<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fabrikasi baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/fabrikasi-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/fabrikasi-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Aug 2023 14:45:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>fabrikasi baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/fabrikasi-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tempat Alternatif Melaksanakan Pabrikasi Baja Dan Syarat-syarat</title>
		<link>https://arsitekta.com/tempat-melaksanakan-pabrikasi-baja-yang-strategis-dan-syarat-syarat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tempat-melaksanakan-pabrikasi-baja-yang-strategis-dan-syarat-syarat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2023 13:16:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[syarat-syarat fabrikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tempat pabrikasi baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses pabrikasi baja yang seharusnya dilakukan di workshop, tapi dengan alasan tertentu sehingga tidak memungkinkan di tempat tersebut dilakukan. Sebagai alternatif umumnya pabrikasi akan dilakukan di lapangan. Atau, proyek. Akan tetapi, bila ternyata lahan proyek tidak memadai. Karena terlalu sempit, atau curam. Berarti harus mencari tempat alternatif melaksanakan pabrikasi yang lebih strategis. Syarat-syarat tempat pabrikasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tempat-melaksanakan-pabrikasi-baja-yang-strategis-dan-syarat-syarat/">Tempat Alternatif Melaksanakan Pabrikasi Baja Dan Syarat-syarat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Proses pabrikasi baja yang seharusnya dilakukan di workshop, tapi dengan alasan tertentu sehingga tidak memungkinkan di tempat tersebut dilakukan. Sebagai alternatif umumnya pabrikasi akan dilakukan di <a href="https://arsitekta.com/pengertian-pabrikasi-lapangan-kemudahan-dan-resiko-yang-harus-anda-cegah/">lapangan</a>. Atau, proyek. Akan tetapi, bila ternyata lahan proyek tidak memadai. Karena terlalu sempit, atau curam. Berarti harus mencari tempat alternatif melaksanakan pabrikasi yang lebih strategis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4917" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg" alt="Area yang strategis alternatif untuk melaksanakan pabrikasi konstruksi baja" width="448" height="258" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proyek-bangunan-300x173.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Syarat-syarat tempat pabrikasi di lahan terbuka</h2>
<p>Persoalan sosial yang ditimbulkan pabrikasi material baja konstruksi. Baik yang dilaksankan di workshop, proyek maupun tempat lain hanya 2. 1]. Polusi udara, yakni disebabkan oleh asap las. Dan, 2]. Pulusi suara. Yang sisebabkan oleh gesekan/benturan sesama material baja.</p>
<p>Oleh sebab itu, demi menjaga ketertiban, dan kenyamanan umum. Ketika memilih tempat alternatif melaksanakan pabrikasi, dengan 2 syarat berikut:<br />
1. Jarak minimal dengan permukiman minimal 1,0 kilometer. Lebih bagus lagi<br />
2. dibatasi oleh pepohonan yang rindang, atau sungai.<br />
3. Berada di jalan besar. Minimal kelas jalan II. Supaya truk trailer bisa melintas/masuk. Untuk mengirim material baja.</p>
<p>Mungkin Anda bertanya kok hanya 2. Bukankah gampang mencari tempat yang demikian di sekitar proyek?. Jawabnya relatif teman-teman. Kalau proyek Anda di luar Pulau Jawa. Mungkin sangat mudah. Karena lahan kosong masih sangat luas.</p>
<p>Tapi, daerah yang padat penduduk. Serta, memiliki regulasi tentang peruntukan lahan/kawasan sangat ketat. Cukup sulit untuk memperoleh tempat alternatif melaksanakan pabrikasi baja, yang sesuai dengan persyaratan tersebut. Dan, sesuai dengan luas lahan yang Anda butuhkan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4916" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg" alt="Proses pabrikasi material baja yang dilakukan di lapangan (proyek)" width="899" height="564" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg 899w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-300x188.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-768x482.jpeg 768w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></a></p>
<h2>Tips mencari tempat pabrikasi yang strategis dan negosiasi</h2>
<p>Dari sudut pandang kebutuhan jasa konstruksi, tempat yang strategis melaksanakan pabrikasi di tempat lain adalah:<br />
1. Sedekat mungkin dengan proyek. Supaya langsir material mudah, dan murah.<br />
2. Biaya sewa tidak mahal. Serta, tidak melalui <a href="https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/5-perbedaan-binary-option-dan-trading-forex#:~:text=Broker%20dan%20trader,yang%20melakukan%20aktivitas%20trading%20investasi.">broker</a>.<br />
3. Pemakaian lahan sewa tidak mendapat penolakan dari warga. Atau, kelompok yang mengatasnamakan warga.<br />
4. Tempat alterrnatif melaksanakan pabrikasi menurut peraturan tidak berada di zona hijau. Melainkan di zona kuning. Yaitu kasawan yang diperuntukan melakukan kegiatan bisnis, atau industri.</p>
<p>Selain 4 tips diatas. Negosiasi yang harus Anda pastikan dengan pemilik lahan, demi kelancaran pabrikasi adalah:</p>
<h3>1. Jangka waktu sewa dan perpanjangan</h3>
<p>Sebaiknya beri tenggang 2.bulan setelah <a href="https://arsitekta.com/time-schedule-proyek-baja-lengkap-realistis/" target="_blank" rel="noopener">time schedulle</a> proyek berakhir. Hal ini untuk mengantisipasi muncul pekerjaan tambah. Serta, untuk memudahkan masa perawatan (retensi) bangunan.</p>
<p>Selain itu, di awal perlu juga membicarakan biaya sewa tambah. Yakni akibat adanya perpanjangan waktu, yang disebabkan oleh pekerjaan tambah bangunan. Apakah sang pemilih tempat bersedia dengan harga yang sama, atau tidak.</p>
<h3>2. Tanggungjawab kerusakan tempat</h3>
<p>Kontraktor harus terbuka kepada pemilik lahan, akan dampak pabrikasi yang dilakukan pada tempat yang tidak seharusnya.Misalnya harus menebang beberapa pohon, agar proses pabrikasi tidak terganggu. Lalu, permukaan tanah kelak pasti jadi keras. Karena tumpukan material baja yang berat. Serta, bakal banyak potongan besi yang tertinggal di tempat alternatif melaksanakan pabrikasi. Apakah hal-hal tersebut dapat diterima. Dan, sudah termasuk dalam sewa?.</p>
<h3>3. Pengembalian lahan lebih awal</h3>
<p>Pengembalian lahan sewa umumnya dilakukan setelah semua material baja telah selesai pabrikasi. Dalam hal ini ada 2 kemungkinan. Yaitu molor. Disebabkan oleh hal-hal tertentu. Sebagaimana saya jelaskan pada poin 1. Atau, bisa juga lebih cepat dari perkiraan.</p>
<p>Kemudian perlu Anda bicarakan:<br />
&#8211; Apakah pengembalian lahan lebih awal mendapat potongan sewa?, atau<br />
&#8211; Biaya sewa berlaku tetap. Sesuai dengan perjanjian?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4083" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek.jpeg" alt="Daftar biaya sewa alat berat proyek konstruksi" width="640" height="400" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek-300x188.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h2>Biaya sewa tempat dan cara perhitungan</h2>
<p>Mengingat sulitnya mencari tempat alternatif melaksanakan pabrikasi. Maka pada saat pengajuan penawaran pekerjaan baja, seharusnya Anda sudah menentukan proses pabrikasi bakal dilaksanakan dimana. Hal ini perlu untuk menentukan besaran anggaran untuk sewa lahan.</p>
<h3>1. Ketentuan umum</h3>
<p>Jikalau pabrikasi lapangan, tentu tidak bakal dikenai biaya sewa oleh pemilik bangunan. Karena pekerjaan tersebut adalah demi kepentingan proyek. Kecuali, sebelumnya sang pemilik keberatan. Sehingga harus dihitung sewa. Misal, untuk ganti rugi tanaman, bangunan dan sebagainya.</p>
<p>Demikian juga kalau pabrikasi dilaksanakan di workshop. Tentu sang kontraktor tidak perlu mengecas biaya tempat. Karena workshop salah satu syarat utama yang harus dimiliki oleh kontraktor. Agar layak mengerjakan konstruksi baja.</p>
<p>Nah, biaya sewa muncul karena Anda menggunakan tempat alternatif melaksanakan pabrikasi. Yaitu tanah milik orang lain. Atau, boleh disebut pihak ketiga. Biaya tersebut dari mana?. Tentu bukan dari pemilik bangunan, tapi dari kontraktor baja.</p>
<p>Oleh sebab itu sejak awal harus Anda hitung dalam penawaran jasa pengadaan, dan pemasangan konstruksi baja.</p>
<h3>2. Cara menghitung jangka waktu, dan biaya sewa lahan pabrikasi</h3>
<p>Acuan utama untuk menentukan besaran anggaran untuk sewa lahan pabrikasi adalah kemampuan Anda melakukan pabrikasi baja per bulan. Misalnya 100 ton per bulan. Dengan catatan, pabrikasi dilaksanakan di workshop Anda.</p>
<p>Berarti kalau di lapangan. Paling tidak menurun hingga 10%. Karena berbagai keterbatasan, dan kendala.Menjadi 90 ton saja.</p>
<h4>Contoh perhitungan jangka waktu sewa</h4>
<p>Di tempat alternatif melaksanakan pabrikasi, misal tonase baja yang harus Anda selesaikan adalah 300 ton. Berarti waktu yang Anda butuhkan adalah:<br />
= 300 : 90 ton<br />
= 3,33 bulan</p>
<p>Tambah tenggang waktu 2 bulan. Berarti lahan yang harus Anda sewa adalah 5,33 bulan. Atau, genapkan menjadi 6 bulan.</p>
<h4>Rumus hitung biaya sewa tempat</h4>
<p>Misal jarak dari workshop ke proyek adalah sekitar 400 km. Lalu, biaya kirim material baja dikenakan Rp 250,-/kg. Berarti total biaya pengiriman adalah:<br />
= 300 ton x Rp 250<br />
= Rp 75.000.000,-</p>
<p>Anggaran ini lah yang sebenarnya Anda alokasikan untuk sewa lahan. Sebab biaya kirim material jadi nol. Pun, kelak ada langsir material. Namun, tidak jauh. Sehingga biayanya sangat kecil. Jadi, boleh Anda alokasikan biaya langsir, boleh tidak.</p>
<p>Selanjutnya, untuk mengetahui biaya sewa tempat alternatif melaksanakan pabrikasi, Per Bulan adalah:<br />
= Rp 75.000.000 : 6<br />
= Rp 12.500.000,-</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Bilamana proyek bangunan Anda memiliki kasus yang berbeda. Sehingga sulit untuk menentukan tempat pabrikasi yang ideal. Dan berdampak pada perhitungan biaya sewa tempat. Silahkan kontak kami melalui nomor yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/">website</a> ini. Dengan senang hati kami akan membantu.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tempat-melaksanakan-pabrikasi-baja-yang-strategis-dan-syarat-syarat/">Tempat Alternatif Melaksanakan Pabrikasi Baja Dan Syarat-syarat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tempat-melaksanakan-pabrikasi-baja-yang-strategis-dan-syarat-syarat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Contoh Job Desk Tukang Yang Tepat Melaksanakan Fabrikasi Baja (Part 1 of 2)</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 13:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[job desk tukang baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau sebelumnya saya sudah membahas tentang job desk fabrikasi baja. Kali ini akan kami uraikan contoh job desk tukang, untuk melaksanakan pabrikasi konstruksi baja dengan benar. Apa tujuannya?. Yaitu untuk efisiensi biaya, waktu, serta untuk menjamin bahwa kualitas pekerjaan sudah bagus. &#160; Beda job desk dengan metode kerja Mungkin Anda bertanya. Bukankah job description (singkatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/">Contoh Job Desk Tukang Yang Tepat Melaksanakan Fabrikasi Baja (Part 1 of 2)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sebelumnya saya sudah membahas tentang job desk fabrikasi baja. Kali ini akan kami uraikan contoh job desk tukang, untuk melaksanakan pabrikasi konstruksi baja dengan benar. Apa tujuannya?. Yaitu untuk efisiensi biaya, waktu, serta untuk menjamin bahwa kualitas pekerjaan sudah bagus.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4740" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg" alt="Briefing pagi termasuk salah satu kesempatan yang bagus untuk memaparkan job desk kepada tukang" width="600" height="368" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek-300x184.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Beda job desk dengan metode kerja</h2>
<p>Mungkin Anda bertanya. Bukankah job description (singkatan dari job desk) sama dengan metode kerja?. Jawabnya tidak!. Sekalipun memang ditemukan beberapa kesamaan, tapi secara teknis dan target (manfaat/sasaran yang akan dicapai) dua hal itu beda.</p>
<p>Sebelum masuk kepada contoh job desk. Penting diketahui, misal dalam lingkup pekerjaan konstruksi. Job desk adalah pembagian tugas dan tanggungjawab yang harus dijalankan oleh tukang untuk membuat suatu konstruksi baja, sesuai dengan bentuk yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/">gambar kerja</a>.</p>
<p>Lalu, metode kerja adalah langkah-langkah kerja (cara) yang harus di patuhi oleh tukang agar tujuan pembuatan konstruksi baja terlaksana dengan benar, dan tepat. Mengapa harus patuh?. Karena metode kerja dibuat sebagai rambu-rambu, tata laksana, dan berlaku untuk semua tenaga kerja konstruksi.</p>
<p>Jadi disini job desk, dapat kita analogikan sebagai Hukum Materil (Undang-undang), sementara metode kerja adalah sebagai Hukum Acara. Atau, peraturan-peraturan. Oleh sebab itu, antara job desk dan metode kerja saling melengkapi. Alasannya begini.</p>
<p>Anda tidak bisa melaksanakan metode kerja dengan benar, kalau tidak di imbangi dengan pembagian tugas kepada tukang dengan jelas. Sesuai dengan spesialisasi, atau keterampilan mereka.</p>
<p>Sebaliknya, sekalipun contoh job desk sudah Anda paparkan kepada tukang. Untuk diterapkan ada proyek baja yang baru. Tapi, kalau tidak ada metode kerja dipastikan pekerjaan konstruksi juga akan berjalan tidak sesuai dengan harapan.</p>
<h2>Contoh-contoh job desk pabrikasi</h2>
<p>Job desk dibawah ini sengaja kami buat acak. Atau, tidak untuk melakukan fabrikasi baja 1 jenis proyek. Supaya Anda bisa mengembangkan job desk ini sesuai dengan kebutuhan proyek Anda saat ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4097" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg" alt="Posisi dan proses pemasangan plendes besi WF yang terbaik di workshop baja" width="500" height="320" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Pabrikasi-kolom-baja-WF-300x192.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>a. Fabrikasi kolom WF</h3>
<p>Spesifikasi tugas yang harus Anda lakukan antara lain:<br />
1. Mengukur<br />
2. Memotong<br />
3. Mengebor<br />
4. Mengelas</p>
<p>Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah minimal 5 orang. Antara lain 1 orang helper (tenaga kerja bantu), 1 orang tukang ukur, tukang potong, tukang las, dan bagian mengebor. Atau, membuat lubang baut.</p>
<p>Dalam hal ini finishing cat baja kita anggap team sendiri. Karena pekerjaan ini tergolong spesialis. Yang mana harus dilaksanakan di tempat yang terpisah dari team pabrikasi baja. Begitu juga <a href="https://arsitekta.com/menghitung-biaya-cat-ulang-konstruksi-baja-lama/" target="_blank" rel="noopener">biaya cat</a> umumnya juga dibukukan secara terpisah dari biaya pabrikasi baja.</p>
<h4>Team pabrikasi plat baja</h4>
<p>Persoalannya pada saat fabrikasi baja WF. Material yang harus Anda potong, sebenarnya bukan saja material WF. Tapi, ada pula plat baja lembaran. Yakni untuk membuat plendes, stiffners dan komponen-komponen lain. Apakah cukup tenaga kerja yang 5 orang tadi?. Pasti tidak.</p>
<p>Job desk yang harus dilaksanakan memang 1 paket. Tapi, karena material yang dikerjakan beda. Maka dari itu, Anda harus membentuk team tersendiri. Yakni untuk membuat/menyediakan komponen plat kolom. Personil yang dibutuhkan untuk ini minimal 1 orang.</p>
<h4>Team mengebor <a href="https://arsitekta.com/resiko-menggunakan-plat-baja-sambungan-pada-konstruksi/">plat baja</a></h4>
<p>Pula setelah Anda membentuk team yang bertugas untuk memotong plat. Sebagaimana kita ketahui bahwa plat baja tersebut juga harus di lubang. Yakni untuk membuat plendes. Maka yang bertugas untuk pekerjaan tersebut juga harus ada. Yakni 1 orang.</p>
<p>Dengan demikian, total tenaga kerja yang harus Anda sediakan untuk pabrikasi baja WF adalah 7 orang. Sehingga proses fabrikasi bisa berjalan lancar, serta sesuai metode kerja.</p>
<p>Kurang dari itu, sebenarnya juga bisa. Tapi, pelaksanaan fabrikasi pasti lambat. Dan, konstruksi baja yang dikerjakan kemungkinan besar berkualitas buruk. Sebab, dikerjakan dengan cara serabutan.</p>
<h3>b. Fabrikasi konsol WF belah</h3>
<p>Contoh job desk tukang ketika melakukan fabrikasi konsol. Khususnya yang terbuat dari material baja WF belah. Teman-teman tahu kan maksud baja WF belah?. Yaitu, material WF yang sengaja di belah secara memanjang, untuk digunakan sebagai material konstruksi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Konsol-terpasang-pada-kolom-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2957" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Konsol-terpasang-pada-kolom-baja.jpg" alt="Ragam cara memasang konsol pada konstruksi baja, saat proses konstruksi dan pasca konstruksi" width="650" height="369" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Konsol-terpasang-pada-kolom-baja.jpg 650w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Konsol-terpasang-pada-kolom-baja-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></a></p>
<p>Nah, karena proses Fabrikasi konsol ternyata bukan saja melakukan pemotongan. Tapi, termasuk membelah. Maka tugas tukang disini double. Sehingga harus dilakukan oleh 2 orang.</p>
<p>Pada hakekatnya item pekerjaan yang harus dilakukan tukang saat fabrikasi konsol adalah sama dengan pabrikasi kolom. Hanya dimensi material, serta komponen-komponen yang harus Anda padang relatif kecil.</p>
<p>Namun demikian, jumlah tenaga kerja yang harus Anda siapkan untuk melakukan fabrikasi konsol model seperti ini, tidak harus 7 orang. Tapi, 5 orang sudah cukup. Dalam hal ini, tenaga kerja yang menyediakan plat baja, serta lubang baut yang terdapat pada plat tersebut adalah team yang sama. Ketika Anda melakukan fabrikasi kolom baja WF.</p>
<h3>c. Pabrikasi kuda-kuda rangka pipa lengkung</h3>
<p>Kalau lebih kompleks. Ini teman-teman. Contoh job desk fabrikasi kuda-kuda pipa lengkung. Item pekerjaan dan personil yang dibutuhkan terdiri dari:<br />
1. Mengukur panjang besi pipa = 1 orang<br />
2. Memotong secara tegak lurus, dan serong = 2 orang<br />
3. Membuat/cek mal kuda-kuda = 1 orang<br />
4. Bending pipa = 4 orang<br />
5. Setting <a href="https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/">rangka kuda-kuda</a> = 3 orang<br />
6. Melakukan las titik = 2 orang<br />
7. Mengelas full = 3 orang</p>
<p>Jadi, jumlah tenaga kerja yang ideal melakukan pekerjaan ini adalah 16 orang. Namun perlu di ingat, mengenai jumlah personil khusus untuk pabrikasi material pipa tidak bersifat baku.</p>
<p>Adakalanya jumlah kuda-kuda yang harus Anda fabrikasi sangat banyak. Serta, menggunakan material-material pipa yang berukuran besar. Sementara time schedule Anda mepet. Maka jalan satu-satunya Anda harus menambah tukang, dan alat kerja.</p>
<p>Untuk hal-hal demikianlah sehingga diperlukan contoh job desk. Yaitu untuk memudahkan Anda mengembangkan &#8220;skenario&#8221; pembagian tugas tenaga kerja, agar proyek konstruksi cepat selesai, bagus dan rapih.</p>
<p>Bagaimana pun masing-masing punya kesulitan sendiri-sendiri. Sehingga diperlukan metode kerja yang lebih lengkap. Serta, job desk kepada tukang untuk mengaplikasikan metode kerja tersebut.</p>
<h2>Job desk pabrikasi baja yang mudah diterapkan</h2>
<p>Di antara yang kami sebutkan diatas pengaturan tenaga kerja untuk melakukan proses fabrikasi yang paling mudah adalah ketika membuat konsol baja WF belah. Mengapa?. Karena komponen yang dibutuhkan untuk membuat konsol seperti itu tidak banyak. Sehingga proses pengerjaannya juga tidak sulit, dan tidak memakan waktu yang lama.</p>
<p>Selain itu, pula pembuatan ikatan angin, dan trekstang juga tergolong mudah. Karena bahan utama yang digunakan hanya 1 macam, yakni besi beton. Adapun tambahan pelengkap material konstruksi tersebut adalah mur dan span skrup. Maka dari itu, akan lebih mudah dikerjakan oleh tukang.</p>
<p>Demikian contoh job desk tukang ketika melaksanakan berbagai komponen konstruksi baja. Selian contoh-contoh yang kami sebutkan di atas, mungkin membutuhkan rincian tugas yang lebih banyak. Namun bisa juga sebaliknya. Hal itu tergantung bentuk konstruksi yang akan Anda buat. Bila Anda merasa ragu untuk mengatur job desk tukang. Silahkan kontak kami. Melalui nomor yang tertera di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Blog#:~:text=Blog%20(dari%20kata%20web%20log,lama%2C%20meskipun%20tidak%20selamanya%20demikian.">blog</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/">Contoh Job Desk Tukang Yang Tepat Melaksanakan Fabrikasi Baja (Part 1 of 2)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-job-desk-tukang-melaksanakan-fabrikasi-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2021 14:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut mur]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[komponen struktur]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan baut]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Struktur baja dapat berdiri kokoh karena menerapkan sambungan baut. Oleh karena itu pada saat pemasangan baut struktur baja, harus anda lakukan dengan benar. Mungkin sebagian orang berpendapat pekerjaan ini mudah. Karena tidak memahami resikonya, jika baut mur tidak terpasang dengan sempurna. Atau karena tidak menyadari selain faktor teknis. Ada pula faktor non teknis yang harus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Struktur baja dapat berdiri kokoh karena menerapkan sambungan baut. Oleh karena itu pada saat pemasangan baut struktur baja, harus anda lakukan dengan benar. Mungkin sebagian orang berpendapat pekerjaan ini mudah. Karena tidak memahami resikonya, jika baut mur tidak terpasang dengan sempurna. Atau karena tidak menyadari selain faktor teknis. Ada pula faktor non teknis yang harus kita hadapi, ketika melaksanakan pekerjaan ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2596 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja-300x229.jpeg" alt="Pemasangan baut pada komponen struktur baja dengan benar" width="300" height="229" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja-300x229.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-Mur-baut-struktur-baja.jpeg 630w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Memasang baut struktur baja harus oleh tukang yang berpengalaman. Dan telah terbiasa bekerja pada ketinggian, mengangkat beban berat dan bekerja sesuai metode. Karena lingkup pekerjaan ini, tidaklah sekedar memasukkan baut pada material baja yang berlubang. Kemudian mengencangkan baut dengan sebuah kunci, lalu selesai. Sama sekali tidak. Melainkan harus berdasarkan langkah-langkah kerja yang matang. Misalnya mulai dari persiapan alat-alat, antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja, maupun tata cara memasang baut mur. Demikian juga memiliki solusi, yang mana bila pekerjaan mengalami kendala.</p>
<h2><strong>Jenis alat yang tepat guna memasang mur baut</strong></h2>
<p>Saat ini banyak jenis kunci yang berfungsi untuk mengencangkan baut mur. Tetapi tidak semua alat-alat tersebut dapat kita gunakan untuk pekerjaan baja. Oleh karena itu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kunci_(bengkel)">jenis-jenis kunci</a>, yang tepat untuk pemasangan baut struktur baja adalah: 1].Kunci pas <em>(open end spanner),</em> 2].Kunci ring <em>(box spanner),</em> 3].Kunci ring pas/kombinasi <em>(combination spanner),</em> 4].Kunci soket <em>(socket spanner),</em> 5].Kunci momen atau torsi <em>(torque wrench).</em></p>
<h3><strong>1.Macam-macam ukuran kunci memasang baut konstruksi baja</strong></h3>
<p>Bicara tentang ukuran sangat erat hubungannya dengan satuan. Seperti kita ketahui satuan ukuran kunci maupun baut, sebenarnya ada 2, yaitu metrik dan inci. Tetapi implementasinya pada pelaksanaan pemasangan baut, ukuran kunci yang umum dipergunakan adalah bersatuan metrik (milimeter). Sementara satuan ukuran baut mur adalah inci. Oleh sebab fakta inilah kami sebut sebelumnya, bahwa tukang harus yang berpengalaman.</p>
<p>Mengenai jenis kunci telah jelas, hanya 5 macam. Lalu bagaimana tentang ukuran kunci?, apakah semua ukuran dapat kita pergunakan?. Tentu tidak. Sebab ada banyak ragam ukuran kunci, yaitu mulai dari 8 sampai 80 milimeter. Padahal yang kita perlukan saat pemasangan <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">baut konstruksi baja</a> hanya kunci berukuran 19-36 milimeter saja. Mengapa?. Alasannya adalah karena baut-baut struktur baja Indonesia, umumnya menggunakan diameter M12 sampai M24. Atau kalau dalam satuan inci, Ø1/2” hingga Ø1”.</p>
<p>Penting anda ketahui, ketentuan tentang ukuran kunci berlaku untuk semua jenis. Hanya yang berbeda adalah bentuk kunci. Kita ambil satu contoh, kunci pas dengan ukuran 19. Kunci ini berguna untuk mengencangkan baut M12. Oleh karena untuk 4 jenis kunci lainnya bila ukurannya 19, maka juga berfungsi untuk baut M12. Adapun cara penggunaan ukuran kunci-kunci tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Ukuran kunci 36 berguna untuk pemasangan baut M24 atau Ø1”</li>
<li>Kunci 34 untuk mengencangkan baut M22 atau Ø7/8”</li>
<li>Kunci 30 untuk baut M20 atau Ø3/4”</li>
<li>Ukuran 24 adalah untuk baut M16 atau Ø5/8”</li>
<li>Dan kunci 19 untuk baut M12 atau Ø1/2”</li>
</ul>
<h3><strong>2.Tanda-tanda kunci layak pakai untuk pemasangan baut</strong></h3>
<p>Setiap alat tentu memiliki masa pakai yang terbatas, termasuk kunci. Dalam jangka waktu tertentu lubang pengeras baut akan aus. Dan pada kondisi aus berarti kunci tidak layak pakai lagi. Oleh karena itu, bila masih kita pergunakan kunci tidak berfungsi dengan baik. Nah, guna menghindari mal fungsi pada alat. Sangat penting anda ketahui tanda-tanda kunci yang layak pakai untuk pemasangan baut. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Gagang maupun lubang pengunci tidak berkarat, bengkok atau retak.</li>
<li>Ukuran kunci presisi. Yakni memiliki toleransi 0,05 sampai 0,1 milimeter.</li>
<li>Khusus kunci ring, kunci pas atau kunci kombinasi, kedua ujungnya masih berfungsi dengan baik.</li>
<li>Untuk kunci momen, indikator kekencangan baut masih berfungsi.</li>
</ol>
<p>Umumnya untuk pemasangan baut rangka baja dengan kunci momen. Jenis harus anda pakai adalah jenis klik. Dengan kunci momen jenis klik, bila kekerasan baut telah mencapai batas maksimal. Maka kunci momen ini akan mengeluarkan suara klik. Berbeda dengan  dua jenis kunci momen lainnya, yaitu jenis dial (digital) dan jenis jarum.</p>
<p>Penilaian tentang kunci yang baik untuk memasang baut, tidak kita nilai dari harga atau merek. Oleh sebab ketentuan standar mutu kunci telah jelas. Yaitu oleh JIS <em>(Japan Industrial Standard),</em> <a href="https://webstore.ansi.org/industry/fasteners/screw-threads">ANSI <em>(American National Standard Institute),</em></a> dan DIN <em>(Deutsches Institut für Normung),</em> dari negeri Belanda. Jadi ketika anda membeli kunci, tanyakan kepada penjaga toko. Apakah kunci tersebut telah sesuai dengan salah satu standar tersebut. Atau jika kunci yang anda beli bermerek, maka produsen akan mencantumkan keterangan standar kualitas.</p>
<h3><strong>3.Alat pelindung diri memasang baut</strong></h3>
<p>Sabuk keselamatan <em>(safty belt)</em> merupakan Alat Pelindung Diri (APD) paling utama. Oleh karena itu saat memasang baut konstruksi baja, para tukang selalu memakai APD ini. Kegunaan alat ini adalah guna melindungi mereka yang bekerja pada ketinggian. Dan seperti kita ketahui, pemasangan baut struktur selalu bersamaan dengan perakitan rangka baja <em>(erection)</em>. Yang mana dominan bekerja pada ketinggian, sehingga dengan memakai alat ini tukang tidak akan jatuh.</p>
<p>Selain sabuk keselamatan, berikut ini adalah jenis APD memasang baut ada rangka baja:</p>
<ol>
<li>Helm proyek berwarna kuning,</li>
<li>Seragam kerja lengkap dengan baju rompi,</li>
<li>Sepatu kerja berbahan kulit,</li>
<li>Kaca mata pelindung debu maupun radiasi matahari,</li>
</ol>
<p>Masih terkait dengan alat kerja pemasangan baut. Ternyata ada beberapa perlengkapan tambahan yang penting untuk menunjang pekerjaan ini. Antara lain palu kecil dan drip. Drip ini sangat mirip dengan drip penitik yang berguna membuat titik baut. Tetapi yang berbeda hanya panjangnya. Kalau drip penitik ±10 centi meter, namun drip untuk pemasangan baut ini bisa mencapai 30 centi meter. Tetapi bahan dan bentuk 2 jenis drip ini adalah sama.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2597 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-271x300.jpeg" alt="Cara memasang mur baut pada balok baja profil WF" width="271" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-271x300.jpeg 271w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-768x852.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja.jpeg 780w" sizes="(max-width: 271px) 100vw, 271px" /></p>
<h2><strong>Cara pemasangan baut balok baja yang benar</strong></h2>
<p>Dalam gambar ini tukang sedang melaksanakan pemasangan baut pada balok baja. Silahkan anda perhatikan, apakah ada yang salah dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut?. Jawabnya ada. Yaitu para pekerja tidak menggunakan APD proyek. Lalu kaitannya dengan proses pemasangan baut adalah tanpa menggunakan APD lengkap, tukang tidak dapat mengencangkan baut secara maksimal. Oleh karena resiko terjatuh. Dan akhirnya baut mur tidak terpasang dengan benar dan kuat.</p>
<p>Masih terkait dengan gambar, anda lihat ada 2 tukang berada pada balok baja. Oleh karena balok baja berukuran besar, dan baut-bautnya juga berdiameter besar. Maka pemasangan baut balok seperti ini memang harus 2 orang. Dan langkah-langkah pelaksanaan yang benar, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Pastikan ukuran kunci maupun baut mur telah benar.</li>
<li>Masukkan drip pada lubang baut kolom baja.</li>
<li>Kemudian sorong drip tersebut, hingga masuk ke lubang baut balok.</li>
<li>Masukkan baut satu persatu dan secara perlahan. Sehingga tidak merusak ulir baut.</li>
<li>Pastikan seluruh kepala baut pada sisi yang sama.</li>
<li>Segera pasang mur pada masing-masing baut.</li>
<li>Lakukan pengencangan baut mur, dengan cara mulai dari baut yang tepi.</li>
<li>Seorang tukang menahan mur dengan kunci kombinasi.</li>
<li>Tukang yang lainnya mengencangkan kepala baut dengan kunci momen.</li>
<li>Setelah terdengar suara klik kunci momen, segera hentikan pengencangan kepala baut.</li>
<li>Lakukan langkah 8 sampai 10, untuk setiap proses pengencangan baut mur.</li>
<li>Dan mulai langkah 1 hingga 10, guna memasang baut balok lainnya.</li>
</ol>
<h2><strong>Indikasi baut mur tidak terpasang dengan baik</strong></h2>
<p>Walau pemasangan baut struktur baja telah mengikuti metode kerja. Masih saja ada kemungkinan beberapa baut mur tidak terpasang dengan benar. Seperti pada gambar berikut, silahkan anda perhatikan. Sebab itu sebelum anda melakukan perbaikan. Penting anda ketahui lebih dulu tanda-tandanya, yaitu:</p>
<h3><strong>a. Terjadi celah pada sambungan baut struktur</strong></h3>
<p>Celah antar komponen struktur baja terjadi karena baut mur kurang rapat. Jadi boleh kita sebut penyebabnya adalah faktor non teknis. Sebab kesalahannya terletak pada pelaksanaan saja. Tetapi mengakibatkan konstruksi menjadi tidak kokoh. penting kita ketahui pula, sebenarnya rongga seperti ini tidak perlu terjadi. Apabila pengencangan mur baut terlaksana secara maksimal. Jadi untuk mengatasi baut yang belum rapat, caranya seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Lakukan pengencangan ulang pada baut yang telah terpasang, satu demi satu.</li>
<li>Pengencangan baut harus secara perlahan, serta dengan kekuatan yang merata,</li>
<li>Lalu beri tanda pada baut yang telah kencang dengan memakai spidol.</li>
</ol>
<h3><strong>b. Lubang tidak terpasang dengan baut</strong></h3>
<p>Dapat kita pastikan bila masih ada baut yang tidak terisi, adalah karena lubang baut tidak presisi. Yang mana salah satu lubang baut pada komponen bergeser. Oleh sebab itu ketika baut kita masukkan, tidak dapat menembus kedua komponen. Jadi boleh kita simpulkan kesalahan ini terjadi karena faktor teknis. Dan sebenarnya dapat kita antisipasi, bila <a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-ini/">pembuatan lubang baut</a> terlaksana dengan benar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2598 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar-300x225.jpeg" alt="Contoh-contoh baut tidak terpasang dengan benar dan sempurna pada struktur konstruksi baja" width="300" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar-300x225.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-mur-tidak-terpasang-dengan-benar.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Cara mengatasi lubang baut tidak presisi</strong></h2>
<p>Ketika salah satu baut tidak terpasang, oleh sebab lubang yang tidak presisi. Maka solusi satu-satunya, lubang baut harus anda perbaiki. Sepintas memang terkesan tidak profesional, karena posisi struktur baja telah berdiri. Tetapi mengingat <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/">sistem sambungan baja</a> telah menetapkan baut mur, maka anda haru pastikan alat sambungnya terpasang seluruhnya.</p>
<p>Memperbaiki lubang yang tidak presisi harus dengan pengeboran ulang. Anda tidak boleh menggunakan alat potong blender <em>(cutting torch).</em> Sebab bila dengan alat ini maka kekuatan struktur baja akan berkurang. Oleh sebab terjadinya panas nyala api dengan temperatur yang tinggi. Jadi satu-satunya alat yang boleh anda gunakan adalah bor tangan. Adapun teknis pelaksanaannya adalah dengan cara berikut:</p>
<ol>
<li>Persiapkan sebuah bor tangan. Lengkap dengan sambungan kabel listrik yang cukup.</li>
<li>Pastikan diameter mata bor telah sesuai untuk ukuran baut.</li>
<li>Pasang perancah, yaitu sebagai tempat anda melakukan pengeboran.</li>
<li>Lakukan pengeboran pada lubang yang bergeser. Dan pastikan apakah telah telah presisi.</li>
<li>Terakhir, pasanglah baut mur.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup]: Agar pemasangan baut terjamin berkualitas</strong></h2>
<p>Adalah tugas pengawas proyek untuk memastikan bahwa semua baut telah terpasang rapat. Sebab menentukan apakah mur baut telah kencang atau belum, seharusnya menjadi wewenang pengawas. Memang dengan alat kunci momen tukang dengan mudah mengetahui bahwa baut telah kencang. Namun tidak berarti pengawas tidak pelu melakukan kontrol. Tetapi dengan adanya pengawasan yang ketat, maka mutu pemasangan baut lebih terjamin.</p>
<p>Selain dari segi pengawasan, agar pemasangan mur baut berkualitas. Yaitu mengantisipasi pengeboran ulang pada struktur baja yang sudah berdiri. Sehingga penanggulangan mengenai lubang yang tidak presisi, dapat terlaksana dengan baik dan profesional. Oleh sebab itu pada saat ada indikasi baut tidak bisa kita pasang, maka komponen struktur segera kita turunkan. Dengan demikian pelaksanaan pengeboran ulang dapat kita lakukan dibawah.</p>
<p>Demikian penjelasan kami mengenai pemasangan mur baut struktur baja. Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menambah pengetahuan anda. Sehingga kedepan kejadian seperti pada gambar terlampir, tidak terulang kembali.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/">Pemasangan Baut Struktur Baja Cara Yang Benar Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pemasangan-baut-struktur-baja-cara-yang-benar-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Jenis Baut Pengikat Rangka Baja,Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/5-jenis-baut-pengikat-rangka-baja-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/5-jenis-baut-pengikat-rangka-baja-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2021 02:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[angkur baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut pengikat]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2584</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baut pengikat adalah satu kelompok alat sambung berulir, yang berfungsi sebagai jangkar suatu konstruksi bangunan. Konstruksi yang sering menggunakan material ini adalah konstruksi baja maupun kayu. Ada 5 jenis baut pengikat perlu pada konstruksi-konstruksi tersebut. Supaya konstruksi dapat berdiri dengan kokoh. Dan sampai saat ini belum ada temuan material lain, sebagai pengganti baut-baut pengikat ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-baut-pengikat-rangka-baja-ini/">5 Jenis Baut Pengikat Rangka Baja,Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Baut pengikat adalah satu kelompok alat sambung berulir, yang berfungsi sebagai jangkar suatu konstruksi bangunan. Konstruksi yang sering menggunakan material ini adalah konstruksi baja maupun kayu. Ada 5 jenis baut pengikat perlu pada konstruksi-konstruksi tersebut. Supaya konstruksi dapat berdiri dengan kokoh. Dan sampai saat ini belum ada temuan material lain, sebagai pengganti baut-baut pengikat ini. Sehingga memang material ini sangat kita perlukan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2585 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Baut-Pengikat_cover-1.jpg" alt="judul artikel tentang jenis-jenis baut pengikat yang kita perlukan pada konstruksi baja" width="219" height="155" /></p>
<p>Selanjutnya anda mungkin bertanya: “apa bedanya baut pengikat dengan angkur?, bukankah fungsinya sama?”. Begini penjelasannya. Secara umum boleh kita katakan fungsi baut pengikat dan angkur sama, tetapi peruntukannya tidak. Kalau angkur pada umumnya berguna untuk konstruksi yang bersifat struktural. Sementara pemakaian baut pengikat lainnya, lebih dominan untuk konstruksi non struktur. Penjelasan berikutnya dari segi pengelompokan atau kategori. Angkur adalah salah satu jenis baut pengikat, tetapi baut pengikat tersebut tidak hanya terdiri dari angkur saja. Jadi perlunya pemahaman pada konteks ini. Akan memudahkan anda memahami manfaat, dari 5 jenis baut pengikat ini.</p>
<p>Lalu, ada berapa banyak <a href="https://arsitekta.com/jenis-baut-baja-dan-kegunaan-pada-proyek/">jenis baut</a> pengikat?. Jawabnya sangat banyak. Sebab pada umumnya kegunaan material ini tidak hanya pada proyek bangunan. Tetapi juga pada industri otomotif, infrastruktur jaringan telekomunikasi, Jaringan listrik dan lain sebagainya. Mengingat banyaknya ragam manfaat material ini, maka yang kami bahas dalam tulisan hanya beberapa saja. Yaitu baut pengikat yang kita perlukan konstruksi baja non struktural.</p>
<h2><strong>Macam-macam baut pengikat konstruksi baja</strong></h2>
<p>Konstruksi baja non struktural adalah satu rangkaian komponen konstruksi, yang terbuat dari material baja serta hanya menerima beban yang ringan.  Jadi material pengikat cukup memerlukan kekuatan tarik (cabut) baut yang kecil pula. Sebaliknya pada konstruksi baja struktural, beban yang harus dipikul sangat besar. Itu sebabnya perlu menggunakan baut pengikat yang memiliki kekuatan tarik besar.</p>
<p>Angkur baja adalah salah satu baut pengikat yang memiliki kekuatan tarik besar. Sehingga material inilah yang kita perlukan sebagai jangkar konstruksi baja struktural. Jelas mengenai material yang satu ini, telah kami bahas dalam artikel tersebut. Silahkan anda pelajari. Selanjutnya selain angkur baja, masih ada 5 (lima) jenis baut pengikat yang umum kita pakai pada pekerjaan baja, antara lain: 1].Dinabolt, 2].Fisher, 3].Chemical angkur, 4].Spand skrup, dan 5].Paku rivet.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2586 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-baut-pengikat-kerja-baja-300x240.jpeg" alt="baut pengikat kontruksi baja jenisnya seperti berikut ini" width="300" height="240" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-baut-pengikat-kerja-baja-300x240.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-baut-pengikat-kerja-baja-1024x819.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-baut-pengikat-kerja-baja-768x614.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Jenis-baut-pengikat-kerja-baja.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>1.D</strong><strong>inabolt </strong><strong>memiliki ragam ukuran untuk mengikat baja</strong></h3>
<p>Untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja non struktural, ukuran dinabolt yang kita perlukan adalah M8, M10 dan M12. Dengan panjang sekitar 75 sampai 100 milimeter. Beberapa alasan mengapa harus dengan ukuran-ukuran tersebut, adalah berikut:</p>
<ul>
<li>Bahwa dengan ukuran diameter tersebut telah cukup kuat untuk menahan beban yang timbul pada konstruksi. Karena memiliki kekuatan tarik/cabut setara dengan baut kelas 4,4. Sehingga dalam menentukan diameter dinabolt tergantung berapa besar rangka baja. Berdasarkan pengalaman, tidak pernah ada rangka baja yang menggunakan dinabolt M6. Demikian sebaliknya untuk rangka yang relatif besar, apakah kita paksakan harus pakai dinabolt M16?. Bukankah tidak sebaiknya kita gunakan angkur baja?</li>
<li>Dinabolt tidak perlu panjang sebab pemasangan baut pengikat ini pada struktur beton. Yang mana besar kemungkinan saat pemasangan akan tabrakan dengan besi tulangan yang ada dalam beton. Sebab selimut beton umumnya hanya 2,5-3 centi meter saja. Jadi untuk menghindari kejadian tersebut kita tidak perlu memakai dinabolt melebihi 100 milimeter.</li>
</ul>
<p>Lebih lanjut tentang dinabolt, sebenarnya baut pengikat ini memiliki banyak ragam ukuran. Yakni mulai dari M6 sampai dengan M22, serta dengan panjang 50-200 milimeter. Demikian juga tentang warna, material ini tersedia dengan warna kuning maupun putih (chrome). Yang mana seluruh ukuran serta warna dinabolt, sangat mudah kita dapatkan di toko-toko bahan bangunan maupun alat-alat listrik. Jadi tidak hanya ada di toko mur baut. Karena ternyata peruntukan material ini tidak hanya pada pekerjaan baja.</p>
<h3><strong>2.F</strong><strong>isher mirip dengan baut pengikat jenis dinabolt</strong></h3>
<p>Sama halnya dengan dinabolt, implementasi fisher tidak hanya pada lingkup pekerjaan baja. Tetapi juga berguna untuk konstruksi kayu, pekerjaan alumunium, pemasangan kosen pintu atau jendela PVC. Juga pada pekerjaan instalasi listrik, pemasangan pipa dan sebagainya. Jadi peran material ini dalam proyek pembangunan cukup besar. Sebab hampir seluruh sub pekerjaan bangunan memerlukan baut pengikat.</p>
<p>Ukuran fisher yang banyak kita temui saat pelaksanaan konstruksi baja, adalah M8,M10 dan M12. Relatif sama atau lebih kecil dari ukuran dinabolt. Sebab baut pengikat ini perlunya untuk konstruksi yang ringan/kecil. Alasan lainnya karena ketika pemasangan, fisher tertanam pada tembok atau dinding. Misalnya pada dinding dengan pasangan batu bata atau bata ringan. Jadi bukan pada bidang cor/beton.</p>
<p>Berikutnya tentang metode pemasangan fisher maupun dinabolt, secara teknis sama pula. Hanya yang membedakan adalah jenis elemen alat yang kita perlukan. Yaitu pada komponen mata bor guna membuat lubang baut pengikat ini. Yang mana mata bor untuk melubangi struktur beton, tentu jenisnya berbeda dengan mata bor untuk dinding batu bata. Jadi pada prinsipnya mesin bor yang kita pakai adalah sama, yaitu jenis bor tangan.</p>
<h3><strong>3.</strong><strong>Chemical angkur berteknologi terbarukan</strong></h3>
<p>Chemical angkur adalah satu baut pengikat yang memiliki ulir penuh pada sepanjang batang bahan. Yang berfungsi sebagai jangkar/pengikat antara komponen rangka baja dengan struktur beton. Secara harafiah <a href="https://lektur.id/arti-chemical/">chemical</a> berarti kimia, yang mana bila kita kaitkan dengan implementasi pemasangan angkur. Chemical angkur artinya angkur baut yang terpasang dengan memakai campuran bahan kimia sebagai perekat pada cor beton. Jadi tanpa adanya proses kimiawi terhadap angkur dan beton, maka material ini tidak berfungsi sama sekali.</p>
<p>Hubungannya dengan pelaksanaan kerja baja. Hampir seluruh ukuran chemical angkur yang tersedia dapat kita gunakan. Sebab material ini memiliki kekuatan tarik sama dengan baut hitam, yakni setara dengan 55.00 psi. Selain itu, macam-macam diameter yang tersedia mulai dari M8,M10,M12,M16,M20,M24 dan seterusnya. Serta dengan panjang batang bervariasi, yaitu antara 150-300 milimeter. Namun demikian pada situasi tertentu guna memperoleh ukuran khusus, dapat anda lakukan melalui pesanan khusus pada pabrik.</p>
<p>Lanjut mengenai tekhis pemasangan chemical angkur. Penting anda ketahui material ini sebaiknya anda pasang pada beton yang bermutu K250 atau lebih. Hal ini bertujuan agar daya rekat chemical dengan struktur beton benar-benar kuat. Sebab bila mutu cor rendah maka proses kimiawi angkur dan cor beton tidak sempurna. Jadi kuat tidaknya baut pengikat ini tergantung pelaksanaan anda bagaimana. Lebih lengkapnya tentang teknis <a href="https://www.jasahilti.com/2019/01/jasa-dan-cara-pemasangan-hilti-hilti.html#:~:text=Pemasangan%20chemical%20anchor%20(angkur)%20dilakukan,yang%20sudah%20dibor%20tadi%20dibersihkan">pemasangan chemical angkur,</a> silahkan pelajari tutorial yang telah tersedia oleh produsen.</p>
<h3><strong>4.Span skrup dan eksistensinya pada komponen rangka atap</strong></h3>
<p>Span skrup adalah baut pengikat antara 2 (dua) bagian komponen ikatan angin. Yang berfungsi sekaligus sebagai pengeras agar struktur kuda-kuda baja kokoh dan kaku. Itu sebabnya material ini pada daerah tertentu bernama jarum keras. Penting anda ketahui, tanpa adanya span skrup ikatan tidak bekerja dengan sempurna. Selanjutnya, tanpa ikatan angin rangka atap baja menjadi mudah roboh oleh hembusan angin. Itu sebabnya komponen ini terkenal dengan nama ikatan angin<em> (wind brace).</em></p>
<p>Kembali tentang span skrup, ukuran yang kita perlukan sebagai pengikat/pengeras ikatan angin adalah M10,M12,M16 dan M19. Selain ukuran-ukuran tersebut sebenarnya masih ada M6,M8,M22 dan M25. Namun penggunaan 4 macam ukuran ini sangat jarang. Sebab implementasi span skrup menyesuaikan ukuran material ikatan angin. Maksudnya, ketika anda pergunakan besi beton Ø12 sebagai ikatan angin, maka ukuran span skrup yang anda perlukan adalah M12. Demikian selanjutnya. Jadi beginilah ketentuan penggunaan baut pengikat ini dalam pelaksanaan pekerjaan baja.</p>
<p>Masih terkait span skrup, silahkan perhatikan bentuknya pada gambar sebelumnya. Adapun bahan pembuatan baut pengikat ini adalah dari besi, yang memiliki kekuatan tarik setara dengan baut warna. Jadi bila pada gambar tersebut anda lihat span skrup berwarna putih<em> (chrome), </em>itu hanya lapisan luar. Karena proses pelapisan warna itu sama dengan pada material baut.</p>
<h3><strong>5.Paku rivet alat sambung tidak tetap yang bersifat statis.</strong></h3>
<p>Pertama penting kami luruskan. Paku rivet yang kami maksud tidak sama dengan paku keling. Silahkan perhatikan kembali gambar terlampir. Material paku rivet memiliki kepala bulat pada salah satu ujung batang. Adapun ukuran batang material pengikat ini relatif kecil. Yaitu antara Ø3-6 milimeter serta dengan panjang 3 sampai 5 centimeter. Tambah lagi, pada bagaian luar batang paku berselimut pelat logam tipis. Yang mana berfungsi sebagai penjepit material baja. Jadi bila ekspektasi anda menganggap paku rivet sama dengan paku keling, anda telah salah besar.</p>
<p>Perlu anda ketahui, baik paku rivet maupun paku keling merupakan sambung tidak tetap. Namun hasil ikatan yang anda peroleh dari material ini bersifat statis. Artinya sambungan menjadi permanen, sehingga tidak mudah anda lepaskan. Juga pada saat membuka sambungan, besar kemungkinan akan merusak komponen rangka. Jadi boleh kita sebutkan paku rivet merupakan alat sambung tidak tetap bersifat statis.</p>
<p>Terkait tentang perlunya paku rivet pada pelaksanaan kerja baja. Sebenarnya bersifat temporer saja. Penyebabnya adalah, selain karena peruntukan material ini hanya pada konstruksi non struktural. Juga karena penggunaannya berkaitan dengan pekerjaan arsitektur (finishing bangunan), misalnya:</p>
<ol>
<li>Saat pemasangan talang galvalum dengan rangka besi siku,</li>
<li>Pengikat klem pralon yang terbuat dari besi pelat strip,</li>
<li>Ketika memasang Alumunium Composite Panel (ACP),</li>
<li>Pembuatan rangka neon box, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Sebagai tambahan, berikut beberapa kelemahan paku rivet antara lain: 1]. Hanya mampu mengikat dua objek yang memiliki tebal kurang dari 10 milimeter, 2]. Kekuatan tarik baut sangat kecil, 3].Pemasangan memerlukan proses pengeboran terlebih dahulu, 4].Mutu ikatan hasilnya berbeda-beda pada setiap bahan.</p>
<h2><strong>Jenis alat untuk memasang baut pengikat</strong></h2>
<p>Secara keseluruhan ada 6 (enam) macam baut pengikat, yang diperlukan pada pekerjaan konstruksi baja. Baik yang sifatnya konstruksi baja struktural, maupun non struktural. Antara lain Angkur baja, Dinabolt, Fisher, Angkur chemical, Span skrup dan Paku rivet. Perlunya seluruh material ini pada proyek baja, tergantung jenis material konstruksi yang anda pakai. Ada kemungkinan pada satu proyek anda memerlukan 5 jenis baut pengikat. Namun pada kondisi tertentu mungkin hanya satu macam saja.</p>
<p>Secara umum pula, seluruh baut-baut pengikat membutuhkan peralatan kerja yang sama. Hanya yang berbeda adalah elemen serta ukuran alat. Misal diameter mata bor, untuk membuat lubang dinabolt tentu beda ukurannya dengan membuat lubang paku rivet. Namun pada prinsipnya kita dapat menggunakan alat yang sama. Berikut ini jenis alat yang anda perlukan tersebut:</p>
<ul>
<li>Bor tangan</li>
<li>Kunci pengeras mur</li>
<li>Stang rivet</li>
<li>Water pass atau selang air</li>
<li>Palu kecil</li>
<li>Sikon dan alat ukur meter</li>
</ul>
<h2><strong>Rangkuman: Macam-macam baut sambung dan pengikat konstruksi baja</strong></h2>
<p>Bagian akhir ini adalah rangkuman jenis-jenis alat sambung dan pengikat konstruksi baja. Yaitu sebagai kelanjutan dari beberapa topik yang telah kami bahas pada artikel sebelumnya. Silahkan baca:</p>
<ul>
<li><a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">Baut konstruksi baja yang benar begini</a></li>
<li><a href="https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/">Baut warna pada proyek kegunaannya ini</a></li>
</ul>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2587 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Kategori-baut-sambung-dan-pengikat-300x169.jpeg" alt="Kategori baut sambung dan baut pengikat beserta jenis masing-masing baut" width="300" height="169" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Kategori-baut-sambung-dan-pengikat-300x169.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Kategori-baut-sambung-dan-pengikat-1024x576.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Kategori-baut-sambung-dan-pengikat-768x432.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Kategori-baut-sambung-dan-pengikat.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pada gambar tertera klasifikasi baut sambung dan pengikat. Yakni terdiri dari 3 kategori, yaitu berdasarkan standar mutu, bentuk dan warna. Serta pada masing-masing kategori lengkap dengan spesifikasi jenis baut. Semoga melalui penjelasan ini pengetahuan anda mengenai, 5 jenis baut pengikat untuk pelaksanaan kerja baja semakin luas. Sekaligus dapat meluruskan beberapa persepsi yang salah tentang material-material ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-baut-pengikat-rangka-baja-ini/">5 Jenis Baut Pengikat Rangka Baja,Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/5-jenis-baut-pengikat-rangka-baja-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Baut Warna Pada Proyek Kegunaannya Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 06:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baut baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut warna]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi anda para pecinta otomotif tentu tidak asing dengan baut yang berwarna. Material pengikat ini selain pada sepeda motor dan mobil, juga sering kita temui pada alat elektronik maupun perabot rumah. Sepintas kita akui penggunaan baut berwarna dapat menambah estetika dan percaya diri sang pemilik. Hal inilah yang menyebabkan variasi warna material ini makin hari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/">Baut Warna Pada Proyek Kegunaannya Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda para pecinta otomotif tentu tidak asing dengan baut yang berwarna. Material pengikat ini selain pada sepeda motor dan mobil, juga sering kita temui pada alat elektronik maupun perabot rumah. Sepintas kita akui penggunaan baut berwarna dapat menambah estetika dan percaya diri sang pemilik. Hal inilah yang menyebabkan variasi warna material ini makin hari semakin banyak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2581 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-20-at-13.26.18-300x267.jpeg" alt="Macam-macam kegunaan baut warna pada kontruksi baja" width="300" height="267" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-20-at-13.26.18-300x267.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-20-at-13.26.18-768x682.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-20-at-13.26.18.jpeg 961w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Tujuan pembahasan mengenai baut warna</strong></h2>
<p>Namun tahukah anda proyek baja tidak hanya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">jenis baut baja</a> yang berwarna hitam?, Tetapi juga ada yang berwarna lain?. Silahkan anda pelajari lebih dalam tulisan ini. Dengan demikian anda akan memahami jenis-jenis warna tersebut  beserta ukurannya. Tambah lagi tentang bahan dasar, mutu maupun kegunaan baut warna pada proyek baja.</p>
<p>Sebab begitu banyak variasi bentuk baut yang berwarna saat ini. Maka orientasi pembahasan ini perlu kami batasi pada 2 hal, yaitu: 1]. Jenis baut warna adalah yang berbentuk segi enam (Hex Bolt), 2]. Kegunaan baut mur khusus lingkup pekerjaan konstruksi baja.</p>
<h2><strong>Jenis baut mur warna umum anda temui pada proyek</strong></h2>
<p>Saat ini hampir seluruh macam warna telah teraplikasi pada baut dan mur. Dengan banyaknya ragam warna material ini membuat para konsumen leluasa untuk menentukan pilihan. Juga makin mudahnya material ini kita temui pada toko-toko onderdil, elektronik maupun perabot. Tetapi tidak dengan toko-toko bahan bangunan, mengapa?. Alasanya karena tidak semua baut berwarna tersebut dapat kita gunakan untuk pekerjaan baja.</p>
<p>Adapun beberapa jenis baut warna yang peruntukannya sebagai alat sambung baja adalah:</p>
<h3><strong>1.Baut warna kuning</strong></h3>
<p>Baut berwarna kuning sebenarnya adalah baut yang terbuat dari besi biasa. Dan belum termasuk kategori baut hitam apalagi baut baja. Jadi klasifikasi material ini menurut ISO<em> (International Standardization of Organization)</em> termasuk kelas 4,4. Atau jika berdasarkan SAE <em>(Society of Automotive Engineers)</em> adalah Grid 1. Yang mana baik menurut ISO maupun SAE kekuatan tarik baut ini tidak sampai 55.000 Psi.</p>
<h3><strong>2.Baut berwarna putih (chrome)</strong></h3>
<p>Sama halnya dengan baut warna kuning, baut yang berwarna putih atau chrome juga bahan dasarnya adalah besi. Demikian pula klasifikasi serta besar kekuatan tarik material ini tidak berbeda dengan baut kuning. Jadi sebenarnya warnya yang melekat pada bahan pengikat ini adalah hanya pada lapisan luar. Yang mana berguna sebagai penambah estetika sekaligus pelindung agar tidak mudah berkarat.</p>
<p>Dari penjelasan tersebut maka tidak heran bila ukuran baut warna kuning maupun putih relatif kecil. Dengan kata lain pabrik tidak pernah memproduksi yang berdiameter besar. Hal ini tentu karena kekuatan tarik baut yang sangat kecil, sehingga tidak mungkin sanggup menahan sebab yang besar. Silahkan anda cek, ukuran baut berwarna yang tersedia maksimal M16 atau Ø5/8” saja.</p>
<h2><strong>Manfaat baut warna kuning dan putih pada pekerjaan baja</strong></h2>
<p>Meningkatnya kebutuhan baut konstruksi baja membuka peluang yang makin besar untuk menggunakan bermacam-macam jenis baut mur. Tidak terkecuali untuk jenis baut yang berwarna kuning maupun putih. Tetapi tidak dapat kita pungkiri kegunaan baut-baut ini sangat terbatas, yakni khusus untuk konstruksi yang sifatnya non struktur.</p>
<p>Implementasi baut kuning maupun putih pada pekerjaan baja, seperti berikut:</p>
<ul>
<li>Alat sambung pada rangka kanopi</li>
<li>Pengikat pada rangka talang vertikal atau klem pralon</li>
<li>Mur pengikat pada jarum gording (Trecstang)</li>
<li>Baut sambungan antara tangga besi dan reilling</li>
</ul>
<p>Selain manfaat-manfaat tersebut, bila kita jabarkan lebih luas pada sarana prasarana kerja baja. Ternyata baut kuning dan putih dapat kita gunakan sebagai pengikat klem selang oksigen dan elpiji, agar menyatu dengan stang <a href="https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/">blender potong</a>. Serta masih banyak manfaat lain, yang prinsipnya adalah jika ukuran baut yang kita butuhkan ≤Ø5/8”.</p>
<h2><strong>Kesimpulan I: Kelebihan serta kekurangan baut warna kuning dan putih</strong></h2>
<p>Sebelum memutuskan menggunakan salah satu jenis baut, tentu terlebih dahulu kita pertimbangkan apa keuntungan serta kerugian menggunakan material tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah telah memenuhi kriteria baut yang berkualitas. Itu sebabnya ketika hendak menggunakan baut warna kuning atau putih, harus kita ketahui keunggulan maupun kekurangan alat sambung ini.</p>
<h3><strong>Kelebihan baut warna kuning dan putih</strong></h3>
<p>Beberapa kelebihan baut warna kuning maupun putih, sebagai alat sambung konstruksi baja adalah:</p>
<ol>
<li>Ukuran diameter baut mulai dari M4 sampai dengan M16. Sehingga sangat cocok sebagai alat sambung/pengikat rangka konstruksi yang ringan.</li>
<li>Tidak memerlukan finishing cat, sebab baut telah memiliki lapisan (sepuh) cat</li>
<li>Mudah diperoleh karena mulai dari toko material berskala kecil hingga besar.</li>
<li>Harga lebih murah bila kita bandingkan dengan baut hitam atau baut baja.</li>
<li>Tampilan baut lebih menarik.</li>
</ol>
<h3><strong>Kekurangan baut berwarna ini</strong></h3>
<p>Sisi lain selain memiliki kelebihan, baut berwarna kuning dan putih juga punya kekurangan. Yang mengakibatkan penggunaan material ini pada pekerjaan struktur baja minim, yaitu:</p>
<ol>
<li>Terbuat dari bahan besi.</li>
<li>Hanya memiliki kekuatan tarik &lt;55.000 Psi.</li>
<li>Ukuran diameter baut terbatas yakni maksimal Ø5/8”.</li>
</ol>
<h2><strong>Eksistensi mur baut galvanis pada proyek baja </strong></h2>
<p>Selain 2 macam baut warna yang kami sebutkan sebelumnya, satu lagi baut berwarna yang sering kita temui pada pekerjaan baja adalah mur baut galvanis. Sehingga total ada 3 jenis baut warna yaitu: kuning, putih dan abu-abu (warna galvanis). Namun penting anda ketahui bahan dasar pembuatan baut galvanis berbeda dengan 2 macam baut tersebut. Yakni terbuat dari baja, bukan dari besi, sehingga memiliki kekuatan tarik yang lebih besar daripada baut kuning maupun putih.</p>
<p>Pengertian baut galvanis adalah satu jenis baut yang terbuat dari baja, serta melalui proses galvanisasi pada tahap akhir. Sementara proses galvanisasi artinya adalah melakukan pelapisan seng (Zn) pada baut, dengan tujuan agar memiliki daya tahan terhadap karat. Jadi dengan adanya proses pelapisan ini, baut galvanis akhirnya memiliki kelebihan khusus bila kita bandingkan dengan baut hitam.</p>
<h2><strong>Tujuan menggunakan baut warna abu-abu (galvanis)</strong></h2>
<p>Proyek baja yang berlokasi pada daerah pinggir pantai, pada umumnya menggunakan sambungan baut galvanis. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya <a href="https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/15/200128569/pengertian-dan-proses-terjadinya-korosi?page=all">korosi</a> pada material, sebab kadar garam daerah ini sangat tinggi. Kasus yang sama juga akan kita temui pada bangunan industri, yang memproduksi bahan-bahan mengandung garam atau zat asam. Jadi pada intinya manfaat penggunaan baut ini adalah agar terhindar dari karat.</p>
<p>Guna memperoleh proteksi yang maksimal terhadap korosi, penggunaan baut ini juga harus bersamaan dengan rangka baja galvanis. Dengan demikian proses pemilihan baut ini harus kita lakukan saat proses perencanaan konstruksi. Atau bukan pada saat hendak pelaksanaan proyek.</p>
<h2><strong>Proses galvanisasi baut baja</strong></h2>
<p>Untuk menjadi sebuah baut galvanis tentu melalui satu proses, yaitu galvanisasi atau <em>hot dip galvanazing</em>. Proses ini oleh produsen berlangsung dalam 3 (tiga) tahap yakni: 1].Tahap pembersihan, 2].Tahap pencelupan baut, 3]. Tahap pendinginan <em>(quenching).</em> Adapun jabaran ketiga tahap ini adalah seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Proses pembersihan permukaan baut bertujuan untuk menghilangkan segala jenis kotoran yang menempel. Misalnya debu, bekas cat, minyak dan sebagainya. Yang mana pembersihan ini dapat kita lakukan dengan kain lap, amplas mesin serta mesin gerinda. Metode pembersihan lainnya, adalah mencampur air dengan bahan kimia tertentu. Lalu kemudian memasukkan baut ke dalam campuran tersebut. Dan setelah beberapa menit baut kita keluarkan serta biarkan mengering.</li>
<li>Proses pencelupan baut kedalam cairan seng <em>(Zinc)</em> yang dengan suhu &gt;400ºC, serta dalam jangka waktu 1,5 menit. Hingga seluruh permukaan baut kita pastikan telah masuk dalam cairan tersebut. Selanjutnya jika lapisan seng telah rata maka baut kita angkat, untuk proses berikutnya.</li>
</ol>
<ul>
<li>Pendinginan baut kita lakukan adalah memasukkan baut yang telah berlapis seng, kedalam larutan natrium kromat (<em>sodium chromate) </em>dengan konsentrasi tertentu. Natrium kromat merupakan senyawa non organik dengan rumus Na2CrO4.</li>
</ul>
<p>Perlu anda ketahui juga ketebalan galvanis pada baut bervariasi, yaitu mulai 1 micron sampai 9 micron. Yang mana pada masing-masing ketebalan galvanis memiliki masa garansi yang berbeda. Misalnya untuk tebal galvanis 1 micron pabrik memberi garansi anti karat selama 3 tahun. Sedangkan untuk ketebalan 7 micron mencapai 30 tahun.</p>
<h2><strong>Kesimpulan II: Kelebihan serta kekurangan baut galvanis</strong></h2>
<p>Sama hal dengan baut kuning dan putih, seperti telah kami jelaskan sebelumnya. Baut galvanis juga punya kelebihan maupun kekurangan kala kita terapkan untuk konstruksi baja. Lalu, apa tujuannya perlu kita pahami?. Tidak lain, adalah dengan mengetahui kelebihan serta kelemahan material ini, maka kemungkinan terjadinya suatu resiko dapat dengan mudah kita antisipasi.</p>
<h3><strong>Kelebihan baut galvanis</strong></h3>
<p>Beberapa kelebihan baut galvanis untuk alat sambung baja adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mutu baut setara dengan baut baja ASTM 36 atau ASTM 325.</li>
<li>Kekuatan tarik baut galvanis sama antara 55.000 Psi hingga 150.000 Psi.</li>
<li>Ukuran sangat bervariasi, mulai dari Ø1/2” sampai Ø1,5”</li>
<li>Cocok sebagai alat sambung baja struktur</li>
<li>Tidak perlu pengecatan akhir</li>
<li>Tahan karat</li>
<li>Mendapat garansi dari produsen</li>
</ol>
<h3><strong>Kekurangan mur baut galvanis</strong></h3>
<p>Adapun berikut ini adalah beberapa kekurangan mur baut galvanis. Yang mana hal-hal tersebut akan kita temui pada saat hendak atau tengah mempergunakan material ini sebagai sambungan baja.</p>
<ol>
<li>Harga relatif lebih mahal daripada baut hitam,</li>
<li>Tidak semua toko mur baut punya ketersediaan stok</li>
<li>Untuk kebutuhan yang banyak harus melalui pesanan khusus,</li>
<li>Rumor adanya baut galvanis yang palsu (proses galvanisasi yang tidak benar),</li>
<li>Ketika pelaksanaan pengerasan baut lapisan galvanis kadang terkelupas.</li>
</ol>
<h2><strong>Harapan kedepan perihal topik</strong></h2>
<p>Demikian penjelasan kami mengenai kegunaan baut warna sebagai alat sambung baja. Sehingga dengan membaca artikel ini kami harap pada saudara sekalian, sebagai:</p>
<ul>
<li>Mahasiswa/siswa telah mengerti jenis baut warna yang cocok untuk pekerjaan baja. Memahami kelemahan maupun kelebihan baut-baut tersebut, serta kegunaannya pada proyek.</li>
<li>Profesional bersedia berbagi pengalaman dengan kami perihal topik ini. Dengan demikian pengetahuan ini semakin layak kita wariskan pada generasi mendatang.</li>
<li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kependidikan#:~:text=Pendidik%20atau%20di%20Indonesia%20lebih,Dosen%20(lihat%20dosen)">Pendidik</a> agar tidak bosan memberi masukan, koreksi serta kritik mengenai penjelasan yang kami tulis ini. Tentu perspektif akademik akan memberi warna tersendiri, bagi kajian-kajian sederhana yang telah kami lakukan.</li>
<li>Produsen berusaha meningkatkan kualitas baut warna, agar dapat berguna baik untuk pekerjaan struktur maupun non struktur. Serta melakukan inovasi menciptakan alat sambung baja yang lebih efektif dan efisien.</li>
<li>Orang awam jangan bosan-bosan mengunjungi situs kami. Terimakasih.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/">Baut Warna Pada Proyek Kegunaannya Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/baut-warna-pada-proyek-kegunaannya-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Pengelasan Plat Baja Dengan Las Busur Listrik</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 18:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja plat]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[las listrik]]></category>
		<category><![CDATA[las titik]]></category>
		<category><![CDATA[pengelasan baja]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur las]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan baja]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pengelasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi anda yang ingin mendalami lebih detail tentang prosedur pengelasan, silahkan ikuti pembahasan yang kami uraikan dalam artikel ini. Adapun alasan kami buat secara spesifik, karena metode pembahasan kami batasi pada 5 hal, yaitu: Benda kerja yang akan kita pakai khusus pelat baja, Pelat baja tersebut kita gunakan untuk keperluan konstruksi, Pelaksanaan pengelasan secara khusus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/">Cara Pengelasan Plat Baja Dengan Las Busur Listrik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bagi anda yang ingin mendalami lebih detail tentang prosedur pengelasan, silahkan ikuti pembahasan yang kami uraikan dalam artikel ini. Adapun alasan kami buat secara spesifik, karena metode pembahasan kami batasi pada 5 hal, yaitu:</p>



