<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tutorial Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/category/tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/category/tutorial/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 09:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Tutorial Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/category/tutorial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 20:20:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[komponen konsol WF]]></category>
		<category><![CDATA[konsol baja]]></category>
		<category><![CDATA[satuan pekerjaan konsol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak. Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2944" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg" alt="Kondisi lapangan mempengaruhi mudah atau tidak pemasangan konsol baja" width="400" height="318" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi-300x239.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak.</p>
<p>Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat detail dalam 5 artikel bersambung. Namun baru menyadari saat ini bahwa ada yang perlu dutambahkan soal itu. Yaitu tentang satuan-satuan yang sering dipakai untuk melakukan perhitungan tonase dan biaya pemasangan konsol baja.</p>
<p>Salah satu diantara topik tersebut silahkan Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/23-jenis-konsol-baja-untuk-bangunan-indonesia-saat-ini-2-5/">tautan</a> ini. Hal itu penting karena artikel tersebut merupakan bagian yang tidak terpisah dengan artikel yang saat ini Anda baca.</p>
<h2>Pengertian dan ragam satuan pekerjaan</h2>
<p>Satuan pekerjaan konsol baja adalah suatu sistem pengukuran yang digunakan kala menghitung segala sesuatu yang berhubungan dengan pemasangan konsol yang terbuat dari material baja profil, atau baja ringan.</p>
<p>Misalnya ketika menghitung tonase konsol baja yang digunakan adalah kilogram. Sama dengan perhitungan tonase material baja pada umumnya. Akan tetapi ketika menghitung kebutuhan bahan tentu berbeda lagi. Yang digunakan adalah Batang dan Lembar.</p>
<p>Lebih spesifik lagi ketika Kita menghitung kebutuhan cat baja, satuan yang digunakan adalah meter persegi (m²). Dan, jika dikaitan dengan proses pabrikasi dimana Anda akan menggunakan sejumlah kawat las untuk membuat sambungan. Maka satuan yang digunakan adalah meter lari (m). Sangat beragam bukan?.</p>
<p>Uniknya lagi, ketika Anda membuat rincian biaya pemasangan. Tentuk tidak perlu menggunakan seluruh satuan pekerjaan konsol yang disebutkan diatas. Akan tetapi cukup memilih salah satu. Atau, menggunakan satuan yang berbeda pada umumnya. Yaitu unit, buah, atau set.</p>
<p>Jadi selain kg, satuan pekerjaan konsol baja juga sering menggunakan unit, buah, atau set. Satuan-satuan ini sering muncul pada BoQ yang dibuat secara global. Alias tidak terperinci satu per satu komponen yang digunakan pada suah konsol.</p>
<h2>Ragam komponen konsol WF dan perhitungan biaya pemasangan</h2>
<p>Ciri khas konsol WF adalah berbentuk batang tunggal. Artinya hanya terdiri dari satu batang WF dengan panjang tertentu, serta dilengkapi dengan beberapa pelat baja yang berguna sebagai pengaku atau pelekat.</p>
<p>Pada beberapa kasus tertentu, pemasangan konsol baja WF juga sering disertai dengan voute atau couph. Seperti terlihat pada gambar sebelah kiri di bawah ini</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2956" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg" alt="Pemasangan konsol baja pada kolom beton memakai angkur baja dan chemical bolt" width="700" height="428" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p>Maka dari itu, sebuah konsol baja WF disebut sangat lengkap bilamana terdiri dari 4 macam komponen, antara lain:</p>
<ul>
<li>Batang konsol yang terbuat dari WF utuh (tidak belah),</li>
<li>Voute baja WF belah</li>
<li>Pelat lekat</li>
<li>Plat pengaku (rib atau stiffner)</li>
</ul>
<p>Terkait dengan perhitungan biaya pemasangan adalah dengan beberapa langkah berikut:</p>
<h3>1. Hitung tonase material</h3>
<p>Misal sebuah konsol baja WF 200x100x5,5&#215;8. Panjang 2,0 meter. Voute baja terbuat dari material yang sama sepajang 40 cm. Sementara <a href="https://www.gambarbaja.com/2023/11/Sambungan%20Struktur%20Balok%20Baja%20WF%20200.html">pelat lekat</a> menggunakan plat baja lembatan T=10 mm; ukuran 10&#215;40 cm. Dan stiffner pelat T=6 x 100 x 200 mm.</p>
<p>Rincian perhitungan tonase material diatas adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>WF 200&#215;100 = ((2,0 x 1) + (0,40 x 0,5)) x 21,33 kg = 46,93 kg</li>
<li>Plat T=10 mm = 0,10 x 0,40 x 1 x 81,0 kg = 3,24 kg</li>
<li>Plat T=6 mm = 0,10 x 0,20 x 1 x 48,61 kg = 0,97 kg</li>
</ol>
<p>Total tonase adalah 51,14 kg</p>
<h3>2. Hitung luas cat dan kebutuhan las</h3>
<p>Luas cat baja WF 200&#215;100 adalah:<br />
= (2,0 + 0,2) x 0,2 x 4 x 2,0 m<br />
= 3,52 m²</p>
<p>Luas cat plat baja adalah:<br />
= (0,10 x 0,40 x 2 sisi) + (0,10 x 0,20 x 2 sisi)<br />
= 0,12 m²<br />
Total luas cat konsol baja adalah 3,64 m²</p>
<p>Sementara itu kebutuhan panjang las adalah menghitung keliling permukaan material baja WF yang digunakan sebagai konsol maupun sebagai voute/copuh, yaitu:<br />
= (0,1 x 10) + (0,2 x 6) + (0,4 x 2)<br />
= 1,0 + 1,2 + 0,8 = 3,0 m</p>
<h3>3. Menetapkan harga satuan pekerjaan konsol baja</h3>
<p>Mengacu pada 2 perhitungan diatas, langkah selanjutnya adalah menghitung harga satuan masing-masing pekerjaan. Antara lain:<br />
&#8211; Harga satuan pekerjaan baja WF dan pelat<br />
&#8211; Harga satuan cat<br />
&#8211; Dan harga satuan pekerjaan las</p>
<p>Pada beberapa artikel terdahulu, masing-masing harga satuan diatas telah pernah Saya hitung dalam artikel khusus. Dan artikel-artikel tersebut dapat Anda temui dengan cara mengetik kata kunci terkait pada kolom pencarian dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>Rincian harga satuan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Biaya pekerjaan baja WF = Rp 36.592,-/kg</li>
<li>Harga cat baja = Rp 47.267,-/m²</li>
<li>Biaya pengelasan baja = Rp 204.219,-/m</li>
</ol>
<p>Dengan demikian diketahui total biaya pemasangan konsol baja adalah:</p>
<p>51,14 kg x Rp 36.592,- = Rp 1.871.314,-</p>
<p>3,64 m² x Rp 47.267,- = Rp 172.051,-</p>
<p>3,0 m x Rp 204.219,- = Rp 612.657,-<br />
= Rp 2.654.560,-</p>
<h3>4. Konversi biaya pekerjaan secara kesuluruhan</h3>
<p>Berdasarkan perhitungan diatas telah diketahui biaya keselutuhan pemasangan konsol baja. Dengan catatan bahwa satuan pekerjaan konsol baja awal adalah menggunakan gabungan beberapa satuan perhitungan. Yakni kilogram, m² dan m’.</p>
<p>Nah, untuk mengetahui biaya pemsangan dengan menggunakan satuan yang lain. Misalnya meter lari. Yaitu dengan cara:<br />
= Rp 2.654.560 : 2,0 m<br />
= Rp 1.327.280,-</p>
<p>Kemudian dari pada itu selain konversi pada satuan meter lari, sering sekali pembuatan konsol baja lebih dari satu unit. Misalnya 4. Berarti biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk pemasangan konsol adalah:<br />
= Rp 2.654.560,- x 4 unit<br />
= Rp 10.618.240,-</p>
<h2>Satuan pekerjaan konsol baja siku</h2>
<p>Material siku yang digunakan untuk membuat konsol pada umumnya terdiri dari beberapa rangka batang. Layaknya sebuah kuda-kuda cremona siku. Akan tetapi tidak memiliki 2 titik tumpuan, melainkan hanya satu.</p>
<p>Oleh sebab itu komponen konsol baja siku terdiri dari:<br />
1. Rangka batang. Terdiri dari batang atas, bawah, vertikal dan diagonal.<br />
2. Pelat lekat dan sejumlah pelat buhul<br />
3. Dan angkur / mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan yang digunakan untuk perhitungan tonase maupun pengerjaan adalah sebagai berikut:<br />
&#8211; Satuan material besi (siku + plat) = kilogram<br />
&#8211; Angkur dan mur baut = buah</p>
<p>Kemudian dari itu untuk menghitung tonase konsol baja sama persis dengan cara menghitung Kuda-kuda Cremona. Tahap demi tahap adalah seperti tercantum dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-material-kuda-kuda-cremona/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini. Dengan demikian maka diketahui berapa biaya pemasangan konsol.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 00:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[ahsp baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pekerjaan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5470</guid>

					<description><![CDATA[<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi. Bahan utama dan pendukung balok baja Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi.</p>
<h2>Bahan utama dan pendukung balok baja</h2>
<p>Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang ditemui dengan menggunakan beberapa material sekaligus. Atau sering disebut dengan material baja profil gabungan.</p>
<p>Jadi menurut jenis material utama yang digunakan, balok baja terbagi menjadi 2 macam. Yakni terbuat dari batang tunggal, atau batang gabungan (tersusun).</p>
<p>Sementara itu bahan pendukung balok baja adalah sejumlah material baja yang dipasang pada balok dengan tujuan untuk memudahkan pemasangan, maupun untuk menambah kekuatan balok tersebut.</p>
<h2>Komponen balok baja WF dan satuan perhitungan volume</h2>
<p>Selain material baja WF, terdapat sejumlah material plat baja yang digunakan untuk membuat sebuah balok. Plat baja tersebut berfungsi sebagai pelekat (clead plate), maupun sebagai rib pengaku (stiffners).</p>
<p>Sementara itu satuan perhitungan volume/tonase balok pada umumnya adalah kilogram. Akan tetapi tidak jarang ditemui menggunakan satuan unit. Seperti yang terjadi pada perhitungan volume <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/" target="_blank" rel="noopener">pekerjaan tiang kolom</a> baja.</p>
<p>Maka dari itu, untuk mengetahui berapa tonase sebuah balok baja ada 2 hal yang perlu Anda pahami lebih dulu, yaitu: 1]. Berapa jenis material yang digunakan untuk membuat balok, serta 2]. Ukuran masing-masing material tersebut.</p>
<h3>Perhitungan volume pekerjaan balok baja profil gabungan</h3>
<p>Kali ini Saya ambil sebuah contoh perhitungan balok induk. Balok tersebut terbuat dari material baja profil gabungan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3117" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg" alt="4 macam contoh balok baja yang terbuat dari profil gabungan" width="450" height="335" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Misal bentang balok adalah 10,0 meter. Maka ragam material yang digunakan adalah:</p>
<ol>
<li>Batang utama (atas/bawah) = UNP 150x75x6,5</li>
<li>Batang pembagi (vertikal/diagonal) = L 50x50x5; tiap jarak @50 cm</li>
<li>Tinggi profil balok (H) = 600 mm</li>
<li>Pelat lekat T=12 mm, ukuran 150 x 900 mm</li>
<li>plat pengaku antara batas atas dan bawah T=10 x 300 x 600 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama adalah mencari total volume/tonase balok. Caranya dengan rumus:<br />
