<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>castellated beam Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/castellated-beam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/castellated-beam/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Sep 2023 23:05:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>castellated beam Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/castellated-beam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begini Cara Membuat Baja Kastela Yang Benar Dan Efisien</title>
		<link>https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2020 21:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konstruksi Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[castellated beam]]></category>
		<category><![CDATA[Honeycomb]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[Rangka Baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membedakan baja kastela (castellated beam) atau Honeycomb dengan baja profil jenis lain sangatlah mudah. Mareial ini memiliki lobang/bukaan (opening) yang berbentuk hexsagonal. Dengan pola teratur pada bagian web yang tidak kita temukan pada jenis baja profil lain. Material baja kastela yang terpasang dengan benar dapat menambah estetika bangunan. Juga merupakan nilai tambah yang kita dapatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">Begini Cara Membuat Baja Kastela Yang Benar Dan Efisien</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Membedakan baja kastela <em>(castellated beam) </em>atau<em> Honeycomb</em> dengan baja profil jenis lain sangatlah mudah. Mareial ini memiliki lobang/bukaan <em>(opening)</em> yang berbentuk hexsagonal. Dengan pola teratur pada bagian <em>web</em> yang tidak kita temukan pada jenis baja profil lain. Material baja kastela yang terpasang dengan benar dapat menambah estetika bangunan. Juga merupakan nilai tambah yang kita dapatkan jika menggunakan baja ini sebagai bahan konstruksi, yang tidak bisa kita peroleh dari baja profil lain.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Namun tak banyak yang tahu, cara membuat baja kastela membutuhkan teknik khusus. Agar pola lobang rapi dan bahan yang kita pergunakan bisa efisien. <a href="https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/">Material Baja Kastela Pada Proyek Konstruksi</a>, link ini silahkan anda pelajari guna menambah pemahaman mengenai profil ini<em>.</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Mengetahui teknis yang dilakukan para profesional dalam membuat baja kastela. Dapat kita rinci secara detail jika kita buat sebuah satu contoh kasus. Seperti pada gambar berikut ini, silahkan anda perhatikan.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="509" height="226" class="wp-image-2229" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela.jpg" alt="Gambar Kuda-kuda sebuah bangunan gudang, menggunakan baja kastela yang terbuat dari Profil WF 250x125x6x9" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela.jpg 509w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-potongan-kuda-kuda-baja-kastela-300x133.jpg 300w" sizes="(max-width: 509px) 100vw, 509px" />
<figcaption>Gambar (1): Potongan Kuda-kuda</figcaption>
</figure>
</div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pada gambar dapat kita lihat sebuah bangunan gudang, dengan kuda-kuda (KK) yang menggunakan baja kastela. Bahan kuda-kuda pada gambar tertulis IWF 250 <em>HCO</em> 375x125x6x9. Yang artinya bahan awal yang mempergunakan baja profil IWF 250x125x6x9, kemudian kita bentuk menjadi baja kastela dengan tinggi profil (Dc) 375 mm. Sebagai catatan IWF <em>(I-Wide Flange) </em>sama dengan WF <em>(Wide Flange).</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Contoh kasus ini hanya sebagai acuan untuk membuat baja profil ini, bukan untuk membuat sebuah komponen kuda-kuda. Maka cara yang benar membuat baja kastela seperti pada gambar, kita lakukan melalui beberapa tahap seperti berikut:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap 1: Menentukan ukuran lobang profil baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Ukuran lobang yang akan kita buat pada <em>web</em> bahan baja profil WF 250x125x6x9, terlebih dahulu kita tentukan, yaitu melalui rumus seperti tertera pada gambar. Adapun keterangan rumus terebut adalah:</p>



<ul>
<li>Ds        = Tinggi lobang baja kastela yaitu sama dengan tinggi baja profil (h) WF,</li>
<li>Dc       = Tinggi profil baja kastela yang akan kita bikin,</li>
</ul>



<p class="has-normal-font-size">Maka selanjutnya dapat kita ketahui,</p>



<p><strong>a          = (Dc – Ds)/2</strong></p>



<p>            = (375-250)/2 = 62,5 mm</p>



<p><strong>b          = ((1,08 x Ds) – (2 x a))/2</strong></p>



<p>            = ((1,08 x 250) – (2 x 62,5))/2 = 270 – 125/2</p>



<p>            = 72,5 mm.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari rumus diatas setelah kita ketahui bahwa <strong>b = 72,5 mm</strong>. Maka untuk memastikan hasil perhitungan tersebut telah benar, dapat kita lakukan kontrol melaui rumus berikut:</p>



