<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baja kastela Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/baja-kastela/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-kastela/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jul 2024 17:09:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>baja kastela Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-kastela/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Balok Bentang 12 Meter Paling Tepat Pakai Baja Honeycomb Ini Alasannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 13:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja honeycomb]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[balok kastela 675]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan material yang hendak dipakai untuk balok bentang 12 meter tidak boleh asal-asalan. Karena bentangan sebesar ini tergolong ekstra besar dalam struktur bangunan. Sehingga resiko sangat banyak bila dilakukan hanya dengan cara asumsi. Tidak menutup kemungkinan resiko yang dihadapi adalah korban jiwa. Jikalau penentuan material dan ukuran balok dilakukan sembrono. Atau minimal akan sering melakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/">Balok Bentang 12 Meter Paling Tepat Pakai Baja Honeycomb Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan material yang hendak dipakai untuk balok bentang 12 meter tidak boleh asal-asalan. Karena bentangan sebesar ini tergolong ekstra besar dalam struktur bangunan. Sehingga resiko sangat banyak bila dilakukan hanya dengan cara asumsi.</p>
<p>Tidak menutup kemungkinan resiko yang dihadapi adalah korban jiwa. Jikalau penentuan material dan ukuran balok dilakukan sembrono. Atau minimal akan sering melakukan perbaikan, karena lemahnya kekuatan struktur bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1828" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar.jpg" alt="balok baja berbagai bentangan" width="440" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar.jpg 440w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar-300x234.jpg 300w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></a></p>
<h2>Pengertian baja honeycomb, ciri-ciri dan kelebihan pada bentangan lebar</h2>
<p>Baja honeycomb adalah salah satu jenis baja profil rekayasa yang memiliki bukaan secara teratur yang berbentuk heksagonal di sepanjang permukaan batang, dan memiliki kelipatan 1,5x dari ukuran material yang sebenarnya digunakan untuk membuat baja honeycomb tersebut.</p>
<p>Ciri khas baja honyecomb yaitu terdapat sambungan las dengan panjang yang sama pada setiap jarak tertentu. Las tersebut berfungsi untuk menyatukan 2 bagian profil baja yang dibuat dengan pola zig-zag sehingga menjadi sebuah balok honeycomb.</p>
<p>Alasan memilih baja honeycomb untuk membuat balok bentang 12 meter karena memiliki kelebihan yang sangat banyak dibanding dengan balok beton. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain cepat, praktis, murah dan memiliki daya pikul yang tinggi.</p>
<p>Dianggap sangat cepat dan praktis karena proses pengerjaan balok honeycomb tidak sepenuhnya dilakukan di proyek. Tetapi, tahap pabriksi balok umumnya dilakukan di workshop baja. Sementara di lapangan hanya <a href="https://kbbi.web.id/instalasi">instalasi</a> saja.</p>
<p>Akibat dari proses pengerjaan tersebut maka biaya pemasangan balok baja menjadi lebih murah. Dan hal itu dapat dirasakan langsung karena biaya upah dan alat kerja lebih sedikit.</p>
<p>Sementara itu dampak tidak langsung dari pemakaian baja honeycomb adalah terhadap berat bangunan itu sendiri. Pada kasus balok bentang 12 meter material baja honeyomb jelas lebih ringan dibanding material beton bertulang. Oleh sebab itu dipastikan secara keseluruhan biaya bangunan menjadi lebih rendah.</p>
<p>Material baja honeycom atau sering disebut baja kastela. Memiliki kekuatan yang tinggi karena terbuat dari material logam berkualitas terbaik. Didukung pula oleh bentuk profil yang menyerupai huruf H. Membuat material tersebut sangat kokoh, serta mampu memikul beban yang sangat besar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Balok-bentang-12-m-pakai-mateiral-baja-honeycomb-675.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5314" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Balok-bentang-12-m-pakai-mateiral-baja-honeycomb-675.jpg" alt="Balok bentang 12 m pakai material baja kastela 675" width="1000" height="614" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Balok-bentang-12-m-pakai-mateiral-baja-honeycomb-675.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Balok-bentang-12-m-pakai-mateiral-baja-honeycomb-675-300x184.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Balok-bentang-12-m-pakai-mateiral-baja-honeycomb-675-768x472.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<h2>Contoh kasus terjadinya balok bentang 12 meter</h2>
<p>Misal sebuah ruang aula dengan luas 240 m2, otomatis bentang balok diatas ruangan itu juga berbentuk segi empat. Yaitu ukuran 12 x 20 meter, atau 10 x 24 m. Dalam hal ini kita ambil lebar aula adalah 12,0 meter.</p>
<p>Nah, agar bagian atas aula itu dapat berfungsi dengan baik entah sebagai atap atau untuk ruangan lain, maka balok induk harus dipasang pada bentangan 12,0 meter tersebut.</p>
<p>Pada contoh kasus ini pilihan material adalah baja honeycomb. Ukuran berapakah balok baja honeycomb tersebut?. Berikut perhitungan analisa struktur yang kami lakukan minggu lalu.</p>
<h3>1. Laporan analisa struktur balok</h3>
<p>Material yang dilakukan untuk uji coba adalah baja WF 450 HCO 675x200x9x14. Material ini akan memikul beban atap yang berada di atas bangunan aula. Atap tersebut terbuat dari beton bertulang tebal 10 cm.</p>
<p>Perhitungan untuk memastikan kekuatan balok bentang 12 meter ini dilakukan dalam 5 tahap, yaitu:</p>
<ol>
<li>Momen nominal pengaruh lokal buckling (tekuk/puntir). Menunjukkan bahwa baja HCO 675x200x9x14 termasuk penampang non-compact. Dengan demikian momen nomial untuk penampang juga kategori non-compact.</li>
<li>Momen nomial balok plat berdinding penuh. Dilakukan dengan 2 cara yaitu: 1]. Momen nominal berdasarkan tekuk torsi lateral, dan 2]. Berdasarkan lokal bucling pada saya baja WF 450. Hssil perbandingan angka adalah 1,47 &lt; 2,3 dan 0,467 &lt; 0,763. Menunjukkan bahwa baja WF 450&#215;200 telah memenuhi syarat</li>
<li>Nominal momen pengaruh lateral buckling. Menyebutkan bahwa balok bentang 12 meter tersebut masih termasuk dalam ketegori bentangan sedang. Dengan angka perbandingan 867668923 &lt; 670240860. Juga memberi referensi yang sama pada baja honeycomb.</li>
<li>Tahanan momen lentur. Syarat yang harus dipenuhi oleh analisa struktur adalah kurang dari angka 557117920. Dan ternyata hasil hitungan hanya sebesar 301255177. Sehingga balok baja honeycom dinyatakan sangat kokoh. Karena perbandingan kedua angka tersebut 1:2 lebih.</li>
<li>Tahanan geser balok baja honeycom. Dinyatakan dengan angka tidak boleh lebih dari 656100. Sementara itu hasil analisa hanya menunjukkan angka 175090. Berarti Oke.</li>
</ol>
<p>Melalui 5 tahap analisa tersebut dapat dipastikan bahwa baja WF 450x200x9x14 sangat kuat untuk dijadikan honeycomb pada balok bentang 12 meter.</p>
<h3>2. Kelengkapan material balok honeycomb</h3>
<p>Untuk memudahkan pemasangan balok baja honeycomb 675x200x9x14 diperlukan 2 jenis komponen yaitu plat pelekat T=16 mm, dan baut baja M22 jenis HTB (A-325). Detail sambungan balok baja tersebut seperti diuraikan dalam <a href="https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/">artikel</a> ini.</p>
<p>Sementara itu perkuatan balok diperlukan pula beberapa material yang terpasang menjadi satu dengan balok, antara lain:</p>
<ul>
<li>Voute CT-WF 450&#215;200 panjang 135 cm, sebanyak 2 buah.</li>
<li>Stiffner plat baja tebal 10 mm, sebanyak 8 buah</li>
<li>Plat tutup honeycomb tebal 8 mm. Berbentuk segi enam, sebanyak 12 buah.</li>
</ul>
<p>Terakhir, agar balok honeycom tahan terhadap korosi. Maka sebaiknya dilakukan pengecatan secara bertahap. Yakni menggunakan cat dasar zinchromate, dan cat akhir.</p>
<p>Demikian penjelasan mengenai material balok bentang 12 meter yang terbuat dari baja profil jenis honeycomb. Berikut dengan alasan penggunaan material, serta dukungan perhitungan kekuatan balok.</p>
<p>Bilamana membutuhkan bantuan jasa untuk desain balok baja silahkan hubungi kami melalui nomor yang tertera dalam kolom chat WA <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/">Balok Bentang 12 Meter Paling Tepat Pakai Baja Honeycomb Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BoQ Baja Kastela Kuda-kuda Dan Perhitungan Tonase Yang Benar [Part 3 of 4]</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 13:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[baja HCO]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[balok honeycomb]]></category>
		<category><![CDATA[BoQ baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baja kastela paling cocok digunakan untuk balok, dan kuda-kuda type portal frame. Atau, batang tunggal. Tapi, tahukah teman-teman BoQ kedua struktur bangunan ini tidak sama?. BoQ baja kastela kuda-kuda jelas lebih banyak. Sebab batang kuda-kuda lebih panjang dibanding balok. Begitu pula komponen-komponen yang dibutuhkan, pasti lebih kompleks. Terlihat pada gambar pemasangan kuda-kuda baja kastela 375&#215;125 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/">BoQ Baja Kastela Kuda-kuda Dan Perhitungan Tonase Yang Benar [Part 3 of 4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Baja kastela paling cocok digunakan untuk balok, dan kuda-kuda type portal frame. Atau, batang tunggal. Tapi, tahukah teman-teman BoQ kedua struktur bangunan ini tidak sama?. BoQ baja kastela kuda-kuda jelas lebih banyak. Sebab batang kuda-kuda lebih panjang dibanding balok. Begitu pula komponen-komponen yang dibutuhkan, pasti lebih kompleks.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4916" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg" alt="Proses pabrikasi material baja yang dilakukan di lapangan (proyek)" width="899" height="564" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek.jpeg 899w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-300x188.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Proses-pabrikasi-baja-di-proyek-768x482.jpeg 768w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></a></p>
<p>Terlihat pada gambar pemasangan kuda-kuda baja kastela 375&#215;125 untuk bangunan bentang 31,0 meter. Berikut rumus menghitung ukuran lubang yang akan dibuat pada baja WF. Saya pakai sebagai acuan untuk membuat contoh penyusunan BoQ baja kastela, serta perhitungan volume pekerjaan.</p>
<h2>Langkah-langkah membuat BoQ kuda-kuda baja kastela 375&#215;125</h2>
<p>Sebuah kuda-kuda baja kastela supaya terpasang dengan sempurna dan kokoh, setidaknya terdiri dari 9 komponen, yakni:<br />
&#8211; Batang kuda-kuda, atau <a href="https://arsitekta.com/rincian-pekerjaan-kolom-dan-rafter-baja/">rafter</a><br />
&#8211; Voute/couph<br />
&#8211; Plat lekat (end plate)<br />
&#8211; Stiffners<br />
&#8211; Tutup lubang kastela<br />
&#8211; Plat sambung sayap WF (flange)<br />
&#8211; Plat sambung badan WF (web)<br />
&#8211; Sepatu gording<br />
&#8211; Baut mur</p>
<p>Sementara itu, proses pabrikasi kuda-kuda baja kastela menggunakan las. Untuk menyambung plat baja, serta voute dengan batang kuda-kuda. Maka dari itu, agar BoQ baja kastela lengkap, biaya las, dan cat bana harus di ikutsertakan dengan 9 komponen tadi.</p>
<h3>a. Rincian pekerjaan baja kastela</h3>
<p>Berdasarkan uraian diatas, diketahui pekerjaan baja kastela kuda-kuda menjadi 11 macam, yaitu:<br />
1. Kuda-kuda baja kastela 375&#215;125<br />
2. Voute baja WF 250&#215;125 belah<br />
3. End plate T=10 x 125 x 650 mm<br />
4. Plat stiffnes T=6 x 125 x 375 mm<br />
5. Tutup plat baja kastela T=6 mm<br />
6. Plat sambungan flange plat T=10 x 115 x 450 mm<br />
7. Plat sambung web T=6 x 325 x 450 mm<br />
8. Sepatu gording besi siku L 6&#215;6 pjg-20 cm<br />
9. Mur baut HTB dia.5/8&#8243; x 2&#8243;<br />
10. Biaya las baja<br />
11. Biaya cat baja</p>
<p>Khusus mengenai dimensi material plat tutup. Dalam rincian tersebut hanya menjelaskan tebal bahan. Sementara, ukuran potong plat tidak disebutkan. Karena plat tutup berbentuk segi enam (heksagonal). Adapun ukuran tersebut bisa Anda peroleh dengan rumus sebagaimana saya tulis dalam <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">artikel</a> ini. Sekitar 3 tahun yang lalu.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2229" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela.jpg" alt="" width="509" height="226" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela.jpg 509w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela-300x133.jpg 300w" sizes="(max-width: 509px) 100vw, 509px" /></a></p>
<h3>b. Cara menghitung volume pekerjaan</h3>
<p>Setelah rincian pekerjaan lengkap, BoQ baja kastela harus Anda isi dengan volume pekerjaan. Volume tersebut bisa Anda ketahui setelah menghitung berat, dan <a href="https://www.gramedia.com/literasi/kuantitas/">kuantitas</a> masing-masing material. Cara menghitung sebagai berikut:</p>
<h4>1. Baja WF 250&#215;124 untuk batang kuda-kuda:</h4>
<p>= 16,04 x 2 x 29,60 kg<br />
= 949,56 kg</p>
<h4>2. Voute baja WF 250 belah, sebanyak 2 buah</h4>
<p>= 2,0 x 2 x 0,5 x 29,60 kg<br />
= 59,20 kg</p>
<h4>3. Plat T=10 mm</h4>
<p>= 0,125 x 0,65 x 2 x 81,0.kg<br />
= 13,16 kg</p>
<h4>4. Plat stiffnes T=6 mm</h4>
<p>= 0,125 x 0,375 x 8 x 2 x 48,61 kg<br />
= 36,46 kg</p>
<h4>5. Tutup plat baja T=6 mm</h4>
<p>= 0,25 x 0,25 x 12 x 2 x 48,61 kg<br />
= 72,91 kg</p>
<h4>6. Plat sambung T=10 mm</h4>
<p>= 0,115 x 0,45 x 2 x 2 x 81,0 kg<br />
= 16,76 kg</p>
<h4>7. Plat sambung T=6 mm</h4>
<p>= 0,325 x 0,450 x 4 x 48,61 kg<br />
= 28,43 kg</p>
<h4>8. Sepatu gording L 6&#215;6</h4>
<p>= 0,20 x 14 x 2 x 5,42 kg<br />
= 30,35 kg</p>
<p>Total tonase ( 1 s/d 8) = 1.206,83 kg. Inilah rincian volume material yang harus Anda masukkan dalam BoQ baja kastela.</p>
<p>Sementara perhitungan volume non material baja, sebagai berikut:</p>
<h4>i. Baut mur Ø5/8&#8243; x 2&#8243;</h4>
<p>= 14 x 3<br />
= 42 buah</p>
<h4>ii. Volume/biaya las</h4>
<p>Silahkan ikuti tutorial yang terdapat dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-kebutuhan-kawat-las-konstruksi-gudang/">artikel</a> ini.</p>
<h4>iii. Luas cat baja</h4>
<p>Pun, berpedoman pada <a href="https://arsitekta.com/menghitung-luas-permukaan-baja-profil-pakai-cara-ini-tidak-bakal-keliru/">artikel</a> ini. Silahkan baca.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Proses-mengecat-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4010" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Proses-mengecat-baja.jpg" alt="Proses mengecat baja setelah konstruksi terpasang" width="400" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Proses-mengecat-baja.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Proses-mengecat-baja-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<h2>Tambahan BoQ baja kastela yang tidak wajib</h2>
