<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desain Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/desain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/desain/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2024 13:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>Desain Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/desain/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Memahami Tata Ruang Pada Jalan Tol</title>
		<link>https://arsitekta.com/penting-memahami-tata-ruang-pada-jalan-tol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 18:24:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[tata ruang]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/penting-memahami-tata-ruang-pada-jalan-tol/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita apresiasi prestasi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tol, khususnya tol Trans Jawa sepanjang ±1.000 Km, yang diperkirakan akan rampung dalam waktu kurang 5 tahun. Saat ini, kita telah bisa mendapat manfaat pembangunan jalan tol tersebut, namun penting diketahui tanpa ada tata ruang jalan tol yang baik, sama dengan merusak lingkungan alam. Dan peran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penting-memahami-tata-ruang-pada-jalan-tol/">Pentingnya Memahami Tata Ruang Pada Jalan Tol</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Kita apresiasi prestasi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tol, khususnya tol Trans Jawa sepanjang ±1.000 Km, yang diperkirakan akan rampung dalam waktu kurang 5 tahun. Saat ini, kita telah bisa mendapat manfaat pembangunan jalan tol tersebut, namun penting diketahui tanpa ada tata ruang jalan tol yang baik, sama dengan merusak lingkungan alam. Dan peran arsitek didalamnya, bukan sekedar menciptakan karya rancangan spektakuler dan wah. Namun agar menjaga dan melestarikan alam sebagai karya rancangan Sang Khalik, wajib diwariskan pada generasi mendatang.</em></p></blockquote>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Menyambung artikel sebelumnya tentang <a href="https://arsitekta.com/2020/06/13/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/">Arsitektur Lanskap Jalan Tol di Indonesia</a>, kali ini masih tentang topik yang sama. Pembangunan infraastruktur jalan tol juga penting dipahami, dari persfektif regulasi atau undang-undang. Diantaranya adalah <a href="http://www.depdagri.go.id/media/documents/2007/04/26/UU_No.26-2007.doc.">Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Tata Ruang</a>.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada arsitektur lanskap menjelaskan, bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol menciptakan ruang (lingkungan) binaan baru. Jalan tol Trans Jawa misalnya, &nbsp;sebagai barometer keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan infrastruktur jalan tol. Tidak berhenti tahap pelaksanaan konstruksi saja, ruang yang terbentuk disepanjang jalan tol tersebut, mulai dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa, perlu dilakukan tata ruang dengan benar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa tujuan tata ruang menurut Undang-udang Nomor 26 Tahun 2007?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, menjelaskan ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Secara garis besar undang-undang ini bertujuan mengatur, membina, mengawasi dan mengendalikan semua bentuk ruang yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berlandaskan tujuan dalam UU tersebut, kita pahami jalan tol merupakan salah satu ruang yang berada di wilayah Indonesia, yang perlu dilakukan penataan.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Berikut 3 tujuan prioritas, pentingnya tata ruang jalan tol harus dilakukan, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Meminimalisir dampak kerusakan tata ruang lingkungan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pembangunan infrastruktur jalan tol sedikit banyak telah merusak lingkungan alam, karena permukaan tanah mengalami perobahan bentuk maupun fungsi. Perobahan bentuk tersebut sebab adanya perkerasan permukaan kontur tanah, yang lakukan melalui pemadatan, pengaspalan atau hot mix. Sedangkan perobahan fungsi, terjadi karena lahan sebelumnya berlaih menjadi bangunan infrastruktur jalan tol.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebelum jalan tol terbangun, adakalanya kawasan tersebut adalah daerah pertanian atau permukiman. Setelah jalan tol ada, maka peruntukan kawasan tersebut berotensi berobah (alih fungsi). Misalnya dari yang sebelumnya lahan pertanian, beralih fungsi menjadi permukiman atau komplek pertokoan/ruko. Atau jika sebelumnya adalah area permukiman, potensi beralih fungsi menjadi kawasan industri dan sebagainya.</p>



