<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>estimator Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/estimator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/estimator/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2020 17:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>estimator Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/estimator/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disini Jelas Perbedaan Antara RAB dan RAP Proyek Baja</title>
		<link>https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2020 17:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Istilah-istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen proyek]]></category>
		<category><![CDATA[estimator]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[rab baja]]></category>
		<category><![CDATA[rab proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rap baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melakukan analisa adalah cara untuk mengetahui apa perbedaan antara RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan), namun dengan terlebih dahulu menentukan apa jenis proyek yang kita analisa. Akan lebih mudah menemukan perbedaan antara RAB dan RAP, serta kita dapat melakukan analisa secara detail jika jenis proyek yang bahas spesifik. Maka perlu pembatasan analisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/">Disini Jelas Perbedaan Antara RAB dan RAP Proyek Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Melakukan analisa adalah cara untuk mengetahui apa perbedaan antara RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan), namun dengan terlebih dahulu menentukan apa jenis proyek yang kita analisa. Akan lebih mudah menemukan perbedaan antara RAB dan RAP, serta kita dapat melakukan analisa secara detail jika jenis proyek yang bahas spesifik. Maka perlu pembatasan analisa kita tentukan secara spesifik yaitu jenis proyek konstruksi baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebenarnya RAB dan RAP proyek baja merupakan ruang internal <em>(private)</em> kontraktor, yang tidak semua orang bisa tahu. Rahasia keberhasilan maupun kegagalan kontraktor menyelesaikan sebuah proyek konstruksi baja, dapat kita ketahui dari kemampuan kontraktor menyusun RAB dan RAP, apakah telah kontraktor lakukan dengan benar atau belum.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Seperti telah jelas dalam <a href="https://arsitekta.com/100-istilah-penting-dalam-proyek-konstruksi/">100 Daftar Istilah Dalam Proyek Konstruksi</a>, RAB dan RAP memiliki kesamaan. Yaitu sama-sama berkaitan dengan anggaran biaya, namun jika kita tinjau dari beberapa segi, RAB dan RAP proyek baja juga memiliki beberapa perbedaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan RAB dan RAP dari segi defenisi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut ini perbedaan antara RAB dan RAP proyek baja, yang jika kita tinjau dari segi defenisi dapat terlihat dengan kasat mata yaitu:</p>



<h3 class="has-vivid-purple-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Pengetian RAB proyek baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara umum defenisi RAB proyek telah jelas dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/jelas-perdedaan-boq-rab-proyek-seperti-ini/">Jelas Perbedaan BoQ dan RAB Proyek Seperti Ini</a>, silahkan baca link terebut.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tetapi secara khsusus, yang kita maksud RAB proyek baja adalah  daftar harga atau perhitungan rincian biaya yang kita anggarkan untuk melaksanakan sub pekerjaan konstruksi baja. Yaitu meliputi biaya pengadaan bahan baja, biaya alat dan biaya/upah tukang baja.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Defenisi RAP proyek baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">RAP proyek baja adalah rincian perkiraan biaya pelaksanaan sub pekerjaan konstruksi baja, yang kita hitung secara detail sesuai kebutuhan nyata lapangan <em>(real on site)</em>. Biaya tersebut untuk menyelesaikan suatu perjanjian/kontrak kerja. Yakni meliputi biaya terduga maupun tak terduga yang harus kita alokasikan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja berlangsung.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Yang kita maksud biaya terduga antara lain biaya <em>real</em> belanja bahan baja, biaya tenaga kerja dan biaya alat.  Sedangkan biaya tak terduga terdiri dari:</p>



<ol type="1"><li>Biaya transportasi dan penginapan,</li><li>Mobilisasi tenaga kerja dan alat-alat,</li><li>Penyediaan material bantu/perlengkapan,</li><li>Biaya penyusutan alat,</li></ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara biaya tak terduga meliputi biaya masa pemeliharaan <em>(retensi)</em>, biaya <em>over head,</em> mediator atau <em>fee </em>marketing, bunga bank dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan RAB dan RAP dari segi fungsi</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Setiap <a href="https://arsitekta.com/harus-tahu-gambar-dokumen-konstruksi/">Jenis Gambar &amp; Dokumen Proyek Baja</a> yang kita buat tentu memiliki fungsi/tujuan, silahkan baca artikel tersebut. Untuk mengetahui macam-macam fungsi setiap gambar dan dokumen proyek baja. Demikian juga hal RAB dan RAP proyek memiliki fungsi yang berbeda, yaitu seperti ini:</p>



