<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baja CNP Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/baja-cnp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-cnp/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Apr 2024 11:29:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>baja CNP Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/baja-cnp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Plat Landas Untuk Tiang Baja CNP Dan Besi Holow [Part 4 of 4]</title>
		<link>https://arsitekta.com/plendes-untuk-tiang-baja-cnp-double-dan-besi-holow/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 13:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[base plat kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[besi holow]]></category>
		<category><![CDATA[CNP double]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ditinjau dari karakteristiknya, tiang baja CNP dan besi holow (stal kotak) memiliki beberapa persamaan. Antara lain tidak digunakan untuk konstruksi berat, profil baja relatif tipis, dan proses pengerjaan sangat praktis. &#160; Pengertian tiang baja dan ragam ukuran Tiang baja/besi adalah sebuah konstruksi bangunan yang bersifat non struktur, dan terpasang secara vertikal pada sebuah tumpuan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plendes-untuk-tiang-baja-cnp-double-dan-besi-holow/">Plat Landas Untuk Tiang Baja CNP Dan Besi Holow [Part 4 of 4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ditinjau dari karakteristiknya, tiang baja CNP dan besi holow (stal kotak) memiliki beberapa persamaan. Antara lain tidak digunakan untuk konstruksi berat, profil baja relatif tipis, dan proses pengerjaan sangat praktis.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3592" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg" alt="Berbagai macam kegunaan besi CNP double pada bangunan. Salah satunya untuk Kuda-kuda." width="450" height="246" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Pengertian tiang baja dan ragam ukuran</h2>
<p>Tiang baja/besi adalah sebuah konstruksi bangunan yang bersifat non struktur, dan terpasang secara vertikal pada sebuah tumpuan yang terbuat dari beton.</p>
<p>Karena sifatnya tidak untuk konstruksi berat (memikul beban yang besar), maka hampir semua ukuran baja profil CNP dapat digunakan sebagai tiang kolom. Demikian juga dengan besi holow.</p>
<p>Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah fungsi dan letak pemasangan tiang baja CNP dan besi holow tersebut. Jika digunakan pada <a href="https://arsitekta.com/contoh-kanopi-penghubung-bangunan-yang-cantik-dan-minimalis/" target="_blank" rel="noopener">kanopi</a> teras, atau penghubung bangunan. Berarti ukuran yang ideal adalah 2CNP 100; 2CNP 125 dan 2CNP 150.</p>
<p>Bilamana material yang digunakan adalah terbuat dari besi holow. Maka untuk tiang kanopi tersebut yang paling cocok adalah ukuran 60&#215;60; 60&#215;80; 80&#215;100 dan 100&#215;100 mm.</p>
<h2>Tebal landasan tiang baja 2CNP dan holow</h2>
<p>2CNP artinya sama dengan CNP double. Yaitu 2 buah material besi CNP yang berukuran sama, dan dijadikan menjadi satu kesatuan pada saat pemasangan.</p>
<p>Istilah ini juga sering ditujukan pada material <a href="https://arsitekta.com/plendes-untuk-kolom-besi-unp/">besi UNP</a>, yang digunakan sebagai tiang atau balok. Namun tidak pernah ditujukan pada besi holow.</p>
<p>Material plat landas (plendes) yang ideal untuk tiang baja CNP dan holow adalah plat tebal (T)= 4 dan 6 mm. 2 plat baja lembaran ini telah memenuhi syarat, karena lebih tebal dibanding baja profil CNP, maupun besi holow.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, material besi CNP yang paling tebal adalah 3,2 mm. Sementara besi holow adalah 4,5 mm. Oleh sebab itu tanpa menggunakan rumus pun, Anda boleh memutuskan material yang akan digunakan.</p>
<h3>a. Ukuran plendes untuk CNP</h3>
<p>Ketika 2 buah besi CNP dijadikan menjadi satu kesatuan, bentuk penampang kedua material tersebut menjadi kotak. Menyerupai gambar besi UNP double berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Model-sambungan-kolom-UNP-double.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4049" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Model-sambungan-kolom-UNP-double.png" alt="Letak pemasangan komponen pada kolom UNP double" width="500" height="343" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Model-sambungan-kolom-UNP-double.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Model-sambungan-kolom-UNP-double-300x206.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, cara menentukan ukuran plendes pada tiang baja CNP juga mirip dengan tiang kolom UNP. Yaitu berdasarkan Tinggi (T) dan Lebar (L) profil baja CNP.</p>
<p>Contoh CNP 150x65x20x3,2 mm.<br />
T = 150 mm<br />
L = 65 mm</p>
<p>Maka ukuran plendes ditentukan dengan rumus:<br />
<strong>= (2 x T) x (4 x L)</strong><br />
= (2 x 150) x (4 x 65) = 300 x 260 mm</p>
<p>Rumus ini berlaku untuk semua ukuran baja profil CNP. Misal tiang kolom terbuat dari baja 2CNP 200x75x20x2,8</p>
<p>mm. Maka, ukuran plat landas adalah:<br />
= (2 x 200) x (4 x 75)<br />
= 400 x 300 mm</p>
<h3>b. Ukuran plat landas pada tiang besi holow</h3>
<p>Rumus:<br />
<strong>= (2 x L) x (2 x T)</strong></p>
<p>Contoh #1: kolom besi holow 80&#215;100. Ukuran plat landas adalah:<br />
= (2 x 80) x (2 x 100)<br />
= 160 x 200 mm</p>
<p>Contoh #2: kolom besi holow 60&#215;80. Ukuran plat landas adalah:<br />
= (2 x 60) x (2 x 80)<br />
= 120 x 160 mm</p>
<h3>c. Ukuran angkur baja dan spesifikasi bahan</h3>
<p>Mengingat fungsi tiang kolom baja CNP dan besi holow bukan untuk pekerjaan struktural. Melainkan termasuk dalam kategori pekerjaan finishing (arsitektural). Maka jenis angkur baut yang digunakan cukup variable.</p>
<p>Variabel disini artinya tidak hanya angkur yang terbuat dari besi beton. Tetapi, bisa juga angkur baut yang sudah jadi dari pabrik. Misalnya dinabolt, chemical bolt, atau fisher.</p>
<p>Kembali pada contoh kasus sebelumnya. Jika kolom baja digunakan untuk membuat kanopi. Maka jenis angkur yang digunakan pada umumnya adalah dinabolt M12, atau M16. Namun demikian tidak menutup kemungkinan tetap menggunakan angkur baut biasa (besi beton).</p>
<p>Penggunaan angkur baut biasa pada tiang kolom baja 2CNP, maupun pada tiang kolom besi holow umumnya dilakukan bukan karena hal-hal teknis. Tetapi karena pertimbangan anggaran biaya yang sangat mencukupi.</p>
<h2>Perbandingan antara kolom baja CNP dan kolom besi holow</h2>
<p>Dari segi kekuatan tentu kolom baja 2CNP jauh lebih kokoh dibanding kolom besi holow. Karena terbuat dari 2 buah material rekayasa.</p>
<p>Sementara itu dari segi estetika. Pasti tiang kolom besi holow lebih cantik. Sebab permukaan material mulus dan rata. Selain itu, tidak terdapat bekas las pada batang sebagaimana pada tiang kolom CNP.</p>
