<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>elevasi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/elevasi-bangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/elevasi-bangunan/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 May 2023 13:12:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>elevasi bangunan Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/elevasi-bangunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Sitel Kolom Baja Agar Sesuai Dengan Elevasi Bangunan</title>
		<link>https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 13:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[base plat kolom baja]]></category>
		<category><![CDATA[baut konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[kolom baja WF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sitel kolom baja yang dimaksud disini adalah memastikan letak pasang tiang kolom agar tepat pada garis sumbu bangunan. Dengan cara menyitel secara horizontal (sumbu X), dan secara vertikal (sumbu Y). Tujuan, alat-alat yang digunakan. Hingga teknis pelaksanaan. Ada dalam artikel ini. Simak iya. Latar belakang dan dampak Anggap saja posisi Anda adalah sebagai pemborong baja. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/">Cara Sitel Kolom Baja Agar Sesuai Dengan Elevasi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sitel kolom baja yang dimaksud disini adalah memastikan letak pasang tiang kolom agar tepat pada garis sumbu bangunan. Dengan cara menyitel secara horizontal (sumbu X), dan secara vertikal (sumbu Y). Tujuan, alat-alat yang digunakan. Hingga teknis pelaksanaan. Ada dalam artikel ini. Simak iya.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4768" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg" alt="Penampakan tiang kolom baja WF yang tinggi, lengkap dengan balok dan kuda-kuda baja kastela" width="448" height="328" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi.jpeg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/05/Penampakan-kolom-baja-WF-yang-tinggi-300x220.jpeg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<h2>Latar belakang dan dampak</h2>
<p>Anggap saja posisi Anda adalah sebagai pemborong baja. Istilah ini familiar untuk perorangan, yang berprofesi sebagai pemborong khusus konstruksi baja. Tentu ingin proses ereksen segera selesai. Apalagi sudah mendekati dead line.</p>
<p>Nah, dengan kondisi demikian. Adakalanya, secara disengaja atau tidak, sitel kolom baja jadi telat. Padahal tahap ereksen sudah sampai pada pemasangan rangka talang, dan lisplang. Akhirnya mengalami kesulitan.</p>
<p>Kesulitannya karena konstruksi baja telah terangkai. Dan beban yang harus dipikul tiang kolom besar sekali. Hal itu membuat proses leveling, dan lot kolom jadi berat, serta lama.</p>
<p>Bahkan tak jarang membutuhkan alat berat crane. Untuk mengangkat rangka atap. Agar proses leveling tiang kolom mudah. Padahal, cara ini pun sebenarnya sangat berisiko. Dan, hasilnya tidak jamin bagus.</p>
<h2>Tujuan, syarat dan cara menyitel kolom WF</h2>
<p>Semua kolom baja harus Anda cek elevasi dan lot. Untuk memastikan bahwa elevasi sudah tepat. Serta, apakah konstruksi banguan telah tegak lurus. Termasuk kolom baja komposit. Walaupun nantinya akan dibungkus cor. Tetap saja harus Anda lot. Persisnya pada saat pemasangan besi tulangan.</p>
<p>Kalau elevasi kolom sudah tepat, berarti tinggi bangunan pun pasti sesuai gambar desain. Sementara, lot kolom bertujuan agar bangunan tidak miring. Sebab pemasangan dinding, maupun atap adalah mengacu pada pilar bangunan. Dalam hal ini termasuk kolom <a href="https://arsitekta.com/ukuran-pelekat-baut-mur-dan-rib-baja-wf/">baja WF.</a></p>
<h3>1. Syarat pelaksanaan</h3>
<p>Kolom baja WF yang digunakan untuk konstruksi gudang misalnya. Segera Anda cek, kalau sudah terpasang dengan regel, dan konsol baja. 2 komponen ini saja sebenarnya yang menjadi syarat untuk sitel kolom baja.</p>
