<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>usaha konstruksi Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/usaha-konstruksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/usaha-konstruksi/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2020 17:45:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>usaha konstruksi Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/usaha-konstruksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</title>
		<link>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2020 17:45:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja berat]]></category>
		<category><![CDATA[baja konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[densitas baja]]></category>
		<category><![CDATA[fabrikasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[harga baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[mobilisasi baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<category><![CDATA[usaha konstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebutan baja berat atau baja konvensional pada material baja tidak kita ketahui secara pasti, awalnya mulai familiar tengah masyarakat. Orang awam seakan lebih mudah paham mengenai jenis material yang tersebut, jika sebut baja berat atau baja konvensional. Padahal fakta klasifikasi material baja tidak menyebutkan adanya baja berat atau ringan, baja konvensional atau baja modern. Hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/">Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebutan baja berat atau baja konvensional pada material baja tidak kita ketahui secara pasti, awalnya mulai familiar tengah masyarakat. Orang awam seakan lebih mudah paham mengenai jenis material yang tersebut, jika sebut baja berat atau baja konvensional. Padahal fakta klasifikasi material baja tidak menyebutkan adanya baja berat atau ringan, baja konvensional atau baja modern.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hal ini unik sekaligus menarik untuk kita luruskan, agar masyarakat mengetahui dinamika dan fakta mengenai material baja. Yang sampai saat ini tetap paling banyak berguna sebagai bahan konstruksi.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Dinamika yang terjadi pada material baja</strong></h2>



<p>Ada beberapa dinamika yang terjadi pada material baja yang perlu kita ketahui, antaranya ada yang menunjukan tren positif namun ada juga yang sebaliknya.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Baja merupakan indikator perkembangan ekonomi</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja sering gunakan sebagai indikator perkembangan ekonomi, sebab peran baja untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan perkembangan ekonomi global sangat tinggi. Kata baja juga seakan memiliki daya pikat bagi masyarakat, terlihat dari banyaknya nama produk mencantumkan nama baja. Mungkin alasannya agar menarik perhatian dan meningkatkan penjualan, padahal produk-produk tersebut sama sekali tidak memenuhi unsur/kandungan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hal ini murni strategi ekonomi/markerting, atau karena ada unsur hierarki kebutuhan yang tidak terpenuhi, lalu dengan sengaja ‘mengkloning’ nama baja yang telah terkenal sebelumnya?</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Muncul istilah konstruksi baja berat atau baja konvensional</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perobahan selanjutnya yaitu muncul istilah konstruksi baja berat atau konstruksi baja konvensional. Padahal sebelumnya jenis konstruksi berdasarkan bahan yang gunakan, hanya terdiri dari konstruksi baja, konstruksi kayu, konstruksi bambu dan konstruksi/struktur beton. Terbukti sejak produk baja ringan perkenalkan dalam dunia kontruksi, kurang lebih 10 tahun lalu. Material baja yang awalnya kenal hanya satu, seakan berevolusi menjadi bernama baja berat atau baja konvensional.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Terserah apa istilah yang sematkan untuk konstruksi baja, toh pasar yang akan menguji seberapa kualitas, fungsi atau manfaat material baja yang mereka gunakan. Akhirnya juga konsumen akan tahu, bahwa kualitas sebuah produk pengaruhi oleh unsur/kandungan bahan, metode/proses pembuatan, alat yang gunakan, sistem manajemen dan seterusnya.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Tidak ada inovasi pada bentuk profil</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dapat kita katakan sejak ratusan tahun lalu, bentuk profil material baja itu-itu saja artinya tidak ada perobahan atau penambahan bentuk profil baru. Sejalan dengan kebutuhan material baja yang semakin meningkat, harusnya penting melakukan inovasi pada bentuk profil  material baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sisi sebaliknya, justru beberapa profil material baja ada yang sudah jarang temukan, misalnya profil baja T, baja <em>King cross</em> dan <em>Queen cross.