<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sistem borong Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/sistem-borong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/sistem-borong/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Apr 2021 13:49:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>sistem borong Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/sistem-borong/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Melaksanakan Borongan Tenaga Pengerjaan Baja Dijamin Untung</title>
		<link>https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 15:27:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[borongan tenaga]]></category>
		<category><![CDATA[borongan tenaga pengerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[kerja borongan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sistem borong]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja borong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat pekerjaan baja tergolong sepi, tak jarang kontraktor rela berebut pekerjaan dengan tukang. Akhirnya terjadi persaingan harga yang tak wajar. Sekalipun dengan sistem borongan tenaga (cost and fee). Padahal sekelas kontraktor harusnya tidak borongan tenaga lagi. Melainkan borongan bahan dan tenaga atau lump sum. Untuk itu wajib anda pahami tips melaksanakan borongan tenaga. Kami tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/">Tips Melaksanakan Borongan Tenaga Pengerjaan Baja Dijamin Untung</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2695 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-Konstruksi-Baja-300x211.jpg" alt="Melaksanakan borongan tenaga pada pekerjaan konstruksi baja" width="300" height="211" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-Konstruksi-Baja-300x211.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-Konstruksi-Baja.jpg 369w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Saat pekerjaan baja tergolong sepi, tak jarang kontraktor rela berebut pekerjaan dengan tukang. Akhirnya terjadi persaingan harga yang tak wajar. Sekalipun dengan sistem borongan tenaga <em>(cost and fee).</em> Padahal sekelas kontraktor harusnya tidak borongan tenaga lagi. Melainkan borongan bahan dan tenaga atau <em>lump sum.</em> Untuk itu wajib anda pahami tips melaksanakan borongan tenaga.</p>
<p>Kami tidak tahu latar belakang anda saat ini. Apakah masih mahasiswa atau tukang. Namun kami tahu ketertarikan anda pada topik ini cukup besar. Sehingga berharap suatu saat anda menjadi pemborong yang handal dan profesional. Namun tentunya dengan totalitas. Dan jangan setengah-setengah. Sebab resiko melaksanakan pekerjaan baja besar. Berlaku untuk <a href="https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek/">borongan dan harian</a> proyek.</p>
<h2><strong>Latar belakang pelaksanaan borongan tenaga</strong></h2>
<p>Borongan tenaga terjadi karena 2 kepentingan/sudut pandang. Yaitu:1].Kepentingan pemberi pekerjaan dan, 2].Tukang yang memborong pekerjaan. Sudut pandang pemberi pekerjaan dan tukang berbeda jauh. Oleh karena itu sebelum membahas tips melaksanakan borongan tenaga. Penting kami sampaikan perbedaannya secara terbuka, agar tidak ada keberpihakan. Karena artikel ini kami dedikasikan untuk kedua belah pihak.</p>
<h3><strong>1.Perspektif pemberi pekerjaan mengenai kerja borongan</strong></h3>
<p>Pemberi pekerjaan bersedia menerapkan borongan tenaga, untuk pelaksanaan fabrikasi atau pemasangan baja, karena 4 alasan yaitu:</p>
<ol>
<li>Kualitas kerja tenaga borong lebih bagus dari harian,</li>
<li>Pelaksanaan pekerjaan sistem borong lebih cepat waktunya daripada harian,</li>
<li>Metode kerja borongan akan memberi keuntungan lebih besar dari harian.</li>
<li>Biaya pengerjaan secara borongan lebih rendah ketimbang harian.</li>
</ol>
<h3><strong>2.Perspektif tukang ketika hendak melaksanakan borongan</strong></h3>
<p>Tukang bersedia melaksanakan borongan tenaga dengan pertimbangan:</p>
<ol>
<li>Sudah terbiasa dengan sistem borongan tenaga,</li>
<li>Yakin bisa melaksanakan pekerjaan dengan benar dan tepat waktu,</li>
<li>Syarat penagihan borongan relatif mudah,</li>
<li>Ingin mendapatkan hasil (jasa) yang lebih besar.</li>
</ol>
<h2><strong>Jenis-jenis borongan tenaga pada proyek baja</strong></h2>
<p>Pengerjaan konstruksi baja secara umum terdiri dari 3 bagian, yaitu: 1].Fabrikasi, 2].Pengecatan, dan 3].Pemasangan komponen/rangka baja <em>(erection).</em> Semua jenis pekerjaan ini dapat terlaksana dengan sistem borongan tenaga. Khusus tentang <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">pengecatan baja sistem borong</a>, telah kami jabarkan sebelumnya. Jadi kali ini kami fokuskan pada fabrikasi dan pemasangan baja.</p>
<p>Penting anda pahami, fabrikasi maupun pemasangan baja tidak dapat terlaksana secara borongan, apabila belum ada kesepakatan tertulis. Oleh karena itu kontraktor jangan asal menyerahkan pekerjaan. Begitu juga tukang, jangan langsung menerima pekerjaan. Tahap ini persoalannya bukan tentang sulit tidaknya fabrikasi atau pemasangan baja, serta mahal atau murah biaya borongan. Tetapi persepsi, kepentingan dan ego tersebut, harus anda satukan terlebih dahulu. Dan terurai dalam sebuah dokumen kontrak/perjanjian kerja. Inilah tips melaksanakan borongan tenaga yang terutama.</p>
<h2><strong>Tips mengetahui pekerjaan borongan baja yang menguntungkan</strong></h2>
<p>Melaksanakan fabrikasi atau pemasangan baja bisa mudah dan bisa juga sulit. Oleh karena itu sebelum anda memborong, anda harus mampu menilai pekerjaan yang menguntungkan dan yang tidak. Berikut adalah ciri-ciri konstruksi baja yang berpotensi mendatangkan untung, yaitu:</p>
<ol>
<li>Konstruksi bangunan bentuknya umum, misalnya bangunan gudang.</li>
<li>Bangunan berukuran besar, contohnya konstruksi pabrik.</li>
<li>Lebih banyak menggunakan material baja profil WF dan H-Beam</li>
<li>Konstruksi mengutamakan <a href="https://arsitekta.com/sistem-sambungan-baja-konstruksi-paling-familiar-saat-ini/#:~:text=Sistem%20sambungan%20baja%20menggunakan%20baut,terdiri%20dari%20ring%20dan%20mur.">sistem sambungan baut</a> mur, bukan las.</li>
</ol>
<p>Sementara itu dari segi lokasi proyek. Pelaksanaan borongan tenaga sangat menguntungkan, apabila:</p>
