<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jenis pondasi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/jenis-pondasi-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/jenis-pondasi-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Feb 2022 16:53:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>jenis pondasi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/jenis-pondasi-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dasar-dasar Tentang Pondasi Sumuran, Bore Pile dan Pancang</title>
		<link>https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2022 16:52:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[bore pile]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pondasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis pondasi]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi sumuran]]></category>
		<category><![CDATA[tiang pancang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pondasi bangunan ada beberapa yang spesial. Artinya pondasi yang memerlukan teknik khusus dalam pengerjaannya. Teknik khusus artinya apa?. Yaitu metode pengerjaan yang tidak biasa, dan tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Kecuali orang-orang yang memiliki skil pada bidang tersebut. Sebab harus mengikuti prosedur yang ketat, menggunakan alat-alat yang canggih. Serta sarana-sarana pendukung lainnya. Dengan demikian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">Dasar-dasar Tentang Pondasi Sumuran, Bore Pile dan Pancang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-3735 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-tiang-pancang-300x230.jpeg" alt="Proses pemasangan tiang pancang" width="300" height="230" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-tiang-pancang-300x230.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-tiang-pancang.jpeg 493w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pondasi bangunan ada beberapa yang spesial. Artinya pondasi yang memerlukan teknik khusus dalam pengerjaannya. Teknik khusus artinya apa?. Yaitu metode pengerjaan yang tidak biasa, dan tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Kecuali orang-orang yang memiliki skil pada bidang tersebut. Sebab harus mengikuti prosedur yang ketat, menggunakan alat-alat yang canggih. Serta sarana-sarana pendukung lainnya. Dengan demikian metode tersebut dapat berhasil. Nah, untuk sampai disana, Anda wajib memahami dasar-dasar tentang pondasi dulu.</p>
<p>Jika sebelumnya Anda telah membaca artikel, mengenai <a href="https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/">pondasi bangunan</a> yang hemat, dan kokoh. Anda akan bertanya, kok 4 macam saja?. Bukankah jenis-jenis pondasi sangat banyak?. Benar. Secara keseluruhan ada 7 macam. 3 diantaranya adalah pondasi bangunan yang tergolong spesial berikut. Yaitu: 1].Pondasi sumuran, 2].Pondasi <em>bore</em> <em>pile,</em> dan 3].Pancang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Tingkat kesulitan pemasangan pondasi akan berimbas pada biaya</strong></h2>
<p>Setiap bangunan pada umumnya memerlukan kebutuhan khusus. Termasuk dalam hal pembuatan konstruksi pondasi. Biasanya dipengaruhi oleh besar kecil, dan tinggi rendahnya bangunan. Namun, bisa juga karena letak bangunan. Misal, bangunan yang berada di pinggir pantai. Pasti rentan terhadap <a href="https://rimbakita.com/abrasi/">abrasi.</a> Selain itu, harus menerima tekanan angin yang kencang. Sementara, bangunan yang berada di dataran tinggi. Sangat rentan terhadap longsor, serta menerima curah hujan yang tinggi. Hal-hal tersebut akan berpengaruh pada jenis pondasi yang akan digunakan.</p>
