<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>panjang kuda-kuda Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<atom:link href="https://arsitekta.com/tag/panjang-kuda-kuda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://arsitekta.com/tag/panjang-kuda-kuda/</link>
	<description>Arsitekta Layanan Terbaik Untuk Konstruksi Baja dan Desain Bangunan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Nov 2022 14:50:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2020/06/Icon-CS-Arsitekta-150x150.jpg</url>
	<title>panjang kuda-kuda Archives - Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</title>
	<link>https://arsitekta.com/tag/panjang-kuda-kuda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rangka Kuda-kuda Yang Rumit Dalam Hal Bentuk dan Perhitungan [Part 3 of 3]</title>
		<link>https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/</link>
					<comments>https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arsitekta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 13:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[kuda-kuda baja]]></category>
		<category><![CDATA[panjang kuda-kuda]]></category>
		<category><![CDATA[rangka kuda-kuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://arsitekta.com/?p=4494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu rangka kuda-kuda yang rumit adalah seperti terlihat di bawah ini. Walau bentuk rangka terlihat minimalis. Karena jumlah batang tidak banyak. Tapi, menghitung panjang batang-batang tersebut, jauh lebih sulit dibanding kuda-kuda cremona standar. Serba-serbi tentang model rangka kuda-kuda Entah dengan alasan itu, atau tidak. Saat ini bentuk rangka kuda-kuda seperti ini, makin jarang di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/">Rangka Kuda-kuda Yang Rumit Dalam Hal Bentuk dan Perhitungan [Part 3 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu rangka kuda-kuda yang rumit adalah seperti terlihat di bawah ini. Walau bentuk rangka terlihat minimalis. Karena jumlah batang tidak banyak. Tapi, menghitung panjang batang-batang tersebut, jauh lebih sulit dibanding kuda-kuda <a href="https://arsitekta.com/cara-hitung-kebutuhan-material-kuda-kuda-cremona/">cremona standar</a>.</p>
<h2>Serba-serbi tentang model rangka kuda-kuda</h2>
<p>Entah dengan alasan itu, atau tidak. Saat ini bentuk rangka kuda-kuda seperti ini, makin jarang di minati. Termasuk, ketika klien membutuhkan desain dari kami. Type kuda-kuda ini sudah kami hindari. Guna mempercepat proses perancangan kuda-kuda.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4495 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Skema-rangka-kuda-kuda-cremona-3-300x159.jpg" alt="Skema rangka batang kuda-kuda baja" width="300" height="159" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Skema-rangka-kuda-kuda-cremona-3-300x159.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Skema-rangka-kuda-kuda-cremona-3-768x408.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Skema-rangka-kuda-kuda-cremona-3.jpg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Pun, dari segi kekuatan. Masih perlu diragukan. Justru model rangka biasa, sebagaimana yang telah kami ulas pada artikel bagian ke-1, dan yang ke-2 yang paling bagus. Di tinjau dari segi kekokohan konstruksi, maupun kemudahan pelaksanaan pabrikasi, dan instalasi.</p>
<p>Namun demikian, sekalipun model ini kita anggap sebagai rangka kuda-kuda yang rumit. Tapi, dahulu pernah mengalami kejayaan. Tepatnya pada saat <a href="https://pindad.com/masa-kolonial-belanda-dan-pendudukan-jepang">zaman kolonial</a>. Dan, sampai saat ini masih mudah ditemui sisa-sisa peninggalannya.</p>
