai paling bawah</h4>
<p>Elevasi -2,50 m. Disebut juga dengan istilah Back yard. Berguna sebagai: Dapur, Ruang Makan, Musholla dan Toilet. Total ukuran ruang adalah 5,0 x 10,0 meter. Atau, seluas 50,0 m².</p>
<p>Area ini sengaja dirancang terpisah. Alias berdiri sendiri. Agar sirkulasi udara yang sejuk, serta cahaya pagi hari tidak terhalang oleh atap. Pula, untuk memberi kesan rileks, dan santai.</p>
<p>Oleh sebab itu, desain bangunan dibuat minimalis. Bahkan terkesan sederhana. Hal itu diwujudkan dengan bentuk atap pelana. Serta, dinding bangunan dibuat hanya bagian belakang, dan samping saja. Sedangkan bagian depan dibiarkan terbuka menghadap bangunan utama.</p>
<h4>B = Elevasi lantai -1,50 m</h4>
<p>Adalah salah satu lantai bangunan utama rumah tinggal split level. Atau, boleh disebut sebagai level ke-2. Lantai ini tergolong sebagai area privat. Karena bersebelahan dengan kolam renang, back yard, serta terdiri dari 4 unit kamar tidur.</p>
<p>Fungsi lain dari ruangan tersebut adalah untuk teras belakang rumah, ruang santai, gudang barang, toilet, serta tangga untuk akses ke lantai bawah (Back yard), maupun ke lantai yang berada lebih tinggi. Yakni elevasi ±0,000.</p>
<h4>C = Lantai ±0,000</h4>
<p>Atau disebut level lantai ke-3. Adalah berada pada ketinggian 30 cm dari permukaan jalan. Oleh sebab itu dijadikan acuan untuk menentukan elevasi bangunan rumah. Artinya, level lantai yang semakin kebawah adalah minus (-), sementara level lantai yang semakin tinggi, di tandai dengan plus (+).</p>
<p>Fungsi ruang adalah sebagai:<br />
&#8211; Garasi 2 unit mobil<br />
&#8211; Ruang tamu<br />
&#8211; Dapur<br />
&#8211; Ruang makan, dan<br />
&#8211; 1 unit toilet kecil.</p>
<p>Adapun sisa ruang adalah digunakan untuk sirkulasi, tangga menuju lantai bawah, dan tangga ke lantai atas berikutnya di rumah tinggal split level.</p>
<h4>D = Lantai +1,50 m</h4>
<p>Area ini sebenarnya persis diatas lantai elevasi -1,50 m. Dan, luasnya sama. Jadi, kalau diukur secara tegak lurus, jarak kedua lantai tersebut adalah 3,0 meter. Adalah digunakan untuk ruang belajar, ruang keluarga, kamar tidur utama, dan teras.</p>
<p>Sementara, akses menuju lantai ini ada 2 yaitu dari: 1]. Garasi mobil, dan 2]. Lantai ±0,00. Dengan demikian, ketika pemilik rumah datang, dan parkir mobil di garasi. Maka tidak perlu masuk melalui pintu depan. Tapi, langsung menuju ruang keluarga elevasi +1,50 m.</p>
<p>Hal demikian lah kelebihan rumah tinggal split level. Karena memiliki tangga yang banyak, maka akses ke berbagai ruangan mudah di jangkau. Walaupun beda level, atau tinggi.</p>
<h4>E = Lantai +3,00 m</h4>
<p>Adalah lantai ke-5, atau yang tertinggi diantara semua lantai rumah. Rencana akan digunakan sebagai ruang pertemuan, dan tempat ibadah khusus anggota keluarga. Oleh sebab itu, sengaja dibuat terbuka. Supaya ruangan jadi luas.</p>
<h3>2. Dinding penahan tanah</h3>
<p>Khusus bangunan split level yang berada di atas tapak yang miring. Sekalipun tidak menimbulkan pekerjaan urug. Tapi, yang muncul adalah pekerjaan cut and fill tetap ada. Yaitu untuk membuat beberapa bagian dari tapak jadi rata. Sesuai dengan denah rumah tinggal split level yang akan dibangun.</p>
<p>Oleh sebab terjadi pekerjaan cut and fill, maka harus dibuat Dinding Penahan Tanah. Atau, sering disingkat dengan DPT. Untuk membedakan elevasi lantai bangunan. Selanjutnya, DPT tersebut harus berfungsi sekaligus sebagai pondasi bangunan. Agar hemat, dan efisien.</p>
<p>Adapun DPT yang paling cocok untuk tapak rumah ini adalah sistem Retaining Wall. Yaitu DPT yang terbuat dari cor beton bertulang, tebal 25 cm. Menggunakan kelas <a href="https://arsitekta.com/memilih-baja-atau-beton-untuk-struktur-bangunan-dengan-cara-ini/">mutu beton</a> K-350. Dan, proses pengecoran wajib dengan mixer beton. Bukan cara manual, atau hanya mengandalkan mesin molen.</p>
