<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Istilah-istilah Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/category/istilah-istilah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/category/istilah-istilah/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 08:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Istilah-istilah Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/category/istilah-istilah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 00:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[ahsp baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pekerjaan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5470</guid>

					<description><![CDATA[<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi. Bahan utama dan pendukung balok baja Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi.</p>
<h2>Bahan utama dan pendukung balok baja</h2>
<p>Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang ditemui dengan menggunakan beberapa material sekaligus. Atau sering disebut dengan material baja profil gabungan.</p>
<p>Jadi menurut jenis material utama yang digunakan, balok baja terbagi menjadi 2 macam. Yakni terbuat dari batang tunggal, atau batang gabungan (tersusun).</p>
<p>Sementara itu bahan pendukung balok baja adalah sejumlah material baja yang dipasang pada balok dengan tujuan untuk memudahkan pemasangan, maupun untuk menambah kekuatan balok tersebut.</p>
<h2>Komponen balok baja WF dan satuan perhitungan volume</h2>
<p>Selain material baja WF, terdapat sejumlah material plat baja yang digunakan untuk membuat sebuah balok. Plat baja tersebut berfungsi sebagai pelekat (clead plate), maupun sebagai rib pengaku (stiffners).</p>
<p>Sementara itu satuan perhitungan volume/tonase balok pada umumnya adalah kilogram. Akan tetapi tidak jarang ditemui menggunakan satuan unit. Seperti yang terjadi pada perhitungan volume <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/" target="_blank" rel="noopener">pekerjaan tiang kolom</a> baja.</p>
<p>Maka dari itu, untuk mengetahui berapa tonase sebuah balok baja ada 2 hal yang perlu Anda pahami lebih dulu, yaitu: 1]. Berapa jenis material yang digunakan untuk membuat balok, serta 2]. Ukuran masing-masing material tersebut.</p>
<h3>Perhitungan volume pekerjaan balok baja profil gabungan</h3>
<p>Kali ini Saya ambil sebuah contoh perhitungan balok induk. Balok tersebut terbuat dari material baja profil gabungan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3117" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg" alt="4 macam contoh balok baja yang terbuat dari profil gabungan" width="450" height="335" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Misal bentang balok adalah 10,0 meter. Maka ragam material yang digunakan adalah:</p>
<ol>
<li>Batang utama (atas/bawah) = UNP 150x75x6,5</li>
<li>Batang pembagi (vertikal/diagonal) = L 50x50x5; tiap jarak @50 cm</li>
<li>Tinggi profil balok (H) = 600 mm</li>
<li>Pelat lekat T=12 mm, ukuran 150 x 900 mm</li>
<li>plat pengaku antara batas atas dan bawah T=10 x 300 x 600 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama adalah mencari total volume/tonase balok. Caranya dengan rumus:<br />
<strong>= P x J x Bs</strong><br />
P = Panjang material<br />
J = Jumlah<br />
Bs = Berat satuan berdasarkan tabel baja</p>
<p><strong>Berat baja UNP 150x75x6,5 mm :</strong><br />
= (10,0 + 1,0) x 2 x 18,67 kg/m<br />
= 410,67 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka vertikal :</strong><br />
= 0,60 x (10 : 0,50) x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 90,0 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka diagonal :</strong><br />
= 0,75 x 20 x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 112,50 kg</p>
<p>Sementara itu tonase pelat baja dihitung dengan rumus:<br />
<strong>= P x L x J x Bs</strong></p>
<p>Dengan demikian berat pelat lekat T=12 mm diketahui:<br />
= 0,15 x 0,90 x 2 x 97,22 kg/m²<br />
= 26,25 kg</p>
<p>Sementara itu berat plat pengaku T=10 mm adalah:<br />
= 0,30 x 0,60 x 2 x 81,0 kg/m²<br />
= 29,26 kg</p>
<h3>Total biaya pemasangan balok baja profil tersusun</h3>
<p>Setelah mengetahui total volume pekerjaan balok baja profil gabungan. Langkah berikutnya adalah menghitung biaya pemasangan. Yaitu dengan cara membuat rekapitulasi material yang digunakan untuk komponen balok, sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>UNP 150x75x6,5 = 410,67 kg</li>
<li>Besi L 50x50x5 = 202,50 kg</li>
<li>Pelat baja T=12 mm = 26,25 kg</li>
<li>Plat baja T=8 mm = 29,26 kg</li>
</ul>
<p>Jadi total tonase pekerjaan balok baja profil gabungan sebesar:<br />
= 410,67 + 90,0 + 112,50 + 26,25 + 29,26<br />
= 668,58 kg</p>
<p>Bilamana harga satuan pemasangan balok dibuat rata-rata, misalnya Rp 25.000,- per kilogram, maka total biaya pemasangan per unit balok adalah:<br />
= 668,58 kg x Rp 25.000,-<br />
= Rp 16.714.401,67</p>
<h3>Cara konversi biaya pemasangan balok</h3>
<p>Selain menggunakan satuan unit, buah, atau set. Adakalanya pemasangan balok baja dihitung dengan menggunakan satuan yang agak nyeleneh. Yiatu meter lari.</p>
<p>Jikalau Anda menemui kasus seperti ini jangan khawatir. Sebeb proses perhitungan volume pekerjaan balok baja tetap sama, yaitu dimulai dengan menggunakan satuan Kg seperti contoh perhitungan diatas.</p>
<p>Oleh sebab itu menurut contoh perhitungan tersebut, jikalau Adan sudah membuat rincian volume balok serta menemukan biaya pemasangannya. Langkah selanjutnya adalah konversi biaya tersebut. Caranya adalah dengan seperti berikut:<br />
= Rp 16.714.401,67 : 10,0 m<br />
= Rp 1.617.440,17,- / m’<br />
Dibulatkan menjadi Rp 1.617.000,-</p>
<p>Gambar perspektif balok baja profil gabungan seperti dalam perhitungan diatas adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pelat lekat dan pelat pengaku terpasang menjadi satu (warna pink), sementara bagian bawahnya terdapat voute yang berfungsi sebagai sekur balok baja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3616" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg" alt="Contoh balok yang terbuat dari gabungan beberapa gabungan material baja" width="500" height="302" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Alat sambung balok dan perhtungan biaya</h2>
<p>Alat yang digunakan membuat maupun untuk menyatukan setiap komponen dalam sebuah balok baja ada 2 macam, yakni las dan mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan dan perhitungan biaya. Untuk <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-kebutuhan-kawat-las-konstruksi-gudang/">menghitung pekerjaan las</a> (biaya pengelasan) umumnya menggunakan satuan meter lari. Sementara itu biaya untuk pemasangan mur baut + ring adalah menggunakan satuan <a href="https://www.liputan6.com/hot/read/5202821/1-kodi-berapa-pcs-pahami-pengertian-dan-cara-menghitungnya#:~:text=Pcs%20adalah%20istilah%20yang%20ditulis,bagian%2C%20potongan%2C%20atau%20satuan.">Pcs</a> atau Buah.</p>
<p>Penting diketahui, perhitungan volume pekerjaan balok baja sebagaimana diuraikan diatas belum termasuk biaya kedua alat sambung tersebut. Oleh sebab itu, harus dihitung secara terpisah.</p>
<p>Persoalnnya, apakah kedua alat sambung tersebut dikehendaki terpisah atau dihitung menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan baja?. Jikalau dikehendaki menjadi satu kesatuan, berarti Anda haru menambahkan rincian pekerjaan pengelasan dan pemasangan baut pada volume pekerjaan baja.</p>
<p>Dengan demikian akan diketahui biaya total pemasangan lengkap dengan alat sambung baja. Dan, setelah itu Anda dapat melakukan konversi biaya pemasangan ke satuan meter lari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 00:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[base plate]]></category>
		<category><![CDATA[detail sambungan kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tiang kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5467</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum). Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum).</p>
<p>Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak paham sepenuhnya ragam satuan konstruksi baja. Kedua, orang tersebut sebenarnya paham, tetapi tidak mau ribet untuk menghitung volume baja secara detail.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3579" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg" alt="Pelaksanaan pabrikasi kolom baja WF yang tepat, cepat dan berkualitas" width="500" height="304" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar-300x182.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Plus minus menggunakan satuan kilogram untuk pekerjaan baja</h2>
<p>Harus diakui bahwa perhitungan volume pekerjaan konstruksi baja dalam satuan kilogram membutuhkan waktu yang cukup lama. Artinya semakin kompleks komponen material yang terdapat pada kontruksi tersebut, maka waktu yang Anda butuhkan untuk menghitung volume pekerjaan semakin lama.</p>
<p>Akan tetapi kelebihan dari penggunaan satuan tersebut adalah hasil perhitungan volume yang Anda lakukan jamin akurat. Hal itu didukung pula oleh AHSP baja resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah rata-rata mengunakan satuan kilogram.</p>
<p>Oleh sebab itu satuan yang tepat untuk pekerjaan tiang kolom baja pun idealnya adalah dalam satuan ini. Hal itu sudah Kami terapkan pada seluruh perhitungan biaya pekerjaan konstruksi baja selama ini, baik yang Kami kerjakan langsung maupun oleh orang lain (Klien). Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Dengan kata lain sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<h2>Ragam satuan pekerjaan kolom baja WF</h2>
<p>Selain 3 jenis satuan yang Kami sebutkan diatas (Buah, Unit, Set atau Ls), baru-baru ini Kami menemui satuan Titik. Disingkat dengan Ttk. Yang dipakai untuk perhitungan volume kolom baja WF. Jadi, selain satuan kilogram. Kali ini ada 5 macam satuan volume pekerjaan tiang kolom baja.</p>
<p>Perlu diketahui pada dasarnya ke-empat satuan tersebut pada dasarnya adalah sama. Untuk dijadikan sebagai satuan volume pekerjaan kolom baja WF misalnya, berarti 1 unit tiang kolom terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Material WF</li>
<li>Plat landas. Dalam bahasa Inggris disebut base plate</li>
<li>Stiffner (rib)</li>
<li>Plat tutup kolom (jika ada).</li>
</ol>
<p>Selain 4 komponen diatas, ada pula rangkaian pekerjaan yang terdapat pada pekerjaan tiang kolom yaitu:<br />
&#8211; Mengelas plat landas, rib dan tutup kolom<br />
