<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gambar baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/gambar-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Oct 2023 15:19:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>gambar baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beda Gambar Detail Dan Gambar Kerja Baja Begini Sebenarnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 13:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[gambar baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar detail]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat Anda pertama kali terjun dalam proyek bangunan, akan sulit membedakan antara gambar detail, dan gambar kerja. Apalagi masuk pada sub pekerjaan konstruksi baja. Perbedaan kedua gambar ini semakin jelas terlihat. Namun demikian, walau memiliki banyak perbedaan. Kedua jenis gambar saling terkait satu sama lain. Sehingga, boleh disebut masih memiliki kesamaan. Ayo, semakin penasaran kan?. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/">Beda Gambar Detail Dan Gambar Kerja Baja Begini Sebenarnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat Anda pertama kali terjun dalam proyek bangunan, akan sulit membedakan antara gambar detail, dan gambar kerja. Apalagi masuk pada sub pekerjaan konstruksi baja. Perbedaan kedua gambar ini semakin jelas terlihat.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3376" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan.jpg" alt="Pentingnya upaya mencegah revisi gambar bangunan sejak awal, agar tidak terjadi berulang-ulang" width="450" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-bangunan-300x203.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>Namun demikian, walau memiliki banyak perbedaan. Kedua jenis gambar saling terkait satu sama lain. Sehingga, boleh disebut masih memiliki kesamaan. Ayo, semakin penasaran kan?. Makanya baca sampai selesai iya. Agar tidak gagal paham. Hehehe..</p>
<h2>Pengertian umum dan khusus</h2>
<p>Gambar detail baja adalah gambar rencana konstruksi baja yang diperbesar hingga beberapa kali, dengan menggunakan <a href="https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/">skala</a> yang sangat kecil. Sehingga BAGIAN-BAGIAN TERTENTU dari konstruksi tersebut kelihatan semakin besar, dan jelas.</p>
<p>Oke sampai disini. Sudah paham kan arti gambar rencana konstruksi baja?. Asal kata adalah gambar rencana. Kalau proyek pemerintahan disebut dengan bestek. Sementara konstruksi baja maksudnya adalah objek yang akan dibangun. Yaitu dengan menggunakan material baja profil.</p>
<p>Sementara, gambar kerja adalah SERANGKAIAN detail konstruksi bangunan yang dibuat dengan skala yang sama (kecil) Sehingga seluruh konstruksi bangunan tersebut terlihat sama besar.</p>
<p>Perhatikan kata-kata yang Saya tulis dengan huruf kapital. Pada paragraf 3 dan 5. Jikalau Anda simak dengan seksama kedua paragraf tersebut. Maka, Anda akan mendapat salah satu perbedaan antara gambar kerja dengan gambar detail bukan?.</p>
<h2>Beda detail konstruksi dan gambar kerja</h2>
<p>Khusus pekerjaan konstruksi baja, setidaknya ditemui 5 perbedaan yang signifikan antara detail konstruksi, dengan gambar kerja. Kedua gambar yang dimaksud terlihat dibawah ini. Silahkan perhatikan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4334" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2.jpg" alt="Detail plat sambung, angkur dan baut mur konstruksi pipa baja" width="640" height="320" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/gambar-2-300x150.png 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Kalau teman-teman tanya. Apakah perbedaan-perbedaan tersebut juga ditemui pada sub pekerjaan bangunan yang lain. Saya jawab kemungkinan besar. Tapi, lebih pasti tentu Mereka yang ahli dibidang itu seharusnya yang menjawab.</p>
<p>Oke. Kembali soal perbedaan detail konstruksi dan gambar kerja, yaitu:</p>
<h3>1. Yang membuat gambar dan waktu pembuatan</h3>
<p>Gambar kerja baja dibuat oleh sub kontraktor yang mengerjakan konstruksi baja. Pasca perusahaan tersebut ditunjuk oleh main kontraktor sebagai pemenang tender. Tepatnya, setelah proyek bangunan berjalan beberapa lama. Lalu, konstruksi baja akan segera dipasang.</p>