<ol>
<li>Berada dalam kota,</li>
<li>Pemasangan baja tidak pada ketinggian,</li>
<li>Tidak banyak pungutan, misalnya untuk keamanan dan ongkos bongkar muat.</li>
</ol>
<h2><strong>Ciri-ciri konstruksi yang membutuhkan biaya borongan ekstra</strong></h2>
<p>Terkadang anda menemukan bentuk konstruksi yang <a href="https://lektur.id/arti-unik/">unik</a> dan spesifik. Maka tips melaksanakan borongan tenaga, pada konstruksi seperti ini adalah menyiapkan biaya ekstra. Karena semakin unik bentuk konstruksi, tentunya proses fabrikasi makin sulit. Begitu juga pemasangannya nantinya. Adapun konstruksi baja yang tergolong unik, ciri-cirinya adalah:</p>
<h3><strong>1.Material baja terbentuk dengan melaksanakan las</strong></h3>
<p>Pengelasan pada material baja dalam jumlah banyak, akan berdampak pada proses fabrikasi. Mengelas membutuhkan waktu yang lama dan menimbulkan polusi udara. Akibatnya anda harus mengeluarkan dana untuk menambah tukang las, atau menerapkan lembur. Melengkapi tukang dengan APD yang lengkap. Kalau tidak, pekerjaan anda pasti tidak sesuai <em>time schedulle.</em> Contoh material yang membutuhkan banyak las adalah baja katela, <a href="https://arsitekta.com/baja-welded-beampilihan-terbaik-atau-solusi-terakhir/"><em>welded beam,</em></a> baja king kross dan queen cross.</p>
<h3><strong>2.Konstruksi berbentuk lengkung atau kubah</strong></h3>
<p>Umumnya rangka atap lengkung atau kubah terbuat dari kuda-kuda pipa. Konstruksi ini tergolong spesifik karena proses pengerjaan lebih rumit. Yaitu mulai dari pemotongan, rol <em>(bending),</em> setting dan pengelasan rangka. Sambungan kuda-kuda pipa juga menggunakan las. Namun berbeda dengan baja kastela dan king/queen kross. Pengelasan kuda-kuda lengkung/kubah adalah untuk pembuatan satu komponen. Sementara pengelasan baja kastela atau king/queen kross, masih untuk satu jenis material.</p>
<h3><strong>3.Ukuran material relatif kecil atau terlalu besar</strong></h3>
<p>Konstruksi baja yang menggunakan bahan berukuran kecil atau terlalu besar. Sama-sama memiliki kesulitan sendiri-sendiri, baik saat fabrikasi maupun pemasangan. Alasannya jika material berukuran kecil, otomatis tonase pekerjaan pun kecil. Dampaknya biaya borongan akan rendah. Sebaliknya, bila ukuran material baja besar, tentu tonase baja juga besar. Akibatnya anggaran borongan pun akan tinggi. Pertanyaan bagi anda. Apakah anda sanggup melaksanakan borongan tenaga, dengan biaya rendah atau berbiaya besar?.</p>
<h2><strong>Tips menghitung biaya borongan tenaga kerja</strong></h2>
<p>Tukang yang profesional tidak mempermasalahkan tonase pekerjaan besar atau kecil. Pelaksanaan pekerjaan sulit atau tidak. Kuncinya adalah biaya. Ketika pemberi pekerjaan menyetujui biaya, maka pengerjaan baja harus anda laksanakan hingga selesai, sejumlah anggaran biaya tersebut.</p>
<p>Faktanya, tak jarang pekerja borongan ingkar dengan kesepakatan awal. Umumnya ini terjadi karena kurang pertimbangan atau salah perhitungan. Berikut adalah tips menghitung biaya borongan fabrikasi dan pemasangan baja.</p>
<h3><strong>a. Borongan tenaga untuk fabrikasi dalam kota</strong></h3>
<p>Pelaksanaan fabrikasi baja umumnya ada 2 lokasi, yaitu workshop dan lapangan/proyek. Masing-masing lokasi ini kaitannya dengan ketersediaan alat dan kenyamanan kerja. Yang mengakibatkan biaya borongan berbeda.</p>
<p>Cara menghitung biaya fabrikasi yang berlangsung di workshop. Silahkan anda ikuti langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Hitung berapa tonase baja. Umumnya tonase baja memang telaah ada dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-rap-proyek-baja-pada-tahun-ini/">RAP baja</a>. Namun demikian tonase perlu anda hitung ulang. Dalam hal ini kami ambil contoh 75 ton.</li>
<li>Susun metode pelaksanaan fabrikasi, berikut dengan perkiraan jumlah tukang. Misalkan lama pengerjaan adalah 30 hari dan tukang sebanyak 15 orang.</li>
<li>Hitung biaya upah tukang. Misalkan upah rata-rata adalah Rp 150.000,-/orang. Berarti jumlah biaya tenaga kerja = Rp 150.000 x 15 x 30 = Rp 67.500.000,-</li>
<li>Lalu tambahkan <a href="https://uphelp.org/claim-guidance-publications/whats-up-with-overhead-and-profit/#:~:text=Overhead%20and%20Profit%20are%20two,GC%20to%20earn%20their%20living.">Overhead &amp; Profit</a> sebesar 10% dari Rp 67.500.000. Sehingga totalnya menjadi Rp 74.250.000,-</li>
<li>Terakhir, untuk mengetahui borongan tenaga per kilogram baja adalah = Rp 74.250.000 <strong>: </strong>75.000 kg = Rp 990,-/kg</li>
</ol>
<h3><strong>b. Biaya borongan fabrikasi luar kota</strong></h3>
<p>Sementara perhitungan biaya borongan fabrikasi, yang berlangsung di proyek atau luar kota. Caranya adalah dengan menambahkan 3 macam biaya ini; antara lain 1].Transportasi, 2].Akomodasi dan 3].Uang makan. Contohnya:</p>
<p><em>Biaya transport tukang/tenaga, pulang pergi adalah Rp 250.000,-/orang. Kemudian biaya akomodasi (kontrak rumah) sebesar Rp 5.000.000,-/bulan. Dan uang makan tukang Rp 20.000,-/orang.</em></p>
<p>Maka jumlah biaya transport = Rp 250.000 x 15 orang = Rp 3.750.000,-</p>
<p>Kemudian jumlah uang makan adalah = Rp 20.000 x 15 x 30 = Rp 9.000.000,-</p>
<p>Sehingga keseluruhan tambahan biaya = Rp 3.750.000 + Rp 5.000.000 + Rp 9.000.000 = Rp 17.750.000,-</p>
<p>Untuk mengetahui jumlah total borongan tenaga adalah = Rp 67.500.000 + 17.750.000 =  Rp 85.250.000,- Lalu tambahakan 10% untuk overhead &amp; profit, sehingga totalnya = Rp 93.775.000,- Dan bila kami konversi, menjadi = Rp 1.250,33 atau pembulatan = Rp 1.250,-/kg.</p>
<h3><strong>c. Borongan pemasangan baja</strong></h3>
<p>Melaksanakan borongan tenaga untuk pemasangan baja harus dengan tips khusus. Sebab kelancaran pemasangan baja sangat terpengaruh oleh lokasi proyek. Perlu anda sadari pula. Terkadang lokasi proyek tidak sesuai ekspektasi. Sehingga sebelum pemasangan baja benar-benar mulai. Harus anda lakukan survei lokasi. Tujuannya agar anda dapat menghitung biaya secara tepat.</p>
<p>Borongan pemasangan baja tergolong spesifik, apabila lokasinya berada:</p>
<ol>
<li>Luar kota; Semakin jauh kota untuk pemasangan baja, maka biaya operasional tukang makin tinggi.</li>