</em> Langkanya profil-profil material baja tersebut akibat karena pabrik yang tidak produksi lagi, atau karena bentuk profilnya yang tidak minati (sesuai kebutuhan) konsumen?. Mungkin karena tidak ada inovasi bentuk profil maka bernama baja konvensioal?.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Ukuran material baja tidak konsisten</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Jika anda pernah melihat buku tabel baja yang lengkap, terdapat semua jenis profil material baja memiliki banyak ragam ukuran. Namun saat ini tidak semua ukuran yang tercantum dalam buku tabel tersebut tersedia, dan ukuran yang tidak konsisten ini terjadi pada semua jenis profil.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita ambil salah satu contoh, dalam buku tabel baja ukuran baja profil Siku yang terkecil adalah Siku 20x20x3mm dan yang terbesar yaitu Siku 250x250x25 mm. Namun yang tersedia saat ini, yang paling kecil adalah Siku 30x30x3 mm dan yang terbesar adalah Siku 150x150x15 mm.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Fakta-fakta yang benar tentang baja</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan mengikuti dinamika yang telah terjadi, ada beberapa fakta menarik tentang material baja yang ternyata belum kita ketahui, yaitu:</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Fakta <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pembuatan_baja">proses pembuatan material baja</a></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Membuat material baja sebagai bahan kontruksi, melalui proses yang sangat berat alias rumit dan panjang. Jika proses pembuatan baja ribuan tahun lalu, masih menggunakan tungku api untuk melebur biji besi. Namun kini baja telah produksi oleh pabrik-pabrik modern menggunakan mesin-mesin yang canggih.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walau pembuatan material baja membutuhkan proses yang rumit, akan tetapi dengan ketersediaan alat-alat modern tersebut, industri-industri baja dunia bersaing ketat untuk menjadi produsen terbesar. Dan oleh <em>British Geological Survei (2005),</em> menyatakan Tongkok adalah produsen baja terbesar dunia, dimana sekitar sepertiga produksi baja dunia berasal dari Tiongkok, disusul oleh Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Fakta mengenai densitas baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Densitas <em>(density)</em> atau berat jenis, atau rapatan artinya pengukuran massa setiap satuan voleme benda. Densitas material baja sangat bervariasi, yang tergantung dari unsur/kandungan pembentukan baja, yaitu antara 7.750 sampai 8.080 Kg/M³. Dan untuk bahan konstruksi densitas material baja yang memenuhi standar adalah 8.750 Kg/M³.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Anda bisa bayangkan untuk volume 1 M³ yang isi dengan massa baja, maka beratnya mencapai 8.750 Kg. Itu artinya sama dengan standar kapasitas muatan (tonase) sebuah truk sedang. Jadi jika ada yang mengatakan bahwa baja itu ringan adalah persepsi yang keliru, dan untuk meluruskannya perlu memahami densitas material baja.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="553" height="405" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama.jpg" alt="fakta bahwa material baja memiliki berat jenis yang besar" class="wp-image-2179" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama.jpg 553w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-timbangan-digital-lama-300x220.jpg 300w" sizes="(max-width: 553px) 100vw, 553px" /><figcaption>Gambar illustrsi timbangan digital</figcaption></figure></div>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Fakta mengenai material besi dan baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Besi dan baja berbeda, walau terdiri dari kadungan logam yang sama yaitu <em>ferrous</em> dengan bahan dasar <em>Fe</em>. Namun besi tidak sama dengan baja, sebab besi murni material alami yang terbuat dari unsur <em>Fe,</em> yang mudah bereaksi dengan udara lembab sehingga mudah mengalami korosi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara baja adalah material buatan yang terdiri dari kandungan besi, yang paduan dengan unsur <em>nikel, mangan, karbon, fosfor, silikon, sulfur</em> dan sedikit <em>alumunium, nitrogen</em> serta <em>oksigen. </em>Kandungan <em>nikel</em> dan <em>mangan</em> pada baja berguna untuk menambah kekuatan pada baja. Sementara <em>karbon</em> dalam  baja yang mencapai 0,2%-2,1%, memengaruhi tingkat kekerasan dan kemampuan daya tarik baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk membedakan antara besi dan baja dengan mudah, caranya dengan menganalogikan udara dan air. Dimana dalam air pasti ada udara, namun dalam udara belum tentu ada air. Demikian juga, dalam material baja pasti ada unsur besi, tetapi unsur yang dalam besi tidak semua dapat kita gunakan untuk material baja.