<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fungsi kosen Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/fungsi-kosen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/fungsi-kosen/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 May 2023 13:09:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>fungsi kosen Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/fungsi-kosen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Macam Kosen Besi Baja Dan Cara Memilih Bahan Yang Tepat</title>
		<link>https://arsitekta.com/5-macam-kosen-besi-baja-dan-cara-memilih-bahan-yang-tepat/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/5-macam-kosen-besi-baja-dan-cara-memilih-bahan-yang-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 13:16:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kosen]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi kosen]]></category>
		<category><![CDATA[kosen besi]]></category>
		<category><![CDATA[kosen jendela]]></category>
		<category><![CDATA[kosen pintu]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis kosen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4795</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Sebelum Anda gunakan pada bangunan. Sebaiknya pahami dulu apa saja keunggulan kosen besi baja. Agar tidak seperti kata pepatah. &#8220;Membeli kucing dalam karung&#8221;. Sudah keluar dana sekian-sekian, tapi tidak sesuai ekspektasi. Rugi toh?. Sangat!. Secara materi maupun moril. Mengulang sedikit tentang apa yang kami jelaskan dalam artikel sebelumnya. Hakikat kosen adalah seperti diagram berikut: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-macam-kosen-besi-baja-dan-cara-memilih-bahan-yang-tepat/">5 Macam Kosen Besi Baja Dan Cara Memilih Bahan Yang Tepat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum Anda gunakan pada bangunan. Sebaiknya pahami dulu apa saja keunggulan kosen besi baja. Agar tidak seperti kata pepatah. &#8220;Membeli kucing dalam karung&#8221;. Sudah keluar dana sekian-sekian, tapi tidak sesuai ekspektasi. Rugi toh?. Sangat!. Secara materi maupun moril.</p>
<p>Mengulang sedikit tentang apa yang kami jelaskan dalam <a href="https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/">artikel</a> sebelumnya. Hakikat kosen adalah seperti diagram berikut:</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Tabel-jenis-bahan-dan-kegunaan-kosen.png"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4796" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Tabel-jenis-bahan-dan-kegunaan-kosen.png" alt="tabel fungsi dan jenis bahan kosen" width="757" height="432" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Tabel-jenis-bahan-dan-kegunaan-kosen.png 757w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Tabel-jenis-bahan-dan-kegunaan-kosen-300x171.png 300w" sizes="(max-width: 757px) 100vw, 757px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, kali ini menjurus pada kosen besi baja. Terbagi lagi menjadi 5 jenis. Keunggulan, jenis-jenis material besi tersebut, dan contoh kosen akan Anda temukan disini. Baca sampai selesai iya.</p>
<h2>Jenis-jenis besi yang cocok untuk kosen</h2>
<p>Setidak ada 5 macam material. Antara lain: Besi holow, besi UNP, Siku, CNP, dan Plat baja lembaran. Berikut kami jelaskan satu per satu.</p>
<h2>1. Kosen besi holow (stal kotak)</h2>
<p>Paling cocok digunakan untuk kosen pintu besi 1 daun. Sehingga serasi. Antara kosen, dan daun pintu. Hal ini juga untuk memudahkan proses pemasangan. Misalnya ketika memasang engsel pintu. Dapat menggunakan <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-mur-baut-htb-dan-ciri-cirinya/" target="_blank" rel="noopener">baut mur</a>, atau sistem las. Jadi kokoh sekali bukan?.</p>
<p>Namun demikian, mengingat bentuk besi profil ini sangat bagus, dan minimalis. Akhirnya cocok juga diterapkan sebagai kosen jendela. Untuk hunian, maupun perkantoran. Pasangannya adalah daun jendela model swing, atau jungkit.</p>
<h4>Ukuran bahan</h4>
<p>Besi holow yang ideal untuk kosen pintu adalah ukuran 60&#215;60, 60&#215;100 dan 100&#215;100 mm. Ukuran yang kami sebut disini adalah ukuran yang tersedia menurut tabel baja dan ready stock.</p>
<p>Kalau Anda membutuhkan ukuran yang lain. Misalnya besi holow 50&#215;80, atau 80&#215;80 mm. Anda harus melalukan inden ke pabrik untuk mendapatkannya. Karena material tersebut tidak tersedia dipasaran.</p>
<p>Sementara itu, kosen besi baja untuk jendela. Bagusnya adalah besi holow 40&#215;60; 60&#215;60 dan 60&#215;80 mm. Pemakaian 3 jenis ukuran ini dengan syarat berikut:</p>