<div class="wp-block-image is-style-default"><figure class="aligncenter size-medium"><a href="https://maps.google.com/"><img decoding="async" width="300" height="157" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Mojokerto-Kertosono-300x157.jpeg" alt="tata ruang jalan tol Mojokerto_kertosono" class="wp-image-1768" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Mojokerto-Kertosono-300x157.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Mojokerto-Kertosono-768x402.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Mojokerto-Kertosono.jpeg 860w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption>Gambar jalan tol Mojokerto-Kertosono</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar ini adalah ruas jalan tol Mojokerto-Kertosono, yang terbentang tengah lahan pertanian yang luas. Menghindari agar tidak terjadi alih fungsi pada lahan pertanian tersebut, berarti juga meminimalisir kerusakan lingkungan alam sekitarnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Mendukung program pembangunan berkelanjutan <em>(sustainable)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Penetapan tata ruang jalan tol, sangat penting untuk mendapatkan kepastian hukum dan keadilan, memahami keselarasan dan keseimbangan alam, keterbukaan informasi kepada publik, serta untuk memperoleh manfaat pendayagunaan ruang sekitar jalan tol.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Setelah proses pembangunan infrastruktur jalan tol selesai, program selanjutnya adalah membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing masuk ke Indonesia. Juga industri-industri dalam negeri akan melirik peluang yang sama, yakni agar bisa melakukan ekspansi pabrik ke daerah yang memiliki nilai lebih potensial. Sangat penting kita pahami bahwa wilayah yang potensial bagi investor asing maupun pengusaha dalam negeri, adalah daerah yang memiliki infrastruktur jalan yang baik.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><a href="https://maps.google.com/"><img decoding="async" width="300" height="157" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Semarang-Batang-1-300x157.jpeg" alt="tata ruang jalan tol Semarang-Batang" class="wp-image-1770" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Semarang-Batang-1-300x157.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Semarang-Batang-1-768x402.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Semarang-Batang-1.jpeg 860w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption>Gambar jalan tol Semarang-Batang</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar ini adalah ruas jalan tol Semarang-Batang. Wilayah sekitar jalan tol ini, fungsi lahan peruntukkannya selain untuk area permukiman, area ruang terbuka hijau,  juga sebagai area kawasan indutri. Dan program pembangunan berkelanjutan pemerintah pada wilayah ini, dengan menetapkan <a href="https://www.kendalkab.go.id/berita/id/20190404002/bupati_mirna__kawasan_industri_kendal_berprospek_paling_bagus_se_tanah_air">kecamatan Kaliwungu sebagai kawasan industri</a> dengan luas mencapai 1.200 Ha.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Mempertahankan potensi, kearifan dan budaya lokal</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Manfaat pembangunan infrastruktur jalan tol selain meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi memiliki dampak pada moderenisasi suatu daerah atau kota. Indikasi moderenisasi tersebut penting kita ketahui, misal hilangnya identitas kota yang lalui jalan tol, serta kearifan dan budanya lokal makin menurun.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perlu kita pahami juga, penyebab hilangnya identitas dan menurunnya kearifan dan budanya lokal. Karena pemanfaatan dan pendayagunaan potensi kota yang terintegrasi dengan jalan tol tidak kita lakukan dengan baik. Informasi tentang potensi, kearifan dan budaya kota bisa tersampaikan kepada pengguna jalan tol, dengan memanfaatkan ruang sekitar jalan tol. Misalya informasi sampikan dengan memasang reklame, serta arsitektur gerbang tol memperlihatkan kearifan dan budaya lokal.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-medium"><a href="https://maps.google.com/"><img decoding="async" width="300" height="157" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Pemalang-Batang-300x157.jpeg" alt="tata ruang jalan tol Pemalang-Batang " class="wp-image-1771" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Pemalang-Batang-300x157.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Pemalang-Batang-768x402.jpeg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-tol-Pemalang-Batang.jpeg 860w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption>Gambar jalan tol Pemalang-Batang</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar ini adalah ruas jalan tol Pemalang-Batang, pada tengah ruas jalan  tol tersebut terdapat kota Pekalongan. Mayoritas masyarakat Indonesia telah paham, bahwa <a href="https://id.quora.com/Mengapa-yang-mendapatkan-julukan-sebagai-kota-batik-adalah-Pekalongan-bukan-Solo-atau-Yogyakarta#:~:text=Lanjutkan%20Membaca-,Mengapa%20Kota%20Pekalongan%20mendapat%20julukan%20Kota%20Batik%2C%20bukan%20Kota%20Solo,Pekalongan%2C%20Jawa%20Tengah%20itu%20karena%3A&amp;text=di%20Kota%20Pekalongan.