<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tabel baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/tabel-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/tabel-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Apr 2023 16:39:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>tabel baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/tabel-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jenis-jenis Tabel Baja, Manfaat, Ciri-ciri dan Cara Penulisan Ukuran Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-manfaat-tabel-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-manfaat-tabel-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2023 13:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[profil baja mula-mula]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa pekan lalu seorang mahasiswa bertanya tentang jenis-jenis tabel baja sebenarnya berapa?. Lalu, tentang ciri-ciri tabel yang layak disebut komplit. Dan, cara mendapatkannya bagaimana/dimana?. Saat itu, saya sontak tercengang. Sebab jawabannya sangat panjang. Termasuk cara membaca tabel yang benar. Supaya bermanfaat. Oleh sebab itu, saya pikir sebaiknya &#8220;kasus&#8221; ini harus dipaparkan dalam sebuah tulisan. Agar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-manfaat-tabel-baja/">Jenis-jenis Tabel Baja, Manfaat, Ciri-ciri dan Cara Penulisan Ukuran Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pekan lalu seorang mahasiswa bertanya tentang jenis-jenis tabel baja sebenarnya berapa?. Lalu, tentang ciri-ciri tabel yang layak disebut komplit. Dan, cara mendapatkannya bagaimana/dimana?. Saat itu, saya sontak tercengang. Sebab jawabannya sangat panjang. Termasuk cara membaca tabel yang benar. Supaya bermanfaat.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-WF.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4752" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-WF.jpg" alt="Tabel baja WF yang disediakan oleh arsitekta.com" width="448" height="264" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-WF.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-WF-300x177.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Oleh sebab itu, saya pikir sebaiknya &#8220;kasus&#8221; ini harus dipaparkan dalam sebuah tulisan. Agar teman-teman yang lain juga memahami tentang kegunaan tabel baja yang sebenarnya. Hingga cara memanfaatkan tabel dengan tepat, dan benar.</p>
<h2>Jenis-jenis tabel baja</h2>
<p>Secara umum tabel baja dapat dibedakan menjadi 2 macam. Yakni berdasarkan isi. Ata kontekstual. Dan, menurut jenis material baja yang dijelaskan didalam tabel tersebut. Contoh tabel baja yang pertama. Seperti tertera di paragraf pertama.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan jenis material baja yang dijelaskan dalam tabel. Juga terbagi menjadi 2 macam. Sehingga bila dijumlah. Ragam jenis tabel baja menjadi 3 macam.</p>
<h3>1. Berdasarkan kontekstual</h3>
<p>Jenis tabel baja seperti ini juga beragam. Ada yang hanya mencantumkan dimensi material dan berat satuan per batang. Atau, per meter. Pun, ada yang super lengkap. Artinya di dalam tabel terdapat pula nilai-nilai elastisitas baja yang berguna untuk perhitungan/analisis struktur. Seperti yang tercantum dalam tabel baja ciptaan Ir.Rudy Gunawan, dengan petunjuk Ir.Morisco.</p>
<p>Sementara yang kami sajikan dalam <a href="https://arsitekta.com/">website</a> ini. Umumnya hanya berisi jenis-jenis ukuran. Lalu, berat satuan dan luas penampang material. Mengapa demikian?. Sebab prioritas kami adalah untuk memudahkan teman-teman mengaplikasikan material baja pada konstruksi bangunan. Misalnya pada saat melakukan perhitungan tonase. Atau, menghitung kebutuhan cat dasar, maupun finishing.</p>
<h3>2. Berdasarkan masa kejayaan</h3>
<p>Sampai saat ini. Sejak material baja ditemukan, dan digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Maupun konstruksi-konstruksi yang lain. Seperti otomotif, pertanian, dan tranportasi. Telah mengalami 3x masa kejayaan. Antara lain baja profil mula-mula. Kemudian, material baja yang telah hilang dari pasaran. Dan, yang terakhir adalah material baja yang masih kita pakai saat ini.</p>
<p>Hubungannya dengan jenis-jenis tabel baja apa?. Tentu ada teman-teman. Sebab masing-masing material baja tersebut memiliki bentuk, dan ukuran yang bermacam-macam. Dan, dicetak dalam sebuah buku. Sehingga tergolong sangat lengkap. Namun, sangat disayangkan. Saat ini jenis tabel baja kuno sudah langka.</p>
<p>Padahal, kalau mau jujur tabel baja tersebut masih dibutuhkan loh. Yakni untuk bahan pembelajaran di bangku kuliah. Sebagaimana yang diminta seorang <a href="https://www.gramedia.com/literasi/peran-mahasiswa/#:~:text=Pengertian%20mahasiswa%20menurut%20perannya%20sebagai,serta%20gagasan%20yang%20dimiliki%20oleh">mahasiswa</a> beberapa hari lalu. Menginginkan tabel baja DIN yang lengkap dengan koefisien-koefisien profil. Untungnya saya punya satu. Sehingga bisa berbagi dengannya.</p>
<p>Penting diketahui. Tabel baja kuno yang kami maksud disini adalah daftar ukuran, berat, jenis, serta nilai-nilai lain yang terdapat pada material baja yang sudah tidak beredar lagi di pasaran saat ini. Mengapa tidak beredar (ada)?. Sebab pabrik tidak produksi. Mengapa tidak produksi?. Karena permintaan pasar kurang.</p>
<h3>3. Tabel baja berdasarkan jenis profil</h3>
<p>Misalnya baja profil WF, baja profil UNP dan lain sebagainya. Adalah masing-masing terdiri dari berbagai macam ukuran. Nah, jenis tabel baja yang dimaksud adalah 1 lembar/halaman buku yang berisi tentang ragam ukuran dari salah satu jenis material baja. Contoh seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-profil-King-Cross.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4753" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-profil-King-Cross.jpg" alt="Salah satu jenis tabel baja yang lengkap" width="404" height="365" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-profil-King-Cross.jpg 404w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/04/Tabel-baja-profil-King-Cross-300x271.jpg 300w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></a></p>
<p>Berikutnya demikian untuk menjelaskan jenis-jenis material baja yang lain. Hingga seluruh material baja tercantum didalamnya. Dan, layak disebut sebuah buku. Nah, kalau sudah berupa buku kesannya pasti lebih formil kan teman-teman?. Jadi bicara soal tabel baja bukan hanya 1 atau 2 halaman. Yang menjelaskan tentang dimensi 1 jenis material. Tapi, seluruh.</p>
<h2>Ciri-ciri tabel baja yang bagus</h2>
<p>Oke. Supaya jangan salah paham. Dan sesat dalam menggunakan tabel baja. Perlu Anda ketahui ciri-ciri tabel baja yang bagus (lengkap) adalah sebagai berikut:</p>
<h3>a. Daftar ukuran material tidak acak</h3>
<p>Dalam satu halaman tabel. Misalnya tabel baja CNP. Ukuran material harus urut. Yakni dimulai dari yang terkecil, hingga terbesar. Yaitu CNP 75 sampai dengan <a href="https://arsitekta.com/khusus-tentang-baja-cnp-200-dan-kelebihannya/" target="_blank" rel="noopener">CNP 200</a>. Jangan sebaliknya. Atau acak.</p>
<p>Misalnya CNP 150, kemudian urutan berikutnya kembali pada ukuran yang lebih kecil yaitu CNP 100. Jenis-jenis tabel baja seperti ini jelas membuat orang sesat. Dalam artian sulit di pahami. Dan, membuat orang bingung. Terutama pemula.</p>
<h3>b. Tabel baja berisi jenis-jenis material yang satu era</h3>
<p>Sebagaimana saya singgung sebelumnya. Karena material baja terbagi dalam beberapa era kejayaan. Maka, tabel baja juga harus sendiri-sendiri. Alias, tidak campur. Misalnya 1 buku. Khusus tentang baja profil mula-mula. Sedangkan tentang material baja masa kini. Dibuat dalam buku tabel yang lain.</p>
<p>Hal tersebut perlu dilakukan, supaya penggunaan salah satu jenis tabel baja fokus. Serta, yang menggunakan tabel juga paham. Bahwa material tersebut masih beredar, atau tidak. Sehingga tidak sampai terjadi salah perancangan konstruksi. Sebab, menggunakan material yang sudah tidak ada.</p>
<p>Kejadian seperti ini yang saya sebut sesat. Karena ketidak-tahuan Anda, mengakibatkan orang lain merasa tertipu, dan di rugikan. Kan, tidak profesional!. Oleh sebab itu harus jeli mempelajari tabel baja. Mengenai jenis material saja Anda bisa kecele. Apalagi soal dimensi (panjang, lebar, tebal dan sebagainya).</p>
<h3>c. Ukuran yang tertera dalam tabel minimal begini</h3>
<p>Ukuran yang terdapat dalam jenis tabel baja. Boleh disebut lengkap, bilamana uraian tabel menjelaskan tentang 8 hal berikut ini:<br />
1. Ragam dimensi material<br />
2. Lebar, tinggi, tebal dan panjang bahan<br />
3. Berat material baja per batang/lembar<br />
4. Berat per meter lari (khusus material baja yang berbentuk batangan)<br />
5. Pusat titik berat (garis tengah profil)<br />
6. Luas penampang<br />
7. Sumbu lentur garis X<br />
8. Sumbu lentur garis Y.</p>
<h3>d. Menggunakan satuan internasional</h3>
<p>Satuan ukuran material baja yang resmi, berikut nilai-nilai yang tercantum sebagai pelengkap tabel, ada 2 macam yaitu Metrik (milimeter), dan Inci. Beserta turunannya. Misal milimeter menjadi sentimeter, dan meter.</p>
<p>Adapun satuan Inci adalah khusus digunakan untuk material pipa. Secara khusus lagi, yaitu material <a href="https://arsitekta.com/bedanya-rangka-besi-siku-dan-besi-pipa/">besi pipa</a>. Penggunaan satuan ini ada 2 macam. Yakni untuk Diameter bagian dalam, atau sering disingkat ID (Inside Diameter). Dan, diameter luar atau Outside Diameter (OD).</p>
<p>Lalu, mengenai bobot material baja selalu menggunakan 1 jenis satuan. Yakni Kilogram (Kg), dan Ton. Maka dari itu, kalau Anda menemukan satuan ukuran yang berbeda dari yang saya sebutkan tadi. Sebaiknya jenis-jenis tabel baja seperti itu jangan Anda pakai. Selain akan menyulitkan Anda pada saat melakukan perhitungan analisis, dan tonase konstruksi. Akurasi ukuran dalam tabel baja itu juga pantas di pertanyakan.</p>
<p>Pula dalam praktiknya. Ketika Anda mengaplikasikan material pada bangunan. Belum tentu ukuran profil baja, seperti yang tercantum dalam tabel tersedia di toko bangunan. Oleh sebab itu, sekali lagi kami ingatkan. Perlu hati-hati saat menggunakan tabel baja. Terutama soal akurasi ukuran, jenis dan spesifikasi bahan.</p>
<h2>Ukuran material baja yang benar dan akurat</h2>
<p>Contoh besi UNP. Ada jenis tabel baja yang hanya menuliskan dimensi tinggi, dan lebar sayap. Seperti ini: UNP 200&#215;75. Angka 200 (satuan milimeter) adalah tinggi badan profil UNP. Sementara, 75 ialah lebar sayap. Apakah ini sudah lengkap?. Belum!. Karena tebal profil baja belum disebutkan.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, tebal badan UNP, beda dengan tebal sayap. Oleh sebab itu berdasarkan tulisan diatas, masih ada 2 dimensi material UNP yang belum diketahui. Sehingga belum bisa disebut akurat. Dan, kebenaran material yang dimaksud mungkin di pertanyakan.</p>
<p>Contoh dimensi material baja yang akurat adalah seperti berikut:<br />
1. CNP 150x50x20x2,3<br />
2. WF 200x100x5,5&#215;8<br />
3. Besi siku L 60x60x6<br />
4. Besi pipa dia.4&#8243; x 4,5 mm</p>
<p>Penulisan dimensi material seperti ini akan memudahkan orang lain memahami jenis material yang dimaksud. Sehingga tidak rawan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manipulasi">manipulasi</a>. Sebagaiman yang kami singgung sebelumnya. Yakni pada saat proses pembelian material. Tentunya oleh beberapa jasa konstruksi yang sengaja “nakal”. Sebagian lagi tentu tidak.</p>
<p>Nah, sampai disini teman-teman sudah paham kan ragam jenis-jenis tabel baja?. Manfaat dan kaitannya dengan proses konstruksi?. Semoga ilmu yang kami bagikan bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-manfaat-tabel-baja/">Jenis-jenis Tabel Baja, Manfaat, Ciri-ciri dan Cara Penulisan Ukuran Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dan-manfaat-tabel-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Besi Plat Strip Serta Kegunaan Pada Proyek Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2021 09:25:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[berat plat strip]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan plat strip]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel berat dan kegunaan plat strip]]></category>
		<category><![CDATA[tabel besi plat strip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2986</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel besi plat strip berguna untuk perhitungan tonase sebuah pekerjaan konstruksi, menyusun anggaran biaya (RAB) serta untuk perhitungan kebutuhan bahan pelaksanaan proyek. Disebut plat strip atau strip plat karena material ini berbentuk gepeng atau menyerupai garis lurus. Dengan ketebalan antara (t)= 3-19 mm. Sementara panjang bahan, pada umumnya ada 2 macam yaitu @6,0 meter dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/">Tabel Besi Plat Strip Serta Kegunaan Pada Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-2987 size-medium" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE-300x217.jpg" alt="tabel besi plat strip memiliki kegunaan yang bermacam-macam untuk proyek baja" width="300" height="217" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE-300x217.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/tabel-STRIP-PLATE.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Tabel besi plat strip berguna untuk perhitungan tonase sebuah pekerjaan konstruksi, menyusun anggaran biaya (RAB) serta untuk perhitungan kebutuhan bahan pelaksanaan proyek. Disebut plat strip atau strip plat karena material ini berbentuk gepeng atau menyerupai garis lurus. Dengan ketebalan antara (t)= 3-19 mm. Sementara panjang bahan, pada umumnya ada 2 macam yaitu @6,0 meter dan @4,0 meter.</p>
<h2><strong>Daftar besi plat strip paling lengkap</strong></h2>
<p>Untuk kebutuhan proyek anda. Berikut ini kami sediakan segala jenis ukuran besi plat strip. Meliputi berat satuan plat strip per batang, per meter lari serta luas cat.</p>
<h3><strong> </strong><strong>42 jenis ukuran plat strip dengan panjang standar @6,0 Meter</strong></h3>
<p>Silahkan anda perhatikan dalam tabel besi plat strip, berikut:</p>
<ol>
<li>3&#215;25 mm         = 3,30 kg/btg               = 0,55 kg/m     = 0,37 m²</li>
<li>3&#215;30 mm         = 4,00 kg/btg               = 0,67 kg/m     = 0,43 m²</li>
<li>4&#215;25 mm         = 4,40 kg/btg               = 0,73 kg/m     = 0,37 m²</li>
<li>4&#215;30 mm         = 5,40 kg/btg               = 0,90 kg/m     = 0,41 m²</li>
<li>4&#215;50 mm         = 8,80 kg/btg               = 1,47 kg/m     = 0,65 m²</li>
<li>5&#215;25 mm         = 5,90 kg/btg               = 0,98 kg/m     = 0,36 m²</li>
<li>5&#215;30 mm         = 7,10 kg/btg               = 1,18 kg/m     = 0,42 m²</li>
<li>5&#215;50 mm         = 11,80 kg/btg             = 1,97 kg/m     = 0,66 m²</li>
<li>6&#215;25 mm         = 7,08 kg/btg               = 1,18 kg/m     = 0,37 m²</li>
<li>6&#215;30 mm         = 9,08 kg/btg               = 1,51 kg/m     = 0,43 m²</li>
<li>6&#215;50 mm         = 14,40 kg/btg             = 2,40 kg/m     = 0,67 m²</li>
<li>6&#215;65 mm         = 18,40 kg/btg             = 3,07 kg/m     = 0,85 m²</li>
<li>6&#215;75 mm         = 22,00 kg/btg             = 3,67 kg/m     = 0,97 m²</li>
<li>6&#215;100 mm       = 29,50 kg/btg             = 4,92 kg/m     = 1,27 m²</li>
<li>6&#215;125 mm       = 35,50 kg/btg             = 5,92 kg/m     = 1,57 m²</li>
<li>6&#215;150 mm       = 42,50 kg/btg             = 7,08 kg/m     = 1,87 m²</li>
<li>8&#215;25 mm         = 9,50 kg/btg               = 1,58 kg/m     = 0,40 m²</li>
<li>8&#215;30 mm         = 11,30 kg/btg             = 1,88 kg/m     = 0,46 m²</li>
<li>8&#215;50 mm         = 19,00 kg/btg             = 3,17 kg/m     = 0,70 m²</li>
<li>8&#215;65 mm         = 23,40 kg/btg             = 3,90 kg/m     = 0,86 m²</li>
<li>8&#215;75 mm         = 28,30 kg/btg             = 4,72 kg/m     = 1,00 m²</li>
<li>8&#215;100 mm       = 37,70 kg/btg             = 6,28 kg/m     = 1,30 m²</li>
<li>9&#215;25 mm         = 10,60 kg/btg             = 1,77 kg/m     = 0,41 m²</li>
<li>9&#215;30 mm         = 12,75 kg/btg             = 2,13 kg/m     = 0,47 m²</li>
<li>9&#215;50 mm         = 21,20 kg/btg             = 3,53 kg/m     = 0,71 m²</li>
<li>9&#215;65 mm         = 26,30 kg/btg             = 4,38 kg/m     = 0,89 m²</li>
<li>9&#215;75 mm         = 31,80 kg/btg             = 5,30 kg/m     = 1,01 m²</li>
<li>9&#215;100 mm       = 42,39 kg/btg             = 7,07 kg/m     = 1,31 m²</li>
<li>9&#215;125 mm       = 53,00 kg/btg             = 8,83 kg/m     = 1,61 m²</li>
<li>9&#215;150 mm       = 63,60 kg/btg             = 10,60 kg/m   = 1,91 m²</li>
<li>12&#215;75 mm       = 28,30 kg/btg             = 4,72 kg/m     = 0,74 m²</li>
<li>12&#215;100 mm     = 42,40 kg/btg             = 7,07 kg/m     = 1,04 m²</li>
<li>12&#215;125 mm     = 56,50 kg/btg             = 9,42 kg/m     = 1,34 m²</li>
<li>12x150mm      = 84,78 kg/btg             = 14,13 kg/m   = 1,94 m²</li>
<li>16&#215;50 mm       = 38,00 kg/btg             = 6,33 kg/m     = 0,79 m²</li>
<li>16&#215;65 mm       = 47,50 kg/btg             = 7,92 kg/m     = 0,97 m²</li>
<li>16&#215;75 mm       = 57,00 kg/btg             = 9,50 kg/m     = 1,09 m²</li>
<li>16&#215;100 mm     = 76,00 kg/btg             = 12,67 kg/m   = 1,39 m²</li>
<li>19&#215;50 mm       = 45,00 kg/btg             = 7,50 kg/m     = 0,83 m²</li>
<li>19&#215;65 mm       = 56,00 kg/btg             = 9,33 kg/m     = 1,01 m²</li>
<li>19&#215;75 mm       = 67,00 kg/btg             = 11,17 kg/m   = 1,13 m²</li>
<li>19&#215;100 mm     = 90,00 kg/btg             = 15,00 kg/m   = 1,43 m²</li>
</ol>
<h3><strong>Rumus menghitung berat plat strip</strong></h3>
<p>Selain berdasarkan tabel besi plat strip. Anda juga dapat menghitung berat material ini melalui rumus:</p>
<p><strong>Berat Per Batang (Kg)    </strong></p>
<p><strong>=  </strong><strong>0,00785 x T x L x 6</strong></p>
<p><strong>atau</strong></p>
<p><strong>=  </strong><strong>0,00785 x T x L x 4</strong></p>
<p><strong> </strong>Contoh menghitung berat strip plat 9&#215;100 mm, dengan panjang @6 meter seperti berikut:</p>
<p>= 0,00785 x 9 x 100 x 6</p>
<p>= 42,39 kg</p>
<h2><strong>Manfaat plat strip pada proyek konstruksi</strong></h2>
<p>Sepintas peran plat strip tidak begitu terlihat pada proyek <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">konstruksi baja</a>. Terutama pada pekerjaan struktural. Seperti kolom, balok, kuda-kuda, regel/tie beam dan konsol baja. Berbeda dengan pekerjaan arsitektural.  Penggunaan plat strip sangat jelas terlihat. Misalnya sebagai bahan teralis, rak besi, kanopi dan sebagainya.</p>
<p>Sebenarnya manfaat plat strip untuk pekerjaan struktur baja cukup banyak, yaitu bahan untuk:</p>
<ol>
<li>Membuat plat landasan (base plate),</li>
<li>Pelat lekat (end plate),</li>
<li>Pelat rib (stiffners)</li>
<li>dan dudukan/sepatu gording.</li>
</ol>
<h2><strong>Ukuran plat strip yang tepat untuk stiffner</strong></h2>
<p>Menggunakan plat trip sebagai bahan stiffners, akan memudahkan pelaksanaan pabrikasi baja. Hal itu sekaligus menjadi kelebihan material gepeng yang satu ini. Mengingat semua baja profil H-beam dan WF pasti membutuhkan pelat rib. Cara lama bahan striffner terbuat dari <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-plat-eyzerbordes-dan-kegunaan/">pelat baja</a>. Namun dengan memanfaatkan bentuk profil plat strip. Maka anda hanya melakukan pemotongan, sesuai panjang yang anda inginkan. Tentu terlebih dahulu dengan menyesuaikan ukuran yang ada pada tabel berat plat strip.</p>
<p>Berikut contoh aplikasi besi plat strip untuk stiffner, antara lain:</p>
<ol>
<li>Untuk WF 200x100x5,5&#215;8 sangat cocok menggunakan plat strip 6&#215;50 mm</li>
<li>Untuk WF 300x150x6,5&#215;9, anda gunakan plat strip 6&#215;75 mm</li>
<li>Juga untuk WF 400x200x8x13 berati memakai plat strip 8&#215;100 mm.</li>
<li>Sementara untuk H-Beam 250x250x9x14, paling pas menggunakan plat strip 9&#215;125 mm</li>
<li>Untuk H-Beam 300x300x10x15, bisa memakai plat strip 10&#215;150 mm. Begitu seterusnya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong>Demikian uraian tabel berat plat strip. Lengkap dengan rumus <a href="https://lektur.id/arti-perhitungan/">perhitungan</a> berat, kegunaan pada proyek konstruksi. Serta contoh penggunaan plat strip untuk membuat stiffner.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/">Tabel Besi Plat Strip Serta Kegunaan Pada Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tabel-besi-plat-strip-serta-kegunaan-pada-proyek-konstruksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Tonase Baja pada Konstruksi Gudang</title>
		<link>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 14:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi gudang]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[rab baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tonase baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konstruksi gudang salah satu contoh bangunan yang simple dan praktis dalam pengerjaan. Kita sebut simple karena desain memperioritaskan aspek fungsi, yang dalam arsitektur terkenal dengan konsep Form Follow Function (3F). Dari segi ketersediaan bahan yang kita gunakan, untuk membangun sebuah gudang bahan tidak sulit kita temukan. Karena hampir semua toko-toko bahan bangunan lokal menjualnya. Jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/">Cara Menghitung Tonase Baja pada Konstruksi Gudang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Konstruksi gudang salah satu contoh bangunan yang simple dan praktis dalam pengerjaan. Kita sebut simple karena desain memperioritaskan aspek fungsi, yang dalam arsitektur terkenal dengan <a href="https://medium.com/@darinamaulana/form-follow-function-jakarta-dan-modernisme-a3441f7bc904">konsep Form Follow Function (3F)</a>. Dari segi ketersediaan bahan yang kita gunakan, untuk membangun sebuah gudang bahan tidak sulit kita temukan. Karena hampir semua toko-toko bahan bangunan lokal menjualnya. Jadi bisa kita simpulkan menghitung tonase baja gudang cukup mudah.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja profil merupakan bahan utama yang berguna untuk membuat konstruksi gudang. Jenisnya antara lain baja profil IWF, CNP, Siku dan Baja plat. Kelebihan baja profil untuk konstruksi gudang selain proses pengerjaan cepat, juga lebih kokoh jika kita bandingkan dengan bahan kayu. Adapun tonase baja pada sebuah bangunan gudang, yang kita hitung umumnya terdiri dari Tiang kolom, Regel,Konsol, Kuda-kuda, Gording dan Rangka atap lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Persiapan sebelum menghitung tonase baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebelum menghitung tonase baja yang kita gunakan untuk konstruksi gudang, persiapan yang perlu kita lakukan silahkan baca artikel <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">Cara Menghitung Tonase Baja, Konstruksi Dak</a>. Tahap persiapan untuk menghitung tonase baja pada prinsipnya sama. Yang berbeda hanya jenis bangunannya saja, jika dalam artikel tersebut jenis bangunannya adalah dak, sedangkan dalam artikel ini adalah gudang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Panduan menghitung tonase baja konstruksi gudang</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Mempelajari Gambar Konstruksi gudang</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tonase baja yang akan kita hitung adalah konstruksi gudang berukuran 38x48m (Luas= 1.824M²), dengan tinggi tiang kolom 6m dan sudut kemiringan kuda-kuda 15º. Lebih jelas, gambar konstruksi gudang yang akan kita jadikan acuan untuk menghitung tonase baja, silahkan dapat anda pelajari gambar-gambar yang terlampir berikut ini.</p>



