<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>finishing cat Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/finishing-cat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/finishing-cat/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2021 19:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>finishing cat Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/finishing-cat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2021 19:27:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[borongan pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat dasar]]></category>
		<category><![CDATA[cat finishing]]></category>
		<category><![CDATA[finishing cat]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sistem borong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengecatan baja sistem borong artinya pekerjaan mengecat material baja oleh beberapa orang tukang cat. Yang menerapkan pola penggajian berdasarkan volume/luas cat dan upah borongan. Pekerjaan mengecat baja adalah salah satu item pekerjaan konstruksi baja. Selain fabrikasi dan pemasangan. Mengecat baja paling sering menerapkan sistem borong. Sementara fabrikasi dan pemasangan tergolong jarang. Pengecatan baja sistem borong [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2682 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong-300x211.jpg" alt="Penjelasan mengenai  pengecatan baja dengan sistem borong" width="300" height="211" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong-300x211.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Cover-artikel-tentang-pengecatan-baja-dengan-sistem-borong.jpg 370w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pengecatan baja sistem borong artinya pekerjaan mengecat material baja oleh beberapa orang tukang cat. Yang menerapkan pola penggajian berdasarkan volume/luas cat dan upah borongan. Pekerjaan mengecat baja adalah salah satu item pekerjaan konstruksi baja. Selain fabrikasi dan pemasangan. Mengecat baja paling sering menerapkan sistem borong. Sementara fabrikasi dan pemasangan tergolong jarang.</p>
<p>Pengecatan baja sistem borong berlaku untuk semua jenis pekerjaan cat. Baik cat dasar maupun finishing. Untuk tonase baja yang relatif kecil atau ˃50 ton. Yang melaksanakan pengecatan cukup oleh 1 bas borong. Caranya adalah menjadikan pekerjaan tersebut dalam satu paket borongan. Dengan tujuan agar memudahkan pengawasan, sehingga hasil cat lebih berkualitas.</p>
<p>Tetapi bila tonase baja cukup besar. Misalnya 50 ton lebih. Sebaiknya pengecatan anda serahkan kepada 2 bas borong. Tujuannya adalah agar tepat waktu. Teknis kerjanya dapat anda bagi. Caranya, bas borong <em>PERTAMA</em> khusus untuk pekerjaan cat dasar. Sementara bas borong <em>KEDUA</em> <a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">melaksanakan cat finishing.</a> Atau dengan metode lain. Misalnya berdasarkan jenis komponen/rangka baja.</p>
<h2><strong>Wewenang dan tanggungjawab bas borong</strong></h2>
<p>Bas borong adalah sebutan bagi pemimpin/kepala tukang, yang melaksanakan satu pekerjaan proyek dengan sistem borong. Bas borong berbeda dengan mandor. Dari segi penggajian. Bas borong beserta anak buahnya, mendapat bayaran dari hasil kerja borong. Tetapi mandor berdasarkan harian atau bulanan.</p>
<p>Sementara dari segi tanggungjawab. Walau peran bas borong terlihat sama dengan mandor. Karena Bas borong mendapat tugas langsung dari kontraktor, atau dari pemiliki bangunan/proyek <em>(Owner).</em> Maka level bas borong setingkat diatas mandor, serta berada setingkat dibawah sub-kontraktor. Itu sebabnya wewenang mandor tidak sama dengan bas borong.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Kontraktor atau pemiliki proyek dalam artikel ini kami sebut sebagai pemberi pekerjaan. Dan bas borong sama artinya dengan penerima pekerjaan.</em></p>
<p>Pengecatan baja sistem borong memberi wewenang dan tanggunjawab penuh kepada bas borong. Wewenang seorang bas borong cat adalah:</p>
<ol>
<li>Menentukan besar gaji anak buah (tukang cat).</li>
<li>Mendapatkan upah borongan dari pemberi pekerjaan secara bertahap.</li>
<li>Memilih metode pelaksanaan cat dasar maupun finishing,</li>
<li>Menghitung biaya borongan.</li>
</ol>
<p>Selama pelaksanaan pengecatan, serta pada masa pemeliharaan (retensi), tanggungjawab bas borong terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Memastikan jenis/klasifikasi cat sesuai dengan ketentuan,</li>