<p>Terakhir dari segi kemudahan pabrikasi. Tiang kolom besi holow jauh lebih cepat. Sebab sama sekali tidak melakukan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perekayasaan">rekayasa</a> pada material.</p>
<p>Karena 3 hal tersebut secara langsung berdampak pada biaya pemasangan. Sehingga dipastikan biaya pemasangan kolom baja CNP lebih mahal, dibanding kolom besi holow.</p>
<h2>[Penutup] Persamaan baja CNP dan stal kotak</h2>
<p>Seperti yang telah Saya ulas diatas. Sekalipun baja CNP dan besi holow memiliki beberapa perbedaan. Khususnya ketika digunakan untuk membuat tiang kolom. Namun dalam hal penentuan material plat landas dan angkur sebanrnya sangat mirip.</p>
<p>Dimensi material plat landas yang diterapkan pada kolom baja CNP, dapat pula Anda tetapkan pada kolom besi holow/stal kotak. Demikian pula mengenai jenis angkur yang akan digunakan.</p>
<p>Artinya ketika Anda telah menentukan salah tebal plat baja yang akan Anda gunakan pada plendes CNP double, serta merta material tersebut telah memenuhi syarat untuk Anda gunakan pada material besi stal kotak. Dan sebaliknya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/plendes-untuk-tiang-baja-cnp-double-dan-besi-holow/">Plat Landas Untuk Tiang Baja CNP Dan Besi Holow [Part 4 of 4]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Varian Ukuran Baja CNP Dan Nasib Material yang Tidak Populer Saat Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2023 13:16:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[Ukuran besi CNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, entah dengan dasar apa menciptakan material CNP dengan berbagai macam pilihan ukuran. Padahal saat ini banyak diantara material tersebut yang tidak terpakai. Dan, tidak mustahil lambat laun akan lenyap dari peredaran. Menjadi pertanyaan adalah tentang nasib ukuran baja CNP yang tidak populer tersebut?. Dan, apa saja jenis-jenisnya?. Kemudian adakah upaya yang bisa kita lakukan?. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/">Varian Ukuran Baja CNP Dan Nasib Material yang Tidak Populer Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya, entah dengan dasar apa menciptakan material CNP dengan berbagai macam pilihan ukuran. Padahal saat ini banyak diantara material tersebut yang tidak terpakai. Dan, tidak mustahil lambat laun akan lenyap dari peredaran. Menjadi pertanyaan adalah tentang nasib ukuran baja CNP yang tidak populer tersebut?. Dan, apa saja jenis-jenisnya?. Kemudian adakah upaya yang bisa kita lakukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4768" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg" alt="Penampakan tiang kolom baja WF yang tinggi, lengkap dengan balok dan kuda-kuda baja kastela" width="448" height="328" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga dengan artikel ini membuka wawasan kita semua tentang esensi material baja yang beragam. Serta fakta-fata tentang berbagai macam ukuran/jenis material yang mulai jarang digunakan. Hal ini secara tidak langsung tentu merugikan kita semua. Karena semakin sedikit pilihan material baja yang bisa kita gunakan untuk bahan bangunan.</p>
<h2>Kelompok ukuran baja profil CNP</h2>
<p>Secara keseluruhan ukuran baja profil CNP dapat di kelompokan menjadi 7, yakni: CNP 60; CNP 70; 75; 100, 125, 150 dan CNP 200. Ukuran itu semua adalah menjelaskan tentang tinggi profil (H). Dengan satuan milimeter.</p>
<p>Lalu, ada pula kelompok ukuran yang menjelaskan tentang lebar (B) material CNP. Terdiri dari 6 macam. Yaitu lebar 30; 35; 45, 50, 65 dan 75 mm.</p>
<p>Lebar profil 30 mm, hanya ditemui pada besi CNP 60. Lalu, lebar 35 dan 45 mm juga hanya ditemui pada baja CNP 75. Sementara lebar 75 adalah khusus pada profil CNP 200. Sedangkan lebar 50, dan 65 mm. Ada pada material CNP 100; 125; dan 150.</p>
<p>Masih terdapat lagi ragam ukuran yang lain. Yaitu tebal (t) besi CNP. Menurut tabel resmi ada sebanyak 10 macam. Antara lain tebal: 1,2: 1,4; 1,6; 1,8 mm; 2,0; 2,3; 2,6; 2,8; 3,0 mm, dan 3,2 mm.</p>
<p>Jadi, jika digabung seluruh varian ukuran baja CNP adalah sebanyak:<br />
= 7 + 6 + 10<br />
= 22 macam.</p>
<h2>Nasib material CNP yang tidak populer</h2>
<p>Sejauh pemahaman, dan pengalaman kami selama merancang, dan melaksanakan pekerjaan konstruksi baja. Dari sekian banyak jenis-jenis dimensi material besi CNP, hanya 6 macam yang sering digunakan sebagai bahan bangunan.</p>
<p>Lebih jelas jenis material yang dimaksud, silahkan Anda baca di <a href="https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">artikel</a> ini. Lalu wajar kan, kalau kita mempertanyakan nasib material CNP yang lain?. Apakah ukuran baja CNP tersebut masih dipertahankan. Dalam arti tetap di produksi pabrik. Atau, sudah lenyap dari peredaran?. Kalau kalau sudah tidak di produksi. Bukankan sebaiknya tabel baja. Khususnya profil CNP perlu di perbaharui?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Gording-besi-CNP-yang-tidak-sempurna.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4909" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/08/Gording-besi-CNP-yang-tidak-sempurna.png" alt="Contoh pemasangan gording baja CNP yang tidak sempurna" width="264" height="175" /></a></p>
<h3>1. Contoh kasus ketersediaan material baja</h3>
<p>Saya sendiri sering menemui pertanyaan klien, yang berkaitan dengan keberadaan material baja. Bukan jenis CNP, tapi secara umum. Termasuk baja WF yang terkenal paling popular diantara segala jenis baja profil. Toh, turut mengalami dampaknya.</p>
<p>Kasus dengan klien demikian. Sang klien, awalnya berusaha memilih sendiri material yang hendak Dia pakai. Dengan mengacu pada tabel baja. Kemudian ketika konsultasi dengan saya. Ternyata ukuran baja CNP yang dipilih sudah tidak ready.</p>
<p>Solusi atas kejadian tersebut, umumnya saya memberi 2 pilihan. Pertama, tetap memakai profil baja CNP, dengan catatan ukuran yang lebih besar. Atau, mencari material baja pengganti. Dengan pertimbangan berat material pengganti seimbang.dengan besi CNP yang Dia pilih.</p>
<h3>2. Material baja CNP yang tidak favorit dan penyebab</h3>
<p>Semenjak saya terjun ke dunia konstruksi baja. Tepatnya bulan Januari 1996. Tidak lagi menemukan CNP 60x30x1,2 mm. Atau, CNP 60x30x1,4 mm. Yang berarti material ini kemungkinan besar tidak produksi lagi. Jauh sebelum tahun tersebut.</p>
<p>Demikian pula CNP 70. Sampai saat ini tidak pernah saya gunakan. Sehingga tidak tahu persis bagaimana wujudnya. Apakah sama dengam baja CNP biasa, atau memiliki ciri khas yang lain.</p>
<p>Sedangkan ukuran baja CNP 75 saat ini tergolong masih eksis. Dan, banyak digunakan untuk <a href="https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-pagar-yang-terbaik/">pagar</a>, serta rangka dinding dan pekerjaan-pekerjaan arsitektural lainnya. Tapi, hanya 1 macam. Yaitu CNP 75x45x1,8 mm. Ukuran yang lain sudah tidak ready stok. Sehingga untuk memperoleh material tersebut harus melalui pesanan khusus.</p>
