<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alat berat Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/alat-berat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/alat-berat/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Aug 2022 20:31:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>alat berat Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/alat-berat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Jenis Alat Berat Crane Yang Terbaik Untuk Ereksen Baja Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2022 20:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat crane]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis crane]]></category>
		<category><![CDATA[mobil crane]]></category>
		<category><![CDATA[rafter crane]]></category>
		<category><![CDATA[tower crane]]></category>
		<category><![CDATA[yap crane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis alat berat yang beredar di Indonesia. Tentu tidak semua yang efektif, dan cocok digunakan untuk pekerjaan bangunan. Salah satu yang paling pas adalah alat berat crane. Tapi, tidak semua jenis crane loh! Hanya 4 macam. Apa saja itu?. Temukan jawabannya dalam artikel ini. Latar belakang penggunaan alat ereksen Tahun 2.000-an ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/">4 Jenis Alat Berat Crane Yang Terbaik Untuk Ereksen Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis alat berat yang beredar di Indonesia. Tentu tidak semua yang efektif, dan cocok digunakan untuk pekerjaan bangunan. Salah satu yang paling pas adalah alat berat crane. Tapi, tidak semua jenis crane loh! Hanya 4 macam. Apa saja itu?. Temukan jawabannya dalam artikel ini.</p>
<h2>Latar belakang penggunaan alat ereksen</h2>
<p>Tahun 2.000-an ke bawah, alat berat crane masih asing dalam proyek baja. Ereksen baja pada saat itu, semuanya dilakukan secara manual. Yaitu menggunakan chain block, tali tambang, dan sebuah tiang penyangga. Atau dalam istilah lokal disebut “box ereksen”. Pula, dengan menggunakan alat khusus, yang bernama “lier”. Juga, istilah bagi tukang lokal (Jawa Tengah). Yaitu khusus untuk ereksen kuda-kuda bentang lebar.</p>
<p>Namun semenjak itu. Penggunaan alat berat crane lambat laun semakin ramai. Karena ternyata sangat efisien. Lebih aman bagi tenaga kerja. Dan, proses pemasangan konstruksi cepat selesai. Beda dengan metode sebelumnya, yang hanya mengandalkan tenaga manusia.</p>
<p>Maka dari itu, dampak dari semakin banyaknya pemakaian alat berat ini. Makin banyak pula orang (perusahaan) yang membuka usaha rental <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">alat proyek</a>. Ada yang menyediakan segala macam ukuran alat berat. Ada pula yang khusus alat berat crane.</p>
<h2>Jenis-jenis crane yang cocok untuk ereksen baja dan kegunaan</h2>
<p>Untuk kelancaran ereksen baja, crane yang terbaik saat ini ada 4, yaitu:</p>
<h3>1. Mobil crane</h3>
<p>Atau sering disebut hidraulik crane. Adalah sebuah alat pengangkat benda yang bisa bergerak (mobile), dari suatu tempat ke tempat yang lain. Bahkan, alat berat crane ini bisa melintas di <a href="https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/49/klasifikasi-jalan-berdasarkan-status-dan-kelas-jalan">jalan raya.</a> Untuk menuju suatu tempat, atau lokasi proyek. Karena telah dilengkapi dengan dokumen resmi. Layaknya sebuah kendaraan bermotor roda 4, atau lebih.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-4234 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Mobil-crane-dan-konstruksi-baja-300x198.jpg" alt="Alat berat mobil crane sedang bongkar material baja" width="300" height="198" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Mobil-crane-dan-konstruksi-baja-300x198.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Mobil-crane-dan-konstruksi-baja.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mobil crane termasuk alat berat yang paling banyak diminati untuk kegiatan proyek. Karena biaya sewa, dan biaya mobilisasi yang sangat murah. Alat ini juga mampu melaksanakan ereksen baja daris segala posisi. Bahkan, untuk kegiatan-kegiatan lain dilapangan. Seperti langsir, dan <a href="https://arsitekta.com/11-pekerjaan-bongkar-pasang-konstruksi-baja-langkah-langkah-persiapan-bagian-3-dari-5/">bongkar pasang</a>, atau muat material bangunan.</p>
<p>Namun dibalik itu semua, mobil crane membutuhkan ruang yang lapang dan kering, agar bisa melakukan manuver. Alasannya, karena alat ini memiliki panjang ±15 meter. Serta ukuran/jenis roda, sama dengan sebuah mobil truk. Selengkapnya mengenai spesifikasi alat, dapat Anda lihat dalam tautan ini. Salah satu perusahaan rental alat berat terkemuka di Indonesia saat ini.</p>
<h3>2. Rafter crane</h3>
<p>Rafter yang dimaksud disini, bukan kuda-kuda rangka batang iya sobat!. Melainkan sebutan untuk alat berat crane jenis tertentu. Alat ini secara fisik sama persis dengan mobil crane. Begitu juga fungsi, maupun kemampuan alat untuk ereksen. Tiada yang berbeda.</p>
