Fasad Hotel Paling Unik Se-Indonesia Versi Jasa Arsitektur Dan Konstruksi Baja Ini

Selama ini beberapa kota yang saya singgahi, baik dalam hal tugas maupun kunjungan keluarga/rekreasi. Fasad hotel yang paling unik saya temui ternyata tidak jauh dari domisili. Yakni di antara kota Batik Pekalongan dan Tegal, Jawa Tengah.

Mengapa topik ini perlu saya angkat dalam sebuah tulisan?. Karena bisa menjadi inspirasi bagi orang yang hendak membuat ruko, rukan, bahkan kos-kosan. Penasaran bukan?. Ayo baca deh sampai selesai.

Tampak depan (fasad) hotel yang menyerupai bangunan ruko

Fasad hotel menyerupai ruko lantai 2 yang unik

Secara umum tidak ada yang menonjol dari bangunan (photo terlampir), yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut adalah sebuah hotel. Silahkan perhatikan karakteristik bangunan. Model arsitektur, material yang digunakan dan seterusnya.

Adapun terdapat sebuah menara/mahkota tepat di tengah-tengah atap bangunan. Toh tidak bisa memberi pesan yang spesifik mengenai jenis bangunan. Kecuali papan reklame yang berisi nama hotel di tepi komplek.

Atas fakta tersebut. Pantas menjadi kajian bersama. Apakah maksud perencana dan owner untuk mengelabui fungsi bangunan?. Pasti tidak. Sebab jikalau demikian maksudnya, dipastikan izin bangunan dan izin usaha tidak terbit.

Hemat saya adalah untuk menyelaraskan bentuk dan fungsi bangunan dengan lingkungan. Bentuk bangunan dibuat menyerupai ruko, sebab letak bangunan berada di jalan raya yang masih mayoritas rumah tinggal.

Jadi, tidak terdapat ketimpangan antara fasad hotel dengan hunian-hunian yang ada di sekitarnya. Yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial antara antara warga dan pemilik, atau tamu yang menginap.

Interior hotel nan super lengkap

Walau fasad bangunan terkesan sederhana, namun interior hotel ternyata cukup mewah. Ketika masuk Anda akan menemui meja respsionis dan ruang tunggu, yang dilengkapi dengan tempat duduk sofa.

Menuju ke tengah bangunan. Anda akan menemui sebuah ruangan yang sangat besar. Yang berfungsi sebagai resto dan breakfast. Uniknya lagi resto tersebut, sangat lengkap dan buka 24 jam.

Dengan demikian kapan saja Anda membutuhkan makanan dan minuman tidak perlu keluar hotel. Atau pesan melalui aplikasi internet. Tapi, cukup datang langsung, atau bel petugas resto. Maka makanan/minuman akan diantar ke kamar hotel.

Tampilan interior resto di dalam hotel dari lantai 2

Ukuran lobby dan resto

Ukuran ruang lobby adalah sama persis dengan 1 unit ruko. Yakni 5×10 meter. Jadi fasad hotel sebenarnya hanya lebar 5 meter. Padahal semua bangunan yang terlihat pada gambar paling atas tadi, sebenarnya hotel.

Lagi tentang fasad. Bisa terlihat dengan jelas bila Anda sudah dekat pintu masuk. Sementara kalau dari jauh terlihat samar sekali. Sebab adanya pilar beton yang berjejer, di depan bangunan. Seakan-akan pembatas antara ruangan/ruko yang satu dengan yang lain.

Keunikan lain dari lobby dan resto adalah terhubung dengan langsung. Dimana, tatkala tamu hendak menuju kamar tidur maka harus melewati resto. Demikian sebaliknya. Ketika hendak chek out.

Jadi fungsi resto disini adalah triple. Yakni sebagai tempat makan/minum, tempat transit atau ruang tunggu. Dan terakhir adalah sebagai sentral dari bangunan hotel. Oleh sebab itu resto dibuat ukuran besar. Yaitu 7,5 x 30,0 meter.

Pada gambar kedua. Terlihat lobby menggunakan atap sky roof transparan, dan warna biru. Jenis atap tersebut dipilih sebagai pencahayaan alami. Sehingga hemat energi listrik. Karena saat siang hari cahaya dalam ruang sudah terang.

Melalui photo yang saya lampirkan. Terlihat jelas pula, bahwa semua kamar tidur dibuat menghadap resto. Maka dari itu, ruangan tersebut layak disebut sebagai sentral. Unik sekali bukan?.

Sebagaimana pada umumnya resto, atau cafe dan sejenisnya. Umumnya diletakkan jauh dari ruang tengah. Namun, hal itu tidak berlaku pada penginapan super murah ini.

Ragam jenis kamar tidur

Berkaitan secara tidak langsung dengan fasad hotel. Informasi yang saya himpun dari resepsionis. Kamar yang disediakan di hotel ini ada 3 macam. Yakni Delux, Standar, dan Standar Fan. Standar fan maksudnya kamar tidur tidak pakai AC, tetapi kipas angin.

Sedangkan ketersediaan tempat tidur (bed) untuk masing-masing kamar juga terbagi 2. Yakni Single dan Twin. Single maksudnya bed yang bisa digunakan untuk 2 orang sekaligus.

Sementara Twin artinya 2 buah bed yang disediakan dalam satu kamar, tapi masing-masing bed hanya bisa digunakan 1 orang saja. Sebab ukuran bed sangat kecil. Yakni 90×210 cm.

Biaya inap dan fasilitas

Ketika saya menginap, saya memilih type kamar standar single bed. Dengan biaya yang sangat murah yakni Rp 200.000,-. Fasilitas kamar antara lain AC, air panas, air mineral, dan Wifi. Selain itu, pula mendapat sarapan pagi.

Sementara biaya kamar delux dikenakan Rp 300.000,- dan kamar standar fan hanya Rp 150.000,-. Harga tersebut dibedakan berdasarkan ukuran kamar dan pendirian ruangan saja. Sementara fasilitas yang lain tetap sama.

Demikian ulasan mengenai fasad hotel yang bertolak belakang dengan fungsi, fasilitas dan interior bangunan. Saya menyebut desain bangunan ini dengan nama Rutel. Alias Ruko Hotel. Sebab dari luar berbentuk ruko, tetapi di dalam ternyata hotel.

Pokoknya unik dan cocok buat inspirasi desain semua jenis penginapan. Untuk memaksimalkan pelayanan, dan efisiensi biaya pembangunan, serta operasi hotel.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!