<div class="wp-block-jetpack-slideshow aligncenter" data-effect="slide"><div class="wp-block-jetpack-slideshow_container swiper-container"><ul class="wp-block-jetpack-slideshow_swiper-wrapper swiper-wrapper"><li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide"><figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="230" alt="" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1963" data-id="1963" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap-300x230.jpg" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap-300x230.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap.jpg 527w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gambar denah rangka atap konstruksi gudang</figcaption></figure></li><li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide"><figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="153" alt="" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1964" data-id="1964" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1-dan-9-300x153.jpg" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1-dan-9-300x153.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1-dan-9-768x393.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1-dan-9.jpg 802w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gambar konstruksi gudang potongan as.1&amp;9</figcaption></figure></li><li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide"><figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="151" alt="" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1965" data-id="1965" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1_8-300x151.jpg" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1_8-300x151.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1_8-768x386.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-potongan-melebar-as.1_8.jpg 792w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gambar konstruksi gudang potongan as.1-8</figcaption></figure></li><li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide"><figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="208" alt="" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1966" data-id="1966" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-tampak-samping-dan-potongan-memanjang-300x208.jpg" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-tampak-samping-dan-potongan-memanjang-300x208.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-tampak-samping-dan-potongan-memanjang.jpg 717w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gambar konstruksi gudang tampak samping &amp; potongan memanjang</figcaption></figure></li></ul><a class="wp-block-jetpack-slideshow_button-prev swiper-button-prev swiper-button-white" role="button"></a><a class="wp-block-jetpack-slideshow_button-next swiper-button-next swiper-button-white" role="button"></a><a aria-label="Pause Slideshow" class="wp-block-jetpack-slideshow_button-pause" role="button"></a><div class="wp-block-jetpack-slideshow_pagination swiper-pagination swiper-pagination-white"></div></div></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar, konstruksi gudang potongan as.1&amp;9 dan tampak samping, menerangkan bahwa sebagian dinding gudang terbuat dari rangka baja. Namun sebagai tahap awal, tonase baja yang akan kita hitung sementara konstruksi gudang saja. Nah, jika metode penghitungan tonase baja kita lakukan menggunakan komputer yakni dengan Ms.Excel, maka hasil perhitungan tonase baja kita peroleh seperti pada tabel ini.</p>



