<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konstruksi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/konstruksi-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/konstruksi-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Aug 2023 14:33:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>konstruksi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/konstruksi-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>6 Bahan Pelapis Konstruksi Bangunan Yang Terbaik Saat Ini Dan Cara Memilih</title>
		<link>https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 13:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[bahan finishing bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[material pelapis bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada saat proses pembangunan memasuki tahap finishing, orang sering jadi bimbang mengenai jenis cat yang hendak digunakan. Padahal bahan pelapis konstruksi bangunan bukan hanya cat. Tapi, ada pula jenis-jenis yang lain. Sehingga seluruhnya ada 6 macam. Nah, yang menjadi permasalahan yang sebenarnya kadang kala tidak bisa men-selaraskan antara fungsi, dengan tujuan akhir (tampilan bangunan) yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/">6 Bahan Pelapis Konstruksi Bangunan Yang Terbaik Saat Ini Dan Cara Memilih</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat proses pembangunan memasuki tahap finishing, orang sering jadi bimbang mengenai jenis cat yang hendak digunakan. Padahal bahan pelapis konstruksi bangunan bukan hanya cat. Tapi, ada pula jenis-jenis yang lain. Sehingga seluruhnya ada 6 macam. Nah, yang menjadi permasalahan yang sebenarnya kadang kala tidak bisa men-selaraskan antara fungsi, dengan tujuan akhir (tampilan bangunan) yang hendak di capai.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4987" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg" alt="Contoh-contoh (tampilan) bahan pelapis konstruksi bangunan" width="900" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<h2>Sekilas tentang istilah bangunan dan kaitannya dengan pekerjaan finishing</h2>
<p>Agar tampilan bangunan cantik dan indah, Anda tidak boleh merubah, atau memanipulasi fungsi bahan pelapis konstruksi bangunan. Sekali lagi, disini saya pakai istilah pelapis karena untuk merubah persepsi kita. Bahwa finishing bangunan bukan saja cat. Tapi, masih ada jenis-jenis material yang lain. Yang tak kalah bagusnya.</p>
<p>Pula, saya pakai istilah konstruksi bangunan untuk karena semua konstruksi bangunan sesungguhnya membutuhkan lapisan akhir. Jadi, bukan saja dinding/tembok, <a href="https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-pagar-yang-terbaik/" target="_blank" rel="noopener">pagar</a>, langit-langit, atau elemen bangunan yang hanya terlihat saja. Tetapi, termasuk pula konstruksi bangunan yang tidak kelihatan dari luar. Misalnya rangka atap, bawah lantai dan sebagainya.</p>
<p>Nah, agar tidak menjadi hal yang membingungkan. Sebaiknya ketahui dulu fungsi bahan pelapis konstruksi bangunan, lalu tetapkan jenis (merek dan warna) yang hendak Anda gunakan. Dalam hal ini tentu harus yang terbaik. Dengan demikian tampilan ahkir bangunan Anda jadi cantik dan bagus.</p>
<h2>Nama-nama pelapis bangunan yang terbaik saat ini</h2>
<p>Dari 6 jenis bahan pelapis dibawah ini, setidaknya 4 macam selalu digunakan pada setiap bangunan gedung. Sekalipun ukuran bangunan sangat sederhana. Karena sifatnya wajib, dan mendukung kinerja bangunan. Agar maksimal.</p>
<p>Jadi, tujuan finishing bangunan bukan sekedar estetika saja. Tapi, banyak hal yang dirancang sedemikian rupa oleh para produsen. Supaya menguasai pasar. Nama-nama bahan pelapis konstruksi bangunan adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Vernis</h3>
<p>Digunakan untuk melapisi permukaan kayu. Baik kayu asli, misalnya papa, balok, usuk maupun reng. Maupun kayu olahan. Seperti tripleks, multipleks, serta kayu lapis jenis lainnya. Semua cocok di beri lapisan akhir vernis. Asalkan permukaan kayu telah di haluskan lebih dahulu.</p>
<p>Fungsi dan keuntungan menggunakan vernis adalah:<br />
&#8211; Melindungi kayu dari serangga/rayap, jamur, dan lumut<br />
&#8211; Membuat kayu jadi khalis (anti air). Sehingga tidak mudah lapuk.<br />
&#8211; Membuat tampilan kayu mengkilap, dan cantik.<br />
&#8211; Kayu mudah dibersihkan. Dengan lap dan air saja sudah cukup. Sebab debu dan kotoran tidak bisa menempel.</p>
<p>Konstruksi bangunan yang wajib menggunakan vlamir adalah kosen, pintu dan jendela kayu. Selain itu, adalah tiang, serta perabot bangunan yang terbuat dari material kayu. Dan, posisi pemasangan terlihat dari luar. Artinya komponen tersebut menjadi bagian dari tampilan akhir interior, maupun eksterior bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4935" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg" alt="Gambar perspektif 3D rumah mewah 2 lantai" width="825" height="528" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai.jpg 825w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai-300x192.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Perspektif-Rumah-Tinggal-2-lantai-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 825px) 100vw, 825px" /></a></p>
<h3>2. Cat Tembok</h3>
<p>Salah satu bahan pelapis konstruksi bangunan yang terkenal adalah cat tembok. Kegunaannya mirip dengan plamir. Hanya objek yang Anda beri lapisan akhir adalah segala jenis tembok. Yang terbuat dari batu bata, batu belah, atau cor beton. Contoh tampilan cat temboj seperti gambar rumah tinggal ini.</p>
<p>Karena konstruksi tembok ada 2 macam, yakni berada di dalam dan di luar bangunan. Maka dari itu cara pemakaian, maupun jenis cat tembok yang harus Anda gunakan ada 2 macam. Yaitu cat tembok khusus bagian luar, dan cat tembok khusus bagian dalam bangunan.</p>
<p>Penting menggunakan cat tembok secara hati-hati, karena sekalipun jenis/merek cat yang Anda gunakan sama. Tapi, fungsi cat bisa saja berbeda. Oleh sebab itu, jangan sampai salah pilih. Supaya dinding tidak mudah kusam, retak, dan tumbuh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jamur">jamur</a>.</p>
<h3>3. Plamir</h3>
<p>Bahan pelapis dinding ini bisa digunakan bersamaan dengan cat tembok. Tapi, bisa pula tidak. Digunakan bersamaan dengan cat tembok, bilamana tembok tersebut berada didalam ruangan. Dengan adanya lapisan plamir manfaat yang diperoleh adalah:<br />
&#8211; Permukaan tembok jadi rata dan halus<br />
&#8211; Pemakaian cat tembok jadi hemat. Karena tidak perlu melakukan pengecatan berulang-ulang untuk memperoleh hasil yang terbaik.</p>
<p>Sementara itu, penggunaan plamir tanpa cat. Pun, hanya berlaku untuk dinding yang tertutup dari panas, dan hujan. Jadi, plamir disini berfungsi sekaligus sebagai finishing akhir dinding. Praktik ini sering dilakukan bilamana anggaran biaya terbatas. Atau, rencana pekerjaan cat dilakukan tahap berikutnya.</p>
<h3>4. Cat Dasar Zinchromate</h3>
<p>Atau sering disebut menie besi. Adalah bahan pelapis konstruksi bangunan baja dan besi. Artinya, kalau bukan untuk kedua material ini cat dasar zincrhomate tidak perlu. Fungsinya adalah untuk melindungi material besi/baja dari korosi. Lebih lengkap mengenai cara pengecatan baja. Silahkan Anda baca di dalam <a href="https://arsitekta.com/urgensi-cat-dasar-konstruksi-baja-sebenarnya-seperti-ini/">artikel</a> ini.</p>
