<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hakikat bracing Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/hakikat-bracing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/hakikat-bracing/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2024 02:47:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>hakikat bracing Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/hakikat-bracing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</title>
		<link>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2021 21:03:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[bracing kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[contoh bracing kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat bracing]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan bracing baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Contoh pemasangan bracing kolom apakah penting?. Jawabnya bisa iya dan juga bisa tidak. Tentu penting bagi teman-teman yang baru berkecimpung dalam bidang konstruksi baja. Yang terlibat langsung pada proses pengerjaan, desain/perencanaan, juga untuk pelaku usaha jasa konstruksi. Yang seluruhnya adalah pemula. Terlepas posisi anda yang mana. Karena sebagai pemula, pastinya anda membutuhkan referensi. Sebelum melaksanakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Contoh pemasangan <em>bracing</em> kolom apakah penting?. Jawabnya bisa iya dan juga bisa tidak. Tentu penting bagi teman-teman yang baru berkecimpung dalam bidang konstruksi baja. Yang terlibat langsung pada proses pengerjaan, desain/perencanaan, juga untuk pelaku usaha jasa konstruksi. Yang seluruhnya adalah pemula. Terlepas posisi anda yang mana. Karena sebagai pemula, pastinya anda membutuhkan referensi. Sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Termasuk dalam hal merencanakan, mengejakan atau memborong pekerjaan baja.</p>
<p>Tetapi dapat kita maklumi juga. Contoh pemasangan bracing kolom tidak begitu penting. Jikalau anda telah memiliki pengalaman yang cukup pada <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">pekerjaan konstruksi baja.</a> Karena berdasarkan pengalaman tersebut, anda dapat memahami proses perencanaan, pengerjaan dan bahkan cara memborong pekerjaan. Nah, jika anda adalah kategori yang kami maksud. Maka abaikan saja artikel ini. Atau bila berkenan, beri kami masukan berdasarkan pengalaman saudara melalui kolom komentar.</p>
<h2><strong>Ciri-ciri kolom baja yang membutuhkan bracing</strong></h2>
<p>Semua kolom yang terpasang dengan ketinggian tertentu berpotensi mengalami <a href="https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jtsuntan/article/view/25739">lendutan</a> (defleksi). Semakin tinggi sebuah kolom, maka kemungkinan terjadi lendutan akan semakin besar. Hal tersebut terjadi karena kolom menerima gaya (beban). Sehingga agar lendutan tersebut tidak berakibat fatal. Salah satu caranya, anda harus memasang bracing pada kolom. Untu itu anda tentu perlu contoh pemasangan bracing kolom. Yakni sebagai referensi, guna memastikan fungsi bracing benar-benar sesuai harapan/rencana.</p>
<p>Menentukan apakah kolom baja perlu menggunakan bracing atau tidak. Harus berdasarkan perhitungan struktur. Namun demikian secara umum kriteria kolom yang memerlukan perkuatan bracing, ciri-cirinya adalah:</p>
<ol>
<li>Tinggi kolom baja ≥ 6 meter,</li>
<li>Lebar bentangan mencapai 30 meter atau lebih,</li>
<li>Dimensi kolom relatif kecil atau bawah standar,</li>
<li>Bangunan sebagian terbuka atau bahakan tidak memiliki dinding,</li>
<li>Dinding bangunan terbuat dari <em>clading galvalume</em></li>
<li>Memikul beban ekstra, misalnya balok dak <em>(mezzanine)</em> atau railway untuk <a href="https://arsitekta.com/hoist-crane-manual-murah-tanpa-energi-listrik-mengapa-tidak/">hoist crane</a>.</li>
</ol>
<p>Pun salah satu dari 5 ciri-ciri tersebut, telah cukup sebagai pedoman bahwa kolom baja memerlukan bracing. Persoalan jenis bahan atau bentuk bracing adalah sesuai hasil perhitungan kekuatan struktur. Yang pasti <a href="https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-baja-kegunaan-jenis-bahan/">hakikat bracing</a> pada kolom ada 2 macam, yaitu vertikal dan horizontal.</p>