<strong>= P x J x Bs</strong><br />
P = Panjang material<br />
J = Jumlah<br />
Bs = Berat satuan berdasarkan tabel baja</p>
<p><strong>Berat baja UNP 150x75x6,5 mm :</strong><br />
= (10,0 + 1,0) x 2 x 18,67 kg/m<br />
= 410,67 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka vertikal :</strong><br />
= 0,60 x (10 : 0,50) x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 90,0 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka diagonal :</strong><br />
= 0,75 x 20 x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 112,50 kg</p>
<p>Sementara itu tonase pelat baja dihitung dengan rumus:<br />
<strong>= P x L x J x Bs</strong></p>
<p>Dengan demikian berat pelat lekat T=12 mm diketahui:<br />
= 0,15 x 0,90 x 2 x 97,22 kg/m²<br />
= 26,25 kg</p>
<p>Sementara itu berat plat pengaku T=10 mm adalah:<br />
= 0,30 x 0,60 x 2 x 81,0 kg/m²<br />
= 29,26 kg</p>
<h3>Total biaya pemasangan balok baja profil tersusun</h3>
<p>Setelah mengetahui total volume pekerjaan balok baja profil gabungan. Langkah berikutnya adalah menghitung biaya pemasangan. Yaitu dengan cara membuat rekapitulasi material yang digunakan untuk komponen balok, sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>UNP 150x75x6,5 = 410,67 kg</li>
<li>Besi L 50x50x5 = 202,50 kg</li>
<li>Pelat baja T=12 mm = 26,25 kg</li>
<li>Plat baja T=8 mm = 29,26 kg</li>
</ul>
<p>Jadi total tonase pekerjaan balok baja profil gabungan sebesar:<br />
= 410,67 + 90,0 + 112,50 + 26,25 + 29,26<br />
= 668,58 kg</p>
<p>Bilamana harga satuan pemasangan balok dibuat rata-rata, misalnya Rp 25.000,- per kilogram, maka total biaya pemasangan per unit balok adalah:<br />
= 668,58 kg x Rp 25.000,-<br />
= Rp 16.714.401,67</p>
<h3>Cara konversi biaya pemasangan balok</h3>
<p>Selain menggunakan satuan unit, buah, atau set. Adakalanya pemasangan balok baja dihitung dengan menggunakan satuan yang agak nyeleneh. Yiatu meter lari.</p>
<p>Jikalau Anda menemui kasus seperti ini jangan khawatir. Sebeb proses perhitungan volume pekerjaan balok baja tetap sama, yaitu dimulai dengan menggunakan satuan Kg seperti contoh perhitungan diatas.</p>
<p>Oleh sebab itu menurut contoh perhitungan tersebut, jikalau Adan sudah membuat rincian volume balok serta menemukan biaya pemasangannya. Langkah selanjutnya adalah konversi biaya tersebut. Caranya adalah dengan seperti berikut:<br />
= Rp 16.714.401,67 : 10,0 m<br />
= Rp 1.617.440,17,- / m’<br />
Dibulatkan menjadi Rp 1.617.000,-</p>
<p>Gambar perspektif balok baja profil gabungan seperti dalam perhitungan diatas adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pelat lekat dan pelat pengaku terpasang menjadi satu (warna pink), sementara bagian bawahnya terdapat voute yang berfungsi sebagai sekur balok baja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3616" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg" alt="Contoh balok yang terbuat dari gabungan beberapa gabungan material baja" width="500" height="302" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Alat sambung balok dan perhtungan biaya</h2>
<p>Alat yang digunakan membuat maupun untuk menyatukan setiap komponen dalam sebuah balok baja ada 2 macam, yakni las dan mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan dan perhitungan biaya. Untuk <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-kebutuhan-kawat-las-konstruksi-gudang/">menghitung pekerjaan las</a> (biaya pengelasan) umumnya menggunakan satuan meter lari. Sementara itu biaya untuk pemasangan mur baut + ring adalah menggunakan satuan <a href="https://www.liputan6.com/hot/read/5202821/1-kodi-berapa-pcs-pahami-pengertian-dan-cara-menghitungnya#:~:text=Pcs%20adalah%20istilah%20yang%20ditulis,bagian%2C%20potongan%2C%20atau%20satuan.">Pcs</a> atau Buah.</p>
<p>Penting diketahui, perhitungan volume pekerjaan balok baja sebagaimana diuraikan diatas belum termasuk biaya kedua alat sambung tersebut. Oleh sebab itu, harus dihitung secara terpisah.</p>
<p>Persoalnnya, apakah kedua alat sambung tersebut dikehendaki terpisah atau dihitung menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan baja?. Jikalau dikehendaki menjadi satu kesatuan, berarti Anda haru menambahkan rincian pekerjaan pengelasan dan pemasangan baut pada volume pekerjaan baja.</p>
<p>Dengan demikian akan diketahui biaya total pemasangan lengkap dengan alat sambung baja. Dan, setelah itu Anda dapat melakukan konversi biaya pemasangan ke satuan meter lari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 00:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[base plate]]></category>
		<category><![CDATA[detail sambungan kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tiang kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5467</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum). Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum).</p>
<p>Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak paham sepenuhnya ragam satuan konstruksi baja. Kedua, orang tersebut sebenarnya paham, tetapi tidak mau ribet untuk menghitung volume baja secara detail.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3579" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg" alt="Pelaksanaan pabrikasi kolom baja WF yang tepat, cepat dan berkualitas" width="500" height="304" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar-300x182.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Plus minus menggunakan satuan kilogram untuk pekerjaan baja</h2>
<p>Harus diakui bahwa perhitungan volume pekerjaan konstruksi baja dalam satuan kilogram membutuhkan waktu yang cukup lama. Artinya semakin kompleks komponen material yang terdapat pada kontruksi tersebut, maka waktu yang Anda butuhkan untuk menghitung volume pekerjaan semakin lama.</p>
<p>Akan tetapi kelebihan dari penggunaan satuan tersebut adalah hasil perhitungan volume yang Anda lakukan jamin akurat. Hal itu didukung pula oleh AHSP baja resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah rata-rata mengunakan satuan kilogram.</p>
<p>Oleh sebab itu satuan yang tepat untuk pekerjaan tiang kolom baja pun idealnya adalah dalam satuan ini. Hal itu sudah Kami terapkan pada seluruh perhitungan biaya pekerjaan konstruksi baja selama ini, baik yang Kami kerjakan langsung maupun oleh orang lain (Klien). Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Dengan kata lain sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<h2>Ragam satuan pekerjaan kolom baja WF</h2>
<p>Selain 3 jenis satuan yang Kami sebutkan diatas (Buah, Unit, Set atau Ls), baru-baru ini Kami menemui satuan Titik. Disingkat dengan Ttk. Yang dipakai untuk perhitungan volume kolom baja WF. Jadi, selain satuan kilogram. Kali ini ada 5 macam satuan volume pekerjaan tiang kolom baja.</p>
<p>Perlu diketahui pada dasarnya ke-empat satuan tersebut pada dasarnya adalah sama. Untuk dijadikan sebagai satuan volume pekerjaan kolom baja WF misalnya, berarti 1 unit tiang kolom terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Material WF</li>
<li>Plat landas. Dalam bahasa Inggris disebut base plate</li>
<li>Stiffner (rib)</li>
<li>Plat tutup kolom (jika ada).</li>
</ol>
<p>Selain 4 komponen diatas, ada pula rangkaian pekerjaan yang terdapat pada pekerjaan tiang kolom yaitu:<br />
&#8211; Mengelas plat landas, rib dan tutup kolom<br />
&#8211; Serta membuat lubang baut.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk mengetahui berapa biaya pemasangan kolom WF dengan satuan Unit, kita harus lebih dulu menghitung berat masing-masing komponen material, serta menghitung volume las dan lubang baut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<h2>Contoh perhitungan volume pekerjaan tiang kolom WF</h2>
<p>1 Unit tiang kolom WF 250x125x6x9 dengan spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tinggi standar 6,0 m</li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=nxTavweDQZ0">Plat landas</a> yang terbuat dari material palt T=10, ukuran 200 x 300 mm.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/plat-strip-yang-terbaik-untuk-bahan-rib-plat/">Plat rib</a> T=6 x 59 x 232 mm sebanyak 4 buah</li>
<li>Dan, 1 buah plat tutup T=6 x 125 x 250 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama, menghitung tonase keseluruhan material. Caranya adalah:<br />
<strong>• Hitung tonase baja WF 250:</strong><br />
= 6,0 x 29,6 kg/m x 1 bh<br />
= 117,60 kg</p>
<p><strong>• Hitung berat plat landas T=10 mm:</strong><br />
= 0,20 x 0,30 x 81,0 kg/m² x 1 bh<br />
= 4,86 kg</p>
<p><strong>• Berat plat Rib T=6 mm:</strong><br />
= 0,059 x 0,232 x 48,61 kg/m² x 4<br />
= 2,66 kg</p>
<p><strong>• Berat plat tutup T=6 mm:</strong><br />
= 0,125 x 0,250 x 48,61 kg/m² x 1<br />
= 1,52 kg</p>
<p>Total tonase tiang kolom WF 250 adalah:<br />
= 117,60 + 4,86 + 2,66 + 1,52 kg<br />
= 126,64 kg</p>
<h2>Perhitungan biaya pemasangan kolom WF</h2>
<p>Menurut standar AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) baja resmi, biaya pemasangan baja WF dan pelat pada umumnya tidak sama. Oleh sebab itu, jikalau ingin mengetahui biaya pemasangan kolom WF dalam satuan Unit atau Buah. Maka biaya pemasangan dibagi menurut jenis material yang digunakan untuk tiang kolom.</p>
<p>Pada contoh perhitungan volume diatas, terdapat tonase baja WF sebesar 117,60 kg dan tonase plat baja sebesar 9,04 kg. Jadi rincian biaya pemasangan tiang kolom adalah sebagai berikut:<br />
= 117,60 kg x Rp 36.952 = Rp 4.345.555,20<br />
= 9,04 kg x Rp 42.757 = Rp 386.523,28</p>
<p>Total biaya pemasangan tiang kolom WF 250x125x6x9 adalah Rp 4.732.078,48 / Unit.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
• 2 macam harga satuan diatas diperoleh dari <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">AHSP baja WF</a> dan AHSP pelat baja.<br />
• Kedua AHPS tersebut dapat Anda peroleh dalam situs ini dengan cara mengetik kata kunci terkait.</p>
<p>Nah, total biaya Rp 4.732.078,48 ini lah yang Anda masukan dalam BoQ baja, jikalau di dalam BoQ tersebut pekerjaan tiang kolom WF disebutkan dalam satuan Buah, Unit, Set, Ls atau Titik.</p>
<h2>[Kesimpulan] Esensi satuan volume pekerjaan baja</h2>
<p>5 jenis satuan yang disebtkan diatas adalah menggambarkan sebuah tiang kolom yang siap pasang. Lengkap dengan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk sebuah keperluan struktur tiang pada konstruksi baja.</p>
<p>Metode perhitungan biaya pemasangan diatas juga dapat Anda terapkan untuk seluruh pekerjaan tiang kolom baja. Misalnya tiang kolom H Beam, kolom UNP, besi pipa CNP double dan lain sebainya.</p>
<p>Terakhir, secara khusus oleh Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja penggunaan 5 jenis satuan ini selalu dihindari. Dengan alasan terlalu jelimet untuk diterapkan, serta memakan waktu lama. Sedangkan pada dasarnya hasil perhitungan biaya adalah sama jikalau hanya menggunakan satuan Kg.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 09:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan untuk rib]]></category>