<li>Menyediakan peralatan kerja,</li>
<li>Menjamin pekerjaan berjalan lancar dan sesuai <a href="https://arsitekta.com/time-schedule-proyek-baja-lengkap-realistis/#:~:text=Time%20schedule%20proyek%20baja%20adalah,kerja%20dengan%20batas%20waktu%20tertentu.">time schedulle.</a></li>
<li>Memastikan mutu dan ketebalan cat sesuai dengan standar,</li>
<li>Memberi gaji tukang tepat waktu,</li>
<li>Melakukan perawatan/perbaikan cat selama masa pemeliharaan.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara menghitung harga satuan pengecatan baja</strong></h2>
<p>Harga satuan pengecatan baja artinya perkiraan biaya untuk tiap meter persegi pekerjaan cat. Yakni terdiri dari cat dasar dan finishing (cat akhir/penutup). Harga satuan pengecatan terdiri dari biaya upah dan bahan. Dengan dasar itu maka pengecatan baja sistem borong menjadi 2 versi, yaitu: 1].Borongan upah kerja <em>(cost and fee)</em> dan, 2].Borongan bahan dan tenaga kerja <em>(lump sum).</em></p>
<h3><strong>1.Borongan upah kerja</strong></h3>
<p>Sebelum menetapkan seseorang untuk memborong suatu pekerjaan. Pemberi pekerjaan akan memanggil bas borong. Lalu memberi tahu besar tonase baja, beserta sistem borongan yang dia kehendaki. Bila pemberi pekerjaan menginginkan borongan upah kerja. Berarti bas borong hanya menyediakan tukang. Sementara yang menyediakan bahan adalah pemberi pekerjaan.</p>
<h3><strong>2.Borongan bahan dan tenaga kerja</strong></h3>
<p>Pada situasi tertentu. Adakalanya pemilik bangunan <em>(Owner)</em> langsung menangani/mengawasi pekerjaan pembangunan. Maka sistem borongan bahan dan tenaga, sering menjadi pilihan utama. Dengan menerapkan sistem borongan ini, maka tugas pemiliki bangunan makin ringan. Karena tidak perlu belanja bahan atau peralatan kerja.</p>
<p>Terlepas sistem mana, yang dikehendaki oleh pemberi pekerjaan. Harga satuan pengecatan baja sistem borong. Sebaiknya tidak melebihi standar harga satuan upah kabupaten/kota. Lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh berikut. Gambar ini adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang">kota Semarang</a> tahun 2018. Saat itu menetapkan Upah Kerja pengecatan besi sebesar <strong>Rp 17.375,- per meter persegi.</strong> Sementara Harga Borongan bahan dan tenaga kerja adalah <strong>Rp 47.267,- per M²</strong></p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2683 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja-300x150.jpg" alt="Analisa harga satuan pekerjaan pengecatan baja kota Semarang tahun 2018" width="300" height="150" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja-300x150.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Daftar-harga-satuan-pekerjaan_DHSP-pegecatan-baja.jpg 511w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Tips menentukan borongan upah kerja</strong></h2>
<p>Dalam tabel <em>(kotak biru)</em> adalah koefisien untuk biaya tenaga kerja. Angka-angka dalam koefisien tersebut sifatnya baku. Serta berlaku untuk seluruh Indonesia. Tetapi besar upah/gaji tukang <em>(kotak merah) </em>sewaktu-waktu berobah. Bahkan besarnya tiap-tiap kabupaten/kota berbeda.</p>
<p>Jadi menghitung upah kerja pengecatan baja, anda cukup meng<em>-update</em> besar gaji tukang. Kemudian menjumlahkan hasil perkalian antara koefisien dengan gaji tukang. Selesai. Sederhana bukan?. Benar, dari mana biaya untuk pajak PPh tadi?. Jawabnya adalah dari keuntungan anda!.</p>
<h2><strong>Tips meng<em>-update</em> harga borongan bahan</strong></h2>
<p>Sama halnya dengan menghitung borongan upah kerja. Menentukan harga satuan bahan juga mengacu pada koefisien bahan. Silahkan anda perhatikan gambar tadi. Pada kolom ‘B’ ada 6 jenis bahan, yang anda butuhkan untuk pekerjaan pengecatan baja. Agar anda tahu total biaya bahan. Maka anda juga wajib meng<em>-update</em> harga-harga bahan.</p>
<p>Pengecatan baja sistem borong bahan dan upah kerja, lebih menguntungkan. Namun juga memiliki resiko kerugian. Dan relatif lebih besar. Belum lagi soal kewajiban pajak. Untuk itu memborong pekerjaan pengecatan baja, harus yang benar-benar profesional. Bilamana anda merasa kurang mampu, misalnya dari segi modal. Maka lebih baik memilih borongan upah kerja.</p>
<h2><strong>Tujuan menghitung total borongan pengecatan baja</strong></h2>