<p>Khusus konstruksi bangunan umum, non bangunan baja. Cat dasar zinchromate sering digunakan pada saat membuat kanopi, tangga, maupun pagar. Setelah memberi lapisan cat dasar, kemudian lapisi dengan cat akhir. Yaitu jenis cat minyak. Atau, sering disebut cat besi. Walau pada hakekatnya kegunaan cat bukan untuk material besi. Tapi, termasuk material kayu. Namun istilah tersebut terlanjur terkenal bagi umum.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2664" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda.jpg" alt="Rangka baja dengan cat dasar hijau tua dan cat finishing berwarna hijau muda" width="491" height="276" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda.jpg 491w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 491px) 100vw, 491px" /></a></p>
<h3>5. Cat minyak</h3>
<p>Cat minyak atau cat besi sangat bagus untuk lapisan akhir <a href="https://arsitekta.com/kelebihan-rak-barang-kayu-dan-cara-pemasangan/">material kayu</a>, maupun besi dan baja. Dengan lapisan ini tampilan material tersebut jadi bagus, memiliki warna khas dan rapih. Selain itu cat minyak mampu mencegah lapuk, dan rayap pada kayu.</p>
<p>Sementara untuk material baja, perlindungan terhadap korosi semakin kuat. Sebab sebelumnya telah menggunakan cat dasar. Lalu, tambah lagi cat minyak. Maka dipastikan ketahanan material baja terhadap karat makin tinggi.</p>
<p>Adapun konstruksi bangunan yang wajib memakai lapisan cat minyak. Selain pagar, tangga dan kanopi adalah rangka atap baja, grill tutup saluran, mainhole, teralis pintu dan jendela. Serta perabot yang terbuat dari besi dan kayu.</p>
<p>Singkatnya, bahan pelapis konstruksi bangunan ini cocok Anda pakai sebagai pengganti vernis. Sementara khusus untuk material baja. Penggunaan cat minyak bisa juga dilakukan tanpa cat dasar lebih dulu. Asalkan komponen bangunan terlindung dari panas, dan hujan.</p>
<h3>6. Ter Aspal</h3>
<p>Atau sering disebut aspal ter adalah salah satu turunan dari aspal yang sering digunakan untuk konstruksi jalan raya. Namun, ter aspal sudah bentuk cair. Sehingga pada saat pemasangan, Anda tidak perlu panaskan lebih dulu, layaknya melakukan aspal di jalan raya. Tapi, langsung melapisi material bangunan dengan kuas. Layaknya mengecat tembok atau besi.</p>
<p>Fungsi utama ter aspal pada konstruksi bangunan adalah untuk memberi perlindungan material kayu agar tidak di makan rayap. Oleh sebab itu, konstruksi kayu yang perlu diberi lapisan ini misalnya rangka atap, lantai, dan dinding papan yang tidak menonjolkan estetika.</p>
<p>Artinya ketika telah Anda beri lapisan ter terhadap material kayu. Maka konstruksi tersebut tidak perlu lagi diberi lapisan cat. Sehingga tampilan kayu sesuai dengan warna ter aspal. Yakni agak hitam. Oleh sebab itu, dalam hal ini prioritas penggunaan ter aspal adalah fungsi. Bukan tampilan yang diperoleh setelah memberi lapisan ter.</p>
<p>Maka dari itu terjawab sudah. Bahwa tidak selamanya pemakaian bahan pelapis konstruksi bangunan untuk tujuan estetika. Tapi, ada kalanya untuk tujuan khusus. Seperti material yang satu ini.</p>
<h2>Cara mudah menentukan lapisan yang terbaik</h2>
<p>Setelah memahami jenis-jenis bahan pelapis. Dalam benak teman-teman pasti bertanya bagaimana cara memilih yang berbaik?. Disini hal tersebut akan saya jelaskan. Tahap demi tahap. Agar mudah Anda aplikasikan di proyek bangunan.</p>
<h3>[Pertama] Identifikasi material bangunan</h3>
<p>Kenali dulu material apa saja yang digunakan pada konstruksi bangunan. Pada dasarnya hanya 3 macam. Yakni material beton/tembok, kayu, dan besi/baja. Selain 3 jenis material ini umumnya tidak perlu lagi Anda beri lapisan akhir. Karena dari pabrik sudah ada. Contoh material alumunium, PVC, stainless dan sebagainya.</p>
<p>Semua contoh material tadi sudah dalam keadaan jadi, dan siap pasang. Sehingga tidak perlu di beri cat, atau bahan pelindung yang lain. Ketika material tersebut akan digunakan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4986" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan.png" alt="Diagram jenis-jenis bahan pelapis material bangunan" width="1073" height="705" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan.png 1073w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan-300x197.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan-1024x673.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/diagram-bahan-pelapis-bangunan-768x505.png 768w" sizes="(max-width: 1073px) 100vw, 1073px" /></a></p>
<h3>[Kedua] Menentukan bahan pelapis konstruksi bangunan.</h3>
<p>Lebih mudah dengan bantuan gambar diagram diatas. Untuk material kayu, pilihannya ada 3. Yaitu Vernis, Cat minyak, atau Ter aspal. Silahkan pilih salah satu. Karena ketiga jenis bahan pelapis tersebut tidak boleh digunakan secara bersamaan.</p>
<p>Khusus material besi dan tembok terdapat hal yang spesial. Yaitu masing-masing bahan pelapis dapat digunakan bersama-sama. Atau, hanya salah satu saja. Misalnya material besi dan baja. Jika tanpa lapisan cat dasar pun, oke-oke saja. Pula, demikian sebaliknya. Langsung Anda beri lapisan cat akhir pun tidak masalah. Unik bukan?.</p>
<p>Kasusnya sama dengan cat akhir tembok bangunan. Di awali dengan lapisan plamir juga boleh. Tanpa plamir pun boleh. Kembali pada prioritas Anda. Untuk estetika dan kualitas. Atau, sekedar mencapai tujuan tertentu saja. Karena adanya keterbatasan biaya?. Silahkan pilih bahan pelapis konstruksi bangunan yang terbaik!. Yang penting tujuan utama tercapai. Antara lain pada material besi, yaitu tidak <a href="https://arsitekta.com/cara-desain-konstruksi-dan-mencegah-korosi-pada-struktur-baja-menara/">korosi</a>.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/">6 Bahan Pelapis Konstruksi Bangunan Yang Terbaik Saat Ini Dan Cara Memilih</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4808</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan titik elevasi konstruksi bangunan tidaklah mudah, dan tidak boleh dilakukan oleh orang-orang biasa. Karena dampaknya sangat besar. Yaitu mulai dari keberadaan bangunan di lingkungan sekitar. Hingga fungsi bangunan itu sendiri. Serius banget bukan?. Pengertian, manfaat dan ragam elevasi Titik elevasi konstruksi adalah posisi berdirinya sebuah konstruksi yang diukur secara tegak lurus terhadap titik elevasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan titik elevasi konstruksi bangunan tidaklah mudah, dan tidak boleh dilakukan oleh orang-orang biasa. Karena dampaknya sangat besar. Yaitu mulai dari keberadaan bangunan di lingkungan sekitar. Hingga fungsi bangunan itu sendiri. Serius banget bukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-295" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg" alt="Proyek Kami Konstruksi Baja" width="600" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Pengertian, manfaat dan ragam elevasi</h2>
<p>Titik elevasi konstruksi adalah posisi berdirinya sebuah konstruksi yang diukur secara tegak lurus terhadap titik elevasi yang berada di bawahnya. Sehingga dengan adanya perbedaan titik elevasi tersebut, diketahui ketinggian pasang konstruksi.</p>
<p>Ragam elevasi pada bangunan dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:</p>
<h3>1. Berdasarkan jenis pekerjaan dan bahan yang digunakan</h3>
<p>Contoh pekerjaan konstruksi baja. Pada saat pemasangan angkur baut. Titik elevasi base plat sangat dibutuhkan. Supaya seragam dengan gambar rencana yang dibuat oleh arsitek.</p>