&#8211; Serta membuat lubang baut.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk mengetahui berapa biaya pemasangan kolom WF dengan satuan Unit, kita harus lebih dulu menghitung berat masing-masing komponen material, serta menghitung volume las dan lubang baut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<h2>Contoh perhitungan volume pekerjaan tiang kolom WF</h2>
<p>1 Unit tiang kolom WF 250x125x6x9 dengan spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tinggi standar 6,0 m</li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=nxTavweDQZ0">Plat landas</a> yang terbuat dari material palt T=10, ukuran 200 x 300 mm.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/plat-strip-yang-terbaik-untuk-bahan-rib-plat/">Plat rib</a> T=6 x 59 x 232 mm sebanyak 4 buah</li>
<li>Dan, 1 buah plat tutup T=6 x 125 x 250 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama, menghitung tonase keseluruhan material. Caranya adalah:<br />
<strong>• Hitung tonase baja WF 250:</strong><br />
= 6,0 x 29,6 kg/m x 1 bh<br />
= 117,60 kg</p>
<p><strong>• Hitung berat plat landas T=10 mm:</strong><br />
= 0,20 x 0,30 x 81,0 kg/m² x 1 bh<br />
= 4,86 kg</p>
<p><strong>• Berat plat Rib T=6 mm:</strong><br />
= 0,059 x 0,232 x 48,61 kg/m² x 4<br />
= 2,66 kg</p>
<p><strong>• Berat plat tutup T=6 mm:</strong><br />
= 0,125 x 0,250 x 48,61 kg/m² x 1<br />
= 1,52 kg</p>
<p>Total tonase tiang kolom WF 250 adalah:<br />
= 117,60 + 4,86 + 2,66 + 1,52 kg<br />
= 126,64 kg</p>
<h2>Perhitungan biaya pemasangan kolom WF</h2>
<p>Menurut standar AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) baja resmi, biaya pemasangan baja WF dan pelat pada umumnya tidak sama. Oleh sebab itu, jikalau ingin mengetahui biaya pemasangan kolom WF dalam satuan Unit atau Buah. Maka biaya pemasangan dibagi menurut jenis material yang digunakan untuk tiang kolom.</p>
<p>Pada contoh perhitungan volume diatas, terdapat tonase baja WF sebesar 117,60 kg dan tonase plat baja sebesar 9,04 kg. Jadi rincian biaya pemasangan tiang kolom adalah sebagai berikut:<br />
= 117,60 kg x Rp 36.952 = Rp 4.345.555,20<br />
= 9,04 kg x Rp 42.757 = Rp 386.523,28</p>
<p>Total biaya pemasangan tiang kolom WF 250x125x6x9 adalah Rp 4.732.078,48 / Unit.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
• 2 macam harga satuan diatas diperoleh dari <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">AHSP baja WF</a> dan AHSP pelat baja.<br />
• Kedua AHPS tersebut dapat Anda peroleh dalam situs ini dengan cara mengetik kata kunci terkait.</p>
<p>Nah, total biaya Rp 4.732.078,48 ini lah yang Anda masukan dalam BoQ baja, jikalau di dalam BoQ tersebut pekerjaan tiang kolom WF disebutkan dalam satuan Buah, Unit, Set, Ls atau Titik.</p>
<h2>[Kesimpulan] Esensi satuan volume pekerjaan baja</h2>
<p>5 jenis satuan yang disebtkan diatas adalah menggambarkan sebuah tiang kolom yang siap pasang. Lengkap dengan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk sebuah keperluan struktur tiang pada konstruksi baja.</p>
<p>Metode perhitungan biaya pemasangan diatas juga dapat Anda terapkan untuk seluruh pekerjaan tiang kolom baja. Misalnya tiang kolom H Beam, kolom UNP, besi pipa CNP double dan lain sebainya.</p>
<p>Terakhir, secara khusus oleh Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja penggunaan 5 jenis satuan ini selalu dihindari. Dengan alasan terlalu jelimet untuk diterapkan, serta memakan waktu lama. Sedangkan pada dasarnya hasil perhitungan biaya adalah sama jikalau hanya menggunakan satuan Kg.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</title>
		<link>https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 09:19:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengelas rib]]></category>
		<category><![CDATA[kawat las baja]]></category>
		<category><![CDATA[pengelasan baja]]></category>
		<category><![CDATA[plat rib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengelas plat rib pada balok, kolom, dan kuda-kuda baja dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Hal itu dimaksud untuk memperoleh hasil yang maksimal serta tidak menguras anggaran biaya. Diantara sekian banyak teknik yang berkaitan dengan pemasangan rib baja (sebutan lain untuk plat rib) adalah terkait dengan alat yang digunakan, serta metode pengelasan yang akan dilakukan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/">5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengelas plat rib pada balok, kolom, dan kuda-kuda baja dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Hal itu dimaksud untuk memperoleh hasil yang maksimal serta tidak menguras anggaran biaya.</p>
<p>Diantara sekian banyak teknik yang berkaitan dengan pemasangan <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/" target="_blank" rel="noopener">rib baja</a> (sebutan lain untuk plat rib) adalah terkait dengan alat yang digunakan, serta metode pengelasan yang akan dilakukan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2421" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg" alt="Pengelasan baja juga salah satu penyebab terjadinya karat pada konstruksi baja" width="640" height="427" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>2 hal tersebut akan Saya kupas tuntas disini, untuk menjawab pertanyaan Subcriber di Channel <a href="https://www.youtube.com/shorts/nXDMVfxYwPs">Youtube</a> Kami beberapa waktu lalu. Tentang bagaimana sebaiknya mengelas plat rib pada balok WF agar tidak sampai merusak karakteristik material.</p>
<h2>Alasan yang timbul akibat penggunaan kawat las tertentu</h2>
<p>Pengelasan rib baja harus dilakukan dengan menggunakan kawat las (elektroda terbungkus). Atau sering disebut dengan las busur listrik (SMAW) adalah karena alasan sebagai berikut:</p>
<h3>1. Temperatur las tidak telalu tinggi</h3>
<p>Mengingat letak pasang rib adalah selalu melintang pada sebuah baja profil, maka diupayakan suhu las tidak terlalu tinggi. Sebab akibat panas yang berasal dari las dapat merusak sifat mekanis material baja.</p>
<p>Temperatur perlakukan panas akibat las SMAW adalah antara 400°C sampai 750°C. Angka ini jelas jauh dari kata aman dibanding dengan titik leleh logam yang mencapai 1.538°C.</p>
<p>Oleh sebab itu sekalipun mengelas plat rib dilakukan secara full, kemungkinan besar tidak mengakibatkan berkurangnya kekuatan material baja dimana plat rib tersebut terpasang.</p>
<h3>2. Persiapan/penggunaan alat lebih praktis</h3>
<p>Perangkat alat las SMAW tidak banyak. Yaitu terdiri dari: Elektroda, Mesin las SMAW (Travo Las), Stang las, dan Safty. Oleh sebab itu mudah diperoleh dan praktis ketika digunakan.</p>
<p>Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja, khususnya saat proses pabrikasi. Kesiapan alat kerja adalah unsur yang sangat penting untuk mencapai kualiatas.</p>
<p>Ketika alat yang digunakan tidak lengkap atau katakanlah terbatas. Maka dapat dipastikan akan mengakibatkan proses pabrikasi tidak lancar, sehingga kualitas pwkerjaan tidak bagus. Serta mengakibatkan waktu pelaksanaan pekerjaan sangat lama.</p>
<p>Maka dari itu mengingat mengelas plat rib adalah bagian dari proses pabrikasi baja, pemilihan alat las yang tepat adalah termasuk faktor utama dalam mencapai target yang diinginkan.</p>
<p>Dengan demikian proses pengelasan berjalan lancar, berkualiatas tinggi, namun tidak merusak unsur-unsur logam yang terkandung pada material yang akan di las.</p>
<h2>Proses mengelas rib baja tidak boleh full dan alasannya</h2>
<p>Kalau pada artikel sebelumnya Saya menjelaskan hingga pada proses pemasangan rib baja, diantaranya adalah mengelas secara full. Sesungguhnya hal tersebut tidak berlaku pada setiap struktur baja yang menggunakan plat rib sebagai ekstra pengaku.</p>
<p>Ada kalanya Anda tidak perlu mengelas plat rib secara full, tapi cukup setempat-setempat. Yakni dengan panjang 3-5 cm dan dilakukan selang-seling. Seperti gambar dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5172" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg" alt="Konstruksi balok baja WF yang belum terpasang sempurna sehingga harus dicek kembali panjangnya" width="800" height="450" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Berikut 3 alasan mengapa plat rib tidak perlu di las full pada struktur baja WF dan H Beam:</p>
<h3>1. Material plat rib terlalu tipis</h3>
<p>Dalam hal ini yang dimaksud adalah material yang dugunakan untuk bahan rib, yaitu <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-plat-baja-lubang-dan-tidak-berlubang/">plat baja</a> lembaran. Atau, struktur baja dimana plat rib tersebut akan dipasang. Misalnya tiang kolom, balok, kuda-kuda, konsol dan lain sebagainya.</p>
<p>Sementara itu, anggapan terlalu tipis layak ditujukan jikalau ketebalan kedua atau salah satu dari material yang disebut di atas adalah &lt;6 mm. Oleh sebab itu, sebaiknya mengelas plat rib tidak perlu full.</p>
<p>Dampaknya bilamana pengelasan dilakukan secara full adalah akan mengakibatkan rusaknya kandungan material struktur baja, oleh sebab panas las yang lama.</p>
<p>Selain itu, terhadap plat rib sendiri kemungkinan akan berubah bentuk dan memuai, jika mendapat las yang banyak. Perubahan bentuk tersebut umumnya adalah menjadi miring, melengkung, atau mengerut.</p>
<h3>2. Jarak pemasangan rib terlalu rapat</h3>
<p>Pada beberapa kasus, misalnya oleh karena kurangnya pemahaman jasa arsitek yang merancang konstruksi baja, menganggap semakin banyak pemasangan plat rib dianggap semakin bagus (kokoh). Padahal tidak.</p>
<p>Plat rib yang terlalu banyak (pemasangannya rapat) justru mengakibatkan 2 hal yaitu:</p>
<ul>
<li>Pemborosan biaya</li>
<li>Struktur baja jadi lemah.</li>
</ul>
<p>Pemborosan biaya terjadi karena Anda membutuhkan material yang banyak, sehingga mengakibatkan tonase baja makin besar. Akibat daripada itu proses mengelas plat rib otomatis makin lama. Dan pada akhirnya membutuhkan biaya yang tinggi.</p>
<p>Sedangkan struktur baja menjadi lemah karena makin banyaknya titik pangelasan yang diterima dengan temperatur cukup tinggi. Sebagaimana dijelaskan pada paragraf 5.</p>
<p>Kembali menyinggung soal pembahasan pada artikel sebelumnya tentang jarak pemasangan rib baja yang ideal adalah tidak kurang dari 1,5 meter untuk balok baja. Sedangkan untuk tiang kolom adalah &gt;2,0 meter. Dan untuk kuda-kuda adalah 2,5 m atau lebih.</p>
<h3>3. Kualitas rib plat masih dipertanyakan</h3>
<p>Issu mengenai kualitas baja profil Indonesia mencuat sekitar 2 tahun terakhir. Khususnya pada jenis material baja WF, yang diawali dengan munculnya produk sejenis namun dengan harga yang jauh lebih murah.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan dan pengalaman Kami kala menggunakan bahan ini, sebagaimana Kami sampaikan dalam video short diatas adalah berkualiatas sangat rendah.</p>