<ol type="1"><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Benda kerja yang akan kita pakai khusus pelat baja,</span></li><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Pelat baja tersebut kita gunakan untuk keperluan konstruksi,</span></li><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Pelaksanaan pengelasan secara khusus pada saat fabrikasi,</span></li><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Alat yang kita gunakan juga khusus, yaitu las busur listrik atau <em>Shielded Metal Arc Welding (SMAW)</em>.</span></li><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Posisi pengelasan pelat baja berada dibawah tangan <em>(downhand/flat position)</em>,</span></li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Seperti pada artikel-artikel kami yang lain, kami berusaha membuat batasan dalam kerangka penulisan. Dan saat ini pembatasan tersebut juga penting kita lakukan, dengan tujuan agar anda dapat menguasai prosedur pengelasan bukan berdasarkan teori saja, tetapi sekaligus dapat anda jadikan acuan dalam praktek. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan membuat batasan mengenai prosedur pengelasan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut ini jawaban kami atas 5 hal, yang kami pilih sebagai batasan tentang prosedur pengelasan pada artikel ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Alasan memilih mengelas pelat baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Fungsi pelat baja pada sebuah konstruksi sangat penting. Walau terlihat sepintas sekedar penghubung <em>(connecting)</em> antar profil baja, dengan melalui sebuah <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/">Sistem Sambungan Baja </a>yang menggunakan las atau baut. Namun hampir semua jenis pekerjaan baja membutuhkan bahan pelat baja, yaitu berguna sebagai pelat landasan, rib <em>(stiffners), </em>pelat buhul, kopel/pengaku sambungan dan masih banyak lagi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Mengelas bahan untuk keperluan konstruksi</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada banyak manfaat yang kita peroleh dengan menggunakan pelat baja, selain sebagai bahan bangunan juga untuk beberapa keperluan lain. Misalnya untuk industri otomotif, karoseri bus, bak truk/trailer dan sebagainya. Oleh sebab itu kita batasi agar konsentrasi kita bisa fokus pada satu tujuan, yaitu pengelasan untuk kebutuhan konstruksi saja. &nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">3.<strong>Pengelasan khusus pada saat fabrikasi</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Telah kita ketahui, pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja terdiri dari 2 tahap, yaitu fabrikasi dan pemasangan. Nah, batasan kita buat ketika fabrikasi saja sebab pada tahap inilah proses pengelasan pelat baja banyak kita lakukan. Sementara pada saat pemasangan di lokasi proyek relatif sedikit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4.<strong>Alasan menggunakan las busur listrik</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain karena faktor kebiasaan tukang saat melaksanakan fabikasi, menggunakan las busur listrik juga memiliki banyak kelebihan bila kita bandingkan dengan jenis alat las lain. Macam-macam kelebihan tersebut meliputi biaya pengadaan dan operasional alat yang rendah, juga dapat kita pakai untuk berbagai posisi pengelasan serta pada tebal baja yang tidak terbatas.  Dari segi biaya dapat kita sebut rendah karena arus listrik yang kita butuhkan cukup 85-110 Amper, dan dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_listrik">tegangan listrik </a>berkisar antara 17-45 Volt.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5.<strong>Alasan memilih posisi las di bawah tangan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Salah satu cara untuk mendapat hasil pengelasan yang terbaik, yaitu meletakkan baja yang akan kita las berada di bawah atau dengan istilah <em>downhand/flat position</em>. Dari segi kenyamanan tukang menginginkan bekerja dengan posisi bahan seperti ini. Pertimbangan lainnya karena lokasi fabrikasi yang kita lakukan di workshop, maka sangat memungkinkan penerapan las datar.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jadi dengan batasan-batasan tersebut kita berharap setiap tahap prosedur pengelasan dapat lebih detail. Adapun tahap-tahap yang akan kita jelaskan berikut ini.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Tahap I: Persiapan sebelum mengelas baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada 2 jenis persiapan yang harus kita lakukan sebelum melaksanakan pengelasan pada pelat baja, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Kesiapan mengelas secara teoritis</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Yaitu pengetahuan yang berhubungan dengan mutu, standar dan aturan pengelasan serta mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) las. Agar anda dapat memahami lebih detail jenis-jenis persiapan ini, silahkan pelajari mengenai <a href="https://arsitekta.com/metode-pengelasan-baja-konstruksi-yang-harus-di-ketahui/">Metode Pengelasan Baja Konstruksi.</a></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai tambahan yang perlu anda persiapkan adalah pemahaman tentang gambar kerja. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengelasan. Juga telah menjadi suatu keharusan pada pelaksanaan fabrikasi baja, yaitu selalu mengacu pada gambar tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Persiapan mengelas secara praktis</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang anda butuhkan selama melakukan pengelasan. Sangat perlu anda ketahui agar proses fabrikasi baja berjalan lancar, sesuai standar dan berkualitas. Adapun persiapan yang harus anda lakukan untuk hal ini meliputi:</p>