<h3 class="has-vivid-purple-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Fungsi RAB proyek baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">RAB proyek baja kita buat untuk keperluan pengajuan penawaran harga pekerjaan konstruksi baja. Yang selanjutnya berguna untuk acuan menyusun RAP, manakala kontraktor yang mengajukan penawaran harga tersebut ternyata menang tender.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Manfaat RAP proyek baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Telah kita bahas sepintas sebelumnya, fungsi RAP proyek baja adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan kontraktor dalam melaksanakan sebuah proyek konstruksi baja. Lebih tepatnya, supaya kontraktor tahu berapa <em>margin</em> yang akan peroleh nanti setelah pekerjaan konstruksi baja selesai terlaksana.</p>



<p class="has-normal-font-size">Selain yang kita sebutkan sebelumnya, adapun manfaat lain dari RAP proyek baja adalah untuk:</p>



<ol type="1"><li>Mengetahui semua item pekerjaan yang harus kita laksanakan,</li><li>Mengetahui seluruh jenis bahan yang harus kita belanjakan,</li><li>Mendata secara rinci jenis alat yang harus kita sediakan,</li><li>Memiliki acuan dalam menyediakan<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia"> sumber daya manusia (SDM) </a>dan tenaga kerja,</li><li>Memiliki batas <a href="https://kbbi.web.id/alokasi">alokasi</a> dana <em>(Budget) </em>untuk membiayai masing-masing item pekerjaan,</li><li>Dapat melakukan evaluasi dan monitoring alokasi dana.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="560" height="360" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_3-1.jpg" alt="illustrasi gambar perbedaan antara RAB dan RAP" class="wp-image-1633" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_3-1.jpg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_3-1-300x193.jpg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /><figcaption>Gambar illustrasi perbedaan RAB dan RAP proyek baja</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan RAB dan RAP dari segi teknis penyusunan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berkaitan tentang anggaran biaya, tentu melibatkan banyak pihak agar dapat anda buat dengan benar dan lengkap. Anda tidak dapat membuat sebuah RAB proyek baja sendirian, melainkan harus bekerjasama dengan bagian pembelian bahan, bagian peralatan, bagian fabrikasi dan sebagainya.</p>



<p class="has-normal-font-size">Adapun perbedaan antara RAB dan RAP proyek baja, kita tinjau dari segi teknis penyusunan. Adalah seperti berikut:</p>



<h3 class="has-vivid-purple-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Teknis penyusunan RAB proyek baja</strong></h3>



<p class="has-normal-font-size">Menyusunan RAB proyek baja dapat kita lakukan dengan teknis berikut,</p>



<ol type="1"><li>Volume pekerjaan kita hitung berdasarkan gambar bestek atau <em>forcont,</em></li><li>Dilakukan oleh devisi/team internal <em>(staff/engineering)</em> kontraktor yang khusus bertugas menyusun RAB.</li><li>Bagi kontraktor berkualifikasi kecil, penyusunan RAB masih banyak dilakukan team yang sebenarnya bertugas di lapangan/proyek. Ada juga yang dilakukan oleh team eksternal <em>(freeland).</em></li></ol>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Cara penyusunan RAP proyek baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebab berkaitan dengan masalah <em>margin</em> dan keberhasilan dalam pelaksanaan proyek, maka menyusun RAP proyek baja harus kita lakukan lebih cermat daripada ketika menyusun RAB. Pertimbangan lainnya, sebab proses pengerjaan konstruksi baja melalui 2 tahap, yaitu tahap fabrikasi dan tahap erection. Maka untuk menyusun RAP proyek baja kita lakukan dengan teknis berikut:</p>