<p>Akan tetapi, rafter crane tidak di ijinkan untuk mobile di jalan raya. Karena sumbu roda hanya 4 buah. Serta ukuran roda sangat besar. Menyerupai ban traktor. Selain itu, armada menjadi satu kesatuan dengan alat berat. Sehingga dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan <a href="https://nasional.kompas.com/read/2022/03/20/02000051/pelanggaran-dalam-undang-undang-ketenagakerjaan">undang-undang.</a> Oleh sebab itu, agar alat bisa sampai di proyek. Harus dibawa oleh armada khusus. Yakni truk trailer.</p>
<h3>3. Yap (Hiab) crane</h3>
<p>Atau terkenal dengan sebutan mounted crane. Adalah alat berat crane yang memiliki jangkauan, serta daya angkut yang paling kecil. Sepintas terlihat sama dengan sebuah truk barang. Dan, memiliki bak terbuka. Hal ini sekaligus menggambarkan kegunaan yap crane. Selain sebagai alat ereksen konstruksi baja. Juga berguna untuk muat barang. Bentuk alat seperti gambar dalam <a href="https://azzacrane.com/sewa-foco-crane-jakarta/">tautan ini.</a></p>
<p>Berdasarkan daya angkat yap crane bermacam-macam. Antara lain kapasitas 3 ton; 5 ton; 7 ton; 10, dan 15 ton. Namun, menurut ukuran armada. Yap crane terdiri dari 3 jenis, yakni: 1]. Roda 6. Setara dengan truk cold diesel, 2]. 6 roda, setara dengan truk Fuso, dan 3]. 10 roda. Atau setara dengan truk tronton. Semua jenis alat ini, sangat cocok untuk ereksen baja. Silahkan Anda pilih sesuai kebutuhan.</p>
<h3>4. Tower crane</h3>
<p>Atau sering disingkat dengan TC. Cocok digunakan segala jenis pekerjaan konstruksi bangunan. Terlebih untuk konstruksi baja. Bisa Anda manfaatkan untuk ereksen kolom, balok regel, konsol, kuda-kuda dan sebaginya.</p>
<p>Kelebihan alat ini sangat banyak. Antara lain memiliki jangkauan yang sangat luas, dan posisi “boom” (sebutan untuk batang pengangkat) sangat tinggi. Sehingga proses ereksen tidak mengganggu aktivitas yang berada di bawah.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2664 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda-300x169.jpg" alt="Rangka baja dengan cat dasar hijau tua dan cat finishing berwarna hijau muda" width="300" height="169" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/1_rangka-baja-dengan-cat-dasar-hijau-tua-dan-finishing-hijau-muda.jpg 491w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Namun demikian, alat berat crane ini juga punya kelemahan, yaitu terkait posisi alat. Tetap pada satu tempat. Akibat dari pada itu, bilamana material berada di luar jangkauan. Maka alat ini tidak berguna sama sekali. Jadi, Anda harus langsir secara manual.</p>
<p>Selain itu, kelemahan yang lain adalah daya angkut/angkat yang sangat terbatas. Batang boom yang berdekatan dengan tumpuan memiliki daya angkat yang besar. Namun, semakin ke ujung. Dayang angkatnya semakin kecil.</p>
<h2>Cara memilih alat berat yang tepat</h2>
<p>Untuk keperluan pemasangan konstruksi baja, maupun konstruksi bangunan yang lain. Cara memilih alat berat crane yang tepat, adalah dengan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>#1; Mengetahui akses dan kondisi lapangan</h3>
<p>Hal ini `untuk menentukan jenis, dan ukuran crane. Semisal, untuk jalan yang sempit dan berbatu. Berarti yang paling cocok adalah rafter crane. Nah setelah itu, Anda akan tahu apa langkah selanjutnya, yang harus Anda persiapkan. Salah satunya adalah cara mengangkut rafter crane ke proyek.</p>
<h3>#2; Memahami ragam jenis pekerjaan</h3>
<p>Tahap ini adalah bertujuan untuk menentukan kapasitas/daya angkat cane. Bilamana posisi material acak, berjauhan, bobotnya relatif ringan, dan berada pada ketinggian. Maka, alat yang terbaik adalah tower crane. Setelah menentukan alat berat crane. Selanjutnya Anda akan diperhadapkan pada tahap ke-3. Berikut ini.</p>
<h3>#3; Sewa alat yang sesuai dengan budget</h3>
<p>Sekalipun Anda telah memutuskan untuk menggunakan salah satu crane. Tapi, sangat penting untuk menyesuaikan pemakaian alat, dengan anggaran biaya yang tersedia. Sering terjadi, jenis alat yang diperhitungkan dalam RAB, ternyata tidak match dengan praktek di lapangan.</p>
<p>Maka dari itu, efektif tidaknya pemakaian alat berat crane adalah tergantung ketersediaan biaya. Biaya untuk apa saja?. Cukup banyak. Pada artikel bagian ke-3, kami rencanakan untuk membahas hal tersebut. Browsing aja, dengan kata kunci &#8220;biaya sewa mobil crane untuk proyek baja&#8221;.</p>
<h2>[Penutup] Mengapa tidak termasuk hoist crane?.</h2>
<p><a href="https://arsitekta.com/hoist-crane-manual-murah-tanpa-energi-listrik-mengapa-tidak/">Hoist crane</a> sebenarnya memiliki peran penting dalam pelaksanaan pekerjaan baja. Hanya saja bukan untuk pemasangan di lapangan. Tapi, untuk pekerjaan pabrikasi saja. Oleh sebab itu, tidak termasuk dalam daftar di atas.</p>
<p>Namun, walau demikian, eksistensi hoist crane demi kelancaran ereksen baja sangat besar. Tidak terbantahkan. Selain untuk kelancaran pabrikasi. Juga untuk memudahkan proses bongkar muat material di workshop. Misalnya, ketika hendak dikirim ke proyek.</p>