<p>Begitu pula pada saat membuat gambar kerja baja. Agar proses pabrikasi baja tidak keliru. Salah satu ukuran yang Anda butuhkan adalah ketinggian bangunan. Sebab hanya dari ukuran tersebut Anda bisa menetapkan tinggi kolom baja dengan tepat.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi pada sub-sub pekerjaan bangunan lainnya. Misal lingkup pekerjaan <a href="https://egsean.com/lingkup-pekerjaan-instalasi-listrik-gedung/">instalasi</a> penerangan. Anda pasti membutuhkan titik elevasi. Yakni untuk melakukan pemasangan saklar, dan stop kontak.</p>
<p>Demikian juga pada pekerjaan lanskap. Untuk menentukan permukaan taman. Pun, Anda memerlukan level acuan. Jadi pada prinsipnya, urusan titik elevasi konstruksi tidak hanya terjadi pada pekerjaan yang menggunakan material baja. Tapi semua pekerjaan bangunan.</p>
<h3>2. Berdasarkan garis sumbu X dan cara penulisan notasi</h3>
<p>Contoh ketika Anda memasang konsol baja pada kolom beton. Dengan tumpuan sistem jepit. Seperti terlihat pada gambar dibawah. Maka elevasi pemasangan konsol di awali dengan simbol + (plus). Yang berarti berada pada ketinggian tertentu dari titik 0.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4732" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg" alt="Potongan kontruksi bangunan lapangan badminton" width="910" height="518" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg 910w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton-300x171.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton-768x437.jpg 768w" sizes="(max-width: 910px) 100vw, 910px" /></a></p>
<p>Beda dengan elevasi pondasi pancang. Karena berada didalam tanah. Maka penulisan elevasi selalu di awali dengan tanda &#8211; (minus). Hal itu sekaligus menjelaskan bahwa posisi tiang pancang sampai dengan kedalaman tertentu dari titik 0.</p>
<p>Cara penulisan elevasi terlihat pada gambar potongan <a href="https://arsitekta.com/perancangan-kuda-kuda-pipa-lengkung-terbukti-kokoh-caranya-ini/" target="_blank" rel="noopener">kuda-kuda pipa lengkung</a>. Lantai bangunan (Lapangan) adalah sebagai titik acuan. Nah, garis ukuran yang menghubungkan antara 2 elevasi dinamakan level. Atau, tinggi salah satu konstruksi bangunan.</p>
<h2>[Panduan] Cara menentukan elevasi bangunan</h2>
<p>Setelah membaca penjelasan diatas, pasti Anda penasaran tentang cara menentukan titik elevasi konstruksi. Sebenarnya mudah. Dan, telah ada acuan yang baku. Yaitu tercantum dalam gambar rencana, yang dibuat oleh arsitek yang merancang bangunan.</p>
<p>Tapi, tunggu dulu. Persoalan sering terjadi demikian:</p>
<ol>
<li>Titik acuan elevasi bangunan, yang ditulis dengan kode ± sudah ada. Namun, tidak pada tempatnya. Seharusnya adalah lantai dasar bangunan. Bukan permukaan jalan, atau halaman.</li>
<li>Elevasi konstruksi bangunan tidak konsisten. Misalnya didalam gambar arsitektur titik +/-0,00 sudah tepat. Namun, didalam gambar struktur beda. Titik ± 0,00 bangunan ditulis sejajar sloof beton. Kan, jadi rancu.</li>
</ol>
<p>Nah, kalau Anda menemukan kasus yang demikian. Pedoman Anda harus poin 1. Yaitu lantai bangunan. Pun, ketentuan ini berlaku untuk semua jenis pekerjaan konstruksi bangunan. Maksudnya begini.</p>
<p>Misal, ketika Anda hendak <a href="https://arsitekta.com/perhitungan-biaya-pemasangan-kosen-besi/">memasang kosen</a> pintu dan jendela. Maka titik elevasi konstruksi tersebut tetap mengacu pada titik ± 0,00 bangunan. Supaya tukang tidak salah pasang. Serta tahu ketinggian pemasangan kosen. Lalu, menyiapkan alat untuk pekerjaan tersebut.</p>
<h2>Cara mengecek level bangunan</h2>
<p>Diatas kertas mungkin saja elevasi bangunan telah benar. Tapi, praktik dilapangan belum tentu. Oleh sebab itu, perlu cek ulang. Bahkan harus sesering mungkin Anda lakukan. Karena item pekerjaan bangunan sangat banyak. Dan, semuanya berkaitan dengan ukuran. Nah untuk melakukan pengecekan tersebut bisa Anda lakukan dengan 2 cara, yakni manual, atau menggunakan mesin.</p>
<p>Cara manual adalah menggunakan selang bangunan. Sedangkan pengukuran titik elevasi konstruksi dengan mesin, maksudnya adalah Total Station (TS). Atau, zaman dulu terkenal dengan nama Thoedolite.</p>
<p>Untuk lingkup pekerjaan yang kecil. Dan, jaraknya pendek. Misalnya pemasangan pipa air bersih didalam rumah. Cukup menggunakan cara pertama. Karena masih terjangkau dengan selang bangunan. Pun, hasilnya juga sangat akurat.</p>
<p>Namun untuk pekerjaan yang luas, dan sangat tinggi. Contohnya pemasangan pondasi penahan tanah. Alat yang tepat adalah TS. Sebab alat ini mampu menjangkau pengukuran sampai ratusan meter.</p>
<h2>Dampak level bangunan yang tidak pas</h2>
<p>Sebenarnya tidak ada regulasi yang mengatur tentang titik elevasi konstruksi bangunan. Melainkan hanya kebijakan masing-masing pemilik. Dengan atau tanpa melibatkan jasa arsitek.</p>
<h3>1. Dampak umum</h3>
<p>Level bangunan rumah tinggal misalnya. Idealnya adalah 50 &#8211; 75 cm dari permukaan jalan raya. Kalau lebih dari itu. Anda akan kesulitan memasukkan kendaraan. Karena harus membuat jalan/jembatan curam.</p>
<p>Sebaliknya, bila elevasi bangunan terlalu rendah. Atau, rata dengan jalan. Maka, membuat Anda tidak nyaman didalam bangunan. Karena takut banjir, debu banyak dan sebagainya.</p>
<h3>2. Dampak secara khusus</h3>
<p>Sering terjadi disebabkan oleh kesalahan proses konstruksi. Misalnya pada saat pemasangan tangga. Elevasi anak tangga dibuat dengan jarak yang tidak ideal. Maka tangga tersebut menjadi tidak layak pakai.</p>
<p>Contoh lain adalah ketika memasang talang. Sesungguhnya harus dibuat miring. Supaya air mudah mengalir. Oleh sebab itu, masing-masing ujung talang tersebut harus beda tinggi.</p>
<p>Dan, masih banyak contoh-contoh pekerjaan bangunan yang membutuhkan titik elevasi konstruksi harus benar. Sebab salah satu saja elevasi konstruksi tidak tepat. Maka, hal itu akan berpengaruh pada bangunan secara keseluruhan.</p>
<h2>[Penutup] Eksistensi titik elevasi bangunan</h2>
<p>Bicara tentang level/elevasi bangunan harus melibatkan banyak pihak. Dan, harus berlangsung jauh-jauh hari sebelum proses pembangunan mulai. Supaya pada saat pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kesalahan, yang berakibat pada kerugian materi dan <a href="https://roboguru.ruangguru.com/question/contoh-kerugian-moril-yang-ditimbulkan-dari-adanya-bencana-gempa-bumi-adalah-_QU-2VV3W2PWMMRBVPY6OZJP">moril </a>(non materi).</p>
<p>Kerugian materi adalah bangunan jadi tidak nyaman. Dan, kerugian dalam bentuk materi adalah timbulnya pekerjaan bongkar pasang. Sebagai akibat dari titik elevasi konstruksi bangunan yang tidak benar. Jadi, tidak boleh anggap remeh.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Tahap Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Yang Benar Secara Umum</title>
		<link>https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2023 13:16:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[proses konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanpa membedakan jenis bangunan, ukuran maupun tempat. Umumnya pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari 11 tahap. Dan melibatkan berbagai macam pihak. Baik secara langsung, maupun yang berperan hanya dibelakang layar. Difinisi dan tujuan Pelaksanaan konstruksi bangunan adalah serangkaian kegiatan yang berlangsung di dalam, dan di luar ruangan oleh sejumlah ahli dan tenaga kerja profesional. Untuk membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/">11 Tahap Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Yang Benar Secara Umum</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa membedakan jenis bangunan, ukuran maupun tempat. Umumnya pelaksanaan konstruksi bangunan terdiri dari 11 tahap. Dan melibatkan berbagai macam pihak. Baik secara langsung, maupun yang berperan hanya dibelakang layar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3703" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg" alt="Contoh konstruksi bangunan bertingkat. (Tampak dari depan/luar)" width="500" height="336" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan-300x202.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Difinisi dan tujuan</h2>
