<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 09:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 20:20:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[komponen konsol WF]]></category>
		<category><![CDATA[konsol baja]]></category>
		<category><![CDATA[satuan pekerjaan konsol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak. Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2944" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg" alt="Kondisi lapangan mempengaruhi mudah atau tidak pemasangan konsol baja" width="400" height="318" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-Konsol-Baja-Lancar-atau-Tidak-Tergantung-Pada-Kondisi-300x239.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p>Konsol baja terdiri dari berbagai macam jenis bahan dan bentuk. Ada yang berupa batang tunggal dan ada pula yang berbentuk rangka batang. Layaknya kuda-kuda cremona yang pakai pelat buhul, atau yang tidak pakai. Mengakibatkan satuan pekerjaan konsol baja pun sangat banyak.</p>
<p>Beberapa tahun lalu sebenarnya Saya telah mengangkat topik ini secara khusus, dan membahas sangat detail dalam 5 artikel bersambung. Namun baru menyadari saat ini bahwa ada yang perlu dutambahkan soal itu. Yaitu tentang satuan-satuan yang sering dipakai untuk melakukan perhitungan tonase dan biaya pemasangan konsol baja.</p>
<p>Salah satu diantara topik tersebut silahkan Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/23-jenis-konsol-baja-untuk-bangunan-indonesia-saat-ini-2-5/">tautan</a> ini. Hal itu penting karena artikel tersebut merupakan bagian yang tidak terpisah dengan artikel yang saat ini Anda baca.</p>
<h2>Pengertian dan ragam satuan pekerjaan</h2>
<p>Satuan pekerjaan konsol baja adalah suatu sistem pengukuran yang digunakan kala menghitung segala sesuatu yang berhubungan dengan pemasangan konsol yang terbuat dari material baja profil, atau baja ringan.</p>
<p>Misalnya ketika menghitung tonase konsol baja yang digunakan adalah kilogram. Sama dengan perhitungan tonase material baja pada umumnya. Akan tetapi ketika menghitung kebutuhan bahan tentu berbeda lagi. Yang digunakan adalah Batang dan Lembar.</p>
<p>Lebih spesifik lagi ketika Kita menghitung kebutuhan cat baja, satuan yang digunakan adalah meter persegi (m²). Dan, jika dikaitan dengan proses pabrikasi dimana Anda akan menggunakan sejumlah kawat las untuk membuat sambungan. Maka satuan yang digunakan adalah meter lari (m). Sangat beragam bukan?.</p>
<p>Uniknya lagi, ketika Anda membuat rincian biaya pemasangan. Tentuk tidak perlu menggunakan seluruh satuan pekerjaan konsol yang disebutkan diatas. Akan tetapi cukup memilih salah satu. Atau, menggunakan satuan yang berbeda pada umumnya. Yaitu unit, buah, atau set.</p>
<p>Jadi selain kg, satuan pekerjaan konsol baja juga sering menggunakan unit, buah, atau set. Satuan-satuan ini sering muncul pada BoQ yang dibuat secara global. Alias tidak terperinci satu per satu komponen yang digunakan pada suah konsol.</p>
<h2>Ragam komponen konsol WF dan perhitungan biaya pemasangan</h2>
<p>Ciri khas konsol WF adalah berbentuk batang tunggal. Artinya hanya terdiri dari satu batang WF dengan panjang tertentu, serta dilengkapi dengan beberapa pelat baja yang berguna sebagai pengaku atau pelekat.</p>
<p>Pada beberapa kasus tertentu, pemasangan konsol baja WF juga sering disertai dengan voute atau couph. Seperti terlihat pada gambar sebelah kiri di bawah ini</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2956" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg" alt="Pemasangan konsol baja pada kolom beton memakai angkur baja dan chemical bolt" width="700" height="428" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-konsol-baja-pada-struktur-beton-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p>Maka dari itu, sebuah konsol baja WF disebut sangat lengkap bilamana terdiri dari 4 macam komponen, antara lain:</p>
<ul>
<li>Batang konsol yang terbuat dari WF utuh (tidak belah),</li>
<li>Voute baja WF belah</li>
<li>Pelat lekat</li>
<li>Plat pengaku (rib atau stiffner)</li>
</ul>
<p>Terkait dengan perhitungan biaya pemasangan adalah dengan beberapa langkah berikut:</p>
<h3>1. Hitung tonase material</h3>
<p>Misal sebuah konsol baja WF 200x100x5,5&#215;8. Panjang 2,0 meter. Voute baja terbuat dari material yang sama sepajang 40 cm. Sementara <a href="https://www.gambarbaja.com/2023/11/Sambungan%20Struktur%20Balok%20Baja%20WF%20200.html">pelat lekat</a> menggunakan plat baja lembatan T=10 mm; ukuran 10&#215;40 cm. Dan stiffner pelat T=6 x 100 x 200 mm.</p>
<p>Rincian perhitungan tonase material diatas adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>WF 200&#215;100 = ((2,0 x 1) + (0,40 x 0,5)) x 21,33 kg = 46,93 kg</li>
<li>Plat T=10 mm = 0,10 x 0,40 x 1 x 81,0 kg = 3,24 kg</li>
<li>Plat T=6 mm = 0,10 x 0,20 x 1 x 48,61 kg = 0,97 kg</li>
</ol>
<p>Total tonase adalah 51,14 kg</p>
<h3>2. Hitung luas cat dan kebutuhan las</h3>
<p>Luas cat baja WF 200&#215;100 adalah:<br />
= (2,0 + 0,2) x 0,2 x 4 x 2,0 m<br />
= 3,52 m²</p>
<p>Luas cat plat baja adalah:<br />
= (0,10 x 0,40 x 2 sisi) + (0,10 x 0,20 x 2 sisi)<br />
= 0,12 m²<br />
Total luas cat konsol baja adalah 3,64 m²</p>
<p>Sementara itu kebutuhan panjang las adalah menghitung keliling permukaan material baja WF yang digunakan sebagai konsol maupun sebagai voute/copuh, yaitu:<br />
= (0,1 x 10) + (0,2 x 6) + (0,4 x 2)<br />
= 1,0 + 1,2 + 0,8 = 3,0 m</p>
<h3>3. Menetapkan harga satuan pekerjaan konsol baja</h3>
<p>Mengacu pada 2 perhitungan diatas, langkah selanjutnya adalah menghitung harga satuan masing-masing pekerjaan. Antara lain:<br />
&#8211; Harga satuan pekerjaan baja WF dan pelat<br />
&#8211; Harga satuan cat<br />
&#8211; Dan harga satuan pekerjaan las</p>
<p>Pada beberapa artikel terdahulu, masing-masing harga satuan diatas telah pernah Saya hitung dalam artikel khusus. Dan artikel-artikel tersebut dapat Anda temui dengan cara mengetik kata kunci terkait pada kolom pencarian dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>Rincian harga satuan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Biaya pekerjaan baja WF = Rp 36.592,-/kg</li>
<li>Harga cat baja = Rp 47.267,-/m²</li>
<li>Biaya pengelasan baja = Rp 204.219,-/m</li>
</ol>
<p>Dengan demikian diketahui total biaya pemasangan konsol baja adalah:</p>
<p>51,14 kg x Rp 36.592,- = Rp 1.871.314,-</p>
<p>3,64 m² x Rp 47.267,- = Rp 172.051,-</p>
<p>3,0 m x Rp 204.219,- = Rp 612.657,-<br />
= Rp 2.654.560,-</p>
<h3>4. Konversi biaya pekerjaan secara kesuluruhan</h3>
<p>Berdasarkan perhitungan diatas telah diketahui biaya keselutuhan pemasangan konsol baja. Dengan catatan bahwa satuan pekerjaan konsol baja awal adalah menggunakan gabungan beberapa satuan perhitungan. Yakni kilogram, m² dan m’.</p>
<p>Nah, untuk mengetahui biaya pemsangan dengan menggunakan satuan yang lain. Misalnya meter lari. Yaitu dengan cara:<br />
= Rp 2.654.560 : 2,0 m<br />
= Rp 1.327.280,-</p>
<p>Kemudian dari pada itu selain konversi pada satuan meter lari, sering sekali pembuatan konsol baja lebih dari satu unit. Misalnya 4. Berarti biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk pemasangan konsol adalah:<br />
= Rp 2.654.560,- x 4 unit<br />
= Rp 10.618.240,-</p>
<h2>Satuan pekerjaan konsol baja siku</h2>
<p>Material siku yang digunakan untuk membuat konsol pada umumnya terdiri dari beberapa rangka batang. Layaknya sebuah kuda-kuda cremona siku. Akan tetapi tidak memiliki 2 titik tumpuan, melainkan hanya satu.</p>
<p>Oleh sebab itu komponen konsol baja siku terdiri dari:<br />
1. Rangka batang. Terdiri dari batang atas, bawah, vertikal dan diagonal.<br />
2. Pelat lekat dan sejumlah pelat buhul<br />
3. Dan angkur / mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan yang digunakan untuk perhitungan tonase maupun pengerjaan adalah sebagai berikut:<br />
&#8211; Satuan material besi (siku + plat) = kilogram<br />
&#8211; Angkur dan mur baut = buah</p>
<p>Kemudian dari itu untuk menghitung tonase konsol baja sama persis dengan cara menghitung Kuda-kuda Cremona. Tahap demi tahap adalah seperti tercantum dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-material-kuda-kuda-cremona/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini. Dengan demikian maka diketahui berapa biaya pemasangan konsol.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/satuan-pekerjaan-konsol-baja-dan-cara-hitung-biaya/">Satuan Pekerjaan Konsol Baja Dan Cara Hitung Biaya Pemasangan [Part 3 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</title>
		<link>https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 20:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[detail sepatu gording]]></category>
		<category><![CDATA[gording CNP]]></category>
		<category><![CDATA[rangka atap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording. Seluk beluk gording Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu. Dari segi struktural [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas lebih spesifik tentang gording baja, mari ketahui dulu apa fungsi, cara pasang, ciri khas, hingga jenis-jenis bahan paling umum digunakan untuk membuat gording.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3371" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg" alt="Pentingnya mengenal dan mememahami bentuk dan kegunaan sepatu gording" width="450" height="257" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Pemasangan-sepatu-gording-plat-300x171.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Seluk beluk gording</h2>
<p>Gording atau sering disebut dengan kasau adalah sebuah bagian konstruksi atap bangunan yang pemasangannya secara langsung menumpu pada kuda-kuda, sehingga membentuk sebuah pola tertentu.</p>
<p>Dari segi struktural fungsi gording adalah sebagai penopang penutup atap, serta elemen-elemen pelengkap yang terpasang dengan atap. Misalnya talang, lisplang, jurai, nok/kerpus, roof ventilator, <a href="https://arsitekta.com/ciri-ciri-skyroof/" target="_blank" rel="noopener">skyroof</a> dan lain sebagainya.</p>
<p>Jadi pada intinya pemasangan gording pada sebuah atap sifatnya wajib. Terlebih pada bangunan bentang lebar, serta pada atap yang spesifik. Seperti atap lengkung dan kubah.</p>
<p>Ditinjau dari cara pemasangannya, ciri khas gording antara lain:</p>
<ul>
<li>Terpasang secara horizontal dan dengan jarak yang sama antara yang satu dengan yang lain,</li>
<li>Pola pemasangan mengikuti sudut kemiringan kuda-kuda dimana gording tersebut terpasang,</li>
<li>Dimensi gording yang digunakan selalu sama untuk memenuhi sebuah konstruksi atap</li>
</ul>
<h2>Gording baja yang terbaik saat ini</h2>
<p>Gording yang terbuat dari material baja terkenal sangat kokoh dan pemasangannya dapat dilakukan dengan mudah. Oleh sebab itu tergolong yang terbaik hingga saat ini.</p>
<p>Namun demikian, dari sekian banyak ragam jenis material baja yang cocok untuk bahan gording hanya 4 macam, yakni:</p>
<h3>1. Besi CNP</h3>
<p>Bentuk profil besi CNP adalah menyerupai huruf C. Dengan ketinggian antara 75 sampai 200 mm. Lebar 35 hingga 75 mm. Dan, tebal bahan mulai dari 1,8 hingga 3,2 mm.</p>
<p>Contoh dimensi lengkap gording baja CNP 125x50x20x2,3 mm.<br />
125 = Tinggi profil<br />
50 = Lebar badan<br />
