<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arsitek profesional Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/arsitek-profesional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/arsitek-profesional/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2021 16:53:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>arsitek profesional Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/arsitek-profesional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>15 Keuntungan Melibatkan Arsitek Untuk Membangun Rumah</title>
		<link>https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2021 16:53:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek profesional]]></category>
		<category><![CDATA[jasa arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[keuntungan melibatkan arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[melibatkan arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[praktik arsitek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kehadiran arsitek ditengah-tengah masyarakat bukan hal yang baru. Sejak ratusan tahun lalu profesi, yang sangat bergengsi ini sudah sangat familiar. Namun eksistensinya masih tergolong rendah. Khusunya terhadap masyarakat ekonomi menengah kebawah. Khususnya lagi, untuk pembangunan rumah tinggal. Padahal ada 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan. Pengertian melibatkan arsitek dalam pembangunan Yaitu memberi tugas dan tanggungjawab [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/">15 Keuntungan Melibatkan Arsitek Untuk Membangun Rumah</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-3197 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Indahnya-suasana-rumah-tangga-dengan-bangunan-baru-300x197.jpg" alt="Jangan ragu! Berikut ini 15 macam keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan" width="300" height="197" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Indahnya-suasana-rumah-tangga-dengan-bangunan-baru-300x197.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Indahnya-suasana-rumah-tangga-dengan-bangunan-baru.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Kehadiran arsitek ditengah-tengah masyarakat bukan hal yang baru. Sejak ratusan tahun lalu profesi, yang sangat bergengsi ini sudah sangat familiar. Namun eksistensinya masih tergolong rendah. Khusunya terhadap masyarakat ekonomi menengah kebawah. Khususnya lagi, untuk pembangunan rumah tinggal. Padahal ada 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan.</p>
<h2><strong>Pengertian melibatkan arsitek dalam pembangunan</strong></h2>
<p>Yaitu memberi tugas dan tanggungjawab kepada arsitek. Untuk melakukan peranan dalam proses pembangunan sesuai bidang keahlian. Antara lain merencanakan, merancang, mengawasi serta mengkaji bangunan. Dan seluruh yang berkaitan dengan pembangunan dan lingkungan sekitar bangunan.</p>
<p>Terkait peran serta arsitek dalam pembangunan. Sepengetahuan kami bukan sebuah pilihan. Melainkan sudah seharusnya alias wajib. Hal ini merujuk pada <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/37643">UU Nomor 6 Tahun 2017,</a> Tentang Arsitek. Oleh karena itu kalimat ‘menggunakan arsitek’ sangat tidak tepat. Hemat kami, yang paling pas adalah melibatkan atau menyertakan arsitek.</p>
<h2><strong>Ragam keuntungan dengan melibatkan arsitek</strong></h2>
<p>Peran arsitek pada pembangunan rumah tinggal. Secara garis besar terbagi dalam 3 kelompok, yaitu pada saat: a].Perancangan <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">gambar bangunan,</a> b].Proses pembangunan, dan c].Pasca pembangunan. Dan dari 3 macam kolompok tugas tersebut. Anda akan mendapatkan 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan rumah tinggal.</p>
<h3><strong>A]. Keuntungan pada saat perancangan bangunan</strong></h3>
