5 Perbedaan Pintu Besi Sorong Dengan Pintu Sliding Yang Wajib Diketahui

Salah satu pintu gerbang yang menyerupai mirip dengan besi tempaMasih dengan tema yang sama teman-teman. Artikel ini adalah yang ke-11, sekaligus menjadi artikel yang terakhir membahas tentang pintu. Kali ini khusus mengenai perbedaan pintu besi sorong dan sliding. Ditinjau dari segala sudut pandang. Dengan tujuan, agar teman-teman sekalian bisa memilih jenis pintu yang tepat untuk bangunan.

Perbedaan antara kedua pintu, dapat ditinjau berdasarkan 3 aspek, antara lain: 1]. Karakteristik dan fungsi, 2]. Cara buka tutup pintu, serta 3]. Cara hitung dan pengajuan biaya pemasangan. Demikian penjelasan masing-masing sudut pandang.

Berdasarkan karakteristik dan fungsi

Jika kita perhatikan secara teliti, sebenarnya mudah kok menebak fungsi pintu. Sekalipun belum kita ketahui nama, maupun bahan yang digunakan. Karakteristik pintu besi sorong, atau sering disebut pintu dorong. Antara lain: besar, tebal, dan berat. Sementara, pintu sliding besi adalah sebaliknya. Lebih lengkap mengenai hal tersebut, bisa Anda baca melalui tautan ini.

Penggunaan pintu besi dorong mayoritas untuk bangunan industri. Seperti pabrik, gudang barang, warehouse, storage. Maupun bangunan-bangunan publik, atau yang bersifat private dengan bentangan lebar. Misalnya museum, auditorium, showroom dan sebagainya.

Sedangkan pintu sliding, berguna untuk bentang pendek. Serta, ruangan-ruangan yang relatif kecil. Bahkan, sekelas kamar mandi, dan toilet. Pun, sangat cocok dengan jenis pintu yang satu ini.

1. Ukuran lubang dan daun pintu

2 komponen yang saling terkait dalam pekerjaan pintu adalah lubang pintu, dengan daun pintu. Selain dalam hal ukuran, juga tentang letak, dan proses pemasangan pintu. 3 hal ini juga yang membuat pintu besi sorong, dan sliding jadi berbeda.

Namun, sebelum membahas tentang perbedaan 2 jenis pintu besi. Apakah teman-teman sudah tahu, apa yang dimaksud dengan lubang, dan daun pintu?.

Lubang pintu adalah sebidang dinding yang sengaja di buat berlubang. Untuk tujuan pemasangan 1 unit daun pintu, atau lebih. Sedangkan, daun pintu adalah sebuah “benda” penutup lubang pintu, yang dibentuk berdasarkan desain khusus, ukuran, serta sistem bukaan tertentu. Agar berfungsi dengan baik, sesuai dengan keperluan bangunan, atau ruang.

Kaitannya dengan ukuran lubang pintu besi dorong, umumnya lebih dari 240×240 cm. Dan, daun pintu terdiri dari 2 buah. Sementara, daun pintu sliding besi pasti (hanya) 1 buah. Karena ukuran lubang pintu, umumnya tidak lebih dari 2×2,4 meter.

2. Jenis material dan aksesoris

Berdasarkan fakta diatas. Semakin jelas perbedaan pintu besi sorong, dengan pintu sliding. Yaitu dari jenis material, maupun aksesoris yang digunakan untuk mendukung kinerja pintu.

Logikanya begini. Makin kecil ukuran daun pintu, maka material besi yang digunakan semakin kecil. Demikian pula komponen-komponen tambahan yang melekat pada daun pintu, maupun pada dinding bangunan. Yang terbuat dari cor beton, atau dinding batu bata.

Sebaliknya, jika lubang pintu cukup lebar. Akan membutuhkan daun pintu yang besar, serta terbuat dari material-material berukuran besar pula. Sederhana bukan?. Tapi, jangan dibalik iya?.

