<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desain masjid bagus Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/desain-masjid-bagus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/desain-masjid-bagus/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jul 2024 13:40:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>desain masjid bagus Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/desain-masjid-bagus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dimensi Material Struktur Baja Pada Bangunan Masjid Dan Aula Sekolah [Part 2 of 2]</title>
		<link>https://arsitekta.com/dimensi-material-struktur-baja-pada-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah-part-2-of-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 13:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[desain masjid bagus]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi masjid]]></category>
		<category><![CDATA[struktur baja masjid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dimensi material struktur baja artinya ukuran-ukuran material baja profil yang digunakan untuk membuat sebuah struktur bangunan. Pentingnya ukuran tersebut tentukan pada saat perancangan adalah untuk mengetahui sejauh mana kekuatan bangunan menopang beban-beban yang terdapat pada bangunan tersebut. Bagi teman-teman yang belum membaca artikel bagian pertama. Sebaiknya Anda baca dulu. Guna mengetahui langkah-langkah awal perancangan bangunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-material-struktur-baja-pada-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah-part-2-of-2/">Dimensi Material Struktur Baja Pada Bangunan Masjid Dan Aula Sekolah [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dimensi material struktur baja artinya ukuran-ukuran material baja profil yang digunakan untuk membuat sebuah struktur bangunan. Pentingnya ukuran tersebut tentukan pada saat perancangan adalah untuk mengetahui sejauh mana kekuatan bangunan menopang beban-beban yang terdapat pada bangunan tersebut.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Material-baja.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4188" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Material-baja.jpg" alt="Jenis-jenis pekerjaan tambah proyek konstruksi baja, yang wajib diketahui" width="500" height="300" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Material-baja.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Material-baja-300x180.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Bagi teman-teman yang belum membaca artikel bagian pertama. Sebaiknya Anda baca dulu. Guna mengetahui langkah-langkah awal perancangan bangunan yang akan kita bahas ini. Artikel tersebut dapat Anda temukan dengan cara klik <a href="https://arsitekta.com/tahapan-merancang-masjid-sekaligus-aula-dan-parkir/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<h2>Alasan menggunakan material baja sebagai struktur</h2>
<p>Struktur bangunan masjid dan aula sekolah sengaja dipilih menggunakan material baja karena pertimbangan letak bangunan yang berada di lahan sempit, dan dikelilingi oleh bangunan sekolah. Sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan, agar proses belajar mengajar tidak terganggu oleh aktivitas pembangunan.<br />
Maka untuk menjawab persoalan tersebut hanya material baja profil yang cocok. Dengan alasan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Proses pengerjaan awal (pabrikasi) baja umumnya dilakukan di workshop. Jadi, di lapangan hanya melakukan pemasangan. Atau dalam istilah asing disebut <em>erection</em>.</li>
<li>Proses erection berlangsung dengan sangat cepat, dan tidak mengakibatkan bising. Jauh lebih cepat dibanding menggunakan struktur beton bertulang.</li>