<p>Sementara gambar detail konstruksi baja. Atau disingkat detail konstruksi, dibuat PERTAMA SEKALI oleh jasa arsitek yang merancang bangunan. Jauh sebelum proyek bangunan mulai. Jasa arsitek adalah ditunjuk, dan mendapat jasa dari pemilik bangunan.</p>
<p>Sedangkan sub kontraktor baja mendapat pembayaran borongan dari main kontraktor. Pun, kalau pekerjaan tersebut mendapat instruksi langsung dari owner (pemilik bangunan). Berarti sub kontraktor dapat bayaran dari owner juga. Yang jelas waktunya berbeda jauh.</p>
<h3>2. Kegunaan gambar</h3>
<p>Gambar kerja baja berlaku untuk kalangan internal sub kontraktor dan pengawas bangunan saja. Yakni sebagai acuan untuk melakukan pabrikasi, dan pemasangan konstruksi baja di proyek.</p>
<p>Andai kata, pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan berkaitan dengan pekerjaan yang lain. Misalnya pada saat memasang <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-biaya-pasang-angkur-dan-mur-baut-baja/" target="_blank" rel="noopener">angkur baut</a>. Maka, sub kontraktor harus bekerja sama dengan tukang batu.</p>
<p>Namun demikian, kerjasama tersebut sifatnya sementara saja. Yakni selama pemasangan angkur baja itu saja. Setelah itu tidak ada lagi. Demikian juga untuk item pekerjaan baja yang lain. Seperti pemasangan bondek, dan wiremesh diatas balok baja.</p>
<p>Sedangkan kegunaan gambar detail baja PERTAMA SEKALI adalah untuk acuan menghitung tonase, membuat BoQ, serta hitung anggaran biaya pekerjaan baja. Oleh sang arsitek, untuk disatukan dengan item-item pekerjaan bangunan lain. Lalu, diserahkan kepada pemilik bangunan.</p>
<p>Fungsi berikutnya adalah acuan bagi sub kontraktor baja untuk membuat gambar kerja. Dalam hal ini, semua detail konstruksi yang terdapat dalam gambar kerja boleh disebut duplikat, atau copy paste. Sebab harus sama, tapi harus gambar ulang.</p>
<h3>3. Sifat gambar detail dan jumlah</h3>
<p>Berlaku untuk semua pekerjaan yang sejenis. Misal plat lekat baja WF 300. Maka dimensi material, serta ukuran-ukuran yang terdapat pada plat lekat berlaku untuk balok dan kuda-kuda yang terbuat dari baja WF 300.</p>
<p>Hal ini umum dilakukan oleh jasa arsitek untuk mempercepat proses desain konstruksi baja. Mengingat desain bangunan yang akan dibuat sangat banyak. Dan, detail-detail setiap konstruksi bangunan berbeda-beda.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1836" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam.jpg" alt="" width="720" height="720" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam.jpg 720w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a></p>
<p>Nah, sifat gambar kerja lebih spesifik lagi. Yaitu hanya berlaku pada komponen konstruksi baja yang disebutkan dalam gambar tersebut. Jadi, andai kata ada komponen konstruksi yang sama, belum tentu gambar kerjanya juga sama.</p>
<p>Oleh sebab itu, dihitung dari jumlah halaman. Gambar kerja baja pasti jauh lebih banyak, dibanding gambar detail. Karena gambar kerja bersifat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Independen">independen</a>, dan eksklusif. Sementara detail konstruksi sifatnya umum. Serta menjadi sub bagian (satu kesatuan) dari gambar rencana.</p>
<h3>4. Kelengkapan gambar</h3>
<p>Maksudnya notasi/keterangan, dan ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar. Jelas berbeda. Gambar kerja paling lengkap, dan akurat. Oleh sebab itu, selalu dijadikan acuan untuk memotong, membuat lubang mur baut, mengelas dan sebagainya. Pekerjaan-pekerjaan yang terdapat dalam tahap pabrikasi.</p>
<p>Perbedaan yang ke-5 ini sekaligus jawaban mengapa gambar kerja sangat akurat dan lengkap. Yaitu disebabkan oleh banyaknya pihak yang terlibat. Mulai pada saat proses desain, melakukan pemeriksaan, dan serta pada saat menyetujui gambar. Setidaknya berjumlah lebih dari 10 orang.</p>
<h3>5. Persetujuan gambar</h3>
<p>Gambar detail konstruksi dibuat, diperiksa dan disetujui oleh 1 kelompok organisasi saja. Yakni jasa arsitek yang Saya sebut dari awal. Mereka memiliki wewenang penuh atas 3 hal tersebut. Bahkan pihak owner tidak boleh intervensi.</p>