<p>Setelah memilih salah satu pondasi, permasalahan tidak otomatis selesai. Tingkat kesulitan pengerjaan pondasi, juga juga berbeda-beda. Dan imbasnya adalah pada biaya. Sebab makin sulit pelaksanaan suatu pekerjaan. Maka biaya yang dibutuhkan juga makin tinggi. Oleh sebab itu sering disebut menjadi pekerjaan khusus. Seperti 3 jenis pondasi tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Hal-hal mendasar mengenai pondasi sumuran, bore pile dan pancang</strong></h2>
<p>Dasar-dasar tentang pondasi sumuran, bore pile dan pancang yang wajib diketahui adalah mengenai kegunaan pondasi, cara kerja, material dan alat-alat yang digunakan. Serta kelebihan dan kekurangannya. 3 jenis pondasi mudah dipahami, dengan cara dikelompokan menurut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1. Kegunaan dan bahan dasar 3 jenis pondasi</strong></h3>
<p>Kegunaan pondasi sumuran, bore pile dan pancang pada umumnya sama. Yaitu untuk <a href="https://arsitekta.com/kepemilikan-bangunan-gedung-062-dan-contoh-contohnya/">bangunan gedung</a> bertingkat. Seperti mall, hotel, apartemen, mercusuar dan sebagainya. Dengan menggunakan salah satu jenis pondasi tersebut, maka gedung jadi kokoh. Karena beban pada gedung diteruskan secara langsung ke dalam tanah.</p>
<p>Sistem kerja tersebut berbeda dengan pondasi bangunan pada umumnya. Misalnya pondasi batu kali. Sifatnya menahan beban dulu, kemudian mendistribusikannya ke dalam tanah. Oleh sebab itu, bila salah satu bidang tidak kuat, atau karena permukaan tanah mengalami penurunan (bergeser). Maka pondasi batu kali akan retak, atau patah.</p>
<p>Menurut bahan yang digunakan. Untuk membuat pondasi sumuran sedikit berbeda. Dibanding pondasi <em>bored</em> pile dan pancang. Bahan dasar pondasi sumuran adalah PC <em>(Portland cement),</em> pasir, kerikil dan batu kali. Sedangkan pondasi bored pile dan pancang, yang ditujukan untuk konstruksi gedung, pada umumnya terbuat dari beton bertulang.</p>
<h3><strong>2. Cara kerja dan alat-alat yang digunakan untuk membuat pondasi</strong></h3>
<h4><strong>i. Hal mendasar tentang pondasi sumuran</strong></h4>
<p>Pondasi sumuran atau sering disebut <em>cyclops</em>. Yaitu pondasi bangunan yang berbentuk silinder, dan menyerupai sumur. Oleh sebab itu, disebut menjadi pondasi sumuran. Cara membuat pondasi ini adalah yang paling sederhana. Karena cukup menggali tanah cara manual. Kemudian memasukkan adukan, yang terdiri dari PC, pasir dan kerikil + batu belah. Dengan perbandingan 1:2:3. Angka 3 disini adalah kombinasi antara kerikil dan batu belah. Kedua material tersebut perbandingannya 50:50, atau 40:60. Perhatikan gambar berikut.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3736 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-sumuran-dan-bor-file-300x173.png" alt="Memahami tentang perbedaan pondasi sumuran dan bore pile" width="300" height="173" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-sumuran-dan-bor-file-300x173.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-sumuran-dan-bor-file-1024x589.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-sumuran-dan-bor-file-768x442.png 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pondasi-sumuran-dan-bor-file.png 1194w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pondasi sumuran sama sekali tidak menggunakan besi tulangan. Kedalamannya pun sangat terbatas. Yaitu hanya 3-5 meter. Namun diameter pondasi sumuran cukup besar, serta bervariasi. Yakni mulai dari 80 cm, 100 cm, 120 cm. Hingga Ø2,5 meter; 3 meter; 3,5 dan 4,0 meter. Khusus diameter ≤120 cm, paling praktis menggunakan buis beton, sebagai dinding penahan tanah. Sedangkan Ø2,5 meter lebih, menggunakan pasangan batu bata, atau batu belah.</p>
<p>Sedangkan untuk membuat pondasi sumuran, pada umumnya sama persis dengan alat kerja tukang batu. Selengkapnya mengenai alat-alat tersebut, silahkan Anda baca pada <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/">tautan ini.</a> Sementara alat ukur yang digunakan juga relatif sama dengan tukang bangunan lainnya. Yaitu meteran,<em> waterpass,</em> benang dan pensil bangunan.</p>