<p>Khusus baja kastela ukuran 525&#215;175 keatas. Harus menggunakan ektra pengaku pada plat lekat. Atau, sering disebut rib baut. Berguna untuk menjaga agar plat lekat tidak lengkung ketika di las full. Maka komponen tersebut wajib Anda hitung, dan sertakan dalam BoQ.</p>
<p>Adapun material yang digunakan untuk membuat rib baut, adalah sama dengan rib/stiffner kuda-kuda. Yakni plat baja T=6 mm. Bedanya, rib baut berbentuk segitiga. Bukan persegi seperti stiffner, atau plat lekat.</p>
<p>Tambahan BoQ baja kastela yang kedua adalah sepatu gelagar. Komponen ini pun hanya terdapat pada kuda-kuda bentang 35,0 meter keatas. Berguna untuk sambungan kuda-kuda dengan balok/gelagar.</p>
<p>Gelagar perlu digunakan untuk pengaku antata kuda-kuda agar tidak puntir. Akibat beban konstruksi, angin, atau berat sendiri baja kastela. Maka dari itu harus Anda masukkan dalam rincian pekerjaan.</p>
<p>Material yang digunakan untuk sepatu regel umumnya sama dengan sepatu gording. Yakni besi siku 50&#215;50, atau 60&#215;60. Masing-masing panjang 10 &#8211; 15 cm. Oleh sebab itu, ketika Anda menghitung berat material. Silahkan berpedoman pada perhitungan berat material sepatu gording. Praktis bukan?.</p>
<h2>[Penutup] Prinsip dasar penyusunan BoQ baja</h2>
<p>Demikian contoh BoQ baja kastela untuk kuda-kuda bentang 31,0.meter. Adapun BoQ kuda-kuda untuk bentang yang berbeda. Misalnya bentangan 20,0 meter, dan 27,0 meter. Rincian material dan item pekerjaan tetap sama. Hanya dimensi yang berbeda. Contoh ukuran plat lekat. Jelas lebih kecil. Sebab material baja kastela yang digunakan pasti lebih kecil. Mengingat bentangan kuda-kuda juga lebih pendek. Jadi, pada prinsipnya untuk jenis pekerjaan yang sama. Maka susunan BoQ juga sama.</p>
<p>Demikian juga untuk hitung <a href="https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/" target="_blank" rel="noopener">biaya atap</a> baja ringan. Bilamana bentuk dan kemiringan konstruksi atap sama,  berarti kemungkinan besar bahan atap yang digunakan juga sama. Oleh sebab itu BoQ pekerjaan baja ringan boleh Anda gunakan yang sudah ada sebelumnya. Tapi, ingat dimensi material harus Anda sesuaikan. Lebih lengkap tentang Cara Membuat BoQ Pekerjaan Baja Ringan. Silahkan Anda baca pada artikel bagian terakhir. Dengan judul: 3 Macam BoQ Pekerjaan Baja Ringan Dan Rincian Pekerjaan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/">BoQ Baja Kastela Kuda-kuda Dan Perhitungan Tonase Yang Benar [Part 3 of 4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-boq-baja-kastela-dan-perhitungan-tonase/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalkulasi Biaya Pemasangan Balok Baja Tersusun, Kastela dan WF Bentang 10 M</title>
		<link>https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 13:16:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[besi WF]]></category>
		<category><![CDATA[material baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan konstruksi baja]]></category>
		<category><![CDATA[profil baja tersusun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melanjutkan pembahasan sebelumnya, tentang perbandingan biaya pasang material konstruksi baja. Kali ini yang akan saya bahas adalah mengenai balok, yang terbuat dari 3 jenis material. Yakni baja kastela, baja WF dan baja profil gabungan. Perbandingan biaya pemasangan balok baja ini penting. Agar teman-teman tahu mana yang lebih hemat, lebih mudah dikerjakan, dan lebih kokoh. Langsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/">Kalkulasi Biaya Pemasangan Balok Baja Tersusun, Kastela dan WF Bentang 10 M</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan pembahasan sebelumnya, tentang perbandingan <a href="https://arsitekta.com/perbandingan-biaya-kuda-kuda-baja-wf-dan-cnp-double-bentang-140-m/">biaya pasang</a> material konstruksi baja. Kali ini yang akan saya bahas adalah mengenai balok, yang terbuat dari 3 jenis material. Yakni baja kastela, baja WF dan baja profil gabungan. Perbandingan biaya pemasangan balok baja ini penting. Agar teman-teman tahu mana yang lebih hemat, lebih mudah dikerjakan, dan lebih kokoh.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2597" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja.jpeg" alt="Cara memasang mur baut pada balok baja profil WF" width="780" height="865" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja.jpeg 780w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-271x300.jpeg 271w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/01/Pemasangan-baut-balok-baja-768x852.jpeg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a></p>
<p>Langsung saja. Misal, balok yang akan Anda bikin adalah bentangan 10 meter. Khusus bentang sekian. Jelas, material yang paling pas adalah baja profil. Kalau, Anda pakai materi beton. Proses pengerjaan pasti sangat lama. Lalu, jika Anda pakai material kayu. Sangat tidak mungkin. Karena balok kayu layak digunakan hanya untuk bentang 4,0 meter saja.</p>
<h2>Spesifikasi bahan dan perhitungan biaya</h2>
<h3>1. Biaya pemasangan balok baja tersusun (gabungan)</h3>
<p>Untuk bentang 10 meter, material yang harus Anda sediakan sebagai berikut:<br />
&#8211; 4 batang besi UNP 200 dengan panjang 10,0 meter sebanyak 2 buah. Dan, panjang 1,2 meter juga 2 buah.<br />
&#8211; Plat lekat balok tebal 12 mm. Ukuran 200&#215;800 mm sebanyak 4 buah<br />
&#8211; 2 buah plat sambung balok. Tebal 8 mm. Dengan ukuran 200&#215;400 mm.<br />
&#8211; Besi siku 50&#215;50 panjang 50 cm, sebanyak 22 buah. Dan, panjang 0,75 m sebanyak 20 buah.<br />
&#8211; <a href="https://arsitekta.com/ukuran-pelekat-baut-mur-dan-rib-baja-wf/">Mur baut</a> HTB dia.3/4&#8243;x2,5&#8243; sebanyak 32 pcs.</p>
<p>Berdasarkan spek dan kebutuhan material diatas. Tonase balok akan semakin mudah Anda hitung. Bisa kan?. Oke. Silahkan coba!. Sekalian cek tonase material yang saya lampirkan dalam rincian biaya berikut:<br />
&#8211; UNP 200 = 552,61 kg x Rp 25.000 = Rp 13.815.500,-<br />
&#8211; Plat baja = 72,61 kg x Rp 25.000 = Rp 1.815.259,-<br />
&#8211; Besi L = 97,50 kg x Rp 25.000 = Rp 2.437.500,-<br />
&#8211; Baut mur = 32 pcs x Rp 22.500 = Rp 720.000,-<br />
&#8211; Cat besi = 22,48 m2 x Rp 47.267 = Rp 1.062.562,-</p>
<p>Jadi, total biaya pasang 1 buah balok baja tersusun adalah sebesar Rp 19.850.812,-<br />
Jika rata-rata, biaya pemasangan balok baja gabungan menjadi Rp 1.985.081,2. Atau sekitar 1,985 juta Rupiah.</p>
<p>Catatan:<br />
• Harga satuan pekerjaan baja mengacu pada standarisasi harga di kota Semarang. Pada saat artikel ini saya tulis. Yaitu tanggal 18 Juni 2023.<br />
• Biaya cat besi sudah termasuk cat dasar zinchromate + cat akhir. Menggunakan merek Kansai, atau Nippon Paint.<br />
• Tinggi balok gabungan adalah 50 cm. Lalu, rangka siku (vertikal) juga 50 cm.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3756" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450.jpg" alt="Detail baut sambungan baja kastela 675x200x9x14" width="450" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450-300x187.png 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h3>2. Biaya pemasangan balok baja kastela</h3>
<p>Bila, Anda memilih balok baja kastela. Untuk bentangan tersebut, Anda harus menggunakan kastela 675&#215;200. Maka jenis-jenis bahan yang harus Anda persiapkan sebagi berikut:<br />
&#8211; Baja WF 450. Panjang 12,0 meter. 1 buah.<br />
&#8211; 2 buah plat baja tebal 16 mm. Ukuran 20 x 100 cm.<br />
&#8211; 4 buah plat striffner tebal 8 mm. Ukuran 200 x 675 mm<br />
&#8211; 10 buah plat baja tebal 8 mm. Dengan bentuk heksagonal. Berguna untuk tutup lubang baja kastela.<br />
&#8211; 32 buah mur baut HTB dia.7/8&#8243;x3&#8243;</p>
<p>Dengan demikian, rincian biaya pasang balok sebagai berikut:<br />
1. WF 450&#215;200 = 912,0 kg x Rp 25.000 = Rp 22.800.000,-<br />
2. Plat lekat, stiffner dan tutup HCO = 203,77 kg x Rp 25.000 = Rp 5.094.025,-<br />
3. Baut mur M22 = Rp 720.000,-<br />
4. Cat besi = 25,88 m2 x 46.267 = Rp 1.197.390,-</p>
<p>Total biaya pasang balok kastela adalah Rp 29.811.640,-<br />
Hampir 2x lipat dari biaya pemasangan balok baja gabungan.</p>
<h3>3. Biaya pemasangan balok baja WF</h3>
<p>Kemudian, jika menggunakan balok WF murni. Alias tanpa proses rekayasa, atau gabungan dengan material baja yang lain. Balok bentang 10,0 minimal terbuat dari baja WF 500. Pun, dengan tambahan material pengaku. Supaya balok WF kaku.</p>
<p>Ragam jenis material untuk membuat balok baja tersebut, antara lain:<br />
&#8211; Baja profil WF 500x200x10x15 = 1 batang<br />
&#8211; Plat lekat tebal 16 mm. Sebayak 2 buah. Dengan ukuran 200 x 1.000 mm<br />
&#8211; Plat rib T=10 mm x 200 x 500 = 6 buah<br />
&#8211; Sementata kebutuhan baut mur sama dengan balok-balok baja sebelumnya.</p>
<p>Dengan demikian, diketahui rincian anggaran biaya yang dibutuhkan adalah:<br />
1. Total tonase baja = 1.174,0 kg x Rp 25.000 = Rp<br />
2. Baut HTB dia.7/8&#8243; = Rp 720.000,-<br />
3. Cat baja = 23,60 m2 x Rp 24.267 = Rp</p>
<p>Total biaya sebesar Rp 30.653.701,-<br />
Ternyata lebih mahal dibanding dengan balok baja kastela.</p>
<h2>Cara menentukan jenis balok</h2>
<p>Berdasarkan perbandingan biaya 3 jenis balok baja diatas. Terbukti biaya yang paling murah adalah baja profil gabungan. Selisih hampir 30% dengan balok baja kastela, maupun balok WF. Perhitungan <a href="https://teropong.id/forum/2019/12/24/arti-kata-di-atas-kertas-dalam-kamus-indonesia-inggris-adalah/">diatas kertas</a> memang baja profil gabungan selalu lebih hemat. Tapi, apakah proses pelaksanaan pekerjaan cukup praktis?. Jawabnya, tidak!. Oleh sebab itu, sampai saat ini material baja gabungan jarang dipakai.</p>
<p>Penjelasan mengenai penyebab baja profil gabungan jarang di lirik akhir-akhir ini. Silahkan baca di dalam <a href="https://arsitekta.com/manfaat-profil-baja-gabungan-anda-temukan-lengkap-disini/">artikel</a> ini. Penjelasan tersebut akan membantu Anda untuk menentukan pilihan yang tepat. Jadi, bukan hanya berdasarkan pertimbangan biaya pemasangan balok baja saja.</p>
<p>Jika Anda sedang mencari <a href="https://www.cekotechnology.com/mlm/jasa-pembuatan-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener"><b>Jasa Pembuatan Website MLM</b></a> atau <a href="https://www.cekotechnology.com/mlm/jasa-pembuatan-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener"><b>Website Replika</b></a> kami merekomendasi <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener">Cekotechnology</a> <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-website-mlm/" target="_blank" rel="noopener">Jasa Website MLM</a> Terbaik saat ini, sudah banyak pembisnis sukses menggunakan layanan Solusitech sebagai <a href="https://www.cekotechnology.com/jasa-pembuatan-website-cepat/" target="_blank" rel="noopener">Jasa Pembuatan Website</a> sudah tidak diragukan lagi kemampuan TIM Programmernya. Atau bisa kunjungi kami di <a href="https://www.jagoanstudio.com/"><strong>Jagoan Studio</strong></a></p>
<p>dan jika Anda sedang mencari jasa <a href="https://www.jagoantrans.com/sewa-mobil-semarang/"><strong>sewa mobil</strong></a> bisa ke <a href="https://www.jagoantrans.com/">Jagoan Trans</a>. Kami semua berada di <a href="https://www.kreativitasdigitalindonesia.com/"><strong>PT Kreativitas Digital Indonesia / KDI</strong></a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/">Kalkulasi Biaya Pemasangan Balok Baja Tersusun, Kastela dan WF Bentang 10 M</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kalkulasi-biaya-pemasangan-balok-baja-tersusun-kastela-dan-wf-bentang-10-m/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyebab Dan Cara Mengatasi Lendut Pada Kuda-kuda Baja Kastela Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-lendutan-pada-kuda-kuda-baja-kastela/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-lendutan-pada-kuda-kuda-baja-kastela/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 May 2023 13:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[lendutan kuda-kuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diakui atau tidak, lendutan pada suatu batang konstruksi bangunan adalah salah satu yang harus dicegah sejak awal. Termasuk yang kami temui beberapa bulan yang lalu. Lendut pada kuda-kuda baja kastela di luar batas toleransi. Apakah oleh faktor sengaja, atau tidak. Kejadian tersebut membuat pemasangan atap jadi tertunda. Karena, jikalau dipaksa. Maka bentuk atap jadi lengkung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-lendutan-pada-kuda-kuda-baja-kastela/">Penyebab Dan Cara Mengatasi Lendut Pada Kuda-kuda Baja Kastela Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diakui atau tidak, lendutan pada suatu batang konstruksi bangunan adalah salah satu yang harus dicegah sejak awal. Termasuk yang kami temui beberapa bulan yang lalu. Lendut pada kuda-kuda baja kastela di luar batas toleransi.</p>
<p>Apakah oleh faktor sengaja, atau tidak. Kejadian tersebut membuat pemasangan atap jadi tertunda. Karena, jikalau dipaksa. Maka bentuk atap jadi lengkung. Dan, rawan bocor. Sebab air hujan tidak bisa mengalir lancar. Tapi, kemungkinan besar menjadi tergenang. Resiko bukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4768" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg" alt="Penampakan tiang kolom baja WF yang tinggi, lengkap dengan balok dan kuda-kuda baja kastela" width="448" height="328" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Pada artikel sebelumnya mengenai hal yang sama telah kami tulis. Namun khusus untuk kuda-kuda baja bentang besar. Bukan mengenai material yang digunakan. Sebagaimana yang akan kami jelaskan dalam artikel kali ini. Secara spesifik menjabarkan tentang kuda-kuda yang terbuat dari baja kastela. Yang tengah mengalami lendut.</p>
<h2>Pengertian dan penyebab lendut</h2>
<p>Lendut atau lendutan adalah sebuah proses doformasi (perubahan bentuk), sebagai akibat dari tidak mampu menahan beban vertikal yang terjadi pada salah satu material yang digunakan pada sebuah konstruksi bangunan. Misalnya balok, atau kuda-kuda baja.</p>
<p>Pada umumnya ada 3 faktor penyebab kuda-kuda baja mengalami lendut, yaitu:</p>
<h3>1. Sudut kemiringan terlalu landai</h3>
<p>Umumnya sudut kemiringan atap yang menggunakan konstruksi baja adalah 15⁰. Hal itu dengan pertimbangan bahwa atap bangunan adalah menggunakan spandek gelombang, atau sejenis.</p>
<p>Akan tetapi dengan alasan agar irit biaya. Sudut kemiringan atap sering dibuat menjadi 8⁰, atau 10⁰. Akhirnya kuda-kuda baja nyaris datar. Layaknya sebuah balok. Dan, mengakibatkan lendut pada kuda-kuda baja melewati batas toleransi.</p>
<p>Toleransi lendut kuda-kuda sistem <a href="https://arsitekta.com/hubungan-rafter-baja-dan-portal-frame/" target="_blank" rel="noopener">portal frame</a> adalah 1/600 Panjang Batang. Contoh panjang kuda-kuda adalah 18,45 meter. Maka lendutan yang di ijinkan (maksimal) adalah:<br />
= 1/600 x 18.450 mm<br />
= 30,75 mm. Atau pembulatan menjadi 40 milimeter.</p>