<p>Demikian penjelasan mengenai 4 jenis alat berat crane yang terbaik. Kegunaan masing-masing alat, serta cara menentukan jenis alat yang paling cocok untuk pekerjaan konstruksi baja di lapangan.</p>
<p>Bagian ke-2, masih berkaiatan erat dengan topik ini. Adalah membahas tentang spesifikasi crane untuk pelaksanaan pemasangan kuda-kuda WF. Pun, artikel tersebut mudah Anda peroleh dengan cara browsing. Ngak percaya?. Buktikan deh!.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/">4 Jenis Alat Berat Crane Yang Terbaik Untuk Ereksen Baja Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</title>
		<link>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 10:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung biaya operasi alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[daftar alat berat proyek]]></category>
		<category><![CDATA[operasi alat berat proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semua jenis alat berat konstruksi bangunan harus dipergunakan semaksimal mungkin. Supaya proyek cepat kelar. Serta untuk efisiensi biaya. Sebagaimana kita ketahui. Sebagian besar alat kerja proyek adalah sistem sewa. Maka dari itu, selain harus bayar sewa, kontraktor juga dibebankan biaya operasi alat berat. Apa saja itu?. Melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni tentang alat berat proyek. Tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/">Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4094 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat-300x178.jpeg" alt="Rincian biaya operasional alat berat untuk proyek konstruksi" width="300" height="178" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat-300x178.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Semua jenis alat berat konstruksi bangunan harus dipergunakan semaksimal mungkin. Supaya proyek cepat kelar. Serta untuk efisiensi biaya. Sebagaimana kita ketahui. Sebagian besar <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/">alat kerja proyek</a> adalah sistem sewa. Maka dari itu, selain harus bayar sewa, kontraktor juga dibebankan biaya operasi alat berat. Apa saja itu?.</p>
<p>Melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni tentang alat berat proyek. Tidak lengkap rasanya, kalau Anda membaca artikel bagian ke-3 ini. Artikel ini secara khusus menjelaskan tentang cara menghitung biaya operasional alat, yang Anda pakai (sewa).</p>
<h2>Pengertian dan manfaat menyediakan biaya</h2>
<p>Biaya operasi alat berat artinya sejumlah dana yang wajib Anda sediakan setiap saat, untuk operasional sebuah alat yang di sewa, maupun alat yang Anda miliki sendiri. Demi kelancaran proses konstruksi bangunan. Silahkan perhatikan kata-kata yang kami garis bawahi. Mengapa harus setiap saat?.</p>
<p>Pemakaian alat berat pada proyek tergolong sangat tinggi. Bahkan sering sampai tengah malam (lembur). Sisi lain, mayoritas alat berat adalah sistem mekanis. Oleh sebab itu, sewaktu-waktu membutuhkan biaya untuk bahan bakar, pelumas, servis bahakan biaya untuk operator. Nah, dengan ketersediaan dana tersebut, dipastikan alat berat beroperasi dengan benar, dan maksimal.</p>
<h2>Jenis-jenis biaya operasional dan contoh-contohnya</h2>
<p>Rincian biaya operasi <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">alat berat</a> terbagi menjadi 5 macam. Dan masing-masing biaya dalam hitungan jam (per jam), yaitu:</p>
<h3>1. Bahan bakar dan pelumas</h3>
<p>Pengadaan bahan bakar dan pelumas adalah wajib bagi segala jenis kendaraan bermotor. Apalagi alat berat proyek, yang memiliki tenaga (daya) dan kapasitas sangat besar. Sebab 2 unsur inilah yang menjadi penentu besar kecilnya pemakaian bahan bakar, maupun pelumas. Jikalau besar, tentu biaya yang dibutuhkan juga besar. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p><strong>[Contoh #1]:</strong> Buldoser 115 HP. Berdasarkan HSP Kota Semarang tahun 2019. Biaya operasi alat berat ini per jam adalah Rp 573.843,-. Dari biaya tersebut ternyata alokasi untuk pengadaan bahan bakar dan pelumas sebesar Rp 270.243,-. Atau, sekitar 47,09% dari total biaya operasi. Janga lupa. Biaya ini per jam loh!..</p>
<h3>2. Pelatihan operator alat (workshop)</h3>
<p>Keahlian dan keterampilan mengoperasikan alat berat adalah wajib bagi setiap operator. Untuk mencapai hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan secara <a href="https://www.binaracademy.com/blog/cara-belajar-otodidak-yang-efektif">otodidak</a>. Tapi, harus melalui pelatihan yang ketat. Adapun trainer yang bertugas untuk itu bukanlah pihak rental. Melainkan produsen alat langsung. Oleh sebab itu, Anda wajib mengalokasikan dana.</p>
<p><strong>[Contoh #2]:</strong> Mesin Stone crusher kapasitas 50 ton. Biaya pelatihan operator, dan pembantu operator disediakan biaya Rp 64.232,-. Atau sebesar 10,82% dari total biaya operasi alat berat, yang berjumlah Rp 593.848,-</p>
<h3>3. Servis (perbaikan dan perawatan)</h3>