<ol type="1"><li>Team yang terlibat dalam penyusunan RAP harus benar-benar berpengalaman,</li><li>Kebutuhan bahan dihitung berdasarkan <em>shop drawing,</em></li><li>Setiap jenis bahan baja dihitung se-efisien mungkin,</li><li>Seluruh alokasi biaya pengeluaran dibuat sangat efisien,</li><li>Penyusunan RAB baja harus dilakukan oleh team internal kontraktor.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan.</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hasil analisa ini dapat kita simpulkan memang banyak perbedaan antara RAB dan RAP pada proyek baja. Disini perbedaannya kita temukan kala diadakan tinjauan dari segi defenisi, fungsi maupun teknis penyusunan.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau dilakukan pembatasan jenis pekerjaan yakni spesifik pada proyek konstruksi baja, namun harapkan untuk jenis pekerjaan lain akan tahu perbedaan RAB dan RAP yang relatif sama seperti dijelaskan disini. Sebab analisa ini kita lakukan secara detail, sehingga dapat mewakili semua jenis pekerjaan konstruksi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/">Disini Jelas Perbedaan Antara RAB dan RAP Proyek Baja</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/disini-perbedaan-antara-rab-rap-proyek-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis Komponen Struktur Rangka Baja Profil Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 13:26:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[estimator]]></category>
		<category><![CDATA[komponen struktur]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[shop drawing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain mengenal jenis-jenis komponen struktur baja profil yang perlu sebagai bahan utama konstruksi rangka baja, bagi anda yang baru pada bisnis konstruksi baja, juga perlu memahami komponen-komponen lain yang memiliki peran sama pentingnya dalam pembuatan rangka baja. Rangka baja adalah konstruksi bangunan yang terbuat dari rangkaian beberapa bahan baja profil, yang olah melalui proses fabrikasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Jenis Komponen Struktur Rangka Baja Profil Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Selain mengenal jenis-jenis komponen struktur baja profil yang perlu sebagai bahan utama konstruksi rangka baja, bagi anda yang baru pada bisnis konstruksi baja, juga perlu memahami komponen-komponen lain yang memiliki peran sama pentingnya dalam pembuatan rangka baja.</em></p></blockquote>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Rangka baja adalah konstruksi bangunan yang terbuat dari rangkaian beberapa bahan baja profil, yang olah melalui proses fabrikasi dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Sedangkan yang artinya komponen rangka baja adalah bahan lain yang gunakan untuk mendukung pembuatan rangka baja, antara lain Baja pelat polos <em>(plate eyzer),</em> Mur dan baut serta Cat.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau komponen ini sebut sebagai pendukung, namun memiliki peran yang penting dalam struktur rangka baja. Sebab tanpa komponen ini, rangka baja tidak bisa kokoh dan tidak bisa terpasang dengan sempurna. Itu sebabnya komponen ini selalu ada etiap jenis pekerjaan konstruksi, mulai dari konstruksi dak baja, konstruksi rangka atap baja, konstruksi baja bangunan pabrik dan sebagainya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img decoding="async" width="300" height="234" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-illustrasi-manfaat-memahami-komponen-300x234.jpeg" alt="" class="wp-image-1802" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-illustrasi-manfaat-memahami-komponen-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-illustrasi-manfaat-memahami-komponen.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar illustrasi memahami komponen-komponen struktur rangka baja</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa tujuan memahami komponen struktur rangka baja?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dalam beberapa kasus kita temukan, komponen-komponen struktur rangka baja kurang mendapat perhatian khusus terutama pada <a href="https://www.academia.edu/35974369/ANALISA_BIAYA_BANGUNAN_PEKERJAAN_KONSTRUKSI_BAJA_MENGGUNAKAN_METODE_HSPK_DAN_SNI_BUILDING_COST_ANALYSIS_OF_STEEL_CONSTRUCTION_WORK_USING_SNI_METHOD_AND_HSPK">perhitungan anggaran biaya</a>, komponen ini sering hitung berdasarkan asumsi atau persentase saja. Sementara pada tahap pembuatan shop drawing, komponen ini harus mendapat perhatian serius, karena kuat tidaknya sebuah struktur rangka baja juga tentukan oleh komponen-komponen ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>apa saja jenis komponen struktur rangka baja</strong>?</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Angkur <em>(anchor)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Komponen angkur kita buat dari bahan besi beton polos standar Bj 37 atau dari baja AS setara U 40. Ujung angkur kita buat drat (ulir) untuk pemasangan mur dengan proses <em>sney</em>, sementara ujung lainnya tekuk. Angkur berfungsi sebagai jangkar atau pengikat rangka baja yang menumpu pada pondasi, balok dan kolom beton. Gambar ini berisi contoh-contoh angkur yang umum gunakan untuk pekerjaan rangka baja.</p>



