<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumus manual Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/rumus-manual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/rumus-manual/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jun 2023 22:52:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>rumus manual Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/rumus-manual/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>15+ Rumus Menghitung Berat Baja Profil Super Lengkap Dan Akurat</title>
		<link>https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 13:16:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[berat material baja]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung berat besi]]></category>
		<category><![CDATA[rumus manual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anda tak perlu punya tabel khusus agar bisa mengetahui berat material baja. Disini akan saya uraikan rumus menghitung berat baja profil. Lengkap dengan contoh-contoh perhitungan. Untuk segala jenis material baja profil yang ada di dunia ini. Wao..super sekali bukan..! Jenis-jenis rumus dan contoh perhitungan berat baja Rumus-rumus berikut terbagi menjadi 2. Pertama, rumus yang mengacu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/">15+ Rumus Menghitung Berat Baja Profil Super Lengkap Dan Akurat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tak perlu punya tabel khusus agar bisa mengetahui berat material baja. Disini akan saya uraikan rumus menghitung berat baja profil. Lengkap dengan contoh-contoh perhitungan. Untuk segala jenis material baja profil yang ada di dunia ini. Wao..super sekali bukan..!</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2962" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja.jpg" alt="Panduan bagi pemula untuk menghitung regel baja dengan mudah" width="450" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja-300x203.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Jenis-jenis rumus dan contoh perhitungan berat baja</h2>
<p>Rumus-rumus berikut terbagi menjadi 2. Pertama, rumus yang mengacu pada berat jenis (volume) besi. Yang sering disingkat dengan Bjb, yaitu sebesar 7.850 kg/m³.</p>
<p>Metode ini sebenarnya sudah digunakan sejak dahulu kala. Bahkan sebelum tabel baja ada. Sehingga dianggap telah familiar tengah-tengah masyarakat global. Khususnya para akademis, dan pelajar SMK jurusan bangunan, serta teknik mesin.</p>
<p>Rumus kedua, adalah berdasarkan koefisien berat plat baja lembaran. Yakni 8,1 kg/mm/m². Artinya setiap tebal 1 millimeter baja profil, beratnya adalah 8,1 kg. Angka ini berasal dari timbang nyata material baja. Sehingga, pasti masih banyak yang belum tahu.</p>
<p>Oke tanpa panjang lebar sobat <a href="https://arsitekta.com/">arsitekta</a>. Aplikasi ragam rumus menghitung berat baja, sebagai berikut:</p>
<h3>1. Besi beton</h3>
<p>Rumus ini berlaku untuk semua jenis besi beton. Ulir, maupun polos. Yaitu:<br />
= π x r² x P x Bjb</p>
<p>Vi = koefisien untuk menghitung luas benda yang berbentuk bulat. Yakni 3,14<br />
r = jari-jari besi beton; 1/2 x Ø (diameter).<br />
P = panjang material besi<br />
Bjb = berat jenis baja</p>
<p>Contoh menghitung berat besi besi beton dia.22. Panjang 7,6 meter.<br />
= 3,14 x 0,011² x 7,6 x 7.850<br />
= 22,67 kg</p>
<h3>2. Besi Siku (L)</h3>
<p>Material ini terbagi 2 macam. Yakni besi siku sama sisi, dan tidak sama sisi. Disini kedua material kita aplikasikan dalam rumus. Sekalipun material yang sering digunakan sebagai bahan bangunan saat ini hanya 1. Yaitu besi siku sama sisi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3022" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku.jpg" alt="Penting mengetahui letak pemasangan baut baja untuk profil besi siku" width="450" height="338" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Ketentuan-tata-letak-pemasangan-baut-baja-pada-material-besi-siku-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h4>A. Baja siku sama sisi</h4>
<p>Rumus menghitung berat baja siku sama sisi:<br />
= 2A x t x P x Bjb</p>
<p>A = panjang kedua sisi baja siku<br />
t = tebal profil siku</p>
<h4>B. Baja siku tidak sama sisi</h4>
<p>Rumus:<br />
= (A + B) x t x P x Bjb</p>