<p>Besar kecilnya biaya servis adalah tergantung kondisi alat pada saat itu. Bilamana sekedar ganti oli atau tune up, tentu pihak rental bisa menangani sendiri. Dan posisi alat berat tetap berada di proyek. Namun, jikalau terjadi kerusakan parah. Tentunya yang harus menangani adalah tenaga ahli dari pihak <a href="https://www.moxa.id/artikel/daftar-5-perusahaan-alat-berat-terbesar-dunia-dan-indonesia">produsen</a>. Bisa jadi juga alat berat harus diboyong kembali ke base camp.</p>
<p>Ini semua membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka dari itu, diperlukan alokasi dana untuk perbaikan dan perawatan. Jumlahnya tidak tangung-tanggung. <strong>[Contoh #3]</strong>: Sekelas Wheel loader saja mencapai 20,75% dari biaya operasi alat berat. Yaitu sebesar Rp 66.938,- dari Rp 322.598,-.</p>
<h3>4. Upah operator alat berat</h3>
<p>Diantara 3 contoh alat diatas. Persentase biaya untuk operator yang paling besar adalah Wheel loader. Yakni sebesar 8,86% atau sekitar Rp 28.571,- dari biaya operasional alat. Sedangkan alokasi biaya upah operator Stone crusher hanya 4,81%. Dan Buldoser sebagai alat berat yang besar, hanya menyediakan dana 4,98%.</p>
<h3>5. Upah pembantu operator</h3>
<p>Alokasi biaya operasional yang tak kalah penting adalah untuk upah pembantu operator. Setiap alat berat wajib memiliki 1 pembantu operator. Besar upah rata-rata sebesar Rp 12.857,-/Jam. Dibanding dengan upah sang operator, hanya setengahnya. Sangat timpang. Tapi, apa boleh buat. Demikian ketentuan dari pemerintah. Tentang besaran biaya operasi alat berat serta rincian-rincian biaya.</p>
<h2>Cara menghitung biaya operasi alat</h2>
<p>Menghitung biaya operasional alat berat sebenarnya sangat mudah. Asalkan data yang diperlukan sudah lengkap dan update. Data-data yang dimaksud, beserta dengan kode untuk perhitungan adalah:<br />
1. Daya/tenaga (Pw)<br />
2. Kapasitas/kemampuan alat (Cp)<br />
3. Umur alat (A)<br />
4. Batas maksimal operasi alat (jam kerja) per tahun (W)<br />
5. Harga alat berat (B)<br />
6. Upah tenaga kerja<br />
7. Harga bahan bakar (h1)<br />
8. Harga pelumas (h2)<br />
9. <a href="https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20649">Suku bunga</a> per tahun<br />
10. Dan koefisien masing-masing biaya.</p>
<h3>a. Koefisien minimum dan maksimum biaya</h3>
<p>Besarnya koefisien ditentukan menurut pemakaian alat. Bila, alat berat digunakan untuk kerja ringan. Maka koefisien biaya kecil. Sebaliknya. Jikalau alat dipakai untuk kerja berat. Berarti koefisien biaya jadi tinggi/besar. Tingkat pemakaian alat yang berbeda ini sering juga disebut dengan istilah koefisien minimum dan maksimum.</p>
<p>Jenis biaya operasi alat berat yang dikenakan berdasarkan koefisien, ada 4 macam yakni:<br />
1. Bahan bakar (f1) = 12 &#8211; 15%<br />
2. Pelumas (f2) = 2,5 &#8211; 3%<br />
3. Workshop (g1) = 6,25 &#8211; 8,75%<br />
4. Perbaikan dan perawatan (maintenance) (g2) = 12,5 – 17,5%</p>
<h3>b. Contoh perhitungan biaya operasi mesin bore pile</h3>
<p>Spesifikasi mesin bor pile misalnya seperti berikut:</p>
<ul>
<li>Pw = 150 HP</li>
<li>Cp = 2.000 m</li>
<li>W = 1.500 jam</li>
<li>B = Rp 367.500.000,-</li>
<li>h1 = Rp 8.800,-</li>
<li>h2 = Rp 27.500,-</li>
<li>Upah operator = Rp 200.000,-/hari</li>
<li>Pembantu operator = Rp 90.000,-/hari</li>
</ul>
<p>Mesin tersebut, misalkan digunakan untuk kerja berat. Berarti koefisien biaya yang digunakan adalah yang paling tinggi. Cara menghitung masing-masing biaya seperti berikut:</p>
<h4>Biaya bahan bakar dan pelumas (F)</h4>
<p>Rumus:<br />
F = (f1 x Pw x h1) + (f2 x Pw x h2)<br />
= (15% x 150 x Rp 8.800) + ( 3% x 150 x Rp 27.500)<br />
= Rp 321.750,-/jam</p>
<h4>Biaya workshop (G)</h4>
<p>Dengan rumus:<br />
G = (g1 x B) : W<br />
= (8,75% x Rp 367.500.000) : 1.500<br />
= Rp 21.438,-/jam</p>
<h4>Perbaikan dan perawatan alat (K)</h4>
<p>Rumus:<br />
K = (g2 x B) : W<br />
= (17,5% x Rp 367.500.000) : 1.500<br />
= Rp 42.875,-/jam</p>
<h4>Biaya upah efektif per jam</h4>
<p>Upah operator (H) = Rp 200.000 : 7 jam = Rp 28.571,-<br />
Upah pembantu operator (I) = Rp 90.000 : 7 jam = Rp 12.857,-</p>
<p>Dengan demikian, total biaya operasi alat berat bor pile adalah:<br />
= F + G + K + H + I<br />
= Rp 321.750 + Rp 21.438 + Rp 42.875 + Rp 28.571 + Rp 12.857 = Rp 427.491,-/jam</p>
<h3>c. Persentase rata-rata biaya operasi mesin bore pile</h3>
<p>Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui persentase rata-rata masing-masing biaya adalah:<br />
1. F = (Rp 321.750 : Rp 427.491) x 100 = 75,265%<br />
2. G = (Rp 21.438 : Rp 427.491) x 100 = 5,015%<br />
3. K = (Rp 42.875 : Rp 427.491) x 100 = 10,029%<br />
4. H = (Rp 28.571 : Rp 427.491) x 100 = 6,684%<br />
5. I = (Rp 12.857 : Rp 427.491) x 100 = 3,008%</p>
<h2>[Penutup] Kebutuhan operasional alat yang bekerja berat</h2>
<p>Biaya operasi untuk alat berat jenis lain kemungkinan besar tidak sama dengan bor pile. Namun dari persentase biaya diatas, untuk jenis mesin yang beroperasi secara berat. Anda telah memiliki gambaran tentang kebutuhan biaya untuk bahan bakar dan pelumas. Persentasenya dipastikan tidak jauh berbeda.</p>