<p>Menghitung biaya pengecatan baja sistem borong terlihat mudah. Faktanya tidak. Penyebabnya karena satuan dalam AHSP memakai M². Padahal proyek baja selalu menggunakan satuan kilogram atau ton. Celakanya, tidak semua estimator mampu menghitung luas bidang/permukaan cat baja. Sehingga biaya pengecatan dalam <a href="https://arsitekta.com/jelas-perdedaan-boq-rab-proyek-seperti-ini/">BoQ dan RAB baja</a> berupa asumsi. Sementara pemberi pekerjaan menghendaki biaya yang <em>real.</em></p>
<p>Selain karena fakta tersebut. Bas borong wajib menghitung luas cat baja. Tujuannya adalah untuk:</p>
<ol>
<li>Mengetahui secara pasti total biaya pengecatan,</li>
<li>Sebagai acuan pada saat pengajuan pembayaran borongan,</li>
<li>Dasar pelaporan/pembayaran pajak.</li>
</ol>
<h2><strong>Cara menghitung luas cat material baja</strong></h2>
<p>Katakanlah sebuah konstruksi baja, dengan total tonase sebesar 50 ton. Konstruksi tersebut menggunakan bermacam-macam material baja. Maka cara menghitung luas cat material baja, silahkan perhatikan contoh berikut:</p>
<p><strong>Contoh 1].</strong> Material baja WF 200x100x5,5&#215;8 dengan total panjang 120 meter. Maka luas bidang cat adalah = ((0,2&#215;2) + (0,1&#215;4)) x 120 = 96,0 M²</p>
<p><strong>Contoh 2].</strong> Material baja kanal U 100x50x5x7,5 sepanjang 60 meter. Luas permukaan cat adalah = ((0,1&#215;2) + (0,05&#215;4)) x 60 = 24,0 M²</p>
<p>Demikian anda lakukan perhitungan luas cat pada tiap jenis bahan. Hingga anda mengetahui luas total pengecatan. Kita misalkan totalnya adalah 3.500 M². Berati bila mengacu AHSP tadi, selanjutnya dapat kita ketahui total borongan:</p>
<ol>
<li>Upah kerja pengecatan = 3.500 M² x Rp 17.375,- = Rp 60.812.500,-</li>
<li>Bahan dan upah kerja = 3.500 M² x Rp 47.267,- = Rp 165.434.500,-</li>
</ol>
<h2><strong>Tata cara pembayaran pengecatan baja</strong></h2>
<p>Pembayaran pengecatan baja sistem borong tergantung kesepakatan antara dua belah pihak. Secara umum pada proyek baja. Untuk jenis borongan upah kerja, menerapkan pembayaran berdasarkan <a href="https://arsitekta.com/panduan-pengajuan-progres-pekerjaan-baja/">progres pekerjaan.</a> Sementara pembayaran pada borongan bahan dan upah kerja. Selain berdasarkan progres, juga dapat dengan cara termin. Penting anda ketahui, pengajuan pembayaran secara progres maupun termin tidak sulit. Karena item pekerjaan hanya satu, yaitu mengecat baja.</p>
<h3><strong>1.Pengajuaan pembayaran borongan berdasarkan progres</strong></h3>
<p>Setelah pekerjaan pengecatan berjalan. Anda berhak mengajukan pembayaran kepada pemberi pekerjaan. Syarat pengajuan pada umumnya menetapkan minimal progres sebesar 5%. Artinya ketika prestasi pengecatan mencapai ≥5%, maka seketika itu anda berhak mengajukan pembayaran. Walau durasi waktu tidak sampai 1 minggu. Contoh pengajuan pembayaran pengecatan baja sistem borong, seperti berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><em>Misalnya luas cat keseluruhan 3.500 M². Kemudian anda telah selesai mengecat 700 M². Atau setara dengan 20% dari total borongan upah. Berarti anda berhak mengajukan tagihan sebesar = 20% x Rp 60.812.500,- = Rp 12.081.500,-</em></p>
<h3><strong>2.Pengajuan pembayaran pengecatan dengan cara termin</strong></h3>
<p>Tata cara <a href="https://arsitekta.com/prosedur-pengajuan-termin-proyek-baja/">pembayaran sistem termin,</a> sebenarnya mirip dengan progres. Perbedaannya, progres dapat anda ajukan kapan saja dan syaratnya tergolong mudah. Sementara pembayaran dengan cara termin, anda wajib mencapai target terlebih dahulu. Sistem termin menerapkan pembayaran secara bertahap. Umunya ada 5 tahap. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda pelajari dalam tautan tersebut. Untuk itu kami tidak perlu menjabarkan secara luas.</p>
<p>Hanya mengingatkan mengingatkan kembali. Syarat pengajuan termin sangat berat. Khusunya bagi bas borong dengan modal pas-pasan. Itu sebabnya kami rekomendasikan borongan upah kerja. Belum lagi ketentuan mengenai masa pemeliharaan.</p>
<h2><strong>Masa pemeliharaan pekerjaan borongan cat</strong></h2>
<p>Retensi atau masa pemeliharaan tidak berlaku pada jenis borongan upah kerja. Jadi hanya untuk borongan bahan dan upah kerja. Adapun batas waktu pemeliharaan pengecatan baja adalah 2-3 bulan. Dan ketentuan selama masa pemeliharaan adalah:</p>
<ol>
<li>Anda wajib merawat dan memperbaiki cat apabila terjadi kerusakan,</li>