</ol>
<p>Dan masih banyak lagi sebenarnya kelebihan material baja ketika digunakan sebagai struktur bangunan. Akan tetapi dengan 2 alasan tersebut sudah cukup sebagai pertimbangan untuk memastikan bahwa proses konstruksi tidak akan mengganggu aktivitas sekolah.</p>
<h2>Cara menentukan dimensi material struktur baja dan syarat-syarat</h2>
<p>Sebagaimana biasanya kami lakukan untuk menentukan jenis dan ukuran material baja yang akan digunakan pada sebuah bangunan adalah dengan cara analisis struktur. Yaitu menggunakan software SAP2000 dan di back up oleh perhitungan manual. Seperti yang dilakukan oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasawan">insinyur</a> jaman dulu.<br />
Namun sebelum sampai pada proses analisa tersebut. Lebih dulu membuat gambar rancangan struktur bangunan lengkap dengan perkiraan dimensi material. Antara lain, mulai dari denah kolom baja, denah balok, dan sejumlah gambar potongan struktur.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-kolom-baja-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5291" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-kolom-baja-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah.png" alt="denah kolom struktur baja pada bangunan masjid dan aula" width="1000" height="518" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-kolom-baja-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah.png 1000w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-kolom-baja-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah-300x155.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-kolom-baja-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah-768x398.png 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p>Nah, berdasarkan gambar rancangan struktur tersebut lah dilakukan analisa struktur. Dalam hal ini yang penting diperhatikan adalah sifat gambar rancangan dianggap sudah baku. Dengan kata lain, jikalau pun jenis dan dimensi material baja yang tertera dalam gambar rancangan tersebut dianggap belum memenuhi syarat sebagai struktur, tetapi ukuran bangunan dan letak struktur dalam gambar tidak perlu dirubah.</p>
<p>Jadi, proses analisa dilakukan untuk memastikan jenis dan ukuran material baja yang memenuhi syarat. Bila dianggap belum memenuhi syarat, berarti ukuran material dibuat lebih besar. Atau mengganti dengan jenis material baja yang lain. Supaya lebih efisien.</p>
<p>Demikian sebaliknya. Bila dimensi material baja yang tertera pada gambar rancangan ternyata terlalu besar. Berarti haru dikecilkan lagi. Supaya tidak boros. Dengan cara demikian, maka dapat dipastikan dimensi material struktur baja sudah tepat guna dan kokoh.</p>
<h2>Ragam struktur dan jenis material baja</h2>
<p>Berdasarkan hasil analisa, ragam struktur bangunan dan jenis material yang digunakan pada bangunan masjid dan aula adalah sebagai berikut:</p>
<h3>1. Tiang kolom</h3>
<p>Terdiri dari 2 macam material, yaitu baja HB 350x350x12x19 &amp; HB 250x250x9x14. HB 350 dipakai untuk bentangan balok 9,0 m. Sedangkan baja profil HB 250 adalah untuk jarak pasang tiang 4,5 dan 5,75 meter. Perhatikan gambar denah tiang kolom sebelum paragraf 8.<br />
Masing-masing tiang tersebut setinggi 12,0 m. Jadi, sama sekali tidak perlu melakukan sambungan, maupun pemotongan. Dari mana angka tersebut diperoleh?. Jawabnya, karena tinggi bangunan dari lantai 1 (dasar) hingga lantai 4 (atap beton) adalah 12,0 meter.</p>
<h3>2. Balok induk</h3>
<p>Pada perancangan dimensi material struktur baja yang tergolong balok induk adalah semua balok baja yang terhubung langsung dengan tiang kolom. Berdasarkan gambar denah diketahui bahwa panjang balok induk adalah 4,50; 5,50; 5,75 dan 9,0 meter. Adalah terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Baja WF 450x200x9x14</li>