<p>Pada saat perancangan tugas arsitek pada umumnya adalah membuat gambar desain, menghitung anggaran biaya (RAB), menyusun RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) bangunan, menghitung kebutuhan bahan dan menyusun <em>time schedule</em>. Nah dari tugas-tugas tersebut, keuntungan yang anda peroleh adalah:</p>
<h4><strong>1. Hemat anggaran biaya</strong></h4>
<p>Caranya, sebelum arsitek mulai melaksanakan desain. Sebaiknya terus terang soal budget yang anda siapkan. Dengan demikian arsitek akan menyesuaikan desain dengan dana yang tersedia. Tanpa mengurangi kualitas bahan, tampilan maupun fungsi bangunan. Untuk itu, secara otomatis sang arsitek akan berusaha ‘putar otak’ untuk mewujudkan impian anda.</p>
<p>Hal tersebut merupakan kelebihan, sekaligus keuntungan bagi anda menugaskan arsitek membuat desain. Sebab arsitek sangat mumpuni untuk menyusun <a href="https://arsitekta.com/rincian-biaya-upah-kerja-konstruksi-baja-lengkap-dengan-alat/">anggaran biaya</a>. Beda dengan yang bukan berprofesi sebagai arsitek. Pada awalnya akan mengatakan bahwa dana, yang anda siapkan adalah cukup. Padahal hanya berdasarkan taksiran kasar. Akhirnya pada saat pelaksanaan meleset jauh.</p>
<h4><strong>2. Desain rumah mengikuti trend</strong></h4>
<p>Urutan ke-2 dari 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan. Hasil desain jamin sesuai dengan trend (gaya masa kini). Bahkan arsitek akan berusaha menciptakan model yang terbaru. Agar menjadi pelopor. Sehingga selain arsitek sendiri. Anda juga akan diuntungkan dan merasa bangga. Karena bangunan anda akan digemari banyak orang.</p>
<h4><strong>3. Hemat energi dan ramah lingkungan</strong></h4>
<p>Merupakan konsep perancangan bangunan rumah yang sangat dianjurkan. Mengingat ketersediaan energi yang semakin menipis. Serta kerusakan lingkungan yang semakin parah. Juga salah satu kelebihan arsitek. Yang tidak dimiliki oleh profesi lain. Selain menguntungkan anda dalam segi biaya operasional bangunan. Juga sangat baik untuk pelestarian lingkungan. Maka secara tidak sengaja pula, anda telah turut melestarikan lingkungan.</p>
<h4><strong>4. Gambar bangunan rumah lengkap</strong></h4>
<p>Masyarakat harus sadar sekalipun sekedar bangunan rumah. <a href="https://arsitekta.com/23-gambar-yang-diperlukan-untuk-membangunan-rumah/">Gambar yang diperlukan</a> sangat banyak. Oleh karena itu wajib melibatkan arsitek. Sebab semakin lengkap gambar yang anda siapkan. Maka proses pembangunan semakin lancar. Demikian juga sebaliknya. Jadi mustahil biaya bisa hemat jikalau pelaksanaan bangunan lambat. Hal ini pula alasan, pentingnya memahami 15 keuntungan melibatkan arsitek untuk membangun rumah.</p>
<h4><strong>5. Desain dapat dipertanggungjawabkan</strong></h4>
<p>Bukan karena mendapat upah (jasa). Pun secara moral atau psikologis. Arsitek bertanggungjawab terhadap keberadaan desain. Dan benar-benar berharap segera dapat terwujud. Oleh karena itu, keberhasilan anda membangun rumah. Sesuai dengan budget dan tepat waktu. Secara tidak langsung merupakan kebanggaan (kredit poin) bagi sang arsitek.</p>
<h4><strong>6. Biaya jasa arsitek sangat fleksibel</strong></h4>
<p>Ketentuan biaya jasa arsitek, dari pemerintah hingga saat ini belum ada. Melainkan oleh IAI (Ikatan Arsitek Indonesi). Termasuk kami adalah salah satu anggota didalamnya. Namun sependek pengalaman kami. Ketentuan tersebut belum berlaku secara baku seluruh Indonesia. Jadi pada umumnya berdasarkan kesepakatan. Itu sebabnya di awal kami sebutkan, sudah seharusnya melibatkan arsitek dalam pembangunan. Sekalipun untuk bangunan rumah tinggal. Karena jasa untuk arsitek tergolong murah.</p>
<h4><strong>7. Tidak dibebankan biaya konsultasi</strong></h4>