<p>[table id=9 /]</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Mengisi tabel perhitungan tonase baja</strong></h3>



<ol type="1"><li>Adapun teknis mengisi <em>(input)</em> data pada tabel perhitungan tonase baja tersebut, kita lakukan dengan mengikuti keterangan pengisian kolom-kolom berikut ini:</li></ol>



<ul><li>Kolom (a)        = anda isi dengan Nomor urut item pekerjaan,</li><li>(b)        = berisi Komponen yang ada dalam item pekerjaan,</li><li>(c)        = berisi Jenis bahan yang kita gunakan, dengan satuan mm</li><li>(d)        = kita isi dengan Ukuran bahan yang kita pakai, yaitu memakai satuan m’ atau m²</li><li>(e)        = kita isi dengan Berat satuan bahan, dengan menggunakan satuan kg</li><li>(f)        = berisi Jumlah bahan, memakai satuan buah atau unit</li><li>(g)        = adalah Jumlah tonase bahan, yaitu memakai satuan kg</li><li>(h)        = adalah Luas cat, dalam satuan m²</li></ul>



<ol type="1"><li>Pada kolom ukuran bahan baja pelat, angkur dan mur baut dapat kita isi dengan mengacu pada modul yang  ada dalam <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Komponen Struktur Rangka Baja Profil</a>, silahkan anda buka link tersebut.</li><li>Cara mengisi kolom berat satuan bahan, misal untuk mencari berat satuan profil CNP silahkan cari pada <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-cnp-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil CNP dan Kegunaan Bahan,</a></li><li>Cara mengisi kolom luas cat, yaitu dengan rumus: <strong>(h)=(d x f) x</strong> Luas cat bahan.  Yang mana luas cat permukaan bahan dapat anda peroleh dalam tabel baja yang telah tersedia.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Membuat rekapitulasi pekerjaan konstruksi gudang</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari tabel perhitungan sebelumnya, setelah semua tonase baja pada masing-masing item pekerjaan selesai kita hitung. Selanjutnya kita peroleh rekapitulasi item pekerjaan konstruksi gudang, sebagai berikut:</p>



<ul><li>Tiang baja CH.1; IWF 250x125x6x9           =   1.683,16 Kg</li><li>Tiang baja CH.2; IWF 200x100x5,5&#215;8        =   2.414,46 Kg</li><li>Regel RG; 2CNP 125x50x2,3                         =   1.727,71 Kg</li><li>Kuda-kuda KK; IWF 200x100x5,5&#215;8              =   8.442,08 Kg</li><li>Konsol KS; IWF 150x75x5x7                          =     482,58 Kg</li><li>Gording dan Rgk.atap lainnya                       =14.612,40 Kg</li><li>Angkur baja  Ø19&#215;600 mm (L)                       =       36 Bh</li><li>Angkur baja Ø16&#215;600 mm (L)                        =      72 Bh</li><li>Baut mur Ø1/2&#8243; Hitam                                    = 1.596 Pcs</li><li>Baut mur Ø5/8&#8243; HTB                                       =    620 Pcs</li><li>Mur trecstang Ø1/2&#8243; Hitam                            =  4.736 Bh</li><li>Waltermur <em>(Turn Buckle) </em>M.16                        =       40 Bh</li><li>Luas cat                                                           =  1.956,49 M2</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Menghitung tonase baja konstruksi gudang, dengan menggunakan program komputer prosesnya lebih cepat bila bandingkan dengan cara manual, serta hasil perhitungan lebih akurat. Anda cukup memahami gambar, mencari ukuran dan jenis bahan dan menyiapkan berat satuan baja. Lalu anda isi data-data tersebut kedalam tabel perhitungan tonase baja. Perlu kita ketahui, faktor kesalahan dalam menghitung tonase baja, lebih sering karena kurang teliti ketika mengisi <em>(input)</em> data pada tabel perhitungan. Antisipasi untuk itu memang perlu konsentrasi dan terus berlatih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/">Cara Menghitung Tonase Baja pada Konstruksi Gudang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-baja-konstruksi-gudang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menghitung Tonase Baja Cremona,Begini Caranya</title>
		<link>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 20:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[cremona siku]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[rab baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cremona adalah salah satu bentuk kuda-kuda yang bahan utamanya menggunakan baja profil siku dan pelat eyzer. Sementara arti volume kuda-kuda cremona adalah jumlah komponen kuda-kuda cremona selain baja profil siku dan pelat eyzer. Yaitu angkur baja, mur baut dan cat. Dan yang kita maksud tonase adalah berat total bahan baja yang kita gunakan pada rangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/">Tips Menghitung Tonase Baja Cremona,Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Cremona adalah salah satu bentuk kuda-kuda yang bahan utamanya menggunakan baja profil siku dan pelat eyzer. Sementara arti volume kuda-kuda cremona adalah jumlah komponen kuda-kuda cremona selain baja profil siku dan pelat eyzer. Yaitu angkur baja, mur baut dan cat. Dan yang kita maksud tonase adalah berat total bahan baja yang kita gunakan pada rangka kuda-kuda. Yang berarti dalam hal ini adalah tonase baja profil siku dan pelat eyzer.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tonase berasal dari kata <em>tonnage</em> (Inggris), yang berarti kapasitas isi pada sebuah ruang, misalnya geladak kapal. Namun untuk pekerjaan konstruksi baja istilah tonase menggambarkan jumlah berat bahan-bahan yang  kita gunakan untuk pembuatan rangka baja.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara menghitung tonase baja kuda-kuda cremona</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar berikut ini adalah contoh sebuah kuda-kuda cremona yang akan kita hitung tonase-nya. Data yang kita peroleh dari gambar antara lain:</p>



<ul><li>Type kuda-kuda KK.1 dengan jumlah 1 unit</li><li>Bentang kuda-kuda 17,0 meter,</li><li>Kemiringan (sudut) kuda-kuda 30º simetris (kanan dan kiri sama),</li><li>Rangka kuda-kuda dengan code batang (a) menggunakan bahan profil Siku 2L 70x70x7; batang (b) Siku 2L 60x60x6. Disebut 2L disini berarti siku yang digunakan adalah <em>double,</em> atau kanan dan kiri.</li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="640" height="480" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-det.kuda-kuda-cremona.jpg" alt="Gambar digunakan sebagai acuan perhitungan tonase dan volume kuda-kuda cremona" class="wp-image-1936" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-det.kuda-kuda-cremona.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-det.kuda-kuda-cremona-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>Gambar detail kuda-kuda cremona type KK.1 = 1 Unit</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Metode perhitungan kali ini kita menggunakan manual, dimana data-data yang ada dalam gambar tersebut akan kita jadikan acuan perhitungan tonase dan volume. Mengingat rangka kuda-kuda cremona dominan menggunakan bahan profil siku, silahkan buka <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil Siku dan Kegunaan Bahan</a> untuk mengetahui berat satuan bahan dan luas cat pada penampang profil siku.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Menghitung tonase baja code/rangka batang (a); Siku 2L 70x70x7.</strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung panjang batang (a), untuk 1 sisi rangka kuda-kuda adalah:</p>



