<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arsitektur Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/arsitektur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/arsitektur/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2024 13:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Arsitektur Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/arsitektur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arsitektur Dan Konstruksi Baja Berhubungan Bagai Ibu + Anak</title>
		<link>https://arsitekta.com/arsitektur-dan-konstruksi-baja-berhubungan-bagai-ibu-anak/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/arsitektur-dan-konstruksi-baja-berhubungan-bagai-ibu-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 19:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek dan konstruksi besi]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi besi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arsitektur dan konstruksi baja adalah dua bidang ilmu yang sangat berbeda satu sama lain. Arsitektur berkaitan erat dengan estetika, pada interior maupun ekterior sebuah bangunan. Sementara konstruksi baja adalah salah satu pekerjaan struktur bangunan, yang khusus menggunakan material yang terbuat dari baja. Serta berhubungan erat dengan kekuatan, dan kekokohan bangunan. Hubungan antara konstruksi baja dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-dan-konstruksi-baja-berhubungan-bagai-ibu-anak/">Arsitektur Dan Konstruksi Baja Berhubungan Bagai Ibu + Anak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-3350 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Analogi-hubungan-antara-konstruksi-baja-dan-arsitektur-300x203.jpg" alt="Hubungan saling membutuhkan dan menguntungkan, semisal arsitektur dan konstruksi baja" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Analogi-hubungan-antara-konstruksi-baja-dan-arsitektur-300x203.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Analogi-hubungan-antara-konstruksi-baja-dan-arsitektur.jpg 350w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Arsitektur dan konstruksi baja adalah dua bidang ilmu yang sangat berbeda satu sama lain. Arsitektur berkaitan erat dengan estetika, pada interior maupun ekterior sebuah bangunan. Sementara konstruksi baja adalah salah satu pekerjaan struktur bangunan, yang khusus menggunakan material yang terbuat dari baja. Serta berhubungan erat dengan kekuatan, dan kekokohan bangunan.</p>
<h2><strong>Hubungan antara konstruksi baja dengan arsitektur</strong></h2>
<p>[Analogi: hubungan emosional antara ibu dan anak]. Setiap ibu memiliki ikatan emosional dengan anak-anaknya. Proses itu berawal sejak dalam kandungan. Dan berlangsung hingga ajal menjemput. Sang ibu selalu menjadi inspirator bagi anak. Maka tak heran, sang anak dapat merasakan sosok ibu, walau berada jauh. Sementara sang ibu akan kesepian, jikalau tidak lagi bersama dengan putra-putrinya.</p>
<p>Hubungan arsitektur dan konstruksi baja persis seperti ibu dan anak. Arsitektur merupakan induk dari seluruh <a href="https://arsitekta.com/pekerjaan-persiapan-bangunan-dasar-dasar-dan-contoh-rab/">pekerjaan bangunan.</a> Mulai dari proses perencanaan (konsep), perancangan (seni), dan pelaksanaan konstruksi (teknik) bangunan. Rangkaian proses tersebut terorganisir secara baik. Hingga tercipta sebuah lingkungan binaan baru (produk), yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia. Secara turun temurun.</p>
<p>Lalu dimana posisi pekerjaan konstruksi baja?. Yaitu sebagai salah satu anak (baca: sub pekerjaan struktur), yang bertugas untuk merealisasikan produk. Selain konstruksi baja, masih banyak ‘keturunan’ pekerjaan arsitektur. Antara lain: <em>Sondir boring</em>, Pengukuran tanah, Kajian dampak lingkungan, Manajemen konstruksi, Instalasi utilitas, dan seterusnya.</p>
<h2><strong>Prospek dan profesi yang unik sangat penting untuk <em>marketing</em></strong></h2>
<p>Masih sedikit yang mampu menguasai ilmu arsitektur dan konstruksi baja secara bersamaan. Penyebabnya adalah karena ilmu arsitektur banyak jenisnya. Antara lain arsitektur lanskap, tata kota, arsitektur tradisional dan nusantara. Ada pula yang khusus memperdalam interior dan dekorasi.</p>
<p>Sementara itu, pengetahuan konstruksi baja bisa anda dapatkan hanya melalui pengalaman. Sebab jika mengandalkan teori saat kuliah, tidak cukup. Tambah lagi, hingga saat ini belum ada <a href="https://arsitekta.com/lulusan-smk-bekerja-pada-kontraktor-baja-ini-caranya/">jurusan setingkat SMK</a> atau  perguruan tinggi, yang secara spesifik mempelajari konstruksi baja. Oleh sebab itu, kala arsitektur dan konstruksi baja digabungkan, maka menjadi satu keahlian/profesi yang unik. Sekaligus menciptakan ragam prospek usaha.</p>
<h3><strong>A. Praktik profesi pada bidang arsitektur</strong></h3>
<p>Arsitek adalah satu-satunya profesi yang berhak menyelenggarakan kegiatan untuk menghasilkan karya arsitektur. Bertindak secara pribadi, atau bisa juga bekerjasama dengan profesi lain. Peluang usaha yang anda peroleh dari bidang ini, antara lain:</p>
<ol>
<li>Penyusunan kajian atau study awal tentang bangunan,</li>
<li>Perancangan dan tata bangunan gedung,</li>
<li>Pelestarian bangunan dan <a href="https://www.merdeka.com/jateng/pengertian-lingkungan-alam-dan-contohnya-berikut-penjelasannya-kln.html">lingkungan alam,</a></li>
<li>Penyusunan dokumen proyek konstruksi,</li>
