3 Jenis Dinding Bata Yang Terkenal Hingga Kini, Ternyata Materialnya Ini

Dinding bangunan yang terbuat dari bata ringan

3 jenis dinding bata ini tergolong fenomenal. Karena tidak ada satu pun yang mau mengalah. Hingga saat ini, ketiga-tiganya tetap eksis. Padahal bahan dasar berbeda. Dan kehadiran material juga berbeda jauh. Di umpamakan usia manusia. Yang satu sudah manula. Satu lagi sedang produktif-produktifnya. Sedangkan yang terakhir masih seumur jagung. Unik bukan?. Kira-kira yang terbaik mana iya!. Yuk simak ulasan material satu per satu.

Esensi dinding pada bangunan

Setiap bangunan pasti memiliki dinding. Karena dinding termasuk salah satu konstruksi bangunan. Tidak hanya pada bangunan gedung. Dermaga, jembatan, jalan raya, dan sebagainya. Memerlukan dinding. Namun material yang digunakan jelas berbeda. Karena harus menyesuaikan fungsi dinding.

Untuk bangunan dermaga misalnya. Agar tidak terjadi abrasi. Maka tepi dermaga harus pakai dinding yang kokoh. Untuk itu, material yang digunakan paling pas adalah pancang, atau turap baja. Sementara itu, dinding penahan tanah pada proyek jembatan. Umumnya menggunakan pondasi batu kali, dan kawat bronjong. Demikian untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi lainnya. Banyak ragam material dinding, yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan proyek. Diantaranya 3 jenis dinding bata yang kita bahas ini.

 

Pengertian dinding bata dan jenis-jenisnya

Dinding bata artinya adalah dinding bangunan gedung yang terbuat dari material bata. Jenisnya ada 3, yakni:

1. Dinding bata merah

Bata merah atau sering disebut batu bata. Menurut sejarah telah ada sejak abad 7 SM. Yaitu pada zaman Mesir kuno. Kemudian 3.500 SM proses pembuatan batu bata dengan cara dibakar. Diperkenalkan pertama sekali  oleh bangsa Romawi. Dan metode tersebut tersebar luas ke seluruh wilayah kekaisaran-nya.

Di Indonesia sendiri tidak jelas kapan, serta siapa yang memperkenalkan proses membuatan batu merah. Namun dari bukti sejarah. Beberapa bangunan candi peninggalan kerajaan Hindu terbuat dari batu bata. Itu berarti jauh sebelum kolonial Belanda masuk ke Indonesia, batu bata sudah populer di Nusantara. Kemungkinan besar diperkenalkan oleh saudagar-saudagar dari Cina, Timur Tengah, atau India.

a. Macam-macam kegunaan batu merah

Setelah sekian ratus tahun, sampai kini batu bata selalu digunakan di Indonesia. Terutama untuk membuat dinding rumah, gudang, pabrik serta bangunan-bangunan gedung lainnya. Kelebihan material ini adalah tahap api selama 2 jam. Selain itu, mampu menahan tekan (kuat tekan) hingga 25 kg/cm². Oleh sebab itu, selain untuk bahan dinding. Batu merah sangat baik digunakan untuk:

  1. Pondasi rumah. Sebagai pengganti material batu kali. Dalam istilah konstruksi sering disebut pondasi rollag.
  2. Lantai kerja. Khususnya pondasi cakar ayam. Umumnya adalah menggunakan beton rabat. Namun dengan menggunakan batu merah pun sudah kuat.
  3. Bahan untuk membuat begisting, sekaligus penguat sloof. Setelah pengecoran selesai, batu batu dibiarkan menempel ada sloof. Dengan demikian balok sloof makin kokoh.
  4. Pagar/tembok keliling
  5. Tangga
  6. Kolam ikan
  7. Bak air.

b. Spesifikasi batu bata dan resiko yang harus diantisipasi

Pentingnya mengetahui spesifikasi 3 jenis dinding bata. Adalah berkaitan dengan proses perancangan, dan pelaksanaan pembangunan. Bila material dinding tidak tepat. Otomatis selama pengerjaan akan mengalami banyak kendala. Begitu pula hasilnya. Jamin tidak sesuai dengan yang Anda harapkan.  Sangat fatal bukan?.