<p>Pertanyaan terakhir. Kepada siapakah biaya operasi alat berat dibebankan?. Pihak rental atau penyewa?. Jawabnya, penyewa. Maka dari itu kesimpulannya. Jikalau Anda menyewa alat berat. Maka Anda wajib mengeluarkan 2 jenis biaya sekaligus. Yakni <a href="https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/">biaya sewa</a>. Yang Anda bayar kepada pemiliki alat. Dan biaya operasional alat. Yang Anda tanggung sendiri, selama menggunakan alat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/">Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biaya Sewa Alat Berat Proyek Bangunan, Jalan dan Jembatan Tahun Ini (Bagian ke-2)</title>
		<link>https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 16:55:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat proyek kontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[rental alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[sewa alat berat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biaya sewa alat berat pertama sekali diperlukan untuk menyusun AHSP bangunan. Karena AHSP sangat penting pada saat tender. Yaitu supaya penawaran harga yang Anda ajukan kompetitif. Maka salah satu unsur yang harus Anda ketahui adalah alat kerja. Selain update. Anda juga harus mengetahui jenis alat yang dibutuhkan, tempatnya dimana, cara mendapatkannya bagaiman, serta biaya-biaya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/">Biaya Sewa Alat Berat Proyek Bangunan, Jalan dan Jembatan Tahun Ini (Bagian ke-2)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4083 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek-300x188.jpeg" alt="Daftar biaya sewa alat berat proyek konstruksi" width="300" height="188" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek-300x188.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Perhitungan-biaya-sewa-alat-proyek.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Biaya sewa <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">alat berat</a> pertama sekali diperlukan untuk menyusun <a href="https://arsitekta.com/858-kode-satuan-dan-singkatan-yang-terdapat-pada-ahsp-bangunan-gedung/">AHSP bangunan</a>. Karena AHSP sangat penting pada saat tender. Yaitu supaya penawaran harga yang Anda ajukan kompetitif. Maka salah satu unsur yang harus Anda ketahui adalah alat kerja. Selain update. Anda juga harus mengetahui jenis alat yang dibutuhkan, tempatnya dimana, cara mendapatkannya bagaiman, serta biaya-biaya yang dibutuhkan berapa?.</p>
<h2>Pengertian biaya sewa dalam konteks pekerjaan bangunan</h2>
<p>Biaya sewa alat berat artinya sejumlah dana yang harus dialokasikan untuk memperoleh sebuah alat kerja konstruksi dengan cara sewa. Metode ini sudah tidak asing dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan. Karena dengan metode tersebut, Anda dapat menggunakan alat yang berukuran besar, berteknologi canggih serta bernilai investasi tinggi. Padahal tidak membeli.</p>
<h2>Biaya sewa alat berat tahun ini</h2>
<p>Mengacu pada HSP Analisa Bina marga Kota Semarang Semester I Tahun 2019. Hingga tahun ini sewa alat dinyatakan tetap berlaku. Setelah 2 tahun sebelumnya (2020-2021) proyek konstruksi Indonesia mandek total. Karena terdampak oleh pandemi covid-19. Jikalau pun terjadi kenaikan. Dipastikan persentase kenaikan tidak melebihi <a href="https://money.kompas.com/read/2022/02/22/213600726/9-penyebab-terjadinya-inflasi-di-suatu-negara?page=all#:~:text=Penyebab%20terjadinya%20inflasi%20adalah%20karena,produksi%20hingga%20faktor%20luar%20negeri.">inflasi</a>.</p>
<h3>i. Jenis alat dengan abjad A-C</h3>
<p>Biaya sewa alat berat dengan pemakaian normal (1 hari = 8 jam), sebagai berikut:<br />
1. Mesin chip spreader = Rp 546.808,-<br />
2. Asphalt distributor 4.000 ℓ = Rp 298.073,-<br />
3. Asphalt finisher = Rp 597.536,-<br />
4. Asphalt liquid mixer 1.000 ℓ = Rp 56.183,-<br />
5. Asphalt liquid mixer 20.000 ℓ = Rp 155.543,-<br />
6. Asphalt mixing plant = Rp 6.239.586,-<br />
7. Asphalt sprayer 850 ℓ = Rp 69.956,-<br />
8. Asphalt Tanker = Rp 383.023,-<br />
9. Blending equipment = Rp 230.030,-<br />
10. <a href="https://xcmgindodrill.com/mengenal-alat-berat-bore-pile-untuk-pondasi-bangunan-vertikal/">Bore pile</a> machine = Rp 471.916,-<br />
11. Bore pile machine Ø60 mm = Rp 387.223,-<br />
12. Bulldozer 100-150 HP = Rp 907.553,-<br />
13. Cement tanker = Rp 383.724,-<br />
14. Chain saw = Rp 55.281,-<br />
15. Cold milling machine = Rp 639.221,-<br />
16. Cold recycler = Rp 4.632.182,-<br />
17. Compressor 4000-6500 ℓ\m = Rp 180.524,-<br />
18. Concrete pan mixer = Rp 791.430,-<br />
19. Concrete breaker = Rp 552.749,-<br />
20. Concrete mixer 350 ℓ = Rp 89.606,-<br />
21. Concrete mixer 500 ℓ = Rp 98.478,-<br />
22. Concrete mixer truck 5 m³ = Rp 571.101,-<br />
23. Concrete pump = Rp 291.849,-<br />
24. Concrete slip form paver = Rp 573.119,-<br />
25. Concrete vibrator = Rp 56.138,-<br />