<li>Daerah ekstrim; Misalnya pengunungan dan pinggir pantai. Daerah-daerah ini beresiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja tukang.</li>
<li>Posisi pada ketinggian; Maksudnya konstruksi baja tidak berada pada permukaan tanah. Melainkan berdiri diatas bangunan, contonya <a href="https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-jakarta2/baca-berita/20185/Menara-BTS-diatas-Gedung-pemerintah.html#:~:text=Base%20Transceiver%20Station%20atau%20disingkat,perangkat%20komunikasi%20dan%20jaringan%20operator.">menara BTS.</a></li>
</ol>
<p>Bila lokasi pemasangan baja berada dalam kota. Maka langkah-langkah menghitung biaya borongan, sama dengan pelaksanaan fabrikasi. Namun perlu anda ketahui, upah tukang untuk memasang baja pasti lebih tinggi daripada fabrikasi.</p>
<h2><strong>Tips melakukan survei lokasi proyek</strong></h2>
<p>Pada prinsipnya biaya borongan pemasangan baja, yang berada diluar kota serta daerah ekstrim. Biaya-biaya yang terpengaruh, juga sama dengan pelaksanaan fabrikasi. Yaitu biaya transportasi, akomodasi dan uang makan. Namun bedanya adalah pada besaran/jumlah.</p>
<p>Contoh perhitungan biaya borongan pemasangan baja, yang berada diluar kota tidak dapat kami buatkan. Sebabnya harus mengetahui secara detail lokasi proyek. Itu sebabnya kami sebutkan sebelumnya, harus survei lokasi. Data-data yang wajib anda peroleh saat melaksanakan survei adalah:</p>
<ol>
<li>Alat transportasi dan jarak tempuh ke lokasi proyek</li>
<li>Biaya perjalanan ke proyek</li>
<li>Kondisi iklim/cuaca</li>
<li>Harga rata-rata sekali makan</li>
<li>Ketersediaan dan biaya sewa/kontrak rumah</li>
<li>Ketersediaan listrik dan air bersih</li>
<li>Pungutan-pungutan tidak resmi.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup]: Pentingnya komitmen saat pelaksanaan borongan</strong></h2>
<p>Komitmen adalah faktor penting lainnya, yang harus anda miliki pada saat melaksanakan borongan tenaga. Komitmen merupakan syarat non teknis, sehingga pekerjaan baja sukses dan untung. Syarat ini wajib anda pegang teguh, supaya jangan asal mengerjakan baja. Korelasi pengerjaan baja sistem borong, dapat anda lihat dalam diagram berikut.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2696 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-pengerjaan-Baja-agar-Untung-300x221.jpg" alt="Diagram pelaksanaan borongan tenaga dari awal hingga akhir" width="300" height="221" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-pengerjaan-Baja-agar-Untung-300x221.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-pengerjaan-Baja-agar-Untung.jpg 633w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Terakhir kami ingatkan anda, material baja itu keras!. Bukan kaleng-kaleng. Bila anda ragu, walau sebenarnya mampu karena telah cukup pengalaman. Menurut kami lebih baik pekerjaan tersebut anda tolak. Mengingat resikonya yang besar. Sebut saja kerugian materi, kecelakaan kerja dan mutu pekerjaan tidak bagus. Bila resiko-resiko tersebut anda abaikan, berarti anda belum profesional. Ketahui juga 3 resiko ini, sesungguhnya momok menakutkan bagi para pemborong. Karena tidak semua pemborong siap menghadapinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/">Tips Melaksanakan Borongan Tenaga Pengerjaan Baja Dijamin Untung</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tips-melaksanakan-borongan-tenaga-pengerjaan-baja-dijamin-untung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>14+ Perbedaan Borongan dan Harian Proyek Wajib Anda Ketahui</title>
		<link>https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 11:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[harian proyek]]></category>
		<category><![CDATA[kerja borongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan borongan dan harian]]></category>
		<category><![CDATA[sistem borong]]></category>
		<category><![CDATA[sistem harian]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja borong]]></category>
		<category><![CDATA[tukang harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memahami 14+ Perbedaan kerja borongan dan harian sangat penting. Banyak orang yang terlibat dengan pekerja. Namun tidak mengetahui sistem kerja. Khusus pada proyek konstruksi. Tenaga kerja borong dan harian itu wajib ada. Tetapi bagaimana perbedaannya? Hal itu akan kami jelaskan dalam artikel ini. Terlepas apa profesi anda saat ini. Apakah masih mahasiswa, ibu rumah tangga, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/">14+ Perbedaan Borongan dan Harian Proyek Wajib Anda Ketahui</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2686 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Beragam-perbedaan-antara-tukang-harian-dengan-borong-300x240.jpeg" alt="Beragam perbedaan antara tukang harian dan borong" width="300" height="240" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Beragam-perbedaan-antara-tukang-harian-dengan-borong-300x240.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Beragam-perbedaan-antara-tukang-harian-dengan-borong-1024x819.jpeg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Beragam-perbedaan-antara-tukang-harian-dengan-borong-768x614.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Beragam-perbedaan-antara-tukang-harian-dengan-borong.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Memahami 14+ Perbedaan kerja borongan dan harian sangat penting. Banyak orang yang terlibat dengan pekerja. Namun tidak mengetahui sistem kerja. Khusus pada proyek konstruksi. Tenaga kerja borong dan harian itu wajib ada. Tetapi bagaimana perbedaannya? Hal itu akan kami jelaskan dalam artikel ini.</p>
<p>Terlepas apa profesi anda saat ini. Apakah masih mahasiswa, ibu rumah tangga, tukang becak bahkan sekalipun nelayan. Suatu saat anda akan berurusan dengan tukang bangunan. Contoh kecil, sebagai ibu rumah tangga. Pada saat terjadi kerusakan kompor gas. Maka anda harus memanggil tukang servis perabot. Untuk itu anda pasti mengeluarkan biaya. Yaitu guna menggaji tukang servis tersebut. Nah, upah yang anda keluarkan dapat secara borong. Atau berdasarkan kerja harian. Jadi 14+ perbedaan kerja borongan dan harian ini sangat berguna bagi setiap orang.</p>
<h2><strong>Pengertian sistem kerja borongan dan harian</strong></h2>