<p>Pelaksanaan konstruksi bangunan adalah serangkaian kegiatan yang berlangsung di dalam, dan di luar ruangan oleh sejumlah ahli dan tenaga kerja profesional. Untuk membuat suatu bangunan yang sesuai dengan harapan sang pemilik. Umumnya proses pelaksanaan pekerjaan bangunan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.</p>
<p>Makin besar/tinggi sebuah bangunan. Maka, semakin lama dan semakin banyak pula tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaannya. Demikian sebaliknya. Akan tetapi, soal tahapan pelaksanaan konstruksi bangunan. 11 macam ini wajib Anda lakukan. Supaya bangunan yang Anda buat tepat guna, hemat biaya, kokoh, nyaman, cantik, ramah lingkungan, dan tahan lama.</p>
<h2>Tahap-tahap pelaksaan pekerjaan dan pihak-pihak yang terlibat</h2>
<p>Dibawah ini. Poin 1-4 adalah untuk ruang lingkup internal pemilik. Pemilik disini sering disebut sebagai owner, atau pemberi pekerjaan. Sementara poin 5-8, ialah pihak pemilik yang bekerja sama dengan jasa arsitek (perencana bangunan). Dan, poin 9 &#8211; 11 adalah kerjasama antara: 1]. Pemilik bangunan, 2]. Jasa arsitek (pengawas proyek), dan 3]. Jasa konstruksi (kontraktor)</p>
<p>Rangkaian kegiatan antara pihak sebagai berikut:</p>
<h3>1. Perencanaan</h3>
<p>Tahap ini dimulai dari adanya kebutuhan, atau keinginan seseorang (badan/organisasi) untuk memiliki sebuah bangunan. Lalu, didukung oleh dana yang telah tersedia untuk membiayai proses pembangunan.</p>
<p>Tempat merencanakan pelaksanaan konstruksi bangunan umumnya tidak formal. Karena yang terlibat masih dari pihak internal. Hal itu sering dilakukan pada saat makan bersama. Atau, di tempat-tempat santai lainnya. Oleh sebab itu, proses ini masih tergolong sebatas wacana. Karena masih berupa pengumpulan ide, serta membahas tentang lokasi bangunan, dan jadwal pelaksanaan yang tepat.</p>
<h3>2. Tahap studi kelayakan</h3>
<p>Atau dalam istilah asing disebut Feasibility Stud. Adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak internal sebagai tindak lanjut tentang apa yang telah direncanakan sebelumnya. Terbagi menjadi 2 kategori, yakni:</p>
<h4>Survei lingkungan sekitar bangunan</h4>
<p>Antara lain melakukan kajian terhadap: 1]. Pasar (market), 2]. Sosial, ekonomi dan budaya, dan 3]. Legalitas tapak. Adapun sistem pengumpulan data, sifatnya wajib, harus akurat dan update. Contoh tentang ukuran (luas) tanah. Sebaiknya cek kembali. Lalu, cocokan dengan sertifikat. Kalau ternyata berbeda, maka lakukan pemeriksaan ke BPN (Badan Pertanahan Negara).</p>
<p>Begitu juga soal lingkungan sosial, ekonomi dan budaya sekitar tapak. Perlu Anda catat sebagai masukan bagi pemilik bangunan pada saat perancangan, pelaksanaan konstruksi bangunan, bahkan pengoperasian bangunan. Agar tidak terjadi penolakan oleh masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian, usaha yang Anda jalankan di tempat tersebut berjalan lancar. Atau, jikalau bangunan tersebut adalah hunian. Maka, Anda akan nyaman tinggal tinggal disana.</p>
<h4>Penyusunan laporan</h4>
<p>Laporan hasil penelitian pertama sekali berguna untuk mengurus legalitas tanah dan bangunan, dan <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">proses desain</a>. Oleh sebab itu, harus dibuat secara rinci, serta sesuai nomor urut.</p>
<p>Selain data-data tertulis, perlu juga Anda lampirkan: 1]. Photo lokasi tapak, 2]. Titik lokasi (maps), dan 3]. Data geografis kota. Yang berisi tentang luas kota, iklim, jumlah penduduk, agama dan sebaginya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4740" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg" alt="Briefing pagi termasuk salah satu kesempatan yang bagus untuk memaparkan job desk kepada tukang" width="600" height="368" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Briefing-pagi-di-proyek-300x184.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h3>3. Tahap penjelasan (Briefing)</h3>
<p>Atau, penyampaian hasil studi kelayakan kepada pemilik bangunan. Sebaiknya lakukan segera setelah proses penelitian itu rampung. Supaya proses pelaksanaan konstruksi bangunan tidak terlambat.</p>
<p>Khusus untuk proyek skala besar, dan/atau milik pemerintah. Proses breifing relatif lebih alot. Selain butuh waktu yang cukup lama. Karena harus menyakinkan banyak pihak (antar lembaga). Pun, bisa saja Anda lakukan beberapa kali. Sebab data yang Anda samapaikan sebelumnya di anggap kurang lengkap.</p>
<p>Pula sering terjadi studi kelayakan harus pindah tempat. Sebab kota yang sebelumnya belum sesuai ekspektasi. Oleh sebab itu, proses penelitian harus Anda ulang dari awal. Dan, laporan penelitian sebelumnya tidak berguna.</p>
<h3>4. Memilih jasa arsitek</h3>
<p>Setelah tahap ke-3 fix. Segera tentukan jasa arsitek yang akan membuat gambar desain bangunan. Kriteria umum adalah sebagai berikut:</p>
<h4>Dari pihak terdekat (kerabat)</h4>
<p>Ups., sedikit nepotisme iya!. Tapi, memang begitu yang terbaik. Agar koordinasi dan komunikasi mudah. Pula, demi kemajuan bersama. Pilihan kedua baru orang lain.</p>
<h4>Orang lain yang berpengalaman</h4>
<p>Merancang bangunan seperti yang Anda kehendaki tidak semua orang mampu. Tapi, pasti ada. Contoh. Anda ingin membuat pabrik garmen. Maka, jasa arsitek yang harus Anda pilih adalah spesialisasi bangunan-bangunan industri. Bukan konstruksi jalan, dermaga dan perumahan.</p>
<p>Selain 2 hal di atas. Aspek lain yang harus Anda pertimbangkan adalah tentang biaya jasa, sistem pembayaran, jangka waktu pelaksanaan desain, maupun produk yang akan Anda terima. Semua hal tersebut harus dibuat secara tertulis. Layaknya sebuah <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-spk-proyek-bangunan-dan-perbedaan-dengan-kontrak/" target="_blank" rel="noopener">SPK</a> (Surat Perjanjian Kerja).</p>
<p>Penting Anda ketahui pula, selama proses desain jangan sampai terjadi pergantian jasa arsitek. Resikonya besar. Selain Anda rugi waktu, dan biaya. Hasil desain yang Anda terima kemungkinan besar tidak sesuai harapan. Maka dari itu, hindari!.</p>
<h3>5. Perancangan bangunan (Designing)</h3>
<p>Tahap pelaksanaan konstruksi bangunan sesungguhnya dimulai disini. Walalu hanya diatas kertas, dan di dalam ruangan. Tapi bentuk, jenis bahan, teknis pelaksanaan, pembiayaan, hingga cara pengoperasian bangunan sebenarnya dirancang pada tahap ini.</p>
<p>Proses ini berjalan lancar/cepat atau lambat, adalah dipengaruhi oleh besar kecilnya bangunan. Lengkap atau tidaknya data lokasi bangunan yang diterima jasa arsitek. Serta, profesionalitas (jam terbang/pengalaman) arsitek itu sendiri.</p>
<h3>6. Perhitungan anggaran biaya</h3>
<p>Dan persiapan dokumen-dokumen proyek lainnya. Seperti RKS bangunan, BoQ dan <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-dan-contoh-ahsp-baja-konstruksi/">AHSP bangunan</a>. Umumnya dilakukan bersamaan dengan proses desain. Dan, team yang melakukan pekerjaan ini adalah khusus. Bukan orang yang membuat desain bangunan.</p>
