<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>approval material baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/approval-material-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/approval-material-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Mar 2023 11:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>approval material baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/approval-material-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 13:16:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[approval gambar kerja]]></category>
		<category><![CDATA[approval material baja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar kerja baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak persiapan yang harus dilakukan pada saat hendak membangun suatu proyek bangunan. Bahkan, harus jauh-jauh hari sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah approval gambar kerja. Bagaimana teknis pelaksanaannya, dan siapa saja yang terlibat dalam proses approval?. Disini teman-teman akan mendapat jawaban selengkapnya. Pengertian dan manfaat Approval gambar kerja bangunan adalah proses pengajuan sejumlah gambar detail bangunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/">Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3385" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg" alt="Gambar kerja konstruksi baja selengkapnya terdiri dari 6 macam" width="350" height="237" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap.jpg 350w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-kerja-yang-lengkap-300x203.jpg 300w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /></a></p>
<p>Banyak persiapan yang harus dilakukan pada saat hendak membangun suatu proyek bangunan. Bahkan, harus jauh-jauh hari sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah approval gambar kerja.</p>
<p>Bagaimana teknis pelaksanaannya, dan siapa saja yang terlibat dalam proses approval?. Disini teman-teman akan mendapat jawaban selengkapnya.</p>
<h2>Pengertian dan manfaat</h2>
<p>Approval gambar kerja bangunan adalah proses pengajuan sejumlah gambar detail bangunan kepada pemilik, atau yang mewakili. Untuk diperiksa, dan disetujui pelaksanaannya oleh kontraktor yang telah ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.</p>
<p>Manfaat aporoval gambar adalah untuk menyatukan antara keinginan dari pemiliki bangunan, dengan praktik yang akan dilaksanakan dilapangan oleh kontraktor. Yaitu meliputi ukuran, jenis dan jenis bahan, maupun bentuk bangunan.</p>
<p>Contoh mengenai jenis material. Dari segi bentuk, ukuran dan tampilan. Mungkin saja telah benar (sesuai kesepakatan). Namun, merek bisa saja berbeda. Maka dari itu, pada saat yang bersamaan. Selalu dilakuan aproval material.</p>
<h2>[Contoh] Proses approval gambar yang benar</h2>
<p>Gambar kerja <a href="https://arsitekta.com/sistem-perencanaan-struktur-baja-yang-benar-dan-cara-pembayaran-jasa/">struktur baja</a> misalnya, selalu dilakukan jauh hari sebelum proses fabrikasi. Tepatnya setelah Anda mendapat perintah kerja, dan melakukan pengukuran lapangan.</p>
<p>Singkatnya, semakin besar tonase pekerjaan konstruksi baja. Maka, lebih cepat pula Anda harus mengajukan gambar kerja. Supaya, proses pabrikasi tidak telat.</p>
<p>Beda dengan gambar kerja struktur bangunan, atau pondasi yang terbuat dari beton. Pelaksanaan kedua pekerjaan ini umumnya langsung di lapangan. Kecuali beton sistem precast, atau prefabrikasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, approval gambar kerja dapat dilakukan sewaktu-waktu. Bahkan, pada hari yang sama. Ketika hendak melaksanakan pekerjaan tulangan besi, mengecor, atau memasang batu belah.</p>