<li>Pelaksanaan dan/atau pengawasan konstruksi bangunan,</li>
<li>Perencanaan kota dan tata guna lahan,</li>
<li>Manajemen proyek dan konstruksi,</li>
<li>Dan pendampingan kepada masyarakat.</li>
</ol>
<h3><strong>B. Peluang usaha pada bidang konstruksi besi</strong></h3>
<p>Sementara bidang konstruksi baja, lebih banyak lagi. Ada <a href="https://arsitekta.com/63-pekerjaan-konstruksi-baja-yang-wajib-anda-ketahui-saat-ini/">63 jenis pekerjaan,</a> yang bisa anda geluti di bidang ini. Pembahasan mengenai jenis-jenis pekerjaan konstruksi baja. Silahkan anda baca melalui tautan. Maka dari itu, sangat unik bila arsitektur dan konstruksi baja tergabung dalam satu bisnis.</p>
<p>Untuk melaksanakan pekerjaan ini, anda tidak harus menjadi arsitek. Sebab tidak ada ketentuan yang mengatur hal tersebut. Tidak seperti melakukan praktik pada bidang arsitektur. Uniknya, justru banyak pemborong baja yang sukses, dengan latar belakang pendidikan pas-pasan.</p>
<h2><strong>Hubungan jasa arsitek dan konstruksi besi</strong></h2>
<p>Klien pasti senang berurusan dengan orang yang tepat. Dan tidak melibatkan orang banyak. Hal itu pula berlaku untuk urusan bangunan. Bagaimana tidak, untuk membedakan arsitek dengan teknik sipil pun masyarakat masih sulit. Apalagi soal tugas dan tanggungjawab masing-masing. Padahal kedua profesi tersebut sama-sama terlibat dalam proyek bangunan.</p>
<p>Hubungan arsitektur dan konstruksi baja, selain seperti ibu dan anak. Juga antara profesi arsitek dan teknik sipil. <a href="https://arsitekta.com/biaya-jasa-arsitek-model-kerjasama-dan-sistem-pembayaran/">Jasa arsitek</a> boleh melakukan praktik pada seluruh bidang arsitektur, juga pada pekerjaan konstruksi baja. Namun sebaliknya, seorang ahli baja, dalam hal ini pendidikan yang formal adalah teknik sipil. Atau sarjana teknik. Belum tentu memiliki kompetensi (keahlian dan lisensi), untuk mengerjakan pekerjaan arsitektur. Maka dari itu, yang menjadi lokomotif adalah arsitek.</p>
<h2><strong>Arsitek = ibu dari semua ilmu bangunan</strong></h2>
<p>Mengutip catatan <em>Frank Barron</em> (1980), mengatakan bahwa arsitek mewakili domain profesi kreatif. Yakni sebagai praktisi, ilmuwan sekaligus seniman. Sangat benar. Sejak kuliah arsitek dibekali  pengetahuan ala ‘gado-gado’. Yang sangat unik adalah tentang pengetahuan filsafat, sejarah arsitektur, manajemen, teknik komunikasi, psikologi bangunan, bisnis properti dan sebagainya. Oleh sebab itu, pantas arsitek dijuluki sebagai ibu dari ilmu bangunan.</p>
<h2><strong>[Penutup] Semuanya demi orang-orang yang kita cintai </strong></h2>
<p>Mengakhiri tulisan ini, profesi penulis saat ini adalah arsitek profesional, sekaligus ahli pada pekerjaan konstruksi baja. Kami terlibat <a href="https://arsitekta.com/panduan-pengajuan-progres-pekerjaan-baja/">pekerjaan baja</a> sejak tahun 1996. Kemudian secara <em>ekstension,</em> melanjutkan study jurusan arsitektur pada tahun 2011. Dan lulus 6 tahun kemudian. Lalu setelah mengikuti pelatihan profesi, pertengahan tahun 2017 syah menjadi anggota IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Dan semenjak itu, arsitektur dan konstruksi baja, kami gabungkan bidang usaha jasa.</p>
<p>Terakhir, tulisan ini kami buat untuk mengenang almarhumah bunda. Yang mana saat ini genap 238 hari, sejak berpulang ke rumah Bapa di Sorga. Betapa kami mencintai beliau, seperti mencintai profesi ini. Semua perjuangan ini penulis lakukan adalah demi orang-orang tercinta. Terimakasih ibunda.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-dan-konstruksi-baja-berhubungan-bagai-ibu-anak/">Arsitektur Dan Konstruksi Baja Berhubungan Bagai Ibu + Anak</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/arsitektur-dan-konstruksi-baja-berhubungan-bagai-ibu-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Daftar Istilah Dalam Proyek Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/100-istilah-penting-dalam-proyek-konstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 16:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen proyek]]></category>
		<category><![CDATA[istilah dalam proyek]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/100-istilah-penting-dalam-proyek-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anda akan menemukan banyak istilah dalam proyek konstruksi, yang penting untuk dipahami. Terutama bagi anda yang baru saja bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor bangunan, atau untuk anda yang masih masih kuliah jurusan Arsitektur dan Teknik Sipil. Dengan memahami daftar istilah tersebut, maka anda akan mengerti bagaimana proses pelaksanaan proyek konstruksi dari awal hingga selesai pengerjaan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/100-istilah-penting-dalam-proyek-konstruksi/">100 Daftar Istilah Dalam Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Anda akan menemukan banyak istilah dalam proyek konstruksi, yang penting untuk dipahami. Terutama bagi anda yang baru saja bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor bangunan, atau untuk anda yang masih masih kuliah jurusan Arsitektur dan Teknik Sipil. Dengan memahami daftar istilah tersebut, maka anda akan mengerti bagaimana proses pelaksanaan proyek konstruksi dari awal hingga selesai pengerjaan. Serta mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat dalam proyek konstruksi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Istilah-istilah yang akan kita bahas dalam artikel ini tidak sebatas untuk satu sub pekerjaan saja, namun menyangkut seluruh istilah-istilah yang sering kita temui (gunakan) dalam proyek konstruksi Indonesia. Berikut ini 100 istilah <a href="https://www.academia.edu/12242581/definisi_istilah_dalam_manajemen_proyek_konstruksi">dalam proyek konstruksi beserta defenisi</a>. Yang mana agar mudah kita pahami, istilah-istilah tersebut kita bagi menjadi 10 kelompok, antara lain:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 1: Daftar istilah berkaitan dengan pelaku proyek konstruksi</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>Owner</strong>             : dalam bahasa Belanda kita kenal dengan sebutan <em>Bouwheer</em>, artinya pemiliki bangunan. Owner dapat berupa perorangan, badan/lembaga atau organisasi.