<p>Anggaran biaya bangunan dibuat untuk mengetahui jumlah dana yang harus disiapkan oleh pemilik bangunan untuk membayar pekerja, material dan bahan bangunan, sewa/beli alat. Serta, biaya-biaya lain yang timbul secara langsung maupun tidak langsung. Akibat, dan selama pelaksanaan konstruksi bangunan berlangsung.</p>
<h3>7. Persiapan legalitas bangunan</h3>
<p>Diantara sekian banyak legalitas yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan konstruksi bangunan. Paling urgen adalah PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Sebab boleh tidaknya pembangunan dilakukan adalah tergantung PBG.</p>
<p>Oleh sebab itu, setelah gambar desain selesai. Anda harus mengurus PBG. Supaya proses konstruksi bisa mulai. Kalau tidak?!. Jangan harap proyek bisa mulai, dan berjalan lancar.</p>
<p>Oleh pemerintah setempat akan memberi surat teguran. Sampai 2, atau 3x. Dan, bila tidak Anda indahkan. Maka, tidak mustahil proses konstruksi du stop paksa. Dengan cara memasang Garis Polisi pada proyek.</p>
<h3>8. Proses lelang</h3>
<p>Adalah untuk menentukan jasa konstruksi (kontraktor), yang melaksanakan pekerjaan fisik bangunan. Proses ini umumnya berlangsung alot, dan cukup lama. Sebab penentuan pemenang tender dilakukan secara ketat. Terutama untuk proyek-proyek <a href="https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-bumn-dan-bumd#:~:text=BUMN%20statusnya%20milik%20negara%20dan,dan%20dipisahkan%20dari%20kekayaan%20daerah.">BUMN</a>, dan BUMD.</p>
<p>Tapi, untuk proyek-proyek swasta relatif lebih cepat. Bahkan sering dilakukan secara tertutup. Yang mana peserta, maupun pemenang tender ditentukan oleh pemilik bangunan langsung. Alias tanpa melibatkan jasa arsitek/perencana bangunan.</p>
<h3>9. Proses konstruksi</h3>
<p>Diantara sekian panjang proses pelaksanaan konstruksi bangunan. Paling lama, menyita banyak perhatian, dan melibatkan banyak orang/pihak adalah pekerjaan fisik bangunan. Orang-orang yang terlibat secara langsung antara lain kontraktor, pengawas bangunan, dan suplier material/bahan bangunan. Sementara pihak yang terlibat secara temporer (sewaktu-waktu) adalah jasa arsitek, dan owner.</p>
<p>Di luar itu. Pula masih ada pihak-pihak yang terlibat secara tidak langsung. Misalnya lembaga pemerintahan, dan Notaris. Yakni dalam urusan legalitas dan izin-izin bangunan.</p>
<p>Maka dari itu, wajar kalau proses pelaksanaan konstruksi bangunan sangat lama. Sebab, selain terkait dengan biaya. Setiap proses pekerjaan harus dilaksanakan secara ter-struktur. Atau, melalui regulasi/aturan yang benar.</p>
<h3>10. Tahap masa pemeliharaan dan maintenance</h3>
<p>Atau sering disebut dengan retensi. Berlangsung sejak bangunan selesai. Dan, di tandai dengan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, yang ditandatangi oleh kontraktor, pengawas dan/atau pemilik bangunan.</p>
<p>Pihak yang terlibat pada tahap ini adalah kontraktor, serta <a href="https://arsitekta.com/contoh-rks-struktur-baja-wajib-subkontraktor-patuhi/">sub kontraktor</a> dan pemborong. Selama masa tersebut melakukan pemeriksaan/pemantauan terhadap konstruksi, dan elemen-elemen bangunan. Apakah telah terpasang dengan baik. Atau perlu perbaikan.</p>
<h3>11. Serah terima bangunan</h3>
<p>Setelah retensi berakhir. Maka, kontraktor membuat Berita Acara Serah Terima (BAST) bangunan. Dengan demikian otomatis seluruh rangkaian proses pelaksanaan konstruksi bangunan di nyatakan telah berakhir.</p>
<p>Adapun yang masih terkait diantara pihak-pihak yang sebelumnya mengadakan perjanjian adalah mengenai pembayaran upah, atau borongan pekerjaan. Pun, hal itu umumnya tidak berlangsung lama lagi. Sebab setelah serah terima bangunan, segala hak dan kewajiban harus segera di selesaikan.</p>
<h2>[Penutup] Kesimpulan &amp; manfaat</h2>
<p>Demikian ulasan mengenai tahap-tahap pelaksanaan konstruksi bangunan secara umum. Semoga dengan penjelasan ini teman-teman juga tahu siapa saja yang berperan dalam proyek bangunan. Serta, aspek-aspek lain yang berkaitan dengan proses konstruksi. Secara langsung, maupun tidak langsung.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/">11 Tahap Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Yang Benar Secara Umum</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelebihan dan Kekurangan Bangunan Prefabrikasi Sebenarnya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/plus-minus-konstruksi-bangunan-prefabrikasi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/plus-minus-konstruksi-bangunan-prefabrikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2023 13:16:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan prefabrikasi]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[plus minus bangunan prefab]]></category>
		<category><![CDATA[plus minus material prefab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah ekonomi yang pas, dan berkaitan dengan langsung dengan bangunan prefabrikasi adalah suply and demand. Masyarakat saat ini banyak membutuhkan bangunan. Sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Misalnya tempat tinggal, tempat usaha/bekerja, dan lain sebagainya. Sementara dari sisi lain, secara otomatis pula ada pihak yang mampu, dan bersedia untuk menyediakan kebutuhan tersebut. Dengan demikian, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-konstruksi-bangunan-prefabrikasi/">Kelebihan dan Kekurangan Bangunan Prefabrikasi Sebenarnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah ekonomi yang pas, dan berkaitan dengan langsung dengan bangunan prefabrikasi adalah suply and demand. Masyarakat saat ini banyak membutuhkan bangunan. Sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Misalnya tempat tinggal, tempat usaha/bekerja, dan lain sebagainya. Sementara dari sisi lain, secara otomatis pula ada pihak yang mampu, dan bersedia untuk menyediakan kebutuhan tersebut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Plus-minus-bangunan-prefabrikasi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4735" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Plus-minus-bangunan-prefabrikasi.jpg" alt="Konstruksi bangunan prefabrikasi dan plus minusnya yang wajib diketahui seperti ini" width="1024" height="625" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Plus-minus-bangunan-prefabrikasi.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Plus-minus-bangunan-prefabrikasi-300x183.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Plus-minus-bangunan-prefabrikasi-768x469.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>Dengan demikian, ketika kedua pihak ini setuju untuk melakukan transaksi jual dan beli. Apakah itu produk berupa barang atau jasa. Disitu lah praktik suply and demand itu terealisasi.</p>
<p>Kemudian, seiring dengan makin populernya produk. Umumnya hal ini teruji dari kualitas produk. Makin banyaklah orang yang membutuhkan produk tersebut. Dan, banyak pula pihak yang berusaha agar bisa memasok.</p>
<p>Pertanyaan sekarang. Apakah hal itu terjadi pada bangunan prefabrikasi?. Jawaban selengkapnya akan Anda temukan dalam artikel ini. Baca sampai selesai iya. Supaya tidak gagal paham.</p>
<h2>Pengertian dan asal usul</h2>
<p>Bangunan prefabrikasi, atau sering disingkat dengan bangunan prefab. Adalah sebuah gedung yang terdiri dari 1 lantai, atau lebih. Dimana proses pengerjaan <a href="https://arsitekta.com/sistem-konstruksi-bangunan-posyandu-dan-jenis-bahan/" target="_blank" rel="noopener">konstruksi bangunan</a> seluruhnya dilakukan di tempat yang berbeda. Artinya, tidak di lokasi dimana proyek bangunan tersebut berada.</p>