<h3>3. Struktur pondasi bangunan rumah bertingkat</h3>
<p>Selain karena berada pada tapak yang miring, pertimbangan ketika memilih jenis pondasi adalah tinggi, dan jumlah lantai bangunan. Semakin tinggi rumah tinggal split level, otomatis semakin berat. Oleh sebab itu, harus menggunakan pondasi khusus. Agar bangunan tetap kokoh.</p>
<p>Salah satu pondasi yang terbaik adalah cakar ayam. Atau, dalam bahasa Inggris disebut Foot Plate. Jenis pondasi ini juga yang paling cocok untuk rumah tinggal bertingkat. Selain murah, proses pengerjaan juga praktis. Yaitu tidak perlu memakai alat berat, layaknya memasang pondasi tiang pancang. Tapi, sama dengan proses pelaksanaan pekerjaan beton lainnya.</p>
<p>Pemasangan pondasi foot plat mulai dari tapak paling bawah (elevasi -2,50 m). Hingga yang paling tinggi (elevasi ±0,00). Dengan ukuran plat beton 80&#215;80 cm. Dan, kolom pedestal ukuran 30&#215;30 cm.</p>
<h2>[Penutup] Persamaan dengan rumah tingkat biasa</h2>
<p>Selain kondisi tapak dan struktur bawah bangunan, secara umum antara rumah tinggal split level dan rumah tingkat biasa adalah sama. Contoh tentang struktur balok dan kolom. Adalah terbuat dari beton bertulang, atau baja profil.</p>
<p>Demikian halnya konstruksi bangunan yang lain. Misalnya dinding rumah. Dipastikan terbuat dari material batu bata, lengkap dengan plester, aci dan cat. Bukan terbuat menggunakan cladding spandek, layaknya membuat sebuah gudang. Karena material paling cocok untuk dinding bangunan rumah adalah hanya batu bata.</p>
<p>Penjelasan tentang rumah split level berikutnya akan saya ulas pada artikel ke-2. Membahas tentang kelebihan dan kekurangan. Sementara, artikel yang ke-3, adalah mengenai perbedaan rumah tingkat biasa dan split level.</p>
<p>Dengan demikian nantinya ada 3 artikel yang saya sajikan dalam website ini, khusus tentang rumah tinggal split level. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/">Rumah Tinggal Split Level 5 Lantai Dan Contoh Desain Bangunan Yang Bagus</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-desain-rumah-tinggal-split-level-5-lantai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Mencegah Pekerjaan Tambah Kurang Pada Proyek Bangunan Rumah</title>
		<link>https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2022 21:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tambah kurang]]></category>
		<category><![CDATA[proyek bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[proyek rumah tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4191</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penting menangani proyek bangunan rumah dengan baik. Agar kualitas bangunan rumah benar-benar istimewa. Terlaksana dengan cepat. Serta terhindar dari hal-hal yang merugikan pemilik rumah. Seperti biaya pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaran. Terjadi selisih pendapat dengan tukang, berulang-ulang. Dan lain sebagainya. Topik ini kami sajikan untuk para pemilik bangunan. Supaya paham teknik pelaksanaan proyek bangunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/">Begini Cara Mencegah Pekerjaan Tambah Kurang Pada Proyek Bangunan Rumah</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3678 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah-300x230.jpg" alt="Gambar interior bangunan rumah tinggal yang sangat mewah" width="300" height="230" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah-300x230.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Penting menangani proyek bangunan rumah dengan baik. Agar kualitas bangunan rumah benar-benar istimewa. Terlaksana dengan cepat. Serta terhindar dari hal-hal yang merugikan pemilik rumah. Seperti biaya pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaran. Terjadi selisih pendapat dengan tukang, berulang-ulang. Dan lain sebagainya.</p>