<p>Waktu itu. Selain diterapkan pada setiap konstruksi atap. Sebab, zaman itu portal frame belum begitu populer. Pula, beberapa konstruksi mengadopsi bentuk rangka batang <a href="https://arsitekta.com/cara-merencanakan-cremona-siku-untuk-atap-trapesium/" target="_blank" rel="noopener">cremona siku</a>. Salah satunya adalah pada konstruksi jembatan. Lebih spesifik lagi, adalah untuk konstruksi jembatan kereta api.</p>
<h2>Macam-macam rangka batang kuda-kuda dan panjang material</h2>
<p>Untuk memudahkan proses perhitungan. Setiap rangka batang kuda-kuda harus diberi nama. Nama-nama batang tersebut, sekaligus berguna untuk membedakan posisi pemasangan. Maupun, jenis dan panjang material yang digunakan.</p>
<p>Seperti terlihat pada gambar skema kuda-kuda. Jenis-jenis rangka antara lain (batang):</p>
<ol>
<li>A = rangka kuda-kuda bagian atas. Atau, sering disebut batang atas.</li>
<li>B = batang bawah</li>
<li>C dan f = batang diagonal</li>
<li>D dan g = batang vertikal</li>
</ol>
<p>Terkait panjang batang. Yang telah diketahui hanya 1, yakni batang (g) = 2,888 meter. Selain itu, belum diketahui. Oleh sebab itu, tergolong bentuk rangka kuda-kuda yang rumit. Membuktikan klaim tersebut, ikuti rumus-rumus perhitungan di bawah ini. Seluruhnya terdiri dari 5 tahap.</p>
<h3>1. Panjang batang (a) dan (b)</h3>
<p>Karena bentang kuda-kuda adalah sama dengan 2 artikel sebelumnya. Pun, sudut kemiringan atap adalah persis. Maka, disini kami tidak perlu membubuhkan rumus, untuk menghitung panjang batang tersebut.</p>
<p>Rumus yang sama dengan batang (a). Juga diterapkan untuk menghitung panjang batang (b). Namun, dengan sudut kemiringan yang berbeda. Sebab, (b) berfungsi sebagai batang bawah kuda-kuda.</p>
<p>Cara menghitung panjang material tersebut adalah:<br />
= 5,0 : cos 5º<br />
= 5,02 meter</p>
<h3>2. Rumus menghitung batang (c)</h3>
<p>Skema kuda-kuda harus diperbesar dulu. Supaya lebih jelas. Terlihat seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-4496 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-1-300x185.jpg" alt="Skema rangka batang C dan D" width="300" height="185" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-1-300x185.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-1-768x474.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-1.jpg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Tinggi (x1) dapat diketahui berdasarkan rumus tangen. Yakni sebesar 0,72 meter. Namun ukuran tersebut masih dalam posisi tegak lurus, terhadap garis as/grid bentangan. Seharusnya, sejajar dengan batang (x2).</p>
<p>Maka dari itu, data tersebut belum bisa digunakan langsung untuk menghitung panjang batang C. Langkah berikutnya, lebih dulu Anda mengurangi tinggi (x1). Hal tersebut Anda lakukan dengan rumus berikut:<br />
= x1 &#8211; (1,25 x tangen 5º)<br />
= 0,72 &#8211; 0,11 = 0,61 meter.</p>
<p>Kemudian, panjang batang C diketahui dengan rumus:<br />
= √[(0,61 x 0,61) + (1,25 x 1,25)]<br />
= 1,39 meter</p>
<h3>3. Cara hitung panjang material (d)</h3>
<p>Adalah dengan rumus:<br />
= [(1,25 x 2) x tangen 30º] &#8211; x2<br />
= 1,44 &#8211; (2 x 0,11) = 1,22 meter</p>
<p>Metode lain, bisa juga dilakukan dengan rumus berikut:<br />
D = x3 &#8211; x2<br />
Atau,<br />
D = (2,5 x tangen 30º) &#8211; (2,5 x tangen 5º)</p>
<p>Hasilnya, pasti sama dengan rumus sebelumnya.</p>
<h3>4. Panjang batang (e)</h3>