<p>Adapun penyebab sebagian besar material baja tidak bertahan, adalah disebabkan oleh sesama material baja profil. Yakni besi holow. Atau, sering disebut stal kotak. Selain kalah dalam hal bentuk, juga dari segi kekuatan beda jauh.</p>
<p>Bentuk profil besi CNP terbuka. Sementara besi holow kotak persegi, dan persegi panjang. Otomatis besi holow lebih kokoh ketika digunakan sebagai bahan konstruksi. Karena kemungkinan melintir sangat kecil.</p>
<p>Oleh sebab itu, ketika di perhadapkan pada ukuran yang relatif sama. Misalnya antara CNP 75&#215;45 dengan besi holow 40&#215;80. Pasti orang yang sudah pengalaman akan memilih besi holow.</p>
<p>Demikian pula pada kasus yang lain. Misal ukuran besi CNP 100&#215;50. Ketika Anda hendak membuat tiang kolom. Pasti Anda mencari material baja yang lain bukan?. Sebab besi CNP tidak cocok untuk kolom baja.</p>
<h3>3. Fakta dan solusi terbaik saat ini</h3>
<p>Berdasarkan buku tabel baja yang kami punya. Setidaknya 44 macam ukuran material CNP. Ukuran ini sudah termasuk kombinasi antara tinggi, lebar, maupun tebal profil CNP. Namun yang sering digunakan tidak sampai 15%.</p>
<p>Artinya saat ini terdapat sekitar 35 jenis material CNP yang tidak jelas keberadaannya. Apakah masih siap produksi. Atau, jangan-jangan pabrik baja sudah memberhentikan.</p>
<p>Miris sekali teman-teman. Selama ini kita disuguhi banyak jenis material baja profil. Melalui buku <a href="https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-literatur-dan-jenis-jenisnya-untuk-dijadikan-rujukan-1xTjJoHCfIF">literatur</a>, dan bacaan-bacaan di internet. Ternyata sebagian besar ukuran besi CNP tersebut hanya diatas kertas. Tapi, bentuk material yang sebenarnya tidak pernah terlihat.</p>
<p>Solusi yang terbaik menurut hemat saya adalah membaharui daftar jenis, dan ukuran material baja sesuai dengan keberadaannya sekarang. Kalau memang tidak produksi lagi. Sebaiknya hapus dari daftar.</p>
<p>Pun, kalau ditemui jenis ukuran material yang baru. Dimana sebelumnya tidak terdapat dalam tabel baja. Maka ukuran tersebut segera dimasukkan dalam tabel baja yang baru.</p>
<p>Pembaharuan ini sifatnya urgen. Mengingat pentingnya informasi yang akurat tersampaikan kepada masyarakat. Supaya tidak ada lagi kebimbangan ketika memilih ukuran besi CNP, serta material-material yang lain.</p>
<h2>[Penutup] Upaya jasa konstruksi baja dan arsitek</h2>
<p>Guna mempertahankan eksistensi baja CNP dari kepunahan. Jasa konstruksi baja juga punya andil yang besar. Contoh pada saat menentukan jenis material yang hendak digunakan untuk bahan konstruksi. Sebaiknya material yang menyerupai huruf C ini selalu dipakai. Minimal 1 jenis ukuran.</p>
<p>Demikian pula <a href="https://arsitekta.com/">jasa arsitek.</a> Ketika merancang konstruksi bangunan jangan hanya menggunakan material yang terkenal. Seperti besi holow, WF dan pipa. Tapi, tetap menggunakan material baja yang kurang sudah mulai langka.</p>
<p>Efek domino dari upaya-upaya tersebut, industri baja akan melihat adanya peningkatan permintaan material. Sehingga memproduksi jenis material tersebut kembali. Dengan demikian ukuran baja CNP, serta baja profil tetak eksis untuk memenuhi kebutuhan proyek baja. Semoga.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/">Varian Ukuran Baja CNP Dan Nasib Material yang Tidak Populer Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/ukuran-material-besi-cnp-yang-tidak-populer-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 13:16:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[besi CNP]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis CNP]]></category>
		<category><![CDATA[kanal CNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis ukuran besi CNP yang terdaftar dalam tabel. Hanya 6 macam yang paling kerap digunakan untuk konstruksi bangunan. Apa latar belakang, dan bagaimana nasib ukuran CNP yang lain?. Penjelasan akan hal itu Anda temui dalam artikel ini. Pengenalan dasar tentang ukuran, satuan dan nama besi Ukuran material CNP yang lengkap selalu terdiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/">6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak jenis ukuran besi CNP yang terdaftar dalam tabel. Hanya 6 macam yang paling kerap digunakan untuk konstruksi bangunan. Apa latar belakang, dan bagaimana nasib ukuran CNP yang lain?. Penjelasan akan hal itu Anda temui dalam artikel ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3592" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg" alt="Berbagai macam kegunaan besi CNP double pada bangunan. Salah satunya untuk Kuda-kuda." width="450" height="246" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/12/Bentuk-profil-baja-CNP-double-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h2>Pengenalan dasar tentang ukuran, satuan dan nama besi</h2>
<p>Ukuran material CNP yang lengkap selalu terdiri dari 4 kelompok angka. Yang menjelaskan tentang ukuran profil baja. Dalam istilah akademik diberi kode:<br />
H; B; C dan t. Yang dipisah dengan tanda kali (x), atau bisa juga menggunakan tanda titik (.)</p>
<p>Menjadi: HxBxCxt<br />
Atau<br />
H.B.C.t</p>
<p>Perhatikan penulisan salah satu dimensi material pada sub judul dibawah ini.</p>
<p>H = tinggi profil. Berada pada bagian depan.<br />
B = lebar profil. Ada di urutan kedua<br />
C = tinggi (tekukan) bibir besi CNP. Di urutan ke-3<br />
t = tebal profil. Berada pada urut terakhir.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4003" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png" alt="Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan." width="500" height="294" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>1. Ketentuan satuan material</h3>
<p>Adapun penulisan satuan ukuran material sifatnya tidak wajib. Sebab tanpa tertulis pun, orang sudah tahu bahwa satuan material baja profil adalah millimeter. Kecuali besi pipa. Menggunakan satuan inci.</p>
<p>Namun demikian, tidak ada salahnya jikalau satuan ukuran Anda bubuhkan. Boleh dengan singkatan huruf kecil (mm). Bisa juga dengan huruf besar (MM). Justru semakin memperjelas keberadaan ukuran material.</p>
<h3>2. Penulisan nama baja profil</h3>
<p>Sebelum membubuhkan dimensi sebuah material baja. Anda wajib menulis jenis material paling depan. Contoh besi CNP 75x45x18x2,0 mm. Atau, besi L 70x70x7 mm.</p>
<p>Dengan demikian orang yang membaca tidak salah tafsir. Mengingat ukuran material baja banyak yang mirip. Misal antara baja WF 150&#215;75, dan UNP 150&#215;75. Lalu, besi siku L 50x50x5 dengan strip plat 5&#215;50 mm.</p>
<h2>Material CNP yang paling populer dan kegunaan</h2>
<p>Menurut tinggi profil material sebenarnya hanya 4 macam. Yakni CNP 100, CNP 125, besi CNP 150 dan CNP 200. Namun di telisik lebih detail lagi, ukuran material CNP yang terkenal itu sebenarnya ada 6 jenis. Berikut ukuran selengkapnya, serta kegunaan dan kelebihan material.</p>