<p>Topik ini kami sajikan untuk para pemilik bangunan. Supaya paham teknik pelaksanaan proyek bangunan rumah. Serta mampu mencegah hal-hal yang mengakibatkan proyek tidak berjalan lancar. Salah satu diantaranya adalah <a href="https://arsitekta.com/penyebab-pekerjaan-tambah-konstruksi-baja-dampak-dan-konsekuensinya/">pekerjaan tambah</a> kurang.</p>
<h2>Pengertian tambah kurang dan ruang lingkupnya pada proyek rumah tinggal</h2>
<p>Tambah kurang dalam lingkup proyek bangunan rumah, artinya sejumlah item pekerjaan yang belum tercantum dalam dokumen gambar. Diperintahkan oleh pemilih bangunan, agar dilaksanakan dan dijadikan sebagai item pekerjaan tambahan kemudian hari.</p>
<p>Atau, item pekerjaan yang sebelumnya telah tercantum dalam BoQ, maupun gambar bangunan. Tapi tidak jadi dilaksanakan, oleh sesuatu hal. Sehingga pada akhir proyek bangunan rumah, item-item tersebut akan dihitung sebagai pekerjaan kurang. Itu artinya, kelak nilai borongan akan berkurang. Sejumlah nilai pekerjaan kurang.</p>
<p>Dengan demikian, diketahui indikator untuk menentukan suatu pekerjaan masuk dalam kategori tambahan adalah gambar bangunan. Sementara itu, untuk membatalkan suatu pekerjaan. Sejauh ini belum ada barometer yang baku. Kecuali, hanya melaksanakan instruksi (keinginan) dari pemilik bangunan.</p>
<h2>Hakikat dan prinsip dasar pelaksanaan pekerjaan tambah</h2>
<p>Sesuai dengan peraturan kementerian pekerjaan umum, tentang tata laksana pekerjaan tambah kurang. Bisa dilakukan, bilamana:</p>
<ol>
<li>Pekerjaan bangunan dilakukan secara borongan. Lengkap dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK), atau kontrak.</li>
<li>Kontrak bersifat Unit Price. Bukan Lump Sump. Teman-teman sudah tahu perbedaan kedua sistem pembayaran ini?. Jika belum. Silahkan Anda baca <a href="https://arsitekta.com/sistem-pembayaran-proyek-baja-implementasi/">artikel ini</a> dulu. Supaya tidak gagal paham.</li>
</ol>
<p>Implementasi pekerjaan tambah kurang yang pantas dijadikan contoh adalah proyek pemerintah. Sebab dilaksanakan secara ketat. Bukan oleh kemauan pemberi pemberi pekerjaan. Sebagaimana yang terjadi pada proyek bangunan rumah. Melainkan harus sesuai dengan <a href="https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/05/19/152939/3-manfaat-menaati-peraturan-bisa-ciptakan-lingkungan-yang-tertib">regulasi</a>. Untuk proyek perintah dari tingkat pusat (BUMN), hingga daerah (BUMD).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3318 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-baru-300x174.jpg" alt="Pertimbangkan secara cerdas!, pilih renovasi atau beli rumah baru supaya jangan menyesal" width="300" height="174" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-baru-300x174.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Rumah-baru.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2>Tips jitu mencegah pekerjaan tambah proyek bangunan</h2>
<p>Demi kelancaran proyek bangunan rumah. Dan cash flow tidak terganggu. Pekerjaan tambah harus Anda cegah dari awal. Caranya sangat mudah. Yaitu: 1]. Menyiapkan gambar bangunan, lengkap dengan detail-detailnya. Kemudian, 2]. Menyusun RAB rumah, dan 3]. Membuat rincian item pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sesederhana itu sebenarnya.</p>