<ol type="1"><li>Lokasi kerja&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : hubungannya selain untuk menjaga K3 las, juga bertujuan agar pelat baja tidak bercampur dengan bahan-bahan untuk proyek lain.</li><li>Tata letak bahan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : yakni menempatkan setiap bahan sesuai alur dan proses pengelasan. Sehingga antara bahan jadi dan yang masih dalam pengerjaan tidak menjadi satu,</li><li>Penempatan alat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : maksudnya adalah setiap alat kerja yang anda pakai harus berada pada lokasi yang mudah anda jangkau,</li><li>Pemeriksaan bahan dan alat&nbsp;&nbsp;&nbsp; : yaitu memastikan bahan telah tersedia dan semua peralatan dalam kondisi baik.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="518" height="497" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-1_Kelengkapan-alat-las-busur-listrik.jpg" alt="Kelengkapan alat adalah salah satu prosedur pengelasan yang harus kita persiapkan" class="wp-image-2438" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-1_Kelengkapan-alat-las-busur-listrik.jpg 518w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-1_Kelengkapan-alat-las-busur-listrik-300x288.jpg 300w" sizes="(max-width: 518px) 100vw, 518px" /><figcaption>Gambar 1: Kelengkapan alat las busur listrik</figcaption></figure></div>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Tahap II: Menentukan polaritas pengelasan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebab mayoritas pengelasan baja di workshop menggunakan polaritas DC <em>(Direct Current), </em>yaitu tenaga listrik yang kita peroleh menurut jenis arus yang keluar dari sebuah mesin. Adapun kekurangan polaritas jenis ini adalah voltage yang dapat turun, yaitu terjadi jika kita menggunakan kabel las yang menghubungkan trafo dengan stang elektroda terlalu panjang. Maka mengantisipasi hal tersebut, sedapat mungkin kita buat jarak trafo dengan bahan tidak terlalu jauh.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kekurangan kedua jenis polaritas DC adalah apabila pengelasan kita lakukan berlawanan dengan ketentuan tebal pelat, serta jenis penetrasi/tekan akan mengakibatkan hasil penyatuan bahan buruk. Maka dalam praktek penggunaan polaritas DC terdiri dari 2 macam, yang dapat anda pilih melalui syarat-syarat seperti berikut  ini:</p>