<h3>1. CNP 100x50x20x2,3</h3>
<p>CNP 100 sangat populer karena ukurannya mudah di ingat. Yaitu angka genap dalam bilangan ratusan. Selain itu, relatif ringan, dan murah. Oleh sebab itu sering digunakan untuk rangka atap, partisi, rangka cladding, kanopi, bahkan pagar, dan kosen pintu.</p>
<p>Sebagai material rangka atap. Besi yang menyerupai huruf C ini cocok untuk bahan gording. Gording adalah sekelompok material rangka atap yang terpasang secara berbaris pada kuda-kuda, dan berguna untuk tumpuan pemasangan usuk dan reng.</p>
<p>Atau, bisa juga untuk memasang penutup atap langsung. Dengan catatan, bahwa bahan atap yang digunakan pada bangunan tersebut adalah jenis metal. Seperti alumunium, galvalum, atau <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-baut-untuk-pemasangan-atap-spandek-dan-galvalum/">spandek</a>. Serta yang berupa atap lembaran. Misal asbes gelombang, dan sebagainya.</p>
<p>Ketentuan tentang jarak bentang. Atau, panjang gording untuk pemakaian besi CNP 100 sebagai gording sebagai berikut:<br />
&#8211; Untuk keperluan pemasangan usuk dan reng maksimal 3,0 meter. Dan,<br />
&#8211; Untuk atap metal (lembaran) adalah 4,0 meter.</p>
<h3>2. CNP 125x50x20x2,3</h3>
<p>Material ini sebenarnya paling ideal digunakan untuk rangka cladding. Dan, hal itu sudah berlangsung sejak lama. Khususnya pada bangunan gudang, dan pabrik.</p>
<p>Namun demikian, juga sering digunakan sebagai gording. Tapi, khusus untuk pemasangan atap spandek, atau galvalum. Kedua jenis atap logam ini menjadi pasangan yang pas dengan gording CNP 125, karena sangat ringan.</p>
<p>Oleh sebab itu tak jarang untuk bangunan yang sama. Misalnya saat membangun gudang. Cukup menggunakan 1 jenis besi CNP. Padahal untuk 2 macam konstruksi bangunan. Yakni sebagai bahan rangka cladding, maupun rangka atap. Itulah istimewanya material CNP 125x50x20x2,3.</p>
<h3>3. CNP 150x50x20x2,3</h3>
<p>Perhatikan dimensi material secara seksama. Karena sangat mirip dengan material besi nomor 4 dibawah. Bagian yang berbeda dari kedua material CNP 150 ini ada 2, yakni: 1]. Lebar punggung (C), dan 2]. Tebal bahan.</p>
<p>Pembahasan pertama adalah CNP 150, lebar 50, dan tebal 2,3 mm. Fungsi utamq ada 2, yaitu:</p>
<h4>Gording bentang 6 m</h4>
<p>Selain untuk panjang/bentang 6,0 meter, syarat lain menggunakan CNP 150x50x20x2,3 adalah untuk pemasangan atap yang lebih berat, dibanding atap logam. Misal atap bitumen Onduline, asbes gelombang kecil, atau Alderon.</p>
<p>Hal lain yang penting Anda perhatikan pula ketika mengaplikasikan besi CNP 150 ini. Adalah jarak antara gording. Karena masing-masing atap memiliki aturan pasang sendiri-sendiri. Maka, Anda wajib mematuhi aturan tersebut. Supaya atap yang Anda pasang mendapat garansi.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3002" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg" alt="Kuda-kuda jurai selain menggunakan model cremona siku, juga dapat memakai baja kanal C" width="450" height="256" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double.jpg 450w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Kuda-kuda-jurai-rangka-siku-cremona-dan-CNP-double-300x171.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<h4>Bahan kuda-kuda</h4>
<p>Ketentuan pemakaian bahan:<br />
&#8211; Material CNP 150 harus double<br />
&#8211; Hanya untuk bentang 10 meter ke bawah<br />
&#8211; Jarak kuda-kuda maksimal 4,0 meter, dan<br />
&#8211; Untuk pemasangan atap metal</p>
<p>4 syarat ini untuk memastikan kuda-kuda tetap kokoh. Sebab, pemakaian bahan ini sifatnya sebagai alternatif. Sebenarnya paling pas adalah <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-material-baja-wf-200-pada-konstruksi-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">baja WF</a>. Karena besi WF tergolong material struktur. Sementara CNP adalah non struktur.</p>
<p>Namun demikian, bukan berarti besi CNP tidak boleh dimanfaatkan sebagai material pengganti. Bisa!. Asal dengan cara yang tepat. Serta, proses pengerjaan yang benar. Termasuk mematuhi syarat-syarat kerja.</p>
<h3>4. CNP 150x65x20x3,2 mm</h3>
<p>Kalau CNP 150 yang sebelumnya adalah digunakan untuk pemasangan atap asbes gelombang kecil. Serta yang sejenis. CNP 150 yang satu ini adalah cocok untuk pemasangan asbes gelombang besar.</p>
<p>Hal itu dibedakan karena berat atap yang berbeda. Oleh sebab itu digunakan material yang lebih besar (lebar), serta lebih tebal. Dengan demikian, konstruksi atap tetap kokoh, dan kuat.</p>
<p>Sementara itu, untuk fungsi kuda-kuda. Juga sering ditetapkan. Yaitu pada bentangan 12,0 meter. Namun, tidak sering. Karena ada pilihan material lain yang justru lebih praktis. Yakni WF 150.</p>
<p>Jadi, diantara kedua fungsi tersebut. Besi CNP 150 tebal 3,2 mm lebih banyak digunakan sebagai gording. Bukan untuk membuat kuda-kuda. Bahkan tak jarang terpilih oleh pemilik bangunan sebagai mengganti material CNP 125. Padahal CNP 125 sebenarnya sudah cukup kuat untuk gording.</p>
<p>Namun dengan memperbesar dimensi material gording. Pemilik umumnya akan lebih percaya diri. Selain itu, ukuran gording diperbesar umumnya untuk menyesuaikan dimensi kuda-kuda. Supaya imbang.</p>
<h3>5. CNP 200x75x20x2,8</h3>
<p>Besi CNP yang terbesar adalah C 200. Terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Yakni berdasarkan ketebalan bahan. Diantaranya, ada 2 jenis yang populer. Antara lain tebal 2,8 mm. Dan, tebal 3,2 mm.</p>
<p>Kegunaan CNP 200 tebal 2,8 mm antara lain:</p>
<h4>Balok tangga</h4>
<p>Khususnya tangga trap type menerus, tangga bentuk L, dan bentuk U. Praktik pembuatan tangga dengan menggunakan besi CNP sering dilakukan pada bangunan gudang, pabrik, maupun toko/ruko. Selain proses pengerjaan sangat praktis, juga tergolong hemat.</p>
<p>Biaya pembuatan tangga hemat karena balok tangga hanya menggunakan CNP 200. Dengan cara double, atau single. Kalau double, posisi besi CNP berada ditengah. Sementara kalau single, letak balok CNP ada di sebelah kanan, dan kiri anak tangga. Contoh desain tangga seperti gambar berikut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3154" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg" alt="Contoh tangga besi minimalis bentuk huruf U. Serta menggunakan balok tunggal." width="600" height="465" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Tangga-baja-minimalis-type-2-Bentuk-U-300x233.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h4>Windfree (lisplang baja)</h4>
<p>Istilah windfree familiar hanya di kalangan pekerja konstruksi baja. Khususnya daerah Jawa Tengah. Di luar wilayah tersebut tetap mengunakan nama yang umum. Yakni lisplang.</p>
<p>Terpilih menjadi bajan lisplang baja yang bagus, karena tinggi profil CNP yaitu 20 cm. Jadi, sangat selaras dengan tampak luar bangunan, ketika sudah terpasang sebagai lisplang. Pula, cara pemasangannya pada rangka atap. Tepatnya material gording. Sangat mudah. Sebab hanya dimasukkan ke dalam CNP gording, lalu Anda las. Selesai.</p>