<ul><li>= a1 + (a2 x 4) + a3 + a4 + a5 + a6</li><li>= 0,95 + (1,90&#215;4) + 2,23 + 10,50 + 3,30 + 6,00m = 30,58m</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung total panjang batang (a), untuk 1 unit kuda-kuda adalah:</p>



<ul><li><em>Catatan: 1 unit kuda-kuda terdiri dari 4 sisi rangka kuda-kuda</em></li><li>Maka untuk mengetahu total panjang batang (a) pada 1 unit kuda-kuda adalah:</li><li>= &nbsp;30,58m x 4 = 122,32m</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Jadi total tonase batang (a), adalah:</p>



<ul><li>= Total panjang batang x Berat satuan</li><li>= 122,32m x 7,38 kg/m = 902,72Kg</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menghitung tonase baja code batang (b); Siku 2L 60x60x6.</strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung panjang batang (b), untuk 1 sisi rangka kuda-kuda adalah:</p>



<ul><li>= b1 + b2 + b3</li><li>= 2,52 + 1,74 + 2,96 = 7,22m</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung total panjang batang (b), sama dengan cara menghitung total panjang batang (a);</p>



<ul><li>=&nbsp; 7,22m x 4 = 28,88m</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Jadi total tonase batang (b), adalah:</p>



<ul><li>= 28,88m x 5,42 kg/m = 153,53Kg</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Menghitung tonase baja plat</strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung plat plandas <em>(base plate)</em> menggunakan baja plat T=10mm, dengan ukuran 25x25cm adalah: &nbsp;</p>



<ul><li>= (0,25m x 0,25m) x 2bh x 81,0Kg/m² &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 10,12kg</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Menghitung buhul menggunankan baja plat T=8mm. Rata-rata ukuran buhul 25x30cm, jadi:</p>



<ul><li>= (0,25&#215;0,30) x 24bh x 64,93kg/m² &nbsp;&nbsp;&nbsp; = 116,87kg</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara menghitung volume kuda-kuda cremona</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Menghitung jumlah angkur baut</h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar diatas, ditulis keterangan angkur 4Ø19&#215;400 mm (L), artinya jumlah angkur per titik tumpuan adalah 4bh. Angkur baut menggunakan bahan besi Ø19mm dengan panjang <em>(length)</em> 40cm.</p>



<ul><li>Maka jumlah angkur per 1 unit kuda-kuda (kk.1) = 4 x 2 titik tumpuan = 8bh.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. Menghitung jumlah mur baut</h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mur baut dihitung pada tiap titik buhul dan disesuaikan dengan diameter mur baut pada tiap-tiang rangka batang. Misalnya untuk batang (a) diameter baut adalah Ø3/4” sementara untuk batang (b)&nbsp; Ø5/8”. Sebagai catatan tambahan spesifikasi mur baut ≥Ø5/8” menggunakan baut <a href="http://bumibauthotdip.com/2016/07/high-tension-bolt-htb-baut-mutu-tinggi-2/">HTB (High Tension Bolt)</a>, dan ≤ Ø1/2” menggunakan baut hitam.</p>



<p class="has-normal-font-size">Jumlah baut dapat dihitung berdasarkan gambar diatas, berikut ini:</p>



<ul><li>Mur baut Ø5/8” HTB = (3bh x 2 x 5btg) x 2sisi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;  = 60pcs</li><li>Mur baut Ø3/4” HTB = (6+8+6+6+6+8+35+12+20) x 2sisi &nbsp;&nbsp;&nbsp; = 214pcs</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. Menghitung luas cat</h3>



<p class="has-normal-font-size">Luas cat pada batang (a), adalah:</p>



<ul><li>= Total panjang x Luas permukaan siku</li><li>= 122,32m x 0,28m&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 34,25m²</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Luas cat pada batang (b), adalah:</p>



<ul><li>= Total panjang x Luas permukaan siku</li><li>= 28,88m x 0,24m&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 6,93m²</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Luas cat pada baja plat, adalah:</p>



<ul><li>= ((0,25m x 0,25m) x 2bh x 2 sisi) + ((0,25&#215;0,30) x 24bh x 2 sisi)</li><li>= 0,25 + 3,60 &nbsp;= 3,85m²</li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Jadi total luas cat adalah:&nbsp; 34,25m² + 6,93m² + 3,85m² = 45,03m²</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rekapitulasi tonase baja &amp; volume kuda-kuda type KK.1 per unit</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari perhitungan tonase dan volume diatas, selanjutnya dapat disusun rekapitulasi item pekerjaan yang ada dalam kuda-kuda type KK.1, yaitu:</p>



<ul><li>Rangka batang (a); Siku 2L 70x70x7 &nbsp;  = 902,72kg</li><li>Rangka batang (b); Siku 2L 60x60x6&nbsp;  = 153,53kg</li><li>Baja plat T=10 mm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = &nbsp;&nbsp;10,12kg</li><li>Baja plat T=8 mm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 116,87kg</li><li>Angkur baut 4Ø19&#215;400 mm (L)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; =&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 8 bh</li><li>Mur baut Ø5/8” HTB &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = &nbsp;&nbsp;60pcs</li><li>Mur baut Ø3/4” HTB &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 214pcs</li><li>Luas cat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 45,03m²</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Contoh perhitungan ini adalah cara praktis menghitung tonase dan volume 1 type kuda-kuda saja, yaitu type KK.1 dengan jumlah 1 unit. Misalkan jumlah KK.1 ada 3 unit, maka rekapitulasi item pekerjaan semua kita kalikan 3. Jika dalam pekerjaan rangka atap ada bermacam-macam type kuda-kuda, maka perhitungan kita lakukan mengikuti contoh perhitungan ini. Dimana tonase maupun volume kuda-kuda kita hitung terlebih dahulu sesuai type masing-masing kuda-kuda.  Dengan sering berlatih menghitung tonase dan volume pekerjaan konstruksi baja, 2 hal yang anda daptkan sekaligus yaitu memahami <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kuda-kuda-baja-profil-dan-jenis-bahan/">Bentuk Kuda-kuda Baja Profil dan Jenis Bahan</a> yang digunakan, juga kemampuan anda dalam membuat perhitungan anggaran biaya semakin terasah.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/">Tips Menghitung Tonase Baja Cremona,Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/menghitung-tonase-kuda-kuda-cremona/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2020 13:09:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[dak baja]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tonase baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dak adalah sebuah lantai bangunan yang terbuka dan berada pada lantai 2 atau selebihnya. Kita tahu fungsi dak pada sebuah bangunan cukup beragam, bisa kita gunakan untuk balkon/teras atau sekedar atap untuk ruangan yang ada bawahnya. Pada bangunan seperti inilah yang kita akan menghitung tonase. Kita sebut konstruksi dak baja sebab material yang kita gunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dak adalah sebuah lantai bangunan yang terbuka dan berada pada lantai 2 atau selebihnya. Kita tahu fungsi dak pada sebuah bangunan cukup beragam, bisa kita gunakan untuk balkon/teras atau sekedar atap untuk ruangan yang ada bawahnya. Pada bangunan seperti inilah yang kita akan menghitung tonase.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita sebut konstruksi dak baja sebab material yang kita gunakan untuk pembuatan konstruksi dak menggunakan bahan baja. Adapun jenis baja yang banyak gunakan untuk pembuatan konstruksi dak baja adalah profil WH, H Beam dan Baja plat. Dan sebuah konstruksi dak sederhana terdiri dari Tiang kolom, Balok induk dan Balok anak. Contohnya seperti gambar berikut, adalah sebuah konstruksi dak yang menggunakan bahan baja profil, silahkan perhatikan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="605" height="621" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja.jpg" alt="Cotoh dak konstruksi baja, yang akan dihitung tonase" class="wp-image-1909" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja.jpg 605w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-dak-konstruksi-baja-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 605px) 100vw, 605px" /><figcaption>Gambar konstruksi dak menggunakan baja</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar ini, kita akan lengkapi dengan sebuah daftar yang berisi code. Serta berisi jenis-jenis bahan yang kita gunakan untuk pekerjaan konstruksi dak, yaitu:</p>



<ul><li>CH&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Tiang kolom, menggunakan baja profil H-Beam 250x250x9x14</li><li>BJ.1&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Balok induk, menggunakan baja profil IWF 350x175x7x11</li><li>BJ.2&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Balok anak, menggunakan baja profil IWF 250x125x6x9</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Persiapan menghitung tonase baja, begini</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk menghitung tonase baja agar tidak ada yang terlewatkan, sangat perlu kita lakukan beberapa persiapan, yaitu sebagai berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Melengkapi ukuran dan jenis komponen struktur rangka baja.</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain jenis-jenis baja profil yang kita sebutkan sebelumnya, agar pekerjaan konstruksi dak dapat dilaksanakan dengan sempurna. Maka membutuhkan komponen lain yaitu: Plat landas, Plat lekat, Stiffners, Angkur, Mur baut dan Cat. Ukuran dan jenis bahan komponen-komponen ini, dalam artikel Komponen Struktur Rangka Baja telah dibuat berupa modul. Dan untuk menghitung tonase baja dak ini, ukuran dan jenis bahan komponen-komponen yang dibutuhkan mengacu pada module tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menentukan metode penghitungan yang akan kita lakukan.</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penghitungan tonase baja, apakah kita akan lakukan secara manual atau menggunakan program komputer?, tentu tergantung kesiapan yang anda. Disini menghitung tonase kita lakukan secara manual, maka yang kita perlu persiapkan kertas, alat tulis, kalkulator dan tabel baja. Sementara tabel baja telah tersedia dalam beberapa artikel . Misalnya jika profil yang akan kita gunakan pada pekerjaan adalah profil WF, maka silahkan buka <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil WF dan Kegunaan</a>.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sedangkan jika menggunakan program komputer, dapat kita lakukan dengan <a href="https://www.microsoft.com/id-id/microsoft-365/excel">software Ms.Excel</a>. Sebagai contoh, format menghitung tonase baja dalam Ms.Exel, seperti gambar ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="461" height="253" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja.jpg" alt="Contoh format penghitungan tonase baja jika menggunakan komputer, yaitu software Ms.Excel" class="wp-image-1910" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja.jpg 461w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-form-Ms.Excel-perhitungan-berat-baja-300x165.jpg 300w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /><figcaption>Gambar format penghitungan tonase menggunakan Ms.Excel</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara menghitung tonase konstruksi dak baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berdasarkan gambar konstruksi dak baja tersebut, akan kita jadikan contoh cara menghitung tonase baja dengan mudah dan praktis. Untuk memudahkan kita melakukan penghitungan, maka terlebih dahulu kita memahami jenis-jenis item pekerjaan, yang ada pada dak baja. Kemudian kita menentukan metode menghitung tonase baja. Adapun disini kita lakukan secara manual, cara menghitung tonase kita lakukan seperti berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Tonase baja pada Tiang kolom</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah tiang kolom harus lengkap dengan komponen Pelat landas, Stiffners untuk pelat landas, Stiffners untuk kolom dan Angkur. Adapun cara menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen tiang kolom, dapat anda perhatikan seperti ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (CH); H Beam 250x250x9x14&nbsp; = 3,13 m’ x 4 bh x 72,42 kg/m = 906,70 Kg</li><li>Plat landas T=14 mm, ukuran 30&#215;30 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,09 m² x 4 bh x 113,4 kg/m = &nbsp;&nbsp;40,82 Kg</li><li>Stiffners untuk plat landas T= 8 mm,&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,02 m² x 4 bh x 64,93 kg/m = &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;5,19 Kg</li><li>Stiffners untuk tiang kolom T=10 mm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,06 m² x 4 bh x 81,00 kg/m = &nbsp;&nbsp;19,44 Kg</li><li><em>Angkur baut 4Ø19&#215;800 mm (L)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 4 bh x 4 bh = &nbsp;&nbsp;16 Kg</em></li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari rincian perhitungan tersebut, selanjutnya dapat kita ketahui:</p>



