<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Proyek konstruksi Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/category/proyek-konstruksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/category/proyek-konstruksi/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 09:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Proyek konstruksi Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/category/proyek-konstruksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 20:20:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[komponen konsol WF]]></category>
		<category><![CDATA[konsol baja]]></category>
		<category><![CDATA[satuan pekerjaan konsol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak. Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2944" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg" alt="Kondisi lapangan mempengaruhi mudah atau tidak pemasangan konsol baja" width="400" height="318" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi-300x239.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak.</p>
<p>Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat detail dalam 5 artikel bersambung. Namun baru menyadari saat ini bahwa ada yang perlu dutambahkan soal itu. Yaitu tentang satuan-satuan yang sering dipakai untuk melakukan perhitungan tonase dan biaya pemasangan konsol baja.</p>
<p>Salah satu diantara topik tersebut silahkan Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/23-jenis-konsol-baja-untuk-bangunan-indonesia-saat-ini-2-5/">tautan</a> ini. Hal itu penting karena artikel tersebut merupakan bagian yang tidak terpisah dengan artikel yang saat ini Anda baca.</p>
<h2>Pengertian dan ragam satuan pekerjaan</h2>
<p>Satuan pekerjaan konsol baja adalah suatu sistem pengukuran yang digunakan kala menghitung segala sesuatu yang berhubungan dengan pemasangan konsol yang terbuat dari material baja profil, atau baja ringan.</p>
<p>Misalnya ketika menghitung tonase konsol baja yang digunakan adalah kilogram. Sama dengan perhitungan tonase material baja pada umumnya. Akan tetapi ketika menghitung kebutuhan bahan tentu berbeda lagi. Yang digunakan adalah Batang dan Lembar.</p>
<p>Lebih spesifik lagi ketika Kita menghitung kebutuhan cat baja, satuan yang digunakan adalah meter persegi (m²). Dan, jika dikaitan dengan proses pabrikasi dimana Anda akan menggunakan sejumlah kawat las untuk membuat sambungan. Maka satuan yang digunakan adalah meter lari (m). Sangat beragam bukan?.</p>
<p>Uniknya lagi, ketika Anda membuat rincian biaya pemasangan. Tentuk tidak perlu menggunakan seluruh satuan pekerjaan konsol yang disebutkan diatas. Akan tetapi cukup memilih salah satu. Atau, menggunakan satuan yang berbeda pada umumnya. Yaitu unit, buah, atau set.</p>
<p>Jadi selain kg, satuan pekerjaan konsol baja juga sering menggunakan unit, buah, atau set. Satuan-satuan ini sering muncul pada BoQ yang dibuat secara global. Alias tidak terperinci satu per satu komponen yang digunakan pada suah konsol.</p>
<h2>Ragam komponen konsol WF dan perhitungan biaya pemasangan</h2>
<p>Ciri khas konsol WF adalah berbentuk batang tunggal. Artinya hanya terdiri dari satu batang WF dengan panjang tertentu, serta dilengkapi dengan beberapa pelat baja yang berguna sebagai pengaku atau pelekat.</p>
<p>Pada beberapa kasus tertentu, pemasangan konsol baja WF juga sering disertai dengan voute atau couph. Seperti terlihat pada gambar sebelah kiri di bawah ini</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2956" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg" alt="Pemasangan konsol baja pada kolom beton memakai angkur baja dan chemical bolt" width="700" height="428" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p>Maka dari itu, sebuah konsol baja WF disebut sangat lengkap bilamana terdiri dari 4 macam komponen, antara lain:</p>
<ul>
<li>Batang konsol yang terbuat dari WF utuh (tidak belah),</li>
<li>Voute baja WF belah</li>
<li>Pelat lekat</li>
<li>Plat pengaku (rib atau stiffner)</li>
</ul>
<p>Terkait dengan perhitungan biaya pemasangan adalah dengan beberapa langkah berikut:</p>
<h3>1. Hitung tonase material</h3>
<p>Misal sebuah konsol baja WF 200x100x5,5&#215;8. Panjang 2,0 meter. Voute baja terbuat dari material yang sama sepajang 40 cm. Sementara <a href="https://www.gambarbaja.com/2023/11/Sambungan%20Struktur%20Balok%20Baja%20WF%20200.html">pelat lekat</a> menggunakan plat baja lembatan T=10 mm; ukuran 10&#215;40 cm. Dan stiffner pelat T=6 x 100 x 200 mm.</p>
<p>Rincian perhitungan tonase material diatas adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>WF 200&#215;100 = ((2,0 x 1) + (0,40 x 0,5)) x 21,33 kg = 46,93 kg</li>
<li>Plat T=10 mm = 0,10 x 0,40 x 1 x 81,0 kg = 3,24 kg</li>
<li>Plat T=6 mm = 0,10 x 0,20 x 1 x 48,61 kg = 0,97 kg</li>
</ol>
<p>Total tonase adalah 51,14 kg</p>
<h3>2. Hitung luas cat dan kebutuhan las</h3>
<p>Luas cat baja WF 200&#215;100 adalah:<br />
= (2,0 + 0,2) x 0,2 x 4 x 2,0 m<br />
= 3,52 m²</p>
<p>Luas cat plat baja adalah:<br />
= (0,10 x 0,40 x 2 sisi) + (0,10 x 0,20 x 2 sisi)<br />
= 0,12 m²<br />
Total luas cat konsol baja adalah 3,64 m²</p>
<p>Sementara itu kebutuhan panjang las adalah menghitung keliling permukaan material baja WF yang digunakan sebagai konsol maupun sebagai voute/copuh, yaitu:<br />
= (0,1 x 10) + (0,2 x 6) + (0,4 x 2)<br />
= 1,0 + 1,2 + 0,8 = 3,0 m</p>
<h3>3. Menetapkan harga satuan pekerjaan konsol baja</h3>
<p>Mengacu pada 2 perhitungan diatas, langkah selanjutnya adalah menghitung harga satuan masing-masing pekerjaan. Antara lain:<br />
&#8211; Harga satuan pekerjaan baja WF dan pelat<br />
&#8211; Harga satuan cat<br />
&#8211; Dan harga satuan pekerjaan las</p>
<p>Pada beberapa artikel terdahulu, masing-masing harga satuan diatas telah pernah Saya hitung dalam artikel khusus. Dan artikel-artikel tersebut dapat Anda temui dengan cara mengetik kata kunci terkait pada kolom pencarian dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>Rincian harga satuan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Biaya pekerjaan baja WF = Rp 36.592,-/kg</li>
<li>Harga cat baja = Rp 47.267,-/m²</li>
<li>Biaya pengelasan baja = Rp 204.219,-/m</li>
</ol>
<p>Dengan demikian diketahui total biaya pemasangan konsol baja adalah:</p>
<p>51,14 kg x Rp 36.592,- = Rp 1.871.314,-</p>
<p>3,64 m² x Rp 47.267,- = Rp 172.051,-</p>
<p>3,0 m x Rp 204.219,- = Rp 612.657,-<br />
= Rp 2.654.560,-</p>
<h3>4. Konversi biaya pekerjaan secara kesuluruhan</h3>
<p>Berdasarkan perhitungan diatas telah diketahui biaya keselutuhan pemasangan konsol baja. Dengan catatan bahwa satuan pekerjaan konsol baja awal adalah menggunakan gabungan beberapa satuan perhitungan. Yakni kilogram, m² dan m’.</p>
<p>Nah, untuk mengetahui biaya pemsangan dengan menggunakan satuan yang lain. Misalnya meter lari. Yaitu dengan cara:<br />
= Rp 2.654.560 : 2,0 m<br />
= Rp 1.327.280,-</p>
<p>Kemudian dari pada itu selain konversi pada satuan meter lari, sering sekali pembuatan konsol baja lebih dari satu unit. Misalnya 4. Berarti biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk pemasangan konsol adalah:<br />
= Rp 2.654.560,- x 4 unit<br />
= Rp 10.618.240,-</p>
<h2>Satuan pekerjaan konsol baja siku</h2>
<p>Material siku yang digunakan untuk membuat konsol pada umumnya terdiri dari beberapa rangka batang. Layaknya sebuah kuda-kuda cremona siku. Akan tetapi tidak memiliki 2 titik tumpuan, melainkan hanya satu.</p>
<p>Oleh sebab itu komponen konsol baja siku terdiri dari:<br />
1. Rangka batang. Terdiri dari batang atas, bawah, vertikal dan diagonal.<br />
2. Pelat lekat dan sejumlah pelat buhul<br />
3. Dan angkur / mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan yang digunakan untuk perhitungan tonase maupun pengerjaan adalah sebagai berikut:<br />
&#8211; Satuan material besi (siku + plat) = kilogram<br />
&#8211; Angkur dan mur baut = buah</p>
<p>Kemudian dari itu untuk menghitung tonase konsol baja sama persis dengan cara menghitung Kuda-kuda Cremona. Tahap demi tahap adalah seperti tercantum dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-material-kuda-kuda-cremona/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini. Dengan demikian maka diketahui berapa biaya pemasangan konsol.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</title>
		<link>https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 20:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[detail sepatu gording]]></category>
		<category><![CDATA[gording CNP]]></category>
		<category><![CDATA[rangka atap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording. Seluk beluk gording Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu. Dari segi struktural [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3371" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg" alt="Pentingnya mengenal dan mememahami bentuk dan kegunaan sepatu gording" width="450" height="257" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat-300x171.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Seluk beluk gording</h2>
<p>Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu.</p>
<p>Dari segi struktural fungsi gording adalah sebagai penopang penutup atap, serta elemen-elemen pelengkap yang terpasang dengan atap. Misalnya talang, lisplang, jurai, nok/kerpus, roof ventilator, <a href="https://arsitekta.com/ciri-ciri-skyroof/" target="_blank" rel="noopener">skyroof</a> dan lain sebagainya.</p>
<p>Jadi pada intinya pemasangan gording pada sebuah atap sifatnya wajib. Terlebih pada bangunan bentang lebar, serta pada atap yang spesifik. Seperti atap lengkung dan kubah.</p>
<p>Ditinjau dari cara pemasangannya, ciri khas gording antara lain:</p>
<ul>
<li>Terpasang secara horizontal dan dengan jarak yang sama antara yang satu dengan yang lain,</li>
<li>Pola pemasangan mengikuti sudut kemiringan kuda-kuda dimana gording tersebut terpasang,</li>
<li>Dimensi gording yang digunakan selalu sama untuk memenuhi sebuah konstruksi atap</li>
</ul>
<h2>Gording baja yang terbaik saat ini</h2>
<p>Gording yang terbuat dari material baja terkenal sangat kokoh dan pemasangannya dapat dilakukan dengan mudah. Oleh sebab itu tergolong yang terbaik hingga saat ini.</p>
<p>Namun demikian, dari sekian banyak ragam jenis material baja yang cocok untuk bahan gording hanya 4 macam, yakni:</p>
<h3>1. Besi CNP</h3>
<p>Bentuk profil besi CNP adalah menyerupai huruf C. Dengan ketinggian antara 75 sampai 200 mm. Lebar 35 hingga 75 mm. Dan, tebal bahan mulai dari 1,8 hingga 3,2 mm.</p>
<p>Contoh dimensi lengkap gording baja CNP 125x50x20x2,3 mm.<br />
125 = Tinggi profil<br />
50 = Lebar badan<br />
20 = Tekukan bibir CNP<br />
2,3 = Tebal bahan</p>
<p>Selain terkenal kokoh dan dapat digunakan untuk setiap jenis atap, pemasangan material ini juga terkenal sangat mudah dan hemat biaya.</p>
<p>Mudah dalam arti dapat diterapkan pada segala macam kuda-kuda baja dengan menerapkan sambungan baut mur.</p>
<p>Sebagaimana diketahui pemasangan dengan sistem baut adalah satu-satunya cara untuk mempercepat peyelesaian pemasangan (ereksen) konstruksi baja. Maka dari itu otomatis membuat biaya upah atau <a href="https://arsitekta.com/borong-jasa-pemasangan-angkur-baut-dan-biaya/">borongan jasa</a> pemasangan jadi rendah.</p>
<p>Faktor lain yang mengakibatkan biaya pemasangan gording baja CNP menjadi murah adalah karena material besi relatif tipis. Sehingga tidak berat dan tidak mengakibatkan biaya bahan tinggi.</p>