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Fakta mengenai harga material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Saat ini harga material baja cukup mahal, yakni antara Rp 10.000 sampai Rp 12.500/Kg, yaitu harga yang setara dengan membeli 5 pcs mur baut Ø3/4”x3”. Dan bila konversi, uang senilai itu dapat membeli kurang lebih 1 Kg beras, yang cukup untuk makan 5-8 orang.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Artinya bukan hal yang baru jika ingin menggunakan material baja, sebagai bahan konstruksi harus menyediakan dana lebih. Namun bukan berarti manfaat yang kita peroleh tidak sebanding. Sebab selain konstruksi yang kuat dan daya tahan yang lama, ada banyak manfaat lain yang akan kita peroleh dengan menggunakan bahan baja. Lebih detail anda dapat pelajari <a href="https://arsitekta.com/ini-keunggulan-baja-sebagai-bahan-konstruksi/">Ini Keunggulan Baja Sebagai Bahan Konstruksi.</a></p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">5.<strong>Fakta mengenai mobilisasi material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Material baja perlu kita mobilisasi untuk dapat kita gunakan sebagai bahan konstruksi. Mobilisasi material baja meliputi jenis alat transportasi, biaya transportasi bahan dan waktu yang kita butuhkan untuk mengantar bahan. Misalnya mobilisasi dari pabrik ke workshop, kemudian dari worshop ke proyek <em>(site).</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Biaya yang butuhkan untuk mobilisasi material baja relatif mahal, dan waktu yang kita butuhkan agar sampai tujuan cukup lama, terutama bila lokasi proyek luar pulau. Sebab proyek yang berada luar pulau, akan menimbulkan biaya mobilisasi yang lain, yaitu biaya asuransi dan sewa kontainer.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Contoh sebuah proyek konstruksi baja pada tahun 2017 lalu, yang berlokasi kota Nunukan, Kalimantan Utara. Proyek tersebut kerjakan oleh sebuah kontraktor dari Semarang, Jawa Tengah. Teknis mobilisasi material baja agar bisa sampai ke lokasi, mereka lakukan seperti berikut:</p>



<ul><li>Pengiriman baja dari pelabuhan Tanjung Mas, Semarang tidak dapat lakukan karena kapal laut menuju Kalimantan Utara tidak tersedia, maka pengiriman lakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.</li></ul>



<ul><li>Material baja di <em>packing</em> rapi di dalam kontainer berukuran 20 <em>Feet,</em> kemudian diangkut ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dengan menggunakan truk trailer.</li><li>Dari pelabuhan di Surabaya kontainer yang berisi material baja di kirim ke pelabuhan Tarakan, Kalimantan Utara melalui kapal laut.</li><li>Dari pelabuhan Tarakan kontainer di oper ke kapal laut yang berukuran lebih kecil, untuk selanjutnya di kirim ke pelabuhan Nunukan.</li><li>Prediksi waktu yang dibutuhkan sebelumnya 15 hari baja konstruksi bisa sampai di lokasi proyek, ternyata molor hingga 20 hari.</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari contoh diatas maka ada 3 jenis biaya tranportasi yang harus dikeluarkan kontraktor, yaitu biaya pengiriman bahan dari Semarang ke Surabaya, biaya pengiriman bahan dari Surabaya ke Tarakan dan dari Tarakan ke Nunukan. Sementara alasan memilih ukuran kontainer yang 20 feet, karena pelabuhan di Nunukan relatif kecil sehingga kapal besar tidak dapat bersandar, jadi pengiriman harus melalui/transit di pelabuhan Tarakan.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">6.<strong>Fakta mengenai proses pengerjaan material baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengerjaan material baja sebagai bahan konstruksi harus kita lakukan dengan teliti. Sebab kesalahan ukuran beberapa millimeter saja akan berakibat fatal, misa rangka baja tidak bisa terpasang dengan sempurna. Antisipasi mengenai hal ini telah jelas dalam <a href="https://arsitekta.com/teknik-dasar-shop-drawing-konstruksi-baja/">Teknik Dasar Shop Drawing Konstruksi Baja,</a> silahkan anda pelajari sebagai bagian dari proses pengerjaan baja.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara umum proses pengerjaan material baja konstruksi terbagi 2 tahap, yaitu:</p>