<ol type="1"><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color"><strong>Apabila tebal pelat baja (t)= 7 s/d 10 mm</strong>, </span>maka jenis polaritas yang anda pakai adalah polaritas lurus atau DCEP <em>(Reversed Polarity).</em> Dengan cara ini pengelasan yang anda lakukan cukup dengan penetrasi/tekan dangkal, serta menggunakan elektroda Ø3,2 mm.  Perlu anda ketahui, praktek polaritas DCEP dapat anda lakukan dengan cara: 1]. Kabel massa anda hubungkan dengan kutup negatif (-) trafo, 2]. Kabel las anda pasang pada kutup positif (+). Perhatikan Gambar 1, sebelumnya.</li><li><span class="has-inline-color has-vivid-red-color"><strong>Jika tebal pelat (t)= 10 s/d 15 mm</strong>,</span> anda pilih jenis polaritas terbalik atau DCEN <em>(Straight polarity).</em> Adalah kebalikan dari DCEP, artinya pengelasan anda lakukan dengan penetrasi yang dalam, serta menggunakan elektroda Ø4,5 mm. Adapun cara pemasangan kabel pada trafo, juga anda lakukan kebalikan dari DCEP.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada kasus tertentu, jika tebal pelat baja yang akan anda las ternyata >15 mm, maka anda tetap bisa menggunakan polaritas DCEN namun dengan 2 pilihan. Yaitu menambah daya/kapasitas trafo serta menggunakan elektroda yang berdiameter lebih besar. Atau pengelasan tetap anda lakukan menggunakan elektroda Ø4,5 mm, tetapi dengan 2 atau 3x tahap.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Tahap III: Teknik pelaksanaan mengelas pelat baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Prosedur pengelasan pelat baja artinya adalah tata laksana atau panduan secara bertahap dan terurai, untuk melaksanakan suatu pekerjaan las terhadap jenis bahan pelat baja. Pada tahap ini kita tidak lagi membahas tentang <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-las-titik-yang-benar-pada-proyek-baja/">Cara Membuat Las Titik Pada Baja,</a> jadi anda dapat pelajari mengenai pelaksanaannya pada link ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="583" height="438" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-2_Prosedur-pengelasan.jpg" alt="Langkah-langkah melaksanakan prosedur pengelasan pada pelat baja" class="wp-image-2439" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-2_Prosedur-pengelasan.jpg 583w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-2_Prosedur-pengelasan-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 583px) 100vw, 583px" /><figcaption>Gambar 2: Prosedur pengelasan pelat baja</figcaption></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Langkah I: Cara memulai nyala las busur listrik</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berdasarkan Gambar 2 ini, anda perlu memulai nyala busur listrik dengan tujuan untuk memastikan apakah alat las tersebut telah berfungsi dengan baik atau tidak. Adapun teknik pelaksanaannya dapat anda lakukan dengan cara berikut:</p>