26. Crane on wheel 10-15 Ton = Rp 354.803,-<br />
27. Crane on track 35 ton = Rp 435.848,-<br />
28. Crane on track 75-100 ton = Rp 1.825.442,-<br />
29. Cutting machine = Rp 50.161,-</p>
<h3>ii. Jenis alat dengan awalan huruf D-Z</h3>
<p>Sebagian diantara alat berikut, juga berguna untuk pekerjaan <a href="https://arsitekta.com/18-jenis-biaya-proyek-bangunan-gedung-yang-wajib-owner-siapkan/">bangunan gedung</a>, serta <a href="https://arsitekta.com/kemudahan-konstruksi-baja-sistem-baut-sehingga-pantas-jad-prioritas/">konstruksi baja</a>. Maka dari itu, biaya sewa alat berat ini tidak Anda butuhkan untuk proyek jalan dan jembatan saja. Jenis-jenis alat antara lain:<br />
30. Dump truck 40 ton = Rp 671.511,-<br />
31. Dump truck 20 ton = Rp 551.118,-<br />
32. Dump truck 7,5 ton = Rp 339.470,-<br />
33. Dump truck 3,5 ton = Rp 299.818,-<br />
34. Excavator 80-140 HP = Rp 663.256,-<br />
35. Flat bed truck 3-4 m³ = Rp 460.114,-<br />
36. Fulvi mixer = Rp 826.772,-<br />
37. Generator set 135 KVA = Rp 405.247,-<br />
38. Hot recycler = Rp 1.403.531,-<br />
39. Jack hammer = Rp 45.359,-<br />
40. Motor grader &gt;100 HP = Rp 609.298,-<br />
41. Pedestrian roller = Rp 108.984,-<br />
42. Pile driver + hammer 2,5 ton = Rp 255.875,-<br />
43. Pneumatic tire roller 8-10 ton = Rp 534.936,-<br />
44. Rock drill breaker = Rp 625.200,-<br />
45. Stone crusher = Rp 899.387,-<br />
46. Tandem roller 6-8 ton = Rp 504.462,-<br />
47. Three wheel roller 6-8 ton = Rp 284.130,-<br />
48. Track loader 75-100 HP = Rp 248.226,-<br />
49. Trailer 20 ton = Rp 620.877,-<br />
50. Trailer 15 ton = Rp 451.966,-<br />
51. Truck bak 5 ton = Rp 293.386,-<br />
52. Vibratory roller 5-8 ton = Rp 427.124,-<br />
53. Vibratory roller 1 ton = Rp 99.789,-<br />
54. Vibratory plate tamper = Rp 56.135,-<br />
55. Vibro rammer 80 kg = Rp 53.209,-<br />
56. Water pump 70-100 mm = Rp 63.755,-<br />
57. Water tanker truck 3000-4000 ℓ = Rp 298.892,-<br />
58. Welding set = Rp 137.466,-<br />
59. Wheel loader 1,0-1,6 m³ = Rp 514.125,-</p>
<h2>Sistem persewaan alat berat proyek</h2>
<p>Biaya sewa alat berat diatas berlaku untuk 8 jam kerja. Terhitung mulai pukul 8.00 pagi, hingga pukul 4.00 sore. Artinya ada waktu istirahat selama 1 jam. Sebagaimana umumnya <a href="https://arsitekta.com/25-perilaku-pekerja-proyek-yang-buruk-tidak-pantas-ditiru/">tenaga kerja proyek</a> melakukan aktivitas pembangunan. Dengan kata lain, sebenarnya pemakaian alat hanya 7 jam per hari. Nah, sekarang Anda tahu berapa biaya sewa alat per jam-nya bukan?.</p>
<p>Pengusaha alat berat pada umumnya fleksibel terhadap kebutuhan penyewa. Tidak mematok batas waktu pemakaian, lokasi pemakaian dan metode pengiriman alat. Oleh sebab itu, rental alat dapat dilakukan dengan 3 metode. Yaitu per jam, harian dan bulanan. Penjelasan masing-masing metode seperti berikut:</p>
<h3>1. Model sewa per jam</h3>
<p>Untuk kebutuhan yang relatif singkat, urgen atau temporer, metode ini sangat tepat Anda terapkan. Sehingga biaya sewa alat berat tidak tinggi. Akan tetapi dari pihak pemilik, umumnya membebankan biaya pengiriman alat kepada kontraktor. Atau opsi lain, kontraktor yang mengambil dan mengembalikan alat.</p>
<p>Selain adanya tambahan biaya kirim. Pihak rental sering menaikkan harga 10-20% dari biaya sewa harian. Sebagai contoh alat las (welding set). Sewa per hari adalah Rp 137.466,-. Guna memudahkan perhitungan, kita bulatkan menjadi Rp 138.000,-. Sewa alat tersebut per jam bukan otomatis (Rp 138.000 : 8 jam) = Rp 17.250,-. Tapi Rp 18.975,- sampai Rp 20.700,-. Disini kerugian menyewa alat sistem jam-jaman Namun apa boleh buat, kalau memang demikian kebutuhan Anda. Untuk apa rental alat lama-lama.</p>
<h3>2. Rental alat model harian</h3>
<p>Sistem sewa alat secara harian paling banyak diterapkan pada proyek konstruksi. Tidak hanya bangunan jalan dan jembatan, tapi termasuk gedung, <a href="https://dislautkan.jogjaprov.go.id/web/detail/172/perlukah_reklamasi_pantai_??#:~:text=Reklamasi%20merupakan%20upaya%20meningkatkan%20sumber,laut%20dan%20daerah%20pesisir%20pantai.">reklamasi</a>, bahkan proyek rumah tinggal. Maka dari itu, biaya sewa alat berat yang dijadikan sebagai acuan dalam perhitungan <a href="https://arsitekta.com/anggaran-biaya-membangun-rumah-type-36-termurah-90-juta/">anggaran biaya</a> adalah <a href="https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/">sistem harian</a>.</p>
<p>Namun demikian, muncul pertanyaan. Bagaimana kalau pemakaian alat lebih dari 1 bulan?. Apakah biaya sewa tetap dihitung harian?. Jawabnya pada sistem persewaan yang berikut ini.</p>
<h3>3. Bulanan; maksimal 200 jam kerja</h3>
<p>Untuk pemakaian alat dalam waktu yang lama. Pihak rental melayani persewaan secara bulanan. Dengan harga yang relatif lebih murah dibanding sistem harian. Namun janga salah. Walau tergolong murah, ada batasan jam kerja. Yakni maksimal 200 jam per bulan. Penjelasannya seperti berikut.</p>
