<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gambar desain bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/gambar-desain-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-desain-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Nov 2023 12:35:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>gambar desain bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/gambar-desain-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Persiapan Membangun Homestay Dan Contoh Desain Homestay Ala Hotel Budget</title>
		<link>https://arsitekta.com/tahap-persiapan-membangun-homestay-dan-contoh-desain/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tahap-persiapan-membangun-homestay-dan-contoh-desain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2023 13:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[desain homestay minimalis]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[hotel budget]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fungsi homestay boleh disebut sama dengan rumah tinggal. Tapi, ditinjau dari segi tata kelola ruang jelas berbeda. Rumah tinggal sifatnya privat. Sedangkan homestay sifatnya publik. Oleh sebab itu proses desain, dan membangun homestay berbeda dengan hunian pada umumnya. Dalam artikel ini, kami akan memaparkan persiapan yang harus dilakukan oleh owner. Jikalau ingin membangun homestay. Lengkap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahap-persiapan-membangun-homestay-dan-contoh-desain/">Persiapan Membangun Homestay Dan Contoh Desain Homestay Ala Hotel Budget</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fungsi homestay boleh disebut sama dengan rumah tinggal. Tapi, ditinjau dari segi tata kelola ruang jelas berbeda. Rumah tinggal sifatnya privat. Sedangkan homestay sifatnya publik. Oleh sebab itu proses desain, dan membangun homestay berbeda dengan hunian pada umumnya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5106" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget.jpg" alt="Contoh desain homestay 2 ala hotel budget oleh Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja" width="1050" height="591" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget.jpg 1050w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget-300x169.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget-1024x576.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Bangunan-homestay-ala-hotel-budget-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1050px) 100vw, 1050px" /></a></p>
<p>Dalam artikel ini, kami akan memaparkan persiapan yang harus dilakukan oleh owner. Jikalau ingin membangun homestay. Lengkap dengan contoh desain yang sangat mirip dengan sebuah<a href="https://arsitekta.com/contoh-desain-hotel-budget-minimalis-dan-terlengkap/" target="_blank" rel="noopener"> hotel budget</a>. Agar tidak penasaran, baca sampai selesai iya bos.</p>
<h2>Persiapan awal membangun homestay</h2>
<p>Oleh owner yang hendak memiliki homestay sebagai passive income. Persiapan yang harus dilakukan adalah:</p>
<h3>1. Memilih tempat yang strategis</h3>
<p>Usaha penginapan paling bagus saat ini ada 5 macam, yakni:<br />
&#8211; Dekat tempat wisata,<br />
&#8211; Pusat kota,<br />
&#8211; Dekat kampus,<br />
&#8211; Sekitar kawasan industri, dan<br />
&#8211; Sekitar bandar udara</p>
<p>Sebaiknya tempat untuk membangun homestay, Anda pilih salah satu di antara daftar tersebut. Hemat kami, lokasi yang paling potensial adalah yang paling atas. Kemudian, disusul nomor urut kedua. Sampai nomor urut ke-5.</p>
<p>Terkait pemilihan tapak bangunan. Khususnya, yang berada di area wisata alam. Tentu harus cermat. Mengingat area tersebut umumnya berada di perbukitan. Dan, tapak cenderung tidak rata. Hal tersebut kelak berpengaruh pada desain homestay, dan anggaran biaya.</p>