<h2>Pihak-pihak yang terlibat dalam proses approval</h2>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4720" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg" alt="Alur pengajuan dan persetujuan gambar kerja bangunan " width="448" height="315" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Proses-approval-gambar-kerja-300x211.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Pihak pemborong, dalam hal ini bagian drafter. Harus membuat gambar kerja sedetail mungkin. Sebagai acuan dari gambar kerja tersebut adalah gambar konstruksi. Atau, dalam istilah asing disebut gambar forcont.</p>
<p>Approval gambar kerja bangunan yang telah jadi, ialah kepada pemilik bangunan. Atau, yang mewakili. Yakni konsultan pengawas (Manajemen Konstruksi/MK). Untuk diperiksa dan disetujui.</p>
<p>Demikian berlaku untuk semua sub kontraktor yang terlibat dalam proses pembangunan. Masing-masing harus membuat gambar sendiri-sendiri. Sesuai dengan bidang pekerjaan yang Mereka borong.</p>
<p>Jadi, boleh disimpulkan tugas MK cukup banyak. Selain memeriksa gambar kerja yang diajukan oleh semua sub kontraktor. Pula, memastikan pelaksanaan pekerjaan telah berjalan dengan tepat, dan benar.</p>
<h2>Tanda gambar kerja yang sudah di Acc</h2>
<p>Beberapa MK menekankan agar approval gambar kerja bangunan secara formal. Artinya, dibuat kolom tersendiri di dalam kolom gambar kerja. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4721" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg" alt="Format persetujuan gambar kerja di dalam kolom gambar" width="448" height="277" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/kolom-approval-gambar-kerja-300x185.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Namun, bisa juga berupa tanda tangan, serta tanggal yang di bubuhi di dalam lembar kertas gambar. Jadi, tidak perlu memakai kolom khusus. Hal ini umunnya berlaku pada proyek bangunan skala menengah kebawah. Atau, untuk sub pekerjaan yang bernilai puluhan juta saja.</p>
<p>Sejauh telah mendapat persetujuan dari MK. Mengenai tata cara pengajuan gambar kerja. Anda bisa memilih salah satu metode tersebut. Sebab, dua-duanya sama-sama resmi. Lagi pula, prioritas pertama approval gambar bangunan adalah pada konteks (isi gambar). Bukan pada penyajian. Setelah isinya telah lengkap/detail, serta disetujui. Maka prioritas berikutnya pada tata cara menyajikan <a href="https://arsitekta.com/11-jenis-layanan-jasa-gambar-bangunan-yang-bisa-anda-dapatkan-secara-online/" target="_blank" rel="noopener">gambar bangunan</a>.</p>
<h2>Teknis pelaksanaan persetujuan gambar</h2>
<p>5 hal yang wajib dipenuhi saat approval gambar kerja bangunan. Tanpa membedakan jenis pekerjaan, dan status pemborong. Apakah sebagai sub kontraktor, atau main kontraktor yaitu:</p>
<h3>1. Keterangan tentang jenis dan spek material yang digunakan harus lengkap, dan jelas</h3>
<p>Semisal tentang material baja untuk rangka kuda-kuda. Wajib menyebutkan jenis bahan, ukuran dan spek. Contoh penulisan keterangan sebagai berikut: &#8220;Besi siku L 50x50x5 mm ex. Krakatau Steel&#8221;.</p>
<p>Atau, pipa PVC dia.4&#8243; ex. Wavin. Kata &#8220;ex&#8221; di sini adalah menjelasakan tentang produsen bahan bangunan. Keterangan tersebut berlaku penting pada saat pembelian material oleh bagian logistik. Jadi, tidak ada lagi alasan salah beli.</p>
<h3>2. Semua gambar kerja harus menggunakan satuan yang sama</h3>
<p>Jikalau gambar kerja baja, dan instalasi penerangan pasti pakai satuan milimeter. Sementara untuk aproval gambar kerja bangunan umumnya dengan satuan setimenter. Persoalannya seperti ini.</p>
<p>Tanpa sadar seorang drafter sering membuat gambar detail dengan satuan milimeter. Padahal gambar denah, atau potongan adalah sentimeter. Jadi, tidak hanya persoalan jenis pekerjaan. Tapi, pada saat pembuatan gambar kerja yang sama pun, justru sering menggunakan satuan yang berbeda.</p>
<p>Kesalahan terbesarnya tu. Yang benar adalah selain menyesuaikan satuan yang umum digunakan untuk satu jenis pekerjaan. Maka, selamanya satuan ukuran tersebut lah yang Anda gunakan dalam membuat gambar kerja.</p>
<h3>3. Proses pengajuan gambar harus urut</h3>