Ukuran (P x L x T) standar batu bata adalah 25x10x5 cm. Seperti terlihat pada gambar dibawah. Tapi beberapa produsen membuat batu bata kurang dari ukuran tersebut, yakni:

  • Panjang (P) = 20-22 cm
  • Lebar (L) = 8-9 sentimeter,
  • Tebal/tinggi (T) antara 3,5-4,5cm.

Dimensi material batu bata, batako dan bata ringan

 

Dalam keadaan kering, berat jenis batu bata adalah 1.500-2.000 kg/m³. Namun karena proses pemasangan harus batu bata basah. Maka berat jenisnya bertambah sekitar 20-25%. Penambahan berat material tersebut sebenarnya tidak memiliki pengaruh terhadap konstruksi, maupun tukang. Menjadi persoalan adalah proses pengiriman, dan langsir. Pengiriman material jarak jauh, sebaiknya dihindari. Karena rawan pecah/patah. Jika sudah patah, batu bata kurang bagus untuk dinding.

c. Keunggulan bata merah dan cara pemasangan agar tahan air

Diantara 3 jenis dinding bata. Batu merah adalah yang paling kokoh. Dan kedap air. Oleh sebab itu sering digunakan untuk membuat bak air, dan kolam ikan. Hal tersebut karena daya rekat batu bata sangat tinggi. Padahal hanya menggunakan perekat biasa. Yaitu campuran pasir, air dan semen. Tidak perlu pakai mortal khusus.

Dinding bangunan yang bersinggungan dengan tanah, dan air harus kedap air. Supaya tidak terjadi rembes. Dan bangunan menjadi awet. Contohnya dinding kamar mandi. Pemasangan batu bata pada ketinggian antara 50-75 sentimeter, dibuat menggunakan campuran 1:4 (1 semen, 4 pasir). Serta plester dan aci trasram. Selebihnya cukup dengan adukan biasa. Dengan perbandingan 1:6 hingga 1:8.

 

2. Dinding batako dan kemudahan bahan dasarnya

Material batako diperkirakan sudah ada sejak 1 SM. Hal tersebut merujuk pada penggunaan beton mula-mula. Sekaligus cikal bakal lahirnya batako. Batako hadir sebagai alternatif batu bata. Karena jauh lebih murah. Hal tersebut masuk akal. Karena bahan baku untuk membuat batako sangat mudah diperoleh. Dan dipastikan ada di setiap daerah. Yaitu terdiri dari Pasir, Semen dan Air. Dengan komposisi 75%, 20% dan 5%.

Sementara alat yang digunakan pun tergolong modern. Yaitu mixer beton, serta alat press. Dengan dua alat ini proses produksi batako sangat cepat. Tinggal press. Jemur sampai kering. Selesai. Beda dengan batu merah. Selain proses pembuatannya yang cukup rumit. Karena sebagian besar dilakukan secara manual. Bahan dasarnya pun (tanah liat), tidak tersedia di semua daerah. Sehingga harganya jadi mahal.

i. Ragam ukuran batako dan kegunaan

Menurut ukuran, kegunaan batako terbagi menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Standar ukuran 30x10x15 cm. Digunakan untuk membuat dinding bangunan bagian dalam.
  2. Ukuran 40x20x20 cm adalah khusus untuk dinding bagian luar (interior).
  3. Ukuran 40x10x20 cm berguna sebagai dinding pengisi.