<p>Tapi, kalau Anda memaksakan proyek bangunan rumah dengan gambar berjalan. Alias gambar apa adanya. Hal itu kelak pemicu terjadinya pekerjaan tambah. Selain itu, Anda harus meluangkan banyak waktu untuk mengawal pekerjaan. Agar terlaksana sesuai dengan harapan. Apakah sanggup?. Pasti tidak. Kalau pun ada, paling hanya 1 dari antara sekian orang.</p>
<p>Oleh sebab itu, sebagaimana yang selalu kami sampaikan kepada klien (pemilik bangunan). Lebih baik Anda mengeluarkan sejumlah dana untuk <a href="https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/">jasa gambar</a> bangunan. Daripada mengalokasikan biaya yang tidak jelas, untuk membayar item pekerjaan tambah. Akibat dari gambar bangunan yang tidak lengkap.</p>
<h2>Faktor X yang mempengaruhi pelaksanaan proyek rumah tinggal</h2>
<p>Proyek bangunan rumah semakin rumit. Sehingga layak disamakan dengan gedung hotel, apartemen, atau hunian-hunian yang lain. Mengakibatkan banyak tukang yang menolak sistem kerja borong. Dengan alasan tidak cukup modal. Masih ada tanggungan proyek lain, dan sebagainya. Padahal faktor X yang terdapat pada bangunan rumah. Apa itu?.</p>
<ol>
<li>Item pekerjaan sangat banyak dan kompleks. Sementara volumenya sangat kecil. Akibatnya, keuntungan yang akan diperoleh sangat kecil.</li>
<li>Pemilik bangunan cerewet, <a href="https://hot.liputan6.com/read/4689563/otoriter-adalah-kepemimpinan-sewenang-wenang-kenali-dari-ciri-cirinya">otoriter</a>. Bahkan sering berubah-ubah dalam memutuskan sesuatu. Membuat tukang tidak nyaman. Dan hengkang dari proyek tersebut.</li>
<li>Pembayaran tagihan termin sangat lambat/sulit. Akhirnya tukang tidak mendapat upah berbulan-bulan.</li>
</ol>
<p>Maka dari itu, sembari mencegah terjadinya pekerjaan tambah kurang. Silahkan Anda lengkapi dulu gambar bangunan. Selanjutnya, biarkan gambar tersebut yang menjadi dasar pelaksanaan proyek bangunan rumah Anda. Dipastikan proyek tersebut akan berjalan lancar, serta memiliki kualitas yang bagus.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/">Begini Cara Mencegah Pekerjaan Tambah Kurang Pada Proyek Bangunan Rumah</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>36 Macam Bangunan Rumah di Indonesia dan Kegunaannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 20:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan rumah di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis rumah]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis rumah di +062]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain terkenal dengan kekayaan alam. Pulau yang banyak, suku bangsa dan bahasa. Indonesia juga kaya dibidang arsitektur. Salah satunya rumah. Ada 36 macam bangunan rumah yang tersebar seantero Nusantara. Dengan gaya arsitektur yang berbeda. Luar biasa kan?. Apa saja itu. Dalam tulisan ini Ada akan menemukan jawabannya. Asal usul kata bangunan rumah dan pengertian Sebelumnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/">36 Macam Bangunan Rumah di Indonesia dan Kegunaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3678 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah-300x230.jpg" alt="Gambar interior bangunan rumah tinggal yang sangat mewah" width="300" height="230" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah-300x230.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Interior-bangunan-Rumah.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Selain terkenal dengan kekayaan alam. Pulau yang banyak, suku bangsa dan bahasa. Indonesia juga kaya dibidang arsitektur. Salah satunya rumah. Ada 36 macam bangunan rumah yang tersebar seantero Nusantara. Dengan gaya arsitektur yang berbeda. Luar biasa kan?. Apa saja itu. Dalam tulisan ini Ada akan menemukan jawabannya.</p>