<p class="has-normal-font-size"><strong>b          = 1/2Ds x Tangen 30º</strong></p>



<p class="has-normal-font-size">            = ½ x 250 x 0,5774</p>



<p class="has-normal-font-size">            = 72,17 mm.  (ukuran 72,17 mm sangat mendekati 72,5 mm, maka kita anggap telah benar).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap 2: Melakukan pemotongan bahan baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Pemotongan bahan baja termasuk salah satu rangkaian proses fabrikasi, yang telah jelas dalam artikel <a href="https://arsitekta.com/metode-kerja-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Metode Kerja Fabrikasi Baja u/Konstruksi</a>. Metode tersebut silahkan anda pelajari agar mengetahui proses pemotongan bahan baja yang benar.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Gambar dibawah adalah proses pemotongan dan penggabungan bahan, yang akan kita jadikan baja kastela. Berdasarkan gambar ini, melakukan pemotongan bahan baja profil WF 250x125x6x9 agar efisen, dapat kita lakukan melalui beberapa tips, berikut:</p>
<p><a href="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Baja-honeycomb.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4194" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Baja-honeycomb.jpg" alt="Contoh material baja honeycom pada saat masih proses pabrikasi" width="640" height="358" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Baja-honeycomb.jpg 640w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/08/Baja-honeycomb-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>





<h3 class="wp-block-heading">1.<strong>Tips membuat garis pola</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Bahan baja profil WF 250x125x6x9 sebelum kita potong, terlebih dahulu kita buat garis dengan pola hexsagonal. Yang nantinya akan kita jadikan acuan untuk melakukan pemotongan pada baja profil WF. Teknis yang benar untuk membuat garis pola heksagonal seperti berikut:</p>



<ol type="1">
<li>Buat sebuah mal cetakan pola dengan menggunakan <a href="https://nikifour.co.id/plat-seng-lokfom-bjls/">material seng plat</a>, dengan lebar 116 mm. Lebar tersebut kita peroleh berdasarkan rumus: <strong>(1/2xDs) – t2 = (1/2&#215;250) – 9.</strong></li>
<li>Satu sisi mal kita buat pola berbentuk trapesium dengan mengacu pada ukuran lubang bukaan profil, yang telah jelaskan pada Tahap 1. Sementara sisi satunya kita buat tanpa pola.</li>
<li>Bagian seng pelat yang tidak terpakai untuk pola, kita potong menggunakan gunting seng,  </li>
<li>Panjang mal cetakan kita buat 3 meter, namun jika memungkinkan dapat dibuat 4 atau 6 meter. Yaitu kelipatan dari ukuran panjang profil WF yang umumnya adalah 12 meter.</li>
<li>Terakhir, mal cetakan pola kita letakkan di dalam <em>web</em> profil WF 250x125x6x9. Selanjutnya untuk membuat garis pola mengikut mal cetakan dengan menggunakan kapur besi <em>(Pencil stone)</em> atau spidol besi.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">2.<strong>Tips memotong profil WF 250x125x6x9</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Agar pemotongan bahan baja profil WF 250x125x6x9 terlaksana dengan baik, penting terlebih dahulu segala macam peralatan yang kita butuhkan dan persiapkan. Sebagai referensi silahkan anda pelajari <a href="https://arsitekta.com/ini-jenis-alat-fabrikasi-baja-u-konstruksi/">Seperti Ini Jenis Alat Kerja Fabrikasi Baja Saat Ini</a>. Adapun teknis pemotongan WF 250x125x6x9 agar bahan efisien, adalah seperti berikut:</p>



