<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>atap baja ringan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/atap-baja-ringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/atap-baja-ringan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Sep 2023 20:23:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>atap baja ringan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/atap-baja-ringan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Menghitung Biaya Atap Baja Ringan [Part 11 of 11]</title>
		<link>https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2023 13:16:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[atap baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pasang atap]]></category>
		<category><![CDATA[rangka atap baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5057</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa orang mungkin tidak terlalu mempermasalahkan dasar perhitungan biaya pemasangan atap baja ringan. Karena dianggap tidak terlalu signifikan, atau terlanjur jatuh cinta dengan material logam berwarna silver ini. Padahal kalau mau jujur, semua pekerjaan bangunan memiliki dasar perhitungan biaya. Termasuk pekerjaan rangka atap yang menggunakan material logam canai dingin. Ini Dasar perhitungan biaya atap baja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/">Tips Menghitung Biaya Atap Baja Ringan [Part 11 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa orang mungkin tidak terlalu mempermasalahkan dasar perhitungan biaya pemasangan atap baja ringan. Karena dianggap tidak terlalu signifikan, atau terlanjur jatuh cinta dengan material logam berwarna silver ini. Padahal kalau mau jujur, semua pekerjaan bangunan memiliki dasar perhitungan biaya. Termasuk pekerjaan rangka atap yang menggunakan material logam canai dingin. Ini</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Rangka-atap-baja-ringan.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3916" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Rangka-atap-baja-ringan.jpg" alt="Rangka atap baja ringan bentang lebar" width="500" height="305" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Rangka-atap-baja-ringan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Rangka-atap-baja-ringan-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Dasar perhitungan biaya atap baja ringan yang resmi</h2>
<p>Kementerian PUPR melalui Dinas Bina Marga dan Cipta Karya sebenarnya mengeluarkan standarisasi perhitungan biaya pengadaan dan pemasangan material baja ringan. Khususnya untuk pekerjaan rangka atap bangunan gedung, dan <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-besi-beton-yang-sering-digunakan-untuk-bangunan-rumah-tinggal/" target="_blank" rel="noopener">rumah tinggal</a>.</p>
<p>Standarisasi tersebut berfungsi sebagai kontrol harga satuan pekerjaan baja ringan, yang akan dilaksanakan oleh jasa konstruksi, atau pemborong. Namun fakta di lapangan jarang digunakan. Sehingga harga satuan pekerjaan cenderung asal-asalan. Dan, tidak sesuai ketentuan. Terutama pada saat mengerjakan proyek bangunan swasta.</p>
<h3>1. AHSP baja ringan oleh Dinas Bina Marga</h3>
<p>Contoh AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) baja ringan yang diterbitkan oleh Dinas Bina Marga, untuk jenis penutup atap genteng, dan asbes gelombang adalah seperti terlihat dalam gambar tabel berikut. Secara umum sama persis dengan AHSP yang dikeluarkan oleh Dinas Cipta Karya, maupun pemerintah kota/kabupaten.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/AHSP-rangka-atap-baja-ringan.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5058" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/AHSP-rangka-atap-baja-ringan.png" alt="Tabel AHSP baja ringan " width="895" height="542" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/AHSP-rangka-atap-baja-ringan.png 895w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/AHSP-rangka-atap-baja-ringan-300x182.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/09/AHSP-rangka-atap-baja-ringan-768x465.png 768w" sizes="(max-width: 895px) 100vw, 895px" /></a></p>