<p>Singkatnya, setiap tempat homestay punya plus minus. Bila ditinjau dari aspek arsitektural. Namun, hal tersebut bukan tidak mungkin bisa dioptimalkan sebagai salah satu daya tarik. Asal desain bangunan homestay ditangani oleh jasa arsitek pengalaman.</p>
<h3>2. Menentukan budget dan kapasitas homestay</h3>
<p>Budget artinya dana untuk membangun homestay. Sedangkan kapasitas maksudnya adalah daya tampung bangunan orang yang menginap, dan mengelola homestay.</p>
<p>2 hal ini harus sejalan. Boleh Anda tentukan kapasitas homestay dulu. Agar tahu perkiraan anggaran biaya. Atau, sebaliknya. Anggaran biaya yang tersedia kini. Itu lah yang dialokasikan untuk membangun homestay.</p>
<p>Memastikan budget dan kapasitas sudah seimbang sangat mudah. Yaitu berdasarkan referensi teman bisnis. Atau, bisa juga konsultasi dengan jasa arsitek, atau jasa konstruksi (kontraktor) yang Anda kenal.</p>
<h3>3. Memilih jasa arsitek yang profesional</h3>
<p>Jasa arsitek yang memiliki spesifikasi, dan sertifikasi dibidang bangunan gedung, tentunya yang menjadi prioritas. Supaya desain homestay bagus, dan berkualitas tinggi. Sebaiknya jangan asal menunjuk jasa arsitek. Tapi, pilih yang pengalaman dan sudah di referensikan oleh banyak orang.</p>
<p>Dalam hal ini, lebih bagus lagi jika pakai jasa arsitek dan konstruksi baja. Sebab, selain ahli dibidang desain bangunan gedung. Juga, berpengalaman di bidang konstruksi baja. Hal itu sudah terbukti, selama ini kami telah dipercaya untuk membuat desain hotel bintang 3.</p>
<h3>4. Mengurus ijin dan legalitas bangunan</h3>
<p>Bila membangun homestay sifatnya sekedar renovasi, berarti izin bangunan tidak harus dilakukan dari awal. Layaknya mengurus PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) baru. Tapi, jika pembangunan dilakukan dari nol. Maka, semua ijin dan legalitas bangunan juga harus baru.</p>
<p>Kaitannya dengan pengurusan ijin tersebut. Baik renovasi maupun bangun baru tentu memerlukan gambar desain homestay. Lengkap dengan detail-detail dan anggaran biaya. Dan, yang menyiapkan dokumen tersebut adalah jasa arsitek.</p>
<p>Oleh sebab itu, jasa arsitek yang ditunjuk membuat desain. Harus bekerja cepat. Agar proses ijin segera terlaksana. Kalau tidak, Anda tidak bisa membangun homestay segera. Akhirnya bisa di dahului oleh kompetitor. Dan, peluang Anda semakin kecil untuk membuka usaha penginapan di daerah tersebut.</p>
<h2>Contoh desain homestay ala hotel budget</h2>
<p>Dibawah paragraf pertama adalah contoh desain homestay. Bangunan tersebut adalah pesanan seorang klien dari Jawa Barat. Yang telah bekerjasama cukup lama dengan kami. Karena bukan saja homestay, beberapa desain <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-rumah-tingkat-biasa-dengan-desain-split-level/">rumah tinggal</a> mewah juga diserahkan bagi kami.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Tampak-depan-homestay.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5107" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Tampak-depan-homestay.jpg" alt="[Perspektif] Tampak depan homestay di Jawa Barat" width="1000" height="622" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Tampak-depan-homestay.jpg 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Tampak-depan-homestay-300x187.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/11/Tampak-depan-homestay-768x478.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Desain dari depan seperti gambar ini. Sepintas terlihat hanya berupa kotak. Karena owner menghendaki, agar bangunan homestay tidak langsung menghadap jalan raya. Tapi, ke arah perkebunan teh yang ada di belakang, dan samping tapak.</p>
<h3>1. Kapasitas penginapan dan ukuran kamar</h3>
<p>Ketika masuk ke area homestay, pemandangan sangat kontras dengan tampak depan. Selain menyerupai sebuah hotel, desain homestay sengaja dibuat letter U. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan akses. Dari lantai 1 ke lantai 2. Serta, untuk menghemat lahan.</p>