</li><li><strong>Konsultan </strong>      : perorangan atau badan/organisasi yang mendapat tugas dari owner untuk melaksanakan perencanaan dan perancangan bangunan.</li><li><strong>MK </strong>                 : singkatan dari Manajemen Konstruksi, yaitu badan/organisasi yang mendapat wewenang dari owner untuk mengawal dan mengawasi proses pelaksanaan proyek.</li><li><strong>Maincont</strong>       : singkatan dari <em>Main Contractor</em>, yaitu perusahaan kontraktor yang dipercaya oleh owner untuk melaksanakan semua pekerjaan konstruksi.</li><li><strong>Subcont</strong>         : singkatan dari <em>Sub Contractor</em>, yaitu perusahaan kontraktor yang diberi tugas oleh Maincont untuk melaksanakan sub pekerjaan tertentu, misalnya kontraktor spesialis baja.</li><li><strong>Vendor          </strong> : disebut juga <em>Suplier,</em> yaitu perorangan atau badan/organisasi yang menjual <em>(suply)</em> bahan dan alat-alat bangunan.</li><li><strong>PM</strong>                  : singkatan dari <em>Project Manager</em>, adalah orang yang mendapat kepercayaan dan mandat dari Maincont, bertugas sebagai pimpinan dan penanggujawab sebuah proyek. Sorang PM tetapkan setelah mendapat persetujuan dari konsultan dan Owner.</li><li><strong>SM </strong>                  : singkatan dari <em>Site Manager</em>, adalah orang yang memiliki tugas sebagai wakil dari PM.</li><li><strong>SEM</strong>                : singkatan dari <em>Site Engineering Manager</em>, yakni orang yang bertugas mengendalikan dan membuat perencanaan terkait metode, jadwal, keselamatan dan kesehaatan kerja proyek.</li><li><strong>SOM </strong>               : singkatan dari <em>Site Operation Manager</em>, yakni orang yang bertugas menjalankan/melaksanakan perencanaan yang tersusun oleh SEM.</li><li><strong>SAM</strong>                : singkatan dari <em>Site Administration Manager</em>, yakni orang yang bertugas dalam pencatatan transaksi dan tata administrasi proyek.</li><li><strong>Bas borong</strong>     : adalah orang yang mengepalai 1 bidang pekerjaan dalam proyek dengan sistem borongan</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 2: Daftar istilah berkaitan dengan desain bangunan</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>TOR</strong>                : singkatan dari <em>Term of Reference</em> atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) melakukan desain sebuah bangunan</li><li><strong>Gambar Rencana</strong>  : adalah desain bangunan yang rancang oleh arsitek beserta team, yang terdiri dari ahli struktur, ahli mekanikal dan electrikal.</li><li><strong>DED</strong>                : silahkan baca, anda <a href="https://arsitekta.com/harus-tahu-gambar-dokumen-konstruksi/">Harus Tahu Gambar &amp; Dokumen Konstruksi</a>.</li><li><strong>Gambar Bestek</strong> : berasal dari bahasa Belanda yang berarti peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan proyek. Bestek sering kita samakan dengan DED.</li><li><strong>Gambar Forcont</strong> : singkatan dari <em>For Construction</em>, adalah gambar yang telah sesuai dengan kondisi site dan berguna sebagai acuan untuk proses pelaksanaan proyek</li><li><strong>Shop Drawing</strong>     : artinya gambar kerja, merupakan lanjutan dari DED. Shop Drawing khusus untuk satu sub pekerjaan, misalnya shop drawing untuk pekerjaan konstruksi baja. Gambar berikut adalah contoh shop drawing konstruksi baja ,profil H-beam.</li><li><strong>As Built Drawing</strong> : artinya gambar sesuai realisasi sebuah bangunan yang telah selesai, jadi As Built Drawing dapat kita buat setelah proyek konstruksi selesai kita kerjakan.</li><li><strong>Site </strong>                : artinya tapak (lapangan) atau lokasi proyek.</li><li><strong>Site Plan</strong>         : adalah gambar denah keseluruhan ruang yang ada pada Site</li><li><strong>Lay Out</strong>          : adalah gambar tampak atas keseluruhan bangunan yang ada pada Site</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img decoding="async" width="300" height="300" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-300x300.jpg" alt="shop drawing merupakan daftar istilah yang banyak digunakan dalam proyek baja" class="wp-image-1836" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam-150x150.jpg 150w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-contoh-shop-drawing-profil-HBeam.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar contoh shop drawing konstruksi baja, profil H-Beam</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 3: Daftar istilah berkaitan dengan proses tender (lelang) proyek</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>Aanwijzing</strong>                  : adalah rapat perdana yang hadir yaitu owner, konsultan dan para kontraktor yang telah lolos seleksi untuk mengikuti tender. Aanwijzing bertujuan mengadakan penjelasan/pemaparan rencana dan teknis pelaksanaan proyek.