<h4><strong>ii. Dasar-dasar tentang pondasi bor pile</strong></h4>
<p>Sering juga disebut dengan <em>strauss</em> pile. Adalah pondasi yang dipasang dengan kedalaman tertentu. Dengan terlebih dahulu menggali tanah memakai bor manual, atau bor mesin (hidrolik). Hal yang unik akibat penggunaan alat bor yang berbeda. Bila pengeboran dilakukan dengan alat manual, disebut dengan nama strauss pile. Sedangkan, bila menggunakan bor hidrolik asumsinya pada bore pile. Padahal bentuk, jenis bahan, serta kualitas pondasi benar-benar sama.</p>
<p>Sepintas mengenai sebutan-sebutan tersebut. Sering mengakibatkan masyarakat bingung. Khususnya pemula dan pemilik bangunan. Padahal tidak spesifik. Hanya oleh karena alat bor yang digunakan. Padahal alat-alat kerja lainnya sama persis. Sehingga dampaknya hanya pada ongkos kerja (pengeboran) saja. Hal ini salah satu alasan pentingnya memahami dasar-dasar tentang pondasi. Khususnya terkait dengan penggunaan istilah-istilah.</p>
<p>Namun penggunaan alat bor yang berbeda tersebut, ternyata ada manfaatnya. Alat bor manual tidak mengakibatkan getaran, dan suara berisik. Sehingga, sekalipun digunakan pada <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">proyek bangunan</a> yang berlokasi ditengah permukiman. Tidak akan mengganggu warga. Sedangkan alat bor mesin, mengeluarkan suara yang keras. Dan getaran yang keras. Akibatnya tidak cocok digunakan untuk daerah perumahan.</p>
<p>Soal bahan untuk membuat pondasi bor pile. Seperti tertera pada gambar sebelumnya. Adalah menggunakan cor beton dengan mutu K250, atau lebih. Terdiri dari beberapa tulangan induk, yang terbuat dari besi beton ulir. Serta begel yang berbentuk <em>spiral</em>. ≤ 5 cm dari diameter lubang pondasi. Sementara itu, soal diameter pondasi bor pile. Tersedia Ø30, 40, 60 dan 80 cm saja. Jauh lebih kecil dari pondasi sumuran bukan?. Namun soal kedalaman. Bor pile lebih unggul. Karena tidak terbatas. Tergantung kebutuhan bangunan Anda.</p>
<h4><strong>iii. Pengenalan dasar tentang pondasi pancang</strong></h4>
<p>Terkenal dengan nama tiang pancang. Adalah pondasi bangunan paling modern saat ini. Karena pengerjaannya paling cepat diantara semua jenis pondasi. Hal tersebut diakibatkan pembuatan pancang menggunakan teknologi canggih. Tidak seperti 2 jenis pondasi sebelumnya. Namun demikian, beberapa type pondasi pancang, ada persamaannya dengan pondasi bored pile.</p>
<p>Secara umum bahan untuk membuat pancang, terdiri dari 3 jenis. Yaitu kayu, besi dan beton. Tiang pancang kayu umumnya digunakan untuk rumah panggung, rumah adat/tradisonal. Atau rumah-rumah yang berada dipesisir pantai, dan sungai. Konstruksi tiang pancang kayu, selain berfungsi sebagai pondasi. Sekaligus dimanfaatkan sebagai pilar bangunan. Sehingga hemat. Dengan syarat harus menggunakan kayu yang berkualitas bagus. Selain kuat. Tidak lapuk/busuk, dan tidak dimakan rayap.</p>
<p>Type yang ke-2, pancang besi. Atau <em>steel</em> pile. Terdiri dari 2 macam bahan. Yaitu plat baja atau <a href="https://arsitekta.com/6-macam-turap-baja-sheet-pile-yang-masih-misteri-terbongkar-disini/">sheet pile,</a> dan pipa besi. Namun untuk keperluan bangunan gedung, paling kokoh adalah pancang besi pipa. Sebab ke dalam pipa tersebut, kelak di isi cor beton. Lengkap dengan besi tulangan. Jadi, [persamaan] cara kerja pondasi pancang ini, mirip dengan membuat bore pile.</p>
<p>Perbedaannya, proses pemasangan pipa besi, dilakukan dengan cara menekan/memukul, secara perlahan-lahan. Menggunakan mesin khusus. [Perhatikan gambar lampiran paling atas]. Sedangkan bor pile sama sekali tidak menggunakan pipa. Tapi hanya membuat lubang pondasi. Lalu, memasang tulangan. Kemudian melakukan pengecoran.</p>