<p>Dibawah angka toleransi tersebut sangat bagus. Namun, jika lebih. Berati kuda-kuda lemah. Dengan kata lain tidak mampu menahan beban vertikal yang terjadi pada rangka atap. Sehingga harus di atasi sesegera mungkin. Sebelum pemasangan atap.</p>
<p>Sekedar informasi. Namun, bukan serta merta untuk dicontoh. Keuntungan membuat sudut kemiringan atap landai adalah pada penggunaan material. Karena luas atap jadi sedikit. Maka secara otomatis seluruh jenis material yang digunakan untuk rangka, maupun penutup atap juga akan sedikit. Sehingga hemat biaya.</p>
<p>Jadi dari segi biaya, aplikasi sudut kemiringan yang landai memang membuat anggaran jadi irit. Tapi dari segi kekuatan konstruksi atap perlu dipertanyakan. Selain rawan lendut dan rawan bocor. Hal tersebut juga mengakibatkan maintenance bangunan jadi tinggi.</p>
<h3>2. Dimensi material terlalu kecil</h3>
<p>Faktor kedua yang membuat lendut pada kuda-kuda baja adalah ketika menggunakan material yang terlalu kecil. Hal ini umumnya terjadi karena penentuan material dilakukan dengan cara kira-kira (asumsi). Bukan berdasarkan analisis kekuatan struktur.</p>
<p>Pun, dapat terjadi karena perhitungan struktur bangunan yang tidak benar. Alias dilakukan oleh pemula. Misalnya, ketika memasukkan angka keamanan yang terlalu kecil. Akhirnya dimensi material yang diperoleh pada perhitungan juga kecil.</p>
<p>Kasus seperti ini jelas termasuk faktor sengaja. Dan, <a href="https://blog.algorit.ma/human-error-pengertian-dan-jenis-jenisnya/">Human Error</a>. Sebenarnya tidak bakal terjadi. Bilamana penentuan dimensi material baja dilakukan oleh profesional.</p>
<h3>3. Kolom baja terlalu tinggi</h3>
<p>Semakin tinggi sebuah bangunan, maka beban angin yang diterima juga akan lebih besar. Terlebih pada bangunan yang berada di pesisir pantai. Hal ini secara tidak langsung akan membuat kuda-kuda baja bekerja keras, yaitu untuk menahan beban tersebut.</p>
<p>Jadi, kasusnya berbeda dengan poin 1 dan 2. Disini lendut pada kuda-kuda baja terjadi pasca konstruksi. Tepatnya setelah pemasangan atap. Serta lambat laun. Bukan pada saat ereksen konstruksi atap.</p>
<h2>Contoh kasusu 1; Mengatasi lendutan kuda-kuda baja bentuk pelana</h2>
<p>Adalah kuda-kuda pelana bentang 42,0 meter. Direncanakan pakai baja kastela WF 600&#215;200. Ternyata setelah pemasangan kuda-kuda tersebut lendut 15-17 cm. Oleh sebab itu solusi yang dilakukan adalah sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4771" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-1.jpg" alt="Perkuatan kuda-kuda baja kastela dengan menambah plat stiffener" width="1024" height="547" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-1.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-1-300x160.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-1-768x410.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<h3>1. Menambah plat pengaku (stiffner)</h3>
<p>Posisi plat stiffner terpasang dengan sudut kemiringan 60 drajat. Dan sesuai dengan pola lubang baja kastela. Sehingga setiap plat pengaku berada persis di tengah baja WF.</p>
<p>Adapun ukuran plat baja yang digunakan adalah 10 mm. Lebar 95 mm, dan panjang 655 mm. Terpasang secara segaris pada sisi kanan, dan kiri profil WF.</p>
<p>Sementara itu, ukuran las yang digunakan untuk memasang plat stiffener adalah kawat las diameter 3,2 mm. Dengan panjang @50 mm. Perhatikan titik pengelasan pada gambar. Hanya dilakukan setempat-setempat.</p>
<h3>2. Penambahan plat tutup HCO</h3>
<p>Tindakan kedua untuk mengatasi lendut pada kuda-kuda baja adalah dengan cara memasang plat tutup tambahan. Pada gambar terlihat dengan arsir warna biru. Silahkan perhatikan.</p>
<p>Upaya ini bertujuan agar kuda-kuda semakin kaku. Sebab lubang heksagonal pada baja kastela semakin sedikit. Ditambah lagi dengan pemasangan plat stiffner. Maka kuda-kuda menjadi sangat kokoh. Serta tidak lendut.</p>
<h2>Contoh kasus 2; Mengatasi kuda-kuda baja kastela bentuk selasar</h2>
<p>Sebagaimana terlihat pada gambar dibawah. Bentang kuda-kuda adah 25 meter. Dengan posisi miring sebelah (bentuk selasar), dan sudut kemiringan hanya 8⁰.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-2.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4772" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-2.jpg" alt="Perkuatan kuda-kuda baja HCO menggunakan balok pengaku/skur" width="1024" height="574" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-2.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-2-300x168.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Perkuatan-kuda-kuda-baja-kastela-2-768x431.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>Dimensi material kuda-kuda awaknya adalah baja kastela 525&#215;175. Lagi-lagi mengalami lendutan yang signifikan. Padahal atap belum terpasang. Yakni 100-150 mm.</p>
<p>Hal tersebut dapat kesimpulan. Bahwa atas beban sendiri, dan rangka atap yang terpasang diatasnya (gording, trekstang dan ikatan angin), kuda-kuda ternyata tidak kuat. Oleh sebab itu harus tambah pengaku.</p>
<p>Material pengaku/skur terbuat dari baja WF 250&#215;125. Terpasang secara miring pada tiang kolom. Dengan menggunakan sambungan baut mur diameter 3/4&#8243;.</p>
<p>Pada bagian tengah skur, juga terpasang batang tarik yang terbuat dari material <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-dan-kebutuhan-besi-beton-untuk-rumah-tinggal-1-lantai/">besi beton</a> ulir Ø19 mm. Lengkap dengan span skrup untuk mengencangkan balok skur.</p>
<h2>[Penutup] Cara mencegah lendut pada kuda-kuda baja</h2>
<p>1. Penentuan material baja harus dilakukan berdasarkan analisis struktur yang benar dan tepat.<br />
2. Khusus pemula. Lakukan study banding pada bangunan yang telah jadi. Setelah melakukan perhitungan analisis bangunan.<br />
3. Konsultasi dengan spesialis baja. Untuk memastikan dimensi material yang akan digunakan sudah benar. Dengan kata lain tidak terlalu kecil, atau terlalu besar.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai penyebab kuda-kuda baja kastela mengalami lendut. Serta cara mengatasinya supaya tidak semakin parah. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-lendutan-pada-kuda-kuda-baja-kastela/">Penyebab Dan Cara Mengatasi Lendut Pada Kuda-kuda Baja Kastela Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-lendutan-pada-kuda-kuda-baja-kastela/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuatan Kolom Baja Kastela Agar Tidak Mudah Lentur Caranya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/perkuatan-kolom-baja-kastela-agar-tidak-lentur/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/perkuatan-kolom-baja-kastela-agar-tidak-lentur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 15:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[perkuatan kolom baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga saat ini, beberapa jasa arsitek, dan kontraktor enggan menggunakan kolom yang terbuat dari baja kastela. Mengapa?. Kan material ini sangat ringan, dan murah. Betul teman-teman. Kolom baja kastela memang punya banyak kelebihan. Tapi, disamping itu harus hati-hati. Kelemahan tiang kolom Salah satu kelemahan tiang kolom adalah lentur. Hal tersebut mungkin terjadi setiap saat, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perkuatan-kolom-baja-kastela-agar-tidak-lentur/">Perkuatan Kolom Baja Kastela Agar Tidak Mudah Lentur Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4659" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg" alt="Bahan dasar baja kastela yang paling populer yaitu WF" width="448" height="278" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Hingga saat ini, beberapa jasa arsitek, dan kontraktor enggan menggunakan kolom yang terbuat dari baja kastela. Mengapa?. Kan material ini sangat ringan, dan murah. Betul teman-teman. Kolom baja kastela memang punya banyak kelebihan. Tapi, disamping itu harus hati-hati.</p>
<h2>Kelemahan tiang kolom</h2>
<p>Salah satu kelemahan tiang kolom adalah lentur. Hal tersebut mungkin terjadi setiap saat, serta pada semua tiang kolom. Tanpa membedakan jenis bahan, tinggi, dan fungsi kolom itu sendiri. Apakah untuk konstruksi bangunan, atau hanya sekedar tiang bendera.</p>
<p>Tiang kolom yang menggunakan baja kastela, kasusnya lebih kompleks. Material ini rentan mengalami tekuk, terhadap 2 sumbu garis. Yakni searah dengan garis bentang kuda-kuda. Dan, panjang bangunan. Disebabkan oleh bentuk profil yang langsing, serta dibuat dengan cara rekayasa.</p>
<h2>Cara mencegah tekuk pada kolom baja kastela</h2>
<p>Tentunya bukan dengan cara membesarkan dimensi material baja profil. Tapi menambah pengaku, yaitu berupa stiffners atau <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/" target="_blank" rel="noopener">plat tutup</a> kastela yang lebih banyak. Teknis pelaksanaannya sebagai berikut:</p>
<h3>a. Posisi/jarak pasang stiffners kolom harus tepat</h3>
<p>Secara keseluruhan, kolom baja WF, H-beam, INP dan yang sejenis. Letak pemasangan stiffners wajib adalah sejajar dengan voute. Komponen tersebut berguna untuk menahan sayap baja profil tidak tekuk. Manakala balok, atau kuda-kuda baja sudah terpasang pada kolom.</p>
<p>Sementara itu, jarak pemasangan stiffners adalah menyesuaikan tinggi kolom. Semisal 6,0 meter. Seperti terlihat pada gambar kolom baja kastela dibawah ini. Minimal jarak stiffners 2,0 meter. Angka itu dari mana?.</p>
<p>Yaitu dengan cara lebih dulu mengurangi tinggi kuda-kuda, dan voute. Misal 1,0 meter. Dan, ditulis dengan kode x. Maka, ketentuan jarak pasang stiffers adalah:<br />
0 = ((6,0 &#8211; x) &#8211; x ) : 2</p>
<p>Jadi, posisi stiffners tidak sama. Ada yang jarak 1,0 meter, dan yang 2,0 meter. Sehingga di total sebanyak 4 buah stifners, per 1 unit kolom baja. Dengan ketinggian 6,0 meter.</p>
<p>Apakah hal ini berlaku untuk semua bentang?. Tentu tidak. Beban konstruksi untuk bentangan kecil, pula relatif lebih kecil. Sehingga, kecil pula kemungkinan akan terjadi tekuk. Oleh sebab itu harus melakukan penyesuaian.</p>
<p>Pada situasi yang sebaliknya. Manakala bentang bangunan adalah besar. Dan, ketinggian kolom mencarai 9,0 meter. Pasti jumlah stiffners semakin banyak. Posisi pemasangannya dimana saja?. Lagi, jawabnya adalah menyesuaikan. Terhadap apa?. Yaitu terhadap balok, <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">bracing</a>, konsol, kuda-kida, spanner, dan elemen konstruksi bangunan yang terpasang secaa langsung pada kolom baja.</p>
<h3>b. Jumlah dan tempat pemasangan plat tutup yang benar</h3>
<p>Khusus kolom baja kastela memiliki 2 jenis plat tutup. Yang terbuat dari material baja lembaran. Satu, berbentuk segi 4. Yaitu terpasang pada top kolom. Dan, jumlahnya hanya 1 buah. Untuk masing-masing tiang kolom. Umumnya tebal plat sedikit lebih tipis dari web.</p>
<p>Sedangkan plat yang kedua, adalah komponen untuk menutup lobang kastela. Dengan bentuk segi 6. Dan, setiap kolom jumlah plat tutup jamin lebih dari 5 buah. Terkait letak pemasangan komponen ini. Juga terlihat dalam gambar kolom dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<h2>Perbandingan tonase kolom baja</h2>
<p>Contoh kasus. Sebuah konstruksi gudang setinggi 6,0 meter, dan <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-baja-wf-bentang-45-dan-alternatif-desain/">bentang 45</a> meter. Bila menggunakan material baja biasa. Dimensi tiang untuk konstruksi tersebut idealnya adalah WF 588&#215;300. Namun, bila menggunakan kolom baja kastela, minimal ukuran 750&#215;200.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Contoh-kolom-baja-kastela-yang-kokoh.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4663" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Contoh-kolom-baja-kastela-yang-kokoh.jpg" alt="Bentuk kolom baja kastela dan komponen-komponennya" width="1024" height="644" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Contoh-kolom-baja-kastela-yang-kokoh.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Contoh-kolom-baja-kastela-yang-kokoh-300x189.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Contoh-kolom-baja-kastela-yang-kokoh-768x483.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>Perbandingan tonase kedua jenis kolom, sekaligus jenis-jenis komponen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:</p>
<h3>i. Tiang kolom baja WF</h3>
<p>Rincian komponen, dan ukuran material sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>WF 588&#215;300 = 6,0 x 151,0 kg = 906,0 kg</li>
<li>Base plat T=24 mm = 0,28 x 1 x 194,4 = 54,32 kg</li>
<li>Stiffners T=12 mm = 0,18 x 3 x 97,22 = 52,49 kg</li>
<li>Plat tutup kolom T=10 mm = 0,18 x 1 x 81,0 = 14,58 kg</li>
</ol>
<p>Total tonase kolom WF 588 adalah 1.027,39 kg.</p>
<h3>ii. Kolom baja kastela 750</h3>
<p>Ragam komponen yang dibutuhkan terdiri dari:</p>
<ol>
<li>WF 500&#215;200 = 6,0 x 89,50 kg = 537,50 kg</li>
<li>Tutup kastela plat T=10 mm = 0,25 x 7 x 81,0 kg = 141,75 kg</li>
<li>Base plat T=20 mm = 0,22 x 1 x 162,0 = 35,64 kg</li>
<li>Stiffners T=10 mm = 0,15 x 3 x 81,0 = 36,45 kg</li>
<li>Plat tutup kolom T=8 mm = 0,15 x 1 x 64,93 = 9,74 kg</li>
</ol>
<p>Total tonase kolom adalah 761,08 kg.</p>
<p>Selisih tonase antara kolom baja WF dan kastela adalah 266,31 kg. Atau, sekitar 25,92%. Nah, seperti saya sebutkan di awal. Tonase kolom baja yang terbuat dari baja kastela memang jauh lebih kecil. Namun, kalau cara pemasangannya tidak benar. Dipastikan akan lentur.</p>
<p>Sedangkan, kolom baja WF, dan H-Beam pasti kokoh. Sebab, sama sekali tidak melakukan rekayasa terhadap material. Sebagaimana yang terjadi pada baja kastela. Dengan cara membelah, menyambung, serta menambah tutup lubang. Dengan menggunakan nyala api, dan las. Hal tersebut membuat kandungan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Karbon">karbon</a> dalam material jadi lemah. Sehingga rentan terhadap tekuk.</p>
<h2>[Penutup] Syarat pemasangan kolom agar benar-benar kokoh</h2>
<p>Sebaiknya, selain melengkapi kolom baja kastela dengan segala jenis komponen yang dibutuhkan. Sebagaimana terlihat dalam rincian perhitungan tonase. Anda harus menghindari sambungan. Karena, proses penyambungan kolom baja kastela lebih rumit dibanding kolom baja biasa.</p>
<p>Oleh sebab itu, Jikalau Anda memutuskan untuk menggunakan baja kastela sebagai tiang kolom. Sebaiknya tinggi kolom 8,0 meter. Maksimal. Bila perlu, hanya 6,0 meter. Supaya sisa material dapat digunakan untuk keperluan konstruksi yang lain.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perkuatan-kolom-baja-kastela-agar-tidak-lentur/">Perkuatan Kolom Baja Kastela Agar Tidak Mudah Lentur Caranya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/perkuatan-kolom-baja-kastela-agar-tidak-lentur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Komponen Utama Yang Diperlukan Untuk Membuat Balok Baja Kastela</title>
		<link>https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-balok-baja-kastela/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-balok-baja-kastela/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 13:16:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran baja kastela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4658</guid>