<p>Sistem kerja borongan berbeda dengan harian. Kerja borongan adalah suatu pola pembayaran atas dasar kesepakatan antara pemberi pekerjaan dengan tukang. Dengan tujuan agar tukang bersedia mengerjakan satu pekerjaan. Adapun kesepakatan terjadi sebelum pekerjaan benar-benar mulai. Dan masa berlaku kesepakatan tersebut adalah hingga pekerjaan selesai, serta diserahkan kepada pemberi pekerjaan.</p>
<p>Kesepakatan kerja antara pemberi pekerjaan dengan pekerja borong adalah berisi:</p>
<ol>
<li>Jumlah total borongan</li>
<li>Harga satuan pekerjaan</li>
<li>Jangka waktu penyelesaian pekerjaan</li>
<li>Tata <a href="https://arsitekta.com/prosedur-pengajuan-termin-proyek-baja/">cara pengajuan pembayaran</a> borongan</li>
</ol>
<p>Sementara kerja harian adalah suatu pola penggajian tukang yang terhitung berdasarkan jumlah hari kerja. Dan sesuai dengan waktu bekerja normal, yaitu selama 8 jam per hari. Selebihnya bila melewati batas waktu tersebut. Maka tukang berhak mendapat upah tambahan (lembur). Walaupun bernama harian, namun pemberian upah kepada tukang bukan berarti setiap hari. Melainkan tiap minggu atau setiap dua minggu. Tergantung kesepakatan pemberi pekerjaan dengan tenaga kerja harian.</p>
<p>Penting anda ketahui, isi kesepakatan kerja dengan sistem harian adalah:</p>
<ol>
<li>Besar gaji tukang setiap hari</li>
<li>Besar upah lembur per jam</li>
<li>Jadwal pemberian upah kepada tukang</li>
<li>Jumlah tenaga kerja</li>
<li>Perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan.</li>
</ol>
<h2><strong>Perbedaan antara pekerja borong dan harian</strong></h2>
<p>Pada proyek konstruksi baja, contohnya. Eksistensi pekerja borong dan harian sangat menentukan keberhasilan pekerjaan konstruksi. Anda juga dapat buktikan hal ini pada proyek lain. Hampir setiap proyek menerapkan kedua pola ini. Baik yang berskala kecil maupun besar.</p>
<p>Seluruhnya ada 14+ perbedaan borongan dan harian, antara lain:</p>
<h3><strong>1.Proses seleksi tenaga kerja</strong></h3>
<p>Tidak semua pemilik proyek (pemberi pekerjaan) memiliki kenalan tukang. Apalagi perseorangan. Maka solusi untuk mencari tukang ada 2 cara, yaitu: 1].Referensi dari sahabat, atau 2].Membuka lowongan pekerjaan. Pilihan yang terbaik adalah cara pertama.</p>
<p>Proses seleksi pekerja harian tidak seketat borongan. Pemberi pekerjaan menunjuk tukang melaksanakan pekerjaan harian karena sudah saling kenal. Atau karena referensi dari teman, sehingga menganggap telah ada penjamin.</p>
<p>Berbeda dengan pekerja borong. Pada umumnya mereka belum saling kenal. Dan tidak ada penjamin. Oleh karena itu pemberi pekerjaan wajib melaksanakan seleksi secara ketat. Dan bila perlu memanggil beberapa calon, supaya mendapatkan tenaga kerja borong terbaik.</p>
<h3><strong>2.Bentuk perjanjian kerja</strong></h3>
<p>Perkenalan/pertemuan pemberi pekerjaan dengan tukang yang instan memiliki konsekuensi, yaitu pada kualitas pekerjaan. Langkah antisipasi untuk itu adalah membuat perjanjian. Nah, salah satu dari 14+ perbedaan kerja borongan dan harian adalah bentuk perjanjian.</p>
<p>Perjanjian kerja bagi tukang harian umumnya tidak tertulis. Melainkan berupa lisan. Tetapi pada pekerja borong harus secara tertulis. Lengkap dengan materai. Dan isi perjanjian adalah seluruh kesepakatan anda dengan tukang saat negosiasi.</p>
<h3><strong>3.Sanksi bagi pekerja</strong></h3>
<p>Anda wajib menerapkan sanksi bagi pekerja proyek, yang melanggar perjanjian. Tujuannya adalah untuk memberi <a href="https://nasional.kompas.com/read/2018/10/12/16331941/mitos-efek-jera-hukuman-mati?page=all">efek jera.</a> Dan memastikan agar hasil pekerjaan bagus. Namun bentuk sanksi antara pekerja harian dan borong ternyata juga berbeda.</p>
<p>Sanksi kerja bagi tukang harian lebih ringan daripada borongan. Sanksi materi untuk pekerja harian umumnya tidak ada. Tetapi bagi pekerja borong ada. Misalnya pemotongan biaya borongan dengan jumlah tertentu. Begitu juga saksi pemberhentian kerja. Sistem harian lebih ringan daripada borong. Pemberhentian pekerja harian berlaku untuk perseorangan. Sementara sistem borong berguna untuk satu grup/kelompok.</p>
<h3><strong>4.Jam kerja</strong></h3>
<p>Perbedaan yang signifikan antara borong dan harian adalah mengenai jam kerja. Pekerja harian bekerja sesuai aturan pemerintah. Dan hal tersebut sudah baku seluruh Indonesia. Bahkan pemberi pekerjaan pun tidak berwewenang merobah hal tersebut.</p>
<p>Berbeda dengan sistem borong. Prinsip kerja para bas borong adalah menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Maka tak heran jam kerja borongan lebih banyak daripada harian. Sebab yang mengatur hal tersebut adalah bas borong. Dan pemberi pekerjaan juga tidak boleh intervensi mengenai hal tersebut.</p>
<h3><strong>5.Hak dan kewajiban pekerja</strong></h3>
<p>Hak pekerja harian proyek mengacu pada peraturan menteri ketenagakerjaan. Selain mendapat upah, harian proyek juga berhak mendapat kesejahteraan. Misalnya jaminan <a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20210310145252-17-229279/hai-bpjs-kesehatan-ini-masukan-dari-para-pekerja-pengusaha">BPJS kesehatan</a> dan THR (Tunjangan Hari Raya). Adapun kewajiban pekerja harian adalah bekerja sesuai instruksi mandor.</p>
<p>Hal yang berbeda dengan pekerja sistem borong. Para pekerja borong tidak memiliki hak apapun dari pemberi tugas/pekerjaan. Kecuali biaya borongan yang telah tercantum dalam perjanjian. Urusan jaminan kesehatan atau THR adalah tanggungjawab bas borong.</p>
<h3><strong>6.Kewajiban pemberi pekerjaan</strong></h3>
<p>Untuk proyek tertentu dan pada daerah tertentu pula. Ada tambahan kewajiban pemberi kerja. Dan hal ini berbeda untuk status harian dan borong. Misalnya pengerjaan rumah tinggal pada daerah pedesaan. Tradisi orang desa benar-benar menghargai tukang, terutama harian.</p>
<p>Tukang di desa yang harian selain menerima upah. Mereka juga mendapat makan siang gratis, snack dan minuman secara cuma-cuma. Itu semua adalah pemberian dari pemberi/pemilik bangunan. Tetapi berbeda bila anda memborong pekerjaan. Kewajiban tersebut tidak ada.</p>
<h3><strong>7.Pengawasan tenaga kerja</strong></h3>
<p>Sistem pengawasan adalah salah satu dari 14+ perbedaan kerja borongan dan harian. Yang melakukan pengawasan tenaga kerja harian adalah mandor. Sementara untuk borong adalah bas borong. Konsentrasi mengawasi pekerja antara mandor dengan bas borong juga berbeda.</p>