<p>Oleh sebab itu ketika Anda mengelas plat rib pada baja WF tersebut jangan full. Supaya unsur logam yang terkandung dalam material yang meyerupai huruf I tersebut tidak rusak.</p>
<p>Kami tambahakan lagi. Ketika pengelasan full dilakukan sangat jelas terlihat baja WF seperti ikut terpotong oleh panas api dari las. Hal itu menandakan bahwa struktur kandungan logam dalam material tersebut telah berubah. Dan akan membuat kekuatan tarik material WF jadi menurun.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/">5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 09:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan untuk rib]]></category>
		<category><![CDATA[cara memasang rib]]></category>
		<category><![CDATA[jenis rib]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan rib baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan. Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3426" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg" alt="Macam-macam type rib baja dan letak pemasangan ketahui begini" width="450" height="341" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja-300x227.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut telah Saya sajikan sebelumnya, dan bisa Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-dan-kegunaan-rib-baut-pada-struktur-bangunan-baja/">artikel</a> ini.</p>
<h2>Cara menentukan letak pemasangan rib baja</h2>
<p>Idealnya letak pasang plat rib pada sebuah balok baja adalah di setiap ujung voute. Posisi tersebut seperti terlihat pada gambar yang berada di paragraf 1.</p>
<p>Dengan adanya plat rib tersebut maka hubungan antara balok dengan tumpuan jadi kokoh. Sebab voute yang berfungsi sebagai ekstra pengaku (sekur) balok menyatu dengan sayap maupun dengan badan <a href="https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/" target="_blank" rel="noopener">balok</a> WF/HB. Khusunya pada bentang besar. Misalnya bentangan 8 meter atau lebih.</p>
<h3>a. Rib balok induk</h3>
<p>Rib balok induk artinya rib yang pemasangannya dilakukan pada balok induk. Pemasangan rib ini sifatnya tambahan. Dimana, jikalau rib baja yang berada di ujung voute dianggap masih kurang, maka penempatan rib berikutnya dilakukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>Mengukur jarak total antara rib yang berada di ujung voute, lalu dibagi 3.</li>
<li>Jika cara 1 dianggap belum cukup, maka jarak total rib tersebut dibagi 5.</li>
</ol>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4878" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg" alt="Bentuk dan cara pasang plat rib yang benar pada material baja WF" width="1168" height="764" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg 1168w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-1024x670.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-768x502.jpg 768w" sizes="(max-width: 1168px) 100vw, 1168px" /></a></p>
<p>Metode pembagaian jarak pemasangan rib baja sebagimana dimaksud pada poin 1 dan 2 adalah seperti gambar diatas.</p>
<p>Sampai disini penting diketahui bahwa:</p>
<ol>
<li>Pembagian jarak rib tengah harus ganjil dan sama rata. Misalnya 3; 5; 7 dan seterusnya.</li>
<li>Pemasangan rib tepi balok (yang berada di ujung voute) sifatnya wajib.</li>
<li>Metode perletakan rib baja ini berlaku pula pada seluruh kuda-kuda baja WF, maupun kuda-kuda baja kastela.</li>
</ol>
<p>Oh iya penting diketahui ciri khas balok induk adalah memiliki voute di setiap ujung balok. Sementara jikalau tidak memiliki voute kemungkinan besar bahwa balok tersebut bukan balok induk.</p>
<h3>b. Rib balok anak</h3>
<p>Sering pula kita perlu memasang rib pengaku pada balok anak baja WF dan balok anak baja H Beam. Dimana pada balok anak sangat jarang ditemui menggunakan voute.</p>
<p>Dalam kasus ini pembagian jarak pasang rib baja tetap sama. Yaitu setiap kelipatan ganjil. Dan, dasar pengukuran jarak tersebut dilakukan dari pelat lekat balok anak. Perhatikan gambar dibawah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4912" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg" alt="Pertemuan antara balok induk dan balok anak baja" width="1017" height="768" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg 1017w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-300x227.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-768x580.jpg 768w" sizes="(max-width: 1017px) 100vw, 1017px" /></a></p>
<p>Misal panjang total balok anak (Pg) adalah 5.880 mm. Berarti pemasangan rib baja idelanya dilakukan setiap jarak:<br />
= Pg : 3<br />
= 5.880 : 3 = 1.960 mm</p>
<p>Jadi jumlah plat rib setiap balok adalah 2 buah. Tepatnya 2 di sebelah kanan, dan 2 lagi di sebelah kiri sayap WF atau HB.</p>
<h2>Tahapan pemasangan plat rib yang benar</h2>
<p>Tanpa membedakan balok induk atau balok anak, secara umum pemasangan plat rib balok maupun kuda-kuda baja WF terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama melakukan las titik, dan tahap kedua adalah melakukan pengelasan full.</p>
<h3>1. Proses las titik plat rib pada balok WF</h3>
<p>Dilakukan pasca menentukan jarak pasang rib pada kedua sisi profil baja WF. Dan, las titik dilakukan untuk menempatkan plat rib secara melintang pada material yang menyerupai huruf H tersebut.</p>
<p>Pada tahap ini yang perlu Anda pastikan selain jarak pasang rib adalah pertemuan antara baja WF dan rib, yakni harus 90*. Hal itu dimaksud agar fungsi rib sebagai pengaku balok jadi maksimal dan tidak mengakibatkan buckling pada balok.</p>
<p>Sementara itu titik-titik las yang perlu Anda buat pada rib adalah pada setiap sudut material yang berbentuk kotak tersebut. Lebih jelas aplikasi mengenai pemasangan rib baja silahkan Anda lihat dalam <a href="https://www.youtube.com/shorts/3Bw-W43ksqU">video short</a> berikut.</p>
<h3>2. Proses pengelasan baja secara baja</h3>
<p>Mengelas rib baja secara full maksudnya mengelas seluruh bidang material plat rib yang terhubung langsung dengan profil baja WF. Baik sisi kanan dan kiri, atau bidang yang vertikal maupun horizontal.</p>
<p>Proses ini bisa dimulai manakala seluruh plat rib sudah selesai dipasang dengan las titik pada sebuah balok. Sehingga tidak ada lagi kemungkinan berubah posisi atau jarak.</p>
<p>Pada umumnya las full ini dimulai pada bidang datar plat rib baja. Dengan kata lain pada posisi perletakan balok baja mengahap ke atas/kebawah. Sehingga menyerupai huruf H. Lalu, area plat rib yang dilas lebih dulu adalah yang menempel pada bagian badan WF.</p>
<p>Setelah itu, balok baja dibuat dalam posisi berdiri layaknya huruf I. Kemudian lakukan pengelasan secara full pada bidang sayap balok WF. Dengan demikian satu sisi pemasangan rib baja telah selesai dilakukan pada balok baja WF.</p>
<p>Lakukan metode yang sama pada sisi balok baja yang berikutnya, agar seluruh plat rib terpasang dengan kokoh, dan menyatu secara sempurna pada baja WF.</p>
<h2>Catatan penting tentang rib baja</h2>
<p>1. Dalam pembahasan ini sering muncul istilah plat rib. Hal itu menandakan bahwa material yang digunakan untuk membuat rib adalah plat baja lembaran.<br />
2. Pengelasan rib baja umumnya dilakukan dengan las CO dan las elektroda (kawat las).<br />
3. 1 unit rib balok terdiri dari 2 buah plat baja yang dibentuk sesuai dengan dimensi profil baja WF atau baja H Beam yang digunakan untuk material balok.<br />
4. Pemasangan rib baja sifatnya wajib pada kedua sisi baja WF dan HB.<br />
5. Pengelasan plat rib secara full tidak wajib. Sebab beberapa material baja WF tidak memenuhi standar untuk hal tersebut. Ketahui apa alasannya dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/">Kami</a> berikutnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 07:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[merancang kuda-kuda]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan kuda-kuda WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama. Hubungan kuda-kuda baja baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4381" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg" alt="Teknik menggunakan material baja bekas untuk konstruksi gudang" width="500" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Hubungan kuda-kuda baja baru dan tiang kolom lama</h2>
<p>Pada saat melakukan ekspansi bangunan pabrik atau gudang hal pertama yang selalu dipikirkan adalah bangaimana agar struktur bangunan lama (eksisting) dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi bangunan baru (espansi). Dengan tujuan agar biaya pelaksanaan pekerjaan bangunan yang baru bisa hemat dan cepat selesai.</p>
<p>Dan ternyata pemikiran tersebut tidak lah sebuah hal yang mustahil. Selain <a href="https://www.bajasatu.com/cara-memilih-material-batu-belah-yang-terbaik-untuk-pondasi-lajur-part-3-of-4/">pondasi</a>, struktur bangunan lama yang sering dimanfaatkan untuk keperluaan ekspansi bangunan baru antara lain tiang kolom, balok, konsol, cladding (dinding), talang dan kanopi.</p>
<p>Nah, secara khusus pada pembahasan kali ini Saya fokus mengenai pemanfaatan tiang kolom untuk keperluan memasang kuda-kuda baja baru. Dalam hal ini pada umumnya tiang kolom lama adalah terbuat dati baja WF atau <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/" target="_blank" rel="noopener">H Beam</a>.</p>
<p>Jikalau pun ternyata ada tiang kolom yang terbuat dari material lain misalnya pipa besi atau baja profil gabungan, hal tersebut dipastikan sangat jarang dan terjadi karena kondisi tertentu. Namun kali ini Kita tetap fokus pada 2 jenis material baja yang menyerupai huruf H ini.</p>
<h2>Sistem sambungan kuda-kuda WF</h2>
<p>Join antara kuda-kuda baja dengan tiang kolom WF atau H-Beam selalu upayakan dengan cara baut mur. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemasangan (ereksen). Maka dari itu sebelum merencanakan material dan ukuran baut kuda-kuda sebaiknya cek kolom baja yang lama.</p>
<p>Hal-hal yang perlu Anda cek pada kolom lama tersebut adalah:</p>
<h3>1. Dimensi lengkap material</h3>
<p>Yaitu meliputi ukuran setiap profil material baja WF denan mengguankan satuan milimeter. Untuk itu agar ukuran yang Anda peroleh akurat, maka alat ukur yang tepat Anda gunakan melakaukan pengecekan ini adalah sketmat.</p>
<p>Dimensi lengkap material baja WF ditandai dengan 4 kode ukuran yakni:<br />
H x B x t1 x t2<br />
H = Tinggi profil<br />
B = Lebar sayap<br />
t1 = Tebal badan<br />
t2 = Tebal sayap</p>
<p>Contoh: WF 300x150x6,5&#215;9 atau WF 400x200x8x13</p>
<p>Nah, dari data material tersebut Anda bisa membayang sejauh mana kemampuan tiang kolom lama untuk menopang kuda-kuda baja yang baru. Sehingga Anda bisa menentukan lebar bangunan (bentang kuda-kuda) yang akan Anda buat.</p>