<p>Pun demikian, adakalanya Anda menemukan kasus yang lebih kompleks. Yaitu kolom baja ternyata harus memikul beberapa buah balok juga. Kasus seperti ini sering terjadi pada bangunan bertingkat. Maka dari kondisi tersebut, sebelum Anda melakukan penyitelan. Semua balok baja harus terpasang pada kolom.</p>
<h3>2. Proses leveling kolom</h3>
<h4>2.1. Persiapan alat</h4>
<p>Cata manual bisa Anda lakukan menggunakan selang bangunan. Alat ini banyak dijual di toko bangunan. Bahkan ada yang dijual secara ecer, atau meteran. Nah, sekarang tinggal kebutuhan Anda!.</p>
<p>Cara mengetahui panjang selang bangunan yang dibutuhkan, untuk pekerjaan leveling kolom dengan rumus berikut:<br />
= Lebar Bentang + 5 meter</p>
<p>Misal bentang 12 meter. Maka, Anda harus menyiapkan alat tersebut sepanjang 17 meter. Kalau lebih, semakin baik.</p>
<p>Catatan tambahan. Lebar bentang maksudnya disini adalah jarak antara tiang kolom baja terjauh. Ukuran ini umumnya adalah sama dengan bentangan kuda-kuda.</p>
<h4>2.2. Mencari titik <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">elevasi bangunan</a></h4>
<p>Atau sering ditandai dengan simbol/ukuran +/-0,00. Dapat Anda peroleh pada gambar kerja baja. Kalau tidak ada. Berarti Anda harus menanyakan hal itu kepada pengawas bangunan.</p>
<p>Titik 0,00 ini adalah berguna untuk acuan sitel kolom baja Anda. Bahkan konstruksi-konstruksi bangunan yang lainnya. Dalam lingkup pekerjaan arsitektur, struktur, M.E.P, hingga lanskap.</p>
<h4>2.3. Langkah-langkah mengecek level kolom</h4>
<p>Menggunakan alat manual, tahap pertama dengan cara berikut:<br />
1. Isi air beraih kedalam selang bangunan. Dan, pastikan tidak ada gelembung angin di dalam.<br />
2. Bentangkan selang tersebur dari titik 0,00 ke base plat kolom. Lalu, perhatikan tinggi mana. Jiakalau, air tunpah dari selang pada salah ujungnya. Berarti elevasi di tempat teraebut lebih rendah.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Plendes-baja-altrenatif.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4106" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Plendes-baja-altrenatif.jpg" alt="Plendes alternatif yang terbuat dari material baja WF, H-beam dan UNP" width="448" height="267" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Plendes-baja-altrenatif.jpg 448w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/07/Plendes-baja-altrenatif-300x179.png 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></a></p>
<p>Tahap kedua, adalah memperbaiki elevasi base plat kolom baja. Caranya seperti terlihat dalam <a href="https://www.youtube.com/shorts/-arcmOAesX8">video</a> ini. Persiapan untuk itu adalah sebagai berikut:<br />
1. Pastikan elevasi base plat yang harus Anda stel.<br />
2. Gunakan kunci pas untuk membuka, dan mengencangkan mur angkur.<br />
3. Cek kembali level base plat apakah sudah pas, atau belum.</p>
<p>Beri tanda pada kolom baja yang sudah level. Dan, minta persetujuan kepada pengawas bangunan. Bahwa proses leveling kolom telah rampung.</p>
<h3>3. Proses lot tiang</h3>
<p>Selain kunci pas. Alat manual yang dibutuhkan adalah tali benang, dan bandul besi bentuk kerucut. Kedua alat ini, juga bisa Anda beli secara bersamaan di toko bangunan.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja.png"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4387" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja.png" alt="Proses pemasangan kolom baja komposit" width="1328" height="966" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja.png 1328w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja-300x218.png 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja-1024x745.png 1024w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/10/Pasang-kolom-komposit-baja-768x559.png 768w" sizes="(max-width: 1328px) 100vw, 1328px" /></a></p>
<p>Oh iya, hampir lupa. Sitel kolom baja secara vertikal adalah sebutan untuk pekerjaan lot. Sementara, leveling adalah secara horizontal. Cara lot kolom baja WF seperti berikut:<br />
1. Pasang bandul besi di pucuk kolom. Dan beri jarak 5 cm, antara benang dengan tepi sayap WF.<br />