<p>Namun, bila diselidiki secara cermat. Khususnya koefisien tenaga kerja, terdapat perbedaan dengan koefisien tenaga kerja konstruksi baja. Sehingga biaya atap baja ringan, khususnya upah menjadi sangat tinggi.</p>
<p>Akan tetapi, bila di selidiki dengan teliti. Biaya upah tersebut wajar. Sebab pekerjaan rangka atap baja ringan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Mengingat proses pemasangan hanya dilakukan dengan cara manual. Beda dengan pemasangan rangka baja profil.</p>
<p>Alasan kedua, disebabkan oleh harga bahan yang murah. Sehingga terlihat dengan jelas perbedaan antara bahan dan upah. Hampir 4x lipat. Hal ini kemungkinan besar menjadi alasan mengapa AHSP baja ringan jarang dipakai sebagai dasar perhitungan biaya.</p>
<h3>2. Spek bahan dan standar mutu</h3>
<p>Masih tentang AHSP. Bentuk profil baja ringan yang digunakan sebagai material rangka atap adalah tergantung desain konstruksi atap Anda. Dengan kata lain tidak ada batasan dalam hal ukuran, maupun jenis bahan. Apakah lebih banyak kanal C, dibanding reng baja ringan. Atau, justru sebaliknya. Material reng yang mendominasi. Biaya atap baja ringan tetap sama. Yaitu sebesar Rp 257.408 /m²</p>
<p>Disamping itu, kaitannya dengan standar mutu. Material baja ringan yang digunakan adalah:<br />
&#8211; AZ-100. Artinya baja ringan yang memiliki lapisan galvanis setebal 100 micron. Kemudian,<br />
&#8211; Memiliki kekuatan tarik sebesar 550 Mpa. Atau sebesar 5.500 kg/cm2.</p>
<p>2 syarat ini sudah menjamin bahwa konstruksi atap benar-benar kokoh. Jadi, tidak perlu menyebut satu per satu ukuran, maupun bentuk profil baja ringan. Layaknya membuat rincian perhitungan <a href="https://arsitekta.com/cara-menghitung-dan-konversi-biaya-ikatan-angin-menjadi-meter/">biaya ikatan angin</a>, dan pekerjaan-pekerjaan baja profil yang lain.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Denah-rangka-atap-mushola.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4666" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Denah-rangka-atap-mushola.jpg" alt="Denah rangka atap mushola 9x9 meter. Plus teras 4,0 meter keliling" width="1024" height="670" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Denah-rangka-atap-mushola.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Denah-rangka-atap-mushola-300x196.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/01/Denah-rangka-atap-mushola-768x503.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<h3>3. Contoh perhitungan biaya atap baja ringan</h3>
<p>Rangka atap baja ringan misalnya seperti gambar denah diatas. Sebuah bangunan <a href="https://arsitekta.com/contoh-rangka-atap-mushola-9x9-m-pakai-baja-ringan/">mushola</a>. Bentuk atap joglo. Dan, direncanakan menggunakan atap metal spandek. Perhitungan biaya pemasangan rangka atap harus dilakukan 2 tahap, yakni:</p>
<h4>Hitung luas atap</h4>
<p>Luas atap dihitung dalam posisi miring. Oleh sebab itu, harus diketahui lebih dulu sudut kemiringan atap. Untuk mencari panjang. Serta jumlah bidang atap. Untuk mencari luas total penutup atap. Dengan demikian, akan diketahui biaya atap baja ringan bangunan mushola.</p>
<p>Berdasarkan gambar kuda-kuda baja ringan. Diketahui ada 2 macam panjang atap, yang pertama (A) adalah 3,5 m. Dan, panjang atap kedua (B) adalah 7,5 m. Maka luas atap keseluruhan hitung dengan rumus:<br />