<h3>6. Baja CNP 200 tebal 3,2 mm</h3>
<p>Sering digunakan sebagai material struktur bangunan, mengganti besi baja WF, atau H-Beam. Yaitu untuk membuat: 1]. Kolom, dan 2]. Balok dak. Juga sering digunakan untuk bahan jembatan sementara di proyek. Serta, gelagar untuk <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-catwalk/">catwalk</a>.</p>
<p>Besi CNP paling besar, dan paling tebal ini tergolong lebih ringan, dan murah dibanding baja WF yang ke-ukuran. Berat per meter hanya 9,72 kg. Sedangkan WF 200 sampai dengan 21,33 kg. Jadi, sekalipun Anda pakai dengan cara double untuk menambah kekuatan. Material CNP 200 doube tetap lebih ringan. Karena berat bahan hanya:<br />
= 2 x 9,72 kg<br />
= 19,44 kg</p>
<p>Selisih sekitar 1,89 kg per meter lari. Oleh sebsb itu, sering digunakan sebagai material pengganti WF. Sebab dari bobot jauh lebih ringan, pula dari harga beli. Material CNP jauh lebih murah.</p>
<h2>[Penutup] Fungsi CNP pada konstruksi non gedung</h2>
<p>Selain sebagai bahan bangunan gedung, material besi CNP juga sering digunakan untuk membuat pagar, kursi, dan perabot-perabot taman. Atau, dalam istilah asing disebut Street Furniture.</p>
<p>Ada pun ukuran CNP yang digunakan untuk keperluan non gedung tersebut adalah diantara 6 jenis material dalam topik ini. Yakni CNP 100, dan CNP 125.</p>
<p>Dengan demikian dapat diambil kesimpulan. Esensi baja profil CNP tidak hanya pada bangunan gedung. Tapi, hampir semua pekerjaan konstruksi yang membutuhkan material baja. Termasuk industri otomotif. Seperti <a href="https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/apa-itu-karoseri">karoseri</a> bis, serta kapal laut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/">6 Jenis Besi CNP Yang Sering Digunakan Bahan Konstruksi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/besi-cnp-yang-sering-digunakan-untuk-bahan-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</title>
		<link>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 13:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[baja UNP]]></category>
		<category><![CDATA[beda UNP dan CNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padahal hanya beda awalan saja kan teman-teman. Tapi, perbedaan UNP dan CNP kok sampai sebanyak itu?. Jangan-jangan itu karangan belaka?. Tentu tidak teman!. Saya telah bergelut dengan kedua baja profil ini selama 25 tahun lebih. Sehingga tahu betul karakteristiknya masing-masing. Jadi, perbedaan tersebut terdapat di berbagai hal. Bukan saja dari segi bentuk, dan karakteristik. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/">10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3090" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg" alt="Mengenal bentuk baja profil UNP serta karakteristik bahan" width="788" height="538" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP.jpg 788w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP-300x205.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/baja-profil-UNP-768x524.jpg 768w" sizes="(max-width: 788px) 100vw, 788px" /></a></p>
<p>Padahal hanya beda awalan saja kan teman-teman. Tapi, perbedaan UNP dan CNP kok sampai sebanyak itu?. Jangan-jangan itu karangan belaka?. Tentu tidak teman!. Saya telah bergelut dengan kedua baja profil ini selama 25 tahun lebih. Sehingga tahu betul karakteristiknya masing-masing.</p>
<p>Jadi, perbedaan tersebut terdapat di berbagai hal. Bukan saja dari segi bentuk, dan karakteristik. Namun, sampai pada cara penggunaan material, dan hal-hal teknis lainnya. Serta pasca digunakan. Anda bisa bayangkan itu?. Kalau yang sudah pengalaman dua puluhan pasti bisa.</p>
<h2>Macam-macam perbedaan</h2>
<p>Oke. Langsung aja iya teman-teman perbedaan UNP dan CNP, sebagai berikut:</p>
<h3>1. Bentuk profil besi</h3>
<p>Jikalau posisi material sama-sama menghadap keatas. Besi UNP sangat mirip dengan huruf U. Khususnya dengan type font robodron. Oleh sebab itu, material ini sering disebut kanal U.</p>
<p>Sementara, besi CNP memiliki tekukan kecil disebelah kanan, dan kiri. Menyerupai katup, atau bibir. Membuat penampang material tidak terbuka lebar. Sehingga kurang pas, kalau disebut mirip dengan U. Tapi, huruf C.</p>
<h3>2. Permukaan material dan proses pembuatan</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP yang cukup mencolok, namun jarang disadari adalah tentang mulusnya permukaan. Dalam hal ini, besi CNP menjadi pemenang. Sebab, ketika kita raba, material ini terasa sangat lembut.</p>
<p>Beda dengan besi UNP. Permukaan material ini relatif kasar. Tahu kenapa?. Sebab, UNP dibuat dengan cara Hot Formed Shapes. Sementara CNP dengan cara Cold Formed Shapes. Anda sudah tahu istilah-istilah ilmiah ini?. Kalau belum. Silahkan baca tautan ini.</p>
<h3>3. Luas material dan biaya cat</h3>
<p>Semisal kita ambil 2 macam ukuran yang sama. Yakni UNP 200 dan <a href="https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/" target="_blank" rel="noopener">CNP 200</a>. Akibat adanya tekukan pada besi CNP. Sebagaimana disebutkan pada sebelumnya. Maka luas permukaan CNP lebih luas, dibanding besi UNP. Dan, hal ini berlaku untuk semua ukuran yang sejenis.</p>
<p>Dampak perbedaan itu apa?. Sangat signifikan teman-teman. Yaitu terhadap biaya cat. CNP membutuhkan material cat yang lebih banyak. Proses pengecatan yang lebih lama. Serta, tenaga cat yang lebih banyak.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4003" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png" alt="Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan." width="500" height="294" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h3>4. Tebal profil dan ketahanan besi</h3>
<p>Masih dengan contoh ukuran yang sama. Perbedaan UNP dan CNP, terlihat jelas dari tebal bahan. Tebal baja UNP 150 mencapai 6 mm. Sementara CNP 150 hanya 3,2 mm saja. Beda jauh bukan?. Lalu, dampaknya kemana?. Yaitu terhadap kekuatan, maupun ketahanan material.</p>
<p>Karena besi CNP cenderung lebih tipis. Maka penggunaan material ini lebih cocok untuk konstruksi atap. Serta jauh dari daerah rawan korosi. Misalnya pesisir laut, sungai, atau rawa. Supaya konstruksi awet, dan tidak cepat korosi.</p>
<p>Sementara besi UNP, karena sangat tebal lebih sering digunakan sebagai material struktur bangunan. Seperti tiang kolom, balok dak, bahkan kuda-kuda.</p>
<p>Pun, untuk kasus tertentu. Misalnya lokasi bangunan berada di daerah rawan <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6291950/bagaimana-proses-terjadinya-banjir-ini-penjelasannya#:~:text=Secara%20umum%2C%20penyebab%20utamanya%20adalah,juga%20sering%20dikarenakan%20ulah%20manusia.">banjir</a>. Diantara kedua material tersebut, yang terpilih pasti material UNP. Serta, menghindari pemakaian besi CNP.</p>
<h3>5. Berat besi dan biaya pemasangan</h3>