<p>Contoh pada saat gambar kerja struktur kolom beton. Urutan gambar yang harus Anda ajukan adalah:<br />
⁃ Denah. Lengkap dengan kode masing-masing kolom.<br />
⁃ Gambar potongan memanjang, dan melebar<br />
⁃ Detail tiang kolom<br />
⁃ Detail pembesian</p>
<p>Bilamana approval gambar kerja bangunan harus dilakukan bertahap. Karena jumlahnya sangat banyak, sehingga butuh waktu yang lama untuk membuat gambar. Maka, pengajuan gambar harus dirancang sejak awal.</p>
<p>Misal tahap pertama, misalnya gambar denah dan layout bangunan. Tahap kedua. Gambar tampak dan potongan. Tahap ketiga. Gambar detail, dan seterusnya. Dengan demikian proses approval akan lancar, dan bakal tidak ada yang terlewat.</p>
<h3>4. Pakai kertas gambar yang sama</h3>
<p>Ukuran kertas gambar yang sering digunakan untuk membuat gambar kerja adalah kertas A4, dan A3. Nah, jikalau dari awal Anda sudah memakai kertas A3. Sebaiknya ukuran tersebut tetap Anda pakai untuk seluruh proses approval gambar kerja bangunan.</p>
<p>Sebab, ukuran kertas akan berpengaruh pada satuan ukuran yang digunakan untuk membuat gambar. Makin kecil ukuran kertas gambar, objek yang akan di gambar pasti semakin kecil. Demikian sebaliknya.</p>
<p>Oleh sebab itu, perlu menggunakan satuan yang sama. Sebagaimana saya sebut pada poin 2. Supaya gambar kerja yang dihasilkan proporsi. Tidak terlalu kecil. Pula, tidak kebesaran.</p>
<h3>5. Unsur-unsur lain yang harus tercantum dalam gambar</h3>
<p>Sebagai bukti bahwa Anda telah melaksanakan approval gambar. Di dalam gambar tersebut harus ada:<br />
1. Tanggal approval<br />
2. <a href="https://danacita.co.id/blog/mengenal-tanda-tangan-digital-dan-manfaatnya/">Tanda tangan</a> dan cap/stempel MK<br />
3. Nomor urut/revisi gambar.</p>
<h2>[Penutup] Kegunaan gambar kerja pasca proses pembangunan</h2>
<p>Setelah semua gambar kerja bangunan telah di setujui oleh pengawas bangunan, dan dikerjakan dengan baik. Selanjutnya gambar kerka tersebut harus Anda arsip. Sebagi bukti pemeriksaan akhir pekerjaan. Tepatnya pada saat BAST 1.</p>
<p>Kemudian, gambar kerja tadi berguna sebagai dasar untuk membuat as built drawing. Yang mana gambar as built drawing akan digunakan sebagai lampiran pada saat BAST 2.</p>
<p>Jadi, sudah paham kan manfaat approval gambar kerja bangunan?. Sebenarnya bukan saja untuk kelancaran proses konstruksi/pembangunan. Tapi, berlaku hingga serah terima bangunan. Luar biasa bukan?. Oleh sebab itu, jangan pernah abaikan fungsi gambar kerja.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/">Manfaat dan Teknis Pelaksanaan Approval Gambar kerja Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/manfaat-dan-teknis-pelaksanaan-approval-gambar-kerja-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mekanisme Approval Material Konstriksi Baja Yang Sebenarnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2022 13:16:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[approval material baja]]></category>
		<category><![CDATA[contoh material konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[proses approval material]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses selanjutnya, setelah contoh material baja diserahkan kepada pemilik bangunan, atau pengawas bangunan. Adalah melaksanakan approval material konstruksi. Mekanisme yang tepat Anda temui disini. Sebagaimana yang telah kami praktekkan selama ini pada proyek baja. Difinisi approval material dan tempat pelaksanaan Approval material konstruksi adalah proses pemeriksaan terhadap dimensi, dan spesifikasi beberapa material konstruksi, yang di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/">Mekanisme Approval Material Konstriksi Baja Yang Sebenarnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4455 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-material-baja-konstruksi-300x163.jpg" alt="penyajian contoh material konstruksi baja" width="300" height="163" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-material-baja-konstruksi-300x163.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-material-baja-konstruksi.jpg 640w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Proses selanjutnya, setelah <a href="https://arsitekta.com/pengajuan-contoh-material-baja-konstruksi/">contoh material</a> baja diserahkan kepada pemilik bangunan, atau pengawas bangunan. Adalah melaksanakan approval material konstruksi. Mekanisme yang tepat Anda temui disini. Sebagaimana yang telah kami praktekkan selama ini pada proyek baja.</p>
