<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bongkar pasang bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/bongkar-pasang-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/bongkar-pasang-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Aug 2022 18:24:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>bongkar pasang bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/bongkar-pasang-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7+ Kesamaan Pekerjaan Tambah Kurang &#038; Bongkar Pasang Bangunan (Bagian 2 dari 5)</title>
		<link>https://arsitekta.com/7-kesamaan-pekerjaan-tambah-kurang-bongkar-pasang-bangunan-bagian-2-dari-5/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/7-kesamaan-pekerjaan-tambah-kurang-bongkar-pasang-bangunan-bagian-2-dari-5/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2022 18:24:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar pasang]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar pasang bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tambah kurang]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[tambah kurang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artikel sebelumnya, telah mengulas tentang perbedaan. Kali ini Kali ini teman-teman akan mengetahui persamaan pekerjaan tambah kurang dan bongkar pasang. Emang ada?. Tentu. Boleh dibilang cukup banyak. Ragam kesamaan pekerjaan Dirangkum dari berbagai sumber. Terutama orang lapangan. Istilah yang ditujukan bagi orang yang sudah malang-melintang di proyek bangunan. Tambah pengalaman diri sendiri. Hingga saat ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/7-kesamaan-pekerjaan-tambah-kurang-bongkar-pasang-bangunan-bagian-2-dari-5/">7+ Kesamaan Pekerjaan Tambah Kurang &#038; Bongkar Pasang Bangunan (Bagian 2 dari 5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-3510 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-ACP-pada-dinding-gedung-300x260.jpeg" alt="Pemasangan jarak rangka ACP pada kolom dan balok secara profesional. Mengakibatkan biaya efisien dan efektif" width="300" height="260" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-ACP-pada-dinding-gedung-300x260.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/11/Proses-pemasangan-ACP-pada-dinding-gedung.jpeg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><a href="https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/">Artikel sebelumnya</a>, telah mengulas tentang perbedaan. Kali ini Kali ini teman-teman akan mengetahui persamaan pekerjaan tambah kurang dan bongkar pasang. Emang ada?. Tentu. Boleh dibilang cukup banyak.</p>
<h2>Ragam kesamaan pekerjaan</h2>
<p>Dirangkum dari berbagai sumber. Terutama orang lapangan. Istilah yang ditujukan bagi orang yang sudah malang-melintang di proyek bangunan. Tambah pengalaman diri sendiri. Hingga saat ini masih eksis menangani proyek. Kesamaan kerja tambah kurang dan bongkar pasang, adalah terletak pada 7 hal berikut:</p>
<h3>1. Lingkup pekerjaan ditemukan hanya di proyek bangunan</h3>
<p>Dunia permesinan juga familiar dengan istilah bongkar pasang. Tapi, tidak mengenal istilah tambah kurang. Istilah yang menyerupai, kita temui pada saat membeli barang. Misalnya, sepeda motor. Ada istilah tukar tambah. Maka dari itu, kesimpulannya pekerjaan tambah kurang dan bongkar pasang, hanya ditemui pada proyek bangunan.</p>
<h3>2. Sering terjadi diluar perkiraan</h3>
<p>Tambah kurang pada saat pelaksanaan pembangunan, sedapat mungkin dihindari. Tapi, pada kondisi tertentu acap kali terjadi secara tiba-tiba. Bahkan tanpa perencanaan. Demikian juga pekerjaan bongkar pasang. Penyebabnya hampir sama, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kesalahan gambar. Tidak lengkap. Atau detail kurang. Akibatnya, seperti nomor 2 berikut ini.</li>
<li>Tukang mengerjakan bangunan asal-asalah. Kurang hati-hati. Dan/atau kurang koordinasi.</li>
<li>Permintaan khusus dari pemilik bangunan. Umumnya dibarengi dengan revisi <a href="https://arsitekta.com/pesan-gambar-rumah-online-begini-agar-puas-dan-aman-dari-penipuan/">gambar</a>, serta persetujuan untuk mengajukan biaya tambahan.</li>