20 = Tekukan bibir CNP<br />
2,3 = Tebal bahan</p>
<p>Selain terkenal kokoh dan dapat digunakan untuk setiap jenis atap, pemasangan material ini juga terkenal sangat mudah dan hemat biaya.</p>
<p>Mudah dalam arti dapat diterapkan pada segala macam kuda-kuda baja dengan menerapkan sambungan baut mur.</p>
<p>Sebagaimana diketahui pemasangan dengan sistem baut adalah satu-satunya cara untuk mempercepat peyelesaian pemasangan (ereksen) konstruksi baja. Maka dari itu otomatis membuat biaya upah atau <a href="https://arsitekta.com/borong-jasa-pemasangan-angkur-baut-dan-biaya/">borongan jasa</a> pemasangan jadi rendah.</p>
<p>Faktor lain yang mengakibatkan biaya pemasangan gording baja CNP menjadi murah adalah karena material besi relatif tipis. Sehingga tidak berat dan tidak mengakibatkan biaya bahan tinggi.</p>
<h3><strong>2. Stal kotak (Besi Holow)</strong></h3>
<p>Dari segi biaya dan kekuatan gording yang terbuat dari besi holow setara dengan gorsing CNP. Yaitu sama-sama murah. Namun ditinjau dari kemudahan pemasangan sangat berbeda.</p>
<p>Besi holow tersedia dengan panjang normal 6,0 meter. Sama dengan besi CNP. Akan tetapi sulit untuk diterapkan dengan sistem baut mur.</p>
<p>Hal itu disebabkan oleh bentuk material yang berongga. Sehingga, kalau pun dipaksakan dengan sistem sambungan tersebut, maka besi holow harus di lubang tembus.</p>
<p>Nah kalau material di lubang tembus, otomatis baut yang Anda gunakan harus panjang. Lalu, biaya pengadaan mur baut pun akan menjadi tinggi.</p>
<p>Namun demikian, secara keseluruhan walau gording baja stal kotal memiliki kelemanan dibidang sambungan. Tetapi material ini terkenal sangat minimalis. Dan akibat dari itu cocok diterakan pada konstruksi baja ekspos.</p>
<h3><strong>3. Besi UNP</strong></h3>
<p>Profil baja UNP mirip dengan huruf U. Dan memiliki karakteristik khusus. Yakni sangat tebal dan kokoh. Oleh sebab itu material ini banyak dipakai untuk kontruksi atap berat. Misalnya untuk pemasangan atap genteng beton, kaca, dan asbes gelombang besar.</p>
<p>Kelebihan lain dari pada gording UNP adalah terkait metode pemasangan. Yaitu sangat tepat diterapkan dengan sambungan mur baut. Sama persis dengan gording CNP.</p>
<p>Akan tetapi karena dimensi material yang terbatas, dan relatif tebal maka besi UNP tergolong jarang dipakai untuk bahan gording. Karena lebih mahal dibanding dengan material besi CNP.</p>
<h3><strong>4. Besi pipa</strong></h3>
<p>Satu-satunya material besi yang mudah di bending adalah pipa. Oleh sebab itu jikalau digunakan sebagai gording, material bulat berongga ini paling cocok dipakai untuk membuat atap kubah dan lengkung.</p>
<p>Kelebihan lain dari besi pipa adalah tersedia dalam berbagai macam ukuran. Mulai dari dia.1&#8243; (25 mm) hingga 20&#8243; (50 cm). Jadi, untuk membuat atap kubah dan lengkung bentang berapa pun sangat memungkinkan dengan menggunakan gording baja pipa.</p>
<p>Namun demikian kasusnya sama dengan gording besi holow, goding pipa juga tidak dapat diterapkan dengan sistem mur baut. Melainkan harus dengan cara las. Sehingga biaya upah jadi mahal dan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2921" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg" alt="Pemasangan windfree dan lisplang baja sama-sama berada pada gording" width="450" height="323" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja.jpeg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Pemasangan-windfree-berada-pada-ujung-gording-baja-300x215.jpeg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Kelebihan gording baja dibanding gording kayu</h2>
<p>Secara keseluruhan gording besi CNP, Holow, UNP maupun Pipa jauh lebih unggul dibanding gording yang terbuat dari material balok kayu.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena:</p>
<h3>a. Panjang standar material</h3>
<p>Panjang material baja rata-rata 6,0 meter. Sedangkan kayu cuma 4,0 m. Dan akibat dari itu jarak pasang kuda-kuda kayu maksimal 4,0 m. Sementara kuda-kuda baja bisa mencapai 6,0 m atau lebih.</p>
<p>Iya. Jarak kuda-kuda berpengaruh langsung pada pemasangan gording. Karena gording terpasang pada setiap unit kuda-kuda.</p>
<p>Jadi, kalau pemasangan kuda-kuda sangat rapa dipastikan biaya yang dibutuhkan juga sangat besar. Sebentara sebaliknya, jika gording baja cukup panjang, maka jarak kuda-kuda bisa lebar. Dan akhirnya biaya yang dibutuhkan sangat kecil.</p>
<h3>b. Berat material gording</h3>
<p>Gording kayu jauh lebih berat dibanding gording besi. Sebab gording kayu terbuat dari balok minimal ukuran 6&#215;10 cm.</p>
<p>Perbandingan berat kedua material sebagai berikut. Misal panjang gording adalah 4,0 m. Jika terbuat dari material besi, berarti cukup menggunakan besi CNP 100x50x30x2,3 mm. Dengan berat total:<br />
= 4,0 x 4,06 kg<br />
= 24,36 kg</p>
<p>Sementara jika gording kayu, minimal material yang digunakan adalah kayu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mahoni">Mahoni</a> ukuran 10&#215;12 cm. Dengan berat jenis rata-rata 600 kg/m3.<br />
Jadi bisa dihitung, berat gording kayu tersebut adalah:<br />
= 0,10 x 0,12 x 4 x 600 kg<br />
= 28,80 kg</p>
<p>Selisih berat gording baja dan gording kayu :<br />
= 28,80 &#8211; 24,36 kg<br />
= 4,44 kg</p>
<p>Akibat dari berat gording maka konstruksi kuda-kuda harus dibuat kokoh. Agar mampu menopang gording dan penutup atap diatasnya. Selanjutnya akibat dari itu otomatis struktur bangunan dibuat ukuran besar. Agar mampu menopang konstruksi atap keseluruhan.</p>
<p>Singkatnya gording baja adalah pilihan yang terbaik untuk melengkapi konstruksi rangka atap. Dan jenis masterial yang memenuhi syarat untuk kekuatan, dalam hal biaya dan kemudahkan pemasangan adalah <a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/">baja CNP</a>, UNP, besi Holow dan besi pipa.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/gording-baja-yang-terbaik/">4 Jenis Gording Baja Yang Terbaik</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 00:44:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[ahsp baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pekerjaan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5470</guid>

					<description><![CDATA[<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi. Bahan utama dan pendukung balok baja Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<p>Volume pekerjaan balok baja artinya kuantiti dari sejumlah material baja yang dibentuk sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai balok struktur bangunan yang memenuhi syarat dan memiliki daya pikul tinggi.</p>
<h2>Bahan utama dan pendukung balok baja</h2>
<p>Jenis-jenis material baja yang sering digunakan sebagai balok struktur antara lain WF, HB, UNP dan CNP double. Namun tak jarang ditemui dengan menggunakan beberapa material sekaligus. Atau sering disebut dengan material baja profil gabungan.</p>
<p>Jadi menurut jenis material utama yang digunakan, balok baja terbagi menjadi 2 macam. Yakni terbuat dari batang tunggal, atau batang gabungan (tersusun).</p>
<p>Sementara itu bahan pendukung balok baja adalah sejumlah material baja yang dipasang pada balok dengan tujuan untuk memudahkan pemasangan, maupun untuk menambah kekuatan balok tersebut.</p>
<h2>Komponen balok baja WF dan satuan perhitungan volume</h2>
<p>Selain material baja WF, terdapat sejumlah material plat baja yang digunakan untuk membuat sebuah balok. Plat baja tersebut berfungsi sebagai pelekat (clead plate), maupun sebagai rib pengaku (stiffners).</p>
<p>Sementara itu satuan perhitungan volume/tonase balok pada umumnya adalah kilogram. Akan tetapi tidak jarang ditemui menggunakan satuan unit. Seperti yang terjadi pada perhitungan volume <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/" target="_blank" rel="noopener">pekerjaan tiang kolom</a> baja.</p>
<p>Maka dari itu, untuk mengetahui berapa tonase sebuah balok baja ada 2 hal yang perlu Anda pahami lebih dulu, yaitu: 1]. Berapa jenis material yang digunakan untuk membuat balok, serta 2]. Ukuran masing-masing material tersebut.</p>
<h3>Perhitungan volume pekerjaan balok baja profil gabungan</h3>
<p>Kali ini Saya ambil sebuah contoh perhitungan balok induk. Balok tersebut terbuat dari material baja profil gabungan, seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3117" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg" alt="4 macam contoh balok baja yang terbuat dari profil gabungan" width="450" height="335" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Bentuk-profil-baja-gabungan-300x223.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Misal bentang balok adalah 10,0 meter. Maka ragam material yang digunakan adalah:</p>
<ol>
<li>Batang utama (atas/bawah) = UNP 150x75x6,5</li>
<li>Batang pembagi (vertikal/diagonal) = L 50x50x5; tiap jarak @50 cm</li>
<li>Tinggi profil balok (H) = 600 mm</li>
<li>Pelat lekat T=12 mm, ukuran 150 x 900 mm</li>
<li>plat pengaku antara batas atas dan bawah T=10 x 300 x 600 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama adalah mencari total volume/tonase balok. Caranya dengan rumus:<br />
<strong>= P x J x Bs</strong><br />
P = Panjang material<br />
J = Jumlah<br />
Bs = Berat satuan berdasarkan tabel baja</p>
<p><strong>Berat baja UNP 150x75x6,5 mm :</strong><br />
= (10,0 + 1,0) x 2 x 18,67 kg/m<br />
= 410,67 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka vertikal :</strong><br />
= 0,60 x (10 : 0,50) x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 90,0 kg</p>
<p><strong>Besi L 50x50x5 untuk rangka diagonal :</strong><br />
= 0,75 x 20 x 2 x 3,75 kg/m<br />
= 112,50 kg</p>
<p>Sementara itu tonase pelat baja dihitung dengan rumus:<br />
<strong>= P x L x J x Bs</strong></p>
<p>Dengan demikian berat pelat lekat T=12 mm diketahui:<br />
= 0,15 x 0,90 x 2 x 97,22 kg/m²<br />
= 26,25 kg</p>
<p>Sementara itu berat plat pengaku T=10 mm adalah:<br />
= 0,30 x 0,60 x 2 x 81,0 kg/m²<br />
= 29,26 kg</p>
<h3>Total biaya pemasangan balok baja profil tersusun</h3>
<p>Setelah mengetahui total volume pekerjaan balok baja profil gabungan. Langkah berikutnya adalah menghitung biaya pemasangan. Yaitu dengan cara membuat rekapitulasi material yang digunakan untuk komponen balok, sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>UNP 150x75x6,5 = 410,67 kg</li>
<li>Besi L 50x50x5 = 202,50 kg</li>
<li>Pelat baja T=12 mm = 26,25 kg</li>
<li>Plat baja T=8 mm = 29,26 kg</li>
</ul>
<p>Jadi total tonase pekerjaan balok baja profil gabungan sebesar:<br />
= 410,67 + 90,0 + 112,50 + 26,25 + 29,26<br />
= 668,58 kg</p>
<p>Bilamana harga satuan pemasangan balok dibuat rata-rata, misalnya Rp 25.000,- per kilogram, maka total biaya pemasangan per unit balok adalah:<br />
= 668,58 kg x Rp 25.000,-<br />
= Rp 16.714.401,67</p>
<h3>Cara konversi biaya pemasangan balok</h3>
<p>Selain menggunakan satuan unit, buah, atau set. Adakalanya pemasangan balok baja dihitung dengan menggunakan satuan yang agak nyeleneh. Yiatu meter lari.</p>
<p>Jikalau Anda menemui kasus seperti ini jangan khawatir. Sebeb proses perhitungan volume pekerjaan balok baja tetap sama, yaitu dimulai dengan menggunakan satuan Kg seperti contoh perhitungan diatas.</p>
