<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>daftar alat berat proyek Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/daftar-alat-berat-proyek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/daftar-alat-berat-proyek/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jul 2022 10:35:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>daftar alat berat proyek Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/daftar-alat-berat-proyek/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</title>
		<link>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 10:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung biaya operasi alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[daftar alat berat proyek]]></category>
		<category><![CDATA[operasi alat berat proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semua jenis alat berat konstruksi bangunan harus dipergunakan semaksimal mungkin. Supaya proyek cepat kelar. Serta untuk efisiensi biaya. Sebagaimana kita ketahui. Sebagian besar alat kerja proyek adalah sistem sewa. Maka dari itu, selain harus bayar sewa, kontraktor juga dibebankan biaya operasi alat berat. Apa saja itu?. Melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni tentang alat berat proyek. Tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/">Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-4094 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat-300x178.jpeg" alt="Rincian biaya operasional alat berat untuk proyek konstruksi" width="300" height="178" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat-300x178.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Rincian-biaya-operasi-alat-berat.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Semua jenis alat berat konstruksi bangunan harus dipergunakan semaksimal mungkin. Supaya proyek cepat kelar. Serta untuk efisiensi biaya. Sebagaimana kita ketahui. Sebagian besar <a href="https://arsitekta.com/alat-kerja-bangunan-selengkapnya-yang-universal-dan-khusus-90/">alat kerja proyek</a> adalah sistem sewa. Maka dari itu, selain harus bayar sewa, kontraktor juga dibebankan biaya operasi alat berat. Apa saja itu?.</p>
<p>Melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni tentang alat berat proyek. Tidak lengkap rasanya, kalau Anda membaca artikel bagian ke-3 ini. Artikel ini secara khusus menjelaskan tentang cara menghitung biaya operasional alat, yang Anda pakai (sewa).</p>
<h2>Pengertian dan manfaat menyediakan biaya</h2>
<p>Biaya operasi alat berat artinya sejumlah dana yang wajib Anda sediakan setiap saat, untuk operasional sebuah alat yang di sewa, maupun alat yang Anda miliki sendiri. Demi kelancaran proses konstruksi bangunan. Silahkan perhatikan kata-kata yang kami garis bawahi. Mengapa harus setiap saat?.</p>
<p>Pemakaian alat berat pada proyek tergolong sangat tinggi. Bahkan sering sampai tengah malam (lembur). Sisi lain, mayoritas alat berat adalah sistem mekanis. Oleh sebab itu, sewaktu-waktu membutuhkan biaya untuk bahan bakar, pelumas, servis bahakan biaya untuk operator. Nah, dengan ketersediaan dana tersebut, dipastikan alat berat beroperasi dengan benar, dan maksimal.</p>
<h2>Jenis-jenis biaya operasional dan contoh-contohnya</h2>
<p>Rincian biaya operasi <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">alat berat</a> terbagi menjadi 5 macam. Dan masing-masing biaya dalam hitungan jam (per jam), yaitu:</p>
<h3>1. Bahan bakar dan pelumas</h3>
<p>Pengadaan bahan bakar dan pelumas adalah wajib bagi segala jenis kendaraan bermotor. Apalagi alat berat proyek, yang memiliki tenaga (daya) dan kapasitas sangat besar. Sebab 2 unsur inilah yang menjadi penentu besar kecilnya pemakaian bahan bakar, maupun pelumas. Jikalau besar, tentu biaya yang dibutuhkan juga besar. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p><strong>[Contoh #1]:</strong> Buldoser 115 HP. Berdasarkan HSP Kota Semarang tahun 2019. Biaya operasi alat berat ini per jam adalah Rp 573.843,-. Dari biaya tersebut ternyata alokasi untuk pengadaan bahan bakar dan pelumas sebesar Rp 270.243,-. Atau, sekitar 47,09% dari total biaya operasi. Janga lupa. Biaya ini per jam loh!..</p>