= (A x 4,5 x 2) + (B x 4,5 x 4) + (B x 7,25 x 4)</p>
<p>Keterangan: Angka 4,5 dan 7,25 disini adalah lebar atap. Sementara, angka 2.dan 4 adalah jumlah bidang atap yang sama. Silahkan amati kembali gambar denah atap. Maka, Anda akan menemukan dari mana angka-angka tersebut berasal.</p>
<p>Rumus tersebut dapat di sederhanakan lagi, tanpa merubah data menjadi:<br />
= (A x 4,5 x 2) + (B x 11,75 x 4)<br />
Berarti luas atap mushola adalah:<br />
= (3,5 x 9) + (7,5 x 47)<br />
= 384,0 m2.</p>
<h4>Membuat rincian biaya atap baja ringan</h4>
<p>Dalam RAB atau BoQ bangunan, atap baja ringan masuk dalam susunan item pekerjaan atap. Umumnya nomor urut 1. Selanjutnya bahan atap, serta komponen-komponen atap lainnya. Seperti talang, jurai, lisplang dan nok.</p>
<p>Sesuai dengan HSP (Harga Satuan Pekerjaan), maka diketahui biaya total pemasangan rangka atap baja ringan adalah:<br />
= 384,0 x Rp 257.408,-<br />
= Rp 98.844.672,-</p>
<h2>(Q &amp; A) Mengapa biaya atap baja ringan yang resmi mahal?</h2>
<p>Pertanyaan ini muncul tentunya disebabkan oleh harga yang beredar di pasaran ternyata jauh lebih murah. Ditambah lagi dari contoh perhitungan biaya bangunan musholla ini. Yang menelan biaya sangat banyak. Maka dari itu sangat wajar, kalau muncul pertanyaan demikian.</p>
<p>Tapi, perlu diketahui. Tujuan pemerintah membuat standarisasi harga satuan pekerjaan bangunan, melalui AHSP adalah sebagai batas maksimal pengajuan anggaran biaya proyek bangunan pada suatu daerah. Dengan kata lain, harga tersebut masih bisa berkurang. Atau, lebih sering disebut <a href="https://shipper.id/blog/operasionalbisnis/tips-membuat-promo-atau-diskon">diskon</a>.</p>
<p>Selain itu, justru dengan adanya standarisasi maka harga satuan pekerjaan jadi mudah di kontrol, serta mencegah terjadinya kecurangan yang secara sengaja, atau tidak sengaja di lakulan oleh jasa konstruksi. Yang akhirnya merugikan pemilik bangunan. Dalam hal ini bisa saja swasta, maupun pemerintah.</p>
<p>Maka dari itu, ketika menyusun biaya atap baja ringan lebih baik mengacu pada AHSP yang resmi. Selanjutnya, dipastikan terjadi negosiasi, dan tidak menutup kemungkinan harga borongan pekerjaan baja ringan akan sama dengan pasaran. Proses seperti ini justru lebih fair, dan profesional. Sebab perhitungan biaya dilengkapi dengan rincian biaya.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Berakhir sudah 11 artikel bersambung, yang.secara khusus saya pilih membahas tentang perhitungan biaya pemasangan material logam, serta alat sambung. Seperti angkur, mur baut, serta roofing baja ringan. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Bila Anda memiliki pertanyaan seputar topik ini, silahkan kontak kami melalui Whastapp, telpon, email, atau kolom komentar dalam <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini. Pula, bila membutuhkan mentor untuk perhitungan biaya. Silahkan!.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/">Tips Menghitung Biaya Atap Baja Ringan [Part 11 of 11]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/tips-menghitung-biaya-atap-baja-ringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jarak Kuda-kuda Baja Ringan Yang Ideal Untuk Berbagai Jenis Atap dan Bentang</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2023 13:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[atap baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[bentang kuda-kuda]]></category>