<li>WF 350x175x7x11</li>
<li>WF 300x150x6,5&#215;9</li>
</ul>
<h3>3. Balok anak</h3>
<p>Adalah semua balok baja yang terpasang pada 3 jenis balok induk diatas, yaitu: 1]. Baja WF 250x125x6x9; 2]. WF 200x100x5,5&#215;8 dan 3]. WF 150x75x5x7.</p>
<h3>4. Struktur rangka atap</h3>
<p>Yang termasuk struktur rangka atap pada bangunan masjid dan aula ini adalah kuda-kuda, gording, <a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-trekstang-baru-dan-bekas/">trekstang</a> dan ikatan angin. Material yang digunakan adalah:</p>
<ul>
<li>Baja WF 250x125x6x9</li>
<li>CNP 125x50x20x2,3 mm</li>
<li>dan besi beton ∅12 mm</li>
</ul>
<h2>Material pendukung struktur baja</h2>
<p>Setelah penentuan dimensi material struktur baja selesai. Tahap selanjutnya adalah memilih material-material pendukung untuk struktur tersebut. Material pendukung dalam hal ini adalah berkaitan cara pemasangan, sistem sambungan dan finishing material baja.</p>
<p>Jenis dan ukuran material pendukung ini juga ditentukan berdasarkan analisa struktur. Supaya benar-benar sepadan dengan material struktur yang telah ditetapkan. Ragam jenis material pendukung tersebut adalah:<br />
1. Plat baja lembaran<br />
2. Angkur baut Ø22 panjang 800 mm<br />
3. Baut mur Ø7/8&#8243;; Ø3/4&#8243; dan Ø5/8&#8243; HTB (A-325)<br />
4. Baut mur Ø1/2&#8243; A-306<br />
5. Span skrup M16<br />
6. Las<br />
7. Cat dasar zinchromate<br />
8. Cat finish baja</p>
<h2>Anggaran biaya struktur bangunan masjid dan aula</h2>
<p>Antara lain:</p>
<ol>
<li>Baja HB dan WF = 64.663,82 kg x Rp 26.500,- = Rp 1.713.591.230,-</li>
<li>Kuda-kuda WF 200x100x5,5&#215;8 = 1.962,36 kg x Rp 26.500,- = Rp 52.002.540,-</li>
<li>Gording CNP 125x50x20x2,3 = 1.104,95 kg x Rp 25.000,- = Rp 27.071.275,-</li>
<li>Trekstang &amp; Ikatan angin besi ∅12 = 121,04 kg x Rp 25.000,- = Rp 3.207.560,-</li>
<li>Pelat baja = 5088,91 kg x Rp 26.500,- = Rp 134.856.188,-</li>
<li>Angkur M22 = 84,0 bh x Rp 150.000,- = Rp 12.600.000,-</li>
<li>Mur baut M22 = 902,0 pcs x Rp 22.500,- = Rp 20.295.000,-</li>
<li>Mur baut M19 = 740,0 pcs x Rp 18.000,- = Rp 13.320.000,-</li>
<li>Baut mur M16 = 604,0 pcs x Rp 15.000,- = Rp 9.060.000,-</li>
<li>Baut mur M12 = 404 bh x Rp 6.500,- = Rp 2.626.000,-</li>
<li>Span skrup M16 = 12 bh x Rp 75.000,- = Rp 900.000,-</li>
<li>Cat dasar dan finish = 73.525,17 kg x Rp 1.500,- = Rp 110.287.759,-</li>
</ol>
<p>Total biaya adalah sebesar Rp 2.114.127.747,-</p>
<p>Perlu diketahui, harga satuan yang kami cantumkan disini adalah hanya perkiraan saja. Jadi, jangan dijadikan acuan untuk mengajukan penawaran harga borongan pekerjaan baja di tempat Anda. Sebab setiap tempat harga borongan pekerjaan baja berbeda-beda.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Demikian penjelasan mengenai dimensi material struktur baja yang diterapkan pada bangunan masjid dan aula sekolah.<br />
Cara menghitung harga satuan baja sebelumnya sudah kami uraikan dalam 11 jenis artikel. Artikel-artikel tersebut dapat Anda browsing langsung pada halaman <a href="https://arsitekta.com/">situs</a> ini.</p>
<p>Bilamana diantara teman-teman membutuhkan perhitungan struktur dan anggaran biaya pekerjaan baja maupun biaya bangunan secara keseluruhan. Silahkan hubungi saya melalui nomor telpon: <strong>081.32526.4787.</strong></p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dimensi-material-struktur-baja-pada-bangunan-masjid-dan-aula-sekolah-part-2-of-2/">Dimensi Material Struktur Baja Pada Bangunan Masjid Dan Aula Sekolah [Part 2 of 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Merancang Masjid Sekaligus Aula Dan Parkir Di Sekolah [Part 1 o 2]</title>