<p>Artinya walau anda belum resmi menunjuk seorang arsitek. Anda dapat berkonsultasi secara gratis. Hal tersebut sangat menguntungkan anda. Karena melalui konsultasi tersebut anda akan tahu ‘jam terbang’ sang arsitek. Justru sering menjadi kerugian bagi arsitek. Sebab akhirnya tidak jadi ditunjuk. Melainkan ‘angin surga’ saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>B]. Keuntungan dan kemudahan pelaksanaan pembangunan</strong></h3>
<p>Atau sering disebut proses konstruksi. Tugas arsitek adalah untuk melaksanakan <a href="https://arsitekta.com/metode-pengawasan-proyek-konstruksi-baja-masa-kini/">pengawasan proyek</a>. 5 dari 15 keuntungan melibatkan arsitek, pada tahap ini akan anda dapatkan, yaitu:</p>
<h4><strong>8. Memperoleh referensi yang terbaik</strong></h4>
<p>Untuk mendapatkan tukang yang terbaik. Umumnya para pemilik bangunan hanya mengandalkan referensi dari orang lain. Demikian juga suplier bahan-bahan bangunan. Oleh karena itu, ketika anda telah menunjuk seorang arsitek, untuk mengawasi bangunan anda. Maka anda akan mendapat ‘bonus’ tentang informasi-informasi toko bangunan. Serta tenaga kerja bangunan yang berkualitas dari sang arsitek.</p>
<h4><strong> 9. </strong><strong>Pemakaian material lebih efisien dan efektif</strong></h4>
<p>Material bangunan yang terbaik akan membuat kualitas bangunan bagus. Namun tidak cukup sampai disitu. Pemakaian bahan juga harus dikontrol agar efisien dan efektif. Sebab percuma anda menyediakan bahan yang bermutu. Tetapi pada pelaksanaan ternyata mengakibatkan sisa<em> (waste)</em>.</p>
<p>Atau sebaliknya. Anda telah bersusah paya mendatangkan material dari jauh. Ternyata sewaktu pemasangan masih kurang. Nah, hal-hal demikian adalah tugas seorang pengawas bangunan. Karena arsitek paham cara mengalokasikan bahan denga baik. Didukung oleh kemampuan untuk menghitung <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-kebutuhan-galvalum-atap-paling-pas-dan-lengkap/">kebutuhan bahan</a> secara tepat.</p>
<h4><strong>10. Tukang anda bisa fokus pada pekerjaan</strong></h4>
<p>Beberapa kesempatan sering kami sampaikan kepada teman-teman arsitek. Jangan harapkan tukang bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dilapangan. Sekalipun ia dapat mencari solusi. Namun hal itu wajib sepengetahuan anda. Sebab kinerja tukang akan menurun, ketika sering menemukan masalah dalam pekerjaan. Apalagi tidak didampingi oleh pengawas bangunan. Oleh karena itu, dengan adanya pengawas, energi tukang tidak habis karena masalah. Melainkan bisa fokus pada pengerjaan pembangunan.</p>
<h4><strong>11. Membantu mengurus legalitas bangunan</strong></h4>
<p>Berkaitan dengan legalitas bangunan. Juga termasuk dari 15 keuntungan melibatkan arsitek saat pembangunan. Banyak owner yang tidak paham cara mengurus IMB, menaikkan daya listrik, pengajuan sambungan baru instalasi air minum. Dan sebagainya. Tetapi dengan bantuan seorang arsitek, anda akan sangat terbantu. Sebab arsitek tahu prosedur untuk mengurus hal-hal tersebut. Dan ditambah lagi karena memiliki rekanan yang banyak.</p>
<h4><strong>12. Kualitas bangunan terjamin</strong></h4>
<p>Terakhir keuntungan yang anda dapatkan, ketika menugaskan arsitek untuk mengawasi proyek. Yaitu jaminan pada kulitas bangunan anda. Karena telah melakukan langkah-langkah pengawasan yang benar dan tepat. Seperti pada uraian nomor 8 hingga 11.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>C]. Kemudahan pasca pembangunan</strong></h3>
<p>Walau bangunan sudah selesai 100%. Arsitek tetap bisa anda libatkan pasca pembangunan. Dan keuntungan yang anda dapatkan dari hal tersebut ada 3, yaitu:</p>
<h4><strong>13. Masa pemeliharaan bangunan terkendali</strong></h4>