<ol type="1">
<li>Lakukan pemotongan mengikuti garis pola, yang telah kita buat pada bahan baja profil WF 250x125x6x9,</li>
<li>Pemotongan kita lakukan tegak lurus terhadap bahan, tidak kasar dan sekecil mungkin <em>web</em> yang termakan oleh alat potong,</li>
<li>Pemotongan kita lakukan serentak pada 2 batang bahan baja profil WF, seperti tertera pada gambar (2). Kemudian masing-masing bahan kita beri nama Bahan 1 dan Bahan 2,</li>
<li>Hasil pemotongan Bahan 1 yang terdiri dari 2 bagian, kita pisah dan kita beri code <strong>1a</strong> dan <strong>1b</strong>. Demikian juga bagian-bagian hasil pemotongan Bahan 2, kita pisah dan kita beri code <strong>2a</strong> dan <strong>2b</strong>.</li>
<li>Terakhir, kita lakukan penggabungan bagian-bagian bahan melalui cara: bagian bahan code 1a kita gabungkan dengan 2b. Dan bagian bahan code 1b kita gabungkan dengan 2a. Maka hasilnya akan kita peroleh seperti gambar (2).</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahap 3: Melakukan pengelasan pada profil baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Setelah penggabungan telah selesai kita lakukan, selanjutnya melakukan pengelasan pada bahan untuk mendapatkan bentuk profil. Pengelasan bahan kita lakukan agar bagian-bagian bahan yang terpisah dapat kita satukan, sehinga terbentuk tinggi profil (Dc) 375 mm  dan bentuk bukaan dengan pola hexsagonal.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Teknis yang benar melakukan pegelasan pada bahan baja kastela adalah:</p>



<ol type="1">
<li>Letakkan bagian-bagian bahan yang akan kita gabungkan pada <em>Jig,</em> agar posisi bahan rata dan tidak berobah,</li>
<li>Lakukan <em>Tack weld </em>pada bahan yang terbentuk, kemudian pastikan bahwa tinggi profil dan pola lobang telah sempurna,</li>
<li>Selanjutnya kita melakukan pengelasan penuh <em>(full welding)</em> pada bagian-bagian yang terhubung satu sama lain,</li>
<li>Terakhir, pegelasan penuh kita lakukan terhadap dua sisi baja kastela yang terbentuk.</li>
</ol>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Hasil yang kita peroleh setelah melakukan Tahap 2 dan Tahap 3 dengan benar, adalah telah kita buat 2 buah/batang baja kastela sekaligus. Pada gambar (2) bernama <strong>Baja Kastela A</strong> dan <strong>Baja Kastela B</strong>. Tips ini kita lakukan agar bahan yang kita gunakan efisien, karena tidak ada bagian bahan yang terbuang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari penjelasan contoh kasus diatas, diharapkan telah mengetahui cara membuat baja kastela dengan menggunakan bahan baja profil WF 250x125x6x9. Dan dari tahap-tahap pelaksanaan diatas dapat kita buat kesimpulan seperti berikut:</p>