					<description><![CDATA[<p>Balok baja kastela, atau Honeycom (HCO) adalah salah satu struktur utama untuk membuat sebuah konstruksi bangunan bertingkat. Yang mana material balok adalah terbuat dari baja profil yang dibelah dengan pola roda gigi, lalu digabungkan kembali, dengan cara las. Sehingga, ditengahnya terdapat beberapa lubang yang berbentuk heksagonal. Adapun komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat sebuah balok. Seluruhnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-balok-baja-kastela/">5 Komponen Utama Yang Diperlukan Untuk Membuat Balok Baja Kastela</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Balok baja kastela, atau Honeycom (HCO) adalah salah satu struktur utama untuk membuat sebuah konstruksi bangunan bertingkat. Yang mana material balok adalah terbuat dari baja profil yang dibelah dengan pola roda gigi, lalu digabungkan kembali, dengan cara las. Sehingga, ditengahnya terdapat beberapa lubang yang berbentuk heksagonal.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4659" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg" alt="Bahan dasar baja kastela yang paling populer yaitu WF" width="448" height="278" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Baja-WF-dan-Baja-Kastela-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Adapun komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat sebuah balok. Seluruhnya terdiri dari 5 macam. Sekaligus urutan pengerjaan (proses pemasangan komponen), adalah sebagai berikut:</p>
<h2>Bahan dasar balok</h2>
<p>Sebagaimana dijelaskan pada paragraf pertama. Bahan utama balok baja kastela adalah WF, atau H-beam. Langkah-langkah pembuatan baja kastela sebelumnya telah kami ulas dalam artikel khusus. Hal tersebut bisa Anda dapatkan dengan cara <a href="https://blog.kejarcita.id/cara-browsing-di-google-yang-baik-dan-benar/">browsing</a> di internet.</p>
<p>Penting juga diketahui bahwa balok baja, atau balok-balok struktur bangunan yang terbuat dari material lain. Misalnya beton, dan kayu. Menurut letak pemasangan, serta fungsinya terbagi 2, yaitu:</p>
<h3>1. Balok induk/utama</h3>
<p>Ciri khasnya adalah terpasang dintara 2 buah tiang kolom. Dan, terbuat dari material yang sama dengan kolom. Atau, setidaknya mendekati. Semisal balok baja kastela ukuran 450. Yang mana material dasarnya adalah baja WF 300. Maka, tiang kolom untuk balok tersebut minimal WF 300 juga.</p>
<p>Balok induk harus berukuran besar, karena beban yang harus ditopang sangat besar. Bahkan, harus melaluinya lebih dulu. Lalu beban-beban tersebut disalurkan ke struktur kolom, serta pondasi.</p>
<h3>2. Balok anak</h3>
<p>Atau sering disebut balok pembagi. Adalah balok yang terpasang diantara 2 buah balok induk. Dan, sesuai dengan namanya. Fungsi balok adalah untuk mendistribusikan (membagi) beban bangunan ke kedua balok induk tersebut.</p>
<p>Dalam kasus balok baja kastela. Material balok anak tidak harus sejenis. Atau, terbuat dari baja kastela juga. Tapi, memungkinkan untuk menggunakan material lain. Semisal baja WF, UNP, 2CNP, atau balok baja gabungan.</p>
<h2>Plat tutup</h2>
<p>Adalah berfungsi untuk menutup lubang heksagonal yang terdapat pada kastela. Oleh sebab itu, harus menggunakan plat baja lembaran. Serta, tebal plat minimal sama dengan badan WF.</p>
<p>Dari sekian banyak <a href="https://arsitekta.com/ragam-bentuk-plat-baja-konstruksi-dan-kegunaannya/">bentuk plat</a> baja yang terdapat pada konstruksi baja. <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/">Plat tutup</a> untuk baja kastela yang paling sering digunakan. Pun, dalam jumlah yang banyak. Dibanding jenis baja plat yang lain, misalnya nomor 3 dan 5. Dibawah ini. Jumlahnya 2x lipat lebih.</p>
<h2>Plat pelekat</h2>
<p>Setelah balok baja kastela terbentuk dengan sempurna, dan Anda potong sesuai panjang yang dibutuhkan. Komponen berikutnya yang harus Anda pasang adalah pelekat (plat lekat/end plate / clead plate).</p>
<p>Material yang digunakan untuk membuat komponen ini, juga terbuat dari plat baja lembaran. Dan, dilengkapi dengan sejumlah lubang baut. Untuk pemasangan balok pada kolom baja, atau beton.</p>
<p>Contoh pelekat balok baja kastela seperti dalam video ini. Dengan posisi pemasangan siku (90⁰) terhadap baja kastela. Serta, selalu berdekatan dengan stiffners, dan plat tutup kastela,</p>
<h2>Voute / couph</h2>
<p>Atau sering disebut couph dalam bahasa Inggris. Adalah terbuat dari material yang sama dengan bahan dasar balok baja kastela. Berfungsi sebagai pengaku balok, dan tempat untuk memasang plat lekat.</p>
<p>Dengan adanya tambahan voute pada kedua ujung balok. Maka, tinggi balok menjadi bertambah. Oleh sebab itu, pemasangan komponen ini umumnya hanya untuk balok induk. Sebab, meskipun ketinggian balok bertambah, akibat adanya voute. Hal tersebut tidak menjadi kendala. Mengingat pemasangan balok induk adalah pada tiang kolom.</p>
<h3>a. Kendala pemasangan vouter pada balok anak</h3>
<p>Sering sekali perbedaan dimensi antara balok induk, dan balok anak tidak begitu jauh. Sementara minimal tinggi voute adalah sama dengan tinggi balok anak. Sehingga, pemasangan voute tidak mungkin dilakukan.</p>
<p>Sebab bila ditotal, ketinggian voute dan balok anak pasti melebihi tinggi balok induk. Contoh kasus seperti gambar (A) dibawah ini. Komponen tambahan pada balok sebagian menggantung.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Balok-baja-kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4660" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Balok-baja-kastela.jpg" alt="Pemasangan balok anak baja, bila menggunakan komponen tambahan; voute" width="1024" height="574" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Balok-baja-kastela.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Balok-baja-kastela-300x168.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Balok-baja-kastela-768x431.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<h3>b. Posisi voute yang benar</h3>
<p>Namun demikian, sebagaimana terlihat pada gambar B. Pemasangan voute dapat dilakukan, bilamana tinggi total balok anak + voute, ternyata lebih kecil dibanding tinggi balok induk. Contoh:</p>
<p>&#8220;Balok induk terbuat dari baja kastela 525. Dan balok anak adalah baja WF 200. Nah, sekalipun menggunakan voute. Tinggi balok anak hanya 400 mm. Itu berarti posisi pemasangan balok anak dan komponen voute masih berada di dalam balok baja kastela&#8221;.</p>
<h2>Stiffners (plat rib)</h2>
<p>Khusus untuk struktur bangunan yang terbuat dari baja kastela, wajib menggunakan stiffners (rib). Komponen ini terbuat dari plat baja lembaran. Dan, berguna sebagai pengaku, agar tidak terjadi puntir pada balok, kolom, dan kuda-kuda WF.</p>
<p>Khusus pada balok baja kastela, jumlah stifners umumnya lebih banyak. Karena balok tersebut akan memikul beban yang sangat besar. Sementat tinggi baja kastela (H), 1,5x lipat dari profil baja WF.</p>
<p>Hal tersebut mengakibatkan baja kastela lebih rentan terhadap <a href="https://kbbi.web.id/puntir">puntir</a>, lentur dan lendut. Namun, dengan adanya pemasangan stifners yang lebih rapat. Maka, balok baja kastela menjadi kaku, dan kokoh.</p>
<h2>[Penutup] Keunikan kastela</h2>
<p>Baja kastela memang material yang unik, dan hal-hal yang perlu dibahas dengannya sangat banyak. Sehingga, banyak yang tidak mengetahuinya secara detail. Oleh sebab itu, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan teman-teman tentang material baja rekayasa ini.</p>
<p>Selain topik ini, yang tidak kalah menarik adalah kuda-kuda baja kastela. Mengapa?. Karena komponennya lebih banyak, dibanding balok baja kastela. Selain itu, terkait dengan berbagai macam konstruksi bangunan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-balok-baja-kastela/">5 Komponen Utama Yang Diperlukan Untuk Membuat Balok Baja Kastela</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/komponen-untuk-membuat-balok-baja-kastela/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat dan Memasang Plat Tutup Baja Kastela Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 13:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja HCO]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk plat baja]]></category>
		<category><![CDATA[plat baja]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran plat tutup kastela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembuatan dan pemasangan suatu komponen pada konstruksi baja, ada yang berlangsung cepat. Tapi, tidak sedikit pula yang harus melalui proses panjang. Seperti yang kita bahas kali ini. Namanya plat tutup baja kastela. Atau, sering juga disebut plat tutup HCO.  Dan, Honeycomb. Pengertian, kegunaan dan jumla pemasangan Plat tutup HCO adalah satu jenis komponen tambahan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/">Cara Membuat dan Memasang Plat Tutup Baja Kastela Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Rangka-kanopi-memakai-material-baja-Kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2628" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Rangka-kanopi-memakai-material-baja-Kastela.jpg" alt="Kanopi dengan rangka material baja kastela" width="800" height="513" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Rangka-kanopi-memakai-material-baja-Kastela.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Rangka-kanopi-memakai-material-baja-Kastela-300x192.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Rangka-kanopi-memakai-material-baja-Kastela-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Pembuatan dan pemasangan suatu komponen pada konstruksi baja, ada yang berlangsung cepat. Tapi, tidak sedikit pula yang harus melalui proses panjang. Seperti yang kita bahas kali ini. Namanya plat tutup baja kastela. Atau, sering juga disebut plat tutup HCO.  Dan, <a href="https://arsitekta.com/cara-khusus-menghitung-berat-baja-honeycomb-jenis-jenis-komponen-dan-luas-bahan/">Honeycomb</a>.</p>
<h2>Pengertian, kegunaan dan jumla pemasangan</h2>
<p>Plat tutup HCO adalah satu jenis komponen tambahan yang terpasang pada bagian dalam (badan/web), sebuah batang baja kastela. Berguna sebagi pengaku. Agar tidak mudah puntir. Sekaligus ekstra penguat. Agar baja kastela tahan terhadap beban tekan.</p>
<p>Komponen ini terbuat dari plat baja, yang sengaja dibentuk sesuai dengan ukuran lubang yang terdapat pada kastela. Yaitu segi 6. Adapun jumlah pemasangan komponen pada satu batang baja kastela adalah bervariasi. Dan, tergolong banyak.</p>
<h3>a. Jumlah plat tutup</h3>
<p>Misal sebuah balok dak yang terbuat dari baja kastela ukuran 450&#215;150. Panjang 6,0 meter. Jumlah plat tutup baja kastela yang dibutuhkan minimal 8 buah. 3 diantaranya terpasang seperti pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Detail-Plat-dan-Baut-baja-Kastela-375x125x6x9.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3750" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Detail-Plat-dan-Baut-baja-Kastela-375x125x6x9.jpg" alt="Contoh gambar detail baut dan plat sambung untuk baja kastela 375" width="500" height="349" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Detail-Plat-dan-Baut-baja-Kastela-375x125x6x9.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Detail-Plat-dan-Baut-baja-Kastela-375x125x6x9-300x209.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>b. Letak pemasangan</h3>
<p>Salah satu tempat pemasangan plat tutup baja kastela, yang wajib adalah pertemuan antara tiang kolom, dan balok baja. Yakni, setelah pemasangan pelekat balok. Letaknya sama seperti gambar diatas. Tepatnya, diatas <a href="https://arsitekta.com/sumpil-atau-voute-baja-pahami-secara-mendalam-disini/" target="_blank" rel="noopener">voute baja.</a></p>
<p>Selain itu adalah ditengah bentangan balok. Serta, titik-titik dimana balok kastela menerima beban yang dianggap lebih besar. Misalnya titik pertermuan antara balok induk, dengan balok anak.</p>
<p>Atau, jikalau baja kastela adalah digunakan sebagai kuda-kuda. Maka, pemasangan plat tutup tambahan perlu dilakukan, yaitu untuk 3 hal berikut:</p>
<h4>1. Sambungan batang kuda-kuda</h4>
<p>Umumnya berjumlah 2-3 buah plat tutup. Setelah pemasangan selesai. Baru dilakukan pemasangan plat kopel sambungan. Dengan sistem las, atau bisa juga baut mur.</p>
<h4>2. Pertemuan antara kuda-kuda dengan gelagar</h4>
<p>Hal ini pasti terjadi pada bentang lebar. Yaitu 35,0 meter keatas. Jumlah plat tutup baja kastela adalah 1 buah. Yaitu untuk tempat menerapkan sambungan pada kedua komponen struktur atap tersebut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2817" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg" alt="Detail join batang skur dengan konsol baja" width="688" height="458" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg 688w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /></a></p>
<h4>3. Titik temu kuda-kuda dengan skur</h4>
<p>Juga sering ditemukan pada konstruksi bentangan besar. Jumlah plat tutup yang digunakan adalah bervariasi. Yaitu tergantung jenis, dan dimensi material skur.</p>
<p>Karena posisi skur kuda-kuda berada bawah. Maka, kasusnya sama dengan pemasangan voute. Sepanjang batang kuda-kuda yang menumpu pada skur. Harus diberi plat tutup.</p>
<h2>Proses pembuatan plat tutup</h2>
<h3>Langkah 1: Membuat mal pelat</h3>
<p>Bentuk dan ukuran plat tutup baja kastela harus tepat. Maka pedoman untuk membuat mal adalah gambar kerja. Kemudian cros cek dengan lubang baja kastela yang sudah ada. Setelah benar. Lalu, masuk pada langkah berikutnya.</p>
<h3>Langkah 2: Mengaplikasikan mal pada plat baja</h3>
<p>Karena bentuk plat tutup kastela adalah segi 6. Sementara plat baja lembaran adalah persegi panjang. Maka, agar waste plat tidak banyak. Anda harus pintar meletakkan mal.</p>
<p>Aplikasi mal plat misalnya bisa dilakukan dengan cara selang-seling, miring, atau serong. Yang penting plat baja lembaran digunakan secara efektif. Namun ingat!, jangan sampai menggunakan sambungan.</p>
<h3>Langkah 3: Proses pemotongan plat baja</h3>
<p>Tahap ini berlangsung sebagaimana biasanya. Ketika Anda membuat base plat, pelekat, stiffners, dan sebagainya. Proses pemotongan plat baja seperti yang terlihat pada <a href="https://www.youtube.com/shorts/F3JxEXUdEng">video</a> singkat ini.</p>
<p>Anda lakukan dengan menggunakan blender potong baja. Serta, sebuah batang penggaris besi. Yang berguna sekaligus sebagai sandaran stang blender. Kemudian proses pemotongan ikuti garis mal yang telah tersedia pada plat baja.</p>
<h2>Cara pemasangan</h2>
<p>Pemasangan plat tutup baja kastela tergolong mudah. Anda hanya memasukkan plat baja berbentuk segi enam, ke dalam lubang baja kastela. Setelah Anda pastikan permukaan plat telah rata dengan profil baja. Kemudian, buatlah las titik pada setiap sudut. Agar plat tutup melekat dengan baja kastela. Setelah selesai ambil alat bantu pasang plat satu per satu.</p>
<p>Pun, proses ini bisa Anda saksikan dalam video pendek melalui <a href="https://www.youtube.com/shorts/a9Maljua2Pg">tautan</a> berikut. Silahkan Anda perhatikan. Agar tahu seberapa praktisnya pemasangannya. Kemudian tahap berikutnya. Setelah semua plat tutup terpasang dengan cara las titik. Adalah melakukan pengelasan penuh.</p>
<p>Tahap ini harus Anda lakukan 2x. Yakni mengelas sisi atas, dan bawah plat tutup. Dengan demikian, seluruh plat tutup baja kastela telah terpasang dengan baik, dan sempurna.</p>
<h2>[Penutup] Cara mempercepat pekerjaan</h2>
<p>Pekerjaan ini berlangsung cukup lama, adalah pada saat memotong plat baja. Dengan jumlah yang cukup banyak, serta berbentuk segi 6. Setelah itu, adalah setting plat pada lubang baja kastela. Dan, terakhir paling memakan waktu yang lama ada mengelas plat tutup. Karena proses pengelasan harus dilakukan mengikuti bentuk plat. Kemudia, harus bolak balik.</p>
<p>Lalu, apakah ada cara mempercepat pemasangan plat tutup tersebut?. Ada. Tapi, hanya dengan cara menambah tenaga kerja (las). Sehingga setting plat, maupun proses pengelasan bisa serentak. Semisal satu grup daru ujung kanan, dan grup yang lain dari ujung kiri. Dengan metode ini, pasti plat tutup baja kastela cepat rampung.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/">Cara Membuat dan Memasang Plat Tutup Baja Kastela Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-membuat-dan-memasang-plat-tutup-baja-kastela-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Baja Kastela Ukuran Besar dan Model Sambungannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/baja-kastela-ukuran-besar-dan-model-sambungannya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/baja-kastela-ukuran-besar-dan-model-sambungannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2022 11:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran dan model sambungan baja kastela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3754</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai kelanjutan dari artikel sebelumnya, tentang baut sambung untuk baja kastela, yang berukuran sedang. Kali ini akan membahas mengenai model sambungan baja kastela ukuran besar. Serta kegunaannya pada konstruksi. Mengenai hal ini penting teman-teman pahami, agar pada saat menggunakan baja kastela. Sambungan baut dan las yang Anda terapkan benar-benar aman, dan sesuai ketentuan. Karena material [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/baja-kastela-ukuran-besar-dan-model-sambungannya/">Baja Kastela Ukuran Besar dan Model Sambungannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai kelanjutan dari <a href="https://arsitekta.com/plat-sambungan-baja-kastela-375-450-dan-525-dan-ukuran-baut/">artikel sebelumnya</a>, tentang baut sambung untuk baja kastela, yang berukuran sedang. Kali ini akan membahas mengenai model sambungan baja kastela ukuran besar. Serta kegunaannya pada konstruksi. Mengenai hal ini penting teman-teman pahami, agar pada saat menggunakan baja kastela. Sambungan baut dan las yang Anda terapkan benar-benar aman, dan sesuai ketentuan.</p>