2. Longgarkan semua mur angkur yang terpasang diatas base plate.<br />
3. Longgarkan semua baut mur konsol, regel/balok yang terpasang pada kolom.<br />
4. Lalu cek perbedaan jarak (X), antara benang dan sayap WF yang di atas base plat. Jikalau :</p>
<ul>
<li>&gt; 50 mm berarti kolom baja miring keluar. Maka kencangkan mur angkur sebelah dalam bangunan.</li>
<li>&lt; 50 mm berarti miring kedalam bangunan. Cara mengatasinya kencangkan mur angkur bagian luar.</li>
</ul>
<p>Bilamana jarak benang telah sama. Berarti kolom baja sudah lot. Dan Anda harus mengencangkan semua mur angkur. Caranya persis dengan memasang <a href="https://www.cekpremi.com/blog/baut-roda-mobil-teknik-mengencangkan-yang-benar/">baut roda</a> mobil. Harus zig-zag. Setelah itu, keraskan semua baut konstruksi baja yang Anda longgarkan tadi. Selesai.</p>
<h3>4. Final cek</h3>
<p>Setelah sitel kolom baja seluruhnya. Perlu Anda pastikan kembali. Elevasi, dan lot kolom sudah benar. Hal tersebut sebaiknya lakukan dengan pihak pengawas. Sekaligus sebagai bahan laporan. Bahwa proses penyitelan kolom telah selesai, dan bagus.</p>
<p>Laporan tersebut kelak berguna sebagai acuan untuk memasang konstruksi atap, lampiran pengajuan progres, hingga pada saat serah terima bangunan.</p>
<h2>Proses leveling dan lot kolom baja komposit</h2>
<p>Tentu tidak se-rumit kolom baja ekspos. Lot kolom baja komposit memiliki toleransi yang lebih besar. Karena kolom tersebut kelak akan bungkus beton. Jadi, miring sedikit masih di izinkan. Asalkan masih dalam ambang batas. Yakni 1/500 Tinggi kolom.</p>
<p>Misal tinggi kolom adalah 6 meter. Maka diberi toleransi sampai dengan 1 cm. Sebab masih bisa tertutup oleh selimut beton.</p>
<p>Namun demikian, beda dengan leveling kolom. Harus tepat. Sama dengan kolom baja ekspose. Sebab berpengaruh pada tinggi bangunan, kuda-kuda, dan atap. Jadi, sama sekali tidak ada toleransi. Sebagaimana pada saat Anda melakukan lot.</p>
<h2>[Penutup] Sitel kolom baja pakai Total Station (TS)</h2>
<p>Adalah metode yang paling banyak diterapkan pada proyek konstruksi baja. Selain hasil pengukuran akurat. Proses pelaksanaannya juga sangat cepat. Sehingga dari segi upah memang hemat.</p>
<p>Tapi, bagi yang tidak memiliki alat tersebut. Jangan anggap remeh. Biaya sewa alat ini sangat mahal. Pula, harus termasuk dengan operator (surveyor). Nah, di sinilah kelebihan, dan kekurangan TS.</p>
<p>Oleh sebab itu, terkait penggunaan alat bisa Anda sesuaikan dengan budget dan besarnya proyek Anda. Kalau dalam <a href="https://arsitekta.com/jasa-hitung-rab-online/" target="_blank" rel="noopener">RAB</a> terdapat anggaran biaya untuk leveling, dan kolom berarti Anda harus pakai alat canggih ini. Jikalau tidak ada. Cukup pakai alat manual tadi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/">Cara Sitel Kolom Baja Agar Sesuai Dengan Elevasi Bangunan</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/cara-sitel-kolom-baja-agar-sesuai-dengan-elevasi-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</title>
		<link>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara menentukan elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[elevasi bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4808</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menentukan titik elevasi konstruksi bangunan tidaklah mudah, dan tidak boleh dilakukan oleh orang-orang biasa. Karena dampaknya sangat besar. Yaitu mulai dari keberadaan bangunan di lingkungan sekitar. Hingga fungsi bangunan itu sendiri. Serius banget bukan?. Pengertian, manfaat dan ragam elevasi Titik elevasi konstruksi adalah posisi berdirinya sebuah konstruksi yang diukur secara tegak lurus terhadap titik elevasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menentukan titik elevasi konstruksi bangunan tidaklah mudah, dan tidak boleh dilakukan oleh orang-orang biasa. Karena dampaknya sangat besar. Yaitu mulai dari keberadaan bangunan di lingkungan sekitar. Hingga fungsi bangunan itu sendiri. Serius banget bukan?.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-295" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg" alt="Proyek Kami Konstruksi Baja" width="600" height="600" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja.jpg 600w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-300x300.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/10/Proyek-Kami-KOnstruksi-Baja-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<h2>Pengertian, manfaat dan ragam elevasi</h2>