<p>Terkait dasar-dasar tentang pondasi pancang beton. Bahan ini paling populer diantara semua tiang pancang. Karena pancang beton dibuat di pabrik/workshop. Sementara di lapangan, langsung proses pemasangan. Kelebihan lainnya adalah tersedia berbagai macam bentuk. Antara lain, bulat/silinder dengan Ø30, 40 dan 50 cm. Sedangkan bentuk kotak persegi, tersedia ukuran 30&#215;30, 40&#215;40 dan 50&#215;50 cm. Dan bentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_sama_kaki">segitiga sama kaki,</a> dengan ukuran 28 hingga 40 cm.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>3. Kualitas terbaik dari 3 jenis pondasi, ini</strong></h3>
<p>Diantara 3 jenis pondasi, paling bagus kualitasnya adalah tiang pancang beton. Karena dikerjakan melalui pengawasan yang ketat. Dan bukan <em>on site</em>. Dan lebih murah. Selain itu, pancang beton bisa digunakan untuk segala macam bangunan. Mulai dari konstruksi air, jalan, gedung-gedung bertingkat, hingga konstruksi jembatan.</p>
<p>Sementara 2 pondasi lainnya, proses pengerjaannya terkenal sangat lama. Dan kualitasnya perlu dipertanyakan. Karena lubang pondasi yang dalam, sering menimbukan air tanah. Sehingga harus dikeringkan dulu, baru dilakukan pengecoran. Nah, proses pengeringan ini yang perlu di awasi. Kalau tidak benar-benar kering. Maka kualitas beton dijamin buruk.  Oleh sebab itu, ketika memilih jenis pondasi. Pilihan utama selalu jatuh pada tiang pancang beton.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Alasan 3 jenis pondasi jarang digunakan untuk rumah</strong></h2>
<p>Jikalau tapak untuk <a href="https://arsitekta.com/36-macam-bangunan-rumah-di-indonesia-dan-kegunaannya/">bangunan rumah</a> masih datar, namun walau kurang bagus (lembek). Sekalipun bangunan rumah bertingkat 3, atau lebih. Selalu menghindari agar tidak menggunakan pondasi sumuran, bor pile atau pancang. Karena 3 jenis pondasi tersebut sangat mahal, dan lama. Sehingga pilihannya adalah pada pondasi cakar ayam.</p>
<p>Selain itu, bila mengupayakan penggunaan tiang pancang beton. Belum tentu akes masuk ke proyek mudah. Mengingat panjang pancang ≥6 meter. Belum lagi proses pemasangan tiang pancang. Pasti menimbulkan bising, dan getaran yang sangat kencang. Oleh sebab itu, tidak cocok diterapkan untuk bangunan perumahan.</p>
<p>Hal yang berbeda, jika lokasi rumah berada tanah yang miring. Maka 3 jenis pondasi cocok digunakan. Bila kontur kualitas tanah.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">Dasar-dasar Tentang Pondasi Sumuran, Bore Pile dan Pancang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Jenis Pondasi Bangunan yang Terkenal Kokoh dan Hemat</title>
		<link>https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2022 16:22:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pondasi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pondasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi bangunan yang kokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat membangun, konstruksi bangunan yang paling sering dikhawatirkan adalah pondasi. Hal tersebut sangat wajar. Karena seluruh beban bangunan kelak akan ditopang olehnya. Termasuk perabot-perabot yang ada dalam bangunan. Maka dari itu, pondasi harus kuat dan kokoh. Caranya bagaimana?. Menggunakan pondasi yang tepat. Dimana?. Pilih salah satu dari 4 jenis pondasi bangunan ini. &#160; Pentingnya menggunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/">4 Jenis Pondasi Bangunan yang Terkenal Kokoh dan Hemat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3729 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung-300x162.jpg" alt="" width="300" height="162" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung-300x162.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/pondasi-bangunan-gedung.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Saat membangun,<a href="https://arsitekta.com/17-macam-konstruksi-bangunan-rumah-yang-wajib-dan-jenis-bahan/"> konstruksi bangunan</a> yang paling sering dikhawatirkan adalah pondasi. Hal tersebut sangat wajar. Karena seluruh beban bangunan kelak akan ditopang olehnya. Termasuk perabot-perabot yang ada dalam bangunan. Maka dari itu, pondasi harus kuat dan kokoh. Caranya bagaimana?. Menggunakan pondasi yang tepat. Dimana?. Pilih salah satu dari 4 jenis pondasi bangunan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Pentingnya menggunakan pondasi yang tepat untuk bangunan</strong></h2>