<ol type="1"><li>Hubungkan kabel massa dengan bahan baja. Adapun teknik pemasangan anda lakukan seperti syarat pada Tahap II</li><li>Silahkan anda pasang elektroda pada tangkai/stang las</li><li>Pastikan elektroda tegak lurus terhadap permukaan pelat baja</li><li>Lakukan <em>Scratching,</em> yaitu dengan cara mengetuk elektroda pada pelat sampai timbul busur listrik. Segera kemudian anda tarik agar elektroda tidak lengket pada bahan</li><li>Selanjutnya anda lakukan beberapa kali <em>scratching,</em> dengan kombinasi posisi elektroda yang tegak lurus maupun miring,</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Apabila setelah beberapa kali percobaan, anda tidak menemukan kendala selama memulai nyala busur listrik, hal itu menandakan anda telah dapat melakukan pengelasan penuh <em>(full welding) </em>pada pelat baja.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Langkah 2: Cara melakukan pengelasan penuh</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Masih menurut Gambar 2, langkah-langkah untuk melakukan pengelasan penuh pada pelat dapat anda lakukan sesuai urutan berikut:</p>



<ol type="1"><li>Saat nyala busur listrik terjadi, posisi elektroda anda tahan dengan jarak nyala sama dengan diameter elektroda</li><li>Selanjutnya elektroda anda tarik keatas hingga tinggi nyala 2x diameter elektroda, hal ini anda lakukan guna memanaskan pelat baja</li><li>Setelah pelat panas, kemudian anda kembalikan jarak nyala pada posisi semula, yaitu 1x diameter elektroda</li><li>Kemudian elektroda anda miringkan hingga membentuk sudut  5 s/d 10º</li><li>Arahkan pengelasan secara perlahan sesuai jalur yang telah anda tentukan, dengan syarat lebar jalur las sama dengan tinggi nyala, yaitu maksimal 2x diameter elektroda</li><li>Hentikan pengelasan apabila selaput elektroda telah habis, kemudian anda ganti dengan yang baru</li><li>Anda dapat melanjutkan pengelasan dengan cara mundur sekitar 1 centimeter dari titik akhir pengelasan sebelumnya, sehingga menumpu<em> (overlap) </em>pada las sebelumnya.</li></ol>



<p>Sampai pengelasan pada bahan tersebut telah anda selesaikan, kemudian pada tahap selanjutnya agar posisi las tetap bisa seperti semula, yakni berada dibawah tangan. Maka yang perlu anda rubah adalah posisi pelat baja, adapun tekniknya dapat anda gunakan alat bantu kerja berupa <em>chain block </em>atau <em>hoizt crane </em>bila ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam bentuk ayunan/gerak kawat las</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bentuk ayunan kawat las atau elektroda penting anda ketahui dalam pelaksanaan pengelasan, sebab berkaitan dengan lebar jalur las, yaitu maksimal 2x diameter elektroda yang kita pakai. Anda perhatikan Gambar 3, berikut ini adalah jenis-jenis bentuk ayunan elektroda, yang umum kita temui pada pelaksanaan fabrikasi baja.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="628" height="341" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-3_Bentuk-gerakan-ayunan-elektroda.jpg" alt="Mengenal beberapa jenis bentuk ayunan/gerak elektroda pada saat pengelasan" class="wp-image-2440" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-3_Bentuk-gerakan-ayunan-elektroda.jpg 628w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Gambar-3_Bentuk-gerakan-ayunan-elektroda-300x163.jpg 300w" sizes="(max-width: 628px) 100vw, 628px" /><figcaption>Gambar 3: Macam-macam bentuk ayunan/gerak elektroda</figcaption></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Ayunan crescent</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Atau dalam bahasa pertukangan terkenal dengan istilah bentuk silang melengkung atau zig-zag. Adalah melakukan pengelasan pada baja dengan cara menggerakkan elektroda ke samping kanan dan kiri jalur las, hingga pola gerakan elektroda tersebut menyerupai gergaji.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Ayunan angka delapan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Yaitu menggerakkan elektroda dengan pola teratur pada jalur las, hingga hasil pengelasan anda berbentuk angka delapan, yang saling bersambung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3.<strong>Ayunan melingkar</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Atau pola lingkaran, artinya anda melaksanakan pengelasan dengan cara menggerakkan elektroda hingga membentuk lingkaran-lingkaran yang saling menumpuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut ini beberapa catatan mengenai praktek pengelasan saat fabrikasi baja, antara lain:</p>