<h2>Difinisi approval material dan tempat pelaksanaan</h2>
<p>Approval material konstruksi adalah proses pemeriksaan terhadap dimensi, dan spesifikasi beberapa material konstruksi, yang di ajukan oleh kontraktor. Selanjutnya, untuk diberi persetujuan bahwa material tersebut beserta kelengkapan lainnya, layak digunakan untuk bahan bangunan. Sekaligus, sebagai isyarat pembelian material boleh dilakukan dengan segera.</p>
<p>Adapun tempat pelaksanaan approval, paling sering dilakukan di proyek. Tepatnya di kantor direksi keet. Yakni antara pengawas pekerjaan, dan pihak main kontraktor. Yang telah ditunjuk untuk melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi. Melalui sebuah SPK, atau dokumen kontrak.</p>
<p>Namun demikian, approval material konstruksi juga sering terlaksana antara:</p>
<ol>
<li>Main kontraktor dengan <a href="https://store.sirclo.com/blog/perbedaan-supplier-dan-distributor/#:~:text=Dapat%20disimpulkan%20bahwa%20supplier%20ada,atau%20jasa%20kepada%20pelanggan%20akhir.">suplier,  </a>distributor, atau toko bahan bangunan.</li>
<li>Main kontraktor dengan sub kontraktor, atau pemborong perorangan.</li>
</ol>
<p>Pada umumnya tempat pengajuan contoh material, maupun pelaksanaan approval adalah di kantor main kontraktor. Dalam hal ini, proses pengajuan dan approval material sifatnya internal. Artinya, belum jelas material tersebut ditujukan untuk proyek apa.</p>
<p>Tapi, Kalau approval material konstruksi dilakukan di lapangan. Sudah jelas bahwa material-material tersebut kelak akan digunakan untuk keperluan proyek itu. Maka dari itu, contoh material yang telah di ACC akan tetap tinggal di kantor direksi keet.</p>
<h2>Mekanisme approval yang profesional</h2>
<p>Approval material konstruksi merupakan aksi balasan yang dilakukan oleh pengawas proyek, terhadap contoh-contoh material yang telah diterima dari kontraktor. Oleh sebab itu, segala keperluan untuk proses approval, yang menyiapkan adalah pihak pengawas.</p>
<h3>a. Menyiapkan form cek lis</h3>
<p>Karena penggunaan material baja pada satu proyek jenisnya sangat banyak. Maka form cek material buat sendiri-sendiri. Artinya untuk 1 jenis baja profil, 1 lembar form cek lis. Berisi nama material, ukuran, serta spesifikasi yang lain. Antara lain merek produk, dan sertifikasi mutu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-4458 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Form-cek-list-profil-baja-CNP-300x143.png" alt="form cek list material saat proses approval material" width="300" height="143" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Form-cek-list-profil-baja-CNP-300x143.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Form-cek-list-profil-baja-CNP-768x366.png 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Form-cek-list-profil-baja-CNP.png 915w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sementara itu, sebelum cek fisik material berlangsung. Anda harus menyiapkan dokumen, yang menjadi acuan untuk melakukan penilaian terhadap contoh material. Dan, upayakan jangan sampai double. Sebab, akan akan mengakibatkan perdebatan dengan pihak kontraktor.</p>
<p>Double maksudnya, bila terdapat 2 jenis dokumen proyek yang menjelasakan satu jenis material, tapi ternyata beda ukuran/spesifikasi. Misalnya dalam dokumen gambar, material gording tertulis menggunakan CNP 150x65x20x2,3 mm. Tetapi, di BoQ adalah CNP 150x50x20x3,2 mm. Jauh beda bukan?.</p>