<p>Jelas besi UNP jauh lebih berat. Karena tebal bahan hampir 2x lipat dari besi CNP. Pengaruhnya kepada biaya apa saja?. Tentu sangat besar juga. Sekarang, mari kita tinjau dari 2 perspektif yang berbeda.</p>
<h4>a. Bagi kontraktor</h4>
<p>Kontraktor baja menyukai tonase konstruksi baja yang besar. Sebab, keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Maka dari itu, lebih suka menggunakan besi UNP dibanding CNP. Apakah hal itu termasuk permainan curang?. Tentu tidak.</p>
<h4>b. Bagi pemilik bangunan</h4>
<p>Penggunaan material besi yang berukuran besar, memang butuh biaya yang mahal. Tapi konsekuensi tersebut harus diterima oleh pemilik bangunan. Agar konstruksi yang dibuat benar-benar kokoh, dan usia pakai yang lama.</p>
<p>Dari sisi jasa konstruksi. Tidak pernah secara sengaja menggunakan/memilih material besi yang berukuran besar. Agar tonase konstruksi baja besar. Kecuali, karena menurut analisis struktur memang menghendaki material yang demikian.</p>
<h3>6. Akurasi dan ragam ukuran</h3>
<p>Berdasarkan varian ukuran. Perbedaan UNP dan CNP sangat jauh. Ukuran material besi UNP saat ini yang tersedia di pasaran hanya sekitar 5 jenis. Yakni UNP 50; 80; 100; 120; dan UNP 150. Sementara kalau dihitung berdasarkan tabel baja resmi. Junlah baja UNP mencapai 40 macam.</p>
<p>Kebalikannya. Besi CNP dari segi jumlah hanya 18 macam. Namun, ketersediaan di lapangan. Material ini jauh lebih banyak. Bahkan untuk satu jenis ukuran bisa mencapai 2-3 sub jenis. Yang dibedakan oleh tebal bahan saja. Misalnya CNP 150. Sub jenisnya adalah tebal 2,0 mm; 2,3 mm; 2,8 dan 3,2 mm.</p>
<h3>7. Fungsi ekstra material</h3>
<p>Kalau dalam hal pekerjaan struktural besi UNP sangat unggul. Tapi, ketika hendak digunakan sebagai material arsitektural. Atau, yang berkaitan dengan finishing bangunan. Maka, yang terpilih adalah besi CNP. Mengapa demikian?.</p>
<p>Material untuk membuat tampilan bangunan agar lebih cantik, menarik, dan di sukai banyak orang. Tentu tidak harus yang tebal, atau berukuran besar. Justru sebaliknya. Sedapat mungkin menggunakan material yang ringan. Supaya tidak membebani struktur bangunan. Maka dari itu, pilihan terbaik adalah besi CNP.</p>
<h3>8. Ukuran (panjang) khusus</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP juga terjadi dari segi ketersediaan barang. Walau, panjang kedua material ini diatas kertas (menurut tabel), adalah sama-sama 6,0 meter. Tapi, pada kenyataannya besi CNP sangat fleksibel.</p>
<p>Panjang material tersebut bisa dipesan sesuai kebutuhan. Kurang dari 6,0 meter. Dan, panjang mencapai 9,0 meter. Sedangkan besi UNP tidak bisa. Pabrik hanya menyediakan sesuai ukuran standar. Oleh sebab itu, harus terjadi sambungan. Bilamana ukuran yang dibutuhkan tidak standar.</p>
<h3>9. Perbedaan soal <a href="https://arsitekta.com/dampak-menggunakan-bahan-bangunan-banci/">ukuran banci</a></h3>
<p>Harus diakui material CNP banyak yang banci. Baik dari segi tinggi profil, lebar, maupun tebal bahan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh permintaan bahan yang banyak. Sehingga harus jeli. Memahami ciri-ciri material yang asli. Kalau tidak. Anda akan kecewa.</p>
<p>Apakah besi UNP juga demikian?. Memang ada. Tapi, hanya soal tebal bahan. Sementara tinggi, dan lebar profil baja UNP tetap sesuai tabel. Jadi, boleh disebut tidak separah besi CNP. Sehingg lebih mudah untuk diketahui.</p>
<h3>10. Harga jual bekas</h3>
<p>Perbedaan UNP dan CNP yang tak kalah penting, adalah terkait harga jual bekas. Selain bobot lebih besar, besi UNP bekas umumnya masih dalam keadaan bagus. Sehingga memungkinkan untuk dipakai ulang.</p>
<p>Sementara besi CNP umumnya sudah rusak parah. Akibat <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-grill-saluran-minimalis-bahan-besi/">karat</a>, atau pada saat proses bongkar, dan langsir. Mengapa demikian?. Karena besi CNP sangat tipis.</p>
<p>Atas fakta-fakta diatas, secara tidak langsung teman-teman jadi paham kelemahan, dan kelebihan kedua material besi. Secara visual memang mirip. Tapi, bila di amati dan dikaji secara luas. Perbedaan UNP dan CNP sebagaimana disebutkan diatas, tidak terbantahkan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/">10 Perbedaan UNP dan CNP Yang Tak Terbantahkan Sampai Kini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/1perbedaan-antara-besi-unp-dan-cnp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[Khusus] Serba-serbi Tentang Baja CNP 200 dan Kelebihan Material</title>
		<link>https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 13:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[CNP 200x75x20x3.2]]></category>
		<category><![CDATA[Kelebihan CNP 200]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi beberapa orang material baja mungkin masih asing. Sehingga masih asing pula tentang ragam bentuk, maupun jenis-jenis ukuran yang terdapat pada material baja. Apalagi pemakaian material tersebut agak langka. Pasti di toko material pun jarang tersedia. Maka dari itu, harus melalui pesanan khusus. Agar bisa memperoleh material baja. Salah satu contoh dekat adalah CNP 200. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/">[Khusus] Serba-serbi Tentang Baja CNP 200 dan Kelebihan Material</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4003 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png" alt="Contoh baja profil CNP dan UNP. Begini cara menghitung luas permukaan." width="300" height="176" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP-300x176.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Profil-baja-CNP-dan-UNP.png 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Bagi beberapa orang material baja mungkin masih asing. Sehingga masih asing pula tentang ragam bentuk, maupun jenis-jenis ukuran yang terdapat pada material baja. Apalagi pemakaian material tersebut agak langka. Pasti di toko material pun jarang tersedia. Maka dari itu, harus melalui pesanan khusus. Agar bisa memperoleh material baja. Salah satu contoh dekat adalah CNP 200.</p>
<p>Adalah satu kelompok ukuran material baja CNP, yang mana tinggi profil tepat 200 milimeter. Akhirnya sering disingkat dengan CNP 200. Ukuran lengkap material ini sebenarnya adalah CNP 200x75x20x (Tebal) bahan. Sampai disini pasti Anda penasaran bukan. Mengapa tebal bahan tidak kami sebut?. Jawabnya bisa Anda temui dalam bacaan ini.</p>
<h2>Fakta dan uniknya baja CNP</h2>
<p>Baja CNP atau sering disebut kanal C. Tapi secara pribadi, saya tidak setuju penggunaan istilah ini dalam lingkup <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-baja-wf-bentang-45-dan-alternatif-desain/" target="_blank" rel="noopener">konstruksi baja</a>. Karena, persepsi kebayakan orang sama dengan baja ringan. Padahal tidak. Kanal C yang dimaksud disini adalah baja profil.</p>