<p>Oleh sebab itu menurut contoh perhitungan tersebut, jikalau Adan sudah membuat rincian volume balok serta menemukan biaya pemasangannya. Langkah selanjutnya adalah konversi biaya tersebut. Caranya adalah dengan seperti berikut:<br />
= Rp 16.714.401,67 : 10,0 m<br />
= Rp 1.617.440,17,- / m’<br />
Dibulatkan menjadi Rp 1.617.000,-</p>
<p>Gambar perspektif balok baja profil gabungan seperti dalam perhitungan diatas adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pelat lekat dan pelat pengaku terpasang menjadi satu (warna pink), sementara bagian bawahnya terdapat voute yang berfungsi sebagai sekur balok baja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3616" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg" alt="Contoh balok yang terbuat dari gabungan beberapa gabungan material baja" width="500" height="302" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Contoh-balok-baja-gabungan-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Alat sambung balok dan perhtungan biaya</h2>
<p>Alat yang digunakan membuat maupun untuk menyatukan setiap komponen dalam sebuah balok baja ada 2 macam, yakni las dan mur baut.</p>
<p>Kaitannya dengan satuan dan perhitungan biaya. Untuk <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-kebutuhan-kawat-las-konstruksi-gudang/">menghitung pekerjaan las</a> (biaya pengelasan) umumnya menggunakan satuan meter lari. Sementara itu biaya untuk pemasangan mur baut + ring adalah menggunakan satuan <a href="https://www.liputan6.com/hot/read/5202821/1-kodi-berapa-pcs-pahami-pengertian-dan-cara-menghitungnya#:~:text=Pcs%20adalah%20istilah%20yang%20ditulis,bagian%2C%20potongan%2C%20atau%20satuan.">Pcs</a> atau Buah.</p>
<p>Penting diketahui, perhitungan volume pekerjaan balok baja sebagaimana diuraikan diatas belum termasuk biaya kedua alat sambung tersebut. Oleh sebab itu, harus dihitung secara terpisah.</p>
<p>Persoalnnya, apakah kedua alat sambung tersebut dikehendaki terpisah atau dihitung menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan baja?. Jikalau dikehendaki menjadi satu kesatuan, berarti Anda haru menambahkan rincian pekerjaan pengelasan dan pemasangan baut pada volume pekerjaan baja.</p>
<p>Dengan demikian akan diketahui biaya total pemasangan lengkap dengan alat sambung baja. Dan, setelah itu Anda dapat melakukan konversi biaya pemasangan ke satuan meter lari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-volume-pekerjaan-balok-baja/">Ragam Satuan Volume Pekerjaan Balok Baja Dan Cara Perhitungan Biaya [Part 2 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 00:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[base plate]]></category>
		<category><![CDATA[detail sambungan kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tiang kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5467</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum). Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau pada umumnya volume untuk pekerjaan tiang kolom baja, baik yang terbuat dari WF, HB, UNP, CNP double dan besi holow adalah menggunakan satuan kilogram. Maka tak jarang pula ditemui yang menggunakan satuan Buah, Unit, Set atau Ls (Lump Sum).</p>
<p>Mengapa hal itu terjadi?. Jawabnya ada 2 kemungkinan. Pertama, orang yang menghitung volume pekerjaan tidak paham sepenuhnya ragam satuan konstruksi baja. Kedua, orang tersebut sebenarnya paham, tetapi tidak mau ribet untuk menghitung volume baja secara detail.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3579" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg" alt="Pelaksanaan pabrikasi kolom baja WF yang tepat, cepat dan berkualitas" width="500" height="304" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Proses-membuat-kolom-baja-yang-benar-300x182.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Plus minus menggunakan satuan kilogram untuk pekerjaan baja</h2>
<p>Harus diakui bahwa perhitungan volume pekerjaan konstruksi baja dalam satuan kilogram membutuhkan waktu yang cukup lama. Artinya semakin kompleks komponen material yang terdapat pada kontruksi tersebut, maka waktu yang Anda butuhkan untuk menghitung volume pekerjaan semakin lama.</p>
<p>Akan tetapi kelebihan dari penggunaan satuan tersebut adalah hasil perhitungan volume yang Anda lakukan jamin akurat. Hal itu didukung pula oleh AHSP baja resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah rata-rata mengunakan satuan kilogram.</p>
<p>Oleh sebab itu satuan yang tepat untuk pekerjaan tiang kolom baja pun idealnya adalah dalam satuan ini. Hal itu sudah Kami terapkan pada seluruh perhitungan biaya pekerjaan konstruksi baja selama ini, baik yang Kami kerjakan langsung maupun oleh orang lain (Klien). Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Dengan kata lain sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<h2>Ragam satuan pekerjaan kolom baja WF</h2>
<p>Selain 3 jenis satuan yang Kami sebutkan diatas (Buah, Unit, Set atau Ls), baru-baru ini Kami menemui satuan Titik. Disingkat dengan Ttk. Yang dipakai untuk perhitungan volume kolom baja WF. Jadi, selain satuan kilogram. Kali ini ada 5 macam satuan volume pekerjaan tiang kolom baja.</p>
<p>Perlu diketahui pada dasarnya ke-empat satuan tersebut pada dasarnya adalah sama. Untuk dijadikan sebagai satuan volume pekerjaan kolom baja WF misalnya, berarti 1 unit tiang kolom terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Material WF</li>
<li>Plat landas. Dalam bahasa Inggris disebut base plate</li>
<li>Stiffner (rib)</li>
<li>Plat tutup kolom (jika ada).</li>
</ol>
<p>Selain 4 komponen diatas, ada pula rangkaian pekerjaan yang terdapat pada pekerjaan tiang kolom yaitu:<br />
&#8211; Mengelas plat landas, rib dan tutup kolom<br />
&#8211; Serta membuat lubang baut.</p>
<p>Oleh sebab itu untuk mengetahui berapa biaya pemasangan kolom WF dengan satuan Unit, kita harus lebih dulu menghitung berat masing-masing komponen material, serta menghitung volume las dan lubang baut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5209" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg" alt="tiang kolom H-Beam lengkap dengan dimensi material plendes" width="950" height="712" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok.jpg 950w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-300x225.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Kolom-baja-dan-balok-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 950px) 100vw, 950px" /></a></p>
<h2>Contoh perhitungan volume pekerjaan tiang kolom WF</h2>
<p>1 Unit tiang kolom WF 250x125x6x9 dengan spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tinggi standar 6,0 m</li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=nxTavweDQZ0">Plat landas</a> yang terbuat dari material palt T=10, ukuran 200 x 300 mm.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/plat-strip-yang-terbaik-untuk-bahan-rib-plat/">Plat rib</a> T=6 x 59 x 232 mm sebanyak 4 buah</li>
<li>Dan, 1 buah plat tutup T=6 x 125 x 250 mm</li>
</ol>
<p>Langkah pertama, menghitung tonase keseluruhan material. Caranya adalah:<br />
<strong>• Hitung tonase baja WF 250:</strong><br />
= 6,0 x 29,6 kg/m x 1 bh<br />
= 117,60 kg</p>
<p><strong>• Hitung berat plat landas T=10 mm:</strong><br />
= 0,20 x 0,30 x 81,0 kg/m² x 1 bh<br />
= 4,86 kg</p>
<p><strong>• Berat plat Rib T=6 mm:</strong><br />
= 0,059 x 0,232 x 48,61 kg/m² x 4<br />
= 2,66 kg</p>
<p><strong>• Berat plat tutup T=6 mm:</strong><br />
= 0,125 x 0,250 x 48,61 kg/m² x 1<br />
= 1,52 kg</p>
<p>Total tonase tiang kolom WF 250 adalah:<br />
= 117,60 + 4,86 + 2,66 + 1,52 kg<br />
= 126,64 kg</p>
<h2>Perhitungan biaya pemasangan kolom WF</h2>
<p>Menurut standar AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) baja resmi, biaya pemasangan baja WF dan pelat pada umumnya tidak sama. Oleh sebab itu, jikalau ingin mengetahui biaya pemasangan kolom WF dalam satuan Unit atau Buah. Maka biaya pemasangan dibagi menurut jenis material yang digunakan untuk tiang kolom.</p>
<p>Pada contoh perhitungan volume diatas, terdapat tonase baja WF sebesar 117,60 kg dan tonase plat baja sebesar 9,04 kg. Jadi rincian biaya pemasangan tiang kolom adalah sebagai berikut:<br />
= 117,60 kg x Rp 36.952 = Rp 4.345.555,20<br />
= 9,04 kg x Rp 42.757 = Rp 386.523,28</p>
<p>Total biaya pemasangan tiang kolom WF 250x125x6x9 adalah Rp 4.732.078,48 / Unit.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
• 2 macam harga satuan diatas diperoleh dari <a href="https://arsitekta.com/analisa-harga-satuan-pekerjaan-baja-wf-dan-h-beam/">AHSP baja WF</a> dan AHSP pelat baja.<br />
• Kedua AHPS tersebut dapat Anda peroleh dalam situs ini dengan cara mengetik kata kunci terkait.</p>
<p>Nah, total biaya Rp 4.732.078,48 ini lah yang Anda masukan dalam BoQ baja, jikalau di dalam BoQ tersebut pekerjaan tiang kolom WF disebutkan dalam satuan Buah, Unit, Set, Ls atau Titik.</p>
<h2>[Kesimpulan] Esensi satuan volume pekerjaan baja</h2>
<p>5 jenis satuan yang disebtkan diatas adalah menggambarkan sebuah tiang kolom yang siap pasang. Lengkap dengan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk sebuah keperluan struktur tiang pada konstruksi baja.</p>
<p>Metode perhitungan biaya pemasangan diatas juga dapat Anda terapkan untuk seluruh pekerjaan tiang kolom baja. Misalnya tiang kolom H Beam, kolom UNP, besi pipa CNP double dan lain sebainya.</p>
<p>Terakhir, secara khusus oleh Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja penggunaan 5 jenis satuan ini selalu dihindari. Dengan alasan terlalu jelimet untuk diterapkan, serta memakan waktu lama. Sedangkan pada dasarnya hasil perhitungan biaya adalah sama jikalau hanya menggunakan satuan Kg.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-satuan-pekerjaan-tiang-kolom-baja/">Satuan Pekerjaan Tiang Kolom Baja Dan Cara Menghitung Biaya [Part 1 of 10]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</title>
		<link>https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 09:19:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengelas rib]]></category>
		<category><![CDATA[kawat las baja]]></category>
		<category><![CDATA[pengelasan baja]]></category>
		<category><![CDATA[plat rib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengelas plat rib pada balok, kolom, dan kuda-kuda baja dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Hal itu dimaksud untuk memperoleh hasil yang maksimal serta tidak menguras anggaran biaya. Diantara sekian banyak teknik yang berkaitan dengan pemasangan rib baja (sebutan lain untuk plat rib) adalah terkait dengan alat yang digunakan, serta metode pengelasan yang akan dilakukan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/">5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengelas plat rib pada balok, kolom, dan kuda-kuda baja dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. Hal itu dimaksud untuk memperoleh hasil yang maksimal serta tidak menguras anggaran biaya.</p>