<p>Titik elevasi konstruksi adalah posisi berdirinya sebuah konstruksi yang diukur secara tegak lurus terhadap titik elevasi yang berada di bawahnya. Sehingga dengan adanya perbedaan titik elevasi tersebut, diketahui ketinggian pasang konstruksi.</p>
<p>Ragam elevasi pada bangunan dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:</p>
<h3>1. Berdasarkan jenis pekerjaan dan bahan yang digunakan</h3>
<p>Contoh pekerjaan konstruksi baja. Pada saat pemasangan angkur baut. Titik elevasi base plat sangat dibutuhkan. Supaya seragam dengan gambar rencana yang dibuat oleh arsitek.</p>
<p>Begitu pula pada saat membuat gambar kerja baja. Agar proses pabrikasi baja tidak keliru. Salah satu ukuran yang Anda butuhkan adalah ketinggian bangunan. Sebab hanya dari ukuran tersebut Anda bisa menetapkan tinggi kolom baja dengan tepat.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi pada sub-sub pekerjaan bangunan lainnya. Misal lingkup pekerjaan <a href="https://egsean.com/lingkup-pekerjaan-instalasi-listrik-gedung/">instalasi</a> penerangan. Anda pasti membutuhkan titik elevasi. Yakni untuk melakukan pemasangan saklar, dan stop kontak.</p>
<p>Demikian juga pada pekerjaan lanskap. Untuk menentukan permukaan taman. Pun, Anda memerlukan level acuan. Jadi pada prinsipnya, urusan titik elevasi konstruksi tidak hanya terjadi pada pekerjaan yang menggunakan material baja. Tapi semua pekerjaan bangunan.</p>
<h3>2. Berdasarkan garis sumbu X dan cara penulisan notasi</h3>
<p>Contoh ketika Anda memasang konsol baja pada kolom beton. Dengan tumpuan sistem jepit. Seperti terlihat pada gambar dibawah. Maka elevasi pemasangan konsol di awali dengan simbol + (plus). Yang berarti berada pada ketinggian tertentu dari titik 0.</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4732" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg" alt="Potongan kontruksi bangunan lapangan badminton" width="910" height="518" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton.jpg 910w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton-300x171.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2023/03/Konstruksi-atap-lapangan-badminton-768x437.jpg 768w" sizes="(max-width: 910px) 100vw, 910px" /></a></p>
<p>Beda dengan elevasi pondasi pancang. Karena berada didalam tanah. Maka penulisan elevasi selalu di awali dengan tanda &#8211; (minus). Hal itu sekaligus menjelaskan bahwa posisi tiang pancang sampai dengan kedalaman tertentu dari titik 0.</p>
<p>Cara penulisan elevasi terlihat pada gambar potongan <a href="https://arsitekta.com/perancangan-kuda-kuda-pipa-lengkung-terbukti-kokoh-caranya-ini/" target="_blank" rel="noopener">kuda-kuda pipa lengkung</a>. Lantai bangunan (Lapangan) adalah sebagai titik acuan. Nah, garis ukuran yang menghubungkan antara 2 elevasi dinamakan level. Atau, tinggi salah satu konstruksi bangunan.</p>
<h2>[Panduan] Cara menentukan elevasi bangunan</h2>
<p>Setelah membaca penjelasan diatas, pasti Anda penasaran tentang cara menentukan titik elevasi konstruksi. Sebenarnya mudah. Dan, telah ada acuan yang baku. Yaitu tercantum dalam gambar rencana, yang dibuat oleh arsitek yang merancang bangunan.</p>
<p>Tapi, tunggu dulu. Persoalan sering terjadi demikian:</p>
<ol>
<li>Titik acuan elevasi bangunan, yang ditulis dengan kode ± sudah ada. Namun, tidak pada tempatnya. Seharusnya adalah lantai dasar bangunan. Bukan permukaan jalan, atau halaman.</li>
<li>Elevasi konstruksi bangunan tidak konsisten. Misalnya didalam gambar arsitektur titik +/-0,00 sudah tepat. Namun, didalam gambar struktur beda. Titik ± 0,00 bangunan ditulis sejajar sloof beton. Kan, jadi rancu.</li>