<p>Sebelum melakukan perhitungan untuk mencari panjang batas E. Adalah mencari panjang (x5). Tapi, (x5) sendiri bisa diketahui, jika tinggi (d1) sudah Anda peroleh. Pelan-pelan baca teman-teman agar mengerti. Faktanya menghitung rangka kuda-kuda yang rumit begini.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-4497 aligncenter" src="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-2-300x190.jpg" alt="Cara menghitung panjang rangka batang kuda-kuda" width="300" height="190" srcset="https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-2-300x190.jpg 300w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-2-768x485.jpg 768w, https://arsitekta.com/wp-content/uploads/2022/11/Detail-rangka-kuda-kuda-2.jpg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Langkah 1: mencari tinggi (d1)<br />
= (3 x 1,25) x tangen 30º<br />
= 2,16 meter</p>
<p>Langkah 2: mencari tinggi (c4)<br />
= (3 x 1,25) x tangen 15º<br />
= 0,33 meter</p>
<p>Dengan demikian, diketahui tinggi (x5), adalah:<br />
= d1 &#8211; x4<br />
= 2,16 &#8211; 0,33 = 1,83 meter.</p>
<p>Setelah itu, baru beranjak pada batang (E). Hitungan dilakukan pakai rumus phytagoras.<br />
= √[(1,25 x 1,25) + (1,83 x 1,83)]<br />
= √(1,56 + 3,44) = 2,23 meter</p>
<h3>5. Panjang batang (f)</h3>
<p>Tahap perhitungan mirip dengan batang (e). Namun, sedikit lebih mudah. Karena data-data tentang panjang rangka sudah banyak. Kalau sebelumnya, memerlukan 3 tahap perhitungan. Kali ini hanya 2.</p>
<h4>Tahap 1: mencari tinggi (x8)</h4>
<p>Cara muda adalah:<br />
= x5 &#8211; (1,25 x tangen 5º)<br />
= 1,83 &#8211; 0,11 = 1,72 meter.</p>
<p>Cara yang lain, bisa juga dengan menggunakan tinggi kuda-kuda. Sebagaimana sebalumnya telah diketahui/terlihat dalam gambar, yakni 2,89 meter. Pembulatan ke dalam satuan meter. Sebab, satuan yang digunakan dalam gambar adalam milimeter.</p>
<h4>Tahap 2: mencari panjang F</h4>
<p>Namun, metode tersebut memerlukan proses panjang. Sebab, Anda harus mencari tinggi (x6), dan (x7) lebih dulu. Jadi, tambah 2 tahap perhitungan, hingga bisa mengetahui (x8). Sungguh rangka kuda-kuda yang rumit, kalau kita pakai cara yang kedua ini.</p>
<p>Oke, langsung pada langkah ke-2. Menghitung panjang batang (F). Dengan rumus:<br />
= √[(1,25 x 1,25) + (1,72 x 1,72)]<br />
= √(1,56 + 2,96) = 2,13 meter</p>
<h2>Total kebutuhan material kuda-kuda siku</h2>
<p>Daftar panjang material sebagai berikut:<br />
1. Batang a = 5,77 m<br />
2. Batang b = 5,02 m<br />
3. Batang C = 1,39 m<br />
4. Batang d = 1,23 m<br />
5. Batang e = 2,23 m<br />
6. Batang f = 2,13 m<br />
7. Dan, batang g = 2,45 m</p>
<p>Jadi, total keseluruhan adalah 20,40 meter. Kebutuhan material untuk rangka kuda-kuda yang rumit ini, angka tersebut kemudian Anda kali 4. Agar terbentuk 1 unit kuda-kuda yang sempurna. Sehingga total bahan adalah 81,60 meter. Atau, sebanyak 13,6 batang material <a href="https://arsitekta.com/material-besi-siku-tidak-sama-kaki/">besi siku.</a></p>
<h2>[Penutup] Perbandingan kebutuhan bahan</h2>
<p>Dari awal, sengaja desain konstruksi kuda-kuda kami buat, menggunakan ukuran bentang yang sama. Pun, pembagian jarak batang penegak, serta sudut kemiringan atap. Untuk mengetahui bentuk kuda-kuda mana yang paling banyak membutuhkan material.</p>
<p>Pada perhitungan pertama (artikel 1), diketahui total panjang rangka kuda-kuda adalah 84,7 meter. Sementara, artikel ke-2 adalah 102,17 meter. Dan, saat ini (artikel 3) adalah 81,60 meter. Benar kan paling hemat material, dibanding kuda-kuda cremona pertama, dan kedua?. Tapi, dalam hal proses perhitungan material adalah paling panjang. Maka dari itu, layak disebut rangka kuda-kuda yang rumit.</p>
<p>The post <a href="https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/">Rangka Kuda-kuda Yang Rumit Dalam Hal Bentuk dan Perhitungan [Part 3 of 3]</a> appeared first on <a href="https://arsitekta.com">Jasa Arsitektur dan Konstruksi Baja</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://arsitekta.com/rangka-kuda-kuda-baja-yang-rumit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
