<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ragam jenis dak baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/ragam-jenis-dak-baja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/ragam-jenis-dak-baja/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Aug 2022 17:48:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>ragam jenis dak baja Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/ragam-jenis-dak-baja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>12 Jenis Dak Baja Menurut Fungsi, Letak dan Karakteristiknya</title>
		<link>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dak-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dak-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2022 17:57:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[dak besi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis dak]]></category>
		<category><![CDATA[ragam jenis dak baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Begitu banyaknya jenis dak baja membuat orang sering ragu untuk menggunakan material ini sebagai bahan bangunan. Sebab, kalau tidak cermat memang bisa membuat kantong bolong. Sudah bolong, ternyata tidak berfungsi maksimal. Akhinya sama seperti kata pepatah lama. Sudah jatuh tertimpa tangga. Tentu tidak ada yang ingin mengalami hal demikian bukan?. Maka dari itu, silahkan baca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-dak-baja/">12 Jenis Dak Baja Menurut Fungsi, Letak dan Karakteristiknya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-4119 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-atap-dan-dak-baja-300x203.jpg" alt="Contoh konstruksi dan dak yang terbuat dari material baja profil" width="300" height="203" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-atap-dan-dak-baja-300x203.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Konstruksi-atap-dan-dak-baja.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Begitu banyaknya jenis dak baja membuat orang sering ragu untuk menggunakan material ini sebagai bahan bangunan. Sebab, kalau tidak cermat memang bisa membuat kantong bolong. Sudah bolong, ternyata tidak berfungsi maksimal. Akhinya sama seperti kata pepatah lama. Sudah jatuh tertimpa tangga. Tentu tidak ada yang ingin mengalami hal demikian bukan?. Maka dari itu, silahkan baca artikel ini sampai puas. Bercanda. Maksud kami hingga selesai.</p>
<h2>Pengertian dak WF dan jenis-jenisnya</h2>
<p>Dak WF adalah konstruksi lantai bertingkat yang menyerupai loteng, atau mezzanine. Dengan posisi berdiri sendiri pada suatu lokasi pembangunan, atau menjadi satu kesatuan dengan bangunan gedung. Yang mana material struktur dak terbuat dari berbagai jenis <a href="https://arsitekta.com/balok-baja-wf-ragam-jenis-dan-kegunaannya-pada-bangunan/">baja WF</a>. Seperti pilar, balok, serta elemen-elemen lain yang terdapat pada konstruksi dak.</p>
<p>Pada dasarnya semua material baja dapat digunakan sebagai dak. Namun demikian, yang paling favorit adalah baja WF, CNP, UNP dan H-beam. Sementara untuk lantai dak, paling terkenal adalah plat bordes.</p>
<p>Jenis dak baja menurut kegunaan, letak pemasangan dan karakteristiknya, terdiri dari 12 macam yaitu:</p>
<h3>1. Dak baru</h3>
<p>Kriteria dak baru adalah bilamana pemakaian dak belum genap 1 tahun. Serta belum pernah dilakukan perbaikan (renovasi). Untuk menambah, atau mengurangi elemen dak. Baik yang bersifat sementara, maupun permanen. Sehingga tampilan konstruksi benar-benar masih fresh. Persis seperti wujud aslinya.</p>
<h3>2. Dak tambahan</h3>
<p>Atau sering disebut ekspansi. Menurut karakteristik dan proses konstruksi. Dak tambahan ada 2 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tambahan yang dilakukan pada dak baja yang telah ada sebelumnya, atau</li>