		<category><![CDATA[jenis atap]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja ringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuda-kuda dan material baja ringan, adalah 2 topik yang sering di tanyakan oleh pembaca kepada kami akhir-akhir ini. Lebih spesifik lagi yaitu tentang jarak kuda-kuda baja ringan. Atas dasar itu, sekaligus dengan pertimbangan bahwa topik ini belum pernah kami bahas. Maka, muncul ide menulis dalam satu artikel. Maksud dan tujuan Barometer ideal yang dimaksud disini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/">Jarak Kuda-kuda Baja Ringan Yang Ideal Untuk Berbagai Jenis Atap dan Bentang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuda-kuda dan material baja ringan, adalah 2 topik yang sering di tanyakan oleh pembaca kepada kami akhir-akhir ini. Lebih spesifik lagi yaitu tentang jarak kuda-kuda baja ringan. Atas dasar itu, sekaligus dengan pertimbangan bahwa topik ini belum pernah kami bahas. Maka, muncul ide menulis dalam satu artikel.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Pemasangan-rangka-atap-baja-ringan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3904" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Pemasangan-rangka-atap-baja-ringan.jpg" alt="Anggaran biaya pengadaan dan pemasangan baja ringan" width="500" height="375" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Pemasangan-rangka-atap-baja-ringan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Pemasangan-rangka-atap-baja-ringan-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Maksud dan tujuan</h2>
<p>Barometer ideal yang dimaksud disini ada 2, yaitu memenuhi syarat dan ketentuan tentang kekuatan sebuah konstruksi bangunan. Dan yang ke-2 dari aspek ekonomi. Yaitu hemat biaya.</p>
<p>Dengan demikian, pemilik bangunan tidak di beratkan dari segi anggaran. Tapi, sang jasa arsitek juga akan merasa lega. Karena konstruksi atap yang direncanakan sangat kokoh. Dalam hal ini pembaca saya posisikan sebagai kedua belah pihak tersebut.</p>
<p>Itu artinya artikel ini cocok bagi semua orang. Pemilik bangunan, arsitek, jasa konstruksi (pemborong), para pelajar/mahasiswa, maupun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat umum</a>. Kalau Anda menentukan jarak kuda-kuda baja ringan acuannya seperti yang kami tulis dibawah ini.</p>
<h2>Faktor utama dalam penentuan jarak kuda-kuda</h2>
<p>Secara umum, atau tidak berlaku hanya untuk material baja ringan. Untuk menentukan jarak kuda-kuda faktor penentunya ada 3, yaitu: 1]. Ukuran bangunan, 2]. Jenis atap, dan 3]. Material rangka atap (kuda-kuda). Kaitan 3 aspek ini sebagai berikut:</p>
<h3>1. Jenis atap yang populer</h3>
<p>Komponen ini selain berhubungan dengan fasad dan estetika bangunan. Juga berpengaruh pada kekuatan konstruksi atap. Sebab beban dari bahan atap lah yang terbesar, dan harus dipikul oleh kuda-kuda. Maka dari itu, harus Anda tentukan dari awal.</p>
<p>Mungkin Anda bertanya. Kuda-kuda baja ringan idealnya dengan atap apa?. Jawabnya semua jenis atap. Tapi, paling populer saat ini adalah genteng, dan <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-talang-datar-galvalum-sheet-plate/">atap galvalum</a> atau spandek.</p>
<p>Nah, dengan menentukan bahan atap. Kita akan tahu berat rata-rata atap. Sehingga mudah untuk menentukan jarak kuda-kuda baja ringan. Secara asumsi maupun melalui perhitungan analisis.</p>
<h3>2. Ukuran bangunan (bentang)</h3>
<p>Maksudnya adalah letak tumpuan kuda-kuda. Apakah persi panjang, kotak, atau bentuk lain. Hal ini berkaitan dengan penentukan material rangka atap.</p>
<p>Kalau pun Anda telah menentukan jenis bahan. Misalnya harus menggunakan baja ringan, karena lebih hemat. Ada aspek lain yang harus Anda ketahui, agar Anda bisa menentukan ukuran material. Yaitu bentangan kuda-kuda.</p>
<p>Oleh sebab itu, bentuk dan ukuran bangunan yang akan Anda beri atap harus tepat. Pula, jangan berubah-ubah. Supaya bentuk rangka atap tidak berubah.</p>
<h3>3. Bentuk dan jarak rangka kuda-kuda</h3>