<div class="wp-block-image is-style-default"><figure class="aligncenter size-medium"><img decoding="async" width="300" height="176" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-angkur-300x176.jpg" alt="jenis komponen struktur angkur baja" class="wp-image-1804" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-angkur-300x176.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-angkur.jpg 712w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar komponen angkur beserta deskripsi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain contoh-contoh angkur tersebut, ada banyak jenis angkur yang sering kita temui pasaran maupun proyek, yang produksi oleh pabrik modern. Prinsip penggunaan angkur perlu terlebih dahulu kemampuan angkur untuk menahan beban atasnya, sehingga tidak rangka baja roboh. Selanjutnya baru bisa menentukan ukuran diameter angkur, jumlah angkur pada satu titik tumpuan, panjang ujung yang kita tekuk dan panjang sney untuk mur.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Pelat landas/landasan (Base plate)</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bagi kalangan pekerja konstruksi baja meyebut plat landas dengan istilah plendes. Komponen plat landas terbuat dari bahan baja plat berbentuk persegi, yang pada jarak yang telah tentukan kita buat beberapa lobang untuk pemasangan angkur. Fungsi plat landas berguna untuk landasan/dudukan rangka baja, agar bisa berdiri kokoh dan mampu menerima beban.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="145" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Hbeam-300x145.jpg" alt="jenis komponen struktur pelat baja" class="wp-image-1805" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Hbeam-300x145.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Hbeam.jpg 760w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar komponen plat landas H-Beam beserta deskripsi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pelat landas kolom baja profil H-Beam, kita lihat pada gambar ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="138" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Iwf-300x138.jpg" alt="jenis-jenis pelat baja untuk landasan kolom" class="wp-image-1806" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Iwf-300x138.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Iwf-768x353.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plendes-Iwf.jpg 778w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar komponen plat landas IWF beserta deskripsi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara gambar ini berisi pelat landas yang menggunakan kolom baja WF. Deskripsi gambar plat landas kita buat lengkap agar bisa menjadi modul, guna memudahkan pemahaman tentang berapa tebal plat yang kita gunakan, ukuran diameter serta jarak antar lobang untuk angkur.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Pelat lekat (Clead plate)</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Plat lekat atau dalam istilah pekerja konstruksi baja kita sebut plekat, juga terbuat dari bahan baja plat. Komponen ini berfungsi sebagai bahan penyambung antara baja profil yang satu dengan yang lain, yang ikatkan dengan sejumlah mur baut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="190" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat-300x190.jpg" alt="" class="wp-image-1807" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat-300x190.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-plat-lekat.jpg 734w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar komponen plat lekat pada IWF beserta deskripsi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar terlihat modul komponen plat lekat untuk balok dan kuda-kuda yang menggunakan bahan baja profil IWF. Ukuran dan tebal plat lekat pada gambar telah sesuaikan dengan kebutuhan IWF yang akan kita sambung, demikian juga jumlah dan diameter lobang untuk baut.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Adapun metode penentuan tebal plat landas dan plat lekat pada gambar, adalah sebagai berikut:</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Misal type PL.6 yang menggunakan plat baja T=8 MM, yang mana plat ini kita gunakan sebagai plat sambung pada profil IWF 150x75x5x7 MM. Seperti kita ketahui bahwa angka 7 MM adalah tebal sayap <em>(Flends)</em> profil pada IWF 150x75x5x7, maka cara menentukan tebal Plat landas dan Plat lekat ≥ Tebal flens. Karena tebal flens adalah 7 MM, maka tebal plat landas type PL.6 kita buat lebih besar, yaitu mengunakan plat baja T=8 MM.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Dudukan/sepatu gording (Purlin’s Footer)</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ada 2 bahan yang umum gunakan untuk membuat dudukan gording, yakni terbuat dari baja profil siku dan plat baja. Namun karena artikel ini khusus membahas komponen rangka baja non profil, maka dudukan gording dari besi siku tidak kita jelaskan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="218" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording-300x218.jpg" alt="jenis komponen struktur pelat baja untuk dudukan/sepatu gording" class="wp-image-1808" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording-300x218.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/07/Gambar-komponen-dudukan-gording.jpg 633w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption>Gambar komponen dudukan gording beserta deskripsi</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar ini terdiri dari modul komponen dudukan gording, lengkap dengan ukuran diameter dan jumlah baut. Penggunaan komponen ini perlu menyesuaikan ukuran gording yang kita pakai, perhatihan deskripsi pada gambar tersebut. Misal dudukan gording type PG.12, yang berarti komponen ini kita gunakan khusus pada gording dari baja profil CNP 125x50x20x2,3 MM.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Rib (Stiffeners)</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Rib atau pelat rib adalah tambahan komponen rangka baja yang terbuat dari baja plat dan berguna sebagai pengaku. Perhatikan gambar komponen plat lekat atas, komponen plat rib terpasang pada profil IWF.</p>