</li><li><strong>Tender Terbuka</strong>         : proses pelelangan pengadaan barang/jasa untuk umum, yaitu melalui pengumuman ke publik secara terbuka.</li><li><strong>Tender Tertutup</strong>         : proses pelelangan pengadaan barang/jasa yang tertutup untuk umum, melainkan hanya oleh orang-orang tertentu saja.</li><li><strong>Klarifikasi</strong>                   : memaparkan atau memberi penjelasan dengan alasan yang kuat mengenai gambar desain, spesifikasi bahan bangunan dan perhitungan volume pekerjaan.</li><li><strong>Negosiasi</strong>                     : tawar-menawar harga satuan dan harga borongan pekerjaan</li><li><strong>Pemenang Tender</strong>       : orang atau badan/organisasi yang telah melaui proses tender dan mendapat kepercayaan dari owner untuk melaksanakan proyek konstruksi.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 4: Daftar istilah berkaitan dengan biaya bangunan</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>RAB</strong>                : singkatan dari Rencana Anggaran Biaya; bertujuan untuk mengajukan penawaran harga pekerjaan proyek konstruksi</li><li><strong>RAP</strong>                : singatan dari Rencana Anggaran Pelaksanaan; tujuannya adalah sebagai <em>budget</em> pelaksanaan proyek</li><li><strong>Pagu</strong>               : sama dengan Pagu Anggaran; yaitu alokasi biaya yang telah melalui penganggaran/penetapan untuk mendanai proyek. Istilah ini sering kita temukan pada proyek-proyek milik pemerintah atau BUMN/BUMD.</li><li><strong>BoQ</strong>                 : singkatan dari <em>Bill of Quantity</em>, yang berisi rincian seluruh item pekerjaan pada sebuah proyek konstruksi</li><li><strong>Volume            </strong>: berarti isi. Namun dalam BoQ istilah volume dapat berupa panjang, lebar atau luas sebuah item pekerjaan bangunan</li><li><strong>Tonase</strong>             : <em>Tonnage</em> (Inggris), adalah satuan berat pekerjaan konstruksi baja</li><li><strong>Harga satuan</strong> : silahkan baca <a href="https://arsitekta.com/harga-satuan-pekerjaan-konstruksi-baja/">Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Baja</a></li><li><strong>OH</strong>                  : singkatan dari Orang Hari, yaitu satuan untuk upah per hari tenaga kerja proyek konstruksi</li><li><strong>Overhead</strong>        : biaya ekstra yang harus keluar/tersedia untuk mendanai proyek</li><li><strong>Margin</strong>            : <em>Profit</em> atau keuntungan (laba) yang kita peroleh dari proyek konstruksi</li><li><strong>Asumsi</strong>            : perhitungan dengan cara taksir atau perkiraan.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 5: Daftar istilah berkaitan dengan kontrak &amp; sanksi pelaksanaan proyek konstruksi</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>JO</strong>                   : singaktan dari <em>Joint Operation</em>, dalam bahasa Indonesia terkenal dengan istilah KSO (Kerja Sama Operasional). JO umumnya terbentuk untuk proyek-proyek berskala besar.</li><li><strong>Kontrak Payung</strong>         : atau <em>(Framework Contract);</em> yaitu perjanjian pengadaan barang/jasa selama masa tertentu (jangka panjang), yang mana harga satuan menjadi ketetapan atau sebagai pengikat.</li><li><strong>SPK</strong>                 : singakan dari Surat Perintah Kerja</li><li><strong>Kontrak Lump Sum</strong>    : yaitu perjanjian pengadaan barang/jasa dengan menetapkan jumlah nilai borongan yang pasti dan tetap, dengan segala kemungkinan terjadi resikonya.</li><li><strong>Kontrak Unit Price</strong>     : yaitu perjanjian pengadaan barang/jasa dengan menetapkan harga satuan sebagai pengikat, sementara jumlah nilai borongan dapat berobah kemudian hari.</li><li><strong>Force Meojure</strong>            : artinya keadaan terpaksa yang diakibatkan oleh hal-hal diluar kemampuan manusia. Seperti gempa bumi, banjir, perang, huru-hara, revolusi, pemogokan massal.</li><li><strong>Time Schedulle</strong>            : berarti jadwal dan waktu. Dalam proyek konstruksi istilah ini berhubungan erat dengan jadwal dan batasan waktu pelaksanaan pekerjaan.</li><li><strong>Addendume</strong>     : artinya tambahan. Dalam proyek konstruksi istilah ini menandakan adanya biaya, jadwal dan waktu pelaksanaan yang berobah atau bertambah diluar kontrak.</li><li><strong>MOS</strong>               : singkatan dari <em>Material on Site;</em> artinya material (bahan) bangunan telah tiba dilokasi proyek.</li><li><strong>Retensi</strong>           : artinya masa pemeliharaan bangunan sebelum diserah-terimakan kepada owner, yaitu sesuai masa yang yang telah ditetapkan dalam kontrak.</li><li><strong>Finalty</strong>           : artinya denda atau sanksi. Berupa hukuman denda sebelum terjadi <em>Take Over.</em></li><li><strong>Take Over</strong>      : artinya mengambil alih pekerjaan, umumnya disebabkan karena kontraktor Wanprestasi,</li><li><strong>Wanprestasi</strong>  : artinya kontraktor lalai, melanggar perjanjian dan/atau tidak sanggup memenuhi kewajiban untuk mengerjakan proyek sesuai kontrak.