<ul><li>Tonase Tiang kolom (CH)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = &nbsp;(906,70 + 40,82 + 5,19 + 19,44 Kg) = 1.072,15 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (1,65 m² x 4) + ((0,09&nbsp; + 0,02 + 0,06) x 2) = 6,94 m²</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Tonase pada Balok induk</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah balok induk perlu lengkap dengan komponen Pelat lekat, Stiffners dan Mur baut. Adapun teknis menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen untuk balok anak, dapat anda perhatikan caranya seperti berikut ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (BJ.1); WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 5,35 m’ x 2 bh x 49,60 kg/m = 530,72 Kg</li><li>Couhp (sumpil) CT-WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,80 m’ x 1 bh x 49,60 kg/m = &nbsp;39,68 Kg</li><li>Plat lekat T=12 mm, ukuran: 17,5&#215;70 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,12 m² x 4 bh x 97,22 kg/m =&nbsp;&nbsp; 46,66 Kg</li><li>Stiffners T=7 mm, ukuran: 17,5&#215;35 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,06 m² x 4 bh x 56,70 kg/m =&nbsp;&nbsp; 13,61 Kg</li><li><em>Mur baut 14Ø7/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 14 pcs x 4 bh =&nbsp;&nbsp; 56 Pcs</em></li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari uraian perhitungan tersebut, kemudian dapat kita ketahui:</p>



<ul><li>Tonase Balok induk (BJ.1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp; (530,72 + 39,68 + 46,66 + 13,61 Kg) = 630,67 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (1,40 m² x 2) + ((0,12&nbsp; + 0,06) x 2) m² = 3,16 m²</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Tonase baja Balok anak</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah balok anak terdiri dari komponen Pelat lekat, Stiffners dan Mur baut. Bagaimana cara menghitung tonase masing-masing bahan dan komponen untuk balok anak?, anda perhatikan perhitungan berikut ini:</p>



<ul><li>Tiang kolom (BJ.2); WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 3,00 m’ x 3 bh x 21,33 kg/m = 191,97 Kg</li><li>Couhp (sumpil) CT- WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,50 m’ x 1 bh x 21,33 kg/m = &nbsp;10,61 Kg</li><li>Plat lekat T=10 mm, ukuran: 10&#215;40 cm&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,04 m² x 3 bh x 81,00 kg/m =&nbsp;&nbsp; 9,72 Kg</li><li>Stiffners T=6 mm, ukuran: 10&#215;20 cm &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,02 m² x 4 bh x 48,61 kg/m =&nbsp;&nbsp; 3,89 Kg</li><li><em>Mur baut 10Ø5/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 10 pcs x 5 bh =&nbsp; 50&nbsp; Pcs</em></li></ul>



<p class="has-normal-font-size">Setelah seluruh uraian perhitungan telah selesai, maka selanjutnya kita dapat mengetahui:</p>



<ul><li>Tonase Balok anak (BJ.2) &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp; (191,97 + 10,61 + 9,72 + 3,89 Kg) = 216,19 Kg</li><li>Luas cat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = (0,80 m² x 3) + ((0,04&nbsp; + 0,02) x 2) m² = 2,52 m²</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Membuat rekapitulasi setelah menghitung tonase baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Rekapitulasi pekerjaan kita buat setelah semua tonase baja pada masing-masing item pekerjaan selesai kita hitung. Dan rekapitulasi ini selanjutnya berguna sebagai RincianAnggaran Biaya (RAB) pekerjaan konstruksi dak baja. Adapun rekapitulasi dari perhitungan tonase baja yang telah kita buat sebelumnya , adalah sebagai berikut :</p>



<ol type="1"><li>Pekerjaan Tiang kolom (CH); H Beam 250x250x9x14&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 1.072,15 Kg</li><li>Pekerjaan Balok induk (BJ.1); WF 350x175x7x11&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp;&nbsp;&nbsp; 630,67 Kg</li><li>Pekerjaan Balok anak (BJ.2); WF 200x100x5,5&#215;8&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; =&nbsp;&nbsp;&nbsp; 216,19 Kg</li><li>Angkur baut Ø19&#215;800 mm (L)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 16 Kg</li><li>Mur baut Ø7/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 56 Pcs</li><li>Mur baut Ø5/8” HTB&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 50&nbsp; Pcs</li><li>Luas cat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= 12,62 m²</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk memulai menghitung tonase pekerjaan baja, yang perlu kita lakukan terlebih dahulu adalah mengetahui item-item pekerjaan. Yang terdiri dari jenis bahan, ukuran dan jenis-jenis komponen struktur rangka baja. Selanjutnya kita menyiapkan tabel baja serta menentukan metode penghitungan yang akan kita lakukan, apakah manual atau menggunakan komputer. Kemudian setelah perhitungan selesai, kita membuat sebuah rekapitulasi. Terakhir, agar menjadi sebuah penawaran atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) kita tinggal memasukkan <a href="https://arsitekta.com/harga-satuan-pekerjaan-konstruksi-baja/">Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Baja</a> dalam rekapitulasi tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-tonase-baja-kostruksi-dak/">Cara Menghitung Tonase Baja Konstruksi Dak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Besi Beton, Lengkap &#038; Kengunaannya</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 17:15:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis besi beton]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel berat besi beton]]></category>
		<category><![CDATA[tabel besi beton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel Berat Besi Beton 15 Jenis Besi Beton &#38; Besi As – Panjang Normal @12,0 Meter Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi: Ø 6 mm           = 2,66 kg/btg    = 0,22 kg/m     = 0,23 m² Ø 8 mm           = 4,74 kg/btg    = 0,40 kg/m     = 0,30 m² [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/">Tabel Besi Beton, Lengkap &#038; Kengunaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2><strong>Tabel Berat Besi Beton</strong></h2>
<h3><strong>15 Jenis Besi Beton &amp; Besi As – Panjang Normal @12,0 Meter</strong></h3>
<p>Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi:</p>
<ol>
<li>Ø 6 mm           = 2,66 kg/btg    = 0,22 kg/m     = 0,23 m²</li>
<li>Ø 8 mm           = 4,74 kg/btg    = 0,40 kg/m     = 0,30 m²</li>
<li>Ø 9 mm           = 6,00 kg/btg    = 0,50 kg/m     = 0,34 m²</li>
<li>Ø 10 mm         = 7,40 kg/btg    = 0,62 kg/m     = 0,38 m²</li>
<li>Ø 11 mm         = 9,00 kg/btg    = 0,75 kg/m     = 0,42 m²</li>
<li>Ø 12 mm         = 10,70 kg/btg  = 0,89 kg/m     = 0,45 m²</li>
<li>Ø 13 mm         = 12,50 kg/btg  = 1,04 kg/m     = 0,49 m²</li>
<li>Ø 14 mm         = 14,50 kg/btg  = 1,21 kg/m     = 0,53 m²</li>
<li>Ø 16 mm         = 19,00 kg/btg  = 1,58 kg/m     = 0,60 m²</li>
<li>Ø 19 mm         = 26,80 kg/btg  = 2,23 kg/m     = 0,72 m²</li>
<li>Ø 22 mm         = 35,80 kg/btg  = 2,98 kg/m     = 0,83 m²</li>
<li>Ø 25 mm         = 46,20 kg/btg  = 3,85 kg/m     = 0,94 m²</li>
<li>Ø 29 mm         = 62,21 kg/btg  = 5,18 kg/m     = 1,09 m²</li>
<li>Ø32 mm          = 75,77 kg/btg  = 6,31 kg/m     = 1,21 m²</li>
<li>Ø32 mm          = 112,52 kg/btg = 9,38 kg/m     = 1,47 m²</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bahan besi beton termasuk jenis material yang paling dibutuhkan, dan paling banyak pemakaiannya dalam pembangunan sebuah gedung. Pemakaian besi beton pada sebuah gedung, mulai pembuatan pondasi (foot plate dan Sloof), kolom dan balok struktur, sampai dengan bahan untuk membuat rangka atap bangunan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tabel besi beton ini dibuat lengkap beserta kegunaan bahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Penggunaan besi beton pada pekerjaan konstruksi baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada pekerjaan konstruksi baja, besi beton atau <em>Mild Steel Round Bars </em>dapat digunakan untuk bahan pembuatan rangka atap baja, antara lain :</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Digunakan untuk Angkur <em>(Anchor)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penjelasan tentang angkur telah dibahasa sebelumnya, silahkan baca di <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Komponen Struktur Rangka Baja Profil</a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Digunakan untuk Trectang <em>(Sag Rod)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Trekstang berfungsi sebagai pengeras atau pengaku antar gording, agar lurus dan rigid. Kedua ujung trecstang selalu di drat (ulir) dengan proses sney, yang selanjutnya pada ujung trecstang tersebut masing-masing diberi 2 Mur. Contoh teknik penggunaan dan pemasangan trecstang dengan gording, dapat dilihat pada gambar denah rangka atap baja dibawah ini.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="484" height="392" class="wp-image-1881" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap-cremona-1.jpg" alt="" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap-cremona-1.jpg 484w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-denah-rangka-atap-cremona-1-300x243.jpg 300w" sizes="(max-width: 484px) 100vw, 484px" />
<figcaption>Gambar dengah rangka atap baja</figcaption>
</figure>
</div>



<h4 class="wp-block-heading">a. <strong>teknik menentukan ukuran bahan tresctang</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ukuran besi beton yang digunakan bahan tresctang, dapat dilakukan dengan teknik ketentuan penggunaan, sebagai berikut:</p>



<ul>
<li>Jika bahan <em>gording</em> adalah profil baja CNP <strong>125</strong>x50x20x2,3MM; maka Trecstang menggunakan bahan besi beton Ø10 MM,</li>
<li>Jika bahan <em>gording</em> adalah profil baja CNP <strong>150</strong>x50x20x2,3MM; maka Trecstang menggunakan bahan besi beton Ø12 MM,</li>
<li>Jika bahan <em>gording</em> adalah profil baja CNP <strong>200</strong>x75x20x2,8MM; maka Trecstang menggunakan bahan besi beton Ø16 MM.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">b. <strong>teknik menentukan jarak tresctang</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perlu diketahui, jarak maksimal antara trecstang adalah 2,0M. Sementara menentukan panjang maksimal sebuah trecstang, dapat dilakukan dengan teknik ketentuan penggunaan, dibawah ini:</p>