<p>Contoh besi L 100x150x10 mm, panjang 3,75 meter. Berat material adalah:<br />
= (0,1 + 0,15) x 0,01 x 3,75 x 7.850 kg<br />
= 73,59 kg</p>
<h3>3. Plat baja lembaran</h3>
<p>Berat material ini dapat Anda hitung dengan 2 cara, yakni pakai rumus berdasarkan berat jenis baja. Dan, berdasarkan koefisien tebal plat baja. Akurasi kedua rumus ini, kita test pada satu jenis plat. Misalnya, plat lekat balok ukuran 12 x 175 x 700 mm (t x L x P).</p>
<p>Rumus I = t x L x P x 7.850 kg<br />
= 0,012 x 0,175 x 0,70 x 7.850<br />
= 11,54 kg</p>
<p>Rumus II = t x L x P x 8,1 kg<br />
= 12 x 0,175 x 0,70 x 8,1<br />
= 11,91 kg</p>
<p>Beberapa poin penting terkait rumus menghitung berat baja plat, antara lain:<br />
&#8211; Ternyata, hasilnya selisih 0,36 kg. Masih toleransi. Karena hanya 3,27% dari berat total material plat.<br />
&#8211; Satuan ukuran tebal plat, yang digunakan pada rumus I dan II beda. Yakni meter, dan millimeter. Maka dari itu, wajar kalau hasil perhitungan tidak sama persis.</p>
<h3>4. Plat strip</h3>
<p>Material ini sering juga disebut strip plate. Cara penulisan di balik. Untuk mengetahui berat material ini, menggunakan rumus yang sama dengan plat baja lembaran. Pun, kedua rumus tersebut boleh Anda gunakan serentak. Atau, hanya memilih salah satu saja.</p>
<p>Ketika menetapkan rumus, hal penting yang harus Anda pastikan adalah tebal, lebar dan panjang plat strip. Kemudian satuan ukuran yang Anda gunakan. Mengingat penggunaan satuan pada 2 jenis rumus tersebut, terdapat perbedaan.</p>
<p>Perbedaan tersebut, juga terjadi pada satuan berat material. Khusus plat baja lembaran adalah kilogram per meter persegi (kg/m²). Sementara, berat satuan plat strip adalah meter lari (kg/m&#8217;). Namun demikian, sekali lagi. Rumus menghitung berat baja plat adalah sama.</p>
<h3>5. Besi pipa</h3>
<p>Atau sering disebut dengan <a href="https://arsitekta.com/persamaan-antara-besi-pipa-hitam-dan-besi-stal-kotak/" target="_blank" rel="noopener">pipa hitam</a>. Pakai rumus:<br />
= K x t x P x Bjb</p>
<p>K = keliling besi pipa. Hitung dengan rumus:<br />
= π x D<br />
D = diameter besi pipa</p>
<p>Jadi, bila kita uraikan lebih panjang. Untuk mencari berat besi pipa adalah pakai rumus:<br />
= vi x D x t x P x Bjb</p>
<p>Contoh. Menghitung berat pipa besi Ø4&#8243;x4,5 mm. Satuan inci harus lebih dulu konversi menjadi millimeter. Caranya dengan rumus:<br />
= 4 x 25,4 mm<br />
= 101,6 mm<br />
Konversi dalam satuan meter menjadi 0,102.<br />
Sehingga diketahui berat satuan material berongga tersebut adalah:<br />
= 3,14 x 0,102 x 4,5 x 1 x 7.850 kg<br />
= 11,313 kg/m</p>
<h3>6. Besi stal kotak</h3>
<p>Rumus menghitung berat baja stal kotak, mirip dengan pipa. Karena kedua material ini memang memiliki banyak persamaan. Maka, persamaan tersebut secara tidak langsung, juga berdampak pada proses perhitungan berat material.</p>
<p>Langsung saja pada contoh. Material yang akan kita hitung adalah 1 batang besi holow 40x60x2,6 mm. Rumus menghitung berat material ini, serta material-material besi holow yang lain adalah:<br />
= (T + L) x 2 x t x 6 x 7.850 kg</p>
<p>T = tinggi profil besi holow,<br />
L = lebar</p>
<p>= (0,04 + 0,06) x 2 x 2,6 x 6 x 7.850<br />
= 24,49 kg</p>
<p>Pula, dapat Anda hitung dengan rumus kedua. Yakni:<br />
= (0,04 + 0,06) x 2,6 x 6 x 8,1<br />
= 25,27 kg</p>
<p>Hasil perhitungan ternyata juga beda. Yaitu selisih 0,782 kg. Jalan tengah masalah ini, sebaiknya ambil rata-rata. Supaya akurat. Dengan cara sebagai berikut:<br />
= (24,49 + 25,27) : 2<br />
= 24,88 kg/batang.</p>
<h3>7. Baja WF</h3>
<p>Kalau sebelumnya kami telah pernah menulis artikel yang mirip. Namun kali ini, rumus menghitung berat baja WF yang kami pakai adalah cara kedua. Yakni berdasarkan koefisien tebal baja WF. Yaitu:<br />
= ((H x t1 x P) + (B x 2 x t2 x P)) x 8,1 kg</p>
<p>H = tinggi (badan) profil WF<br />
B = lebar sayap<br />
t1 = tebal badan<br />
t2 = tebal sayap</p>
<p>Contoh material baja WF 500x200x12x16, panjang 1,2 meter. Berat WF ini adalah:<br />
= (0,5 x 10 x 1,2 x 8,1) + (0,2.x 2 x 16 x 1,2.x.8,1)<br />
= 110,81 kg</p>
<p>Sebagai perbandingan, berat baja WF 500 berdasarkan tabel baja adalah:<br />
= 1,2 x 89,5 kg/m<br />
= 107,40 kg</p>