<p>Diantara sekian banyak teknik yang berkaitan dengan pemasangan <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/" target="_blank" rel="noopener">rib baja</a> (sebutan lain untuk plat rib) adalah terkait dengan alat yang digunakan, serta metode pengelasan yang akan dilakukan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2421" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg" alt="Pengelasan baja juga salah satu penyebab terjadinya karat pada konstruksi baja" width="640" height="427" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>2 hal tersebut akan Saya kupas tuntas disini, untuk menjawab pertanyaan Subcriber di Channel <a href="https://www.youtube.com/shorts/nXDMVfxYwPs">Youtube</a> Kami beberapa waktu lalu. Tentang bagaimana sebaiknya mengelas plat rib pada balok WF agar tidak sampai merusak karakteristik material.</p>
<h2>Alasan yang timbul akibat penggunaan kawat las tertentu</h2>
<p>Pengelasan rib baja harus dilakukan dengan menggunakan kawat las (elektroda terbungkus). Atau sering disebut dengan las busur listrik (SMAW) adalah karena alasan sebagai berikut:</p>
<h3>1. Temperatur las tidak telalu tinggi</h3>
<p>Mengingat letak pasang rib adalah selalu melintang pada sebuah baja profil, maka diupayakan suhu las tidak terlalu tinggi. Sebab akibat panas yang berasal dari las dapat merusak sifat mekanis material baja.</p>
<p>Temperatur perlakukan panas akibat las SMAW adalah antara 400°C sampai 750°C. Angka ini jelas jauh dari kata aman dibanding dengan titik leleh logam yang mencapai 1.538°C.</p>
<p>Oleh sebab itu sekalipun mengelas plat rib dilakukan secara full, kemungkinan besar tidak mengakibatkan berkurangnya kekuatan material baja dimana plat rib tersebut terpasang.</p>
<h3>2. Persiapan/penggunaan alat lebih praktis</h3>
<p>Perangkat alat las SMAW tidak banyak. Yaitu terdiri dari: Elektroda, Mesin las SMAW (Travo Las), Stang las, dan Safty. Oleh sebab itu mudah diperoleh dan praktis ketika digunakan.</p>
<p>Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja, khususnya saat proses pabrikasi. Kesiapan alat kerja adalah unsur yang sangat penting untuk mencapai kualiatas.</p>
<p>Ketika alat yang digunakan tidak lengkap atau katakanlah terbatas. Maka dapat dipastikan akan mengakibatkan proses pabrikasi tidak lancar, sehingga kualitas pwkerjaan tidak bagus. Serta mengakibatkan waktu pelaksanaan pekerjaan sangat lama.</p>
<p>Maka dari itu mengingat mengelas plat rib adalah bagian dari proses pabrikasi baja, pemilihan alat las yang tepat adalah termasuk faktor utama dalam mencapai target yang diinginkan.</p>
<p>Dengan demikian proses pengelasan berjalan lancar, berkualiatas tinggi, namun tidak merusak unsur-unsur logam yang terkandung pada material yang akan di las.</p>
<h2>Proses mengelas rib baja tidak boleh full dan alasannya</h2>
<p>Kalau pada artikel sebelumnya Saya menjelaskan hingga pada proses pemasangan rib baja, diantaranya adalah mengelas secara full. Sesungguhnya hal tersebut tidak berlaku pada setiap struktur baja yang menggunakan plat rib sebagai ekstra pengaku.</p>
<p>Ada kalanya Anda tidak perlu mengelas plat rib secara full, tapi cukup setempat-setempat. Yakni dengan panjang 3-5 cm dan dilakukan selang-seling. Seperti gambar dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5172" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg" alt="Konstruksi balok baja WF yang belum terpasang sempurna sehingga harus dicek kembali panjangnya" width="800" height="450" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF.jpg 800w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/03/Ukur-panjang-balok-WF-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Berikut 3 alasan mengapa plat rib tidak perlu di las full pada struktur baja WF dan H Beam:</p>
<h3>1. Material plat rib terlalu tipis</h3>
<p>Dalam hal ini yang dimaksud adalah material yang dugunakan untuk bahan rib, yaitu <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-plat-baja-lubang-dan-tidak-berlubang/">plat baja</a> lembaran. Atau, struktur baja dimana plat rib tersebut akan dipasang. Misalnya tiang kolom, balok, kuda-kuda, konsol dan lain sebagainya.</p>
<p>Sementara itu, anggapan terlalu tipis layak ditujukan jikalau ketebalan kedua atau salah satu dari material yang disebut di atas adalah &lt;6 mm. Oleh sebab itu, sebaiknya mengelas plat rib tidak perlu full.</p>
<p>Dampaknya bilamana pengelasan dilakukan secara full adalah akan mengakibatkan rusaknya kandungan material struktur baja, oleh sebab panas las yang lama.</p>
<p>Selain itu, terhadap plat rib sendiri kemungkinan akan berubah bentuk dan memuai, jika mendapat las yang banyak. Perubahan bentuk tersebut umumnya adalah menjadi miring, melengkung, atau mengerut.</p>
<h3>2. Jarak pemasangan rib terlalu rapat</h3>
<p>Pada beberapa kasus, misalnya oleh karena kurangnya pemahaman jasa arsitek yang merancang konstruksi baja, menganggap semakin banyak pemasangan plat rib dianggap semakin bagus (kokoh). Padahal tidak.</p>
<p>Plat rib yang terlalu banyak (pemasangannya rapat) justru mengakibatkan 2 hal yaitu:</p>
<ul>
<li>Pemborosan biaya</li>
<li>Struktur baja jadi lemah.</li>
</ul>
<p>Pemborosan biaya terjadi karena Anda membutuhkan material yang banyak, sehingga mengakibatkan tonase baja makin besar. Akibat daripada itu proses mengelas plat rib otomatis makin lama. Dan pada akhirnya membutuhkan biaya yang tinggi.</p>
<p>Sedangkan struktur baja menjadi lemah karena makin banyaknya titik pangelasan yang diterima dengan temperatur cukup tinggi. Sebagaimana dijelaskan pada paragraf 5.</p>
<p>Kembali menyinggung soal pembahasan pada artikel sebelumnya tentang jarak pemasangan rib baja yang ideal adalah tidak kurang dari 1,5 meter untuk balok baja. Sedangkan untuk tiang kolom adalah &gt;2,0 meter. Dan untuk kuda-kuda adalah 2,5 m atau lebih.</p>
<h3>3. Kualitas rib plat masih dipertanyakan</h3>
<p>Issu mengenai kualitas baja profil Indonesia mencuat sekitar 2 tahun terakhir. Khususnya pada jenis material baja WF, yang diawali dengan munculnya produk sejenis namun dengan harga yang jauh lebih murah.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan dan pengalaman Kami kala menggunakan bahan ini, sebagaimana Kami sampaikan dalam video short diatas adalah berkualiatas sangat rendah.</p>
<p>Oleh sebab itu ketika Anda mengelas plat rib pada baja WF tersebut jangan full. Supaya unsur logam yang terkandung dalam material yang meyerupai huruf I tersebut tidak rusak.</p>
<p>Kami tambahakan lagi. Ketika pengelasan full dilakukan sangat jelas terlihat baja WF seperti ikut terpotong oleh panas api dari las. Hal itu menandakan bahwa struktur kandungan logam dalam material tersebut telah berubah. Dan akan membuat kekuatan tarik material WF jadi menurun.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/alasan-mengelas-plat-rib-tidak-full-dan-harus-menggunakan-kawat-las/">5 Alasan Mengelas Plat Rib Tidak Full Dan Sebaiknya Menggunakan Kawat Las</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 09:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan untuk rib]]></category>
		<category><![CDATA[cara memasang rib]]></category>
		<category><![CDATA[jenis rib]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan rib baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan. Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya pemasangan rib baja (stiffner) pada balok WF atau balok HB adalah sama. Sama dalam arti dilakukan dengan metode menggunakan las, serta ditempatkan pada posisi-posisi dimana beban terbesar akan terjadi pada sebuah struktur bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3426" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg" alt="Macam-macam type rib baja dan letak pemasangan ketahui begini" width="450" height="341" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Macam-macam-type-rib-baja-300x227.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Kali ini Saya tidak membahas lagi mengenai cara menentukan dimensi plat baja yang digunakan untuk bahan rib. Sebab topik tersebut telah Saya sajikan sebelumnya, dan bisa Anda baca dalam <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-dan-kegunaan-rib-baut-pada-struktur-bangunan-baja/">artikel</a> ini.</p>
<h2>Cara menentukan letak pemasangan rib baja</h2>
<p>Idealnya letak pasang plat rib pada sebuah balok baja adalah di setiap ujung voute. Posisi tersebut seperti terlihat pada gambar yang berada di paragraf 1.</p>
<p>Dengan adanya plat rib tersebut maka hubungan antara balok dengan tumpuan jadi kokoh. Sebab voute yang berfungsi sebagai ekstra pengaku (sekur) balok menyatu dengan sayap maupun dengan badan <a href="https://arsitekta.com/balok-bentang-12-meter-yang-paling-tepat/" target="_blank" rel="noopener">balok</a> WF/HB. Khusunya pada bentang besar. Misalnya bentangan 8 meter atau lebih.</p>
<h3>a. Rib balok induk</h3>
<p>Rib balok induk artinya rib yang pemasangannya dilakukan pada balok induk. Pemasangan rib ini sifatnya tambahan. Dimana, jikalau rib baja yang berada di ujung voute dianggap masih kurang, maka penempatan rib berikutnya dilakukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>Mengukur jarak total antara rib yang berada di ujung voute, lalu dibagi 3.</li>
<li>Jika cara 1 dianggap belum cukup, maka jarak total rib tersebut dibagi 5.</li>
</ol>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4878" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg" alt="Bentuk dan cara pasang plat rib yang benar pada material baja WF" width="1168" height="764" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF.jpg 1168w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-1024x670.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/07/Cara-pemasangan-plat-rib-pengaku-baja-WF-768x502.jpg 768w" sizes="(max-width: 1168px) 100vw, 1168px" /></a></p>
<p>Metode pembagaian jarak pemasangan rib baja sebagimana dimaksud pada poin 1 dan 2 adalah seperti gambar diatas.</p>
<p>Sampai disini penting diketahui bahwa:</p>
<ol>
<li>Pembagian jarak rib tengah harus ganjil dan sama rata. Misalnya 3; 5; 7 dan seterusnya.</li>
<li>Pemasangan rib tepi balok (yang berada di ujung voute) sifatnya wajib.</li>
<li>Metode perletakan rib baja ini berlaku pula pada seluruh kuda-kuda baja WF, maupun kuda-kuda baja kastela.</li>
</ol>
<p>Oh iya penting diketahui ciri khas balok induk adalah memiliki voute di setiap ujung balok. Sementara jikalau tidak memiliki voute kemungkinan besar bahwa balok tersebut bukan balok induk.</p>
<h3>b. Rib balok anak</h3>
<p>Sering pula kita perlu memasang rib pengaku pada balok anak baja WF dan balok anak baja H Beam. Dimana pada balok anak sangat jarang ditemui menggunakan voute.</p>
<p>Dalam kasus ini pembagian jarak pasang rib baja tetap sama. Yaitu setiap kelipatan ganjil. Dan, dasar pengukuran jarak tersebut dilakukan dari pelat lekat balok anak. Perhatikan gambar dibawah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4912" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg" alt="Pertemuan antara balok induk dan balok anak baja" width="1017" height="768" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja.jpg 1017w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-300x227.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Posisi-balok-induk-dan-balok-anak-baja-768x580.jpg 768w" sizes="(max-width: 1017px) 100vw, 1017px" /></a></p>
<p>Misal panjang total balok anak (Pg) adalah 5.880 mm. Berarti pemasangan rib baja idelanya dilakukan setiap jarak:<br />
= Pg : 3<br />
= 5.880 : 3 = 1.960 mm</p>
<p>Jadi jumlah plat rib setiap balok adalah 2 buah. Tepatnya 2 di sebelah kanan, dan 2 lagi di sebelah kiri sayap WF atau HB.</p>