<p>Seluruhnya kamar tamu berjumlah 15 unit. 7 unit di lantai bawah, dan 8 unit di atas. Masing-masing ukuran kamar adalah 4,25 x 5,5 meter. Lengkap dengan toilet dalam. Ukuran: 1,25 x 1,75 m.</p>
<h3>2. Fasilitas dan sarana prasarana</h3>
<p>Keinginan sang owner, agar membangun homestay ini tampil beda. Dengan homestay pada umumnya. Oleh sebab itu, kamar tidur disediakan sebanyak itu. Agar mampu menampung 30-45 pengunjung sekaligus.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal tersebut, fasilitas penunjang juga telah tersedia. Antara lain ekstra bed, khusus untuk kamar yang berada di lantai 2. Serta, mini market. Terletak di samping lobby penerima. Sehingga, tamu tidak perlu keluar untuk mencari kebutuhan menginap. Sungguh menyerupai sebuah hotel budget.</p>
<p>Penting diketahui, homestay pada umumnya hanya menyediakan kamar tidur. Sementara makan/minum, dan kebutuhan menginap lainnya tidak ada. Sehingga, mau tidak mau harus pergi ke luar. Atau, pesan barang kebutuhan dengan cara online. Misalnya menggunakan Grab, Go Food, atau <a href="https://carisinyal.com/aplikasi-ojek-online/">aplikasi</a> lain.</p>
<p>Sementara itu, demi kenyamanan tamu. Juga terpasang AC, TV digital, serta jaringan WIFI yang bisa di akses dari semua kamar tidur. Dan, untuk keamanan lingkungan. Selain petugas security. Komplek homestay juga dipasang CCTV.</p>
<h3>3. Anggaran biaya membangun homestay</h3>
<p>Secara global rekapitulasi anggaran untuk pembangunan homestay, terbagi menjadi 4 bagian yaitu:<br />
&#8211; Biaya pekerjaan persiapan = Rp 21.351.500,-<br />
&#8211; Pekerjaan tanah dan struktur bangujan = Rp 373.303.914,-<br />
&#8211; Pekerjaan finishing arsitektur = Rp 505.229.938,-<br />
&#8211; Dan, pekerjaan instalasi/MEP = Rp 116.490.500,-</p>
<p>Jadi total biaya adalah Rp 1.016.375.852,-<br />
Tambah PPn 11% menjadi Rp 1.118.013.437,-</p>
<h2>[Penutup] Pesan desain bangunan sekarang?</h2>
<p>Gambar desain dalam bentuk 3D, dan 3D sebenarnya lengkap. Begitu juga BoQ bangunan. Namun, disini tidak perlu kami lampirkan semua. Karena dokumen tersebut sifatnya pribadi. Dengan pemaparan ini, kami yakin teman-teman pembaca sudah paham konsep desain homestay yang kami buat.</p>
<p>Silahkan hubungi kami melalui nomor: 081.32526.4787, bila Anda ingin bangun homestay ala hotel budget. Seperti contoh desain diatas. Nomor tersebut langsung dengan saya, Riahman Siallagan,S.Ars,.IAI. Pendiri dan Owner Jasa Arsitek dan Konstruksi Baja ini.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahap-persiapan-membangun-homestay-dan-contoh-desain/">Persiapan Membangun Homestay Dan Contoh Desain Homestay Ala Hotel Budget</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tahap-persiapan-membangun-homestay-dan-contoh-desain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyajian Gambar Desain Bangunan Oleh Arsitek Profesional</title>
		<link>https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 16:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[gambar desain bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[penyajian gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[penyajian gambar desain bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=3172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sesama arsitek pun kadang harus berkompetisi. Guna mendapatkan kepercayaan dari klien untuk merancang sebuah bangunan. Selain dengan cara tertutup. Proses seleksi bahkan sering dilakukan terbuka.  Yaitu dengan cara sayembara. Untuk itu tentu penyajian gambar desain bangunan adalah menjadi salah satu barometer untuk menentukan pemenang. Selain hasil desain yang baik dan kelengkapan gambar. Pengertian penyajian desain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">Penyajian Gambar Desain Bangunan Oleh Arsitek Profesional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sesama arsitek pun kadang harus berkompetisi. Guna mendapatkan kepercayaan dari klien untuk merancang sebuah bangunan. Selain dengan cara tertutup. Proses seleksi bahkan sering dilakukan terbuka.  Yaitu dengan cara sayembara. Untuk itu tentu penyajian gambar desain bangunan adalah menjadi salah satu barometer untuk menentukan pemenang. Selain hasil desain yang baik dan kelengkapan gambar.</p>