<h2><strong>Contoh 1: Pemasangan bracing vertikal</strong></h2>
<p>Sebuah konstruksi pabrik dengan tinggi kolom 10 meter. Terdiri dari 1 meter kolom beton dan 9 meter kolom baja. Yang terbuat dari baja profil WF 400x200x8x13. Memerlukan tambahan perkuatan yaitu berupa bracing (kres) kolom vertikal. Seperti pada gambar berikut. Silahkan anda perhatikan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2808 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar-300x200.jpg" alt="Merencanakan bracing kolom harus tepat agar berfungsi secara maksimal" width="300" height="200" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar-300x200.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-Bracing-vertikal-pada-Kolom-Yang-Benar.jpg 620w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1.Jenis-jenis bahan &amp; alat kerja bracing vertikal</strong></h3>
<p>Untuk membuat bracing vertikal berdasarkan gambar. Penting terlebih dahulu anda mempersiapkan bahan dan alat kerja fabrikasi, seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Besi siku 2L 70x70x7 (double),</li>
<li>Pelat baja tebal (t)= 8 mm,</li>
<li>Baut mur Ø3/4”x1,5” HTB (A-325)</li>
<li>Alat potong blender</li>
<li>Mesin pon (punch drill)</li>
<li>Mesin las</li>
<li>Alat K3</li>
</ol>
<h3><strong>2.Metode pelaksanaan pabrikasi bracing siku</strong></h3>
<p>Setelah anda mempersiapkan bahan serta alat kerja. Selanjutnya pelaksanaan fabriksi untuk bracing vertikal harus berdasarkan shop drawing. Berikut ini adalah contoh shop drawing bracing siku. Silahkan perhatikan. Kemudian lakukan fabriksi sesuai tahap-tahap berikut:</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2809 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom-300x195.jpg" alt="Contoh shop drawing bracing vertikal yang terbuat dari besi siku" width="300" height="195" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom-300x195.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Shop-drawing-bracing-vertikal-kolom.jpg 690w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<ol>
<li>Lakukan pemotongan terhadap siku. Dan sesuaikan dengan kebutuhan/ukuran pada shop drawing,</li>
<li>Juga laksanakan pemotongan pelat baja, yang berguna untuk buhul dan pelat isi.</li>
<li><a href="https://arsitekta.com/membuat-lubang-baut-yang-benar-caranya-seperti-ini/">Pembuatan lubang baut</a> pada material siku serta pelat baja dengan ukuran Ø22 mm,</li>
<li>Pelat buhul (PL.1) anda pasang pada kolom baja (CH.1). Sesuai posisi/jarak yang tertera pada shop drawing dengan menggunakan las.</li>
<li>Laksanakan pengecatan dasar pada seluruh matarial baja. Serta cat finishing bila ada.</li>
<li>Pasangkan pelat isi pada siku yang berukuran sama. Sehingga menjadi pasang-pasangan.</li>
<li>Terakhir, periksa kembali seluruh dimensi bahan. Untuk memastikan bahwa pabriksi telah terlaksana sesuai shop drawing.</li>
</ol>
<h3><strong>3.Metode pemasangan bracing siku pada kolom</strong></h3>
<p>Pemasangan komponen/rangka bracing sangat praktis. Alat inti yang anda butuhkan hanya kunci pengeras. Selain alat tersebut, anda juga membutuhkan perancah serta tambang. Yang berguna tempat berdiri dan menaikkan material siku. Contoh pemasangan bracing kolom dengan material siku, lebih mudah bandingkan dengan material besi WF. Langkah-langkah pemasangan seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Pasang terlebih dahulu pelat buhul type PL.2 pada material siku yang lebih panjang. (Berdasarkan shop drawing yaitu 7.959 mm). Dengan menggunakan baut mur. Lalu keraskan memakai kunci pengeras.</li>
<li>Kemudian masukkan kedua ujung siku tersebut pada pelat buhul (PL.1), yang sebelumnya telah terpasang pada kolom baja. Dan ikat dengan menggunakan sambungan <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">baut mur baja.</a></li>
<li>Setelah itu, pasang siku yang berukuran lebih pendek. Yaitu pada sisi atas dan bawah pelat baja type PL.2. Juga dengan menggunakan baut mur yang berdiameter sama.</li>