<li>Melanggar aturan pemerintah.</li>
</ol>
<h3>3. Tempat dan waktu yang bersamaan</h3>
<p>Persamaan selanjutnya, pekerjaan tambah kurang dan bongkar pasang sering terlaksana secara bersamaan. Dan berada pada proyek yang sama. Contoh kasus seperti berikut.</p>
<p>&#8220;Sebuah pintu alumunium sudah terpasang dengan benar. Sesuai dengan ketentuan gambar kerja. Dan material yang digunakan, pun telah sama dengan spesifikasi. Tapi, letaknya kurang tepat. Maka, pintu tersebut harus Anda bongkar, dan pasang kembali pada tempat yang baru.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3778 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium-300x192.jpg" alt="Proses pemasangan , pintu dan jendela alumunium pada pertokoan" width="300" height="192" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium-300x192.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium.jpg 600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Nah, akibat dari pembongkaran tersebut. Beberapa komponen tidak bisa lagi Anda pakai. Maka dari itu, harus ada biaya tambah. Untuk membeli komponen pintu yang baru, bayar upah, serta biaya pemasangan&#8221;.</p>
<h3>4. Kesamaan dalam bidang resiko</h3>
<p>Membongkar konstruksi bangunan, jika tidak dilakukan secara hati-hati. Mengakibatkan kecelakaan kerja, serta kerusakan material. Jika material rusak. Otomatis tidak layak dipasang kembali. Konsekuensinya adalah harus beli material yang baru. Pertanyaan, anggarannya dari mana?. Apakah owner mengabulkan penambahan biaya, akibat kesalahan kerja?. Tentu tidak bukan?.</p>
<p>Dampak berikutnya bagi pemilik bangunan (owner). Bilamana stuck. Dimana tukang tidak bersedia melaksanakan pekerjaan. Karena biaya tambahan tidak disetujui. Pekerjaan tambah kurang, dan/atau bongkar pasang bakal terbengkalai. Hal demikian tentu merugikan owner sendiri. Lalu, bagaimana?. Langkah bijak adalah <a href="https://qb-leadership.com/5-kiat-mencapai-solusi-win-win/">win-win solution.</a></p>
<h3>5. Kendala pada saat pengerjaan</h3>
<p>Sekarang soal teknis. Pekerjaan tambah kurang sama sulitnya dengan bongkar pasang. Misal membuat <a href="https://arsitekta.com/membuat-kanopi-balkon-jadi-tempat-yang-menyenangkan-begini/">kanopi</a> rumah. Mau tidak mau, pasti ada elemen dinding yang terkena dampak. Minimal pada saat memasang angkur. Tapi, ada juga dengan cara bobok besi tulangan. Supaya rangka kanopi dapat di las.</p>
<p>Akibat pemasangan kanopi tersebut, dinding rumah jadi rusak. Akhirnya, harus melakukan perbaikan. Pertanyaan kembali muncul. Apakah setelah diperbaiki, hasilnya sama dengan sebelum pemasangan kanopi?. Jamin tidak.</p>
<p>Singkatnya, kesulitan yang Anda hadapi saat melaksanakan pekerjaan tambah kurang, atau bongkar pasang. Mempengaruhi kualitas kerja. Serta berdampak langsung pada bangunan eksisting. Dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.</p>
<h3>6. Pelaksanaan pekerjaan sering molor</h3>
<p>Tentu. Mengingat pekerjaan tambah kurang sudah di luar kontrak. Sehingga pelaksanaan pekerjaan boleh disebut tidak prioritas. Begitu juga dengan pekerjaan bongkar pasang. Sering dilaksanakan tanpa perjanjian kerja. Hanya berupa lisan. Atau berbekal sebuah surat penawaran harga.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4069 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kegiatan-administrasi-kantor-300x180.jpg" alt="Kegiatan administrasi kantor yang tidak terlepas dari biaya dan dokumentasi" width="300" height="180" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kegiatan-administrasi-kantor-300x180.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kegiatan-administrasi-kantor-768x461.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/06/Kegiatan-administrasi-kantor.jpg 1000w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Maka wajar, kalau pelaksanaan pekerjaan kerap molor. Dan membutuhkan waktu yang lama. Pun, harus mempertimbangkan resiko yang akan dihadapi. Maka secara pribadi sepakat, bila kedua pekerjaan tersebut dilakukan dengan mengutamakan <a href="https://katigaku.top/2018/09/25/manfaat-atau-fungsi-k3/">keselamatan kerja</a>. Kedua, kualitas. Dan terakhir, adalah ketepatan waktu.</p>