<h2><strong>Pengertian penyajian desain bangunan</strong></h2>
<p>Penyajian atau pengajuan desain bangunan adalah proses menyampaikan ide/gagasan dalam bentuk gambar. Lengkap dengan ukuran serta keterangan. Untuk mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang berkompeten dalam pembangunan. Diantaranya adalah pemilik bangunan, pengawas atau pimpinan proyek.</p>
<p>Berbeda halnya saat pra perancangan (tahap seleksi arsitek). Penyajian gambar desain bangunan  pada tahap pelaksanaan konstruksi sangat kompleks. Selain melibatkan banyak orang. Juga harus secara berulang-ulang. Karena jumlah gambar yang anda sajikan sangat banyak. Yaitu meliputi seluruh jenis pekerjaan bangunan. Oleh karena itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Yaitu hingga pelaksanaan pembangunan dinyatakan selesai.</p>
<h2><strong>Macam-macam model pengajuan gambar bangunan </strong></h2>
<p>Ada 4 macam bentuk penyajian gambar desain bangunan. Khusunya untuk <a href="https://arsitekta.com/desain-rangka-atap-baja-rumah-masa-kini/">bangunan rumah</a> dan gedung lainnya, yaitu:1].<strong>sketsa</strong>, 2].<strong>gambar 2D</strong>, 3].<strong>gambar 3D</strong> dan 4].<strong>Animasi atau gambar 4D</strong>.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3174 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Proses-penyajian-dan-pembuatan-4-jenis-gambar-desain-bangunan-300x218.jpg" alt="Gambar: 4 macam bentuk penyajian gambar desain bangunan." width="300" height="218" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Proses-penyajian-dan-pembuatan-4-jenis-gambar-desain-bangunan-300x218.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Proses-penyajian-dan-pembuatan-4-jenis-gambar-desain-bangunan.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3><strong>1. Pengajuan gambar dalam bentuk sketsa </strong></h3>
<p>Penyajian gambar desain bangunan dalam bentuk sketsa atau gambar <em>free hand</em>. Sebelum era <a href="https://www.nesabamedia.com/pengertian-komputerisasi/">komputerisasi</a> tergolong banyak. Khususnya untuk gambar tampak. Tetapi saat ini sudah sangat langka. Namun demikian sketsa tetap berguna. Terutama pada saat perancangan maupun pelaksanaan konstruksi.</p>
<h4><strong>a. Kegunaan sketsa selama perancangan</strong></h4>
<p>Selama proses perancangan, manfaat sketsa adalah sebagai gambar pra rencana. Yaitu berisi ide-ide yang terbaik dari arsitek. Misalnya tentang <em>layout,</em> tata ruang hingga bentuk bangunan. Sketsa umumnya dibuat meminta persetujuan pemilik bangunan tentang gagasan-gasan tersebut. Dan setelah mendapat persetujuan dari sang pemilik. Maka gambar sketsa dijadikan acuan untuk membuat gambar akhir.</p>
<h4><strong>b. Manfaat sketsa pada saat pembangunan</strong></h4>
<p>Selama proses pembangunan, kegunaan sketsa adalah sebagai gambar sementara. Yang berisi tentang penjelasan suatu ide atau solusi. Pada umumnya hal seperti ini terjadi karena gambar konstruksi kurang lengkap. Maka oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab (konsultan pengawas), akan membuat sketsa. Untuk selanjutnya dijadikan acuan untuk membuat<a href="https://arsitekta.com/teknik-dasar-shop-drawing-konstruksi-baja/"> <em>shop drawing</em>.</a> Dengan demikian kecil kemungkinan terjadi kesalahan ketika pengerjaan bangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>2. Penyajian gambar dalam bentuk 2D</strong></h3>