<p>Karena material yang digunakan adalah berukuran besar. Maka resiko yang akan dihadapi pun semakin tinggi. Oleh karena itu, penting melakukan antisipasi. Agar tidak terjadi hal-hal buruk. Misalnya: 1].Pemasangan baut sambung sulit dilakukan. Karena ukuran baut tidak pas dan simetris, 2].Baut mur tidak kuat. Akhirnya putus dan rubuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>3 macam ukuran baja kastela yang besar</strong></h2>
<p>Sejauh pengalaman. Baja kastela ukuran besar ada 3 yaitu [semua ukuran menggunakan satuan milimeter]:</p>
<ol>
<li>Kastela 600, yaitu baja profil yang terbuat dari WF 400x200x8x13</li>
<li>Kastela 675, terbuat dari WF 450x200x9x14</li>
<li>Dan kastela 750. Yaitu menggunakan WF 500x200x10x16</li>
</ol>
<p>3 material tersebut termasuk baja kastela ukuran besar, karena bahan dasar (baja WF) yang digunakan adalah berukuran besar. Dan, hingga saat ini masih sering digunakan untuk bahan konstruksi. Antara lain untuk konstruksi jembatan, rangka atap, balok girder, <a href="https://arsitekta.com/hoist-crane-manual-murah-tanpa-energi-listrik-mengapa-tidak/">hoist crane</a>, maupun struktur bangunan bertingkat.</p>
<h3><strong>a. Nasib baja WF yang berukuran ekstra besar</strong></h3>
<p>Sebenarnya, menurut tabel baja. Masih ada beberapa profil WF yang berukuran lebih besar. Antara lain: WF 588, WF 600, WF 700 dan WF 800. Namun 4 jenis WF ini jarang tersedia. Sehingga tidak pernah dipakai untuk konstruksi bangunan. Semisalnya ada, pun kurang efektif. Karena ukuran profil terlalu tinggi. Misal WF 600. Jikalau dipakai untuk bahan kastela, maka ukurannya menjadi 900 mm. Profil setinggi itu, sepantasnya digunakan untuk apa?.</p>
<h3><strong>b. Kendala yang dihadapi bila baja katela terlalu tinggi</strong></h3>
<p>Membuat profil kastela yang tinggi (h), akan lebih sulit daripada yang rendah. Sebab pada saat pabrikasi kemungkinan besar akan mengalami puntir/tekuk. Hal tersebut akhirnya mengakibatkan kualitas material tidak bagus. Belum lagi soal biaya pengerjaan.</p>
<p>Bila bahan dasar kastela teralu besar, otomatis tonase pekerjaan juga besar. Sementara itu, bangunan yang membutuhkan material tersebut tergolong jarang. Bila pun ada, biaya pengerjaannya pasti lebih tinggi. Ketimbang material lain. Misalnya struktur beton. Itu sebabnya, baja kastela ukuran besar maksimalnya adalah menggunakan bahan dasar WF 500.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Spesifikasi bahan dan detail sambungan kastela 600, 675 &amp; 750</strong></h2>
<p>Sambil memperhatikan gambar terlampir. Spesifikasi dan detail sambungan masing-masing kastela sebagai berikut:</p>
<h3><strong>1.  Baja kastela 600x200x8x13</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3755 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-600-WF-400-300x203.png" alt="Gambar detail baut sambung baja kastela 600x200x8x13" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-600-WF-400-300x203.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-600-WF-400.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sambungan terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Plat join kastela T=12x200x1.000 mm</li>
<li>Perkuatan plat lekat, menggunakan baja plat T=10 mm. Sebanyak 6 buah.</li>
<li>Couph terbuat dari WF 400x200x8x13 belah</li>
<li>Rib baja <em>(stiffner)</em> T=8 mm. Dengan jarak 1.100 mm dari plat join.</li>
<li>Baut mur Ø7/8” sebanyak 16 buah. Spesifikasi baut HTB jenis A-325</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>2. Kastela 675x200x9x14</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3756 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450-300x187.png" alt="Detail baut sambungan baja kastela 675x200x9x14" width="300" height="187" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450-300x187.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-675-WF-450.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Komponen sambungan baja kastela 675 sedikit berbeda dengan kastela 600. Perbedaan tersebut terletak pada tebal plat lekat, stiffners serta panjang voute. Sementara stiffners, dan tutup HCO/kastela masih sama. Yakni terbuat dari plat baja T=8 mm. Begitu pula diameter, dan jumlah baut mur.</p>
<p>Komponen sambungan yang tidak gunakan, pada gambar detail adalah penguat plat lekat. Material ini berbentuk segitiga. Dan berfungsi sebagai pengaku, agar plat lekat dan profil tidak mengalami <a href="https://ejournal.undip.ac.id/index.php/kapal/article/view/2666">puntir</a>, ketika di las. Benda tersebut ditiadakan, karena sudah menggunakan plat lekat yang sangat tebal (16 mm).</p>
<h3><strong>3. Kastela 750x200x10x16</strong></h3>
<p>Baja kastela ukuran besar yang terakhir adalah 750. Detail sambungan seperti gambar berikut. Komponen serta model sambungan, adalah persis dengan kastela 600. Hanya dimensi materialnya yang berbeda. Karena dipengaruhi oleh bahan dasar (WF 500) yang digunakan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3757 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-750-WF-500-300x175.png" alt="Detail baut sambung baja kastela 750x200x10x16" width="300" height="175" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-750-WF-500-300x175.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/PLAT-JOIN-KASTELA-750-WF-500.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Model sambungan menandakan kegunaan baja</strong></h2>
<p>Secara umum posisi pemasangan plat lekat pada material baja ada 2 macam, yaitu sambungan dengan bentuk vertikal, dan serong (miring). Contoh sambungan yang berbentuk vertikal adalah seperti gambar detail di atas. Bentuk tersebut menandakan bahwa material baja akan digunakan sebagai balok. Oleh sebab itu pula, pemotongan baja harus dilakukan secara tegak lurus (90º).</p>
<p>Sementara pemasangan plat dengan posisi miring, menandakan bawah material tersebut akan digunakan kuda-kuda. Sehingga pemotongan material baja pun harus dilakukan secara miring. Yaitu mengikuti sudut kemiringan kuda-kuda. Contoh sambungan kuda-kuda dapat Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/sambungan-kuda-kuda-wf-paling-populer-modelnya-3-ini/">tautan ini.</a></p>
<p>Demikian penjelasan mengenai baja kastela ukuran besar, jenis-jenis ukuran, detail serta model sambungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/baja-kastela-ukuran-besar-dan-model-sambungannya/">Baja Kastela Ukuran Besar dan Model Sambungannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/baja-kastela-ukuran-besar-dan-model-sambungannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Berat Baja Kastela, Manfaat Serta Cara Penulisan Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-berat-baja-kastela-manfaat-serta-cara-penulisan-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tabel-berat-baja-kastela-manfaat-serta-cara-penulisan-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2021 09:49:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[berat baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti anda ketahui menurut bentuk bukaan pada profil. Sebenarnya baja kastela terdiri 4 jenis, yaitu heksagonal, bulat, oval dan persegi. Lebih lengkap artikel membahas material ini dapat anda baca melalui tautan. Adapun tabel berat baja kastela anda ketahui melalui artikel ini. Yang berlaku untuk 4 macam baja kastela tersebut. Daftar ukuran dan berat satuan Bahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-berat-baja-kastela-manfaat-serta-cara-penulisan-yang-benar/">Tabel Berat Baja Kastela, Manfaat Serta Cara Penulisan Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti anda ketahui menurut bentuk bukaan pada profil. Sebenarnya <a href="https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/">baja kastela</a> terdiri 4 jenis, yaitu heksagonal, bulat, oval dan persegi. Lebih lengkap artikel membahas material ini dapat anda baca melalui tautan. Adapun tabel berat baja kastela anda ketahui melalui artikel ini. Yang berlaku untuk 4 macam baja kastela tersebut.</p>
<h2><strong>Daftar ukuran dan berat satuan</strong></h2>
<p>Bahan untuk <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">membuat baja kastela</a> hanya 2, yakni baja profil WF dan H-Beam. Nah guna memudahkan teman-teman menghitung tonase. Sebaiknya menggunakan tabel berat baja kastela. Karena dalam daftar ukuran ini telah lengkap.</p>
<h3><strong>19 jenis ukuran &amp; berat satuan baja kastela </strong></h3>
<p>Cara membaca daftar material:</p>
<p><strong>Profil awal                 = Setelah jadi (baja kastela)             = Berat per meter.</strong></p>
<ol>
<li>HB 100x100x6x8       = HB 100 HCO 150x100x6x8         = 17,20 kg/m</li>
<li>WF 150x75x5x7         = WF 150 HCO 225x75x5x7             = 14,00 kg/m</li>
<li>HB 150x150x7x10     = HB 150 HCO 225x150x7x10         = 31,50 kg/m</li>
<li>WF 200x100x5,5&#215;8    = WF 200 HCO 300x100x5,5&#215;8   = 21,33 kg/m</li>
<li>HB 200x200x8x12     = HB 200 HCO 300x200x8x12     = 49,90 kg/m</li>
<li>WF 250x125x6x9       = WF 250 HCO 375x125x6x9         = 25,70 kg/m</li>
<li>HB 250x250x9x14     = HB 250 HCO 375x250x9x14       = 72,40 kg/m</li>
<li>WF 300x150x6,5&#215;9    = WF 300 HCO 450x150x6,5&#215;9    = 36,70 kg/m</li>
<li>HB 300x300x10x15   = HB 300 HCO 450x300x10x15    = 94,00 kg/m</li>
<li>WF 350x175x7x11     = WF 350 HCO 525x175x7x11         = 49,60 kg/m</li>
<li>HB 350x350x12x19   = HB 350 HCO 525x175x12x19       = 137,00 kg/m</li>
<li>WF 400x200x8x13     = WF 400 HCO 600x200x8x13    = 66,00 kg/m</li>
<li>HB 400x400x13x21   = HB 400 HCO 600x400x13x21   = 172,00 kg/m</li>
<li>WF 450x200x9x14     = WF 450 HCO 675x200x9x14      = 76,00 kg/m</li>
<li>WF 500x200x10x16   = WF 500 HCO 750x200x10x16     = 89,60 kg/m</li>
<li>WF600x200x11x17    = WF 600 HCO 900x200x11x17       = 106,00 kg/m</li>
<li>WF588x300x12x20    = WF588 HCO 882x300x12x20       = 151,00 kg/m</li>
<li>WF 700x300x13x24   = WF 700 HCO 1.050x300x13x24    = 185,00 kg/m</li>
<li>WF 800x300x14x26   = WF 800 HCO 1.200x300x14x26    = 210,00 kg/m</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3067 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela-300x194.jpg" alt="Bentuk profil baja kastela berguna untuk memudahkan anda membaca tabel berat" width="300" height="194" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela-300x194.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Tampilan-baja-kastela.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>Keterangan tentang dimensi baja kastela</strong></h3>
<p>Dalam tabel berat baja kastela terlihat beberapa angka-angka yang sama. Hal itu menandakan bahwa ukuran tersebut tidak mengalami perubahan. Walau profil awal sudah mengalami pembentukan material lain. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dimensi">Dimensi</a> material yang tetap adalah:</p>
<p>B         = Lebar <em>flange </em>(sayap)</p>
<p>t1         = Tebal <em>web</em></p>
<p>t2         = Tebal <em>flange</em></p>
<p>Sedangkan yang berubah adalah Tinggi profil semula (H), menjadi Tinggi baja kastela (Dc). Seperti terlihat pada gambar. Namun demikian untuk penulisan notasi. Wajib anda cantumkan secara lengkap. Supaya orang yang membaca <a href="https://arsitekta.com/harus-tahu-gambar-dokumen-konstruksi/">gambar dan dokumen</a> proyek mudah mengerti.</p>
<h3><strong>Contoh penulisan baja kastela yang benar</strong></h3>
<p>Pada tabel berat baja kastela, tertera pula penulisan dimensi material secara lengkap. Misalnya WF 800 HCO 1.200x300x14x26</p>
<p>Angka-angka pada material tersebut menerangkan:</p>
<p>H x Dc x B x t1 x t2</p>
<p>Sementara notasi WF menunjukan bahwa awalnya material tersebut adalah baja WF. Sedangkan HCO (singkatan dari <em>Honeycomb</em>) merujuk pada ukuran baja kastela.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/119-lebih-istilah-asing-dalam-konstruksi-baja/">Istilah</a> HCO selalu kami pakai untuk menerangkan material yang terbuat dari baja kastela. Kemungkinan penggiat konstruksi baja lain menggunakan cara yang berbeda. Misalnya hanya dengan menulis Kastela 375x250x9x14. Namun pemberian notasi yang peling benar adalah dengan mencantumkan asal mula profil.</p>
<h2><strong>Manfaat memahami ukuran material kastela</strong></h2>
<p>Selain untuk perhitungan tonase. Tabel berat baja kastela juga berguna sebagai ketentuan untuk Tinggi baja kastela (Dc). Ketika teman-teman hendak merancang maupun melaksanakan pabrikasi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-berat-baja-kastela-manfaat-serta-cara-penulisan-yang-benar/">Tabel Berat Baja Kastela, Manfaat Serta Cara Penulisan Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tabel-berat-baja-kastela-manfaat-serta-cara-penulisan-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Besarnya Pemuaian Baja Akibat Panas Alat Potong Blender</title>
		<link>https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2020 15:37:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[blender potong]]></category>
		<category><![CDATA[memotong baja]]></category>
		<category><![CDATA[pemotongan baja]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuaian baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[welded beam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berapa besar pemuaian baja akibat proses pembuatan bahan konstruksi, tentu dapat kita ketahui berdasarkan sebuah perhitungan. Mungkin sepintas anda tidak membayangkan sebelumnya, bahwa pemuaian dapat kita implementasikan dalam pekerjaan konstruksi baja. Jika benar sangatlah wajar, karena materi ini sebenarnya salah satu kategori pada mata pelajaran Fisika sewaktu kita SMP. Seperti telah sering kita sebut dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/">Besarnya Pemuaian Baja Akibat Panas Alat Potong Blender</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Berapa besar pemuaian baja akibat proses pembuatan bahan konstruksi, tentu dapat kita ketahui berdasarkan sebuah perhitungan. Mungkin sepintas anda tidak membayangkan sebelumnya, bahwa pemuaian dapat kita implementasikan dalam pekerjaan konstruksi baja. Jika benar sangatlah wajar, karena materi ini sebenarnya salah satu kategori pada mata pelajaran Fisika sewaktu kita SMP.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Seperti telah sering kita sebut dalam artikel-artikel sebelumnya, tahap pertama pengerjaan baja untuk keperluan sebuah konstruksi adalah melakukan pemotongan, baik dengan mesin gerinda atau menggunakan nyala api. Maka dalam artikel ini kita akan menghitung berapa besar pemuaian baja akibat proses pemotongan tersebut. Sehingga dapat kita ketahui apakah ada pengaruhnya terhadap kualitas sebuah konstruksi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian pemuaian</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemuaian adalah proses bertambanya ukuran suatu benda/zat yang terjadi karena adanya kenaikan suhu yang diterima oleh benda tersebut. Adapun proses ini dapat terjadi pada 3 jenis benda/zat yaitu: 1]. Benda padat, 2]. Benda/zat cair, 3]. Dan gas. Yang mana besar pemuaian terjadi pada masing-masing benda tergantung ukuran awal, kenaikan suhu serta koefisien muai.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai tambahan untuk memudahkan pemahaman kita, pemuaian berasal dari kata dasar muai yang memiliki kesamaan arti dengan mekar atau mengembang. Jadi pemuaian dapat kita sinonimkan dengan pemekaran atau pengembangan, tetapi bertolak belakang dengan penyusutan atau pengerutan. Agar mudah anda pahami perbedaan antara pemekaran dengan penyusutan, silahkan anda pelajari juga tentang <a href="https://arsitekta.com/pengerutan-baja-begini-cara-mencegah-dan-mengatasinya/">Cara Mencegah dan Mengatasi Pengerutan Baja.</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pemuaian yang terjadi pada baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja adalah salah satu benda padat yang dapat memuai jika mengalami kenaikan suhu atau temperatur. Jadi seperti telah kita sebut sebelumnya, dengan adanya proses pemotongan baja yang menggunakan nyala api, maka<a href="https://blog.ruangguru.com/pengertian-kalor-dan-rumusnya"> panas (kalor)</a> dari nyala api tersebut membuat suhu baja meningkat hingga 1.538 ºC. Lebih lengkap mengenai prinsip dan teknis pemotongan baja, silahkan anda pelajari tentang <a href="https://arsitekta.com/memotong-baja-dengan-blender-panduan-paling-lengkap/">Pedoman Memotong Baja Dengan Blender.</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Macam-macam pemuaian material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun reaksi baja akibat panas dari nyala api potong tersebut menimbulkan bertambanya ukuran, yang dapat kita bagi menjadi 3 macam yaitu:</p>