<p>Adapun proses pengerjaan yang dilakukan di lapangan (site), adalah hanya melakukan instalasi/perakitan. Istilah populer dalam pekerjaan konstruksi baja disebut ereksen (erection). Serta, melakukan pekerjaan-pekerjaan finishing lainnya. Misalnya mengecat, memasang lampu, instalasi pipa dan lain-lain.</p>
<p>Ide membuat bangunan prefab adalah berawal dari kebutuan yang mendesak. Dan, sifatnya tidak untuk jangka panjang. Melainkan temporer. Alias, hanya dibutuhkan pada saat situasi tertentu. Atau dalam keadaan darurat. Sehingga, ketika keadaan tersebut sudah terkendali. Maka, bangunan ini tidak digunakan lagi.</p>
<p>Contoh pasca gempa. Karena banyak rumah warga yang rusak, dan tidak layak huni lagi. Dibangun lah rumah tinggal sementara, dengan sistem prefabrikasi. Supaya masyarakat yang terdampak tidak tidur di tenda-tenda pengungsian.</p>
<h2>Ragam kelebihan bangunan sistem prefab dan contoh-contohnya</h2>
<p>Secara umum, baik di luar negeri maupun dalam negeri. Sistem prefab makin hari-makin di gemari. Mengapa demikian?. Alasannya hanya 4, yaitu:</p>
<h3>1. Bangunan cepat selesai</h3>
<p>Membuat 1 unit bangunan prefabrikasi 1 lantai. Dengan luas 60-100 M². Maksimal memakan waktu10 hari. Dan, sudah siap pakai. Sekarang, mari bandingkan dengan metode yang lama!. Perbedaan waktu bisa mencapai 10x lipat. Bahkan lebih. Karena struktur hingga finishing bangunan, harus dikerjakan on site.</p>
<p>Maka dari itu, dalam hal kecepatan pembangunan. Bangunan prefab tiada banding. Sehingga sangat menguntungkan <a href="https://arsitekta.com/">jasa konstruksi</a>, serta konsumen. Terutama dari segi biaya upah, dan pemakaian alat.</p>
<h3>2. Biaya sangat murah</h3>
<p>Dampak langsung yang sangat terasa, akibat proses pengerjaan yang cepat tadi. Yakni biaya bangunan jadi hemat. Pun, jika diselidiki secara detail. Ternyata pemakain bahan juga sangat irit.</p>
<p>Karena proses pembuatan konstruksi bangunan dilakukan di workshop. Maka, material yang ada (bukan bekas), bisa Anda manfaatkan menjadi bagian dari bangunan prefabrikasi.</p>
<p>Contoh ketika membuat dinding panel GRC. Besi tulangan yang Anda pakai, sebagai pengaku GRC tentu tidak harus baru. Dan, dalam keadaan utuh. Tapi, bisa memakai sisa proyek sebelumnya. Serta, sambungan.</p>
<p>Contoh berikutnya adalah pada saat membuat tanga besi. Material <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-baja-wf-bekas-yang-kokoh/">baja bekas</a> pun bisa Anda manfaatkan. Asal sepengetahuan pemilik bangunan. Toh, hasilnya sangat bagus. Jadi, buat apa harus yang mahal?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Strategi-belanja-bahan-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3690" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Strategi-belanja-bahan-bangunan.jpg" alt="Tips belanja material bangunan agar tidak kecewa" width="448" height="297" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Strategi-belanja-bahan-bangunan.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Strategi-belanja-bahan-bangunan-300x199.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h3>3. Konstruksi bangunan bisa bongkar pasang</h3>
<p>Sehingga mudah dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini sering dilakukan pada bangunan direksi keet proyek. Setelah proyek selesai, maka bangunan prefabrikasii tersebut dibongkar, dan di pindah ke proyek yang baru.</p>
<p>Dengan demikian, Anda tidak perlu membuat direksi keet setiap punya proyek yang baru. Tapi, bisa memanfaatkan bangunan prefab yang sama untuk berbagai jenis proyek.</p>
<p>Pula, bilamana lokasi proyek Anda berjauhan. Dipastikan proses pengiriman konstruksi tidak mengalami kendala. Sebab, masing-masing komponen bangunan prefabrikasi dibuat menggunakan sambungan baut.</p>
<p>Maka dari itu, dalam hal ini. Kami sarankan jangan pakai konstruksi bangunan permanen untuk membuat direksi keet. Tapi, pakailah konstruksi sistem prefab. Sebab jauh lebih murah, dan menguntungkan.</p>
<h3>4. Bisa diterapkan untuk semua jenis bangunan</h3>
<p>Terakhir. Keuntungan bangunan prefab adalah multifungsi. Artinya metode konstruksi terbarukan ini dapat ditetapkan untuk membuat segala jenis bangunan. Mulai bangunan terkecil. Misalnya pos jaga, atau pos kamling. Hingga gedung-gedung pencakar langit.</p>
<p>Tidak hanya itu. Sistem konstruksi prefab juga bisa diterapkan di semua tempat. Alias, tidak memandang terpengaruh pada <a href="https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5379595/letak-geografis-indonesia-dan-pengaruhnya-pada-iklim-serta-sosial-budaya">geografis</a>, dan iklim. Maka dari itu, di luar negeri pun. Bangunan prefab banyak ditemui.</p>
<h2>Kekurangan dan solusi terhadap bangunan yang kurang layak</h2>
<p>Oke teman. Setelah mengulas tentang kelebihannya. Sekarang waktunya mengetahui kelemahan bangunan prefab. Agar adil. Jumlahnya ternyata sebanding. Juga terdiri dari 4 macam, yaitu.</p>
<h3>a. Bangunan kurang nyaman</h3>
<p>Terutama saat hujan, angin kencang, dan petir. Mengapa?. Sebab komponen konstruksi umumnya sangat tipis, dan ringan. Sehingga tidak kedap suara.</p>
<p>Misalnya atap. Paling banyak diterapkan adalan asbes, dan spandek gelombang. Padahal kedua bahan ini cocok digunakan untuk bangunan industri. Seperti pabrik, dan gudang.</p>
<p>Nah, manakala dipakai untuk atap rumah tinggal. Dan, bangunan rumah tersebut dibangun dengan cara prefabrikasi. Jelas suara dari luar akan masuk kedalam rumah. Terutama saat hujan.</p>
<p>Solisinya bagimana?. Pakai pafon, dan bangunan prefabrikasi jangan terlalu rendah. Setidaknya tinggi plafon 3,0 &#8211; 3,5 meter dari lantai. Dengan demikian suasana dalam rumah akan lebih lapang, serta tidak berisik.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2877" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui.jpg" alt="Kelebihan dan kekurangan elemen bangunan wajib arsitek ketahui sebelum menentukan akan digunakan" width="400" height="225" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Kelebihan-dan-kekurangan-elemen-bangunan-wajib-anda-ketahui-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<h3>b. Nilai jual rendah</h3>
<p>Ini jelas. Bahkan boleh dibilang jarang di perjual belikan. Kalau pun ada. Umunnya hanya sebagai bahan bangunan bekas. Jadi, bukan bangunan rumah serta tanah. Oleh sebab itu purna jual bangunan ini sangat murah.</p>
<p>Pula, ada keengganan masyarakat untuk membeli bangunan bekas prefabrikasi. Kalau mau. Mending bikin baru. Toh, biayanya murah. Dan, bisa di desain sesuai selera.</p>
<p>Kalau bangunan prefabrikasi bekas kan tidak boleh. Bagaimana adanya bangunan tersebut, itulah yang Anda pakai. Jika ingin lebih. Bisa. Tapi, Anda harus keluar biaya lagi. Mau?.</p>
<h3>c. Bentuk bangunan kurang menarik</h3>
<p>Nah, ini juga kelanjutan dari point 3. Kelemahan bangunan prefab yang berikutnya adalah pada bentuk. Sekain kurang cantik, juga terkesan statis. Alias kaku. Mengapa demikian?.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui aspek estetika adalah termasuk dalam lingkup pekerjaan arsitektural. Dan, pekerjaan ini umumnya memerlukan material yang banyak. Yaitu untuk membuat variasi fasad.</p>
<p>Maka dari itu, proses pengerjaannya secara otomatis akan lama. Lalu, dianggap sebagai pemborosan biaya. Dan, akhirnya tampilan bangunan prefabrikasi dibuat se-minimalis mungkin.</p>
<h3>d. Tata ruang sangat simpel</h3>