<p>Sementara, jikalau berdasarkan berat jenis adalah:<br />
= ((0,5 x 0,01 x 1,2) + (0,2.x 2 x 0,016 x 1,2)) x 7.850<br />
= 107,39 kg</p>
<h3>8. Baja H-Beam</h3>
<p>Cara menghitung berat baja HB lebih praktis dibanding baja WF. Yaitu:<br />
= ((2 x t2) + t1) x B x P x Bjb</p>
<p>Contoh H-Beam 300x300x10x15, berat per meter lari adalah:<br />
= ((0,015 x 2) + 0,010) x 0,30 x 7.850 kg<br />
= 94,20 kg</p>
<h3>9. Besi CNP</h3>
<p>Rumus menghitung berat baja profil CNP, tergolong paling rumit. Baik dalam bentuk single, maupun <a href="https://arsitekta.com/perbandingan-biaya-kuda-kuda-baja-wf-dan-cnp-double-bentang-140-m/">CNP double</a>. Karena bentuk material sangat unik. Yakni menyerupai huruf C. Selain itu, sangat tipis. Jadi, Anda harus teliti.<br />
= ( H + 2B + 2C) x t x P x Bjb</p>
<p>H = tinggi kanal C<br />
B = lebar profil<br />
C = tinggi/tebal bibir</p>
<p>Berikut contoh perhitungan material. Misal CNP 150x50x20x3 mm. Berat per meter adalah:<br />
= ( 0,15 + (2 x 0,05) + ( 2 x 0,02) ) x 0,003 x 7.850 kg<br />
= 6,83 kg</p>
<h3>10. Besi UNP</h3>
<p>Pakai rumus:<br />
= ( (H x t1) + (2B x t2) ) x P x Bjb</p>
<p>Contoh baja UNP 150x75x5x6,5 mm. Panjang 4,0 meter. Berat material ini adalah:<br />
= ((0,15 x 0,005) + (2 x 0,075 x 0,0065)) x 4 x 7.850 kg<br />
= 266,11 kg</p>
<h3>11. Besi INP</h3>
<p>Melengkapi kumpulan rumus menghitung berat baja profil. Berikutnya adalah kategori material langka. Walaupun langka, tetap perlu saya lampirkan dengan harapan suatu saat pasti ada yang butuh. Untuk keperluan resmi, atau sebatas bahan pembelajaran. Saya pribadi sudah sangat senang.</p>
<p>INP sengaja saya ambil sebagai perwakilan dari beberapa material baja tempo dulu. Seperti baja profil DIN, DIR, DIE dan DIL. Karena lebih familiar dibanding material yang lain.</p>
<p>Cara menghitung berat 5 jenis material ini adalah sama persis dengan rumus yang digunakan untuk menghitung berat baja WF. Sebab bentuk profil memang sama.</p>
<p>Misal ukuran baja yang akan Anda hitung adalah INP 200x90x7,5&#215;11,3 mm. Langsung diterapkan pada rumus menghitung berat baja WF, seperti berikut:<br />
adalah:<br />
= ((0,2 x 0,0075) + (0,09.x 2 x 0,00113)) x 7.850<br />
= 13,37 kg</p>
<h3>12. Baja T-Beam</h3>
<p>Khusus menghitung berat baja profil T-beam adalah pakai rumus:<br />
= ((1/2H x t1) + (B x t2)) x P x Bjb</p>
<p>Karena bentuk material ini adalah 1/2 dari baja profil WF. Maka, rumus tersebut sebenarnya juga mengadopsi dari perhitungan berat baja WF. Jadi, disini saya tidak perlu membuat contoh perhitungan berat baja T-Beam.</p>
<h3>13. Besi assental</h3>
<p>Material besi as, atau sering disebut assental terbagi 2. Yakni assental permukaan bulat, dan assental kotak. Material ini termasuk bahan bangunan <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-material-baja-non-struktur/">non struktur</a>. Karena penampang kedua material tidak sama. Maka, rumus menghitung berat baja assental juga berbeda.</p>
<h4>Rumus berat assental bulat</h4>
<p>Paling praktis adalah:<br />
= Ø² x 12 x 0,006165 x P</p>
<p>Cara kedua, berdasarkan berat jenis baja. Dalam hal ini berarti rumus yang Anda gunakan adalah sama dengan rumus menghitung berat besi beton. Nomor urut 1. Silahkan gulir keatas, untuk menemukan rumus tersebut.</p>
<h4>Rumus berat besi as kotak</h4>
<p>= F x P x Bjb</p>
<p>F = luas penampang besi as.<br />
Contoh besi as kotak 60&#215;60 mm, panjang 1,75 m. Berat material ini adalah:<br />
= (0,06 x 0,06) x 1,75 x 7.850 kg<br />
= 49,45 kg</p>
<p>Note:<br />
&#8211; Angka dalam kurung adalah penampang material besi as. Adalah berasal dari ukuran material itu sendiri.<br />
&#8211; Ciri besi as kotak adalah tidak berongga. Sehingga bentuknya persis dengan balok kayu.</p>
<h3>14. Baja profil bentuk khusus &amp; langka</h3>
<p>Disebut khusus/langka, karena material-material baja ini sudah jarang ditemukan. Alias, tidak beredar lagi. Tapi, satu yang pasti dahulu pernah menjadi bahan konstruksi bangunan. Antara lain:<br />
&#8211; Kanal C tanpa bibir<br />
&#8211; Profil hat<br />
&#8211; Profil Z<br />
&#8211; Sheet pile</p>
<p>Rumus menghitung berat baja tersebut adalah sama persis dengan plat baja lembaran biasa. Karena memang terbuat bahan yang sama. Disini yang perlu Anda pastikan adalah ukuran (panjang dan lebar), serta tebal bahan. Cukup.</p>