<p>Gambar 2D bangunan artinya adalah hasil karya desain arsitektur yang memiliki dimensi panjang dan lebar. Karena hanya terdiri dari 2 dimensi, maka karya ini hanya dapat terlihat dari satu arah saja. Gambar bangunan dalam bentuk 2D antara lain:</p>
<ol>
<li>Tampak bangunan</li>
<li>Denah,</li>
<li>Potongan,</li>
<li>Dan gambar detail.</li>
</ol>
<p>Contoh gambar 2D tampak bangunan. Silahkan anda perhatikan seperti gambar berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3175 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-gambar-2D-rumah-tinggal-bertingkat-300x183.jpg" alt="Contoh gambar tampak depan rumah tinggal bertingkat dalam bentuk 2D" width="300" height="183" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-gambar-2D-rumah-tinggal-bertingkat-300x183.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Contoh-gambar-2D-rumah-tinggal-bertingkat.jpg 450w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h4><strong>i. Cara membuat gambar 2D </strong></h4>
<p>Pada jaman dulu arsitek membuat <a href="https://arsitekta.com/6-cara-melestarikan-lingkungan-alam-melalui-desain-arsitektur/">desain arsitektur</a> dalam bentuk 2D secara manual. Yaitu dengan cara menggunakan meja gambar. Namun walau sering disebut manual. Tetapi rancangan sudah menerapkan skala dan ukuran secara benar. Jadi berbeda dengan sketsa. Karena sketsa dibuat tidak berdasarkan ukuran yang real.</p>
<p>Pada era digital seperti ini. Penyajian gambar desain bangunan dalam bentuk 2D selurunya sudah menggunakan program komputer. Salah satunya adalah <em>AutoCAD</em>. Dengan software ini akurasi ukuran pada gambar lebih terjamin. Dibandingkan dengan menggunakan meja gambar. Selain itu hasil <a href="https://arsitekta.com/gambar-autocad-baja-mempesona-ini-cara-membuatnya/">gambar AutoCAD</a> menarik dan sangat mempesona.</p>
<h4><strong>ii. Manfaat gambar 2D saat pembangunan</strong></h4>
<p>Menurut fungsinya, gambar bangunan dalam bentuk 2D adalah digunakan untuk proses tender dan pelaksanaan pembangunan. Dan perlu anda ketahui selama proses pembangunan. Ada 3 jenis gambar yang dibutuhkan. Yaitu gambar konstruksi, gambar kerja maupun gambar jadi <em>(as built drawing)</em>.  Seluruhnya adalah dibuat dalam bentuk 2D.</p>
<p>Begitu besar peran gambar 2D dalam pelaksanaan pembangunan. Maka akurasi ukuran merupakan syarat utama. Sebab seluruh pekerjaan pembangunan mengikuti ukuran-ukuran yang tertera dalam gambar tersebut. Hal itu pula yang menyebabkan pembuatan gambar 2D dengan menggunakan komputer adalah pilihan yang terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>3. Penyajian desain bangunan 3d</strong></h3>
<p>Gambar bangunan 3D atau sering disebut gambar perspektif. Adalah karya arsitektur yang terdiri 3 macam dimensi. Yaitu panjang, lebar dan tinggi. Ciri khas gambar 3D selain memiliki volume serta ruang. Juga terlihat sangat dinamis dan cantik. Yakni menyerupai wujud seperti asli.</p>
<h4><strong>a. Kegunaan gambar 3D</strong></h4>
<p>Penyajian gambar desain bangunan dalam bentuk 3D adalah untuk melengkapi gambar rencana dan gambar tender. 2 jenis gambar tersebut paling banyak menyertakan gambar 3D. Khusunya untuk menampilkan tampak luar (eksterior). Maupun interior bangunan.</p>
<p>Perlu anda ketahui. Pada dasarnya pembuatan 3D adalah berdasarkan gambar 2D. Namun demikian walau gambar 3D sudah ada. Gambar 2D tetap diperlukan. Sebab gambar 3D hanya menampilkan wujud visual bangunan. Dan tidak memiliki ukuran. Sehingga gambar tersebut tidak bisa anda jadikan acuan pada saat pelaksanaan pembangunan.</p>
<h4><strong>b. <em>Software</em> untuk membuat gambar 3D</strong></h4>
<p>Perkembangan teknologi yang semakin cepat memiliki pengaruh positif pada penyediaan software grafis. Untuk membuat gambar 3D bangunan saat ini banyak. Ada yang gratis dan ada pula berbayar. Lagi-lagi, salah satu yang termasuk populer adalah AutoCAD. Selain bisa untuk membuat gambar 2D dan 3D. Software ini juga gratis.</p>