<ol type="1"><li>Sebuah elektroda dengan Ø3,2 mm jika kita gunakan untuk pengelasan penuh, maka dapat menghasilkan panjang pengelasan ±7,5 cm</li><li>Gerak maju elektroda untuk masing-masing bentuk ayunan adalah sama dengan diameter elektroda yang kita pakai. Misalnya kita pakai elektroda Ø3,2 mm, maka gerak maju 3,2 mm</li><li>Untuk melanjutkan pengelasan yang terhenti akibat elektroda yang habis, maka pengelasan yang baru kita mundurkan sekitar 3x diameter elektroda</li><li>Jenis elektroda yang kita pakai untuk pengelasan baja adalah elektrodan karbon rendah atau baja lunak, yaitu dengan kode penulisan E 6010, E 6011, E 6012 atau E 6013. &nbsp;</li></ol>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/">Cara Pengelasan Plat Baja Dengan Las Busur Listrik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-pengelasan-plat-baja-dengan-las-busur-listrik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedoman Paling Lengkap Memotong Baja dengan Blender</title>
		<link>https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2020 11:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[blender potong]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[king cross]]></category>
		<category><![CDATA[memotong baja]]></category>
		<category><![CDATA[welded beam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Blender atau Cutting torch adalah salah satu alat kerja yang berguna untuk memotong baja. Selain bernama blender, alat ini juga terkenal dengan sebutan alat potong nyala (Flame cutting), yang sering kita temui pada bengkel-bengkel konstruksi baja dan otomotif. Prinsip kerja pemotongan baja Prinsip pemotongan baja dengan alat blender adalah pemanfaatan reaksi baja dalam keadaan berpijar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/">Pedoman Paling Lengkap Memotong Baja dengan Blender</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Blender atau <em>Cutting torch</em> adalah salah satu alat kerja yang berguna untuk memotong baja. Selain bernama blender, alat ini juga terkenal dengan sebutan alat potong nyala <em>(Flame cutting),</em> yang sering kita temui pada bengkel-bengkel konstruksi baja dan otomotif.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Prinsip kerja pemotongan baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Prinsip pemotongan baja dengan alat blender adalah pemanfaatan reaksi baja dalam keadaan berpijar dengan zat asam murni. Dimana reaksi kedua macam zat tersebut terjadi demikian hebat, sehingga menghasilkan panas yang sangat tinggi yang bisa mencairkan baja dengan cepat. Perlu kita ketahui, untuk memijarkan baja lebih dahulu kita panaskan dengan nyala api yaitu menggunakan blender, untuk itu kita perlu sesuaikan jenis nyala api dengan tebal atau tipis baja yang akan kita potong.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penting kita ketahui juga, baja jangan sampai mencair ketika kita lakukan pemanasan pendahuluan. Jadi, sewaktu panas baja telah mencukupi segera alirkan zat asam murni agar menekan permukaan baja yang tengah berpijar. Dengan demikian pada titik yang tertusuk zat asam akan teroksidasi dan melebur/tertiup oleh tekanan zat asam, sehingga permukaan baja terbuka.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Nah, jika <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Keadaan_oksidasi">keadaan okidasi</a> kita lakukan berulang-ulang pada titik yang tidak sama, atau dengan kata lain kita menggerakkan blender ke arah tertentu. Maka baja akan terpotong sesuai dengan alur semburan zat asam yang kita arahkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelengkapan blender untuk pemotongan baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau pada prinsipnya blender hanya memerlukan nyala untuk pemanasan pendahuluan, namun agar kita bisa menggerakkan alat ini ke segala arah. Yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pemotongan baja agar sesuai dengan yang kita kehendaki. Maka pada ujung stang blender terpasang sebuah komponen blender, yang memiliki 4 atau lebih lubang kecil yang berguna untuk mengeluarkan campuran gas pembakar. Adapun komponen tersebut bernama Nozzle <em>(Cutting tip)</em>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="361" height="330" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-kelengkapan-alat-potong-blender.jpeg" alt="Jenis-jenis kelengkapan blender untuk melaksanakan pemotongan baja" class="wp-image-2383" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-kelengkapan-alat-potong-blender.jpeg 361w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-kelengkapan-alat-potong-blender-300x274.jpeg 300w" sizes="(max-width: 361px) 100vw, 361px" /><figcaption>Gambar kelengkapan/komponen blender</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Semua jenis-jenis perlengkapan/komponen alat ini, dapat kita perhatikan pada gambar. Sementara penjelasan mengenai fungsi pada proses pemotongan baja, akan kita jabarkan berikut ini:</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Nozzle</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Telah kita jelaskan sebelumnya tentang fungsi nozzle pada proses pemotongan baja. Adapun ukuran nozzle yang tersedia adalah mulai dari 1 s/d 3. Dan perlu kita ketahui penggunaan komponen ini harus menyesuaikan tebal baja yang akan kita potong, dimana semakin tebal bahan yang akan kita potong maka ukuran nozzle makin besar juga. Sebagai contoh nozzle nomor 3, sanggup kita pergunakan untuk memotong baja yang memiliki ketebalan 40 mm.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Stang blender potong <em>(Cutting torch)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perlu kita bedakan stang blender yang kita maksud adalah kelengkapan alat untuk melakukan pemotongan baja bukan stang blender untuk las, sebab keduanya memiliki fungsi yang berbeda.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun fungsi stang blender potong adalah wadah untuk mencampur zat asam dengan gas pembakar, dalam hal ini yang kita gunakan adalah Elpiji/LPG. Sehingga menghasilkan campuran gas untuk melakukan pemanasan pendahuluan. Dan stang blender juga berfungsi sebagai alat membuka dan menutup katup/tuas, yang mengalirkan zat asam murni pada baja yang akan kita potong.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Tabung oksigen</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adalah kelengkapan alat potong baja yang berisi gas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen (O2)</a>, yang berguna untuk meniupkan zat asam pada titik permukaan baja yang berpijar. Jadi oksigen yang kita maksud ini secara khusus untuk keperluan industri, dan sangat berbeda jenis dengan oksigen keperluan medis, seperti yang sering kita temukan pada puskesmas atau rumah sakit.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Tabung elpiji</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Merupakan komponen yang berisi gas <a href="https://www.kompasiana.com/johanis123/550010708133110717fa70b1/e-l-p-i-j-i-l-p-g-liquefied-petroleum-gas?page=all">elpiji atau LPG</a> <em>(Liquified petroleum gas),</em> yang berguna sebagai sumber nyala (gas pembakar) untuk menghasilkan panas pendahuluan pada permukaan baja. Adapun ukuran tabung elpiji untuk keperluan industri adalah yang berisi 12 kg dan 50 kg. Jadi, pemakaian elpiji yang berukuran 3 kg harus kita hindari, sebab ukuran tersebut adalah untuk keperluan rumah tangga.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">5.<strong>Selang oksigen dan elpiji</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar sebelumnya kita lihat dengan jelas bentuk selang oksigen dan elpiji menjadi satu atau dobel, yaitu terdiri dari selang berwarna merah dan hijau. Dimana selang merah adalah untuk menyalurkan elpiji, sementara warna hijau untuk menyalurkan oksigen dari tabung ke stang blender. Adapun kriteria selang yang berkualitas baik adalah tidak kaku (elastis) serta memiliki ukuran diameter antara 6 s/d 9 mm.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">6.<strong>Regulator oksigen dan elpiji</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Regulator adalah alat pengukur tekanan yang berfungsi sebagai pengatur dan menstabilkan tekanan oksigen maupun elpiji yang keluar dari tabung. Sehingga sesuai dengan tekanan yang kita kehendaki serta dapat tersalur dengan stabil atau konstan. Cukup mudah membedakan antara regulator oksigen dan elpiji, yaitu dari warna. Berwarna merah menandakan regulator elpiji, sementara hijau adalah regulator oksigen.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">7.<strong>Pemantik api potong</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemantik api <em>(Lighter)</em> berguna untuk menyalakan campuran gas pada ujung nozzle. Alat ini harus bergagang panjang, supaya pengguna blender dapat terhindar dari kebakaran.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">8.<strong>Klem</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adalah alat yang berfungsi untuk mengencangkan sekaligus menghubungkan antara selang dengan stang blender, dan dengan regulator.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain 8 jenis kelengkapan alat tersebut, masih ada beberapa komponen alat bantu pemotongan baja agar dapat terlaksana dengan baik. Yaitu kunci pengeras, yang berfungsi untuk mengencangkan baut klem, serta membuka dan menutup katup/tutup oksigen maupun elpiji.</p>



<p class="has-text-align-justify">Anda dapat ketahui secara detail seluruh komponen, dengan memperhatikan gambar sebelumnya. Seluruh komponen ini juga, banyak kita temui pada workshop yaitu untuk melaksanakan fabrikasi baja. Silahkan anda pelajari <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja.</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teknis pelaksanaan pemotongan baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jika pelaksanaan pemotongan baja tidak kita lakukan dengan seksama, maka sering terjadi sisi bawah baja yang kita potong tertinggal dari sisi yang atas. Atau yang lazim kita dengar dengan istilah <em>drag</em> atau <em>lag</em>. Indikasi terjadinya drag bisa kita ketahui dari permukaan baja yang kita potong terlihat kasar, hasil pemotongan terputus-putus dan tidak lurus.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maka untuk menghindari hal tersebut, kita harus pastikan sisi bawah baja yang kita potong terlihat dengan jelas, serta alur potong telah membentuk lubang yang halus/rapi dan lurus. Namun apabila masih terlihat gejala drag, maka perlu kita lakukan pemeriksaan pada: 1]. Kecepatan pemotongan baja, 2].Pelaksanaan pemanasan pendahuluan, 3].Pengaturan nyala api.</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Standar kecepatan memotong baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Seperti telah kita ketahui untuk mendapatkan hasil pemotongan yang sempurna, salah satu cara yang perlu kita lakukan adalah menyitel ulang kecepatan. Adapun standar kecepatan potong berdasarkan tebal baja yang akan kita potong, yakni:</p>



<ul><li>Tebal baja 2 mm, kecepatan potong adalah antara 45 s/d 65 cm/menit</li><li>Ketebalan baja 6 mm, kecepatan potong antara 43 s/d 63 cm/menit</li><li>Ketebaan baja 12 mm, kecepatan potong antara 38 s/d 58 cm/menit</li><li>Tebal baja 25 mm, kecepatan potong antara 30 s/d 45 cm/menit</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari data mengenai standar kecepatan tersebut mungkin anda bertanya, mengapa untuk memotong benda yang lebih tebal bisa menghasilkan potongan yang lebih panjang?. Jawabnya adalah karena pemanasan pendahuluan pada baja yang tebal membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga menghasilkan panas yang lebih tinggi bila kita bandingkan dengan baja yang lebih tipis. Hal ini berhubungan dengan prinsip kerja pemotongan baja dengan blender, seperti yang telah kita bahas sebelumnya.</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Teknis melaksanakan pemanasan pendahuluan sebelum pemotongan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain memperhatikan kecepatan pemotongan bahan, perlu kita ketahui mengenai waktu pelaksanaan pemanasan pendahuluan. Hal ini penting mengingat suhu lebur baja adalah antara 1.300 s/d 1.500ºC, yang berarti kita membutuhkan beberapa waktu untuk membuat permukaan baja berpijar. Yaitu dengan teknis pelaksanaan seperti berikut:</p>



<ul><li>5-10 detik untuk memanaskan baja yang memiliki tebal 10-20 mm,</li><li>7-15 detik untuk memanaskan baja yang memiliki tebal 20-25 mm,</li><li>10-20 detik untuk baja yang memiliki tebal 50-75 mm,</li><li>15-25 detik untuk baja yang memiliki tebal 75-100 mm,</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai syarat tambahan, agar kita dapat melaksanakan pemanasan pendahuluan sesuai waktu tersebut, maka baja kita panasi dengan menggunakan nyala api.&nbsp;</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Cara mengatur nyala api untuk memanasi dan memotong baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada beberapa jenis nyala api yang dapat kita bedakan berdasarkan warna yaitu: 1].Nyala api normal/netral, 2].Nyala api oksidasi dan, 3].Nyala api karburasi. Adapun jenis nyala api yang kita pakai untuk memanasi dan memotong baja adalah jenis nyala api normal. Yaitu memiliki kriteria api berwarna biru bercampur putih, ujung api berbentuk bulat (tumpul) serta tidak mengeluarkan suara.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut ini teknis mengatur nyala api agar mencapai nyala api normal, yaitu:</p>



<ol type="1"><li>Buka katup tabung elpiji dengan cara memutar ke kiri sebanyak ¼ putaran katup. Sementara katup oksigen buka ke kanan sebanyak ½-1 putaran katup.</li><li>Kran<em> (valve) </em>pengatur tekanan yang ada pada regulator elpiji anda buka, hingga tekanannya mencapai 0,30 kg/cm². Lalu kran tekanan pada regulator oksigen anda buka hingga tekanannya mencapai 2,5 kg/cm².</li><li>Kemudian silahkan buka kran elpiji pada stang blender hingga mencapai ¼ putaran, dan anda nyalakan dengan pemantik api.</li><li>Anda buka kran oksigen pada stang blender secara pelan-pelan, sampai mencapai nyala api normal.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sampai pada tahap ini, perlu kita cek apakah nyala api sudah netral atau belum. Yaitu dengan cara membuka kran/tuas oksigen yang ada pada stang blender secara cepat, kemudian langsung kita tutup kembali. Nah, jikalau nyala api tidak berubah berarti telah mencapai nyala api normal untuk melakukan pemanasan maupun pemotongan. Namun sebaliknya bila terjadi perubahan, maka perlu kita lakukan penyitelan ulang seperti uraian pada nomor 1 s/d 4.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara memotong baja secara manual</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Memotong baja secara umum dapat kita lakukan melalui 3 cara, yaitu pemotongan dengan cara manual, semi otomatis dan otomatis. Adapun arti pemotongan secara otomatis adalah memotong bahan sepenuhnya dengan menggunakan alat potong elektronik mekanis (komputerisasi). Sementara semi otomatis artinya memotong dengan memakai beberapa alat bantu potong, misalnya rel yang berguna sebagai garis/alur potong.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk melengkapi pemahaman kita tentang cara memotong baja secara manual, dapat kita jabarkan teknisnya seperti berikut:</p>



<ol type="1"><li>Nyalakan api pada ujung nozzle, sehingga mencapai nyala api normal. Teknis untuk melakukan ini telah jelas sebelumnya yaitu pada pengaturan nyala api normal,</li><li>Dekatkan stang blender pada permukaan baja yang kita potong hingga berjarak 6 s/d 8 mm,</li><li>Setelah permukaan baja berpijar, kita angkat sedikit stang blender, sehingga berjarak antara 12 s/d 16 mm dari baja,</li><li>Semprotkan zat asam murni pada permukaan baja yang berpijar, sehingga terjadi oksida cair. Yaitu permukaan baja terhembus ke samping oleh karena nyala api belum menembus bahan,</li><li>Setelah kita lihat baja tertembus nyala api, selanjutnya stang blender kita turunkan kembali ke permukaan baja sehingga memiliki jarak sekitar 6 mm.</li><li>Tarik stang blender sesuai arah yang kita inginkan secara perlahan. Yaitu dengan menyesuaikan kecepatan pada tebal baja yang akan kita potong,</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="640" height="371" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-melakukan-pemotongan-baja.jpeg" alt="Gambar tukang yang tengah memotong baja" class="wp-image-2384" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-melakukan-pemotongan-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-melakukan-pemotongan-baja-300x174.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>Gambar melaksanakan pemotongan baja</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips agar hasil pemotongan baja sempurna</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada kondisi tertentu ketika kita harus memotong pelat baja yang tebal, misalnya untuk membuat struktur rangka baja. Silahkan anda baca <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja, </a>maka yang perlu kita perhatikan agar hasil pemotongan sempurna adalah:</p>



<ol type="1"><li>Pastikan suhu pemanasan baja telah merata ke seluruh bagian baja yang akan kita potong, baik pada bidang atas maupun bawah pelat.</li><li>Pemotongan kita lakukan sedikit agak keluar dari garis/alur, hal ini bertujuan agar ukuran bahan yang kita potong tidak berkurang karena termakan oleh nyala api.</li><li>Selain harus menyesuaikan standar kecepatan pemotongan, agar tetap mempertahankan jarak ideal antara stang blender dengan permukaan pelat.</li><li>Selama pemotongan berlangsung perlu kita hindari agar jangan sampai terjadi drag. Serta nyala api berhenti karena kehabisan oksigen atau elpiji.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelebihan dan kekurangan memotong baja dengan blender</strong></h2>