<p>Setelah itu, Anda tinggal terapkan pada rumus yang pertama (berdasarkan berat jenis baja), atau rumus kedua. Yakni berdasarkan koefisien tebal bahan. Selesai.</p>
<h3>[Penutup] Esensi rumus dalam pekerjaan baja</h3>
<p>Saya yakin diantara kita pasti lebih banyak yang memilih cara praktis. Dan, menghindari perhitungan-perhitungan yang menggunakan rumus-rumus seperti ini. Karena dianggap lambat, dan memeras energi.</p>
<p>Belum lagi, beberapa orang masih ragu dengan akurasi hasil perhitungan manual. Padahal, sebaliknya. Perhitungan dengan menggunakan rumus justru paling akurat. Sebab langkah-langkah perhitungan sangat rinci. Dan, bersifat terbuka bagi umum. Sehingga siapa saja bisa mengkaji, apakah proses perhitungan sudah tepat, atau belum.</p>
<p>Toh tidak bisa dipungkiri, dahulu pun menghitung anggaran biaya <a href="https://www.bajasatu.com/singkatan-singkatan-dalam-ahsp-bangunan/">bangunan</a> awalnya adalah dengan cara manual. Walau demikian, saya juga yakin, berbagi ilmu <a href="https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/35975/19428">pengetahuan</a> adalah suatu hal yang mulia. Bahkan, pantas diwariskan turun temurun. Terlebih bidang pengetahuan yang tergolong langka. Salah satunya adalah tentang rumus menghitung berat baja profil ini.</p>
<p>Beberapa artikel sebelumnya pun telah saya buat perhitungan manual untuk mencari berat satuan material baja. Tapi, belum lengkap. Karena hanya terdiri dari beberapa jenis material baja. Nah, dengan adanya artikel yang satu ini. Maka, teman-teman akan lebih menguasai perhitungan berat segala jenis material baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/">15+ Rumus Menghitung Berat Baja Profil Super Lengkap Dan Akurat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/kumpulan-rumus-menghitung-berat-material-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumus Perhitungan Yang Selalu Digunakan Selama Proses Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 13:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rumus]]></category>
		<category><![CDATA[rumus manual]]></category>
		<category><![CDATA[rumus perhitungan konstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4548</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agar Anda bisa terlibat dengan aktif, untuk pelaksanaan sebuah proyek bangunan. Setidaknya sebagai seorang pelaksana. Syaratnya, minimal memahami 6 macam rumus perhitungan matematika dasar. Apa saja jenis-jenisnya?. Tunggu dulu teman-teman. Sebelum sampai kesana. Ketahui dulu rahasia ini. Perhitungan artinya sebuah proses menghitung suatu benda, atau objek tertentu dengan menggunakan metode tertentu, yang mana akurasi hitungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/">Rumus Perhitungan Yang Selalu Digunakan Selama Proses Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4549 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/12/Perhitungan-dengan-rumus-300x176.jpg" alt="Macam-macam rumus yang dibutuhkan selama proses pembangunan berlangsung" width="300" height="176" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/12/Perhitungan-dengan-rumus-300x176.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/12/Perhitungan-dengan-rumus.jpg 448w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Agar Anda bisa terlibat dengan aktif, untuk pelaksanaan sebuah proyek bangunan. Setidaknya sebagai seorang pelaksana. Syaratnya, minimal memahami 6 macam rumus perhitungan matematika dasar. Apa saja jenis-jenisnya?. Tunggu dulu teman-teman. Sebelum sampai kesana. Ketahui dulu rahasia ini.</p>
<p>Perhitungan artinya sebuah proses menghitung suatu benda, atau objek tertentu dengan menggunakan metode tertentu, yang mana akurasi hitungan sudah diakui sangat akurat. Bahkan, tidak mustahil kalau sudah dianggap sebagai ketentuan yang baku. Karena telah mendapat pengakuan dunia internasional.</p>
<p>Hubungannya dengan 6 macam rumus perhitungan yang akan kita bahas ini. Yakni dilakukan dengan cara umum. Sehingga, sebenarnya bukan saja ditemukan pada saat pelaksanaan proyek bangunan. Tapi, bisa juga di pasar, di pabrik, pelabuhan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, boleh di kata tidak sulit.</p>