<ol type="1"><li><strong>Pemuaian panjang    :</strong> peristiwa bertambahnya ukuran baja ke arah memanjang dari ukuran yang sebelumnya. Karena yang bertambah pada panjang baja saja, maka proses ini dapat juga kita sebut <em>Pemuaian 1 Dimensi.</em></li><li><strong>Pemuaian luas           :</strong> proses bertambahnya ukuran lebar maupun panjang baja dari ukuran awal yang telah kita tentukan. Dengan adanya pemekaran ke arah melebar serta memanjang, maka kejadian ini kita kenal dengan istilah <em>Pemuaian 2 Dimensi.</em></li><li><strong>Pemuaian Volume     :</strong> proses pemekaran ukuran baja ke arah melebar, memanjang serta pada tebal (t) bahan. Sehingga peristiwa ini dapat kita sebut dengan <em>Pemuaian <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/3_dimensi">3 Dimensi</a></em>, karena baja mengalami muai sebanyak 3x.</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Lebih jelas mengenai pemuaian luas dan penambahan volume baja dapat kita buatkan contoh berdasarkan Gambar 1, berikut ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="680" height="373" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-welded-beam.jpg" alt="Proses pembuatan baja welded beam mengalami pemuaian yaitu pada saat pemotongan baha" class="wp-image-2273" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-welded-beam.jpg 680w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-welded-beam-300x165.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Gambar 1: Profil Baja Welded Beam</figcaption></figure></div>