<h3 class="has-vivid-green-cyan-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Kelebihan alat potong</strong></h3>



<ol type="1"><li>Mampu memotong semua baja profil serta pelat baja lembaran yang tebal,</li><li>Dapat kita gunakan untuk memotong berbagai bentuk profil baja</li><li>Proses pemotongan relatif cepat dan dengan hasil yang baik</li><li>Posisi memotong baja dapat kita lakukan secara vertikal maupun horizontal</li><li>Penggunaan dapat kita lakukan secara manual, semi otomatis serta otomatis</li><li>Penggunaan alat sangat fleksibel karena bisa kita gunakan pada workshop maupun proyek,</li><li>Selain untuk memotong baja, alat ini juga bisa membantu proses membengkokkan besi yaitu dengan cara memanaskan.</li></ol>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Kekurangan alat potong</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara umum kekurangan alat ini adalah pada teknis penggunaan saja, artinya jika tukang yang melaksanakan pemotongan baja belum berpengalaman, maka dapat kita pastikan hasilnya tidak sempurna.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Semoga dengan penjelasan ini, kita dapat memahami mengenai prinsip kerja pemotongan baja dengan menggunakan blender. Memahami komponen-komponen blender, teknis dan cara pelaksanaan pemotongan serta memahami kelebihan dan kekurangan alat ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/">Pedoman Paling Lengkap Memotong Baja dengan Blender</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2020 17:45:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja berat]]></category>
		<category><![CDATA[baja konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[densitas baja]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[harga baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[mobilisasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[usaha konstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebutan baja berat atau baja konvensional pada material baja tidak kita ketahui secara pasti, awalnya mulai familiar tengah masyarakat. Orang awam seakan lebih mudah paham mengenai jenis material yang tersebut, jika sebut baja berat atau baja konvensional. Padahal fakta klasifikasi material baja tidak menyebutkan adanya baja berat atau ringan, baja konvensional atau baja modern. Hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/">Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebutan baja berat atau baja konvensional pada material baja tidak kita ketahui secara pasti, awalnya mulai familiar tengah masyarakat. Orang awam seakan lebih mudah paham mengenai jenis material yang tersebut, jika sebut baja berat atau baja konvensional. Padahal fakta klasifikasi material baja tidak menyebutkan adanya baja berat atau ringan, baja konvensional atau baja modern.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hal ini unik sekaligus menarik untuk kita luruskan, agar masyarakat mengetahui dinamika dan fakta mengenai material baja. Yang sampai saat ini tetap paling banyak berguna sebagai bahan konstruksi.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Dinamika yang terjadi pada material baja</strong></h2>



<p>Ada beberapa dinamika yang terjadi pada material baja yang perlu kita ketahui, antaranya ada yang menunjukan tren positif namun ada juga yang sebaliknya.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Baja merupakan indikator perkembangan ekonomi</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja sering gunakan sebagai indikator perkembangan ekonomi, sebab peran baja untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan perkembangan ekonomi global sangat tinggi. Kata baja juga seakan memiliki daya pikat bagi masyarakat, terlihat dari banyaknya nama produk mencantumkan nama baja. Mungkin alasannya agar menarik perhatian dan meningkatkan penjualan, padahal produk-produk tersebut sama sekali tidak memenuhi unsur/kandungan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hal ini murni strategi ekonomi/markerting, atau karena ada unsur hierarki kebutuhan yang tidak terpenuhi, lalu dengan sengaja ‘mengkloning’ nama baja yang telah terkenal sebelumnya?</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Muncul istilah konstruksi baja berat atau baja konvensional</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perobahan selanjutnya yaitu muncul istilah konstruksi baja berat atau konstruksi baja konvensional. Padahal sebelumnya jenis konstruksi berdasarkan bahan yang gunakan, hanya terdiri dari konstruksi baja, konstruksi kayu, konstruksi bambu dan konstruksi/struktur beton. Terbukti sejak produk baja ringan perkenalkan dalam dunia kontruksi, kurang lebih 10 tahun lalu. Material baja yang awalnya kenal hanya satu, seakan berevolusi menjadi bernama baja berat atau baja konvensional.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Terserah apa istilah yang sematkan untuk konstruksi baja, toh pasar yang akan menguji seberapa kualitas, fungsi atau manfaat material baja yang mereka gunakan. Akhirnya juga konsumen akan tahu, bahwa kualitas sebuah produk pengaruhi oleh unsur/kandungan bahan, metode/proses pembuatan, alat yang gunakan, sistem manajemen dan seterusnya.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Tidak ada inovasi pada bentuk profil</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dapat kita katakan sejak ratusan tahun lalu, bentuk profil material baja itu-itu saja artinya tidak ada perobahan atau penambahan bentuk profil baru. Sejalan dengan kebutuhan material baja yang semakin meningkat, harusnya penting melakukan inovasi pada bentuk profil  material baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sisi sebaliknya, justru beberapa profil material baja ada yang sudah jarang temukan, misalnya profil baja T, baja <em>King cross</em> dan <em>Queen cross.</em> Langkanya profil-profil material baja tersebut akibat karena pabrik yang tidak produksi lagi, atau karena bentuk profilnya yang tidak minati (sesuai kebutuhan) konsumen?. Mungkin karena tidak ada inovasi bentuk profil maka bernama baja konvensioal?.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Ukuran material baja tidak konsisten</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jika anda pernah melihat buku tabel baja yang lengkap, terdapat semua jenis profil material baja memiliki banyak ragam ukuran. Namun saat ini tidak semua ukuran yang tercantum dalam buku tabel tersebut tersedia, dan ukuran yang tidak konsisten ini terjadi pada semua jenis profil.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita ambil salah satu contoh, dalam buku tabel baja ukuran baja profil Siku yang terkecil adalah Siku 20x20x3mm dan yang terbesar yaitu Siku 250x250x25 mm. Namun yang tersedia saat ini, yang paling kecil adalah Siku 30x30x3 mm dan yang terbesar adalah Siku 150x150x15 mm.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Fakta-fakta yang benar tentang baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan mengikuti dinamika yang telah terjadi, ada beberapa fakta menarik tentang material baja yang ternyata belum kita ketahui, yaitu:</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Fakta <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pembuatan_baja">proses pembuatan material baja</a></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Membuat material baja sebagai bahan kontruksi, melalui proses yang sangat berat alias rumit dan panjang. Jika proses pembuatan baja ribuan tahun lalu, masih menggunakan tungku api untuk melebur biji besi. Namun kini baja telah produksi oleh pabrik-pabrik modern menggunakan mesin-mesin yang canggih.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau pembuatan material baja membutuhkan proses yang rumit, akan tetapi dengan ketersediaan alat-alat modern tersebut, industri-industri baja dunia bersaing ketat untuk menjadi produsen terbesar. Dan oleh <em>British Geological Survei (2005),</em> menyatakan Tongkok adalah produsen baja terbesar dunia, dimana sekitar sepertiga produksi baja dunia berasal dari Tiongkok, disusul oleh Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Fakta mengenai densitas baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Densitas <em>(density)</em> atau berat jenis, atau rapatan artinya pengukuran massa setiap satuan voleme benda. Densitas material baja sangat bervariasi, yang tergantung dari unsur/kandungan pembentukan baja, yaitu antara 7.750 sampai 8.080 Kg/M³. Dan untuk bahan konstruksi densitas material baja yang memenuhi standar adalah 8.750 Kg/M³.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Anda bisa bayangkan untuk volume 1 M³ yang isi dengan massa baja, maka beratnya mencapai 8.750 Kg. Itu artinya sama dengan standar kapasitas muatan (tonase) sebuah truk sedang. Jadi jika ada yang mengatakan bahwa baja itu ringan adalah persepsi yang keliru, dan untuk meluruskannya perlu memahami densitas material baja.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="553" height="405" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama.jpg" alt="fakta bahwa material baja memiliki berat jenis yang besar" class="wp-image-2179" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama.jpg 553w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama-300x220.jpg 300w" sizes="(max-width: 553px) 100vw, 553px" /><figcaption>Gambar illustrsi timbangan digital</figcaption></figure></div>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Fakta mengenai material besi dan baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Besi dan baja berbeda, walau terdiri dari kadungan logam yang sama yaitu <em>ferrous</em> dengan bahan dasar <em>Fe</em>. Namun besi tidak sama dengan baja, sebab besi murni material alami yang terbuat dari unsur <em>Fe,</em> yang mudah bereaksi dengan udara lembab sehingga mudah mengalami korosi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara baja adalah material buatan yang terdiri dari kandungan besi, yang paduan dengan unsur <em>nikel, mangan, karbon, fosfor, silikon, sulfur</em> dan sedikit <em>alumunium, nitrogen</em> serta <em>oksigen. </em>Kandungan <em>nikel</em> dan <em>mangan</em> pada baja berguna untuk menambah kekuatan pada baja. Sementara <em>karbon</em> dalam  baja yang mencapai 0,2%-2,1%, memengaruhi tingkat kekerasan dan kemampuan daya tarik baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk membedakan antara besi dan baja dengan mudah, caranya dengan menganalogikan udara dan air. Dimana dalam air pasti ada udara, namun dalam udara belum tentu ada air. Demikian juga, dalam material baja pasti ada unsur besi, tetapi unsur yang dalam besi tidak semua dapat kita gunakan untuk material baja.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Fakta mengenai harga material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Saat ini harga material baja cukup mahal, yakni antara Rp 10.000 sampai Rp 12.500/Kg, yaitu harga yang setara dengan membeli 5 pcs mur baut Ø3/4”x3”. Dan bila konversi, uang senilai itu dapat membeli kurang lebih 1 Kg beras, yang cukup untuk makan 5-8 orang.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Artinya bukan hal yang baru jika ingin menggunakan material baja, sebagai bahan konstruksi harus menyediakan dana lebih. Namun bukan berarti manfaat yang kita peroleh tidak sebanding. Sebab selain konstruksi yang kuat dan daya tahan yang lama, ada banyak manfaat lain yang akan kita peroleh dengan menggunakan bahan baja. Lebih detail anda dapat pelajari <a href="https://arsitekta.com/ini-keunggulan-baja-sebagai-bahan-konstruksi/">Ini Keunggulan Baja Sebagai Bahan Konstruksi.</a></p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">5.<strong>Fakta mengenai mobilisasi material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Material baja perlu kita mobilisasi untuk dapat kita gunakan sebagai bahan konstruksi. Mobilisasi material baja meliputi jenis alat transportasi, biaya transportasi bahan dan waktu yang kita butuhkan untuk mengantar bahan. Misalnya mobilisasi dari pabrik ke workshop, kemudian dari worshop ke proyek <em>(site).</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Biaya yang butuhkan untuk mobilisasi material baja relatif mahal, dan waktu yang kita butuhkan agar sampai tujuan cukup lama, terutama bila lokasi proyek luar pulau. Sebab proyek yang berada luar pulau, akan menimbulkan biaya mobilisasi yang lain, yaitu biaya asuransi dan sewa kontainer.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Contoh sebuah proyek konstruksi baja pada tahun 2017 lalu, yang berlokasi kota Nunukan, Kalimantan Utara. Proyek tersebut kerjakan oleh sebuah kontraktor dari Semarang, Jawa Tengah. Teknis mobilisasi material baja agar bisa sampai ke lokasi, mereka lakukan seperti berikut:</p>



<ul><li>Pengiriman baja dari pelabuhan Tanjung Mas, Semarang tidak dapat lakukan karena kapal laut menuju Kalimantan Utara tidak tersedia, maka pengiriman lakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.</li></ul>



<ul><li>Material baja di <em>packing</em> rapi di dalam kontainer berukuran 20 <em>Feet,</em> kemudian diangkut ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dengan menggunakan truk trailer.</li><li>Dari pelabuhan di Surabaya kontainer yang berisi material baja di kirim ke pelabuhan Tarakan, Kalimantan Utara melalui kapal laut.</li><li>Dari pelabuhan Tarakan kontainer di oper ke kapal laut yang berukuran lebih kecil, untuk selanjutnya di kirim ke pelabuhan Nunukan.</li><li>Prediksi waktu yang dibutuhkan sebelumnya 15 hari baja konstruksi bisa sampai di lokasi proyek, ternyata molor hingga 20 hari.</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari contoh diatas maka ada 3 jenis biaya tranportasi yang harus dikeluarkan kontraktor, yaitu biaya pengiriman bahan dari Semarang ke Surabaya, biaya pengiriman bahan dari Surabaya ke Tarakan dan dari Tarakan ke Nunukan. Sementara alasan memilih ukuran kontainer yang 20 feet, karena pelabuhan di Nunukan relatif kecil sehingga kapal besar tidak dapat bersandar, jadi pengiriman harus melalui/transit di pelabuhan Tarakan.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">6.<strong>Fakta mengenai proses pengerjaan material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengerjaan material baja sebagai bahan konstruksi harus kita lakukan dengan teliti. Sebab kesalahan ukuran beberapa millimeter saja akan berakibat fatal, misa rangka baja tidak bisa terpasang dengan sempurna. Antisipasi mengenai hal ini telah jelas dalam <a href="https://arsitekta.com/teknik-dasar-shop-drawing-konstruksi-baja/">Teknik Dasar Shop Drawing Konstruksi Baja,</a> silahkan anda pelajari sebagai bagian dari proses pengerjaan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara umum proses pengerjaan material baja konstruksi terbagi 2 tahap, yaitu:</p>



<h4 class="wp-block-heading">I.<strong>Tahap fabrikasi baja</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengerjaan baja konstruksi pada tahap fabrikasi yaitu rangkaian pembuatan (produksi) komponen-komponen baja, dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi sehingga siap anda gunakan sebagai bahan konstruksi. Yang lakukan sekelompok tukang baja dengan mengikuti metode kerja fabrikasi yang telah anda tetapkan. Salah satu artikel kami mengenai Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi, silahkan anda dapat pelajari link tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk bisa sampai ke tahap fabrikasi tentu ada proses yang anda lalui sebelumnya, misalnya mengikuti proses tender/lelang proyek, mengajukan penawaran harga, kemudian melakukan klarifikasi dan negosiasi harga. Selanjutnya jika ternyata menang tender maka perlu membuat <em>shop drawing</em> dan RAP proyek baja.</p>



<h4 class="wp-block-heading">II.<strong>Tahap <em>erection</em> baja</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size"><em>Erection</em> atau ereksi baja merupakan pekerjaaan perakitan komponen-komponen baja, agar menjadi sebuah struktur satu lapangan konstruksi. Tahap ini dapat kita laksanakan setelah komponen-komponen baja tersebut telah melalui tahap fabrikasi. Yang lakukan oleh sekelompok tukang baja yang khusus/ahli bidang<em> erection.</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Metode pelaksanaan perakitan komponen baja tergantung bentuk konstruksi dan jenis bahan yang kita gunakan, sebab masing-masing konstruksi memiliki metode kerja yang berbeda. Misalnya <em>erection </em>konstruksi rangka atap baja, metode kerjanya dapat anda tentukan jika Bentuk dan Jenis Bahan Kuda-kuda Baja Profil telah anda ketahui.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">7.<strong>Fakta mengenai <a href="https://sarjanaekonomi.co.id/resiko-usaha/">resiko usaha</a> konstruksi baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Resiko melakukan usaha bidang konstruksi baja tergolong tinggi dan beragam, yang bisa terjadi pada kontraktor maupun kepada para tukang. Jenis resiko bagi kontraktor bisa berupa kerugian yang sebabkan oleh salah perhitungan, kegagalan produksi (fabrikasi dan <em>erection</em>), manajemen perusahaan yang buruk dan sebagainya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara resikonya bagi para tukang diantaranya kecelakaan kerja. Yang dapat terjadi di <em>workshop</em> ketika fabrikasi baja maupun terjadi di proyek <em>(site)</em> saat melaksanakan <em>erection</em>. Potensi kecelakaan kerja bagi tukang sangat mungkin karena jenis material baja yang anda kerjakan tergolong material keras, berat dan besar.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara khusus pada tahap <em>erection,</em> potensi kecelakaan kerja makin besar terjadi karena perakitan komponen-komponen baja mayoritas berada pada ketinggin. Perhatikan gambar ini, adalah salah satu metode perakitan yang menggunakan alat berat dan berada pada ketinggian.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="560" height="360" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5.jpeg" alt="Fakta tentang resiko menggunakan material baja" class="wp-image-1710" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5.jpeg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5-300x193.jpeg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /><figcaption>Gambar proses pemasangan material baja</figcaption></figure></div>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari penjelasan ini, mengenai dinamika yang terjadi dan fakta-fakta yang benar tentang material baja. Dapat kita simpulkan bahwa usaha/kerja dibidang konstruksi baja cukup menjanjikan, karena peran baja untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan perkembangan ekonomi saat ini tetap tinggi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walaupun harga material baja relatif tinggi bandingkan material lainnya, namun manfaat yang kita peroleh sangat sepadan. Tingginya harga tersebut akibat faktor mobilisasi bahan serta proses pegerjaan material baja membutuhkan ketelitian.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk terjun bidang usaha konstruksi baja, anda harus benar-benar memiliki orang yang ahli baja. Yaitu orang yang memahami dan menguasai material baja, dapat melakukan perhitungan biaya-biaya dan analisa harga, serta memahami proses pengerjaan baja untuk konstruksi. Jika persyaratan tersebut belum anda miliki, maka anda berpotensi menghadapi resiko yang besar.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/">Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 17:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis alat]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tukang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peralatan adalah satu unsur penting guna menjamin terlaksananya pekerjaan dengan lancar dan berkualitas. Sebab tanpa dukungan peralatan yang lengkap, maka akan pekerjaan menjadi lambat serta tidak bermutu baik. Jadi, agar baja dapat kita gunakan sebagai bahan struktur bangunan dengan baik, sangat membutuhkan alat fabrikasi yang komplit. Silahkan anda pelajari bagaimana Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Peralatan adalah satu unsur penting guna menjamin terlaksananya pekerjaan dengan lancar dan berkualitas. Sebab tanpa dukungan peralatan yang lengkap, maka akan pekerjaan menjadi lambat serta tidak bermutu baik. Jadi, agar baja dapat kita gunakan sebagai bahan struktur bangunan dengan baik, sangat membutuhkan alat fabrikasi yang komplit. Silahkan anda pelajari bagaimana <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi,</a> adalah satu unsur lain yang tak kalah penting dengan peralatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daftar jenis alat inti untuk melaksanakan fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Beikut ini daftar peralatan yang wajib ada dan sangat kita perlukan untuk fabrikasi baja. Masing-masing alat kita kelompokkan berdasarkan tahap-tahap pelaksanaan fabrikasi, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Alat membersihkan bahan <em>(Clearing)</em></h3>