<li>Terakhir, anda pastikan seluruh baut telah terpasang dengan benar dan kencang. Selesai.</li>
</ol>
<h2><strong>Contoh 2: Pemasangan bracing horizontal &amp; vertikal</strong></h2>
<p>Pada gambar berikut adalah contoh pemasangan bracing kolom baja dengan posisi horizontal. Dimensi kolom baja juga WF 400x200x8x13, tetapi setinggi 12 meter. Selain perkuatan bracing horizontal, kolom tersebut juga sekaligus memiliki bracing vertikal. Sehingga 2 macam bracing menjadi satu kesatuan, untuk memberi kekuatan tambahan pada kolom. Silahkan anda perhatikan gambar berikut.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-2810 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-272x300.jpg" alt="Contoh bracing horizontal &amp; vertikal yang terpasang secara bersamaan pada kolom WF 400x200x8x13" width="272" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-272x300.jpg 272w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja.jpg 488w" sizes="(max-width: 272px) 100vw, 272px" /></p>
<h3><strong>1.Komponen struktur pada bracing horizontal</strong></h3>
<p>Bahan utama untuk bracing horizontal pada kolom terbuat dari 2 macam, yaitu:1].WF 200x100x5,5&#215;8 mm, dan 1].WF 300x150x6,5&#215;9 mm. Nah, pada masing-masing balok bracing tentu memiliki komponen tambahan. Yaitu pelat lekat yang berfungsi sebagai wadah sambungan baut dengan kolom baja.</p>
<p>Dimensi pelat lekat beserta ukuran baut, untuk masing-masing balok WF telah lengkap dalam artikel, yang membahas tentang <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">komponen struktur baja</a>. Silahkan anda pelajari. Sehingga untuk aplikasi sambungan/join, dapat anda terapkan berdasarkan ketentuan tersebut.</p>
<h3><strong>2.Metode pelaksanaan pabrikasi &amp; pemasangan bracing WF</strong></h3>
<p>Melaksanakan pabrikasi material WF untuk bracing horizontal sangat mudah. Karena alat-alat yang anda butuhkan sama ketika melaksanakan pabrikasi bracing vertikal (siku).  Demikian juga langka-langkah kerjanya relatif sama. Hanya penting anda pastikan, agar semua ukuran telah sesuai dengan gambar kerja. Beres.</p>
<p>Sementara metode pelaksanaan pemasangan yang benar. Yang mana pada gambar antara bracing horizontal dan vertikal saling terhubung. Dan andaikata pemasangan adalah secara manual. Maka jumlah <a href="https://arsitekta.com/fakta-tukang-konstruksi-baja-beserta-manfaatnya-bagi-anda/">tukang konstruksi baja</a> untuk pekerjaan tersebut minimal 4 orang. Adapun metode kerjanya adalah:</p>
<ol>
<li>Pasang terlebih dahulu bracing horizontal bagian bawah (#1). Lalu pastikan seluruh baut mur telah terpasang dengan benar. Sehingga bracing WF dan kolom baja telah terikat dengan kuat.</li>
<li>Kemudian pasang balok WF yang kedua (#2),</li>
<li>Pasang bracing vertikal siku, yang berada antara bracing horizontal #1 dan #2. Dan pastikan baut sambungan telah terisi semua, yakni pada pelat buhul yang tersedia pada balok bracing dan kolom baja.</li>
<li>Lakukan langkah 2-3 untuk pemasangan bracing horizontal (#3) dan bracing vertikal bawahnya. Demikian selanjutnya hingga seluruh bracing selesai terpasang.</li>
</ol>
<h2><strong>[Penutup] Agar fungsi bracing maksimal</strong></h2>
<p>Perkuatan kolom untuk bangunan-bangunan yang bertikat tinggi. Umumnya dengan menerapkan sistem bracing. Yaitu dengan memadukan antara bracing horizontal dan vertikal. Seperti pada contoh yang ke-2. Cara tersebut tergolong paling efektif, sehingga fungsi bracing lebih maksimal.</p>
<p>Dimensi material baja pada contoh-contoh bracing tersebut. Pula dapat anda ganti dengan profil baja yang lain. Misalnya besi siku pada bracing vertikal, anda ganti dengan kanal U. Serta profil H-Beam sebagai pengganti profil WF. Semua tergantung jenis material mana yang lebih tepat untuk fungsi tersebut. Bila anda membutuhkan konsultasi, terkait contoh pemasangan bracing kolom. Silahkan kontak kami. Terimakasih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/">Contoh Pemasangan Bracing Kolom Baja Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/contoh-pemasangan-bracing-kolom-baja-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hakikat Bracing Pada Struktur Baja, Kegunaan &#038; Jenis Bahan</title>