<p>Beberapa software lain yang tergolong favorit. Baik bagi pemula maupun <a href="https://arsitekta.com/4-ciri-ciri-arsitek-sejati-yang-wajib-diteladani-generasi-muda/">arsitek profesional</a> adalah <a href="https://google-sketchup.id.uptodown.com/windows"><em>Google Sketchup</em></a> dan <em>ArchiCAD.</em> Selain 3 macam software tersebut. Masih banyak aplikasi lain yang berkualitas baik. Untuk penyajian gambar desain bangunan 3D anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>4. Animasi bangunan</strong></h3>
<p>Animasi arsitektur hemat kami sama dengan desain 4D. Karena didalamnya meliputi dimensi panjang, lebar, tinggi dan gerak. Yang berguna hanya pada saat pelaksanaan presentasi desain. Dihadapan pemilik bangunan atau para kontraktor. Yang tengah mengikuti proses tender proyek.</p>
<p>Proses pembuatan animasi bangunan adalah berdasarkan gambar 3D. Pada umumnya hanya berlaku untuk proyek-proyek yang besar. Sedangkan untuk bangunan-bangunan yang relatif kecil. Cukup dalam bentuk desain 3D. Hal ini terjadi karena biaya untuk membuat animasi bangunan sangat mahal. Sedangkan eksistensinya hanya bermanfaat pada saat tender saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Integrasi antara jenis-jenis dan bentuk gambar</strong></h2>
<p>Melalui penjelasan diatas, hubungan antara <a href="https://arsitekta.com/5-jenis-gambar-bangunan-kegunaan-dan-masa-berlakunya/">jenis-jenis gambar</a> dan bentuk penyajian sangat erat. Jenis-jenis gambar berorientasi status, karakteristik, sifat serta fungsi gambar selama pembangunan. Sedangkan bentuk gambar artinya wujud, tampilan serta cara pembuatan gambar. Kedua objek gambar tersebut berhubungan seperti pada diagram berikut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3176 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-integrasi-antara-jenis-jenis-gambar-dan-bentuk-gambar-300x189.jpg" alt="Diagram integrasi antara jenis-jenis gambar dan bentuk gambar. " width="300" height="189" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-integrasi-antara-jenis-jenis-gambar-dan-bentuk-gambar-300x189.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/08/Diagram-integrasi-antara-jenis-jenis-gambar-dan-bentuk-gambar.jpg 700w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h2><strong>Proses pembuatan desain arsitektur yang saling terkait</strong></h2>
<p>Masih berdasarkan penjelasan diatas. Sebenarnya proses pembuatan gambar mulai dari sketsa, 2D, 3D hingga animasi saling terkait. Anda tidak bisa membuat gambar 2D tanpa ada sketsa terlebih dulu. Demikian selanjutnya. Gambar 3D bisa anda buat jika sebelumnya anda sudah membuat gambar 2D. Demikian pula hingga pembuatan animasi.</p>
<p>Keterkaitan bentuk gambar. Juga tidak berpengaruh pada program/software komputer yang anda pakai. Misalnya ketika anda membuat gambar 2D dengan menggunakan AutoCAD. Hasil gambar dari software tersebut, dapat anda gunakan pada Sketchup untuk membuat desain 3D. Demikian pula hasil desain 3D dari Sketchup. Juga bisa anda manfaatkan pada <a href="https://lumion.com/"><em>software Lumion,</em></a> untuk membuat animasi bangunan.</p>
<h2><strong>[Penutup] Penamaan gambar mirip satu sama lain</strong></h2>
<p>Demikian rangkai penjelasan mengenai penyajian gambar desain bangunan. Kami sadari sedikit agak sulit memahami keberadaan gambar-gambar yang kami jelaskan ini. Karena penggunaan nama pada gambar antara yang satu dengan yang lain mirip. Namun demikian faktanya dilapangan. Oleh karena itu perlu jeli untuk membedakan gambar. Apalagi yang menyangkut tentang status atau jenis gambar.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/">Penyajian Gambar Desain Bangunan Oleh Arsitek Profesional</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/penyajian-gambar-desain-bangunan-oleh-arsitek-profesional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