		<category><![CDATA[cara memasang rib]]></category>
		<category><![CDATA[jenis rib]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan rib baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan. Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3426" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg" alt="Macam-macam type rib baja dan letak pemasangan ketahui begini" width="450" height="341" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja-300x227.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut telah Saya sajikan sebelumnya, dan bisa Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-dan-kegunaan-rib-baut-pada-struktur-bangunan-baja/">artikel</a> ini.</p>
<h2>Cara menentukan letak pemasangan rib baja</h2>
<p>Idealnya letak pasang plat rib pada sebuah balok baja adalah di setiap ujung voute. Posisi tersebut seperti terlihat pada gambar yang berada di paragraf 1.</p>
<p>Dengan adanya plat rib tersebut maka hubungan antara balok dengan tumpuan jadi kokoh. Sebab voute yang berfungsi sebagai ekstra pengaku (sekur) balok menyatu dengan sayap maupun dengan badan <a href="https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/" target="_blank" rel="noopener">balok</a> WF/HB. Khusunya pada bentang besar. Misalnya bentangan 8 meter atau lebih.</p>
<h3>a. Rib balok induk</h3>
<p>Rib balok induk artinya rib yang pemasangannya dilakukan pada balok induk. Pemasangan rib ini sifatnya tambahan. Dimana, jikalau rib baja yang berada di ujung voute dianggap masih kurang, maka penempatan rib berikutnya dilakukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>Mengukur jarak total antara rib yang berada di ujung voute, lalu dibagi 3.</li>
<li>Jika cara 1 dianggap belum cukup, maka jarak total rib tersebut dibagi 5.</li>
</ol>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4878" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg" alt="Bentuk dan cara pasang plat rib yang benar pada material baja WF" width="1168" height="764" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg 1168w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-1024x670.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-768x502.jpg 768w" sizes="(max-width: 1168px) 100vw, 1168px" /></a></p>
<p>Metode pembagaian jarak pemasangan rib baja sebagimana dimaksud pada poin 1 dan 2 adalah seperti gambar diatas.</p>
<p>Sampai disini penting diketahui bahwa:</p>
<ol>
<li>Pembagian jarak rib tengah harus ganjil dan sama rata. Misalnya 3; 5; 7 dan seterusnya.</li>
<li>Pemasangan rib tepi balok (yang berada di ujung voute) sifatnya wajib.</li>
<li>Metode perletakan rib baja ini berlaku pula pada seluruh kuda-kuda baja WF, maupun kuda-kuda baja kastela.</li>
</ol>
<p>Oh iya penting diketahui ciri khas balok induk adalah memiliki voute di setiap ujung balok. Sementara jikalau tidak memiliki voute kemungkinan besar bahwa balok tersebut bukan balok induk.</p>
<h3>b. Rib balok anak</h3>
<p>Sering pula kita perlu memasang rib pengaku pada balok anak baja WF dan balok anak baja H Beam. Dimana pada balok anak sangat jarang ditemui menggunakan voute.</p>
<p>Dalam kasus ini pembagian jarak pasang rib baja tetap sama. Yaitu setiap kelipatan ganjil. Dan, dasar pengukuran jarak tersebut dilakukan dari pelat lekat balok anak. Perhatikan gambar dibawah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4912" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg" alt="Pertemuan antara balok induk dan balok anak baja" width="1017" height="768" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg 1017w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-300x227.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-768x580.jpg 768w" sizes="(max-width: 1017px) 100vw, 1017px" /></a></p>
<p>Misal panjang total balok anak (Pg) adalah 5.880 mm. Berarti pemasangan rib baja idelanya dilakukan setiap jarak:<br />
= Pg : 3<br />
= 5.880 : 3 = 1.960 mm</p>
<p>Jadi jumlah plat rib setiap balok adalah 2 buah. Tepatnya 2 di sebelah kanan, dan 2 lagi di sebelah kiri sayap WF atau HB.</p>
<h2>Tahapan pemasangan plat rib yang benar</h2>
<p>Tanpa membedakan balok induk atau balok anak, secara umum pemasangan plat rib balok maupun kuda-kuda baja WF terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama melakukan las titik, dan tahap kedua adalah melakukan pengelasan full.</p>
<h3>1. Proses las titik plat rib pada balok WF</h3>
<p>Dilakukan pasca menentukan jarak pasang rib pada kedua sisi profil baja WF. Dan, las titik dilakukan untuk menempatkan plat rib secara melintang pada material yang menyerupai huruf H tersebut.</p>
<p>Pada tahap ini yang perlu Anda pastikan selain jarak pasang rib adalah pertemuan antara baja WF dan rib, yakni harus 90*. Hal itu dimaksud agar fungsi rib sebagai pengaku balok jadi maksimal dan tidak mengakibatkan buckling pada balok.</p>
<p>Sementara itu titik-titik las yang perlu Anda buat pada rib adalah pada setiap sudut material yang berbentuk kotak tersebut. Lebih jelas aplikasi mengenai pemasangan rib baja silahkan Anda lihat dalam <a href="https://www.youtube.com/shorts/3Bw-W43ksqU">video short</a> berikut.</p>
<h3>2. Proses pengelasan baja secara baja</h3>
<p>Mengelas rib baja secara full maksudnya mengelas seluruh bidang material plat rib yang terhubung langsung dengan profil baja WF. Baik sisi kanan dan kiri, atau bidang yang vertikal maupun horizontal.</p>
<p>Proses ini bisa dimulai manakala seluruh plat rib sudah selesai dipasang dengan las titik pada sebuah balok. Sehingga tidak ada lagi kemungkinan berubah posisi atau jarak.</p>
<p>Pada umumnya las full ini dimulai pada bidang datar plat rib baja. Dengan kata lain pada posisi perletakan balok baja mengahap ke atas/kebawah. Sehingga menyerupai huruf H. Lalu, area plat rib yang dilas lebih dulu adalah yang menempel pada bagian badan WF.</p>
<p>Setelah itu, balok baja dibuat dalam posisi berdiri layaknya huruf I. Kemudian lakukan pengelasan secara full pada bidang sayap balok WF. Dengan demikian satu sisi pemasangan rib baja telah selesai dilakukan pada balok baja WF.</p>
<p>Lakukan metode yang sama pada sisi balok baja yang berikutnya, agar seluruh plat rib terpasang dengan kokoh, dan menyatu secara sempurna pada baja WF.</p>
<h2>Catatan penting tentang rib baja</h2>
<p>1. Dalam pembahasan ini sering muncul istilah plat rib. Hal itu menandakan bahwa material yang digunakan untuk membuat rib adalah plat baja lembaran.<br />
2. Pengelasan rib baja umumnya dilakukan dengan las CO dan las elektroda (kawat las).<br />
3. 1 unit rib balok terdiri dari 2 buah plat baja yang dibentuk sesuai dengan dimensi profil baja WF atau baja H Beam yang digunakan untuk material balok.<br />
4. Pemasangan rib baja sifatnya wajib pada kedua sisi baja WF dan HB.<br />
5. Pengelasan plat rib secara full tidak wajib. Sebab beberapa material baja WF tidak memenuhi standar untuk hal tersebut. Ketahui apa alasannya dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/">Kami</a> berikutnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</title>
		<link>https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain pemasangan kuda-kuda baja yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan. Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">kuda-kuda baja</a> yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3694" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg" alt="Konstruksi dak baja ini mayoritas menggunakan material WF" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi dak eksisting?. Untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya silahkan simak penjelasan Kami barikut ini.</p>
<h2>Pengertian, ragam jenis dan dinamika pelaksanaan</h2>
<p>Ekspansi dak baja artinya suatu kegiatan konstruksi bangunan yang menghendaki agar dak eksisting semakin luas dari sebelumnya, sehingga fungsi dak semakin maksimal untuk menjadi ruang aktivitas atau sebagai tempat untk menyimpan barang.</p>
<p>Penting diketahui menurut jenis lantai, ragam jenis dak baja terdiri dari 3 macam yaitu:<br />
1. Dak baja lantai beton<br />
2. Dak baja dengan lantai plat bordes,<br />
3. dan Dak baja lantai papan, panel board atau sejenis</p>
<p>Anda tahu kaitan ragam jenis dak baja ini dengan rencana ekspansi?. Jawabnya adalah untuk melakukan penyesuaian konstruksi. Artinya sedapat mungkin Anda harus merencanakan konstruksi dak baja yang baru sesuai dengan material yang digunakan pada dak baja yang lama.</p>
<p>Mengapa perlu dilakukan penyesuaian?. Jawaban secara teknis ada 3 yaitu untuk:</p>
<ul>
<li>Menjamin agar kekuatan kontruksi dak merata,</li>
<li>Memudahkan pemasangan dak yang baru,</li>
<li>Memastikan tampikan kontruksi sama dengan dak yang baru.</li>
</ul>
<h2>Persiapan perancangan dak baja baru</h2>
<p>Terdapat perbedaan metode perancangan ketika hendak melakukan ekspansi dak baja pada bangunan lama. Perbedaan tersebut adalah terletak pada spefisikasi material maupun sistem sambungan kontruksi. Maka dari itu sebelum merancang dak lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Ukur lahan dan ketinggian dak lama</h3>
<p>Lahan ekspansi dak artinya adalah tempat dimana Anda akan nenambah dak yang baru dengan cara menyambung dak eksisting. Data yang harus Anda peroleh pada saat pengecekan lokasi adalah:</p>
<h4>a. Lebar dan panjang lahan</h4>
<p>Berguna untuk menetukan jarak tiang kolom maupun panjang balok dak. Kendati tidak sama dengan ukuran dak lama, namun acuan untuk menentukan jarak tiang adalah tetap kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Misal ukuran lahan adalah 22&#215;36 m. Sementara jarak tiang pada dak lama adalah 6,0 meter. Berarti jarak tiang dak yang baru adalah 6,0 meter, sementara itu jikalau terdapat kelebihan maka hal itu dianggap sebagai perlakukan khusus.</p>
<h4>b. Tinggi balok dak baja</h4>
<p>Acuan untuk mengukur tinggi balok dak adalah permukaan lantai. Tepatnya ketinggian dari lantai hingga permukaan baja profil yang paling atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tinggi bersih tiang kolom.</p>
<p>Perlu catatan khusus. Jika terdapat kolom beton tambahan (pedestal) pada tiang, maka kolom beton tersebut juga harus Anda ukur. Supaya ekspansi dak baja diterapkan dengan cara yang sama. Yakni menggunakan kolom beton pedestal.</p>
<h3>2. Cek material konstruksi dak lama</h3>
<p>Tahap berikutnya setelah melakukan pengukuran lahan dan ketinggian dak adalah mengecek dimensi seluruh material bajaa yang digunakan pada kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Material baja yang perlu Anda cek mulai dari:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom serta komponen-komponennya. Misal tebal base plate, stiffners dan cover plate (tutup kolom),</li>
<li>Dimensi material balok induk maupun balok anak, beserta komponen-komponen.</li>