<ul>
<li>Trecstang yang menggunakan bahan besi beton Ø10 MM; maka panjang masksimal 1,20M</li>
<li>Trecstang yang menggunakan bahan besi beton Ø12 MM; maka panjang masksimal 1,50M</li>
<li>Trecstang yang menggunakan bahan besi beton Ø16 MM; maka panjang masksimal 1,80M</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Digunakan untuk Ikatan angin <em>(Wind Brace)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar denah rangka atap cremona diatas, juga terlihat jelas penempatan Ikatan angin pada rangka atap baja. Yaitu berfungsi sebagai pengeras atau pengaku antar kuda-kuda agar lurus dan rigid. Diameter besi beton yang digunakan untuk Ikatan angin adalah Ø12 MM; Ø16 MM dan Ø19 MM.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Teknis penggunaan masing-masing diameter besi beton diatas, dilakukan dengan mengikuti teknik standar dan ketentuan berikut:</p>



<ul>
<li>Jika bahan <em>kuda-kuda</em> besi profil WF 200x100x5,5x8MM; maka bahan Ikatan angin digunakan besi beton Ø12 MM,</li>
<li>Jika bahan <em>kuda-kuda</em> besi profil WF 300x150x6,5x9MM; maka bahan Ikatan angin digunakan besi beton Ø16 MM,</li>
<li>Jika bahan <em>kuda-kuda</em> besi profil WF 400x800x8x13MM; maka bahan Ikatan angin digunakan besi beton Ø19 MM,</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rumus menghitung berat (tonase) besi beton</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walaupun dalam tabel diatas berat besi beton telah lengkap, yakni berat per batang maupun berat per meter. Dibawah ini rumus yang dapat digunakan untuk menghitung berat per meter besi beton, yaitu:</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Berat (Kg) per Meter besi beton </strong><strong>= Ø (mm)² x 12 x 0,006165</strong></p>



<p>Misal untuk mengetahui berat besi beton Ø16 MM, maka :</p>



<ul>
<li>= 16² x 12 x 0,006165</li>
<li>= 1,578 Kg  <em>(Bandingkan dengan berat yang ada dalam tabel diatas)</em></li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tanpa mengurangi peran <em>engineer</em> dalam melakukan perhitungan kekuatan suatu bahan, misalnya besi beton mana yang kuat untuk bahan trestang atau ikatan angin. Jika perhitungan tersebut ada, maka akan lebih baik. Namun, Standar dan ketentuan diatas sebatas acuan praktis, bagi para penggiat bisnis konstruksi baja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/">Tabel Besi Beton, Lengkap &#038; Kengunaannya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tabel-besi-beton-dan-teknik-penggunaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Berat Pipa Besi, Kegunaan &#038; Kelebihan</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 16:03:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis besi pipa]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel berat besi pipa]]></category>
		<category><![CDATA[tabel besi pipa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel Berat Besi Pipa 26 Jenis Besi Pipa Hitam – Panjang Normal @6,0 Meter Terdiri dari Berat Satuan Per Meter lari, Per Batang, dan Luas Cat Per meter persegi: Ø1/2&#8243; x 2,6 mm           = 1,22 kg/m     = 7,32 kg/btg    = 0,40 m² Ø3/4&#8243; x 2,6 mm           = 1,58 kg/m     = 9,48 kg/btg    = [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/">Tabel Berat Pipa Besi, Kegunaan &#038; Kelebihan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2><strong>Tabel Berat Besi Pipa</strong></h2>
<h3><strong>26 Jenis Besi Pipa Hitam – Panjang Normal @6,0 Meter</strong></h3>
<p>Terdiri dari Berat Satuan Per Meter lari, Per Batang, dan Luas Cat Per meter persegi:</p>
<ol>
<li>Ø1/2&#8243; x 2,6 mm           = 1,22 kg/m     = 7,32 kg/btg    = 0,40 m²</li>
<li>Ø3/4&#8243; x 2,6 mm           = 1,58 kg/m     = 9,48 kg/btg    = 0,51 m²</li>
<li>Ø1&#8243; x 3,2 mm             = 2,44 kg/m     = 14,64 kg/btg  = 0,62 m²</li>
<li>Ø1,25&#8243; x 3,2 mm         = 3,14 kg/m     = 18,84 kg/btg  = 0,79 m²</li>
<li>Ø1,5&#8243; x 3,2 mm           = 3,62 kg/m     = 21,72 kg/btg  = 0,90 m²</li>
<li>Ø2&#8243; x 3,6 mm              = 5,09 kg/m     = 30,54 kg/btg  = 1,13 m²</li>
<li>Ø2,5&#8243; x 2,8 mm           = 5,08 kg/m     = 30,48 kg/btg  = 1,65 m²</li>
<li>Ø2,5&#8243; x 3,2 mm           = 5,77 kg/m     = 34,62 kg/btg  = 1,65 m²</li>
<li>Ø2,5&#8243; x 3,6 mm           = 6,52 kg/m     = 39,12 kg/btg  = 1,73 m²</li>
<li>Ø3&#8243; x 3,2 mm              = 6,78 kg/m     = 40,68 kg/btg  = 1,84 m²</li>
<li>Ø3&#8243; x 4,0 mm              = 8,47 kg/m     = 50,82 kg/btg  = 1,66 m²</li>
<li>Ø4&#8243; x 3,5 mm              = 9,56 kg/m     = 57,36 kg/btg  = 2,36 m²</li>
<li>Ø4&#8243; x 4,5 mm              = 12,10 kg/m   = 72,60 kg/btg  = 2,13 m²</li>
<li>Ø5&#8243; x 4,5 mm              = 15,00 kg/m   = 90,00 kg/btg  = 2,88 m²</li>
<li>Ø5&#8243; x 4,8 mm              = 16,20 kg/m   = 97,20 kg/btg  = 2,66 m²</li>
<li>Ø5&#8243; x 6,0 mm              = 19,80 kg/m   = 118,80 kg/btg            = 3,01 m²</li>
<li>Ø6&#8243; x 4,5 mm              = 17,80 kg/m   = 106,80 kg/btg            = 3,42 m²</li>
<li>Ø6&#8243; x 4,8 mm              = 19,20 kg/m   = 115,20 kg/btg            = 3,13 m²</li>
<li>Ø6&#8243; x 5,0 mm              = 19,80 kg/m   = 118,80 kg/btg            = 3,57 m²</li>
<li>Ø6&#8243; x 6,0 mm              = 23,60 kg/m   = 141,60 kg/btg            = 3,65 m²</li>
<li>Ø7&#8243; x 5,3 mm              = 24,20 kg/m   = 145,20 kg/btg            = 3,94 m²</li>
<li>Ø8&#8243; x 5,8 mm              = 30,10 kg/m   = 180,60 kg/btg            = 4,48 m²</li>
<li>Ø8&#8243; x 8,2 mm              = 42,10 kg/m   = 252,60 kg/btg            = 4,68 m²</li>
<li>Ø10&#8243; x 6,6 mm                        = 42,40 kg/m   = 254,40 kg/btg            = 5,53 m²</li>
<li>Ø12&#8243; x 6,9 mm                        = 53,00 kg/m   = 318,00 kg/btg            = 6,59 m²</li>
<li>Ø14&#8243; x 7,9 mm                        = 67,70 kg/m   = 406,20 kg/btg            = 7,36 m²</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jenis pipa yang digunakan pada pekerjaan konstruksi baja umumnya pipa besi hitam, yakni bahan untuk membuat rangka kuda-kuda lengkung. Selain untuk kuda-kuda, pipa besi juga digunakan untuk gording maupun tiang kolom.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>pipa besi digunakan untuk apa?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada banyak kegunaan pipa besi dalam bangunan selain untuk bahan konstruksi baja. Misalnya untuk pekerjaan-pekerjaan arsitektur, pipa besi digunakan sebagai bahan untuk membuat:</p>



<ol type="1">
<li>Canopy atau teras,</li>
<li>Reilling tangga,</li>
<li>Reilling balkon,</li>
<li>Rangka gazebo dan</li>
<li>Furniture atau perabot rumah tangga</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebelum menggunaan pipa besi untuk pekerjaan konstruksi baja, anda perlu memahami terlebih dahulu beberapa kelebihan dan kekurangan material ini. Hal ini dimaksud agar proses pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan berkualitas. Adapaun kelebihan dan kekurangan pipa besi saat digunakan untuk pekerjaan konstruksi baja, adalah sebagai berikut:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelebihan pipa besi pada pekerjaan konstruksi baja</strong></h2>



<ol type="1">
<li>Bahan ini sangat mudah diperoleh dipasaran, sebab hampir semua toko dan distributor besi telah menyediakan.</li>
<li>Tekstur permukaan bahan relatif  halus, sehingga tidak perlu kerja ekstra untuk mendapatkan  finishing yang bangus pada permukaan pipa,</li>
<li>Pipa besi sangat cocok digunakan untuk bahan rangka atap yakni <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kuda-kuda-baja-profil-dan-jenis-bahan/">kuda-kuda rangka pipa lengkung</a>, bulat dan kerucut. Karena pipa besi dapat dibentuk sesuai bentuk atap,</li>
<li>Bahan pipa besi sangat kokoh dan rigid, teruama jika digunakan sebagai rangka kuda-kuda. Contoh penggunaan pipa besi sebagai bahan kuda-kuda, dapat dilihat pada gambar dibawah.</li>
</ol>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="870" height="344" class="wp-image-1870" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Kuda_kuda-pipa.jpg" alt="" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Kuda_kuda-pipa.jpg 870w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Kuda_kuda-pipa-300x119.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-Kuda_kuda-pipa-768x304.jpg 768w" sizes="(max-width: 870px) 100vw, 870px" />
<figcaption>Gambar rangka kuda-kuda menggunakan bahan pipa besi</figcaption>
</figure>
</div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kekurangan pipa besi pada pekerjaan konstruksi baja</strong></h2>



<ol type="1">
<li>Ukuran diameter dan tebal pipa sangat variatif, namun untuk memastikan ukuran tersebut tersedia harus lebih sering <em>di-update</em>, terutama saat melakukan perencanaan <em>(desain).</em></li>
<li>Pipa besi yang dapat dibentuk lengkung <em>(bending) </em>hanya tebal tertentu. Pipa besi tidak boleh terlau tipis atau terlalu tebal. Karena jika terlalu tipis, pipa yang dibending tidak sempurna (gepeng). Sementara bila terlalu tebal, proses bending akan memakan waktu yang lama.</li>
<li>Sambungan pipa besi umumnya dilakukan dengan sistem las, sehingga perlu ekstra pengawasan. Serta tukang las yang membuat sambungan harus benar-benar yang ahli dan spesialis.</li>
<li>Pengelasan hanya bisa dilakukan dari luar permukaan pipa saja, sementara sisi dalam pipa tidak bisa dilakukan pengelasan. Gambar dibawah adalah contoh sambungan rangka kuda-kuda pipa dengan las.</li>
</ol>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="596" height="522" class="wp-image-1871" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-sambungan-las-rangka-pipa.jpg" alt="" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-sambungan-las-rangka-pipa.jpg 596w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-detail-sambungan-las-rangka-pipa-300x263.jpg 300w" sizes="(max-width: 596px) 100vw, 596px" />
<figcaption>Gambar detail sambungan las pada rangka kuda-kuda pipa</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari gambar diatas terlihat jelas, bahwa pengelasan sambungan-sambungan rangka kuda-kuda tersebut hanya sisi luar saja. Dapat dibayangkan jika pengelasan tidak dilakukan dengan sempurna, tentu resikonya sangat besar. Resiko tersebut semakin besar, jika pemakaian bahan pipa besi untuk rangka kuda-kuda dengan bentangan yang lebar, seperti gambar pertama diatas.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara menghitung berat (tonase) pipa besi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dalam tabel diatas tertera diameter pipa maksimal adalah 14” dan Tebal 7,9MM. Sementara untuk memenuhi permintaan klien, tidak mutahil harus menggunakan pipa besi Diameter 16” atau lebih. Dan sebagai tambahan, dipasaran pun pipa besi berdiameter ekstra seperti ini sangat banyak ditemukan. Menjadi pertanyaan, bagimana kita bisa mengetahui beratnya?.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rumus menghitung berat pipa besi</h3>