<li>Biaya-biaya yang timbul selama masa pemeliharaan adalah tanggungjawab bas borong.</li>
<li>Sebagai jaminan pemeliharaan. Pemberi pekerjaan akan menahan pembayaran sebesar 5% dari total borongan,</li>
<li>Pembayaran jaminan setelah masa pemeliharaan berakhir.</li>
</ol>
<h2><strong>Proses pengajuan contoh cat baja</strong></h2>
<p>Proses pengecatan baja sistem borong hulunya adalah pengajuan contoh bahan. Ketika bas borong cat menerima tugas dari pemberi pekerjaan. Bas borong wajib membangun komunikasi dengan pemberi pekerjaan. Jika anda bisa berinteraksi dengan baik, maka pasti pekerjaan akan lancar. Termasuk pada saat pengajuan contoh cat.</p>
<h3><strong>a. Mengajukan contoh cat baja kepada kontraktor</strong></h3>
<p>Sebelum pengecatan mulai, pemberi pekerjaan wajib mengetahui dan menyetujui spesifikasi cat. Untuk itu anda harus mengajukan contoh cat. Contoh komunikasi yang baik adalah mengajukan contoh pengecatan baja, beserta katalog dan brosur cat. Tak  jarang mereka juga meminta metode kerja. Hal tersebut juga wajib anda penuhi. Kami tambahkan, sebenarnya prosedur ini telah tertera dalam <a href="https://arsitekta.com/pahami-rencana-kerja-dan-syarat-syarat-rks-bangunan/">RKS proyek bangunan.</a> Hanya para bas borong sering lalai. Dan tidak mempelajari dokumen tersebut. Lalu beranggapan pemberi pekerjaan mengada-ada. Padahal tidak. Sesungguhnya mereka juga tengah menjalankan amanat yang tertulis.</p>
<h3><strong>b. Pengajuan sample cat kepada pemilik bangunan</strong></h3>
<p>Situasi pengajuan contoh bahan akan berbeda. Yaitu ketika pekerjaan anda dapatkan dari pemilik bangunan. Apalagi  <em>si-</em> pemilik tidak paham tentang bahan-bahan bangunan. Hal tersebut pantas kita maklumi, sebab <em>background</em> mereka bukan bidang bangunan. Beda dengan perusahaan kontraktor, yang didominasi oleh orang-orang teknik. Sehingga anda tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Mengenai spek atau teknis pelaksanaan cat. Tetapi cukup anda lengkapi syarat-syarat yang mereka inginkan. Pasti contoh cat segera mereka setujui.</p>
<p>Manakala mengajukan sample cat ke pemilik bangunan. Anda harus menerangkan apa kelebihan dan kekurangan cat. Bagaimana aturan pakainya, apa saja alat-alat yang anda gunakan dan seterusnya. Oleh sebab itu anda harus benar-benar menguasai tentang pengecatan baja. Dan menyampaikan dengan komunikasi yang baik. Dengan demikian pemilik bangunan bisa yakin. Kemudian menyetujui sample cat anda.</p>
<h2><strong>Eksistensi bas borong dalam satu pekerjaan bangunan</strong></h2>
<p>Penjelasan dalam artikel ini sengaja kami titik beratkan pada peran bas borong. Dengan harapan, agar anda semakin memahami eksistensi profesi ini. Pada dasarnya untuk setiap pekerjaan, tugas dan tanggungjawab bas borong sama. Pengecatan baja sistem borong seharunya sebagai contoh. Sehingga item-item pekerjaan bangunan lain juga berjalan sukses.</p>
<p>Pekerjaan borongan dan bas borong bagai pinang terbelah dua. Artinya bila ada pekerjaan yang anda borong, maka bas borong lah yang anda butuhkan. Bukan tukang!. Ini yang sering salah kaprah. Dan mengakibatkan terjadinya beberapa kasus dalam proyek. Misalnya pemborong melarikan diri.</p>
<p>Sesungguhnya kesalahan tersebut ada pada pemberi pekerjaan. Karena memilih orang yang salah, serta tergiur oleh harga borongan yang rendah. Oleh sebab itu jangan mudah percaya dan menetapkan seseorang menjadi bas borong. Melainkan buktikan terlebih dahulu. Barometernya telah kami uraikan dalam artikel ini.</p>
<h2><strong>[Penutup] Kewajiban pajak bas borong </strong></h2>
<p>Pengecatan baja sistem borong tidak terlepas dari kewajiban pajak. Walau borongan anda sebatas upah kerja <em>(cost and fee).</em> Anda memiliki kewajiban pajak. Yaitu Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 3% dari jumlah borongan. Maka biaya untuk itu harus anda perhitungkan saat menyusun harga satuan.</p>
<p>Sedikit berbeda dengan borongan upah kerja. Borongan bahan dan tenaga <em>(lump sum) </em>memiliki 2 kewajiban pajak, yaitu PPh dan <a href="https://klikpajak.id/blog/pajak-bisnis/pajak-pertambahan-nilai-ppn/#:~:text=Pajak%20Pertambahan%20Nilai)-,a.,Impor%20Barang%20Kena%20Pajak.">Pajak Pertambahan nilai (PPn)</a> sebesar 10%, sehingga totalnya menjadi 13%. Penting anda pahami. Biaya PPn sebenarnya berasal dari pemberi pekerjaan. Namun karena pembayaran melalui bas borong, maka pajak tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab.</p>