<p>Pada gambar 1, merupakan sebuah <a href="https://arsitekta.com/baja-welded-beampilihan-terbaik-atau-solusi-terakhir/">Baja Welded Beam</a> yang terbuat dari pelat baja lembaran, salah satunya yaitu  melalui proses pemotongan dengan alat blender. Nah, akibat panas dari blender tersebut baja akan memuai ke arah melebar serta memanjang. Untuk lebih jelas mengenai pembuatan welded beam dan hubungannya dengan pemuaian, dapat kita perhatikan berdasarkan contoh-contoh berikut:</p>



<h4 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">a.<strong>Contoh pemuaian luas pelat</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ketika kita memotong pelat baja untuk membuat salah satu bagian welded beam, misalnya sayap <em>(flange)</em>. Maka luas pelat baja akan bertambah ke arah lebar sayap (b) dan panjang (p)=12,0 m. Atau ketika kita melakukan pemotongan pelat untuk bagian badan <em>(web),</em> maka pemuaian luas terjadi pada tinggi badan (h1) dan panjang (p)=12,0 m.</p>



<h4 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">b.<strong>Contoh pemuaian volume pelat</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Setelah memuai pada luas, secara langsung pelat baja yang kita potong juga akan mengalami pemekaran pada tebal bahan (t1) dan (t2). Jadi misalnya kita memotong pelat untuk bagian sayap welded beam, maka pemuaian mengakibatkan ukuran (b); (t2) serta (p) akan bertambah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Cara menghitung pemuaian volume pelat baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Masih berdasarkan gambar 1, adapun perhitungan pemuaian volume pelat baja dapat kita lakukan berdasarkan rumus berikut:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔV = Vo.3γ.Δt</strong><strong></strong></p>