<p>Untuk rumah tinggal umumnya masa pemeliharaan (retensi) antara 6-12 bulan. Nah selama itu, tentu tidak mengharapkan terjadi hal-hal yang serius. Misanya struktur bangunan retak, atap/talang bocor, pondasi amblas dan sebaginya. Namun diluar itu, khususnya pekerjaan arsitektural. Khusunya yang terkait dengan pekerjaan pintu dan jendela. Sering terjadi harus melakukan perbaikan. Oleh karena itu perlu didampingi oleh arsitek. Agar tukang melakukan perbaikan secara tepat dan benar.</p>
<h4><strong>14. Kondisi bangunan selalu dalam pantauan</strong></h4>
<p>Setelah masa pemeliharaan berakhir. Tidak jaminan bangunan tetap dalam kondisi bagus. Sementara itu, karena sebelumnya arsitek telah mengikuti proses pelaksanaan pembangunan. Maka ia akan mengetahui bagian-bagian bangunan, yang rentan mengalami kerusakan. Sehingga harus segera mendapat perhatian. Umumnya adalah bagian eksterior. Misalnya <a href="https://arsitekta.com/cara-pelaksanaan-finishing-cat-yang-benar-dan-tepat/">finishing cat</a> pada dinding kusam.</p>
<h4><strong>15. Pelaksanaan renovasi akan lebih mudah</strong></h4>
<p>Urutan terakhir dari 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan. Yaitu berkaitan dengan rencana pengembangan (renovasi) bangunan. Misalnya untuk meningkat bangunan rumah. Atau menambah kolam renang, membuat gazebo dan lain sebagainya. Pada situasi seperti ini, anda sangat beruntung jika tetap menggunakan jasa arsitek yang sebelumnya membuat gambar desain, serta yang mengawasi pembangunan rumah. Karena dia memiliki data dan tahu seluk beluk kontruksi bangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Alasan masyarakat tidak melibatkan arsitek</strong></h2>
<p>Satu sisi dapat dimaklumi. Jikalau masyarakat kurang berkenan melibatkan arsitek saat membangun rumah. Sebagian beralasan karena anggaran yang minim. Sehingga tidak sanggup membayar jasa arsitek. Juga karena takut dikecewakan. Hal ini tentu sangat disayangkan. Karena secara tidak langsung telah memberi ‘cap buruk’ kepada arsitek. Yaitu mahal dan kurang bertanggunjawab.</p>
<p>Lebih bijaksana tidak terlalu jauh berpolemik tentang persepsi terebut. Sebaiknya rekan-rekan se-profesi introspeksi. Serta meningkatkan kemampuan. Dengan demikian kemungkian membuat <a href="https://arsitekta.com/10-kesalahan-arsitek-yang-fatal-saat-membuat-gambar-bangunan/">kesalahan saat praktik</a> profesi, akan semakin kecil. Sehingga ke depan, opini yang jelek tentang arsitek pasti hilang.</p>
<h2><strong>[Penutup] Pentingnya sosialisasi jasa arsitek</strong></h2>
<p>Berdasarkan penjelasan tentang 15 keuntungan melibatkan arsitek dalam pembangunan. Namun ternyata masyarakat tetap cenderung menghindari arsitek. Berarti harus ada usaha yang lebih keras untuk meyakinkan mereka. Yaitu melakukan sosialisasi. Misalnya melalui pertemuan-pertemuan tingkat RT dan kelurahan.  Atau dengan memanfaatkan media sosial. Khususnya grup-grup WA, <a href="https://id-id.facebook.com/business/help/786348878426465?id=939256796236247">Facebook</a> atau IG.</p>
<p>Persepsi buruk yang telanjur berkembang, akan berdampak buruk pada eksistensi arsitek. Oleh karena itu harus kita luruskan segera. Seperti upaya yang kami lakukan saat ini. Termasuk pada artikel berikutnya tentang biaya jasa arsitek, bentuk kerjasama dan sistem pembayaran jasa.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/">15 Keuntungan Melibatkan Arsitek Untuk Membangun Rumah</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/15-keuntungan-melibatkan-arsitek-untuk-membangun-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Ciri-ciri Arsitek Sejati Yang Wajib Diteladani Generasi Muda</title>
		<link>https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 06:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek muda sejati]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek profesional]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek sejati]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri arsitek profesional]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri arsitek sejati]]></category>