<p>Mandor mengawasi pelaksanaan proyek berkonsentrasi pada kualitas pekerjaan. Sementara bas borong pada anggaran biaya. Hal ini telah menjadi rahasia umum. Akan terbukti nantinya bila anda menjadi pemborong. Atau dapat anda tanyakan pada bas borong saat ini. Dan menurut kami hal ini adalah wajar. Karena bas borong berhak mengontrol alokasi dana. Namun demikian mutu pekerjaan juga wajib mendapat perhatian.</p>
<h3><strong>8.Posisi tukang dalam struktur organisasi proyek</strong></h3>
<p>Pemberi tugas proyek ada 2 macam, yaitu kontraktor dan pemiliki bangunan. Perbedaan struktur organisasi sistem harian dan borong adalah tergantung status pemberi tugas. Jika pemberi tugas adalah pemiliki bangunan maka pekerja borong dan harian bertanggungjawab kepada pemiliki bangunan. Dalam prakteknya kemungkinan besar pemilik bangunan menggunakan jasa <em>engineer.</em> Namun wewenangnya sebatas teknis pelaksanaan proyek.</p>
<p>Pertanggungjawaban pekerja harian dan borong berbeda jikalau pemberi tugas adalah kontraktor. Struktur organisasinya lebih rumit. Bas borong dan para pekerja harian bertanggungjawab kepada pelaksana. Pelaksana bertangungjawab kepada SEM <em>(Site Engineering Manager),</em> dan seterusnya. Silahkan anda perhatikan gambar diagram berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2687 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Struktur-organisasi-tenaga-kerja-proyek-300x178.jpeg" alt="Posisi tukang dalam struktur organisasi proyek berskala besar" width="300" height="178" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Struktur-organisasi-tenaga-kerja-proyek-300x178.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Struktur-organisasi-tenaga-kerja-proyek-768x455.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Struktur-organisasi-tenaga-kerja-proyek.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>9.Proses negosiasi biaya pekerjaan</strong></h3>
<p>Negosiasi biaya pelaksanaan proyek antara harian dan borong berbeda jauh. Pada umumnya pekerja harian tidak perlu mengajukan penawaran secara tertulis. Anda sampaikan secara lisan sudah cukup. Bahkan bisa melalui telepon. Dan tidak perlu bertemu langsung.</p>
<p>Tetapi apakah cara seperti itu berlaku pada borong?. Tidak!. Bas borong wajib <a href="https://arsitekta.com/begini-penawaran-harga-proyek-baja-saat-ini/">membuat penawaran harga</a> secara tertulis. Lengkap dengan rincian analisa harga satuan pekerjaan, tata cara pembayaran, besar uang muka. Dan lain sebaginya. Singkatnya, penawaran anda harus komunikatif. Sehingga pemberi pekerjaan cepat memahami.</p>
<p>Selanjutnya proses negosiasi harga borongan harus dengan pertemuan. Tidak etis anda lakukan melalui telepon. Dengan kemajuan teknologi digital saat ini. Negosiasi harga dapat anda lakukan melalui virtual zoom. Jadi tidak perlu bertemu secara fisik. Metode ini sangat efisien dan membantu.</p>
<h3><strong>10.Upah tenaga kerja</strong></h3>
<p>Pemerintah daerah (kabupaten/kota) telah mengeluarkan standar upah pekerja harian. Termasuk upah tukang dan kenek atau buruh bangunan. Maka pekerja harian tidak boleh mengajukan upah lebih besar dari ketentuan tersebut. Begitu juga pemberi tugas, jangan memberi upah terlalu rendah.</p>
<p>Berbeda dengan sistem borong. Persoalan upah adalah urusan internal bas borong dengan anak buah. Bila bas borong oke dengan jumlah borongan tertentu. Berarti angka tersebut telah termasuk biaya tukang. Jadi tidak ada kaitannya dengan standar upah. Dan anda sebaiknya tidak intervensi mengenai hal tersebut.</p>
<h3><strong>11.Metode penggajian pekerja</strong></h3>
<p>Sebenarnya status tukang pada proyek ada 2 macam, yaitu:1].Harian yang mendapat upah dari pemberi pekerjaan/tugas. Dalam hal ini kita sebut <u>Kelompok A</u>. Atau 2].Harian (anak buah) dari bas borong. Kita sebut <u>Kelompok B.</u></p>
<p>Walau sama-sama mendapat upah secara harian. Tetapi karena yang memberi upah berbeda. Hal tersebut memunculkan beberapa perbedaan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Kelompok A pasti gajian per minggu atau per 2 Minggu. Sementara Kelompok B, belum tentu. Tergantung kebijakan bas borong pada anak buahnya.</li>
<li>Besar upah antara Kelompok A dengan Kelompok B belum tentu sama. Bisa lebih kecil. Dan bisa juga sebaliknya.</li>
</ul>
<h3><strong>12.Penyedia alat-alat kerja</strong></h3>
<p>Kembali kami ambil contoh pekerjaan konstruksi baja. Sebelum tenaga harian melaksanakan fabrikasi. Penyedia alat kerja bermesin. Misalnya <a href="https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/">mesin gerinda,</a> mesin las dan mesin bor adalah pemberi tugas. Jadi pekerja harian<em> (kelompok A) </em>tinggal melaksanakan tugas.</p>
<p>Kebalikan dengan sistem borong. Yang menyediakan seluruh peralatan kerja adalah bas borong. Bukan pemberi tugas. Pemberi tugas tinggal duduk manis menyaksikan pekerja borong bekerja.</p>
<h3><strong>13.Masa pemeliharaan bangunan</strong></h3>
<p>Bagi tukang harian tidak berlaku masa pemeliharaan <em>(retensi)</em> bangunan. Fakta yang kami temui pada beberapa klien. Setelah proyek kelar. Pemilik bangunan berusaha merekrut beberapa tukang kami. Mereka angkat jadi pegawai. Lalu memberi tugas sebagai <em>maintenance building.</em> Sangat ironi.</p>
<p>Hal yang berbeda dengan sistem borong. Walau bangunan telah rampung. Pekerja borong wajib melaksanakan masa pemeliharaan bangunan. Jangka waktu pemeliharaan tertuang dalam perjanjian. Itu sebabnya kami sebut wajib. Dan sebagai jaminan/pegangan bagi pemberi pekerjaan. Pemberi pekerjaan umumnya menahan 3-5% dari total borongan.</p>
<h3><strong>14.Serah terima pekerjaan</strong></h3>
<p>14+ perbedaan kerja borongan dan harian yang terakhir, adalah mengenai tata cara serah terima pekerjaan. Acara serah terima pekerjaan untuk pekerjan harian tidak ada. Bangunan telah selesai, maka seketika itu tanggungjawab anda berakhir.</p>
<p>Berbeda bila anda memborong pekerjaan. Proses serah terima berlangsung setelah masa pemeliharaan. Anda wajib membuat BAST (Berita Acara Serah terima). Jadi secara tertulis dan bermateri. Dengan begitu anda berhak mendapat pembayaran retensi.</p>