<li>Dak baja tambahan dilakukan pada dak beton eksisting (lama).</li>
</ol>
<p>Selain cara pemasangan, merancang desain 2 jenis dak baja tambahan ini, caranya berbeda. Terutama pada sistem sambungan. Join antara balok baja, walaupun beda usia (lama dan baru), tetap bisa menggunakan baut mur dan las. Namun, sambungan antara balok baja dengan cor beton harus menggunakan baut khusus. Yakni chemical bolt, atau dinabolt. Selain 2 jenis alat sambung ini tidak ada. Maka dari itu, cara penanganannya beda.</p>
<h3>3. Konstruksi dak lama</h3>
<p>Adalah baja dak yang sudah berumur lebih dari 5 tahun. Serta telah mendapat beberapa kali <a href="https://arsitekta.com/renovasi-dan-bangun-baru-jelas-beda-jangan-bandingkan-apel-to-apel/">renovasi</a>. Baik secara ringan, misalnya penggantian cat. Maupun renovasi berat. Hal ini umumnya ditandai dengan adanya penambahan komponen pada struktur dak. Antara lain ditandai dengan perubahan ukuran, tambahan tiang kolom, atau/dan balok dak. Sehingga secara keseluruhan tampilan dak telah berubah dari aslinya.</p>
<p>Pun dengan kondisi yang kedua, penjelasannya seperti ini. Dak lama tetap pada kondisi seperi semula. Sama sekali tidak ada perbaikan, atau penambahan. Sehingga karena termakan usia, akhirnya terlihat buruk. Dan mulai korosi. Akhirnya disebut lama.</p>
<h3>4. Berada di luar bangunan</h3>
<p>Jenis dak baja yang terpisah dengan bangunan banyak ditemui pada rumah tinggal. Letak dak umumnya berada dibelakang, atau disamping rumah. Dan digunakan sebagai tempat cuci, serta jemur <a href="https://bobo.grid.id/read/083068510/tidak-boleh-sembarangan-dicuci-ini-10-jenis-kain-dan-cara-perawatannya-agar-awet?page=all">pakaian</a>. Tapi, ada pula yang di desain untuk tempat santai keluarga. Mirip dengan living room.</p>
<p>Dengan demikian, boleh disimpulkan kegunaan dak ini adalah sebagai ruang private. Sebab untuk mengakses area tersebut, Anda harus melewati bangunan utama. Sehingga hanya anggota keluarga yang leluasa beraktivitas ditempat tersebut.</p>
<h3>5. Dak yang berada di dalam ruangan</h3>
<p>Ciri khas dak baja adalah bersih, minimalis, tampilan sangat bagus. Dan, yang pasti tidak membutuhkan penutup atap. Sebab berada di dalam gedung. Beda dengan dak yang berada di luar bangunan. Jenis dak baja tersebut wajib menggunakan atap. Berupa selasar atau <a href="https://arsitekta.com/membuat-kanopi-balkon-jadi-tempat-yang-menyenangkan-begini/">kanopi</a>. Sehingga baja tidak korosi, serta demi kenyamanan pengguna.</p>
<p>Contoh dak seperti gambar di berikut. Fungsi dak antara lain: untuk menyimpan barang, tempat belajar anak, ruang tidur (istirahat), ruang fitnes, ruang kerja dan sebagainya.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3957 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Conth-anak-tangga-besi-minimalis-300x236.jpg" alt="Anak tangga besi minimalis" width="300" height="236" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Conth-anak-tangga-besi-minimalis-300x236.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/05/Conth-anak-tangga-besi-minimalis.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h3>6. Dak besi WF 1 lantai</h3>
<p>Adalah konstruksi besi yang dibangun untuk membuat 1 lantai dak. Diatas lantai dasar yang sudah ada. Kebalikan dari jenis dak baja 1 lantai adalah multi lantai.</p>
<h3>7. Baja dak multi lantai</h3>
<p>Artinya lantai dak yang terdiri dari 2 trap, atau lebih. Dak baja seperti ini sering dijumpai pada kawasan industri. Dan digunakan untuk bagunan pabrik. Ciri khas yang lain adalah:</p>
<ol>