		<category><![CDATA[praktik arsitek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arsitek adalah salah satu profesi yang bergensi. Selain dokter, pengacara, dosen/guru dan sebagainya. Oleh karena itu sangat mustahil seorang arsitek bisa terkenal. Tanpa menjunjung tinggi prinsip etika profesi. Untuk itu wajib anda pahami 4 ciri-ciri arsitek sejati. Karena selain berguna sebagai teladan. Juga sebagai motivasi bagi anda untuk meraih cita-cita. Banyak orang yang bangga jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/">4 Ciri-ciri Arsitek Sejati Yang Wajib Diteladani Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3141 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Arsitek-yang-profesional-memengang-teguh-etika-300x200.jpg" alt="Arsitek yang sejati memiliki 4 ciri-ciri dalam melaksanakan praktik profesi" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Arsitek-yang-profesional-memengang-teguh-etika-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Arsitek-yang-profesional-memengang-teguh-etika.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Arsitek adalah salah satu profesi yang bergensi. Selain dokter, pengacara, dosen/guru dan sebagainya. Oleh karena itu sangat mustahil seorang arsitek bisa terkenal. Tanpa menjunjung tinggi prinsip etika profesi. Untuk itu wajib anda pahami 4 ciri-ciri arsitek sejati. Karena selain berguna sebagai teladan. Juga sebagai motivasi bagi anda untuk meraih cita-cita.</p>
<p>Banyak orang yang bangga jika telah menjadi arsitek. Sekalipun masih baru lulus kuliah. Dan belum memiliki karya arsitektur sama sekali. Begitu pula para orang tua maupun sanak family. Kebanggaan tersebut sangat wajar. Karena sangat susah untuk mendapat gelar sarjana arsitektur. Mengingat masa study yang wajib anda jalani adalah 5 tahun. Belum lagi ketentuan tentang IPK minimal. Serta syarat-syarat kelulusan lainya.</p>
<p>Namun apakah cukup dengan merasa bangga?. Sepertinya tidak. Sebab dunia arsitektur yang sesungguhnya, hanya membutuhkan karya-karya yang unik. Oleh karena itu 4 ciri-ciri arsitek sejati, merupakan bekal terbaik. Sehingga anda mampu menghadapi persaingan yang makin ketat. Dan bukan mustahil mengantarkan anda sukses hingga kancah internasional.</p>
<h2><strong>Mengapa harus menjadi arsitek sejati</strong></h2>
<p>Banjir, longsor, permukiman yang kumuh. Serta persoalan <a href="https://arsitekta.com/6-cara-melestarikan-lingkungan-alam-melalui-desain-arsitektur/">lingkungan alam</a> lainnya. Merupakan isu yang berkaitan dengan praktik arsitek. Hemat kami akar permasalahan tersebut. Selain terletak pada regulasi dan perilaku ‘nakal’ investor. Juga karena sang arsitek tidak bekerja secara profesional. Padahal bila semua arsitek memegang teguh etika profesi. Niscaya para pemilik modal (klien/owner) pasti tunduk pada peraturan.</p>
<p>Tetapi faktanya, masih banyak arsitek yang tidak menerapkan hal tersebut. Melainkan justru mengikuti kemauan klien. Sekalipun sadar telah melanggar peraturan. Untuk itu pula, 4 ciri-ciri arsitek sejati wajib anda pegang. Sebagai prinsip untuk melaksanakan praktik profesi. Sebab kejadian seperti ini akan sering anda temui. Atau bahkan anda alami kelak. Bagaimana pun beberapa pemilik modal akan berusaha ‘mendikte’ arsitek. Agar tunduk dan manut pada kehendak mereka.</p>
<h2><strong>Tanda-tanda arsitek yang profesional</strong></h2>