<h2><strong>Asal usul kata bangunan rumah dan pengertian </strong></h2>
<p>Sebelumnya, penting diketahui bangunan rumah berasal dari kata bangunan dan rumah. Bangunan artinya buah karya rancangan, <a href="https://arsitekta.com/menghitung-kekuatan-struktur-baja-yang-cerdas-caranya-begini/">perhitungan struktur</a> dan biaya. Serta pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh manusia. Dengan menggunakan, atau tanpa alat berat, gambar rencana, sistem pengawasan (kontrol), serta dokumen-dokumen terkait. Contohnya jembatan, pagar, jalan raya, bendungan dan sebagainya.</p>
<p>Sedangkan, rumah adalah salah satu jenis bangunan yang memiliki beberapa ruang, yang berguna sebagai tempat untuk melakukan kegiatan bisnis, sosial, keagamaan dan melangsungkan hidup. Secara bersama-sama atau terpisah dengan mahluk hidup lain. Selengkapnya, mengenai 36 macam bangunan rumah, dapat dibedakan menurut fungsi, karakteristik dan tata letak. Berikut ini penjelasannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Macam-macam rumah menurut kegunaannya</strong></h2>
<p>Bangunan rumah berdasarkan kegunaannya terdiri dari 14 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Rumah tinggal = tempat menghuni, atau domisili, serta melakukan kegiatan sehari-hari sebuah keluarga, atau lebih. Seperti bersantai, makan, tidur, mandi, bercengkrama dan sebagainya.</li>
<li>Rumah susun = sebuah bangunan gedung yang peruntukannya khusus untuk tempat tinggal keluarga, dalam jumlah yang banyak. Penting Anda ketahui, kapasitas 1 unit rumah susun mencapai ratusan keluarga.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/desain-rumah-kontrakan-mini-murah-tapi-tingkat-ini/">Rumah kontrakan</a> = tempat tinggal yang dibangun dengan tujuan sewa. Bukan untuk ditempat oleh pemiliknya. Lebih lengkap mengenai hal ini, silahkan baca pada artikel terkait.</li>
<li>Rumah penginapan = atau, dalam bahasa Inggris disebut <em>home stay</em>. Adalah tempat untuk bermalam bagi orang-orang yang tengah melakukan perjalanan jauh.</li>
<li>Rumah singgah = tempat tinggal sementara, atau transit bagi anak-anak jalanan, terlantar dan tuna wisma.</li>
<li>Rumah sakit = adalah tempat merawat dan memulihkan pasien dari satu sakit penyakit.</li>
<li>Rumah ibadah = tempat untuk melakukan ritual keagamaan. Seperti Gereja, Masjid, Vihara, Klenteng, dan Kuil.</li>
<li>Rumah rehabilitasi = bangunan yang berfungsi sebagai lokasi pemulihan bagi orang-orang yang memiliki penyakit mental. Contoh sakit jiwa, kecanduan miras (minuman keras), dan narkoba.</li>
<li>Rumah jompo (panti) = tempat kediaman para lansia dan manula.</li>
<li>Rumah dinas = rumah tinggal bagi pejabat tertentu dari suatu instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah, atau perusahan swasta.</li>
<li>Rumah makan = tempat sarapan, makan dan minum.</li>
<li>Rumah duka = tempat menyemayamkan jenazah untuk sementara waktu. Sebelum dibawa ke pemakaman, atau di perabukan.</li>
<li>Rumah yatim = tempat tinggal para anak-anak yatim piatu.</li>
<li>Rumah potong hewan = bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemotongan hewan. Sebelum dijual sebagai bahan makanan. Hewan yang dipotong pada tempat tersebut, pada umumnya adalah ayam, sapi, babi dan kambing.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Ragam bangunan rumah menurut karakteristik dan desain</strong></h2>
<p>36 macam bangunan rumah pada daftar berikut ini, ditinjau dari karakteristik dan gaya desain.</p>
<h3><strong>I. Jenis-jenis hunian berdasarkan ciri-ciri yang unik dan khas</strong></h3>
<p>Artinya bangunan hanya ditemukan, atau berasal dari daerah-daerah tertentu, antara lain:</p>
<ol>