<h3><strong>2. Stal kotak (Besi Holow)</strong></h3>
<p>Dari segi biaya dan kekuatan gording yang terbuat dari besi holow setara dengan gorsing CNP. Yaitu sama-sama murah. Namun ditinjau dari kemudahan pemasangan sangat berbeda.</p>
<p>Besi holow tersedia dengan panjang normal 6,0 meter. Sama dengan besi CNP. Akan tetapi sulit untuk diterapkan dengan sistem baut mur.</p>
<p>Hal itu disebabkan oleh bentuk material yang berongga. Sehingga, kalau pun dipaksakan dengan sistem sambungan tersebut, maka besi holow harus di lubang tembus.</p>
<p>Nah kalau material di lubang tembus, otomatis baut yang Anda gunakan harus panjang. Lalu, biaya pengadaan mur baut pun akan menjadi tinggi.</p>
<p>Namun demikian, secara keseluruhan walau gording baja stal kotal memiliki kelemanan dibidang sambungan. Tetapi material ini terkenal sangat minimalis. Dan akibat dari itu cocok diterakan pada konstruksi baja ekspos.</p>
<h3><strong>3. Besi UNP</strong></h3>
<p>Profil baja UNP mirip dengan huruf U. Dan memiliki karakteristik khusus. Yakni sangat tebal dan kokoh. Oleh sebab itu material ini banyak dipakai untuk kontruksi atap berat. Misalnya untuk pemasangan atap genteng beton, kaca, dan asbes gelombang besar.</p>
<p>Kelebihan lain dari pada gording UNP adalah terkait metode pemasangan. Yaitu sangat tepat diterapkan dengan sambungan mur baut. Sama persis dengan gording CNP.</p>
<p>Akan tetapi karena dimensi material yang terbatas, dan relatif tebal maka besi UNP tergolong jarang dipakai untuk bahan gording. Karena lebih mahal dibanding dengan material besi CNP.</p>
<h3><strong>4. Besi pipa</strong></h3>
<p>Satu-satunya material besi yang mudah di bending adalah pipa. Oleh sebab itu jikalau digunakan sebagai gording, material bulat berongga ini paling cocok dipakai untuk membuat atap kubah dan lengkung.</p>
<p>Kelebihan lain dari besi pipa adalah tersedia dalam berbagai macam ukuran. Mulai dari dia.1&#8243; (25 mm) hingga 20&#8243; (50 cm). Jadi, untuk membuat atap kubah dan lengkung bentang berapa pun sangat memungkinkan dengan menggunakan gording baja pipa.</p>
<p>Namun demikian kasusnya sama dengan gording besi holow, goding pipa juga tidak dapat diterapkan dengan sistem mur baut. Melainkan harus dengan cara las. Sehingga biaya upah jadi mahal dan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2921" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg" alt="Pemasangan windfree dan lisplang baja sama-sama berada pada gording" width="450" height="323" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja-300x215.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Kelebihan gording baja dibanding gording kayu</h2>
<p>Secara keseluruhan gording besi CNP, Holow, UNP maupun Pipa jauh lebih unggul dibanding gording yang terbuat dari material balok kayu.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena:</p>
<h3>a. Panjang standar material</h3>
<p>Panjang material baja rata-rata 6,0 meter. Sedangkan kayu cuma 4,0 m. Dan akibat dari itu jarak pasang kuda-kuda kayu maksimal 4,0 m. Sementara kuda-kuda baja bisa mencapai 6,0 m atau lebih.</p>
<p>Iya. Jarak kuda-kuda berpengaruh langsung pada pemasangan gording. Karena gording terpasang pada setiap unit kuda-kuda.</p>
<p>Jadi, kalau pemasangan kuda-kuda sangat rapa dipastikan biaya yang dibutuhkan juga sangat besar. Sebentara sebaliknya, jika gording baja cukup panjang, maka jarak kuda-kuda bisa lebar. Dan akhirnya biaya yang dibutuhkan sangat kecil.</p>
<h3>b. Berat material gording</h3>
<p>Gording kayu jauh lebih berat dibanding gording besi. Sebab gording kayu terbuat dari balok minimal ukuran 6&#215;10 cm.</p>
<p>Perbandingan berat kedua material sebagai berikut. Misal panjang gording adalah 4,0 m. Jika terbuat dari material besi, berarti cukup menggunakan besi CNP 100x50x30x2,3 mm. Dengan berat total:<br />
= 4,0 x 4,06 kg<br />
= 24,36 kg</p>
<p>Sementara jika gording kayu, minimal material yang digunakan adalah kayu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mahoni">Mahoni</a> ukuran 10&#215;12 cm. Dengan berat jenis rata-rata 600 kg/m3.<br />
Jadi bisa dihitung, berat gording kayu tersebut adalah:<br />
= 0,10 x 0,12 x 4 x 600 kg<br />
= 28,80 kg</p>
<p>Selisih berat gording baja dan gording kayu :<br />
= 28,80 &#8211; 24,36 kg<br />
= 4,44 kg</p>
<p>Akibat dari berat gording maka konstruksi kuda-kuda harus dibuat kokoh. Agar mampu menopang gording dan penutup atap diatasnya. Selanjutnya akibat dari itu otomatis struktur bangunan dibuat ukuran besar. Agar mampu menopang konstruksi atap keseluruhan.</p>
<p>Singkatnya gording baja adalah pilihan yang terbaik untuk melengkapi konstruksi rangka atap. Dan jenis masterial yang memenuhi syarat untuk kekuatan, dalam hal biaya dan kemudahkan pemasangan adalah <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">baja CNP</a>, UNP, besi Holow dan besi pipa.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</title>
		<link>https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain pemasangan kuda-kuda baja yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan. Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">kuda-kuda baja</a> yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3694" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg" alt="Konstruksi dak baja ini mayoritas menggunakan material WF" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi dak eksisting?. Untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya silahkan simak penjelasan Kami barikut ini.</p>
<h2>Pengertian, ragam jenis dan dinamika pelaksanaan</h2>
<p>Ekspansi dak baja artinya suatu kegiatan konstruksi bangunan yang menghendaki agar dak eksisting semakin luas dari sebelumnya, sehingga fungsi dak semakin maksimal untuk menjadi ruang aktivitas atau sebagai tempat untk menyimpan barang.</p>
<p>Penting diketahui menurut jenis lantai, ragam jenis dak baja terdiri dari 3 macam yaitu:<br />
1. Dak baja lantai beton<br />
2. Dak baja dengan lantai plat bordes,<br />
3. dan Dak baja lantai papan, panel board atau sejenis</p>
<p>Anda tahu kaitan ragam jenis dak baja ini dengan rencana ekspansi?. Jawabnya adalah untuk melakukan penyesuaian konstruksi. Artinya sedapat mungkin Anda harus merencanakan konstruksi dak baja yang baru sesuai dengan material yang digunakan pada dak baja yang lama.</p>
<p>Mengapa perlu dilakukan penyesuaian?. Jawaban secara teknis ada 3 yaitu untuk:</p>
<ul>
<li>Menjamin agar kekuatan kontruksi dak merata,</li>
<li>Memudahkan pemasangan dak yang baru,</li>
<li>Memastikan tampikan kontruksi sama dengan dak yang baru.</li>
</ul>
<h2>Persiapan perancangan dak baja baru</h2>
<p>Terdapat perbedaan metode perancangan ketika hendak melakukan ekspansi dak baja pada bangunan lama. Perbedaan tersebut adalah terletak pada spefisikasi material maupun sistem sambungan kontruksi. Maka dari itu sebelum merancang dak lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Ukur lahan dan ketinggian dak lama</h3>
<p>Lahan ekspansi dak artinya adalah tempat dimana Anda akan nenambah dak yang baru dengan cara menyambung dak eksisting. Data yang harus Anda peroleh pada saat pengecekan lokasi adalah:</p>
<h4>a. Lebar dan panjang lahan</h4>
<p>Berguna untuk menetukan jarak tiang kolom maupun panjang balok dak. Kendati tidak sama dengan ukuran dak lama, namun acuan untuk menentukan jarak tiang adalah tetap kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Misal ukuran lahan adalah 22&#215;36 m. Sementara jarak tiang pada dak lama adalah 6,0 meter. Berarti jarak tiang dak yang baru adalah 6,0 meter, sementara itu jikalau terdapat kelebihan maka hal itu dianggap sebagai perlakukan khusus.</p>
<h4>b. Tinggi balok dak baja</h4>
<p>Acuan untuk mengukur tinggi balok dak adalah permukaan lantai. Tepatnya ketinggian dari lantai hingga permukaan baja profil yang paling atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tinggi bersih tiang kolom.</p>
<p>Perlu catatan khusus. Jika terdapat kolom beton tambahan (pedestal) pada tiang, maka kolom beton tersebut juga harus Anda ukur. Supaya ekspansi dak baja diterapkan dengan cara yang sama. Yakni menggunakan kolom beton pedestal.</p>
<h3>2. Cek material konstruksi dak lama</h3>
<p>Tahap berikutnya setelah melakukan pengukuran lahan dan ketinggian dak adalah mengecek dimensi seluruh material bajaa yang digunakan pada kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Material baja yang perlu Anda cek mulai dari:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom serta komponen-komponennya. Misal tebal base plate, stiffners dan cover plate (tutup kolom),</li>
<li>Dimensi material balok induk maupun balok anak, beserta komponen-komponen.</li>
<li>Ukuran dan jumlah baut mur setiap titik sambungan balok</li>
<li>Warna dan jenis cat yang digunakan.</li>
</ol>
<h3>3. Cek material lantai dak</h3>
<p>Jika tidak ada prmintaan khusus dari owner, akibat pertimbangan-pertimbangan yang spesifik. Misalnya oleh karena fungsi dak baru berbeda dengan dak yang lama, maka sebaiknya lantai dak juga harus mengacu pada yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam hal ini pengecekan yang Anda lakukan adalah tehadap beberapa elemen berikut:</p>
<ol>
<li>Jenis material lantai beserta ketebalannya</li>
<li>Sistem pemasangan lantai.</li>
<li>Cara finishing lantai.</li>
</ol>
<p>Misal lantai dak lama adalah terbuat dari beton bertulang, berarti pengukuran harus Anda lakukan terhadap: 1]. Tebal beton, dan 2]. Keramik lantai. Sementara itu perlu juga cek apakah lantai beton tersebut menggunakan bondek atau tidak.</p>
<p>Jikalau tidak menggunakan bondek berarti dahulu pengecoran lantai dilakukan dengan mengguankan bekisting kayu/triplek. Oleh sebab itu mengingat lahan kerja berada dalam bangunan, maka ekspansi dak baja yang baru sebaiknya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">bondek</a>. Supaya pengerjaan lebih cepat dan praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4124" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg" alt="Ide kreatif untuk melakukan ekspansi bisnis dan konstruksi bangunan" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kontrol kekuatan konstruksi dak baja</h2>
<p>Keberadaan konstruksi dak baja lama pada sebuah bangunan ada 2 yakni dikerjakan oleh pihak (jasa konstruksi) lain, atau memang oleh Anda sendiri yang mengerajakan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu jikalau pengerjaannya adalah dilakukan oleh orang lain, maka Anda harus melakukan pengecekan ulang terhadap kekuatan struktur kontruksi dak. Caranya bagimana?, yaitu dengan melakukan analisa struktur. Menggunakan perhitungan momen secara manual, atau dengan menggunakan software khusus. Seperti SAP2000, ETABS atau sejenis.</p>
<p>Pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa material baja yang digunakan telah tepat. Sehingga berfungsi dengan maksimal sesuai dengan kekuatan kontruksi yang diharapkan untuk memikul beban.</p>
<p>Manakala terdapat kekuatiran pada salah satu material atau pada salah satu sistem/titik sambungan, maka hal tersebut sebaiknya Anda perbaiki. Maksudnya jangan Anda terapkan pada dak baja yang baru. Melainkan mengganti dengan material yang lebih besar, atau dengan alat sambung yang lebih memadai.</p>
<p>Jadi sekalipun prinsip ekspansi dak baja mengacu pada sistem kontruksi dak baja eksisting, bukan berarti serta merta melakukan duplikat mutlak padahal telah diketahui bahwa konstruksi dak esisting kurang kokoh. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan ulang kekuatan.</p>