<h3>2. Pelatihan operator alat (workshop)</h3>
<p>Keahlian dan keterampilan mengoperasikan alat berat adalah wajib bagi setiap operator. Untuk mencapai hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan secara <a href="https://www.binaracademy.com/blog/cara-belajar-otodidak-yang-efektif">otodidak</a>. Tapi, harus melalui pelatihan yang ketat. Adapun trainer yang bertugas untuk itu bukanlah pihak rental. Melainkan produsen alat langsung. Oleh sebab itu, Anda wajib mengalokasikan dana.</p>
<p><strong>[Contoh #2]:</strong> Mesin Stone crusher kapasitas 50 ton. Biaya pelatihan operator, dan pembantu operator disediakan biaya Rp 64.232,-. Atau sebesar 10,82% dari total biaya operasi alat berat, yang berjumlah Rp 593.848,-</p>
<h3>3. Servis (perbaikan dan perawatan)</h3>
<p>Besar kecilnya biaya servis adalah tergantung kondisi alat pada saat itu. Bilamana sekedar ganti oli atau tune up, tentu pihak rental bisa menangani sendiri. Dan posisi alat berat tetap berada di proyek. Namun, jikalau terjadi kerusakan parah. Tentunya yang harus menangani adalah tenaga ahli dari pihak <a href="https://www.moxa.id/artikel/daftar-5-perusahaan-alat-berat-terbesar-dunia-dan-indonesia">produsen</a>. Bisa jadi juga alat berat harus diboyong kembali ke base camp.</p>
<p>Ini semua membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka dari itu, diperlukan alokasi dana untuk perbaikan dan perawatan. Jumlahnya tidak tangung-tanggung. <strong>[Contoh #3]</strong>: Sekelas Wheel loader saja mencapai 20,75% dari biaya operasi alat berat. Yaitu sebesar Rp 66.938,- dari Rp 322.598,-.</p>
<h3>4. Upah operator alat berat</h3>
<p>Diantara 3 contoh alat diatas. Persentase biaya untuk operator yang paling besar adalah Wheel loader. Yakni sebesar 8,86% atau sekitar Rp 28.571,- dari biaya operasional alat. Sedangkan alokasi biaya upah operator Stone crusher hanya 4,81%. Dan Buldoser sebagai alat berat yang besar, hanya menyediakan dana 4,98%.</p>
<h3>5. Upah pembantu operator</h3>
<p>Alokasi biaya operasional yang tak kalah penting adalah untuk upah pembantu operator. Setiap alat berat wajib memiliki 1 pembantu operator. Besar upah rata-rata sebesar Rp 12.857,-/Jam. Dibanding dengan upah sang operator, hanya setengahnya. Sangat timpang. Tapi, apa boleh buat. Demikian ketentuan dari pemerintah. Tentang besaran biaya operasi alat berat serta rincian-rincian biaya.</p>
<h2>Cara menghitung biaya operasi alat</h2>
<p>Menghitung biaya operasional alat berat sebenarnya sangat mudah. Asalkan data yang diperlukan sudah lengkap dan update. Data-data yang dimaksud, beserta dengan kode untuk perhitungan adalah:<br />
1. Daya/tenaga (Pw)<br />
2. Kapasitas/kemampuan alat (Cp)<br />
3. Umur alat (A)<br />
4. Batas maksimal operasi alat (jam kerja) per tahun (W)<br />
5. Harga alat berat (B)<br />
6. Upah tenaga kerja<br />
7. Harga bahan bakar (h1)<br />
8. Harga pelumas (h2)<br />
9. <a href="https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20649">Suku bunga</a> per tahun<br />
10. Dan koefisien masing-masing biaya.</p>
<h3>a. Koefisien minimum dan maksimum biaya</h3>
<p>Besarnya koefisien ditentukan menurut pemakaian alat. Bila, alat berat digunakan untuk kerja ringan. Maka koefisien biaya kecil. Sebaliknya. Jikalau alat dipakai untuk kerja berat. Berarti koefisien biaya jadi tinggi/besar. Tingkat pemakaian alat yang berbeda ini sering juga disebut dengan istilah koefisien minimum dan maksimum.</p>
<p>Jenis biaya operasi alat berat yang dikenakan berdasarkan koefisien, ada 4 macam yakni:<br />
1. Bahan bakar (f1) = 12 &#8211; 15%<br />
2. Pelumas (f2) = 2,5 &#8211; 3%<br />
3. Workshop (g1) = 6,25 &#8211; 8,75%<br />
4. Perbaikan dan perawatan (maintenance) (g2) = 12,5 – 17,5%</p>