<li>Terbuat dari baja WF berukuran besar, serta ketinggian dak lebih dari 6 meter.</li>
<li>Menjadi satu kesatuan dengan bangunan utama</li>
<li>Menggunakan rangka atap yang terbuat dari material baja juga.</li>
<li>Bentangan dak antara 6 &#8211; 8 meter.</li>
</ol>
<h3>8. Dak baja ekspos</h3>
<p>Yaitu konstruksi dak yang menampilkan wujud asli semua material baja, menjadi bagian dari estetika bangunan. Metode ini umumnya diterapkan pada dak yang berada dalam ruangan. Dengan demikian, walau hanya mengandalkan cat sebagai lapisan akhir. Rangka dak tidak mudah korosi.</p>
<p>Dengan tampilan konstruksi yang orisinil. Jenis dak baja ekspos menjadi sangat unik. Serta menampilkan kesat yang kokoh. Sehingga orang yang beraktivitas diatas dak akan merasa nyaman. Sekalipun dak tersebut sebenarnya tambahan.</p>
<h3>9. Rangka baja komposit</h3>
<p>Yaitu rangka dak yang dibungkus dengan material tertentu. Seperti cor beton, ACP, multiplek, GRC dan sebagainya. Metode ini secara sengaja dilakukan dengan tujuan:</p>
<ol>
<li>Agar baja WF tidak kelihatan dari luar. Sehingga tampilan dak menjadi bagus dan minimalis.</li>
<li>Untuk menambah kekuatan dak. Hal ini umumnya dilakukan dengan mengecor seluruh struktur dak. Atau sering disebut komposit beton.</li>
<li>Supaya baja WF terhindar dari benturan benda-benda keras. Atau <a href="https://arsitekta.com/50-jenis-alat-berat-proyek-jalan-dan-jembatan-serta-kegunaannya-bagian-1/">alat berat</a>, seperti forklip, truk dan lain-lain.</li>
<li>Supaya baja terhindar dari cuaca lembab. Yang mengakibatkan unsur logam cepat berkarat.</li>
</ol>
<h3>10 Baja dak di lantai dasar</h3>
<p>Yaitu segala jenis dak baja yang terpasang diatas permukaan tanah. Dan langsung bertumpu pada pondasi cakar ayam. Adalah model dak yang paling banyak ditemui saat ini. Sebab konstruksinya sangat cocok diterapkan untuk area di dalam maupun di luar gedung.</p>
<h3>11. Baja dak di atas bangunan</h3>
<p>Selain di lantai dasar, pemasangan dak baja juga banyak dijumpai diatas bangunan gedung. Tepatnya berada pada balok/lantai beton bertulang. Sementara itu, metode pemasangan dak umumnya terpisah dengan konstruksi gedung. Sebab membutuhkan waktu yang lama agar cor beton tersebut mempu menahan beban dari dak baja. Yakni antara 12-21 hari. Oleh sebab itu, konstruksi dak dibuat seringan mungkin. Itu artinya fungsi dak hanya untuk menyimpan barang, atau aktivitas yang ringan.</p>
<h3>12. Balok dak bekas</h3>
<p>Jenis dak baja yang dimaksud adalah masih dalam posisi terpasang. Namun tidak lagi difungsikan sebagai mana mestinya. Sehingga layaknya seperti <a href="https://www.kemenperin.go.id/artikel/14909/Kemenperin-Tetapkan-Kriteria-Teknis-Impor-Barang-Modal-Bekas">barang bekas.</a> Lalu, kemungkinan kedua adalah sudah runtuh, tapi masih belum dibongkar. Konstruksi dak seperti ini banyak kita temui, terutama pada kawasan kumuh. Dan mengakibatkan tempat tersebut makin tidak asri.</p>
<h2>[Kesimpulan] Ragam jenis dak besi</h2>
<p>Demikian penjelasan mengenai ragam jenis dak baja. Secara singkat, kesimpulan tentang jenis-jenis <a href="https://arsitekta.com/contoh-dak-besi-wf-bentang-4-6-dan-8-meter-paling-hemat-dan-efektif/">dak besi WF,</a> H-beam, atau baja profil lain yang digunakan untuk konstruksi tersebut, antara lain: Baru, Ekspansi, Lama, Bekas, Berada di luar dan di dalam bangunan, Dibawah dan diatas bangunan, 1 lantai, 2 lantai lebih, Ekspos, serta Komposit.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/jenis-jenis-dak-baja/">12 Jenis Dak Baja Menurut Fungsi, Letak dan Karakteristiknya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/jenis-jenis-dak-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