<h3>2. Tinggi total kolom baja</h3>
<p>Memasang kuda-kuda baja yang baru sebaiknya rata dengan tinggi kolom lama. Supaya tinggi bangunan lama sama dengan bangunan yang baru. Oleh sebab itu, tinggi total tiang kolom bangunan yang lama harus Anda ketahui.</p>
<p>Sebagaimana diterapkan secara umum, pemasangan tiang kolom WF ada macam yakni:</p>
<ul>
<li>Berada diatas permukaan lantai bangunan,</li>
<li>Berada diatas kolom beton (pedestal).</li>
</ul>
<p>Nah untuk kedua kondisi ini, ukuran tinggi tiang kolom bangunan lama selalu dimulai dari <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">elevasi</a> lantai. Jadi, jikalau pun ternyata kolom baja berdiri diatas kolom pedestal, maka tinggi total kolom baja adalah termasuk dengan tinggi kolom pedestal tersebut.</p>
<p>Selanjutnya apakah Anda akan mengadopsi sistem struktur kolom lama ini pada kolom baja yang baru pada prinsipnya tidak masalah. Karena yang menjadi prioritas pengukuran adalah tinggi bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2816" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg" alt="Contoh pemasangan skur yang berfungsi sebagai batang tekan pada kuda-kuda baja kastela" width="520" height="346" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg 520w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 520px) 100vw, 520px" /></a></p>
<h3>3. Kondisi ujung tiang kolom WF dan HB</h3>
<p>Bentuk ujung sebuah tiang kolom baja WF dan H Beam pada umumnya ada 3 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Rata</li>
<li>Serong sesuai sudut kemiringan kuda-kuda</li>
<li>Sisi kanan dan kiri dilengkapi lubang baut</li>
<li>Salah satu sisi saja yang memiliki lubang baut.</li>
</ol>
<p>Atas kondisi tersebut diatas, tindakan yang harus Anda lakukan ketika hendak merencanakan dan memasang kuda-kuda baja yang baru adalah:<br />
Poin 2; Mengakibatkan tinggi kuda-kuda yang baru tidak sama dengan kuda-kuda yang lama<br />
Poin 3; Perlu modifikasi lubang baut untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru<br />
Point 4; Perlu membuat lubang baut yang baru.</p>
<p>Khusus poin 1 adalah kondisi kolom baja lama yang ideal dimanfaatkan untuk struktur bangunan baru. Maka dari itu sejak awal jika ada rencana untuk melakukan ekspansi bangunan, sebaiknya ujung kolom WF/HB selalu dibuat rata.</p>
<h4>a. Persiapan membuat lubang baut kuda-kuda</h4>
<p>Pada kolom baja lama umumnya terpasang sebuah konsol. Dan diatas konsol tersebut ada beberapa gording, trekstang, rangka talang dan lisplang. Yang menjadi satu kesatuan dengan atap bangunan lama.</p>
<p>Nah, agar tiang kolom tersebut dapat Anda manfaatkan untuk memasang kuda-kuda baja baru berarti seluruh konstruksi atap pada konsol harus dibongkar. Pembongkaran lakukan dengan tahap-tahap berikut:<br />
1. Memotong atap<br />
2. Melepaskan lisplang<br />
3. Melepaskan talang<br />
4. Mencopot trekstang<br />
5. Mencopot gording<br />
6. Melepas konsol</p>
<h4>b. Cara modifikasi lubang baut lama</h4>
<p>Lubang baut yang terdapapt pada ujung tiang kolom WF pada umumnya ada 2 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Lubang baut untuk kuda-kuda, dan</li>
<li>Lubang baut untuk konsol.</li>
</ol>
<p>Dalam hal ini yang perlu dilakukan modifikasi untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru adalah lubang baut yang sebelumnya digunakan untuk pemasangan konsol. Caranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ukur diameter</li>
<li>Ukur jarak antara lubang, dan</li>
<li>Hitung jumlah lubang baut</li>
</ul>
<p>Langkah berikutnya. Lakukan pengeboran pada setiap lubang baut lama untuk memperbesar diameter. Jadi, modifikasi yang dimaksud sebenarnya disini bukan merubah titik lubang baut. Melainkan membuat ukuran lubang baut agar lebih besar.</p>
<p>Sementara itu, karena lubang baut konsol selalu lebih sedikit dibanding lubang baut kuda-kuda. Maka Anda harus menambah beberapa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Caranya seperti dijelaskan pada langkah berikut.</p>
<h4>c. Cara membuat lubang baut yang baru</h4>
<p>Bila pada tiang kolom WF lama belum ada sama sekali lubang baut untuk memasang kuda-kuda baja yang baru. Berarti Anda harus membuat lubang baut pada kolom tersebut, dengan cara mengebor kolom dengan posisi tegak (terpasang/berdiri).</p>
<p>Ukuran dan jarak lubang pada tiang kolom lama Anda buat sesuai dengan standar ukuran lubang baut untuk kuda-kuda WF. Misal untuk Kuda-kuda WF 250, diameter baut yang digunakan pada umumnya adalah 16 mm. Sebanyak 10 buah. Sedangkan untuk kuda-kuda WF 350 adalah baut M19. Sebanyak 12 buah.</p>
<p>Pada kondisi seperti ini, karena Anda membut lubang baut baru pada kolom baja lama. Berarti ukuran baut pada tiang kolom baja yang baru juga bisa Anda seragamkan. Sehingga tidak terjadi perbedaan sistem sambungan antara kuda-kuda yang terpasang pada kolom lama, dan yang terpasang pada kolom baru.</p>
<h2>Proses pemasangan kuda-kuda baja yang baru</h2>
<p>Walau ada yang terpasang pada tiang kolom lama maupun tiang kolom baru, namun pada dasarnya cara memasang kuda-kuda baja WF adalah sama. Yaitu boleh dilakukan dengan cara manual, dan dengan cara semi manual.</p>
<p>Cara manual artinya seluruhnya hanya mengadalkan tenaga tukang dan dibantu dengan alat kerja ereksen sederhana. Seperti tali tambang, tiang boks pipa dan katrol (chain block). Sementara semi manual artinya dibantu dengan<a href="https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/"> alat berat crane</a>.</p>
<p>Lebih lengkap mengenai langkah-langkah pemasangan kuda-kuda sebelumnya telah Saya posting dalam artikel khusus pada situs ini. Untuk mendapatkan artikel tersebut silahkan Anda browsing pada kolom pencarian.</p>
<p>Seemntara itu, bilamana Anda ingin melakukan ekspansi bangunan dengan cara menyambung bangunan lama. Silahkan hubungi Saya (Riahman Siallagan,S.Ars,.IAI) melalui nomor kontak yang terdapat dalam situs ini juga.<br />
Terimakasih telah membaca artikel ini sampai selesai.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</title>
		<link>https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 00:37:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh-contoh bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian fisik bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[ragam bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu yang sering terdengar di adopsi dari bidang kesehatan adalah istilah fisik. Digunakan juga dalam proyek bangunan dengan istilah fisik bangunan. Apakah Anda tergolong asing dengan istilah ini?. Memang istilah yang sering dipakai pada proyek bangunan sangat banyak. Dan kerap berasal dari istilah-istilah yang familiar pada bidang keilmuan yang lain. Misal dari bidang kesehatan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu yang sering terdengar di adopsi dari bidang kesehatan adalah istilah fisik. Digunakan juga dalam proyek bangunan dengan istilah fisik bangunan. Apakah Anda tergolong asing dengan istilah ini?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4987" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg" alt="Contoh-contoh (tampilan) bahan pelapis konstruksi bangunan" width="900" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<p>Memang istilah yang sering dipakai pada proyek bangunan sangat banyak. Dan kerap berasal dari istilah-istilah yang familiar pada bidang keilmuan yang lain. Misal dari bidang kesehatan, kedokteran, ekonomi dan keuangan, fisika dan sebaginya.</p>
<p>Lalu ketika digunakan pada proyek bangunan otomatis difinisi istilah-istilah tersebut berubah. Sesuai dengan konteks dimana istilah tersebut digunakan.</p>
<p>Hal ini menjadi perhatian Saya, karena Saya melihat akhir-akhir ini melalui video Youtube banyak yang menggunakan istilah baru dalam dunia konstruksi. Yang sulit dimengerti oleh umum, karena pada dasarnya penggunaan istilah tersebut juga kurang pas.</p>
<h2>Pengertian dan ragam proyek bangunan</h2>
<p>Fisik bangunan adalah bentuk struktur dan konstruksi sebuah bangunan yang terlihat dengan kasat mata telah selesai dikerjakan oleh sejumlah tenaga kerja, dan sesuai dengan gambar rencana.</p>
<p>Jadi fisik dalam hal ini boleh kita artikan adalah rangkaian pekerjaan struktural bangunan. Misal sebuah bangunan gedung bertingkat. Fisiknya adalah pondasi, tiang kolom, balok dak, lantai beton dan rangka atap.</p>
<p>Nah, yang menjadi persoalan jenis proyek bangunan kan bukan hanya bangunan gedung?. Menurut Permen PUPR Nomor 26 Tahun 2018 adalah terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Bangunan gedung dan permukiman</li>
<li>Konstruksi jalan dan jembatan</li>
<li>Bangunan Sumber Daya Air (SDA).</li>
</ol>
<p>Jadi, kalau kita merujuk pada Permen tersebut berarti fisik untuk masing-masing bangunan jelas berbeda. Bahkan dalam satu kategori bangunan sering terdapat perbedaan yang signifikan. Misal kategori jalan dan jembatan. Maupun bangunan air.</p>
<p>Konstruksi jalan dan jembatan jelas berbeda jauh, namun tetap dibuat menjadi satu kesatuan. Karena saling berkaitan baik dalam hal fungsi maupun pada saat proses pengerjaan dan pemeliharaan.</p>
<p>Demikian juga bangunan air. Ragam pekerjaan di bidang ini sangat banyak dan kompleks. Sehingga dipastikan fisik bangunan yang terlihat juga berbeda jauh antara yang satu dengan yang lain.</p>
<p>Contoh bangunan waduk dan tanggul penahan bibir pantai. Waduk umumnya dibangun di daratan yang luas, berbentuk bundar dan berisi jutaan kubik air. Sementara tanggul penahan bibir pantai bentuknya memanjang, serta berkelok-kelok.</p>
<h3>a. Fisik bangunan rumah tinggal</h3>
<p>Salah satu contoh bangunan kategori gedung adalah rumah tinggal. Dalam hal ini tidak dibatasi apakah bertingkat atau tidak. Sebab semua rumah tinggal adalah tergolong bangunan gedung.</p>
<p>Lebih spesifik lagi kita ambil sebuah contoh rumah tinggal <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-rumah-tingkat-biasa-dengan-desain-split-level/" target="_blank" rel="noopener">split level</a>, yang dibangun di atas tapak yang miring. Struktur fisik pada bangunan ini antara lain:<br />
1. Dinding Penahan Tanah (DPT)<br />
2. Pondasi tapak atau pancang<br />
3. Sloof beton<br />
4. Kolom struktur<br />
5. Balok struktur lantai<br />
6. Lantai cor/beton<br />
7. Konstruksi atap.</p>
<p>Lalu, bila kita bandingkan dengan bangunan yang sama. Namun pembangunannya dilakukan diatas permukaan tanah yang datar. Otomatis terdapat pula perbedaan. Perhatikan gambar pada paragraf 1.</p>
<p>Perbedaan tersebut selain terletak pada tampak samping bagunan, tetapi juga pada struktur bangunan. Dimana pemasangan DPT tidak perlu dilakukan jikalau permukaan tanah datar. Melainkan hanya pada tapak yang miring.</p>