<p>Namun, sebelumnya penting teman-teman ketahui, dampaknya bila pondasi tidak kokoh?. Penjelasannya berikut. Pondasi selain sebagai tumpuan bangunan, juga berfungsi untuk mendistribusikan beban sesegera mungkin kedalam tanah. Jikalau tidak. Sekuat apapun pondasi Anda rancang, tidak bakal mampu menahan beban bangunan. Akhirnya pondasi mengalami retak, atau terjadi penurunan pada bangunan.</p>
<h3><strong>a. Dampak bila pondasi tidak kokoh</strong></h3>
<p>Persoalannya kuat tidaknya pondasi, sebenarnya bukan pada sistem kerja konstruksi pondasi. Melainkan benar atau tidaknya jenis pondasi yang digunakan. Tak jarang, dengan alasan efisiensi, masyarakat memaksakan satu jenis pondasi. Padahal seharusnya bukan type tersebut. Akhirnya&#8230; harus menanggung resiko yang besar. Akibat penurunan bangunan, antara lain:</p>
<ol>
<li>Dinding retak-retak. Lama-kelamaan akan membesar, dan banyak.</li>
<li>Sistem pemipaan dibawah bangunan terganggu. Kemungkinan besar akan pecah.</li>
<li>Instalasi kabel listrik jadi rusak. Terutama yang tertanam dalam <a href="https://arsitekta.com/17-material-dinding-terbaik-untuk-bangunan-indonesia/">dinding bangunan.</a></li>
<li>Bangunan jadi miring. Karena penurunan pondasi pada umumnya tidak merata.</li>
</ol>
<h3><strong>b. Pedoman memilih pondasi bangunan</strong></h3>
<p>Sebelum membangunan pahami dulu 4 jenis pondasi bangunan. Setelah itu, pilih yang terbaik. Pedoman adalah menurut kekuatan struktur tanah/tapak. Jangan berdasarkan ketersediaan dana. Ingat, dampaknya sangat besar, masif, serta jangka panjang. Masif artinya tidak kasat mata. Sebelum terjadi retak-retak pada dinding. Anda tidak menyadari bahwa sudah terjadi penurunan pada bangunan. Padahal kondisi tersebut sudah berlangsung lama.</p>
<p>Sedangkan jangka panjang yang dimaksud. Walau sudah berlangsung lama, sebelum terjadi retak-retak pada dinding. Kedepan, penurunan bangunan kemungkin besar tetap akan terjadi. Sampai kapan?. Pastinya tidak ada yang tahu. Kecuali melakukan penelitian pada bangunan yang bersangkutan. Singkatnya, jangan sampai salah memilih pondasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Jenis-jenis pondasi yang terkenal hemat biaya</strong></h2>
<p>4 jenis pondasi bangunan yang paling hemat adalah: 1].Pondasi menerus, atau sering disebut pondasi lajur. 2].Pondasi setempat, 3].Pondasi umpak beton, dan 4].Pondasi cakar ayam.</p>
<h3><strong>1. Pondasi menerus dan kegunaannya</strong></h3>
<p>Pondasi menerus (lajur) adalah yang paling populer diantara segala jenis pondasi. Karena hampir semua bangunan pasti menggunakannya. Dan kegunaannya, sebenarnya tidak untuk dasar bangunan saja. Tapi bermanfaat untuk pemasangan pagar, talud penahan tanah, dudukan mesin dan sebagainya. Hanya, karena pekerjaan-pekerjaan tersebut spesifik. Maka memerlukan perhitungan khusus. Serta harus menyesuaikan kondisi lapangan.</p>
<p>Namun untuk bangunan gedung pada umumnya, pondasi ini dapat dibedakan berdasarkan bentuk penampangnya. Yakni menjadi 2 macan, antara lain: [Silahkan perhatikan gambar berikut]</p>
<ol>
<li>Model A; bentuk trapesium sama kaki,</li>