<h2>Tahapan desain kontruksi dak</h2>
<p>Sama dengan proses desain konstruksi baja ekspansi pada umumnya, desain dak baja baru pada bangunan lama juga terdiri dari 4 tahap yaitu:</p>
<h3>a. Membuat gambar denah dak</h3>
<p>Gambar denah terdiri dari 3 macam yakni:<br />
1. Denah kolom baja<br />
2. Denah balok<br />
3. dan denah pondasi</p>
<p>Cara penyajian masing-masing gambar denah adalah bersebelahan dengan denah bangunan yang lama. Misal ketika Anda membuat gambar denah tiang kolom. Berarti harus terlihat pula pada gambar tersebut titik kolom baja eksisting.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda membuat gambar denah balok. Disebelah gambar debah tersebut harus terlihat pula posisi perletakan balok eksisting. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sistem kedua konstruksi, apak telah sama atau beda.</p>
<h3>b. Membuat gambar potongan ekspansi dak baja</h3>
<p>Setidaknya dibutuhkan 2 macam gambar potongan ketika Anda merencakan konstruksi dak baja, yaitu gambar potongan melintang (melebar), dan gambar potongan memanjang.</p>
<p>Secara prinsip juga sama dengan gambar denah bangunan, yaitu harus menampilkan potongan dak baja yang lama. Supaya diketahui apakah ketinggian antara dak eksisting dengan dak ekspansi telah sama.</p>
<p>Selain mengenai ketinggian dak, berdasarkan gambar potongan juga akan diketahui bentuk pondasi serta kedalamanya. Jadi pada prisipnya setiap gambar kontruksi baja harus dilengkapi dengan gambar potogan. Bila perlu untuk setiap masing-masing as bangunan.</p>
<h3>c. Gambar detail angkur dan sambungan balok</h3>
<p>Kelanjutan dari gambar dengan dan potongan adalah gambar detail. Untuk melakukan ekspansi dak baja setidaknya gambar detail yang harus Anda buat adalah:<br />
1. Pertemuan antara pondasi dengan tiang kolom baja. Atau sering disebut dengan gambar detail <a href="https://www.gambarbaja.com/2024/10/ragam-model-pelat-landas-kolom-baja-wf.html">pelat landas</a> (base plate) dengan angkur.<br />
2. Pertemuan antara tiang kolom dengan balok induk, serta antara balok induk dengan balok anak.</p>
<p>Inti dari gambar detail ini adalah untuk menjelaskan secara rinci tentang:<br />
1. Ukuran angkur baut yang digunakan pada setiap tiang kolom baja,<br />
2. Diameter dan jumlah baut mur dan ring yang diterapkan pada setiap sambungan balok,<br />
3. Dimensi material pelat baja yang digunakan pada setiap sambungan.</p>
<h3>d. Detail sambungan balok eksisting</h3>
<p>Connencting antara dak baja lama dengan dak baja yang baru adalah terletak pada balok induk. Artinya sejumlah balok baja ekspansi akan terpasang pada tiang kolom eksisting. Supaya kedua konstruksi dak beanr-benar terhubung.</p>
<p>Maka dari itu pemasangan pelat sambungan pada balok baja harus disesuaikan dengan lubang baut yang tersedia pada kolom baja eksisting. Dan, oleh sebab itu perlu melakukan pengecekan pada kontruksi dak baja eksising, sebagaimana dijelaskan pada paragraf 7-18.</p>
<h2>Proses pabrikasi dak baja ekspansi</h2>
<p>Secara umum tahapan pelaksanaan pabrikasi dak baja sama dengan proses pabrikasi kontruksi kuda-kuda baja. Yaitu mulai dari membersihkan material, pengukuran, pemotongan, membuat lubang baut, <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">mengelas</a> sambungan baja, serta terakhir adalah mengecat baja.</p>
<p>Sementara unsur yang tidak kalah penting dengan proses pabrikasi adalah persiapan lahan dan alat kerja. Lahan yang dimaksud disini adalah tempat dimana akan dilakukan pemasangan dak baja, serta letak pabrikasi. Apakah pada tempat yang sama atau berlainan.</p>
<p>Mengenai letak pabrikasi tersebut, aspek yang terpengaruh secara langsung adalah jadwal pengiriman material ke proyek, serta jenis armada yang digunakan. Apakah akan mengakibatkan langsiran material yang jauh atau dekat.</p>
<h2>Pemasangan ekspansi dak baja di lapangan</h2>
<p>Selain mengenai kesiapan material, lancar tidaknya proses pemasangan balok baja adalah ditentukan oleh 4 hal berikut:<br />
1. Ketersediaan alat kerja<br />
2. Jam kerja<br />
3. Tenaga kerja<br />
4. Dan lahan kerja</p>
<p>Untuk memasang balok dak di dalam bangunan tentu tidak sebebas memasang dak pada proyek biasa. Karena di dalam <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">bangunan</a> telah berlangsung aktivitas, maka harus ditentukan apakah ekspansi dak baja dapat dilakukan pada jam kerja normal.</p>
<p>Bila tidak memungkinkan dilakukan pemasangan dak baja pada jam kerja normal berarti harus pada saat malam hari. Untuk itu perlu lampu penerangan yang banyak, serta pekerjaan yang terampil kerja pada malam hari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desain Kuda-kuda Pipa Lengkung Bentang 20 M Dan Hitungan Tonase</title>
		<link>https://arsitekta.com/kuda-kuda-pipa-lengkung-bentangan-20-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 20:20:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda bentang 20 m]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda lengkung]]></category>
		<category><![CDATA[tabel besi pipa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuat desain kuda-kuda pipa lengkung harus ekstra hati-hati. Supaya bentuk lengkungan atap proporsi bangunan, serta tidak mengakibatkan bocor kemudian hari. 2 hal ini jangan sampai terjadi. Sebab jikalau terjadi cara mengatasinya sangat sulit. Oleh sebab itu harus dicegah sejak awal. Yakni sejak tahap desain. Contoh kuda-kuda pipa bentang 20 meter Kuda-kuda pipa lengkung bentang 20 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kuda-kuda-pipa-lengkung-bentangan-20-m/">Desain Kuda-kuda Pipa Lengkung Bentang 20 M Dan Hitungan Tonase</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat desain <a href="https://arsitekta.com/ragam-bentuk-kuda-kuda-pipa-lengkung/">kuda-kuda pipa lengkung</a> harus ekstra hati-hati. Supaya bentuk lengkungan atap proporsi bangunan, serta tidak mengakibatkan bocor kemudian hari. 2 hal ini jangan sampai terjadi. Sebab jikalau terjadi cara mengatasinya sangat sulit. Oleh sebab itu harus dicegah sejak awal. Yakni sejak tahap desain.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Perspektif-kuda-kuda-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5388" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Perspektif-kuda-kuda-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg" alt="desain 3d lapangan footsal yang menggunakan kuda-kuda besi pipa lengkung" width="900" height="506" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Perspektif-kuda-kuda-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Perspektif-kuda-kuda-pipa-lengkung-bentang-20-m-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Perspektif-kuda-kuda-pipa-lengkung-bentang-20-m-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<h2>Contoh kuda-kuda pipa bentang 20 meter</h2>
<p>Kuda-kuda pipa lengkung bentang 20 m sering ditemui pada bangunan footsal, auditorium, pergudangan, serta bangunan-bangunan yang bersifat publik. Misal panggung teater, terminal penumpang dan lain sebagainya.</p>
<p>Proses desain kuda-kuda pipa lengkung ini dimulai dari penentuan model kuda-kuda. Untuk bentang 20 meter yang paling pas adalah model rangka batang atau cremona. Jadi lebih lengkapnya dinamai kuda-kuda pipa lengkung cremona.</p>
<p>Tahap kedua. Menetapkan tinggi nok. Artinya tinggi lengkungan kuda-kuda yang diukur mulai dari titik tumpuan. Dalam hal ini jika tumpuan kuda-kuda adalah tiang <a href="https://arsitekta.com/dimensi-material-plendes-kolom-baja-iwf-dan-hb/" target="_blank" rel="noopener">kolom baja</a>. Maka diukur mulai dari ujung atas kolom tersebut.</p>
<p>Selengkapnya spesifikasi dan ukuran rangka kuda-kuda seperti terlihat pada gambar dibawah</p>
<ul>
<li>Tinggi nok = 2,25 m</li>
<li>Tinggi rangka = 75 cm</li>
<li>Jarak rangka/batang vertikal = 80 dan 105 cm</li>
</ul>
<p>Penentuan tinggi rangka pada saat desain kuda-kuda pipa lengkung adalah berdasarkan bentangan, dan proporsi antara bentangan dengan tinggi nok. Maka berdasarkan pertimbangan tersebut diketahui paling ideal adalah 75 cm.</p>
<p>Dengan tinggi tersebut diharapkan dimensi material besi pipa yang digunakan tidak terlalu besar, dan tidak terlalu banyak. Supaya tonase kuda-kuda sedikit, serta biaya pemasangan menjadi murah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5389" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg" alt="gambar detail kuda-kuda pipa lengkung model rangka cremona" width="1250" height="539" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m.jpg 1250w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m-300x129.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m-1024x442.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/09/Detail-kuda-kuda-besi-pipa-lengkung-bentang-20-m-768x331.jpg 768w" sizes="(max-width: 1250px) 100vw, 1250px" /></a></p>
<h2>Ragam komponen kuda-kuda dan bahan</h2>
<p>Seluruhnya komponen kuda-kuda terdiri dari 5 macam, yaitu:</p>
<h3>1. Rangka batang kuda-kuda</h3>
<p>Rangka batang kuda-kuda terbagi lagi menjadi 4 macam, yakni: 1]. Batang atas, 2]. Batang bawah, 3]. Rangka vertikal, dan 4]. Rangka diagonal.</p>
<p>Batang atas dan bawah sama-sama terbuat dari besi pipa Ø2&#8243;. Dibentuk melengkung dengan radius (jari-jari) 23,85 m dan 23,15 m. Sementara batang vertikal dan batang diagonal sebagian menggunakan pipa besi Ø2&#8243; dan sebagian lagi pakai pipa Ø1,5&#8243;.</p>
<p>Kedua material berongga tersebut dalam gambar dibedakan dengan kode A dan B. Kode material kode A berarti pipa 2&#8243;, sementara kode B adalah pipa 1,5&#8243;.</p>
<h3>2. Plat lekat</h3>
<p>Perbedaan desain kuda-kuda pipa lengkung dan kuda-kuda WF salah satunya terletak pada plat lekat. Plat lekat pada kuda-kuda WF umumnya ada 3, yakni sisi kanan dan kiri, serta di tengah (nok).</p>
<p>Sementara pada kuda-kuda lengkung model cremona maupun batang tunggal, hanya menggunakan 2 buah plat lekat. Yakni pada pertemuan dengan tiang kolom saja (sisi kanan dan kiri).</p>
<p>Ukuran plat lekat (t x L x P) adalah 12x125x1.000 mm. Ukuran 125 mm diperoleh dari lebar sayap tiang kolom. Dimana kolom baja yang digunakan adalah WF 250x125x6x9 mm.</p>
<p>Sementara tebal plat (12 mm) juga diambil dari tebal profil baja WF tersebut. Dan angka 1.000 mm adalah perkiraan kekuatan plat lekat yang memenuhi syarat. Untuk menopang rangka kuda-kuda setinggi 750 mm.</p>
<h2>3. Plat pengaku (ekstra)</h2>
<p>Sesuai namanya plat ekstra pengaku digunakan untuk memberi perkuatan tambahan pada plat lekat dan rangka pipa. Dalam desain kuda-kuda pipa lengkung terlihat jelas letak pemasangannya. Yakni dengan tanda arsir.</p>
<p>Setiap kuda-kuda ada 2 jenis plat pengaku. Satu berbentuk segitiga dan satu lagi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jajar_genjang">jajar genjang.</a> Masing-masing terbuat dari plat baja tebal 6 mm.</p>
<p>Yang mana proses pemasangannya dilakukan dengan cara las. Sehingga menyatu dengan plat lekat maupun rangka batang kuda-kuda.</p>
<h3>4. Sepatu gording</h3>
<p>Walau fungsi sepatu gording bukan untuk keperluan pemasangan kuda-kuda, tetapi elemen ini pada umumnya dipasang bersamaan dengan proses pabrikasi kuda-kuda.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan agar sepatu gording menyatu dengan kuda-kuda, dan untuk mengurangi pengelasan yang dilakukan di lapangan saat erection. Yang mengakibatkan pekerjaan menjadi lambat.</p>