<p class="has-normal-font-size">Cara menentukan tebal plat rib adalah sebagai berikut:</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Misal type PL.3 tertera deskripsi plat rib (Stiffners) adalah T=7 MM, yang mana plat rib ini kita gunakan untuk profil IWF 300x150x6,5&#215;9 MM. Seperti kita ketahui bahwa angka 6,5 MM adalah tebal badan <em>(Web)</em> profil pada IWF 300x150x6,5&#215;9, maka cara menentukan tebal Plat rib  ≥ Tebal web.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Mur dan baut</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Seperti telah kami jabarkan sebelumnya dalam <a href="https://arsitekta.com/2020/06/13/tutorial-gambar-kerja-konstruksi-baja/">Teknik Dasar Shop Drawing Kontruksi Baja</a>, mur an baut adalah salah satu jenis sambungan yang banyak terapkan dalam pekerjaan rangka baja. Mur dan baut yang umum gunakan untuk pemasangan konstruksi baja terdiri 2 macam, yaitu:</p>



<ul><li><span class="has-inline-color has-vivid-purple-color">Baut HTB (High Tention Bolt), dengan ketentuan 8.8 DIN atau A-325.</span></li><li><strong><span class="has-inline-color has-vivid-purple-color">Baut biasa (Hitam), dengan standar BJ 37 atau ASTM A 36.</span></strong></li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">7. <strong>Kawat las</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kawat las merupakan komponen rangka baja yang berguna untuk membuat sambungan. Jenis kawat las yang kita pakai umumnya E7016 / E7018, yang mana sebelum melakukan pengelasan terlebih dahulu menyesuaikan jenis kawat las dan jenis bahan yang akan  las.  Semakin tebal baja yang akan kita sambung, maka diameter kawat las yang kita pakai juga semakin besar. Umumnya ada beberapa ukuran diameter kawat las, antaranya: Ø2,5 MM; Ø2,6MM; Ø3,2 MM dan Ø4,5 MM yang berasal dari bermacam-macam merek.</p>



<h3 class="wp-block-heading">8. <strong>Cat</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Komponen cat pada pekerjaan rangka baja juga sangat penting, sebab tanpa ada cat maka rangka baja akan cepat mengalami korosi dan tidak memiliki tampilan yang menarik. Secara umum pengecatan struktur rangka baja terbagi dalam 2 tahap, yakni :</p>



<ul><li><strong><span class="has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color">Cat dasar <em>(Primer Coating), </em>berfungsi sebagai lapisan anti karat</span></strong></li><li><strong><span class="has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color">Cat akhir<em> (Finishing coating), </em>untuk menampilkan estetika pada rangka baja.</span></strong></li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemahaman tentang komponen-komponen struktur rangka baja penting bagi para profesional yang ingin mendalami skill bidang konstruksi baja. Manfaat pertama yang anda dapat dengan memahami komponen-komponen struktur rangka baja adalah bagi etimator, estimator bisa dengan mudah melakukan perhitungan anggaran biaya dengan teliti dan tepat. Serta bagi drafter, bisa membuat shop drawing dengan cepat, karena telah ada contoh-contoh gambar/modul yang bisa anda jadikan sebagai acuan.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/komponen-struktur-rangka-baja-profil/">Jenis Komponen Struktur Rangka Baja Profil Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