Produsen batako tidak mau kalah. Untuk mempertahankan daya saing, mereka melakukan inovasi. Selain terbuat dari bahan beton, batako juga ada yang terbuat semen merah. Jadi hasilnya menyerupai batu bata. Namun dengan ukuran yang besar. Dan memiliki bolongan di tengah. Oleh sebab itu, batako termasuk 3 jenis dinding bata yang selalu eksis. Hal ini sekaligus menepis anggaran bahwa batako adalah untuk ekonomi lemah. Sekarang tidak lagi.

ii. Kelemahan dinding batako dan cara mencegahnya

Secara umum kegunaan batako sama dengan batu bata. Semua dinding gedung bisa menggunakan batako. dan tidak masalah jika pemasangannya ada ketinggian, atau berhubungan dengan air. Hanya perlu dengan teknik khusus. Kalau tidak dinding pasti cepat retak, dan ditumbuhi jamur. Praktik yang kami terapkan agar dinding batako kokoh, adalah:

  1. Batako yang bagus harus benar-benar kering. Setidaknya umur produksi sudah lebih dari 1 minggu.
  2. Jangan menggunakan batako dari beberapa produsen. Melainkan harus yang sejenis, dan 1 merek.
  3. Bahan perekat/spesi harus menggunakan pasir, dan air yang bagus. Serta komposisi campuran maksimal 1:8
  4. Tebal spesi adalah 1,5-2 sentimeter. Selain itu, setiap lubang pada batako harus terisi dengan spesi. Dan padat.
  5. Luas maksimal pemasangan dinding batako adalah 9 m². Selebihnya harus menambah perkuatan. Yaitu berupa kolom, atau balok praktis.
  6. Khusus dinding luar harus di finishing dengan baik. Yaitu dengan melakukan plester dan aci. Tebal plesteran setidaknya >2 cm. Sedangkan dinding bagian dalam, Anda biarkan ekspose juga bagus.

iii. Ciri-ciri batako yang bagus dan siap pakai

Tentang kualitas batako, hemat kami ada persepsi yang keliru selama ini. Dari 3 jenis dinding bata, tidak ada bukti bahwa material batako paling jelek. Dalam hal kualitas material, maupun tampilan. Yang terjadi adalah tidak bisa membedakan batako yang berkualitas bagus. Dan yang berkualitas rendah. Tapi apa daya. Opini tersebut kadung tersebar luas. Dan dampaknya, seakan-akan batako hanya untuk bangunan-bangunan sederhana. Atau untuk masyarakat ekonomi lemah.

Oleh sebab itu, teman-teman harus jeli. Saat membeli material batako jangan tergiur dengan harga murah. Tapi mengutamakan kualitas. Cara mengetahui batako yang berkualitas bagus, adalah:

  1. Bentuk presisi
  2. Ukuran batako tidak berbeda-beda
  3. Memiliki lubang untuk menaruh spesi
  4. Warna gelap dan merata
  5. Tidak mudah pecah. Menurut ketentuan daya tekan batako >10 kg/cm²
  6. Tidak mengandung minyak. Karena minyak dapat mengurangi daya rekat semen.

 

3. [Terbaru] Dinding bata ringan

Bata ringan atau bata putih, adalah material dinding yang kami maksud masih seumur jagung. Karena penggunaannya masih puluhan tahun. Dan kebanyakan masih diperkotaan. Hal tersebut disebabkan oleh distribusi yang belum luas. Namun, walau tergolong pendatang baru. Bata ringan langsung terkenal. Serta mampu bersaing dengan 2 jenis material sebelumnya.

Persaingan 3 jenis dinding bata makin terasa, saat bata ringan mulai banyak dipakai. Tidak hanya untuk bangunan-bangunan gedung. Tapi termasuk untuk membangun, atau renovasi rumah. Dulu adalah condong menggunakan batako, atau bata merah. Tapi saat ini mulai beralih pada bata ringan.

a. Proses produksi dan kelebihan bahan

Bata ringan terbuat dari campuran antara semen, pasir kuarsa, gypsum dan pasta alumunium. Dan diproduksi dengan menggunakan alat canggih. Sehingga mutu bahan sangat terjamin. Selain tampilannya yang menarik, dan mirip beton. Daya rekat bata ringan juga sangat baik. Hal tersebut terbukti melalui uji coba yang dilakukan oleh produsen, praktisi serta pihak akademik.