<p>Material yang pas untuk sepatu gording ketika pemasangannya dilakukan pada besi pipa adalah plat baja. Dalam hal ini sama dengan plat ekstra pengaku, yakni tebal 6 mm.</p>
<h3>5. Baut mur</h3>
<p>Komponen yang terakhir wajib muncul dalam desain kuda-kuda pipa lengkung adalah mur baut. Mur baut ini berguna untuk sambungan antara kuda-kuda dengan tiang kolom. Dan sambungan antara kuda-kuda dengan gording.</p>
<p>Khusus untuk pemasangan kuda-kuda pada kolom, baut mur yang digunakan hanya 1 macam. Tepatnya ukuran M16 (Ø5/8&#8243;) jenis A-325 (HTB). Masing-masing titik sambung sebanyak 18 buah baut.</p>
<p>Dengan demikian total <a href="https://arsitekta.com/filosofi-baut-mur-dalam-hidup/">mur baut</a> yang dibutuhkan untuk memasang kuda-kuda pipa lengkung adalah:<br />
= 18 x 2 titik tumpu<br />
= 36 buah</p>
<h2>Rincian perhitungan tonase kuda-kuda</h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas, dilengkapi dengan gambar detail maka dapat diketahui tonase kuda-kuda pipa lengkung ini adala sebagai berikut:</p>
<p><strong>Batang A; Pipa Ø2&#8243; x 2,9 mm</strong><br />
= 12,0 x 4,11 x 4 = 197,28 kg<br />
= 4,0 x 4,11 x 4 = 32,88 kg<br />
Total = 230,16 kg</p>
<p><strong>Batang B; Pipa Ø1,5&#8243; x 2,6 mm</strong><br />
= 0,75 x 3,26 x 16 = 39,12 kg<br />
= 1,30 x 3,26 x 16 = 67,81 kg<br />
Total = 106,93 kg</p>
<p><strong>Plat T=10 mm</strong><br />
= 0,25 x 1,0 x 81,0 x 2 = 20,25 kg</p>
<p><strong>Plat T=6 mm</strong><br />
= 0,30 x 1,0 x 48,61 x 2 = 29,17 kg<br />
= 0,10 x 0,125 x 48,61 x 20 = 12,15 lg<br />
Total = 41,32 kg</p>
<p>Jumlah total tonase kuda-kuda = 398,66 kg</p>
<p>Demikian penjelasan desain kuda-kuda pipa lengkung bentang 20 m, spesifikasi material yang digunakan, serta hitungan tonase per 1 unit kuda-kuda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kuda-kuda-pipa-lengkung-bentangan-20-m/">Desain Kuda-kuda Pipa Lengkung Bentang 20 M Dan Hitungan Tonase</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Esensi Kuda-kuda Lengkung, Jenis Bahan Dan Ragam Komponen</title>
		<link>https://arsitekta.com/esensi-kuda-kuda-lengkung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 22:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[besi pipa]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda pipa lengkung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum membahas tentang esensi kuda-kuda lengkung. Ada baiknya ketahui dulu dimaksud dengan kuda-kuda lengkung. Kuda-kuda lengkung adalah satu model konstruksi atap bangunan yang bentuknya melengkung dan terbuat dari serangkain material khusus yang tersusun dengan rapih dan kokoh. Ciri khas atap lengkung Secara umum ditinjau dari tampilan akhir, atap lengkung memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Atap terdiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/esensi-kuda-kuda-lengkung/">Esensi Kuda-kuda Lengkung, Jenis Bahan Dan Ragam Komponen</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas tentang esensi kuda-kuda lengkung. Ada baiknya ketahui dulu dimaksud dengan kuda-kuda lengkung. Kuda-kuda lengkung adalah satu model konstruksi atap bangunan yang bentuknya melengkung dan terbuat dari serangkain material khusus yang tersusun dengan rapih dan kokoh.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-kanopi-dengan-atap-yang-berbentuk-gelombang.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2627" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-kanopi-dengan-atap-yang-berbentuk-gelombang.jpg" alt="Kanopi baja dengan model atap bergelombang, dan rangka atap pipa lengkung" width="640" height="350" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-kanopi-dengan-atap-yang-berbentuk-gelombang.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-kanopi-dengan-atap-yang-berbentuk-gelombang-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h2>Ciri khas atap lengkung</h2>
<p>Secara umum ditinjau dari tampilan akhir, atap lengkung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Atap terdiri dari satu satu bidang,</li>
<li>Tidak memiliki kerpus dan jurai,</li>
<li>Sambungan atap sedikit. Bahkan diupayakan agar tidak ada.</li>
</ol>
<p>Sementara ditinjau dari jenis bangunan dan bahan yang digunakan, ciri khas atap lengkung adalah:</p>
<ol>
<li>Digunakan untuk bangunan publik. Misal GOR, Aula, Terminal Penumpang dan sebagainya.</li>
<li>Diterapkan pada bentangan lebar (15,0 meter keatas).</li>
<li>Penutup atap terbuat dari bahan metal, PVC atau sejenis.</li>
</ol>
<p>Contoh bangunan terminal penumpang pada sebuah dermaga terlihat pada paragraf pertama. Bentangan bangunan tersebut adalah 25 meter. Menggunakan kuda-kuda pipa besi, dan atap galvalum gelombang yang menerus.</p>
<h2>Esensi kuda-kuda lengkung pada bangunan</h2>
<p>Pemasangan kuda-kuda yang berbentuk lengkung beserta dengan rangka atap lainnya. Misal gording, trekstang dan ikatan angin adalah dilakukan untuk memudahkan pemasangan atap, agar sesuai dengan bentuk yang di inginkan yaitu melengkung.</p>
<p>Jadi, pada prinsipnya pemasangan kuda-kuda lengkung dilakukan karena adanya maksud agar bentuk atap bangunan menjadi lengkung. Bukan karena kuda-kuda dibuat melengkung, maka bentuk atap mengikuti lengkungan tersebut.</p>
<p>Melainkan karena desain atap bangunan yang dibuat melengkung, otomatis rangka atap dibuat menyesuiakan dengan desain tersebut.</p>
<p>Maka dari itu faktor penentu pemasangan kuda-kuda adalah desain atap bangunan. Dan, desain tersebut dibuat sedemikian rupa (melengkung) dengan tujuan agar tampilan bangunan bagus dan menarik.</p>
<h2>Material kuda-kuda lengkung yang terbaik</h2>
<p>Bicara tentang esensi kuda-kuda lengkung tidak terlepas dari jenis bahan yang digunakan. Karena eksis tidaknya sebuah konstruksi bangunan adalah ditentukan oleh material. Kemudian daripada itu adalah sistem pemasangan, dan terakhir biaya.</p>
<p>Material yang terbaik untuk membuat kuda-kuda lengkung saat ini adalah baja profil. Secara khusus <a href="https://arsitekta.com/borongan-pekerjaan-besi-pipa-dan-besi-holow/" target="_blank" rel="noopener">besi pipa</a> hitam, besi WF dan siku sama sisi. Jadi hanya 3 macam. Mengapa hanya 3, padahal ragam jenis baja profil kan banyak?.</p>
<p>Jawabanya demikian. Sebab untuk membuat kuda-kuda dengan bentuk melengkung harus melalui proses bending. Nah material baja profil yang memenuhi syarat untuk proses tersebut adalah yang 3 macam ini. Adapun material baja yang lain, misalnya <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">besi CNP</a> ketika di bending hasilnya tidak bisa mengikuti lengkungan kuda-kuda yang dikehendaki. Karenaa terlalu tipis.</p>
<h3>1. Sifat penggunaan material besi pipa</h3>
<p>Penggunaan besi pipa untuk kuda-kuda lengkung paling banyak ditemukan, dan bersifat mutlak. Karena hasil lengkungan batang/rangka kuda-kuda bisa sempurna ketika di bending.</p>
<p>Sementara itu, mutlak dalam hal ini maksudnya adalah ketika Anda gunakan material beronggga ini sebagai bahan untuk membuat kuda-kuda lengkung tidak perlu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kombinasi">kombinasi</a> dengan material baja profil yang lain. Kecuali untuk membuat bahan pelengkapnya.</p>
<h3>2. Penggunaan besi WF dan siku</h3>
<p>Sementara kalau menggunakan besi WF atau siku umumnya harus kombinasi. Sehingga bentuk kuda-kuda yang di inginkan bisa tercapai dengan sempurna.</p>
<p>Oleh sebab itu jika dibanding antara 3 jenis material tersebut. Paling terbaik adalah besi pipa. Selain proses pengerjaan cukup mudah, tampilan rangka kuda-kuda juga sangat bagus.</p>
<p>Kembali mengenai penggunaan besi WF dan siku. Akhir-akhir ini semakin jarang. Karena jika ditinjau dari segi biaya pun sangat mahal. Mengapa?, karena bobot material besi WF dan siku jauh lebih besar dibanding besi pipa.</p>
<p>Pada kondisi ini (tahap perencanaan), esensi kuda-kuda lengkung memang sebaiknya tidak hanya fokus pada manfaat yang akan diperoleh. Tetapi perlu mempertimbangkan banyak hal. Misal yang berkaitan dengan proses pengerjaan dan biaya. Toh kalau ada material yang lebih bagus (murah dan kokoh) mengapa tidak pakai material tersebut?.</p>
<h2>Komponen konstruksi atap lengkung</h2>
<p>Setidaknya dibutuhkan 4 macam komponen konstruksi atap lengkung, antara lain: 1]. Kuda-kuda, 2]. Gording, 3]. Trekstang, dan 4]. Ikatan angin (wind brace)</p>
<p>Khusus komponen kuda-kuda terbagi lagi menjadi 5 bagian, yaitu:</p>
<ol>
<li>Batang utama kuda-kuda</li>
<li>Plat lekat</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-plat-kopel-sambungan-baja/">Plat sambungan</a> / pengaku</li>
<li>Angkur</li>
<li>Mur baut</li>
</ol>
<p>Batang utama kuda-kuda adalah batang yang menghubungkan antara kedua titik tumpuan kuda-kuda. Titik tumpuan ini umumnya berada pada sisi kanan dan kiri bentangan. Seperti terlihat pada gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Contoh-tumpuan-jepit-pada-kuda-kuda-pipa-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3249" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Contoh-tumpuan-jepit-pada-kuda-kuda-pipa-baja.jpg" alt="Pemasangan konstruksi kuda-kuda pipa dengan cara tumpuan jepit" width="550" height="385" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Contoh-tumpuan-jepit-pada-kuda-kuda-pipa-baja.jpg 550w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/09/Contoh-tumpuan-jepit-pada-kuda-kuda-pipa-baja-300x210.jpg 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /></a></p>
<p>Disebut batang utama karena tanpa komponen tersebut esensi kuda-kuda lengkung tidak tercapai. Alias konstruksi atap yang melengkung tidak dapat terwujud sesuai dengan desain. Berbeda dengan dengan 4 komponen yang lain.</p>
<p>Plat lekat, Plat pengaku, Angkur dan Mur baut sifatnya tidak wajib. Oleh sebab itu tergolong material pelengkap. Disebut pelengkap karena penggunaanya dilakukan menyesuaikan bentang kuda-kuda, bentuk rangka, letak pasang, desain, dan sistem sambungan.</p>
<p>Misalnya, jika bentuk kuda-kuda adalah merupakan batang tunggal. Berarti sambungan kemungkinan bisa dilakukan tanpa menggunakan mur baut. Tapi hanya las. Berarti dalam hal ini Anda tidak perlu melakukan proses pengeboran pada material untuk lubang baut.</p>
<p>Demikian sebaliknya, jika bentuk kuda-kuda lengkung berupa rangka batang. Dan material yang digunakan adalah kombinasi antara baja WF dan besi siku. Berarti, kemungkinan besar Anda justru tidak memerlukan las. Tetapi mur baut. Supaya proses pengerjaan cepat selesai.</p>
<p>Demikian esensi kuda-kuda lengkung, jenis bahan serta komponen-komponennya. Selengkapnya mengenai ragam bentuk kuda-kuda besi pipa lengkung akan Saya ulas pada artikel bagian kedua.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/esensi-kuda-kuda-lengkung/">Esensi Kuda-kuda Lengkung, Jenis Bahan Dan Ragam Komponen</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Pakai Rangka Lisplang Besi CNP Atau Rangka Litplang Besi Siku Sebelum Baca Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 20:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[besi CNP]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[lisplang baja]]></category>