<p class="has-normal-font-size">Berikut cara menghitung berat (tonase) pipa besi yang tidak ada dalam tabel, yakni melalui Rumus sebagai berikut:</p>



<ul>
<li>Berat Pipa Besi per Meter       = Keliling Luar x T x 8,1</li>
<li>Keliling Luar Pipa                    = 3,14 x OD <em>(Outside Diameter)</em></li>
<li>OD (Outside Diameter)           = (2 x T) + Ø</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh soal, menghitung berat pipa besi</h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebuah pipa  dengan diameter Diameter 18” dan Tebal 8,6 MM. Maka tahap pertama, semua satuan dikonversi ke satuan Meter. Sehingga diperoleh ukuran Diameter 18” menjadi: 0,457 M, dan Tebal 8,6 MM menjadi: 0,0086 M. Setelah semua satuan dikonversi, selanjutnya dapat dilakukan penghitungan berat pipa per meter, adalah:</p>



<ul>
<li>= 3,14 x ((2 x 0,0086) + 0,460) x 8,6 x 8,1</li>
<li>= 3,14 x 0,474 x 8,6 x 8,1</li>
<li>= 103,68 Kg/M</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Bagi anda yang baru mendalami bisnis kontruksi baja, hal-hal yang dijelaskan diatas perlu dijadikan referensi, terutama saat melakukan desain atau menetukan diameter dan tebal pipa yang hendak digunakan.  Sebab tanpa memahami kelebihan dan kekurangan bahan ini, potensi akan mengalami kesulitan saat proses pengerjaan sangat besar. Untuk menghindari hal tersebut, maka tabel ini lengkap dengan kegunaan bahan pada pekerjaan konstruksi baja. Serta ulasan-ulasan lain yang mendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja anda, misalanya rumus menghitung berat (tonase) bahan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/">Tabel Berat Pipa Besi, Kegunaan &#038; Kelebihan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tabel-pipa-besi-memahami-kegunaan-bahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Baja Profil H Beam, Apa Beda dengan WF?</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-h-beam-dan-kegunaan-bahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 15:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis baja H-Beam]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja H-Beam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-h-beam-dan-kegunaan-bahan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel Berat Baja H-Beam 10 Jenis Baja Profil H-Beam – Panjang Normal @12,0 Meter Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi: H-Beam 100x100x6x8           = 206,00 kg/btg           = 17,17 kg/m   = 7,92 m² H-Beam 125x125x5x7            [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-h-beam-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil H Beam, Apa Beda dengan WF?</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2><strong>Tabel Berat Baja H-Beam</strong></h2>
<h3><strong>10 Jenis Baja Profil H-Beam – Panjang Normal @12,0 Meter</strong></h3>
<p>Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi:</p>
<ol>
<li>H-Beam 100x100x6x8           = 206,00 kg/btg           = 17,17 kg/m   = 7,92 m²</li>
<li>H-Beam 125x125x5x7             = 222,00 kg/btg           = 18,50 kg/m   = 9,90 m²</li>
<li>H-Beam 125x125x6x9             = 286,00 kg/btg          = 23,83 kg/m   = 10,35 m²</li>
<li>H-Beam 150x150x7x10           = 378,00 kg/btg           = 31,50 kg/m   = 11,88 m²</li>
<li>H-Beam 175x175x7x11            = 482,00 kg/btg            = 40,17 kg/m   = 13,86 m²</li>
<li>H-Beam 200x200x8x12         = 599,00 kg/btg            = 49,92 kg/m   = 15,84 m²</li>
<li>H-Beam 250x250x9x14          = 869,00 kg/btg            = 72,42 kg/m   = 19,80 m²</li>
<li>H-Beam 300x300x10x15        = 1.128,00 kg/btg         = 94,00 kg/m   = 23,76 m²</li>
<li>H-Beam 350x350x12x19        = 1.644,00 kg/btg         = 137,00 kg/m = 27,72 m²</li>
<li>H-Beam 400x400x13x21        = 2.064,00 kg/btg        = 172,00 kg/m = 31,68 m²</li>
</ol>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja profil H Beam sebagai bahan bangunan hampir sama kegunaannya dengan baja profil WF. Kesamaan tersebut bisa terlihat dari bentuk profil, panjang batang masing-masing 12 meter, serta fungsi bahan tersebut dalam sebuah struktur bangunan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa saja kegunaan profil H Beam?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja profil H Beam banyak digunakan untuk struktur rangka baja yang mengutamakan aspek kekuatan, misalnya untuk rangka jembatan, bangunan pabrik maupun bangunan bertingkat. Dibawah ini contoh shop drawing bahan profil H Beam, lengkap dengan <a href="https://arsitekta.com/2020/07/01/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">plat landas (base plate) dan lobang-lobang baut</a> untuk sambungan balok baja.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="300" class="wp-image-1836" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-300x300.jpg" alt="Gambar berikut adalah contoh shop drawing baja profil H-Beam, lengkap dengan detail lobang baut" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-150x150.jpg 150w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar diatas terlihat fungsi profil H Beam, yang digunakan sebagai struktur kolom pada sebuah bangunan bertingkat. Juga terlihat ada kombinasi ukuran kolom yang digunakan berbeda, antara kolom bagian bawah dan atas ukuran kolom yang digunakan tidak sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa perbedaan profil H Beam dengan WF?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kembali tentang kesamaan baja profil H Beam dengan profil WF, dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Secara kasat mata tidak terlihat perbedaan signifikan, namun jika diteliti secara detail berdasarkan ukuran yang lengkap, baru diperoleh ada banyak perbedaannya.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1837" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF-300x234.jpg" alt="Gambar ini menjelaskan bentuk antara baja profil WF dan profil H Beam yang sangat mirip" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF-300x234.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-profil-HBeam-dan-IWF.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption>Gambar baja profil WF dan H Beam</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-normal-font-size">Adapun yang membedakan antara dua baja profil H Beam dan WF, adalah:</p>



<ol type="1">
<li>Variable ukuran yang tersedia baja profil H Beam sangat terbatas. Yakni hanya beberapa macam ukuran saja, perhatikan tabel diatas.</li>
<li>Pada baja Profil H Beam, Lebar sayap <em>(Flends)</em> = Tinggi badan <em>(Web)</em>. Sementara pada baja profil WF, Lebar Flends = 1/2x Tinggi Web.</li>
<li>Tebal flends dan web profil H Beam lebih besar dibanding profil WF. Contoh ukuran pada profil H Beam 200x200x8x12 mm, sementara ukuran yang hampir sama pada profil WF 200x100x5,5&#215;8 mm.</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari contoh ukuran diatas menyimpulkan untuk variable jenis ukuran, profil H Beam memang lebih sedikit dibanding profil WF, namun dari segi kekuatan bahan dipastikan profil H Beam lebih unggul. Hal ini juga yang menjadi kelebihan profil ini kala digunakan untuk bahan struktur bangunan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan memahami secara detail macam-macam ukuran baja profil H Beam dan kelebihannya dibanding baja profil WF, akan memudahkan anda melakukan desain dan <a href="https://www.academia.edu/11741994/PERENCANAAN_STRUKTUR_BAJA">perencanaan struktur baja</a>. Karena manfaat sebuah bangunan bisa maksimal, dimulai dari proses pemilihan bahan yang akan digunakan apakah sudah tepat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-h-beam-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil H Beam, Apa Beda dengan WF?</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Baja Profil WF, Digunakan Untuk Apa?</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 14:30:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis WF]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[profil wf]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel Berat Baja WF 19 Jenis Profil WF – Panjang Normal @12,0 Meter Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi: WF 150x75x5x7             = 168,00 kg/btg              = 14,00 kg/m   = 7,20 m² WF 175x90x5x8             = 217,20  kg/btg          [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil WF, Digunakan Untuk Apa?</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2><strong>Tabel Berat Baja WF</strong></h2>
<h3><strong>19 Jenis Profil WF – Panjang Normal @12,0 Meter</strong></h3>
<p>Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi:</p>
<ol>
<li>WF 150x75x5x7             = 168,00 kg/btg              = 14,00 kg/m   = 7,20 m²</li>
<li>WF 175x90x5x8             = 217,20  kg/btg              = 18,10 kg/m     = 8,52 m²</li>
<li>WF 198x99x4,5&#215;7           = 218,40  kg/btg            = 18,20 kg/m     = 9,50 m²</li>
<li>WF 200x100x5,5&#215;8         = 256,00  kg/btg          = 21,33 kg/m     = 9,60 m²</li>
<li>WF 248x124x5x8           = 308,40  kg/btg            = 25,70 kg/m     = 11,90 m²</li>
<li>WF 250x125x6x9           = 355,20  kg/btg             = 29,60 kg/m     = 12,00 m²</li>
<li>WF 298x149x6x8           = 384,00  kg/btg            = 32,00 kg/m     = 14,30 m²</li>
<li>WF 300x150x6,5&#215;9         = 440,40  kg/btg           = 36,70 kg/m     = 14,40 m²</li>
<li>WF 346x174x6x9           = 497,00  kg/btg              = 41,42 kg/m     = 16,66 m²</li>
<li>WF 350x175x7x11          = 595,20  kg/btg              = 49,60 kg/m     = 16,80 m²</li>
<li>WF 396x199x7x11          = 679,50  kg/btg              = 56,63 kg/m     = 19,06 m²</li>
<li>WF 400x200x8x13          = 792,00  kg/btg            = 66,00 kg/m     = 19,20 m²</li>
<li>WF 446x199x8x12          = 794,40  kg/btg             = 66,20 kg/m     = 20,26 m²</li>
<li>WF 450x200x9x14          = 912,00 kg/btg             = 76,00 kg/m     = 20,40 m²</li>
<li>WF 500&#215;20 x10x16         = 1.075,00 kg/btg          = 89,58 kg/m     = 21,60 m²</li>
<li>WF 588x300x12x20        = 1.812,00 kg/btg          = 151,00 kg/m   = 28,51 m²</li>
<li>WF 600x200x11x17        = 1.272,00 kg/btg           = 106,00 kg/m   = 24,00 m²</li>
<li>WF 700x300x13x24        = 2.220,00 kg/btg         = 185,00 kg/m   = 31,98 m²</li>
<li>WF 800x300x14x26        = 2.520,00 kg/btg         = 210,00 kg/m   = 34,44 m²</li>
</ol>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja profil WF sering juga disebut profil IWF, salah satu jenis bahan yang menjadi pilihan favorit untuk sebuah bangunan yang direncanakan menggunakan struktur rangka baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja profil WF awalnya diproduksi dalam 2 macam satuan ukuran, yaitu  milimeter (metriks) dan inchi. Namun khusus di Indonesia, bahan ini hanya diproduksi dengan memakai satuan ukuran milimeter. Perhatikan tabel diatas, semua jenis ukuran profil WF tersebut adalah dalam satuan milimeter.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dalam perkembangannya kebutuhan terhadap bahan ini terus mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pabrik yang memproduksi baja profil WF semakin bertambah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa kegunaan baja profil WF?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain untuk bahan bangunan, profil WF juga banyak dipakai untuk kebutuhan industri lain, misal untuk bahan rangka landasan mesin, pembuatan galangan kapal, industri karoseri dan bak truk trailer.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1828" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar-300x234.jpg" alt="" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar-300x234.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-kuda-kuda-bentang-lebar.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption>Gambar bangunan pabrik bentang lebar</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar diatas adalah contoh sebuah banguan pabrik dengan bentang yang lebar, yang menggunakan bahan baja profil WF sebagai struktur rangka utamanya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai bahan bagunan, profil WF lebih banyak diprioritaskan untuk klasifikasi pekerjaan struktur. Walaupun sebagian kecil ada yang menggunakan bahan ini untuk pekerjaan arsitektur (fasad), hal itu menggambarkan bahwa profil WF juga bisa dimanipulasi agar menampilkan estetika.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kegunaan profil WF secara spesifik dalam bangunan adalah sebagai bahan struktur bangunan pabrik, struktur bangunan bertingkat, rangka atap, jembatan dan sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Kelebihan dan kelemahan profil WF?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kelebihan utama profil WF adalah bisa digunakan untuk kontruksi bentang lebar dan bertingkat tinggi. Selain itu, beberapa kelebihan lainnya adalah sebagai berikut:</p>