<h3>7. Persamaan pada bidang alat kerja</h3>
<p>Persamaan terkahir. Ditinjau dari sub pekerjaan. Misalnya konstruksi baja. Alat yang Anda butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tambah kurang proyek baja. Sama persis dengan bongkar pasang baja. Contoh yang lain. Teralis dan <a href="https://arsitekta.com/jenis-pintu-besi-dan-cara-pemasangannya-pada-bangunan/">pintu besi.</a> Alat kerja yang Anda pakai saat membongkar pintu. Itu pula yang Anda gunakan untuk memasang ulang pintu.</p>
<p>Kaitannya adalah pada biaya. Karena alat kerjanya sama. Berarti biaya pengadaan, maupun pemakaian alat. Untuk pekerjaan tambah kurang dan bongkar pasang, akhirnya sama. Tapi, perlu ingat kembali. Hal ini hanya berlaku pada sub pekerjaan yang sejenis. 1 jenis maksudnya adalah sub pekerjaan yang menggunakan material yang sama. Atau serumpun.</p>
<h2>Persamaan pekerjaan yang unik</h2>
<p>Bilamana pekerjaan tambahan terjadi pada suatu proyek bangunan. Tidak serta merta terjadi pula pekerjaan kurang. Mengingat latar belakang terjadinya pekerjaan tambahan kurang berbeda-beda. Maka, kalau mau jujur. Sebenarnya pekerjaan ini sebaiknya jangan sampai terjadi. Maka dari itu, memungkinkan sekali pelaksanaan pekerjaan hanya 1. Misalnya item pekerjaan tambah saja. Atau, hanya pekerjaan pengurangan.</p>
<p>Demikian pula kejadiannya pada pekerjaan bongkar pasang. Kasusnya relatif sama. Membongkar konstruksi bangunan, tidak serta merta untuk dipasang lagi. Mungkin saja untuk dijual sebagai barang bekas (rosok). Atau hanya merapikan bangunan. Karena sudah tidak berfungsi. Maka di bongkar. Nah, dengan kondisi seperti ini, berarti pekerjaan pemasangan tidak ada. Unik bukan?.</p>
<h2>[Penutup] Pekerjaan proyek bangunan dan disiplin ilmu yang dibutuhkan</h2>
<p>Demikian 7 persamaan antara pekerjaan tambah kurang, dan bongkar pasang. Esensi, serta hal-hal yang terjadi (kemungkinan), akibat pelaksanaan pekerjaan. Semoga dapat menambah wawasan Anda. Bilamana, Anda punya pengalaman yang berbeda tentang topik ini. Mengingat banyaknya jenis-jenis pekerjaan bangunan. Dan, disiplin ilmu yang terlibat dalam pelaksanaannya. Silahkan bubuhkan pendapat Anda. Mmelalui kolom komentar dibawah ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/7-kesamaan-pekerjaan-tambah-kurang-bongkar-pasang-bangunan-bagian-2-dari-5/">7+ Kesamaan Pekerjaan Tambah Kurang &#038; Bongkar Pasang Bangunan (Bagian 2 dari 5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/7-kesamaan-pekerjaan-tambah-kurang-bongkar-pasang-bangunan-bagian-2-dari-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Pekerjaan Bongkar Pasang dan Tambah Kurang Proyek Bangunan (Bagian 1 dari 5)</title>
		<link>https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2022 23:31:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar pasang]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar pasang bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan bongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tambah kurang]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan tambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang-orang yang telah lama terlibat dalam proyek bangunan, pasti sudah tidak asing lagi dengan topik ini. Pekerjaan bongkar pasang dan tambah kurang, jelas memiliki perbedaan. Secara harfiah jelas berbeda. Tapi, apakah Anda tahu dimana letak perbedaannya?. Menambah rasa penasaran Anda. Selain memiliki perbedaan. Pekerjaan-pekerjaan proyek bangunan itu, juga punya persamaan loh!. Perbedaan pekerjaan Diawali dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/">Perbedaan Pekerjaan Bongkar Pasang dan Tambah Kurang Proyek Bangunan (Bagian 1 dari 5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4209 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-cat-300x182.jpg" alt="Pelaksanaan cat ulang bangunan, sebagai salah satu akibat akibat proses bongkar pasang" width="300" height="182" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-cat-300x182.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-cat-768x466.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Proses-pekerjaan-cat.jpg 947w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Orang-orang yang telah lama terlibat dalam proyek bangunan, pasti sudah tidak asing lagi dengan topik ini. Pekerjaan bongkar pasang dan tambah kurang, jelas memiliki perbedaan. Secara harfiah jelas berbeda. Tapi, apakah Anda tahu dimana letak perbedaannya?. Menambah rasa penasaran Anda. Selain memiliki perbedaan. Pekerjaan-pekerjaan proyek bangunan itu, juga punya persamaan loh!.</p>