		<link>https://arsitekta.com/tahapan-merancang-masjid-sekaligus-aula-dan-parkir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 13:16:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[desain masjid bagus]]></category>
		<category><![CDATA[menara masjid]]></category>
		<category><![CDATA[rancang bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=5284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masjid, aula dan parkir adalah termasuk kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung kelancaran proses belajar dan mengajar di sekolah. Oleh sebab itu selalu diupayakan agar tersedia dalam 1 tempat sekaligus, atau jika memungkinkan dilakukan secara terpisah. Terlepas dari 2 pilihan tersebut, merancang masjid sekaligus aula dan parkir tentu harus dengan langkah-langkah yang benar. Dasar pemikiran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahapan-merancang-masjid-sekaligus-aula-dan-parkir/">Langkah-langkah Merancang Masjid Sekaligus Aula Dan Parkir Di Sekolah [Part 1 o 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid, aula dan parkir adalah termasuk kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung kelancaran proses belajar dan mengajar di sekolah. Oleh sebab itu selalu diupayakan agar tersedia dalam 1 tempat sekaligus, atau jika memungkinkan dilakukan secara terpisah. Terlepas dari 2 pilihan tersebut, merancang masjid sekaligus aula dan parkir tentu harus dengan langkah-langkah yang benar.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Desain-perspektif-masjid-dan-aula-sekolah.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5286" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Desain-perspektif-masjid-dan-aula-sekolah.jpg" alt="Gambar perspektif 3d bangunan masjid, aula dan parkir" width="750" height="536" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Desain-perspektif-masjid-dan-aula-sekolah.jpg 750w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Desain-perspektif-masjid-dan-aula-sekolah-300x214.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<h2>Dasar pemikiran dan konsekuensi</h2>
<p>Mendirikan bangunan secara terpisah menurut fungsi masing-masing pada umumnya didasari oleh ketersediaan lahan. Namun sebaliknya, membuat satu bangunan yang memiliki fungsi lebih dari 1, adalah disebabkan oleh keterbatasan lahan.</p>
<p>Dalam artikel ini sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang dimiliki sekolah. Masjid, aula dan parkir akan kami rancang pada 1 tempat. Dan konsekuensi yang mungkin muncul akibat dari pilihan tersebut adalah mahalnya biaya pembangunan, dan kurang maksimalnya fungsi bangunan.</p>
<p>Nah untuk mencegah konsekuensi tersebut lah, perlu melakukan perancangan dengan tahap-tahap yang benar. Sehingga tidak mengakibatkan kekecewaan bagi owner, pun tidak menimbulkan maintenance yang tinggi di kemudian hari.</p>
<h2>Tahap persiapan merancang masjid sekaligus aula dan parkir</h2>
<p>Sebelum mulai membuat desain, setidaknya ada 6 tahap yang harus dilalui, agar bangunan dapat memenuhi 3 fungsi tersebut, yaitu:</p>
<h3>1. Tinjau dan ukur lapangan</h3>
<p>Setelah melakukan peninjauan ke lapangan, ternyata lahan dikelilingi oleh bangunan. Sebelah kanan dan belakang adalah ruang kelas milik sekolah. Dalam hal ini adalah sekaligus sebagai owner masjid dan aula. Sedangkan sebelah kiri adalah sekolah PAUD / TK milik orang lain.</p>
<p>Lebih lengkap mengenai data tapak pasca peninjauan dan pengukuran adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Menghadap ke jalan raya dan Timur</li>
<li>Luas tanah 520 m2</li>
<li>Permukaan datar dan keras</li>
<li>Elevasi dari jalan 50 cm</li>
</ul>
<h3>2. Analisis tapak</h3>