<p>Sementara yang memeriksa gambar kerja sangat banyak. Selain dari pihak internal, pihak main kontraktor dan pengawas bangunan juga turut serta. Oleh sebab itu akurasi gambar kerja terjamin 100%.</p>
<p>Bahkan setelah proses pemeriksaan tersebut selesai, Anda baru diperbolehkan melakukan pabrikasi baja. Kegiatan ini selalu dilakukan bersamaan dengan <a href="https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/">approval material</a> baja. Jadi, ada 2 unsur yang harus periksa oleh pengawas, dan main kontraktor. Yakni dokumen gambar kerja dan contoh material baja yang akan di pabrikasi/pasang.</p>
<h2>[Penutup] Kesamaan gambar kerja dan detail</h2>
<p>Setelah memahami perbedaan. Disini Saya juga akan menjabarkan persamaan kedua gambar, antara lain:<br />
&#8211; Menggunakan skala yang hampir, atau bahkan sama persis. Antara lain 1:10; 1:20, dan 1:25.<br />
&#8211; Dimensi dan jenis material yang digunakan sama persis, Beberapa diantaranya akan lebih lengkap bila Anda melihat gambar kerja baja. Artinya, bagian yang belum tercantum dalam detail. Akan dilengkapi dalam gambar kerja.<br />
&#8211; Sistem sambungan konstruksi baja juga selalu sama. Khususnya masa kini, yakni las dan baut mur.<br />
&#8211; Terakhir. Gambar detail dan gambar kerja baja hanya berlaku untuk 1 jenis proyek bangunan. Alias tidak boleh digunakan berulang-ulang, untuk proyek yang berbeda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/">Beda Gambar Detail Dan Gambar Kerja Baja Begini Sebenarnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/perbedaan-gambar-detail-dan-gambar-kerja-konstruksi-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ragam Skala Gambar Baja Konstruksi Dan Keunikannya Sejak Dulu [Part 2 of 2]</title>
		<link>https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 13:16:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[gambar baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<category><![CDATA[skala gambar bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesekian kalinya saya menulis tentang topik yang sama. Tentang gambar desain bangunan. Salah satu unsur yang sangat penting, agar desain bagus adalah skala. Skala tersebut terbagi bermacam-macam. Bisa dikelompokkan menurut jenis pekerjaan konstruksi. Seperti skala gambar baja, atau skala gambar instalasi dan sebagainya. Pula, bisa juga berdasarkan jenis proyek. Antara lain skala bangunan rumah, skala [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/">Ragam Skala Gambar Baja Konstruksi Dan Keunikannya Sejak Dulu [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesekian kalinya saya menulis tentang topik yang sama. Tentang gambar desain bangunan. Salah satu unsur yang sangat penting, agar desain bagus adalah skala. Skala tersebut terbagi bermacam-macam. Bisa dikelompokkan menurut jenis pekerjaan konstruksi. Seperti <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-skala-gambar-bangunan-yang-tepat/">skala gambar</a> baja, atau skala gambar instalasi dan sebagainya. Pula, bisa juga berdasarkan jenis proyek. Antara lain skala bangunan rumah, skala bangunan air dan sebagainya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5063" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik.jpg" alt="Contoh desain atap pakai skala yang tepat dan terbuat dari konstruksi baja" width="1040" height="638" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik.jpg 1040w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik-300x184.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik-1024x628.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/Desain-atap-bangunan-yang-paling-unik-768x471.jpg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></a></p>
<h2>Definisi dan manfaat skala</h2>
<p>Skala gambar baja adalah salah satu sub jenis skala gambar bangunan yang mana salah satu, atau beberapa bagian dari konstruksi bangunan tersebut adalah khusus terbuat dari material baja profil, serta baja ringan. Sehingga desain yang dibuat cenderung fokus pada satu jenis material. Dalam hal ini adalah logam.</p>