<h2>Perbedaan pekerjaan</h2>
<p>Diawali dari segi perbedaan. Pekerjaan bongkar pasang dan tambah kurang, bedanya terletak pada 7 hal berikut:</p>
<h3>1. Difinisi</h3>
<p>Bongkar pasang konstruksi bangunan adalah satu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok tukang, untuk merubah bentuk bangunan yang lama. Dan memindah, serta memasang kembali material-material bangunan. Sesuai dengan bentuk bangunan yang lama.</p>
<p>Sedangkan, difinisi pekerjaan tambah kurang. Tidak perlu lagi kami sampaikan disini. Sebab, sebelumnya telah kami jabarkan dalam artikel khusus. Yaitu <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-mencegah-pekerjaan-tambah-kurang-pada-proyek-bangunan-rumah/">tautan ini</a>. Silahkan Anda kilas balik sejenak.</p>
<h3>2. Biaya bongkar/pasang</h3>
<p>Biaya pekerjaan bongkar pasang, seluruhnya berasal dari pemilik bangunan. Atau perwakilan. Dengan jumlah tertentu, dan sesuai kesepakatan awal.</p>
<p>Sementara itu, untuk melaksanakan pekerjaan tambah kurang. Sumber biayanya, belum tentu dari owner. Tapi, bisa juga dari pemborong. Sebagai kompensasi, atau konsekuensi dari perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya, karena <a href="https://lbhpengayoman.unpar.ac.id/sanksi-pelaku-wanprestasi/#:~:text=Sebagai%20penutup%20bahwa%20berdasarkan%20pendapat,pembatalan%20perjanjian%20ditambah%20ganti%20rugi.">wanprestasi.</a> Melanggar perjanjian, dan sebagainya.</p>
<h3>3. Pemberi tugas</h3>
<p>Tukang mendapat tugas untuk melaksanakan pekerjaan bongkar pasang, asalnya bermacam-macam. Selain dari owner langsung. Bisa juga dari pemborong (kontraktor). Atau, seseorang yang membeli konstruksi bangunan bekas. Sering dikenal dengan sebutan juragan rosok.</p>
<p>Sementara, perintah melaksanakan pekerjaan tambah kurang hanya 2. Yakni: oleh pemilik bangunan langsung. Atau kontraktor yang terpilih untuk mengerjakan proyek bangunan.</p>
<h3>4. Sistim pelaksanaan pekerjaan</h3>
<p>Pekerjaan bongkar pasang bangunan, umumnya dilaksanakan secara <a href="https://arsitekta.com/pengecatan-baja-sistem-borong-teknisnya-begini/">borong</a>. Serta, dalam waktu yang tidak mengikat. Dengan kata lain, pekerjaan tersebut kerap dilaksanakan tanpa schedulle. Kalau pun ada. Tidak seketat proyek bangunan.</p>
<p>Sebaliknya, pekerjaan tambah kurang. Biasanya dilakukan dengan sistem harian. Dan, telah terikat dengan time schedulle, yang telah ada sebelumnya. Yaitu pada saat kontrak pekerjaan bangunan utama.</p>
<p>Penting diketahui pula. Pekerjaan bongkar pasang maupun tambah kurang, membutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu, tidak heran kalau tukang tidak mau sistem borong. Jika, mau. Pun karena dalam keadaan terpaksa. Karena telah terikat dengan kontrak sebelumnya. Sejalan dengan itu. Tukang akan berupaya untuk <a href="https://libera.id/blogs/tips-negosiasi-bisnis/">negosiasi</a> ulang. Terutama soal biaya, dan waktu pelaksanaan.</p>
<h3>5. Sifat pekerjaan</h3>
<p>Pekerjaan bongkar pasang sudah umum melalui proses tender. Walau tidak secara terbuka. Layaknya tender proyek. Setidaknya, Anda wajib mengajukan penawaran resmi. Sehingga pemilik bangunan punya bukti tertulis. Mengenai besaran biaya yang harus disediakan.</p>