		<link>https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-bangunan-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-bangunan-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 May 2021 16:05:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[eksistensi bracing pada struktur baja]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat bracing]]></category>
		<category><![CDATA[maanfaat bracing]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam bracing]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=2798</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hakikat bracing pada struktur baja adalah artikel yang menjelasakan segala sesuatu tentang bracing. Mulai dari pengenalan dasar, bentuk-bentuk, manfaat pemasangan dan jenis-jenis bahan. Juga menjelaskan perbedaan bracing pada struktur baja dengan pekerjaan baja ringan. Hal ini perlu anda ketahui, guna mengetahui hakikat bracing pada struktur baja yang sebenarnya. Karena berhubungan dengan penggunaan macam-macam istilah.  Buktinya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-bangunan-baja/">Hakikat Bracing Pada Struktur Baja, Kegunaan &#038; Jenis Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2800 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja-300x166.jpg" alt="Struktur gudang dan pabrik lebih efektif menggunakan material baja" width="300" height="166" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja-300x166.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Struktur-bangunan-pabrik-dan-gudang-lebih-efektif-bila-menggunakan-baja.jpg 753w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Hakikat <em>bracing</em> pada struktur baja adalah artikel yang menjelasakan segala sesuatu tentang bracing. Mulai dari pengenalan dasar, bentuk-bentuk, manfaat pemasangan dan jenis-jenis bahan. Juga menjelaskan perbedaan bracing pada struktur baja dengan pekerjaan baja ringan.</p>
<p>Hal ini perlu anda ketahui, guna mengetahui hakikat bracing pada struktur baja yang sebenarnya. Karena berhubungan dengan penggunaan <a href="https://arsitekta.com/33-an-istilah-lokal-terkait-konstruksi-baja/">macam-macam istilah</a>.  Buktinya, sering kita dengar beberapa istilah yang berbeda. Eh, ternyata wujud konstruksi sama. Begitu juga sebaliknya. Pada satu pekerjaan menggunakan istilah yang sama dengan bidang pekerjaan lain. Padahal jenis materialnya sangat jauh berbeda. Apakah hal tersebut fair?, atau justru bisa menyesatkan?.</p>
<h2><strong>Pengetahuan dasar tentang bracing</strong></h2>
<p>Secara harafiah bracing berarti yang menguatkan. Menguatkan berarti dapat menerima beban, sekaligus memberi kekuatan tambahan. Sementara pengertian bracing baja adalah kesatuan dari beberapa elemen/bahan yang terbuat dari baja, yang berfungsi untuk menguatkan struktur utama baja. Demikian hakikat bracing pada struktur baja.</p>
<p>Sebuah bracing harus mampu menahan <a href="https://www.kompasiana.com/nie_chayankzul/550e743a813311b82dbc614f/gaya-dan-beban-pada-bangunan">gaya (beban)</a> yang berasal suatu struktur. Sekaligus meyalurkan beban tersebut pada struktur yang lebih kuat, yang pada umumnya berada lebih rendah. Oleh karena itu kami lebih cenderung bahwa bracing adalah bagian dari struktur. Tidak sekedar komponen dari suatu rangka konstruksi.</p>
<p>Anda tahu perbedaan struktur dengan rangka konstruksi bangunan?. Cara membedakannya sangat mudah. Rangka konstruksi merupakan salah satu bagian dari struktur. Atau boleh kita sebut sebagai sub struktur. Penggunaan istilah konstruksi pada bangunan identik dengan <a href="https://arsitekta.com/desain-rangka-atap-baja-rumah-masa-kini/">rangka atap baja</a>. Itu sebabnya lebih familiar dengan sebutan konstruksi atap. Sementara istilah struktur identik dengan pondasi, tiang/kolom, balok dan lantai dak.</p>
<p>Hubungannya dengan bracing adalah struktur menerima beban yang timbul pada suatu bangunan. Antara lain sebab hidup, beban angin bahkan berat sendiri bagunan. Termasuk yang berasal dari konstruksi atap. Maka dengan adanya bracing beban-beban tersebut lebih cepat tersalurkan ke pondasi. Sehingga suatu bangunan tetap kuat dan kokoh. Begitu hakikat bracing pada struktur bangunan.</p>