<li>Ukuran dan jumlah baut mur setiap titik sambungan balok</li>
<li>Warna dan jenis cat yang digunakan.</li>
</ol>
<h3>3. Cek material lantai dak</h3>
<p>Jika tidak ada prmintaan khusus dari owner, akibat pertimbangan-pertimbangan yang spesifik. Misalnya oleh karena fungsi dak baru berbeda dengan dak yang lama, maka sebaiknya lantai dak juga harus mengacu pada yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam hal ini pengecekan yang Anda lakukan adalah tehadap beberapa elemen berikut:</p>
<ol>
<li>Jenis material lantai beserta ketebalannya</li>
<li>Sistem pemasangan lantai.</li>
<li>Cara finishing lantai.</li>
</ol>
<p>Misal lantai dak lama adalah terbuat dari beton bertulang, berarti pengukuran harus Anda lakukan terhadap: 1]. Tebal beton, dan 2]. Keramik lantai. Sementara itu perlu juga cek apakah lantai beton tersebut menggunakan bondek atau tidak.</p>
<p>Jikalau tidak menggunakan bondek berarti dahulu pengecoran lantai dilakukan dengan mengguankan bekisting kayu/triplek. Oleh sebab itu mengingat lahan kerja berada dalam bangunan, maka ekspansi dak baja yang baru sebaiknya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">bondek</a>. Supaya pengerjaan lebih cepat dan praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4124" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg" alt="Ide kreatif untuk melakukan ekspansi bisnis dan konstruksi bangunan" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kontrol kekuatan konstruksi dak baja</h2>
<p>Keberadaan konstruksi dak baja lama pada sebuah bangunan ada 2 yakni dikerjakan oleh pihak (jasa konstruksi) lain, atau memang oleh Anda sendiri yang mengerajakan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu jikalau pengerjaannya adalah dilakukan oleh orang lain, maka Anda harus melakukan pengecekan ulang terhadap kekuatan struktur kontruksi dak. Caranya bagimana?, yaitu dengan melakukan analisa struktur. Menggunakan perhitungan momen secara manual, atau dengan menggunakan software khusus. Seperti SAP2000, ETABS atau sejenis.</p>
<p>Pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa material baja yang digunakan telah tepat. Sehingga berfungsi dengan maksimal sesuai dengan kekuatan kontruksi yang diharapkan untuk memikul beban.</p>
<p>Manakala terdapat kekuatiran pada salah satu material atau pada salah satu sistem/titik sambungan, maka hal tersebut sebaiknya Anda perbaiki. Maksudnya jangan Anda terapkan pada dak baja yang baru. Melainkan mengganti dengan material yang lebih besar, atau dengan alat sambung yang lebih memadai.</p>
<p>Jadi sekalipun prinsip ekspansi dak baja mengacu pada sistem kontruksi dak baja eksisting, bukan berarti serta merta melakukan duplikat mutlak padahal telah diketahui bahwa konstruksi dak esisting kurang kokoh. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan ulang kekuatan.</p>
<h2>Tahapan desain kontruksi dak</h2>
<p>Sama dengan proses desain konstruksi baja ekspansi pada umumnya, desain dak baja baru pada bangunan lama juga terdiri dari 4 tahap yaitu:</p>
<h3>a. Membuat gambar denah dak</h3>
<p>Gambar denah terdiri dari 3 macam yakni:<br />
1. Denah kolom baja<br />
2. Denah balok<br />
3. dan denah pondasi</p>
<p>Cara penyajian masing-masing gambar denah adalah bersebelahan dengan denah bangunan yang lama. Misal ketika Anda membuat gambar denah tiang kolom. Berarti harus terlihat pula pada gambar tersebut titik kolom baja eksisting.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda membuat gambar denah balok. Disebelah gambar debah tersebut harus terlihat pula posisi perletakan balok eksisting. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sistem kedua konstruksi, apak telah sama atau beda.</p>
<h3>b. Membuat gambar potongan ekspansi dak baja</h3>
<p>Setidaknya dibutuhkan 2 macam gambar potongan ketika Anda merencakan konstruksi dak baja, yaitu gambar potongan melintang (melebar), dan gambar potongan memanjang.</p>
<p>Secara prinsip juga sama dengan gambar denah bangunan, yaitu harus menampilkan potongan dak baja yang lama. Supaya diketahui apakah ketinggian antara dak eksisting dengan dak ekspansi telah sama.</p>
<p>Selain mengenai ketinggian dak, berdasarkan gambar potongan juga akan diketahui bentuk pondasi serta kedalamanya. Jadi pada prisipnya setiap gambar kontruksi baja harus dilengkapi dengan gambar potogan. Bila perlu untuk setiap masing-masing as bangunan.</p>
<h3>c. Gambar detail angkur dan sambungan balok</h3>
<p>Kelanjutan dari gambar dengan dan potongan adalah gambar detail. Untuk melakukan ekspansi dak baja setidaknya gambar detail yang harus Anda buat adalah:<br />
1. Pertemuan antara pondasi dengan tiang kolom baja. Atau sering disebut dengan gambar detail <a href="https://www.gambarbaja.com/2024/10/ragam-model-pelat-landas-kolom-baja-wf.html">pelat landas</a> (base plate) dengan angkur.<br />
2. Pertemuan antara tiang kolom dengan balok induk, serta antara balok induk dengan balok anak.</p>
<p>Inti dari gambar detail ini adalah untuk menjelaskan secara rinci tentang:<br />
1. Ukuran angkur baut yang digunakan pada setiap tiang kolom baja,<br />
2. Diameter dan jumlah baut mur dan ring yang diterapkan pada setiap sambungan balok,<br />
3. Dimensi material pelat baja yang digunakan pada setiap sambungan.</p>
<h3>d. Detail sambungan balok eksisting</h3>
<p>Connencting antara dak baja lama dengan dak baja yang baru adalah terletak pada balok induk. Artinya sejumlah balok baja ekspansi akan terpasang pada tiang kolom eksisting. Supaya kedua konstruksi dak beanr-benar terhubung.</p>
<p>Maka dari itu pemasangan pelat sambungan pada balok baja harus disesuaikan dengan lubang baut yang tersedia pada kolom baja eksisting. Dan, oleh sebab itu perlu melakukan pengecekan pada kontruksi dak baja eksising, sebagaimana dijelaskan pada paragraf 7-18.</p>
<h2>Proses pabrikasi dak baja ekspansi</h2>
<p>Secara umum tahapan pelaksanaan pabrikasi dak baja sama dengan proses pabrikasi kontruksi kuda-kuda baja. Yaitu mulai dari membersihkan material, pengukuran, pemotongan, membuat lubang baut, <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">mengelas</a> sambungan baja, serta terakhir adalah mengecat baja.</p>
<p>Sementara unsur yang tidak kalah penting dengan proses pabrikasi adalah persiapan lahan dan alat kerja. Lahan yang dimaksud disini adalah tempat dimana akan dilakukan pemasangan dak baja, serta letak pabrikasi. Apakah pada tempat yang sama atau berlainan.</p>
<p>Mengenai letak pabrikasi tersebut, aspek yang terpengaruh secara langsung adalah jadwal pengiriman material ke proyek, serta jenis armada yang digunakan. Apakah akan mengakibatkan langsiran material yang jauh atau dekat.</p>
<h2>Pemasangan ekspansi dak baja di lapangan</h2>
<p>Selain mengenai kesiapan material, lancar tidaknya proses pemasangan balok baja adalah ditentukan oleh 4 hal berikut:<br />
1. Ketersediaan alat kerja<br />
2. Jam kerja<br />
3. Tenaga kerja<br />
4. Dan lahan kerja</p>
<p>Untuk memasang balok dak di dalam bangunan tentu tidak sebebas memasang dak pada proyek biasa. Karena di dalam <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">bangunan</a> telah berlangsung aktivitas, maka harus ditentukan apakah ekspansi dak baja dapat dilakukan pada jam kerja normal.</p>
<p>Bila tidak memungkinkan dilakukan pemasangan dak baja pada jam kerja normal berarti harus pada saat malam hari. Untuk itu perlu lampu penerangan yang banyak, serta pekerjaan yang terampil kerja pada malam hari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 07:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[merancang kuda-kuda]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan kuda-kuda WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama. Hubungan kuda-kuda baja baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4381" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg" alt="Teknik menggunakan material baja bekas untuk konstruksi gudang" width="500" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Hubungan kuda-kuda baja baru dan tiang kolom lama</h2>
<p>Pada saat melakukan ekspansi bangunan pabrik atau gudang hal pertama yang selalu dipikirkan adalah bangaimana agar struktur bangunan lama (eksisting) dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi bangunan baru (espansi). Dengan tujuan agar biaya pelaksanaan pekerjaan bangunan yang baru bisa hemat dan cepat selesai.</p>
<p>Dan ternyata pemikiran tersebut tidak lah sebuah hal yang mustahil. Selain <a href="https://www.bajasatu.com/cara-memilih-material-batu-belah-yang-terbaik-untuk-pondasi-lajur-part-3-of-4/">pondasi</a>, struktur bangunan lama yang sering dimanfaatkan untuk keperluaan ekspansi bangunan baru antara lain tiang kolom, balok, konsol, cladding (dinding), talang dan kanopi.</p>
<p>Nah, secara khusus pada pembahasan kali ini Saya fokus mengenai pemanfaatan tiang kolom untuk keperluan memasang kuda-kuda baja baru. Dalam hal ini pada umumnya tiang kolom lama adalah terbuat dati baja WF atau <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/" target="_blank" rel="noopener">H Beam</a>.</p>
<p>Jikalau pun ternyata ada tiang kolom yang terbuat dari material lain misalnya pipa besi atau baja profil gabungan, hal tersebut dipastikan sangat jarang dan terjadi karena kondisi tertentu. Namun kali ini Kita tetap fokus pada 2 jenis material baja yang menyerupai huruf H ini.</p>
<h2>Sistem sambungan kuda-kuda WF</h2>
<p>Join antara kuda-kuda baja dengan tiang kolom WF atau H-Beam selalu upayakan dengan cara baut mur. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemasangan (ereksen). Maka dari itu sebelum merencanakan material dan ukuran baut kuda-kuda sebaiknya cek kolom baja yang lama.</p>
<p>Hal-hal yang perlu Anda cek pada kolom lama tersebut adalah:</p>
<h3>1. Dimensi lengkap material</h3>
<p>Yaitu meliputi ukuran setiap profil material baja WF denan mengguankan satuan milimeter. Untuk itu agar ukuran yang Anda peroleh akurat, maka alat ukur yang tepat Anda gunakan melakaukan pengecekan ini adalah sketmat.</p>
<p>Dimensi lengkap material baja WF ditandai dengan 4 kode ukuran yakni:<br />
H x B x t1 x t2<br />
H = Tinggi profil<br />
B = Lebar sayap<br />
t1 = Tebal badan<br />
t2 = Tebal sayap</p>
<p>Contoh: WF 300x150x6,5&#215;9 atau WF 400x200x8x13</p>
<p>Nah, dari data material tersebut Anda bisa membayang sejauh mana kemampuan tiang kolom lama untuk menopang kuda-kuda baja yang baru. Sehingga Anda bisa menentukan lebar bangunan (bentang kuda-kuda) yang akan Anda buat.</p>
<h3>2. Tinggi total kolom baja</h3>
<p>Memasang kuda-kuda baja yang baru sebaiknya rata dengan tinggi kolom lama. Supaya tinggi bangunan lama sama dengan bangunan yang baru. Oleh sebab itu, tinggi total tiang kolom bangunan yang lama harus Anda ketahui.</p>
<p>Sebagaimana diterapkan secara umum, pemasangan tiang kolom WF ada macam yakni:</p>
<ul>
<li>Berada diatas permukaan lantai bangunan,</li>