<li>Model B; trapesium tidak sama kaki.</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3730 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam-300x220.jpg" alt="[Ragam bentuk pondasi bangunan] yang terkenal adalah hemat dan kokoh 4 jenis ini" width="300" height="220" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam-300x220.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-menerus-dan-cakar-ayam.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>i. Bahan untuk membuat pondasi lajur dan komposisinya</strong></h4>
<p>Terdiri dari semen, pasir dan batu kali, atau batu belah. Dan air secukupnya. Komposisi agregat, untuk bangunan 1 lantai adalah 1:6 (1 semen dan 6 pasir). Sedangkan untuk bangunan bertingkat 1:5, atau 1:4. Tergantung jumlah lantai bangunan. Makin tinggi, maka perbandingan adukan/campuran makin kecil.</p>
<p>Selain bahan-bahan tersebut. Membuat pondasi batu kali, (sebutan lain pondasi lajur, karena terbuat dari batu kali). Perlu menambah 2 elemen berikut, yaitu 1].Pasir urug tebal 5 cm, dan 2].Pasangan batu kosong <em>(Aanstamping)</em> minimal setebal 15 cm. Kedua elemen tersebut pemasangannya tepat berada dibawah pondasi. Tujuannya adalah untuk pengeras permukaan tanah. Sehingga bila terjadi penurunan, atau karena <a href="https://bpbd.ntbprov.go.id/pages/gempa-bumi">gempa bumi.</a> Maka pondasi tetap stabil, dan tidak mengalami retak/patah. Jadi, fungsinya adalah sebagai landasan pondasi.</p>
<h4><strong>ii. Ketentuan bentuk dan ukuran pondasi menerus</strong></h4>
<p>Kelebihan lain pondasi menerus, diantara 4 jenis pondasi bangunan selain kokoh, yaitu dapat dipasang menyesuaikan batas tanah, dan denah bangunan. Pada bagian tepi bangunan, umumnya menggunakan model B. Sedangkan bagian tengahnya adalah model A. Khusus model B, sisi yang rata umumnya pada bagian luar. Karena berfungsi sekaligus sebagai batas tanah. Dengan demikian, setelah bangunan selesai, tidak ada sisa tanah.</p>
<p>Sementara itu, ketentuan ukuran pondasi. Pada dasarnya harus berdasarkan <a href="https://arsitekta.com/analisa-struktur-baja-dari-awal-sampai-akhir-begini-prosesnya/">analisa struktur.</a> Dari hasil perhitungan tersebut, pola permukaan pondasi ditentukan menjadi:</p>
<p>L          = Lebar bagian bawah pondasi</p>
<p>H         = Tinggi pondasi</p>
<p>Dan bagian atas adalah 1/2L. Sementara, panjang pondasi mengikuti ukuran denah ruang. Oleh sebab itu, disebut pondasi menerus. Karena pemasangannya menerus ke semua bagaian-bagian dasar bangunan. Lebih jelas mengenai hal ini, silahkan perhatikan gambar lampiran berikutnya.</p>
<h4><strong>iii. Kelengkapan untuk memasang pondasi batu kali</strong></h4>
<p>Pada bagian atas pondasi, kelak akan terpasang konstruksi bangunan yang lain. Yaitu balok. Pilihannya ada 2 macam, yaitu balok yang terbuat cor beton, atau kayu. Balok beton, atau sering disebut <em>sloof</em>, berguna untuk bangunan gedung. Sementara, bila menggunakan kayu. Dipastikan bangunan tersebut kelak terbuat dari kayu.</p>
<p>Namun terlepas material yang dipakai apa (sloof atau balok kayu). Anda wajib menyediakan stek/angkur pada pondasi bangunan. Bahannya terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/">besi beton</a> Ø8 atau 10 mm. Dengan jarak 1-2 meter. Dengan demikian, pemasangan sloof, atau balok kayu bisa menyatu dengan pondasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>2. Pondasi setempat dan tujuan pemasangannya</strong></h3>
<p>Bentuk penampang, ukuran dan jenis bahan pondasi setempat, adalah sama dengan pondasi menerus. Perbedaannya hanya dari segi fungsi. Pondasi setempat dipasang terpotong-potong (setempat-setempat), karena kegunaannya bukan untuk struktur utama. Melainkan sebagai pengaku sloof saja. Agar sloof tidak patah. Bukan untuk tumpuan bangunan, layaknya pondasi menerus.</p>
<p>Pemasangan pondasi setempat untuk perkuatan sloof, dengan syarat bahwa sloof tidak memikul beban yang besar. Misalnya dinding. Dan fungsi sloof tersebut hanya sebagai balok tarik. Bukan termasuk balok tekan. Maka dari itu, memasang pondasi dibuat secara terpotong-potong, agar biaya jadi hemat.</p>