<p>Harus kita akui, untuk memenuhi <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-kebutuhan-ruang-pada-bangunan-agar-representatif/">kebutuhan ruang</a> pada sebuah bangunan. Sebaiknya jangan pakai sistem prefabrikasi. Tapi, membangun dengan menggunakan material, dan cara konvensional. Karena material prefabrikasi punya keterbatasan. Misalnya dalam hal bentangan.</p>
<p>Oleh sebab itu, ukuran ruang terkesan sempit. Akhirnya, ornamen dan dekorasi pun jarang ditemukan di dalam bangunan prefabrikasi. Sebab kalau Anda paksa. Maka, interior bangunan akan semakin sempit.</p>
<h2>[Penutup] Sistem prefabrikasi cocok digunakan untuk bangunan apa?</h2>
<p>Jikalau, keseluruhan bangunan adalah terbuat dari material prefabrikasi. Paling cocok metode ini Anda terapkan untuk membuat 4 jenis bangunan berikut:</p>
<ol>
<li>Rumah tinggal sementara,</li>
<li>Gudang alat, dan barang-barang non makanan</li>
<li>Dereksi keet proyek</li>
<li>Pos jaga, dan sejenisnya.</li>
</ol>
<p>Namun, jikalau kombinasi dengan material dan bahan bangunan yang lain. Sebagaimana diterapkan oleh negara-negara maju. Maka, material prefab bisa dimanfaatkan untuk semua jenis bangunan. Soal cocok atau tidak adalah persoalan lain.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan bangunan prefabrikasi. Berikut contoh, dan solusinya. Semoga berguna.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-konstruksi-bangunan-prefabrikasi/">Kelebihan dan Kekurangan Bangunan Prefabrikasi Sebenarnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/plus-minus-konstruksi-bangunan-prefabrikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>17 Macam Konstruksi Bangunan Rumah Yang Wajib Dan Jenis Bahan</title>
		<link>https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 15:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis konstruksi bangunan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agar berfungsi dengan baik. Siap pakai, hemat energi dan ramah lingkungan. Sebuah bangunan rumah setidaknya harus terdiri dari 17 macam konstruksi. Tidak hanya itu. Jenis material juga berpengaruh. Terutama pada kekuatan, dan kekokohan bangunan. Oleh sebab itu, antara jenis bahan dan konstruksi bangunan rumah, tidak bisa dipisah. Rumah tinggal sengaja penulis ambil sebagai contoh. Karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/">17 Macam Konstruksi Bangunan Rumah Yang Wajib Dan Jenis Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3703 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan-300x202.jpg" alt="Contoh konstruksi bangunan bertingkat. (Tampak dari depan/luar) " width="300" height="202" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan-300x202.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Ragam-jenis-konstruksi-bangunan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Agar berfungsi dengan baik. Siap pakai, hemat energi dan ramah lingkungan. Sebuah bangunan rumah setidaknya harus terdiri dari 17 macam konstruksi. Tidak hanya itu. Jenis material juga berpengaruh. Terutama pada kekuatan, dan kekokohan bangunan. Oleh sebab itu, antara jenis bahan dan konstruksi bangunan rumah, tidak bisa dipisah.</p>
<p>Rumah tinggal sengaja penulis ambil sebagai contoh. Karena paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Berbeda dengan <a href="https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/">bangunan rumah</a> lainnya. Penting diketahui pula. Pada prinsipnya semua rumah memiliki konstruksi yang sama. Yang berbeda adalah material yang digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Bagian-bagian konstruksi rumah tinggal</strong></h2>
<p>17 konstruksi bangunan rumah, dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian. Yakni konstruksi bagian bawah, bagian tengah dan paling atas.</p>
<h3><strong>A. Konstruksi rumah bagian bawah</strong></h3>
<p>Tidak terkecuali rumah panggung, serta rumah pohon. Setiap rumah tinggal memiliki konstruksi bangunan bawah, yaitu terdiri dari:</p>
<ol>
<li>
<h4><strong>Pondasi</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Pada umumnya terbuat dari pasangan batu kali, atau batu belah. Dengan menggunakan perekat (campuran) <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Semen_portland">semen <em>portland</em></a> dan pasir. Sementara itu, model pondasi batu kali ada 2 macam, yaitu pondasi menerus, atau sering disebut pondasi lajur. Dan pondasi setempat, atau umpak.</p>
<ol start="2">
<li>
<h4><strong><em>Sloof</em> atau balok bagian bawah</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Adalah elemen bangunan berbentuk persegi, dengan pola pemasangan mengikuti denah rumah, dan terbuat dari cor beton bertulang. Sloof beton hanya berlaku untuk bangunan gedung. Sedangkan untuk rumah semi permanen, dan rumah panggung. Fungsi sloof digantikan dengan balok. Namun pemasangannya tetap. Yakni berada diatas pondasi.</p>
<ol start="3">
<li>
<h4><strong>Konstruksi lantai</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Yaitu pemasangan dan penataan material bangunan pada setiap ruangan, secara datar/horizontal. Bahan untuk lantai rumah, paling populer adalah keramik dan kayu. Namun demikian untuk bangunan pabrik, atau gudang. Sering menggunakan material <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-plat-eyzerbordes-dan-kegunaan/">plat baja.</a> Khususnya jenis bordes.</p>
<ol start="4">
<li>
<h4><strong>Persediaan air</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Penyediaan air bersih, selain berada diatas bangunan. Juga dapat dilakukan dengan cara memasang bak/tandon air didalam tanah. Proses ini tidak hanya ditemui di kota-kota besar. Namun juga di desa. Khususnya pada daerah yang tandus. Sehingga termasuk konstruksi bangunan rumah yang wajib. Sebab air bersih bukan saja dibutuhkan setelah bangunan selesai dibangun. Namun pada saat proses pembangunan pun, air bersih sangat dibutuhkan.</p>
<ol start="5">
<li>
<h4><strong>Instalasi pipa air bersih</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Yaitu proses menyalurkan air bersih dari bak menuju ruangan-ruangan yang membutuhkan. Seperti kamar mandi, dapur, <em>car port</em> dan taman. Material yang bagus untuk saluran air bersih adalah pipa PVC dan galvanis. Jangan pipa besi. Karena mudah korosi.</p>
<ol start="6">
<li>
<h4><strong>Instalasi air kotor/limbah</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Khususnya yang berasal <em>closed </em>dan <em>urinoir</em>. Air limbah harus ditampung pada sebuah konstruksi bangunan bawah. Namanya adalah <em>saptik tank</em>. Setelah limbah mengendap beberapa waktu, kemudian air wajib disalurkan pada satu wadah yang lain. Yaitu resapan. Adapun bahan untuk membuat saptik tank dan resapan, paling praktis adalah buis beton. Namun, bila membutuhkan ukuran yang lebih besar. Maka, Anda harus membuat dari pasangan batu pata.</p>
<p>Sementara itu.  Air limbah yang berasal dari atap, kamar mandi, dan <a href="https://arsitekta.com/menambah-ruang-dapur-rumah-agar-hemat-cara-satu-satunya-ini/">dapur</a> bisa dibuang langsung ke saluran. Karena tidak mengandung <a href="https://www.dlhk.jogjaprov.go.id/mengenal-b3-dan-limbah-b3">B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).</a> Yaitu menggunakan material PVC berdiameter 2,5” sampai 4”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>B. Konstruksi rumah bagian tengah</strong></h3>
<p>Bagian tengah konstruksi bangunan rumah, antara lain:</p>
<ol start="7">
<li>