<li>Berada diatas kolom beton (pedestal).</li>
</ul>
<p>Nah untuk kedua kondisi ini, ukuran tinggi tiang kolom bangunan lama selalu dimulai dari <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">elevasi</a> lantai. Jadi, jikalau pun ternyata kolom baja berdiri diatas kolom pedestal, maka tinggi total kolom baja adalah termasuk dengan tinggi kolom pedestal tersebut.</p>
<p>Selanjutnya apakah Anda akan mengadopsi sistem struktur kolom lama ini pada kolom baja yang baru pada prinsipnya tidak masalah. Karena yang menjadi prioritas pengukuran adalah tinggi bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2816" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg" alt="Contoh pemasangan skur yang berfungsi sebagai batang tekan pada kuda-kuda baja kastela" width="520" height="346" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg 520w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 520px) 100vw, 520px" /></a></p>
<h3>3. Kondisi ujung tiang kolom WF dan HB</h3>
<p>Bentuk ujung sebuah tiang kolom baja WF dan H Beam pada umumnya ada 3 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Rata</li>
<li>Serong sesuai sudut kemiringan kuda-kuda</li>
<li>Sisi kanan dan kiri dilengkapi lubang baut</li>
<li>Salah satu sisi saja yang memiliki lubang baut.</li>
</ol>
<p>Atas kondisi tersebut diatas, tindakan yang harus Anda lakukan ketika hendak merencanakan dan memasang kuda-kuda baja yang baru adalah:<br />
Poin 2; Mengakibatkan tinggi kuda-kuda yang baru tidak sama dengan kuda-kuda yang lama<br />
Poin 3; Perlu modifikasi lubang baut untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru<br />
Point 4; Perlu membuat lubang baut yang baru.</p>
<p>Khusus poin 1 adalah kondisi kolom baja lama yang ideal dimanfaatkan untuk struktur bangunan baru. Maka dari itu sejak awal jika ada rencana untuk melakukan ekspansi bangunan, sebaiknya ujung kolom WF/HB selalu dibuat rata.</p>
<h4>a. Persiapan membuat lubang baut kuda-kuda</h4>
<p>Pada kolom baja lama umumnya terpasang sebuah konsol. Dan diatas konsol tersebut ada beberapa gording, trekstang, rangka talang dan lisplang. Yang menjadi satu kesatuan dengan atap bangunan lama.</p>
<p>Nah, agar tiang kolom tersebut dapat Anda manfaatkan untuk memasang kuda-kuda baja baru berarti seluruh konstruksi atap pada konsol harus dibongkar. Pembongkaran lakukan dengan tahap-tahap berikut:<br />
1. Memotong atap<br />
2. Melepaskan lisplang<br />
3. Melepaskan talang<br />
4. Mencopot trekstang<br />
5. Mencopot gording<br />
6. Melepas konsol</p>
<h4>b. Cara modifikasi lubang baut lama</h4>
<p>Lubang baut yang terdapapt pada ujung tiang kolom WF pada umumnya ada 2 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Lubang baut untuk kuda-kuda, dan</li>
<li>Lubang baut untuk konsol.</li>
</ol>
<p>Dalam hal ini yang perlu dilakukan modifikasi untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru adalah lubang baut yang sebelumnya digunakan untuk pemasangan konsol. Caranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ukur diameter</li>
<li>Ukur jarak antara lubang, dan</li>
<li>Hitung jumlah lubang baut</li>
</ul>
<p>Langkah berikutnya. Lakukan pengeboran pada setiap lubang baut lama untuk memperbesar diameter. Jadi, modifikasi yang dimaksud sebenarnya disini bukan merubah titik lubang baut. Melainkan membuat ukuran lubang baut agar lebih besar.</p>
<p>Sementara itu, karena lubang baut konsol selalu lebih sedikit dibanding lubang baut kuda-kuda. Maka Anda harus menambah beberapa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Caranya seperti dijelaskan pada langkah berikut.</p>
<h4>c. Cara membuat lubang baut yang baru</h4>
<p>Bila pada tiang kolom WF lama belum ada sama sekali lubang baut untuk memasang kuda-kuda baja yang baru. Berarti Anda harus membuat lubang baut pada kolom tersebut, dengan cara mengebor kolom dengan posisi tegak (terpasang/berdiri).</p>
<p>Ukuran dan jarak lubang pada tiang kolom lama Anda buat sesuai dengan standar ukuran lubang baut untuk kuda-kuda WF. Misal untuk Kuda-kuda WF 250, diameter baut yang digunakan pada umumnya adalah 16 mm. Sebanyak 10 buah. Sedangkan untuk kuda-kuda WF 350 adalah baut M19. Sebanyak 12 buah.</p>
<p>Pada kondisi seperti ini, karena Anda membut lubang baut baru pada kolom baja lama. Berarti ukuran baut pada tiang kolom baja yang baru juga bisa Anda seragamkan. Sehingga tidak terjadi perbedaan sistem sambungan antara kuda-kuda yang terpasang pada kolom lama, dan yang terpasang pada kolom baru.</p>
<h2>Proses pemasangan kuda-kuda baja yang baru</h2>
<p>Walau ada yang terpasang pada tiang kolom lama maupun tiang kolom baru, namun pada dasarnya cara memasang kuda-kuda baja WF adalah sama. Yaitu boleh dilakukan dengan cara manual, dan dengan cara semi manual.</p>
<p>Cara manual artinya seluruhnya hanya mengadalkan tenaga tukang dan dibantu dengan alat kerja ereksen sederhana. Seperti tali tambang, tiang boks pipa dan katrol (chain block). Sementara semi manual artinya dibantu dengan<a href="https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/"> alat berat crane</a>.</p>
<p>Lebih lengkap mengenai langkah-langkah pemasangan kuda-kuda sebelumnya telah Saya posting dalam artikel khusus pada situs ini. Untuk mendapatkan artikel tersebut silahkan Anda browsing pada kolom pencarian.</p>
<p>Seemntara itu, bilamana Anda ingin melakukan ekspansi bangunan dengan cara menyambung bangunan lama. Silahkan hubungi Saya (Riahman Siallagan,S.Ars,.IAI) melalui nomor kontak yang terdapat dalam situs ini juga.<br />
Terimakasih telah membaca artikel ini sampai selesai.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 00:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan baja]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pengelasan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekerjaan las pada konstruksi baja sifatnya wajib. Alias pasti dilakukan. Seberapa banyak?. Jawabnya tergantung oleh besar kecilnya bangunan, dan seberapa urgen tujuan pengelasan baja harus dilakukan. Dalam hal ini mari garisbawahi kata urgen. Kaitannya adalah dengan sistem sambungan konatruksi baja yang hanya terdiri dari 2 macam. Yakni baut dan las. Sejauh pengetahuan dan pengalaman Kami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pekerjaan las pada konstruksi baja sifatnya wajib. Alias pasti dilakukan. Seberapa banyak?. Jawabnya tergantung oleh besar kecilnya bangunan, dan seberapa urgen tujuan pengelasan baja harus dilakukan.</p>
<p>Dalam hal ini mari garisbawahi kata urgen. Kaitannya adalah dengan sistem sambungan konatruksi baja yang hanya terdiri dari 2 macam. Yakni baut dan las.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2421" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg" alt="Pengelasan baja juga salah satu penyebab terjadinya karat pada konstruksi baja" width="640" height="427" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Sejauh pengetahuan dan pengalaman Kami, paling dominan diantara 2 sistem sambungan tersebut adalah las. Karena untuk mengaplikasikan sambungan baut selalu membutuhkan proses pengelasan. Sementara untuk menyambung konstruksi baja bisa dilakukan hanya dengan mengadalkan las. Alias tidak perlu menggunakan mur baut.</p>
<h2>Tujuan dan ragam pekerjaan las</h2>
<p>Proses pengelasan pada materail baja yang akan digunakan untuk konstruksi bangunan dapat dibedakan menurut tempat pelaksanaan pekerjaan. Ada 2 yaitu di workshop dan di proyek.</p>
<p>Pekerjaan las yang dilaksanakan di workshop identik dengan tahap pabrikasi. Sementara proses pengelasan yang dilakukan di lapangan (proyek) identik dengan tahap ereksen.</p>
<h3>A. Pengelasan baja saat pabrikasi</h3>
<p>Secara umum tujuan pengelaaan baja konstruksi pada tahap pabrikasi dilalukan untuk:</p>
<h4>1. Menyambung material baja</h4>
<p>Misal ketika Anda ingin membuat kuda-kuda WF panjang 13,50 meter. Maka untuk mencapai panjang tersebut Anda harus menyambung material yang menyerupai hurif H tersebut dengan dengan cara mengelas.</p>
<p>Pada kasus seperti ini harus diakui memang pilihan alat sambung tidak hanya las. Tetapi bisa juga dilakukan dengan cara mur baut. Tetapi hemat kami untuk bentangan yang panjang pilihan terbaik adalah menyambung dengan cara mengelas.</p>
<p>Contoh lain. Sebuah kondisi yang berbeda dengan contoh pertama. Ketika Anda membuat sebuah grill tutup saluran, teralis pintu atau jendela, serta pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya non struktur. Satu-satunya cara untuk menyambung rangka besi adalah las.</p>
<h4>2. Menyatukan komponen konstruksi</h4>
<p>Misal ketika membuat sebuah tiang kolom yang terbuat dari baja <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/" target="_blank" rel="noopener">H Beam</a>. Komponen-komponen yang diperlukan pada kolom tersebut dan harus dipasang dengan cara las adalah:<br />
&#8211; Base plate (pelat landas)<br />
&#8211; Plat rib kolom<br />
&#8211; Plat rib plendes<br />
&#8211; Cover plate (plat tutup)</p>
<p>Sementara itu untuk membuat sebuah balok induk menggunakan material baja WF. Ragam komponen yang diperlukan dan harus di las pada material WF adalah:<br />
&#8211; Pelat lekat (clead plate)<br />
&#8211; Plat.stiffner<br />
&#8211; Voute baja</p>
<p>Maka seluruh komponen-kompoenen tersebut harus terpasang menggunakan las, supaya sebuah kolom baja H Beam atau balok baja WF bisa terbentuk dengan sempurna. Serta dapat digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan.</p>
<p>Contoh ketiga. Ketika membuat sebuah kanopi besi holow. Pada dasarnya elemen tambahan yang dibutuhkan adalah hanya pelat landas. Namun demikian bukan berarti pengelasan hanya dilakukan pada material pelat itu saja. Tetapi termasuk pada seluruh tangka kanopi yang terbuat dari besi holow. Mengapa demikian?, karena sistem sambungan rangka kanopi holow ideal adalah menggunakan las. Sehingga tampak minimalis dan pengerjaannya pun praktis (hemat waktu dan biaya).</p>
<h3>B. Tujuan pengelasan baja di proyek</h3>
<p>Pengelasan baja di proyek maksudnya adalah proses pengerjaan sebuah material yang dilakukan pada saat hendak ereksen atau pasca ereksen konstruksi baja di lapangan (site). Secara umum ragam pengelasan dilakukan untuk tujuan:</p>
<ol>
<li>Memasang angkur pada besi tulangan kolom/balok beton</li>
<li>Memasang shear connentor pada balok dan tiang kolom baja</li>
<li>Pasang rangka talang pada gording</li>
<li>Pasang<a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/"> rangka lisplang</a> pada konsol</li>
</ol>
<p>Selain 4 jenis pekerjaan tersebut diatas pengelasan juga sering dilakukan untuk memasang elemen tambahan pada konstruksi baja yang spesifik. Misalnya ketika memasang usuk dan reng baja pada rangka atap rumah tinggal.</p>