<li>Rumah adat             = bangunan dengan ciri khas yang melambangkan suatu komunitas suku, daerah, adat dan budaya tertentu. Selain itu, juga berguna sebagai rumah tinggal bagi satu keluarga, atau lebih. Pada umumnya dari khasta/golongan yang paling tinggi dari suku tersebut.</li>
<li>Rumah tradisional = hunian bagi sekelompok orang yang berasal dari satu komunitas tertentu. Dibangun sesuai gaya arsitektur leluhur. Dengan menggunakan <a href="https://arsitekta.com/bahan-bangunan-tahan-api-manfaat-dan-jenisnya-24/">bahan bangunan</a>, dan metode pengerjaan yang sama dari generasi ke generasi.</li>
<li>Rumah joglo = sebuah hunian yang mengadopsi arsitektur Jawa. Khususnya bentuk, dan material atap. Pihak perumahan sering memanfaatkan model ini untuk menarik konsumen. Karena rumah joglo sangat terkenal, dan peminatnya banyak.</li>
<li>Rumah tumbuh = konsep pembangunan rumah dengan cara bertahap <em>(sustainable)</em>. Sembari menunggu tahap pembangunan berikutnya, rumah terebut tetap bisa digunakan sebagaimana layaknya. Jadi, tidak dibiarkan terbengkalai.</li>
<li>Rumah subsidi = tempat tinggal yang disediakan, dan difasilitasi oleh pemerintah Indonesia untuk keluarga baru, dan kurang mampu. Dengan harga yang murah. Karena sebagian harga rumah disubsidi oleh pemerintah.</li>
</ol>
<h3><strong>II. Macam-macam rumah ditinjau dari bentuk dan gaya arsitektur</strong></h3>
<p>Antara lain:</p>
<ol>
<li>Rumah gubuk = sebuah banguan rumah tinggal yang sudah termakan usia. Sehingga jadi reot, dan tidak layak untuk dihuni. Selain dari segi umur bangunan. Rumah gubuk juga terkenal sangat kecil, pendek, serta menggunakan material seadanya.</li>
<li>Rumah sederhana = adalah sebuah tempat tinggal yang layak huni. Umumnya terdiri dari 2 buah kamar tidur, 1 kamar mandi, dan ruang keluarga yang berfungsi sekaligus sebagai ruang tamu. Sementara <a href="https://arsitekta.com/menambah-ruang-dapur-rumah-agar-hemat-cara-satu-satunya-ini/">dapur</a> belum ada.</li>
<li>Rumah minimalis = adalah istilah yang ditujukan pada bangunan rumah yang dibangun dengan material, dan desain yang minimalis. Konsep ini sangat trend, karena cocok dengan segala type rumah. Baik rumah bertingkat, maupun hanya lantai 1.</li>
<li>Rumah modern = rumah yang didesain dengan gaya arsitektur modern. Karakteristiknya adalah menggunakan material model baru. Mengutamakan bentuk, dengan tujuan agar terlihat megah. Namun bangunan jarang memiliki ornamen hias.</li>
<li>Rumah mewah = termasuk tempat tinggal yang super eksekutif. Karena menyerupai istana. Sehingga boleh dikatakan kelasnya yang paling tinggi, diantara 36 macam bangunan rumah. Untuk sekelas rumah modern sekalipun. Tidak berimbang.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Jenis rumah berdasarkan tata letak bangunan</strong></h2>
<p>Banguan rumah ditinjau dari letak pembangunan paling banyak jenisnya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Rumah panggung = rumah tinggal yang dibangun menyerupai sebuah panggung. Dan berada pada ketinggian tertentu dari permukaan tanah, atau air. Dengan tujuan agar terhindar dari banjir, air pasang, atau gangguan hewan buas, serangga dan rayap.</li>
<li>Rumah pohon             = sebuah bangunan yang dibangun secara sengaja berada sekitar, menempel atau bersebelahan dengan beberapa pohon besar. Berguna sebagai tempat tinggal, bekerja dan rekreasi.</li>
<li>Rumah desa = rumah tinggal yang letak pembangunannya di desa. Model bangunan ini setiap daerah berbeda. Sebab erat hubungannya dengan geografis, dan kebiasaan (adat dan budaya) warga desa.</li>