<p>Menurut <a href="https://iai-jakarta.org/artikel/lihat/mengenal-arsitek-serta-undang-undang-arsitek">UU Nomor 6 tahun 2017</a> pasal 1 ayat 2. Praktik arsitek terdiri dari 4 macam, yaitu: 1].Perencanaan, 2].Perancangan, 3].Pengawasan, dan/atau 4].Pengkajian. Baik untuk bangunan gedung dan lingkungannya. Serta yang berkaitan dengan kawasan maupun kota. Korelasi praktik ini dengan 4 ciri-ciri arsitek sejati. Dapat anda lihat pada gambar berikut.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3142 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Korelasi-praktik-arsitek-dengan-prinsip-etika-profesi-300x209.jpg" alt="Korelasi praktik arsitek dengan prinsip etika profesi" width="300" height="209" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Korelasi-praktik-arsitek-dengan-prinsip-etika-profesi-300x209.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Korelasi-praktik-arsitek-dengan-prinsip-etika-profesi.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>1. Arsitek profesional pasti <em>‘care’</em> terhadap lingkungan</strong></h3>
<p>Arsitek sejati tidak sekedar menyajikan apa yang dibutuhkan oleh klien. Agar mereka puas. Lalu Memuji karya anda. Serta bersedia memberi imbalan (jasa/honorarium) untuk anda. Melainkan anda wajib mempertimbangkan, memperhatikan serta peka terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain. Sekalipun tidak ada kaitannya dengan bangunan yang tengah anda desain.</p>
<p>Begitu pula pada alam. Bahkan terhadap orang-orang yang sebelum anda lahir. Maupun pada orang-orang yang sesudah anda tiada. Dengan demikian tidak terjadi kesenjangan sosial. Akibat hadirnya bangunan yang baru. Yang dapat menimbulkan gesekan ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu perencanaan bangunan perlu anda lakukan secara matang.</p>
<h3><strong>2. Sang arsitek sejati cerdas mencari kebenaran</strong></h3>
<p>Urutan kedua dari 4 ciri-ciri arsitek sejati. Yaitu arsitek harus mampu membaca situasi internal klien. Sekalipun bukan peramal. Tetapi wajib tahu apa sebenarnya motivasi klien memilih anda. Mengapa tidak memilih arsitek yang lain?. Hal ini penting sebagai <em>‘warning’</em> agar anda tetap bekerja secara<em> independen.</em> Alias tidak dibawah tekanan.</p>
<p>Hal tersebut sekaligus untuk mencegah. Agar anda tidak terjerumus pada perbudakan profesi atau pelacuran ilmu. Sebab banyak arsitek tergoda dan mengesampingkan ‘sumpah’ <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5632181/apa-yang-dimaksud-dengan-kode-etik-ini-tujuan-beserta-fungsinya">kode etik</a> profesi. Karena materi, citra serta ambisi yang berlebihan. Apakah praktik seperti ini pantas diteladani?. Lalu, bila dibiarkan terus-menerus apakah arsitek muda tidak tergoda juga?. Satu-satunya upaya yang harus anda lakukan adalah merancang arsitektur secara profesional.</p>
<h3><strong>3. Menjadi arsitek yang visioner dan bertanggungjawab</strong></h3>
<p>Praktik arsitek yang berkaitan dengan pengawasan. Yakni berusaha menjadi penerus peradapan. Yang sudah tercipta dengan baik sejak ribuan tahun lalu. Serta selalu melakukan inovasi. Guna menjaga kelestarian peradaban tersebut kepada generasi yang akan datang. Sebab bagi arsitek sejati tidak ada istilah generasi terakhir. Melainkan harus berkelanjutan <em>(sustainable).</em></p>
<p>Seorang arsitek yang profesional. Juga selalu memberi contoh-contoh yang baik kepada arsitek muda. Tidak hanya melalui desain-desain yang spektakuler. Tetapi juga bersedia membimbing, mengajari sekaligus mewariskan keahliannya. Sekalipun kepada calon arsitek (mahasiswa). Dengan demikian, kedepan makin sedikit arsitek yang melanggar kode etik. Melainkan akan berlomba-lomba meningkatkan kemampuan. Maka dengan sendirinya kualitas arsitek dalam negeri akan meningkat. Dan memiliki daya saing di dunia internasional.</p>
<h3><strong>4. Menegakkan disiplin dan etika profesional</strong></h3>