<h2>Jenis-jenis rumus dan tujuan perhitungan</h2>
<p>Implementasi perhitungan adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Menghitung luas</h3>
<p>Rumus:<br />
= P x L<br />
P = Panjang<br />
L = Lebar</p>
<p>Khusus pada bidang dengan posisi vertikal. Misalnya sebuah dinding. Huruf L umumnya diganti dengan T (Tinggi). Artinya apa?. Bahwa cara menghitung luas bidang horizontal, maupun vertikal ternyata menggunakan rumus yang sama.</p>
<p>Pertanyaan, bagaimana kalau bidang yang akan dihitung bukan sebuah bidang?. Tapi, luas selimut?. Misalnya, ketika menghitung luas dinding <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-menara-tangki-air-kapasitas-besar-dan-tinggi-desainnya-begini/" target="_blank" rel="noopener">tangki air</a>?. Jawabnya. Tetap menggunakan metode yang sama. Hanya lebih dulu menghitung keliling lingkaran (diameter) tangki. Sebagai berikut:</p>
<p>P, kita anggap sebagai keliling lingkaran. Dan, L adalah tinggi tangki. Langsung saja pada contoh iya teman-teman. Agar mudah Anda pahami. Sebuah tangki dengan diameter (D)= 1,44 meter. Dan, tinggi (T)= 1,75 meter. Maka, rumus perhitungan luas selimut tangki adalah:<br />
= (π x 1,44) x T<br />
= 3,14 x 1,44 x 1,75 m = 7,91 m2.</p>
<p>Benang merahnya begini. Sering terjadi di proyek sebelumnya, dimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan. Padahal tidak di rencanakan sebelumnya. Dan, berdampak pada perhitungan luas bidang bangunan.</p>
<p>Bentuk bidang yang akan Anda hitung pun tidak selalu dalam keadaan datar, vertikal, dan bulat. Tapi, sering dengan bentuk kombinasi. Seperti bentuk segi tiga, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jajar_genjang">jajar genjang</a>, atau lengkung.</p>
<p>Maka dari itu, harus cerdas melihat perkembangan dilapangan. Sebab, implementasi perhitungan luas pada proyek bangunan memang luas. Alias, tidak terbatas pada bidang tertentu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2962 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja-300x203.jpg" alt="Panduan bagi pemula untuk menghitung regel baja dengan mudah" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja-300x203.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/06/Panduan-bagi-pemula-untuk-menghitung-konstruksi-baja.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>2. Hitung volume konstruksi bangunan</h3>
<p>Rumus perhitungan berikutnya, yang wajib Anda kuasai adalah volume. Esensi perhitungan volume pada proyek bangunan 3, yaitu:</p>
<h4>Untuk mengetahui kebutuhan material</h4>
<p>Misalnya pasir, kerikil, tanah, serta material-material lain yang menggunakan satuan meter kubik (m3). Adalah dilakukan dengan rumus:<br />
= P x L x T</p>
<p>Perhatikan penggunaan simbol huruf L, dan T. Dalam perhitungan volume ternyata digunakan secara bersama-sama. Sementara pada perhitungan luas, adalah sebagai pilihan. Yaitu untuk menyesuaikan letak bidang yang akan hitung.</p>
<p>Oleh sebab itu, sekalipun rumus-rumus yang digunakan adalah umum. Namun, ketika Anda aplikasikan untuk proyek bangunan, butuh ketelitian yang tinggi. Sebagaimana disebut sebelumnya. &#8220;Tidak semudah itu Naruto!”. Meminjam sebuah semboyan film kartun Naruto.</p>
<h4>Untuk mengetahui daya tampung (isi)</h4>
<p>Misalnya talang air, buis beton, dan lain sebagainya. Umumnya dilakukan untuk memastikan, bahwa ketika material tersebut digunakan sebagai bahan bangunan. Mampu bekerja dengan baik. Serta, pasca konstruksi minim maintenance.</p>
<h4>Mencari bobot volume pekerjaan</h4>
<p>Umumnya diterapkan setelah salah satu pekerjaan telah selesai. Tepatnya untuk mengetahui bobot prestasi pekerjaan. Atau, sering disebut opnam pekerjaan. Kemudian, hasil perhitungan tersebut dipergunakan untuk pengajuan termin pembayaran (tagihan) proyek. Juga berguna pada saat menentukan besar upah tukang sistem borong.</p>
<p>Adapun jenis elemen bangunan yang sering dihitung menurut volume adalah cor beton, tandon bawah tanah, urugan tanah/pasir, serta pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan galian, serta perataan tanah. Semua menggunakan rumus perhitungan volume yang sama.</p>
<h2>Perhitungan tonase material</h2>