<p>Sampai disini terbukti bahwa sekalipun jenis dan gaya arsitektur bangunan sama 100%, hal itu tidak menjamin bahwa tampak dan sistem struktur yang diterapkan pada bangunan bisa sama. Akan tetapi berbeda sesuai dengan kontur tanah dimana bangunan tersebut dibangun.</p>
<h3>b. Fisik bangunan jembatan</h3>
<p>Dalam hal ini misal jembatan berada diantara 2 buah pulau. Seperti jembatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu">Suramadu</a>, Jawa Timur. Struktur fisik bangunan yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura ini adalah:<br />
&#8211; Pondasi caisson<br />
&#8211; Balok beton bentang 80 meter<br />
&#8211; Konstruksi penyeimbang kabel tinggi 140,0 m<br />
&#8211; Konstruksi lantai jembatan komposit tebal 2,4 m<br />
&#8211; Struktur kabel tarik diameter 550 dan 140 mm<br />
&#8211; Konstruksi railing pakai besi holow 200x200x8 mm dan <a href="https://arsitekta.com/borongan-pekerjaan-besi-pipa-dan-besi-holow/">besi pipa</a> dia.3,5&#8243;.</p>
<p>Contoh kedua kita ambil konstruksi jembatan layang MBZ, yang terbentang dari Simpang Susun Cikunir sampai Kerawang. Struktur utama konstruksi jalan tol yang dibangunan Tahun 2017-2019 ini seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Dan sama sekali tidak menggunakan struktur kabel, layaknya yang terdapat di Suramadu.</p>
<p>Jadi kalau kedua jembatan ini kita bandingkan dari segi biaya, kemudahan pengerjaan hingga perawatan tentu jembatan layang MBZ lebih unggul. Namun dari segi tanpilan fisik jelas jembatan Suramadu lebih eksotis. Karena berada diatas permukaan laut.</p>
<h3>c. Fisik bangunan air</h3>
<p>Bangunan air yang relatif sederhana adalah irigasi. Dan yang cukup kompleks misalnya reklamasi pantai. Persamaan kedua proyek ini adalah bersinggungan langsung dengan air. Oleh sebab itu disebut bangunan air. Jadi, bangunan air artinya bukan lah bangunan yang terbuat dari air. Tapi, proyek bangunan yang dikerjakan untuk mengedalikan, menjaga dan memanfaatkan air untuk kesejahteraan hidup.</p>
<p>Bangunan irigasi secara fisik adalah jalur aliran air yang dibentuk sedemikian rupa dengan menggunakan material batu belah atau batu bata yang dihaluskan dengan cara plester serta aci.</p>
<p>Sementara jenis bangunan air yang lain adalah bedungan. Bendungan bentuknya tidak memanjang layaknya irigasi. Tapi hanya berada pada satu tempat dimana air akan ditampung sementara sebelum di alirkan pada saluran irigasi.</p>
<p>Jadi, sekalipun irigasi dan bandungan sering ditemukan pada satu proyek konstruksi namun fisik kedua bangunan itu jauh berbeda. Satu bediri kokoh dengan ketinggian tertentu, sedangkan yang satu lagi nyaris rata dengan tanah, serta berkelok-kelok.</p>
<p>Demikian penjelasan tentang arti fisik bangunan. Berikut ragam jenis dan contoh-contoh fisik bangunan itu sendiri. Semoga bermanfaat. Dan, bilamana Anda membutuhkan desain bangunan maupun kontruksi baja profil atau konstruksi baja ringan silahkan hubungi nomor yang terdapar pada <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">kontak</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</title>
		<link>https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 20:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat rumah]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi kerusakan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[proyek rumah tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal kosong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah kosong atau tidak berpenghuni sangat cepat mengalami kerusakan. Disebabkan oleh berbagai faktor sebagaimana dijelaskan pada artikel sebelumnya. Oleh sebab itu secepat mungkin harus di cegah, yaitu ejak proses pembangunan. Sebelumnya perlu diketahui sesuai judul. Satu-satunya cara terbaik untuk mencegah agar rumah tidak cepat rusak adalah jangan membiarkan rumah tersebut dalam keadaan kosong. Apalagi waktu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/">Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah kosong atau tidak berpenghuni sangat cepat mengalami kerusakan. Disebabkan oleh berbagai faktor sebagaimana dijelaskan pada <a href="https://arsitekta.com/kerusakan-rumah-dan-cara-identifikasi-terkini/">artikel</a> sebelumnya. Oleh sebab itu secepat mungkin harus di cegah, yaitu ejak proses pembangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5443" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg" alt="cara merawat rumah tinggal yang kosong agar tidak cepat rusak" width="1000" height="644" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong-300x193.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong-768x495.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Sebelumnya perlu diketahui sesuai judul. Satu-satunya cara terbaik untuk mencegah agar rumah tidak cepat rusak adalah jangan membiarkan rumah tersebut dalam keadaan kosong. Apalagi waktu jangka panjang, atau bertahun-tahun.</p>
<p>Melainkan harus ditempati. Supaya ada yang membersihkan dan merawat bagian dalam maupun area luar rumah tersebut. Dengan demikian serangga dan binatang-binang pengerat lainnya tidak bersangan di dalam dan luar rumah.</p>
<h2>Tindakan pencegahan saat proses pembangunan rumah</h2>
<p>Terlepas apakah nantinya jadi rumah kosong atau berpenghuni, ada 3 hal yang harus Anda lakukan saat proses pembangunan rumah yaitu:</p>
<h3>a. Treatment anti rayap dan kayu</h3>
<p>Anti rayap tanah berguna untuk mencegah rayap datang dan bersarang pada area pembangunan rumah. Oleh produsen pencegahan dinyatakan efektif hingga 5-7 tahun. Berarti selama itu dipastikan struktur bawah bangunan misalnya <a href="https://www.bajasatu.com/cara-memilih-material-batu-belah-yang-terbaik-untuk-pondasi-lajur-part-3-of-4/">pondasi lajur</a>, pondasi cakar ayam dan balok sloof tidak akan rusak/keropos.</p>
<p>Sementara anti rayap kayu perlu diberikan jikalau Anda pakai material kayu menjadi bahan konstruksi bangunan. Misalnya ketika membuat kusen, jendela, pintu, atau rangka plafond dan rangka atap. Wajib pakai treatment anti rayap.</p>
<p>Upaya ini efektif untuk mencegah agar seluruh material kayu tidak dimakan rayap. Sehingga sekalipun kondisi rumah kosong, kayu tetap awet dan usia pakai menjadi lama.</p>
<h3>b. Tidak menanam pohon di pekarangan</h3>
<p>Satu sisi menanam pohon di pekarangan rumah sangat bagus. Apalagi jenis pohon yang berbuah. Selain halaman jadi rindang dan sejuk, kita juga akan memanen buah pada musimnya.</p>
<p>Tapi tahukan Saudara akar pohon dapat merusak lantai dan dinding rumah?. Pula dapat mengakibatkan halaman rumah tampak kumuh?.</p>
<p>Lantai rumah yang bersebelahan dengan batang pohon lambat laun akan rekat, atau terangkat karena adanya pertambahan akar pohon dalam tanah. Oleh sebab itu kalau pun Anda menganggap penting menanam pohon di pekarangan, sebaiknya tidak mepet bangunan.</p>
<p>Halaman, dinding dan tampak rumah juga akan menjadi kumuh bilamana Anda tidak merawat pohon yang di pekarangan. Diantaranya disebabkan olah daun dan ranting-ranting kering yang jatuh. Lalu, menjadi sarang bagi semut, ulat, lalat dan serangga.</p>
<p>Dampak lalin yang lebih parah ada lagi. Yakni daun-daun yang jatuh pada atap/talang rumah. Jikalau dibiarkan maka akan membuat atap rusak, dan talang jadi tersumbat. Lalu cepat atau lambat menjadi bocor.</p>
<h3>c. Menggunakan material tahan rayap dan korosi</h3>
<p>Ada 2 kemungkinan alasan seseorang ingin membangun rumah. Yakni untuk ditempati sendiri, atau ditempati orang lain dengan sistem kontrak. Nah kemungkinan rumah kosong dalam beberapa waktu terjadi karena alasan kedua.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk memudahkan perawatan sekaligus memperlambat kerusakan konstruksi bangunan sebaiknya hindari pemakaian material yang mudah lapuk, mudah korosi dan yang tidak tahan rayap.</p>
<p>Misal bahan kusen, pintu dan jendela paling mudah dirawat dan relatif murah adalah alumunium dan uPVC. Sementara rangka atap adalah baja ringan, dan plafond sebaiknya pakai PVC.</p>
<p>Semua material-material yang disebutkan diatas telah memenuhi syarat-syarat pemeliharaan yang mudah. Pula yang rentan terhadap kerusakan akibat faktor alam/lingkungan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4461" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg" alt="Kolam renang pribadi minimalis" width="600" height="322" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal-300x161.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Pencegahan setelah bangun rumah selesai</h2>
<p>Jikalau belum ditempati setelah bangunan rumah selesai lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Mengosongkan bak air</h3>
<p>Meliputi bak air dalam kamar mandi, tandon air dalam tanah dan tandon air yang berada diatas atap. 3 wadah air ini tidak boleh dibiarkan dalam keadaan berisi. Supaya tidak menimbulkan bau, atau menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>Untuk memastikan bahwa bak air benar-benar kosong Anda harus memerika setiap keran air. Jangan sampai ada yang bocor, atau longgar. Yang mengakibatkan air menetes dan membuat bak air terisi lambat laun.</p>
<p>Untuk itu lebih baik mematikan keran air utama yang terpasang pada meteran PDAM dan mesin jet pump. Dengan demikian seluruh distribusi air dalam rumah telah stop.</p>
<h3>2. Memasang lampu secukupnya</h3>
<p>Setiap rumah kosong perlu dipasang lampu. Bila memungkinkan khusus malam saja. Namun jika tidak memungkinkan, karena Anda jauh dari lokasi rumah berarti lampu harus dalam keadaan hidup sepanjang malam dan siang hari.</p>
<p>Adapun titik lampu yang perlu Anda hidupkan adalah area teras, ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Sementara kamar tidur dan kamar mandi tidak perlu. Dengan catatan pintu kedua ruangan tersebut dibiarkan terbuka.</p>
<p>Tujuan pemasangan lampu pada bangunan rumah yang tidak berpenghuni adalah untuk mencegah pencurian, sekaligus menjauhkan kesan horor bagi tetangga. Dengan demikian tetangga simpati dan mau perhatian dengan keberadaan rumah.</p>
<h3>3. Membiarkan pintu-pintu dalam rumah terbuka</h3>
<p>Selain untuk menghemat pemakaian lampu (listrik), membuka pintu-pintu dalam rumah akan membuat sirkulasi udara jadi lebih baik. Tidak mengakibatkan pengab, dan bau.</p>
<p>Penting diketahui bau tidak sedap akan memancing hewan-hewan pengerat seperti tikus, kelabang dan lain sebagainya bersang dalam rumah. Dan hal itu dibiarkan maka lantai, dinding bahkan plafon bisa rusak.</p>
<p>Jadi, yang perlu digembok rapat adalah pintu utama, pintu samping/belakang dan jendela. Intinya setiap bukaan pintu/jendela yang terhubung langsung dengan area luar.</p>