<p>Kalau pemakaian alat padat. Misalnya karena sering lembur. Bisa saja batas waktu tersebut Anda capai dalam waktu 3 minggu. Dan Anda sudah diwajibkan membayar biaya sewa alat berat. Demikian seterusnya. Jadi, kalau mau jujur sistem ini tidak murni bulanan. Maka dari itu, Anda perlu pintar-pintar menawar biaya sewa bulanan. Kalau tidak, bisa jadi lebih mahal dari sewa harian.</p>
<h2>[Penutup] Kemudahan rental alat kerja proyek dan dampak positifnya</h2>
<p>Menyewa alat kerja proyek sistem mekanis (mesin), atau manual tergolong sangat mudah. Tidak seperti <a href="https://www.carmudi.co.id/journal/sewa-mobil-lepas-kunci-ini-cara-syarat-dan-untung-ruginya/">rental mobil.</a> Padahal nilai investasi alat jauh lebih tinggi dari kendaraan roda 4. Sebab rental alat tidak pernah meminta jaminan kepada penyewa. Bahkan kesepakatan harga, cara pembayaran dan sebagainya sering dilakukan melalui telepon.</p>
<p>Itu artinya, telah terbentuk kepercayaan yang tinggi terhadap jasa konstruksi. Buktinya sampai saat ini, sejauh pengetahuan penulis. Tidak pernah terjadi tindakan kriminal yang berkaitan sewa-menyewa alat kerja proyek. Misalnya alat berat hilang, di rusak, atau tidak dikembalikan. Hal ini patut dipertahankan. Sebab indikator lancar tidaknya pekerjaan konstruksi adalah tergantung kesiapan dan ketersediaan alat.</p>
<p>Demikian rincian biaya sewa alat berat proyek jalan dan jembatan, sistem pemakaian alat, serta manfaat kerjasama yang baik antara pihak rental dan jasa konstruksi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/">Biaya Sewa Alat Berat Proyek Bangunan, Jalan dan Jembatan Tahun Ini (Bagian ke-2)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</title>
		<link>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 13:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat proyek]]></category>
		<category><![CDATA[daftar alat berat proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat. Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4077 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg" alt="Contoh alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan (Sumber: Fixabay.com)" width="300" height="181" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat.</p>
<h2>Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi</h2>
<p>Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya sebuah pekerjaan konstruksi. Jikalau alat yang Anda gunakan sangat memadai, lengkap dan berteknologi tinggi. Tentu proses konstruksi akan berjalan lancar. Cepat selesai. Serta menghasilkan sebuah bangunan yang berkualitas bagus. Ini adalah harapan semua pihak. Mulai dari owner, pengawas, kontraktor, hingga level tukang.</p>
<p>Namun, jika alat kerja Anda dalam jumlah yang pas-pasan. Dan masih konvensional. Mustahil mutu bangunan sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi berantakan. Karena pekerjaan telat, kualitas buruk dan akhirnya kena <a href="https://brainly.co.id/tugas/3055372">sanksi</a>. Kondisi terburuk setelah itu adalah Anda pasti mengalami kerugian. Nah, salah satu antisipasi untuk hal tersebut. ketahui jenis alat berat proyek yang Anda tangani. Dan berupaya-lah untuk menyediakan seluruh alat tersebut.</p>
<h2>Ragam jenis alat konstruksi jalan dan jembatan</h2>
<p>Kali ini kami mengajak Anda untuk mengenal alat berat yang dibutuhkan untuk proyek jalan dan jembatan. Tak tangung-tanggung, ternyata sangat banyak. Jumlahnya mencapai 50 jenis. Daftar alat yang dimaksud, berikut terjemahan serta kegunaannya. Kami bagi menjadi 2 kelompok, yaitu:</p>
<h3>a. Jenis mesin dengan awalan huruf A sampai C</h3>
<p>Terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Aggregat/chip spreader = penyebar agregat (perekat) keping</li>
<li>Asphalt distributor = alat distributor aspal</li>
<li>Asphalt finisher = pelapis bagian atas (finishing) aspal</li>
<li>Asphalt liquid mixer = mesin pencampur cairan aspal</li>
<li>Asphalt mixing plant = tempat pencampur aspal</li>
<li>Asphalt sprayer = alat penyemprot aspal</li>
<li>Asphalt tanker = tanki aspal</li>
<li>Blending equipment = peralatan pencampuran</li>
<li>Bore pile machine = mesin <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">bor pile</a></li>
<li>Bulldozer = buldoser (mesin perata tanah)</li>
<li>Cement tanker = tanki semen</li>
<li>Chain saw = gergaji rantai</li>
<li>Cold milling machine = mesin penggiling sistem dingin</li>
<li>Cold recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem dingin</li>
<li>Compressor = kompresor</li>
<li>Concrete pan mixer = panci penggiling beton</li>
<li>Concrete breaker = pemecah beton</li>
<li>Concrete mixer = mesin pengaduk beton</li>
<li>Concrete mixer truck = truk pengaduk beton</li>
<li>Concrete pump = pompa beton</li>
<li>Concrete slip form paver = peng-gelincir batu untuk melapisi beton</li>
<li>Concrete vibrator = mesin penggetar beton</li>
<li>Crane on wheel = mesin derek yang memiliki roda</li>
<li>Crane on track = mesin derek yang berada di jalan</li>
<li>Cutting machine = mesin pemotong</li>
</ol>