		<category><![CDATA[rangka lisplang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penggunaan rangka lisplang besi CNP akhir-akhir ini sudah jarang. Karena dianggap kurang efisien dan efektif. Benarkah demikian?, dan apa penyebabnya. Mari simak pembahasan dalam artikel ini. Oh iya perlu Kami jelaskan lebih dulu, bahwa material besi CNP hanya satu jenis. Yakitu yang terbuat dari besi paduan carbon rendah. Jadi tidak sama dengan kanal C baja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">Jangan Pakai Rangka Lisplang Besi CNP Atau Rangka Litplang Besi Siku Sebelum Baca Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan rangka lisplang besi CNP akhir-akhir ini sudah jarang. Karena dianggap kurang efisien dan efektif. Benarkah demikian?, dan apa penyebabnya. Mari simak pembahasan dalam artikel ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Lisplang-berbentuk-persegi-umumnya-digunakan-untuk-bagian-depan-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2913" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Lisplang-berbentuk-persegi-umumnya-digunakan-untuk-bagian-depan-bangunan.jpg" alt="Persegi adalah salah satu bentuk lisplang yang umum digunakan untuk bangunan kantor pabrik" width="500" height="307" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Lisplang-berbentuk-persegi-umumnya-digunakan-untuk-bagian-depan-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Lisplang-berbentuk-persegi-umumnya-digunakan-untuk-bagian-depan-bangunan-300x184.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Oh iya perlu Kami jelaskan lebih dulu, bahwa material besi CNP hanya satu jenis. Yakitu yang terbuat dari besi paduan carbon rendah. Jadi tidak sama dengan kanal C baja ringan.</p>
<p>Kanal C baja ringan warna putih/silver, sementara besi CNP mayoritas berwarna coklat kehitam-hitamam. Lebih lengkap tentang perbedaan kedua material yang menyerupai huruf C ini, silahkan baca artikel yang <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-rangka-lisplang-besi-holow/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<h2>Kelebihan dan kekurangan rangka lisplang besi CNP</h2>
<p>Ketika digunakan sebagai rangka lisplang pada bangunan pabrik, gudang, warehouse dan lain sebagainya kelebihan CNP adalah:</p>
<h3>1. Tinggi lisplang mencapai 1 meter lebih</h3>
<p>Hal ini disebabkan karena ukuran dan tebal profil besi CNP sangat bervariasi. Sehingga untuk membuat rangka lisplang yang besar/tinggi sekalipun Anda tidak perlu khawatir kekurangan bahan.</p>
<p>Ukuran CNP terkecil adalah 75 mm. Material ini cocok untuk rangka lisplang tinggi 50-60 cm. Sementara ukuran terbesar adalah <a href="https://arsitekta.com/plendes-untuk-tiang-baja-cnp-double-dan-besi-holow/">CNP 200</a>. Karena begitu besar jarang dipakai. Penyebabnya karena tinggi maksimal rangka lisplang umumnya adalah 1,2 m.</p>
<p>Umumnya material yang digunakan untuk rangka lisplang tinggi 120 cm adalah besi CNP 150 sebagai rangka atas dan bawah. Lalu kombinasi dengan besi CNP 125 atau CNP 100. Sebagai rangka vertikal maupun diagonal.</p>
<p>Jadi, boleh dikatakan tidak semua material CNP terpakai untuk membuat rangka lisplang. Melainkan ukuran-ukuran yang umum saja. Antara lain besi CNP 75 sampai CNP 150.</p>
<h3>2. Rangka lisplang besi CNP mampu memikul beban besar</h3>
<p>Seperti penjelasan diatas mengenai keanekaragaman ukuran material CNP. Secara tidak langsung hal tersebut memberi keleluasaan bagi arsitek untuk menentukan bahan pada kebutuhan konstruksi bangunan.</p>
<p>Konstruksi lisplang memiliki peran penting pada tampilan luar bangunan. Karena pemasangan selalu berada di sisi luar bangunan. Namun disamping itu juga harus kokoh. Sebab ada beban yang besar harus dipikul. Selain berat sendiri adalah material penutup, serta beban <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Angin">angin</a>.</p>
<p>Karena bentuk yang profil besi CNP unik. Yakni memiliki punggung yang cukup lebar. Sehingga pemasangan rangka lisplang bagian atas selalu dibuat menghadap kebawah. Dengan demikian beban penutup lisplang yang bekerja secara vertikal langsung berada pada punggung material tersebut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3592" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg" alt="Berbagai macam kegunaan besi CNP double pada bangunan. Salah satunya untuk Kuda-kuda." width="450" height="246" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Sementara pemasangan rangka vertikal dan diagonal pada lisplang, selalu mengahdap ke samping. Hal itu dilakukan untuk memberi daya tahan terhadap tekanan angin.</p>
<p>Oleh sebab itu rangka lisplang besi CNP mampu menahan beban besar. Yang bekerja secara vertikal maupun horizontal.</p>
<h3>3. Konstruksi besi CNP bisa diterapkan dengan sistem mur baut</h3>
<p>Problem yang sering menghambat pemasangan konstruksi baja di proyek adalah ketika sambungan hanya menerapkan las. Sementara tidak jarang komponen konstruksi yang akan dipasang berada pada ketinggian tertentu. Termasuk saat memasang rangka lisplang. Sisi lain semakin besar rangka lisplang yang Anda pasang, pasti letak pemasangannya pun makin tinggi.</p>
<p>Nah, oleh karena semakin tinggi posisi rangka yang akan Anda pasang, seharusnya Anda makin meminimalisir las. Diganti dengan sambungan baut mur. Jika perlu lengkap dengan ring. Supaya proses pemasangan cepat dan tidak resiko.</p>
<p>Besi CNP untuk segala jenis keperluan konstruksi bangunan dapat diterapkan dengan sistem baut. Bahkan sering tidak membutuhkan elemen tambahan. Seperti plat buhul atau plat lekat. Melainkan sambungan langsung.</p>
<p>Anda tinggal memasang sejumlah baut pada CNP, lalu menghubungkannya dengan konstruksi atap dimana rangka CNP tersebut terpasang. Misal konsol, atau tiang kolom baja. Selesai.</p>
<h2>Kelebihan dan kekurangan rangka lisplang besi siku</h2>
<p>Rangka siku artinya sebuah komponen konstruksi bangunan yang seluruhnya menggunakan material besi siku. Besi siku sering disingkat dengan L.</p>
<p>Supaya Anda mudah memilih mana yang paling tepat untuk bangunan Anda. Berikut Kami jelaskan pula kelebihan dan kelemahan rangka lisplang besi siku. Seperti penjelasan diatas tentang rangka lisplang besi CNP.</p>
<h3>a. Kelebihan besi siku</h3>
<p>Untuk membuat rangka lisplang yang kecil. Misal tinggi 40 cm ke bawah. Serta panjang kurang dari 4,0 m. Besi siku sangat bagus dan kokoh. Karena besi jauh lebih tebal dibanding besi CNP.</p>
<p>Selain itu, kelebihan besi siku adalah juga dapat diterapkan dengan sambungan baut. Sehingga walaupun pemasangan tidak tinggi, dan memungkinkan dilakukan dengan las.</p>
<p>Tapi dengan menerapkan sambungan baut pemasangan rangka lisplang siku tentu makin cepat. Dan menguntungkan bagi pekerja yang melaksanakan pekerjaan dengan sistem borong. Bahkan yang hanya borong jasa.</p>
<h3>b. Kekurangan rangka lisplang siku</h3>
<p>Sebagaimana disebutkan diatas, bawah material yang menyerupai huruf L ini tidak cocok untuk lisplang yang besar. Sehingga selalu jatuh pada pilihan rangka lisplang besi CNP.</p>
<p>Besi siku sangat tebal, dan memiliki berat sendiri yang jauh lebih besar dibanding besi CNP. Oleh sebab itu selain lebih kokoh, biaya pemasangan lisplang CNP jauh lebih murah.</p>
<p>Kendala yang terjadi kala besi siku digunakan untuk membuat rangka lisplang yang tinggi. Misal 60 cm ke atas. Adalah mengalami puntir (melintir), alias tidak lurus. Dan hal tersebut kelak membuat tampilan bangunan jadi jelek.</p>
<h2>Material besi yang terbaik untuk rangka lisplang</h2>
<p>Diantara 2 jenis material diatas jelas pilihan terbaik adalah besi CNP. Alasannya karena CNP jauh lebih murah, lebih ringan, kokoh, dan proses pengerjaan (pabrikasi dan pemasangan) pun sangat mudah.</p>
<p>Namun bila dibandingkan lagi dengan rangka lisplang yang terbuat <a href="https://arsitekta.com/borongan-pekerjaan-besi-pipa-dan-besi-holow/">besi holow</a>, maka rangka lisplang besi CNP memiliki kelemahan. Yakni dibidang harga bahan baku, dan ongkos pasang.</p>
<p>Material CNP tergolong mahal karena material yang menyerupai huruf C ini lebih tebal dibanding besi holow. Contoh CNP 75. Paling tipis adalah 1,8 mm. Sementara besi holow yang setara dengan itu, yakni ukuran 40&#215;40, tebalnya hanya 1,2 mm.</p>
<p>Dengan demikian pemakaian material besi CNP secara keseluruhan akan lebih berat. Dibanding besi holow selisih antara 30 &#8211; 35%. Nah dari selisih berat tersebut akan mengakibatkan biaya pemasangan rangka lisplang besi CNP lebih tinggi dibanding lisplang besi holow.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">Jangan Pakai Rangka Lisplang Besi CNP Atau Rangka Litplang Besi Siku Sebelum Baca Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelebihan Dan Kekurangan Rangka Lisplang Besi Holow</title>
		<link>https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-rangka-lisplang-besi-holow/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 20:35:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[besi stal kotak]]></category>
		<category><![CDATA[lisplang besi]]></category>
		<category><![CDATA[rangka lisplang baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5373</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pahami apa saja kelebihan rangka lisplang besi holow dan bandingkan dengan kekurangannya, baru Anda tentukan pilihan. Untuk memastikan apakah rangka lisplang tersebut sesuai dengan model konstruksi bangunan yang Anda buat. Untuk membuat sebuah lisplang yang bagus harus pakai rangka. Material yang paling banyak digunakan saat ini adalah besi holow. Nah sebelum Anda menentukan pilihan akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-rangka-lisplang-besi-holow/">Kelebihan Dan Kekurangan Rangka Lisplang Besi Holow</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pahami apa saja kelebihan rangka lisplang besi holow dan bandingkan dengan kekurangannya, baru Anda tentukan pilihan. Untuk memastikan apakah rangka lisplang tersebut sesuai dengan model konstruksi bangunan yang Anda buat.</p>
<p>Untuk membuat sebuah lisplang yang bagus harus pakai rangka. Material yang paling banyak digunakan saat ini adalah besi holow. Nah sebelum Anda menentukan pilihan akan menggunakan rangka lisplang besi holow, ketahui dulu apa kelebihan dan kekurangannya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gabungan-lisplang-persegi-dan-kombinasi-pada-sebuah-gudang.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2915" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gabungan-lisplang-persegi-dan-kombinasi-pada-sebuah-gudang.jpg" alt="Contoh pemasangan lisplang bentuk kombinasi pada konstruksi gudang" width="500" height="308" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gabungan-lisplang-persegi-dan-kombinasi-pada-sebuah-gudang.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Gabungan-lisplang-persegi-dan-kombinasi-pada-sebuah-gudang-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Tujuan mengetahui kelebihan dan kekurangan elemen konstruksi bangunan secara umum adalah untuk meminimalisir resiko. Yang diakibatkan oleh faktor eksternal, misal gempa. Maupun faktor internal misalnya kebakaran.</p>
<p>Sementara tujuan khusus adalah untuk meminimalisir biaya konstruksi bangunan, tanpa mengesampingkan kekuatan dan estetika. Serta untuk mendapat material yang paling pas untuk konstruksi bangunan.</p>
<p>Dalam hal konstruksi bangunan yang dimaksud adalah lisplang. Sedangkan elemen lisplang terbagi 2, yaitu rangka dan tutup lisplang. Nah yang menjadi topik utama pembahasan adalah mengenai elemen rangka. Terbuat dari besi holow.</p>
<h2>Kelebihan rangka lisplang besi holow</h2>
<p>Besi holow atau besi stal kotak yang sering digunakan untuk membuat rangka lisplang adalah ukuran: 20&#215;40; 40&#215;40; 40&#215;60 dan 60&#215;60 mm. Memiliki kelebihan sebagai berikut:</p>
<h3>1. Ringan dan murah</h3>