<h2><strong>Hakikat bracing berdasarkan bentuk</strong></h2>
<p>Berdasarkan bentuk atau posisi pemasangan, hakikat bracing pada struktur baja terdiri dari 2 macam, yaitu: 1].Bracing vertikal, dan 2].Bracing horizontal.</p>
<h3><strong>1.Bracing vertikal</strong></h3>
<p>Bracing vertikal adalah suatu batang yang terpasang secara tegak (vertikal), untuk menghubungkan 2 tiang/kolom struktur. Pemasangan bracing vertikal banyak kita temui pada kolom baja. Saking banyaknya hingga muncul istilah baru, yaitu bracing kolom atau kres kolom.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-2801 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Bracing-Pada-Kolom-Baja-harus-mampu-berfungsi-sebagai-batang-tarik-maupun-tekan-300x162.jpg" alt="Contoh pemasangan bracing (kres) pada kolom baja pada sebuah pabrik baja" width="300" height="162" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Bracing-Pada-Kolom-Baja-harus-mampu-berfungsi-sebagai-batang-tarik-maupun-tekan-300x162.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/05/Bracing-Pada-Kolom-Baja-harus-mampu-berfungsi-sebagai-batang-tarik-maupun-tekan.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Selain pemasangan pada kolom. Bracing vertikal juga ada pada struktur yang terbuat dari beberapa rangka batang. Misalnya jembatan, tower pemancar dan tower listrik (Sutet). Dan perlu anda ketahui, jenis-jenis <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">pekerjaan konstruksi baja</a> ini juga terdiri dari bracing horizontal.</p>
<h3><strong>2.Bracing horizontal</strong></h3>
<p>Bracing horizontal artinya suatu batang yang pemasangannya secara datar, menghubungkan antara balok struktur yang satu dengan balok yang lain. Atau menghubungkan kolom baja yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah contoh bracing horizontal pada struktur jembatan. Silahkan anda perhatikan struktur jembatan jalan raya. Banyak kita temui terutama pada jalan-jalan lintar provinsi.</p>
<p>Sebuah jembatan baja wajib memiliki bracing horizontal. Yaitu untuk menghubungkan antara balok utama sehingga menjadi satu kesatuan. Yang bertujuan agar beban terdistribusi secara merata kepada semua balok. Contoh pemasangan bracing horizontal jembatan adalah pada strukur lantai. Juga pada bagian atas jembatan. Sementara bracing vertikal ada pada sisi kanan dan kiri struktur.</p>
<h2><strong>Jenis-jenis material bracing</strong></h2>
<p>Bahan untuk bracing vertikal maupun horizontal pastinya bukan besi beton. Besi beton hanya mampu menerima gaya tarik, sehingga tidak bagus untuk bracing. Oleh sebab itu pula, bracing dan <a href="https://arsitekta.com/ikatan-angin-kuda-kuda-baja-berfungsi-maksimal-caranya-begini/">ikatan angin</a> berbeda. Walau material ikatan angin juga dapat menggunakan baja profil, tetapi pada dasarnya fungsi ikatan angin adalah sebagai batang tarik.</p>
<p>Berbeda dengan bracing (vertikal maupun horizontal), berfungsi sebagai batang tarik sekaligus batang tekan. Oleh karena itu bahan yang anda gunakan harus memiliki daya tahan terhadap gaya tarik maupun tekan. Bahan yang paling tepat adalah:</p>
<ol>
<li>Baja profil WF,</li>
<li>H-Beam,</li>
<li>Besi siku,</li>
<li>Kanal U</li>
<li>Dan besi pipa.</li>
</ol>
<p>Sementara baja profil kanal C dan stal kotak kurang bagus. Karena kedua material ini kurang kaku. Sehingga rentan terhadap puntir atau lentur. Itu sebabnya penggunaan kanal C dan stal kotak untuk bracing sangat jarang.</p>
<h2><strong>Perbedaan &amp; persamaan bracing dengan skur</strong></h2>
<p>Secara prinsip hakikat bracing pada struktur baja sama dengan skur. Skur atau penyangga artinya satu bahan yang pemasangannya dalam posisi miring, dengan tujuan untuk menambah daya tahan (tekan) pada suatu balok. Skur juga menerima beban serta menyalurkan kepada struktur yang lebih besar (utama). Oleh karena itu jenis bahannya relatif sama. Jadi perbedaan skur dengan bracing hanya pada posisi pemasangan.</p>