<p>&#8211; Lebar daun jendela tidak lebih dari 0,80 cm. Dan, tinggi tidak lebih dari 1,5 m. Bila ternyata ukuran daun jendela lebih dari yang disebutkan, berarti besi holow tidak cocok (kurang kuat). Sebaiknya pakai material besi yang lain.</p>
<p>&#8211; Bila pemasangan kosen jendela jadi 1 dengan kosen pintu. Atau, sering disebut dengan nama kosen gendong. Maka, material kosen harus terbuat dari bahan yang sama. Adapun ketentuan material kosen adalah mengacu pada kosen pintu.</p>
<h4>Kelebihan stal kotak sebagai kosen</h4>
<ul>
<li>Proses pabrikasi mudah, serta cepat. Karena bentuk material sudah berupa batang, yang siap pakai.</li>
<li>Bentuk kosen dari depan dan belakang sama. Sehingga sangat bagus, dan tampak minimalis.</li>
<li>Biaya pemasangan relatif murah. Karena ringan, dan tidak membutuhkan alat kerja yang kompleks.</li>
</ul>
<h3>2. Kosen kanal U (UNP)</h3>
<p>Kosen besi baja UNP terkenal sangat kaku, dan kokoh. Oleh sebab itu sering digunakan untuk pemasangan pintu, dan jendela yang berukuran diatas rata-rata. Atau, yang terbuat dari material yang berat. Seperti daun<a href="https://arsitekta.com/biaya-pemasangan-pintu-besi-baru-dan-bekas/"> pintu besi</a> plat.</p>
<p>Ukuran material yang sering digunakan sebagai kosen jendela mulai dari UNP 40, hingga UNP 80. Sedangkan untuk kosen pintu menggunakan UNP 80; UNP 100; 120; 125 dan UNP 150.</p>
<p>Kosen UNP sangat kokoh karena benar-benar menyatu dengan dinding. Penting diketahui, pemasangan kosen ini selalu dibuat menghadap ke dinding. Sehingga menimbulkan celah (kanal). Yaitu selebar besi UNP.</p>
<p>Nah, celah tersebut Anda isi dengan cor beton. Kemudian, cor tersebut lah yang menjadi pengikat antara dinding, dengan kosen UNP. Selain angkur yang terpasang sebelumnya pada kosen.</p>
<p>Oleh sebab itu, pantas disebut kosen besi baja UNP adalah yang paling kekar, diantara segala jenis kosen besi. Bahkan, jika dibanding dengan kosen kayu. Itu sebabnya sering digunakan untuk pintu/jendela ukuran jumbo.</p>
<h3>3. Kosen besi siku</h3>
<p>Penggunaan besi siku sebagai kosen ada 2 macam. Yakni single dan double. Single artinya kosen terbuat dari 1 lapis besi siku. Sehingga bentuknya sama dengan 1/2 UNP. Model ini sering diterapkan pada kosen pintu sederhana, atau darurat.</p>
<p>Kosen besi siku double artinya kosen pintu/jendela yang terbuat dari 2 lapis besi siku. Sehingga bentuk penampang material kosen sama dengan besi holow. Loh, kok tidak pakai kosen besi holow sekalian?. Begini penjelasannya.</p>
<p>Karena pada umumnya tebal besi holow yang tersedia di pasaran terbatas. Yaitu maksimal 4 mm. Sementara pada kondisi tertentu Anda harus pakai material yang lebih tebal dari itu. Misalnya tebal 5 mm, atau lebih. Maka, satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut adalah membuat kosen besi baja rekayasa. Yakni pakai besi siku double.</p>
<p>Hasilnya tidak perlu Anda ragukan. Dari segi kekuatan jauh lebih unggul. Sementara dari tampilan visual juga tak kalah menarik dari besi holow. Dari pada Anda memaksakan kehendak menggunakan material besi holow asli. Tapi, harus <a href="https://www.detik.com/bali/berita/d-6502585/mengenal-indent-adalah-keuntungan-kerugian-dan-contohnya#:~:text=Menurut%20KBBI%2C%20indent%20adalah%20proses,pembeli%2C%20barulah%20pembayaran%20akan%20dilunasi.">inden</a> ke pabrik?. Ayo, pilih solusi yang kami sebutkan tadi kan?.</p>
<h3>4. Kosen CNP</h3>
<p>Sistem pemasangan kosen ini persis dengan kosen UNP. Posisinya mengahadap dinding, dan terjadi celah diantara besi CNP dan dinding. Sehingga harus Anda isi dengan aggregat. Supaya kosen CNP menyatu dengan bangunan.</p>
<p>Persoalanya disini adalah dari segi kekuatan material. Tidak sekokoh kusen UNP karena besi CNP sangat tipis. Oleh sebab itu, penggunaan kosen ini khusus untuk pintu/jendela yang berukuran kecil, dan ringan.</p>
<p>Jikalau Anda pakai untuk pemasangan daun pintu/jendela yang besar. Kemungkinan besar kosen besi baja ini akan sobek. Terutama pada posisi pemasangan engsel. Karena tidak mampu memikul beban daun pintu/jendela yang berat.</p>
<p>Namun demikian dari segi estetika. Kosen CNP tidak kalah dengan kosen besi sebelumnya. Lekukan (r) pada penampang besi CNP menjadi seni tersendiri pada kosen ini. Sehingga tampilan dari sisi luar, dan dalam terlihat sangat dinamis.</p>
<h3>5. Kosen besi plat</h3>
<p>Kosen termasuk satu-satunya kosen besi baja sistem frebariksi. Sebab proses pembuatannya cukup panjang/lamq, dan membutuhkan alat kerja khusus. Misalnya mesin bending plat. Oleh sebab itu termasuk jarang digunakan.</p>
<p>Namun demikian kelebihan kosen plat sangat banyak, yaitu:<br />