<h2>Tahapan pemasangan plat rib yang benar</h2>
<p>Tanpa membedakan balok induk atau balok anak, secara umum pemasangan plat rib balok maupun kuda-kuda baja WF terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama melakukan las titik, dan tahap kedua adalah melakukan pengelasan full.</p>
<h3>1. Proses las titik plat rib pada balok WF</h3>
<p>Dilakukan pasca menentukan jarak pasang rib pada kedua sisi profil baja WF. Dan, las titik dilakukan untuk menempatkan plat rib secara melintang pada material yang menyerupai huruf H tersebut.</p>
<p>Pada tahap ini yang perlu Anda pastikan selain jarak pasang rib adalah pertemuan antara baja WF dan rib, yakni harus 90*. Hal itu dimaksud agar fungsi rib sebagai pengaku balok jadi maksimal dan tidak mengakibatkan buckling pada balok.</p>
<p>Sementara itu titik-titik las yang perlu Anda buat pada rib adalah pada setiap sudut material yang berbentuk kotak tersebut. Lebih jelas aplikasi mengenai pemasangan rib baja silahkan Anda lihat dalam <a href="https://www.youtube.com/shorts/3Bw-W43ksqU">video short</a> berikut.</p>
<h3>2. Proses pengelasan baja secara baja</h3>
<p>Mengelas rib baja secara full maksudnya mengelas seluruh bidang material plat rib yang terhubung langsung dengan profil baja WF. Baik sisi kanan dan kiri, atau bidang yang vertikal maupun horizontal.</p>
<p>Proses ini bisa dimulai manakala seluruh plat rib sudah selesai dipasang dengan las titik pada sebuah balok. Sehingga tidak ada lagi kemungkinan berubah posisi atau jarak.</p>
<p>Pada umumnya las full ini dimulai pada bidang datar plat rib baja. Dengan kata lain pada posisi perletakan balok baja mengahap ke atas/kebawah. Sehingga menyerupai huruf H. Lalu, area plat rib yang dilas lebih dulu adalah yang menempel pada bagian badan WF.</p>
<p>Setelah itu, balok baja dibuat dalam posisi berdiri layaknya huruf I. Kemudian lakukan pengelasan secara full pada bidang sayap balok WF. Dengan demikian satu sisi pemasangan rib baja telah selesai dilakukan pada balok baja WF.</p>
<p>Lakukan metode yang sama pada sisi balok baja yang berikutnya, agar seluruh plat rib terpasang dengan kokoh, dan menyatu secara sempurna pada baja WF.</p>
<h2>Catatan penting tentang rib baja</h2>
<p>1. Dalam pembahasan ini sering muncul istilah plat rib. Hal itu menandakan bahwa material yang digunakan untuk membuat rib adalah plat baja lembaran.<br />
2. Pengelasan rib baja umumnya dilakukan dengan las CO dan las elektroda (kawat las).<br />
3. 1 unit rib balok terdiri dari 2 buah plat baja yang dibentuk sesuai dengan dimensi profil baja WF atau baja H Beam yang digunakan untuk material balok.<br />
4. Pemasangan rib baja sifatnya wajib pada kedua sisi baja WF dan HB.<br />
5. Pengelasan plat rib secara full tidak wajib. Sebab beberapa material baja WF tidak memenuhi standar untuk hal tersebut. Ketahui apa alasannya dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/">Kami</a> berikutnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rib-baja-pada-balok-wf-dan-hb-yang-benar/">Pemasangan Rib Baja Pada Balok WF Dan HB Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</title>
		<link>https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[baja WF]]></category>
		<category><![CDATA[balok baja]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain pemasangan kuda-kuda baja yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan. Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pemasangan <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">kuda-kuda baja</a> yang sering dilakukan pada bangunan lama sebagaimana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pekerjaan ekspansi dak baja juga demikian. Tepatnya pada saat hendak melakukan perluasan dak pada sebuah bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3694" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg" alt="Konstruksi dak baja ini mayoritas menggunakan material WF" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/konstruksi-dak-baja-WF-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun tahukah Saudara apa saja persiapan ketika hendak melakukan perluasan dak?. Dan, bagaimana langkah-langkah desain konstruksi dak maupun pengerjaannya supaya tidak merusak konstruksi dak eksisting?. Untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya silahkan simak penjelasan Kami barikut ini.</p>
<h2>Pengertian, ragam jenis dan dinamika pelaksanaan</h2>
<p>Ekspansi dak baja artinya suatu kegiatan konstruksi bangunan yang menghendaki agar dak eksisting semakin luas dari sebelumnya, sehingga fungsi dak semakin maksimal untuk menjadi ruang aktivitas atau sebagai tempat untk menyimpan barang.</p>
<p>Penting diketahui menurut jenis lantai, ragam jenis dak baja terdiri dari 3 macam yaitu:<br />
1. Dak baja lantai beton<br />
2. Dak baja dengan lantai plat bordes,<br />
3. dan Dak baja lantai papan, panel board atau sejenis</p>
<p>Anda tahu kaitan ragam jenis dak baja ini dengan rencana ekspansi?. Jawabnya adalah untuk melakukan penyesuaian konstruksi. Artinya sedapat mungkin Anda harus merencanakan konstruksi dak baja yang baru sesuai dengan material yang digunakan pada dak baja yang lama.</p>
<p>Mengapa perlu dilakukan penyesuaian?. Jawaban secara teknis ada 3 yaitu untuk:</p>
<ul>
<li>Menjamin agar kekuatan kontruksi dak merata,</li>
<li>Memudahkan pemasangan dak yang baru,</li>
<li>Memastikan tampikan kontruksi sama dengan dak yang baru.</li>
</ul>
<h2>Persiapan perancangan dak baja baru</h2>
<p>Terdapat perbedaan metode perancangan ketika hendak melakukan ekspansi dak baja pada bangunan lama. Perbedaan tersebut adalah terletak pada spefisikasi material maupun sistem sambungan kontruksi. Maka dari itu sebelum merancang dak lakukan langkah-langkah berikut:</p>
<h3>1. Ukur lahan dan ketinggian dak lama</h3>
<p>Lahan ekspansi dak artinya adalah tempat dimana Anda akan nenambah dak yang baru dengan cara menyambung dak eksisting. Data yang harus Anda peroleh pada saat pengecekan lokasi adalah:</p>
<h4>a. Lebar dan panjang lahan</h4>
<p>Berguna untuk menetukan jarak tiang kolom maupun panjang balok dak. Kendati tidak sama dengan ukuran dak lama, namun acuan untuk menentukan jarak tiang adalah tetap kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Misal ukuran lahan adalah 22&#215;36 m. Sementara jarak tiang pada dak lama adalah 6,0 meter. Berarti jarak tiang dak yang baru adalah 6,0 meter, sementara itu jikalau terdapat kelebihan maka hal itu dianggap sebagai perlakukan khusus.</p>
<h4>b. Tinggi balok dak baja</h4>
<p>Acuan untuk mengukur tinggi balok dak adalah permukaan lantai. Tepatnya ketinggian dari lantai hingga permukaan baja profil yang paling atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tinggi bersih tiang kolom.</p>
<p>Perlu catatan khusus. Jika terdapat kolom beton tambahan (pedestal) pada tiang, maka kolom beton tersebut juga harus Anda ukur. Supaya ekspansi dak baja diterapkan dengan cara yang sama. Yakni menggunakan kolom beton pedestal.</p>
<h3>2. Cek material konstruksi dak lama</h3>
<p>Tahap berikutnya setelah melakukan pengukuran lahan dan ketinggian dak adalah mengecek dimensi seluruh material bajaa yang digunakan pada kontruksi dak yang lama.</p>
<p>Material baja yang perlu Anda cek mulai dari:</p>
<ol>
<li>Tiang kolom serta komponen-komponennya. Misal tebal base plate, stiffners dan cover plate (tutup kolom),</li>
<li>Dimensi material balok induk maupun balok anak, beserta komponen-komponen.</li>
<li>Ukuran dan jumlah baut mur setiap titik sambungan balok</li>
<li>Warna dan jenis cat yang digunakan.</li>
</ol>
<h3>3. Cek material lantai dak</h3>
<p>Jika tidak ada prmintaan khusus dari owner, akibat pertimbangan-pertimbangan yang spesifik. Misalnya oleh karena fungsi dak baru berbeda dengan dak yang lama, maka sebaiknya lantai dak juga harus mengacu pada yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam hal ini pengecekan yang Anda lakukan adalah tehadap beberapa elemen berikut:</p>
<ol>
<li>Jenis material lantai beserta ketebalannya</li>
<li>Sistem pemasangan lantai.</li>
<li>Cara finishing lantai.</li>
</ol>
<p>Misal lantai dak lama adalah terbuat dari beton bertulang, berarti pengukuran harus Anda lakukan terhadap: 1]. Tebal beton, dan 2]. Keramik lantai. Sementara itu perlu juga cek apakah lantai beton tersebut menggunakan bondek atau tidak.</p>
<p>Jikalau tidak menggunakan bondek berarti dahulu pengecoran lantai dilakukan dengan mengguankan bekisting kayu/triplek. Oleh sebab itu mengingat lahan kerja berada dalam bangunan, maka ekspansi dak baja yang baru sebaiknya menggunakan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-bondek-yang-tepat/">bondek</a>. Supaya pengerjaan lebih cepat dan praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4124" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg" alt="Ide kreatif untuk melakukan ekspansi bisnis dan konstruksi bangunan" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Ide-kreatif-untuk-melakukan-ekspansi-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kontrol kekuatan konstruksi dak baja</h2>
<p>Keberadaan konstruksi dak baja lama pada sebuah bangunan ada 2 yakni dikerjakan oleh pihak (jasa konstruksi) lain, atau memang oleh Anda sendiri yang mengerajakan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu jikalau pengerjaannya adalah dilakukan oleh orang lain, maka Anda harus melakukan pengecekan ulang terhadap kekuatan struktur kontruksi dak. Caranya bagimana?, yaitu dengan melakukan analisa struktur. Menggunakan perhitungan momen secara manual, atau dengan menggunakan software khusus. Seperti SAP2000, ETABS atau sejenis.</p>
<p>Pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa material baja yang digunakan telah tepat. Sehingga berfungsi dengan maksimal sesuai dengan kekuatan kontruksi yang diharapkan untuk memikul beban.</p>
<p>Manakala terdapat kekuatiran pada salah satu material atau pada salah satu sistem/titik sambungan, maka hal tersebut sebaiknya Anda perbaiki. Maksudnya jangan Anda terapkan pada dak baja yang baru. Melainkan mengganti dengan material yang lebih besar, atau dengan alat sambung yang lebih memadai.</p>
<p>Jadi sekalipun prinsip ekspansi dak baja mengacu pada sistem kontruksi dak baja eksisting, bukan berarti serta merta melakukan duplikat mutlak padahal telah diketahui bahwa konstruksi dak esisting kurang kokoh. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan ulang kekuatan.</p>
<h2>Tahapan desain kontruksi dak</h2>
<p>Sama dengan proses desain konstruksi baja ekspansi pada umumnya, desain dak baja baru pada bangunan lama juga terdiri dari 4 tahap yaitu:</p>
<h3>a. Membuat gambar denah dak</h3>
<p>Gambar denah terdiri dari 3 macam yakni:<br />
1. Denah kolom baja<br />
2. Denah balok<br />
3. dan denah pondasi</p>
<p>Cara penyajian masing-masing gambar denah adalah bersebelahan dengan denah bangunan yang lama. Misal ketika Anda membuat gambar denah tiang kolom. Berarti harus terlihat pula pada gambar tersebut titik kolom baja eksisting.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda membuat gambar denah balok. Disebelah gambar debah tersebut harus terlihat pula posisi perletakan balok eksisting. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sistem kedua konstruksi, apak telah sama atau beda.</p>