<h3><strong>3. Jenis umpak beton; kelebihan &amp; kekuranganya</strong></h3>
<p>Disebut umpak beton, karena terbuat dari cor beton. Dan tidak ada campuran batu kali. Bentuknya sangat simple. Paling banyak digunakan adalah bentuk limas, dan kerucut terpancung. Urutan ke-3, dari 4 jenis pondasi bangunan ini banyak dipakai untuk membuat rumah panggung. Serta <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_tradisional">bangunan-bangunan tradisional.</a> Intinya, lantai bangunan tidak menempel pada tanah.</p>
<p>Karena bentuk pondasi sangat sederhana, maka paling cocok untuk bangunan yan terbuat dari kayu. Sedangakan untuk bangunan yang terbuat dari beton, sangat tidak dianjurkan. Karena bebannya sangat berat. Selain itu, kelemahan umpak beton adalah tidak tahan gempa. Serta hanya cocok diterapkan pada tanah keras.</p>
<p>Namun demikian, dari segi biaya. Model pondasi seperti ini adalah yang paling irit. Dan bisa dibongkar pasang. Artinya ketika pondasi/umpak sudah retak. Maka bisa diganti dengan yang baru. Tanpa mengganggu bangunan yang sudah ada diatasnya. Atau, jika digunakan pada konstruksi bangunan yang berbeda, sangat memungkinkan.</p>
<h4><strong>a. Cara membuat umpak agar kuat dan kokoh</strong></h4>
<p>Pertama, tentukan dulu momen yang harus dipikul oleh umpak. Kemudian menentukan kelas mutu beton. Dari mutu beton, Anda dapat menentukan besi tulangan didalamnya. Dengan demikian pondasi jamin kuat, dan kokoh. Jadi, sebenarnya membuat pondasi umpak sama dengan membuat struktur beton. Baik dari segi mutu, maupun material-materialnya. Bedanya adalah bentuknya saja.</p>
<h4><strong>b. Standar ukuran umpak untuk rumah panggung</strong></h4>
<p>Rumah panggung umumnya menggunakan umpak beton, type limas terpancung. Dengan standar ukuran seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Ketinggian umpak (H) sesuai kebutuhan. Fleksibel</li>
<li>Lebar (L) bagian dasar pondasi harus sama. Atau persegi, dengan ketentuan: L= 1/1,5H</li>
<li>Sementara bagian atas (yang terpancung), L1= 1/2L</li>
</ol>
<p>[Contoh]. Tinggi pondasi adalah 60 cm. Maka:</p>
<p>L          = 1/1,5 x 60     = 40 cm</p>
<p>L1        = 1/2L              = 20 cm</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>4. Pondasi cakar ayam (jantan?) dan syarat-syaratnya</strong></h3>
<p>“Cakar ayam jantan?”. Bercanda teman-teman. Hehe&#8230; [Kalau dianalogikan pada ayam, cakar yang paling kuat kan ayam jantan. Bukan betina]. Sayangnya bangunan rumah tidak ada yang betina dan jantan, bukan?. Yang ada  tingkat, dan tidak bertingkat. Bila bertingkat. Berapa lantai?. 1; 2 atau 3.Kalau 4 lantai?. Di Indonesia sangat jarang.</p>
<p>Kembali mengenai topik [pondasi bangunan]. Pondasi cakar ayam paling pas digunakan untuk bangunan bertingkat. Maksimal sampai bangunan 3 lantai. Selebihnya jangan. Paling cocok memakai tiang pancang, atau pondasi sumuran. Ups&#8230; mucul istilah pondasi sumuran. Bukankah ini seharusnya masuk dalam 4 jenis pondasi bangunan?. Sedikit berbeda. Lebih lengkap mengenai hal tersebut, akan dibahas tersendiri. Dapat Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">tautan ini.</a></p>
<p>Pondasi cakar ayam, atau sering disebut <em>Foot Plate</em> adalah type pondasi yang memadukan antara teknologi, dan bahan-bahan bangunan yang berasal dari alam. Seperti <em>Semen Portland,</em> Pasir, Batu Kerikil, dan Air. Ditambah <a href="https://arsitekta.com/ukuran-besi-tulangan-untuk-rumah-tinggal-standarnya-begini/">besi tulangan</a>. Detail bentuk pondasi cakar ayam seperti tertera pada gambar lampiran . Sementara pemasangannya, perhatikan pada gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3731 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-cakar-ayam-dan-pondasi-menerus-300x160.jpg" alt="Posisi pemasangan pondasi bangunan type menerus dan cakar ayam" width="300" height="160" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-cakar-ayam-dan-pondasi-menerus-300x160.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/02/Pemasangan-pondasi-cakar-ayam-dan-pondasi-menerus.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>a. Persyaratan-persyaratan memasang pondasi cakar ayam</strong></h4>