<ol type="1">
<li>Teknis membuat baja kastela berlaku untuk semua bahan, yang terbuat dari bahan baja profil WF, maupun yang terbuat dari bahan baja profil H Beam.</li>
<li>Rumus menentukan ukuran lobang bahan, juga berlaku untuk semua ukuran baja profil WF maupun profil H Beam. Sehingga dapat memudahkan kita membuat baja kastela yang benar dan efisien.</li>
<li>Penggabungan bagian-bagian bahan untuk membuat baja kastela, yaitu dengan menyatukan 2 bagian bahan yang berbeda asal. Itu sebabnya metode pemotongan bahan harus serentak 2 batang, teknis ini kita lakukan sampai jumlah baja kastela yang kita perlukan telah cukup.</li>
<li>Dan jika penggabungan tidak dapat kita lakukan dari 2 batang bahan, maka dapat kits lakukan dengan menyatukan 2 bagian bahan yang berasal dari 1 batang bahan saja. Yaitu dengan cara menggeser searah salah satu bagian bahan, agar pola lobang terbentuk dengan benar. Tetapi cara ini memiliki kekurangan yakni akan ada bahan yang terbuang, yaitu pada salah satu bagian bahan yang kita geser.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/">Begini Cara Membuat Baja Kastela Yang Benar Dan Efisien</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/begini-cara-membuat-baja-kastela-yang-benar-dan-efisien/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Material Baja Kastela Pada Proyek Konstruksi</title>
		<link>https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2020 19:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitekno]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[baja kastela]]></category>
		<category><![CDATA[baja profil]]></category>
		<category><![CDATA[castellated beam]]></category>
		<category><![CDATA[Honeycomb]]></category>
		<category><![CDATA[material baja]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baja kastela atau biasa kita sebut Castellated beam, adalah satu spesifikasi baja profil yang terbentuk dengan cara merekayasa material yang telah ada sebelumnya, yakni baja profil WF (Wide Flange) atau H Beam. Material baja kastela memiliki ciri khas lubang atau bukaan dengan pola teratur pada bagian web, yang berbentuk hexsagonal (hexagonal opening). Rekayasa yang berlaku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/">Eksistensi Material Baja Kastela Pada Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja kastela atau biasa kita sebut <em>Castellated beam,</em> adalah satu spesifikasi baja profil yang terbentuk dengan cara merekayasa material yang telah ada sebelumnya, yakni baja profil WF <em>(Wide Flange) </em>atau<em> H Beam</em>. Material baja kastela memiliki ciri khas lubang atau bukaan dengan pola teratur pada bagian <em>web</em>, yang berbentuk hexsagonal (<em>hexagonal opening).</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Rekayasa yang berlaku pada profil WF atau <em>H Beam</em> selain untuk membuat lubang, sekaligus meningkatkan kekuatan komponen strukturnya. Yang dapat kita buat dengan memperpanjang <em>web</em> kearah satu sama lain, sehingga tinggi profil (h) bertambah.  Namun tidak merubah dimensi awal profil, yakni lebar <em>flange </em>(b), tebal <em>flange</em> (t2) dan tebal <em>web</em> (t1) masih tetap. Gambar dibawah adalah penampang<em> (section) </em>baja profil WF, yang kemudian akan kita bentuk menjadi baja kastela<em>.</em> Dimensi profil yang saya maksud dapat kita lihat pada gambar berikut ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="266" height="226" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-penampang-profil-WF-dibentuk-menjadi-Castellated-beam-Copy.jpg" alt="Gambar penampang (section) profil WF, yang akan dibuat/dijadikan material baja kastela" class="wp-image-2183"/><figcaption>Gambar 1: Penampang profil WF yang akan dijadikan baja kastela</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sejarah singkat tentang baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Model baja profil berlubang yang ada pada baja kastela<em>,</em> merupakan gagasan yang pertama kali kemukakan oleh H.E.Horton dari <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Chicago_Bridge_%26_Iron_Company"><em>Chicago Bridge and Iron Work</em>s</a> sekitar tahun 1910. Ide baja profil berlubang juga berkembang secara mandiri, oleh G.M.Boyd tahun 1935 di Argentina, yang kemudian mendapat paten di Inggris <em>(Knowles,1991).</em> Dan sejak tahun 1940 baja kastela sebagai bahan konstruksi mulai digunakan secara luas di Eropa.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Oleh para <em>engineer</em> yang secara terus-menerus melakukan inovasi pada profil baja kastela<em>, </em>membuat penggunaan baja kastela semakin meningkat. Ini terjadi karena ada banyak manfaat yang kita peroleh dengan menggunakan baja kastela sebagai bahan konstruksi. Yang mana keberhasilan ini sekaligus menjadi <a href="https://arsitekta.com/ini-keunggulan-baja-sebagai-bahan-konstruksi/">Ini Keunggulan Baja Sebagai Bahan Konstruksi</a>, ternyata telah ada kala itu.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Fakta tersembunyi tentang baja kastela</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Disinggung diatas bahwa <a href="https://kbbi.web.id/eksistensi">eksistensi</a> baja kastela ditengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari kerja keras para engineer yang telah melakukan inovasi. Yang bertujuan tujuan untuk menyempurnakan bahan baja kastela agar manfaat yang kita peroleh lebih maksimal. Nah, inovasi apa saja yang berlaku?. Adalah fakta-fakta yang tidak banyak kita ketahui masyarakat terkait baja kastela<em>,</em> antara lain:</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Baja kastela tidak sendirian</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain baja kastela <em>(castellated beam)</em> waktu itu ada satu jenis lagi baja profil berlubang yang <em>lounching</em> secara bersamaan, yaitu <em>Cellural beam</em>. <em>Cellural beam</em> atau <em>C-Beam</em>, yang dalam negeri kita kenal dengan nama <em>Cell form, </em>juga terbentuk dari bahan baja profil WF atau <em>H Beam</em> namun lobang pada <em>web</em>-nya berbentuk lingkaran. Gambar ini adalah profil baja kastela dan <em>cellural beam.</em></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="667" height="306" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-profil-castellated-dan-cellural-beam.jpg" alt="Gambar ini adalah bentuk lobang/bukaan (opening) pada baja kastela (castellated beam) danCellural beam." class="wp-image-2185" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-profil-castellated-dan-cellural-beam.jpg 667w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-profil-castellated-dan-cellural-beam-300x138.jpg 300w" sizes="(max-width: 667px) 100vw, 667px" /><figcaption>Gambar 2: Bentuk lobang pada material baja kastela dan <em>Cellural beam</em></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Awalnya penggunaan 2 jenis bahan ini sebagai bahan konstruksi meningkat secara tajam. Namun akhir-akhir ini profil <em>cellural beam</em> semakin banyak yang berkurang minatnya. Hal ini dapat terbukti secara khusus di Indonesia telah jarang kita temukan konstruksi baja yang menggunakan profil <em>cellural beam.</em> Untungnya masih ada beberapa produsen baja nasional yang tetap eksis memproduksi jenis profil ini.</p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Baja kastela memiliki banyak nama</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Baja kastela selain bernama <em>castellated beam,</em> bagi sebagian pelaku konstruksi baja mengenal dengan nama baja <em>Honeycomb</em>.<em> </em>Dan bagi kalangan tukang baja mereka memberi nama <em>HCO.</em> Ini tidak kita ketahui secara jelas makna serta kaitan HCO dengan baja kastela, apakah kependekan dari <em>honeycomb?</em>, ini menjadi tugas penting untuk diselidiki.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Banyaknya sebutan/nama tersebut akan berdampak pada pemahaman masyarakat tentang baja kastela. Implikasinya jika anda tidak mengenal satu persatu nama tersebut, sedikit banyak akan berpengaruh pada kelancaran pekerjaan. Misalnya pada gambar <em>shop drawing</em> anda menggunakan nama kastela, sementara tukang tahu namanya adalah HCO. Atau ketika anda punya klien yang paham sedikit tentang baja, anda memberi keterangan gambar profil <em>honeycomb</em>, padahal yang dia tahu adalah <em>castellated beam.</em></p>