&#8211; Tampilan sangat bagus. Dan bisa costum (sesuai selera/permintaan) Anda<br />
&#8211; Ukuran kosen sangat fleksibel. Sehingga cocok untuk semua bangunan.<br />
&#8211; Bahan dasar plat baja lembaran sangat banyak. Mulai tebal 1,2 mm sampai 12 mm pun ada.<br />
&#8211; Proses pemasangan sama dengan kosen besi lainnya.</p>
<p>Sisi lain yang menjadi kelemahan kosen ini adalah cukup mahal. Sebab ongkos produksi lebih mahal dibanding kosen besi yang lain. Karena harus melalui proses bending. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Yaitu minimal 4x tekukan, dan sepanjang batang kosen.</p>
<p>Hal ini lah yang membuat biaya bending plat sangat tinggi. Sementara di kosen besi baja lain biaya tersebut tidak ada. Maka dari itu, untuk type/ukuran kosen yang sama. Jelas kosen plat besi lebih mahal.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4789" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png" alt=". Contoh kosen pintu dan jendela yang terbuat dari bahan alumunium" width="1524" height="819" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png 1524w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-300x161.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-1024x550.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-768x413.png 768w" sizes="(max-width: 1524px) 100vw, 1524px" /></a></p>
<h2>Tips memilih bahan kosen yang terbaik</h2>
<p>Diantara 5 jenis kosen besi baja. Mungkin Anda akan bertanya bahan apakah yang terbaik?. Jawabnya sesuai kebutuhan Anda. Kebutuhan disini maksudnya adalah menyangkut:<br />
1]. Fungsi kosen yang Anda harapkan,<br />
2]. Letak pemasangan pada bangunan,<br />
3]. Biaya yang tersedia.</p>
<p>Nah, untuk mengakomodir semua kebutuhan tersebut, lakukan pemilihan bahan kosen besi dengan cara berikut:</p>
<ul>
<li>Pastikan jenis kosen yang akan Anda buat. Apakah untuk pemasangan daun jendela, atau pintu.</li>
<li>Tetapkan ukuran dan latak pasang kosen. Supaya Anda tahu dimensi material yang bakal Anda pakai.</li>
<li>Ukuran kosen harus sebanding dengan ukuran material besi. Yaitu minimal 1/15 lebar jendela atau pintu. Misal lebar pintu 90 cm. Maka material besi yang ideal adalah:<br />
= 900 / 15<br />
= 60 mm</li>
</ul>
<p>Setelah Anda mengetahui lebar material kosen. Maka, pilihlah bahan yang pas dan tersedia di pasaran. Pilihannya ada 3 macam, yaitu:<br />
&#8211; Besi siku 60x60x6<br />
&#8211; UNP 120&#215;60<br />
&#8211; Stal kotak 60&#215;60</p>
<p>Selanjutnya dari 3 jenis bahan ini. Seleksi lagi untuk mendapatkan material yang terbaik. Caranya adalah dengan menyesuaikan sistem pemasangan pada dinding, serta jenis bahan yang digunakan untuk daun pintu/jendela.</p>
<p>2 hal ini sudah saya jelaskan sebelumnya. Sekarang Anda tinggal menyesuikan kebutuhan Anda. Seperti apa kosen besi baja yang terbaik bagi bangunan Anda. Kalau masih bingung, yuk konsultasi dengan <a href="https://arsitekta.com/">kami</a>.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/5-macam-kosen-besi-baja-dan-cara-memilih-bahan-yang-tepat/">5 Macam Kosen Besi Baja Dan Cara Memilih Bahan Yang Tepat</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/5-macam-kosen-besi-baja-dan-cara-memilih-bahan-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Memilih Kosen Yang Terbaik Untuk Pintu dan Jendela Rumah Anda</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2023 13:16:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kosen]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi kosen]]></category>
		<category><![CDATA[kosen besi baja]]></category>
		<category><![CDATA[kosen jendela]]></category>
		<category><![CDATA[kosen pintu]]></category>
		<category><![CDATA[kosen pintu dan jendela]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis kosen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4792</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konteks ini menjelaskan pada 2 situasi yang berbeda. Pertama, ketika Anda sedang membangun rumah baru. Berarti semua material yang akan Anda gunakan adalah baru. Kedua, ketika Anda melalukan renovasi. Sehingga, harus menggunakan material lama sebayak mungkin. Oleh sebab itu sangat berkaitan dengan cara memilih kosen. Latar belakang dan faktor kepentingan Jasa arsitek yang dipercaya untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/">Cara Memilih Kosen Yang Terbaik Untuk Pintu dan Jendela Rumah Anda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konteks ini menjelaskan pada 2 situasi yang berbeda. Pertama, ketika Anda sedang membangun rumah baru. Berarti semua material yang akan Anda gunakan adalah baru. Kedua, ketika Anda melalukan renovasi. Sehingga, harus menggunakan material lama sebayak mungkin. Oleh sebab itu sangat berkaitan dengan cara memilih kosen.