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 6: Daftar istilah berkaitan dengan tata cara pembayaran proyek kontruksi</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>Down Payment</strong>           : artinya uang muka atau uang tanda jadi pesanan barang atau jasa,</li><li><strong>Bank Garansi</strong> : adalah sebuah jaminan pembayaran dari bank, yang diberikan kepada kontraktor yang mengerjakan sebuah proyek. Bank garansi merupakan persyaratan yang wajib dalam proyek konstruksi.</li><li><strong>Jaminan Pemeliharaan</strong> : Berupa polis/dokumen berharga yang dikerluarkan oleh bank atau asuransi. Selain jaminan pemeliharaan, ada berbagai jenis jaminan berkaitan dengan proyek konstruksi misal jaminan uang muka, jaminan penawaran.</li><li><strong>SKBDN</strong>           : singkatan dari Surat Kredit berdokumen Dalam Negeri. Salah satu sistem pembayaran dalam proyek konstruksi.</li><li><strong>Regular           </strong>: artinya proses pemindahan dana (transaksi) yang berlaku melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, umumnya 3 bulan setelah Invoice.</li><li><strong>Termin</strong>            : artinya pembayaran yang berlakuk secara bertahap, sesuai dengan ketetapan dalam kontrak.</li><li><strong>Progress</strong>         : artinya kemajuan, yang dalam proyek berupa laporan prestasi pekerjaan</li><li><strong>MC</strong>                  : singkatan dari <em>Mutual Check, </em>yaitu laporan setiap uraian/item pekerjaan yang lengkap dengan berita acara serah terima.</li><li><strong>BAP</strong>                 : singkatan dari Berita Acara Pembayaran,</li><li><strong>CCO</strong>                : singaktan dari <em>Contract Change Order,</em> yaitu perubahan kontrak akibat perobahan lingkup pekerjaan.</li><li><strong>Opnam</strong>           : adalah pengukuran dan penghitungan ulang volume pekerjaan sesuai kenyataan yang terpasang.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 7: Istilah-istilah berkaitan dengan serah terima proyek</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>BAST</strong>              : singkata dari Berita Serah Terima, yang berlaku setelah proyek selesai</li><li><strong>PHO</strong>                : singaktan dari <em>Provisional Hand Over,</em> yaitu serah terima pekerjaan dari kontraktor kepada owner yang pertama. PHO sama dengan BAST-1.</li><li><strong>FHO</strong>                : singaktan dari <em>Final Hand Over,</em> yaitu serah terima pekerjaan dari kontraktor kepada owner yang kedua kali. PHO sama dengan BAST-2.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 8: Istilah-istilah berkaitan dengan pengukuran bangunan</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>Elevasi</strong>            : adalah titik tertentu pada posisi vertikal level pada bangunan</li><li><strong>FFL</strong>     : singkatan dari <em>Floor Finish Level</em></li><li><strong>T.O.C</strong>  : singkatan dari <em>Top of Concrete</em></li><li><strong>T.O.B</strong>  : singkatan dari <em>Top of Beam</em></li><li><strong>TS</strong>        : singkatan dari <em>Total Station</em>, yaitu alat ukur teodolit dengan komponen yang telah terintegrasi dengan pengukur jarak jauh elektronik</li><li><strong>Surveyor</strong> : adalah orang yang bertugas melakukan pengukuran Site</li><li><strong>Uitzet</strong>  : adalah kegiatan mengukur ulang Site,</li><li><strong>Bowlank</strong>          : Bahan dari kayu terentang  dengan ukuran 3x15cm, lurus dan di serut rata pada sisi atasnya. Berguna untuk pengukuran elevasi dan sudut (siku) bangunan.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 9: Istilah-istilah berkaitan dengan proses pelaksanaan proyek</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>Metode Kerja</strong> : tahapan kerja yang direncanakan secara terukur dan terjadwal</li><li><strong>RKS</strong>                : singaktan dari Rencana Kerja dan Syarat-syarat</li><li><strong>Spek-Tek</strong>        : singkatan dari Spesifikasi Teknis, berisi keterangan lengkap tentang bahan bangunan</li><li><strong>Sample</strong>            : adalah contoh bahan sesuai yang telah kita jelaskan dalam Spek-Tek dan gambar</li><li><strong>Mock Up</strong>         : artinya membuat sebuah bentuk, dari bahan sesuai yang telah jelas dalam Spek-Tek dan gambar</li><li><strong>Groundbreaking</strong>         : artinya peletakan batu pertama</li><li><strong>Direksikeet</strong>    : kantor administrasi, staff dan pengawas proyek</li><li><strong>Brak kerja</strong>      : tempat tinggal/mess dan istirahat para pekerja proyek</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelompok 10: Istilah-istilah berkaitan dengan ketentuan dan standar (referensi) bangunan</strong></h2>