<p>Idealnya adalah berbentuk cremona. Mirip rangka batang kuda-kuda yang terbuat material <a href="https://arsitekta.com/cara-membeli-besi-siku-sni-yang-tepat-begini/" target="_blank" rel="noopener">besi siku</a>. Satu sisi model kuda-kuda seperti ini memang membutukan material yang banyak. Tapi, dari segi kekuatan jauh lebih unggul. Dibanding type portal frame.</p>
<p>Adapun pembagian rangka batang (vertikal dan diagonal), adalah berdasarkan bentang kuda-kuda, serta sudut kemiringan atap. Sementara itu, kemiringan atap sendiri adalah ditentukan berdasarkan jenis atap.</p>
<p>Maka dari itu, 3 faktor ini saling berkaitan dalam menentukan bagus tidaknya atap bangunan. Teknisnya bagimana?. Mengacu pada poin utama yang ada dibawah ini.</p>
<h2>Ketentuan jarak kuda-kuda baja ringan dan contoh kasus</h2>
<p>Untuk berbagai macam bentuk atap, adalah seperti berikut:</p>
<h3>a. Atap bentuk pelana bentangan 7,5 meter</h3>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-rumah-tinggal-dengan-atap-bentuk-pelana-Sumber-www.fixabay.com_.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2619" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-rumah-tinggal-dengan-atap-bentuk-pelana-Sumber-www.fixabay.com_.jpeg" alt="Contoh rumah dengan atap bentuk pelana. Sumber www.fixabay.com" width="640" height="426" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-rumah-tinggal-dengan-atap-bentuk-pelana-Sumber-www.fixabay.com_.jpeg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/03/Contoh-rumah-tinggal-dengan-atap-bentuk-pelana-Sumber-www.fixabay.com_-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Contoh ukuran bangunan adalah seperti gambar ini. Lebar (bentang) = 7,5 meter, dan panjang 12,0 meter. Ketentuan sebagai berikut:</p>
<p>Bila menggunakan atap genteng beton, atau yang sejenis. Maka, jarak kuda-kuda adalah 1,2 meter. Namun demikian, kalau ada beban tambahan pada rangka atap. Misalnya plafon gypsum. Sebaiknya jangan 1,2 m. Tapi, jarak 1,0 meter saja.</p>
<p>Jika atap terbuat dari spandek gelombang, atau sejenis. Maka jarak kuda-kuda baja ringan ada 2 pilihan, yaitu:</p>
<ul>
<li>1,5 meter. Dengan catatan penghubung antar kuda-kuda (gording) adalah menggunakan Rengka baja ringan ukuran besar.<br />
3,0 meter. Dengan syarat gording juga terbuat dari material yang sama dengan kuda-kuda. Yaitu kanal C.</li>
</ul>
<h3>b. Untuk atap yang berbentuk trapesium</h3>
<p>Misal ukuran bangunan adalah 6,5 x 11,5 meter. Maka yang Anda tentukan dahulu adalah bidang atap yang berbentuk segitiga. Bentuk rangka atap misalnya seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Abaikan ukuran yang tertera, serta material rangka atap. Disini yang kita pakai adalah bentuk atapnya saja.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Denah-rangka-atap-baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3003" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Denah-rangka-atap-baja.jpg" alt="Denah kuda-kuda cremona dan rangka atap yang berbentuk trapesium" width="550" height="342" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Denah-rangka-atap-baja.jpg 550w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/07/Denah-rangka-atap-baja-300x187.jpg 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /></a></p>
<p>Kuda-kuda utama (KK) = Bentang bangunan (L)<br />
1/2 KK = 1/2 L<br />
Jurai (JR) = pertemuan antara 1/2KK dan as KK.</p>
<p>Dengan demikian, Anda tentukan jarak kuda-kuda baja ringan. Misalnya untuk atap genteng adalah:<br />
= (11,5 &#8211; 6.5) : 4 plong<br />
= 1,25 m.</p>
<p>Angka 4 disini adalah prediksi awal, agar ditemukan ukuran yang mendekati dengan jarak kuda-kuda ideal. Sebagaimana disebut sebelumnya, yakni 1,2 meter. Jadi, sebenarnya angka tersebut bukan baku. Layaknya koefisien.</p>