<h3>b. Contoh perhitungan biaya operasi mesin bore pile</h3>
<p>Spesifikasi mesin bor pile misalnya seperti berikut:</p>
<ul>
<li>Pw = 150 HP</li>
<li>Cp = 2.000 m</li>
<li>W = 1.500 jam</li>
<li>B = Rp 367.500.000,-</li>
<li>h1 = Rp 8.800,-</li>
<li>h2 = Rp 27.500,-</li>
<li>Upah operator = Rp 200.000,-/hari</li>
<li>Pembantu operator = Rp 90.000,-/hari</li>
</ul>
<p>Mesin tersebut, misalkan digunakan untuk kerja berat. Berarti koefisien biaya yang digunakan adalah yang paling tinggi. Cara menghitung masing-masing biaya seperti berikut:</p>
<h4>Biaya bahan bakar dan pelumas (F)</h4>
<p>Rumus:<br />
F = (f1 x Pw x h1) + (f2 x Pw x h2)<br />
= (15% x 150 x Rp 8.800) + ( 3% x 150 x Rp 27.500)<br />
= Rp 321.750,-/jam</p>
<h4>Biaya workshop (G)</h4>
<p>Dengan rumus:<br />
G = (g1 x B) : W<br />
= (8,75% x Rp 367.500.000) : 1.500<br />
= Rp 21.438,-/jam</p>
<h4>Perbaikan dan perawatan alat (K)</h4>
<p>Rumus:<br />
K = (g2 x B) : W<br />
= (17,5% x Rp 367.500.000) : 1.500<br />
= Rp 42.875,-/jam</p>
<h4>Biaya upah efektif per jam</h4>
<p>Upah operator (H) = Rp 200.000 : 7 jam = Rp 28.571,-<br />
Upah pembantu operator (I) = Rp 90.000 : 7 jam = Rp 12.857,-</p>
<p>Dengan demikian, total biaya operasi alat berat bor pile adalah:<br />
= F + G + K + H + I<br />
= Rp 321.750 + Rp 21.438 + Rp 42.875 + Rp 28.571 + Rp 12.857 = Rp 427.491,-/jam</p>
<h3>c. Persentase rata-rata biaya operasi mesin bore pile</h3>
<p>Berdasarkan perhitungan diatas, diketahui persentase rata-rata masing-masing biaya adalah:<br />
1. F = (Rp 321.750 : Rp 427.491) x 100 = 75,265%<br />
2. G = (Rp 21.438 : Rp 427.491) x 100 = 5,015%<br />
3. K = (Rp 42.875 : Rp 427.491) x 100 = 10,029%<br />
4. H = (Rp 28.571 : Rp 427.491) x 100 = 6,684%<br />
5. I = (Rp 12.857 : Rp 427.491) x 100 = 3,008%</p>
<h2>[Penutup] Kebutuhan operasional alat yang bekerja berat</h2>
<p>Biaya operasi untuk alat berat jenis lain kemungkinan besar tidak sama dengan bor pile. Namun dari persentase biaya diatas, untuk jenis mesin yang beroperasi secara berat. Anda telah memiliki gambaran tentang kebutuhan biaya untuk bahan bakar dan pelumas. Persentasenya dipastikan tidak jauh berbeda.</p>
<p>Pertanyaan terakhir. Kepada siapakah biaya operasi alat berat dibebankan?. Pihak rental atau penyewa?. Jawabnya, penyewa. Maka dari itu kesimpulannya. Jikalau Anda menyewa alat berat. Maka Anda wajib mengeluarkan 2 jenis biaya sekaligus. Yakni <a href="https://arsitekta.com/biaya-sewa-alat-berat-proyek-bangunan-jalan-dan-jembatan-tahun-ini-bagian-ke-2/">biaya sewa</a>. Yang Anda bayar kepada pemiliki alat. Dan biaya operasional alat. Yang Anda tanggung sendiri, selama menggunakan alat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/">Biaya Operasi Alat Berat Per Jam, Jenis-jenisnya dan Cara Menghitung (Bagian ke-3)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/biaya-operasi-alat-berat-per-jam-jenis-jenisnya-dan-cara-menghitung-bagian-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</title>
		<link>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 13:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[alat proyek]]></category>
		<category><![CDATA[daftar alat berat proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat. Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4077 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg" alt="Contoh alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan (Sumber: Fixabay.com)" width="300" height="181" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat-300x181.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Alat-berat.jpeg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Alat berat proyek bangunan makin hari, semakin canggih. Jenisnya sangat beragam. Dan produsennya juga semakin banyak. Baik yang berasal dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sesuai dengan keperluan konstruksi bangunan Indonesia. Sehingga tidak heran, semua item pekerjaan bangunan sudah memiliki alat berat.</p>