<h3>b. Membuat gambar potongan ekspansi dak baja</h3>
<p>Setidaknya dibutuhkan 2 macam gambar potongan ketika Anda merencakan konstruksi dak baja, yaitu gambar potongan melintang (melebar), dan gambar potongan memanjang.</p>
<p>Secara prinsip juga sama dengan gambar denah bangunan, yaitu harus menampilkan potongan dak baja yang lama. Supaya diketahui apakah ketinggian antara dak eksisting dengan dak ekspansi telah sama.</p>
<p>Selain mengenai ketinggian dak, berdasarkan gambar potongan juga akan diketahui bentuk pondasi serta kedalamanya. Jadi pada prisipnya setiap gambar kontruksi baja harus dilengkapi dengan gambar potogan. Bila perlu untuk setiap masing-masing as bangunan.</p>
<h3>c. Gambar detail angkur dan sambungan balok</h3>
<p>Kelanjutan dari gambar dengan dan potongan adalah gambar detail. Untuk melakukan ekspansi dak baja setidaknya gambar detail yang harus Anda buat adalah:<br />
1. Pertemuan antara pondasi dengan tiang kolom baja. Atau sering disebut dengan gambar detail <a href="https://www.gambarbaja.com/2024/10/ragam-model-pelat-landas-kolom-baja-wf.html">pelat landas</a> (base plate) dengan angkur.<br />
2. Pertemuan antara tiang kolom dengan balok induk, serta antara balok induk dengan balok anak.</p>
<p>Inti dari gambar detail ini adalah untuk menjelaskan secara rinci tentang:<br />
1. Ukuran angkur baut yang digunakan pada setiap tiang kolom baja,<br />
2. Diameter dan jumlah baut mur dan ring yang diterapkan pada setiap sambungan balok,<br />
3. Dimensi material pelat baja yang digunakan pada setiap sambungan.</p>
<h3>d. Detail sambungan balok eksisting</h3>
<p>Connencting antara dak baja lama dengan dak baja yang baru adalah terletak pada balok induk. Artinya sejumlah balok baja ekspansi akan terpasang pada tiang kolom eksisting. Supaya kedua konstruksi dak beanr-benar terhubung.</p>
<p>Maka dari itu pemasangan pelat sambungan pada balok baja harus disesuaikan dengan lubang baut yang tersedia pada kolom baja eksisting. Dan, oleh sebab itu perlu melakukan pengecekan pada kontruksi dak baja eksising, sebagaimana dijelaskan pada paragraf 7-18.</p>
<h2>Proses pabrikasi dak baja ekspansi</h2>
<p>Secara umum tahapan pelaksanaan pabrikasi dak baja sama dengan proses pabrikasi kontruksi kuda-kuda baja. Yaitu mulai dari membersihkan material, pengukuran, pemotongan, membuat lubang baut, <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">mengelas</a> sambungan baja, serta terakhir adalah mengecat baja.</p>
<p>Sementara unsur yang tidak kalah penting dengan proses pabrikasi adalah persiapan lahan dan alat kerja. Lahan yang dimaksud disini adalah tempat dimana akan dilakukan pemasangan dak baja, serta letak pabrikasi. Apakah pada tempat yang sama atau berlainan.</p>
<p>Mengenai letak pabrikasi tersebut, aspek yang terpengaruh secara langsung adalah jadwal pengiriman material ke proyek, serta jenis armada yang digunakan. Apakah akan mengakibatkan langsiran material yang jauh atau dekat.</p>
<h2>Pemasangan ekspansi dak baja di lapangan</h2>
<p>Selain mengenai kesiapan material, lancar tidaknya proses pemasangan balok baja adalah ditentukan oleh 4 hal berikut:<br />
1. Ketersediaan alat kerja<br />
2. Jam kerja<br />
3. Tenaga kerja<br />
4. Dan lahan kerja</p>
<p>Untuk memasang balok dak di dalam bangunan tentu tidak sebebas memasang dak pada proyek biasa. Karena di dalam <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">bangunan</a> telah berlangsung aktivitas, maka harus ditentukan apakah ekspansi dak baja dapat dilakukan pada jam kerja normal.</p>
<p>Bila tidak memungkinkan dilakukan pemasangan dak baja pada jam kerja normal berarti harus pada saat malam hari. Untuk itu perlu lampu penerangan yang banyak, serta pekerjaan yang terampil kerja pada malam hari.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-ekspansi-dak-baja-pada-bangunan-eksisting/">Langkah-langkah Ekspansi Dak Baja Pada Bangunan Eksisting</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 07:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[merancang kuda-kuda]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan kuda-kuda WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama. Hubungan kuda-kuda baja baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasang kuda-kuda baja tentu tidak boleh disamakan pada setiap jenis proyek bangunan. Misalnya antara bangunan baru dan bangunan lama tentu berbeda. Karena jenis material yang digunakan mungkin berbeda, atau karena kondisi lapangan yang sempit. Dan masih banyak faktor lain yang mengakibatkan perlakukan pada bangunan baru tidak boleh disamakan dengan bangunan lama.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4381" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg" alt="Teknik menggunakan material baja bekas untuk konstruksi gudang" width="500" height="281" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Kuda-kuda-baja-WF-bekas-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Hubungan kuda-kuda baja baru dan tiang kolom lama</h2>
<p>Pada saat melakukan ekspansi bangunan pabrik atau gudang hal pertama yang selalu dipikirkan adalah bangaimana agar struktur bangunan lama (eksisting) dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi bangunan baru (espansi). Dengan tujuan agar biaya pelaksanaan pekerjaan bangunan yang baru bisa hemat dan cepat selesai.</p>
<p>Dan ternyata pemikiran tersebut tidak lah sebuah hal yang mustahil. Selain <a href="https://www.bajasatu.com/cara-memilih-material-batu-belah-yang-terbaik-untuk-pondasi-lajur-part-3-of-4/">pondasi</a>, struktur bangunan lama yang sering dimanfaatkan untuk keperluaan ekspansi bangunan baru antara lain tiang kolom, balok, konsol, cladding (dinding), talang dan kanopi.</p>
<p>Nah, secara khusus pada pembahasan kali ini Saya fokus mengenai pemanfaatan tiang kolom untuk keperluan memasang kuda-kuda baja baru. Dalam hal ini pada umumnya tiang kolom lama adalah terbuat dati baja WF atau <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/" target="_blank" rel="noopener">H Beam</a>.</p>
<p>Jikalau pun ternyata ada tiang kolom yang terbuat dari material lain misalnya pipa besi atau baja profil gabungan, hal tersebut dipastikan sangat jarang dan terjadi karena kondisi tertentu. Namun kali ini Kita tetap fokus pada 2 jenis material baja yang menyerupai huruf H ini.</p>
<h2>Sistem sambungan kuda-kuda WF</h2>
<p>Join antara kuda-kuda baja dengan tiang kolom WF atau H-Beam selalu upayakan dengan cara baut mur. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemasangan (ereksen). Maka dari itu sebelum merencanakan material dan ukuran baut kuda-kuda sebaiknya cek kolom baja yang lama.</p>
<p>Hal-hal yang perlu Anda cek pada kolom lama tersebut adalah:</p>
<h3>1. Dimensi lengkap material</h3>
<p>Yaitu meliputi ukuran setiap profil material baja WF denan mengguankan satuan milimeter. Untuk itu agar ukuran yang Anda peroleh akurat, maka alat ukur yang tepat Anda gunakan melakaukan pengecekan ini adalah sketmat.</p>
<p>Dimensi lengkap material baja WF ditandai dengan 4 kode ukuran yakni:<br />
H x B x t1 x t2<br />
H = Tinggi profil<br />
B = Lebar sayap<br />
t1 = Tebal badan<br />
t2 = Tebal sayap</p>
<p>Contoh: WF 300x150x6,5&#215;9 atau WF 400x200x8x13</p>
<p>Nah, dari data material tersebut Anda bisa membayang sejauh mana kemampuan tiang kolom lama untuk menopang kuda-kuda baja yang baru. Sehingga Anda bisa menentukan lebar bangunan (bentang kuda-kuda) yang akan Anda buat.</p>
<h3>2. Tinggi total kolom baja</h3>
<p>Memasang kuda-kuda baja yang baru sebaiknya rata dengan tinggi kolom lama. Supaya tinggi bangunan lama sama dengan bangunan yang baru. Oleh sebab itu, tinggi total tiang kolom bangunan yang lama harus Anda ketahui.</p>
<p>Sebagaimana diterapkan secara umum, pemasangan tiang kolom WF ada macam yakni:</p>
<ul>
<li>Berada diatas permukaan lantai bangunan,</li>
<li>Berada diatas kolom beton (pedestal).</li>
</ul>
<p>Nah untuk kedua kondisi ini, ukuran tinggi tiang kolom bangunan lama selalu dimulai dari <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">elevasi</a> lantai. Jadi, jikalau pun ternyata kolom baja berdiri diatas kolom pedestal, maka tinggi total kolom baja adalah termasuk dengan tinggi kolom pedestal tersebut.</p>
<p>Selanjutnya apakah Anda akan mengadopsi sistem struktur kolom lama ini pada kolom baja yang baru pada prinsipnya tidak masalah. Karena yang menjadi prioritas pengukuran adalah tinggi bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2816" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg" alt="Contoh pemasangan skur yang berfungsi sebagai batang tekan pada kuda-kuda baja kastela" width="520" height="346" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat.jpg 520w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Pemasangan-skur-baja-pada-kuda-kuda-bentang-lebat-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 520px) 100vw, 520px" /></a></p>
<h3>3. Kondisi ujung tiang kolom WF dan HB</h3>
<p>Bentuk ujung sebuah tiang kolom baja WF dan H Beam pada umumnya ada 3 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Rata</li>
<li>Serong sesuai sudut kemiringan kuda-kuda</li>
<li>Sisi kanan dan kiri dilengkapi lubang baut</li>
<li>Salah satu sisi saja yang memiliki lubang baut.</li>
</ol>
<p>Atas kondisi tersebut diatas, tindakan yang harus Anda lakukan ketika hendak merencanakan dan memasang kuda-kuda baja yang baru adalah:<br />
Poin 2; Mengakibatkan tinggi kuda-kuda yang baru tidak sama dengan kuda-kuda yang lama<br />
Poin 3; Perlu modifikasi lubang baut untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru<br />
Point 4; Perlu membuat lubang baut yang baru.</p>
<p>Khusus poin 1 adalah kondisi kolom baja lama yang ideal dimanfaatkan untuk struktur bangunan baru. Maka dari itu sejak awal jika ada rencana untuk melakukan ekspansi bangunan, sebaiknya ujung kolom WF/HB selalu dibuat rata.</p>
<h4>a. Persiapan membuat lubang baut kuda-kuda</h4>
<p>Pada kolom baja lama umumnya terpasang sebuah konsol. Dan diatas konsol tersebut ada beberapa gording, trekstang, rangka talang dan lisplang. Yang menjadi satu kesatuan dengan atap bangunan lama.</p>
<p>Nah, agar tiang kolom tersebut dapat Anda manfaatkan untuk memasang kuda-kuda baja baru berarti seluruh konstruksi atap pada konsol harus dibongkar. Pembongkaran lakukan dengan tahap-tahap berikut:<br />
1. Memotong atap<br />
2. Melepaskan lisplang<br />
3. Melepaskan talang<br />
4. Mencopot trekstang<br />
5. Mencopot gording<br />
6. Melepas konsol</p>
<h4>b. Cara modifikasi lubang baut lama</h4>
<p>Lubang baut yang terdapapt pada ujung tiang kolom WF pada umumnya ada 2 macam, yakni:</p>
<ol>
<li>Lubang baut untuk kuda-kuda, dan</li>
<li>Lubang baut untuk konsol.</li>
</ol>
<p>Dalam hal ini yang perlu dilakukan modifikasi untuk keperluan pemasangan kuda-kuda yang baru adalah lubang baut yang sebelumnya digunakan untuk pemasangan konsol. Caranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ukur diameter</li>
<li>Ukur jarak antara lubang, dan</li>
<li>Hitung jumlah lubang baut</li>
</ul>
<p>Langkah berikutnya. Lakukan pengeboran pada setiap lubang baut lama untuk memperbesar diameter. Jadi, modifikasi yang dimaksud sebenarnya disini bukan merubah titik lubang baut. Melainkan membuat ukuran lubang baut agar lebih besar.</p>