<p>Kewajiban pajak bas borong berlaku untuk semua jenis pekerjaan. Jadi tidak hanya untuk pekerjaan pengecatan baja. Profesionalitas bas borong akan teruji dari pemahamannya tentang pajak. Itu sebabnya kami sebutkan sebelumnya, bahwa bas borong tidak sama dengan mandor.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">Pengecatan Baja Sistem Borong Teknisnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Pelaksanaan Finishing Cat Yang Benar dan Tepat</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 13:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[cara pelaksanaan finishing]]></category>
		<category><![CDATA[cat anti karat]]></category>
		<category><![CDATA[cat baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat dasar baja]]></category>
		<category><![CDATA[cat finishing]]></category>
		<category><![CDATA[cat finishing yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[finishing baja yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[finishing cat]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan finishing cat]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara pelaksanaan finishing cat material baja bermacam-macam. Tergantung lokasi pengecatan, serta situasi dan kondisi material. Ada banyak orang tidak menyadari hal ini, sehingga menerapkan metode yang sama pada semua material baja. Akhirnya hasil pengecatan kurang berkualitas. Padahal biaya pelaksanaan pekerjaan ini tergolong tinggi. Persiapan awal pra pelaksanaan finishing cat Sebelum melaksanakan suatu pekerjaan, kita wajib [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">Cara Pelaksanaan Finishing Cat Yang Benar dan Tepat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cara pelaksanaan finishing cat material baja bermacam-macam. Tergantung lokasi pengecatan, serta situasi dan kondisi material. Ada banyak orang tidak menyadari hal ini, sehingga menerapkan metode yang sama pada semua material baja. Akhirnya hasil pengecatan kurang berkualitas. Padahal biaya pelaksanaan pekerjaan ini tergolong tinggi.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2678 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-finishing-cat-setelah-pemasangan-rangka-baja-300x169.jpg" alt="Pekerjaan finishing cat berlangsung setelah konstruksi baja terpasang" width="300" height="169" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-finishing-cat-setelah-pemasangan-rangka-baja-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Pekerjaan-finishing-cat-setelah-pemasangan-rangka-baja.jpg 368w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Persiapan awal pra pelaksanaan finishing cat</strong></h2>
<p>Sebelum melaksanakan suatu pekerjaan, kita wajib melakukan beberapa persiapan. Begitu juga untuk pekerjaan cat finishing baja. Persiapan awal pada pekerjaan ini, nyaris sama ketika hendak melaksanakan pengecatan dasar (primer). Alat kerja pengecatan sama. Jenis bahan pengencer juga sama, yaitu <em>thinner</em>. Begitu juga metode pengecatan, secara manual atau semprot<em>.</em> Pilihan itu tergantung kesepakatan anda dengan pemilik konstruksi.</p>
<p>Singkatnya, persiapan khusus untuk pelaksanaan finishing cat baja, sebenarnya tidak ada. Sebabnya pengecatan akhir ini merupakan kelanjutan dari cat dasar. Jadi apa yang anda persiapkan sewaktu pelaksanaan cat dasar, itu juga yang anda lakukan untuk pelaksanaan finishing. Yang membedakan dua tahap pengecatan ini adalah jenis/bahan cat.</p>
<h2><strong>Cat finishing konstruksi baja yang berkualitas</strong></h2>
<p>Jenis cat finishing yang tepat, untuk konstruksi baja adalah Alkyd Sintetik. Atau lebih terkenal dengan istilah cat sintetik. Sebenarnya ada 4 varian lain, selain cat sintetik yaitu: 1].Cat duco, 2].Cat efek, 3].Cat alumunium dan, 4].Cat epoxy.</p>
<p>Cat sintetik memiliki banyak pilihan warna. Jenis ini juga cocok untuk <a href="https://arsitekta.com/tampilan-interior-gudang-yang-minimalis-seperti-ini/">tampilan interior</a> maupun eksterior. Tetapi supaya jangan salah, karena menentukan merek cat yang bermutu tidak mudah. Untuk itu anda harus pahami kriteria cat finishing yang berkualitas berikut ini:</p>
<ol>
<li>Tidak bau (beraroma segar),</li>
<li>Cepat kering,</li>
<li>Daya sebar luas</li>
<li>Daya lekat kuat</li>
<li>Tampilan halus dan mengkilap</li>
<li>Tidak mengandung timbal dan merkuri,</li>