<h2>Pentingnya peralatan kerja yang berteknologi tinggi</h2>
<p>Peralatan kerja merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya sebuah pekerjaan konstruksi. Jikalau alat yang Anda gunakan sangat memadai, lengkap dan berteknologi tinggi. Tentu proses konstruksi akan berjalan lancar. Cepat selesai. Serta menghasilkan sebuah bangunan yang berkualitas bagus. Ini adalah harapan semua pihak. Mulai dari owner, pengawas, kontraktor, hingga level tukang.</p>
<p>Namun, jika alat kerja Anda dalam jumlah yang pas-pasan. Dan masih konvensional. Mustahil mutu bangunan sesuai dengan yang diharapkan. Bisa jadi berantakan. Karena pekerjaan telat, kualitas buruk dan akhirnya kena <a href="https://brainly.co.id/tugas/3055372">sanksi</a>. Kondisi terburuk setelah itu adalah Anda pasti mengalami kerugian. Nah, salah satu antisipasi untuk hal tersebut. ketahui jenis alat berat proyek yang Anda tangani. Dan berupaya-lah untuk menyediakan seluruh alat tersebut.</p>
<h2>Ragam jenis alat konstruksi jalan dan jembatan</h2>
<p>Kali ini kami mengajak Anda untuk mengenal alat berat yang dibutuhkan untuk proyek jalan dan jembatan. Tak tangung-tanggung, ternyata sangat banyak. Jumlahnya mencapai 50 jenis. Daftar alat yang dimaksud, berikut terjemahan serta kegunaannya. Kami bagi menjadi 2 kelompok, yaitu:</p>
<h3>a. Jenis mesin dengan awalan huruf A sampai C</h3>
<p>Terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Aggregat/chip spreader = penyebar agregat (perekat) keping</li>
<li>Asphalt distributor = alat distributor aspal</li>
<li>Asphalt finisher = pelapis bagian atas (finishing) aspal</li>
<li>Asphalt liquid mixer = mesin pencampur cairan aspal</li>
<li>Asphalt mixing plant = tempat pencampur aspal</li>
<li>Asphalt sprayer = alat penyemprot aspal</li>
<li>Asphalt tanker = tanki aspal</li>
<li>Blending equipment = peralatan pencampuran</li>
<li>Bore pile machine = mesin <a href="https://arsitekta.com/dasar-dasar-tentang-pondasi-sumuran-bore-pile-dan-pancang/">bor pile</a></li>
<li>Bulldozer = buldoser (mesin perata tanah)</li>
<li>Cement tanker = tanki semen</li>
<li>Chain saw = gergaji rantai</li>
<li>Cold milling machine = mesin penggiling sistem dingin</li>
<li>Cold recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem dingin</li>
<li>Compressor = kompresor</li>
<li>Concrete pan mixer = panci penggiling beton</li>
<li>Concrete breaker = pemecah beton</li>
<li>Concrete mixer = mesin pengaduk beton</li>
<li>Concrete mixer truck = truk pengaduk beton</li>
<li>Concrete pump = pompa beton</li>
<li>Concrete slip form paver = peng-gelincir batu untuk melapisi beton</li>
<li>Concrete vibrator = mesin penggetar beton</li>
<li>Crane on wheel = mesin derek yang memiliki roda</li>
<li>Crane on track = mesin derek yang berada di jalan</li>
<li>Cutting machine = mesin pemotong</li>
</ol>
<h3>B. Peralatan yang dimulai dengan huruf D sampai Z</h3>
<p>Sebagian besar alat berat proyek berikut adalah memiliki roda, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dump truck = truk bongkar material otomatis</li>
<li>Excavator = ekskavator</li>
<li>Flat bed truck = truk dengan bak terbuka</li>
<li>Fulvi mixer = mesin pemotong dan pengaduk hamparan tanah</li>
<li>Generator set = mesin genset</li>
<li>Hot recycler = mesin pendaur ulang aspal dengan sistem panas</li>
<li>Jack hammer = palu pendongkrak</li>
<li>Motor grader = mesin pemotong sekaligus untuk meratakan jalan</li>
<li>Pedestrian roller = mesin rol area pejalan kaki</li>
<li>Pile driver + hammer = mesin dan palu untuk memasang tiang pancang</li>
<li>Pneumatic tire roller = rol pneumatik berputar</li>
<li>Rock drill breaker = bot pemutus batu</li>
<li>Stone crusher = pemecah/penghancur batu</li>
<li>Tandem roller = mesin penggilas</li>
<li>Three wheel roller = mesin penggilas roda 3</li>
<li>Track loader = mesin perata, pembersih dan penggali tanah</li>
<li>Trailer = truk trailer; untuk mengangkut alat berat proyek</li>
<li>Truck bak = truk yang memiliki bak.</li>