<h3>b. Pengukuran dimensi material baja</h3>
<p>Alat yang digunakan untuk approval material konstruksi baja cukup 1, yakni jangka sorong digital. Alat ini berguna untuk mengukur dimensi material. Di saksikan oleh staf ahli dari kontraktor baja.</p>
<p>Tips melakukan pengukuran material baja, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pastikan personil yang turut menyaksikan pengukuran telah berada di tempat,</li>
<li>Pastikan <a href="https://arsitekta.com/14-alat-ukur-panjang-untuk-kerja-baja-yang-wajib/" target="_blank" rel="noopener">alat ukur</a> bekerja dengan baik,</li>
<li>Jangan melakukan pengukuran secara acak. Tapi, urut. Artinya, selesaikan dulu pengukuran material yang sejenis. Kemudian, ukur material yang lain.</li>
<li>Setiap angka yang akan dicatat dalam form cek lis, harus berdasarkan fakta. Dan, di setujui oleh kontraktor.</li>
</ol>
<h3>c. Membuat BA cek lis material</h3>
<p>Setalah semua material di cek, serta membedakan mana yang ACC dan mana yang tidak ACC. Selanjutnya Anda membuat BA (Berita Acara) approval material konstruksi. Yang mana daftar cek lis material tadi, adalah sebagai lampirannya.</p>
<p>Dokumen BA ini berisi penjelasan tentang tanggal, tempat, dan hasil pelaksanaan approval. Serta, personil yang turut melakukan, maupun menyaksikan proses approval. Hal tersebut berguna untuk menjamin keabsahan BA. Maka dari itu, masing-masing perwakilan peserta wajib membubuhkan <a href="https://tte.kominfo.go.id/blog/60f0f35a7eec0973a8711c38#:~:text=Tanda%20tangan%20merupakan%20tanda%20tulisan,Tangan%20Elektronik%20(TTE)%20tersertifikasi.">tanda tangan</a>.</p>
<h2>Status material yang tidak ACC bagaimana?</h2>
<p>Approval material disebut tidak berjalan lancar. Bilamana salah satu material ternyata tidak memenuhi kriteria. Hal tersebut berdampak pada:</p>
<h3>1. Pengajuan ulang contoh material</h3>
<p>Pengawas proyek pasti mengembalikan contoh material yang tidak sesuai spesifikasi. Serta, meminta kontraktor untuk mengajukan ulang contoh bahan, dengan material yang baru. Sampai material yang diminta belum mendapat persetujuan, maka hal tersebut akan berdampak pada poin berikut ini.</p>
<h3>2. Penundaan pekerjaan konstruksi</h3>
<p>Pelaksanaan <a href="https://arsitekta.com/pabrikasi-kolom-baja-tersusun-begini-lekas-rampung-kuat-dan-presisi-bagian-3-dari-4/">pabrikasi baja</a> umumnya boleh dimulai, jikalau seluruh material telah di setujui. Kalau ternyata masih ada material yang mengalami proses pengajuan ulang, maka Anda harus menunda pelaksanaan pabrikasi. Apakah hal tersebut tidak masalah?. Tentu. Anda telah rugi waktu.</p>
<p>Penundaan pelaksaan pekerjaan, akibat proses approval material konstruksi yang berulang. Membutuhkan waktu 3-4 hari. Sementara, time schedul tetap berjalan terus. Anda tahu kan, titik awal perhitungan jadwal pelaksanaan proyek konstruksi?. Yaitu sejak SPK Anda terima. Dengan demikian, Anda telah rugi waktu sekian hari. Atau, bahkan minggu.</p>
<h2>[Penutup] Approval material untuk kepentingan siapa?</h2>
<p>Pentingnya pengajuan contoh material yang benar, sebenarnya bertujuan untuk kelancaran pekerjaan. Semakin cepat Anda menyerahkan contoh material, maka proses approval bisa segera mulai.</p>
<p>Pun, bilamana semua ukuran/spesifikasi material telah sesuai. Maka, Anda dapat sesegera mungkin melaksanakan pekerjaan. Dimulai dengan belanja bahan, pabrikasi, dan terakhir pemasangan konstruksi. Singkatnya, 2 jenis aktivitas ini saling terkait. Serta, merupakan kewajiban setiap kontraktor baja.</p>
<p>Teknis pelaksaan approval material konstruksi ini, adalah berlaku bagi Anda yang bekerja sebagai pemborong, maupun pengawas proyek. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/">Mekanisme Approval Material Konstriksi Baja Yang Sebenarnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/mekanisme-approval-material-konstriksi-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