-,Membantik%20menjadi%20salah%20satu%20mata%20pencaharian%20Pokok%20warga%20Pekalongan%2C%20dan,menjadi%20Jantung%20Kehidupan%20Kota%20Pekalongan.">Pekalongan adalah salah satu sentra industri batik</a> yang terkenal. Namun apakah identitas/informasi tersebut tetap bisa kita komunikasikan kepada pengguna jalan tol, adalah pertanyaan besar dan penting untuk diketahui masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana menyelenggarakan tata ruang pada jalan tol?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tindak lanjut tata ruang jalan tol memerlukan kerjasama yang baik, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta peran aktif masyarakat. Tugas terberat adalah pada tahap ini, bukan pada tahap proses konstruksi/pembangunan.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Karena semua unsur terlibat dan merasakan manfaat langsung atas pembangunan infrastruktur jalan tol, maka baik kota maupun desa, petani atau pengusaha harus kerjasama. Singkatnya, efektif tidaknya implemetasi tata ruang pada jalan tol adalah tergantung peran aktif kita semua.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Peran pemerintah pusat</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebagai turunan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007, pemerintah pusat telah menerbitkan peraturan-peraturan yang mengatur teknis pelaksanaan tata ruang. antara lain:</p>



<ul><li>Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Tata Ruang</li><li>Permen ATR/Kapala BPN No.1 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi,Kabupaten dan Kota</li><li>Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2016 Tentang Evaluasi Rancangan Perda Tentang Rencana Tata Ruang Daerah</li><li>Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2010 Tentang Bentuk dan Tata Cara Masyarakat Dalam Penataan Ruang.</li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari peratuan-peraturan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan seluruhnya landasan hukum,  untuk pemerintah daerah sebagai penyelenggara terdepan melakukan tata ruang pada jalan tol.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Peran pemerintah daerah</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemerintah daerah baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota segera meninjau/evaluasi kembali masing-masing Perda, tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Hal ini sebabkan, pada wilayah masing-masing telah terbentuk ruang baru pada jalan tol.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Contoh jalan tol Trans Jawa, yang rencanakan hanya dalam waktu 5 tahun rampung pembangunannya, sementara RTRW tiap provinsi, kabupaten/kota masa berlakunya selama 20 Tahun. Berarti agar tata ruang jalan tol bisa selenggarakan dengan baik, penting untuk segera melakukan evaluasi RTRW.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Kita tahu, jalan tol Trans Jawa dari Jawa Barat sampai Jawa Timur melintas wilayah 18 pemerintah daerah kabupaten/kota,. Menjadi pertanyaan, apakah semua pemerintah daerah kabupaten/kota teresebut telah meyelenggarakan tata ruang pada jalan tol?  atau, justru pada RTRW masing-masing belum melakukan evaluasi?</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Peran masyarakat</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hak masyarakat sebagai penenerima manfaat atas tata ruang jalan tol, tetapi juga berkewajiban menjaga, mengawasi dan memelihara infrastruktur jalan tol. Perlu pahami dalam struktur pemerintahan negara kita, peran masyarakat terwaliki kepada para anggota Legislatif tingkat I dan II.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk melakukan evaluasi RTRW, anggota Legislatif memiliki peran besar guna menentukan bagaimana detail dan teknis penataan ruang jalan tol. Maka masyarakat penting mendorong para legilatif, sebagai perwakilan pemerintah daerah masing-masing, untuk melakukan evaluasi Perda tentang RTRW.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Tata ruang pada jalan tol tidak selenggarakan hanya pada jalan tol Trans Jawa, tetapi juga pada jalan tol yang pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Dan lebih bijak, tata ruang tersebut lakukan bersamaan dengan perencanaan jalan tol. Tujuannya, manakala infrastruktur jalan tol telah rampung pembangunannya, maka tugas/PR selanjutnya cukup melakukan pengawasan dan pemeliharaan. Penting pahami tata ruang pada jalan tol, juga bisa lakukan jauh lebih awal, sebelum pembangunan infrastruktur jalan tol mulai.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/penting-memahami-tata-ruang-pada-jalan-tol/">Pentingnya Memahami Tata Ruang Pada Jalan Tol</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</title>