<p>Pengkajian merupakan praktik terakhir dari 4 ciri-ciri arsitek sejati. Yaitu berdiri teguh pada disiplin dan etika profesionalitas. Sebagai wujud tanggungjawab mahluk yang diciptakan mulia. Sekalipun zaman telah berubah. Yang mana segala sesuatu mengkehendaki cara-cara praktis atau instan. Tetapi bagi arsitek yakin bahwa alam pun punya cara sendiri untuk menyeimbangkan ekosistem. Oleh tangan-tangan ‘jahil’ yang tidak bertanggungjawab.</p>
<p>Seorang arsitek yang menjunjung tinggi etika profesionalisme yaitu berani menolak ‘job’ yang bersinggungan dengan peraturan (undang-undang). Yang merusak lingkungan, merendahkan integritas arsitek, mengabaikan faktor keadilan, keamanan dan keselamatan. Serta masih banyak lagi. Apakah ada ciri-ciri tersebut anda lihat pada seorang arsitek yang anda kenal?.</p>
<h2><strong>Ciri-ciri desain arsitektur yang melanggar aturan &amp; etika</strong></h2>
<p>Adalah yang tidak pantas anda tiru, misalnya:</p>
<ol>
<li>Rumah tinggal mewah yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Memiliki pagar yang tinggi serta tertutup rapat. Sehingga aktivitas penghuni bangunan tidak terlihat dari luar. Tentu hal ini menandakan bahwa pemilik bangunan tidak ingin bersosialisasi dengan lingkungan. Apakah hal tersebut etis?.</li>
<li>Sebuah <a href="https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/">konstruksi gudang</a> yang berada di kawasan perumahan. Yang memerlukan sirkulasi angkutan barang yang tinggi. Dimana selain berdampak pada aktivitas warga. Juga mengakibatkan suara bising. Serta kerusakan pada jalan sekitar perumahan. Bukankah hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan tata ruang?.</li>
<li>Baru-baru ini saya menemui elevator di sebuah hotel dengan <a href="https://www.mesinfingerprint.com/artikel-2/mengenal-cardlock-hotel/">sistem kartu <em>(cardlock).</em> </a>Yakni kartu yang sejenis untuk mengunci/membuka kamar hotel. Sehingga orang yang dapat menggunakan elevator tersebut harus yang memiliki kartu. Apakah metode tersebut tidak beresiko?. Misalnya saat terjadi kebakaran atau gempa?.</li>
</ol>
<p>Masih banyak lagi contoh-contoh desain arsitektur, yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. Hanya tidak anda sadari. Karena sejatinya anda tidak paham letak pelanggarannya. Itu sebabnya anda penting menerapkan praktik profesi berdasarkan kode etik. Serta anda integrasikan dengan 4 ciri-ciri arsitek sejati.</p>
<h3><strong>[Penutup] Penting menjadi arsitek profesional</strong></h3>
<p>Sebagai <a href="https://arsitekta.com/inovasi-arsitek-menghadapi-era-digital/">arsitek yang inovatif</a> dan profesional. Katakanlah <em>Vitruvius,</em> sejak 2.000 tahun lalu telah menunjukkan banyak karya, yang pantas untuk diteladani. Kemudian tahun 1980, <em>Frank Barron</em> menyebutkan bahwa arsitek masa kini mewakili domain profesi kreatif. Yakni merangkap sebagai praktisi, ilmuwan sekaligus seniman. Artinya telah terjadi perkembangan yang begitu pesat dalam profesionalisme arsitek.</p>
<p>Satu sisi hal ini lagi-lagi menjadi kebanggaan bagi para arsitek. Namun pada sisi yang lain, adalah tantangan yang berat. Justru tak mustahil akan menjadi batu sandungan. Manakala sang arsitek tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu ke depan pun profesionalisme arsitek tetap memerlukan pembaharuan. Sehingga tetap bisa eksis serta berdaya saing. Kalau tidak?. Tidak mustahil gelar anda hanya terpajang pada photo yang menempel pada dinding ruangan. Bukan dalam karya-karya arsitektur yang menghasilkan jasa.</p>
<p>Demikian uraian 4 ciri-ciri arsitek sejati. Yang kami rangkum berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi. Semoga dapat menambah semangat, khususnya para calon-calon arsitek. Untuk lebih giat lagi mengembangkan pengetahuan bidang desain arsitektur.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/">4 Ciri-ciri Arsitek Sejati Yang Wajib Diteladani Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