<p class="has-vivid-purple-color has-text-color"><em><u>Keterangan rumus adalah:</u></em></p>



<p class="has-normal-font-size">ΔV&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah besar muai/penambahan volume baja (Cm³)</p>



<p class="has-normal-font-size">Vo&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah volume baja mula-mula/awal (Cm³)</p>



<p class="has-normal-font-size">Δt&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah kenaikan suhu</p>



<p class="has-normal-font-size">γ&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = koefisien muai panjang baja = 0,000012/ºC</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai tambahan yang harus kita ketahui, untuk melaksanakan perhitungan pemuaian volume, koefisien muai panjang (γ) harus kita kali 3. Hal ini juga sekaligus menjadi alasan mengapa proses ini disebut pemuaian 3 dimensi.</p>



<h4 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">a.<strong>Contoh soal:</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita akan menghitung besar muai volume sebuah pelat baja, yang kita potong menggunakan nyala api dengan titik lebur besi 1.538 ºC serta dengan kecepatan potong 45 Cm/menit. Adapun ukuran pelat tersebut adalah (b)= 200 Milimeter, (t2)= 12 Milimeter, serta panjang (p)=12.000 Milimeter. Maka perhitungan kita lakukan sebagai berikut:</p>



<h4 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">b.<strong>Penyelesaian soal:</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pertama yang kita perlu cari adalah volume pelat baja mula-mula (Vo) adalah: 0,20 x 1.200 x 0,012 Cm = 2,88 CM³. Kedua, mencari kenaikan suhu (Δt) pelat baja adalah: 1.538 ºC &#8211; 37 ºC = 1.501 ºC. Selanjutnya kita menghitung besar muai volume seperti berikut:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔV = 2,88 x 3 x 0,000012 x 1.501 = 0,155 Cm³</strong><strong></strong></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maka berdasarkan hasil penambahan volume baja ini, kemudian dapat kita ketahui total volume baja setelah mengalami pemuaian<strong> (V) = Vo + ΔV</strong>, yaitu: 2,88+0,155 = 3,035 Cm³.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dampak pemuaian pelat baja terhadap konstruksi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara umum tidak ada dampak signifikan pada konstruksi atas terjadinya pemuaian pada baja, walau kita panaskan dengan temperatur tinggi. Silahkan anda perhatikan contoh soal diatas, volume baja bertambah sekitar 5,38% dari volume awal. Berikut ini kita lakukan pembuktian apakah pemuaian berpotensi mempengaruhi kualitas konstruksi, yaitu melalui 2 bukti perhitungan berikut:&nbsp; &nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Perhitungan pemuaian luas pelat</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk lebih meyakinkan, mari kita lakukan perhitungan muai luas (pemuaian 2 dimensi) pelat baja. Adapun data-data yang kita pakai tetap sama seperti contoh soal, perhitungan pemuaian luas pelat kita lakukan berdasarkan rumus:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔA = Ao.2γ.Δt</strong><strong></strong></p>



<p class="has-vivid-purple-color has-text-color"><em><u>Keterangan rumus:</u></em></p>



<p class="has-normal-font-size">ΔA&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah besar muai/penambahan luas baja (Cm²)</p>



<p class="has-normal-font-size">Ao&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah luas pelat baja mula-mula/awal (Cm²)</p>



<p class="has-normal-font-size">Δt&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah kenaikan suhu</p>



<p class="has-normal-font-size">γ&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = koefisien muai panjang baja = 0,000012/ºC</p>



<p class="has-normal-font-size">Dapat kita hitung penambahan luas pelat baja akibat proses pemotongan adalah:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔA = 240 x 2 x 0,000012 x 1.501 = 8,645 Cm²</strong><strong></strong></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maka dari hasil penambahan luas baja ini, selanjutnya kita hitung total luas baja setelah mengalami pemuaian <strong>(A) = Ao + ΔA</strong>, yaitu: 240+8,645 = 248,645 Cm². Atau sekitar 3,602% dari luas pelat baja semula. Jadi berdasarkan hasil perhitungan ini, juga belum kita temukan bukti bahwa ada pengaruh pemekaran bahan terhadap konstruksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Perhitungan pemuaian panjang</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Namun bagaimana dengan pemuaian yang terjadi pada panjang?, Apakah ada indikasi pelat baja yang memuai berpengaruh pada proses pembuatan konstruksi?. Disini kita akan hitung berapa penambahan panjang baja, yaitu berdasarkan rumus:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔL = Lo.1.γ.Δt</strong><strong></strong></p>



<p class="has-vivid-purple-color has-text-color"><em><u>Keterangan rumus:</u></em></p>



<p class="has-normal-font-size">ΔL&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah besar muai/penambahan panjang pelat baja (Cm)</p>



<p class="has-normal-font-size">Lo&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah panjang pelat baja mula-mula (Cm)</p>



<p class="has-normal-font-size">Δt&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = adalah kenaikan suhu</p>



<p class="has-normal-font-size">γ&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = koefisien muai panjang baja = 0,000012/ºC</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maka panjang penambahan panjang pelat karena menerima panas dari nyala api potong adalah:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>ΔL = 20 x 1 x 0,000012 x 1.501 = 0,36 Cm² atau 3,6 Milimeter.</strong><strong></strong></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jadi total panjang pelat termasuk setelah mengalami pemuaian <strong>(L) = Lo + ΔL</strong>, yaitu: 20+0,36 = 20,36 Cm, atau 203,6 Milimeter. Wah, ternyata hasil perhitungan ini memberi kita catatan khusus, yaitu adanya tambahan panjang 3,6 Milimeter. Apakah ada dampaknya pada bahan konstruksi?, jawabnya tidak. Namun khusus untuk pembuatan profil tertentu kemungkinan ada.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemuaian panjang tersebut, dapat kita bandingkan dengan <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">Proses Pembuatan Baja Kastela</a>, seperti pada gambar 2 berikut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="505" height="287" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-proses-petongan-dan-penggabungan-baja-kastela-1.jpg" alt="pemotongan profil IWF untuk membuat baja kastela mengakibatkan pemuaian panjang baja" class="wp-image-2232" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-proses-petongan-dan-penggabungan-baja-kastela-1.jpg 505w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-proses-petongan-dan-penggabungan-baja-kastela-1-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 505px) 100vw, 505px" /><figcaption>Gambar 2: Proses pemotongan baja kastela</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengaruh pemuaian terhadap baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sama halnya pemuaian yang terjadi pada pelat baja, saat kita memotong profil IWF atau H Beam untuk membuat baja kastela akan terjadi penambahan lebar. Disini yang kita pakai adalah istilah penambahan pada lebar, karena kita melakukan pemotongan profil ke arah memanjang (membelah).</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dan jika kita mengacu pada perhitungan pemuaian panjang tersebut, bahwa terjadi penambahan sekitar 1,8% dari ukuran awal akibat panas dari blender.  Maka untuk membuat baja kastela seperti pada gambar 2, juga akan mengalami penambahan: 1,8% x 25 Cm = 0,45 Cm, atau 4,5 Milimeter.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan demikian bukankah tinggi baja kastela (Dc) seharusnya: <strong>(h x 1,5) + 4,5 = 379,5</strong> Milimeter?. Jawabnya tidak, karena ada bagian bahan yang termakan oleh nyala api. Yaitu ketika kita menggunakan nozzle nomor 3 berarti lebar bahan terbuang akibat pemotongan sebesar 3 Milimeter. Atau jika kita kurangkan dengan hasil pemuaian tadi, maka sisa pemekaran bahan adalah 4,5 &#8211; 3 = 1,5 Milimeter. Sangat diluar dugaan kita!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita berharap dengan penjelasan ini, para pelaku konstruksi baja menyadari pentingnya memahami pemuaian yang terjadi pada material yang mereka kerjakan. Dari pembahasan ini pula dapat kita ambil beberapa kesimpulan, antara lain:</p>



<ol type="1"><li>Pemotongan baja dengan blender mengakibatkan suhu baja meningkat tajam namun tidak merata, karena konsentrasi panas hanya pada alur pemotongan</li><li>Pemuaian baja akibat pemotongan dengan blender kita pastikan tetap ada, yakni secara 1 dimensi, 2 dimensi maupun 3 dimensi</li><li>Besar muai baja tidak memiliki dampak yang besar terhadap konstruksi, namun khusus pembuatan profil atau komponen rangka tertentu, perlu kita perhatikan apakah tidak mempengaruhi ukuran yang kita inginkan</li><li>Menghitung besar muai baja ternyata dapat kita gunakan sebagai acuan untuk memilih ukuran/nomor nozzle untuk melaksanakan pemotongan,</li><li>Walau ada penambahan pada lebar dan panjang bahan, tetapi tanpa kita sadari ternyata oleh nyala api pemuaian tersebut sebagian dapat berkurang</li></ol>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun penerapan rumus-rumus yang kita lakukan disini, kemungkinan masih perlu untuk kita sempurnakan. Adalah menjadi perhatian berikutnya, karena <a href="https://arsitekta.com/">Arsitekta.Com</a> menemukan beberapa data yang berbeda untuk melengkapi perhitungan, misalnya mengenai koefisien muai panjang baja (γ). Pada sumber tertentu menyebut 0,000011/ºC, namun sumber lain mengatakan 0,000012/ºC, serta ada juga menulis 0,000015/ºC.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Demikian juga tentang kenaikan suhu (Δt) apakah harus secara merata pada permukaan baja, sehingga perhitungan berdasarkan rumus-rumus tersebut dapat kita lakukan?. Mengenai hal ini juga kami tidak temukan dasar yang kuat dan itu sebabnya kami sebut kemungkinan perlu penyempurnaan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/">Besarnya Pemuaian Baja Akibat Panas Alat Potong Blender</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/besarnya-pemuaian-baja-akibat-panas-alat-potong-blender/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