<p>Singkatnya, pengelasan di lapangan sifatnya fleksibel. Dalam artian sejauh mana RKS baja menjelaskan tentang metode pekerjaan las yang boleh dilakukan di lapangan dan yang tidak. Maka syarat-syarat dalam RKS tersebut lah yang menjadi acuan untuk melakukan pengelasan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5213" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg" alt="plat landas kolom pipa baja yang berbentuk bulat" width="750" height="750" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg 750w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Khusus pekerjaan tertentu, misalnya ketika membuat kuda-kuda pipa lengkung bentang besar. Umumnya proses bending pipa dan pabrikasi rangka batang kuda-kuda harus dilakukan dilapangan. Supaya lebih praktis dan muda untuk melakukan ereksen. Oleh sebab itu RKS baja pun sering dibuat dengan cara menyesuaikan kondisi konstruksi bangunan yang akan dibuat.</p>
<p>Ini lah yang yang Kami sebut bahwa tujuan pengelasan baja konstruksi dilapangan pada dasarnya bersifat fleksibel atau boleh disebut tidak terbatas. Karena ada faktor-faktor non teknis yang sering menjadi pertimbangan utama. Akan tetapi, walau demikian tidak serta merta pengelasan boleh dilakukan asal-asalan. Melainkan harus sesuai dengan rencana dan metode kerja.</p>
<h2>Tujuan pengelasan baja pada konstruksi lama</h2>
<p>Selain terhadap konstruksi baja yang baru. Pengelasan juga sering.dilakukan pada konstruksi baja yang lama (eksisting). Pekerjaan ini sering disebut renonasi atau ekspansi. Misal, ketika sebuah bangunan pabrik hendak diperbesar/diperluas dengan cara menyambung bangunan lama. Otomatis sebagian dari konstruksi bangunan lama digunakan menjadi bagian dari bangunan yang baru.Dalam hal ini komponen konstruksi bangunan baja lama yang sering dimanfaatkan sebagai bagian dari dan terhubung langsung dengan konstruksi bangunan baja yang baru adalah:</p>
<ul>
<li>Tiang kolom</li>
<li>Balok induk</li>
<li>Konsol</li>
<li>Kanopi</li>
</ul>
<h3>1. Fungsi pengelasa pada kolom dan balok baja lama</h3>
<p>Ketika ekspansi bangunan dilakukan pada sisi kanan atau kiri bangunan lama. Maka tiang kolom lama dapat digunakan sekaligus sebagai tiang kolom bangunan yang baru untuk memasang kuda-kuda baja. Oleh sebab itu Anda hanya memerlukan tambahan kolom baru pada satu sisi bangunan yang baru.</p>
<p>Demikian halnya dengan ekspansi dak eksisting. Selain sebagian tiang kolom lama dapat Anda gunakan, balok baja yang sudah terpasang sebelumnya juga boleh Anda manfaatkan sebagai bagian dari dak yang baru.</p>
<p>Maka dengan cara-cara tersebut diatas Anda telah melakukan langkah-langkah efisiensi biaya. Mulai dari struktur pondasi, tiang maupun balok. Termasuk dalam hal penagadaan material baja serta pengelasannya.</p>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas, diketahui pula bahwa tujuan pengelasan baja eksisting (tiang kolom/baja ) adalah untuk menghubungkan antara konstruksi bangunan lama dengan bangunan yang baru, supaya menjadi satu kesatuan yang sama-sama kokoh.</p>
<h3>2. Tujuan pengelasan konsol dan kanopi baja lama</h3>
<p>Ketika menyatukan antara bangunan yang baru dengan yang lama, selain struktur konstruksi yang saling terhubung satu sama lain, elemen arsitektural bangunan juga sering harus disamakan pemasangannya. Contoh elemen arsitektural adalah konsol dan kanopi. Maka dari itu diperlukan satu sistem sambungan yang pas. Dalam hal ini adalah las.</p>
<p>Pengelasan pada konsol baja lama terjadi ketika Anda hendak memasang rangka <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-talang-datar-galvalum-sheet-plate/">talang</a> tengah. Rangka talang tengah ini berfungsi sebagai wadah menampung dan menyalurkan air hujan yang berasal dari atap bangunan lama dan atap bangunan yang baru. Contoh rangka talang tengan seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2982" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg" alt="Gambar rangka talang yang terbuat dari baja profil siku" width="700" height="431" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p>Sementara itu tujuan pengelasan baja pada kanopi umumnya dilakukan untuk menyambung antara gording lama dengan yang baru. Dengan demikian maka atap kanopi terpasang dengan rata dan cantik. Serta fasad bangunan yang lama dan yang baru tidak terlihat kontras (beda).</p>
<h2>Tolak ukur pengelasan baja konstruksi</h2>
<p>Sebagaimana Saya jelaskan diatas bahwa pengelasan baja konstruksi yang baru, ketika pengelasan tersebut dilakukan di proyek adalah bersifat fleksibel alias tidak terbatas. Akan tetapi terikat pada RKS pekerjaan baja yang telah direncanakan sejak awal. Hal itu tidak terjadi pada pengelasan baja konstruksi eksisting.</p>
<p>Pengelasan baja konstruksi eksisting untuk keperluan konstruksi bangunan yang baru (ekspansi) sering dilakukan situasional. Alias menyesuaikan kondisi konstruksi baja yang lama. Oleh sebab itu ragam jenis pekerjaan, serta metode pengelasan kerap tidak terencana.</p>
<p>Contoh. Ketika Anda memasang gantungan lampu pada rangka atap baja yang tertutup oleh plafon. Diatas <a href="https://mamikos.com/info/jenis-kertas-dan-kegunaanya-dengan-gambarnya-gnr/">kertas</a> bisa dipastikan bahwa gantungan lampu tersebut pasti kokoh. Akan tetapi, titik pemsangan gantungan lampu tidak dapat Anda pastikan apakah sejajar dengan kuda-kuda baja atau tidak. Sebab kuda-kuda tertutup oleh plafon.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya apakah Anda bisa memastikan bahwa gantungan lampu tersebut kokoh, padahal tidak terpasang pada kuda-kuda?. Dan apakah pemasangan dapat dilakukan dengan las, sementara gantungan lampu hanya terpasang pada sebuah gording?.</p>
<p>Jadi tujuan pengelasan baja eksisting tidak serta merta sama dengan pengeasan baja konstr<span style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">u</span><span style="font-size: 16px;">ksi yang baru. Sebab pengelasan kontruksi baja yang baru dapat direncanakan sejak awal, serta kemungkinan meleset dari perencanaan sangat kecil. Sementara pengelasan pada kostruksi baja yang lama sering tidak terprediksi. Sehingga kemungkinan besar metode kerja las berubah sewaktu-waktu.</span></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</title>
		<link>https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 20:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat rumah]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi kerusakan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[proyek rumah tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal kosong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah kosong atau tidak berpenghuni sangat cepat mengalami kerusakan. Disebabkan oleh berbagai faktor sebagaimana dijelaskan pada artikel sebelumnya. Oleh sebab itu secepat mungkin harus di cegah, yaitu ejak proses pembangunan. Sebelumnya perlu diketahui sesuai judul. Satu-satunya cara terbaik untuk mencegah agar rumah tidak cepat rusak adalah jangan membiarkan rumah tersebut dalam keadaan kosong. Apalagi waktu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/">Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah kosong atau tidak berpenghuni sangat cepat mengalami kerusakan. Disebabkan oleh berbagai faktor sebagaimana dijelaskan pada <a href="https://arsitekta.com/kerusakan-rumah-dan-cara-identifikasi-terkini/">artikel</a> sebelumnya. Oleh sebab itu secepat mungkin harus di cegah, yaitu ejak proses pembangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5443" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg" alt="cara merawat rumah tinggal yang kosong agar tidak cepat rusak" width="1000" height="644" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong-300x193.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/10/cara-merawat-rumah-mewah-yang-kosong-768x495.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Sebelumnya perlu diketahui sesuai judul. Satu-satunya cara terbaik untuk mencegah agar rumah tidak cepat rusak adalah jangan membiarkan rumah tersebut dalam keadaan kosong. Apalagi waktu jangka panjang, atau bertahun-tahun.</p>
<p>Melainkan harus ditempati. Supaya ada yang membersihkan dan merawat bagian dalam maupun area luar rumah tersebut. Dengan demikian serangga dan binatang-binang pengerat lainnya tidak bersangan di dalam dan luar rumah.</p>
<h2>Tindakan pencegahan saat proses pembangunan rumah</h2>
<p>Terlepas apakah nantinya jadi rumah kosong atau berpenghuni, ada 3 hal yang harus Anda lakukan saat proses pembangunan rumah yaitu:</p>
<h3>a. Treatment anti rayap dan kayu</h3>
<p>Anti rayap tanah berguna untuk mencegah rayap datang dan bersarang pada area pembangunan rumah. Oleh produsen pencegahan dinyatakan efektif hingga 5-7 tahun. Berarti selama itu dipastikan struktur bawah bangunan misalnya <a href="https://www.bajasatu.com/cara-memilih-material-batu-belah-yang-terbaik-untuk-pondasi-lajur-part-3-of-4/">pondasi lajur</a>, pondasi cakar ayam dan balok sloof tidak akan rusak/keropos.</p>
<p>Sementara anti rayap kayu perlu diberikan jikalau Anda pakai material kayu menjadi bahan konstruksi bangunan. Misalnya ketika membuat kusen, jendela, pintu, atau rangka plafond dan rangka atap. Wajib pakai treatment anti rayap.</p>
<p>Upaya ini efektif untuk mencegah agar seluruh material kayu tidak dimakan rayap. Sehingga sekalipun kondisi rumah kosong, kayu tetap awet dan usia pakai menjadi lama.</p>
<h3>b. Tidak menanam pohon di pekarangan</h3>
<p>Satu sisi menanam pohon di pekarangan rumah sangat bagus. Apalagi jenis pohon yang berbuah. Selain halaman jadi rindang dan sejuk, kita juga akan memanen buah pada musimnya.</p>
<p>Tapi tahukan Saudara akar pohon dapat merusak lantai dan dinding rumah?. Pula dapat mengakibatkan halaman rumah tampak kumuh?.</p>
<p>Lantai rumah yang bersebelahan dengan batang pohon lambat laun akan rekat, atau terangkat karena adanya pertambahan akar pohon dalam tanah. Oleh sebab itu kalau pun Anda menganggap penting menanam pohon di pekarangan, sebaiknya tidak mepet bangunan.</p>
<p>Halaman, dinding dan tampak rumah juga akan menjadi kumuh bilamana Anda tidak merawat pohon yang di pekarangan. Diantaranya disebabkan olah daun dan ranting-ranting kering yang jatuh. Lalu, menjadi sarang bagi semut, ulat, lalat dan serangga.</p>
<p>Dampak lalin yang lebih parah ada lagi. Yakni daun-daun yang jatuh pada atap/talang rumah. Jikalau dibiarkan maka akan membuat atap rusak, dan talang jadi tersumbat. Lalu cepat atau lambat menjadi bocor.</p>
<h3>c. Menggunakan material tahan rayap dan korosi</h3>
<p>Ada 2 kemungkinan alasan seseorang ingin membangun rumah. Yakni untuk ditempati sendiri, atau ditempati orang lain dengan sistem kontrak. Nah kemungkinan rumah kosong dalam beberapa waktu terjadi karena alasan kedua.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk memudahkan perawatan sekaligus memperlambat kerusakan konstruksi bangunan sebaiknya hindari pemakaian material yang mudah lapuk, mudah korosi dan yang tidak tahan rayap.</p>
<p>Misal bahan kusen, pintu dan jendela paling mudah dirawat dan relatif murah adalah alumunium dan uPVC. Sementara rangka atap adalah baja ringan, dan plafond sebaiknya pakai PVC.</p>