<h3 class="has-vivid-red-color has-text-color wp-block-heading">4.<strong>Baja kastela memiliki pengikut</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Selain <em>cellural beam</em>, usaha untuk mengikuti kepopuleran baja kastela dapat kita lihat dengan munculnya jenis baja profil berlobang yang lain. Yakni profil yang berlobang persegi empat <em>(Rectangular opening) </em>dan berlobang oval<em> (Sinusoildal opening).</em></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="688" height="415" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-profil-berlobang-persegi-dan-oval.jpg" alt="Gambar ini menjelaskan bentuk lobang persegi empat dan oval, yang mirip dengan material baja kastela." class="wp-image-2184" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-profil-berlobang-persegi-dan-oval.jpg 688w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-baja-profil-berlobang-persegi-dan-oval-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /><figcaption>Gambar 3: Baja profil berlobang persegi empat dan oval</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari gambar secara prinsip bahan yang kita pakai untuk membuat profil berlobang persegi empat dan oval, juga baja profil WF atau <em>H Beam</em> namun yang berbeda hanya bentuk lobang saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat menggunakan baja kastela</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Untuk mengetahui lebih jelas manfaat yang kita peroleh menggunakan material baja kastela<em>,</em> lakukan pertama sekali adalah mengetahui rumus untuk menentukan tinggi profil (Dc) baja kastela, seperti yang tertera pada gambar 1, yaitu:</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Dc =   Dtee + h; </strong><em>y</em>ang <em>mana</em><strong> Dtee = ½ x h</strong></p>



<p class="has-normal-font-size"><strong><u>Contoh:</u></strong> Jika bahan yang memakai adalah WF 400x200x8x13 mm, maka tinggi profil (Dc) baja kastela yang akan kita buat adalah:</p>