<ol type="1"><li><strong>SNI</strong>                  : Standar Nasional Indonesia</li><li><strong>PUBI-1982</strong>      : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982</li><li><strong>PPBBI</strong>              : Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984</li><li><strong>K3</strong>                   : singaktan dari Kesehatan dan Keselamtan Kerja</li><li><strong>Body Harness</strong> : berupa sabuk pengaman dan pelindung tubuh pekerja, khususnya yang bekerja pada ketinggian atau bangunan bertingkat.</li><li><strong>MEP</strong>                : singkatan dari Mechanical, Electrical dan Plumbing.</li><li><strong>SLF</strong>                 : singaktan dari Sertifikat Laik Fungsi, bertujuan pada kelayakan bangunan.</li><li><strong>LEED</strong>              : Leadership In Energy &amp; environmental Design</li><li><strong>NFPA</strong>              : National Fire Protection Association;</li><li><strong>ASTM</strong>             : American Society for Testing and Materials</li><li><strong>AAMA</strong>            : Architectural Manufactures Association</li><li><strong>AISC</strong>               : American Institute of Steel Construction Specification</li><li><strong>ANSI</strong>               : American National Standard Institute</li><li><strong>DIN</strong>                 : Deutsches Institut für Normung; standar dari negeri Belanda</li><li><strong>BS </strong>                   : British Standard</li><li><strong>JIS</strong>                   : Japan Industrial Standard</li><li><strong>SIS</strong>                   : Swedish Standard Institution</li><li><strong>SSPC</strong>               : Steel Structures Painting Council</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">100 daftar istilah ini umum kita temukan hingga saat ini di Indonesia. Masih ada banyak lagi istilah yang bida kita temukan dalam proyek konstruksi, khususnya yang berkaitan dengan sub pekerjaan. Masing-masing sub pekerjaan masih memiliki istilah-istilah yang lebih spesifik lagi, misalnya yang menyangkut jenis bahan, detail alat dan metode kerja. Dengan memahami 100 istilah tersebut, anda akan lebih cepat beradaptasi, berinteraksi dan melakukan komunikasi dengan mereka yang sudah lebih paham tentang proyek konstruksi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/100-istilah-penting-dalam-proyek-konstruksi/">100 Daftar Istilah Dalam Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</title>
		<link>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 22:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur lanskap]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[lanskap]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[tata ruang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita mendukung sepenuhnya program pembangunan infrastruktur jalan tol seluruh pelosok negeri Indonesia. Namun pembangunan jalan tol bila tidak tertangani dengan benar dan profesional, sama dengan merusak lingkungan alam. Peran arsitektur lanskap dalamnya bukan sekedar menciptakan karya rancangan spektakuler atau hebat, penting agar menjaga dan melestarikan alam sekitar sebagai karya rancangan Sang Khalik, yang wajib kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/">Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong>Kita mendukung sepenuhnya program pembangunan infrastruktur jalan tol seluruh pelosok negeri Indonesia. Namun pembangunan jalan tol bila tidak tertangani dengan benar dan profesional, sama dengan merusak lingkungan alam. Peran arsitektur lanskap dalamnya bukan sekedar menciptakan karya rancangan spektakuler atau hebat, penting agar menjaga dan melestarikan alam sekitar sebagai karya rancangan Sang Khalik, yang wajib kita wariskan kepada generasi mendatang.</strong></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingkah unsur arsitektur lanskap dalam pembangunan jalan tol?</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Pembangunan infrastruktur jalan tol dari perspektif ilmu pengetahuan arsitektur lanskap, adalah menciptakan lingkungan binaan baru yang kita lakukan mengutamakan kaidah estetika. Namun tidak serta merta mengabaikan kaidah konstruksi serta bentuk atau fungsi. Lingkungan binaan baru tersebut tercipta, bertujuan untuk memperoleh manfaat bagi kelangsungan manusia hidup dan mahluk lainnya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sejalan dengan <a href="http://ilhamagronomi.blogspot.com/2012/02/pengantar-arsitektur-lanskap.html">pendapat Norman T.Newtown</a> (1971), mengatakan bahwa arsitektur lanskap adalah seni dan pengetahuan. Yang mengatur tata letak permukaan bumi dan ruang-ruang diatas, untuk mencapai efisiensi, keselamatan dan kesehatan umat manusia. Merujuk pada pendapat tersebut, kita tahu pentingnya unsur arsitektur lanskap seharusnya ada sejak perencanaan jalan tol.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa merencanakan lanskap harus mengedepankan kaidah estetika?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Elemen lanskap terdiri dari <em>Hard Material</em> dan <em>Soft Material</em>. Elemen hard material <em>(material keras) </em>maksud adalah perkerasan dan bangunan, sementara elemen soft material <em>(material lembut) </em>adalah tanaman atau vegetasi. Kombinasi 2 elemen ini, secara tidak langsung telah memenuhi kaidah konstruksi, serta fungsi bersamaan, manakala suatu proses perencanaan lanskap jalan tol berlaku.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perkerasan dan bangunan berhubungan erat dengan konstruksi, bentuk maupun fungsi, sementara vegetasi orientasinya adalah kaidah estetika. Nah, supaya perkerasan maupun bangunan dapat memiliki nilai seni, efisien dan bermanfaat, perlu menata sedemikian rupa oleh seorang arsitek lanskap. Hal ini menjadi jawaban, mengapa dalam perencanaan infrastruktur jalan tol harus mengedepankan estetika. Sekaligus menjadi alasan kedua, bahwa unsur arsitektur lanskap sangat penting dalam perencanaan infrastruktur jalan tol.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah arsitek lanskap telah berperan dalam perencanaan insfrastruktur jalan tol?