		<link>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 22:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur lanskap]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[lanskap]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[tata ruang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita mendukung sepenuhnya program pembangunan infrastruktur jalan tol seluruh pelosok negeri Indonesia. Namun pembangunan jalan tol bila tidak tertangani dengan benar dan profesional, sama dengan merusak lingkungan alam. Peran arsitektur lanskap dalamnya bukan sekedar menciptakan karya rancangan spektakuler atau hebat, penting agar menjaga dan melestarikan alam sekitar sebagai karya rancangan Sang Khalik, yang wajib kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/">Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong>Kita mendukung sepenuhnya program pembangunan infrastruktur jalan tol seluruh pelosok negeri Indonesia. Namun pembangunan jalan tol bila tidak tertangani dengan benar dan profesional, sama dengan merusak lingkungan alam. Peran arsitektur lanskap dalamnya bukan sekedar menciptakan karya rancangan spektakuler atau hebat, penting agar menjaga dan melestarikan alam sekitar sebagai karya rancangan Sang Khalik, yang wajib kita wariskan kepada generasi mendatang.</strong></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingkah unsur arsitektur lanskap dalam pembangunan jalan tol?</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Pembangunan infrastruktur jalan tol dari perspektif ilmu pengetahuan arsitektur lanskap, adalah menciptakan lingkungan binaan baru yang kita lakukan mengutamakan kaidah estetika. Namun tidak serta merta mengabaikan kaidah konstruksi serta bentuk atau fungsi. Lingkungan binaan baru tersebut tercipta, bertujuan untuk memperoleh manfaat bagi kelangsungan manusia hidup dan mahluk lainnya.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sejalan dengan <a href="http://ilhamagronomi.blogspot.com/2012/02/pengantar-arsitektur-lanskap.html">pendapat Norman T.Newtown</a> (1971), mengatakan bahwa arsitektur lanskap adalah seni dan pengetahuan. Yang mengatur tata letak permukaan bumi dan ruang-ruang diatas, untuk mencapai efisiensi, keselamatan dan kesehatan umat manusia. Merujuk pada pendapat tersebut, kita tahu pentingnya unsur arsitektur lanskap seharusnya ada sejak perencanaan jalan tol.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa merencanakan lanskap harus mengedepankan kaidah estetika?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Elemen lanskap terdiri dari <em>Hard Material</em> dan <em>Soft Material</em>. Elemen hard material <em>(material keras) </em>maksud adalah perkerasan dan bangunan, sementara elemen soft material <em>(material lembut) </em>adalah tanaman atau vegetasi. Kombinasi 2 elemen ini, secara tidak langsung telah memenuhi kaidah konstruksi, serta fungsi bersamaan, manakala suatu proses perencanaan lanskap jalan tol berlaku.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Perkerasan dan bangunan berhubungan erat dengan konstruksi, bentuk maupun fungsi, sementara vegetasi orientasinya adalah kaidah estetika. Nah, supaya perkerasan maupun bangunan dapat memiliki nilai seni, efisien dan bermanfaat, perlu menata sedemikian rupa oleh seorang arsitek lanskap. Hal ini menjadi jawaban, mengapa dalam perencanaan infrastruktur jalan tol harus mengedepankan estetika. Sekaligus menjadi alasan kedua, bahwa unsur arsitektur lanskap sangat penting dalam perencanaan infrastruktur jalan tol.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah arsitek lanskap telah berperan dalam perencanaan insfrastruktur jalan tol?</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Peran dan tugas arsitek lanskap menurut <a href="https://www.asla.org/aboutlandscapearchitecture.aspx">ASLA</a> <em>(American Society of Landscape Arhitecture)</em>, menjelaskan bahwa arsitek lanskap bertugas menganalisis, merencanakan, merancang, mengelola dan memelihara lingkungan alam yang terbangun.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mengacu penjelasan ALSA, peran arsitek lanskap dalam pembangunan jalan tol tidak berhenti pada tahap perencanaan saja, yaitu menganalisis, merencanakan dan merancang. Namun juga tahap pasca konstruksi, yaitu mengelola dan memelihara lingkungan alam.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sampai di sini, kita tidak menjelaskan satu per satu secara detail peran arsitek lanskap. Tetapi sesuai judul, sejauh mana peran arsitek lanskap dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, saat ini dapat kita ketahui dari beberapa aspek berikut:</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1. <strong>Ruang binaan arsitektur lanskap yang nyaman</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ruang binaan baru terbentuk pada alam terbuka, terbentang sepanjang jalan tol dan mencapai ratusan kilometer. Yang menciptakan sirkulasi dan pergerakan yang kompleks bagi pengguna jalan tol. Dampak pergerakan yang panjang ini, pengguna akan cepat merasakan kejenuhan saat berkendara. Untuk sebagian ruas jalan tol, yang kebetulan memiliki unsur <em>view</em> dari alam sekitar dapat mengurangi sedikit kejenuhan. Tetapi bagaiman dengan bagian ruas jalan tol yang tidak memiliki view?</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1750" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang-300x234.jpeg" alt="Agar pembaca tahu bentuk ruang binaan baru yang terbentuk pada arsitektur lanskap jalan tol" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Petang.