<p class="has-normal-font-size">= (1/2&#215;400) + 400 = 600 mm.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Maka berdasarkan gambar 1 serta contoh perhitungan itu, dapat kita ketahui manfaat menggunakan material baja kastela sebagai bahan konstruksi adalah:</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">1.<strong>Manfaat dari segi kekuatan</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan menggunakan ukuran profil yang sama dengan profil WF, baja kastela dapat menghasilkan momen geometris inersia <em>(Geometrical Moment of Inertia)</em> yang lebih besar. Dan adanya inersia yang besar tersebut akan menambah tingkat kekuatan baja kastela<em>.</em></p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Tinggi profil (Dc) baja kastela yang bertambah 50% dari dimensi awal profil WF, akan menjadikan <em>castellated beam</em> lebih kaku serta lendut yang kecil, sehingga baja kastela dapat menahan momen serta tegangan yang besar.</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">2.<strong>Manfaat dari segi ekonomi</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Sebab berat/tonase baja kastela yang jauh lebih ringan banding profil WF, maka biaya yang kita keluarkan untuk membeli bahan akan lebih hemat, sebab pembelian baja selalu berdasarkan tonase bahan.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Manfaat ekonomi selanjutnya secara tidak langsung, karena tonase baja kastela yang ringan juga akan berpengaruh positif pada struktur kolom atau pondasi beton yang menjadi tumpuan. Artinya ukuran struktur kolom atau pondasi beton dapat kita buat lebih efisien.</p>



<h3 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading">3.<strong>Manfaat dari segi estetika</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Lubang yang berbentuk hexagonal dengan pola teratur pada baja kastela memiliki nilai seni tersendiri, yaitu tampilan konstruksi lebih menarik dan dinamis. Jika sebelumnya kesan yang muncul pada konstruksi baja adalah kaku dan keras, ternyata dengan menggunakan baja kastela dapat menghasilkan estetika pada arsitektur. Perhatikan gambar balok dak baja ini.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="504" height="342" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-balok-dak-castellated-beam.jpeg" alt="Gambar konstruksi dak baja, yang sebagian materialnya menggunakan baja kastela" class="wp-image-2186" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-balok-dak-castellated-beam.jpeg 504w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/08/Gambar-balok-dak-castellated-beam-300x204.jpeg 300w" sizes="(max-width: 504px) 100vw, 504px" /><figcaption>Gambar 4: Kontruksi balok yang sebagian menggunakan baja kastela</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Dari gambar 4, baja kastela yang kita gunakan sebagai balok dak akan memberi tambahan estetika pada tampilan interior bangunan. Hal yang lebih menarik lagi, jika baja kastela tersebut dapat kita tampilkan untuk eksterior bangunan, maka estetika yang kita peroleh tidak hanya kita nikmati, namun juga oleh orang yang ada dalam bangunan dan orang-orang dari luar bangunan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kegunaan baja kastela saat ini</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Material baja kastela saat ini telah bisa gunakan secara luas, yaitu mulai dari bahan konstruksi jembatan, bangunan gedung, bangunan pabrik sampai bahan konstruksi otomotif. Khusus untuk konstruksi bangunan, baja kastela awalnya banyak gunakan sebagai bahan untuk konstruksi yang memiliki bentang lebar, misalnya:</p>



<ul><li>Balok dak<em> (Mezzanine)</em></li><li>Balok girder<em> (Railway)</em></li><li>Kuda-kuda <em>(Rafter)</em></li></ul>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Namun saat ini, material baja kastela juga banyak berguna untuk bahan konstruksi yang bersifat <em>non </em>struktural, yaitu untuk konstruksi yang memiliki bentang kecil misalnya kanopi. Jadi secara umum kegunaan baja kastela boleh kita katakan tidak terbatas, sebab dapat kita gunakan untuk struktur konstruksi maupun <em>non </em>struktural.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup</strong></h2>



<p class="has-drop-cap has-text-align-justify has-normal-font-size">Dengan memahami secara detail eksistensi material baja kastela dari awal, anda akan tahu bahwa baja kastela merupakan hasil rekayasa bahan yang telah ada sebelumnya, yaitu profil WF atau<em> H Beam</em>. Rekayasa yang kita lakukan justru memberi manfaat yang positif bagi dunia konstruksi hingga saat ini, karena pemakaian baja kastela selain kuat namun juga lebih efisien.</p>



<p class="has-text-align-justify has-normal-font-size">Manfaat seperti ini tentu yang menjadi harapan setiap pemilik proyek <em>(owner)</em>, sehingga tak heran jika baja kastela ternyata memiliki daya tarik karena dapat memberi solusi atas persoalan biaya namun tidak dengan mengurangi kualitas.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/">Eksistensi Material Baja Kastela Pada Proyek Konstruksi</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/material-baja-kastela-pada-proyek-konstruksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