Artinya, jangan material yang besar digunakan untuk pintu yang berukuran kecil. Atau, pintu besi yang besar, tapi menggunakan bahan yang kecil. Jikalau terjadi demikian. Anda dijamin tidak memperoleh apa-apa atas pemasangan pintu besi. Kemungkinan besar bakal tidak berfungsi dengan baik, dan cepat rusak.

Cara buka tutup pintu dorong dan sliding

Sesuai dengan namanya, membuka dan menutup pintu besi sorong adalah dilakukan dengan cara mendorong. Tahu konotasi mendorong?. Harus pakai 2 tangan bukan?. Atau, bisa jadi lebih dari 1 orang. Bisa bayangkan bukan betapa besar / berat-nya pintu besi dorong?.

Lalu, pintu besi sliding (geser). Memungkinkan sekali bisa dilakukan dengan 1 tangan?. Bahkan, dengan beberapa jari tangan saja. Maka dari itu, pintu sliding cocok untuk semua jenis bangunan, dan usia.

Berdasarakan cara hitung dan pengajuan biaya

Menghitung biaya pemasangan pintu yang benar adalah manakala setiap item pekerjaan pintu, serta jenis-jenis bahan yang digunakan, terperinci dengan lengkap dalam suatu dokumen. Berupa RAB, atau surat penawaran harga.

Contoh-contoh perhitungan biaya pemasangan pintu, sebelumnya telah kami jabarkan pada artikel tersendiri. Silahkan Anda baca, melalui tautan tersebut. Selain untuk mengetahui rincian, dan item pekerjaan. Juga penting, Anda sajikan secara berurutan.

a. Fakta pengajuan biaya pekerjaan pintu di lapangan

Entah dengan alasan karena tidak tahu cara menghitung biaya pemasangan pintu besi sorong, dan pintu sliding. Atau, karena faktor sengaja. Rata-rata pelaku bisnis bengkel las teralis, mengajukan penawaran biaya pekerjaan pintu besi dengan 2 cara penyajian berikut, yaitu:

  1. Sistem harga satuan per meter persegi, atau
  2. Biaya pemasangan sistem lump sum.

Uniknya, 2 metode tersebut sering tidak memiliki lampiran. Untuk menjelaskan tentang rincian/item pekerjaan, spesifikasi bahan, dan AHSP pintu. Tapi, hanya mengandalkan gambar desain pintu. Pun, sering sekali hanya berupa sket tangan. Alias tidak memiliki gambar detail-detail. Sehingga boleh disebut kurang transparan.

b. Dampak perhitungan biaya yang tidak transparan

Pada saat pengerjaan pintu besi sorong, atau pintu sliding. Jika hanya mengandalkan gambar desain seadanya, kemungkinan besar spek bahan yang akan digunakan berbeda. Maka, dalam keadaan seperti ini. Yang menjadi korban adalah pemberi pekerjaan (pemilik bangunan).

Kemungkinan kedua. Dampak pengajuan penawaran harga yang tidak terperinci. Deal harga borongan akan terlalu tinggi, atau terlalu rendah. Jika terlalu tinggi, kembali lagi yang akan mengalami kerugian adalah owner. Sementara kalau terlalu rendah, yang rugi adalah pemborong. Dua-duanya tidak diharapkan toh?.

Maka dari itu, wajib membuat rincian anggaran biaya. Pada setiap pekerjaan. Sekalipun hanya pekerjaan teralis, yang bernilai puluhan juta. Toh dari rincian tersebut, Anda akan mendapat kredit poin. Bahwa Anda bekerja secara profesional. Layaknya sistem penilaian yang diterapkan di kampus-kampus terkenal.

[Penutup] Pintu besi yang populer saat ini

Selain pintu besi sorong, dan pintu besi sliding. Sebenarnya ada 1 lagi pintu besi yang cukup populer. Yakni pintu lipat. Maka dari itu, jikalau Anda merasa pintu besi dorong, dan pintu besi sliding, belum tepat untuk bangunan Anda. Masih ada pilihan lain. Sebab, secara kualitas 3 jenis pintu ini berimbang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!