<h2><strong>[Penutup] Proyek saat ini idealnya borong atau harian?</strong></h2>
<p>Begitu penjelasan kami mengenai 14+ perbedaan kerja borongan dan harian. Semoga setelah membaca artikel ini, anda dapat membedakan tukang yang harian dan borong. Memahami perbedaan tersebut secara baik. Sangat bermanfaat ketika anda hendak menerapkan harian atau borong.</p>
<p>Sistem borong dan harian memiliki kelebihan dan kekurangan. Besar kecil kekurangan kerja borong dan harian. Tergantung peran team ahli <em>(engineer),</em> lokasi proyek, ketersediaan bahan dan alat kerja. Jadi hemat kami, tidak cukup alasan bila kita mengatakan kerja borong lebih ideal. Atau sistem harian lebih menguntungkan saat ini.</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan tersebut kembali pada anda. Caranya cukup sederhana. Lakukan kajian kecil-kecilan pada proyek yang akan anda tangani. Lalu lakukan identifikasi berdasarkan 14+ perbedaan kerja borongan dan harian. Selesai. Kami yakin anda menemukan jawaban.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/">14+ Perbedaan Borongan dan Harian Proyek Wajib Anda Ketahui</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/14-perbedaan-borongan-dan-harian-proyek-wajib-anda-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2021 19:27:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[borongan pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat dasar]]></category>
		<category><![CDATA[cat finishing]]></category>
		<category><![CDATA[finishing cat]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sistem borong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengecatan baja sistem borong artinya pekerjaan mengecat material baja oleh beberapa orang tukang cat. Yang menerapkan pola penggajian berdasarkan volume/luas cat dan upah borongan. Pekerjaan mengecat baja adalah salah satu item pekerjaan konstruksi baja. Selain fabrikasi dan pemasangan. Mengecat baja paling sering menerapkan sistem borong. Sementara fabrikasi dan pemasangan tergolong jarang. Pengecatan baja sistem borong [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2682 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong-300x211.jpg" alt="Penjelasan mengenai  pengecatan baja dengan sistem borong" width="300" height="211" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong-300x211.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong.jpg 370w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pengecatan baja sistem borong artinya pekerjaan mengecat material baja oleh beberapa orang tukang cat. Yang menerapkan pola penggajian berdasarkan volume/luas cat dan upah borongan. Pekerjaan mengecat baja adalah salah satu item pekerjaan konstruksi baja. Selain fabrikasi dan pemasangan. Mengecat baja paling sering menerapkan sistem borong. Sementara fabrikasi dan pemasangan tergolong jarang.</p>
<p>Pengecatan baja sistem borong berlaku untuk semua jenis pekerjaan cat. Baik cat dasar maupun finishing. Untuk tonase baja yang relatif kecil atau ˃50 ton. Yang melaksanakan pengecatan cukup oleh 1 bas borong. Caranya adalah menjadikan pekerjaan tersebut dalam satu paket borongan. Dengan tujuan agar memudahkan pengawasan, sehingga hasil cat lebih berkualitas.</p>
<p>Tetapi bila tonase baja cukup besar. Misalnya 50 ton lebih. Sebaiknya pengecatan anda serahkan kepada 2 bas borong. Tujuannya adalah agar tepat waktu. Teknis kerjanya dapat anda bagi. Caranya, bas borong <em>PERTAMA</em> khusus untuk pekerjaan cat dasar. Sementara bas borong <em>KEDUA</em> <a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">melaksanakan cat finishing.</a> Atau dengan metode lain. Misalnya berdasarkan jenis komponen/rangka baja.</p>
<h2><strong>Wewenang dan tanggungjawab bas borong</strong></h2>
<p>Bas borong adalah sebutan bagi pemimpin/kepala tukang, yang melaksanakan satu pekerjaan proyek dengan sistem borong. Bas borong berbeda dengan mandor. Dari segi penggajian. Bas borong beserta anak buahnya, mendapat bayaran dari hasil kerja borong. Tetapi mandor berdasarkan harian atau bulanan.</p>
<p>Sementara dari segi tanggungjawab. Walau peran bas borong terlihat sama dengan mandor. Karena Bas borong mendapat tugas langsung dari kontraktor, atau dari pemiliki bangunan/proyek <em>(Owner).</em> Maka level bas borong setingkat diatas mandor, serta berada setingkat dibawah sub-kontraktor. Itu sebabnya wewenang mandor tidak sama dengan bas borong.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Kontraktor atau pemiliki proyek dalam artikel ini kami sebut sebagai pemberi pekerjaan. Dan bas borong sama artinya dengan penerima pekerjaan.</em></p>
<p>Pengecatan baja sistem borong memberi wewenang dan tanggunjawab penuh kepada bas borong. Wewenang seorang bas borong cat adalah:</p>
<ol>
<li>Menentukan besar gaji anak buah (tukang cat).</li>
<li>Mendapatkan upah borongan dari pemberi pekerjaan secara bertahap.</li>
<li>Memilih metode pelaksanaan cat dasar maupun finishing,</li>
<li>Menghitung biaya borongan.</li>
</ol>
<p>Selama pelaksanaan pengecatan, serta pada masa pemeliharaan (retensi), tanggungjawab bas borong terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Memastikan jenis/klasifikasi cat sesuai dengan ketentuan,</li>
<li>Menyediakan peralatan kerja,</li>
<li>Menjamin pekerjaan berjalan lancar dan sesuai <a href="https://arsitekta.com/time-schedule-proyek-baja-lengkap-realistis/#:~:text=Time%20schedule%20proyek%20baja%20adalah,kerja%20dengan%20batas%20waktu%20tertentu.">time schedulle.</a></li>
<li>Memastikan mutu dan ketebalan cat sesuai dengan standar,</li>
<li>Memberi gaji tukang tepat waktu,</li>
<li>Melakukan perawatan/perbaikan cat selama masa pemeliharaan.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara menghitung harga satuan pengecatan baja</strong></h2>
<p>Harga satuan pengecatan baja artinya perkiraan biaya untuk tiap meter persegi pekerjaan cat. Yakni terdiri dari cat dasar dan finishing (cat akhir/penutup). Harga satuan pengecatan terdiri dari biaya upah dan bahan. Dengan dasar itu maka pengecatan baja sistem borong menjadi 2 versi, yaitu: 1].Borongan upah kerja <em>(cost and fee)</em> dan, 2].Borongan bahan dan tenaga kerja <em>(lump sum).</em></p>