<p>Semua material-material yang disebutkan diatas telah memenuhi syarat-syarat pemeliharaan yang mudah. Pula yang rentan terhadap kerusakan akibat faktor alam/lingkungan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4461" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg" alt="Kolam renang pribadi minimalis" width="600" height="322" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/kolam-renang-rumah-tinggal-300x161.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Pencegahan setelah bangun rumah selesai</h2>
<p>Jikalau belum ditempati setelah bangunan rumah selesai lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Mengosongkan bak air</h3>
<p>Meliputi bak air dalam kamar mandi, tandon air dalam tanah dan tandon air yang berada diatas atap. 3 wadah air ini tidak boleh dibiarkan dalam keadaan berisi. Supaya tidak menimbulkan bau, atau menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>Untuk memastikan bahwa bak air benar-benar kosong Anda harus memerika setiap keran air. Jangan sampai ada yang bocor, atau longgar. Yang mengakibatkan air menetes dan membuat bak air terisi lambat laun.</p>
<p>Untuk itu lebih baik mematikan keran air utama yang terpasang pada meteran PDAM dan mesin jet pump. Dengan demikian seluruh distribusi air dalam rumah telah stop.</p>
<h3>2. Memasang lampu secukupnya</h3>
<p>Setiap rumah kosong perlu dipasang lampu. Bila memungkinkan khusus malam saja. Namun jika tidak memungkinkan, karena Anda jauh dari lokasi rumah berarti lampu harus dalam keadaan hidup sepanjang malam dan siang hari.</p>
<p>Adapun titik lampu yang perlu Anda hidupkan adalah area teras, ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Sementara kamar tidur dan kamar mandi tidak perlu. Dengan catatan pintu kedua ruangan tersebut dibiarkan terbuka.</p>
<p>Tujuan pemasangan lampu pada bangunan rumah yang tidak berpenghuni adalah untuk mencegah pencurian, sekaligus menjauhkan kesan horor bagi tetangga. Dengan demikian tetangga simpati dan mau perhatian dengan keberadaan rumah.</p>
<h3>3. Membiarkan pintu-pintu dalam rumah terbuka</h3>
<p>Selain untuk menghemat pemakaian lampu (listrik), membuka pintu-pintu dalam rumah akan membuat sirkulasi udara jadi lebih baik. Tidak mengakibatkan pengab, dan bau.</p>
<p>Penting diketahui bau tidak sedap akan memancing hewan-hewan pengerat seperti tikus, kelabang dan lain sebagainya bersang dalam rumah. Dan hal itu dibiarkan maka lantai, dinding bahkan plafon bisa rusak.</p>
<p>Jadi, yang perlu digembok rapat adalah pintu utama, pintu samping/belakang dan jendela. Intinya setiap bukaan pintu/jendela yang terhubung langsung dengan area luar.</p>
<h3>4. Tidak menyimpan perabot/furnitur dalam rumah kosong</h3>
<p>Perabot dan furnitur jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama akan rusak dengan sendirinya. Yakni oleh karat, debu atau jamur yang timbul akibat sirkulasi udara yang tidak bagus.</p>
<p>Selain memincu niat maling. Perabot dan furnitur dalam rumah yang tidak dipakai juga akan membuat Anda kewalahan untuk melakukan perawatan. Dan bilamana tidak dibersihkan secara teratur, maka dipastikan cepat atau lambat barang-barang tersebut menjadi tidak layak pakai.</p>
<h3>5. Menutup rapat lubang saluran air, talang dan plafon</h3>
<p>Lubang saluran air kotor dari kamar mandi, toilet atau dari dapur sering menjadi sarana bagi tikus masuk kedalam rumah. Demikian juga lubang yang terdapat pada <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-talang-datar-galvalum-sheet-plate/" target="_blank" rel="noopener">talang datar</a> dan talang vertikal. Serta lubang service pada area langit-langit rumah.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk menutup akses hewan pengerat masuk, Anda harus memastikan bahwa seluruh lubang-lubang tersebut tertutup rapat. Misalnya dengan menggunakan floor drain dan roof drain untuk tutup saluran pipa tanam, serta tutup pipa talang tegak.</p>
<p>Sementara tutup lubang pada langit-langit adalah menggunakan bahan yang sama dengan material langit-langit. Dengan catatan bahwa penutup lubang tersebut tidak mudah geser. Supaya tidak ada celah yang membuat tikus masuk dalam rumah kosong itu.</p>
<h3>6. Memasang pagar dan cctv secukupnya</h3>
<p>Sekalipun rumah Anda berada pada kawasan cluster yang terkenal ketat dalam penjagaan. Anda wajib memasang pagar sekeliling rumah. Setidaknya dengan material besi minimalis. Dan dengan ketinggian antara 120 – 150 cm. Supaya orang lain tahu bahwa area tersebut adalah terlarang.</p>
<p>Selanjutnya mendukung upaya pencegahan terhadap aksi pencurian adalah dengan memasang CCTV. Adapaun area-area yang penting Anda pasang adalah teras/pintu gerbang dan area pintu samping. Sedangkan dalam rumah adalah area ruang tamu dan dapur. Jadi setidaknya 4 unit CCTV.</p>
<h3>7. Memeriksa dan membersihkan rumah kosong secara rutin</h3>
<p>Upaya pencegahan yang terakhir agar rumah tidak cepat rusak akibat tidak ditinggali adalah membersihkan secara rutin. Misalnya 2 atau 3 bulan sekali.</p>
<p>Sambil membersihkan rumah dan pekarangan, hal-hal yang perlu Anda periksa adalah:</p>
<ul>
<li><a href="https://arsitekta.com/standar-minimum-rangka-atap-spandek/">Atap</a> yang bocor</li>
<li>Dinding yang retak atau keropos</li>
<li>Cat yang kelupas</li>
<li>Lantai keramik yang pecah</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Permasalahan yang sering terjadi pada poin 7 ini adalah ketika Anda tidak punya waktu untuk melakukan kebersihan rumah. Diantaranya karena rumah Anda berada di luar kota. Untuk itu sebaiknya tunjuk seseorang/tetangga yang melakukan pekerjaan tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mencegah-rumah-kosong-agar-tidak-cepat-rusak/">Mencegah Rumah Kosong Agar Tidak Cepat Rusak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerusakan Rumah Dan Cara Identifikasi Terkini</title>
		<link>https://arsitekta.com/kerusakan-rumah-dan-cara-identifikasi-terkini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 20:20:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[desain rumah]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi kerusakan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tinggal mewah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerusakan rumah tinggal dan bangunan gedung secara umum disebakan oleh 2 faktor, yaitu faktor teknis dan non teknis. Pengertian, kondisi dan penyebab 1. Faktor teknis Kerusakan akibat faktor teknis artinya sebuah kondisi yang tidak seharusnya terjadi pada bangunan akibat dari kesalahan: 1]. Desain/perancangan, 2]. Pemakaian bahan, dan 3]. Pengerjaan. Jadi dalam hal ini orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kerusakan-rumah-dan-cara-identifikasi-terkini/">Kerusakan Rumah Dan Cara Identifikasi Terkini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kerusakan rumah tinggal dan bangunan gedung secara umum disebakan oleh 2 faktor, yaitu faktor teknis dan non teknis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4940" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg" alt="Contoh desain rumah tinggal split level 5 lantai" width="900" height="556" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-300x185.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Bangunan-rumah-tinggal-minimalis-modern-768x474.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<h2>Pengertian, kondisi dan penyebab</h2>
<h3>1. Faktor teknis</h3>
<p>Kerusakan akibat faktor teknis artinya sebuah kondisi yang tidak seharusnya terjadi pada bangunan akibat dari kesalahan: 1]. Desain/perancangan, 2]. Pemakaian bahan, dan 3]. Pengerjaan.</p>
<p>Jadi dalam hal ini orang yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah jasa arsitek yang merancang bangunan, dan jasa konstruksi (kontraktor) yang menyediakan serta mengerjakan bangunan.</p>
<p>Namun demikian pula terdapat pihak yang secara tidak langsung akan dimintai pertanggungjawaban yaitu konsultan pengawas, atau sering disebut MK (Manajemen Konstruksi). Karena selama proses konstruksi tidak melaksanakan tugas dengan baik.</p>
<p>Bagimana kalau pembangunan dilakukan tanpa menggunakan arsitek dan kontraktor?. Melainkan dengan cara memanggil tukang dan sistem harian. Berarti yang bertanggungjawab sepenuhnya pada kerusakan rumah tersebut adalah pemilik.</p>
<p>Mengapa demikian?. Karena sekalipun banyak masukan yang diberikan oleh tukang, namun sesungguhnya semua keputusan ada pada pemilik rumah. Jadi, tukang tidak pantas dimintai pertanggungjawaban. Atas kerusakan akibat faktot teknis.</p>
<p>Walau terlihat skeptis karena membela profesi tukang. Dan mungkin bertolak belakang dengan pandangan beberapa orang awam. Memang demikian seharusnya. Karena profesi tukang adalah pelaksana pekerjaan, bukan orang yang memustuskan hal-hal yang berkaitan dengan teknis.</p>
<p>Orang yang berwenang mengenai hal-hal teknis adalah arsitek dan insyiniur. Nah, karena dalam konteks ini tidak melibatkan kedua profesional tersebut berarti yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah pemilik bangunan. Sebab pemilik bangunan yang memutuskan tidak menggunakan jasa arsitek/insyiniur.</p>
<h4>A. Contoh kerusakan rumah tinggal akibat pemakaian material yang salah</h4>
<p>Indikasinya dapat kita ketahui jikalau tidak berfungsi dengan benar. Misal pemasangan pipa dan kran air ukuran 3/4&#8243;. Padahal sumber air bersih hanya mengandalkan PDAM. Maka dipastikan air tidak lancar.</p>
<p>Contoh kedua menggunakan cat tidak sesuai aturan pakai. Misal cat tembok interior digunakan di luar (eksterior), dipastikan tembok cepat berjamur dan mengelupas.</p>
<p>Mengenai pemakaian material selalu berdampak langsung pada tampilan sebuah bangunan. Oleh sebab itu kerusakan pada bangunan boleh diartikan tidak hanya bersifat fisik, namun termasuk psikis. Yaitu pandangan orang terhadap estetika bangunan menimbulkan beragam pertanyaan. Termasuk kurang nyaman.</p>
<h4>B. Contoh kerusakan rumah ibadah akibat pengerjaan yang tidak benar</h4>
<p>Proses pengerjaan rumah ibadah <a href="https://www.youtube.com/watch?v=0ITUbIYdAk8">gereja</a> yang sering terjadi adalah membuat trap tangga terlalu tinggi. Akibatnya anak-anak dan lansia sulit untuk menggunakan utilitas pejalan kaki tersebut.</p>
<p>Sering pula tidak disertai dengan ramp untuk disabilitas. Sehingga untuk masuk ke ruang ibadah para penyadang cacat harus dibopong oleh keluarga yang bersangkutan.</p>
<p>2 contoh diatas termasuk kerusakan bangunan dalam fungsi akkibat proses pengerjaan yang tidak benar. Seharusnya aspek-aspek fungsi selalu dijadikan proritas dalam hal pelaksanaan pekerjaan bangunan. Dibarengi dengan material yang tepat. Maka hasilnya akan sempurna.</p>
<p>Sampai disini mungkin Saudara bertanya mengapa tidak menyinggung kerusakan yang berkaitan dengan struktur/arsitektur bangunan?. Jawabnya karena hal tersebut terkait dengan proses perancangan bangunan.</p>