<h4 class="wp-block-heading">I.<strong>Tahap fabrikasi baja</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Proses pengerjaan baja konstruksi pada tahap fabrikasi yaitu rangkaian pembuatan (produksi) komponen-komponen baja, dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi sehingga siap anda gunakan sebagai bahan konstruksi. Yang lakukan sekelompok tukang baja dengan mengikuti metode kerja fabrikasi yang telah anda tetapkan. Salah satu artikel kami mengenai Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi, silahkan anda dapat pelajari link tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk bisa sampai ke tahap fabrikasi tentu ada proses yang anda lalui sebelumnya, misalnya mengikuti proses tender/lelang proyek, mengajukan penawaran harga, kemudian melakukan klarifikasi dan negosiasi harga. Selanjutnya jika ternyata menang tender maka perlu membuat <em>shop drawing</em> dan RAP proyek baja.</p>



<h4 class="wp-block-heading">II.<strong>Tahap <em>erection</em> baja</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size"><em>Erection</em> atau ereksi baja merupakan pekerjaaan perakitan komponen-komponen baja, agar menjadi sebuah struktur satu lapangan konstruksi. Tahap ini dapat kita laksanakan setelah komponen-komponen baja tersebut telah melalui tahap fabrikasi. Yang lakukan oleh sekelompok tukang baja yang khusus/ahli bidang<em> erection.</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Metode pelaksanaan perakitan komponen baja tergantung bentuk konstruksi dan jenis bahan yang kita gunakan, sebab masing-masing konstruksi memiliki metode kerja yang berbeda. Misalnya <em>erection </em>konstruksi rangka atap baja, metode kerjanya dapat anda tentukan jika Bentuk dan Jenis Bahan Kuda-kuda Baja Profil telah anda ketahui.</p>



<h3 class="has-luminous-vivid-orange-color has-text-color wp-block-heading">7.<strong>Fakta mengenai <a href="https://sarjanaekonomi.co.id/resiko-usaha/">resiko usaha</a> konstruksi baja</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Resiko melakukan usaha bidang konstruksi baja tergolong tinggi dan beragam, yang bisa terjadi pada kontraktor maupun kepada para tukang. Jenis resiko bagi kontraktor bisa berupa kerugian yang sebabkan oleh salah perhitungan, kegagalan produksi (fabrikasi dan <em>erection</em>), manajemen perusahaan yang buruk dan sebagainya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sementara resikonya bagi para tukang diantaranya kecelakaan kerja. Yang dapat terjadi di <em>workshop</em> ketika fabrikasi baja maupun terjadi di proyek <em>(site)</em> saat melaksanakan <em>erection</em>. Potensi kecelakaan kerja bagi tukang sangat mungkin karena jenis material baja yang anda kerjakan tergolong material keras, berat dan besar.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara khusus pada tahap <em>erection,</em> potensi kecelakaan kerja makin besar terjadi karena perakitan komponen-komponen baja mayoritas berada pada ketinggin. Perhatikan gambar ini, adalah salah satu metode perakitan yang menggunakan alat berat dan berada pada ketinggian.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="560" height="360" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5.jpeg" alt="Fakta tentang resiko menggunakan material baja" class="wp-image-1710" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5.jpeg 560w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Baja_5-300x193.jpeg 300w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /><figcaption>Gambar proses pemasangan material baja</figcaption></figure></div>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari penjelasan ini, mengenai dinamika yang terjadi dan fakta-fakta yang benar tentang material baja. Dapat kita simpulkan bahwa usaha/kerja dibidang konstruksi baja cukup menjanjikan, karena peran baja untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan perkembangan ekonomi saat ini tetap tinggi.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Walaupun harga material baja relatif tinggi bandingkan material lainnya, namun manfaat yang kita peroleh sangat sepadan. Tingginya harga tersebut akibat faktor mobilisasi bahan serta proses pegerjaan material baja membutuhkan ketelitian.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk terjun bidang usaha konstruksi baja, anda harus benar-benar memiliki orang yang ahli baja. Yaitu orang yang memahami dan menguasai material baja, dapat melakukan perhitungan biaya-biaya dan analisa harga, serta memahami proses pengerjaan baja untuk konstruksi. Jika persyaratan tersebut belum anda miliki, maka anda berpotensi menghadapi resiko yang besar.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/">Dinamika dan Fakta Mengenai Material Baja, Seperti Ini</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/dinamika-dan-fakta-mengenai-material-baja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