<li>Rumah pinggiran = hunian yang berlokasi di daerah kumuh dan pinggir kota. Seperti daerah TPS (Tempat Pembuangan Akhir), atau pesisir pantai. Oleh karena itu, keluarga yang tinggal di daerah ini, profesinya sangat berkaitan dengan <a href="https://arsitekta.com/lingkungan-hidup-dan-istilah-istilah-yang-berkaitan-dengan-arsitektur/">lingkungan</a> mereka tinggal. Sepert tukang sampah, tukang rosok, nelayan dan sebagainya.</li>
<li>Rumah bantaran sungai = bangunan rumah tinggal yang terletak sepanjang bantaran (garis sempadan) sungai, atau kali. Dan memanfaatkan sungai sebagai tempat MCK (Mandi, Cuci dan Kakus).</li>
<li>Rumah <em>cluster</em> = bangunan rumah tinggal yang terletak pada suatu daerah yang ekslusif dan tertutup. Umumnya rumah cluster dibangun hanya belasan unit. Namun model dan luas lahan sama. Penjagaan yang super ketat, terbukti dengan pemasangan pagar keliling yang tinggi, dan CCTV.</li>
<li>Perumahan             = satu kompleks rumah tinggal dengan jumlah ratusan, bahkan sampai ribuan unit. Type/model rumah pada daerah tersebut umumnya yang berbeda-beda. Serta dilengkapi dengan fasilitas umum. Guna menunjang aktivitas dan kebutuhan warga. Seperti pasar, tempat olah raga, sekolah dan sebagainya.</li>
<li>Rumah tusuk sate (huk) = adalah rumah tinggal yang letaknya berada secara lurus pada satu persimpangan. Muncul istilah tusuk, karena salah satu ruas jalan tersebut seakan-akan menusuk bangunan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Jenis-jenis rumah menurut bahan yang digunakan untuk pembangunan</strong></h2>
<p>Daftar terakhir. 36 macam bangunan rumah di Indonesia berdasarkan material yang digunakan, terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Rumah kayu = bangunan rumah yang menggunakan kayu sebagai material utama, untuk membuat struktur bangunan. Misalnya pilar, balok, lantai dan dinding. Bahkan untuk membuat kosen pintu/jendela.</li>
<li>Rumah bambu = hunian yang mayoritas bahannya menggunakan bambu. Model rumah seperti ini awalnya banyak ditemui di desa. (Bandingkan dengan rumah tradisional). Namun, saat ini sudah merambah pada <a href="https://ihategreenjello.com/pesona-keindahan-wisata-rumah-bambu/">daerah wisata.</a> Dimana digunakan sebagai rumah sewa, atau penginapan.</li>
<li>Rumah beton = bangunan yang keseluruhan strukturnya terbuat dari material beton. Model ini dicoba untuk hunian tahan gempa di daerah Yogyakarta. Dan ternyata sangat efektif.</li>
<li>Rumah gedung = identik dengan rumah tinggal bertingkat, modern dan mewah.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Penutup] Keberagaman rumah adat di Indonesia yang haru dijaga dan dilestarikan</strong></h2>
<p>Rumah adat adalah salah satu harta kekayaan masyarakat Indonesia, yang wajib dilestarikan secara turun-temurun. Sebab, jikalau hilang. Maka dipastikan identitas satu suku bangsa, juga lenyap. Tentu tidak kita inginkan bukan?. Untuk itu, harus kita jaga sama-sama.</p>
<p>Dalam daftar ini, rumah adat hanya sebagai perwakilan. Menunjukan bahwa masuk dalam 36 macam bangunan rumah Nusantara. Namun jumlah yang sebenarnya mencapai ratusan. Karena setiap daerah/suku memiliki rumah adat. Dengan gaya arsitektur, material dan karakteristik yang berbeda.</p>
<p>Oleh sebab itu, derasnya <a href="https://katadata.co.id/safrezi/berita/61dbc760b8149/dampak-positif-globalisasi-di-berbagai-sektor">arus globalisasi</a> menjadi tantangan tersendiri, bagi ‘anak bangsa’ dalam hal pelestarian rumah adat. Sisi lain memang perlu mengikuti perkembangan zaman. Tapi juga penting menunjukkan identitas bangsa, yang menghormati tradisi dan budaya. Salah satunya adalah melalui rumah adat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/">36 Macam Bangunan Rumah di Indonesia dan Kegunaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