<h3>4. Tidak menyimpan perabot/furnitur dalam rumah kosong</h3>
<p>Perabot dan furnitur jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama akan rusak dengan sendirinya. Yakni oleh karat, debu atau jamur yang timbul akibat sirkulasi udara yang tidak bagus.</p>
<p>Selain memincu niat maling. Perabot dan furnitur dalam rumah yang tidak dipakai juga akan membuat Anda kewalahan untuk melakukan perawatan. Dan bilamana tidak dibersihkan secara teratur, maka dipastikan cepat atau lambat barang-barang tersebut menjadi tidak layak pakai.</p>
<h3>5. Menutup rapat lubang saluran air, talang dan plafon</h3>
<p>Lubang saluran air kotor dari kamar mandi, toilet atau dari dapur sering menjadi sarana bagi tikus masuk kedalam rumah. Demikian juga lubang yang terdapat pada <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-talang-datar-galvalum-sheet-plate/" target="_blank" rel="noopener">talang datar</a> dan talang vertikal. Serta lubang service pada area langit-langit rumah.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk menutup akses hewan pengerat masuk, Anda harus memastikan bahwa seluruh lubang-lubang tersebut tertutup rapat. Misalnya dengan menggunakan floor drain dan roof drain untuk tutup saluran pipa tanam, serta tutup pipa talang tegak.</p>
<p>Sementara tutup lubang pada langit-langit adalah menggunakan bahan yang sama dengan material langit-langit. Dengan catatan bahwa penutup lubang tersebut tidak mudah geser. Supaya tidak ada celah yang membuat tikus masuk dalam rumah kosong itu.</p>
<h3>6. Memasang pagar dan cctv secukupnya</h3>
<p>Sekalipun rumah Anda berada pada kawasan cluster yang terkenal ketat dalam penjagaan. Anda wajib memasang pagar sekeliling rumah. Setidaknya dengan material besi minimalis. Dan dengan ketinggian antara 120 – 150 cm. Supaya orang lain tahu bahwa area tersebut adalah terlarang.</p>
<p>Selanjutnya mendukung upaya pencegahan terhadap aksi pencurian adalah dengan memasang CCTV. Adapaun area-area yang penting Anda pasang adalah teras/pintu gerbang dan area pintu samping. Sedangkan dalam rumah adalah area ruang tamu dan dapur. Jadi setidaknya 4 unit CCTV.</p>
<h3>7. Memeriksa dan membersihkan rumah kosong secara rutin</h3>
<p>Upaya pencegahan yang terakhir agar rumah tidak cepat rusak akibat tidak ditinggali adalah membersihkan secara rutin. Misalnya 2 atau 3 bulan sekali.</p>
<p>Sambil membersihkan rumah dan pekarangan, hal-hal yang perlu Anda periksa adalah:</p>
<ul>
<li><a href="https://arsitekta.com/standar-minimum-rangka-atap-spandek/">Atap</a> yang bocor</li>
<li>Dinding yang retak atau keropos</li>
<li>Cat yang kelupas</li>
<li>Lantai keramik yang pecah</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Permasalahan yang sering terjadi pada poin 7 ini adalah ketika Anda tidak punya waktu untuk melakukan kebersihan rumah. Diantaranya karena rumah Anda berada di luar kota. Untuk itu sebaiknya tunjuk seseorang/tetangga yang melakukan pekerjaan tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/">Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</title>
		<link>https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 20:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[kolom tengah baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5435</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin besar sebuah bangunan gedung yang akan dibuat berarti dimensi kolom yang dibutuhkan untuk penopang utama bangunan tersebut semakin besar. Demikian sebaliknya. Jika bangunan sangat kecil dan rendah tentu tidak perlu pakai tiang kolom yang besar. &#160; Fungsi kolom tengah baja dan jenis material Kolom tengah baja artinya sebuah pilar/tiang yang terbuat dari material baja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/">Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makin besar sebuah bangunan gedung yang akan dibuat berarti dimensi kolom yang dibutuhkan untuk penopang utama bangunan tersebut semakin besar. Demikian sebaliknya. Jika bangunan sangat kecil dan rendah tentu tidak perlu pakai <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-tiang-kolom-tengah-pada-bangunan-bentang-lebar/">tiang kolom</a> yang besar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4854" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg" alt="rangka baja untuk pemsangan cladding dan atap galvalume dengan menggunakan baut skrup atau drilling screw" width="1024" height="585" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding-300x171.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding-768x439.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Fungsi kolom tengah baja dan jenis material</h2>
<p>Kolom tengah baja artinya sebuah pilar/tiang yang terbuat dari material baja profil. Komponen ini tergolong struktur bangunan karena pemasangannya selalu bersamaan dan berkiatan langsung dengan struktur pondasi, balok dan/atau kuda-kuda.</p>
<p>Penting diketahui juga pemasangan kolom tengah tidak hanya diterapkan pada bangunan yang terbuat dari struktur baja. Tetapi bisa juga pada bangunan struktur beton. Dalam hal ini fungsi kolom tetap sama. Yakni sebagai penopang struktur bangunan yang ada diatasnya.</p>
<p>Material baja yang paling tepat untuk digunakan sebagai tiang kolom tepi, maupun kolom tengah adalah WF dan HB. Alasannya selain sangat kokoh dan murah, dimensi kolom WF dan H Beam juga sangat banyak. Sehingga cocok diterapkan untuk berbagai macam bentangan. Baik bentang kecil maupun super lebar.</p>
<p>Kedua material baja yang sama-sama menyerupai hurif H tersebut juga dapat diperoleh dalam bentuk profil yang asli. Sesuai dengan buatan pabrik. Serta memungkinkan pula dibuat dengan cara rekayasa (manual).</p>
<h2>Cara menentukan dimensi material</h2>
<p>Sebagimana disinggung diatas esensi kolom tengah terbagi 2 yakni sebagai perkuatan pada struktur beton dan struktur baja.</p>
<h3>a. Dimensi kolom pada struktur beton</h3>
<p>Praktik pemasangan kolom baja pada struktur beton umumnya dilakukan belakangan. Dengan kata lain setelah <a href="https://www.bajasatu.com/syarat-agar-pekerjaan-beton-bertulang-berkualitas-bagus/">struktur beton</a> bangunan selesai seluruhnya. Namun karena dianggap kurang kokoh, maka perlu dipasang tiang kolom.</p>
<p>Kondisi yang sama seperti yang pernah Kami bahas mengenai struktur balok baja susulan. Artikel tersebut dapat Anda temui melalui <a href="https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<p>Demikian pula dalam konteks ini pemasangan tiang kolom susulan harus dilakukan. Supaya struktur beton eksisting kokoh. Dan material tepat untuk itu adalah baja WF atau H Beam.</p>
<p>Cara menentukan dimensi kolom WF dan HB harus mmberdasarkan analisis struktur. Serta didukung oleh data-data berikut:</p>
<ol>
<li>Lebar bentang antara balok induk</li>
<li>Tinggi tiang yang hendak dipasang, dan</li>
<li>Berat bangunan rata-rata yang dipikul oleh tiang kolom</li>
</ol>
<p>Contoh bentang balok 9,0 meter dan tinggi kolom 4,0 m. Sementara beban banguan adalah sebesar 2.750 &#8211; 3.000 kg/m². Lalu penempatan tiang kolom susulan adalah di tengah bentangan. Berarti kolom baja yang ideal adalah WF 250x125x6x9.</p>
<h3>b. Dimensi kolom tengah pada struktur baja</h3>
<p>Kolom tengah pada bangunan struktur baja sering ditemui pada saat pemasangan kuda-kuda. Karena kuda-kuda dianggap terlalu lebar, maka perlu dipasang tiang kolom tambahan pada beberapa tempat. Jadi berbeda dengan tujuan pemasangan kolom tengah pada struktur beton.</p>
<p>Oleh sebab itu ditinjau dari segi fungsi maupun dimensi kolom tengah yang digunakan untuk struktur kuda-kuda baja jauh lebih kecil dibanding kolom tengah yang digunakan untuk struktur beton. Penyebab utama adalah besaran berat bangunan yang dipikul oleh tiang.</p>
<p>Sebuah tiang kolom yang terletak di tepi maupun di tengah kuda-kuda memilkul berat atap sekitar 250-300 kg/m. Hampir 10x lipat dari beban struktur beton.</p>
<p>Menurut kebutuhan bentang kuda-kuda kolom tengah ada 2 macam, yakni hanya terpasang 1 unit pada setiap bentangan, atau terdiri dari 2 unit.</p>
<p>Kolom tengah yang hanya 1 unit (tunggal) umumnya dipasang tepat dibawah kerpus, atau berada di tengah as bangunan. Seperti terlihat pada gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4768" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg" alt="Penampakan tiang kolom baja WF yang tinggi, lengkap dengan balok dan kuda-kuda baja kastela" width="448" height="328" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara bila terdiri dari 2 unit, maka pemasangan tiang dilakukan atas dasar pertimbangan ketersediaan material kuda-kuda, anggaran, serta fungsi ruang.</p>
<h4>1. Menentukan dimensi kolom tengah tunggal</h4>
<p>Kolom baja yang ditempatkan ditengah/as bangunan umumnya pada bentang 35 sampai 45 meter. Spesifikasi material kolom yang ideal adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bentang 35,0 meter = baja WF 400&#215;200</li>
<li>Bentang 40,0 m = WF 450&#215;200</li>
<li>Bentangan 45 meter = WF 500&#215;200.</li>
</ul>
<p>Bilamana ternyata bentang bangunan tidak persis sama dengan 3 macam ukuran tersebut, maka pemilihan material kolom tengah dapat dilakukan dengan cara pembulatan keatas.</p>
<p>Misal bentang 38,0 berarti menggunakan WF 450. Demikian pula bentang 42,5 meter, berarti tetap memilih baja WF 500. Sangat praktis bukan?.</p>
<h4>2. Menentukan dimensi kolom tengah double</h4>
<p>Kolom tengah yang terdiri dari 2 buah sering ditemui pada bangunan bentang 50,0 lebih. Pada kondisi ini setiap penentukan dimensi material sebaiknya backup perhitungan kekuatan struktur bangunan.</p>
<p>Walau demikian terkait dengan jarak ideal kolom dapat dilakukan menurut standar ukuran. Misal bentang 55,0 meter. Jarak ideal antara tiang adalah 15,0 dan 25,0 meter. Dengan menggunakan material:</p>
<ul>
<li>Kolom tepi = baja WF 300&#215;150</li>
<li>Kolom tengah = WF 350&#215;175</li>
</ul>
<p>Contoh kedua, bentang 65 meter. Pembagian tiang kolom ideal dilakukan dengan jarak 17,5 dan 30,0 m. Lalu material yang digunakan untuk tiang kolom tepi adalah WF 350. Sementara tiang kolom tengah adalah WF 400.</p>
<h2>Elemen pelengkap kolom tengah</h2>
<p>Sama halnya dengan pemasangan kolom tepi baja, kolom tengah juga harus dilengkapi dengan balok. Balok tersebut berfungsi sebagai pengikat antara tiang kolom yang satu dengan yang lain.</p>
<p>Pertanyaan, berapa jumlah ideal balok pengikat tiang kolom tengah?. Jawabnya minimal 2. Yaitu berada tepat di tengah dan di ujung atas tiang kolom.</p>