<p>Selanjutnya, setelah jarak KK diketahui. Kemudian menentukan jarak kuda-kuda trapesium. Panjang rangka atap yang perlu tambahan kuda-kuda, sisi kanan dan kiri adalah 1/2L (= 3,25 meter). Caranya mirip dengan rumus diatas.<br />
= 3,25 : 3 plong<br />
= 1,083 m.</p>
<p>Sementara itu, bila Anda menggunakan spandek gelombang pada atap trapesium tersebut. Cara mencari jarak kuda-kuda yang ideal, juga sama dengan 2 metode perhitungan diatas. Namun, penting Anda ingat. Karena atap spandek jauh lebih ringan, dibanding genteng. Maka, harus Anda buat lebih renggang. Agar hemat biaya.</p>
<p>Contoh perhitungan jarak kuda-kuda utama. Rumusnya adalah:<br />
= ( P &#8211; L ) : 2 plong<br />
= (11,5 &#8211; 6.5) : 2 = 2,5 meter.</p>
<h3>c. Untuk atap bentuk limas bentang 8 m</h3>
<p>Sebagaimana kita ketahui, <a href="https://arsitekta.com/perbedaan-atap-limas-dan-trapesium-yang-sebenarnya/">atap limas</a> berada pada tumpuan yang berbentuk kotak persegi. Contoh gambar di bawah ini. Ukuran atap = 8 x 8 meter.</p>
<p>Gbr Jarak pasang kuda-kuda baja ringan pada atap yang berbentuk limas</p>
<p>Misal bangunan tersebut menggunakan atap bitumen. Setara dengan berat atap asbes, atau sejenis. Sehingga jarak kuda-kuda baja ringan yang ideal adalah &lt; 2,0 meter. Dengan demikian diketahui jumlah kuda-kuda pada 1 bidang atap adalah:<br />
= 1/2 L : 2 m<br />
= 4 : 2 = 2 buah.</p>
<p>Nah, karena ke-4 bidang atap limasan adalah sama. Maka jumlah total kuda-kuda adalah:<br />
= (2 x 4) + 2 KK utama<br />
= 10 buah.</p>
<h3>d. Untuk atap joglo</h3>
<p>Atap joglo merupakan kombinasi antara atap trapesium dan limas. Atau, atap limasan yang dibuat secara bertumpuk. Oleh sebab itu, penentukan jarak kuda-kuda lebih rumit. Dan, harus dilakukan 2 kali. Pertama, atap bagian bawah. Kedua, atap bagian atas.</p>
<p>Contoh denah kuda-kuda untuk atap joglo seperti gambar dibawah. Cara menentukan KK utama dengan rumus:<br />
= ( P &#8211; (L1/2) &#8211; (L2/2) ) : x</p>
<p>P = Panjang bangunan<br />
L1 = Bentang atap bagian bawah<br />
L2 = Bentangan atap bagian atas<br />
x = Jarak kuda-kuda baja ringan yang akan dicari.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Denah-konstruksi-atap-joglo.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3848" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Denah-konstruksi-atap-joglo.jpg" alt="Denah rangka atap joglo ukuran 36x36 meter." width="400" height="284" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Denah-konstruksi-atap-joglo.jpg 400w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/04/Denah-konstruksi-atap-joglo-300x213.png 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a></p>
<p>Berdasarkan rumus tersebut. Selanjutnya Anda rencana pakai atap apa?. Jikalau sudah Anda tentukan. Lakukan perhitungan jarak kuda-kuda dengan mengacu pada perhitungan atap genteng, galvalum/spandek, atau bitumen.</p>
<h2>[Penutup] Catatan khusus tentang jarak pasang kuda-kuda</h2>
<p>Tidak ada ketentuan harus sama. Tapi, bisa saja 2 macam atau lebih. Semua tergantung ukuran bentang, panjang atap, serta jenis bahan yang digunakan untuk rangka, dan penutup atap.</p>
<p>Khusus atap trapesium. Sisi kanan dan kiri, harus sama persis. Supaya atap bangunan simetris. Jadi dalam hal mencari jarak kuda-kuda, Anda tidak perlu lakukan 2x. Tapi, cukup menghitung salah satu sisi saja.</p>
<p>Tahap selanjutnya, setelah Anda mengetahui jarak kuda-kuda baja ringan adalah menentukan dimensi material. Bisa Anda lakukan melalui perhitungan analisis struktur, dan bisa juga melalui referensi dari para<a href="https://arsitekta.com/"> ahli baja.</a></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/">Jarak Kuda-kuda Baja Ringan Yang Ideal Untuk Berbagai Jenis Atap dan Bentang</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