Kelebihan utama bata ringan, memang ringan. Berat jenisnya hanya 520 kg/m³. Atau sekitar 25%-30% dari berat jenis batu merah. Hal ini sangat baik untuk struktur bangunan. Sebab, jikalau dinding ringan, maka ukuran struktur juga akan lebih kecil. Sehingga biaya pembangunan jadi hemat. Oleh sebab itu pula, material batu bata dan batako mulai tersisih.

b. Spesifikasi bata ringan dan perbandingannya dengan material sejenis

Bata ringan tersedia dengan 2 macam pilihan, yaitu ukuran: 60×7,5×20 cm, dan 60x10x20 cm. Soal ketinggian adalah sama dengan batako, yaitu 20 cm. Tapi panjang material beda jauh. Hal tersebut mengakibatkan proses pemasangan batako jauh lebih cepat. Selain itu, bata ringan terkenal presisi. Karena diproduksi menggunakan alat/mesin modern. Sehingga dinding jamin rata.

Diantara 3 jenis dinding bata harus diakui pula bata ringan adalah yang paling kuat. Daya tahan terhadap api selama 4 jam. Atau 2x dari bata merah. Sedangkan kuat tekan bahan mencapai 40 kg/m². Juga hampir 2x dari batu bata. Dan 4x dari material batako. Singkatnya, secara keseluruhan material baru ini memang jauh lebih unggul. Kelemahannya adalah pada harga. Bukan materialnya, tapi biaya proses pengerjaan dan finishing. Namun demikian, seperti kata pepatah. Ada harga, ada rupa. Kualitas dinding bata ringan memang sesuai dengan harga yang di alokasikan.

 

Pertimbangan saat memilih diantara 3 jenis material

Setiap material pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Termasuk 3 macam material dinding yang kita bahas. Sejauh ini pengamatan kami, dari segi kualitas. Bata merah, batako dan bata ringan adalah sama-sama bagus. Perbedaan yang cukup signifikan adalah pada harga. Sekali lagi perlu diketahui, harga yang dimaksud adalah mencakup keseluruhan biaya yang digunakan untuk pengerjaan material, hingga menjadi dinding bangunan.

Maka dari itu, sebelum menggunakan salah satu dari 3 jenis material. Pertimbangkan secara bijaksana, 3 hal berikut:

  1. Sejauh mana ketersediaan dana Anda?. Kalau pas-pasan, sebaiknya pakai batako saja. Karena relatif lebih murah. Tidak perlu malu. Soal persepsi orang, cuek aja. Toh kebenarannya tidak terbukti.
  2. Sifat konstruksi, apakah membutuhkan penanganan khusus, atau tidak?. Kalau iya, berarti material yang Anda pakai juga harus bermutu tinggi. Dan Anda harus siap menanggung konsekuensinya. Biaya pembangunan pasti besar.
  3. Ketersediaan bahan pada daerah Anda. Jangan karena 2 hal diatas, lalu serta-merta mendatangkan bahan dari luar pulau. Pasti biaya jadi mahal bukan?. Mahalnya bukan karena kualitas, tapi biaya pengiriman material. Itu namanya bukan bijaksana.

[Penutup] Persamaan 3 macam material dinding ini

Hemat kami kualitas 3 jenis dinding bata sebanding, alasannya seperti berikut:

  1. Metode dan alat kerja yang digunakan sama,
  2. Tahap-tahap pemasangan, dan tukang yang mengerjakan juga sama
  3. Jenis perekat (spesi) yang dipakai relatif sama. Yang berbeda adalah perekat untuk bata ringan. Yakni menggunakan material khusus. Atau beli jadi. Oleh sebab itu, ongkos pemasangan bata ringan lebih mahal.
  4. Tebal spesi antara bata merah dan batako sama persis. Yakni 1,5-2 sentimeter. Sedangkan tebal spesi untuk bata ringan < 5 milimeter.
  5. Finishing dinding. Plester, aci serta cat dinding yang digunakan adalah sama.

Sekarang tergantung teman-teman. Mau pakai bata merah, batako atau bata ringan pertimbangannya sudah ada. Karena pemakaian material-material ini berpengaruh pada biaya. Selain itu struktur bangunan. Maka dari itu, bila ragu, silahkan konsultasi dengan arsitek. Agar Anda tidak salah pilih bahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!