<p>Sementara itu, karena lubang baut konsol selalu lebih sedikit dibanding lubang baut kuda-kuda. Maka Anda harus menambah beberapa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Caranya seperti dijelaskan pada langkah berikut.</p>
<h4>c. Cara membuat lubang baut yang baru</h4>
<p>Bila pada tiang kolom WF lama belum ada sama sekali lubang baut untuk memasang kuda-kuda baja yang baru. Berarti Anda harus membuat lubang baut pada kolom tersebut, dengan cara mengebor kolom dengan posisi tegak (terpasang/berdiri).</p>
<p>Ukuran dan jarak lubang pada tiang kolom lama Anda buat sesuai dengan standar ukuran lubang baut untuk kuda-kuda WF. Misal untuk Kuda-kuda WF 250, diameter baut yang digunakan pada umumnya adalah 16 mm. Sebanyak 10 buah. Sedangkan untuk kuda-kuda WF 350 adalah baut M19. Sebanyak 12 buah.</p>
<p>Pada kondisi seperti ini, karena Anda membut lubang baut baru pada kolom baja lama. Berarti ukuran baut pada tiang kolom baja yang baru juga bisa Anda seragamkan. Sehingga tidak terjadi perbedaan sistem sambungan antara kuda-kuda yang terpasang pada kolom lama, dan yang terpasang pada kolom baru.</p>
<h2>Proses pemasangan kuda-kuda baja yang baru</h2>
<p>Walau ada yang terpasang pada tiang kolom lama maupun tiang kolom baru, namun pada dasarnya cara memasang kuda-kuda baja WF adalah sama. Yaitu boleh dilakukan dengan cara manual, dan dengan cara semi manual.</p>
<p>Cara manual artinya seluruhnya hanya mengadalkan tenaga tukang dan dibantu dengan alat kerja ereksen sederhana. Seperti tali tambang, tiang boks pipa dan katrol (chain block). Sementara semi manual artinya dibantu dengan<a href="https://arsitekta.com/4-jenis-alat-berat-crane-yang-terbaik-untuk-ereksen-baja-saat-ini/"> alat berat crane</a>.</p>
<p>Lebih lengkap mengenai langkah-langkah pemasangan kuda-kuda sebelumnya telah Saya posting dalam artikel khusus pada situs ini. Untuk mendapatkan artikel tersebut silahkan Anda browsing pada kolom pencarian.</p>
<p>Seemntara itu, bilamana Anda ingin melakukan ekspansi bangunan dengan cara menyambung bangunan lama. Silahkan hubungi Saya (Riahman Siallagan,S.Ars,.IAI) melalui nomor kontak yang terdapat dalam situs ini juga.<br />
Terimakasih telah membaca artikel ini sampai selesai.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-merancang-dan-memasang-kuda-kuda-baja/">Cara Merancang Dan Memasang Kuda-kuda Baja Yang Baru Pada Kolom Baja Lama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 00:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan baja]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat pengelasan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekerjaan las pada konstruksi baja sifatnya wajib. Alias pasti dilakukan. Seberapa banyak?. Jawabnya tergantung oleh besar kecilnya bangunan, dan seberapa urgen tujuan pengelasan baja harus dilakukan. Dalam hal ini mari garisbawahi kata urgen. Kaitannya adalah dengan sistem sambungan konatruksi baja yang hanya terdiri dari 2 macam. Yakni baut dan las. Sejauh pengetahuan dan pengalaman Kami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pekerjaan las pada konstruksi baja sifatnya wajib. Alias pasti dilakukan. Seberapa banyak?. Jawabnya tergantung oleh besar kecilnya bangunan, dan seberapa urgen tujuan pengelasan baja harus dilakukan.</p>
<p>Dalam hal ini mari garisbawahi kata urgen. Kaitannya adalah dengan sistem sambungan konatruksi baja yang hanya terdiri dari 2 macam. Yakni baut dan las.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2421" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg" alt="Pengelasan baja juga salah satu penyebab terjadinya karat pada konstruksi baja" width="640" height="427" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/09/Pengelasan-baja-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Sejauh pengetahuan dan pengalaman Kami, paling dominan diantara 2 sistem sambungan tersebut adalah las. Karena untuk mengaplikasikan sambungan baut selalu membutuhkan proses pengelasan. Sementara untuk menyambung konstruksi baja bisa dilakukan hanya dengan mengadalkan las. Alias tidak perlu menggunakan mur baut.</p>
<h2>Tujuan dan ragam pekerjaan las</h2>
<p>Proses pengelasan pada materail baja yang akan digunakan untuk konstruksi bangunan dapat dibedakan menurut tempat pelaksanaan pekerjaan. Ada 2 yaitu di workshop dan di proyek.</p>
<p>Pekerjaan las yang dilaksanakan di workshop identik dengan tahap pabrikasi. Sementara proses pengelasan yang dilakukan di lapangan (proyek) identik dengan tahap ereksen.</p>
<h3>A. Pengelasan baja saat pabrikasi</h3>
<p>Secara umum tujuan pengelaaan baja konstruksi pada tahap pabrikasi dilalukan untuk:</p>
<h4>1. Menyambung material baja</h4>
<p>Misal ketika Anda ingin membuat kuda-kuda WF panjang 13,50 meter. Maka untuk mencapai panjang tersebut Anda harus menyambung material yang menyerupai hurif H tersebut dengan dengan cara mengelas.</p>
<p>Pada kasus seperti ini harus diakui memang pilihan alat sambung tidak hanya las. Tetapi bisa juga dilakukan dengan cara mur baut. Tetapi hemat kami untuk bentangan yang panjang pilihan terbaik adalah menyambung dengan cara mengelas.</p>
<p>Contoh lain. Sebuah kondisi yang berbeda dengan contoh pertama. Ketika Anda membuat sebuah grill tutup saluran, teralis pintu atau jendela, serta pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya non struktur. Satu-satunya cara untuk menyambung rangka besi adalah las.</p>
<h4>2. Menyatukan komponen konstruksi</h4>
<p>Misal ketika membuat sebuah tiang kolom yang terbuat dari baja <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-baja-profil-h-beam-dari-besi-unp/" target="_blank" rel="noopener">H Beam</a>. Komponen-komponen yang diperlukan pada kolom tersebut dan harus dipasang dengan cara las adalah:<br />
&#8211; Base plate (pelat landas)<br />
&#8211; Plat rib kolom<br />
&#8211; Plat rib plendes<br />
&#8211; Cover plate (plat tutup)</p>
<p>Sementara itu untuk membuat sebuah balok induk menggunakan material baja WF. Ragam komponen yang diperlukan dan harus di las pada material WF adalah:<br />
&#8211; Pelat lekat (clead plate)<br />
&#8211; Plat.stiffner<br />
&#8211; Voute baja</p>
<p>Maka seluruh komponen-kompoenen tersebut harus terpasang menggunakan las, supaya sebuah kolom baja H Beam atau balok baja WF bisa terbentuk dengan sempurna. Serta dapat digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan.</p>
<p>Contoh ketiga. Ketika membuat sebuah kanopi besi holow. Pada dasarnya elemen tambahan yang dibutuhkan adalah hanya pelat landas. Namun demikian bukan berarti pengelasan hanya dilakukan pada material pelat itu saja. Tetapi termasuk pada seluruh tangka kanopi yang terbuat dari besi holow. Mengapa demikian?, karena sistem sambungan rangka kanopi holow ideal adalah menggunakan las. Sehingga tampak minimalis dan pengerjaannya pun praktis (hemat waktu dan biaya).</p>
<h3>B. Tujuan pengelasan baja di proyek</h3>
<p>Pengelasan baja di proyek maksudnya adalah proses pengerjaan sebuah material yang dilakukan pada saat hendak ereksen atau pasca ereksen konstruksi baja di lapangan (site). Secara umum ragam pengelasan dilakukan untuk tujuan:</p>
<ol>
<li>Memasang angkur pada besi tulangan kolom/balok beton</li>
<li>Memasang shear connentor pada balok dan tiang kolom baja</li>
<li>Pasang rangka talang pada gording</li>
<li>Pasang<a href="https://arsitekta.com/rangka-lisplang-besi-cnp-dan-rangka-litplang-besi-siku/"> rangka lisplang</a> pada konsol</li>
</ol>
<p>Selain 4 jenis pekerjaan tersebut diatas pengelasan juga sering dilakukan untuk memasang elemen tambahan pada konstruksi baja yang spesifik. Misalnya ketika memasang usuk dan reng baja pada rangka atap rumah tinggal.</p>
<p>Singkatnya, pengelasan di lapangan sifatnya fleksibel. Dalam artian sejauh mana RKS baja menjelaskan tentang metode pekerjaan las yang boleh dilakukan di lapangan dan yang tidak. Maka syarat-syarat dalam RKS tersebut lah yang menjadi acuan untuk melakukan pengelasan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5213" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg" alt="plat landas kolom pipa baja yang berbentuk bulat" width="750" height="750" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja.jpg 750w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/04/Plat-landas-pipa-baja-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Khusus pekerjaan tertentu, misalnya ketika membuat kuda-kuda pipa lengkung bentang besar. Umumnya proses bending pipa dan pabrikasi rangka batang kuda-kuda harus dilakukan dilapangan. Supaya lebih praktis dan muda untuk melakukan ereksen. Oleh sebab itu RKS baja pun sering dibuat dengan cara menyesuaikan kondisi konstruksi bangunan yang akan dibuat.</p>
<p>Ini lah yang yang Kami sebut bahwa tujuan pengelasan baja konstruksi dilapangan pada dasarnya bersifat fleksibel atau boleh disebut tidak terbatas. Karena ada faktor-faktor non teknis yang sering menjadi pertimbangan utama. Akan tetapi, walau demikian tidak serta merta pengelasan boleh dilakukan asal-asalan. Melainkan harus sesuai dengan rencana dan metode kerja.</p>
<h2>Tujuan pengelasan baja pada konstruksi lama</h2>
<p>Selain terhadap konstruksi baja yang baru. Pengelasan juga sering.dilakukan pada konstruksi baja yang lama (eksisting). Pekerjaan ini sering disebut renonasi atau ekspansi. Misal, ketika sebuah bangunan pabrik hendak diperbesar/diperluas dengan cara menyambung bangunan lama. Otomatis sebagian dari konstruksi bangunan lama digunakan menjadi bagian dari bangunan yang baru.Dalam hal ini komponen konstruksi bangunan baja lama yang sering dimanfaatkan sebagai bagian dari dan terhubung langsung dengan konstruksi bangunan baja yang baru adalah:</p>
<ul>
<li>Tiang kolom</li>
<li>Balok induk</li>
<li>Konsol</li>
<li>Kanopi</li>
</ul>
<h3>1. Fungsi pengelasa pada kolom dan balok baja lama</h3>
<p>Ketika ekspansi bangunan dilakukan pada sisi kanan atau kiri bangunan lama. Maka tiang kolom lama dapat digunakan sekaligus sebagai tiang kolom bangunan yang baru untuk memasang kuda-kuda baja. Oleh sebab itu Anda hanya memerlukan tambahan kolom baru pada satu sisi bangunan yang baru.</p>
<p>Demikian halnya dengan ekspansi dak eksisting. Selain sebagian tiang kolom lama dapat Anda gunakan, balok baja yang sudah terpasang sebelumnya juga boleh Anda manfaatkan sebagai bagian dari dak yang baru.</p>
<p>Maka dengan cara-cara tersebut diatas Anda telah melakukan langkah-langkah efisiensi biaya. Mulai dari struktur pondasi, tiang maupun balok. Termasuk dalam hal penagadaan material baja serta pengelasannya.</p>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas, diketahui pula bahwa tujuan pengelasan baja eksisting (tiang kolom/baja ) adalah untuk menghubungkan antara konstruksi bangunan lama dengan bangunan yang baru, supaya menjadi satu kesatuan yang sama-sama kokoh.</p>
<h3>2. Tujuan pengelasan konsol dan kanopi baja lama</h3>
<p>Ketika menyatukan antara bangunan yang baru dengan yang lama, selain struktur konstruksi yang saling terhubung satu sama lain, elemen arsitektural bangunan juga sering harus disamakan pemasangannya. Contoh elemen arsitektural adalah konsol dan kanopi. Maka dari itu diperlukan satu sistem sambungan yang pas. Dalam hal ini adalah las.</p>