<p>Maka dari itu, selajutnya kita pakai nama aslinya saja. Yakni CNP. Apakah Anda sudah tahu apa kepanjangan CNP?. CNP adalah singkatan dari Lips Channel Profile. Yang berarti sebuah material baja yang bentuknya menyerupai saluran air, yang memiliki bibir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut memang terbukti, manakala kita perhatikan bentuk profil ini dari samping. Persis seperti bibir yang tengah menganga. Karena, terdapat tekukan kecil. Berada di atas, dan bawah profil. Perhatikan gambar CNP yang berada dibawah judul.</p>
<p>Apakah hal tersebut hanya pada CNP 200?. Tidak. Semua baja CNP memiliki bentuk yang sama. Paling jelas terlihat perbedaannya adalah tinggi bahan. Namun, soal lebar, pun tekukan yang dimaksud tadi, relatif sama. Yakni hanya selisih 5-15 mm saja.</p>
<p>Uniknya lagi. Sebagaimana kami singgung di awal. Tebal bahan ini boleh disebut hampir sama semua. Sembari membaca artikel ini, mari perhatikan ragam ukuran baja CNP. Melalui tabel baja dalam <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-cnp-dan-kegunaan-bahan/">tautan ini.</a></p>
<p>Apakah Anda menemukan tebal material yang sama, pada masing-masing ukuran?. Ada kam?. Semisal CNP 200 tebal 3,2 mm. Tebal yang sama juga terdapat pada CNP 150; CNP 125 dan CNP 100.</p>
<p>Oleh sebab itu, di awal tidak kami sebut secara spesifik tentang tebal profil baja. Sebab, material CNP 200 terdiri dari beberapa macam. Selain berdasarkan tebal bahan. Juga bisa dibedakan menurut lebar profil. Jadi, ada 2 kategori. Yang mengakibatkan baja CNP terbesar ini menjadi beragam.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3633 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Model-penguat-gording-baja-CNP-300x210.jpg" alt="Perkuatan gording dilakukan agar besi CNP tidak mengalami lentur dan tekuk" width="300" height="210" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Model-penguat-gording-baja-CNP-300x210.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/01/Model-penguat-gording-baja-CNP.jpg 550w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2>Kegunaan CNP 200 pada konstruksi bangunan</h2>
<p>Cara penggunaannya ada 2 macam, yakni single, atau double. Single artinya menggunakan material baja sebagaimana bentuk aslinya. Misalnya untuk balok, dan anak tangga. Lis tepi pemasangan gording. Atau, dalam istilah tukang baja yang berasal dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa">Jawa</a> sering menyebut winfir. Asal kata dari bahasa Inggris. Yakni Win Free. Serta, untuk bahan rangka cladding.</p>
<p>Tetapi, kalau doble. Adalah lebih dulu melakukan rekayasa menggunakan 2 batang material CNP 200. Dengan demikian bisa Anda gunakan untuk konstruksi yang kebih besar. Antara lain sebagai kolom, balok, hingga kuda-kuda untuk konstruksi atap.</p>
<h2>Kelebihan CNP 200x75x20x3,2</h2>
<p>Dibanding sesama material yang sejenis, ukuran CNP 200x75x20x3,2 adalah yang paling besar. Oleh sebab itu, pasti lebih kuat, dan kokoh ketika digunakan sebagai bahan konstruksi. Lalu, dari baja profil yang berukuran sama, bagaimana?.</p>
<p>Ada 2 jenis material baja yang se-ukuran dengan CNP 200. Yakni WF 200, dan UNP 200. Diatas kerta, kedua material ini jelas lebih unggul. Apakah hal itu terbukti?. Simak ulasan berikut ini.</p>
<h3>a. Perbandingan dengan WF 200</h3>
<p>Untuk fungsi balok struktur. Misalnya pada saat membuat dak. Dengan kapasitas beban berguna 450 kg/m². Balok WF 200 masih sanggup Anda terapkan untuk bentang 4,5 meter. Sementara, bila hanya sebagai balok anak. Adalah hanya bentang 2,0 meter. Sedangkan, jikalau Anda gunakan sebagai kuda-kuda. Cukup kuat untuk bentangan 20 meter ke bawah.</p>
<p>Sementara itu, CNP 200 kala Anda gunakan untuk balok dak, sebaiknya double. Alias, harus menggunakan 2 buah material CNP. Dengan cara melakukan rekayasa. Layaknya seperti membuat <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-volume-pekerjaan-baja-prefabrikasi/">baja prefabrikasi</a>. kedua material CNP harus Anda satukan lebih dulu. Kemudian layak sebagai material struktur dak. Demikian halnya ketika Anda gunakan sebagai kuda-kuda.</p>
<p>Pada prinsipnya, dari segi kekuatan material. Baja WF 200 jelas lebih unggul dibanding CNP 200. Tapi, dari segi biaya?. Apakah WF tetap unggul, atau sebaliknya?. Untuk mengetahui jawabannya mudah. Caranya adalah berdasarkan berat satuan material.</p>
<p>Berat per meter baja WF 200 adalah 21,33 kg. Sementara CNP double. Dengan ukuran terbesar. Yakni CNP 200x75x20x3,2 mm. Dengan berat satuan sebesar 9,27 kg/m. Nah, jika x 2 hasilnya = 18,54 kg.</p>
<p>Berat mana?. Baja WF bukan?. Hal itu menandakan bahwa biaya pemasangan balok/kuda-kuda WF jauh lebih mahal dibanding menggunakan material CNP. Sekalipun sudah double. Selisihnya kelak antara 10-15% dari biaya keseluruhan.</p>
<h3>b. Membandingkan dengan UNP 200</h3>
<p>Sedikit berbeda dengan kasus WF 200. <a href="https://arsitekta.com/cara-manual-menghitung-berat-baja-wf-cnp-unp-siku-dan-stal-kotak/">Baja UNP</a> pada dasarnya bukan sebagai material struktural. Namun demikian, tetap memungkinkan kala digunakan untuk pekerjaan struktur. Hal ini juga yang terjadi pada material CNP 200. Oleh sebab itu, langsung kita bandingkan saja menurut berat satuan material.<br />
Semisal, sama-sama terbuat dari 1 buah material. Berat UNP 200x80x7,5 adalah 24,67 kg/m. Wah.. ternyata lebih berat dari baja WF!. Betul. Karena material kita pilih itu adalah ukuran yang paling tebal. Sebenarnya asih ada yang lebih tipis. Namun, berat satuan pasti tidak jauh beda. Hal ini menandakan bahwa material CNP tetap lebih ringan. Dan, lebih hemat. Walaupun, seandainya harus menggunakan 2 buah.</p>
<h2>[Penutup] Pemahaman tentang ragam jenis/ukuran material dan manfaatnya</h2>
<p>Membahas material baja secara detail, seperti ini akan membuka wawasan teman-teman tentang seluk-beluk material. Terutama, kala dibandingkan dengan material baja yang sama ukuran. Pertama, Anda akan menyadari bahwa ukuran material baja sangat banyak. Hal itu sekaligus sebagai bukti bahwa kegunaan material juga sangat beragam.</p>
<p>Pemahaman yang lebih dalam tentang suatu material, adalah modal awal aga bisa mengaplikasikan material dengan baik. Sesuai dengan fungsi yang sebenarnya direncanakan oleh <a href="https://arsitekta.com/antara-pabrik-baja-workshop-dan-proyek-konstruksi/">produsen</a>. Pun, sebagai bukti bahwa seseorang telah mahir. Minimal pada salah satu jenis pekerjaan konstruksi bangunan. Penjelasan mengenai material CNP 200 cukup sampai sini. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/">[Khusus] Serba-serbi Tentang Baja CNP 200 dan Kelebihan Material</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25+ Fungsi Besi Kanal C Pada Bangunan Sehingga Selalu Menjadi Pilihan Utama</title>
		<link>https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 17:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja CNP]]></category>
		<category><![CDATA[besi CNP]]></category>