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-dan-kayu.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-4793 size-full" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-dan-kayu.jpg" alt="Contoh kosen jendela yang terbuat dari bahan alumunium dan kayu dipilih dengan cara yang tepat" width="448" height="262" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-dan-kayu.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-dan-kayu-300x175.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Latar belakang dan faktor kepentingan</h2>
<p>Jasa arsitek yang dipercaya untuk merancang sebuah bangunan. Selalu mempertimbangkan soal biaya. Agat tidak terlalu mahal. Sekalipun prinsip desain tidak secara gamblang mengatakan harus demikian.</p>
<p>Tapi dengan anggaran yang hemat, ternyata bisa di alokasikan untuk membangun sebuah rumah (misalnya) yang cantik. Sehingga pemilik bangunan senang. Maka jasa arsitek tersebut akan menjadi terkenal.</p>
<p>Upaya apa yang harus dilakukan agar anggaran biaya hemat?. Salah satunya adalah menggunakan material dan bahan bangunan yang murah. Lebih spesifik lagi, misalnya material untuk membuat jendela dan pintu. Dan, semakin spesifik lagi adalah kosen.</p>
<p>Cara memilih kosen tidak terlepas dari ketersediaan, maupun alokasi biaya. Sang pemilik bangunan pun sejatinya tidak mau mengeluarkan dana terlalu banyak, manakala sedang membangun sebuah rumah tinggal.</p>
<p>Namun sisi lain, mengharapkan agar rumah tinggal tersebut menjadi yang terbaik diantara bangunan yang ada. Apakah mungkin?. Pasti tidak. Bagaimana pun salah satu barometer kualitas suatu barang adalah harga.</p>
<p>Persoalannya, bagaimana cara agar biaya yang sudah kita alokasikan tersebut seimbang dengan kualitas yang kita peroleh. Jawabnya seperti judul artikel ini. Teliti memilih bahan yang akan Anda beli!.</p>
<h2>Tips memilih material kosen yang tepat dengan bangunan</h2>
<p><a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/" target="_blank" rel="noopener">Ragam kosen</a> berdasarkan kegunaannya terbagi menjadi 3, yaitu: 1]. Kosen jendela, 2]. Kusen pintu, dan 3]. Kosen pintu sekaligus jendela. Cara memilih kosen untuk 3 macam ini berbeda satu sama lain. Selain karena fungsi, juga disebabkan oleh letak pemasangan.</p>
<p>Sebelumnya penting Anda ketahui, esensi kosen pada setiap bangunan sebenarnya tidak sama. Oleh sebab itu disini Saya ambil satu contoh bangunan. Caranya sebagai berikut:</p>
<h3>1. Untuk kosen jendela</h3>
<p>Faktor pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah tempat pemasangan kosen. Apakah didalam ruangan, atau di luar. Kalau berada di dalam bangunan, berarri kosen tidak bakal kena hujan, dan panas. Oleh sebab itu Anda boleh pakai material kayu, aluminium, atau <a href="https://arsitekta.com/cara-menentukan-jarak-kuda-kuda-baja-ringan-yang-benar/">baja ringan</a>.</p>
<p>Namun, jikalau terpasang pada dinding luar. Berarti harus pakai material yang tahan terhadap cuaca. Misalnya uPVC, stainless, dan besi.</p>
<p>Faktor kedua adalah ukuran daun jendela. Bila ukuran tidak standar. Misalnya (Lebar x Tinggi) 80&#215;150 cm, atau selebihnya. Maka kosen paling cocok adalah kayu, dan besi. Sebab daun jendela cukup berat. Terlebih lagi kalau sistem buka tutup.</p>
<p>Material kosen harus benar-benar kokoh. Karena daun jendela buka tutup mengakibatkan getaran. Getaran tersebut terjadi pada saat membuka, dan menutup jendela. Akibatnya kosen bisa lepas dari dinding. Oleh sebab itu antara sistem bukaan jendela, material kosen dan material dinding harus sinkron.</p>
<h3>2. Material kosen pintu</h3>
<p>Cara memilih kosen pintu sedikit berbeda dengan kosen jendela. Karena pintu erat hubungannya denga aksesibilitas, dan tampilan luar bangunan. Maka, selain 2 faktor tadi. Disini Anda perlu memperhatikan material dinding. Serta cat finishing nya.</p>
<p>Dinding rumah misalnya terbuat dari bata ringan. Berarti bahan kosen yang sepadan adalah alumunium, dan uPVC. Namun, kalau terbuat dari bata merah. Material kosen bisa menggunakan kayu, dan besi. Dengan demikian pemasangan kosen menjadi kokoh.</p>
<p>Kemudian kaitannya dengan finishing warna. Karena warna material uPVC dan alumunium terbatas. Maka perlu Anda pertimbangkan kembali. Apakah sudah serasi dengan tampilan bangunan. Kalau belum, sebaiknya jangan pakai. Melainkan mencari bahan yang lain. Alternatif paling pas adalah <a href="https://arsitekta.com/cara-membuat-kuda-kuda-besi-holow/">besi holow</a>, dan kayu ukuran kecil.</p>