<li>Anti <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri">bakteri</a>, jamur dan ganggang.</li>
<li>Tidak cepat pudar,</li>
<li>Tahan cuaca,</li>
<li>Mudah dibersihkan.</li>
</ol>
<p>Dari 10 macam kriteria tersebut, kriteria pertama hingga ke-5 seketika dapat anda buktikan, yaitu pada saat pelaksanaan finishing cat. Namun kriteria untuk nomor 6 sampai 10, membutuhkan beberapa waktu setelah pengecatan. Untuk memastikan hasil pengecatan berkualitas, anda harus menguasai tata cara pelaksanaan finishing cat yang benar. Mutu cat baik atau tidak juga terpengaruh oleh metode kerja. Jadi tidak cukup mengandalkan merek yang telah populer.</p>
<h2><strong>Lokasi pengerjaan cat finishing material baja</strong></h2>
<p>Workshop adalah satu bangunan yang berguna sebagai tempat pelaksanaan pengerjaan konstruksi baja. Tempat ini lengkap dengan perkakas kerja konstruksi, mulai dari alat memotong, membuat lubang, mengelas dan seterusnya. Workshop dan Proyek adalah 2 jenis lokasi untuk melakukan pengecatan baja. Masing-masing lokasi ini menyiratkan situasi dan kondisi material baja. Apabila pengecatan berlangsung dalam workshop, tandanya kemungkinan besar material baja dalam kondisi baru. Walaupun demikian tidak mustahil material baja sudah bekas.</p>
<p>Sementara jika pelaksanaan cat berlangsung pada proyek. Hal ini menandakan kemungkinan besar material baja sudah bekas. Tetapi mungkin juga material tersebut dalam kondisi baru, walau peluangnya kecil. Yang pasti walaupun pengecatan berlangsung pada workshop atau proyek, kondisi material baru atau bekas, wajib mengantisipasi <a href="https://arsitekta.com/terjadinya-karat-pada-baja-konstruksi-faktornya-ini/">terjadinya karat pada baja</a>.</p>
<p>Lokasi pengecatan baja paling tepat adalah workshop, sehingga material baja terhindar dari panas, hujan, abu/kotoran serta udara lembab. Namun karena kondisi material adalah bekas, maka pengecatan terpaksa pada proyek. Pengecatan baja yang bekas, pada umumnya terjadi pada 2 situasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Material baja belum terpasang. Yang berarti pengecatan anda lakukan ada ruang terbuka.</li>
<li>Konstruksi baja telah berdiri (bangunan sudah jadi).</li>
</ol>
<p>Integrasi lokasi pengerjaan cat dengan situasi dan kondisi material baja, silahkan anda perhatikan dalam diagram.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2677 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-lokasi-pengecatan-dengan-situasi-dan-kondisi-material-baja-konstruksi-300x242.jpg" alt="Integrasi antara lokasi pengecatan dengan situasi dan kondisi material baja" width="300" height="242" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-lokasi-pengecatan-dengan-situasi-dan-kondisi-material-baja-konstruksi-300x242.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Diagram-lokasi-pengecatan-dengan-situasi-dan-kondisi-material-baja-konstruksi.jpg 436w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Metode kerja finishing cat material baja yang baru</strong></h2>
<p>Cara pelaksanaan finishing cat pada material baja yang baru, berbeda dengan yang telah bekas. Cara paling tepat mem-<em>finishing</em> material baja baru adalah:</p>
<ol>
<li>Pastikan lapisan cat dasar telah mengering. Finishing cat sebaiknya anda lakukan minimal 1&#215;24 jam setelah pengecatan dasar.</li>
<li>Bersihkan permukaan bahan dari debu/air, sehingga lapisan cat dasar terlihat sempurna,</li>
<li>Pastikan landasan material kokoh dan profil baja terletak dengan sempurna,</li>
<li>Tambahkan pengencer <em>(thinner)</em> sebanyak 5-10% kedalam kaleng cat sintetik. Kemudian aduk secara merata.</li>
<li>Aplikasikan cat finishing lebih dahulu pada sudut-sudut profil baja. Yakni dengan memakai kuas berukuran 2-2,5 inci.</li>
<li>Lakukan pengecatan dengan kuas rol, pada setiap permukaan baja yang lebar. Tetapi bila permukaan profil baja sempit, maka tetap menggunakan kuas keci.</li>
<li>Tebal cat finishing baja umumnya antara 50-75 <a href="https://lektur.id/arti-mikron/">mikron</a>. Ketentuan tebal cat tergantung perjanjian dalam kontrak kerja, atau <a href="https://arsitekta.com/eksistensi-rks-proyek-bangunan-pada-proses-konstruksi/">RKS proyek baja</a>. Silahkan anda sesuaikan.</li>
<li>Pastikan kode batang tetap terlihat dengan jelas, agar pemasangan komponen rangka baja berjalan lancar.</li>