<p>Contoh-contoh kegagalan struktur bangunan telah Saya bahas sebelumnya dalam artikel khusus. Artikel tersebut dapat Anda temui melalui <a href="https://arsitekta.com/kerusakan-struktur-bangunan-yang-paling-serius-dan-harus-ditangani-segera/">tautan</a> ini.</p>
<h3>2. Faktor non teknis</h3>
<p>Kerusakan rumah akibat faktor non teknis terbagi lagi menjadi 2 yaitu:<br />
1. Faktor internal. Yaitu perlakuan manusia yang tidak benar terhadap bangunan. Dalam hal ini adalah pemilik maupun orang-orang yang menggunakan bangunan.<br />
2. Faktor eksternal. Yaitu kondisi alam dan lingkungan yang buruk. Misal gempa, banjir, hujan badai, debu vulkanik, huru-hara dan sebagainya.</p>
<p>Perlakukan yang tidak benar terhadap sebuah bangunan antara lain:</p>
<ol>
<li>Membuat gantungan pakaian sembarang tempat dan menggunakan paku</li>
<li>Memasang lampu tambahan dan membiarkan kabel listrik telanjang di dinding</li>
<li>Tidak pernah membersihkan atap dan talang air</li>
<li>Membersihkan lantai keramik menggunakan pembersih yang mengandung zat kimia</li>
</ol>
<h2>Cara identifikasi kerusakan bangunan gedung</h2>
<p>Kerusakan rumah maupun gedung dapat diketahui dengan cara melalukan pengamatan langsung pada objek konstruksi bangunan. Namun bukan otomatis objek tersebut yang mengalami kerusakan.</p>
<p>Misal terhadap langit-langit. Bila terdapat flek pada permukaan berarti kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh atap bocor. Jadi yang perlu diperbaiki petama sekali adalah atap, lalu <a href="https://arsitekta.com/menghitung-biaya-cat-ulang-konstruksi-baja-lama/">mengecat ulang</a> langit-langit.</p>
<p>Contoh kedua lantai keramik pecah. Kemungkinan bukan karena pemasangan yang salah, melainkan ada akar pohon menjalar dibawah. Sehingga lantai keramik terdorong ke atas, lalu retak.</p>
<p>Namun demikian diluar contoh-contoh di atas, sering pula komponen konstruksi bangunan yang diamati sekaligus menjadi objek yang harus diperbaiki. Misalnya dinding yang retak, engsel pintu lepas dan sebaginya.</p>
<p>Singkatnya sangat mudah melakukan identifikasi kerusakan bangunan. Sebab tanpa perlu menggunakan alat khsusu/canggih, serta tidak perlu dilakukan oleh profesional.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk mencegah kerusakan rumah makin parah, baiknya luangkan waktu Anda mengamati seluruh konstruksi bangunan rumah. Serta lamgsung memberi tanda (mencatat) titik-titik potensi kerusakan. Untuk dilakukan perbaikan kemudian hari. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kerusakan-rumah-dan-cara-identifikasi-terkini/">Kerusakan Rumah Dan Cara Identifikasi Terkini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</title>
		<link>https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 20:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[kolom tengah baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5435</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin besar sebuah bangunan gedung yang akan dibuat berarti dimensi kolom yang dibutuhkan untuk penopang utama bangunan tersebut semakin besar. Demikian sebaliknya. Jika bangunan sangat kecil dan rendah tentu tidak perlu pakai tiang kolom yang besar. &#160; Fungsi kolom tengah baja dan jenis material Kolom tengah baja artinya sebuah pilar/tiang yang terbuat dari material baja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/">Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makin besar sebuah bangunan gedung yang akan dibuat berarti dimensi kolom yang dibutuhkan untuk penopang utama bangunan tersebut semakin besar. Demikian sebaliknya. Jika bangunan sangat kecil dan rendah tentu tidak perlu pakai <a href="https://arsitekta.com/plus-minus-tiang-kolom-tengah-pada-bangunan-bentang-lebar/">tiang kolom</a> yang besar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4854" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg" alt="rangka baja untuk pemsangan cladding dan atap galvalume dengan menggunakan baut skrup atau drilling screw" width="1024" height="585" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding-300x171.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/06/Rangka-atap-dan-cladding-768x439.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Fungsi kolom tengah baja dan jenis material</h2>
<p>Kolom tengah baja artinya sebuah pilar/tiang yang terbuat dari material baja profil. Komponen ini tergolong struktur bangunan karena pemasangannya selalu bersamaan dan berkiatan langsung dengan struktur pondasi, balok dan/atau kuda-kuda.</p>
<p>Penting diketahui juga pemasangan kolom tengah tidak hanya diterapkan pada bangunan yang terbuat dari struktur baja. Tetapi bisa juga pada bangunan struktur beton. Dalam hal ini fungsi kolom tetap sama. Yakni sebagai penopang struktur bangunan yang ada diatasnya.</p>
<p>Material baja yang paling tepat untuk digunakan sebagai tiang kolom tepi, maupun kolom tengah adalah WF dan HB. Alasannya selain sangat kokoh dan murah, dimensi kolom WF dan H Beam juga sangat banyak. Sehingga cocok diterapkan untuk berbagai macam bentangan. Baik bentang kecil maupun super lebar.</p>
<p>Kedua material baja yang sama-sama menyerupai hurif H tersebut juga dapat diperoleh dalam bentuk profil yang asli. Sesuai dengan buatan pabrik. Serta memungkinkan pula dibuat dengan cara rekayasa (manual).</p>
<h2>Cara menentukan dimensi material</h2>
<p>Sebagimana disinggung diatas esensi kolom tengah terbagi 2 yakni sebagai perkuatan pada struktur beton dan struktur baja.</p>
<h3>a. Dimensi kolom pada struktur beton</h3>
<p>Praktik pemasangan kolom baja pada struktur beton umumnya dilakukan belakangan. Dengan kata lain setelah <a href="https://www.bajasatu.com/syarat-agar-pekerjaan-beton-bertulang-berkualitas-bagus/">struktur beton</a> bangunan selesai seluruhnya. Namun karena dianggap kurang kokoh, maka perlu dipasang tiang kolom.</p>
<p>Kondisi yang sama seperti yang pernah Kami bahas mengenai struktur balok baja susulan. Artikel tersebut dapat Anda temui melalui <a href="https://arsitekta.com/memasang-struktur-baja-susulan-pasti-kuat-rahasianya-begini/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<p>Demikian pula dalam konteks ini pemasangan tiang kolom susulan harus dilakukan. Supaya struktur beton eksisting kokoh. Dan material tepat untuk itu adalah baja WF atau H Beam.</p>
<p>Cara menentukan dimensi kolom WF dan HB harus mmberdasarkan analisis struktur. Serta didukung oleh data-data berikut:</p>
<ol>
<li>Lebar bentang antara balok induk</li>
<li>Tinggi tiang yang hendak dipasang, dan</li>
<li>Berat bangunan rata-rata yang dipikul oleh tiang kolom</li>
</ol>
<p>Contoh bentang balok 9,0 meter dan tinggi kolom 4,0 m. Sementara beban banguan adalah sebesar 2.750 &#8211; 3.000 kg/m². Lalu penempatan tiang kolom susulan adalah di tengah bentangan. Berarti kolom baja yang ideal adalah WF 250x125x6x9.</p>
<h3>b. Dimensi kolom tengah pada struktur baja</h3>
<p>Kolom tengah pada bangunan struktur baja sering ditemui pada saat pemasangan kuda-kuda. Karena kuda-kuda dianggap terlalu lebar, maka perlu dipasang tiang kolom tambahan pada beberapa tempat. Jadi berbeda dengan tujuan pemasangan kolom tengah pada struktur beton.</p>
<p>Oleh sebab itu ditinjau dari segi fungsi maupun dimensi kolom tengah yang digunakan untuk struktur kuda-kuda baja jauh lebih kecil dibanding kolom tengah yang digunakan untuk struktur beton. Penyebab utama adalah besaran berat bangunan yang dipikul oleh tiang.</p>
<p>Sebuah tiang kolom yang terletak di tepi maupun di tengah kuda-kuda memilkul berat atap sekitar 250-300 kg/m. Hampir 10x lipat dari beban struktur beton.</p>
<p>Menurut kebutuhan bentang kuda-kuda kolom tengah ada 2 macam, yakni hanya terpasang 1 unit pada setiap bentangan, atau terdiri dari 2 unit.</p>
<p>Kolom tengah yang hanya 1 unit (tunggal) umumnya dipasang tepat dibawah kerpus, atau berada di tengah as bangunan. Seperti terlihat pada gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4768" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg" alt="Penampakan tiang kolom baja WF yang tinggi, lengkap dengan balok dan kuda-kuda baja kastela" width="448" height="328" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara bila terdiri dari 2 unit, maka pemasangan tiang dilakukan atas dasar pertimbangan ketersediaan material kuda-kuda, anggaran, serta fungsi ruang.</p>
<h4>1. Menentukan dimensi kolom tengah tunggal</h4>
<p>Kolom baja yang ditempatkan ditengah/as bangunan umumnya pada bentang 35 sampai 45 meter. Spesifikasi material kolom yang ideal adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bentang 35,0 meter = baja WF 400&#215;200</li>
<li>Bentang 40,0 m = WF 450&#215;200</li>
<li>Bentangan 45 meter = WF 500&#215;200.</li>
</ul>
<p>Bilamana ternyata bentang bangunan tidak persis sama dengan 3 macam ukuran tersebut, maka pemilihan material kolom tengah dapat dilakukan dengan cara pembulatan keatas.</p>
<p>Misal bentang 38,0 berarti menggunakan WF 450. Demikian pula bentang 42,5 meter, berarti tetap memilih baja WF 500. Sangat praktis bukan?.</p>
<h4>2. Menentukan dimensi kolom tengah double</h4>
<p>Kolom tengah yang terdiri dari 2 buah sering ditemui pada bangunan bentang 50,0 lebih. Pada kondisi ini setiap penentukan dimensi material sebaiknya backup perhitungan kekuatan struktur bangunan.</p>
<p>Walau demikian terkait dengan jarak ideal kolom dapat dilakukan menurut standar ukuran. Misal bentang 55,0 meter. Jarak ideal antara tiang adalah 15,0 dan 25,0 meter. Dengan menggunakan material:</p>
<ul>
<li>Kolom tepi = baja WF 300&#215;150</li>
<li>Kolom tengah = WF 350&#215;175</li>
</ul>
<p>Contoh kedua, bentang 65 meter. Pembagian tiang kolom ideal dilakukan dengan jarak 17,5 dan 30,0 m. Lalu material yang digunakan untuk tiang kolom tepi adalah WF 350. Sementara tiang kolom tengah adalah WF 400.</p>
<h2>Elemen pelengkap kolom tengah</h2>
<p>Sama halnya dengan pemasangan kolom tepi baja, kolom tengah juga harus dilengkapi dengan balok. Balok tersebut berfungsi sebagai pengikat antara tiang kolom yang satu dengan yang lain.</p>
<p>Pertanyaan, berapa jumlah ideal balok pengikat tiang kolom tengah?. Jawabnya minimal 2. Yaitu berada tepat di tengah dan di ujung atas tiang kolom.</p>
<p>Sementara itu, tak jarang pula ditempatkan beberapa <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">bracing kolom</a> pada tiang tengah. Hal itu berfungsi untuk mencegah tekuk, sekaligus untuk memudahkan pemasangan kolom agar benar-benar tegak lurus.</p>
<p>Singkatnya, selain dimensi kolom hal lain yang perlu dilakukan untuk mencapai kekuatan struktur bangunan yang tinggi adalah menentukan elemen pelengkap yang terpasang secara langsung pada tiang kolom.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-kolom-tengah-baja-yang-ideal/">Dimensi Kolom Tengah Baja Yang Ideal</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