<h3>3. Kosen pintu sekaligus kosen jendela</h3>
<p>Dalam istilah lokal sering disebut kosen gendong. Karena posisi kosen jendela menempel pada kosen pintu. Sehingga pada saat pemasangan tidak berada diatas lantai. Melainkan menggantung disamping kanan, atau kiri kosen pintu,</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4789" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png" alt=". Contoh kosen pintu dan jendela yang terbuat dari bahan alumunium" width="1524" height="819" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png 1524w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-300x161.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-1024x550.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-768x413.png 768w" sizes="(max-width: 1524px) 100vw, 1524px" /></a></p>
<p>Letak pemasangan kosen model gendong pada umumnya adalah didepan, dan samping bangunan. Tujuan sebenarnya pemasangan kosen ini adalah untuk mendapatkan fungsi ganda pada satu konstruksi. Antara lain sebagai akses keluar/masuk bangunan. Juga, sebagai ventilasi cahaya dan <a href="https://www.liputan6.com/hot/read/5049288/14-manfaat-udara-bagi-manusia-dalam-kehidupan-sehari-hari-kenali-unsur-unsurnya">udara</a>.</p>
<p>Cara memilih kosen gendong. Agar tidak merusak estetika, fasad, dan tampilan bangunan, adalah sebagai berikut:</p>
<h4>1. Pastikan dulu ukuran dan jumlah daun pintu</h4>
<p>Terdiri dari 1 daun, atau double (kupu tarung). Lalu cari ukuran material kosen yang sebanding. Misal untuk 1 daun pintu. Material kosen yang ideal adalah kayu 6&#215;10. Atau baja UNP 80.</p>
<p>Jikalau ternyata pintu kupu tarung berarti ukuran kayu minimal 6&#215;15, atau 8&#215;12. Dan, jikalau menggunakan material besi adalah UNP 120.</p>
<h4>2. Pastikan sistem bukaan jendela. Apakah swing, geser, atau jungkit.</h4>
<p>Ketentuan dimensi material kosen adalah mengacu pada poin 1. Contoh, Anda menggunakan kayu 6&#215;10. Berarti material ini juga yang Anda gunakan sebagai kosen jendela.</p>
<p>Dalam hal ini sistem bukaan daun jendela hanya untuk memastikan posisi engsel jendela. Apakah berada di samping, atau di atas kosen. Lalu, untuk menentukan cara pemasangan engsel tersebut. Cukup pakai baut skrup, atau las.</p>
<h4>3. Identifikasi material dinding</h4>
<p>Konstruksi dinding yang kokoh akan memberi perlindungan, sekaligus kenyamanan yang maksimal bagi pengguna bangunan. Kenyamanan tersebut juga tidak terlepas dari pemasangan kosen pintu, dan jendela pada dinding. Maka dari itu pula, kekuatan kosen harus seimbang dengan dinding.</p>
<p>Cara memilih kosen untuk jendela dan pintu kupu tarung. Misalkan dinding terbuat cor beton bertulang. Tentu material kosen yang sepadan dengan itu adalah baja profil. Bukan kayu, stainless, atau alumunium.</p>
<p>Hal itu pula mengisyaratkan bahwa pemasangan kosen tidak cukup mengandalkan begel, atau stek. Tapi harus pakai las. Agar menyatu dengan besi tulangan yang terdapat dalam beton.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Tangga-besi-berada-di-luar-bangunan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3954" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Tangga-besi-berada-di-luar-bangunan.jpg" alt="Salah satu model tangga luar pada bangunan bertingkat (Sumber: Fixabay.com)" width="500" height="334" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Tangga-besi-berada-di-luar-bangunan.jpg 500w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Tangga-besi-berada-di-luar-bangunan-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<h2>Kosen pintu dan jendela gedung bertingkat tinggi</h2>
<p>Esensi kosen pada gedung pencakar langit lebih dominan didalam bangunan. Kalau pun terdapat kosen yang berada diluar (dinding luar) bangunan, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Sementara kosen yang berada didalam bangunan, jumlahnya bisa mencapai ratusan unit. Maka dari itu kasusnya berbeda dengan rumah tinggal.</p>
<p>Cara memilih kosen untuk gedung pencakar langit (jumlah lantai 10, atau lebih). Adalah 100% mengacu pada bentuk bangunan. Misalnya bila bangunan full kaca. Berarti material kosen yang cocok ada 2 pilihan, yaitu alumunium atau uPVC.</p>
<p>Cara menentukan pilihan adalah menggunakan material yang sama dengan rangka (frame) kaca. Sehingga Anda tidak perlu belanja bahan yang bermacam-macam. Karena hal itu, selain merepotkan Anda. Pula, akan membuat bentuk bangunan jadi jelek.</p>
<h2>[Penutup] Persiapan memilih material kosen bangunan baru &amp; lama</h2>