		<category><![CDATA[besi kanal C]]></category>
		<category><![CDATA[kanal C]]></category>
		<category><![CDATA[ragam manfaat kanal C]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4085</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fungsi besi kanal C pada bangunan sangat banyak. Selain bahan untuk pekerjaan struktural, kanal C juga sangat bagus digunakan untuk pekerjaan arsitektural dan utility. Secara umum keperluaan material ini memang 3 macam ini. Namun, bila dijabarkan lebih luas. Maka kegunaannya lebih 25 macam. Fungsi utama kanal C (struktur) Kanal C atau sering disebut besi CNP. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/">25+ Fungsi Besi Kanal C Pada Bangunan Sehingga Selalu Menjadi Pilihan Utama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fungsi besi kanal C pada bangunan sangat banyak. Selain bahan untuk pekerjaan struktural, kanal C juga sangat bagus digunakan untuk pekerjaan arsitektural dan utility. Secara umum keperluaan material ini memang 3 macam ini. Namun, bila dijabarkan lebih luas. Maka kegunaannya lebih 25 macam.</p>
<h2>Fungsi utama kanal C (struktur)</h2>
<p>Kanal C atau sering disebut besi CNP. Termasuk salah satu baja profil yang multi fungsi. Sebab hampir semua struktur bangunan bisa menggunakan material ini. Oleh sebab itu, pada bidang pekerjaan struktural dikategorikan sebagai fungsi utama.</p>
<p>Fungsi besi kanal C pada konstruksi bangunan antara lain sebagai:<br />
1. Tiang kolom<br />
2. Balok dak<br />
3. Gelagar, regel dan sejenisnya<br />
4. Konsol<br />
5. Kuda-kuda<br />
6. Gording (Contoh pemasangan seperti gambar kanopi dibawah ini).<br />
7. Rangka lisplang<br />
8. Rangka clading</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4086 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C-300x167.jpg" alt="Salah satu fungsi baja kanal C adalah sebagai rangka gording" width="300" height="167" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C-300x167.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Kanopi-baja-dan-kanal-C.jpg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Semua item pekerjaan tersebut sebelumnya telah kami uraikan dalam beberapa artikel. Sebagian besar diantaranya artikel bersambung. Guna mengetahui lebih dalam tentang teknik pelaksanaan pekerjaan. Silahkan Anda browsing sesuai fungsi kanal C. Salah satu yang terbaru adalah mengenai proses pabrikasi <a href="https://arsitekta.com/menyambung-kolom-unp-double-dengan-cerdas-caranya-seperti-ini-bagian-2-dari-4/">kolom CNP double.</a></p>
<h2>Fungsi khusus CNP (arsitektural)</h2>
<p>Lingkup pekerjaan arsitektural adalah segala elemen bangunan yang berkaitan dengan tampilan, finishing serta ornamen-ornamen yang mempercantik interior, maupun eksterior bangunan. Maka dari itu, digolongkan sebagai pekerjaan khusus. Karena tukang yang melaksanakan pekerjaan arsitektur harus spesial. Begitu pula material yang digunakan tidak boleh sembarangan.</p>
<p>Pada pekerjaan arsitektur bangunan, fungsi besi kanal C adalah:<br />
1. Material kanopi<br />
2. Balok + anak tangga<br />
3. Tiang untuk <a href="https://arsitekta.com/railing-tangga-yang-unik-multifungsi-begini-cocoknya-untuk-hunian/">railing</a><br />
4. Rangka ACP<br />
5. Pagar<br />
6. Kosen pintu dan jendela<br />
7. Frame pintu/jendela<br />
8. Gantungan lampu<br />
9. Rangka plafon<br />
10. Rangka partisi</p>
<h3>a. [Opsi] Material pengganti baja CNP</h3>
<p>Penggunaan besi CNP pada pekerjaan arsitektural, memang bisa diganti dengan material baja yang lain. Seperti besi stal kotak, kanal U, atau besi siku. Namun, soal kekuatan dan efisiensi biaya. Kanal C tetap yang terbaik. Sebab, walau disebut sebagai material arsitektural. Sebenarnya fungsi besi kanal C disini adalah sebagai struktur (rangka utama) dari elemen bangunan tersebut.</p>
<h3>b. Keunggulan CNP dibanding material baja yang lain</h3>
<p>Sebagai perbandingan, ditinjau dari segi tampilan. Besi stal kotak memang lebih bagus dari kanal C. Namun, dari segi kekuatan, tentu stal kotak kalah jauh. Begitu juga, bila dibandingkan dengan UNP (kanal U). Dari segi kekuatan kanal C memang kalah. Tapi soa biaya, CNP paling hemat. Sebab tonase CNP jauh lebih kecil/ringan. Oleh sebab itu, fungsi besi kanal C pada pekerjaan arsitektural selalu diperhitungkan. Bahkan tetap menjadi pilihan pertama.</p>
<h2>Ekstra manfaat besi CNP (utility)</h2>
<p>Selain sebagai material struktural, dan arsitektural. Besi CNP juga banyak digunakan untuk pekerjaan utility. Seperti instalasi listrik, sanitasi, pemipaan, furnitur dan lanskap. Fungsi besi kanal C pada pekerjaan-pekerjaan ini adalah:<br />
1. Untuk membuat kabel tray (jalur lintasan kabel listrik),<br />
2. Pangkon<a href="https://firehydrant.id/komponen-hydrant-dan-fungsinya/"> pipa hidran</a><br />
3. Rangka/gantungan ducting<br />
4. Bahan cat walk<br />
5. Kursi panjang<br />
6. Bingkai teralis<br />
7. Rak barang, dan sebagainya.</p>
<p>Penggunaan kanal C pada pekerjaan arsitektural tergolong khusus. Lebih khusus lagi bila Anda gunakan sebagai material utilitas. Sebab yang bekerja pada bidang tersebut bukan tukang bangunan biasa. Melainkan tukang listrik, tukang pipa, tukang teralis dan seterusnya. Singkatnya, fungsi besi kanal C disini termasuk lintas profesi.</p>
<h2>Ini bukti bahwa baja CNP multi fungsi</h2>
<p>Secara umum, selain 3 kategori diatas, pada proyek jalan dan jembatan kanal C juga sering dimanfaatkan. Tentunya bukan sebagai material utama pekerjaan tersebut. Melainkan sebagai bekisting. Khususnya pada waktu mengecor jalan. Dengan memanfaatkan material ini, secara tidak langsung Anda telah menghemat biaya dan waktu. Sebab dalam keadaan utuh, besi CNP dapat digunakan untuk batas cor.</p>
<p>Hal yang sama juga sering kami lakukan ketika mengecor dak. Setelah <a href="https://arsitekta.com/jangan-asal-memasang-bondek-resikonya-fatal-cara-yang-benar-begini/">bondek</a> dan wiremesh terpasang. Sebagai pembatas bagian tepi (keliling). Kami memasang besi kanal C. Dengan ukuran yang sesuai tebal cor beton. Yaitu CNP 100; CNP 125; atau CNP 150. Hasilnya sangat bagus, dan praktis.</p>
<h2>[Penutup] Peluang penggunaan kanal C ke depan makin luas</h2>
<p>Demikian penjelasan mengenai fungsi besi kanal C pada bangunan. Secara keseluruhan kanal C pada pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah sebagai material inti. Tapi, penggunaan besi CNP sebagai bekisting. Dan ternyata sangat efektif. Adalah sebagai bukti, tidak mustahil material ini Anda gunakan sebagai material bantu yang lain. Kira-kira untuk apa lagi iya?.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/">25+ Fungsi Besi Kanal C Pada Bangunan Sehingga Selalu Menjadi Pilihan Utama</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/25-fungsi-besi-kanal-c-pada-bangunan-sehingga-selalu-menjadi-pilihan-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
