Beda Baja Galvanis Asli dan Galvanis Buatan Begini

Contoh konstruksi baja pipa galvanis yang asli

Supaya tidak kecele, kecewa, dan rugi secara materi maupun moril. Penting memahami ciri-ciri material, dan bahan bangunan sebelum Anda menggunakannya. Salah satu contoh terdekat adalah tentang baja galvanis asli. Apakah sudah pernah mendengar istilah ini?.

Difinisi dan manfaat galvanis

Baja galvanis adalah sekelompok material konstruksi yang terbuat dari bahan dasar logam, serta mendapat lapisan seng (zinc) dan aluminium dengan ketebalan tertentu. Sebagai pelindung tambahan pada bagian permukaan, supaya material tersebut tidak korosi.

Proses pemberian lapisan galvanis pada material baja terkenal dengan istilah galvanisasi. Upaya ini umumnya dilakukan dengan 2 cara, yakni:

1. Bersamaan dengan proses produksi baja

Artinya, ketika material baja dipasarkan, sudah dalam keadaan siap pasang. Sebab telah memiliki lapisan galvanis. Sehingga, tidak perlu lagi dilakukan upaya pencegahan karat. Dalam bentuk apa pun.

Dengan kata lain. Sekalipun material tersebut sebelum digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, harus melalui proses fabrikasi. Namun, lapisan galvanis yang telah ada dari pabrik, sudah cukup (memadai) untuk finishing akhir material baja.

2. Pada saat pabrikasi material baja

Dalam hal ini, material baja sama sekali belum melalui proses galvanisasi. Melainkan masih dalam bentuk sebagaimana umumnya material besi. Oleh sebab itu, membutuhkan proses finishing. Untuk mencegah karat, atau sebagai upaya untuk mendapatkan tampilan yang menarik.

Ciri-ciri besi galvanis asli

Material baja galvanis yang melalui salah satu dari 2 jenis proses tadi adalah asli. Ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Tampilan material besi seragam, dan tidak kusam.
2. Ketebalan galvanis sama rata. Yaitu antara AZ 100 hingga AZ 180.
3. Daya tahan terhadap karat sangat tinggi
4. Daya rekat galvanis 50 Mpa lebih
5. Tahan api hingga temperatur 1.600º C
6. Tidak perlu melakukan galvanisasi ulang
7. Ketahanan lapisan galvanis sampai 100 tahun.

Ciri-ciri galvanis buatan

Sebuatan baja galvanis buatan pantas ditujukan untuk material besi yang mendapat lapisan anti karat, bukan berdasarkan proses yang dijelaskan sebelumnya. Tapi, melalui pengecatan. Yang dilakukan dengan cara manual (kuas), atau semprot. Sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.

Tanda-tanda material besi hanya mendapat lapisan cat galvanis adalah seperti terlihat pada video short ini. Silahkan perhatikan perbandingan base plat, dengan pipa galvanis yang berdiri diatasnya. Terlihat jelas mana besi galvanis asli. Dan, yang tidak asli. Berdasarkan video tersebut. Pula, diketahui 3 ciri-ciri galvanis buatan, yaitu:

a. Ketebalan galvanis tidak merata

Bahkan dipastikan tidak sesuai dengan ketentuan minimal galvanis. Yaitu AZ 100. Untuk diketahui AZ adalah singkatan dari Alumunium Zinc. Dan, 100 artinya 100 mikron. Yaitu tebal lapisan galvanis yang diberikan ke permukaan material baja.

Jikalau pun ketebalan galvanis dapat tercapai. Yakni dengan melakukan 3x pencetan, atau lebih. Namun hal tersebut belum memenuhi syarat, agar baja galvanis layak disebut asli. Karena mutu galvanis sangat rendah.

b. Daya rekat kurang

Barometer untuk mengukur kualitas galvanis, salah satunya adalah berdasarkan daya rekat. Sementara itu, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu universitas ternama di Indonesia. Daya rekat cat tertinggi adalah 14,33 Mpa.

Dengan demikian diperoleh simpulan. Bahwa baja galvanis yang dilakukan dengan cara mengecat, juga memiliki daya rekat yang sama. Oleh sebab itu, jelas berbeda kualitasnya dengan proses galvanisasi yang dilakukan pada umumnya. Yakni pada saat produksi, atau pabrikasi baja.

c. Material baja mudah korosi

Karena metode pemberian lapisan galvanis dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Maka, dipastikan material baja mudah korosi. Hal tersebut telah terbukti melalui video short tadi.

Pilih cat zinchromat atau cat galvanis?

Berdasarkan fakta diatas. Sekaligus pengalaman penulis. Material baja lebih tahan terhadap karat, jikalau diberi lapisan cat dasar biasa (zinchromate primer). Dibanding galvanis yang dilakukan dengan cara mengecat.

Untuk keperluan konstruksi baja. Fungsi cat galvanis yang paling pas adalah untuk merapikan bekas las, permukaan material yang lecet, dan sebagainya. Jadi, bukan untuk lapisan utama material konstruksi.

Lain halnya dengan pekerjaan teralis, dan perabot besi. Sebab, pemasangannya adalah didalam ruangan. Maka, diperbolehkan menggunakan cat galvanis secara langsung. Sebagai cat dasar, maupun finishing.

Namun, baja galvanis yang digunakan untuk konstruksi, sangat tidak dianjurkan. Menggunakan cat galvanis sebagai lapisan anti karat. Paling bagus adalah cat zinchromat.

Selain anti korosi, juga sangat bagus untuk lapisan dasar cat finishing baja. Jadi, boleh disebut double fungsi. Sementara hal tersebut tidak bisa diterapkan pada cat galvanis.

[Penutup] Konotasi galvanis buatan

Kata “buatan” disini adalah gambaran untuk proses galvanisasi yang dilakukan dengan cara manual. Dan, tidak sesuai dengan ketentuan. Yaitu menggunakan material cat yang mengandung zinc, dan aluminium. Atau, sering disebut cat galvanis.

Demikian bedanya baja galvanis asli, dan galvanis buatan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Desain Arsitek dan Konstruksi baja? Ayo chat dengan kami!