<p>Berdasarkan penjelasan diatas. Persiapan yang Anda lakukan sebelum menentukan pilihan. Sekaligus hal-hal lain yang harus Anda pertimbangkan. Khusus untuk bangunan baru adalah:</p>
<p>1. Gambar desain bangunan. Meliputi tampak, denah ruang dan detail ukuran pintu/jendela.<br />
2. Spesifikasi dinding eksterior, dan interior. Harus akurat.<br />
3. Kondisi cuaca/iklim, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan_hidup">lingkungan</a> sekitar bangunan.<br />
4. Ketersediaan material kosen<br />
5. Persetujuan dari pemilik bangunan.</p>
<p>Lain halnya dengan bangunan lama. Misalnya ketika Anda melakukan renovasi bangunan secara total. Atau sebagian. Pertimbangan utama dalam hal penentuan bahan, maupun bentuk kosen adalah daun pintu/jendela lama. Apakah masih Anda pakai?. Atau, turut Anda ganti.</p>
<p>Oleh sebab itu, agar tidak salah pilih. Silahkan data lebih dulu jumlah pintu, dan jendela yang akan Anda ganti dengan material baru. Juga, berapa yang akan Anda pakai kembali. Setelah itu, Anda boleh menentukan pilhan pakai material apa.</p>
<p>Demikian cara memilih kosen yang benar untuk berbagai jenis <a href="https://arsitekta.com/tahap-tahap-pelaksanaan-konstruksi-bangunan-yang-benar/">konstruksi bangunan.</a> Ikuti terus artikel yang kami sajikan untuk memperoleh informasi-informasi berhaga lainnya. Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/">Cara Memilih Kosen Yang Terbaik Untuk Pintu dan Jendela Rumah Anda</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-memilih-bahan-kosen-yang-terbaik-untuk-pintu-dan-jendela-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Kosen dan Kegunaan Pada Konstruksi Bangunan Jelasnya Begini</title>
		<link>https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 13:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kosen]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi kosen]]></category>
		<category><![CDATA[kosen jendela]]></category>
		<category><![CDATA[kosen pintu]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis kosen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejalan dengan perkembangan teknologi, jenis-jenis kosen saat ini makin banyak. Bukan saja berasal dari material alam, dan logam. Tapi sudah banyak yang terbuat material modern. Yaitu gabungan dari beberapa bahan bangunan terbarukan, yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Hal ini pada satu sisi membuat pilihan semakin banyak. Sehingga mudah untuk melakukan kreasi dibidang konstruksi bangunan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/">Jenis-jenis Kosen dan Kegunaan Pada Konstruksi Bangunan Jelasnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejalan dengan perkembangan teknologi, jenis-jenis kosen saat ini makin banyak. Bukan saja berasal dari material alam, dan logam. Tapi sudah banyak yang terbuat material modern. Yaitu gabungan dari beberapa bahan bangunan terbarukan, yang lebih hemat dan ramah lingkungan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3778" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium.jpg" alt="Proses pemasangan , pintu dan jendela alumunium pada pertokoan" width="600" height="384" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/03/Pemasangan-pintu-dan-jendela-alumunium-300x192.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p>Hal ini pada satu sisi membuat pilihan semakin banyak. Sehingga mudah untuk melakukan kreasi dibidang konstruksi bangunan. Khususnya pada estetika. Namun sisi lain, jikalau Anda asal pilih. Pasti tampilan bangunan tidak bagus. Bahkan kosen tidak berfungsi secara baik.</p>
<h2>Definisi kosen dan jenis-jenis menurut kegunaannya</h2>
<p>Kosen adalah sebuah sub bagian dari konstruksi yang terdapat pada <a href="https://arsitekta.com/3-jenis-dinding-bata-yang-terkenal-hingga-kini-ternyata-materialnya-ini/" target="_blank" rel="noopener">dinding bangunan</a>, dan berfungsi sebagai penyangga sekaligus tempat untuk memasang daun pintu dan/atau daun jendela. Sehingga pintu dan jendela dapat berfungsi dengan sempurna. Berdasarkan kegunaannya. Jenis-jenis kosen ada 3 macam, antara lain:</p>
<h3>1. Kosen jendela</h3>
<p>Yaitu kosen yang pemasangannya dilakukan khusus untuk sebuah daun jendela atau lebih. Ciri-cirinya adalah:<br />
&#8211; Bentuk kotak persegi<br />
&#8211; Minimal terbuat dari 4 batang material<br />
&#8211; Pemasangan umumnya pada ketinggian 40-60 cm diatas lantai,<br />
&#8211; Berada pada dinding bangunan bagian luar.</p>