<li>Kembali kelompokkan material sesuai kode batang. Apabila pengecatan telah selesai.</li>
</ol>
<p>Untuk mendapatkan hasil finishing yang terbaik, kami merekomendasikan agar pengecatan anda lakukan 2 kali. Misalnya bila tebal cat adalah 75 mikron, maka pengecatan pertama anda lakukan dengan ketebalan 50 mikron. Dan yang kedua juga 25 mikron. Adapun jeda waktu masing-masing pengecatan minimal 8 jam.</p>
<h2><strong>Kendala mengecat konstruksi baja yang lama</strong></h2>
<p>Mengecat ulang material lama (bekas) akan mengalami kendala. Kendala tersebut berasal dari internal, maupun eksternal bahan, antara lain:</p>
<ol>
<li>Lapisan cat telah pudar, sehingga mengakibatkan material korosi.</li>
<li>Ketebalan cat tidak merata.</li>
<li>Terdapat <em>mill scale</em> dan <em>tack weld</em> pada material,</li>
<li>Material baja berdebu/kotor.</li>
</ol>
<p>Tujuan mengetahui kendala-kendala tersebut, adalah guna menemukan cara pelaksanaan finishing cat secara tepat. Setiap kendala wajib dengan penanganan khusus. Dan peralatan yang anda gunakan pun pasti berbeda. Seperti kami sebutkan pada awal. Persiapan khusus untuk pelaksanaan finishing cat memang tidak ada. Tetapi untuk pengecatan ulang konstruksi baja yang lama, tentu kita membutuhkan peralatan tambahan yaitu:</p>
<ol>
<li><a href="https://arsitekta.com/mesin-gerinda-panduan-penggunaan-alat-untuk-kerja-baja/">Mesin gerinda</a> tangan,</li>
<li>Scafolding atau perancah,</li>
<li>Helm kerja,</li>
<li>Safty belt,</li>
<li>Kaca mata,</li>
</ol>
<h2><strong>Prosedur pengecatan ulang konstruksi lama</strong></h2>
<p>Tidak dapat kita sangkal, tampilan cat kontruksi baja semakin lama akan pudar. Sehingga perlu melakukan pengecatan ulang. Pengecatan ulang dapat anda lakukan dengan menggunakan cat primer atau cat akhir. Namun rekomendasi kami, sebaiknya langsung cat finishing saja. Sebab cara pelaksanaannya hampir sama. Jadi dengan menggunakan cat finishing, maka tampilan konstruksi anda benar-benar baru.</p>
<p>Mengecat ulang konstruksi artinya memperbaharui tampilan konstruksi yang lama, dalam posisi konstruksi telah terpasang (berdiri), dengan memberi lapisan cat dasar atau finishing pada permukaan material baja. Untuk melaksanakan pekerjaan ini, harus oleh tukang yang profesional sebab akan bekerja pada ketinggian.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2676 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Tampilan-gudang-setelah-pengecatan-finishing-300x211.jpg" alt="Artikel membahas mengenai cara pelaksanaan finishing cat pada konstruksi baja yang benar dan tepat" width="300" height="211" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Tampilan-gudang-setelah-pengecatan-finishing-300x211.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/04/Tampilan-gudang-setelah-pengecatan-finishing.jpg 471w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Cara pelaksanaan finishing cat konstruksi baja lama dan posisi sudah berdiri adalah:</p>
<h3><strong>Tahap 1]. Pemasangan alat bantu kerja </strong></h3>
<p>Pertama wajib anda ketahui. Melakukan pengecatan ulang konstruksi, sebaiknya anda mulai dari komponen/rangka baja yang paling tinggi. Kemudian pada rangka yang lebih rendah. Hal ini bertujuan agar material yang telah mendapat lapisan cat finishing tidak kotor kembali. Agar pengecatan pada posisi yang tinggi daapt terlaksana, berarti anda harus memasang <em>scafolding.</em> Adapun tips memasang alat bantu kerja ini, antara lain:</p>
<ol>
<li>Pastikan bangunan dalam keadaan kosong.</li>
<li>Lapisi lantai bangunan dengan menggunakan terpal/tenda, sehingga selama pengecatan tidak rusak.</li>
<li>Pasang perancah satu persatu, hingga mencapai ketinggian yang anda kehendaki,</li>
<li>Roda perancah tidak perlu terpasang, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja,</li>
<li>Pasangkan landasan (ampalan) pada puncak scafolding. Yang berguna sebagai pijakan, saat anda melakukan pengecatan.</li>
<li>Setelah ketinggian perancah telah cukup. Kemudian ikatkan dengan komponen/rangka baja, agar tidak goyang/bergeser.</li>
</ol>
<h3><strong>Tahap 2]. Cara membersihkan rangka baja </strong></h3>
<p>Pertama anda harus identifikasi apa jenis kotoran yang menempel pada material. Pada umumnya konstruksi baja yang telah lama berdiri, kotoran yang menempel adalah debu. Debu inilah yang mengakibatkan material baja berkarat. Untuk membersihkan debu dan korosi pada material baja, cara yang benar adalah dengan langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Siram baja dengan air secukupnya dan segera keringkan dengan kain lap,</li>