<h3>B. Peralatan yang dimulai dengan huruf D sampai Z</h3>
<p>Sebagian besar alat berat proyek berikut adalah memiliki roda, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dump truck = truk bongkar material otomatis</li>
<li>Excavator = ekskavator</li>
<li>Flat bed truck = truk dengan bak terbuka</li>
<li>Fulvi mixer = mesin pemotong dan pengaduk hamparan tanah</li>
<li>Generator set = mesin genset</li>
<li>Hot recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem panas</li>
<li>Jack hammer = palu pendongkrak</li>
<li>Motor grader = mesin pemotong sekaligus untuk meratakan jalan</li>
<li>Pedestrian roller = mesin rol area pejalan kaki</li>
<li>Pile driver + hammer = mesin dan palu untuk memasang tiang pancang</li>
<li>Pneumatic tire roller = rol pneumatik berputar</li>
<li>Rock drill breaker = bot pemutus batu</li>
<li>Stone crusher = pemecah/penghancur batu</li>
<li>Tandem roller = mesin penggilas</li>
<li>Three wheel roller = mesin penggilas roda 3</li>
<li>Track loader = mesin perata, pembersih dan penggali tanah</li>
<li>Trailer = truk trailer; untuk mengangkut alat berat proyek</li>
<li>Truck bak = truk yang memiliki bak.</li>
<li>Vibratory roller = mesin penggilas bergetar</li>
<li>Vibratory plate tamper = mesin penghancur plat bergetar</li>
<li>Vibro rammer = vibro dorong</li>
<li>Water pump = pompa air</li>
<li>Water tanker truck = truk <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-menara-tangki-air-kapasitas-besar-dan-tinggi-desainnya-begini/">tanki air</a></li>
<li>Welding set = unit/set peralatan las</li>
<li>Wheel loader = alat pengangkut material</li>
</ol>
<h2>Tenaga dan kapasitas alat yang wajib diketahui</h2>
<p>Bila dijabarkan lebih dalam. Menurut tenaga, maupun kapasitas yang dimiliki oleh alat. Alat berat proyek konstruksi jalan dan jembatan semakin beragam. Sebab mayoritas alat tersebut memiliki varian. Misalnya, Asphalt liquid mixer. Terdiri dari 2 macam, yakni kapasitas 1.000 liter, dan 20.000 liter. Hal itu menandakan bahwa tenaga yang dihasilkan juga berbeda. Yaitu 4 <a href="https://www.gridoto.com/read/221749030/biar-enggak-salah-baca-brosur-yuk-kenali-perbedaan-satuan-tenaga-dari-hp-dk-ps-pk-hingga-kw?page=all#:~:text=Kalau%20PK%20adalah%20singkatan%20Bahasa,berarti%201%20hp%20%3D%201.01386966542402%20PK.">HP (Horse Power),</a> dan 40 HP.</p>
<p>Namun demikian jangan terkecoh. Ada pula satu alat dengan kapasitas yang berbeda. Tapi menghasilkan power yang sama. Contoh Concrete mixer 350 liter, dan Concrete mixer 500 liter. Sama-sama memiliki tenaga 20 HP. Lalu, pertanyaan. Apa manfaat menggunakan alat yang memiliki kapasitas besar?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mari ketahui dulu apa yang dimaksud dengan kapasitas.</p>
<p>Kapasitas alat artinya daya tampung barang/material atau bahan bakar yang dimiliki sebuah alat. Sehingga mudah untuk menghitung <a href="https://arsitekta.com/biaya-administrasi-dan-dokumentasi-proyek-realnya-begini-supaya-dipahami/">biaya-biaya</a> yang dibutuhkan oleh alat, selama digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi bangunan. Manfaat alat yang memiliki kapasitas besar adalah:</p>
<ol>
<li>Alat bisa beroperasi dalam jangka waktu yang lama</li>
<li>Bahan bakar jadi hemat</li>
<li>Pemakaian alat semakin maksimal</li>
<li>Biaya sewa alat jadi irit</li>
</ol>
<h2>Sistem pengadaan alat kerja proyek ternyata sangat mudah</h2>
<p>50 jenis alat berat proyek tersebut, tidak harus Anda miliki agar bisa memborong pekerjaan jalan dan jembatan. Namun bisa dapatkan dengan cara sewa. Bahkan dalam menyusun <a href="https://arsitekta.com/858-kode-satuan-dan-singkatan-yang-terdapat-pada-ahsp-bangunan-gedung/">AHSP bangunan</a>. Pengadaan alat selalu berdasarkan perhitungan sewa. Sekalipun Anda telah memiliki alat yang dimaksud.</p>
<p>Dengan demikian secara matematis, Anda tidak bakal mengalami kerugian. Sebab setiap alat terhitung dengan asumsi sewa. Hal itu pula memungkinkan Anda untuk mengerjakan suatu proyek bangunan, meskipun tidak memiliki alat berat. Namun, tentunya bukan asal. Melainkan telah menghitung biaya sewa, dan pemakaian (operasi) alat secara cermat.</p>
<h2>[Penutup] Beda proyek, beda jenis alat. Bagaimana solusinya?.</h2>
<p>Dari daftar alat. Selain truk, ternyata hanya 3 jenis alat diatas yang dapat digunakan untuk pekerjaan konstruksi baja. Yakni peralatan las, kompresor dan mesin genset. Itu artinya, secara garis besar alat berat proyek jalan dan jembatan jauh beda dengan alat yang digunakan untuk <a href="https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/">proyek baja</a>. Sehingga tidak mungkin dimanfaatkan, bilamana pengerjaan dua jenis proyek tersebut bersamaan.</p>
<p>Sejauh pengamatan kami, dengan alasan inilah, maka semua alat kerja proyek harus dihitung rental. Walau biaya sewa lumayan besar. Sebab didalamya memang harus Anda hitung mobilisasi, servis/maintenance, operator, hingga penyusutan alat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