<p>Adapun material lain yang berkaitan langsung, maupun tidak langsung dengan dengan material baja. Seperti cor beton dan pondasi, umumnya tidak di perlihatkan secara detail dalam gambar. Sehingga ukuran struktur bangunan tersebut tidak tahu. Demikian pula dimensi material yang digunakan.</p>
<p>Tapi, ketika menggunakan skala gambar untuk pekerjaan konstruksi baja, maka semua aspek yang terkait dengan material baja wajib Anda gambar sedetail-detailnya. Dan, beri keterangan selengkap-lengkapnya.</p>
<p>Misalnya tentang sistem sambungan las. Maka, ukuran kawat las harus disebutkan. Demikian pula panjang, dan type las. Bila perlu, merek kawat las tersebut juga Anda uraikan dalam gambar. Sehingga tidak perlu membuka RKS bangunan, ketika jasa konstruksi hendak beli material kawat las.</p>
<p>Jadi, kegunaan skala gambar baja adalah untuk memudahkan proses:<br />
&#8211; Perancangan konstruksi<br />
&#8211; Perhitungan kebutuhan bahan, dan anggaran biaya<br />
&#8211; Pabrikasi dan pemasangan konstruksi<br />
&#8211; Maintenance dan operasi bangunan</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1803" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg" alt="Struktur bangunan pabrik yang terbuat dari konstruksi rangka baja" width="560" height="360" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover.jpeg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-struktur-rangka-baja_Cover-300x193.jpeg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /></a></p>
<h2>Jenis-jenis skala gambar konstruksi baja</h2>
<p>Pada saat membuat gambar desain konstruksi baja profil, dan <a href="https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/" target="_blank" rel="noopener">baja ringan</a>. Anda membutuhkan minimal 5 jenis skala. Jenis-jenis skala, cara membaca dan kegunaan adalah sebagai berikut:</p>
<h3>A. Skala 1:100</h3>
<p>Dibaca dengan &#8220;Satu banding Seratus&#8221;. Artinya setiap komponen bangunan yang memiliki panjang, lebar maupun tinggi 100 cm. Maka, di dalam gambar akan diterapkan menjadi 1,0 cm. Contoh sebuah gudang bentang 45,0 meter. Setelah menggunakan skala gambar baja ini, maka diatas kertas akan menjadi:<br />
= 4.500 : 100<br />
= 45,0 cm</p>
<p>Kegunaan skala 1:100 umumnya adalah untuk membuat: 1]. Denah base plat dan kolom baja, 2]. Denah balok dan kuda-kuda. Serta, 3]. Denah atap. Selain 3 jenis denah ini, pun cocok untuk membuat gambar tampak samping, serta potongan memanjang. Seluruhnya menjadi 6 macam.</p>
<h3>B. Skala 1:50</h3>
<p>Dibaca sama dengan skala gambar 1:100. Setiap objek yang memiliki dimensi 50 cm, maka di dalam gambar ukuran tersebut diterapkan menjadi 1,0 cm. Jadi, angka 1 di depan skala adalah semua objek (elemen konstruksi bangunan) yang akan didesain, agar tampak proporsi.</p>
<p>Skala gambar baja 1:50 cocok digunakan untuk membuat tampak depan, tampak belakang, serta potongan melintang. Hal ini dimaksud agar tampilan gambar-gambar tersebut semakin besar. Sehingga enak dibaca.</p>
<h3>C. Skala 1:30</h3>
<p>Setiap desain bangunan harus dilengkapi dengan sejumlah gambar detail. Dan, gambar detail tersebut paling cocok dengan skala 1:30. Pun, kalau ada yang menerapkan skala 1:25 sifatnya opsional. Yaitu untuk memaksimalkan tampilan desain, serta efisiensi kertas gambar. Namun, pada prinsipnya perbedaan kedua skala ini tidak signifikan. Karena hanya selisih 5.</p>
<p>Skala 1:30 pas diterapkan untuk membuat gambar detail:<br />
&#8211; Base plat dan <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-biaya-pasang-angkur-dan-mur-baut-baja/">angkur</a> baut<br />
&#8211; Plat sambung balok, dan kuda-kuda WF<br />
&#8211; Plat buhul rangka cremona siku, maupun space frame pipa<br />
&#8211; Dan sebagainya.</p>
<p>Pada intinya penggunaan skala gambar baja ada 2. Yakni untuk gambar rencana konstruksi. Yang sering dijadikan lampiran/dasar perhitungan pengajuan penawaran harga. Serta, untuk membuat gambar kerja (shop drawing). Maka dari itu, jangan heran kalau gambar yang sama kemungkinan besar berlaku untuk 2, atau 3 keperluan.</p>
<h3>D. Skala 1:20</h3>