<li>Vibratory roller = mesin penggilas bergetar</li>
<li>Vibratory plate tamper = mesin penghancur plat bergetar</li>
<li>Vibro rammer = vibro dorong</li>
<li>Water pump = pompa air</li>
<li>Water tanker truck = truk <a href="https://arsitekta.com/konstruksi-menara-tangki-air-kapasitas-besar-dan-tinggi-desainnya-begini/">tanki air</a></li>
<li>Welding set = unit/set peralatan las</li>
<li>Wheel loader = alat pengangkut material</li>
</ol>
<h2>Tenaga dan kapasitas alat yang wajib diketahui</h2>
<p>Bila dijabarkan lebih dalam. Menurut tenaga, maupun kapasitas yang dimiliki oleh alat. Alat berat proyek konstruksi jalan dan jembatan semakin beragam. Sebab mayoritas alat tersebut memiliki varian. Misalnya, Asphalt liquid mixer. Terdiri dari 2 macam, yakni kapasitas 1.000 liter, dan 20.000 liter. Hal itu menandakan bahwa tenaga yang dihasilkan juga berbeda. Yaitu 4 <a href="https://www.gridoto.com/read/221749030/biar-enggak-salah-baca-brosur-yuk-kenali-perbedaan-satuan-tenaga-dari-hp-dk-ps-pk-hingga-kw?page=all#:~:text=Kalau%20PK%20adalah%20singkatan%20Bahasa,berarti%201%20hp%20%3D%201.01386966542402%20PK.">HP (Horse Power),</a> dan 40 HP.</p>
<p>Namun demikian jangan terkecoh. Ada pula satu alat dengan kapasitas yang berbeda. Tapi menghasilkan power yang sama. Contoh Concrete mixer 350 liter, dan Concrete mixer 500 liter. Sama-sama memiliki tenaga 20 HP. Lalu, pertanyaan. Apa manfaat menggunakan alat yang memiliki kapasitas besar?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mari ketahui dulu apa yang dimaksud dengan kapasitas.</p>
<p>Kapasitas alat artinya daya tampung barang/material atau bahan bakar yang dimiliki sebuah alat. Sehingga mudah untuk menghitung <a href="https://arsitekta.com/biaya-administrasi-dan-dokumentasi-proyek-realnya-begini-supaya-dipahami/">biaya-biaya</a> yang dibutuhkan oleh alat, selama digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi bangunan. Manfaat alat yang memiliki kapasitas besar adalah:</p>
<ol>
<li>Alat bisa beroperasi dalam jangka waktu yang lama</li>
<li>Bahan bakar jadi hemat</li>
<li>Pemakaian alat semakin maksimal</li>
<li>Biaya sewa alat jadi irit</li>
</ol>
<h2>Sistem pengadaan alat kerja proyek ternyata sangat mudah</h2>
<p>50 jenis alat berat proyek tersebut, tidak harus Anda miliki agar bisa memborong pekerjaan jalan dan jembatan. Namun bisa dapatkan dengan cara sewa. Bahkan dalam menyusun <a href="https://arsitekta.com/858-kode-satuan-dan-singkatan-yang-terdapat-pada-ahsp-bangunan-gedung/">AHSP bangunan</a>. Pengadaan alat selalu berdasarkan perhitungan sewa. Sekalipun Anda telah memiliki alat yang dimaksud.</p>
<p>Dengan demikian secara matematis, Anda tidak bakal mengalami kerugian. Sebab setiap alat terhitung dengan asumsi sewa. Hal itu pula memungkinkan Anda untuk mengerjakan suatu proyek bangunan, meskipun tidak memiliki alat berat. Namun, tentunya bukan asal. Melainkan telah menghitung biaya sewa, dan pemakaian (operasi) alat secara cermat.</p>
<h2>[Penutup] Beda proyek, beda jenis alat. Bagaimana solusinya?.</h2>
<p>Dari daftar alat. Selain truk, ternyata hanya 3 jenis alat diatas yang dapat digunakan untuk pekerjaan konstruksi baja. Yakni peralatan las, kompresor dan mesin genset. Itu artinya, secara garis besar alat berat proyek jalan dan jembatan jauh beda dengan alat yang digunakan untuk <a href="https://arsitekta.com/10-keterampilan-yang-dibutuhkan-sepanjang-masa-pada-proyek-baja/">proyek baja</a>. Sehingga tidak mungkin dimanfaatkan, bilamana pengerjaan dua jenis proyek tersebut bersamaan.</p>
<p>Sejauh pengamatan kami, dengan alasan inilah, maka semua alat kerja proyek harus dihitung rental. Walau biaya sewa lumayan besar. Sebab didalamya memang harus Anda hitung mobilisasi, servis/maintenance, operator, hingga penyusutan alat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">50 Jenis Alat Berat Proyek Jalan dan Jembatan Serta Kegunaannya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