<p>Tahap analisa tapak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana potensi tapak untuk memenuhi kebutuhan sekolah akan masjid, aula dan parkir.</p>
<p>Teknis pelaksanaan analisis dalam artikel ini tidak perlu kami jelaskan ulang. Sebab sebelumnya telah kami sajikan dalam sebuah artikel khusus. Oleh sebab itu silahkan baca artikel tersebut melalui <a href="https://arsitekta.com/langkah-langkah-melakukan-analisis-terhadap-tapak-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">tautan</a> ini.</p>
<h3>3. Membuat rencana tata ruang</h3>
<p>Tata ruang pada tapak terbagi 2 kelompok yaitu secara makro dan mikro. Tata ruang secara makro adalah merancang masjid sekaligus aula, dan parkir.</p>
<p>Dalam hal ini karena tapak cukup sempit sementara kebutuhan ruang sangat besar, maka ditetapkan membuat bangunan 3 lantai. Peruntukan masing-masing lantai adalah seperti berikut:</p>
<h4>Parkir mobil dan motor di lantai dasar</h4>
<p>Kebutuhan lahan parkir motor dan parkir mobil dilakukan dengan cara menghitung jumlah keseluruhan pengguna bangunan. Mulai dari pegawai/staf, para jemaah, maupun tamu aula. Sekurang-kurang perlu menyediakan 30 parkir mobil, dan 75 parkir motor.</p>
<p>Akan tetapi memgingat keterbatasan lahan, parkir mobil di lantai 1 hanya cukup menampung 12 unit. Sedangkan motor sebanyak 20 unit. Selebihnya direncanakan menggunakan parkir yang sudah ada sebelumnya milik sekolah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5287" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula.jpg" alt="denah lantai dasar bangunan masjid yang berfungsi sebagai parkir motor dan mobil" width="1050" height="540" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula.jpg 1050w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula-300x154.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula-1024x527.jpg 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2024/07/Denah-lantai-dasar-bangunan-masjid-dan-aula-768x395.jpg 768w" sizes="(max-width: 1050px) 100vw, 1050px" /></a></p>
<h4>Masjid di lantai 2</h4>
<p>Diantara 3 lantai ini, paling ideal untuk masjid adalah lantai 2. Selain mudah di jangkau dari lantai dasar oleh semua orang <a href="https://www.hukumonline.com/klinik/a/ragam-ketentuan-usia-dewasa-di-indonesia-lt4eec5db1d36b7/">dewasa</a>, orang tua maupun anak-anak. Juga tidak terganggu oleh suara bising kendaraan yang lalu lalang. Dengan alasan-alasan itu pula kegiatan ibadah dapat berlangsung khusuk.</p>
<p>Daya tampung ruang ibadah masjid mencapai 250 jemaah. Sementara fasilitas lain yang disediakan untuk mendukung kegiatan antara lain kantor andministrasi, toilet, ruang wudhu, lobby, tangga dan lift.</p>
<h4>Aula di lantai 3</h4>
<p>Pada prinsipnya peruntakan lantai 3 sama dengan lantai 2. Kalau lantai 2 adalah khusus untuk masjid, maka lantai 3 adalah khusus untuk aula. Aula ini pun terbuka untuk umum. Dengan kata lain disewakan untuk kegiatan diluar sekolah oleh masyarakat umum.</p>
<p>Jadi, dintinjau dari segi bisnis. Kehadiran aula dalam gedung ini selain untuk memenuhi keperluan sekolah, juga sangat efektif menambah income bagi pihak sekolah.</p>
<h3>4. Menentukan akses</h3>
<p>Persiapan berikutnya merancang masjid sekaligus aula, dan parkir adalah menentukan akses masuk dan keluar bangunan. Baik kendaraan roda 2, roda 4, bahkan pejalan kaki. Hal ini penting dilakulan agar memudahkan pengguna menjangkau setiap ruangan dalam bangunan. Serta untuk memberi rasa aman dan nyaman.</p>
<p>Mengingat letak tapak berada di tepi jalan raya, dan lantai 1 adalah khusus untuk parkir. Maka pintu utama yang terbaik adalah menghadap jalan raya. Sementara pintu darurat adalah berada di belakang. Menuju halaman parkir seolah.</p>