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption>Gambar Ruang Binaan Baru Jalan Tol</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar, terlihat ruang yang terbentuk pada jalan tol terkesan statis dan tidak memiliki estetika. Dampaknya, pada ruas jalan tol seperti ini akan mengakibatkan pengendara cepat lelah dan bosan, penyebabnya karena elemen vegetasi pada lanskap jalan tol sangat minim.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Merancang agar jalan tol bisa menciptakan rasa nyaman bagi pengguna. Selain melakukan penanaman vegetasi/penghijauan sekitar tepi jalan tol, pemasangan reklame pada tempat-tempat tertentu bisa kita lakukan. Misalnya, reklame kita pasang disisi luar <em>Fly Over</em> yang ada pada gambar di atas.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2. <strong>Waktu melintas pada lanskap jalan tol</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pengertian waktu yang kita maksud bukan jarak tempuh pengendara, dari kota A bisa sampai ke kota B berapa lama. Melainkan siklus pengguna jalan tol, saat melintas apakah siang atau malam hari, ketika hujan atau terik matahari atau pada kondisi jalur sedang padat atau ketika sepi. Atau kombinasi antar siklus tersebut, misalnya melintas saat malam hari dengan cuaca hujan, atau pada siang hari tetapi jalur tol padat kendaraan.</p>



<div class="wp-block-jetpack-slideshow aligncenter" data-effect="slide">
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_container swiper-container">
<ul class="wp-block-jetpack-slideshow_swiper-wrapper swiper-wrapper">
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1755" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1755" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Malam-Hari-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Malam Hari</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1754" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1754" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Pagi-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Pagi Hari</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1756" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1-300x234.jpeg" alt="" data-id="1756" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Suasana-Tol-Siang-hari-1.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Suasana Jalan Tol Siang Hari</figcaption>
</figure>
</li>
</ul>
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_pagination swiper-pagination swiper-pagination-white"> </div>
</div>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Melintas di jalan tol pada malam, pagi dan siang hari memberi suasana yang berbeda-beda bagi pengendara, perhatikan gambar slide. Misalnya, malam hari jalan tol akan penuh cahaya lampu yang berasal dari mobil pengendara lain, lampu penerangan jalan atau lampu dari permukiman sekitar jalan tol. Kondisi seperti ini membuat pengendara tidak nyaman, karena cahaya yang terlalu banyak bisa mengakiatkan pandangan silau. Namun sebaliknya, cahaya yang sedikit pun akan mengakibatkan pengendara cepat mengantuk.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mengatasi suasana seperti diatas, adalah menjadi bagian dari tugas arsitek lanskap. Misalnya tiap jarak tertentu, permukaan ruas jalan tol dibuat berirama, garis batas tepi jalan tol dicat dengan beberapa macam warna. Juga pada lampu penerangan jalan bisa dibuat beragam warna cahaya, misalnya memasang bola lampu warna putih/bening, kuning atau biru.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3. <strong>Volume aktivitas di sekitar arsitektur lanskap jalan tol</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Unsur volume yang kita maksud adalah meliputi perkiraan jumlah penduduk sekitar ruas jalan tol, yang bertambah <em>(urban)</em> beberapa tahun yang akan datang. Cepat atau lambat, hal ini akan berpengaruh pada pola aktivitas dan pergerakan pengguna jalan tol. Misalnya unsur <em>view</em> yang sebelumnya ada, kemungkinan akan hilang dan berganti menjadi komplek permukiman, area komersial atau kawasan industri. Pastikan alih fungsi lahan yang terjadi sekitar lingkungan jalan tol, berakibat pada peningkatan volume kendaraan yang melintas.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-medium"><a href="https://www.pu.go.id/berita/view/17558/kementerian-pupr-dorong-bujt-tingkatkan-layanan-rest-area-dan-jalan-tol-berkelanjutan"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-image-1757" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type-300x234.jpeg" alt="pergerakan dan aktivitas pengguna jalan tol di rest area, wujud dari rancangan arsitektur lanskap " srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Rest-Area-type.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>