<p>2 jenis skala berikut khusus digunakan untuk membuat shop drawing baja. Alias tidak pernah dipakai untuk membuat gambar konstruksi. Oh, iya. Mungkin teman-teman belum paham jenis-jenis gambar bangunan. Karena setiap gambar bangunan berkaitan erat dengan skala. Sebaiknya Anda baca dulu <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya-pada-proyek/">artikel</a> ini.</p>
<p>Khusus skala 1:20 cocok untuk membuat gambar kerja struktur baja yang terbuat dari material WF, H-Beam, UNP, CNP, dan besi pipa. Yang berupa batang, atau rangka. Desain yang Anda buat sudah sangat bagus. Serta, mudah dipelajari.</p>
<h3>E. Skala 1:10</h3>
<p>Sementara skala gambar baja 1:10, adalah untuk membuat gambar detail plat sambung baut mur, dan las. Tampilan gambar harus lebih besar, karena terdapat ukuran/jarak pasang lubang baut. Serta, posisi dan panjang las yang harus dibuat.</p>
<p>Nah, dengan memakai skala ini setiap ukuran-ukuran sambungan konstruksi baja akan terlihat jelas. Contoh mur baut M12. Ketika Anda aplikasikan dengan skala 1:10 menjadi 1,2 cm. Tidak terlalu kecil bukan?.</p>
<p>Begitu juga ketika menggambar sambungan las tebal 4 mm. Di dalam gambar Anda aplikasikan menjadi 0,4 mm. Ukuran ini pun masih tergolong jelas, dan mudah dibaca oleh pekerja konstruksi baja.</p>
<p>Gambar berikut adalah menggunakan skala 1:15. Kalau Anda pakai skala 1:10, tentu notasi (ukuran dan ketetnagan) gambar akan lebih jelas lagi. Oleh sebab itu untuk setiap gambar sambungan, yang terbuat dari material plat baja, selalu saya sarankan pakai skala 1:10.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2817" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg" alt="Detail join batang skur dengan konsol baja" width="688" height="458" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela.jpg 688w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Detail-join-batang-skur-dengan-konsol-baja-kastela-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /></a></p>
<h2>Keunikan skala sejak dulu</h2>
<p>Sampai kini esensi skala pada proses perancangan hingga pelaksanaan proyek <a href="https://www.bajasatu.com/singkatan-singkatan-dalam-ahsp-bangunan/">bangunan gedung</a> tidak tergantikan. Sekalipun sudah banyak alat modern, terutama untuk melakukan pengukuran suatu benda, tapi alat tersebut tetap tidak bisa berperan sebagai skala.</p>
<p>Sehingga setiap kali Anda mengaplikasikan ukuran tersebut pada satu desain. Anda wajib memiliki sebuah skala lebih dulu. Kemudian, skala tersebut Anda jadikan acuan membuat desain.</p>
<p>Keunikan kedua. Skala gambar baja dan skala-skala yang lain. Menampilan gambar yang berbanding terbalik dengan skala. Contoh skala 1:200 dan 1:20. Menurut Anda, setelah desain selesai. Desain gambar yang paling besar mana?. Yang menggunakan skala 1:20 atau 1:200?.</p>
<p>Benar!. Skala 1:20 membuat tampilan gambar menjadi besar. Sebab dari ukuran yang sebenarnya hanya dibagi 20. Sementara, jika memakai skala 1:200, maka ukuran objek menjadi kecil. Sebab dibagi dengan angka 200.</p>
<p>Intinya, semakin kecil skala gambar baja yang Anda pakai, maka tampilan desain yang Anda buat makin besar. Demikian sebaliknya. Makin besar skala yang Anda gunakan, maka desain semakin kecil. Hal ini bersifat baku. Dan, berlaku pada semua skala bangunan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/">Ragam Skala Gambar Baja Konstruksi Dan Keunikannya Sejak Dulu [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/5-skala-gambar-baja-konstruksi-yang-sering-digunakan-hingga-kini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selengkapnya Gambar Kerja Baja Wajib Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2021 19:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[drafter baja]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar Autocad]]></category>
		<category><![CDATA[gambar baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja konstruksi baja]]></category>