<p>Tidak hanya <a href="https://arsitekta.com/ciri-ciri-material-besi-banci/">material besi</a> dan baja. Perhitungan tonase sering dilakukan di lapangan untuk material-material yang akan ditempatkan pada konstruksi bangunan.</p>
<p>Misalnya, ketika memasang rangka plafon. Berat plafon dan rangka harus Anda perhitungkan, untuk mengetahui cara pemasangan plafon yang tepat. Apakah di gantung pada konstruksi atap?, atau harus menambah balok gantungan khusus.</p>
<p>Selain itu, perhitungan tonase pada proyek bangunan, juga sering dilakukan untuk hal-hal non teknis. Semisal pada saat mendatangkan/mengirim material. Anda harus mengetahui bobot barang. Supaya bisa menentukan jenis armada.</p>
<p>Jadi, manfaat memahami rumus perhitungan ini, adalah tidak mesti berkaitan langsung dengan pekerjaan konstruksi. Tapi, termasuk kegiatan-kegiatan pendukung. Yang mana harus diakui juga, sebenarnya tidak termasuk tugas dari seoarang engineer.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4029 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Penentuan-tebal-plat-buhul-melalui-perhitungan-Autocad-300x190.jpg" alt="Contoh perhitungan tonase plat buhul kuda-kuda baja" width="300" height="190" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Penentuan-tebal-plat-buhul-melalui-perhitungan-Autocad-300x190.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Penentuan-tebal-plat-buhul-melalui-perhitungan-Autocad.jpg 470w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2>Hitung jumlah bahan</h2>
<p>Kebutuhan material dan bahan bangunan wajib di hitung secara tepat. Buka saja untuk menghindari pemborosan, tapi sekaligus untuk memastikan bahwa material yang akan di beli, telah sesuai dengan spesifikasi. Sehingga proses pemasangan berjalan lancar. Serta,</p>
<p>Untuk mengetahui jumlah bahan sangat mudah. Pertama, Anda lebih dulu hitung luas/volume pekerjaan. Lalu, bagi dengan koefisien pemakaian bahan. Selesai.</p>
<p>Contoh, kebutuhan pasir pada pekerjaan cor. Misalnya akan membuat beton kelas mutu K-200. Dengan total volume sebesar 103,0 m³. Rumusnya adalah:<br />
= 103,0 : 0,43<br />
= 239,5 m3.</p>
<p>Catatan: 0,43 adalah koefisien material pasir untuk mutu beton K-200. Angka tersebut adalah baku. Serta, dapat diperoleh dari <a href="https://arsitekta.com/begini-mudahnya-nge-link-rab-dan-ahsp-bangunan-secara-otomatis/">AHSP bangunan.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Menghitung sudut kemiringan</h2>
<p>Merupakan rumus perhitungan yang cukup sulit. Namun, selalu dibutuhkan di proyek,. Khususnya untuk mencari sudut kemiringan suatu konstruksi. Disebut salah satu yang tersulit, karena perhitungan yang dilakukan bukan untuk sekedar mengetahui panjang suatu material. Tapi, termasuk elemen-elemen terkait dengan material tersebut.</p>
<p>Semisal untuk membuat tangga besi menerus. Panjang miring balok tangga hitung dengan rumus phytagoras. Tapi, diatas balok tersebut harus terpasang beberapa anak tangga. Nah, tujuan menghitung sudut kemiringan disini. Adalah sekaligus untuk menyesuaikan jarak trap tangga juga.</p>
<p>Hal yang sama juga berlaku pada rangka atap. Misalnya panjang kuda-kuda. Perhitungan sudut kemiringan batang kuda-kuda, juga berguna untuk mengetahui jarak pemasangan gording. Pun, untuk proses pemotongan material (pabrikasi). Serta, hal-hal lain yang terkait dengan pemasangan rangka atap.</p>
<h2>Hitung persentase</h2>
<p>Hal ini umumnya diakukan untuk mengetahui kemajuan <a href="https://arsitekta.com/panduan-pengajuan-progres-pekerjaan-baja/">progres pekerjaan</a>. Teknisnya adalah melakukan update kemajuan pekerjaan (progress) secara menyeluruh. Dengan cara menghitung volume pekerjaan yang telah selesai.</p>
<p>Lalu, membandingkan dengan target yang tertera dalam time schedule. Perhatikan hasilnya?. Lebih kecil mana?. Disebut dengan hasil positip, jika progress pekerjaan ternyata melebihi target. Kalau tidak. Berarti pekerjaan Anda telat.</p>
<p>Selain untuk mengetahui progres pekerjaan. Perhitungan persentase juga sering dilakuakan untuk mengetahui biaya pengeluaran. Untuk beli bahan, atau untuk bayar upah. Kemudian di bandingkan dengan prestasi lapangan. Indikasinya bagaimana?.</p>