<figcaption><em>Rest Area</em> Jalan Tol</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan terbangun beberapa titik <em>rest area,</em>  secara tidak langsung mendukung proses urbanisasi terjadi sekitar jalan tol. Aktivitas para pedagang ini, yang berasal dari penduduk sekitar atau pendatang berpotensi membentuk permukiman baru.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kondisi ini, arsitek lanskap perlu mengelola dan memelihara lingkungan agar tidak terjadi alih fungsi lahan. Untuk itu memerlukan kerjasama dengan kementerian, instansi/dinas dan pemprov atau pemda. Kerjasama tersebut berlandaskan peraturan dan undang-undang,yang sudah resmi dari pemerintah. Misalnya regulasi yang mengatur Tata Ruang Jalan Tol Indonesia adalah <a href="https://www.atrbpn.go.id/Publikasi/Peraturan-Perundangan/Undang-Undang/undang-undang-nomor-26-tahun-2007-1849">Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007.</a></p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3. <strong>Pentingnya arsitektur lanskap yang berkelanjutan <em>(Sustainable)</em></strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gapura, Tetengger atau <em>Landmark</em> dan sebagainya dahulu berfungsi sebagai icon budaya, kearifan lokal dan karakteristik sebuah kota. Kini berangsur-angsur terlupakan, karena pergerakan manusia mayoritas melaui jalan tol dan perhatian terhadap pentingnya arsitektur kota semakin berkurang.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Aspek berkelanjutan pada jalan tol, bisa nyata pada desain Gerbang Tol (GT). Yaitu yang mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal, seperti bangunan <a href="https://balipedia.id/jalan-tol-bali-mandara/">GT di kota Denpasar, Bali</a>. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi gapura kota ke GT, karena saat ini GT menjadi akses utama keluar masuk manusia dalam melakukan aktivitas. Dengan demikian karakteristik dan unsur budaya sebuah kota tetap bisa kita pertahankan.</p>



<div class="wp-block-jetpack-slideshow aligncenter" data-effect="slide">
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_container swiper-container">
<ul class="wp-block-jetpack-slideshow_swiper-wrapper swiper-wrapper">
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1758" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung-300x234.jpg" alt="" data-id="1758" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung-300x234.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Bandung.jpg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gapura Kota Bandung, Jawa Barat</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1759" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim-300x234.jpeg" alt="" data-id="1759" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Gapura_Jatim.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">Gapura Kota Lumajang, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1760" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban-300x234.jpeg" alt="" data-id="1760" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Caruban.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">GT Caruban, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
<li class="wp-block-jetpack-slideshow_slide swiper-slide">
<figure><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="234" class="wp-block-jetpack-slideshow_image wp-image-1761" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto-300x234.jpeg" alt="" data-id="1761" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto-300x234.jpeg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/GT_Mojokerto.jpeg 440w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />
<figcaption class="wp-block-jetpack-slideshow_caption gallery-caption">GT Mojokerto, Jawa Timur</figcaption>
</figure>
</li>
</ul>
<div class="wp-block-jetpack-slideshow_pagination swiper-pagination swiper-pagination-white"> </div>
</div>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar slide in, terlihat perbedaan yang sangat kontras antara Gapura kota dengan GT. Gapura kota masih mempertahankan karakteristik dan kearifan lokal, sementara GT rancangnya dengan gaya arsitektur modern.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Saatnya arsitek lanskap pro-aktif, sejak proses perencanaan infrastruktur jalan tol berlangsung. Tentu kita tidak manghendaki identitas, budaya dan kearifan lokal bangsa hilang oleh arus globalisasi dan teknologi. Demikian juga untuk menghindari dampak kerusakan lingkungan alam, serta kemungkinan alih fungsi lahan sekitar ruas jalan tol. Guna merealisasikan, arsitek lanskap perlu melakukan kerjasama dengan ahli-ahli bidang lain.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Barometer keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan tol Indonesia adalah jalan tol Trans Jawa, dengan panjang ruas jalan tol mencapai 1.000 kilometer. Berkaca dari kelebihan atau kekurangan jalan tol Trans Jawa, mari jadikan koreksi untuk pelaksanaan pembangunan jalan tol selanjutnya. Ketika melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol di pulau Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/">Begini Gambaran Arsitektur Lanskap Jalan Tol Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/arsitektur-lanskap-jalan-tol-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