<p>Murah atau tidaknya harga besi baja adalah ditentukan seberapa berat material tersebut. Semakin tebal profil material besi, tentu makin berat. Dan harganya pun mahal.</p>
<p>Sebaliknya demikian. Kalau material besi tipis, maka harganya pasti murah. Besi holow termasuk murah karena tebal material yang digunakan untuk membuat rangka lisplang tidak sampai 3 mm. Tapi hanya 2 &#8211; 2,3 mm.</p>
<p>Dampak positif berikutnya adalah terhadap upah kerja. Bilamana sistem pengerjaan rangka dilakukan dengan cara <a href="https://arsitekta.com/borongan-jasa-konstruksi-baja-dan-ragam-biaya/" target="_blank" rel="noopener">borong jasa</a>, maka acuan volume pekerjaan adalah tonase besi holow. Jadi, tetap lebih murah. Karena tonase rangka lisplang besi holow tidak besar.</p>
<p>Contoh ketika membuat rangka lisplang tinggi 50 cm. Material yang dibutuhkan adalah: 1]. Holow 40x40x2 mm digunakan sebagai batang atas dan bawah, lalu 2]. Holow 20x40x2 mm, digunakan sebagai rangka vertikal dan diagonal.</p>
<p>Total tonase material per meter adalah:<br />
&#8211; Rangka atas/bawah = 1 x 2 x 2,59 kg = 5,18 kg<br />
&#8211; Rangka vertikal = 0,50 x 2 x 1,94 kg = 1,94 kg<br />
&#8211; Diagonal = 1,20 x 1 x 1,94 kg = 2,23 kg<br />
= 9,46 kg</p>
<p>Berdasarkan hitungan diatas bisa diketahui, jika tinggi lisplang adalah 40 cm. Berarti tonase rangka adalah:<br />
= (9,46 : 50) x 40 cm<br />
= 7,57 kg/m</p>
<h3>2. Pabrikasi mudah</h3>
<p>Proses pabrikasi rangka lisplang besi holow tergolong mudah karena terdiri dari 5 tahap:</p>
<ol>
<li>Pengukuran</li>
<li>Pemotongan bahan</li>
<li>Setting rangka batang</li>
<li>Mengelas</li>
<li>Pengecatan</li>
</ol>
<p>Pada pekerjaan tersebut sama sekali tidak ada proses pengeboran. Sebagaimana dilakukan pada saat membuat lubang sambungan <a href="https://arsitekta.com/mur-kepala-segi-enam-yang-sering-digunakan-pada-struktur-baja/">baut mur</a> pada konstruksi baja pada umumnya.</p>
<p>Selain itu penggunaan material plat buhul untuk rangka holow tidak ada. Oleh sebab itu proses pengerjaan sangat cepat dan praktis. Beda dengan rangka lisplang yang terbuat dari material besi CNP dan besi siku.</p>
<h3>3. Paling minimalis</h3>
<p>Dari antara sekian banyak jenis material baja beredar di Indonesia. Yang paling minimalis adalah besi holow. Kemudian disusul oleh besi pipa.</p>
<p>Oleh sebab itu ketika besi holow diaplikasikan sebagai bahan bangunan, otomatis bangunan menjadi minimalis. Tidak terkecuali ketika dipakai untuk membuat rangka lisplang.</p>
<p>Sejalan dengan letak pasang lisplang yang menjadi satu kesatuan dengan fasad bangunan. Pula menjadi alasan tersendiri mengapa besi holow menjadi pilihan yang pertama.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa se-bagus apapun tampilan bangunan, kalau tidak didukung oleh material yang terbaik pasti hasilnya tidak maksimal.</p>
<p>Jadi, antara hasil akhir dan bahan bangunan yang digunakan adalah 2 hal yang saling berkaitan erat. Dalam hal ini yaitu besi holow dengan lisplang. Atau antara besi holow dengan pintu / pagar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Material-besi-stal-kotak.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2974" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Material-besi-stal-kotak.jpg" alt="Ragam macam ukuran dan jenis besi stal kotak (holow) yang sangat berguna untuk bahan bangunan" width="887" height="546" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Material-besi-stal-kotak.jpg 887w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Material-besi-stal-kotak-300x185.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Material-besi-stal-kotak-768x473.jpg 768w" sizes="(max-width: 887px) 100vw, 887px" /></a></p>
<h2>Kekurangan rangka lisplang besi holow</h2>
<p>Pada kondisi tertentu setiap material baja akan memiliki kekurangan. Termasuk besi holow. Ketika digunakan untuk rangka lisplang tinggi 80 cm keatas, memiliki kelemahan sebagai berikut:</p>
<h3>a. Kurang kokoh</h3>
<p>Hal ini disebabkan oleh pemasangan besi holow dilakukan secara vertikal. Sementara tumpuan rangka rata-rata jarak 6,0 meter, atau lebih. Sesuai dengan jarak pemasangan konsol, atau tiang kolom.</p>
<p>Tambah lagi beban angin dan tutup lisplang. Maka besi holow dianggap tidak memadai. Karena terlalu tipis. Solusinya adalah menggunakan material besi yang lain. Seperti CNP dan besi siku.</p>
<p>Pembahasan mengenai 2 jenis material yang berbentuk huruf C dan L ini sebagai rangka lisplang, dapat Anda temukan dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini juga. Untuk itu silahkan Anda <a href="https://tekno.kompas.com/read/2023/10/21/14310077/langkah-langkah-browsing-di-internet-yang-perlu-diketahui?page=all">browsing</a> dalam kolom pencarian, atau di halaman pencarian google.</p>
<h3>b. Pemasangan relatif sulit</h3>
<p>Pabrikasi rangka lisplang besi holow umum dilakukan di workshop atau di proyek. Tapi sudah dalam bentuk rangkaian. Sesuai dengan panjang bentang. Misal 6 atau 8 meter.</p>
<p>Sementara pemasangan dilakukan pada ketinggian 4 meter lebih. Dengan cara las. Oleh sebab itu membutuhkan teknik khusus. Menggunakan alat yang modern sehingga tenaga kerja sedikit. Atau pakai alat konvensional saja, tetapi melibatkan banyak pekerja.</p>
<p>Alat modern untuk memasang rangka lisplang adalah crane. Sementara alat konvensional adalah perancah scafolding. Kedua metode ini sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahan. Khususnya dalam hal biaya.</p>
<p>Maka disimpulkan bahwa pemasangan rangka lisplang besi holow dapat dilakukan dengan cepat, tapi butuh anggaran besar. Sementara kalau biaya rendah, berarti Anda harus melakukan pemasangan dengan cara manual. Tapi lambat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-rangka-lisplang-besi-holow/">Kelebihan Dan Kekurangan Rangka Lisplang Besi Holow</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian Besi Kolom, Ragam Jenis Dan Biaya Pasang Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengertian-besi-kolom-dan-ragam-jenis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 07:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[besi beton]]></category>
		<category><![CDATA[besi beton kolom]]></category>
		<category><![CDATA[beton bertulang]]></category>
		<category><![CDATA[kolom beton]]></category>
		<category><![CDATA[kolom praktis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia konstruksi Indonesia setiap saat mengalami perubahan. Perubahan tersebut termasuk dalam hal penamaan komponen konstruksi bangunan. Salah satu diantaranya adalah besi kolom. Tak jarang pula antara satu daerah dengan daerah lain terdapat perbedaan nama. Yang pada umumnya dipengaruhi oleh bahasa daerah itu sendiri. Atau tanpa sengaja muncul istilah baru oleh para pekerja bangunan. Lalu menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengertian-besi-kolom-dan-ragam-jenis/">Pengertian Besi Kolom, Ragam Jenis Dan Biaya Pasang Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia konstruksi Indonesia setiap saat mengalami perubahan. Perubahan tersebut termasuk dalam hal penamaan komponen konstruksi bangunan. Salah satu diantaranya adalah besi kolom.</p>
<p>Tak jarang pula antara satu daerah dengan daerah lain terdapat perbedaan nama. Yang pada umumnya dipengaruhi oleh bahasa daerah itu sendiri. Atau tanpa sengaja muncul istilah baru oleh para pekerja bangunan. Lalu menjadi populer diantara mereka di daerah tersebut.</p>
<p>Dampak dari semua itu secara teknis memang tidak berpengaruh secara langsung pada kualitas bangunan. Namun terhadap pelaksanaan pembangunan. Selain tidak lancar, sering pula salah dalam menggunakan material.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Tips-Membeli-Besi-Tulangan-untuk-Kolom-Praktis.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3871" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Tips-Membeli-Besi-Tulangan-untuk-Kolom-Praktis.jpg" alt="Tata cara membeli besi tulangan yang sudah jadi untuk kolom praktis" width="400" height="260" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Tips-Membeli-Besi-Tulangan-untuk-Kolom-Praktis.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Tips-Membeli-Besi-Tulangan-untuk-Kolom-Praktis-300x195.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<h2>Pengertian dan fakta</h2>
<p>Oleh orang awam sering mendefinisikan bahwa besi kolom sama dengan besi beton. Padahal arti yang sebenarnya adalah sejumlah material logam yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan kolom.</p>
<p>Jadi tidak merujuk pada salah satu jenis material saja. Melainkan kepada seluruh jenis material besi yang memungkinkan digunakan untuk membuat satu buah tiang kolom.</p>
<p>Selain besi beton yang memenuhi syarat misalnya besi pipa, besi holow dan sejumlah material baja profil. Seperti baja HB, WF, UNP dan CNP. Jadi, pilihannya sangat banyak.</p>
<p>Persepsi yang salah seperti ini lah yang mengakibatkan pekerjaan bangunan tidak lancar. Terlebih lagi kalau tidak dilengkapi dengan <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/" target="_blank" rel="noopener">gambar kerja</a>. Maka tukang akan sulit menentukan jenis material besi yang akan digunakan.</p>
<p>Sekali lagi, kolom dan besi beton adalah 2 hal yang berbeda. Kolom adalah salah satu konstruksi yang terpasang secara tegak lurus, dan berfungsi sebagai struktur penopang utama pada bangunan.</p>
<p>Sementara besi beton adalah hanya salah satu dari sekian banyak ragam material logam yang sering digunakan untuk konstruksi bangunan.</p>
<h2>Ragam besi kolom dan pengerjaan</h2>
<p>Kolom pada sebuah bangunan bermacam-macam. Bisa dibedakan menurut material yang digunakan, menurut fungsi dan letak, serta menurut proses pengerjaan di lapangan (on site), atau di workshop (out site).</p>
<p>Kita bahas satu per satu. Menurut jenis bahan, antara lain: 1]. Kolom baja, 2]. Kolom beton, dan 3]. kolom kayu.</p>
<h3>1. Kolom baja menurut proses pengerjaan</h3>
<p>Kolom baja ragamnya tak terhingga. Mengapa Saya sebut tak terhingga?. Karena hampir semua material baja profil bisa digunakan untuk membuat kolom bangunan. Dengan atau tanpa proses rekayasa sama sekali.</p>
<p>Kolom baja tanpa rekayasa artinya yang hanya menggunakan satu jenis material baja profil. Misal <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-kuda-kuda-joglo-pakai-baja-wf/">baja IWF</a>, H-Beam, dan Honeycom.</p>
<p>Sedangkan kolom baja yang melalui proses rekayasa adalah yang menggunakan lebih dari satu jenis material. Dalam istilah konstruksi disebut baja profil gabungan. Atau baja profil tersusun.</p>
<p>Selain yang terbuat dari material baja profil. Ada pula kolom yang sejenis. Yakni terbuat dari baja ringan. Bentuk kolom baja ringan pun mirip dengan kolom baja profil. Yakni berupa batang tunggal atau gabungan.</p>
<h3>2. Kolom beton dan jenis-jenis bahan yang digunakan</h3>
<p>Menurut fungsinya kolom beton terbagi menjadi 2 macam. Yakni kolom beton struktur dan kolom beton praktis.</p>
<p>Kolom beton struktur maupun kolom praktis terbuat dari bahan yang sama. Yaitu besi beton polos atau ulir yang berfungsi sebagai tulang, dan cor beton berfungsi sebagai isian.</p>
<p>Nah atas dasar ini lah muncul istilah besi kolom. Seakan-akan bahwa semua kolom pada bangunan menggunakan besi beton. Dan/atau hanya terbuat dari kolom beton.</p>
<p>Sejauh ini hemat Saya tidak perlu merubah persepsi tersebut. Tapi, memberi pemahaman yang lebih detail mengenai jenis-jenis besi beton yang sering digunakan untuk membuat kolom.</p>