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Peran dan tugas arsitek lanskap menurut <a href="https://www.asla.org/aboutlandscapearchitecture.aspx">ASLA</a> <em>(American Society of Landscape Arhitecture)</em>, menjelaskan bahwa arsitek lanskap bertugas menganalisis, merencanakan, merancang, mengelola dan memelihara lingkungan alam yang terbangun.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mengacu penjelasan ALSA, peran arsitek lanskap dalam pembangunan jalan tol tidak berhenti pada tahap perencanaan saja, yaitu menganalisis, merencanakan dan merancang. Namun juga tahap pasca konstruksi, yaitu mengelola dan memelihara lingkungan alam.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sampai di sini, kita tidak menjelaskan satu per satu secara detail peran arsitek lanskap. Tetapi sesuai judul, sejauh mana peran arsitek lanskap dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, saat ini dapat kita ketahui dari beberapa aspek berikut:</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1. <strong>Ruang binaan arsitektur lanskap yang nyaman</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ruang binaan baru terbentuk pada alam terbuka, terbentang sepanjang jalan tol dan mencapai ratusan kilometer. Yang menciptakan sirkulasi dan pergerakan yang kompleks bagi pengguna jalan tol. Dampak pergerakan yang panjang ini, pengguna akan cepat merasakan kejenuhan saat berkendara. Untuk sebagian ruas jalan tol, yang kebetulan memiliki unsur <em>view</em> dari alam sekitar dapat mengurangi sedikit kejenuhan. Tetapi bagaiman dengan bagian ruas jalan tol yang tidak memiliki view?</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1750" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang-300x234.jpeg" alt="Agar pembaca tahu bentuk ruang binaan baru yang terbentuk pada arsitektur lanskap jalan tol" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption>Gambar Ruang Binaan Baru Jalan Tol</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar, terlihat ruang yang terbentuk pada jalan tol terkesan statis dan tidak memiliki estetika. Dampaknya, pada ruas jalan tol seperti ini akan mengakibatkan pengendara cepat lelah dan bosan, penyebabnya karena elemen vegetasi pada lanskap jalan tol sangat minim.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Merancang agar jalan tol bisa menciptakan rasa nyaman bagi pengguna. Selain melakukan penanaman vegetasi/penghijauan sekitar tepi jalan tol, pemasangan reklame pada tempat-tempat tertentu bisa kita lakukan. Misalnya, reklame kita pasang disisi luar <em>Fly Over</em> yang ada pada gambar di atas.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2. <strong>Waktu melintas pada lanskap jalan tol</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pengertian waktu yang kita maksud bukan jarak tempuh pengendara, dari kota A bisa sampai ke kota B berapa lama. Melainkan siklus pengguna jalan tol, saat melintas apakah siang atau malam hari, ketika hujan atau terik matahari atau pada kondisi jalur sedang padat atau ketika sepi. Atau kombinasi antar siklus tersebut, misalnya melintas saat malam hari dengan cuaca hujan, atau pada siang hari tetapi jalur tol padat kendaraan.</p>



<div class="wp-block-jetpack-slideshow aligncenter" data-effect="slide">
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_container swiper-container">
<ul class="wp-block-jetpack-slideshow_swiper-wrapper swiper-wrapper">
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1755" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1755" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Malam Hari</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1754" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1754" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Pagi Hari</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1756" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1756" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Siang Hari</figcaption>
</figure>
</li>
</ul>
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_pagination swiper-pagination swiper-pagination-white"> </div>
</div>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Melintas di jalan tol pada malam, pagi dan siang hari memberi suasana yang berbeda-beda bagi pengendara, perhatikan gambar slide. Misalnya, malam hari jalan tol akan penuh cahaya lampu yang berasal dari mobil pengendara lain, lampu penerangan jalan atau lampu dari permukiman sekitar jalan tol. Kondisi seperti ini membuat pengendara tidak nyaman, karena cahaya yang terlalu banyak bisa mengakiatkan pandangan silau. Namun sebaliknya, cahaya yang sedikit pun akan mengakibatkan pengendara cepat mengantuk.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mengatasi suasana seperti diatas, adalah menjadi bagian dari tugas arsitek lanskap. Misalnya tiap jarak tertentu, permukaan ruas jalan tol dibuat berirama, garis batas tepi jalan tol dicat dengan beberapa macam warna. Juga pada lampu penerangan jalan bisa dibuat beragam warna cahaya, misalnya memasang bola lampu warna putih/bening, kuning atau biru.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3. <strong>Volume aktivitas di sekitar arsitektur lanskap jalan tol</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Unsur volume yang kita maksud adalah meliputi perkiraan jumlah penduduk sekitar ruas jalan tol, yang bertambah <em>(urban)</em> beberapa tahun yang akan datang. Cepat atau lambat, hal ini akan berpengaruh pada pola aktivitas dan pergerakan pengguna jalan tol. Misalnya unsur <em>view</em> yang sebelumnya ada, kemungkinan akan hilang dan berganti menjadi komplek permukiman, area komersial atau kawasan industri. Pastikan alih fungsi lahan yang terjadi sekitar lingkungan jalan tol, berakibat pada peningkatan volume kendaraan yang melintas.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><a href="https://www.pu.go.id/berita/view/17558/kementerian-pupr-dorong-bujt-tingkatkan-layanan-rest-area-dan-jalan-tol-berkelanjutan"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1757" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type-300x234.jpeg" alt="pergerakan dan aktivitas pengguna jalan tol di rest area, wujud dari rancangan arsitektur lanskap " srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>