<p>Dalam hal ini, mengingat keterbatasan lahan, akses kendaraan dan pejalan kaki di lantai 1 tidak dibuat secara terpisah. Supaya lahan tersebut bisa dimaksimalkan untuk parkir, dan sebagian untuk area lobby, tangga dan lift menuju lantai 2 dan 3.</p>
<p>Masih berterkaitan dengan akses. Bangunan ini terhubung langsung dengan gedung sekolah yang berada dibelakangnya. Konnekting tersebut dibuat di lantai 2. Sehingga, ketika siswa-siswi dan guru hendak ke masjid atau ke aula tidak perlu dari lantai 1. Tetapi langsung dari gedung sekolah yang lama.</p>
<h3>5. Memilih unsur-unsur pendukung</h3>
<p>Unsur-unsur pendukung pada setiap bangunan gedung pada umumnya sama. Antara instalasi listrik, pencahayaan, pengelolaan air, pemadam kebakaran, sistem.komunikasi, internet dan keamanan. Lebih jelas esensi dari beragam jenis pendukung.kinerja bangunan bisa Anda baca melalui <a href="https://arsitekta.com/faktor-pendukung-kinerja-bangunan-dan-proses-desain-arsitektur/">tutan</a> ini.</p>
<p>Maka dari itu, proses merancang masjid sekaligus aula, dan parkir sama dengan merancang hotel, homestay, ruko dan sebagainya. Persamaan tersebut sebenarnya telah terlihat dari sifat bangunan. Yaitu untuk umum (publik).</p>
<p>Jadi, semua unsur-unsur tersebut diharapkan pada bangunan masjid dan aula ini. Dengan tujuan agar setiap bangunan dapat berfungsi dengan benar, dan pelayanan terbaik dapat dirasakan oleh setiap jemaat, maupun tamu aula.</p>
<h3>6. Approval konsep desain</h3>
<p>Konsep desain bisa disajikan dalam bentuk sketsa. Namun bisa juga berupa gambar autocad. Perlu dilakukan approval kepada pemilik bangunan guna memberi gambaran kasar tentang tata letak ruang (denah) dan daya tampung, akses dan sirkulasi pengguna bangunan, dan.unsur-unsur pendukung bangunan.</p>
<p>Penting pula diketahui, proses approval bisa jadi lebih dari 1x. Yaitu tergantung sejauh mana kesiapan Anda membuat konsep, dan sebesar apa penguasaan Anda terhadap konsep desain tersebut. Sehingga.mudah dipahami dan diterima oleh sang owner.</p>
<p>Umiknya lagi, approval konsep desain ini sebenarnya.tidak harus melalui tattap muka. Tetapi bisa juga dilakukan melalui online. Sebagaimana sering kami tetapkan pada klien-klien dari luar provinsi, dan dari luar pulau.</p>
<h2>Merancang masjid sekaligus aula dan parkir</h2>
<p>Tahap ini bisa Anda lakukan setelah owner setuju dengan konsep yang Anda buat. Dan perlu di ingat selalu, konsep tersebut jangan sampai dirubah tanpa perserujuan sang owner. Supaya Anda tidak dicap inkonsisten.</p>
<p>Contoh kecil. Ketika hendak menempatkan saptik tank. Ternyata terhalang oleh saluran got. Dalam kasus ini memang yang harus di pindah adalah letak saptik tang. Supaya got dapat berfungsi secara maksimal. Nah, perubahan letak saptik tank tersebut harus disampaikan.</p>
<p>Hasil rancangan kami dalam bentuk gambar 3D adalah seperti terlihat pada paragraf 2. Sementara denah parkir motor/motor pun kami lampirkan ditengah halaman ini. Semoga dari 2 gambar tersebut Anda bisa memahami apa yang kami jelaskan disini.</p>
<p>Pada artikel ke-2 kami menjelaskan tentang jenis dan dimensi material struktur yang digunakan untuk massa <a href="https://arsitekta.com/raagam-jenis-bahan-pelapis-bangunan-yang-terbaik/">bangunan</a> tunggal ini. Sebagaimana kita ketahui kebutuhan bangunan pada satu kota salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya aktivitas penduduk di kota tersebut. Demikian pula di sebuah sekolah. Adalah dipengaruhi oleh seberapa padat kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/tahapan-merancang-masjid-sekaligus-aula-dan-parkir/">Langkah-langkah Merancang Masjid Sekaligus Aula Dan Parkir Di Sekolah [Part 1 o 2]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