<p>Untuk kolom beton struktur umumnya menggunakan besi beton polos Ø16 mm ke atas. Atau, jika menggunakan besi beton ulir adalah ukuran D13 ke atas.</p>
<p>Sementara untuk kolom beton praktis adalah umumnya menggunakan besi beton polos Ø10 atau 12 mm, yang berfungsi sebagai tulangan pokok. Dan, besi Ø6 sebagai begel atau sengkang.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3560" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal.jpg" alt="Ragam ukuran besi beton untuk struktur rumah tinggal sederhana dan bertingkat" width="500" height="295" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Detail-besi-tulangan-rumah-tinggal-300x177.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Biaya pasang besi kolom saat ini</h2>
<p>Walau sama-sama menggunakan bahan yang sejenis, biaya pemasangan besi kolom praktis umumnya beda dengan biaya pemasangan besi kolom struktur.</p>
<p>Perbedaan tersebut disebabkan oleh 2 hal, yaitu: 1]. Dimensi kolom beton, dan 2]. Ukuran besi tulangan yang digunakan untuk masing-masing kolom beton.</p>
<p>Perhatikan gambar diatas. Penampang kolom beton praktis sangat kecil. Dan pada umumnya berbentuk kotak. Sementara kolom beton struktur memiliki penampang yang sangat besar. Dan, selain berbentuk kotak tak jarang pula berbentuk bulat, bahkan <a href="https://kumparan.com/ragam-info/12-ciri-ciri-dari-segi-lima-dan-segi-enam-dalam-bangun-datar-21FapCGV3kf">segi enam</a>.</p>
<p>Oleh sebab itu biaya pemasangan besi kolom praktis selalu lebih murah, dan dihitung dengan satuan meter lari. Sedangkan besi tulangan kolom struktur dihitung dengan tonase, layaknya borongan pekerjaan konstruksi baja. Dan hasilnya jauh lebih mahal dibanding.</p>
<p>Contoh borongan pemasangan besi tulangan di kota Semarang, bulan Juli 2024 sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kolom praktis Rp 15.000,-/m</li>
<li>Kolom struktur Rp 1.150,-/kg</li>
</ul>
<p>Biaya tersebut meliputi pemotongan, bending, rangkai dan pasang besi kolom pada tempat-tempat yang telah ditentukan dalam gambar kerja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengertian-besi-kolom-dan-ragam-jenis/">Pengertian Besi Kolom, Ragam Jenis Dan Biaya Pasang Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelebihan Dan Kekurangan BRC Selengkapnya Begini Jangan Sampai Terlewatkan</title>
		<link>https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-material-brc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 13:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan material BRC]]></category>
		<category><![CDATA[pagar BRC]]></category>
		<category><![CDATA[pintu BRC]]></category>
		<category><![CDATA[ragam ukuran material BRC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diakui atau tidak semua material dan bahan bangunan pasti punya kelemahan dan kekurangan. Sekalipun material tersebut dibuat dengan alat modern seperti BRC, wiremesh, spandeck, atau alat-alat sambung konstruksi baja. Misalnya baut mur, spand skrup, drilling screw dan sebagainya. Khusus pembahasan kali ini akan Kami ulas kelebihan dan kekurangan BRC. Agar BRC berfungsi dengan bagus untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-material-brc/">Kelebihan Dan Kekurangan BRC Selengkapnya Begini Jangan Sampai Terlewatkan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diakui atau tidak semua material dan bahan bangunan pasti punya kelemahan dan kekurangan. Sekalipun material tersebut dibuat dengan alat modern seperti <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-material-brc/">BRC</a>, wiremesh, spandeck, atau alat-alat sambung konstruksi baja. Misalnya baut mur, spand skrup, drilling screw dan sebagainya. Khusus pembahasan kali ini akan Kami ulas kelebihan dan kekurangan BRC.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5343" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg" alt="material BRC yang sering digunakan di Indonesia untuk pagar dan pintu" width="695" height="517" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg 695w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /></a></p>
<p>Agar BRC berfungsi dengan bagus untuk durasi yang panjang. Berarti Kita harus meminimalisir setiap kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada material tersebut. Sementara di sisi lain Kita juga harus memaksimalkan setiap kelebihan-kelebihannya.</p>
<p>Hal ini yang sering terlewatkan sehingga mengakibatkan tingginya maintenance. Lalu menganggap satu produk tidak berkualitas baik. Padahal penangannya yang tidak dilakukan secara profesional.</p>
<h2>Kelebihan material BRC</h2>
<p>Sebagaimana dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa material BRC adalah berasal dari Inggris dan populer hingga saat ini di Indonesia. Adalah salah satu bukti nyata bahwa material ini memiliki kelebihan khusus. Sehingga mampu bersaing dengan produk negara-negara modern lainnya dalam memenuhi kebutuhan proyek-proyek pembangunan di Indonesia.</p>
<p>Kaitannya dengan kelebihan dan kekurangan BRC. Setidaknya Kami menemukan 3 alasan mengapa produk ini bisa eksis sampai kini, yaitu:</p>
<h3>1. Memiliki lapisan anti karat yang tinggi</h3>
<p>Setiap pembelian BRC Anda akan diberi garansi sesuai dengan jenis material. Dalam hal ini yang dimaksud adalah tingkat ketahanan material terhadap korosi yang ditentukan oleh metode pemberian lapisan galvanis. Yaitu BRC jenis Hot Dip Galvanish atau Electroplating Galvanish.</p>
<p>Pun demikian dalam hal pemberian lapisan galvanis. Saat ini beberapa produsen memberi kebebasan kepada konsumen untuk menentukan tebal galvanis pada material BRC yang hendak dibeli. Jadi tidak hanya menjual produk yang sudah jadi.</p>
<p>Khusus BRC Hot Dip Galvanish garansi diberikan berdasarkan ketebalan galvanis. Yakni 3 tahun untuk lapisan anti karat tebal 1 mikron. Jadi, bila Anda pesan 3 mikron. Berarti garansi 9 tahun. Sangat tinggi bukan?. Mari kita buktikan dengan membandingkan <a href="https://arsitekta.com/perhitungan-kebutuhan-cat-baja/" target="_blank" rel="noopener">cat dasar</a> besi.</p>
<p>Pengecatan anti karat baja konstruksi umumnya minimal 25 mikron. Itu pun belum sepenuhnya memberi ketahanan terhadap korosi. Oleh sebab itu selalu disarankan untuk melakukan finishing cat. Jadi, setidaknya proses pengecatan dilakukan 2x. Sementara BRC hanya sekali dan sangat tipis.</p>
<h3>2. Material siap pasang</h3>
<p>Setiap material BRC sudah dalam kondisi siap pasang ketika kita beli. Dan pemasangannya juga dilakukan dengan sistem baut. Pun komponen-komponen yang diperlukan saat pemasangan sudah disediakan oleh pabrik. Misalnya tiang, klem dan baut mur. Sehingga benar-benar sangat praktis dan hemat biaya.</p>
<p>Dalam hal ini yang perlu dipersiapkan hanya pondasi untuk dudukan tiang BRC. Apakah berupa beton bertulang, atau cukup menggunakan pondasi batu belah.</p>
<p>Terkait dengan dudukan tiang BRC tersebut, pun sebenarnya tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan BRC. Sebab lingkup biaya pemasangan BRC adalah item-item yang terkait secara langsung. Yakni material BRC sendiri, baut mur, klem dan tiang yang terbuat dari pipa besi.</p>
<h3>3. Desain dan bentuk unik</h3>
<p>Dari segi desain maupun bentuk. Sangat menarik di ulas dalam konteks kelebihan dan kekurangan BRC. Beberapa pendapat mengatakan desain BRC konvensional dan statis. Alias tidak pernah mengalami perubahan. Padahal desain bangunan selalu mengalami perubahan. Apakah hal tersebut termasuk kelemahan?, Jawabnya tidak!.</p>
<p>Justru dengan desain yang tidak pernah berubah membuktikan bahwa material BRC konsisten dengan rancangan yang dibuat oleh penemunya dahulu. Oleh para arsitek justru BRC merupakan sebuah penemuan spektakuler. Karena mampu bersaing selama 1 abad lebih dengan produk-produk baru yang ber-desain modern.</p>
<p>Sejauh pengamatan Penulis meninjau dari segi fungsi. Desain BRC saat ini adalah yang paling ideal untuk bahan pagar dan pintu. Bentuknya sangat minimalis dan sederhana. Yaitu hanya berupa garis-garis tipis dan memiliki lubang kotak. Tapi bisa memberi pembatas ruang terbuka secara masif.</p>
<p>Ketika BRC digunakan sebagai pagar keliling, kondisi dalam bangunan tetap terlihat dari luar. Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah agar pemasangan pagar jangan sampai tertutup total. Melainkan harus semi terbuka. Sehingga pandangan dari dalam dan luar bangunan tidak terhalang.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Estetika-penataam-ruang-berdasarkan-konsep-perencanaan-arsitektur.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5305" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Estetika-penataam-ruang-berdasarkan-konsep-perencanaan-arsitektur.jpg" alt="Estetika Penataan Ruang Yang Terbaik Pada Arsitektur Bangunan Menurut Arsitek Mula-mula" width="1000" height="668" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Estetika-penataam-ruang-berdasarkan-konsep-perencanaan-arsitektur.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Estetika-penataam-ruang-berdasarkan-konsep-perencanaan-arsitektur-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Estetika-penataam-ruang-berdasarkan-konsep-perencanaan-arsitektur-768x513.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<h2>Kekurangan material BRC</h2>
<p>Setelah membahas mengenai konteks kelebihan dan kekurangan BRC saat ini ada 2, yakni terkait dengan tampilan warna dan varian bentuk.</p>
<h3>a. Tampilan warna BRC 1</h3>
<p>Penyebabnya satu-satunya adalah adanya lapisan galvalnis pada seluruh permukaan material BRC. Lapisan anti korosi tersebut memang dirancang sekaligus sebagai tampilan akhir. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali melakukan pengecatan ulang untuk mendapatkan warna yang lain.</p>
<p>Dari segi teknis memang tidak menyalahi aturan. Misalnya akan mempengaruhi karakter lapisan galvanis. Tetapi hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, serta waktu yang cukup lama. Sebab pengecatan material BRC harus menggunakan cat yang berkualitas tinggi, serta dilakukan dengan spray.</p>
<p>Singkatnya, ketika Anda ingin pakai material ini sebagai bagian dari konstruksi bangunan Anda. Berarti Anda sudah siap menerima tampilan BRC apa adanya. Yakni warna silver (crom). Atau, menyiapkan sejumlah tambahan anggaran untuk melakukan pengecatan.</p>
<h3>
b. Varian bentuk BRC 1</h3>
<p>Kasusnya mirip dengan tampilan warna. Walau pilihan ukuran BRC sangat banyak, namun bentuk material semua sama. Berupa lembaran dengan pola kotak-kotak, dan terdapat bentuk segitiga di sisi kanan dan kiri. Oleh sebab itu kegunaan BRC sangat terbatas. Yakni hanya pada pekerjaan pagar dan pintu.</p>
<p>Penggunaan BRC untuk pekerjaan pagar pun sebenarnya hanya beberapa jenis. Alias disertai dengan beberapa syarat. Karena pemasangan pagar BRC hanya cocok untuk beberapa jenis bangunan saja. Misalnya gudang, pabrik, <a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-konstruksi-kandang-ayam/">kandang ternak</a> dan area-area terbuka yang tidak mengedepankan estetika dan keindahan.</p>
<p>Sebenarnya sangat mudah melakukan modifikasi pada material BRC. Untuk memperoleh bentuk sesuai dengan keinginan. Tapi, lagi-lagi upaya tersebut membutuhkan anggaran dan waktu yang lama. Maka dari itu, jarang dilakukan.</p>
<h2>Fakta tentang harga BRC</h2>
<p>Bicara mengenai kelebihan dan kekurangan BRC sebenarnya berkaitan juga dengan harga. Tetapi karena tidak ada material yang sejenis dengan BRC, kita tidak bisa mengambil perbandingan untuk mengatakan bahwa BRC sangat mahal, atau murah.</p>