<h3><strong>1.Borongan upah kerja</strong></h3>
<p>Sebelum menetapkan seseorang untuk memborong suatu pekerjaan. Pemberi pekerjaan akan memanggil bas borong. Lalu memberi tahu besar tonase baja, beserta sistem borongan yang dia kehendaki. Bila pemberi pekerjaan menginginkan borongan upah kerja. Berarti bas borong hanya menyediakan tukang. Sementara yang menyediakan bahan adalah pemberi pekerjaan.</p>
<h3><strong>2.Borongan bahan dan tenaga kerja</strong></h3>
<p>Pada situasi tertentu. Adakalanya pemilik bangunan <em>(Owner)</em> langsung menangani/mengawasi pekerjaan pembangunan. Maka sistem borongan bahan dan tenaga, sering menjadi pilihan utama. Dengan menerapkan sistem borongan ini, maka tugas pemiliki bangunan makin ringan. Karena tidak perlu belanja bahan atau peralatan kerja.</p>
<p>Terlepas sistem mana, yang dikehendaki oleh pemberi pekerjaan. Harga satuan pengecatan baja sistem borong. Sebaiknya tidak melebihi standar harga satuan upah kabupaten/kota. Lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh berikut. Gambar ini adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang">kota Semarang</a> tahun 2018. Saat itu menetapkan Upah Kerja pengecatan besi sebesar <strong>Rp 17.375,- per meter persegi.</strong> Sementara Harga Borongan bahan dan tenaga kerja adalah <strong>Rp 47.267,- per M²</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2683 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja-300x150.jpg" alt="Analisa harga satuan pekerjaan pengecatan baja kota Semarang tahun 2018" width="300" height="150" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja-300x150.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja.jpg 511w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Tips menentukan borongan upah kerja</strong></h2>
<p>Dalam tabel <em>(kotak biru)</em> adalah koefisien untuk biaya tenaga kerja. Angka-angka dalam koefisien tersebut sifatnya baku. Serta berlaku untuk seluruh Indonesia. Tetapi besar upah/gaji tukang <em>(kotak merah) </em>sewaktu-waktu berobah. Bahkan besarnya tiap-tiap kabupaten/kota berbeda.</p>
<p>Jadi menghitung upah kerja pengecatan baja, anda cukup meng<em>-update</em> besar gaji tukang. Kemudian menjumlahkan hasil perkalian antara koefisien dengan gaji tukang. Selesai. Sederhana bukan?. Benar, dari mana biaya untuk pajak PPh tadi?. Jawabnya adalah dari keuntungan anda!.</p>
<h2><strong>Tips meng<em>-update</em> harga borongan bahan</strong></h2>
<p>Sama halnya dengan menghitung borongan upah kerja. Menentukan harga satuan bahan juga mengacu pada koefisien bahan. Silahkan anda perhatikan gambar tadi. Pada kolom ‘B’ ada 6 jenis bahan, yang anda butuhkan untuk pekerjaan pengecatan baja. Agar anda tahu total biaya bahan. Maka anda juga wajib meng<em>-update</em> harga-harga bahan.</p>
<p>Pengecatan baja sistem borong bahan dan upah kerja, lebih menguntungkan. Namun juga memiliki resiko kerugian. Dan relatif lebih besar. Belum lagi soal kewajiban pajak. Untuk itu memborong pekerjaan pengecatan baja, harus yang benar-benar profesional. Bilamana anda merasa kurang mampu, misalnya dari segi modal. Maka lebih baik memilih borongan upah kerja.</p>
<h2><strong>Tujuan menghitung total borongan pengecatan baja</strong></h2>
<p>Menghitung biaya pengecatan baja sistem borong terlihat mudah. Faktanya tidak. Penyebabnya karena satuan dalam AHSP memakai M². Padahal proyek baja selalu menggunakan satuan kilogram atau ton. Celakanya, tidak semua estimator mampu menghitung luas bidang/permukaan cat baja. Sehingga biaya pengecatan dalam <a href="https://arsitekta.com/jelas-perdedaan-boq-rab-proyek-seperti-ini/">BoQ dan RAB baja</a> berupa asumsi. Sementara pemberi pekerjaan menghendaki biaya yang <em>real.</em></p>
<p>Selain karena fakta tersebut. Bas borong wajib menghitung luas cat baja. Tujuannya adalah untuk:</p>
<ol>
<li>Mengetahui secara pasti total biaya pengecatan,</li>
<li>Sebagai acuan pada saat pengajuan pembayaran borongan,</li>
<li>Dasar pelaporan/pembayaran pajak.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara menghitung luas cat material baja</strong></h2>
<p>Katakanlah sebuah konstruksi baja, dengan total tonase sebesar 50 ton. Konstruksi tersebut menggunakan bermacam-macam material baja. Maka cara menghitung luas cat material baja, silahkan perhatikan contoh berikut:</p>
<p><strong>Contoh 1].</strong> Material baja WF 200x100x5,5&#215;8 dengan total panjang 120 meter. Maka luas bidang cat adalah = ((0,2&#215;2) + (0,1&#215;4)) x 120 = 96,0 M²</p>
<p><strong>Contoh 2].</strong> Material baja kanal U 100x50x5x7,5 sepanjang 60 meter. Luas permukaan cat adalah = ((0,1&#215;2) + (0,05&#215;4)) x 60 = 24,0 M²</p>
<p>Demikian anda lakukan perhitungan luas cat pada tiap jenis bahan. Hingga anda mengetahui luas total pengecatan. Kita misalkan totalnya adalah 3.500 M². Berati bila mengacu AHSP tadi, selanjutnya dapat kita ketahui total borongan:</p>
<ol>
<li>Upah kerja pengecatan = 3.500 M² x Rp 17.375,- = Rp 60.812.500,-</li>
<li>Bahan dan upah kerja = 3.500 M² x Rp 47.267,- = Rp 165.434.500,-</li>
</ol>
<h2><strong>Tata cara pembayaran pengecatan baja</strong></h2>
<p>Pembayaran pengecatan baja sistem borong tergantung kesepakatan antara dua belah pihak. Secara umum pada proyek baja. Untuk jenis borongan upah kerja, menerapkan pembayaran berdasarkan <a href="https://arsitekta.com/panduan-pengajuan-progres-pekerjaan-baja/">progres pekerjaan.</a> Sementara pembayaran pada borongan bahan dan upah kerja. Selain berdasarkan progres, juga dapat dengan cara termin. Penting anda ketahui, pengajuan pembayaran secara progres maupun termin tidak sulit. Karena item pekerjaan hanya satu, yaitu mengecat baja.</p>
<h3><strong>1.Pengajuaan pembayaran borongan berdasarkan progres</strong></h3>
<p>Setelah pekerjaan pengecatan berjalan. Anda berhak mengajukan pembayaran kepada pemberi pekerjaan. Syarat pengajuan pada umumnya menetapkan minimal progres sebesar 5%. Artinya ketika prestasi pengecatan mencapai ≥5%, maka seketika itu anda berhak mengajukan pembayaran. Walau durasi waktu tidak sampai 1 minggu. Contoh pengajuan pembayaran pengecatan baja sistem borong, seperti berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><em>Misalnya luas cat keseluruhan 3.500 M². Kemudian anda telah selesai mengecat 700 M². Atau setara dengan 20% dari total borongan upah. Berarti anda berhak mengajukan tagihan sebesar = 20% x Rp 60.812.500,- = Rp 12.081.500,-</em></p>