<p>Perlu Anda ketahui pula. Sekalipun gambar bangunan tidak ada. Karena bangunan sudah lama (tua). Dan, gambar as built drawing kemungkinan besar tidak ditemukan. Maka, untuk mengetahui spesifikasi material konstruksi, yang akan Anda bongkar. Anda wajib melakukan survei lapangan. Sebelum membuat surat penawaran harga. Serta menentukan <a href="https://arsitekta.com/12-macam-satuan-pekerjaan-baja-dan-kegunaannya-dari-dulu-hingga-sekarang/">satuan pekerjaan</a>. Apakah lump sum, atau berdasarkan tonase (kilogram).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3170 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Integrasi-dan-eksistensi-jenis-jenis-gambar-bangunan-300x219.jpg" alt="Diagram integrasi dan eksistensi jenis-jenis gambar bangunan" width="300" height="219" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Integrasi-dan-eksistensi-jenis-jenis-gambar-bangunan-300x219.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Integrasi-dan-eksistensi-jenis-jenis-gambar-bangunan.jpg 600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sedangkan pekerjaan tambah kurang adalah tanggung jawab pemborong yang telah ditunjuk. Dan, dilaksanakan berdasarkan dokumen gambar yang resmi. Maka dari itu, pekerjaan tambah kurang sifatnya wajib. Dengan atau tanpa biaya tambahan dari pemilik bangunan.</p>
<h3>6. Karakteristik</h3>
<p>Pekerjaan bongkar pasang dilakukan di 2 lokasi yang berbeda. Yakni: 1]. Di lokasi konstruksi bangunan lama yang akan dibongkar. Dan, 2]. Tempat bagunan yang baru. Dimana konstruksi akan Anda pasang kembali. Sedangkan, pekerjaan tambah kurang hanya dilakukan pada 1 tempat.</p>
<h3>7. Garansi pekerjaan</h3>
<p>Bongkar pasang konstruksi bangunan tidak pernah menyertakan garansi. Sebab, sama sekali tidak ada menggunakan material baru. Oleh sebab itu, segala kemungkinan bisa saja yang terjadi. Misalnya, konstruksi kurang kokoh. Dalam hal ini, berarti yang tanggungjawab adalah pemilik bangunan.</p>
<p>Sedangkan pekerjaan tambah kurang, dilaksanakan terikat dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dan, semua material yang digunakan adalah baru. Maka dari itu, pemborong wajib memberi garansi. Atau sering disebut retensi.</p>
<h2>Bedanya bongkar/pasang dan renovasi</h2>
<p>Satu jenis lagi pekerjaan bangunan, yang mirip dengan bongkar/pasang adalah renovasi. Kami sebut mirip karena sebenarnya berbeda. Tapi, dalam pelaksanaannya jauh berbeda. Gambaran utama seperti ini: “Pekerjaan bongkar pasang merupakan bagian dari <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-renovasi-dan-ekspansi-gedung-yang-wajib-diketahui-dan-dipopulerkan/">renovasi bangunan</a>. Namun, renovasi belum tentu melaksanakan bongkar pasang bangunan”. Sejauh ini, paham kan teman-teman.</p>
<p>Contoh, ketika Anda menambah dak baja pada sebuah bangunan. Kegiatan tersebut adalah termasuk renovasi. Lalu, ketika pemasangan dak. Ternyata tidak ada elemen bangunan eksisting yang terdampak. Sehingga tidak perlu dibongkar, dan pasang ulang. Berart pekerjaan tersebut sebatas renovasi bukan?.</p>
<p>Lain halnya, bila Anda harus membongkar lantai atau dinding. Agar dak terpasang dengan sempurna. Maka, ketika itu otomatis terjadi pekerjaan bongkar pasang. Memasang apa?. Tentunya lantai dan dinding bangunan. Supaya tidak berantakan. Akibat telah dibongkar, untuk pemasangan dak.</p>
<h2>[Penutup] Manfaat memahami jenis-jenis pekerjaan bangunan</h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas. Teman-teman sudah mampu membedakan pekerjaan bongkar pasang, dan tambah kurang. 2 item ini, adalah bagian dari pekerjaan proyek bangunan. Sering ditemui sehari-hari.</p>
<p>Kelak Anda bisa saja terlibat langsung. Sebagai pemilik bangunan, pemborong atau tukang yang melaksanakan pekerjaan. Maka dengan pemahaman ini, Anda [Owner]; mampu mengalokasikan dana secukupnya. [Kontraktor]; Me-realisasikan pekerjaan dengan benar. Serta [Tukang]; mengerjakan konstruksi bangunan dengan <a href="https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/01/19/100038/5-ciri-kepribadian-orang-yang-teliti">cermat</a>.</p>
<p>Sebagaimana kami sebut diawal. Pekerjaan bongkar pasang, dan tambah kurang juga punya persamaan. Mengenai hal tersebut tidak kami ulas disini. Tapi, dalam artikel tersendiri. Tahap berikutnya.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/">Perbedaan Pekerjaan Bongkar Pasang dan Tambah Kurang Proyek Bangunan (Bagian 1 dari 5)</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/perbedaan-pekerjaan-bongkar-pasang-dan-tambah-kurang-proyek-bangunan-bagian-1-dari-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