<p>Oleh sebab itu hemat Penulis harga BRC adalah relatif. Bisa mahal dan bisa juga murah. Mahal jikalau penggunaan material BRC salah tempat. Dengan kata lain, sebenarnya masih ada material lain yang lebih pas dan murah. Tetapi tidak Anda gunakan.</p>
<p>Dan dikatakan murah, bilamana penggunaan BRC memang dianggap sudah paling tepat. Karena tidak ada material lain yang bisa menandingi. Baik dari segi kualitas, harga, kemudahan pemasangan, maupun manfaat yang diperoleh.</p>
<h2>Cara membuktikan BRC berkualitas bagus atau tidak</h2>
<p>Sekian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan BRC. Hemat Penulis, baik tidaknya kualitas satu jenis material bangunan tidak ditentukan oleh banyaknya kelemahan pada material tersebut. Sebab kelemahan-kelemahan tersebut sifatnya tidak <a href="https://kbbi.web.id/mutlak">mutlak</a>, dan selalu dapat dicegah sebelum pemakaian material. Hanya saja sering menimbulkan beberapa konsekuensi. Terutama pada biaya.</p>
<p>Sebaliknya, kualitas material tidak serta merta bisa disebut bagus jika terdapat banyak kelebihan. Sebab azas manfaat yang kita kehendaki dari penggunaan satu jenis material adalah jangka panjang. Jika memungkinkan selama-lamanya.</p>
<p>Oleh sebab itu, satu-satunya cara membuktikan bahwa suatu material/bahan bangunan berkualitas bagus adalah dari tindakan perawatan (maintenance) yang kita lakukan. Jika tidak ada, berarti bagus. Cukup!.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-dan-kekurangan-material-brc/">Kelebihan Dan Kekurangan BRC Selengkapnya Begini Jangan Sampai Terlewatkan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Tentang Material BRC</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-material-brc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 13:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[pagar BRC]]></category>
		<category><![CDATA[pintu BRC]]></category>
		<category><![CDATA[ragam ukuran material BRC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diantara sekian banyak materi dan bahan bangunan Indonesia, BRC adalah salah satu yang tidak memiliki kepanjangan. Namun hingga saat ini tetap populer. Khususnya untuk pekerjaan pagar dan pintu. Tentu karena material BRC memiliki beberapa kelebihan. Lebih spesifik lagi pada pekerjaan konstruksi baja. Material ini erat hubungannya. Karena terbuat dari bahan dasar yang sama, serta sistem [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-material-brc/">Pengetahuan Dasar Tentang Material BRC</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara sekian banyak materi dan bahan bangunan Indonesia, BRC adalah salah satu yang tidak memiliki kepanjangan. Namun hingga saat ini tetap populer. Khususnya untuk pekerjaan pagar dan pintu. Tentu karena material BRC memiliki beberapa kelebihan.</p>
<figure id="attachment_5343" aria-describedby="caption-attachment-5343" style="width: 695px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5343 size-full" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg" alt="material BRC yang sering digunakan di Indonesia untuk pagar dan pintu" width="695" height="517" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC.jpg 695w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/08/contoh-material-Pagar-BRC-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /></a><figcaption id="caption-attachment-5343" class="wp-caption-text">Sumber : satriamadangkara.com</figcaption></figure>
<p>Lebih spesifik lagi pada pekerjaan konstruksi baja. Material ini erat hubungannya. Karena terbuat dari bahan dasar yang sama, serta sistem pemasangannya pun sangat mirip. Yakni menggunakan alat las dan baut mur.</p>
<h2>Asal-usul BRC dan kaitannya dengan wiremesh</h2>
<p>Awalnya BRC adalah nama sebuah perusahaan Inggris. Berdiri tahun 1901. Perusahaan tersebut lah yang pertama sekali memperkenalkan material wiremesh yang sering kita gunakan saat ini sebagai pengganti besi tulangan pada cor beton. BRC adalah singkatan dari <em>British Reinforce Concrete.</em></p>
<p>Akan tetapi penggunaan kata BRC di Indonesia tidak diketahui sejak kapan beralih menjadi sebuah nama produk bahan bangunan. Yang mana produk tersebut memang mirip dengan <a href="https://arsitekta.com/semua-ukuran-dan-berat-wiremesh-per-lembar-roll-dan-m2-anda-temui-disni/" target="_blank" rel="noopener">wiremesh</a>. Seperti terlihat pada paragraf 2.</p>
<p>Akan hal itu menurut pengamatan Penulis, material BRC awalnya memang diproduksi oleh perusahaan yang sama dengan material wiremesh. Dan pemasarannya hingga ke seluruh penjuru dunia. Termasuk Indonesia. Sehingga bisa terkenal hingga sekarang.</p>
<p>Khusus mengenai penggunaan nama material, menurut Penulis mungkin sengaja merujuk pada nama perusahaan tersebut. Sebab hal demikian sering dilakukan zaman dulu. Bukan hanya terhadap sebuah produk, tetapi termasuk untuk nama-nama tempat. Misalnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Konstantinopel">Konstantinopel</a>. Bahkan terhadap ajaran kepercayaan. Misalnya Kristen. Yang berarti pengikut Kristus.</p>
<h2>Bahan dasar dan ragam material BRC</h2>
<p>Bahan dasar BRC adalah logam. Sama seperti material besi yang digunakan untuk bahan bangunan pada umumnya. Akan tetapi proses pembuatan BRC melalui beberapa tahapan.</p>
<p>Pertama. Sejumlah batang bulat yang menyerupai besi beton disusun dengan jarak tertentu sehingga membentuk pola kotak-kotak. Lalu setiap pertemuan bahan baku tersebut disatukan menggunakan las khusus. Maka terbentuk lah BRC lembaran dengan pola kotak-kotak.</p>
<p>Kedua. Proses perkuatan material tersebut, sisi atas dan sisi bawah di tekuk pada arah yang sama. Menjadi bentuk segitiga dan saling berhadapan. Dengan demikian BRC bisa berdiri, dan layak digunakan untuk bahan pagar maupun pintu.</p>
<h3>Ragam material</h3>
<p>Tahap 3. Pemberian lapisan akhir. Supaya material BRC tahan karat. Dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1]. Hot Dip Galvanizing dan 2]. Electrolating Galvanizing.</p>
<p>BRC Hot Dip Galvanized dibuat dengan cara mencelupkan BRC yang sudah berbentuk lembaran ke dalam cairan seng (zinc) panas. Temperatur cairan tersebut antara 420 &#8211; 450*C.</p>
<p>Sementara BRC Electrolating Galvanizing dibuat melalui serangkaian proses kimiawi dan arus listrik untuk mengalirkan partikel-partikel seng pada permukaan BRC.</p>
<p>Perbandingan kualitas ketahanan terhadap korosi. BRC Hot Dip Galvanized sampai 10 tahun. Sementara BRC Electrolating Galvanizing hanya 4-5 tahun. Setelah itu akan muncul tanda-tanda karat.</p>
<h3>Ragam ukuran</h3>
<p>Spesifikasi BRC menurut ukuran besi bulat yang digunakan sebagai bahan baku ada 2 macam, yakni dia.6 dan dia.7 mm. Lalu, menurut spasi terbagi menjadi 3, yaitu jarak 8 mm, 10 mm dan 12 mm.</p>
<p>Kemudian setelah melalui proses produksi ukuran 1 lembar material BRC menjadi beberapa jenis, yakni:</p>
<ul>
<li>90 x 240 cm</li>
<li>120 x 240 cm</li>
<li>150 x 240 cm</li>
<li>175 x 240 cm</li>
<li>200 x 240 cm</li>
</ul>
<p>Selain 5 jenis ukuran tersebut sebenarnya masih ada ukuran yang lebih besar. Namun sangat jarang dipakai, karena harus melalui inden yaitu:</p>
<ul>
<li>225 x 240 cm</li>
<li>250 x 240 cm</li>
<li>300 x 240 cm</li>
</ul>
<p>Nah untuk memudahkan penjualan, dan pengenalan pengenalan terhadap ragam ukuran BRC, misal oleh produsen diberi kode, seperti berikut:<br />
SDE-90 A2 = BRC dia.6 ukuran 900 x 2.400 mm<br />
SDE-90 A3 = BRC dia.7 ukuran 900 x 2.400 mm<br />
SDE &#8211; 90 A4 = BRC dia.8 ukuran 900 x 2.400 mm<br />
SDE-120 A2 = BRC dia.6 ukuran 1.200 x 2.400 mm<br />
SDE-120 A3 = BRC dia.7 ukuran 1.200 x 2.400 mm<br />
SDE &#8211; 120 A4 = BRC dia.8 ukuran 1.200 x 2.400 mm<br />
SDE-150 A2 = BRC dia.6 ukuran 1.500 x 2.400 mm<br />
SDE-150 A3 = BRC dia.7 ukuran 1.500 x 2.400 mm<br />
SDE &#8211; 150 A4 = BRC dia.8 ukuran 1.500 x 2.400 mm<br />
SDE-175 A2 = BRC dia.6 ukuran 1.750 x 2.400 mm<br />
SDE-175 A3 = BRC dia.7 ukuran 1.750 x 2.400 mm<br />
SDE &#8211; 175 A4 = BRC dia.8 ukuran 1.750 x 2.400 mm<br />
SDE-200 A2 = BRC dia.6 ukuran 2.000 x 2.400 mm<br />
SDE-200 A3 = BRC dia.7 ukuran 2.000 x 2.400 mm<br />
SDE &#8211; 200 A4 = BRC dia.8 ukuran 2.000 x 2.400 mm</p>
<p>SDE disini adalah sebagai kode material. Sementara notasi berikut setelah kode adalah keterangan tentang dimensi material. Adapun penggunaan kode kemungkinan besar berbeda-beda setiap produsen. Akan tetapi dimensi material yang menyerupai jaring tersebut pada umumnya sama.</p>
<h3>Kegunaan material pada bangunan</h3>
<p>Material BRC paling banyak digunakan untuk membuat pagar keliling pada sebuah halaman, tanah kosong, atau sebagai pembatas 2 area yang berada dalam satu kawasan.</p>
<p>Kedua, untuk bahan pintu. Antara lain jenis pintu gerbang type dorong dan swing, pintu ruang genset, pintu ruang panel dan sebagainya.</p>
<p>Selain 2 hal diatas, tidak menutup kemungkinan material pabrikan ini bisa Anda modifikasi untuk keperluan konstruksi bangunan yang lain. Misal untuk membuat sekat ruangan, teralis jendela, <a href="https://arsitekta.com/tips-memilih-material-untuk-pagar-balkon-rumah/">pagar balkon</a> dan lain-lain.</p>
<h2>Ketersediaan dan harga material BRC di pasaran</h2>
<p>Penjualan BRC di Indonesia dilakukan dengan ecer dan partai besar. Sistem ecer umumnya diterapkan oleh toko-toko bangunan umum. Artinya toko yang menyediakan berbagai macam material dan bahan bangunan.</p>
<p>Kelemahannya, di toko ini selain relatif mahal stock BRC umumnya juga terbatas. Alias hanya ukuran-ukuran tertentu (paling favorit). Yaitu BRC tinggi 90 sampai 175 cm.</p>
<p>Sementara penjualan partai besar umumnya dilakukan oleh distributor khusus. Di tempat ini Anda bisa memperoleh segala macam ukuran BRC, dan dengan harga yang sangat murah.</p>
<p>Pada dasarnya walau sebutan sebagai distributor, bukan berarti Anda harus belanja material BRC dalam jumlah yang besar. Melainkan bisa juga dengan jumlah kecil. Misal hanya 1 atau 2 lembar saja.</p>
<p>Persoalan ketika membeli dalam jumlah kecil, Anda pasti dikenakan ongkos kirim material. Sementara kalau jumlah besar tidak dikenakan biaya.</p>
<p>Terakhir, perbandingan harga BRC Hot Dip Galvanizing dan Electrolating Galvanizing cukup jauh. Selisih mencapai Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,- per lembar. Dimana yang paling murah adalah jenis Electrolating Galvanizing.</p>
<p>Intinya, semakin besar dimensi BRC pasti harganya juga makin mahal. Akan tetapi jika diambil perbandingan diantara kedua material BRC. Selisih harga paling tinggi terjadi pada ukuran yang terkecil.</p>
<p>Dengan kata lain, makin besar ukuran material BRC maka selisih harga dengan BRC jenis lain akan semakin rendah.</p>
<h2>Konsultasi cara penggunaan bahan</h2>
<p>Kaitannya dengan harga dan ketersediaan bahan ini, sekaligus guna memperoleh manfaat pemasangan BRC secara maksimal. Anda harus pastikan lebih dulu dimensi material yang dibutuhkan beserta kuantiti. Lalu menentukan jenis BRC. Apakah yang paling bagus atau cukup yang kualitas sedang.</p>
<p>Bilamana Anda menemui kendala mengenai hal tersebut. Silahkan hubungi kami melalui nomor yang tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/">website</a> ini. Sekedar konsultasi, atau ketika ingin pesan desain pagar/pintu yang terbuat dari BRC juga boleh.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengetahuan-dasar-tentang-material-brc/">Pengetahuan Dasar Tentang Material BRC</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