		<category><![CDATA[kriteria gambar kerja baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gambar kerja atau shop drawing, adalah salah satu dari 5 jenis gambar bangunan, yang wajib pada setiap proyek konstruksi. Sebab kegunaannya adalah untuk/selama proses konstruksi. Tanpa gambar ini, dipastikan pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan lancar dan sesuai rencana. Maka dari itu, wajib membuat selengkapnya gambar kerja baja. Caranya bagaimana?. Kriterianya apa?. Anda temui hanya dalam artikel [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/">Selengkapnya Gambar Kerja Baja Wajib Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3385 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap-300x203.jpg" alt="Gambar kerja konstruksi baja selengkapnya terdiri dari 6 macam" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap-300x203.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Gambar kerja atau <em>shop drawing</em>, adalah salah satu dari <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya-pada-proyek/">5 jenis gambar bangunan</a>, yang wajib pada setiap proyek konstruksi. Sebab kegunaannya adalah untuk/selama proses konstruksi. Tanpa gambar ini, dipastikan pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan lancar dan sesuai rencana. Maka dari itu, wajib membuat selengkapnya gambar kerja baja. Caranya bagaimana?. Kriterianya apa?. Anda temui hanya dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>Siapa sebenarnya yang membuat gambar kerja baja?</strong></h2>
<p>Yaitu seorang <em>drafter </em>(tukang gambar bangunan). Atau sering disebut drafter baja. Sebab profesinya adalah untuk membuat gambar kerja konstruksi baja. Apakah mudah menjadi drafter baja?. Hemat kami syaratnya seperti ini.</p>
<h3><strong>1. Wajib memiliki pengalaman bidang besi</strong></h3>
<p>Butuh waktu yang panjang menjadi seorang <em>drafter</em> konstruksi baja. Harus memiliki pengalaman kerja 5-10 tahun. Agar bisa menyakinkan klien, bahwa Anda benar-benar mumpuni, untuk membuat gambar kerja. Sori aja, bagi yang baru lulus arsitek, atau jurusan teknik sipil. Sementara jangan coba-coba menerima job ini, karena resikonya sangat besar. Waktunya kelak akan tiba. Jikalau Anda terus-menerus menggali pengetahuan tentang pekerjaan spesialis yang satu ini.</p>
<h3><strong>2. Tidak harus orang yang berpendidikan tinggi</strong></h3>
<p>Sebenarnya tidak harus latar belakang arsitek, atau sarjana teknik. Lulusan <a href="https://arsitekta.com/lulusan-smk-bekerja-pada-kontraktor-baja-ini-caranya/">SMK jurusan bangunan</a>. Bahkan yang tidak mengenyam pendidikan. Pun bisa menjadi seorang drafter, untuk membuat selengkapnya gambar kerja baja. Tentu dengan 1 syarat. Yakni sudah punya ‘jam terbang’ tinggi, bidang pekerjaan konstruksi baja. Sebagai staff ahli di lapangan maupun di kantor. Singkatnya, profesi ini terbuka lebar bagi semua orang. Termasuk Anda.</p>
<h2><strong>Tujuan mengenal gambar kerja besi</strong></h2>
<p>Selain untuk orang yang memiliki bakat drafter. Bagi khalayak umum juga penting mengenal gambar kerja baja. Siapa tahu suatu saat anda ingin membuat konstruksi baja!. Tidak ada yang mustahil bukan?. Supaya jangan seperti beberapa klien. Khususnya yang baru pertama kali berkerja sama dengan kami. Sering menanyakan selengkapnya gambar kerja baja ada berapa macam?.</p>
<p>Mendengar pertanyaan seperti itu, dalam hati kami kembali bertanya. Sang klien ini sedang <em>meng-</em>test atau benar-benar tidak tahu. Walau demikian secara terpaksa kami jelaskan se-detail mungkin. Dan sependek pengalaman, belum anda yang kecewa atas penjelasan kami. Perlu Anda ketahui, kejadian itu pula yang menjadi motivasi kami menulis artikel ini. Sekaligus untuk meneruskan tulisan kami sebelumnya, tentang <a href="https://arsitekta.com/teknik-dasar-shop-drawing-konstruksi-baja/">teknik dasar shop drawing. </a></p>
<h2><strong>Sarana untuk membuat desain bangunan</strong></h2>
<p>Pada dasarnya ada 2 cara untuk membuat gambar bangunan, yaitu manual dan pakai komputer. Menggambar secara manual artinya membuat desain dengan menggunakan meja gambar, serta pensil dan <a href="https://gurulistrikkeren.blogspot.com/2018/04/peralatan-dan-kelengkapan-gambar-teknik_5.html">bolpoin khusus gambar.</a> 15 Tahun lalu kami masih sempat mengalami. Membuat gambar bangunan dengan metode ini. Merek meja gambar yang kami pakai saat itu adalah Mutoh. Pada waktu itu, sarana tersebut sudah tergolong memadai.</p>