<h3><strong>2.Pengajuan pembayaran pengecatan dengan cara termin</strong></h3>
<p>Tata cara <a href="https://arsitekta.com/prosedur-pengajuan-termin-proyek-baja/">pembayaran sistem termin,</a> sebenarnya mirip dengan progres. Perbedaannya, progres dapat anda ajukan kapan saja dan syaratnya tergolong mudah. Sementara pembayaran dengan cara termin, anda wajib mencapai target terlebih dahulu. Sistem termin menerapkan pembayaran secara bertahap. Umunya ada 5 tahap. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda pelajari dalam tautan tersebut. Untuk itu kami tidak perlu menjabarkan secara luas.</p>
<p>Hanya mengingatkan mengingatkan kembali. Syarat pengajuan termin sangat berat. Khusunya bagi bas borong dengan modal pas-pasan. Itu sebabnya kami rekomendasikan borongan upah kerja. Belum lagi ketentuan mengenai masa pemeliharaan.</p>
<h2><strong>Masa pemeliharaan pekerjaan borongan cat</strong></h2>
<p>Retensi atau masa pemeliharaan tidak berlaku pada jenis borongan upah kerja. Jadi hanya untuk borongan bahan dan upah kerja. Adapun batas waktu pemeliharaan pengecatan baja adalah 2-3 bulan. Dan ketentuan selama masa pemeliharaan adalah:</p>
<ol>
<li>Anda wajib merawat dan memperbaiki cat apabila terjadi kerusakan,</li>
<li>Biaya-biaya yang timbul selama masa pemeliharaan adalah tanggungjawab bas borong.</li>
<li>Sebagai jaminan pemeliharaan. Pemberi pekerjaan akan menahan pembayaran sebesar 5% dari total borongan,</li>
<li>Pembayaran jaminan setelah masa pemeliharaan berakhir.</li>
</ol>
<h2><strong>Proses pengajuan contoh cat baja</strong></h2>
<p>Proses pengecatan baja sistem borong hulunya adalah pengajuan contoh bahan. Ketika bas borong cat menerima tugas dari pemberi pekerjaan. Bas borong wajib membangun komunikasi dengan pemberi pekerjaan. Jika anda bisa berinteraksi dengan baik, maka pasti pekerjaan akan lancar. Termasuk pada saat pengajuan contoh cat.</p>
<h3><strong>a. Mengajukan contoh cat baja kepada kontraktor</strong></h3>
<p>Sebelum pengecatan mulai, pemberi pekerjaan wajib mengetahui dan menyetujui spesifikasi cat. Untuk itu anda harus mengajukan contoh cat. Contoh komunikasi yang baik adalah mengajukan contoh pengecatan baja, beserta katalog dan brosur cat. Tak  jarang mereka juga meminta metode kerja. Hal tersebut juga wajib anda penuhi. Kami tambahkan, sebenarnya prosedur ini telah tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS proyek bangunan.</a> Hanya para bas borong sering lalai. Dan tidak mempelajari dokumen tersebut. Lalu beranggapan pemberi pekerjaan mengada-ada. Padahal tidak. Sesungguhnya mereka juga tengah menjalankan amanat yang tertulis.</p>
<h3><strong>b. Pengajuan sample cat kepada pemilik bangunan</strong></h3>
<p>Situasi pengajuan contoh bahan akan berbeda. Yaitu ketika pekerjaan anda dapatkan dari pemilik bangunan. Apalagi  <em>si-</em> pemilik tidak paham tentang bahan-bahan bangunan. Hal tersebut pantas kita maklumi, sebab <em>background</em> mereka bukan bidang bangunan. Beda dengan perusahaan kontraktor, yang didominasi oleh orang-orang teknik. Sehingga anda tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Mengenai spek atau teknis pelaksanaan cat. Tetapi cukup anda lengkapi syarat-syarat yang mereka inginkan. Pasti contoh cat segera mereka setujui.</p>
<p>Manakala mengajukan sample cat ke pemilik bangunan. Anda harus menerangkan apa kelebihan dan kekurangan cat. Bagaimana aturan pakainya, apa saja alat-alat yang anda gunakan dan seterusnya. Oleh sebab itu anda harus benar-benar menguasai tentang pengecatan baja. Dan menyampaikan dengan komunikasi yang baik. Dengan demikian pemilik bangunan bisa yakin. Kemudian menyetujui sample cat anda.</p>
<h2><strong>Eksistensi bas borong dalam satu pekerjaan bangunan</strong></h2>
<p>Penjelasan dalam artikel ini sengaja kami titik beratkan pada peran bas borong. Dengan harapan, agar anda semakin memahami eksistensi profesi ini. Pada dasarnya untuk setiap pekerjaan, tugas dan tanggungjawab bas borong sama. Pengecatan baja sistem borong seharunya sebagai contoh. Sehingga item-item pekerjaan bangunan lain juga berjalan sukses.</p>
<p>Pekerjaan borongan dan bas borong bagai pinang terbelah dua. Artinya bila ada pekerjaan yang anda borong, maka bas borong lah yang anda butuhkan. Bukan tukang!. Ini yang sering salah kaprah. Dan mengakibatkan terjadinya beberapa kasus dalam proyek. Misalnya pemborong melarikan diri.</p>
<p>Sesungguhnya kesalahan tersebut ada pada pemberi pekerjaan. Karena memilih orang yang salah, serta tergiur oleh harga borongan yang rendah. Oleh sebab itu jangan mudah percaya dan menetapkan seseorang menjadi bas borong. Melainkan buktikan terlebih dahulu. Barometernya telah kami uraikan dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>[Penutup] Kewajiban pajak bas borong </strong></h2>
<p>Pengecatan baja sistem borong tidak terlepas dari kewajiban pajak. Walau borongan anda sebatas upah kerja <em>(cost and fee).</em> Anda memiliki kewajiban pajak. Yaitu Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 3% dari jumlah borongan. Maka biaya untuk itu harus anda perhitungkan saat menyusun harga satuan.</p>
<p>Sedikit berbeda dengan borongan upah kerja. Borongan bahan dan tenaga <em>(lump sum) </em>memiliki 2 kewajiban pajak, yaitu PPh dan <a href="https://klikpajak.id/blog/pajak-bisnis/pajak-pertambahan-nilai-ppn/#:~:text=Pajak%20Pertambahan%20Nilai)-,a.,Impor%20Barang%20Kena%20Pajak.">Pajak Pertambahan nilai (PPn)</a> sebesar 10%, sehingga totalnya menjadi 13%. Penting anda pahami. Biaya PPn sebenarnya berasal dari pemberi pekerjaan. Namun karena pembayaran melalui bas borong, maka pajak tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab.</p>
<p>Kewajiban pajak bas borong berlaku untuk semua jenis pekerjaan. Jadi tidak hanya untuk pekerjaan pengecatan baja. Profesionalitas bas borong akan teruji dari pemahamannya tentang pajak. Itu sebabnya kami sebutkan sebelumnya, bahwa bas borong tidak sama dengan mandor.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