<ul><li>Amplas,</li><li>Sikat kawat,</li><li>Mesin gerinda dan</li><li>Kain lap</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. Alat melakukan mengukur &amp; membuat tanda <em>(Marking)</em></h3>



<ul><li>Meter (meteran),</li><li>Alat ukur sudut (sikon),</li><li>Penitik drip,</li><li>Kapur besi <em>(Pencil stone)</em> dan</li><li>Spidol besi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. Alat untuk memotong <em>(Cutting)</em></h3>



<ul><li>Gerinda potong,</li><li>Alat potong manual/blander <em>(Cutting torch)</em>,</li><li>Alat potong elektrik <em>(Electric Cutting) </em>dan</li><li><a href="https://www.indotara.co.id/mesin-plasma-cutting&amp;id=636.html">Mesin potong plasma <em>(Plasma cutting Machine)</em></a></li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. Alat untuk membuat lobang <em>(Drilling)</em></h3>



<ul><li>Mesin Bor mangnet,</li><li>Alat Bor duduk,</li><li>Bor tangan dan</li><li>Bor pon <em>(Punch Drill)</em></li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. Alat untuk las <em>(Welding)</em></h3>



<ul><li>Mesin las arus bolak-balik atau kita kenal dengan sebutan mesin las AC,</li><li>Las arus searah atau terkenal dengan nama mesin las DC, serta</li><li>Las ganda atau yang kita kenal dengan nama mesin las AC-DC</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. Alat untuk cat <em>(Painting)</em></h3>



<ul><li>Adapun jenis alat yang kita butuhkan sebelum melakukan pengecatan antara lain adalah: Amplas, Sikat kawat, mesin gerinda, kain lap</li><li>Sementara jenis alat untuk melaksanakan pengecatan: Kuas, Rol, Mesin spray,</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="440" height="343" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2.jpg" alt="Gambar menunjukkan hasil proses fabrikasi bahan baja profil dengan menggunakan alat-alat yang lengkap" class="wp-image-1737" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/WhatsApp-2-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /><figcaption>Gambar baja profil yang tengah di fabrikasi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar tersebut adalah baja profil yang tengah dalam proses fabrikasi. Agar bisa berbentuk seperti pada gambar tersebut, tentu bahan ini telah melalui beberapa tahap proses pengerjaan dengan menggunakan berbagai macam alat fabrikasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daftar jenis alat bantu fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain alat-alat inti yang telah kita sebutkan sebelumnya, yang kita pakai untuk melaksanakan proses perakitan <em>(Assembling)</em>. Juga memerlukan beberapa alat yang sifatnya situasional, artinya adalah alat-alat tersebut kita butuhkan hanya pada saat tertentu saja, atau tidak menjadi suatu keharusan, antara lain:</p>



<ul><li>Palu</li><li>Kaul</li><li><em>Jig</em></li><li>Mal</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mendapatkan hasil fabrikasi baja yang berkualitas dan tepat waktu, jenis-jenis alat fabrikasi ini harus kita pastikan telah tersedia dan dalam keadaan baik atau layak pakai. Selain itu, alat fabrikasi juga merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan (memenangkan tender) pekerjaan konstruksi baja. Sebab ada kalanya Konsultan pengawas atau MK meninjau ke Workshop anda, untuk mengetahui apakah pelaksanaan fabrikasi telah sesuai metode kerja atau belum. Dan salah satu kredit point yang dapat anda peroleh dari mereka, jika anda telah memiliki peralatan fabrikasi telah lengkap.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Seperti Ini Jenis-jenis Alat Fabrikasi Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 16:17:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[engineer]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pengelasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fabrikasi baja adalah rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Dan selanjutnya kirim ke lokasi proyek untuk digunakan sebagai struktur konstruksi. Sedangkan pengertian metode kerja fabrikasi baja, adalah sesuatu perbuatan yang teratur melakukan secara bertahap untuk mengerjakan beberapa komponen bahan baja. Agar baja dapat kita gunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Fabrikasi baja adalah rangkaian pekerjaan beberapa komponen bahan baja, yang melalui proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Dan selanjutnya kirim ke lokasi proyek untuk digunakan sebagai struktur konstruksi. Sedangkan pengertian metode kerja fabrikasi baja, adalah sesuatu perbuatan yang teratur melakukan secara bertahap untuk mengerjakan beberapa komponen bahan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Agar baja dapat kita gunakan untuk keperluan konstruksi bangunan terlebih dahulu melalui proses fabrikasi. Metode kerja fabrikasi baja yang benar harus kita laksanakan dengan tahap-tahap seperti berikut:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap I: Persiapan sebelum pelaksanaan fabrikasi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Agar rangkaian proses pelaksanaan fabrikasi baja berjalan lancar dan berkualitas, perlu kita lakukan beberapa persiapan pada hal-hal seperti berikut ini:</p>



<ol type="1"><li>Workshop        : memastikan lokasi pelaksanaan fabrikasi adalah workshop bukan pada area yang tebuka. Workshop yang respresentatif untuk kerja baja adalah terhindar dari hujan dan panas.  Serta memiliki luas yang cukup untuk melaksanakan fabrikasi baja.</li><li>Shop drawing  : memastikan shop drawing telah lengkap dan telah melalui <em>approval</em> oleh pihak-pihak berkompeten, misalnya Engineer, Konsultan pengawas dan MK.</li><li>Peralatan         : memastikan semua <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">Jenis Alat Fabrikasi Baja Konstruksi</span> telah lengkap dan dalam kondisi baik.</li><li>Bahan              : memastikan semua bahan yang akan kita gunakan sudah tersedia dan semua dalam kondisi baru, bukan sisa atau bahan bekas.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap II: Rangkaian metode kerja fabrikasi baja</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Pelaksanaan pembersihan <em>(clearing)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Membersihakan permukaan bahan dari kotoran yang menempel misalnya debu, air, minyak, gumpalan logam kasar dan sebagainya. Pembersihan juga harus kita lakukan pada lokasi/area kerja akan kita laksanakan fabrikasi, antra lain:</p>



<ul><li>Lantai kerja terbebas dari bekas-bekas bahan atau <em>Mill scale</em> pekerjaan sebelumnya, tidak bedebu dan lembab,</li><li>Pada area kerja tidak bercampur dengan bahan dan alat dari proyek yang lain</li><li>Peralatan tertata rapi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Penandaan<em> (marking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penandaan artinya memberi kode pada bahan yang akan kita kerjaan, sesuai kode yang tertera pada shop drawing. Langkah pemberian kode  bahan sebagai berikut:</p>



<ul><li>Mengukur bahan sesuai ukuran yang telah adadalam shop drawing dan memberi garis dengan kapur besi atau spidol warna putih,</li><li>Memastikan sisa bahan yang kita ukur tersebut dapat kembali kita pergunakan untuk bahan (tidak terbuang),</li><li>Memberi kode/tanda pada bahan dengan cat besi</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Pengendalian <em>(controlling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebelum menuju proses selanjutnya, pengendalian kita lakukan oleh pengawas/engineer fabrikasi untuk memastikan:</p>



<ul><li>Lokasi kerja telah benar-benar bersih,</li><li>Pengukuran pada bahan sudah tepat,</li><li>Kode pada bahan sudah benar,</li><li>Sisa bahan bisa kita pergunakan untuk bahanlain.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Memotong <em>(cutting)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemotongan bahan kita lakukan dengan mempertimbangan kemungkinan terjadinya kontraksi/deformasi pada bahan yang akan kita potong. Untuk mendapatkan hasil yang baik pada bahan tersebut, kita lakukan dengan cara berikut:</p>



<ul><li>Garis batas pemotongan bahan telihat dengan jelas,</li><li>Posisi permukaan bahan tegak lurus terhadap mesin/alat potong, tidak puntir atau miring</li><li>Bekas irisan benar-benar lurus, rata atau tidak kasar</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Membuat lobang <em>(drilling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Lobang yang dibuat pada bahan berguna untuk sambungan dengan mur baut. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada sambungan mur baut, dipengaruhi oleh diamter lobang yang tersedia pada bahan serta jarak lobang apakah sudah sesuai dengan shop drawing. Beberapa langkah kerja membuat lobang pada bahan:</p>



<ul><li>Lakukan pengukuran ulang pada bahan yang sudah tersedia, sekaligus memberi tanda dimana posisi akan dibuat lobang, serta berapa ukuran/diameter lobang</li><li>Ketentuan diamter lobang yang akan dibuat adalah ˃0,5-1 mm diameter baut</li><li>Ketentuan membuat lobang pada bahan yang ketebalannya ≤3 mm dapat dilakukan dengan mesin/alat <em>Punch,</em>sementara tebal ≥3 harus menggunakan alat bor</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Perakitan <em>(assembling)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perakitan bahan guna memperoleh bentuk yang sesuai dengan shop drawing, yaitu menggabungkan bahan dengan <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Komponen Struktur Rangka Baja Profil</a> lainnya. Misalnya memasang <em>Clead plate</em> pada balok profil IWF, memasang <em>Gusset plate</em> pada rangka batang siku dan seterusnya. Jika bahan yang dirakit tidak sesuai dengan shop drawing, kemungkinan kesalahan terjaddi mulai dari <em>Marking, Cutting dan Drilling.</em>Untuk mengantisipasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi, peran pengawas/engineering saat fabrikasi sangat penting.</p>



<h3 class="wp-block-heading">7. <strong>Metode</strong> <strong>pegelasan <em>(welding)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk medapatkan hasil las yang baik dan maksimal perlu menerapkan <a href="https://www.pengelasan.net/teknik-pengelasan/">teknik pengelasan yang benar</a>. Dan beberapa syarat yang perlu diperhatikan diantaranya permukaan bahan harus benar-benar bersih, menyesuaikan jenis dan tebal las dengan bahan yang akan dilas, posisi bahan yang akan dilas apakah miring atau dapat berobah. Jika bahan yang akan dilas tidak stabil maka perlu dibuat <em>Jig,</em> yang berfungsi membatu tukang memegang/menjepit bahan selama proses pengelasan dilaksanakan. Pengelasan bahan dilakukan dengan langkah-langkah sebagi berikut:</p>



<ul><li>Langkah I: melakukan <em>Tack weld</em>, yaitu membuat titik-titik las pada bahan. <em>Tack weld</em> dilakukan bersamaan dengaan <em>Assembling.</em></li><li>Langkah II: jika semua <em>Tack weld</em> telah dilakukan dengan benar pada bahan, maka selanjutnya dapat dilakukan pengelaan <em>(full welding)</em></li><li>Langkah III: membersihkan kerak atau bekas las</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="715" height="420" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_.jpg" alt="Dalam gambar diperlihatkan posisi yang akan dilaksanakan pengelasan, adalah bagian dari metode kerja" class="wp-image-1731" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_.jpg 715w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gbr_2-samb.las_-300x176.jpg 300w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /><figcaption>Gambar detail sambungan las (Pengelasan)</figcaption></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">8. <strong>Pemeriksaan awal <em>(first checking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemeriksaan awal pada bahan yang telah melalui rangkaian proses fabrikasi, dilakukan oleh pengawas/engineer bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pemerikasaan ini harus berpedoman pada shop drawing, antara lain mengenai:</p>



<ul><li>Ukuran dan jumlah bahan yang di fabrikasi,</li><li>Diameter, jarak dan jumlah lobang pada bahan,</li><li>Mutu las</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap III: Metode kerja finishing baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Finishing kita lakukan setelah tahap II selesai, dan telah mendapat persetujuan dari pengawas/engineer untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap ini kiita lakukan dengan mempertimbangkan hal-hal dibawah ini:</p>



<ul><li>Area untuk pekerjaan finishing berbeda dengan area proses fabrikasi, maka perlu memindahkan bahan ke area khusus melaksanakan finishing,</li><li>Semua bahan yang telah melalalui rangkaian proses fabrikasi harus segera kita cat,</li><li>Memisahkan bahan sesuai kode pada masing-masing bahan,</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Pelaksanaan pengecatan <em>(painting)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengecatan permukaan besi segera kita lakukan untuk menghidari korosi, sebab korosi pada besi dapat terjadi karena udara yang lembab, berdebu serta akibat adanya bekas las pada bahan. Spesifikasi cat besi yang kita butuhkan pada baja ada beberapa macam, antara lain:</p>



<ul><li>Lapisan <em>Base coating</em> dan cat finishing <em>(top coating) </em>saja atau,</li><li>Terdiri dari <em>Sand blasting, Base coting,</em> dan <em>Top coating.</em> &nbsp;</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara proses pengecatan dapat kita lakukan dengan 3 jenis yaitu <em>spary, rol</em> dan kuas. Karena masing-masing pekerjaan memiliki spesifikasi dan proses pengecatan yang beragam, maka teknis pelaksanaan cat selalu mengacu pada shop drawing. Serta dibawah pengawasan oleh seorang  pengawas/engineer yang khusus mengani pekerjaan finishing cat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Pemeriksaan akhir <em>(final checking)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemerikasaan akhir pada bahan kita lakukan oleh seorang <em>Quality Control (QC), </em>yang bertugas untuk melakukan <em>Cros check</em> jumlah dan kode bahan, dan juga melaksanakan kontrol pada kualitas cat bahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Pengepakan <em>(packing)</em></strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Melaksanakan pengepakan bahan kemungkinan kita laksanakan sebab 2 hal, yakni:</p>



<ul><li>Bahan yang telah selesai fabrikasi langsung kirim ke proyek. Jika hal ini memungkinkan akan lebih baik, sebab tidak perlu lokasi ekstra untuk tempat penyimpanan bahan workshop. Hanya yang kita perlukan armada/alat transportasi yang memadai untuk mengangkut bahan ke lokasi proyek.</li><li>Bahan yang telah selesai fabrikasi tidak langsung kirim ke proyek. Hal ini perlu memperhatikan lokasi penyimpanan agar tidak mengakibatkan kerusakan pada bahan. Misalnya bahan tidak bersinggungan langsung dengan tanan, jadi tempatkan pada ruang tertutup dan terhindar dari panas atau hujan.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-normal-font-size">Berdasarkan tahap-tahap metode kerja fabrikasi baja tersebut, dapat kita simpulkan ada 4 orang yang memiliki peran penting menangani rangkaian proses fabrikasi hingga finishing, yaitu pengawas/engineering yang bertugas untuk:</p>



<ol type="1"><li>Mengawasi proses <em>Marking</em> hingga <em>Controlling</em></li><li>Menangani proses <em>Cutting</em> hingga <em>First Checking</em></li><li>Menangani proses <em>Painting</em></li><li><em>Quality Control (QC)</em></li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain itu ada 2 orang bagian logistik, yaitu yang menangani bagian penerimaan bahan dan yang menangani bagian pengiriman bahan yang sudah selesai selsai fabrikasi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja Untuk Bahan Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