<p>Pemasangan bracing baja wajib antara dua material baja. Apakah itu kolom atau balok, yang pasti terbuat dari baja. Itu sebabnya kami sebut sebagai bagian dari struktur. Sementara skur pengaku tidak harus pada baja. Anda dapat aplikasikan skur baja pada kolom beton dan konstruksi kayu. Contoh pemasangan skur pengaku biasa kita lihat pada <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kanopi-baja-cantik-untuk-bangunan-pasti-menarik/">kanopi baja</a>. Yang mana satu ujung skur terhubung dengan dinding/beton, sementara bagian lain pada konsol.</p>
<h2><strong>Bracing baja profil versus bracing baja ringan</strong></h2>
<p>Bracing pada pekerjaan baja ringan adalah untuk memperkuat rangka atap. Ada beberapa posisi/bentuk pemasangan bracing baja ringan. Yang bisa anda temukan dalam internet. Intinya, aplikasi material baja ringan hanya berlaku pada konstruksi atap. Lalu, coba anda bandingkan dengan hakikat bracing pada strukur baja. Berbeda bukan?. Perbedaan ini tentu bukan untuk menjadi perdebatan. Karena setiap desain memiliki alasan sendiri-sendiri, untuk menentukan ukuran serta jenis bahan.</p>
<p>Yang pasti perbedaan tersebut muncul, karena bahan yang anda gunakan memang beda. Jadi kita tidak bisa memaksa pemasangan satu bahan mengikuti aturan pakai bahan yang lain. Tetapi seperti kami sebut sebelumnya. Alangkah baiknya ada keseragaman istilah-istilah dalam konstruksi bangunan. Sehingga informasi tidak simpang-siur. Karena sedikit banyak akan berdampak pada proses <a href="https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-3714469/daftar-di-sini-ikuti-seminar-konstruksi-berbasis-edukasi-gratis">edukasi bagi pemula.  </a></p>
<h2><strong>Hakikat elemen bracing &amp; sistem sambungan</strong></h2>
<p>Bicara tentang elemen sebuah bracing adalah tergantung pada sistem sambungan. Sebab hakikat bracing pada strukur baja erat hubungannya dengan proses pemasangan. Jika pemasangan bracing adalah dengan metode pengelasan. Anda tidak memerlukan bahan tambahan, selain bahan untuk bracing. Akan tetapi bila anda menerapkan sambungan baut. Maka sebuah bracing terdiri dari 3 jenis elemen berikut:</p>
<ul>
<li>Pelat baja sebagai buhul,</li>
<li>Baut mur,</li>
<li>Dan material bracing sendiri.</li>
</ul>
<p>Sistem <a href="https://arsitekta.com/baut-konstruksi-baja-yang-benar-begini/">sambungan baut</a> atau las pada bracing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sehingga tidak elok mengatakan sambungan baut mur lebih baik daripada las. Demikian juga sebaliknya. Yang pasti untuk menentukan hal tersebut wajib melalui perhitungan yang matang. Karena berkaitan dengan struktur bangunan.</p>
<h2><strong>[Kesimpulan] Karakteristik bracing baja profil</strong></h2>
<p>Berdasarkan deskripsi hakikat bracing pada strukur baja. Supaya anda mudah membedakan bracing baja dengan ikatan angin, skur pengaku dan bracing pada pekerjaan baja ringan. Maka penting anda ketahui karakteristik bracing baja, berikut ini:</p>
<ol>
<li>Menggunakan material baja yang kuat dan kokoh,</li>
<li>Memiliki daya tahan terhadap gaya tarik dan tekan,</li>
<li>Pemasangan bracing berada pada struktur bangunan,</li>
<li>Dan menerapkan sistem sambungan baut mur atau las.</li>
</ol>
<p>Kalau begitu muncul pertanyaan, mengapa istilah bracing juga ada pada <a href="https://arsitekta.com/bentuk-kuda-kuda-baja-profil-dan-jenis-bahan/">kuda-kuda baja</a>?. Iya ada. Khusunya yang terbuat dari rangka siku <em>(cremona).</em> Bukankah hal ini perlu kita luruskan?. Jawabnya menurut kami, sekaligus solusi untuk itu. Lebih baik kedepan kita pakai istilah kres kuda-kuda. Bukan bracing kuda-kuda!.</p>
<p>Demikian penjelasan tentang hakikat bracing pada strukur baja. Bilamana ada masukan dari sahabat-sahabat sekalian, silahkan bubuhkan pada kolom komentar. Dengan senang hati kami berbagi pengalaman, serta bertukar informasi dengan anda sekalian. Terimakasih.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-bangunan-baja/">Hakikat Bracing Pada Struktur Baja, Kegunaan &#038; Jenis Bahan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/hakikat-bracing-pada-struktur-bangunan-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