</ol>
<p>Nah, kalau Anda menemukan kasus yang demikian. Pedoman Anda harus poin 1. Yaitu lantai bangunan. Pun, ketentuan ini berlaku untuk semua jenis pekerjaan konstruksi bangunan. Maksudnya begini.</p>
<p>Misal, ketika Anda hendak <a href="https://arsitekta.com/perhitungan-biaya-pemasangan-kosen-besi/">memasang kosen</a> pintu dan jendela. Maka titik elevasi konstruksi tersebut tetap mengacu pada titik ± 0,00 bangunan. Supaya tukang tidak salah pasang. Serta tahu ketinggian pemasangan kosen. Lalu, menyiapkan alat untuk pekerjaan tersebut.</p>
<h2>Cara mengecek level bangunan</h2>
<p>Diatas kertas mungkin saja elevasi bangunan telah benar. Tapi, praktik dilapangan belum tentu. Oleh sebab itu, perlu cek ulang. Bahkan harus sesering mungkin Anda lakukan. Karena item pekerjaan bangunan sangat banyak. Dan, semuanya berkaitan dengan ukuran. Nah untuk melakukan pengecekan tersebut bisa Anda lakukan dengan 2 cara, yakni manual, atau menggunakan mesin.</p>
<p>Cara manual adalah menggunakan selang bangunan. Sedangkan pengukuran titik elevasi konstruksi dengan mesin, maksudnya adalah Total Station (TS). Atau, zaman dulu terkenal dengan nama Thoedolite.</p>
<p>Untuk lingkup pekerjaan yang kecil. Dan, jaraknya pendek. Misalnya pemasangan pipa air bersih didalam rumah. Cukup menggunakan cara pertama. Karena masih terjangkau dengan selang bangunan. Pun, hasilnya juga sangat akurat.</p>
<p>Namun untuk pekerjaan yang luas, dan sangat tinggi. Contohnya pemasangan pondasi penahan tanah. Alat yang tepat adalah TS. Sebab alat ini mampu menjangkau pengukuran sampai ratusan meter.</p>
<h2>Dampak level bangunan yang tidak pas</h2>
<p>Sebenarnya tidak ada regulasi yang mengatur tentang titik elevasi konstruksi bangunan. Melainkan hanya kebijakan masing-masing pemilik. Dengan atau tanpa melibatkan jasa arsitek.</p>
<h3>1. Dampak umum</h3>
<p>Level bangunan rumah tinggal misalnya. Idealnya adalah 50 &#8211; 75 cm dari permukaan jalan raya. Kalau lebih dari itu. Anda akan kesulitan memasukkan kendaraan. Karena harus membuat jalan/jembatan curam.</p>
<p>Sebaliknya, bila elevasi bangunan terlalu rendah. Atau, rata dengan jalan. Maka, membuat Anda tidak nyaman didalam bangunan. Karena takut banjir, debu banyak dan sebagainya.</p>
<h3>2. Dampak secara khusus</h3>
<p>Sering terjadi disebabkan oleh kesalahan proses konstruksi. Misalnya pada saat pemasangan tangga. Elevasi anak tangga dibuat dengan jarak yang tidak ideal. Maka tangga tersebut menjadi tidak layak pakai.</p>
<p>Contoh lain adalah ketika memasang talang. Sesungguhnya harus dibuat miring. Supaya air mudah mengalir. Oleh sebab itu, masing-masing ujung talang tersebut harus beda tinggi.</p>
<p>Dan, masih banyak contoh-contoh pekerjaan bangunan yang membutuhkan titik elevasi konstruksi harus benar. Sebab salah satu saja elevasi konstruksi tidak tepat. Maka, hal itu akan berpengaruh pada bangunan secara keseluruhan.</p>
<h2>[Penutup] Eksistensi titik elevasi bangunan</h2>
<p>Bicara tentang level/elevasi bangunan harus melibatkan banyak pihak. Dan, harus berlangsung jauh-jauh hari sebelum proses pembangunan mulai. Supaya pada saat pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kesalahan, yang berakibat pada kerugian materi dan <a href="https://roboguru.ruangguru.com/question/contoh-kerugian-moril-yang-ditimbulkan-dari-adanya-bencana-gempa-bumi-adalah-_QU-2VV3W2PWMMRBVPY6OZJP">moril </a>(non materi).</p>
<p>Kerugian materi adalah bangunan jadi tidak nyaman. Dan, kerugian dalam bentuk materi adalah timbulnya pekerjaan bongkar pasang. Sebagai akibat dari titik elevasi konstruksi bangunan yang tidak benar. Jadi, tidak boleh anggap remeh.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/">Titik Elevasi Konstruksi Bangunan Yang Benar Dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/titik-elevasi-konstruksi-bangunan-yang-benar-dan-manfaatnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