<p>Namun dengan berkembangnya tekonologi komputer. Selengkapnya gambar kerja baja kami buat dengan menggunakan <em>software</em>. Yaitu terhitung sejak awal tahun 2006. dan <em>output</em> gambar sangat bagus, lebih cepat. Dan jamin akurat. Hingga saat ini para drafter sudah menerapkan metode yang sama. Tidak untuk membuat gambar kerja baja. Juga untuk sub-sub pekerjaan bangunan lainnya. Misalnya pekerjaan beton, kayu, instalasi dan sebagainya.</p>
<h2><strong>Pengertian output gambar kerja, jenis dan kriteria</strong></h2>
<p>Output gambar adalah produk atau hasil yang diharapkan dari satu rangkaian proses gambar bangunan. Sedangkan yang dimaksud output gambar kerja baja, artinya sekelompok gambar yang berisi ukuran, dimensi material baja, kode batang serta keterangan-keterangan yang dibutuhkan untuk memudahkan proses pelaksanaan pabrikasi, dan pemasangan konstruksi baja. Yang dibuat oleh drafter baja profesional. Selengkapnya gambar kerja baja wajib terdiri dari 6 macam. Sekaligus sebagai kriteria kelengkapan gambar, yakni sebagai berikut:</p>
<h3><strong>1. Gambar denah baja </strong></h3>
<p>Yaitu meliputi denah plat landas, denah kolom, denah balok dak dan denah rangka atap. Umumnya berisi penjelasan tata letak konstruksi baja, jarak antara komponen struktur dan rangka. Serta keterangan tentang dimensi material, kode batang dan plat baja.</p>
<h3><strong>2. Desain tampak Bangunan</strong></h3>
<p>Yaitu tampilan bangunan dari beberapa sudut pandang. Antara lain tamak depan, samping kiri dan kanan. Pula sering disertakan dengan tampak belakang. Konstruksi yang menggunakan baja, dinding bangunan kerap terbuat dari <em>wall cladding</em>. Maka dari itu, pada gambar tampak diberi penjelasan mengenai bahan dan <a href="https://arsitekta.com/pemasangan-rangka-cladding-baja-yang-benar-tepat-part-4-5/">rangka cladding.</a></p>
<h3><strong>3. Gambar potongan</strong></h3>
<p>Adalah gambar yang menerangkan tentang tinggi kolom, elevasi plat landas, sudut kemiringan kuda-kuda dan tinggi atap/nok. Juga letak pemasangan, serta dimensi untuk <em>bracing</em> kolom. Umumnya gambar potongan dipilih dari beberapa <em>As Grid</em>, yang sejenis. Baik secara melintang maupun arah memanjang sumbu bangunan.</p>
<h3><strong>4. Gambar detail rangka batang </strong></h3>
<p>Yaitu penjelasan tentang masing-masing batang, sesuai dengan kode yang tertara pada gambar denah. Pada gambar ini akan terlihat jenis bahan yang digunakan, panjang dan jumlah batang, serta dimensi lubang baut. Gambar ini tergolong paling banyak, sebab semua komponen struktur/rangka wajib Anda gambar satu persatu. Selengkapnya gambar kerja baja seharusnya memang seperti ini.</p>
<p>Caranya, terlebih dahulu membuat daftar gambar kerja yang harus dibuat. Yakni dengan mengelompokkan batang berdasarkan kode batang. Sementara kode batang Anda tentukan berdasarkan 3 kriteria, yaitu:</p>
<h4><strong>a. Jenis bahan</strong></h4>
<p>Tidak semua material baja yang sejenis pada konstruksi dengan fungsi yang sama. Misal tiang kolom menggunakan <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/">profil WF</a> 300x150x6,5&#215;6. Sering pula bahan untuk balok dak, dan kuda-kuda memakai profil yang sama. Maka dari itu, dalam gambar kerja harus dibedakan melalui kode batang. Alasan lainnya adalah seperti uraian yang berikut ini.</p>
<h4><strong>b. Panjang/tinggi batang</strong></h4>
<p>Masih dengan contoh soal diatas. Panjang batang untuk tiang kolom, balok dak dan kuda-kuda pasti beda. Walau dengan menggunakan material baja yang sejenis. Selain itu posisi pemasangannya juga besa. Kolom baja terpasang pada pedestal. Sementara pemasangan balok dak pasti pada kolom baja/beton. Sedangkan <a href="https://arsitekta.com/jenis-tumpuan-konstruksi-baja-yang-tepat-dan-metode-pelaksanaan/">tumpuan kuda-kuda</a> bisa berada pada balok/kolom beton. Atau kolom baja.</p>
<h4><strong>c. Sambungan yang terdapat pada batang</strong></h4>