<h4><strong>Pilar, atau tiang kolom</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Paling dominan terbuat dari beton dan kayu. Kolom beton diterapkan untuk rumah tinggal model minimalis. Sedangakan pilar kayu umumnya diaplikasikan pada pembangunan rumah tradisional/adat, rumah panggung, dan sebagainya. Namun demikian, jangan salah. Banyak loh yang menggunakan kolom baja. Sekalipun untuk rumah tinggal.</p>
<ol start="8">
<li>
<h4><strong>Balok bagian tengah</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Selain dibawah bangunan. Balok pada bagian tengah wajib ada. Yaitu berfungsi sebagai pengikat pilar, sekaligus sebagai wadah untuk memasang dinding. Serta batas ketinggian bangunan. Jarak balok bawah (sloof) dengan balok tengah sebaiknya ≤ 2,5 meter. Lebih dari itu. Anda wajib menambah sebuah balok diantaranya.</p>
<p>Hal yang sangat mirip terjadi pada bangunan bertingkat. Balok tengah pada rumah bertingkat adalah balok yang terpasang dari lantai dasar, hingga langit-langit. Antara lain balok struktur lantai atas, serta ring balok.</p>
<ol start="9">
<li>
<h4><strong>Dinding bangunan</strong></h4>
</li>
</ol>
<p><a href="https://arsitekta.com/17-material-dinding-terbaik-untuk-bangunan-indonesia/">Material dinding</a> untuk bangunan sangat beragam. Khusus rumah tinggal yang paling populer saat ini adalah bata ringan. Namun demikian, masih banyak menggunakan papan (kayu), serta batu bata. Dinding termasuk konstruksi rumah yang wajib. Alasannya banyak. Silahkan teman-teman baca pada tautan ini.</p>
<ol start="10">
<li>
<h4><strong>Jendela</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Jendela masuk dalam daftar 17 macam konstruksi bangunan rumah. Karena menjadi satu kesatuan dengan dinding. Oleh sebab itu, tanpa jendela, pemasangan dinding tidak bakal sempurna. Demikian sebaliknya. Tanpa dinding, jendela mau Anda pasang dimana?. Tidak ada bukan?.</p>
<ol start="11">
<li>
<h4><strong>Pintu rumah</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Pemasangan pintu idem dengan jendela. Yaitu pada dinding. Termasuk bahan yang digunakan. Pada umumnya sama. Namun bentuk, ukuran serta kegunaannya yang berbeda. Jenis bahan pintu/jendela paling trend saat ini adalah uPVC, dan alumunium. Namun demikian, para penggemar kayu juga masih banyak. Sehingga walau tergolong langka dan mahal. Tetap mengupayakan kayu pada kosen pintu/jendela rumah.</p>
<ol start="12">
<li>
<h4><strong>Ventilasi</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Walau jendela dan pintu memiliki fungsi, serta pemasangan yang sama dengan ventilasi. Namun ventilasi yang dimaksud disini adalah elemen dinding, yang berguna sebagai pencahayaan/sirkulasi udara tambahan. Misalnya <em>roster</em> dinding dan <em>bouvenlight</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>C. Dan konstruksi paling atas bangunan</strong></h3>
<p>Konstruksi bangunan rumah yang terakhir adalah bagian atas, yaitu terdiri dari:</p>
<ol start="13">
<li>
<h4><strong>Langit-langit</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Atau sering disebut plafon. Adalah satu bidang datar yang terpasang pada ketinggian tertentu, dan berfungsi sebagai penyekat bagian atas sebuah ruang. Sehingga terlihat rapi dan bersih. Bahan untuk membuat langit-langit, yang termurah adalah eternit. Harga menegah adalah <em>gypsum</em>. Sedangkan paling mahal adalah uPvc.</p>
<p>Sementara bahan untuk rangka plafon. Saat ini yang terbaik adalah metal <em>furing</em>. Selain sangat murah. Pun anti rayap, ringan dan pemasangan sangat mudah. Kelebihan lainnya adalah dapat Anda gunakan untuk segala jenis plafon. Baik untuk eternit, gypsum maupun uPvc.</p>
<ol start="14">
<li>
<h4><strong>Instalasi penerangan</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Yakni kegiataan menyiapkan dan memasang kabel listrik, serta komponen-komponen yang dibutuhkan untuk keperluan penerangan dalam rumah. Seperti stop kontak, saklar, <em>fitting</em> lampu dan sebagainya. Pekerjaan ini walau termasuk dalam kelompok ketiga. Namun berhubungan juga dengan konstruksi rumah bagian tengah. Khususnya dinding. Karena beberapa komponen instalasi pemasangannya adalah pada dinding.</p>
<p>Bahan utama untuk instalasi listrik adalah kabel listrik. Material ini harus yang berkualitas bagus. Dengan diameter minimal 2&#215;1,5 milimeter. Namun untuk instalasi induk. Misalnya sambungan dari meteran PLN. Ukuran kabel sebaiknya 3&#215;2,5 milimeter. Agar tidak mudah panas, dan awet.</p>
<ol start="15">
<li>
<h4><strong>Konstruksi atap</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Atau sering disebut <a href="https://arsitekta.com/rangka-atap-pipa-baja-perhitungan-hingga-pelaksanaan-pekerjaan/">rangka atap</a>. Merupakan konstruksi bangunan rumah yang cukup rumit. Karena rangka atap sangat berpengaruh pada fasad rumah. Oleh sebab itu harus dirancang, dan dikerjakan secara teliti. Yaitu dengan cara melibatkan ahli, serta menggunakan tenaga kerja spesialis.</p>
<ol start="16">
<li>
<h4><strong>Atap bangunan</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Terdiri dari bahan atap, serta lapisan insulasi yang terdapat dibawah atap. Penutup atap menjadi bagian yang terpisah dari konstruksi atap. Karena team yang mengerjakan selalu berbeda. Sangat jarang tukang yang membuat rangka atap, lalu sekaligus memasang atap. Bila hal ini terjadi. berarti Anda kurang hati-hati.</p>
<ol start="17">
<li>
<h4><strong>Dan komponen atap</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Antara lain kanopi/konsol, dak, talang, kerpus/nok, dan lisplang. Karena jumlahnya cukup beragam. Maka pengerjaannya harus dibuat secara terpisah dari atap bangunan. Demikian halnya telah dilakukan sejak penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya).</p>
<p>Terkait bahan untuk komponen atap, hingga teknik pelaksanaannya. Telah kami bahas dalam beberapa artikel. Silahkan Anda <em>browsing</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Macam-macam konstruksi rumah menurut jenis bahan</strong></h2>
<p>Selain menurut elemen yang terpasang pada sebuah bangunan. Berdasarkan jenis bahan yang digunakan. Konstruksi bangunan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu: 1].Konstruksi kayu, 2].Konstruksi beton, dan 2].Konstruksi Baja.</p>
<p>3 jenis konstruksi ini masing-masing memiliki sub bagian. Misal, konstruksi kayu termasuk didalamnya material bambu. Begitu juga beton. Jenisnya bermacam-macam. Ada kontruksi beton bertulang, beton pra tegang dan seterusnya. Dan konstruksi baja pun demikian. Ada baja profil. Atau terkenal dengan istilah baja berat. Namun ada juga konstruksi baja ringan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Kesimpulan] Bahan utama untuk membangun rumah tinggal</strong></h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas. Dapat disimpulkan. Material utama untuk membangun sebuah rumah tinggal, terdiri dari: beton, batu bata/bata ringan, batu kali/belah, semen, pasir, kayu, air, pipa pralon, alumunium/uPvc, eternit/gypsum, kabel listrik, besi baja dan atap.</p>
<p>Diantara bahan-bahan utama, juga membutuhkan material pelengkap. Misal, untuk memasang pondasi atau dinding. Anda wajib menggunakan<a href="https://arsitekta.com/14-alat-ukur-panjang-untuk-kerja-baja-yang-wajib/"> alat ukur.</a> Seperti meteran, benang, waterpas dan lain-lain. Demikian ulasan mengenai 17 macam konstruksi bangunan rumah. Semoga bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/">17 Macam Konstruksi Bangunan Rumah Yang Wajib Dan Jenis Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