<p>Agar tidak salah pasang, dan akhirnya biaya menjadi boros. Ketentuan-ketentuan umum tentang penggunaan pondasi cakar ayam, khususnya pada bangunan rumah tinggal, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Digunakan untuk bangunan 2 lantai atau lebih,</li>
<li>Pemasangan pondasi cakar ayam harus bersamaan dengan pondasi batu kali, dan sloof</li>
<li>Pondasi cakar ayam harus lebih dalam dari pondasi batu kali</li>
<li>Bagian dasar cakar ayam harus segi 4. Dengan ukuran minim (L)= 75&#215;75 cm. Serta menggunakan pasir urug, dan lantai kerja.</li>
<li>Tebal minimum cakar ayam adalah 15 cm. Sementara itu, bagian tengah (pertemuan dengan kolom pedestal) harus lebih tebal. Misalnya menjadi 20 cm, atau lebih.</li>
<li>Ukuran kolom pedestal ≥ 20&#215;30, atau 25&#215;25 cm. Sementara ketinggiannya (H) ≥ L.</li>
</ol>
<h4><strong>b. Pentingnya pemasangan cakar ayam berbarengan dengan pondasi menerus</strong></h4>
<p>2 dari 4 jenis pondasi bangunan wajib dipasang bersamaan, pada setiap gedung bertingkat. Yaitu pondasi cakar ayam, dan pondasi menerus. Alasannya, cakar ayam berguna penopang struktur utama. Seperti tiang kolom dan balok beton. Sedangkan pondasi menerus, adalah untuk menahan beban yang bersal dari dinding bangunan.</p>
<p>Oleh sebab itu, fungsi pondasi menerus pada bangunan 2 lantai relatif lebih kecil, daripada pada bangunan 1 lantai. Karena pondasi hanya memikul beban yang berasal dari dinding lantai 1 saja. Sementara dinding yang berada pada lantai 2, menumpu pada balok dak. Kemudian diteruskan pada pondasi cakar ayam. Beda dengan pondasi menerus pada bangunan lantai 1. Semua beban pada bangunan tersebut harus dipikul oleh pondasi.</p>
<p>Namun, walau fungsi pondasi batu kali pada bangunan bertingkat tergolong kecil, jangan sampai diabaikan. Harus menggunakan pondasi menerus. Jangan type setempat-setempat. Karena berpengaruh pada keseimbangan bangunan. Hanya ukurannya boleh dibuat sama dengan bangunan 1 lantai. Tidak masalah. Jamin kuat. Yang penting adalah ukuran cakar ayam. Harus tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>[Kesimpulan] Kriteria pondasi yang tepat untuk bangunan gedung</strong></h2>
<p>Dari penjelasan diatas, kesimpulan untuk menggunakan pondasi, dengan syarat-syarat sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>4 jenis pondasi bangunan ini tidak cocok diterapkan pada tanah yang lembek, lereng, dan rawa-rawa</li>
<li>Pondasi type menerus dan setempat-setempat dapat dikombinasikan pada satu proyek. Agar hemat. Dengan syarat, harus melalui petunjuk dari <a href="https://arsitekta.com/keterampilan-ahli-konstruksi-baja-10-lebih-apakah-anda-termasuk/">ahli konstruksi.</a> hal tersebut banyak diterapkan pada bangunan gudang dan pabrik.</li>
<li>Ketinggian pondasi umpak maksimal 75 cm. Selebihnya disambung dengan tiang kolom, untuk mencapai ketinggian yang dikehendaki. Sambungan antara tiang dan umpak, wajib menggunakan angkur. Masing-masing 2 buah, atau lebih.</li>
<li>Khusus rumah tinggal minimalis, rumah mewah dan sebagainya. Lantai 1; menggunakan pondasi menerus. Sedangkan untuk lantai 2, atau lebih harus menggunakan pondasi cakar ayam dan pondasi menerus.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/">4 Jenis Pondasi Bangunan yang Terkenal Kokoh dan Hemat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/4-jenis-pondasi-bangunan-yang-terkenal-kokoh-dan-hemat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