<p>Walau menggunakan material, serta untuk fungsi yang sama. Sebuah batang menjadi berbeda dengan yang lainnya, karena ada komponen lain yang terhubung pada batang tersebut. Sehingga harus Anda wajib menyiapkan lubang baut untuk sambungan. Contoh pada kuda-kuda yang memiliki ikatan angin dan yang tidak. Maka wajib membedakan kode kuda-kuda. Sebab yang satu memiliki lubang untuk ikatan angin, sedangkan yang lain tidak. Begitu selengkapnya gambar kerja baja. Wajib se-detail mungkin.</p>
<h3><strong>5. Detail komponen plat baja</strong></h3>
<p>Setiap rangka batang selalu memiliki plat buhul. Misalnya plendes, plat lekat, plat sambung/kopel, dan rib. Setiap plat terdapat beberapa lubang baut. Yaitu berguna untuk memudahkan proses pemasangan. Kecuali rib atau <em>stiffners.</em> Pada gambar kerja komponen-komponen ini harus jelas. Untuk itu wajib menggunakan skala yang lebih kecil. Misalnya 1:10 atau 1:20.</p>
<p>Komponen ini pula jenisnya sangat banyak. 2x lipat dari jumlah rangka batang. Sebab pemasangan plat adalah pada setiap ujung batang. Bahkan untuk beberapa batang mungkin lebih. Karena ada sambungan komponen lain, yang terdapat pada batang tersebut.</p>
<h3><strong>6. Detail elemen konstruksi bangunan</strong></h3>
<p>Misalnya gambar pintu dan <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kanopi-baja-cantik-untuk-bangunan-pasti-menarik/">kanopi baja.</a> <a href="https://arsitekta.com/rangka-talang-baja-profil-dan-cara-pemasangan-yang-terbaik/">Rangka talang,</a> rangka cladding, lisplang dan sebagainya. Gambar-gambar ini sengaja pada urutan terakhir, sebab proses pengerjaan dan pemasangannya adalah paling buntut. Yaitu setelah struktur utama terpasang dengan sempurna.</p>
<h2><strong>Jumlah gambar kerja tergantung besar kecil konstruksi</strong></h2>
<p>Pertanyaan selanjutnya yang sering dilontarkan klien. Berapa halaman gambar kerja?. Untuk menjawab secara akurat sangat sulit. Sebab tergantung besar kecil konstruksi bangunan yang akan digambar. Namun demikian perlu anda ketahui. Bangunan yang besar belum tentu  tonasenya banyak. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p>Jadi pertanyaan ini sebenarnya berkaitan dengan jasa gambar. Sebaiknya hati-hati menjawab. Supaya jangan terjebak. Untuk itu ketahui cara menghitung ongkos gambar kerja baja. Pada umumnya dengan 2 cara, yaitu:</p>
<ol>
<li>Berdasarkan tonase, yaitu kisaran antara Rp 75,- hingga Rp 100,-/kg.</li>
<li>Berdasarkan jumlah lembar. Yakni ± Rp 50.000,-/lembar. Ukuran kertas A3.</li>
</ol>
<p>Nah, sebelum menjawab pertanyaan tadi. Sebaiknya <a href="https://arsitekta.com/cara-mempelajari-gambar-bangunan-agar-mudah-mengerti-begini/">pelajari gambar bangunan</a>, lalu pilih model jasa yang mana paling pantas. Apakah sistem tonase atau hitungan per lembar. Selengkapnya gambar kerja baja tidak melulu soal teknik. Tapi bermuara pada biaya jasa gambar.</p>
<h2><strong>[Penutup] Kunci sukses membuat gambar kerja konstruksi baja</strong></h2>
<p>Selain pengalaman, kunci sukses membuat gambar kerja baja adalah penguasaan medan, atau lokasi proyek (site). Seorang drafter baja yang profesional juga, bukan saja mampu menciptakan gambar kerja yang bagus, akurat dan cepat. Namun dengan biaya murah. Serta mampu <a href="https://arsitekta.com/mencegah-revisi-gambar-bangunan-agar-tidak-berulang-caranya-begini/">mencegah revisi gambar</a> berlebihan.</p>
<p>Selain hal-hal tersebut, pun seorang drafter baja wajib memikirkan metode kerja pabrikasi dan pemasangan. Oke, untuk pabrikasi pada umumnya tidak ada kendala. Tapi pemasangan konstruksi pasti ada. Hal ini yang sering terlewatkan oleh klien. Menganggap biaya jasa sudah <em>all in.</em> Padahal tidak.</p>
<p>Kalau sekedar membuat gambar kerja sangat banyak. Namun tidak semua drafter tahu teknik pelaksanaan bangunan. Jangankan saat pemasangan, ketika pabrikasi pun sudah bermasalah. Demikian penjelasan bagaimana selengkapnya gambar kerja baja. Semoga bermanfaat bagi calon-calon drafter muda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/">Selengkapnya Gambar Kerja Baja Wajib Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/selengkapnya-gambar-kerja-baja-wajib-seperti-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