<p>Pengelasan pada konsol baja lama terjadi ketika Anda hendak memasang rangka <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-talang-datar-galvalum-sheet-plate/">talang</a> tengah. Rangka talang tengah ini berfungsi sebagai wadah menampung dan menyalurkan air hujan yang berasal dari atap bangunan lama dan atap bangunan yang baru. Contoh rangka talang tengan seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2982" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg" alt="Gambar rangka talang yang terbuat dari baja profil siku" width="700" height="431" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku.jpg 700w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Rangka-talang-datar-pakai-besi-siku-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></p>
<p>Sementara itu tujuan pengelasan baja pada kanopi umumnya dilakukan untuk menyambung antara gording lama dengan yang baru. Dengan demikian maka atap kanopi terpasang dengan rata dan cantik. Serta fasad bangunan yang lama dan yang baru tidak terlihat kontras (beda).</p>
<h2>Tolak ukur pengelasan baja konstruksi</h2>
<p>Sebagaimana Saya jelaskan diatas bahwa pengelasan baja konstruksi yang baru, ketika pengelasan tersebut dilakukan di proyek adalah bersifat fleksibel alias tidak terbatas. Akan tetapi terikat pada RKS pekerjaan baja yang telah direncanakan sejak awal. Hal itu tidak terjadi pada pengelasan baja konstruksi eksisting.</p>
<p>Pengelasan baja konstruksi eksisting untuk keperluan konstruksi bangunan yang baru (ekspansi) sering dilakukan situasional. Alias menyesuaikan kondisi konstruksi baja yang lama. Oleh sebab itu ragam jenis pekerjaan, serta metode pengelasan kerap tidak terencana.</p>
<p>Contoh. Ketika Anda memasang gantungan lampu pada rangka atap baja yang tertutup oleh plafon. Diatas <a href="https://mamikos.com/info/jenis-kertas-dan-kegunaanya-dengan-gambarnya-gnr/">kertas</a> bisa dipastikan bahwa gantungan lampu tersebut pasti kokoh. Akan tetapi, titik pemsangan gantungan lampu tidak dapat Anda pastikan apakah sejajar dengan kuda-kuda baja atau tidak. Sebab kuda-kuda tertutup oleh plafon.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya apakah Anda bisa memastikan bahwa gantungan lampu tersebut kokoh, padahal tidak terpasang pada kuda-kuda?. Dan apakah pemasangan dapat dilakukan dengan las, sementara gantungan lampu hanya terpasang pada sebuah gording?.</p>
<p>Jadi tujuan pengelasan baja eksisting tidak serta merta sama dengan pengeasan baja konstr<span style="font-size: 16px; font-style: normal; font-weight: 400;">u</span><span style="font-size: 16px;">ksi yang baru. Sebab pengelasan kontruksi baja yang baru dapat direncanakan sejak awal, serta kemungkinan meleset dari perencanaan sangat kecil. Sementara pengelasan pada kostruksi baja yang lama sering tidak terprediksi. Sehingga kemungkinan besar metode kerja las berubah sewaktu-waktu.</span></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tujuan-pengelasan-konstruksi-baja/">Tujuan Pengelasan Baja Konstruksi Yang Baru Dan Lama Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</title>
		<link>https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 00:37:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh-contoh bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[kontruksi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian fisik bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[ragam bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu yang sering terdengar di adopsi dari bidang kesehatan adalah istilah fisik. Digunakan juga dalam proyek bangunan dengan istilah fisik bangunan. Apakah Anda tergolong asing dengan istilah ini?. Memang istilah yang sering dipakai pada proyek bangunan sangat banyak. Dan kerap berasal dari istilah-istilah yang familiar pada bidang keilmuan yang lain. Misal dari bidang kesehatan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu yang sering terdengar di adopsi dari bidang kesehatan adalah istilah fisik. Digunakan juga dalam proyek bangunan dengan istilah fisik bangunan. Apakah Anda tergolong asing dengan istilah ini?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4987" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg" alt="Contoh-contoh (tampilan) bahan pelapis konstruksi bangunan" width="900" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni.jpg 900w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/bangunan-gedung-yang-berwarna-warni-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
<p>Memang istilah yang sering dipakai pada proyek bangunan sangat banyak. Dan kerap berasal dari istilah-istilah yang familiar pada bidang keilmuan yang lain. Misal dari bidang kesehatan, kedokteran, ekonomi dan keuangan, fisika dan sebaginya.</p>
<p>Lalu ketika digunakan pada proyek bangunan otomatis difinisi istilah-istilah tersebut berubah. Sesuai dengan konteks dimana istilah tersebut digunakan.</p>
<p>Hal ini menjadi perhatian Saya, karena Saya melihat akhir-akhir ini melalui video Youtube banyak yang menggunakan istilah baru dalam dunia konstruksi. Yang sulit dimengerti oleh umum, karena pada dasarnya penggunaan istilah tersebut juga kurang pas.</p>
<h2>Pengertian dan ragam proyek bangunan</h2>
<p>Fisik bangunan adalah bentuk struktur dan konstruksi sebuah bangunan yang terlihat dengan kasat mata telah selesai dikerjakan oleh sejumlah tenaga kerja, dan sesuai dengan gambar rencana.</p>
<p>Jadi fisik dalam hal ini boleh kita artikan adalah rangkaian pekerjaan struktural bangunan. Misal sebuah bangunan gedung bertingkat. Fisiknya adalah pondasi, tiang kolom, balok dak, lantai beton dan rangka atap.</p>
<p>Nah, yang menjadi persoalan jenis proyek bangunan kan bukan hanya bangunan gedung?. Menurut Permen PUPR Nomor 26 Tahun 2018 adalah terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Bangunan gedung dan permukiman</li>
<li>Konstruksi jalan dan jembatan</li>
<li>Bangunan Sumber Daya Air (SDA).</li>
</ol>
<p>Jadi, kalau kita merujuk pada Permen tersebut berarti fisik untuk masing-masing bangunan jelas berbeda. Bahkan dalam satu kategori bangunan sering terdapat perbedaan yang signifikan. Misal kategori jalan dan jembatan. Maupun bangunan air.</p>
<p>Konstruksi jalan dan jembatan jelas berbeda jauh, namun tetap dibuat menjadi satu kesatuan. Karena saling berkaitan baik dalam hal fungsi maupun pada saat proses pengerjaan dan pemeliharaan.</p>
<p>Demikian juga bangunan air. Ragam pekerjaan di bidang ini sangat banyak dan kompleks. Sehingga dipastikan fisik bangunan yang terlihat juga berbeda jauh antara yang satu dengan yang lain.</p>
<p>Contoh bangunan waduk dan tanggul penahan bibir pantai. Waduk umumnya dibangun di daratan yang luas, berbentuk bundar dan berisi jutaan kubik air. Sementara tanggul penahan bibir pantai bentuknya memanjang, serta berkelok-kelok.</p>
<h3>a. Fisik bangunan rumah tinggal</h3>
<p>Salah satu contoh bangunan kategori gedung adalah rumah tinggal. Dalam hal ini tidak dibatasi apakah bertingkat atau tidak. Sebab semua rumah tinggal adalah tergolong bangunan gedung.</p>
<p>Lebih spesifik lagi kita ambil sebuah contoh rumah tinggal <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-rumah-tingkat-biasa-dengan-desain-split-level/" target="_blank" rel="noopener">split level</a>, yang dibangun di atas tapak yang miring. Struktur fisik pada bangunan ini antara lain:<br />
1. Dinding Penahan Tanah (DPT)<br />
2. Pondasi tapak atau pancang<br />
3. Sloof beton<br />
4. Kolom struktur<br />
5. Balok struktur lantai<br />
6. Lantai cor/beton<br />
7. Konstruksi atap.</p>
<p>Lalu, bila kita bandingkan dengan bangunan yang sama. Namun pembangunannya dilakukan diatas permukaan tanah yang datar. Otomatis terdapat pula perbedaan. Perhatikan gambar pada paragraf 1.</p>
<p>Perbedaan tersebut selain terletak pada tampak samping bagunan, tetapi juga pada struktur bangunan. Dimana pemasangan DPT tidak perlu dilakukan jikalau permukaan tanah datar. Melainkan hanya pada tapak yang miring.</p>
<p>Sampai disini terbukti bahwa sekalipun jenis dan gaya arsitektur bangunan sama 100%, hal itu tidak menjamin bahwa tampak dan sistem struktur yang diterapkan pada bangunan bisa sama. Akan tetapi berbeda sesuai dengan kontur tanah dimana bangunan tersebut dibangun.</p>
<h3>b. Fisik bangunan jembatan</h3>
<p>Dalam hal ini misal jembatan berada diantara 2 buah pulau. Seperti jembatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu">Suramadu</a>, Jawa Timur. Struktur fisik bangunan yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura ini adalah:<br />
&#8211; Pondasi caisson<br />
&#8211; Balok beton bentang 80 meter<br />
&#8211; Konstruksi penyeimbang kabel tinggi 140,0 m<br />
&#8211; Konstruksi lantai jembatan komposit tebal 2,4 m<br />
&#8211; Struktur kabel tarik diameter 550 dan 140 mm<br />
&#8211; Konstruksi railing pakai besi holow 200x200x8 mm dan <a href="https://arsitekta.com/borongan-pekerjaan-besi-pipa-dan-besi-holow/">besi pipa</a> dia.3,5&#8243;.</p>
<p>Contoh kedua kita ambil konstruksi jembatan layang MBZ, yang terbentang dari Simpang Susun Cikunir sampai Kerawang. Struktur utama konstruksi jalan tol yang dibangunan Tahun 2017-2019 ini seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Dan sama sekali tidak menggunakan struktur kabel, layaknya yang terdapat di Suramadu.</p>
<p>Jadi kalau kedua jembatan ini kita bandingkan dari segi biaya, kemudahan pengerjaan hingga perawatan tentu jembatan layang MBZ lebih unggul. Namun dari segi tanpilan fisik jelas jembatan Suramadu lebih eksotis. Karena berada diatas permukaan laut.</p>
<h3>c. Fisik bangunan air</h3>
<p>Bangunan air yang relatif sederhana adalah irigasi. Dan yang cukup kompleks misalnya reklamasi pantai. Persamaan kedua proyek ini adalah bersinggungan langsung dengan air. Oleh sebab itu disebut bangunan air. Jadi, bangunan air artinya bukan lah bangunan yang terbuat dari air. Tapi, proyek bangunan yang dikerjakan untuk mengedalikan, menjaga dan memanfaatkan air untuk kesejahteraan hidup.</p>
<p>Bangunan irigasi secara fisik adalah jalur aliran air yang dibentuk sedemikian rupa dengan menggunakan material batu belah atau batu bata yang dihaluskan dengan cara plester serta aci.</p>
<p>Sementara jenis bangunan air yang lain adalah bedungan. Bendungan bentuknya tidak memanjang layaknya irigasi. Tapi hanya berada pada satu tempat dimana air akan ditampung sementara sebelum di alirkan pada saluran irigasi.</p>
<p>Jadi, sekalipun irigasi dan bandungan sering ditemukan pada satu proyek konstruksi namun fisik kedua bangunan itu jauh berbeda. Satu bediri kokoh dengan ketinggian tertentu, sedangkan yang satu lagi nyaris rata dengan tanah, serta berkelok-kelok.</p>
<p>Demikian penjelasan tentang arti fisik bangunan. Berikut ragam jenis dan contoh-contoh fisik bangunan itu sendiri. Semoga bermanfaat. Dan, bilamana Anda membutuhkan desain bangunan maupun kontruksi baja profil atau konstruksi baja ringan silahkan hubungi nomor yang terdapar pada <a href="https://arsitekta.com/kontak-kami/">kontak</a> ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/difinisi-fisik-bangunan-dan-contoh/">Difinisi Fisik Bangunan Yang Sebenarnya Dan Ragam Contoh</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