<figcaption><em>Rest Area</em> Jalan Tol</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan terbangun beberapa titik <em>rest area,</em>  secara tidak langsung mendukung proses urbanisasi terjadi sekitar jalan tol. Aktivitas para pedagang ini, yang berasal dari penduduk sekitar atau pendatang berpotensi membentuk permukiman baru.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kondisi ini, arsitek lanskap perlu mengelola dan memelihara lingkungan agar tidak terjadi alih fungsi lahan. Untuk itu memerlukan kerjasama dengan kementerian, instansi/dinas dan pemprov atau pemda. Kerjasama tersebut berlandaskan peraturan dan undang-undang,yang sudah resmi dari pemerintah. Misalnya regulasi yang mengatur Tata Ruang Jalan Tol Indonesia adalah <a href="https://www.atrbpn.go.id/Publikasi/Peraturan-Perundangan/Undang-Undang/undang-undang-nomor-26-tahun-2007-1849">Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007.</a></p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3. <strong>Pentingnya arsitektur lanskap yang berkelanjutan <em>(Sustainable)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gapura, Tetengger atau <em>Landmark</em> dan sebagainya dahulu berfungsi sebagai icon budaya, kearifan lokal dan karakteristik sebuah kota. Kini berangsur-angsur terlupakan, karena pergerakan manusia mayoritas melaui jalan tol dan perhatian terhadap pentingnya arsitektur kota semakin berkurang.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Aspek berkelanjutan pada jalan tol, bisa nyata pada desain Gerbang Tol (GT). Yaitu yang mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal, seperti bangunan <a href="https://balipedia.id/jalan-tol-bali-mandara/">GT di kota Denpasar, Bali</a>. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi gapura kota ke GT, karena saat ini GT menjadi akses utama keluar masuk manusia dalam melakukan aktivitas. Dengan demikian karakteristik dan unsur budaya sebuah kota tetap bisa kita pertahankan.</p>



<div class="wp-block-jetpack-slideshow aligncenter" data-effect="slide">
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_container swiper-container">
<ul class="wp-block-jetpack-slideshow_swiper-wrapper swiper-wrapper">
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1758" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung-300x234.jpg" alt="" data-id="1758" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung-300x234.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gapura Kota Bandung, Jawa Barat</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1759" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim-300x234.jpeg" alt="" data-id="1759" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gapura Kota Lumajang, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1760" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban-300x234.jpeg" alt="" data-id="1760" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">GT Caruban, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1761" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto-300x234.jpeg" alt="" data-id="1761" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">GT Mojokerto, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
</ul>
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_pagination swiper-pagination swiper-pagination-white"> </div>
</div>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar slide in, terlihat perbedaan yang sangat kontras antara Gapura kota dengan GT. Gapura kota masih mempertahankan karakteristik dan kearifan lokal, sementara GT rancangnya dengan gaya arsitektur modern.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Saatnya arsitek lanskap pro-aktif, sejak proses perencanaan infrastruktur jalan tol berlangsung. Tentu kita tidak manghendaki identitas, budaya dan kearifan lokal bangsa hilang oleh arus globalisasi dan teknologi. Demikian juga untuk menghindari dampak kerusakan lingkungan alam, serta kemungkinan alih fungsi lahan sekitar ruas jalan tol. Guna merealisasikan, arsitek lanskap perlu melakukan kerjasama dengan ahli-ahli bidang lain.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Barometer keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan tol Indonesia adalah jalan tol Trans Jawa, dengan panjang ruas jalan tol mencapai 1.000 kilometer. Berkaca dari kelebihan atau kekurangan jalan tol Trans Jawa, mari jadikan koreksi untuk pelaksanaan pembangunan jalan tol selanjutnya. Ketika melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol di pulau Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/">Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