<p>Sementara itu, tak jarang pula ditempatkan beberapa <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">bracing kolom</a> pada tiang tengah. Hal itu berfungsi untuk mencegah tekuk, sekaligus untuk memudahkan pemasangan kolom agar benar-benar tegak lurus.</p>
<p>Singkatnya, selain dimensi kolom hal lain yang perlu dilakukan untuk mencapai kekuatan struktur bangunan yang tinggi adalah menentukan elemen pelengkap yang terpasang secara langsung pada tiang kolom.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/">Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Plus Minus Tiang Kolom Tengah Pada Bangunan Bentang Lebar</title>
		<link>https://arsitekta.com/plus-minus-tiang-kolom-tengah-pada-bangunan-bentang-lebar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 20:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[kolom tengah baja]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda bentang lebar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap bahan dan bentuk konstruksi bangunan memang punya kelebihan dan kekurangan. Hal itu akibat dari bentuk desain konstruksi bangunan itu sendiri. Dimana umumnya tidak ditentukan atas pertimbangan ketersediaan material dan bahan bangunan. Salah satunya tentang tiang kolom tengah. Kolom atau tiang (pilar) pada umumnya terdapat pada sisi tepi bangunan. Tetapi terlepas dari unsur sengaja atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-tiang-kolom-tengah-pada-bangunan-bentang-lebar/">Plus Minus Tiang Kolom Tengah Pada Bangunan Bentang Lebar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap bahan dan bentuk konstruksi bangunan memang punya kelebihan dan kekurangan. Hal itu akibat dari bentuk desain konstruksi bangunan itu sendiri. Dimana umumnya tidak ditentukan atas pertimbangan ketersediaan material dan bahan bangunan. Salah satunya tentang tiang kolom tengah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-implementasi-kuda-kuda-castellated.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1858" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-implementasi-kuda-kuda-castellated.jpg" alt="Tiang kolom tengah yang terbuat dari baja WF pada bangunan pabrik bentang 50,0 m" width="768" height="406" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-implementasi-kuda-kuda-castellated.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-implementasi-kuda-kuda-castellated-300x159.jpg 300w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a></p>
<p>Kolom atau tiang (pilar) pada umumnya terdapat pada sisi tepi bangunan. Tetapi terlepas dari unsur sengaja atau kareka terpaksa, tidak jarang ditemui pula berada di tengah-tengah sebuah bangunan.</p>
<p>Hal tersebut akhirnya mengundang tanda tanya, apakah tidak ada solusi lain atas keberadaan tiang tersebut.</p>
<h2>Pengertian, ciri khas dan ragam kolom tengah</h2>
<p>Tiang kolom tengah adalah sejumlah konstruksi penopang tambahan yang terpasang secara tegak lurus diantara 2 buah pilar utama bangunan, dan dengan jarak tertentu antara satu sama lain.</p>
<p>Selain diterapkan bangunan bentang lebar, ciri khas kolom tengah antara lain:</p>
<ol>
<li>Lebih tinggi dibanding kolom tepi</li>
<li>Dimensi material lebih besar atau sama dengan dimensi kolom tepi</li>
<li>Tidak menyatu dengan dinding</li>
<li>Segaris/sejajar dengan kolom tepi</li>
<li>Berfungsi sebagai penopang balok atau <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-besi-pipa-pada-konstruksi-kuda-kuda-dan-atap-kubah/" target="_blank" rel="noopener">kuda-kuda.</a></li>
</ol>
<h3>Ragam bahan dan pilihan yang terbaik</h3>
<p>Secara umum ada 3 jenis material yang bagus untuk pilar bangunan yaitu beton bertulang, baja profil dan kayu. Namun diantara 3 jenis material tersebut paling sering diterapkan sebagai tiang tengah adalah baja dan beton.</p>
<p>Sementara itu diantara sekian banyak ragam material baja profil yang paling cocok untuk tiang kolom tengah adalah WF dan H Beam. Kemudian disusul oleh besi pipa dan UNP double. Dan pilihan terakhir adalah baja profil gabungan (tersusun).</p>
<p>Material baja selalu menjadi pilihan utama untuk bahan pilar karena terkenal sangat kokoh menahan gaya aksial. Sehingga tidak mengakibatkan kerusakan pada konstruksi ketika bangunan telah operasi/difungsikan.</p>
<p>Dari segi proses pemasangan kolom baja juga lebih cepat dibanding kolom beton. Serta dapat diterapkan pada segala jenis bangunan gedung. Mulai dari 1 lantai sampai dengan ratusan. Diaplikasikan dengan metode yang sama, yaitu sistem las dan baut.</p>
<p>Singkatnya dalam hal pembuatan tiang pada setiap jenis bangunan material baja profil tidak ada lawan. Alias tidak tertandingi. Baik dari segi kekuatan, fungsi maupun proses pemasangan.</p>
<p>Oleh sebab itu pemilihan kolom beton bertulang sebenarnya hanya sebagai alternatif. Yaitu disebabkan oleh keterbatasan dana atau karena bangunan hanya tingkat 1 dan 2.</p>
<h3>Jumlah tiang kolom tengah yang ideal dan dimensi material</h3>
<p>Pada bangunan bentang 50,0 seperti gambar yang terlihat di paragraf 1. Jumlah kolom WF yang diletakkan di tengah bentangan ada 2. Masing-masing jarak kolom adalah 12,5 dan 25,0 meter.</p>
<p>12,5 meter maksudnya jarak kolom WF tengah dengan kolom WF tepi. Sementara 25,0 m adalah jarak antara kedua kolom WF tengah. Jadi, tofal kesuluruhan bentangan adalah:<br />
= 12,5 + 25,0 + 12,5<br />
= 50,0 meter.</p>
<p>Adapun dimensi material yang digunakan untuk kolom tepi maupun kolom tengah pada konstruksi bangunan tersebut adalah sama-sama WF 300 asli. Ukuran lengkapnya adalah WF 300x150x6,5&#215;9.</p>
<p>Disini Saya memakai istilah baja WF asli karena baja profil yang menyerupai huruf H ini sebenarnya dapat juga diciptakan dengan memanfaatkan material baja yang lain. Atau terkenal dengan baja WF buatan. Yaitu dengan menggunakan besi plat dan besi siku. Sebagaimana telah Saya bahas sebelumnya dalam <a href="https://arsitekta.com/membuat-baja-h-beam-dengan-cara-modifikasi-wf-dan-siku/">artikel</a> ini.</p>
<h3>Tata letak kolom WF tengah</h3>
<p>Penempatan tiang kolom tengah yang terbuat dari baja WF umumnya ditentukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>Membatasi anggaran biaya yang akan dialokasikan untuk kuda-kuda baja.</li>
<li>Membuat simulasi perkiraan total tonase material baja yang akan digunakan untuk tiang kolom.</li>
</ol>
<p>[Penjelasan poin 1]. Bangunan bentang 50,0 sampai 80,0 meter tanpa kolom tengah sebenarnya tidak masalah.</p>
<p>Akan tetapi jika hal itu diterapkan akan berdampak langsung pada besarnya biaya pemasangan kolom baja. Sebab material yang digunakan harus ukuran besar.</p>
<p>Jika tanpa kolom tengah, material kolom tepi pada bangunan bentang 50,0 m minimal WF 588&#215;300. Dan kuda-kuda terbuat dari baja WF 600&#215;200, atau baja kastela 750&#215;200.</p>
<p>[Penjelasan poin 2]. Perkiraan total tonase kolom baja tepi dilakukan pasca penetapan dimensi material yang digunakan. Sebagaimana dijelaskan pada poin 1.</p>
<p>Setelah tonase diketahui berarti Anda dapat menghitung biaya pemasangan kolom, lalu membandingkannya dengan budget. Dengan demikian Anda mengetahui apakah perlu mencari solusi lain agar biaya tidak terlalu besar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-bentuk-kuda-kuda-castellated.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1857" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-bentuk-kuda-kuda-castellated.jpg" alt="" width="818" height="370" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-bentuk-kuda-kuda-castellated.jpg 818w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-bentuk-kuda-kuda-castellated-300x136.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-bentuk-kuda-kuda-castellated-768x347.jpg 768w" sizes="(max-width: 818px) 100vw, 818px" /></a></p>
<h2>Kelebihan menggunakan tiang kolom tengah</h2>
<p>Belajar dari kasus diatas, mari Kita bandingkan tonase kolom WF yang diterapkan pada bangunan bentang 50,0 m. Tanpa tiang tengah dan pakai tiang tengah.</p>
<p>Tanpa tiang tengah pakai WF 588&#215;300, tonase material ini adalah:<br />
= 6,0 m x 2 bh x 151,0 kg/m<br />
= 1.812 kg</p>
<p>Nah, jika pakai kolom tengah material yang dugunakan adalah WF 300 dengan tinggi 6,0 dan 8,25 m. Masing-masing sebanyak 2 buah. Berarti total tonase kolom baja WF adalah:<br />
= (6,0 + 8,25) x 2 x 36,7 kg<br />
= 1.045,95 kg</p>
<p>Berdasarkan perbandingan tonase diatas disimpulkan bahwa dengan menggunakan kolom tengah jauh lebih murah dibanding hanya menggunakan kolom tepi. Dimana berdasarkan perhitungan tonase diatas selisih tonase sekitar 42%.</p>
<p>Dampak positif pemasangan kolom tengah secara tidak langsung juga ada. Yakni dimensi kuda-kuda otomatis semakin kecil. Karena dengan adanya tiang kolom tengah berarti bentang kuda-kuda semakin kecil.</p>
<p>Sebagaimana telah Saya jelaskan pada paragraf 13 dan 14. Maka bila Kita bandingkan tonase kuda-kuda WF 300 pasti jauh lebih kecil daripada kuda-kuda baja WF 600&#215;200, maupun kuda-kuda baja kastela 750&#215;200.</p>
<h2>Kekurangan tiang kolom tengah dan solusi</h2>
<p>Secara keseluruhan keberadaan tiang ditengah-tengah bangunan akan membuat ruangan terasa sempit. Dan secara tidak langsung akan mengurangi fungsi maupun estetika <a href="https://arsitekta.com/penataan-ruang-arsitektur-dan-contoh/">penataan ruangan</a>.</p>
<p>Contoh bangunan pabrik yang didalamnya akan diletakkan mesin-mesin produksi. Maka dengan adanya tiang-tiang tersebut otomatis setting mesin tidak bisa dilakulan leluasa. Melainkan harus menyesuaikan pada setiap letak tiang.</p>
<p>Contoh kedua pada sebuah bangunan gudang. Untuk menempatkan setiap rak dan barang tentu Anda juga tidak dapat leluasa. Karena adanya tiang kolom di tengah. Maka dari itu metode penempatan rak/barang harus dilakukan sama dengan contoh bangunan pabrik.</p>
<p>Lalu solusinya bagaimana agar fungsi ruangan tidak berkurang dengan adanya tiang kolom tengah?. Jawabnya mudah. Tentukan letak pasang kolom tengah bersamaan dengan setting layout barang, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin">mesin</a>, dan aktivitas.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-tiang-kolom-tengah-pada-bangunan-bentang-lebar/">Plus Minus Tiang Kolom Tengah Pada Bangunan Bentang Lebar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Minimum Rangka Atap Spandek</title>
		<link>https://arsitekta.com/standar-minimum-rangka-atap-spandek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 20:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[atap rumah pakai spandek]]></category>