<p>Namun demikian untuk tujuan tertentu, tak jarang kosen jendela berada jauh diatas lantai. Misalnya untuk pemasangan bovenlis. Yaitu sekitar 1,5 &#8211; 2,0 meter. Atau sebaliknya. Adapula kosen jendela yang terpasang peris diatas lantai. Sehingga bentuknya menyerupai kosen pintu.</p>
<h3>2. Kosen pintu</h3>
<p>Selain berada tepat diatas lantai, ciri khas kosen pintu adalah:<br />
&#8211; Terbuat dari 3 buah material yang berbentu gawang<br />
&#8211; Tinggi standar antara 2,0 &#8211; 2,5 meter<br />
&#8211; Lebar kosen adalah 0,75 &#8211; 1,2 meter<br />
&#8211; Pemasangan dilakukan pada dinding bagian luar, maupun bagian luar bangunan.</p>
<h3>3. Kosen pintu dan jendela</h3>
<p>Adalah kosen yang peruntukannya adalah gabungan antara kosen pintu, dan jendela. Mengapa demikian?. Karena berfungsi sebagai wadah untuk memasang pintu, sekaligus jendela. Contoh kosen seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4789" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png" alt=". Contoh kosen pintu dan jendela yang terbuat dari bahan alumunium" width="1524" height="819" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong.png 1524w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-300x161.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-1024x550.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Kosen-alumunium-gendong-768x413.png 768w" sizes="(max-width: 1524px) 100vw, 1524px" /></a></p>
<h2>Jenis-jenis kosen berdasarkan bahan yang digunakan</h2>
<p>Diantara sekian banyak jenis material, dan bahan bangunan. Ada 5 jenis yang paling sering digunakan sebagai kosen pintu, maupun jendela yaitu:</p>
<h3>1. Material kayu</h3>
<p>Hampir semua jenis kayu dapat berguna sebagai kosen. Namun paling di referensikan adalah mutu kayu kelas II, dan kelas I. Seperti kayu Jati, Bengkirai, Meranti dan sebagainya. Supaya mempu memikul daun pintu, atau jendela.</p>
<p>Adapun bentuk kayu yang sering digunakan adalah berupa balok, dengan ukuran: 6&#215;10 cm; 6&#215;12 cm; 6&#215;15 dan 8&#215;15 cm. Dari 4 macam ukuran ini. Paling ideal untuk kosen <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-talang-air-dan-kegunaannya-pada-bangunan/">rumah tinggal</a> adalah ukuran 6&#215;12 cm.</p>
<p>Masih terkait dengan ukuran kosen. Walau saat ini sudah tersedia balok kayu yang siap pakai. Namun, Anda bisa juga menggunakan kayu gelondongan sebagai material kosen. Sebagaimana sering ditemukan pada bangunan-bangunan kuno. Justru kelihatan antik.</p>
<p>Pada intinya, berdasarkan penjelasan tadi. Ternyata jenis-jenis kosen kayu pun ragamnya banyak. Ragam berdasarkan jenis kayu, berdasarkan bentuk, serta berdasarkan ukuran. Oleh sebab itu tetap menjadi yang paling favorit.</p>
<h3>2. Besi baja</h3>
<p>Penggunaan besi sebagai material kosen mulai sejak abad 13. Saat itu produksi material besi masih dilakukan dengan cara manual. Lalu, mengasilkan material yang diberi nama besi cor. Dan, material yang seperti ini lah yang digunakan sebagai kosen.</p>
<p>Kemudian seiring dengan berkembangnya teknologi industri. Pabrik baja kemudian mengahasilkan material yang lebih bagus, kokoh, dan berbagai macam bentuk. Saat ini terkenal dengan sebutan material baja profil.</p>
<p>Jenis material profil baja yang cocok untuk membuat kosen antara lain:<br />
&#8211; Besi UNP 80; UNP 100, dan UNP 120.<br />
&#8211; Besi CNP 100; CNP 125, dan CNP 150<br />
&#8211; Stal kotak 40&#215;60; 60&#215;60; 60&#215;100 dan 80&#215;100<br />
&#8211; Besi siku double; 2L 40x40x4 hingga 2L 70x70x7.</p>
<p>Selain 4 jenis bahan tersebut, pula Anda bisa menggunakan plat baja lembaran untuk kosen. Caranya adalah membentuk plat baja menggunakan alat bending. Sehingga menjadi mirip dengan baja profil UNP.</p>
<p>Jadi dalam hal ini, perlakuannya adalah dengan cara rekayasa. Bukan menggunakan material besi secara langsung sebagai kosen. Sebagaimana terjadi pada kosen yang terbuat dari balok kayu.</p>
<h3>3. Alumunium</h3>
<p>Kosen alumunium adalah material yang pertama dibuat dengan menggunakan alat canggih di pabrik. Bentuk kosen secara umum mirip dengan kanal U. Tapi, memiliki lebih banyak lekukan pada permukaan bahan. Dengan tujuan agar tidak mudah peyok. Serta, untuk keperluan pemasangan daun pintu/jendela.</p>
<p>Jenis-jenis kosen alumunium dapat dibedakan berdasarkan warna, motif, maupun ukuran bahan. Selain warna silver, material ini juga tersedia dengan <a href="https://machung.ac.id/artikel-prodi-dkv/makna-10-warna-berdasarkan-pskologi-dalam-desain/#:~:text=Warna%20cokelat%20mampu%20melambangkan%20kesan,diandalkan%2C%20serta%20pondasi%20kekuatan%20hidup.">warna coklat</a>, dan putih. Sementara itu, khusus warna coklat. Juga terbagi menjadi 2 macam. Yaitu warna coklat polos, dan motif serat kayu.</p>