<ol type="1">
<li>Bahan mudah ditemukan dipasaran karena hampir semua <a href="https://okesteel.com/baja-wf/">distributor besi dan baja </a>telah menyediakan,</li>
<li>Tersedia bermacam-macam variable ukuran, sehingga pilihan lebih banyak untuk berbagai macam kebutuhan.</li>
<li>Jika menginginkan ukuran khusus, dapat dipesan ke produsen (pabrik) agar diproduksi sesuai kebutuhan yang di inginkan.</li>
<li>Proses Pengerjaan relatif mudah, karena profil WF bisa disambung dengan sistem las maupun sambungan mur baut.</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari segi kelemahan, baja profil WF secara umum tidak memiliki kelemahan yang signifikan. Sebab sama halnya dengan baja profil lain, identifikasi kelemahan dibatasi pada proses pengerjaan dan ketersediaan bahan saja, tidak berdasarkan kualitas maupun harga. Dibawah ini contoh shop drawing bahan profil WF pada sebuah konstruksi dak baja, lengkap dengan <a href="https://arsitekta.com/2020/07/01/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">plat lekat (clead plate)</a>.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="166" class="wp-image-1829" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-IWF-300x166.jpg" alt="" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-IWF-300x166.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-IWF-768x425.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-IWF.jpg 1003w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption>Gambar contoh shop drawing baja profil IWF</figcaption>
</figure>
</div>



<p>Sedikit kelemahan profil ini berkaitan dengan proses pengerjaan saja, antara lain:</p>



<ol type="1">
<li>Proses pengerjaan tahap fabrikasi, instal dan erection dilokasi proyek harus di support dengan alat yang memadai. Misal alat berat crane, alat las, mesin potong dan sebagainya.</li>
<li>Karena ukuran profil WF relatif besar, maka moda pengiriman ke lokasi proyek harus diperhitungkan dengan cermat. Sebab ada kalanya lokasi proyek tidak bisa dijangkau semua kendaraan truk besar.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Memahami secara detail jenis-jenis dan ukuran baja profil WF dari tabel diatas, serta kegunaan bahan ini dalam bangunan akan memudahkan anda membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), shop drawing serta metode kerja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-iwf-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil WF, Digunakan Untuk Apa?</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tabel Baja Profil Siku dan Kegunaan Bahan</title>
		<link>https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 16:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan besi siku]]></category>
		<category><![CDATA[menghitung tonase]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel baja]]></category>
		<category><![CDATA[tabel berat besi siku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tabel Berat Profil Siku 30 Jenis Besi Siku – Panjang Normal @6,0 Meter Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi: L30x30x3          = 8,16 kg/btg   = 1,36 kg/m     = 0,79 m² L40x40x4          = 14,50 kg/btg  = 2,42  kg/m [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil Siku dan Kegunaan Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2><strong>Tabel Berat Profil Siku</strong></h2>
<h3><strong>30 Jenis Besi Siku – Panjang Normal @6,0 Meter</strong></h3>
<p>Terdiri dari Berat Satuan Per Batang, Per Meter lari dan Luas Cat Per meter persegi:</p>
<ol>
<li>L30x30x3          = 8,16 kg/btg   = 1,36 kg/m     = 0,79 m²</li>
<li>L40x40x4          = 14,50 kg/btg  = 2,42  kg/m    = 1,10 m²</li>
<li>L45x45x5           = 20,50 kg/btg = 3,42 kg/m     = 1,24 m²</li>
<li>L50x50x5           = 22,50 kg/btg = 3,75 kg/m     = 1,32 m²</li>
<li>L50x50x6           = 27,58 kg/btg = 4,60 kg/m     = 1,38 m²</li>
<li>L55x55x5           = 24,75 kg/btg = 4,13 kg/m     = 1,41 m²</li>
<li>L60x60x5           = 27,42 kg/btg = 4,57  kg/m    = 1,58 m²</li>
<li>L60x60x6          = 32,52 kg/btg  = 5,42  kg/m    = 1,69 m²</li>
<li>L65x65x6           = 35,46 kg/btg = 5,91  kg/m    = 1,79 m²</li>
<li>L70x70x6           = 38,28 kg/btg = 6,38  kg/m    = 1,85 m²</li>
<li>L70x70x7           = 44,28 kg/btg = 7,38  kg/m    = 1,93 m²</li>
<li>L75x75x6           = 41,22 kg/btg = 6,87  kg/m    = 2,07 m²</li>
<li>L75x75x7           = 47,64 kg/btg = 7,94  kg/m    = 2,12 m²</li>
<li>L80x80x7           = 54,36 kg/btg = 9,09  kg/m    = 2,11 m²</li>
<li>L80x80x8           = 57,96 kg/btg = 9,66  kg/m    = 2,21 m²</li>
<li>L90x90x8           = 64,56 kg/btg = 10,76  kg/m = 2,38 m²</li>
<li>L90x90x9           = 73,20 kg/btg = 12,20  kg/m = 2,48 m²</li>
<li>L100x100x8       = 73,20 kg/btg           = 12,20  kg/m = 2,70 m²</li>
<li>L100x100x10     = 90,60 kg/btg           = 15,10  kg/m = 2,82 m²</li>
<li>L120x120x11     = 119,40 kg/btg           = 19,90  kg/m = 3,17 m²</li>
<li>L120x120x12     = 129,60 kg/btg           = 21,60  kg/m = 3,31 m²</li>
<li>L125x125x12     = 140,00 kg/btg           = 23,33  kg/m = 3,17 m²</li>
<li>L130x130x12     = 140,14 kg/btg           = 23,35  kg/m = 3,59 m²</li>
<li>L130x130x13     = 151,74 kg/btg           = 25,29  kg/m = 3,67 m²</li>
<li>L150x150x12     = 164,00 kg/btg           = 27,33  kg/m = 3,96 m²</li>
<li>L150x150x15     = 202,00 kg/btg           = 33,67  kg/m = 4,14 m²</li>
<li>L200x200x15     = 272,00 kg/btg           = 45,33  kg/m = 5,28 m²</li>
<li>L200x200x20     = 358,00 kg/btg           = 59,67  kg/m = 5,52 m²</li>
<li>L200x200x25     = 442,00 kg/btg           = 73,67  kg/m = 5,64 m²</li>
<li>L250x250x25     = 562,00 kg/btg           = 93,67  kg/m = 6,60 m²</li>
</ol>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Guna memudahkan perhitungan kebutuhan bahan, volume atau tonase telah dicantumkan dalam tabel diatas berat per-batang profil  siku serta berat per-meter, juga disertakan luas cat yang dibutuhkan pada permukaan profil siku.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bagi kalangan umum <a href="https://www.slideshare.net/yuzyusa/tabel-profil-konstruksi-baja">baja profil siku</a> sudah tidak asing sebab telah banyak ditemui di lingkungan disekitar. Selain digunakan untuk bahan bangunan, baja profil siku juga banyak dipakai untuk keperluan perabot rumah tangga atau furniture. Misal untuk pembuatan rak buku, rangka meja, rangka tempat tidur dan sebaginya. Namun secara keseluruhan, penggunaan baja profil siku tetap lebih banyak untuk bahan bangunan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kegunaan baja profil siku pada bangunan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut kegunaan baja profil siku dalam bagunan yang diklasifikasikan berdasarkan fungsi, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Untuk bahan pekerjaan arsitektur</h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jenis pekerjaan arsitektur yang banyak menggunakan bahan baja profil siku adalah untuk membuat pagar, kanopi atau pergola, pintu besi, tangga besi. Dan masih banyak lagi, yang sifatnya berhubungan dengan pekerjaan ekspose dan tampak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Untuk bahan pekerjaan struktur</h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sedangkan untuk pada pekerjaan struktur bangunan, baja profil siku banyak digunakan untuk membuat rangka kuda-kuda atap, rangka tower air <em>(upper water tank),</em> konstruksi rangka/tiang pemancar dan SUTET. Dibawah ini salah satu contoh rangka kuda-kuda atap baja yang menggunakan bahan baja profil siku, yang banyak ditemui penggunaanya pada bangunan rumah tinggal dan atap banguna gedung lainnya.</p>



<div class="wp-block-image is-style-default">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1820" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-konstruksi-kuda-kuda-cremona.jpg" alt="" width="507" height="249" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-konstruksi-kuda-kuda-cremona.jpg 1014w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-konstruksi-kuda-kuda-cremona-300x147.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-konstruksi-kuda-kuda-cremona-768x376.jpg 768w" sizes="(max-width: 507px) 100vw, 507px" />
<figcaption>Gambar kuda-kuda cremona</figcaption>
</figure>
</div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelebihan dan kelemahan.</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Identifikasi kelebihan dan kelemahan baja profil siku tidak ditinjau dari kualitas dan harga. Sebab barometer untuk melakukan identifikasi kualitas dan harga harus dengan kajian yang lebih dalam dan spesifik. Disini identifikasi kelebihan dan kelemahan cukup dilakukan dari segi ketersediaan bahan serta proses pengerjaan. Dibawah ini beberapa kelebihan bahan baja profil siku jika digunakan pada bangunan, antara lain:</p>



<ul>
<li>Mudah ditemukan dipasaran, sebab hampir di semua toko-toko besi sudah menyediakan.</li>
<li>Pelaksanaan pengerjaan profil siku sangat mudah, sebab ukuran profil siku relatif kecil dan bisa disambung dengan sistem <a href="https://arsitekta.com/2020/06/13/tutorial-gambar-kerja-konstruksi-baja/">sambungan las maupun mur baut</a>.</li>
<li>Pengiriman dan pemasangan dilokasi proyek sangat mudah, sebab tidak perlu bantuan alat berat.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maksud dilampirkan penjelasan tentang kegunaan bahan, kelebihan dan kelemahan baja profil siku seperti dijelaskan diatas, supaya bisa menjadi referensi khalayak umum ketika hendak memilih bahan ini untuk bangunan atau bahan lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tabel-baja-profil-siku-dan-kegunaan-bahan/">Tabel Baja Profil Siku dan Kegunaan Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