<p>Realita setelah mempelajari 6 rumus perhitungan adalah hanya dibutuhkan sekali tempo. Bahkan, dengan jangka waktu yang lama baru dibutuhkan. Alias, tidak langsung bermanfaat. Misalnya untuk menghitung biaya upah. Jika ternyata lebih kecil dari bobot prestasi lapangan (volume pekerjaan yang sudah dilaksanakan), berarti pengeluaran tidak minus.</p>
<p>Sebaliknya, manakala biaya upah lebih besar dari bobot pelaksanaan pekerjaan. Berarti Anda sudah minus. Dan, dipastikan hal tersebut terjadi karena kinerja tulang sangat buruk. Jadi, sekaligus sebagai bahan evaluasi bukan?.</p>
<h2>Pentingnya melakukan perhitungan dengan akurat</h2>
<p>Sebagaimana disebut di awal. 6 rumus perhitungan ini adalah diterapkan di lapangan. Alias, pada saat proses pelaksanaan konstruksi. Berarti, harus akurat. Karena berkaitan dengan <a href="https://accurate.id/akuntansi/alokasi-biaya/">alokasi biaya</a>, kelancaran, serta kualitas pekerjaan agar bagus. Guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Sebaiknya setiap perhitungan dilakukan oleh orang yang sudah profesional.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/">Rumus Perhitungan Yang Selalu Digunakan Selama Proses Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/rumus-perhitungan-yang-selalu-digunakan-di-proyek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Manual Menghitung Berat Baja WF, CNP, UNP, Siku dan Stal Kotak</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 10:52:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[berat baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[cara hitung berat baja dengan rumus]]></category>
		<category><![CDATA[hitungan dengan rumus manual]]></category>
		<category><![CDATA[rumus manual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kali ini teman-teman, topik pembahasan kita adalah cara menghitung berat baja profil. Mulai dari besi WF, CNP, UNP, besi Siku hingga stal kotak. Masing-masing dengan 2 cara. Perhitungan dilakukan secara manual. Alias pakai rumus. Serta berdasarkan koefisien berat plat baja rata-rata. Yaitu sebesar 8,1 kg/mm. Serta berdasarkan berat jenis baja. Yakni 7.850 kg/m³. Contoh hitungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/">Cara Manual Menghitung Berat Baja WF, CNP, UNP, Siku dan Stal Kotak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini teman-teman, topik pembahasan kita adalah cara menghitung berat baja profil. Mulai dari <a href="https://arsitekta.com/lendutan-pada-kuda-kuda-wf-bentang-besar-cegah-dengan-cara-ini-jamin-berhasil/">besi WF</a>, CNP, UNP, besi Siku hingga stal kotak. Masing-masing dengan 2 cara. Perhitungan dilakukan secara manual. Alias pakai rumus. Serta berdasarkan <a href="https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-pengertian-variabel-koefisien-konstanta-dan-suku-pada-aljabar-buatlah-5-contoh_QU-6BLSPO2K">koefisien</a> berat plat baja rata-rata. Yaitu sebesar 8,1 kg/mm. Serta berdasarkan berat jenis baja. Yakni 7.850 kg/m³.</p>
<h2>Contoh hitungan berat baja WF 200</h2>
<p>Data lengkap material WF 200 adalah:</p>
<ol>
<li>H = 200 mm</li>
<li>B = 100 mm</li>
<li>t1 = 5,5 mm</li>
<li>t2 = 8 mm</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4181 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-profil-baja-300x163.jpg" alt="Dasar perhitungan berat profil baja WF, CNP, UNP, Siku dan Stal kotak" width="300" height="163" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-profil-baja-300x163.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-profil-baja-768x417.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-profil-baja.jpg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>Cara 1: Berdasarkan koefisien berat</h3>
<p>Rumus: (H x t1 x 8,1) + (B x t2 x 2 x 8,1)<br />
= (O,2 x 5,5 x 8,1) + (0,1 x 8 x 2 x 8,1)<br />
= 8,91 + 12,96 = 21,87 kg/m</p>
<h3>Cara 2: Berpedoman pada berat jenis baja</h3>
<p>Menggunakan rumus: (H x t1 x 7.850) + (B x t2 x 2 x 7.850)<br />
= (O,2 x 0,0055 x 7.850) + (0,1 x 0,008 x 2 x 7.850)<br />
= 8,63 + 12,56 = 21,19 kg/m</p>
<p>Hasilnya kok beda?. Iya. Sekitar 0,68 kg. Hal tersebut disebabkan oleh metode perhitungan yang berbeda. Namun demikian, perbedaan berat baja masih dalam batas wajar. Yaitu 3,1% dari berat tabel WF.</p>