<li>Setelah permukaan baja kering, maka anda dapat melihat apakah baja mengalami korosi atau tidak.</li>
<li>Apabila baja berkarat, maka harus anda bersihkan dengan sikat kawat. Dan bila hasilnya tidak maksimal, gunakanlah mesin gerinda tangan.</li>
<li>Setelah membersihkan korosi. Selanjutnya anda ulangi langkah 1.</li>
</ol>
<h3><strong>Tahap 3]. Pelaksanaan finishing cat ulang</strong></h3>
<p>Cara melaksanakan finishing cat pada rangka baja yang telah berdiri, harus mempertimbangkan kondisi lapisan cat dasar. Bilamana lapisan cat dasar baja telah tiada, maka harus melakukan mengecat dasar terlebih dahulu. Setelah itu anda baru melakukan pengecatan akhir. <a href="https://arsitekta.com/metode-pelaksanaan-cat-dasar-baja/">Metode pelaksanaan cat dasar</a> telah kami jabarkan sebelumnya. Silahkan anda laksanakan pengecatan ulang konstruksi lama, sesuai proses yang kami uraikan dalam artikel tersebut.</p>
<p>Sedangkan untuk lapisan finishing, prosedurnya sama dengan material baja yang baru. Jadi secara teknis, walau posisi pengecatan berada pada ketinggian, namun metode kerja finishing cat adalah sama. Silahkan terapkan pada rangka baja.</p>
<h2><strong>Tips menjaga tampilan cat baja tetap bagus</strong></h2>
<p>Menjaga hasil pengecatan agar tetap bagus adalah tanggungjawab tukang. Hingga pekerjaan pengecatan anda serahkan kepada pemilik bangunan atau kontraktor, maka seluruh kerusakan cat menjadi tanggungjawab anda. Resiko ini tidak terlepas dari tata cara pelaksanaan finishing cat. Sebab potensi kerusakan tampilan cat baja, banyak terjadi ketika pengecatan, atau setelah pengecatan. Untuk menghindari hal-hal tersebut, langkah antisipasi adalah dengan tips-tips berikut:</p>
<ol>
<li>Gunakan landasan untuk menumpuk material baja, yang terbuat dari kayu atau bambu. Karena karakteristik bahan-bahan ini lebih lembut, sehingga tidak menimbulkan goresan pada cat.</li>
<li>Landasan berguna untuk setiap tumpukan baja. Contohnya antara lapis pertama dan kedua, maka anda harus menggunakan kayu atau bambu.</li>
<li>Setelah pengecatan selesai, material baja segera tutup dengan plastik. Walau berada pada ruang tertutup (workshop), material baja yang baru selesai anda cat harus tertutup.</li>
<li>Pada waktu pengiriman material ke proyek, landasan maupun tutup plastik tetap ada. Jadi bukan pada saat pelaksanaan pengecatan saja.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Eksistensi cat finishing kontruksi baja</strong></h2>
<p>Sebenarnya pengerjaan cat sifatnya berkesinambungan. Jadi tidak cukup sekali untuk selamanya. Mungkin saja setelah beberapa tahun, anda terpaksa melaksanakan pengecatan kembali. Terutama bila konstruksi berada pada daerah, yang beriklim lembab.  Untuk itu tata cara pelaksanaan finishing cat, wajib terencana secara matang.</p>
<p>Rahasia tentang cara pelaksanaan finishing cat material baja telah kami jabarkan. Semoga dapat anda terapkan dengan baik, sesuai situasi dan kondisi material baja. Sehingga kualitas pengecatan lebih bagus, dan anggaran yang anda keluarkan tidak sia-sia.</p>
<p>Tampilan cat finishing konstruksi baja, baik atau tidak, sebenarnya tergantung mutu cat dasar. Faktanya, <strong><em>“cat finishing baja tampil bagus, apabila cat dasar juga bagus”</em></strong><em>.</em>  Jadi apabila anda ragu pada kualitas cat dasar, maka percuma anda melaksanakan pengecatan finishing. Karena akan berdampak pada biaya, padahal hasilnya tidak memuaskan. Untuk itu kami sarankan anda tetap mengutamakan <a href="https://arsitekta.com/manfaat-cat-anti-karat-yang-sesungguhnya/">anti karat</a>.</p>
<p>Tetapi penting anda pahami, bukan berarti kami menganjurkan agar meniadakan cat finishing. Namun justru sebaliknya. Cat finishing pada konstruksi baja adalah wajib. Anda dapat melaksanakannya secara bertahap, bahkan sekalipun konstruksi sudah terpasang. Finishing cat wajib pada material baja yang baru maupun bekas (material lama). Dapat anda lakukan pada workshop ataupun proyek. Dan paling penting adalah sesuai cara pelaksanaan finishing cat baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">Cara Pelaksanaan Finishing Cat Yang Benar dan Tepat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