		<category><![CDATA[atap spandek]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi atap]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Spandek dapat diterapkan untuk penutup atap bangunan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari bentuk atap datar/menerus, atap pelana, joglo maupun atap lengkung. Namun untuk mencapai hal tersebut persoalan yang sering dihadapi adalah mengenai rangka atap spandek sendiri. &#160; Misal ketika ingin membuat bentuk lengkung, berarti rangka atap yang disediakan juga harus lengkung. Pertanyaan, kira-kira material [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/standar-minimum-rangka-atap-spandek/">Standar Minimum Rangka Atap Spandek</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Spandek dapat diterapkan untuk penutup atap bangunan dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari bentuk atap datar/menerus, atap pelana, joglo maupun atap lengkung. Namun untuk mencapai hal tersebut persoalan yang sering dihadapi adalah mengenai rangka atap spandek sendiri.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Ventilasi-atap-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4322" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Ventilasi-atap-bangunan.jpg" alt="salah satu bentuk struktur atap bangunan pabrik (gudang) di Indonesia" width="500" height="327" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Ventilasi-atap-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Ventilasi-atap-bangunan-300x196.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Misal ketika ingin membuat bentuk lengkung, berarti rangka atap yang disediakan juga harus lengkung. Pertanyaan, kira-kira material apa yang dapat dibentuk melengkung dan kokoh?. Jawabnya material besi baja.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya agar pemasangan konstruksi atap mudah dilakukan dan hemat biaya?. Menjawab pertanyaan ini penting diketahui dulu ragam jenis komponen konstruksi atap spandek.</p>
<h2>Pengertian dan komponen minimal atap</h2>
<p>Rangka atap spandek adalah sejumlah material yang terpasang dengan pola tertentu pada bagian atap bangunan untuk selanjutnya digunakan sebagai rangka pemasangan spandek.</p>
<p>Berapa banyak komponen rangka yang dibutuhkan untuk memasang atap spandek?. Minimal 2 macam, yakni kuda-kuda dan gording. Jadi, untuk memasang atap spendek tidak perlu pakai<a href="https://arsitekta.com/material-untuk-gording-usuk-dan-reng-yang-terbaik/" target="_blank" rel="noopener"> usuk dan reng</a>. Sebab usuk dan reng hanya diperlukan ketika memasang atap genteng saja.</p>
<p>Dalam hal penyiapan rangka kuda-kuda dan gording untuk keperluan pemasangan atap spandek, aspek-aspek yang harus dipertimbangkan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tebal atap spandek</li>
<li>Bentuk atap bangunan yang hendak dibuat.</li>
</ol>
<h3>Tebal minimal atap spandek dan pengaruh-pengaruhnya</h3>
<p>Tebal minimal spandek yang tersedia di pasaran adalah 0,20 mm. Namun yang paling umum digunakan untuk atap bangunan adalah tebal 0,30 sampai 0,40.</p>
<p>Spandek tebal 0,20 dan 0,25 paling cocok digunakan untuk cladding, lisplang, atap kanopi, atau untuk atap pada bangunan-bangunan non fungsional. Seperti rumah pompa, kandang ternak dan sebagainya.</p>
<p>Pengaruh menggunakan rangka atap spandek yang dibawah standar ada 2, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tidak mampu memikul berat atap, beban angin, maupun beban berguna yang timbul pada saat maintenance atap.</li>
<li>Tidak mampu menehan berat plafon yang terpasang dibawah rangka.</li>
</ol>
<p>Sementara itu pengaruh menggunakan material spandek yang tipis adalah:</p>
<ul>
<li>Mudah penyok/sobek</li>
<li>Suara hujan lebih jelas terdengar</li>
<li>Rangka gording harus rapat</li>
<li>Tidak tahan di injak.</li>
</ul>
<h3>Jarak minimal rangka atap spandek</h3>
<p>Dalam hal persiapan rangka sesungguhnya tidak dibedakan antara atap spandek gelombang biasa atau spandek pasir. Sebab pada prinsipnya semua rangka atap untuk pemasangan spandek adalah sama.</p>
<p>Sebagaimana disinggung di atas. Rangka yang harus disiapkan untuk memasang atap spandek adalah kuda-kuda dan gording. Jarak kuda-kuda ditentukan menurut kondisi dan bengan bangunan. Sementara jarak gording adalah menurut tebal spandek.</p>
<p>Lalu bagaimana tahapan menentukan konstruksi rangka atap spandek?. Jawabannya sama dengan konstruksi <a href="https://arsitekta.com/komponen-utama-konstruksi-atap-genteng/">atap genteng</a>. Tahap pertama, Anda tentukan dulu tebal atap spandek yang akan digunakan.</p>
<h4>a. Pertimbangan menentukan tebal atap</h4>
<p>Nah, menentukan tebal spandek pun harus dengan beberapa pertimbangan. Antara lain:</p>
<ol>
<li>Bentang bangunan</li>
<li>Ketinggian (posisi pasang) rangka atap, dan</li>
<li>Sudut kemiringan atap.</li>
</ol>
<p>Bentang bangunan yang lebar mengakibatkan pemasangan atap spandek harus sambungan. Oleh sebab itu sambungan harus dibuat sempurna, supaya tidak terjadi bocor. Salah satu upaya untuk itu ialah menggunakan atap yang tebal.</p>
<p>Pemasangan atap bangunan yang tinggi, misalnya diatas 10,0 meter akan mengakibatkan beban angin makin besar. Maka dari itu, supaya atap tahan terhadap beban tekan dan hisap angin, Anda harus pakai atap yang tebal.</p>
<p>Terakhir, sudut kemiringan rangka atap spandek juga menentukan kuat tidaknya atap terhadap beban angin dan hujan. Sudut atap yang terjal mengakibatkan beban angin sangat tinggi, namun beban hujan sangat rendah. Sebaliknya, bila sudut kemiringan dibuat landai maka beban angin sangat kecil, tapi berat hujan makin besar.</p>
<p>Oleh sebab itu memilih tebal atap harus cermat. Atap spandek 0,35 misalnya cocok untuk bangunan bentang &gt;_15 meter, dengan susut kemiringan 15 derajat atau lebih, dan dengan ketinggian pemasangan atap &lt;_8,0 m.</p>
<h4>b. Pertimbangan menentukan jarak gording dan kuda-kuda</h4>
<p>Setelah menentukan tebal atap spandek. Langkah berikutnya adalah menentukan material konstruksi atap. Apakah seluruhnya terbuat dari 1 jenis material atau kombinasi. Untuk ini pilihan yang terbaik adalah satu jenis material.</p>
<p>Akan tetapi jika tidak memungkinkan, kombinasi beberapa jenis material juga tidak masalah pada pemasangan atap spendek. Hanya diperlukan kemahiran pada saat modifikasi sistem konstruksi. Misal antara cor beton dan kayu, atau material baja.</p>
<p>Pada sebuah konstruksi rangka atap spendek, beton bertulang sering aplikasikan sebagai kuda-kuda. Sementara material baja (besi CNP) digunakan sebagai gording. Nah, agar gording terpasang dengan sempurna pada kuda-kuda berarti harus menggunakan las, atau pasangan batu bata.</p>
<p>Sistem sambungan tersebut juga secara langsung akan mempengaruhi jarak pasang kuda-kuda dan gording. Jika semakin lebar berarti dimensi material yang dibutuhkan semakin besar. Demikian juga sebaliknya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/konstruksi-atap-baja-pabrik.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4923" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/konstruksi-atap-baja-pabrik.jpg" alt="Salah satu posisi pemasangan trekstang dan ikatan angin pada konstruksi atap baja" width="448" height="291" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/konstruksi-atap-baja-pabrik.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/konstruksi-atap-baja-pabrik-300x195.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Desain rangka atap spandek minimalis</h2>
<p>Setelah tebal atap spandek dan jenis material rangka telah ditentukan. Tahap terakhir adalah merancang desain konstruksi atap.</p>
<p>Untuk membuat desain rangka atap yang minimalis dan hemat biaya, dibutuhkan beberapa data tambahan antara lain:</p>
<ul>
<li>Ukuran bentang</li>
<li>Bentuk atap bangunan</li>
<li>Pembuangan air hujan dari atap</li>
</ul>
<h3>Ragam bentang atap dan jenis bangunan</h3>
<p>Bentang atap bangunan bisa 1, namun bisa juga lebih. Bentang bangunan yang bermacam-macam menandakan bahwa atap bangunan terdiri dari berbagai macam bentuk. Misal kombinasi antara atap pelana dan trapesium, atau atap limas dengan pelana.</p>
<p>Kombinasi bentuk atap sering terjadi pada rumah tinggal. Dimana bagian utama adalah bentang bangunan rumah yang paling lebar, sementara bagian yang lain adalah sebagai kanopi. Dengan bentangan yang lebih kecil.</p>
<p>Untuk itu desain rangka atap spandek harus dibuat menyatu. Supaya antara atap utama dan atap kanopi tidak terpisah. Dalam hal ini maka dipastikan akan terjadi talang jurai, yang menjadi penghubung antara 2 atap tersebut.</p>
<p>Adapun bentang atap tunggal adalah sering diterapkan pada bangunan gudang atau pabrik. Karena ukuran bentang sangat lebar, maka bentuk atap yang paling ideal adalah pelana.</p>
<p>Nah, bentuk atap pelana sendiri sama sekali tidak membutuhkan juarai. Oleh sebab itu lebih mudah merancang rangka atap bentuk pelana, dibanding bentuk-bentuk atap bangunan yang lain.</p>
<h3>Sistem pembuangan air hujan dan pengendalian</h3>
<p>Makin sedikit bidang atap bangunan, maka semakin mudah untuk mengendalikan arah aliran air hujan. Sebaliknya makin banyak aliran hujan pada atap, dipastikan semakin rawan bocor.</p>
<p>Oleh pertimbangan itu maka desain rangka atap spandek dibuat sesederhana mungkin. Caranya adalah mengusahakan agar bentuk atap pelana atau lengkung. Pilihan kedua adalah atap trapesium. Dan pilihan ketiga ialah kombinasi antara antara pelana dengan trapesium.</p>
<p>Alasan mengutamakan atap pelana atau <a href="https://arsitekta.com/kuda-kuda-pipa-lengkung-bentangan-20-m/">lengkung</a>, karena aliran air hujan dari kedua bentuk atap ini hanya 2 arah. Yakni sisi kanan dan kiri.</p>
<p>Sementara atap trapesium dan <a href="https://www.suara.com/news/2022/03/22/135845/4-ciri-ciri-limas-segi-empat-salah-satu-bangun-ruang-yang-perlu-diketahui">limas</a> 4 arah. Lalu, kalau kombinasi berarti aliran hujan bisa mencapai 6 arah. Nah, kira-kira mudah mengendalikan yang mana?.</p>
<h2>Biaya rangka atap spandek dan komponen yang mempengaruhi</h2>
<p>Semakin mudah proses pengendalian air hujan dilakukan tentu biaya pemasangan atap juga akan makin rendah. Sebaliknya jika Anda melakukan pengendalian air hujan dengan berbagai macam cara, misalnya menggunakan jurai, talang datar, dan talang vertikal berarti biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan atap semakin tinggi.</p>
<p>Oleh sebab itu biaya pemasangan atap spandek sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh rangka. Melainkan termasuk komponen-komponen pelengkap atap. Selain talang dan jurai adalah lisplang.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/standar-minimum-rangka-atap-spandek/">Standar Minimum Rangka Atap Spandek</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