<p>Dalam hal ini, tidak perlu mendebat mana cara yang paling benar. Sebagaimana yang sering kami hadapi dilapangan. Ketika melakukan opnam pekerjaan baja. Akan tetapi, setidaknya teman-teman telah mengetahui berbagai cara untuk menghitung berat baja. Selain menggunakan tabel. Ternyata berat besi WF, bisa diketahui dengan cara hitungan manual.</p>
<p>Masih terkait dengan contoh perhitungan. Ketentuan mengenai rumus dan satuan, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kedua rumus berlaku untuk menghitung berat baja profil yang lain. Termasuk besi pipa. Yang sebelumnya telah kami buat dalam <a href="https://arsitekta.com/4-cara-menghitung-volume-dan-berat-pipa-baja-yang-wajib-diketahui-pemula/">artikel khusus</a>.</li>
<li>Rumus dan contoh hitungan di atas. 100% dapat Anda duplikasi untuk menghitung berat baja H-Beam. Sebab profil H-Beam bentuknya sama persis dengan WF.</li>
<li>Perhatikan satuan yang digunakan untuk tebal bahan (t1 dan t2). Rumus pertama, tebal bahan tetap dalam satuan milimeter. Sedangkan rumus yang kedua, menggunakan satuan meter.</li>
<li>Ukuran profil selalu memakai satuan meter. Agar lebih jelas, silahkan perhatikan contoh perhitungan berikutnya.</li>
</ol>
<h2>Rumus menghitung berat besi CNP dan UNP</h2>
<p>Semisal, material yang akan kita hitung adalah CNP 150x50x20x3,2 mm. Contoh profil<a href="https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/"> baja CNP</a> terlampir pada gambar sebelumnya. Tepatnya nomor 2.</p>
<p><strong>Rumus 1:</strong> ((B x 2) + H + (C x 2)) x t x 8,1 kg<br />
= ((0,05 x 2) + 0,15 + (0,02 x 2)) x 3,2 x 8,1 kg<br />
= 7,516 kg/m</p>
<p><strong>Rumus 2:</strong> ((B x 2) + H + (C x 2)) x t x 7.850 kg<br />
= ((0,05 x 2) + H + (0,02 x 2)) x 0,0032 x 8.750 kg<br />
= 7,285 kg/m</p>
<p>Selanjutnya, dengan rumus yang relatif sama. Anda menghitung berat baja UNP. Misal UNP 200x80x7, 5. Caranya seperti berikut:</p>
<p><strong>Rumus I:</strong> (H + 2B) x t x 8,1 kg<br />
= (0,2 + 0,16) x 7,5 x 8,1<br />
= 21,87 kg</p>
<p><strong>Rumus II:</strong> (H + 2B) x t x 8,1 kg<br />
= (0,2 + 0,16) x 0,0075 x 7.850<br />
= 21,20 kg</p>
<h2>Hitung berat besi siku dan stal kotak</h2>
<p>Ukuran besi yang akan dihitung misalnya siku L 80x80x8 mm. Untuk mengetahui berat profil tersebut, lakukan dengan rumus: (A + B) x t x 8,1 kg.<br />
= (0,08 + 0,08) x 8 x 8,1 kg<br />
= 10,368 kg</p>
<p>Atau pakai rumus: (A + B) x t x 7.850 kg<br />
= (0,08 + 0,08) x 0,008 x 7.850 kg<br />
= 10,048 kg</p>
<p>Sementara itu, menghitung berat baja hollow, atau lebih familiar dengan sebutan besi stal kotak. Pun dapat dilakukan dengan 2 cara. Semisal, stal kotak 60x100x3,6 mm. Cara menghitung beratnya adalah:</p>
<p><strong>Cara 1:</strong> (2L + 2T) x t x 8,1 kg<br />
= (0,12 + 0,20) x 3,6 x 8,1<br />
= 9,331 kg</p>
<p><strong>Cara 2:</strong> (2L + 2T) x t x 7.850 kg<br />
= (0,12 + 0,20) x 0,0036 x 7.850<br />
= 8,038 kg</p>
<h2>Netralisasi dan akurasi pada hasil hitungan begini</h2>
<p>Sebagaimana disinggung sebelumnya. Karena perhitungan manual ini, hasilnya selalu berbeda. Maka diambil jalan tengah. Yakni menggunakan tabel baja. Untuk acuan menghitung tonase baja, penawaran harga baja, opnam pekerjaan di lapangan. Serta <a href="https://brainly.co.id/tugas/9433180#:~:text=kegiatan%20formal%20meliputi%20kegiatan%20studi,tari%2C%20arisan%20ibu%20ibu%20dikampung.">urusan-urusan formal</a> lainnya. Supaya tidak mengakibatkan perdebatan. Dengan catatan, kalau memang dimensi <a href="https://arsitekta.com/manfaat-koefisien-material-baja-ternyata-begini-berdampak-seperti-ini/">material baja</a> terdapat dalam tabel.</p>
<p>Jika tidak ada dalam tabel. Satu-satunya jalan adalah menghitung berat baja secara manual. Pertanyaan baru muncul kembali. Menggunakan rumus yang mana?. Jawabnya, dua-duanya. Hasil perhitungan kedua rumus tersebut, Anda rata-rata. Netral bukan?. Contoh: berat besi hollow cara 1 dan 2. Lakukan dengan cara berikut:<br />
= (9,331 + 8,038) : 2<br />
= 8,684 kg/m.</p>
<p>Demikian cara manual menghitung berat baja profil. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/">Cara Manual Menghitung Berat Baja WF, CNP, UNP, Siku dan Stal Kotak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