<p>Sedangkan berdasarkan ukuran, kosen alumunium ada 2 jenis. Yakni lebar 3&#8243; dan 4&#8243;. Ukuran 3&#8243; umumnya digunakan untuk kosen jendela. Dan, ukuran 4&#8243; adalah untuk kosen pintu. Aplikasi kosen alumunium seperti terlihat pada gambar dibawah paragraf pertama.</p>
<p>Namun demikian, terkait ukuran kosen sifatnya tidak baku. Anda juga boleh menggunakan kosen alumunium 3&#8243; untuk pintu. Tapi dengan syarat. Ukuran daun pintu tidak besar, dan tidak terlalu berat.</p>
<p>Demikian pula sebaliknya. Adakalanya Anda harus pakai kosen alumunium ukuran 4&#8243; untuk memasang jendela. Disebabkan oleh ukuran daun jendela yang sangat besar, dan berat. Jadi, dalam hal penggunaan dimensi kosen adalah tergantung ukuran, dan berat daun pintu/jendela.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4790" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium.png" alt="ragam jenis profil kosen alumunium" width="1561" height="943" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium.png 1561w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium-300x181.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium-1024x619.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium-768x464.png 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Profil-kosen-pintu-dan-jendela-alumunium-1536x928.png 1536w" sizes="(max-width: 1561px) 100vw, 1561px" /></a></p>
<h3>4. Stainless steel</h3>
<p>Material stainless yang digunakan untuk kosen sebenarnya tidak ada yang siap pakai. Layaknya kosen alumunium. Tapi, harus dengan cara prefabrikasi. Yaitu dengan menggunakan bahan dasar plat stainless steel.</p>
<p>Oleh sebab itu kosen stainless jarang ditemukan. Terlebih pada rumah tinggal, dan bangunan-bangunan publik lainnya. Jenis-jenis kosen stainless banyak dipakai di rumah sakit, laboratorium, toko makanan/minuman, serta bangunan yang membutuhkan ekstra higenis.</p>
<p>Hal ini pula menjadi alasan kedua. Mengapa kosen stainless sangat unik. Selain karena jarang ditemukan. Pula, sangat bersih, dan tergolong paling mahal. Diantara segala jenis-jenis kosen.</p>
<h3>5. uPVC (unPlasticizied Polyvinyl Chloride)</h3>
<p>Bahan kosen terbaru, dan telah banyak digunakan saat ini pada bangunan rumah tinggal adalah uPVC. Bentuk materialnya sama dengan dengan kosen alumunium. Tapi, dari segi biaya jauh lebih murah.</p>
<p>Kosen uPVC lebih murah karena terbuat dari bahan plastik super keras. Sehingga tidak mudah bengkok, dan tidak mudah koyak. Maka dari itu cocok digunakan sebagai penyangga daun pintu, dan jendela. Selain itu masih banyak keunggulan lain kosen.</p>
<h3>6. Beton</h3>
<p>Cor beton sering digunakan kala membuat pintu utama sebuah bangunan besar. Misalnya hotel, swalayan, serta gedung-gedung publik lainnya. Apakah Anda pernah lihat?. Oh iya, tentu. Dari luar tidak kelihatan jelas bahan bahan yang digunakan adalah beton. Sebab dari luar. telah tertutup finishing ACP (Alumunium Composite Panel).</p>
<p>Kosen beton bertulang terkenal paling kokoh, ukurannya tidak terbatas, sehingga mampu menahan daun pintu seberat apapun. Namun dibalik itu, kegunaannya sangat terbatas. Yaitu khusus untuk pemasangan daun pintu saja. Sementara untuk daun jendela tidak cocok. Sebab kosen beton harus terpasang pada pondasi yang kokoh. Bukan pada dinding bangunan, sebagaimana jenis-jenis kosen yang lain.</p>
<h2>Material kosen hasil modifikasi namun hemat ini</h2>
<p>Selain 6 jenis kosen yang telah saya jelaskan diatas. Seiring berjalannya waktu. Dan makin tingginya kreativitas anak bangsa. Baja ringan pun akhirnya digunakan sebagai kosen.</p>
<p>Padahal awalnya material ini dibuat bukan untuk bahan kosen. Melainkan sebagai rangka dinding, partisi, <a href="https://arsitekta.com/cara-memasang-angkur-kanopi-baja/">kanopi</a>, dan atap. Tapi, pemakaian baja ringan sebagai kosen sering dilakukan secara langsung, atau dengan cara modifikasi.</p>
<p>Misalnya mengisi celah baja ringan dengan beton cor. Dengan tujuan agar lebih kokoh. Oleh sebab itu makin banyak yang tertarik, dan menggunakannya untuk bahan bangunan. Ternyata memang murah, kuat, tahan karat dan rayap, serta tanpa proses cat akhir.</p>
<p>Demikian ulasan mengenai jenis-jenis kosen. Ikuti terus artikel berikutnya yang kami sajikan. Pula berkaitan tentang kosen pintu dan jendela.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/">Jenis-jenis Kosen dan Kegunaan Pada Konstruksi Bangunan Jelasnya Begini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/ragam-jenis-kosen-dan-kegunaannya-pada-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
